Tell A Friend

Edip Yuksel vs. Ali Sina ttg Muslim yg percaya Quran saja

SAMBUTAN, PENJELASAN, artikel dan debat dari PENDIRI SITUS; ALI SINA. Artikel2 A Sina lainnya masih bisa ditemukan dalam Ruang REFERENSI sesuai dgn topiknya.

Moderator: Forum Watch

Edip Yuksel vs. Ali Sina ttg Muslim yg percaya Quran saja

Postby pod-rock » Thu May 24, 2007 6:36 pm

Edip Yuksel vs. Ali Sina

http://www.faithfreedom.org/debates/EdipYuksel.htm

Ronde I

Seorang anggota FFI mengontak Dr. Edip Yuksel (http://www.yuksel.org), anggota ‘the Submitter’ yg terkenal itu dan seorang pengikut dari Dr. Rashid Khalifa (http://www.submission.org) utk berdebat dg saya (Ali Sina). Dr. Yuksel dg murah hati menerima tantangan ini. Berikut ini adalah diskusi kami.

Yth Edip Yuksel,

Undangan utk ini mestilah dikirim pada anda oleh salah satu anggota FFI. Saya senang anda setuju mengikuti pertukaran pendapat ini.

Saya akan mulai dg satu hal yg perlu diklarifikasi dan ini ada hubungannya dg posisi anda sebagai seorang muslim “Quran saja” (Qurani).

Anda sepertinya menolak semua Hadis. Bisakah terangkan pada kita apa anda juga menolak buku2 sejarah seperti Sirat, Tabari dan Al Waqidi?

Jika begitu, lalu berdasarkan apakah pengetahuan anda tentang Muhamad sebagai seorang yg pernah eksis dlm sejarah? Bagaimana anda tahu mengenai dia, kehidupannya, sahabat2nya, dll?

Apa anda melakukan ritual sholat wajib, puasa, haji, dll? Jika iya, bagaimana anda tahu bahwa cara itu yg diinginkan Muhamad utk dilakukan para pengikutnya. Quran tidak memuat penjelasan mengenai ritual2 ini. Semua perincian ini terdapat dalam Hadis yg merupakan dasar dari Sunnah (tradisi Islam). Tapi anda menolak keaslian dari hadis. Jadi darimana anda mendapat informasi penting yg tidak ada dalam Quran ini?

Terakhir, apa anda mengakui pentingnya hadis2 tertentu, setidaknya dalam hal nilai sejarahnya?


Dear Ali Sina:

Pertanyaan yg bagus.

Sirat (sejarah nabi dan sahabatnya) ditulis setelah hadis dan perang sipil secara emosional dan intelektual tercemar oleh apa yg disebut tanah Islam. Meski beberapa diantaranya ada yg lebih kritis dari yg lain, tapi
semuanya masih bersandar pada hadis dan ‘kata orang’. Disamping itu, semua itu juga tidak kebal dari pengaruh kekuasaan politik dan religius jamannya.

Secara sejarah, Quran adalah kitab yg paling otentik dalam penggambaran kejadian2. Malah, Quran itu seperti sebuah jurnal dari kejadian2 utama tapi tanpa kronologi. Pastilah anda akan mengklaim bahwa Quran disusun berdasarkan sudut pandang Muhamad dan kepentingannya. Saya pikir dan harap bahwa kita akan menemukan jalan utk sampai pada sebuah permufakatan yg masuk akal mengenai kejadian2 sejarah penting ini.

Saya tidak berpikir bahwa anda mempercayakan tiap laporan sejarah dalam buku Syrat, seperti Tabari atau Waqidi. Saya akan memperlakukan tiap anekdot sejarah dalam basis adhoc dan mengevaluasinya secara kritis dgn rasa curiga yg memadai.

Saya pikir kita berdua akan setuju dalam banyak hal, sepanjang kita berdua mencoba melakukan semampu kita utk tetap konsisten dan objektif dalam hal kisah2 yg pokok.

Jika begitu lalu berdasarkan apakah pengetahuan anda tentang Muhamad sebagai seorang yg bersejarah? Bagaimana anda tahu mengenai dia, kehidupannya, sahabat2nya, dll?


Kebanyakan saya percayai narasi dari Quran. Jika kisah dalam Quran bertentangan dg cerita dari sebuah narasi tertentu, saya pilih narasi Quran karena dituliskan ketika kejadian itu terjadi. Tapi, jika anda memilih narasi dari sebuah buku yg ditulis lima atau sepuluh abad setelah kejadian, saya minta anda memberi alasan yg baik utk itu.

Apa anda melakukan ritual sholat wajib, puasa, haji, dll? Jika iya bagaimana anda tahu bahwa cara itu yg diinginkan Muhammad utk dilakukan para pengikutnya. Quran tidak memuat penjelasan mengenai ritual2 ini. Semua perincian ini terdapat dalam Hadis yg merupakan dasar dari Sunna. Tapi anda menolak keaslian dari hadis. Jadi darimana anda mendapat informasi penting yg tidak ada dalam Quran ini?


Sangat menarik. Saya dengar pertanyaan yg sama dari Sunni dan Shiah. Saya tidak mengikuti ritual apapun yg tidak ada dalam Quran. Saya membantah bahwa semua rincian Solat, Zakat, Haji dan Puasa dibulan Ramadan diberikan dalam Quran. Jika anda punya waktu, silahkan cari artikel saya “How to Pray According to the Quran” pada situs web saya, yuksel.org

Terakhir, apa anda mengakui pentingnya hadis2 tertentu, setidaknya dalam hal nilai sejarahnya?


Hadis, sama seperti penghujatan, legenda atau kisah mungkin saja berisi beberapa kebenaran. Semua itu setidaknya mencerminkan bahasa yg diucapkan dijamannya, budaya, kejadian2 umum, cara berpikir, ekonomi, ketegangan sosial dan politik diantara kelompok2 dan bangsa2.

Tapi, saya tidak akan menganggap hadis sebagai sebuah kewenangan disamping Quran, meskipun jika saya tahu 100% bahwa hal itu diucapkan oleh Muhamad. Saya dedikasikan agama saya pada Tuhan saja, dan saya tolak agama yg membatasi persekutuan yg didasarkan pada Allah + Muhamad + Sahabat Muhamad + Imam2 Permulaan + Mujtahid + Imam2 yg Kemudian, dll.

Peace,
_________________
Edip Yuksel
www.yuksel.org
www.19.org
User avatar
pod-rock
Translator
 
Posts: 786
Joined: Tue Nov 28, 2006 1:25 pm

Postby pod-rock » Thu May 24, 2007 6:39 pm

Edip Yuksel vs. Ali Sina

Saya mampir kesitus anda dan membaca pandangan2 anda akan hadis.
http://www.yuksel.org/e/religion/trash.htm

Jadi anda lebih suka memakai buku2 sejarah utk mempelajari Muhamad. That is fine with me. Saya juga akan memakai sudut pandang sejarah dlm pembicaraan dg anda. Tapi mari kita bicarakan hadis dulu.

Sikap anda adalah : semua hadis harus dibuang karena kebanyakan dikarang-karang. Lomax, lawan debat anda, membuat sebuah pengamatan yg valid. Dia bilang: “Setiap koleksi kesaksian kpd pengadilan manapun pastilah berisi sejumlah kebohongan dan kesalahan. Keandalan tiap potong bukti masih harus diperdebatkan … Namun jika seseorang mengumpulkan ribuan hadis dan membuat beberapa kesalahan, ia tak bisa dikatakan tidak dapat dipercaya.”

Anda menyanggah pernyataannya dan berkata: “Tak satupun pengadilan akan menerima kesaksian Bukhari yg mengumpulkan hadis2 kontradiktif mengenai Nabi Muhamad yg diceritakan dari generasi ke generasi 200 tahun setelah kematiannya.”

Dalam hal ini saya berpihak pada Lomax. Mari kita jernihkan dulu hal ini dg sebuah contoh. Departemen Kepolisian sebuah kota mencoba memecahkan sebuah kasus dan bertanya2 kepada publik. Ribuan petunjuk masuk. Kebanyakan tidak ada hubungannya, tapi diantara ribuan itu ada beberapa yg menguatkan kasus dan berdasarkan petunjuk2 tsb sang detektif mampu memecahkan kasus tsb. Tidak masuk akal utk mengabaikan semua petunjuk tsb hanya karena kebanyakan tidak benar.

Dalam kasus ini, kita ingin tahu tentang Muhamad dan bagaimana dia menjalani kehidupannya. Kita punya puluhan ribu petunjuk dalam bentuk
cerita2 pengikutnya. Kebanyakan petunjuk2 itu lemah dan banyak juga yg cuma hasil karangan. Kita juga tahu bahwa para pengikutnya cenderung membesar-besarkan kebaikan dan menghubungkan keajaiban2 pada nabi tercinta mereka. Jadi jika kita melihat hadis demikian kita tidak perlu menganggapnya serius. Tapi jika kita gabungkan semua petunjuk ini maka muncullah gambaran ttg seorang manusia. Kita pisahkan petunjuk2 yg saling berhubungan, dan berdasarkan itu kita buat sketsa profil si tersangka. Bisakah kita 100% yakin akan wajahnya? Mungkin tidak! Tapi karena petunjuk2 ini datang dari banyak sumber dan meski terdapat perbedaan2 dalam perinciannya,
semuanya mengatakan kisah yg sama sehingga kita bisa cukup yakin bahwa kita punya gagasan yg cukup baik mengenai bagaimana tampang si tersangka dan apa saja yg telah dia lakukan.

Jadi jika saya seorang detektif, saya tidak akan mengabaikan semua petunjuk hanya karena sebagian dari petunjuk2 itu dibuat-buat, khususnya kalau tidak ada sumber2 lain lagi utk dijadikan pegangan. Tapi, bagaimana jika wajah tersangka yg muncul menggambarkan ayah saya yg sangat saya cintai ? Apa yang akan menjadi reaksi alami saya? Saya kemungkinan akan membuang semua petunjuk tsb dan menganggap mereka semua salah. Ini sebuah ketidakjujuran. Tapi hey, kalian membicarakan ayah saya. Kalian meminta saya memilih antara kejujuran dan kasih sayang anak. Ini pilihan berat. Tidak semua orang bisa lolos dari ujian seperti ini. Saya akan melakukan apapun utk menutup-nutupi kejahatan ayah saya dan melindunginya.

Begitulah cara saya memandang anda dan semua penyangkal hadis lainnya. Anda tidak menyukai apa yg anda temukan dalam hadis. Hadis2 itu membuatmu malu. Anda temukan Muhamad menyiksa korban2nya, memancung mereka, mencabut mata mereka, memperkosa dan melakukan segala tindakan yg menjijikan. Semua itu terasa sakit dihati anda. Jadi bukannya anda jujur dan mengakui bahwa anda salah dan bahwa orang yg anda puja adalah seorang kriminal psikopat, anda malah mencoba menolak semua hadis. Anda pikir jika anda sembunyikan kepala anda dalam pasir dan berpura-pura tidak melihat; masalahnya akan menghilang begitu saja ? Para pengacara tercela O.J. Simpson melakukan itu dan mereka menang. Tapi apa ini berarti Mr. Simpson itu tidak bersalah? Bahkan jika anda memenangkan kasus ini dengan mendiskreditkan bukti2 dan teknikalitas, masihkan anda bisa hidup dg nurani anda ?

Dapatkah kita gunakan hadis2 ini dalam sebuah peradilan hukum utk membuktikan kejahatan2 Muhamad? Saya pikir bisa. Anda mungkin membantah bahwa itu semua bukti tidak langsung dan mencoba mendiskreditkan itu semua. Tapi hadis2 itu begitu banyak hingga juri waras manapun akan menemui kesulitan utk mengabaikan semuanya. Muhamad terbukti bersalah seperti yg dituduhkan.

Tapi, tujuan kita bukanlah utk melakukan tindakan hukum terhadap Muhamad. Dia sudah mati. Kita ingin mencari kebenaran. Kita mungkin tidak akan pernah bisa menemukan kebenaran 100%. Tapi kita bisa mendapat cukup banyak utk yakin. Yang anda punyai sekarang cuma kebohongan belaka.

Meskipun demikian, kita punya bukti cukup dalam Quran, dalam buku sejarah dan dalam hadis utk yakin bahwa Muhamad bukanlah utusan Tuhan tapi seorang pemimpin cult seperti Jim Jones dan David Koresh. Dan ini akan saya buktikan pada anda dalam diskusi kita ini.

Para muslim jatuh cinta pada Muhamad karena pada mereka telah ditunjukkan penggambaran dirinya sebagai seorang yg suci, seorang manusia sempurna, seorang manusia utk dicontoh dan diikuti, pengampunan Allah akan semua ciptaannya, blablabla... Penggambaran itu salah. Menurut petunjuk2 yg ada pada kita, dan pada kitabnya sendiri, dia sama sekali tidak dapat disebut orang baik. Bagaimana bisa para muslim mendapat gambaran yg salah itu didalam pikiran mereka? Karena mereka dicekoki kebohongan !

Jadi gambaran mana yg lebih akurat? Yang berdasarkan khayalan2 para pengikutnya atau yang muncul dari petunjuk2 tsb?

Ini hanya utk menunjukkan kelemahan2 dari posisi Muslim penganut “Quran saja”. Disamping fakta bahwa ini adalah salah satu cara berpikir yg salah (fallacious), ini juga menunjukkan bahwa Islam itu tidak dapat dimengerti.

Dalam surat ini anda bilang bahwa anda mengakui biografi Muhamad yg ditulis oleh Ibn Ishaq, Tabari dan Waqidi. Pengertian saya tentang ini berbeda waktu saya baca debat anda dg Lomax tapi sekarang sudah jelas.

Jika itu sikap anda dan anda bersikeras tidak mau menerima semua
bukti sejarah mengenai Muhamad, saya malah menyangkal keberadaan Muhamad itu sendiri. Saya klaim bahwa dia adalah cerita karangan penguasa Arab yg membutuhkan sebuah agama utk membenarkan ambisi kerajaan mereka (Lihat Crone and Cook).

Anda seorang pengacara. Anda tahu bahwa beban pembuktian ada pada orang yg membuat pengakuan, yakni anda sendiri. Andalah yg harus membuktikan bahwa Muhamad benar2 ada dan bukan cuma sebuah figur fiksi belaka, sebuah isapan jempol dari pengarang asli Quran. Apapun yg anda katakan harus ada dokumentasinya. Tapi anda tidak boleh memakai hadis atau Sirat utk membuktikannya. Jika anda menyangkal buku2 ini, anda tidak boleh memakainya.

Saya tidak berpikir bahwa anda mempercayakan tiap laporan sejarah dalam bukut Syrat, seperti Tabari atau Waqidi. Saya akan memperlakukan tiap anekdot sejarah dalam basis adhoc dan mengevaluasinya secara kritis dg sedikit rasa curiga yg memadai


Jadi apa posisi anda sebenarnya? Apa anda mau bilang bahwa bagian sejarah yg itu dapat diterima? Saya mengerti sepenuhnya cara anda memandang sejarah dan hadis dg sedikit rasa curiga yg memadai. Itu juga posisi saya. Alasan saya kemukakan ini adalah utk mengetahui dokumen mana yg dapat diterima dalam diskusi kita dan mana yg tidak dan apakah penolakan anda terhadap hadis dan sirat itu secara kategoris saja atau anda terbuka utk menerima dg sedikit rasa curiga. Apa anda mau memakai kriteria yg sama juga bagi hadis atau hadis sama sekali jangan dipakai?

Saya tanya apa yg menjadi dasar pengetahuan anda mengenai Muhamad dan anda jawab:

Kebanyakan saya percayai narasi dari Quran. Jika kisah dalam Quran bertentangan dg cerita dari sebuah narasi tertentu saya pilih narasi Quran.


That is okay with me. Jika sebuah hadis atau narasi bertentangan dg Quran atau semangatnya kita akan menolaknya.

Jadi ijinkan saya rangkum apa yg saya mengerti dari posisi anda. Anda akan melihat hadis dan biografi Muhamad, asalkan keduanya tidak bertentangan dg Quran atau semangatnya. Anda mau menganggap keduanya sebagai sumber informasi utk nilai2 sejarahnya, meski dg sedikit keberatan.

Jika itu posisi anda, saya oke-oke saja. Itu juga cara saya memandang sumber2 itu. Tapi jika saya salah paham tolong jelaskan.

Jika begitu, saya akan membuat kasus terhadap Muhamad menggunakan hadis dan Sirat, juga Quran. Anda tentu saja bebas utk memperdebatkan keakuratan tiap dokumen yg saya sajikan berdasarkan kriteria yg disebut diatas, yakni jika bertentangan dg Quran, kita akan mengabaikannya tapi jika tidak kita akan memakainya, tidak sebagai kebenaran mutlak tapi sebagai sebuah kemungkinan.

Dg kata lain, kita tidak akan mengabaikan sebuah hadis atau sebuah kisah hanya karena hal itu menjelekkan Muhamad. Lagipula itulah yg ingin saya buktikan. Jika saya tidak dibolehkan utk menyajikan bukti2 saya melawan dia lalu apa tujuannya pengadilan ini?

Saya setuju utk tidak menyajikan bukti2 apapun yg bertentangan secara eksplisit atau implisit dg ajaran2 Quran. Anda berhak utk mempertanyakan keabsahan dari penyajian saya, tapi jika anda tidak dapat menunjukkan bahwa hal itu tidak absah kita tidak akan mengabaikannya. Kita biarkan mereka sebagai sebuah kemungkinan. Saya berpendirian bahwa beban dari dokumen2 yg mungkin ini dan beban dari Quran akan begitu berat hingga saya akan memenangkan kasus melawan Muhamad dan akan membuktikan pada anda dan dunia bahwa dia hanya seorang palsu dan bukan seorang nabi.

Pengacara Scott Peterson membantah bahwa semua bukti terhadap klienya adalah bukti tidak langsung. Dia benar! Tapi bukti itu begitu banyak hingga juri tidak punya masalah utk mendakwa dia salah. Kita punya lebih banyak lagi bukti melawan Muhamad.
User avatar
pod-rock
Translator
 
Posts: 786
Joined: Tue Nov 28, 2006 1:25 pm

Postby pod-rock » Thu May 24, 2007 6:45 pm

Edip Yuksel vs. Ali Sina

Ronde II

Quote: Sina
Begitulah cara saya memandang anda dan semua penyangkal hadits lainnya. Anda tidak menyukai apa yg anda temukan dalam hadits. Hadits2 itu membuatmu malu. Anda temukan Muhammad menyiksa korban2nya, memancung mereka, mencabut mata mereka, memperkosa dan melakukan segala tindakan2 yg menjijikan dan semua itu terasa sakit dihati anda. Jadi bukannya jujur dan mengakui bahwa anda salah dan bahwa orang yg anda puja adalah seorang kriminal psikopat, anda malah mencoba menolak semua hadits. Anda pikir jika anda sembunyikan kepala anda dalam pasir dan berpura-pura tidak melihat; masalahnya akan menghilang begitu saja. Para pengacara tercela O.J. Simpson melakukan itu dan mereka menang. Tapi apa ini berarti mr. Simpson itu tidak bersalah? Bahkan jika anda memenangkan kasus ini dengan mendiskreditkan bukti2 dan teknikalitas, masihkan anda bisa hidup dg nurani anda?


Dear Sina:

Dulu saya pernah jadi seorang yg percaya dan pembela dari Hadits. Tapi, ketika saya pelajari sejarah dari hadits, pengumpulannya, prosedur dari pengumpulan tsb, dan masalah2 dg kesahihan dan perbedaan yg besar antara hadits dan Quran, yg, saya saksikan ini, saya berhenti mengikuti hadits dan sunnah.

Saya mengerti kenapa anda ingin menyeret saya kesebuah sumber yg saya sendiri tolak dg taruhan nyawa saya. Anda ingin saya kembali kehari2 dulu saya dan mulai percaya sumber2 itu yg kebanyakan adalah ‘kata orang’. Ini jawaban saya:

SAYA TIDAK AKAN TERIMA AJAKAN ANDA UNTUK MENGGALI KEDALAM SEBUAH LITERATUR SAMPAH DAN MEMILIH DAN MENGAMBIL APAPUN YG KITA SUKAI DIANTARA RIBUAN CERITA KONTRADIKSI DAN KADANG MENGGELIKAN.

Kelihatannya anda tidak mampu mengkritik Quran tanpa pertolongan dan tambahan dari sampah2 kumpulan ‘kata orang’.


Sebaliknya! Saya akan tunjukkan bahwa Quran itu penuh kesalahan dan kemustahilan dan tidak mungkin sebuah buku wahyu kecuali yg menurunkannya adalah Setan. Alasan saya ingin menjelaskan pertanyaan hadits adalah utk mendemonstrasikan fallacy (buah pikiran yg keliru) dari posisi mereka yg secara total menyangkal semua hadits. Sekali hal itu telah ditetapkan saya tidak perlu lagi memakai Hadits.

Muslims dan non-Muslim, semua setuju bahwa kesahihan sejarah Quran jauh melebihi kesahihan dari Hadits.


Itu tidak benar bahwa setiap orang setuju Quran jauh lebih sahih daripada hadits. Ini sebuah studi yg tidak setuju dg klaim tersebut:
http://www.derafsh-kaviyani.com/english/quran1.html

Dg demikian, kegigihan anda utk mempercayai hadits, oleh kriteria yg berat sebelah dari “jika dikatakan hal baik tentang nabi kami akan menolaknya tapi jika mengatakan hal yg jelak tentang nya kami akan meloncat dan menerimanya.” Ini tidak dapat diterima. Tidak adil, tidak jujur.


Saya sudah menjawab hal ini dalam contoh saya tentang polisi dan tips2 dari publik. Akan sangat tidak jujur utk mengabaikan semua tips2 itu. Tidak ada penyelidik akan melakukan hal itu kecuali dia mencoba menutup-nutupi sesuatu.

Anda ingin kita membuang semua bukti2 menjatuhkan terhadap Muhammad hanya karena beberapa kisah itu mungkin tidak benar. Fakta semata-mata bahwa beberapa diantaranya dibuat-buat bukanlah alasan yg cukup utk mengabaikan semuanya. Anda harus melakukan sesuatu yg lebih dari itu utk mendiskreditkan semuanya. Sebagai contoh mari kita bicarakan tentang motif. Orang tidak berbohong kecuali punya motif. Apa motif dari mereka yg melaporkan hadits2 tsb?

Sycophantism (sikap menjilat) adalah satu motifnya. Orang berbohong agar dirinya disukai orang. Mereka dg palsu menyebut2 keajaiban2 yg diperbuat oleh pemimpin cult mereka karena mereka menemukan hadirin yg bisa menerima diantara para orang yg percaya. Hal ini membuat mereka merasa penting dan mengsahkan ego mereka. Ini adalah ciri khas dari sebuah cult dimana pemimpinnya diangkat secara berlebih-lebihan oleh para kroninya dan masing2 mencoba mengarang kebohongan utk membuat pemimpin mereka kelihatan lebih besar dan mulia, baik ketika hidup maupun sesudah mati. Contoh yg bagus adalah John de Ruiter (http://www.faithfreedom.org/Articles/si ... ligion.htm), seorang yg mengangkat dirinya sendiri sebagai “Messiah” yg melakukan pesta seks dg dua perempuan kakak beradik yg masih muda dg persetujuan dan rasa terima kasih dari orang tua mereka meskipun dia sebenarnya sudah menikah.

Beberapa tahun lalu dipasar dekat saya, saya lihat pamflet terpasang pada papan pengumuman. Pamflet tentang undangan mengikuti konferensinya dg kalimat sbb:

“John de Ruiter: Master of transformation; living embodiment and teacher of Truth.”

Dan;

“Through the living essence of Truth emanating from his words and from his presence, John de Ruiter awakens what our hearts most long for…”

Tiap orang waras dapat melihat bahwa orang yg mengaku “guru dari semua guru” ini adalah orang gila. Tapi bukan itu yg dilihat para pengikutnya. Saya dapat membawa contoh2 yg banyak seperti ini yg mana para pengikut cult itu menjadi buta dan mencoba mengarang2 gambaran yg tidak nyata mengenai pemimpin mereka. Maksud saya disini adalah bahwa cerita demikian yg berasal dari para pengikut yg sudah buta tidak harus dianggap serius. Jadi ketika kita melihat hadits yg menceritakan mukjijat yg dilakukan Muhammad, kita harus mengabaikannya atau setidaknya membuang bagian yg berisi mukjijat tsb. Mengatakan Muhammad melakukan mukjijat sebenarnya juga bertentangan dengan Quran.

Kita lihat Muhammad mengangkat bahunya ketika orang2 meminta mukjijat darinya. Dia bilang “Sesungguhnya telah datang kepada kamu beberapa orang rasul sebelumku, membawa keterangan-keterangan yang nyata dan membawa apa yang kamu sebutkan, maka mengapa kamu membunuh mereka jika kamu orang-orang yang benar.?” (3.183). Atau: "Maha Suci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?" (17.93). Kita lihat penyangkalan bahwa dia dapat melakukan mukjijat2 lain dalam banyak ayat2 Quran (24.7,8 ; 17.95). Orang2 menyebutnya gila dan dirasuki dan bertanya “Mengapa kamu tidak mendatangkan malaikat kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar?" (15.7). Jawabannya adalah : “Kami tidak menurunkan malaikat melainkan dengan benar” (15.8). Ditempat lain kita baca “Orang-orang yang kafir berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (kebesaran) dari Tuhannya?" Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk.” (13.7). Anggapan dia adalah bahwa meski diberi pertanda yg jelaspun orang2 akan menolak nabi2 jadi mukjijat2 itu percuma saja (Q 3.184)

Dg demikian jika Quran itu benar maka semua mukjijat yg katanya dilakukan oleh Muhammad dalam hadits adalah dibuat-buat.

Jelas kenapa muslim mengarang kisah palsu utk membuat pemimpin cult mereka kelihatan besar. Tapikenapa mereka mau membohong utk membuat Muhammad kelihatan seperti seorang penjahat? Kita punya kisah2 tentang Muhammad merampok orang tak bersalah dan tak bersenjata tanpa peringatan sebelumnya (http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamental ... l#019.4292), membantai dan merampok mereka, memperbudak istri dan anak mereka dan memperkosa mereka, menyiksa orang2 agar mengatakan persembunyian harta, mengecap mata mereka memakai besi panas dan kemudian dihari yg sama memperkosa istrinya. Ada kisah tentang dia memancung dg darah dingin 750 lelaki yg menyerah tanpa perlawanan ketika dia mengepung tempat tinggal mereka dan mengalirkan sungai mereka kearah lain. Kita punya hadits yg bilang dia membunuh lawannya termasuk seorang kakek berumur 120 tahun dan seorang ibu dengan lima anak (yg seorang sedang disusui ketika dibunuh semuanya) hanya karena mereka membuat syair yg mengejeknya.

Hadits2 ini telah dipastikan, ada dibuku Sira. Datang pada kita lewat banyak sumber. Masing2 isi macam2 perinciannya, tapi semuanya konsisten dg tema utamanya yg adalah normal jika sebuah cerita diceritakan oleh beberapa orang. Ada nama2 orang yg terlibat. Kelihatannya semua itu bukan hasil karangan karena berisi banyak perincian2.

Pertanyaan utamanya adalah KENAPA? Kenapa bisa para pengikut setianya yg begitu cinta pada nabi mereka melaporkan begitu banyak kisah2 palsu tentang dia yg menggambarkannya sebagai kriminal, pembunuh masal, pemerkosa, pedofile, penipu dan perampok jalanan? Motif itu penting. Kita dapat melihat motif yg jelas kenapa orang mengarang kebohongan utk membuat nabinya kelihatan mulia tapi motif apa kira-kira yg mereka punya utk berbohong tentang nabi mereka dan membuat nabi mereka itu kelihatan jahat?

Kita bisa pura-pura tidak melihat hadits2 demikian jika jumlahnya hanya sedikit. Seorang musuh bisa saja menyambar dan lalu berbohong. Tapi kita punya ribuan dan ribuan hadits yg menceritakan kisah2 yg sama akan kebrutalan dan menggambarkan Muhammad sebagai seorang kriminal. Diwaktu yg sama kita tidak punya versi lain lagi akan kejadian yg serupa. Jika Muhammad benar2 tidak merampok populasi tak bersalah itu bagaimana caranya mereka bisa berbalik jadi memeluk islam? Apa kita punya versi lain yg menceritakan bagaimana Islam berkembang? Kenapa begitu banyak orang percaya yg berperang bagi islam dan mengorbankan nyawa mereka tapi mengarang begitu banyak kebohongan yg menjelekan nabi mereka? Kenapa para akademisi yg begitu berdedikasi seperti Ibn Ishaq, Tabari, Waqidi, Ibn Sa’d, ibn Hisham, Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Malik dan yg lainnya menghabiskan sepanjang hidup mereka menulis buku2 yg hanya berdasarkan kebohongan semata? Apa yg terjadi dalam sejarah yg ‘asli’ tentang Muhammad? Kok bisa tidak satupun versi ‘asli’ yg pernah ditulis?dan semua yg bertahan dan selamat hanyalah versi ‘kebohongan”? Jika semua orang2 ini pembohong, kemana perginya para muslim yg sejati dari islam? Bagaimana bisa selama 1300 tahun semua muslim ini berbohong dan mendadak ketika mereka melakukan kontak dengan barat, mereka malu agama mereka terlihat barbar dibandingkan nilai2 kemanusiaan di Barat maka lantas mereka menemukan/mengatakan bahwa sejarah Muhammad yg mereka punya adalah bohong semua?

Posisi penolakan anda tidak masuk akal dan tak bisa dipertahankan. Anda terguncang dg ketidak manusiawian yg ditunjukkan muhammad, tapi anda tidak mampu utk melepaskannya. Anda mencoba berpegangan padanya dg putus asa tapi anda memasang topeng utk menutupi kebenaran, berbohong pada diri sendiri dan menutup diri dalam kepompong kebohongan dimana anda merasa aman. Dg penolakan ini anda tidak mengubah kebenaran. Anda Cuma mempermanis kebenaran yg pahit agar anda bisa menelannya dg lebih mudah. Anda hanya membodohi diri sendiri.
User avatar
pod-rock
Translator
 
Posts: 786
Joined: Tue Nov 28, 2006 1:25 pm

Postby pod-rock » Sat May 26, 2007 6:15 pm

Edip Yuksel vs. Ali Sina

Ronde II

Bagaimana anda bisa percaya pada Bukhari yg diawal dari koleksinya bahkan tidak malu menghina MONYET2 dg melaporkan bahwa seorang sahabat nabi melihat monyet2 menimpuki batu seekor monyet yg berzijah hingga mati?”


Jika anda ingin mendiskreditkan Bukhari dan para penulis biografi lainnya berdasarkan kemustahilan cara berpikir mereka lalu kenapa anda tidak melihat pada kemustahilan cara berpikir dari Muhammad itu sendiri?

Kebodohan Muhammad sudah jelas dari apa yg dia tulis dalam Quran. Dia pikir orang2 Yahudi itu berubah menjadi monyet dan babi. Apa ini logis? Siapa yg lebih menggelikan? Bukhari yg berpikir monyet2 melakukan praktek Syariah atau Muhammad yg berpikir orang yahudi berubah menjadi monyet2? 2.65; 5.60; 7.166.

Tapi itu belum semua. Ada banyak lagi pernyataan2 menggelikan yg dibuat oleh Muhammad dalam Quran. Kita akan sampai pada hal itu jika kita membahas Quran.

Menurut kriteria yg anda sarankan dg memilah2 sampah, kita harus menerima lporan ini karena tidak memuji-muji Muhammad! Atau anda punya kriteria lain yg anda lupa sampaikan pada saya? Anda mungkin akan mendapatkan ratusan kriteria utk mampu membenarkan pilihan dan penolakan anda!


Tidak, hadits ini tidak harus diterima. Ini termasuk kategori hadits yg diciptakan oleh para muslim utk membuat agama mereka seakan universal. Kita bisa lihat kenapa muslim fanatik mau membuat-buat hadits menggelikan tsb. Ktia bisa juga dg mudah melihat bahwa itu palsu karena kita tahu monyet2 tidaklah sebiadab para muslim yg melempari batu pada sesamanya. Seperti semua hadits2 lain yg membicarakan tentang mukjijat, hadits ini juga tidak rasional dan dg begitu bisa diabaikan. Tapi jika kita baca Muhammad menangkap sekelompok orang arab dan memotong kaki dan tangan mereka, mencungkil mata mereka dan membiarkan mereka mati dipadang pasir karena mencuri ontanya (http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamental ... 07.071.589), kita tidak punya alasan utk meragukan ini sebagai tidak benar karena tindakan mengerikan ini bisa dan mungkin saja dilakukan dan cocok dengan karakter dari Muhammad. Dari Quran, dari ribuan hadits dan dari sira kita bisa melihat bahwa Muhammad adalah seorang yg kejam, tanpa ampun dan sadis. Tidak ada yg hebat dalam hadits ini utk kita ragukan. Besar kemungkinan hadits ini benar, karena:

1. Berulang2 diceritakan oleh sumber2 yg berbeda

2. Tidak bertentangan dg ajaran eksplisit maupun implisit dari Quran, malah jadi kesatuan dengannya.

3. tidak bertentangan dengan logika. Bisa dan mungkin dilakukan pemotongan tangan dan kaki orang, mencungkil mata dan membiarkan mereka mati dipanas matahari padang pasir.

4. Konsisten dengan karakter dari Muhammad.

5. Tidak ada alasan utk percaya kenapa begitu banyak orang2 percaya mengarang-ngarang kisah yg demikian.

6. Kisah itu begitu terperinci.

Berdasarkan semua itu diatas, hadits ini sangat besar kemungkinan benar. Dan karena kita punya ribuan hadits seperti ini, benar-benar tidak jadi masalah jika beberapa dari ribuan itu tidak benar. Kita tetap mendapatkan gambaran tentang Muhammad jika kita membaca semuanya.

Bagaimana bisa anda mengundang saya utk berspekulasi tentang Bukhari yg mengaku mengumpulkan 700 ribu hadits dan menerima hanya sekitar 7 ribu; menolak sekitar 99 persen dari semuanya? Tidakkah anda lihat ini dibesar-besarkan? Apa Muhammad bicara tiap menit kehidupannya setelah mengaku menerima kenabian, kata-katanya saja tidaklah akan sampai mencakup 700 ribu hadits.


Ini bukan sebuah argumen yg valid sama sekali. Misalkan Bukhari benar membesar-besarkan, hal ini tidaklah menjadikan karyanya tidak sah. Bicara hiperbolik menjadi bagian dari psikis orang Persian. Jika saja anda bisa melihat bagaimana hiperbolenya kalimat yg mereka biasa gunakan dalam syair2 merkea! Angka 7 dan kelipatan dari sepuluh adalah angka favorit dari orang2 jaman dulu dan kita lihat Muhammad juga sering memakainya. Seperti dalam contoh polisi dan tips diatas, kadang 10 ribu tips bisa saja masuk. Dibesar-besarkannya jumlah yg tips yg salah tetap saja tidak membuat tips yg baik menjadi tidak sah.


Bagaimana bisa anda menganggap Bukhari serius, ketika dia membenarkan penggantian/pembatalan dari ayat2 Quran setelah kematian Muhammad hanya karena tidak lain dan tidak bukan gara-gara seekor kambing suci memakan kulit dimana katanya ayat2 yg menuliskan hukuman rajam bagi para penzinah telah dimakan kambing tsb? Haruskah kita terima laporan ini? Untuk menambahkan penghinaan lain terhadap islam anda tentu saja menginginkannya. Tapi anda tidak bisa mendapatkan semuanya. Karena anda juga harus percaya pada “kambing suci”.


Saya belum pernah membaca hadits ini. Bisa saja palsu tapi bukannya tidak logis. Kambing dikenal suka memakan kertas dan buku. Satu-satunya alasan anda terguncang adalah bahwa anda pikir tulisan2 itu merupakan wahyu langsung dari Tuhan dan jika demikan tidaklah mungkin bisa dihancurkan, terlebih-lebih lagi dimakan kambing. Karena dasar pikiran anda sudah salah maka kesimpulan anda juga mestilah salah juga.

Bukhari punya gagasan tentang Islam yg sangat berbeda dengan Muhammad. Bukhari adalah soernag pemuja patung yg dungu dan tidak punya rasa hormat pada Quran. Disamping itu, dia berpihak pada penguasa penindas. Contohnya, dia temukan Marwan, pembunuh gubernur dan pemabuk, sebagai seorang yg layak dipercaya utk menceritakan hadits yg sahih darinya, sementara dia menolak hadits apapun dari seorang pelajar Quran yg pemberani, Abu Hanifah yg menderita dipenjara Umayyad dan dinasty Abbasid karena menolak menjual jiwanya! Bukhari bukan seorang pengumpul hadits yg objektif, dia orang yg berpihak pada pembunuh dan penyerang.

Kita bisa menulis berjilid2 buku yg mendaftarkan pertentangan antara ajaran bukhari dan Quran, satu2nya buku yg diberikan oleh Muhammad. Lau, bagaimana bisa seseorang yg waras mengklaim Bukhari sebagai seorang temannya Muhammad? Bagi saya, dia adalah musuh sejatinya Muhammad (6.112-116), sama seperti St. Paul adalah musuh sejati dari Yesus, karena dia menyesatkan pesan2nya hingga tak dikenali lagi.

Ijinkan saya menyimpang disini. Contohnya, Yesus tidak pernah menyuruh para wanita utk diam dan menempatkan mereka dengan ajaran yg menakut2i mereka tapi St. Paul meminta para wanita utk tunduk pada lelaki dan diam diri (1 Ti 2:7-15, 1 Kor 14:34-35; 1 Pet 3:7). Yesus tidak pernah meminta uang utk khotbahnya tapi St Paul meminta uang tanpa malu2 dan menyamakan pendengarnya dg sekumpulan domba yg diperah oleh penggembala sucinya! (Siapakah yang pernah turut dalam peperangan atas biayanya sendiri? Siapakah yang menanami kebun anggur dan tidak memakan buahnya? Atau siapakah yang menggembalakan kawanan domba dan yang tidak minum susu domba itu? 1 Kor 9:7) Dia adalah seorang Machiavellian yg sukses (sebelum Machiavelli lahir!) Berlawanan dg Yesus yg tidak memelintir kebenaran utk mengambil keuntungan dari orang2 : “Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka.” (1 Kor 9:22).

Bagaimana anda bisa mempercayai Bukhari yg menceritakan HADITS TERAKHIR ketika nabi Muhammad menjelang ajal, menolak pencatatan hadits apapun melalui pengumuman dari mulut Omar Bin Khattab dan persetujuan dari semua muslim terkemuka bahwa “Hasbuna kitabullah” (Kalimat Allah cukup bagi kita)?


Saya pikir anda keliru dan salah mengerti fakta2nya. Hadits ini kemungkinan adalah sebuah laporan apokripa (yg sebenarnya diragukan), bahwa Muhammad meminta pena dan kertas utk menulis sesuatu dan Omar berkata Hasbuna Kitabullah. Muhammad tidak berkata demikian. Adalah Omar yg mengatakannya sebagai perlawanan terhadap perintah Muhammad dan Muhammad marah dan meminta semua orang utk keluar ruangan. Saya bilang mungkin apokripa karena:

a) Muhammad tidak bisa menulis
b) Kecil kemungkinan bahwa Omar akan tidak menghormatinya disaat menjelang ajal, dan
c) bahkan jika Omar benar mengatakan demikan, yg lain yg hadir akan tetap mentaati Muhammad, bukannya taat pada Omar.

Tapi apapun, hal ini tidak ada hubungannya dg penolakan Hadits. Muhammad mengklaim punya moral yg baik (Q 68.4) dan memerintahkan para muslim untuk mengikuti “contohnya yg baik” (Q 33.21). Bagaimana bisa anda tahu contoh2 yg dia lakukan utk diikuti jika tidak melalui cerita2 yg ditinggalkan oleh para sahabatnya? Quran katanya perkataan Allah dan bukan koleksi contoh2 perbuatan Muhammad.

Terlebih lagi, bukankah kisah yg anda ceritakan ini adalah sebuah hadits? Jadi anda mencoba mendiskreditkan kesahihan otoritas sebuah hadits berdasarkan hadits lain? Dan anda sebut itu jujur?
User avatar
pod-rock
Translator
 
Posts: 786
Joined: Tue Nov 28, 2006 1:25 pm

Postby pod-rock » Sat May 26, 2007 6:17 pm

Edip Yuksel vs. Ali Sina

Round II

Apakah kriteria yg anda sarankan utk memilah2 sampah bisa menolong kita menentukan kesahihan dari hadits tertentu dan menolak sisanya? Yg mana yg anda percaya? Apakah Quran dianggap cukup oleh muslim2 awal atau mereka juga perlu laporan2 ‘kata orang’ utk mengerti Quran?


Muslim2 awal tidak perlu riwayat2 tentang nabi karena mereka melihatnya secara langsung. Tapi segera setelah kematiannya, mereka menemui Aisha dan yg lainnya utk bertanya tentang dia agar mereka bisa mencontohnya. Tidak ada alasan yg logis utk mempercayai bahwa sahabat2nya mulai berbohong dihari pertama dan sekalipun tidak pernah mengatakan hal yg benar. Ya, membesar-besarkan mungkin bisa saja terjadi, ingatan memudar dan riwayat2 dipelintir, tapi meski terjadi semua itu, tidaklah sulit utk menemukan kedekatan tentang apa yg sebenarnya terjadi, khususnya pada kejadian2 besar seperti perang2 dan pembantaian2. Jika kita punya versi yg sama sekali berbeda dari yg kita punya, anda bisa saja benar. Tapi apa yg kita punya itu riwayat2nya tidak jauh berbeda. Tidak ada versi lain dari sejarah Islam dan Muhammad.

Apa artinya melindungi Quran dari kerusakan/perubahan jika perlu utk membuat riwayat2 yg dikarang-karang dan palsu berjilid2 banyaknya?


Darimana anda tahu bahwa Quran belum pernah dirusak/dirubah, khususnya ketika para muslim yg sama, yg telah begitu tidak jujur mengarang ribuan hadits tentang Muhammad dan membiarkan riwayat2 itu tidak dicek dan ricek, adalah juga para muslim yg menyampaikan Quran? Malah, Mentor anda sendiri Rashed Khalifa mengakui bahwa Quran telah dirubah. http://www.submission.org/tampering.html

Jika Quran telah dirubah, hal ini meniadakan klaim bahwa Allah telah berjanji untuk benar-benar memeliharanya (Q 15.9). Mitos bahwa Quran tidak dapat diganggu gugat telah hancur. Jaminan apa yg kita punya bahwa Quran tidak/belum pernah diubah satu kalipun?

Bagaimana bisa anda percaya buku hadits yg melaporkan HADITS YG PALING BANYAK DISAKSIKAN tapi bisa kebingungan mengenai perkataan yg paling krusial, PERKATAAN TERAKHIR dalam hadits tersebut? Hadits tentang khotbah terakhir yg mengklaim disaksikan oleh lebih dari 100 ribu muslim, punya tiga akhiran yg berbeda-beda:

1) Taati Quran
2) Taati Quran dan Sunnahku
3) Taati Quran dan keluargaku

Haruskah kita memilih! Atau melempar dadu? Kriteria apa yg akan anda pakai utk mengambil versi yg akurat?


Tidak ada dua orang yg bisa bercerita sebuah kejadian dg persis sama setelah mereka menyaksikan sebuah peristiwa. Jika kita punya tiga versi berbeda dari hadits tertentu, ini menunjukkan bahwa khotbah tersebut tidak pernah terjadi dan Muhammad membuat sebuah permohonan diakhir khotbahnya. Apa tepatnya yg dia katakan? Kita tidak akan pernah bisa tahu 100%. Tapi kita bisa bilang dia merekomendasikan para pengikutnya untuk mentaati Quran dg keyakinan yg besar dan mungkin juga disuruh mentaati Sunnah atau/dan keluarganya. Tapi ini kita tidak yakin. Kita hanya bisa berspekulasi. Dalam Quran dia bilang ikuti suri tauladannya (Q 33.21). Ini adalah Sunnah. Kalau begitu, versi nomor 2 bisa jadi benar. Karena tidak bertolak belakang dg Quran, malah mengesahkannya.

Bagaimana dengan keluarganya? Muhammad tinggal mempunyai satu anak perempuan saja yg menikah ke Ali. Jadi sangat mungkin dia menganjurkan para pengikutnya utk mentaati keluarganya. Mungkinkah ini dibuat-buat saja? Jika iya, siapakah yg akan mengambil keuntungan dengan mengarang hal demikian? Well, kaum shiah diuntungkan. Jadi sangat mungkin bahwa versi ke-3 yg berkata harus mentaati keluarga itu meragukan (apokripa).

Lihat ngga? Ngga susah sama sekali!! Kita dg mudah bisa memecahkan masalah2 ini dan menyaring hadits2 sahih dari yg palsu jika kita mengamati secara objektif dan bukan lewat lensa seorang muslim/percaya yg mana telah punya dan menyiapkan jawabannya bahkan sebelum ditanyapun.

Jika kita tanya pendapat seorang muslim Qurani (Yg percaya Quran saja) tentang hadits diatas, dia akan memilih nomor 1. Seorang Sunni akan menerima Cuma nomor 2 dan seorang Shia hanya setuju dengan nomor 3. Hanya orang yg tidak berat sebelah seperti sayalah yg bisa melihat kebenaran. Anda tidak bisa jadi hakim dan menjadi pihak yg bersengketa sekaligus.

Jika kita lepaskan iman kita dan melihat hadits secara objektif kita bisa menemukan kebenaran. Kita mungkin tidak 100% benar tapi pastinya sudah dekat. Lagipula semua objektif kita adalah tidak mengikuti secara membuta dan secara religius akan hadits2 ini. Hadits2 itu tidaklah keramat bagi kita. Kita ingin memakainya hanya sebagai sumber2 informasi utk mempelajari Muhammad. Semua itu HANYA sumber2 informasi yg ada tentang Muhammad bagi kita. Quran tidak membicarakan Muhammad, katanya Quran adalah perkataan Allah bagi umat manusia. Dalam pesan2nya dia bilang ikuti suri tauladan nabi tapi suri tauladannya tidak ada dalam Quran. Ada dalam riwayat2nya.

Gimana bisa anda meminta saya utk menganggap serius Bukhari sebagai sumber sejarah sementara HADITS TERPANJANGNYA menceritakan kisah Mi’raj dimana Muhammad yg malang turun naik antara langit ke-6 dan ke-7 mencoba mengurangi jumlah sholat dalam satu hari? Dalam hadits tsb, Muhammad layaknya seperti pemimpin buruh yg gampang dibujuk dan tak tahu angka2, tawar menawar waktu istirahat atas nama manusia melawan boss yg kejam (Tuhan hasha!) yg mencoba meminta 50 sholat sehari, itu, sama saja dengan satu sholat tiap 28 menit, siang malam! Dalam kisah itu Musa adalah orang bijaksana dan dia menjadi penasihat Muhammad dalam penugasan yg berat ini utk bernegosiasi dg Tuhan! Menurut kriteria yg anda sarankan, kita harus menerima hadits ini karena Muhammad digambarkan sebagai seorang idiot yg bahkan tidak dapat berhitung, tanpa pertolongan Musa yg bertempat tinggal hanya satu tingkat dibawah Tuhan, mengenai ketidak mungkinan melakukan 50 sholat sehari? Bahkan jika seseorang pada jaman itu mencoba untuk melakukan itu, mereka tidak akan bisa membagi satu hari menjadi 50 perioda masing2 28 menit! Karena itu, hadits ini adalah sebuah penghinaan terhadap kecerdasan nabi Muhammad, menurut kriteria pemilahan sampah anad, haruskah kita percayai riwayat ini?!


Kisah Mi’raj memang menggelikan. Tapi itu adalah kisah yg diceritakan oleh Muhammad sendiri. Kenapa anda hanya mengolok-olok bagian tawar menawarnya saja? Bukankah gagasan naik kesurga itu sendiri juga menggelikan? Tidakkah kisah Miraj ini ada dalam Quran? (Q 71.1). Muhammad mengklaim bahwa dia bepergian dari Mekah ke Masjid Al Aqsa dan dari sana ke langit ketujuh hanya dalam satu malam. Bukankah klaim ini jauh lebih menggelikan? Muhammad tawar menawar dg Allah mengenai jumlah sholat Cuma lawak sampingan saja. Tapi klaim bahwa dia telah melakukan perjalanan demikian adalah sangat tidak sains dan mustahil. By the way bisa tidak anda katakan pada saya dimana itu Masjid al Aqsa tanpa memakai hadits? Tidak bisa. Jika kita mulai diskusi Quran, saya akan tunjukkan bahwa Quran tidak dapat dimengerti tanpa adanya Hadits.

Bagaimana bisa anda percaya kisah dari buku hadits, yg secara bulat sepakat dengan klaim bahwa Muhammad adalah seorang yg buta huruf? Berdasarkan kriteria anda, kita harusnya menelan saja kebohongan ini karena hal ini bukan pujian bagi Muhammad, karena hal ini menggambarkannya sebagai orang buta huruf yg tidak mampu mempelajari 26 huruf sementara dia mampu mendiktekan sebuah buku selama 23 tahun! Atau kita harus menolaknya karena hal itu menghina Muhammad seraya juga memuji2 keunggulan tata bahasa dari Quran?


Ini adalah sebuah argumen yg valid. Malah Ali Dashti bertanya hal yg sama juga. Dia bertanya-tanya kenapa Muhammad, jika dia benar2 bisa melakukan mukjijat, kenapa tidak melakukan mukjijat yg paling praktis dan paling mudah yaitu belajar baca tulis? Jelas siapapun yg bilang Muhammad itu buta huruf, berbohong agar membuat dia kelihatan sbg orang yg luarbiasa. Tapi siapa yg sebenarnya melakukan kebohongan itu? Adalah Muhammad sendiri yg mengatakannya.

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِّنْهُمْ

"It is He Who has sent amongst the Unlettered an apostle from among themselves," 62:2

“Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka.”[/color]

Jadi saya tidak mengerti kenapa anda menyalahkan Bukhari yg malang yg Cuma melaporkan apa yg diklaim Muhammad dan tidak menulis apapun yg bercerita bahwa Muhammadlah mengatakan pertama kali.

Teman2 yg idiot bisa merusak seseorang lebih parah dibanding musuh2 yg bijaksana. Buku2 hadits dan siyar adalah hasil dari teman2 dungu yg menghina dan merusak nama orang2 yg mereka coba puja.


Saya setuju, jika mereka tidak idiot mana mungkin mereka mau mengikuti seorang gila seperti Muhammad. Tapi bukankah islam punya banyak orang bijak utk menulis sejarah islam yg benar?

Lagipula, kita tidak seharusnya mengabaikan kemungkinan orang2 yg baru masuk islam dg niatan utk menyesatkan pesan2. Contohnya, banyak riwayat2 yahudi dan praktek2nya yg diimport kedalam “islam” lewat akademisi yahudi dan kristen yg “masuk islam”, seperti percaya pada imam Mahdi dan praktek sunat, dll. Kab bin al Ahbar adalah salah seorang dari “yahudi islam” paling berpengaruh. Kisah Muhammad membantai Bani Quraish yg yahudi adalah kisah karangan dari “yahudi islam” ini; sayangnya mereka mampu memasukan kebohongan yg demikian kedalam buku hadits dan siyar, yg memberikan tiap pemalsu utk mengakses sebuah propaganda masa yg suci.


Ya, juga holocaust (pembantaian masal yahudi dibawah rejim Nazi Jerman diperang dunia ke 2) adalah kebohongan yg dikarang oleh yahudi. Malah tiap orang tahu bahwa Osama bin Laden adalah orang yahudi yg bekerja bagi CIA yg mencoba menjelek-jelekan islam.

Jadi anda ingin kami percaya bahwa sebuah kisah yg dilaporkan dengan begitu terperinci oleh beberapa sejarawan, berisi begitu banyak nama2 dan data, adalah sepenuhnya karangan, adalah sama sekali tidak pernah terjadi, adalah sebuah kebohongan yg diciptakan oleh orang2 yahudi yg telah dibasmi oleh para muslim tapi entah bagaimana secara misterius muncul kembali dan mengambil alih Umat islam dan mulai menulis sejarah palsu dari islam dan secara diam-diam memasukan buku2 itu kedalam lemari2 perpustakaan para muslim tanpa seorangpun tahu persekongkolan ini, utk menjelekkan islam dan tak ada satupun orang muslim yg maju dan berkata: Hey, ini bukan kisah sejati yg benar2 terjadi bukan? Masih heran ngga, kenapa para muslim masih saja percaya pada jin-jin?

Kisah Bani Quraish dicatat oleh semua sejarawan muslim. Cerita ini bukan satu-satunya kisah kejahatan yg mengguncangkan dari Muhammad. Apa yg terjadi pada Bani Nadir, Bani Qainuqa, orang2 yahudi di Khaibar, Bani Mustaliq, Hawazin dan tak terhitung suku2 lain yg menjadi korban dari gang rampoknya Muhammd? Mereka dibantai, diperbudak, dibuang, dijarah dan ditundukkan. Apakah seluruh sejarah islam adalah karangan? Kalau begitu bukti apa yg kita punya bahwa Muhammad sendiri bukanlah ciptaan belaka? Jika seluruh sejarah dari islam itu bohong, lalu apa yg membuat anda percaya bahwa Muhammad pernah ada? Seluruh hal ini bisa saja buatan. Kewajiban pertama anda adalah utk membuktikan keberadaan dari Muhammad.

Buku Hadits berisi hampir segala hal yg anda inginkan. Anda bisa menemukan Muhammad yg baik dan sangat soleh, juga Muhammad yg kejam penyiksa orang. Anda bisa menemukan Muhammad menunjuk bulan dan membelahnya jadi dua bagian, yg sebagian jatuh kebelakang rumah Ali, dan dihalaman lain anda temukan Muhammad tidak mampu membaca satu hurufpun. Sekarang, anda ingin kita memasukan Muhammad dari antah berantah ini dan memisahkan kebenaran dari kepalsuan. Dan tanpa memandang saya anda menyarankan utk mengambil yg jelek2nya dan menolak yg bagus2. Pasti anda becanda!


Baik sekali anda bisa melihat kontradiksi ini. Betapapun kisah2 ini adalah berasal dari Quran. Klaim bahwa Muhammad itu buta huruf ada dalam Quran dan klaim bahwa dia membelah bulan juga ada dalam Quran.

“Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (mukjizat),” (Q 54.1-2)

“The Hour (of Judgment) is nigh, and the moon is cleft asunder.
But if they see a Sign, they turn away, and say, "This is (but) transient magic." 54:1,2


Yang harus anda ketahui adalah bahwa banyak hadits2 yg dikarang oleh pengikut fanatik utk mendukung dan membenarkan klaim2 yg dia buat dalam Quan. Tapi kisah ini dibuat sendiri oleh Muhammad. Dia mengklaim telah naik ke surga dan ini membuat Abu Bakr sejenak dihinggapi keraguan akan kewarasan dari Muhammad sampai kepercayaan butanya menutupi akal sehat dan akal sehatnya lagi2 kalah oleh ketidak mengertian.

Sudah terbukti anda tidak punya pengetahuan akan aturan modern tentang bukti dalam sistem pengadilan. Saya tantang anda utk menemukan satu saja hakim di Amerika yg bisa memakai laporan ‘kata orang’ itu sah utk sebuah pembunuhan karakter. Jika anda temukan, saya janji akan mengajukan petisi ke Departemen Kehakiman utk mencabut ijinnya dg memakai alasan ‘kata orang’ juga yg menyebutnya sebagai pemabuk dan pelecehan anak! Ya, cari hakim dinegara sekular yg menerima sampah yg anda sarankan.


Itu gagasan yg tidak jelek. Saya tidak tahu apa kita bisa mengadili orang yg sudah mati atau tidak. Tapi ini pastinya akan menjadi pengadilan yg sensasional. Jika bisa dilakukan dan jika ada pengacara yg mau bergabung dg saya, akan menjadi gagasan yg hebat utk menyeret Muhammad ke pengadilan. Atau setidaknya melarang islam dengan undang-undang anti kebencian.

Saya beri beberapa contoh dari hadits yg sebanyak itu, tidaklah mungkin utk adil dan objektif gagasan penggunaan buku hadits dan sira. Tapi, kegigihan anda dalam isu ini menunjukkan kelemahan anda. Anda tidak mampu mendiskusikan islam berdasarkan dokumen sejarah yg paling dapat diandalkan, Quran. Anda mungkin mendapat kesenangan menyusun argumen2 melawan Muslim kaum Sunni atau Shia yg disesatkan oleh sumber2 tsb. Seperti anda tahu, saya hanya mengikuti Quran Saja, seperi yg Muhammad sendiri lakukan. Sekarang terdapat, puji syukur Allah, puluhan ribu muslim diseluruh dunia yg mendapatkan kesimpulan yg sama.


Jangan terburu-buru teman. Satu satu dulu! Pertama-tama saya akan tarik penahan kaki anda dulu. Setelah itu selesai saya akan bergerak utk mendiskreditkan Quran dan menggunakan Quran saja. Malah saya meninggalkan islam hanya setelah membaca Quran. Saya jadi akrab dg hadits setelah itu.

Gimana bisa anda menafsirkan penolakan kita tentang ‘kata orang’ dan laporan2 menggelikan sebagai kelemahan? Kelemahan yg sebenarnya adalah dalam argumen anda, karena anda mencampurkan sampah dalam argumen2 anda. Saya tidak datang kesini utk berspekulasi tentang buku2 yg KITA BERDUA TIDAK PERCAYA. Bukhari tidak akan bertahan lima menit jika menjadi saksi dan dia akan ditolak oleh tiap orang baik dalam sebuah pengadilan. Tapi, kebencianmu terhadap Muhammad atau islam, kelihatannya, membuat anda ceroboh tentang kebenaran dan keadilan.

Peace,


Sebaliknya, fakta sebenarnya bahwa anda lebih suka menyangkal hadits dan begitu mati-matian menolak bukti2 yg menjelekan Muhammad adalah pertanda kelemahan posisi anda. Anda tahu dengan baik dia tidak dapat dibela jika bukti2 itu dipakai. Buku2 Bukhari bukanlah berisi pendapat satu orang. Buku itu adalah kumpulan dari ribuan pendapat dan petunjuk. Saya tidak pernah mendengar seorang hakim membuang teori yg disajikan sang penuntut hanya dg dasar bahwa beberapa petunjuk yg diterimanya bisa saja palsu. Selama teorinya tidak berdasarkan petunjuk yg palsu, itu bisa berlaku. Sama seperti polisi yg bisa menyusun sebuah teori bagaimana kejahatan terjadi berdasarkan beberapa petunjuk diantara banyak petunjuk palsu dan dg itu mereka bisa mengadilidan menjebloskan terdakwa, kita bisa dg mudah menyusun profil Muhammad berdasarkan hadits2 yg kita punya meski beberapa diantaranya mungkin tidak dapat diandalkan. Bukan tidak mungkin atau bukan hal sulit utk memisahkan hadits yg benar dari yg salah.

Membaca klaim dari Rashid Khalifa (http://www.submission.org/tampering.html) fakta lain muncul. Bahwa anda tidak menolak semua riwayat tapi hanya beberapa yg tidak anda suka saja. Link diatas menyatakan:

“Sembilan belas tahun setelah kematian Muhammad, selama berkuasanya Kalifah Usman, sebuah komite sejarawan ditunjuk utk membuat beberapa salinan Quran utk dikirim ketanah2 Muslim baru. Salinan2 itu dibuat dari Quran orisinil yg ditulis oleh tangan Muhammad sendiri. Komite ini disupervisi oleh Usman ibn Affaan, Ali Ibn Abi Taaleb, Zaid Ibn Thaabet, Ubayy ibn Ka’ab, Abdullah Ibn Al-Zubair, Sa’eed Ibn Al-Aas, dan Abdul Rahman Ibn Al-Haareth Ibn Heshaam…”

Darimana anda (atau Rashad Khalifa) tahu itu, kalau bukan dari Hadits? Anda mengharapkan orang lain utk percaya pada riwayat tsb tapi jangan percaya pada riwayat Bani Quraiza atau riwayat2 lain mengenai Muhammad? Mana kejujuran itu?
User avatar
pod-rock
Translator
 
Posts: 786
Joined: Tue Nov 28, 2006 1:25 pm

Postby pod-rock » Sat May 26, 2007 6:20 pm

Edip Yuksel vs. Ali Sina

Ronde III

Kenapa anda pikir buku2 yg dikumpulkan berabad-abad setelah muhammad menjadi sumber yg lebih bisa diandalkan daripada perkataan dan perbuatan Muhammad? Kenapa menolak buku2 tsb jadi merendahkan nilai SEJARAH dari Quran? Saya tidak melihat hubungannya. Misal saya menolak klaim2 dari seorang penulis biografi Jefferson yg ditulis oleh penulis yg sejaman dengannya dan anda berkata: “Well, jika anda menolak buku ini lalu bagaimana anda bisa membuktikan bahwa Jefferson benar2 orang yg nyata yg menulis Undang-undang dari USA?”


Bukti keberadaan Jefferson tidak tergantung pada satu biografi. Bukti2 keberadaannya banyak sekali. Tapi jika anda menyangkal semuanya maka andapun tidak dapat membuktikan keberadaan Jefferson. Jika anda menyangkal semua biografi dari Muhammad maka keberadaan dirinya menjadi tanda tanya.

Saya tidak yakin berapa seriusnya anda dalam penyangkalan kenyataan sejarah dari Muhammad. Anda benar bahwa saya tidak dapat MEMBUKTIKAN keberadaan dirinya pada anda, begitupun anda tidak dapat membuktikan pada saya bahwa pernah ada Yesus atau Socrates. Tapi, anda salah menangkap maksud keseluruhannya.


Kita tahu mengenai Socrates karena Plato menulis tentang dia. Sejauh ini tidak ada pertanyaan mengenai perkataan2 Plato ataupun ada yg menyebutnya pembohong. Tapi jika orang2 mulai meragukan Plato dan menyebutnya pembohong yg mengarang cerita2 dan menyebutnya sebuah kejadian nyata (ini persis yg anda katakan pada penulis2 biografi dari Muhammad) maka kita tidak bisa yakin bahwa Socrates itu pernah ada. Yg kita tahu tentang Socrates adalah melalui Plato dan jika dia kemudian diketahui seorang pembohong maka kisahnya tentang Socrates bisa jadi juga bohong.

Keberadaan dari Yesus pernah menjadi pertanyaan persisnya karena begitu sedikit informasi tentang dia diluar literatur kristen. Meski demikian, yg anda minta malah lebih parah lagi. Anda ingin kita mengabaikan SEMUA kisah tentang Muhammad meskipun kisah itu ditulis oleh para pengikutnya. Jika buku2 ini ditulis oleh musuh2nya Muhammad, anda punya poin disini. Musuh sering berat sebelah dan laporan mereka mungkin tidak akurat. Tapi menuntut utk mengabaikan kisah2 yg ditulis oleh para pengikut Muhammad sendiri adalah tidak masuk akal. Atas dasar apa? Hanya karena mereka menggambarkan Muhammad sebagai seorang kriminal? Akankah anda membuat tuntutan demikian jika hadits menggambarkan Muhammad sebagai seorang yg suci? Hal itu sama sekali tidak dapat diterima. Karena kisah2 ini diceritakan oleh para muslim sendiri, jadi sama seperti sebuah pengakuan. Anda tidak akan mengabaikan arti sebuah pengakuan. Kita tahu bahwa muslim itu berbohong. Mereka yg melaporkan kisah2 ini mencoba menggambarkan nabi2 mereka sebagai orang suci dan katanya melakukan mukjijat2. Kita tidak perlu menerima semua kebohongan2 itu, karena tidak masuk akal dan bertolak belakang dg Quran dan juga logika. Tapi tidak ada alasan untuk menolak pengakuan2 dari para muslim.

Saya menaati Quran dan apakah Muhammad itu ada atau tidak, tidaklah menjadi masalah dalam konteks pesan2 Quran. Saya tidak mengikuti Muhammad; saya mengikuti pesan2 sang utusan. Saya disini utk membela prinsip2 dan ajaran2 Quran. Apakah Muhammad benar2 ada atau tidak, apakah Muhammad orang baik atau tidak, tidak relevan untuk sekarang.


Itu benar2 tidak masuk akal. Pesan islam tergantung dari kredibilitas pembawa pesannya. Jika Muhammad hanya seorang tukang pos saja yg membawa sebuah buku yg sudah ditulis dan disegel oleh tuhan dalam sebuah amplop. Maka kredibilitasnya tidak relevan. Ketika anda menerima surat dari teman lewat pos, anda tidak akan menginterogasi tukang posnya.

Tapi jika seseorang membawa pada anda pesan verbal (lisan) tanpa kredensial apapun, maka kredibilitasnya menjadi sangat sangat penting. Bagaimana jika dia bohong? Bagaimana jika dia mengarang semuanya utk menipu anda dan membuat anda melakukan apa yg dia inginkan, khususnya jika ada keuntungan yg jelas baginya dalam pesan tersebut? Bagaimana jika dia menuntut anda utk memberi setengah kekayaan anda padanya, berperang baginya, membunuh sesama manusia dan siap mati baginya? Bagaimana jika dia mulai membunuh, memperkosa, merampok dan membantai orang2 dg bantuan anda? Jika seseorang mau dan mampu melakukan hal2 yg jahat dan menjijikan seperti itu, bisakah dia berbohong? Anda juga dengar dia berbohong. Anda dengar dia berkata “Perang adalah permainan tipu-tipuan” dan dalam beberapa kesempatan dia menyuruh para pengikutnya utk berbohong agar menipu musuh2nya. Tidak bisakah orang seperti itu berbohong tentang “Pesan Allah”nya juga? Muhammad mendapat banyak sekali karena pengakuan ini. Dari gelandangan dia naik menjadi penguasa absolut daratan tsb. Bagaimana bisa anda percaya seseorang dg begitu membuta dan tidak mempertanyakan kredensial dan motifnya?

Jika dia seorang pembohong dan kriminal seperti yg diceritakan biografinya, tidak bisakah dia berbohong mengenai pesan2nya juga?

Bagaimana bisa karakter Muhammad jadi tidak relevan? Kenapa tuhan memilih seorang lelaki dg moral yg rendah seperti dia utk menjadi juru bicaranya? Tidakkah ini masuk akal bahwa tuhan mengirim seorang kriminal utk mengajarkan kebaikan dan kebajikan? Bagaimana bisa karakter Muhammad tidak relevan ketika dia mengaku sebagai “berbudi pekerti yang agung” (68.4), seorang “suri teladan yang baik bagimu” (33.21) dan menyebut dirinya sendiri “menjadi rahmat bagi semesta alam.” (21.107). Apa ini semua bohong? Jika iya, bagaimana anda bisa yakin bahwa isi lainnya dari Quran bukan kebohongan juga?

Muhammad menyebut dirinya sendiri Khayru-I-Khalq, “Ciptaan terbaik” dan mengaku lebih tinggi beberapa derajat dibanding nabi2 yg lain (2.253); Nabi yg lebih disukai Allah dibanding nabi lain (17.55); Akan diangkat ketempat yg terpuji (17.79). Mendapat posisi yg kata dia sebenarnya tidak ada tapi dia akan menerima posisi tsb dan itu adalah “posisi intersesi (perantara) disebelah kanan singgasana Allah”. Dengan kata lain dia akan menjadi orang yg diminta nasihatnya oleh Allah dihari Pengadilan utk menentukan siapa yg masuk neraka dan siapa yg masuk surga.

Dua ayat berikut ini mengungkapkan dg jelas betapa dia merasa dirinya Berharga dan Agung.

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (33.56)

“supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama) Nya, membesarkan-Nya. Dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” (48.9)


Muhammad begitu terkesan akan kehebatan dirinya sendiri, hingga dia membuat Allahnya sendiri berkata: “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (68.4), dan “untuk jadi cahaya yang menerangi.” (33.46)

Dalam sebuah Hadits Qudsi dia buat Allah berkata : “Kalau saja bukan karena kau, aku tidak akan menciptakan alam semesta ini.” Bayangkan!! Tingkat ketidak warasannya!!!

Mari kita masuki pikiran sakit dari psikopat narsisis ini dan kita lihat apa lagi yg dia katakan tentang dirinya sendiri:

- “Hal pertama yang dibuat oleh Allah Maha Kuasa adalah jiwaku.”
- “Pertama dari segalanya, Allah menciptakan pikiranku.”
- “Aku dari Allah dan orang2 percaya adalah dari aku.”
(sumber http://www.muhammadanreality.com/creati ... eality.htm).

Dan anda bilang bahwa tidak jadi masalah apa dia orang baik atau jahat? Jadi semua ayat2 yg memuji dirinya sendiri ini Cuma udara kosong saja? Bagaimana bisa seseorang yg bicara begitu tinggi tentang dirinya sendiri tapi hidup begitu hina?

Zhuang Zi berkata “Orang bijak mengajarkan bukan dengan perkataannya tapi dengan perbuatannya.” Dan anda bilang tindakan2 Muhammad tidak relevan dan yg diperhitungkan adalah perkataannya saja? Bahwa meski dia hidup seperti seorang setan kriminal dia bisa mengajarkan kita hidup seperti seorang suci? Lihatlah kesucian didunia islam. Mereka yg mengikuti dia kebanyakan menjadi orang penuh kebencian dan teroris. Jika anda adalah orang baik itu karena anda menyangkal hadits, menafsirkan ulang Quran dan memelintir artinya dan menolak hidup seperti gaya hidup Muhammad atau mengikuti ‘suri tauladan’nya. Tapi apa anda benar2 seorang muslim? Bagaimana bisa kegelapan membuat dunia menjadi terang? Bagaimana bisa ketidak tahuan menutupi pengetahuan? Bagaimana bisa kejahatan menghasilkan kebaikan? Bagaimana bisa kebencian menyebabkan kasih sayang? Bagaimana bisa Jihad mendatangkan kedamaian?

“Orang yg superior bertindak sebelum dia bicara, dan sesudahnya berbicara sesuai dengan apa yg dia lakukan”, kata Confucius. Apa itu cara Muhammad menjalani kehidupannya?

Saya lagi2 meminta anda utk mengatakan pada saya ayat2 mana dalam Quran yg jadi masalah bagi anda dan kenapa. Tolong lebih spesifik dan sesingkat mungkin. Mari kita diskusikan isu sebenarnya. Saya harap kita tidak akan terganggu oleh isu2 sekunder.


Mari kita mulai dengan ayat2 diatas. Tunjukkan pada saya Muhammad punya budi pekerti yg agung, suri tauladan utk dicontoh dan Pengampunan Allah bagi Dunia.

PS: Saya percaya bahwa Quran adalah perkataan Allah dan informasi didalamnya adalah otentik. Inshallah, jika kita sampai pada isu2 prosedurial saya akan membagi pada anda alasan2 saya kenapa saya percaya dalam sifat keilahian didalam Quran.

Peace,
User avatar
pod-rock
Translator
 
Posts: 786
Joined: Tue Nov 28, 2006 1:25 pm

Postby pod-rock » Sat May 26, 2007 6:22 pm

Edip Yuksel vs. Ali Sina
Ronde III

Dapatkah Quran berdiri sendiri?

Muslim Qurani/“Quran Saja” (muslim yg hanya menerima Quran saja) telah mengambil posisi utk menyangkal apapun yg ada hubungannya dg Muhammad. Mereka telah secara salah mempercayai, jika Muhammad telah dikeluarkan dan tindakan2 kriminalnya disembunyikan dari para kritikus, mereka (pikir) bisa menang dan membuktikan bahwa Quran itu sebuah mukjijat. Ini Mustahil. Quran berisi kata2 Muhammad sendiri dan tidak dapat dipisahkan dari dia.

Quran saja tidak akan dapat dimengerti. Utk mengerti Quran kita harus mengerti konteksnya. Dalam bahasa arab disebut “sha’ne nozool” atau kondisi/situasi dimana ayat2 itu “diturunkan” dan keadaan/kondisi ketika ayat2 ditujukan. Tanpa pengertian akan sejarah dibelakang tiap ayat, kita tidak akan dapat mengerti Quran. Ambil contoh Surat 111.

111 Al-Masad
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
[111.1] Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.
[111.2] Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.
[111.3] Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.
[111.4] Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar.
[111.5] Yang di lehernya ada tali dari sabut.


Ini adalah isi dari surat 111. Sebuah surat yg pendek, hanya terdiri dari 5 ayat yg berisi kutukan/maki2an. Jika kau tidak tahu kisah dibelakang surat ini kau tidak akan mengerti.

Mari kita ambil contoh lain:

Surat 38:41-44
[38.41] Dan ingatlah akan hamba Kami Ayub ketika ia menyeru Tuhannya; "Sesungguhnya aku diganggu setan dengan kepayahan dan siksaan".
[38.42] (Allah berfirman): "Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum.
[38.43] Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan (Kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai pikiran.
[38.44] Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayub) seorang
Apakah ayat2 ini bisa dimengerti begitu saja?


Contoh2 lain banyak sekali. Bahkan kebanyakan isi Quran tidak dapat dimengerti tanpa tahu konteksnya.

Bagaimana kita tahu konteks suatu ayat? Ada dalam tafsir. Tafsir artinya penjelasan, klarifikasi, interpretasi dll. Tafsirin/komentator dari Quran (mofasserin) mendasarkan tafsir mereka dari hadis dan buku2 sejarah.

Contoh utk Surat 9 terdiri dari dua bagian. Bagian pertama disebut Bara’at (penyelamatan) dan bagian kedua disebut Taubah (tobat/penyesalan). Kalian tidak dapat mengerti surat ini kecuali kalian tahu apa yg diacu olehnya. Bara’at ditulis menjelang penyerangan ke Mekah. Disebut Bara’at karena dalam bagian Surat ini (katanya) tuhan menyuruh Muhammad bahwa dia bebas utk melanggar perjanjian dg kaum Pagan. Semua ayat2 mengacu pada kejadian itu. Taubah ditulis ketika Muhammad kembali dari perang Tabuk dan dia melihat ada muslim yg tidak ikut berperang. Dia menyuruh para penduduk medina agar jangan berbicara pada para desertir ini dan bahkan memerintahkan istri2 mereka pindah dari rumah mereka. Selama 40 hari tidak ada yg berbicara pada mereka dan jika lewat seolah2 menganggap mereka tidak ada. Setelah 40 hari Muhammad menerima tobat mereka dan dalam Surat ini dia menetapkan kondisi2 utk penyesalan/tobat itu.

Detail2 ini ada dalam sejarah dan hadits. Kalian tidak akan dapat mengerti surat ini dan surat manapun juga, dg baik tanpa tahu sejarah dibelakangnya.

Jadi utk para muslim Qurani, kalian tidak akan dapat mengerti Quran tanpa Hadits dan Sira. Tafsir apa yg dapat kalian terapkan jika kalian menyangkal latar belakang dan konteks dari Quran?
User avatar
pod-rock
Translator
 
Posts: 786
Joined: Tue Nov 28, 2006 1:25 pm

Postby pod-rock » Sun May 27, 2007 5:15 pm

Edip Yuksel vs. Ali Sina

Ronde IV

Dear Ali:

Seorang partisipan dari forum Mirror of Truth, menjawab argumen anda. Anda memaksa saya ikut anda memakai Hadits sebagai bukti yg dapat dipercaya utk menjelekkan Muhammad. Saya mengutip jawabannya, karena saya setuju dengan semua tulisannya dan mengirit waktu saya. Saya akan menjawab beberapa argumen anda setelah kutipan dari Mirror of Truth, yg jawabannya dibedakan dengan memakai lima buah asterisk:


*****
Saya menulis postingan pertama mengenai debat yg terjadi dan saya lihat kelakuan klasik Ali Sina mulai merayap kedalam debat ini.

Disatu pihak AS menggertak dg menyatakan:

Sebaliknya! Saya akan tunjukkan bahwa Quran itu penuh kesalahan dan kemustahilan dan tidak mungkin sebuah buku wahyu kecuali yg menurunkannya adalah Setan. Alasan saya ingin menjelaskan pertanyaan hadits adalah utk mendemonstrasikan fallacy (buah pikiran yg keliru) dari posisi mereka yg secara total menyangkal semua hadits. Sekali hal itu telah ditetapkan saya tidak perlu lagi memakai Hadits.


Well, dia melancarkan gertakan jika dia tidak memerlukan hadits. Edip telah jelas mengatakan dia tidak perlu ataupun tidak berhasrat mendiskusikan hadits.

Selama gertakan AS membuat dua kemungkinan sebagai motif karangan yg dia terima, yaitu:

1. Pemuliaan seorang pemimpin yg diidolakan. Ini akan menjelaskan hadits2 contohnya seperti yg melaporkan kekuatan kelelakian Muhammad yg sama dengan 30 lelaki atau berapapun jumlahnya itu. Dalam mencoba membuat sang pahlawan kedengaran macho mereka tidak sadar kemustahilan yg mereka ciptakan – dan kecerobohan fitnah yg mereka lakukan.

2. Karangan musuh baik musuh yg munafik “orang percaya’/mualaf atau musuh terbuka. Hal ini menjelaskan banyak hadits2 yg mengejek Muhammad. Contoh adalah sebuah hadits favorit dari Miraj dimana Musa berlaku sebagai pembimbing bijak dari Muhammad dalam negosiasi dg Tuhan. Jelas ini adalah karangan dari mualaf orang yahudi yg secara tidak langsung menjelaskan kesuperioritasan Musa dalam hal pengetahuan/tawar menawar.

Apa yg AS tidak hitung dan sebutkan sama sekali adalah bahwa ada kelompok hadits lain yg dikenalkan (atau didukung) dalam cerita2 rakyat utk mendukung tindakan2 dari para pemimpin yg rusak. Jika pemimpin/mullah rusak bisa membenarkan hasrat memperkosa atau pedofilia mereka dg mengenalkan hadits demikan maka dengan mendapatkan kekuasaan absolut akan jadi alasan kecil bagi mereka utk menolak hadits demikian. Dg demikian Hadits yg jelas2 membuat Muhammad jahat/bodoh/licik dll menjadi kanonisasi karena sesuai dengan kepentingan dari para pemimpin rusak.

Dg demikian ada terdapat motif2 utk hadits2 ini yg diabaikan sepenuhnya oleh AS.

Intisarinya adalah bahwa apapun motif hadits – tak satupun dibutuhkan utk tujuan mengikuti sistem Allah – tak satupun.

AS telah menyatakan bahwa dia tidak memerlukan hal itu pula. Tak seorangpun dari kita terkejut dan posisi utk meneruskan tanpa hadits sangat dapat dipertahankan. Semuanya adalah karangan belaka. Kemustahilan yg ada didalamnya cukup bukti utk meyakinkan para pemikir bebas akan hal itu. Saya akan menyarankan AS utk melepaskan kecintaannya pada Hadits yg saya yakin mengalahkan kecintaan para Mullah dalam rangka utk membuat sumbangan yg nyata utk debat ini. Mari kita lanjutkan dari keomong kosongan hadits dan kita lihat apa argumen yg tersisa.
*****


Dear Edip,

Anda dan teman anda di Mirror of Truth harus belajar sabar. Kita segera akan sampai pada Quran.

Mirror of Truth bilang saya tidak menyebut hadits yg dikarang utk mendukung tindakan para pemimpin rusak. Hipotesis ini sangat tidak benar. Saya lihat sangat tidak masuk akal bahwa para pemimpin berkumpul bersama dan membayar para akademisi yg mendedikasikan hidup mereka demi memelihara apa yg mereka pikir adalah bimbingan Ilahi hanya utk menulis bahwa Muhammad menikahi anak kecil umur 6 tahun dan menidurinya tiga tahun kemudian hanya karena dia birahi terhadap anak perempuan 9 tahun dan ingin cari-cari alasan.

Seperti yg ditulis Ayatollah Montazeri pada saya, adalah bertentangan dengan sifat2 kemanusiaan utk mempunyai perasaan seksual terhadap anak kecil. Saya sangat setuju dgnya. Tapi Muhammad adalah orang sakit dan bukan orang normal. Saya ragu apa kita punya banyak “pemimpin2 rusak” yg mengisi harem2 mereka dengan anak perempuan 9 tahun. Orang normal tahu seks dengan anak kecil itu menjijikan dan memuakan. Jika para pemimpin ini normal, ada kemungkinan mereka tidak tertarik pada anak kecil. Pedofilia bukan lah sebuah kejahatan yg bisa tiap orang lakukan. Kemampuan ini bukanlah sifat2 kemanusiaan.

Betapapun, minum adalah sesuatu yg disuka banyak orang. Para pemimpin yg disebut “rusak” ini minum seperti yg banyak mereka lakukan. Jika argumen itu ada artinya, akan sangat mungkin para pemimpin ini mengarang hadits utk mengijinkan minuman keras dibanding mengarang hadits yg mengesahkan pedofilia.

Semua ini hanyalah alasan2 dari orang muslim yg putus asa dan mati2an membela yg tidak dapat menghadapi kenyataan tapi tidak bisa melepaskan diri. Mereka lebih baik menerima kemustahilan2 daripada menghadapi kenyataan. Tanah yg mereka pijak sudah hilang, mereka jatuh dan terbenam dan dg susah payah mencoba menggapai2 apapun utk mengembalikan iman mereka. Para muslim akan melakukan akrobatik mental apapun utk menghindari penerimaan kenyataan. Tapi mereka hanya membodohi diri mereka sendiri. Fakta berbicara lebih kencang dan mereka keras kepala.

Saya ingin menggail lebih banyak tentang motivasi utk mengarang hadits. Ali Sina memperlakukan sumber2 hadits dg cara yg sederhana. Saya sarankan anda utk membaca Mahmud Abu Rayya's book Adwa ' 'ala al-Sunna al-Muhammadiya (Cairo: 1377/1958). Itu adalah salah satu kritik terbaik akan sejarah pengumpulan hadits dan prosedurnya. Buku itu menempatkan 60 halaman utk motif2 hadits karangan dan mendokumentasikan banyak hadits2 tsb. Orang2 mengarang hadits bahkan utk mempromosikan penundukan terhadap raja2 yg berkuasa. Mereka mengarang hadits utk membenarkan pembantaian dan penyiksaan Umayyad atau raja Abbasid. Ali Sina mengabaikan semua motif ini dan ingin kita percaya bahwa hadits apapun yg menggambarkan Muhammad sebagai orang jahat harus diterima tanpa bertanya-tanya! Salah satu kriteria saran nya utk menerima hadits adalah jika “konsisten dg karakter Muhammad” ditemukan dalam imajinasi permusuhannya tau dalam buku2 hadits menjijikan lainnya! Menerima tawaran ini jauh lebih sulit dibanding menelan ramalan2 paranormal favoritnya.


Saya tidak menyangkal bahwa kebanyakan hadits2 dikarang dan tentu saja mereka dikarang utk satu maksud atau motif lainnya. Tapi fakta bahwa banyak hadits yg Cuma hasil karangan tidak menjadikan cacat yg benar2 sahih. Seperti yg saya katakan tidak sulit memisahkan kebenaran dari kepalsuan, khususnya jika kita lihat konsistensi dalam hadits2 itu dan ada konfirmasi dalam Quran.
User avatar
pod-rock
Translator
 
Posts: 786
Joined: Tue Nov 28, 2006 1:25 pm

Postby pod-rock » Sun May 27, 2007 5:22 pm

Edip Yuksel vs. Ali Sina

Round IV


Kebodohan Muhammad sudah jelas dari apa yg dia tulis dalam Quran. Dia pikir orang2 Yahudi itu berubah menjadi monyet dan babi. Apa ini logis? Siapa yg lebih menggelikan? Bukhari yg berpikir monyet2 melakukan praktek Syariah atau Muhammad yg berpikir orang yahudi berubah menjadi monyet2? 2.65; 5.60; 7.166.


Holy cow! Apa segini level bacaan anda untuk sebuah sastra yg berisi metafora? Kebencian anda terhadap Muhammad dan Islam telah menurunkan kemampuan sastra anda ke level Sekolah Dasar. Jika temanmu bilang “Ali tidak punya sapi” apa anda hukum mereka “Kapan aku pernah ingin punya sapi? Apa anda berkhayal?” Ketika seseorang menyebut orang lain “Babi!” apa dia sungguh2 mengartikan bahwa orang lain itu berubah jadi babi atau bertingkah laku seperti babi. Ayat2 yg anda katakan adalah metafor yg memakai bahasa dan budaya arab. Ada kemungkinan tingkah laku sekelompok orang Yahudi mirip monyet dan babi. Tolong periksa bahasa Arab utk pengertian metafor demikian.


Ayat2 yg anda bilang metafor adala sbb:

The verses that you say are metaphor are as follow

2.65
And well ye knew those amongst you who transgressed in the matter of the Sabbath: We said to them:
"Be ye apes, despised and rejected."
So We made it an example to their own time and to their posterity, and a lesson to those who fear Allah

[2.65] Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: "
Jadilah kamu kera yang hina".

5.60
Say: "Shall I point out to you something much worse than this, (as judged) by the treatment it received from Allah? those who incurred the curse of Allah and His wrath, those of whom some]
He transformed into apes and swine, those who worshipped evil;- these are (many times) worse in rank, and far more astray from the even path!"

[5.60] Katakanlah: "Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu di sisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka yang
dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?" Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.

7.166
When in their insolence they transgressed (all) prohibitions, We said to them: "
Be ye apes, despised and rejected."

[7.166] Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang mereka dilarang mengerjakannya, Kami katakan kepadanya: "
Jadilah kamu kera yang hina.

Ayat2 ini tidak memberi kesan sebagai metafora. Kata2 yg digunakan adalah “Be ye apes” dan “He transformed [them] into apes and swine”. Jika Allah sungguh2 ingin berkata anda adalah makhluk menjijikan seperti monyet dan babi maka dia memakai sintaksis yg salah. Dia harusnya berkata “ye are like unto apes and swine”. Jadi ada dua kemungkinan

a) Anda salah
b) Bahasa Arabnya Allah sangat payah.

Apa mungkin ini Cuma salah terjemahan? Sama sekali tidak! Kata yg digunakan dalam ayat 5.60 adalah Ja’ala yg artinya berubah/diubah/dijadikan.

وَجَعَلَ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيرَ

Tak ada satupun para muslim yg menganggap ayat2 ini sebagai metafora termasuk muslim terbesar sepanjang jaman Mevlala Jalaladdin Rumi yg mengatakan kemustahilan yg sama dalam Mathnavinya yg menyatakan bahwa orang2 yahudi diubah jadi monyet. Rumi adalah seorang Sufi dan dia adalah orang yg mengajarkan bahwa Quran tidak seharusnya dibaca secara harafiah tapi punya kedalaman (Baten) dan arti yg sebenarnya (Zaher). Dia mengerti bahasa Arab dg sempurna tapi dia tidak bilang ayat2 ini adalah metafora. Rumi bukan satu2nya orang yg berpikir ayat2 ini punya arti harafiah. Ibn Ishaq (Sirat Rasulullah) berkata

... 'And stand in awe of Me,' i.e. lest I bring down on you what I brought down on your fathers before you - the vengeance that you know of, BESTIAL TRANSFORMATION and the like ... (Alfred Guillaume, The Life of Muhammad [Oxford University Press, Karachi, thenth impression 1995], p. 250; bold capital emphasis ours)

Juga Bukhari membuat ‘kesalahan’ yg sama dan menulis:

“Nabi berkata, “Sekelompok orang israel tersesat. Tak ada yg tahu apa yg mereka lakukan. Tapi saya tidak melihat mereka lagi kecuali bahwa mereka dikutuk dan diubah jadi tikus, karena jika kalian menaruh susu onta didepan seekor tikus, tikus itu tidak akan meminumnya, tapi jika susu kambing disimpan didepannya, tikus itu akan meminumnya.” Saya katakan pada Ka’b yg bertanya pada saya, “Apa kau dengar itu dari nabi?” Kataku, “Ya.” Ka’b bertanya pertanyaan itu beberapa kali,; kukatakan pada Ka’b. “Apa aku baca Torah? (maksudnya aku bilang ini dari sang nabi.)” 4.54.524

Penerjemah punya catatan kaki utk poin ini :

[1] Orang israel dilarang makan daging onta atau minum susu onta tapi mereka diijinkan utk makan daging kambing dan susunya. Nabi menyimpulkan bahwa dari kelakuan tikus2 ini bahwa sekelompok orang israel telah diubah jadi tikus2.

[2] Belakangan nabi … diberitahu MELALUI ILHAM tentang nasib dari kelompok israel tsb: Mereka diubah jadi babi2 dan monyet2.

Juga Muslim membuat kesalahan yg sama dan berkata:

“Rasul Allah (pbuh) berkata: Sekelompok Bani Israil tersesat. Aku tidak tahu apa yg terjadi, tapi aku pikir (bahwa mereka mengalami proses metamorfosis) dan mengambil bentuk tikus2…” (Sahih Muslim, Buku 42, no.7153).

Juga Ibn Kathir melakukan kesalahan yg sama dan berkata karena orang2 Yahudi memancing dihari Sabath “Allah mengutuk mereka karenanya dan mengubah mereka menjadi kera2 yg hina… mereka dikutuk UTK TETAP MENJADI KERA SELAMA TIGA HARI tanpa makanan, minum atau reproduksi. SAMPAI MEREKA MATI” (Tafsir Ibn Kathir, Part 1, Surah Al-Fatiah Surah Al-Baqarah, ayat 1 to 141, abridged by Sheikh Muhammad Nasib Ar-Rafa'i [Al-Firdous Ltd., London, second edition 1998], pp. 146-147; bold and capital emphasis ours)

Tidakkah anda pikir alasan kenapa semua orang islam termasyhur ini melakukan kesalahan adalah karena Quran itu tidak jelas atau salah?

Jangan keburu senang akan kisah2 ini. Kita berdua tahu kisah2 itu salah. Pertanyaannya adalah kenapa begitu banyak orang salah melakukan pengertian tentang Quran yg seharusnya sudah jelas dan tanpa ada keraguan? Pertanyaan ini adalah tentang Quran bukan tentang Hadits.

Saya belum pernah membaca hadits ini. Bisa saja palsu tapi bukannya tidak logis. Kambing dikenal suka memakan kertas dan buku. Satu-satunya alasan anda terguncang adalah bahwa anda pikir tulisan2 itu merupakan wahyu langsung dari Tuhan dan jika demikan tidaklah mungkin bisa dihancurkan, terlebih-lebih lagi dimakan kambing. Karena dasar pikiran anda sudah salah maka kesimpulan anda juga mestilah salah juga,


Saya tidak punya gagasan tentang wahyu. Anda membuat2 gagasan memakai nama saya. Saya tidak menyalahkan anda utk in ikarena anda telah bertemu begitu banyak muslim Sunni atau Shiah, anda bisa dimaafkan keliru seorang “muslimnya muslim” dengan mereka. Anda menerima satu dari kebohongan terbesar tentang Muhammad. Muhammad tidak buta huruf. Dia menulis Quran dengan tangannya sendiri. Kata arab UMMY tidak berarti buta huruf, artinya gentile (bukan orang Yahudi). Bagi alasan2 logis dan yg berhubungan dengan kitab tentang kemelek hurufan dari Muhammad silahkan kunjungi website saya di: http://www.yuksel.org/e/books/rtq.htm



Darimana anda tahu Muhammad yg menulis Quran dengan tangannya sendiri? Apa anda berspekulasi atau anda pernah membacanya disatu tempat? Bagaimana anda tahu bahwa sumber2 itu tidak rusak? Kenapa anda biarkan diri anda mengambil dan memilih apa yg anda suka dan menolak apa yg anda tidak suka? Saya tidak pernah dengar kisah demikian. Bagaimana kita tahu bahwa kisah ini lebih akurat dibanding sumber2 yg anda remehkan? Saya pikir juga Muhammad sebenarnya bisa baca tulis tapi dia berbohong agar membuat orang lain terkesan. Saya sering menerima surat2 protes dari para muslim tentang ini dan pada akhirnya ada dari mereka yg berkata, “by the way, saya baru berumur 10 tahun”. Mereka pikir dengan penyajian yg disalahkan ini saya akan kagum dan berpikir bahwa anak itu hebat. Diskusi kita tidak akan menarik hati anak2 seumur itu bahkan yg lebih tua dikitpun tidak tertarik. Pertanyaannya adalah gimana bisa anda mengijinkan diri anda sendiri utk mengambil dan memilih kisah2 tentang Muhammad yg anda suka dan mengabaikan kisah2 yg tidak anda suka?

Anda mengklaim bahwa ummi tidak berarti buta huruf tapi artinya gentile (bukan yahudi). Ayat 2:78 yg katanya adalah perkataan Allah sendiri dengan orang2 Yahudi.

"And there are among them illiterates, who know not the Book, but (see therein their own) desires, and they do nothing but conjecture."

وَمِنْهُمْ أُمِّيُّونَ لاَ يَعْلَمُونَ الْكِتَابَ

(Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga)

Jika Ummi artinya gentile, dalam ayat ini orang2 Yahudi disebut ummayoon (jamaknya dari ummi). Apa ini berarti Allah pikir orang2 Yahudi ini gentile (bukan yahudi)?

Saya pikir 2:78 membuat arti dari kata ini jelas sekali. Ummi adalah orang yang “tidak tahu/mengerti buku” dengan kata lain orang yang tidak bisa baca.

Saya melihat link yg anda beri bagi artikel anda dan disana saya temukan:

“Wahyu yg pertama sekali dari Malaikat Jibril adalah, orang muslim percaya, “Baca!” dan lima ayat2 pertama dari wahyu itu menganjurkan utk membaca dan menulis (96.1-5). Wahyu kedua adalah “Sang Pena dan tulisan” (68.1). Fakta2 ini menimbulkan pertanyaan2 yg oleh para akademisi ortodoks lebih suka utk mereka hindari. Apa Allah memerintahkan seorang buta huruf utk “membaca”? Jika iya, bisakah Muhammad membaca setelah Jibril menyuruhnya? Kisah yg diceritakan dalam Hadits tentang wahyu pertama menyatakan bahwa Muhammad dapat membaca hanya setelah tiga kali disuruh yg diakhiri dengan “pelukan” malaikat bertolak belakang dengan kisah2 lain yg mengklaim bahwa Muhammad mati sebagai orang buta huruf!”


Darimana anda tahu bahwa lima ayat pertama yg katanya “diturunkan” adalah surat 96.1-5 dan bahwa surat 68.1 adalah yang kedua? Dimana dalam Quran yg mengatakan tentang hal ini? Bukankah anda mendapat informasi ini dari Hadits yg telah anda tolak itu? Dan bukankah anda pernah berkata kita harus memilih apa kita terima semua hadits atau jangan terima satupun, tapi bolehkah kita mengambil dan memilih yg kita mau?

Utk penjelasan yg lebih rinci mengenai kata ummi silahkan lihat artikel ini (http://www.faithfreedom.org/Articles/sina40612.htm#ummi).
Last edited by pod-rock on Thu May 31, 2007 7:33 am, edited 1 time in total.
User avatar
pod-rock
Translator
 
Posts: 786
Joined: Tue Nov 28, 2006 1:25 pm

Postby pod-rock » Tue May 29, 2007 10:58 am

Edip Yuksel vs. Ali Sina

Ronde IV

Kedua, jika Omar mendukung Muhammad selama 23 tahun kenabiannya dia mestilah tahu bahwa Muhammad melarang para sahabaynya menulis Hadits tentang seluruh hidupnya. Dia mesti tahu bahwa Quran adalah satu-satunya sumber yg harus diikuti dan menghubungkannya dengan ajaran buatan manusia adalah sebuah bentuk lain dari politeisme. Jika saya jadi Omar, saya juga akan menolak permintaan Muhammad mengenai penulisan sumber lain bagi petunjuk kita, khususnya setelah tahu bahwa dia sangat sakit dan punya demam tinggi.


Ini adalah sebuah fallacy of presupposition (buah pikiran yg keliru dari sebuah pemisalan). Anda memisalkan Muhammad melarang para sahabatnya utk menulis hadits tentang hidupnya. Tidak ada dasar bagi pernyataan tersebut. Orang2 biasa menceritakan kisah2 dari Bible dan Muhammad tidak suka itu karena dg demikian dia harus bersaing dengan kisah2 itu, dia menjelekkan kitab2 dari nabi sebelumnya yg telah dia akui sendiri sebagai benar dan bilang kitab2 itu telah dirusak, lalu dia bilang bahwa Quran adalah “kisah yg paling baik” (haidth) (39.23) artinya jangan dengarkan kisah2 lain, dengarkan saya saja. Tapi dia tidak pernah berkata jangan menulis apapun tentang saya dan kehidupan saya. Muhammad adalah seorang Narsisis. Dia anggap dirinya sebagai pusat dari alam semesta. Dia suruh tiap orang utk mencontoh dia. Apa anda punya ayat Qurannya utk membuktikan poin anda? Seperti yg saya kutip dari Quran, dia mengklaim sebagai “suri tauladan” dan punya “budi pekerti yang agung” (68.4. Bagaimana para muslim bisa mengikuti suri tauladannya jika semua itu tidak tercatat?

Seorang anggota forum membuat sebuah pernyataan bahwa saya memaksa anda utk menerima hadits agar saya dapat menyerang anda lebih mudah. Ini yg dia tulis:

“Saya kira dia melakukan ini hanya karena hal itu memberi dia senjata yg lebih mudah utk memukuli islam. Saya lihat usaha utk memaksa Yuksel menerima hadits sebagai pendekatan yg coba-coba.”

Tentu saja ini tidak masuk akal. Saya sudah nyatakan bahwa saya tidak pelu hadits utk membuktikan Quran itu salah. Akan sangat tak masuk akal utk memaksa seseorang mengakui akan sesuatu yg jelas2 dia tidak percayai dan lalu mencoba menyerang dia lewat itu. Saya mencoba membuktikan bahwa orang2 Qurani (yang percaya Quran saja) telah mendasarkan keyakinan mereka pada dasar pikiran yang salah. Pertanyaannya bukanlah yg mana hadits yg benar dan yg mana yg salah, pertanyaannya adalah bahwa tanpa hadits Quran itu tidak ada artinya. Islam dengan begitu didirikan diatas buah2 pikiran yg keliru dan tidak dapat bertahan dari kritik.

Ketiga, anda keliru antara muslim awal dengan pemuja Muhammad Sunni dan Shia. Para muslim awal punya pikiran yg bebas. Mereka tidak mengikuti Muhammad sebagai seorang pemimpin pemujaan (cult), atapi mereka menerima pesannya dg memakai akal yg diberi Allah. Sama seperti anda telah keliru atau bermaksud membuat saya keliru dan disamakan dengan para pengikut buta dari sebuah sekte atau cult tertentu, anda juga keliru atau ingin membuat keliru jiwa2 yg berani dan progresif, jiwa2 pejuang kebebasan.


Diskusi apakah Islam itu sebuah cult atau bukan atau apa muslim awal berpikiran bebas atau tidak, bisa panjang sekali. Saya tidak akan mendiskusikannya disini. Tapi jika ada orang yg tertarik, saya telah menarik garis paralel antara Islam dengan cult-nya Jim Jones dalam sebuah artikel yang akan jadi bagian dari buku saya From Mecca to 9/11. Saya tinggalkan sebuah link pada bab tersebut bagi orang yg tertarik. Banyak para muslim akan terkejut melihat kesamaan dari islam dengan cult-nya Jim Jones. Semua cult itu persis sama. Sekali anda membaca itu, anda tidak akan pernah menyebut seorang muslim sebagai orang yg berpikiran bebas lagi. Para muslim awal betul2 anggota cult asli.


Tapi apapun, hal ini tidak ada hubungannya dg penolakan Hadits. Muhammad mengklaim punya moral yg baik (Q 68.4) dan memerintahkan para muslim untuk mengikuti “contohnya yg baik” (Q 33.21). Bagaimana bisa anda tahu contoh2 yg dia lakukan utk diikuti jika tidak melalui cerita2 yg ditinggalkan oleh para sahabatnya? Quran katanya perkataan Allah dan bukan koleksi contoh2 perbuatan Muhammad.


Anda punya pengetahuan tentang Quran yg miskin, persis seperti yg dimiliki kaum Sunni dan Shiah. Anda memakai argumen basi yg sama. Jika anda mampu membaca Quran tanpa mencium sampah hadits, anda akan dengan mudah melihat bahwa 33:21 ada ayat2 yg mendahului dan mengakhiri dan contoh2 darin sang nabi adalah keberanian dalam membela muslim melawan pasukan penjajah dari oligarki Mekah. Jika pengetahuan anda tentang Quran sedikit saja muncul dipermukaan, anda akan juga melihat bahwa ayat 60.4 menggunakan persis penjelasan yg sama, “suri tauladan”, utk Abraham dan orang2nya. Mengunakan logika anda, para muslim harusnya punya haditsnya Abraham dan pengikutnya juga! Mungkin, anda akan menemukan kisah kambing suci lapar lain yg memakan kumpulan hadits2 tsb agar jadi logis.


Dear Edip. Surat 33 tidak bisa menjelaskan sendiri. Tanpa Tafsir (yg mengandalkan hadits dan sira) tidak ada jalan lain utk mengetahui siapa “golongan2 yg bersekutu” yg disebut dalam ayat 20 dan dari mana mereka ditarik kembali. Terdapat banyak hal2 yg tidak diketahui dalam surat ini. Contoh ayat 11 berkata “Di situlah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat.” Tanpa mengacu pada tafsir dapatkah anda menjelaskan situasi apa yg dibicarakan Muhammad? Surat itu tidak berisi referensi tunggal mengenai suri tauladan Muhammad. Suri tauladan Muhammad tidak diberikan atau harus diberi oleh Allah. Semua itu disaksikan oleh para pengikutnya. Tidak perlu Muhammad membuat Allah menjelaskan dia pada para pengikutnya karena mereka bisa menyaksikannya sendiri. Dalam beberapa kejadian dia buat Allah memujinya dan bicara yg hebat2 tentang dia, tapi selain dari puja puji yg berlebihan itu tidak disebut2 tentang kehidupan dan suri tauladannya dalam Quran.

Dalam surat yg sama ayat 33.37 disebutkan seorang Zaid. Katanya “Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) istri-istri anak-anak angkat mereka,” Bisakah anda jelaskan kisah dibelakang ayat ini tanpa mengambil referensi dari hadis manapun? Apa suri tauladan yg dicontohkan Muhammad yg disebut dalam surat ini yg harus dicontoh oleh semua orang?

Sedang utk mengikuti contoh dari Abraham, karakter Abraham dikenal Arab melalui dongeng2 yg sering mereka ceritakan satu sama lain mengenai nabi2 jaman dulu. Tanpa pengetahuan bangsa Arab tentang Abraham, Quran tidak akan punya arti apa2 bagi mereka. Contohnya jika saya nasihati anda agar seperti Ayub, dan jika anda tidak tahu ayub dan apa yg terjadi padanya, kata2 saya tidak berarti apa2. Bagi para muslim utk bisa mengikuti suri tauladan (sunnah) dari nabi mereka, mereka perlu tahu kehidupannya. Alasan anda berkeras utk menolak semua hadits adalah karena anda sudah tahu orang ini adalah kriminal. Kenapa anda begitu mati-matian mau membohongi diri sendiri dan terus berpegangan pada bajingan ini, diluar akal saya. Misal anda Cuma menyelamatkan muka anda didepan orang2 lain dg berpura-pura anda pikir semua hadits itu palsu, apa yg akan anda katakan pada nurani anda sendiri? Apa sudah anda buang juga bersama dengan hadits2?

Terlebih lagi, bukankah kisah yg anda ceritakan ini adalah sebuah hadits? Jadi anda mencoba mendiskreditkan kesahihan otoritas sebuah hadits berdasarkan hadits lain? Dan anda sebut itu jujur?


Saya pakai hadits itu utk menunjukkan sebuah pertentangan internal yg jelas dalam buku hadits. Saya bilang, “Jika anda percaya hadits ini, anda harus menolak semua hadits2 lain. Jika anda terima hadits lain, maka anda harus menolak yg satu ini. Anda tidak bisa mempercayai semuanya itu sahih!” Saya terkejut bahwa anda tidak mengerti alat retorika yg sesederhana dan biasa ini.


Kita sudah tahu sebagian hadits adalah palsu. Hadits ini bukan saja apokripa tapi juga tidak ada hubungannya dg menolak hadits2 lain. Muhammad meminta pena dan kertas bukan utk menulis sebuah hadits. Hadits ini diciptakan oleh kaum Shia utk menimbulkan kecurigaan bahwa dia ingin menulis surat wasiatnya dan menunjuk Ali sebagai penggantinya tapi Omar ‘yg licik’ berkata “hasbuna Kitab-ullah”. Tujuannya adalah utk memfitnah Omar. Ini tidak ada hubungannya dg Muhammad menolak hadits.
User avatar
pod-rock
Translator
 
Posts: 786
Joined: Tue Nov 28, 2006 1:25 pm

Postby pod-rock » Wed May 30, 2007 8:38 am

Edip Yuksel vs. Ali Sina
Round IV

Jika kita punya versi yg sama sekali berbeda dari yg kita punya, anda bisa saja benar. Tapi apa yg kita punya itu riwayat2nya tidak jauh berbeda. Tidak ada versi lain dari sejarah Islam dan Muhammad.


Apa anda dengar sendiri apa yg anda katakan? Bagaimana dengan Quran? Kitab yg mendahului buku2 hadits berabad2! Quran mengacu pada semua perang besar dan conflik2 dan bahkan banyak mengutip pengakuan2 dan tuduhan2 dari musuh2. Tapi, anda ketagihan dengan hadits yg bau dan anda mencoba dg keras melibatkan saya dalam sebuah pertandingan gulat disitu. No, my dear friend. Saya pernah melakukan itu dan saya berterima kasih pada Allah yg telah menyelamatkan saya dari hal itu. Tapi anda bisa melanjutkan gulat lumpur itu lawan kaum Sunni dan Shiah. Jika saya punya waktu, saya akan menonton anda dengan tersenyum lebar.


Quran katanya pesan Tuhan utk manusia. Yg pasti bukanlah buku sejarah Islam. Dari Quran saja anda tidak dapat belajar tentang Muhammad, sahabat2nya, keturunannya, istri2 dan keluarganya, perbuatannya, perangnya, ritualnya dan banyak lagi kisah2 lain yg membuat islam bisa dimengerti. Quran menyebut sambil lalu beberapa perang tapi pastinya bukanlah sebuah buku sejarah tentang karir kenabian Muhammad. Saya tidak punya niat utk ‘gulat’ dg anda memakai hadits sebagai bukti utk mengalahkan anda, seperti yg dikatakan pembaca di situs tsb diatas. Saya sudah bilang, saya tolak islam hanya dengan membaca Quran saja dan bahkan sebelum saya membaca Hadits. Poin yg saya coba tekankan adalah bahwa tanpa hadits islam anda tidak bisa dimengerti dengan sendirinya. Bisakah anda jelaskan surat 111, surat 9 dan surat 38.41-44, atau surat lainnya, tanpa mengacu pada hadits? Anda tidak akan bisa melakukannya. Lalu apa yg anda katakan tentang klaim kejelasan dari Quran? (5.15) atau ketika Quran berkata “mudah dimengerti” (44.58, 54.22, 54.32, 54.40), “dijelaskan secara rinci” (6.114), “disampaikan dengan jelas” (5.16, 10.15) dan “tidak ada keraguan didalamnya”? (2.1).

Jika ayat2 ini benar, bisakah anda jelaskan surat2 diatas? Ijinkan saya ingatkan anda sekali lagi. Saya bukan mencoba utk membuat anda kembali menjadi muslim yg percaya hadits. Anda sudah setengah jalan dg menolak sampah hadits. Sekarang waktunya utk anda tolak juga sampah Quran. Saya ingin anda melihat bahwa Quran itu berhubungan dengan hadits. Bahwa keduanya sama-sama sampah dan keduanya harus dibuang kedalam tong sampah sejarah. Tapi utk membuktikan Quran itu sampah, kita tidak pelu mengandalkan hadits.

Terlebih lagi, bagaimana anda tahu bahwa Quran mendahului hadits berabad2? Yg anda punya Cuma buku2 tidak bertanggal. Anda tidak tahu bagaimana dan kapan buku itu ditulis, kecuali anda mengandalkan hadits yg juga anda anggap sampah.

Bisakah anda katakan abad berapa Muhammad lahir? Tanpa hadits dan sira gimana bisa? Anda mungkin berkata bahwa data ini tersedia dari sejarah yg ditulis oleh orang Persia dan Roma. Kenapa anda percaya sumber2 Persia dan Roma dan menganggap sumber2 itu lebih sah dibanding sumber2 yg ditulis oleh orang2 muslim?

Tanpa hadits, islam dapat dapat dengan mudah diabaikan sebagai sebuah mitos. Jika “para pemimpin rusak” mampu mengarang begitu banyak hadits dg begitu terperinci tentang seseorang dan orang2nya, (yg mana menjadikan keajaiban tersendiri) kenapa mereka tidak bisa mengarang Quran?

Darimana anda tahu bahwa Quran belum pernah dirusak/dirubah, khususnya ketika para muslim yg sama, yg telah begitu tidak jujur mengarang ribuan hadits tentang Muhammad dan membiarkan riwayat2 itu tidak dicek dan ricek, adalah juga para muslim yg menyampaikan Quran? Malah, Mentor anda sendiri Rashed Khalifa mengakui bahwa Quran telah dirubah.

http://www.submission.org/tampering.html

Jika Quran telah dirubah, hal ini meniadakan klaim bahwa Allah telah berjanji untuk benar-benar memeliharanya (Q 15.9). Mitos bahwa Quran tidak dapat diganggu gugat telah hancur. Jaminan apa yg kita punya bahwa Quran tidak/belum pernah diubah satu kalipun?


Akhirnya, sebuah pertanyaan yg baik yg ingin saya simpan dalam sebuah diskusi yg terpisah, terdapat sebuah perlindungan yg adil terhadap kritik thd Quran lewat struktur numeriknya.


Look forward to that!

Apakah seluruh sejarah islam adalah karangan? Kalau begitu bukti apa yg kita punya bahwa Muhammad sendiri bukanlah ciptaan belaka? Jika seluruh sejarah dari islam itu bohong, lalu apa yg membuat anda percaya bahwa Muhammad pernah ada? Seluruh hal ini bisa saja buatan. Kewajiban pertama anda adalah utk membuktikan keberadaan dari Muhammad.


Lagi, anda keliru antara saya dengan teman2 sunni anda! Jika saya ada disuatu pulau dan menemukan Quran diantara buku2 lain, dan jika saya mampu mengerti pesannya dan diberkati utk menyaksikan keakuratan sainsnya, ramalan dan struktur matematiknya, saya tidak perlu apapun lagi utk percaya pada keakuratannya. Anda dengar? Anda mengerti? Disamping itu, saya bukan seorang islam Mohammadan, karena sistem yg damai dan takluk pada Allah saja, ada jauh sebelum Muhammad dan akan terus ada sebagai jalan bagi para pencari kebenaran setelah Muhammad pergi juga.


Kita akan sampai pada “akurasi sains”, “ramalan” dan “struktur matematik” dari Quran tidak lama lagi. Saya pikir kita harus mengakhiri penderitaan anda dan langsung saja diskusi mengenai itu sekarang. Tapi penting bagi para pembaca utk melihat dimana anda berdiri sekarang ini dan berapa “teguh” posisi anda itu. Saya percaya bahwa hal itu telah ditetapkan. Jadi mari kita maju ketopik berikut. Mari kita bicarakan Quran. Silahkan jawab pertanyaan yg saya tanyakan di ronde sebelumnya dari debat ini.

Baik sekali anda bisa melihat kontradiksi ini. Betapapun kisah2 ini adalah berasal dari Quran. Klaim bahwa Muhammad itu buta huruf ada dalam Quran dan klaim bahwa dia membelah bulan juga ada dalam Quran.


Quran tidak mengklaim bahwa Muhammad itu buta huruf, tapi hanya buta terhadap Quran dan yg semacamnya. Quran klaim bahwa Muhammad tidak membaca kitab2 lain, dengan kata lain, dia adalah gentile. Muhammad adalah seorang gentile sastra, seperti banyak orang2 mekah yg terkenal dijamannya.


Mari kita misalkan bahwa penafsiran “buta huruf” anda itu yg benar dan muslim2 lainnya salah. Bisakah anda katakan kenapa begitu banyak muslim2 lain salah paham tentang kitab yg katanya jelas dan mudah dimengerti? Tidakkah adil utk mempercayai bahwa klaim2 yg menyebut Quran itu jelas adalah dibesar-besarkan?

Quran tidak mengklaim Muhammad membelah Bulan, tapi hanya pemecah belah kesucian berbohong dengan mengklaim demikian. Quran mengacu pada akhir dunia dan menyebut terbelahnya bulan sebagai pertanda akan kedatangan akhir jaman sudah dekat. Saya mengartikan terbelahnya bulan sebagai referensi pada pendaratan para astronot Apollo ditahun 1969 ketika mereka mengambil batu2 dari bulan. Saya punya argumen yg mendetil tentang ini dalam buku2 berbahasa turki saya dan inshallah anda akan menemukannya dalam buku saya yg akan terbit Reformist Translation of the Quran (Terjemahan Reformis Quran).


Mari kita lihat apa yg dikatakan Quran dan mari kita pakai terjemahan mentor anda Rashad Khalifa:

The Hour has come closer, and the moon has split.
Then they saw a miracle; but they turned away and said, "Old magic."
They disbelieved, followed their opinions, and adhered to their old traditions.(54:1-3)


Muhsin Khan menterjemahkan ayat ini menjadi:

1. The Hour has drawn near, and the moon has been cleft asunder (the people of Makkah requested Prophet Muhammad SAW to show them a miracle, so he showed them the splitting of the moon).

Komentator Quran, Maududi menulis:
“Fenomena menakjubkan dan mengherankan dari terbelahnya bulan adalah wujud pertanda kebenaran akan hari Kebangkitan, yg oleh nabi suci nyatakan, akan terjadi dan sudah dekat waktunya. Bulatan bulan terbelah menjadi dua bagian didepan mata mereka sendiri. Kedua bagian itu terpisah dan saling menjauh satu sama lain hingga bagi para pengamat satu bagian muncul dipinggir gunung dan yg lainnya disisi seberangnya. Lalu, dalam sekejap keduanya bergabung kembali.”

Sudah jelas anda akan meremahkan komentar Maududi dan akan bilang dia salah. Masalahnya adalah bahwa dia tidak sendiri:

Bukhari 6.60.387 berkata:
“Sewaktu hidupnya Rasul Allah bulan terbelah dua; satu bagian diatas gunung dan bagian lainnya melewati gunung. Mengenai itu, Rasul Allah berkata, “Saksikan keajaiban ini.”


Tema yg sama diulang dalam hadits2 lain: Bukhari 6.60.388, 6.60. 389 dan 6.60.391

Bagaimana anda bisa menjelaskan bahwa sebuah buku yg seharusnya jelas dan mudah dimengerti tanpa keraguan didalamnya bisa menyesatkan begitu banyak akademisi termasuk Rashad Khalifa dan penerjemah2 lain dari Quran? Sekarang saja semua muslim percaya bahwa terbelahnya bulan itu benar2 terjadi. Tidakkah adil utk bilang bahwa Quran tidak sejelas yg diakuinya?

Anda bilang terbelahnya bulan ini sebenarnya adalah sebuah ramalan bagi terbelahnya permukaan bulan oleh Apollo. Anda kelihatannya mau menerima apa saja hanya utk meyakinkan diri anda sendiri bahwa Quran berisi keajaiban. Tapi kejadian dalam Quran dijelaskan dalam kata kerja ‘masa lalu’ yg diberikan pada orang2 sebagai sebuah keajaiban dan mereka tetap saja berpaling dan bilang “sulap kuno”. Juga kata yg digunakan adalah Shaqqa شَق yang artinya terbelah bukannya mendarat, atau yg lainnya.

Kenapa Muhammad mengklaim kemustahilan demikian? Jelas utk berpura-pura telah memenuhi ramalan Bible yg dinyatakan dalam Yesaya 24:23!

Why would Muhammad claim such an absurdity? Obviously to pretend having fulfilled a biblical prophecy stated in Isaiah 24:23!

"Then the moon shall be confounded, and the sun ashamed, when the LORD of hosts shall reign in mount Zion ."

Itu gagasan yg tidak jelek. Saya tidak tahu apa kita bisa mengadili orang yg sudah mati atau tidak. Tapi ini pastinya akan menjadi pengadilan yg sensasional. Jika bisa dilakukan dan jika ada pengacara yg mau bergabung dg saya, akan menjadi gagasan yg hebat utk menyeret Muhammad ke pengadilan. Atau setidaknya melarang islam dengan undang-undang anti kebencian.


Hanya sebuah inkuisisi atau pengadilan Taliban yg akan menerima bukti2 anda sebagai kredibel. Tapi kalau anda temukan pengadilan yg demikian di Texas atau Arab Saudi, tolong suruh sang hakim utk menunjuk saya sebagai pengacaranya Muhammad! Saya akan senang sekali mewakili dia melawan Bukhari, Tirmizi, Ibni Majeh, Ibni Hanbal, Tabari, Waqidi dan Ali Sina, digabung.


Well, anda berlaku sebagai pengacara Muhammad disini dalam pengadilan opini publik. Jadi mari kita lihat segimana jauh anda adil.

Jangan terburu-buru teman. Satu satu dulu! Pertama-tama saya akan tarik penahan kaki anda dulu. Setelah itu selesai saya akan bergerak utk mendiskreditkan Quran dan menggunakan Quran saja. Malah saya meninggalkan islam hanya setelah membaca Quran. Saya jadi akrab dg hadits setelah itu.


Ini lucu. Saya tidak pernah berdiri pada penahan kaki itu atau setidaknya ingin berdiri disana. Andalah yg mencoba mendorongnya kebawah kaki saya dan tiap kali saya tendang menjauh anda mencoba lebih keras lagi. Sekarang, anda mengambil keuntungan dari kegagalan anda utk menaruh penahan kaki itu dibawah kaki saya? Logika apa yg anda pakai? Dalam surat pertama saya saya undang anda utk mendiskusikan Quran dan anda mampu memperpanjang “pengenalan” dengan argumen lucu dari buku2 yg lucu pula.


Penahan kaki yg saya bicarakan adalah klaim bahwa Quran itu bisa menerangkan sendiri tanpa bantuan buku2 lain. Ini adalah sebuah fallacy seperti telah saya tunjukkan.

Saya tahu anda tidak mendasarkan iman anda pada hadits. Poinnya adalah bahwa dengan memakai hadits anda jadi percaya pada fallacy2 dan tanpa hadits juga sama. Hanya karena anda menolak hadits anda belum lagi lolos dari bahaya. Anda melompat keluar dari penggorengan kedalam api. Kebebasan total anda akan datang jika anda tinggalkan islam.

Jadi, ini ronde terakhir kita diskusikan hadits. Kita sekarang harus maju ke argumen sebenarnya. Apa anda siap, atau anda ingin berkutat dalam hadits lebih jauh? Anda tidak akan menerima jawaban apapun dari saya jika terus berkeras memaksakan saya utk menerima hadits. Lalu, anda mungkin akan menepuk dada meneriakan kemenangan dan terus berdebat berdasarkan ‘kata orang’ dan ketidak tahuan.


Saya harap anda akan menendang jauh penahan kaki itu dari bawah kaki anda. Berharap bahwa itu bukan penahan kaki satu2nya yg anda injak.

Kita sudah membicarakan tentang Quran. Saya pikir saya telah menjelaskan bahwa mereka yg percaya dalam Quran saja tidak punya kuda-kuda utk berdiri. Ini utk menunjukkan bahwa meskipun jika Quran itu benar buku dari tuhan, posisi orang yg percaya quran saja sebenarnya sudah menjadi pikiran yg keliru. Ini sudah ditetapkan. Dg pelajaran ini saya tidak ingin membuat anda percaya pada hadits palsu. Saya ingin anda jujur saja.

Saya tenangkan pikiran anda. Saya berjanji bahwa saya tidak akan memakai hadits apapun utk membuktikan islam itu palsu. Saya tidak dan tidak akan melakukan itu. Itu hal bodoh. Sama seperti menodongkan pistol kemusuh dan mengancam utk menarik picu jika dia tidak mau menyerah. Tolong sedikit hargai saya. Jika saya pakai hadits, maka itu hanya yg bersesuaian dengan Quran dan utk menjelaskan konteks dari ayat tsb. Anda tidak perlu menerima konteks/tafsir tsb. Anda diperlukan memberikan tafsir anda sendiri utk ayat tsb tanpa memakai hadits. Lalu kita biarkan pembaca menentukan tafsir mana yg lebih mungkin. Yg saya usahakan adalah utk mendiskreditkan posisi anda dan menunjukkan bahwa Quran tanpa Hadits tidak bisa dimengerti. Jelas bahwa individu yg mengkritik saya tidak mengerti perbedaannya. Saya tidak tahu apa anda mengerti atau tidak. Tapi terdapat perbedaan yg besar disini.

Meski demikian, fallacy dari Quran akan ditunjukkan dengan pertentangan2 dalam Quran dan dengan memakai logika. Tidak ada hadits yg akan digunakan sebagai otoritas utk membuktikan kesalahan Quran. Saya memakai hadits hanya utk klarifikasi, seperti yg saya lakukan dengan perkataan ummi. Anda berhak utk menolak itu dan menyajikan versi anda sendiri. Saya harap sekarang anda bisa bernafas lebih enak.
User avatar
pod-rock
Translator
 
Posts: 786
Joined: Tue Nov 28, 2006 1:25 pm

Postby pod-rock » Wed May 30, 2007 8:50 am

Edip Yuksel vs. Ali Sina
Ronde V

Dalam ronde sebelumnya, Ali Sina memakai hadits karangan favoritnya utk menghina dan mengutuk muhammad. Kefanatikannya dalam mengandalkan Hadits sama dengan seorang Sunni Fanatik. Sebelum mulai diskusi tentang Quran, saya memutuskan bahwa akan sangat tidak adil dan tidak wajar bagi Muhammad, nabi terakhir dari Islam, utk membiarkan nama dan pesannya dinodai oleh pengakuan dan cerita2 sampah itu. Jadi, disini saya postkan sebuah petikan dari buku saya yg akan diterbitkan, “Code 19”, yg merangkum perjuangan Muhammad melawan kebodohan, kesombongan, keegoisan, kekerasan dan ketidak adilan:

(saya tidak akan terjemahkan karena sebagian besar tidak relevan dengan isi debat ini)

A Revolution Led by a Gentile Against the Mollarchy of Medieval Arabia

It was 570 years after Christ when Muhammad was born in Mecca . At age 40 he made a declaration that shocked his people. During the month of Ramadan of 610, he claimed that he was visited by Holy Revelation (a.k.a. Jibreel or Holy Spirit) delivering him a message from God. This claim was first kept secret he shared only with several close friends and relatives. A few years later he publicly declared his messengership and his opposition to the religious and political establishment of Mecca . An era of revolution and reformation that would change world history had started.

Muhammad, a member of a powerful tribe and a successful international businessman, was not an ordinary citizen of Mecca . With his sound judgment and trustworthy personality, he had won the respect of the theocratic oligarchy. His uncles were the leaders of one of the prominent tribes and were active in social, political, economic and religious affairs.

Arabs living in the Hijaz region were brethren of Jews, and Abraham was their common forefather. Mecca or Bacca was the valley where Abraham had immigrated, after his exile from Babylon . There is only one reference to this important city in the Old Testament:

Blessed is the man whose strengths in thee; in whose heart are the ways of them. Who passing through the valley of Baca make it a well; the rain also fills the pools. They go from strength to strength, every one of them in Zion appears before God. O LORD God of hosts, hear my prayer: give ear, O God of Jacob. (Psalms 84:5-8)


Meccan Arabs had deep respect to the struggle of Abraham whose courageous stand for his monotheistic belief was a legend. Therefore, they were very protective of his reputation, religious practices, and the Kaba. Knowing that Abraham rejected worshiping the statutes besides God, Arabs never worshiped statutes, or symbolic objects. (FN1)

Nevertheless, they had holy names, such as Al-lat, Al-Uzza, and Manat from whom they would ask intercession and help. Their association of other authorities and powers to God and their fabrication of myriad prohibitions and laws in the name of God is called shirk (FN2) and the Quran repeatedly criticizes this mindset and practice as polytheism, the source of all evil.

What do you think about Allat (The Goddess), Al-Uzza? And Manat, the third one. Do you have sons, while He has daughters. What a fraudulent distribution! These are but names that you made up, you and your forefathers. God never authorized such a blasphemy. They follow conjecture, and personal desire, when the true guidance has come to them herein from their Lord. What is that the human being desires? To God belongs both the Hereafter, and this world. Not even the angels in heaven possess authority to intercede. The only ones permitted by God are those who act in accordance with His will and His approval. (53:19-26)


Have they have invented intercessors to mediate between them and God? Say, "What if they do not possess any power, nor understanding?" Say, "All intercession belongs to God." To Him belongs the kingship of the heavens and the earth, then to Him you will be returned. When God alone is mentioned, the hearts of those who do not believe in the Hereafter shrink with aversion. But when others are mentioned besides Him, they rejoice. (39:43-45).


However, those who accepted other authorities besides God, never accept their crime. They vehemently deny their shirk. Though majority of "believers" follow the teachings of their clergymen and assign divine authority to others besides God, they usually do not accept that they are committing shirk; they claim to be monotheists. If you question a Hindu who worships hundreds of gods and goddesses, you will learn that he or she is really a monotheist! A Christian who puts his full confidence in St. Paul 's polytheistic teaching which was formulated 325 AC by the Nicene Council as the Doctrine of Trinity (i.e., God with three personalities) will still claim to be a monotheist! (FN3) Muslims who elevated Muhammad to the level of God by making him the second source of their religion and by putting his name next to God in the Statement of Testimony, will also insist that they are monotheists.

On the day when we summon everyone, we will ask the mushriks, "Where are those whom you claimed partners?" Their only response will be, "By God our Lord, we never were mushriks." (6:22-23
)

Those who commit shirk say, "Had God willed, we would not have worshiped anyone besides Him, nor would our parents. Nor would we have prohibited anything besides (what was prohibited by) Him." Those before them have done the same. Can the messengers do anything but deliver the message? (16:35)



Arab mushriks (those who accept other authorities besides God) never claimed that those holy names were gods, they were merely praying for their intercession. They believed that the saints and angles were mediators between them and God.

Absolutely, the religion shall be devoted to God ALONE. Those who set up masters besides Him say, "We worship them only to bring us closer to God; they are in a good position!" God will judge them regarding their disputes. God does not guide any liar, unappreciative. (39:3)


The Quran clearly rejects association of any authority besides God, whether in making the religious laws or providing eternal salvation.

They follow those who decree for them religious laws never authorized by God. If it were not for the predetermined decision, they would have been judged immediately. Indeed, the transgressors have incurred a painful retribution. (42:21)


They have set up their religious leaders and scholars as lords, instead of God. Others deified the Messiah, son of Mary. They were all commanded to worship only one God. There is no God except He. Be He glorified, high above having any partners. (9:31)


According to the information given by the Quran, Meccan Mushriks preserved the forms of religious practices while they lost its monotheistic and spiritual meaning. They were praying, fasting, and going to pilgrimage. (FN4) It was the most popular religious practice.

Mollarchy in the City State of the Arabian Peninsula

There were some characteristics of Mecca that distinguished it from other Arabian towns and cities. Mecca , with the Abraham's temple, was the center of religion, politics and business. Abraham's temple, the Kaba, is described by the Quran as "People's House" or " Sacred Place of Prostration." Abraham, as I mentioned above, was a legendary ancestor for both Arabs and Jews. During the four consecutive sacred months, (FN5) Arabs dwelling in the region would visit Mecca for pilgrimage. Meanwhile, the occasion was also used for an international trade fair. Merchants from neighboring countries would participate in a lengthy business and cultural activity. During these religious months, besides trading, cultural and athletic competitions such as poetry, competition, and wrestling would take place. Mecca was the center of economic, political, and cultural activities of a vast land.

Prominent tribal leaders like Abu Hakem (a.k.a., Abu Jahel), Abdul Uzza (a.k.a., Abu Lahab), Abu Sufyan, Umayy Ben Halef, Nadr Ben Haris, and Valeed Ben Mugiyra, could not tolerate any reformation movement that would change the status quo and risk Mecca's crucial position in political and economic landscape. They were determined to follow the traditional religion they inherited from their ancestors who had distorted Abraham's monotheistic religion to shirk. Preservation of the traditional religion and the status quo was vital for the theocratic government of Mecca . Questioning the orthodox belief system and the common practice could be interpreted as a foreign attack to the unity or as a betrayal to the fabric of the society.

A teaching that rejects the idea of intercession and the sacred role of professional clergymen, a teaching that promotes the human rights of slaves and the oppressed, that seeks economic justice by objecting monopoly and usury, that is concerned about the poor, that condemns ethnic and racial discrimination, that protects the rights of women, that advocates democratic governance through consultation, and encourages people to use their reasoning and questions the tradition, surely, such a religion would pose a serious threat to the economic and political interest of the ruling elite.

Social, economic, and political structure criticized

It is a well-known fact that the early revelations of the Quran use a strong language in criticizing the theocratic oligarchy, which did not care about the poor, orphans and aliens; did not free the slaves; did not treat women equal to men; and did not consult people in public affairs.

Do you know who rejects The Religion of God Alone? That is the one who mistreats the orphans. And does not advocate the feeding of the poor. And woe to those who observe the contact prayers, Who are totally heedless of their prayers; they only show off. And they forbid charity. (107:1-7).


Wrong! It is you who brought it on yourselves by not regarding the orphan. And not advocating charity towards the poor. And consuming the inheritance of helpless orphans. And loving the money too much. (89:17-20).


He boasts, "I spent so much money!" Does he think that no one sees him? Did we not give him two eyes? A tongue and two lips? Did we not show him the two paths? He should choose the difficult path. Which one is the difficult path? The freeing of slaves. Feeding, during the time of hardship. Orphans who are related. Or the poor who is in need. And being one of those who believe, and exhorting one another to be steadfast, and exhorting one another to be kind. These have deserved happiness. As for those who disbelieved in our revelations, they have incurred misery. They will be confined in the Hellfire. (90:6-20).


Thus, when one of them gets a baby girl, his face becomes darkened with overwhelming grief. Ashamed, he hides from the people, because of the bad news. He even debates: should he keep the baby grudgingly, or bury her in the dust. Miserable indeed is their judgment. (16:58-59).


And they respond to their Lord by observing the contact prayers and by deciding their affairs on the basis of consultation among themselves, and from our provisions to them they give (42:38).


O people, observe your Lord; the one who created you from one being and created from it its mate, then spread from the two many men and women. You shall regard God, by whom you swear, and regard the parents. God is watching over you. You shall hand over to the orphans their rightful properties. Do not substitute the bad for the good, nor shall you consume their properties by combining them with your properties. This is a gross injustice. If you deem it best for the orphans, you may marry their mothers –you may marry two, three, or four of them. If you fear lest you become unfair, then you shall be content with only one, or with what you already have. This way, you are more likely to avoid inequity. You shall give the women their due dowries, fully. If they willingly forfeit anything, then you may accept it graciously. Do not give immature orphans the properties that God has entrusted you as guardians. You shall provide for them therefrom, and clothe them, and talk to them nicely. (4:1-5) (FN6)


Whatever God restored to His messenger from the (defeated) communities shall go to God and His messenger (in the form of a charity). You shall give it to the relatives, the orphans, the poor, and the traveling alien. Thus, it will not remain monopolized by the strong among you. You may keep the spoils given to you by the messenger, but do not take what he enjoins you from taking. You shall reverence God. God is strict in enforcing retribution. (59:7)


Life Style and Harmful Tradition Criticized

The population of Mecca was afflicted with many social problems caused by individual abuses of time, money, brain, body, and exploitation of God’s name.

For instance, gambling was transferring money from the poor to the wealthy, thereby creating financial nightmares for many families. Alcohol was the cause of many personal and social problems such as domestic violence, inefficiency, loss of intellectual capabilities, alcoholism, rape, criminal activities, accidents and myriad of health problems. The Quran, though acknowledged some financial and personal benefits of gambling and alcohol, encouraged believers to abstain from these addictions without criminalizing them via penal code.

They ask you about intoxicants and gambling: say, "In them there is a gross sin, and some benefits for the people. But their sinfulness far outweighs their benefit." They also ask you what to give to charity: say, "The excess." God thus clarifies the revelations for you, that you may reflect. (2:219)


O you who believe, do not observe the Contact Prayers (Salat) while intoxicated, so that you know what you are saying.… (4:43)


O you who believe, intoxicants, and gambling, and the altars of idols, and the games of chance are abominations of the devil; you shall avoid them, that you may succeed.(5:90)


And from the fruits of date palms and grapes you produce intoxicants, as well as good provisions. This should be (sufficient) proof for people who understand. (16:67)


Sexual promiscuity or adultery was contributing in the destruction of families and was a major health threat for public by transmitting sexual diseases. The Quran encouraged men and women to be loyal to their marriage contract. Though polygamy is permitted to take care of fatherless children and their widowed mothers, monogamy was encouraged.

You shall not commit adultery; it is a gross sin, and an evil behavior. (17:32)


If you deem it best for the orphans, you may marry their mothers - you may marry two, three, or four. If you fear lest you become unfair, then you shall be content with only one, or with what you already have. Additionally, you are thus more likely to avoid financial hardship.(4:3)


Lengthy list of dietary prohibitions concocted in the name of God was wasting many food resources. The Quran prohibited only four items related to animal products and considered any additional religious prohibitions to be fabrications and shirk.

Say, "I do not find in the revelations given to me any food that is prohibited for any eater except: (1) carrion (FN7) , (2) running blood, (3) the meat of pigs, for it is bad, (FN8) and (4) the meat of animals blasphemously dedicated to other than God." If one is forced (to eat these), without being deliberate or malicious, then your Lord is Forgiver, Most Merciful. For those who are Jewish we prohibited animals with undivided hoofs; and of the cattle and sheep we prohibited the fat, except that which is carried on their backs, or in the viscera, or mixed with bones. That was a retribution for their transgressions, and we are truthful. If they disbelieve you, then say, "Your Lord possesses infinite mercy, but His retribution is unavoidable for the guilty people." The idol worshipers say, "Had God willed, we would not practice idolatry, nor would our parents, nor would we prohibit anything." Thus did those before them disbelieve, until they incurred our retribution. Say, "Do you have any proven knowledge that you can show us? You follow nothing but conjecture; you only guess." Say, "God possesses the most powerful argument; if He wills He can guide all of you." Say, "Bring your witnesses who would testify that God has prohibited this or that." If they testify, do not testify with them. Nor shall you follow the opinions of those who reject our revelations, and those who disbelieve in the Hereafter, and those who stray away from their Lord. Say, "Come let me tell you what your Lord has really prohibited for you: You shall not set up idols besides Him. You shall honor your parents. You shall not kill your children from fear of poverty - we provide for you and for them. You shall not commit gross sins, obvious or hidden. You shall not kill - God has made a person’s life sacred - except in the course of justice. These are His commandments to you, that you may understand." (6:145-151)


The Quran dealt with many other issues such as protection of environment and ecological balance and protection of God’s creation from unnecessary mutilation. For instance, the Quran prohibited hunting during pilgrimage (5:95-96). It also criticized Meccan Arabs for cutting the ears of animals for religious reasons, which has negative implication regarding the custom of circumcision.

"I will mislead them, I will entice them, I will command them to (forbid the eating of certain meats by) marking the ears of livestock, and I will command them to distort the creation of God." Anyone who accepts the devil as a lord, instead of God, has incurred a profound loss. (4:119)



The chapter “Ben Israel” (Children of Israel) contains a series of commandments aiming to change the mindset, attitude and actions of individuals:

You shall not set up any other God beside God, lest you end up despised and disgraced. Your Lord has decreed that you shall not worship except Him, and your parents shall be honored. As long as one or both of them live, you shall never say to them, "Uff" (the slightest gesture of annoyance), nor shall you shout at them; you shall treat them amicably. And lower for them the wings of humility, and kindness, and say, "My Lord, have mercy on them, for they have raised me from infancy." Your Lord is fully aware of your innermost thoughts. If you maintain righteousness, He is Forgiver of those who repent. You shall give the due alms to the relatives, the needy, the poor, and the traveling alien, but do not be excessive, extravagant. The extravagant are brethren of the devils, and the devil is unappreciative of his Lord. Even if you have to turn away from them, as you pursue the mercy of your Lord, you shall treat them in the nicest manner. You shall not keep your hand stingily tied to your neck, nor shall you foolishly open it up, lest you end up blamed and sorry. For your Lord increases the provision for anyone He chooses, and reduces it. He is fully Cognizant of His creatures, Seer. You shall not kill your children (infanticide) due to fear of poverty. We provide for them, as well as for you. Killing them is a gross offense. You shall not commit adultery; it is a gross sin, and an evil behavior. You shall not kill any person - for God has made a person’s life sacred - except in the course of justice. If one is killed unjustly, then we give his heir authority to enforce justice. Thus, he shall not exceed the limits in avenging the murder; he will be helped. You shall not touch the orphans' money except for their own good, until they reach maturity. You shall fulfill your covenants, for a covenant is a great responsibility. You shall give full measure when you trade, and weigh equitably. This is better and more righteous. You shall not accept any information, unless you verify it for yourself. I have given you the hearing, the eyesight, and the brain, and you are responsible for using them. You shall not walk proudly on earth - you cannot bore through the earth, nor can you be as tall as the mountains. All bad behavior is condemned by your Lord. This is some of the wisdom inspired to you by your Lord. You shall not set up another God beside God, lest you end up in Gehenna, blamed and defeated. (17:23-39)


The Quran aimed to reform both the society and the individual. The Quran invites individuals to undertake a substantial reformation. The description of believers in the last verses of chapter “Al-Furqan” (The Distinguisher) reveals the desired characteristics of muslims:

You shall put your trust in the One who is Alive - the One who never dies - and praise Him and glorify Him. He is fully Cognizant of His creatures' sins. He is the One who created the heavens and the earth, and everything between them, in six days, then assumed all authority. The Gracious; ask about Him those who are well founded in knowledge. When they are told, "Fall prostrate before the Gracious," they say, "What is the Gracious? Shall we prostrate before what you advocate?" Thus, it only augments their aversion. Most blessed is the One who placed constellations in the sky, and placed in it a lamp, and a shining moon. He is the One who designed the night and the day to alternate: a sufficient proof for those who wish to take heed, or to be appreciative. The worshipers of the Gracious are those who tread the earth gently, and when the ignorant speak to them, they only utter peace. In the privacy of the night, they meditate on their Lord, and fall prostrate. And they say, "Our Lord, spare us the agony of Hell; its retribution is horrendous. "It is the worst abode; the worst destiny." When they give, they are neither extravagant nor stingy; they give in moderation. They never implore beside God any other God, nor do they kill anyone - for God has made life sacred - except in the course of justice. Nor do they commit adultery. Those who commit these offenses will have to pay. Retribution is doubled for them on the Day of Resurrection, and they abide therein humiliated. Exempted are those who repent, believe, and lead a righteous life. God transforms their sins into credits. God is Forgiver, Most Merciful. Those who repent and lead a righteous life, God redeems them; a complete redemption. They do not bear false witness. When they encounter vain talk, they ignore it. When reminded of their Lord's revelations, they never react to them as if they were deaf and blind. And they say, "Our Lord, let our spouses and children be a source of joy for us, and keep us in the forefront of the righteous." These are the ones who attain Paradise in return for their steadfastness; they are received therein with joyous greetings and peace. Eternally they abide therein; what a beautiful destiny; what a beautiful abode. Say, "You attain value at my Lord only through your worship. But if you disbelieve, you incur the inevitable consequences." (25:58-77)


Meccan Leaders are Losing Their Sleep

Mecca could remain an independent center of commerce because of its unique geopolitical situation. Mecca was located in a region where the influence of the two super powers of the era, Byzantine and Persian Empires, collided. This balance of powers created such a vacuum that Mecca could survive without submitting herself to either hegemony. Mecca was a default capital of the Arabian Peninsula . The population of Mecca and surrounding towns did not follow any scripture, but only oral traditions and practices. Religion and politics were inseparable affairs. Though Meccan population had many literate people, they were considered "UMMY" (gentiles) for not having a scripture or a written law like their Christian and Jewish neighbors. Muhammad was a literate gentile. (FN9)

When Muhammad declared that he received a message from God, the Meccan oligarchy first did not take him seriously. They just ignored him. However, when they noticed the potential power of his message and the rate of the new converts, their reaction varied between mockery and insinuation. Soon their reaction escalated to slander and threat of eviction and death. Though Muhammad's personal history and his tribal relationship was providing a kind of protection against physical attacks, some of his followers did not have tribal support. For instance, among those who were subjected to torture was Bilal, an Ethiopian slave who was freed by one of Muhammad's friend. The first convert (FN10) who was killed was Sumayya, a woman. Slaves and women. Victims of racist and misogynistic laws and religions.

Clergymen who had economic and political interest in their corrupt religious teachings, augmented and manipulated the religious fanaticism of ignorant masses. The fatal combination of ignorance and arrogance, which in the past had taken the lives of many messengers and prophets, from Socrates to Jesus, was again at work. The words uttered against previous messengers were repeated against Muhammad, this time in Arabic. Muhammad's situation was no different than Saaleh, a messenger to a community perished long time ago.

They said, "O Saaleh, you used to be popular among us before this. Are you enjoining us from worshiping what our parents are worshiping? We have a lot of doubt concerning everything you tell us. (11:62)


Muhammad's message was focused on monotheism (tawheed), which is the main theme of Mosaic teaching that crowns the Ten Commandments.

And God spoke all these words, saying, I am the LORD thy God, which have brought you out of the land of Egypt , out of the house of bondage. Thou shall have no other gods before me. Thou shall not make unto thee any graven image, or any likeness of any thing that is in heaven above, or that is in the earth beneath, or that is in the water under the earth.… Thou shall not take the name of the LORD thy God in vain; for the LORD will not hold him guiltless that takes his name in vain. (Exodus 20:1-4, 7)


Ironically, despite the popularity of Ten Commandments among Jews, Christians and Muslims, the faith and practices negating and defying the first two commandments have become their basic dogmas.

Muhammad delivered the words of the Quran critical of the traditional religion of Meccan people who had transformed Abraham's monotheistic religion to polytheism by blindly following their ancestors, inheriting innovations, superstitions, numerous cleric-made religious laws falsely attributed to God, and the belief of intercession.

Say, "My Lord has guided me in a straight path: the perfect religion of Abraham, monotheism. He never was an idol worshiper." (6:161)


Flocking on the Glorious Path of their Ancestors

Mushriks, be it of ancient times or modern times, attempt to justify their religions by the number of their members, by the glory of their ancestors and by the fame of their "saints." In arguments based on logic, scientific investigation and analysis of historical documentation, their common defense is the miserable argument from authority: "this and that holy clergymen said this," or "most of our ancient scholars have decided this way."

Instead, they said, "We found our parents carrying on certain practices, and we are following in their footsteps. Invariably, when we sent a warner to a community, the leaders therein said, "We found our parents following certain practices, and we will continue in their footsteps." He would say, "What if I brought to you better guidance than what you inherited from your parents?" They would say, "We are disbelievers in the message you brought." (43:22-24).


When they are told, "Follow these revelations of God," they say, "No, we follow only what we found our parents doing." What if the devil is leading them to the agony of Hell? Those who submit completely to God, while leading a righteous life, have gotten hold of the strongest bond. For God is in full control of all things. (31:21-22)


Idolizing their ancestors under different titles and following the dogmas and superstitions that are attributed to them as a religion is the universal characteristics of mushriks. Religious idols vary according to religions and languages. For instance, idols, in America are Jesus, Mary or Saint; in Turkey are Ata, Evliya, Sheik or Hazrat; in India Mahatma; in Pakistan Maulana; in Iran Imam, Hussein and Ehl-i Bayt. Religious masses do not seek the truth by using their brains and senses. Instead, they blindly follow the teachings bearing sanctified signatures. Mushriks are like parrots; they repeat words without understanding their meaning.

The example of those who disbelieve is like those who parrot what they hear of sounds and calls, without understanding. Deaf, dumb, and blind; they cannot understand. (2:171)


Ironically, it is the religious leaders who promote blind imitation. By institutionalizing ignorance via religious terms, the diabolic saints lead astray masses from Truth. (FN11) The messengers and prophets, who invited people to question their popular religion and traditions, almost invariably found the clergymen fighting and plotting against them.

Nevertheless among the chief rulers also many believed on him; but because of the Pharisees they did not confess him, lest they should be put out of the synagogue: For they loved the praise of men more than the praise of God. (John 12:42-43)


The leaders announced, "Go and steadfastly persevere in worshiping your gods. This is all you need. We never heard of this from the religion of our fathers. This is a lie. Why did the message come down to him, instead of us?" Indeed, they are doubtful of My message. Indeed, they have not yet tasted My retribution. (38:6-8)


The Black Campaign Waged by Those with White Turbans

The message delivered by Muhammad baffled and bewildered the bearded and turbaned Meccan clerics. They first tried to attack his character. They accused and insulted him to be a "wizard," a dreaming "poet," or "a crazy man."

Do not set up besides God any other God. I am sent by Him to you as a manifest warner. Consistently, when a messenger went to the previous generations, they said, "Magician," or, "Crazy." Did they make an agreement with each other? Indeed, they are transgressors. (51:51-53)


When they were told "La Elaaha Ella Allah [There is no other God besides God]," they turned arrogant. They said, "Shall we leave our gods for the sake of a crazy poet?" (37:35-36)


Those who disbelieved show their ridicule in their eyes when they hear the message and say, "He is crazy!" It is in fact a message to the world. (68:51-52)


The Quran encourages Muhammad not to give up against this negative propaganda. Muhammad's mission was to deliver the message at the cost of losing his popularity.

You shall remind the people. With your Lord's blessings upon you, you are neither a soothsayer, nor crazy. They may say, "He is a poet; let us just wait until he is dead." Say, "Go on waiting; I will wait along with you." Is it their dreams that dictate their behavior, or are they naturally wicked? Do they say, "He made it all up?" Instead, they are simply disbelievers. (52:29-33)


The Reaction and Plans of Disbelievers

Tyranny and terror is a prevalent characteristic of mushriks. Terror and violence is a defense mechanism of many who prefer not to use their brains. The polytheistic elite of Athena convicted Socrates to death for questioning the absurdity of their religion. Persian priests tried to get rid of Zoroaster. Jewish clerics conspired with Romans to kill Jesus for his threat to their abuse of religion. In defense of his theocratic and oppressive regime, Pharaoh mobilized his generals and religious leaders to eliminate Moses. Shuayb's life was threatened by his people. Noah was stoned. Abraham was rejected by his own father and was thrown to fire. Some messengers were evicted and others were killed. Muhammad, who declared intellectual war against slavery, subjugation of women, racism, superstitions, ignorance, illiteracy, ancestor-worship, and exploitation of religious beliefs, would not be treated differently.

The disbelievers plotted and schemed to naturalize you, or kill you, or banish you. However, they plot and scheme, but so does God. God is the best schemer. When our revelations are recited to them, they say, "We have heard. If we want to, we can say the same thing. These are only tales from the past." (8:30-31).


The forerunners who took all kinds of risks by siding with Muhammad, encountered difficult tests. They were excommunicated. They were rejected by their families and relatives. They experienced economic hardship. They were subjected to the insult and torture of mushrik Arabs. They were oppressed, banished from their land, and were viciously attacked. Many were killed; but they did not give up from their conviction and cause.

The Arabs are the worst in disbelief and hypocrisy, and the most likely to ignore the laws that God has revealed to His messenger. God is Omniscient, Most Wise. (9:97) (FN12)


Muhammad was the main target of mushrik Arabs. Not only he had lost his popularity among his people; his life was in danger. However, he was ordained by the Lord of the Universe. He was commissioned to deliver the Message without compromise. He became the recipient of the greatest possible honor, receiving revelation from God.

… God has sent down to you the scripture and wisdom, and He has thought you what you never knew. Indeed, God's blessing upon you have been great. (4:113)


While the multifarious aggressive campaign of the Meccan government and its allies in the region continued, Muhammad and his comrades promoted the freedom of expression and religious beliefs.

Say, "O you disbelievers. I do not worship what you worship. Nor do you worship what I worship. Nor will I ever worship what you worship. Nor will you ever worship what I worship. To you is your religion, and to me is my religion." (109:1-6)


The leaders whose political and economic interest was at risk, and the ignorant followers, whose conformity was disturbed, responded this message of "leave us alone" with violence. But, their bloody terror and noise could not prevent the light from piercing and destroying the layers of darkness.

FOOTNOTES:
1. The common belief among Muslims is to the contrary. Clerics and scholars, in order to distinguish themselves from the Meccan mushriks, fabricated stories about statues. There are dubious narrations that Muhammad broke statutes occupying Kaba. However, the Quran that occasionally refers to the statues of previous communities (see: 6:74; 7:138; 14:35; 21:57; 26:71),never mentions the statues or icons of Meccan mushriks. Furthermore, there is no archeological evidence to support the claims of Muslim scholars. Besides, the classic book about statues, Al-Kalbi's KITAB UL ASNAM (The Book of Statues), contains many contradictory descriptions of the so-called Arabian statues. Muslim historians who were disturbed by lack of material evidence for the allegedly abundant Arabian statues came up with a "cookie" theory: Meccan idol-worshipers were making their statues from cookies and when they got hungry they used to eat them. That should explain why archeologist cannot find statues in the region for that era! Phew!

2. Shirk is described by the Quran in various contexts. Setting up partners with God, or accepting prophets, clergymen and scholars as authorities in God's religion is considered as an unforgivable sin. See 42:21; 9:31; 3:18; 2:48; 6:21; 6:145; 7:17-37; 17:46; 45:6; 16:89; 6:112-115; 19:82; 46:6; 25:30; etc.

3. See the author's book, "19 Questions For Christian Clergy."

4. The detailed argument on this subject can be found in author's Turkish book, "Errors in the Translations of the Quran."

5. They were originally Zilhija, Muharram, Safar, Rabi 1, and later their order was changed by mushriks.

6. The purpose and practice of polygamy is another distorted issue in islam (submission). Though the Quran discourage polygamy with two verses (4:3 and 4:129), it allows it as a social and economic institution to take care of orphans in a family environment. The Quran allows polygamy with widows who have children. This permission allowed those who could afford to marry with widows to provide a father figure to their children and take care of their needs. Interestingly, the verse clarifying this limited permission is traditionally mistranslated despite its clear grammatical structure. The correct translation of the verse:
"They consult you concerning women: say, 'As recited for you in the scripture, God enlightens you regarding the rights of orphans of women whom you deprive of their dowries while seeking to marry them, regarding the disadvantaged children: you shall treat the orphans equitably. Whatever good you do, God is fully aware thereof." (4:127).
Unfortunately, Muslim Scholars abused this limited permission and justified marrying with four women at a time even without the permission of the first wife who was deprived her right to divorce!

7. The examples of this category are listed in verse 5:3.

8. Many speculations made by Muslims to provide medical reasons for prohibition of meat of pig. Though, I consider it as a divine commandment to be followed for just the sake of obeying the Creator of the Universe, I think one of the reasons might lay in the waste of resources and environmental pollution. It is a well-known fact that pigs produce 6 times more waste than other domestic animals. Pig farms have caused serious environmental problems in some States, such as in North Carolyna . Besides emmitting disturbing smell, pig waste has contaminated the underground water in many nerby towns.

9. Muslim scholars, among many facts, have distorted this one too. They fabricated and narrated stories claiming that Muhammad was an illiterate man and maintained his illiteracy until his death. This claim not only contradicts the Quran and the historical facts, but it is also an insult to Muhammad. Was the prophet who brought a book and dictated it for 23 years not able to recognize the 28 letters of Arabic alphabet? How come a prophet who brought a scripture, which its first revelation starts with the word "READ," did not try to learn how to read? Why a prophet who encouraged his friends to learn how to read and write himself did not practice what he preached to others? If Muhammad was illiterate, then he was either a crook trying to fool people that he could not read (which is impossible since there were literally thousands of people who knew him since his childhood) or he did not have the intelligence to learn how to read and write! To support their claim of "Literal Miracle" Muslim Scholars resorted to this obvious lie and interestingly reached consensus on it!

10. Meccan Arabs initially called Muhammad and his followers, "Sabeen" meaning "followers of other religions."

11. The famous atheist philosopher, Friedrich Nietzsche, was so fed up with the abuse and exploitation of the Church, he opened a scorching attack on clergymen. He wrote, "As long as the priest is considered a higher type of man–this professional negator, slanderer, and poisoner of life–there is no answer to the question: what is truth? For truth has been stood on its head when the conscious advocate of nothingness and negation is accepted as the representative of "truth." … In Christianity neither morality nor religion has even a single point of contact with reality.… This world of pure fiction is vastly inferior to the world of dreams insofar as the latter mirrors reality, whereas the former falsifies, devalues, and negates reality. Friedrich Nietzche, The Antichrist, in The Portable Nietzche, ed. and trans. Walter Kaufmann (New York: Viking, 1954).

12. The following verse, 9:99, makes an exception of this statement.
User avatar
pod-rock
Translator
 
Posts: 786
Joined: Tue Nov 28, 2006 1:25 pm

Postby pod-rock » Thu May 31, 2007 7:37 am

Edip Yuksel vs. Ali Sina

Ronde V

Dear Edip,

Anda memulai argumen anda dengan berkata bahwa saya memakai hadits utk menghina Muhammad. Dapatkah anda tunjukan contohnya?

Dalam debat dg anda ini, setelah tahu dengan pasti bahwa anda menyangkal legitimasi hadits, saya menahan diri agar tidak membawa hadits sebagai bukti klaim saya terhadap Muhammad. Jika saya pakai hadits, maka itu adalah hadits yg didukung oleh ayat2 Quran. Saya memulai debat saya dg menunjukkan bahwa Quran dan Islam tidak dapat dimengerti tanpa referensi kepada Hadits dan Sira.

Bukti itu adalah dalam jawaban panjang anda. Disini anda melenceng jauh dan bukannya menjawab pertanyaan2 saya anda malah copy-paste dari salah satu buku anda, memberi perincian kehidupan Muhammad tanpa berusaha membantah klaim saya bahwa Quran tanpa hadits tidak bisa dimengerti dan islam tanpa biografi Muhammad adalah tidak ada artinya. Karena anda sepenuhnya mengabaikan topik yg ada dan bahagia dg copy paste dari buku anda, saya cenderung utk percaya bahwa anda sesungguhnya tidak punya jawaban bagi poin2 yg saya angkat.

Tapi, meskipun klaim anda bahwa Quran bisa menjelaskan dirinya sendiri, anda membuat pernyataan2 yg tidak ada dalam Quran.

Anda tulis:

Adalah 570 tahun setelah Kristus ketika Muhammad lahir di Mekah. Diumur 40 dia membuat sebuah pernyataan yg mengagetkan orang2. Dibulan Ramadhan tahun 610, dia mengklaim telah dikunjungi oleh Wahyu Suci (alias Jibril atau Roh Kudus) mengantarkan padanya pesan dari Tuhan. Klaim ini pertamanya dirahasiakan dan hanya diberitahu pada beberapa teman dekat dan kerabat. Beberapa tahun kemudian dia mengumumkan kepublik kenabiannya dan perlawanannya pada kekuasaan politik dan religius yg ada di Mekah saat itu. Sebuah era revolusi dan reformasi yg akan mengubah sejarah dunia telah dimulai.

Muhammad, seorang anggota suku yg sangat berkuasa dan pedagang internasional yg sukses, bukan penduduk biasa mekah. Dg pribadi yg dapat dipercaya dan penilaian yg berpengaruh, dia mendapatkan penghormatan dari oligarki teokratik. Pamannya adalah pemimpin2 salah satu suku terkemuka dan aktif dalam urusan agama, sosial, politik dan ekonomi.

Orang2 arab hidup dalam daerah Hijaz adalah keturunan Yahudi dan Abraham adalah kakek moyang mereka. Mekah atau Baka adalah lembah dimana Abraham pernah pindah, setelah pengasingannya dari Babylon. Hanya ada satu referensi utk kota penting ini dalam Perjanjian Lama:


Darimana anda tahu ini semua? Informasi ini tidak diberikan dalam Quran. Informasi ini hanya dapat ditemukan dalam hadits dan sira. Tapi anda bilang bahwa islam anda tidak membutuhkan ‘sampah2’ ini dan Quran saja cukup. Lalu darimana anda tahu Muhammad lahir tahun 570 AD di Mekah dan diumur 40 membuat pengumuman dll, dll?

Dalam buku yg anda tulis, anda memberikan banyak informasi mengenai Muhammad, mengenai Mekah, pamannya dan bahkan nama-nama musuh2nya. Anda tahu persis pada umur berapa dan tahun berapa Jibril mengunjunginya. Anda bilang Abraham adalah kakek moyang yg legendaris dari orang Yahudi dan Arab. Darimana anda tahu ini semua? Informasi ini hanya ada dalam Bible dan hadits. Tapi anda bilang hadits adalah setumpukan sampah yg bisa menenggelamkan sebuah kota. Apa anda menerima Bible? Anda bicara dengan rinci tentang kostum orang Arab jaman itu dan fakta bahwa waktu ziarah juga digunakan utk tujuan dagang. Anda bilang kejadian2 ini digunakan utk kompetisi budaya dan atletik seperti syair dan gulat dan bahwa Mekah adalah pusat aktivitas ekonomi, politik dan budaya dari sebuah daratan yg luas. Anda bahkan membicarakan tentang Bilal dan fakta bahwa dia diselamatkan oleh “salah seorang sahabat Muhammad” dan anda mengungkit2 hadits apokripa (yg diragukan) bahwa Summayyah adalah martir muslim yg pertama. Terdapat banyak sekali informasi dalam buku yg anda tulis yg tidak ada penjelasannya didalam Quran. Darimana anda dapat informasi ini semua?

Anda diam2 mencuri dari buku hadits dan Sira, ya kan? You naughty little devil you! Mestinya ngga boleh, tahu. Anda mengorek2 tumpukan sampah utk mencari hal yg baik2 bagi kita dan menyembunyikan sampah kotor dan menjijikan yg disangkutkan dengan nabi anda. Baik sekali anda! Anda benar2 penyelamat islam.

Jelas anda mengatakan sesuatu hal dan melakukan hal yg lain sama sekali. Apa ini bagus? Jadi anda tidak menolak hadits dan Sira seluruhnya. Anda hanya menolak bagian yg tidak memenuhi tujuan anda. Tak satupun info yg anda tulis dalam buku anda ada dalam Quran dan anda terus-terusan bilang Quran saja sudah cukup? Jika Quran saja cukup kenapa anda menggali ketumpukan sampah hadits utk menulis buku anda?

Kenapa tidak jujur? Mari kita katakan bahwa anda setuju dengan bagian2 hadits yg tidak memalukan dan menjelekan tapi utk hadits2 yg bisa jadi skandal maka itu semua adalah sampah. Fakta bahwa Muhammad lahir ditahun 570 M tidak memalukan, jadi anda tidak punya masalah dg itu. Tapi jika sumber yg sama bilang dia membantai Bani Quraish atau memperkosa anak umur 9 tahun maka semua itu adalah karangan dan sampah. Terima kasih telah mengajarkan kita kejujuran Islami. Dironde III dan IB saya angkat serangkaian pertanyaan. Anda bahkan tidak menyentuhnya. Ini daftarnya:

1. Bagaimana bisa karakter Muhammad tidak relevan utk klaim ini? Bagaimana kita bisa yakin bahwa dia bukan seorang pembohong? Bagaimana jika dia bohong, dengan alasan yg sama yg dilakukan Jim Jones dan ribuan dukun penipu lainnya, pemimpin cult palsu berbohong, memanipulasi dan mengontrol orang2 bodoh?

2. Muhammad membuat pengakuan palsu sebagai ‘ciptaan terbaik’ dan sebuah ‘suri tauladan’ utk dicontoh. Bagaimana kita memastikan klaim ini? Dan bagaimana kita harus mengikuti suri tauladannya seperti yg diminta Allah dalam Quran jika kita tidak diijinkan utk membaca sejarahnya atau percaya pada sejarahnya? Anda menolak biografi Muhammad seluruhnya (kecuali bagian2 yg tidak menjelekan) jadi bisakah anda katakan bagaimana lagi kita bisa tahu dia utk mengikuti perintah Quran dan mengikuti suri tauladannya? Atau anda bilang ayat2 itu dimana dia bilang ikuti suri tauladanku dan saya sebutkan sebelumnya adalah karangan belaka? Apa kita harus menganggap serius ayat2 tsb dan juga ayat 33.21 yg bilang “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu”?

3. Saya minta anda utk menjelaskan arti surat 111 dan 38.41-44 tanpa mengacu pada Hadits, tafsir dan sira, dg hanya mencoba mengartikannya dari Quran. Bisa ngga? Ini Cuma dua contoh. Kebanyakan dalam Quran tidak bisa dimengerti tanpa hadits dan tafsir dan saya akan terus menunjuk ayat2 seperti itu.

4. Kita juga bicara tentang klaim Quran bahwa Tuhan mengubah yahudi jadi monyet dan babi (5.60) dan berkata “Be ye apes” (2.65, 7.166). Ini bukanlah metafora. Tidak ada akademisi yg mengerti ayat2 itu sebagai metafora karena teksnya dibuat jelas hingga bukanlah metafora. Dapatkah anda jelaskan pada kita bagaimana kemustahilan ini bisa mungkin? Bagaimana fenomena luar biasa tersebut bisa tidak tercatat dalam buku2 sebelum Muhammad menceritakannya? Bagaimana pernyataan menggelikan ini bisa sesuai dengan sains? Ingat andalah yg bilang “Kita akan sampai pada keakuratan sains dari Quran”. Tolong jelaskan ini secara sains.

5. Anda mengklaim Muhammad menulis Quran dengan tangannya sendiri. Saya tanya darimana anda tahu ini. Darimana sumber2nya? Kenapa kita harus percaya anda ketika Muhammad sendiri mengaku buta huruf dan tidak bisa membaca. 7.157, 6.22.

6. Anda membuat klaim bahwa ummi artinya bukan buta huruf tapi gentile. Saya kutip ayat 2.78 dimana Muhammad menyinggung orang Yahudi dan menyebut mereka ummayoon karena mereka tidak dapat membaca buku mereka. Apa jawaban anda?

7. Kita bicarakan surat 33 dan saya katakan surat ini tidak jelas dengan sendirinya. Saya minta anda jelaskan siapa “sekutu” yg disebut dalam ayat 20 dan dari mana mereka tidak jadi ditariknya. Jelaskan tanpa referensi hadits atau tafsir.
User avatar
pod-rock
Translator
 
Posts: 786
Joined: Tue Nov 28, 2006 1:25 pm

Postby pod-rock » Thu May 31, 2007 7:40 am

Edip Yuksel vs. Ali Sina
Ronde V

Edip tidak menjawab, tapi malah copy paste dengan artikel ini, saya juga tidak akan terjemahkan karena pada bagian jawaban Ali Sina ada diterjemahkan sebagian dari artikel ini sebelum jawaban Ali Sina.

To the Power of 666!
Edip Yuksel, 19.org

If Muslims are Terrorists, then Jews and Christians are Terrorists to the Power of 666!
The Diabolic Coalition Exposed: Evilgelical Crusaders, Fascist Zionists, and Fanatic Hislamics Are Following Six Steps to Discredit the Quran


The verse 9:5 does not encourage Muslims to attack those who associate partners to God, but to attack those who have violated the peace treaty and killed and terrorized people because of their belief and way of life. The Quran does not promote war; but encourages us to stand against aggressors on the side of peace and justice. War is permitted only for self-defense (See: 2:190,192,193,256; 4:91; 5:32; 60:8-9). We are encouraged to work hard to establish peace (47:35; 8:56-61; 2:208). The Quranic precept promoting peace and justice is so fundamental that peace treaty with the enemy is preferred to religious ties (8:72).

The verse 9:29 is mistranslated by almost every translator. The correct translation of it should be:

"You shall fight (back) against those who do not believe in God, nor in the last day, and they do not prohibit what God and His messenger have prohibited, and do not abide by the system of truth among those who received the scripture, until they pay the COMPANSATION, in humility."

You have noticed that I inserted a parenthesis since the context of the verse is about the War of Hunain, and fighting is allowed for only self defense. See: 2:190-193, 256; 4:91; and 60:8-9.

Furthermore, note that I suggest COMPENSATION instead of Arabic word Jizya. The meaning of Jizya has been distorted as a perpetual tax on non-Muslims, which was invented long after Muhammad to further the imperialistic agenda of Sultans or Kings. The origin of the word that I translated as Compensation is JaZaYa, which simply means compensation, not tax. Because of their aggression and initiation of a war against muslims and their allies, after the war, the allied community should require their enemies to compensate for the damage they inflicted on the peaceful community. Various derivatives of this word are used in the Quran frequently, and they are translated as COMPANSATION for a particular deed.

Unfortunately, the distortion in the meaning of the verse above and the practice of collecting a special tax from Christians and Jews, contradict the basic principle of the Quran that there should not be compulsion in religion and there should be freedom of belief and expression (2:256; 4:90; 10:99; 18:29; 88:21,22). Since taxation based on religion creates financial duress on people to convert to the previliged religion, it violates this important Quranic principle. Dividing a population that united under a social contract (constitution) into previliged groups based on their religion contradicts many principles of the Quran, including justice, peace, and brotherhood/sisterhood of all humanity.

Some uninformed critics or bigoted enemies of the Quran list verses of the Quran dealing with wars and declare islam to be a religion of violence. Their favorite verses are: 2:191; 3:28; 3:85; 5:10,34; 9:5; 9:28-29; 9:123; 14:17; 22:9; 25: 52; 47:4 and 66:9. In this article, I refuted their argument against 9:29, and I will discuss each of them later.

Some followers of Sunni or Shiite religions, together with their like-minded modern Crusaders, abuse 9:5 or 9:29 by taking them out of their immediate and Quranic context. Sunnis and Shiites follow many stories and instructions falsely attributed to Muhammad that justify terror and aggression. For instance, in a so-called authentic (or authentically fabricated) hadith, after arresting the murderers of his shepherd, the prophet and his companions cut their arms and legs off, gauge their eyes with hot nails and leave them dying from thirst in the dessert, a contradiction to the portrayal of Muhammad's mission in the Quran (21:107; 3:159). In another authentically fabricated hadith, the prophet is claimed to send a gang during night to secretly kill a female poet who criticized him in her poetry, a violation of the teaching of the Quran! (2:256; 4:140; 10:99; 18:29; 88:21-22). Despite these un-Quranic teachings, the aggressive elements among Sunni or Shiite population have almost always been a minority.

Six Diabolic Steps to Distort and Discredit

The following six steps are cleverly utilized over and over by the enemies of islam, including Christian missionaries, to discredit the Quran. For the 3rd and 4th steps they find great ammunition inside the volumes of hadith and sectarian jurisprudence books. (No wonder they like those books very much). For the 5th and 6th steps they find many allies among Sunni or Shiite versions of Hislamics who are extremely intoxicated by those anti-islamic sectarian teachings. Here are the repeated sixes:

(1) Ignore the fact that the Quran is a self-sufficient, self-explaining and detailed book, and destroy its semantic network by deliberately disconnecting its verses. Take a portion of the Quran and ignore all other verses that explain, supplement or bring limitation to that verse. If this is not enough to make it ugly or scary, then;

(2) Reduce your reference to a smaller portion; take a Quranic verse or part of it out of its immediate context. If this is not enough to make it ugly or scary, then;

(3) Twist the meaning of some words. You may even find a sectarian book or a website that has done that before you. If this is not enough to make it ugly or scary, then;

(4) Refer to the mishmash collection of fabrications called hadith and sunnah; there you will find a treasury of trash to stink an entire city. Claim that the Quran is useless and unintelligible without these sources. Some Hislamic people will be confused by your love of those "holy" teachings! That is a good sign. If you cannot convince, you must confuse… But, your goal is to convert as many as possible. So, find as much as garbage out of the Hislamic sources and introduce it as Islamic. If this is not enough to make it ugly or scary, then;

(5) Pick some examples of Sunni or Shiite idiots or terrorists, from among more than a billion Muslims, and generalize it to all Muslims. Especially, choose your examples from traumatized populations that have been abused and oppressed under the occupation of USA, UK, Israel, or Russia, or under the tyranny of a puppet dictator supported by one of these nations. While doing this, you must entirely ignore all the wars, destructions, massacres, tortures, and terrorist acts committed by the Judeo-Christian forces. If this is not enough to make it ugly or scary, then;

(6) Exchange words of hatred and bigotry with some intoxicated Sunni or Shiite Hislamics. Then go to your church, sing songs about love and Jesus, and do not forget asking forgiveness for your sins. You will start your next day clean and ready to commit more sins. Your Hislamic partner (!) will be waiting for you since they do not have confession sessions. If this is not enough to make it ugly and scary, then you have picked a very wrong verse. Choose another verse from the Quran, and go back and start from step one!

Let's apply it to the Bible: "Jesus and His Disciples were a warmongering gang!"

Almost any big size book can be discredited by this dishonest and deceitful method; any book! By following these steps, I could easily depict Jesus, one of the messengers of peace (islam), as a divider and a trouble maker, rather than a peacemaker. Let's take one example from Bible:

"Suppose ye that I am come to give peace on earth? I tell you, Nay; but rather division: For from henceforth there shall be five in one house divided, three against two, and two against three. The father shall be divided against the son, and the son against the father; the mother against the daughter, and the daughter against the mother; the mother in law against her daughter in law, and the daughter in law against her mother in law." Lu 12:51-53

"Think not that I am come to send peace on earth: I came not to send peace, but a sword." Matthew 10:34



By using the Evilgelical's own methodology of treating the Quran, I came up with a peace-hating, anti-family, troublemaker called Jesus! All I did was to take the verse out of its context. I did not even resort to twisting its words or adding some trash from secondary sources, or giving some examples from crusades, inquisitions, slavery, or irritate and provoke some crazy people among Evilgelical Crusaders.

By using the first two of the six steps, I could claim that the disciple of Jesus were, in fact, a dangerous gang who were planning to shed blood in that peaceful region. They were savages who cut the ears of their opponents:

And, behold, one of them which were with Jesus stretched out his hand, and drew his sword, and struck a servant of the high priest's, and smote off his ear. (Mt 26:51. Also see: Mark 14:47 ; Lu 22:50; John 18:10)


I could depict Jesus and his disciples as a gang of blood-thirsty troublemakers, by adding verses justifying violence, blood-shed, massacres and tortures from the Old Testament, which was heavily relied by Jesus and his supporters for their mission. I could even reasonably speculate that Jesus and his few followers were planning a huge massacre in the region, but the Roman Empire stopped them before the cult reached to a dangerous number (Luke 21:24);. Knowing that they were provoked prematurely, Jesus reminded Peter:

"Then said Jesus unto him, Put up again thy sword into his place: for all they that take the sword shall perish with the sword." (Mt 26:51).


I could reasonably ask a Christian who claims his religion to be the religion of peace: "You will agree that this event happened in the last days of Jesus. Why then did Jesus never tell his disciples not to carry SWORDS before one of them cut off the ear of the servant of the high priest? Or, do you want us to believe that Peter, who was putting his life at risk by trying to defend Jesus did not give a hoot to the instruction of his leader? Was Peter carrying the sword to peel cucumbers? Obviously, Jesus had seen that his disciple(s) were carrying swords and he did not mind. However, here he knew that tactically using sword would not save them from the Roman army and it would be a futile and premature fight." Perhaps, my argument to depict Jesus as another potential Samson who killed a thousand men with the jaw of an ass (Jg 15:16) would receive cheers from the enemies of Jesus.

To depict Jesus as a rebel who planned a bloody revolution, I could cite Mt 21:12; Mr 11:15; Jo 2:19 and claim that he attacked the temple and destroyed its properties. I might have even continued the attack by quoting him:

"But those mine enemies, which would not that I should reign over them, bring hither, and slay them before me." (Lu 19:27).
Then said he unto them, But now, he that hath a purse, let him take it, and likewise his scrip: and he that hath no sword, let him sell his garment, and buy one. (Luke 22:36)


However, if I had done this it would be unfair to the teaching of Jesus, one of the messengers of islam (peace and submission to God), delivered by the New Testament. It would be unfair because I would be taking them out of their context. Without even mixing them with the verses of the Old Testament that usually published in the same volume and frequently referred by the New Testament.

Modern Crusaders, Allied with Big Corporations are Orchastrating a Deceptive Propaganda and Misinformation Campaign to Promote their Bloody Cause to Colonize New Lands and Convert More People

Modern Crusaders distort verses of the Quran, exaggerate the deeds of terrorists and even attribute some events motivated by nationalism or other motives to islam. Their propaganda machine never referred to the Serbs as Christian Rapists and Christian Terrorists. Their propaganda machine never referred to the torturer and murderer Zionist occupying forces as Jewish Terrorists, or Jewish Murderers. Their propaganda machine never acknowledge the Christian faith and zeal behind Nazi crimes. But, they frequently associated any act of terrorism to Islam and Muslims. Furthermore, they cleverly managed to depict the freedom seeking victims of brutal occupying forces as agrressors in conflicts such as Chechenya, or Palestine.

They try to depict islam as a violent religion, thereby seeking to justify their own terror, massacres, pre-emptive wars, which are cunningly promoted in a euphemistic language through their propaganda machines. They don't kill and terrorize civilians; they just produce collateral damage and they just perform colorful shows of "shock and awe." They do not torture prisoners; they either interrogate them or turn them to anecdotals. They do not destroy cities; they do surgical and smart operations. They do not occupy others' lands; they liberate them. They do not take revenge; they take justice to their enemies. Thus, media is cleverly used to hypnotize masses and get their support for neo-colonialism. The ruling class in democracies use media to "manifacture concent." In order to plunder the resources of other countries, greedy corporations and their unholy allies replace one dictator after another, create wars and conflicts, undertake covert operations, and if they are bored, they play liberation games for fun and profit, big profit.

Crusaders have directly participated or supported many atrocities and wars in the last millennium; they have killed many more innocent people than their counterpart Sunny or Shiite warmongers. Inquisition, crusades, witch-hunt, World War I and II, holocaust, Hiroshima, Nagasaki, Phillipines, Korea, Vietnam, Nikaragua, Arjantine, Iraq are just few words in the long list of wars and massacres that are committed or supported by those who call themselves Christians. Nazis used the traditional Christian hatred of Jews as fuel and a twisted Cross (swastika) as the symbol for their racist ambitions. The list of British and American wars, occupations, massacres, slavery, covert operations that were conducted with the approval and support of the Christian church or masses is too long and too gruesome. You can still find many Christians justifying the biggest terrorist attack in the history, the destruction of two big cities with their hundreds of thousands civil population, as a retaliation to the Japanese attack to an American military base. American government has not apologized humanity for this horrific and cowardly act of terror. The mentality of these Crusaders is no different than those of al-Qaida militants who justified the destruction of the World Trade Center as retaliation to the American support for the Israeli's racist policy of occupation, massacres and terror in Palestine.

Evilgelical Christians or Modern Crusaders Use Proxies for their Bloody Cause

Evilgelicalism is a growing radical movement in Christendom, officially known as Evangelical Christians. They are also known as Left-behind Rapture Freaks. Here, we will refer them by mutating several letters in their name so that their name will fit their deeds: Evilgelicals. Yes, Evilgelicals have recently mobilized all their sources to launch a campaign against the Quran in order to convert Muhammad-worshipers to Jesus-worshipers. Though there won't be much difference, since both populations are like identical twins, but the plan is to start a new era of colonialism and slavery through holy Trojan horses.

Bishop Desmond Tutu, the South African civil right leader, once articulated the method of colonialist Evilgelicals in nutshell: “When the missionaries came to Africa, they had the Bible and we had the land. They said: "Let us pray." We closed our eyes. When we opened them we had the Bible and they had the land.”

But, Crusaders are no more relying on prayers or the closed eyes of their victims to grab their lands. Many people nowadays are no more closing their eyes while praying, especially when there is a priest around. Since public learned that some priests grab other things besides lands, there is more reluctance to close eyes. So, the priests and their followers have mutated since last century and have transformed to modern Evangelicals.

This new strand of crusaders use all kinds of media for propaganda, combining their mesmerizing effect with the devastating impact of smart and dumb bombs and modern weapons. They call themselves pro-lifers, but they are always for increase in military budgets, they chant "God bless America" whenever USA-Inc invades a country and kills tens of thousands of its population, and they are more likely support capital punishment. Though they claim that "it is easier for a camel to go through the eye of a needle, than for a rich man to enter into the kingdom of God" (Mt 19:24; Mr 10:25; Lu 18:25), in reality they support policies that make rich richer and poor poorer

They no more adhere the highest ethical standars thought by Jesus. To the contrary, for centuries they made a travesty out of it. Before they suck the blood of their victims, they no more use the pain-reducing and sleep-inducing formulas, such as, "right-cheek, left-cheek" or "coat after cloke" (Mt 5:39; Lu 6:29). They claim to bring peace and liberty to barbarians by invading their lands through proxy fighters, such as the armies of corporate-nations. While barbarians terrorize, they do awing and shocking. They destroy their homes, smack their heads, kill their children, torture, rape, and sodomize those they have captured. They further justify their method by comparing their action to the ones committed by the "few thugs" who were ironically their former allies in their preivous operations, and they look adamant to outdo those barbarians in the acts of shedding blood and inflicting pain.

Repeating the Old Habits

In the lands they occupy they kill 666 times more innocent people than their counterpart Hislamic barbarians. They excuse themselves by babtising those dead and mutilated bodies with the holy word "collatoral damage." If one of them or an innocent person is beheaded by Hislamic radicals by sword, they complain from barbaric nature of this and go on killing spree and shatter their heads together with the heads of many collatoral lambs.

Evangelical Christians have last year got a great doze of virtual blood and passion by watching several hours of brutal beating of their idol on the screens. While their mouth uttered peace songs, they dreamed blood and more blood. They drank wine pretending to be the blood of their sacrifical lamb, they ate bread pretending to be the flesh of their idol, but pretence was not satisfying them like actual blood and flesh. They are now determined to direct their anger away from Jews to Arabs. Sucking the blood from Jews is no more feasable since Jews have cleverly taken the top seats almost everywhere. For its unending apetite to suck more semitic blood, this dangerously mutated strand signed a contract with a newly mutated blood-sucking strand of Children of Israil.

Sure, on the other hand, there are many peacemaking Christians who follow the teaching of Jesus in this regard (Matthew 5:9), such as Jehovah Witnesses and Quakers, who have consistently and bravely opposed aggression and unjustified wars. Similarly, among the Jews too there are many peaceful people bravely condemning Israel's fascist policy. Nevertheless, the Old Testament, which is accepted by most Christians as verbatim word of God, is filled with horrific and racist instructions to commit terror, massacres and genocide that cannot be attributed to a Caring and Merciful Lord of all people. It is a great wonder that those Christians and Jews, who take this and few other Quranic verses out of their context in the hopes of misrepresenting the peaceful message of islam, do not see the sword in their own bloody eyes. I do not think that any contextual argument would be able to transform the following blood-sucking beasts to the knights of peace:

And they utterly destroyed all that was in the city, both man and woman, young and old, and ox, and sheep, and ass, with the edge of the sword. (Jos 6:21).


And Judah went up; and the LORD delivered the Canaanites and the Perizzites into their hand: and they slew of them in Bezek ten thousand men. And they found Adonibezek in Bezek: and they fought against him, and they slew the Canaanites and the Perizzites. But Adonibezek fled; and they pursued after him, and caught him, and cut off his thumbs and his great toes. And Adonibezek said, Threescore and ten kings, having their thumbs and their great toes cut off, gathered their meat under my table: as I have done, so God hath requited me. And they brought him to Jerusalem, and there he died. Now the children of Judah had fought against Jerusalem, and had taken it, and smitten it with the edge of the sword, and set the city on fire. And afterward the children of Judah went down to fight against the Canaanites, that dwelt in the mountain, and in the south, and in the valley. And Judah went against the Canaanites that dwelt in Hebron: (now the name of Hebron before was Kirjatharba:) and they slew Sheshai, and Ahiman, and Talmai.And from thence he went against the inhabitants of Debir: and the name of Debir before was Kirjathsepher: And Caleb said, He that smiteth Kirjathsepher, and taketh it, to him will I give Achsah my daughter to wife. (Jg 1:4-12).


And the haft also went in after the blade; and the fat closed upon the blade, so that he could not draw the dagger out of his belly; and the dirt came out… And they slew of Moab at that time about ten thousand men, all lusty, and all men of valour; and there escaped not a man. (Jg 3:22,29)


Then I shall make the heavens shudder, and the earth will be shaken to its foundations at the wrath of the Lord of Hosts, on the day of blazing anger. Like a gazelle pursued by a hunter or like a flock with no shepherd to round it up, every man will head back to his own people, each one will flee to his own land. All who are found will fall by the sword, all who are taken will be thrust through; their babies will be battered to death before their eyes, their houses looted and their wives raped (Isaiah 13:13-15).


Now go and smite Amalek, and utterly destroy all that they have, and spare them not; but slay both man and woman, infant and suckling, ox and sheep, camel and ass. (1Sa 15:3).


But the LORD is the true God, he is the living God, and an everlasting king: at his wrath the earth shall tremble, and the nations shall not be able to abide his indignation. (Jer 10:10).


Why do the wicked prosper and the treacherous all live at ease?... But you know me, Lord, you see me; you test my devotion to you. Drag them away like sheep to the shambles; set them apart for the day of slaughter (Jer 12:1-3).


Then shalt thou say unto them, Thus saith the LORD, Behold, I will fill all the inhabitants of this land, even the kings that sit upon David's throne, and the priests, and the prophets, and all the inhabitants of Jerusalem, with drunkenness. And I will dash them one against another, even the fathers and the sons together, saith the LORD: I will not pity, nor spare, nor have mercy, but destroy them. (Jer 13:13-15)


They shall die of grievous deaths; they shall not be lamented; neither shall they be buried; but they shall be as dung upon the face of the earth: and they shall be consumed by the sword, and by famine; and their carcases shall be meat for the fowls of heaven, and for the beasts of the earth. (Jer 16:4).


A curse on all who are slack in doing the Lord's work! A curse on all who withhold their swords from bloodshed! (Jeremiah 48:10)


The LORD hath brought forth our righteousness: come, and let us declare in Zion the work of the LORD our God. Make bright the arrows; gather the shields: the LORD hath raised up the spirit of the kings of the Medes: for his device is against Babylon, to destroy it; because it is the vengeance of the LORD, the vengeance of his temple. Set up the standard upon the walls of Babylon, make the watch strong, set up the watchmen, prepare the ambushes: for the LORD hath both devised and done that which he spake against the inhabitants of Babylon.O thou that dwellest upon many waters, abundant in treasures, thine end is come, and the measure of thy covetousness. The LORD of hosts hath sworn by himself, saying, Surely I will fill thee with men, as with caterpillers; and they shall lift up a shout against thee. He hath made the earth by his power, he hath established the world by his wisdom, and hath stretched out the heaven by his understanding. When he uttereth his voice, there is a multitude of waters in the heavens; and he causeth the vapours to ascend from the ends of the earth: he maketh lightnings with rain, and bringeth forth the wind out of his treasures. Every man is brutish by his knowledge; every founder is confounded by the graven image: for his molten image is falsehood, and there is no breath in them. They are vanity, the work of errors: in the time of their visitation they shall perish. The portion of Jacob is not like them; for he is the former of all things: and Israel is the rod of his inheritance: the LORD of hosts is his name. Thou art my battle axe and weapons of war: for with thee will I break in pieces the nations, and with thee will I destroy kingdoms; And with thee will I break in pieces the horse and his rider; and with thee will I break in pieces the chariot and his rider; With thee also will I break in pieces man and woman; and with thee will I break in pieces old and young; and with thee will I break in pieces the young man and the maid; I will also break in pieces with thee the shepherd and his flock; and with thee will I break in pieces the husbandman and his yoke of oxen; and with thee will I break in pieces captains and rulers. And I will render unto Babylon and to all the inhabitants of Chaldea all their evil that they have done in Zion in your sight, saith the LORD. (Jer 51:10-24)


And to the others he said in mine hearing, Go ye after him through the city, and smite: let not your eye spare, neither have ye pity: Slay utterly old and young, both maids, and little children, and women: but come not near any man upon whom is the mark; and begin at my sanctuary. Then they began at the ancient men which were before the house. (Eze 9:5-6).


And I will set my jealousy against thee, and they shall deal furiously with thee: they shall take away thy nose and thine ears; and thy remnant shall fall by the sword: they shall take thy sons and thy daughters; and thy residue shall be devoured by the fire. (Eze 23:25).


Therefore he brought upon them the king of the Chaldees, who slew their young men with the sword in the house of their sanctuary, and had no compassion upon young man or maiden, old man, or him that stooped for age: he gave them all into his hand. (2Ch 36:17).


Let the high praises of God be in their mouth, and a twoedged sword in their hand; To execute vengeance upon the heathen, and punishments upon the people; To bind their kings with chains, and their nobles with fetters of iron; To execute upon them the judgment written: this honour have all his saints. Praise ye the LORD. (Ps 149:6-9)


Therefore wait ye upon me, saith the LORD, until the day that I rise up to the prey: for my determination is to gather the nations, that I may assemble the kingdoms, to pour upon them mine indignation, even all my fierce anger: for all the earth shall be devoured with the fire of my jealousy. (Zep 3:8)


Despite their bloody and horrific holy teachings, and despite their practice of colonialism, slavery, discrimination, occupations, destructions, covert operations, productions of weapons of mass destruction, making great profits from production and sales of weapons, plunder of natural resources of earth, terrorizing nations, and massacring poor populations, Modern Crusaders and their allies are successful in portraying one billion Muslims as terrorists and themselves as people of peace and freedom!

Terrorists to the Power of 666!

Why terrorizing an entire nation, destroying their cities, killing, torturing, raping and sadomizing their children and youth in the name of "democracy and liberty" should be treated lightly? Why killing tens of thousands of civilians should be forgiven if the murderers, who are also proven congenial liars, use the magic word "collateral damage?" Why smashing the brains of children with bombs or severing their legs and arms should be considered civilized and treated differently than beheadings? Why destroying an entire neighborhood or city and massacring its population by a push of button from the sky should not be considered equally or more evil than the individual suicide bomber blowing himself or herself among his powerful enemies who snuffed out all their hope? Why surviving to push another button to kill more people should be considered a civilized action not the action of those who gave their own lives while doing the killing? How the smile of a well-fed and well-armed mass murderer be deemed more sympathetic than the pain and anger of a poor person? How can one honestly call an occupying foreign military force to be freedom fighters? How can one call the native population to be terrorists just because they are fighting against an arrogant and lethal occupation army which was mobilized against them through lies and deception? Why the children of poor Americans are used to kill the children of poor countries?

We should not favor one criminal over another because of their religion or nationality. However, state terrorism, regardless of the nationality and religion of the population, is much more cruel, dangerous, and sinister than the group or individual terrorism. In our stand against war, violence, and terrorism we must be consistent and fair. Peacemakers and promoters must also PROTEST and CONDEMN the atrocities conducted by the Evangelical-Zionist coalition in Chechnya, Iraq, Palestine, etc., as they condemn the atrocities committed by Sunni or Shiite radicals in Afghanistan, Sudan, Saudi Arabia, etc.

So, if Muslims are called terrorists because they killed several thousand civilian people in last decade, Christians and Jews must be called "terrorists to the power of 666" since they killed hundreds of thousands in Hiroshima, Nagasaki, Vietnam, and just recently they killed tens of thousands civilians in Iraqi, and wounded even more.
_________________
Edip Yuksel
www.yuksel.org
www.19.org
User avatar
pod-rock
Translator
 
Posts: 786
Joined: Tue Nov 28, 2006 1:25 pm

Postby pod-rock » Thu May 31, 2007 5:39 pm

Edip Yuksel vs. Ali Sina

Ronde V

Apa yg terjadi dear Edip? Kenapa saya merasa bicara dengan mesin penjawab telpon? Anda sepenuhnya mengacuhkan pertanyaan2 saya dan sama seperti teman2 anda seiman anda mulai melakukan copy-pasting. Apa hubungannya itu semua dengan diskusi kita? Dimana jawaban2 dari pertanyaan2 saya?

Sekarang anda mulai dengan topik baru. That is okay. Saya akan ikut saja. Mari kita bicarakan ayat 9:29 dalam konteksnya.

Anda mengklaim bahwa semua penerjemah lagi mabuk ketika menerjemahkan ayat ini atau tidak tahu bahasa arab dg benar, tapi anda, yg belakangan bermaksud menjadi “Martin Luther”nya Islam dan menggonggong dg mengaku, menulis terjemahan “reformis” dari Quran, dapat menerjemahkannya dengan lebih baik.

Menurut Dictionary.com reform artinya : “To improve by alteration, correction of error, or removal of defects; put into a better form or condition.” (Utk memperbaiki dengan mengubah, membenarkan dari kesalahan, atau membuang cacat; menjadikannya kedalam bentuk atau kondisi yg lebih baik).

Tolong bisakah anda katakan lewat wewenang siapa anda mencoba utk “mengubah, membenarkan kesalahan2 atau membuang cacat” dari Quran? Jika Quran itu sempurna, kenapa perlu direformasi? Apa anda mengaku lebih superior dalam tingkatan dan pengetahuan dibanding penulis asli Quran? Apa anda tahu lebih banyak dibanding Allah? Atau, anda adalah Imam Mahdi yg baru?

Karena dengan pengakuan anda sendiri, terjemahan Quran anda adalah reformis, maka sangat logis utk menyimpulkan bahwa terjemahan anda adalah yg paling akurat dari semua terjemahan yang ada. Anda dengan sengaja mencoba utk mengubah, membenarkan kesalahan2 dan membuang cacat2 dari Quran sesuai dengan pengertian anda dan bukan menerjemahkannya dengan tepat. Anda ingin dengan sengaja mengubah arti dari Quran utk disesuaikan dengan agenda ‘reformis’ anda. Tolong beritahukan, kenapa kita tidak boleh membaca Quran dalam Bahasa Arab secara langsung atau dalam bahasa terjemahan non-reformis tapi lebih tepat lainnya dan kenapa kita harus mengandalkan terjemahan “reformis” anda yg dipelintir dan diubah?

Surat 9

Sekarang mari kita pelajari Surat 9. 29 Ayat pertama dari Surat ini ditulis Muhammad beberapa tahun setelah dia menaklukan Mekah dan ayat2 itu ‘katanya’ adalah ayat2 yg terakhir ‘diturunkan’. Dia tidak pergi Haji tahun itu tapi dia minta Ali utk mewakilinya. Lalu dia suruh Ali utk membuntuti Abu Bkar dan mengumumkan peringatan pada peziarah yg terdiri dari orang2 muslim dan pagan.

Surat ini disebut Bara’at atau “deklarasi kekebalan”. Dalam surat ini dia mengklaim bahwa Allah mengijinkannya utk melanggar semua perjanjiannya dengan kaum pagan. Dia beri waktu pada kaum Pagan empat bulan ‘kekebalan’ utk menuju rumah2 mereka dan setelah itu mereka akan diperlakukan sebagai musuh oleh muslim. Setelah empat bulan ini, mereka harus menerima islam, atau membayar jizya atau mereka akan diburu dimanapun mereka tinggal dan dibunuh.

Sedangkan mengenai pelanggaran janjinya, Muhammad tidak pernah menunjukkan rasa malu atau menyesal atau ragu. Dia langgar janjinya kapan saja dia mau. Utk membenarkan kelicikannya ini dia sering mengatakan bahwa pihak lawanpun pasti akan melanggar janjinya dan dengan begitu dia dibenarkan utk melanggarnya lebih dulu.

[8.56] (Yaitu) orang-orang yang kamu telah mengambil perjanjian dari mereka, sesudah itu mereka mengkhianati janjinya pada setiap kalinya, dan mereka tidak takut (akibat-akibatnya).
[8.57] Jika kamu menemui mereka dalam peperangan, maka cerai beraikanlah orang-orang yang di belakang mereka dengan (menumpas) mereka, supaya mereka mengambil pelajaran.
[8.58] Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.


Ini adalah ciri khas cara pikir seorang narsisis yg memproyeksikan kekurangan dirinya akan rasa hormat dalam diri orang lain dan kemudian merasa dibenarkan utk membalas ‘pelanggaran perjanjian tsb’ yg sebenarnya hanya terjadi dalam benak paranoidnya saja.

Dalam Surat ini Muhammad berkata bahwa jika dari kaum pagan ada yg minta perlindungan, harus diberikan agar dia bisa memeluk islam. Dg demikian korban2 islam tidak dapat minta perlindungan dan hidup bebas. Mereka hanya boleh diberi perlindungan kalau mereka masuk islam dan membayar zakat atau menjadi dhimmi dan membayar jizya.

Dalam ayat 7 dia membuat sebuah janji tidak akan membunuh mereka yg tetap tidak percaya padanya utk waktu empat bulan. Di ayat 8 dia coba utk membenarkan pengkhianatannya dengan menyalahkan korban2nya dan menyatakan bahwa mereka juga akan melakukan hal yg sama. Tapi apa kita punya bukti2 bahwa kaum pagan akan melanggar perjanjian dengan Muhammad? Tidak ada! Sejarah, ditulis oleh muslim, hanya menunjukkan bahwa Muhammadlah yg melanggar semua perjanjian dan masih saja tiak kejadian dia menyalahkan korbannya dengan menuduh mereka ‘berkomplot’ dan ‘berencana’ melanggar perjanjian dan dengan begitu membuat dia tidak punya pilihan lain selain melanggar perjanjian lebih dulu dan menyerang mereka.

Dalam ayat 9 dan 10 dia tuduh kaum pagan karena tidak menghormat bahkan kepada mereka yg masih punya hubungan kekerabatan. Ini sama sekali bohong. Kaum pagan mencintai anak2 mereka yg jadi korban kelompok cultnya Muhammad. Mereka tidak ingin membunuh kaum kerabat mereka sendiri dan inilah kelemahan serta kekurangan mereka. Ini membuat Muhammad mendapat kekuatan ekstra yg lalu memerintahkan para pengikutnya utk memutuskan ikatan darah pada ayah dan saudara2 mereka yg tidak percaya dan membunuh mereka.

Sekarang, dinamisme yg sama menjadi penyebab kelemahan dunia beradab. Sementara dunia beradab tidak rela berurusan dengan kaum muslim secara keras dan mencoba menghargai hak2 asasi mereka, para muslim tidak punya perasaan itu dan siap membunuh sebanyak mungkin non muslim dengan perasaan ringan-ringan saja.

Contoh yg bagus adalah Perang Badar. Abu Sufyan diperingatkan akan rencana Muhammad utk menyerang karavan dibawah kepemimpinannya. Dia minta tolong dari kaum Quraish. Tapi dia mampu meloloskan kelompok karavannya dengan mengambil jalur lain. Ketika dia sampai ke Mekah, dia baru tahu bahwa orang Quraish telah pergi utk menolong dia menghadapai Muhammad. Dia mengirim utusan utk meminta mereka mundur. Orang2 dalam pasukan tsb berdebat dan kebanyakan kembali. Tapi dipanas-panasi oleh Abul Hakam dan sudah muak dengan ejekan terus menerus dari Muhammad, sebagian dari mereka meneruskan perjalanan menghadapi Muhammad. Sebelum berhadapan dengan para muslim, kelompok lain dari kaum Quraish yg dipimpin oleh Haakim ibn Hizam, keponakan Khadijah (yg menyuplai makanan pada Muhammad dan gangnya ketika dikucilkan oleh Abu Talib beberapa tahun sebelumnya) menyatakan pendapatnya: “Apa gunanya kita hidup lagi jika nanti kita berperang dan menumpahkan darah dari kerabat dan saudara kita sendiri? Mari kita kembali dan kita tanggung uang darah untuk Amir, yg terbunuh di Nakhlah.” Amir terbunuh oleh gang rampoknya Muhammad beberapa bulan sebelumnya dan Amir adalah darah pertama yg diteteskan dalam nama Islam. Abul Hakam menuntut pasukan itu utk terus maju. Katanya “Jika kita kembali sekarang, pasti kita akan dikenal sebagai pengecut.”

Jadi anda dapat melihat bahwa meskipun kaum muslim telah membunuh seorang Mekah, orang2 Mekah tetap tidak punya niat utk membunuh orang muslim karena para muslim ini sebenarnya masih saudara2 dan anak2 mereka sendiri yg dibujuk oleh gangnya Muhammad utk bergabung bersama mereka, dan ini adalah penyebab utama dari kekalahan mereka di Badar. Mereka ragu utk membunuh saudara2 mereka sendiri sementara orang2 muslim tidak punya keraguan sedikitpun utk membunuh saudara atau ayah mereka sendiri.

Menariknya Haakim ibn Hizam tertangkap dalam perang ini dan meskipun dia pernah melayani Muhammad (mengirim makanan bertahun2) tetap saja dia dibunuh tanpa rasa terimakasih.

Bandingkan sikap orang2 Mekah dengan apa yg Muhammad katakan pada para pengikutnya tentang bagaimana mereka harus memperlakukan saudara2 mereka yg kafir. Kaum Quraish, meski tidak tahan dan muak karena serangan terus menerus terhadap karavan mereka, dan darah yg mengalir di Nakhlah, tapi tetap mereka bingung akan kemungkinan memerangi saudara mereka sendiri, dan hampir terbujuk oleh perasaan baik mereka utk kembali kemekah. Para muslim, dilain pihak, meski mereka yg lebih dulu mencari gara-gara dengan menyerang karavan dan membunuh Amir, tetap mereka keras hati oleh pernyataan bahwa iman mereka didalam islam memutuskan semua ikatan persaudaraan, dan dengan kefanatikan gila kepada nabi mereka.

Waqidi (hal 89) menyatakan bahwa Muhammad memimpin para muslim sholat dan setelah bangkit dari sujud, menyerukan kutukan Allah terhadap orang2 Mekah dan berdoa: “O Allah! Jangan biarkan Abu Jahl (Abul Hakam) lolos, Firaon dari kaumnya! Allah, jangan biarkan Zamaa lolos; malah biarkan mata ayahnya bengkak karena menangis dan menjadi buta!” Kebencian Muhammad tak terperi, dan para pengikutnya meneguk semangat kebencian yg sama darinya.

Sebuah kisah yg diceritakan oleh Abu Hodhaifa, seorang anak muda muslim mekah yg ikut serta dalam perang Badar dan ayahnya ada dipihak Quraish. Diceritakan bahwa ketika Muhammad memerintahkan pengikutnya utk jangan membunuh Abbas, pamannya Hodhaifa yg ada dipihak Quraish, Hodhaifa berteriak, “APA? Kita harus membunuh ayah2 kita, saudara2 kita, paman2 kita, dll, tapi tidak utk Abbas? No, sungguh, aku yang akan membunuhnya sendiri jika aku temukan dia.” Mendengar perkataan tidak sopan terhadap Muhammad ini, Omar, yg menjadi anjing setianya Muhammad, mencabut pedangnya dan melirik Muhammad, bersiap menunggu aba2 utk menabas kepala Hodhaifa yg kurang ajar. [Waqidi hal 75].

Ancaman ini punya efek langsung. Sebuah perubahan dramatis terjadi pada Hodhaifa dan kita lihat dia setelah perang itu, seorang yg sepenuhnya berbeda dan 100% tunduk. Ketika dia temukan ayahnya tanpa kepala dan mayatnya diseret tanpa upacara dan dilempar kedalam sumur, dia terbawa emosi dan mulai menangis. “Apa?” seru Muhammad, “Apa kau sedih atas kematian ayahmu?” Mendengar ini dengan sangat ketakutan Hodhaifa menjawab “Tidak, tidak begitu, O Rasul Allah!”, “Aku tidak ragu akan keadilan yg jatuh pada ayahku; tapi karena aku sudah kenal dia dengan dekat dan tahu betapa bijaksana dan baik hatinya, dan saya percaya bahwa Allah akan membimbingnya kepada iman. Tapi sekarang melihatnya terbunuh, harapanku lenyap! – karena itulah aku bersedih.” Kali ini Muhammad senang dengan jawabannya, dia menghibur Abu Hodhaifa, memberkatinya dan berkata, “Ini hal baik.” [Waqidi, p. 106; Sira p. 230; Tabari, p. 294]

Ketidak senangan Muhammad akan kekurang ajaran Hodhaifa yg menentang perkataanya serta reaksi reflek dari Omar yg mengancam utk membunuhnya disaat itu juga, adalah sebuah efek yg sangat hebat bagi Hodhaifa yg langsung merubah sikapnya dan sehari kemudian dia bahkan melihat “keadilan” itu dalam bentuk pembunuhan ayahnya sendiri. Setelah Hodhaifa kehilangan ayahnya, dalam sebuah pembunuhan yg mana dia ikut serta dengan bergabung bersama para pembunuhnya, maka tidak ada jalan kembali baginya. Dia harus membenarkan apa yg dia telah lakukan dan merasionalisasi pembunuhan ayahnya. Menjadi sadar dan menghadapi hati nurani dan rasa bersalah adalah sebuah rasa malu yg sangat menyakitkan. Dia harus meneruskan jalan yg telah dia ambil utk membenarkan tindakan2nya selama ini.

Seperti yg ditunjukkan bukti2 sejarah. Para muslim adalah kaum penyerang bukanlah kaum pagan dan adalah Muhammadlah yg menyuruh para pengikutnya utk membenci dan membunuh kerabat mereka sendiri bukan sebaliknya. Setelah 9/11 dunia terpaku melihat begitu gilanya para muslim melakukan kejahatan dan lalu menyalahkan pada korbannya. Bagaimanapun ini adalah sebuah Sunnah yg telah ditetapkan oleh nabi mereka. Ini lah caranya benak muslim bekerja.

Tapi tentu saja karena semua fakta2 sejarah ini tidak sesuai dengan “agama damai’ versi anda, anda lebih suka membohongi diri sendiri dan meringankan nurani anda dengan menyangkal keabsahan semua itu. Tapi apa yg akan anda katakan utk ayat2 berikut dari Quran yg memastikan hal diatas dan fakta bahwa Muhammad betul menyuruh para pengikutnya utk membenci ayahnya sekalipun dan saudara2nya jika mereka memilih utk tidak percaya?

[9.23] Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang lalim.

Muhammad berulang-ulang memerintahkan para pengikutnya agar jangan mencari teman dari orang2 kafir (31.15) dan bahkan ia membuat Allah ciptaannya berkata:

[9.113] Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu, adalah penghuni neraka Jahanam.

Paranoia nya Muhammad begitu akut hingga dia katakan pada para pengikutnya:

[8.72] Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikit pun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah.

Dan dia bahkan berani mengatakan pada mereka bahwa jika ada diantara mereka orang percaya yg memberontak :

[4.89] tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorang pun di antara mereka pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong,

Anda telah memilih jalan penipuan diri dan penyangkalan fakta sejarah. Anda menolak semua kisah2 menjelekan tentang Muhammad, (tapi memegang kisah2 yg tidak menjelekan) tapi apa yg akan anda katakan mengenai ayat2 kebencian dari Quran ini?

Kita teruskan dengan Surat Bara’at, ayat 11 dan 12 berkata bahwa hanya jika kafir masuk islam mereka harus dianggap saudara dalam seiman tapi jika mereka memutuskan utk melakukan kebebasan kepercayaan mereka harus dilawan dan ditangkap. Ayat 13 menyebarkan lebih banyak lagi kebencian dan mendorong muslim utk lebih keras lagi dalam memerangi kafir dan ayat 14 lebih jauh lagi menjelaskan bahwa kafir harus dilawan dan dihukum oleh tangan2 orang muslim sendiri. Ini adalah ayat yg Osama Bin Laden dan teroris lain pakai utk membenarkan kejahatan terhadap kemanusiaan mereka. Ayat2 ini menjelaskan dengan terang sekali bahwa hukuman bagi kafir tidak lagi dilakukan oleh tuhan tapi harus dilakukan oleh tangan2 muslim. Ini menjawab semua para pembela islam yg munafik yg datang kedunia barat dan secara licik menipu dan mencoba menggambarkan Islam sebagai agama yg damai, mengklaim bahwa para teroris telah salah menafsirkan Quran.

Dalam ayat 17 sampai 19 Muhammad melarang kaum pagan utk mengunjungi atau merawat Kabah. Ini pertama kali terjadi sepanjang sejarah, pada sebuah kuil religius utk semua golongan diberlakukan aturan apartheid. Telah ribuan tahun, orang2 mekah mengijinkan para pengikut dari SEMUA kepercayaan mendatangi kabah dan menyembah bersama-sama kepada masing2 dewa mereka. Hal itu berubah ketika Muhammad berkuasa dan mengenalkan sebuah era yg ditandai oleh agama kefanatikan dan kebencian, yg sampai hari ini masih ada.

Ayat 25 dan 26 membicarakan mengenai kekalahan para muslim di Hunain, meski jumlah mereka besar dan lalu kemenangan mereka, rincian dari kejadian ini ada dalam Sira dan sebenarnya tidak pantas utk disatukan dalam surat ini. Bisa tahu dari mana kita tentang apa yg terjadi di Hunain dan siapa yg dilawan muslim jika tanpa melihat/membaca pada Sira? Bukankah ini bukti lain bahwa Quran tanpa hadits dan sira adalah tidak bisa dimengerti?

Dibawah ini adalah surat Bara’at. Sisanya (30-129) disebut Tauba dan mengacu pada kejadian lain yg sama sekali tidak berhubungan.

[9.1] (Inilah pernyataan) pemutusan perhubungan daripada Allah dan Rasul-Nya (yang dihadapkan) kepada orang-orang musyrikin yang kamu (kaum muslimin) telah mengadakan perjanjian (dengan mereka).

[9.2] Maka berjalanlah kamu (kaum musyrikin) di muka bumi selama empat bulan dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat melemahkan Allah, dan sesungguhnya Allah menghinakan orang-orang kafir.

[9.3] Dan (inilah) suatu permakluman dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar, bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrikin. Kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertobat, maka bertobat itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.

[9.4] kecuali orang-orang musyrikin yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi sesuatu pun (dari isi perjanjian) mu dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.

[9.5] Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertobat dan mendirikan salat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

[9.6] Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ke tempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.

[9.7] Bagaimana bisa ada perjanjian (aman) dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin, kecuali dengan orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) di dekat Masjidilharam? maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.

[9.8] Bagaimana bisa (ada perjanjian dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin), padahal jika mereka memperoleh kemenangan terhadap kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap kamu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya, sedang hatinya menolak. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik (tidak menepati perjanjian).

[9.9] Mereka menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka kerjakan itu.

[9.10] Mereka tidak memelihara (hubungan) kerabat terhadap orang-orang ukmin
dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Dan mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

[9.11] Jika mereka bertobat, mendirikan salat dan menunaikan zakat, maka mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.

[9.12] Jika mereka merusak sumpah (janji) nya sesudah mereka berjanji, dan mereka mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang janjinya, agar supaya mereka berhenti.

[9.13] Mengapakah kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah (janjinya), padahal mereka telah keras kemauannya untuk mengusir Rasul dan merekalah yang pertama kali memulai memerangi kamu? Mengapakah kamu takut kepada mereka padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang yang beriman.

[9.14] Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman,

[9.15] dan menghilangkan panas hati orang-orang mukmin. Dan Allah menerima tobat orang yang dikehendaki-Nya. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

[9.16] Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

[9.17] Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjid-mesjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka.

[9.18] Hanyalah yang memakmurkan mesjid-mesjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.

[9.19] Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam, kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang lalim.

[9.20] Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.

[9.21] Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat daripada-Nya, keridaan dan surga, mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal,

[9.22] mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.

[9.23] Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang lalim.

[9.24] Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.

[9.25] Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai para mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu di waktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlahmu, maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikit pun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari ke belakang dengan bercerai-berai.

[9.26] Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang yang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir.

[9.27] Sesudah itu Allah menerima tobat dari orang-orang yang dikehendaki-Nya. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

[9.28] Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberikan kekayaan kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

[9.29] Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.


Sekarang mari kita diskusikan ayat 9.29

- قَـتِلُواْ الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلاَ بِالْيَوْمِ الاٌّخِرِ وَلاَ يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَلاَ يَدِينُونَ دِينَ الْحَقِّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَـبَ حَتَّى يُعْطُواْ الْجِزْيَةَ عَن يَدٍ وَهُمْ صَـغِرُونَ

Fight against those who believe not in Allah, nor in the Last Day, nor forbid that which has been forbidden by Allah and His Messenger, and those who acknowledge not the religion of truth among the People of the Scripture, until they pay the Jizyah with willing submission, and feel themselves subdued.

Anda menulis:

“Terlebih lagi, catat bahwa saya menyarankan KOMPENSASI bukannya kata arab Jizya.”


Siapa sih anda ini yg berani “menyarankan” hal demikian? Bagaimana bisa anda menyarankan bahwa satu kata tertentu mempunyai arti yang lain lagi? Anda jelas2 menganggap seluruh Quran sebagai buku gurauan dan anda membiarkan diri anda “menyarankan” arti2 yg sebenarnya tidak ada disana.

Utk membenarkan terjemahan “pelintir” anda, anda tulis:

“Arti dari Jizya telah disimpangkan jadi pajak abadi bagi non muslim, yg diciptakan lama setelah Muhammad utk mengembangkan lebih lanjut agenda imperalistik dari para sultan atau raja2.”


Berdasarkan apa anda membuat klaim seperti ini? Bagaimana anda tahu bahwa Muhammad tidak memeras pajak Jizyah pada korban2 taklukannya? Hadits dan Sira mengatakan pada kita bahwa Muhammad memungut pajak yg berat dari korbannya. Kita diberitahu bahwa sebagai contoh di Khaibar dia menyita tanah2 mereka dan membiarkan mereka yg selamat utk tinggal, asal mereka mengerjakan tanah2 tersebut danmembayar 50% hasilnya pada Muhamamd. Anda menyangkal semua ini karena semua itu tidak sesuai dengan khayalan anda tentang Muhammad. Bagaimana anda bisa membuktikan pada saya bahwa Muhammad tidak menuntut Jizyah dan semua itu hanya diciptakan oleh para sultan dan raja? Ketika saya katakan Muhammad memungut pajak Jizyah, saya mengutip banyak bukut2 sejarah yg dicatat oleh para akademisi muslim. Katakan berdasarkan apa klaim anda ini? Kenapa kita harus mengabaikan sejarawan2 islam dan menerima khayalan2 anda? Anda ingin kami membuang semua buku hadits dan sejarah karena semua itu ditulis seratus atau duaratus tahun setelah Muhammad tapi anda mengharapkan kami utk mempercayai kata2 anda yg hidup 1400 tahun kemudian?

Ayat 29 dimulai dengan قَـتِلُواْ Ini hanya bisa diterjemahkan sebagai menyerang dan bukan “menyerang balik”. Ini sebuah perintah serangan dan bukan pembelaan diri. Ini adalah qatilu not dafeu. Ayat ini terus mengatakan serang sampai mereka membayar الْجِزْيَةَ Jizyah. Kata ini berasal dari Jaza. Artinya denda dan hukuman, jamaknya adlaah Mojazat. Ini bukan berarti kompensasi. Kata yg tepat utk kompensasi adalah Mokafat.

“Terjemahan Reformis Quran” anda bukanlah sebuah terjemahan tapi sebuah ‘reformasi’ ‘perubahan” atau dengan kata lain ‘penyesatan’ dari fakta2 dan membuat Quran menjadi lebih lunak dengan memelintir kata2 sebenarnya.

Menurut wikipedia.org: Jizyah adalah bahasa arab diterjemahkan menjadi Poll tax atau “head tax” (pajak kepala”, sebuah pajak yg dibebankan pada individu lelaki dari agama lain yg tinggal dibawah pemerintahan muslim.

Jizyah diterapkan pada setiap anggota lelaki orang yahudi dan kristen (People of the Book), komunitas non muslim yg tinggal dalam tanah dibawah pemerintahan muslim. Jizyah dibebankan dijaman nabi Muhammad kepada suku2 yg berada dibawah muslim, termasuk yahudi di Khaibar, kristen di Najran dan Zoroastrian di Bahrain.

Beri saya satu alasan kenapa kita harus menolak semua fakta2 dan penjelasan2 sejarah ini dan harus menerima klaim anda? Jelas-jelas anda ingin menulis ulang sejarah dengan menciptakannya kembali. Dan sumber anda hanyalah khayalan anda sendiri.

Ayat 28 dari surat ini berkata:

يأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُواْ إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ فَلاَ يَقْرَبُواْ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هَـذَا وَإِنْ خِفْتُمْ عَيْلَةً فَسَوْفَ يُغْنِيكُمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ إِن شَآءَ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

O you who believe! Verily, the Mushrikin are impure. So let them not come near Al-Masjid Al-Haram after this year; and if you fear poverty, Allah will enrich you if He wills, out of His bounty. Surely, Allah is All-Knowing, All-Wise.)

Bisa ngga beritahu bagaimana anda akan menterjemahkan ini dalam “terjemahan reformis” anda? Arti dari ayat ini sudah jelas. Tolong biarkan kami melihat bagaimana anda memelintir ayat ini dalam versi Quran anda.
User avatar
pod-rock
Translator
 
Posts: 786
Joined: Tue Nov 28, 2006 1:25 pm

Ronde V

Postby pod-rock » Mon Jun 04, 2007 10:18 am

Edip Yuksel vs. Ali Sina

Ronde V

Setelah salah menerjemahkan kata Jizya anda membuat pernyataan berikut:

“Sayangnya, penyimpangan arti dari ayat diatas dan praktek pengumpulan pajak khusus dari orang kristen dan yahudi, bertentangan dengan prinsip dasar dari Quran bahwa seharusnya tidak ada pemaksaan dalam agama dan harus ada kebebasan kepercayaan dan mengemukakan pendapat (2.256; 4.90; 10.99; 18.29; 88.21,22). Karena pemajakan didasarkan pada agama menciptakan ancaman keuangan pada orang2 tsb hingga menyebabkan mereka terpaksa memeluk agama yg memaksanya tsb, ini melanggar prinsip penting dari Quran. Membagi2 sebuah kesatuan populasi berdasarkan kontrak sosial (undang-undang) kedalam kelompok2 istimewa berdasarkan agama2 mereka bertentangan dengan banyak prinsip2 Quran, termasuk keadilan, perdamaian dan persaudaraan dalam kemanusiaan.”


Apa yang anda gagal lihat adalah fakta bahwa Quran ditulis dalam perioda 23 tahun dan tulisan2 awal Muhammad sangat berbeda dengan tulisan2nya yang belakangan. Ketika Muhammad memulai karir nabinya, dia tidak punya kekuatan duniawi dan ayat2 yg dia tulis selama perioda ini semuanya toleran dan bersifat damai. Selama fasa awal misinya dia ‘hampir’ kedengaran seperti Kristus.

Dalam ayat 2.256 dia bilang:

[2.256] Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat.

Dan

[10.99] Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?

Atau

[18.29] Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir".

Tapi ini semua adalah ayat2 Mekah. Dia menulis ayat2 ini ketika dia masih lemah. Akan sangat mustahil bagi segelintir pengikutnya utk memerangi ribuan kafir dan menang. Dalam ayat2 ini sang nabi licik ini memuaskan dirinya dengan berkata pada para pengikutnya bahwa kafir akan dihukum berat diakhirat seperti diayat 18.29 yg menjelaskan dimana dia mencoba membuat kagum dan menakut2i para pengikutnya yg mudah dibujuk dengan kebohongan2 palsu mengenai api neraka dan Allah menakutkannya.

[18.29] “Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang lalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.”

Bagaimana orang waras bisa percaya bahwa pencipta jagat raya adalah makhluk sadis yg punya siksaan gila dan mengerikan seperti ini adalah diluar akal kita!

Tapi ketika Muhammad menjadi berkuasa dan mampu membodohi banyak orang2 dungu utk bergerombol disekelilingnya dan siap membunuh atas perintahnya, yang kata dia ‘wahyu’ itu berubah arah dan dia pakai bagi dirinya sendiri utk menista mereka yg menyangkal pengakuannya dengan hukuman2 yg lebih mengerikan dan nyata.

Jadi ketika di Mekah dia bilang

“ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia” (2.83)

“bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan” (73.10),

dan mengkhotbahkan kebaikan2 Habil yg berkata pada Kain:

"Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam." (5.28),


ketika dia sampai di Medina dan menjadi berkuasa dia membuka kedoknya dan menampakan dirinya yang sejati membawakan pesan2 yang sangat berbeda. Disana dia menulis :

“Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu,” (9.123)

“Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.” (8.12)

“Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya” (3.85)

“perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka.” (66.9)

“Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka” (47.4)

“siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu” (8.60)

“kobarkanlah semangat para mukmin itu untuk berperang.” (8.65)


Malahan kebanyakan Quran terisi oleh ayat2 yg berisi kekerasan demikian. Sudah pastilah ayat2 yg ditulis di medina bertolak belakang dengan ayat2 yg ditulis di Mekah. Yang mana yg harus kita ambil? Logika bilang bahwa jjika saya katakan satu hal saat ini dan lalu mengatakan hal lain dihari berikutnya, anda harusnya ikut instruksi yang terakhir. Ayat2 terakhir dari Quran adalah ayat2 yang ditulis di Medina dan ayat2 itu adalah ayat2 yg kasar dan keji. Surat yang paling terakhir dari Quran adalah Surat 9, surat yg didiskusikan diatas. Surat ini pada dasarnya adalah surat wasiat dan testamen dari Muhammad. Jika ada bagian manapun dari Quran yang bertolak belakang dengan apa yg dikatakan dalam surat ini, sudah pasti adalah perkataan terakhir dari Muhammadlah (yakni yang ada dalam surat 9) yg harusnya lebih diperhitungkan dari pada surat2 sebelumnya.

Dr. Muhsin Khan penerjemah dari Sahih Bukhari dan Quran kedalam bahasa inggris menulis:

“Allah menurunkan dalam Surat Bara’at perintah utk mengabaikan (semua) kewajiban (perjanjian dll), dan memerintahkan para muslim utk berperang melawan semua kaum pagan juga terhadap orang yahudi dan kristen jika mereka tidak memeluk islam, sampai mereka membayar jizya (pajak yg dibebankan pada orang yahudi dan kristen) dan takluk dan mengaku diri mereka telah ditundukkan (seperti yg dinyatakan dalam 9:29). Jadi para muslim tidak diijinkan utk meninggalkan “pertempuran” melawan mereka (Kaum pagan, yahudi dan kristen) dan utk berdamai dengan mereka serta menunda semua permusuhan terhadap mereka sampai perioda tak terbatas hingga kaum muslim menjadi KUAT dan punya kemampuan utk melawan merkea. Jadi pertamanya “berperang’ dilarang, lalu diijinkan, dan setelah itu diwajibkan” [Introduction to English translation of Sahih Bukhari, p.xxiv.]

Q 9:5 berkata : “bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka”

Menurut Dr. Khan dalam 9:5 Allah memerintahkan Muhammad untuk membatalkan semua perjanjian dan memerangi kaum pagan, yahudi dan bahkan kristen. Ini berlawanan dengan apa yg ditulis Muhammad sebelumnya.

“sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persabahatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani" (5.82)

Dr. Khan melanjutkan:

“Kaum Mujahideen yg berperang melawan musuh Allah agar penyembahan hanya dilakukan kepada Allah saja dan perkataan Allah menjadi yang tertinggi.”

Jadi pertamanya adalah "Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam)” (2.256) lalu kemudian

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar.” (61.10-12)

Dr. Sobhy as-Saleh, seorang akademisi sejamannya, tidak melihat dalam 2.256 dan 9.73 sebuah kasus penggantian ayat tapi sebuah kasus penundaan perintah utk memerangi kafir. Utk mendukung pandangannya dia mengutip Imam Suyuti penulis dari Itqan Fi Ulum al-Quran yg menulis:

“Perintah memerangi kafir DITUNDA SAMPAI PARA MUSLIM MENJADI KUAT, tapi ketika mereka lemah mereka diperintahkan utk bertahan dan sabar. [ Sobhy as_Saleh, Mabaheth Fi 'Ulum al- Qur'an, Dar al-'Ilm Lel-Malayeen, Beirut , 1983, p. 269.]

Dr. Sobhy, dalam sebuah catatan kaki, menulis pendapat seorang akademisi bernama Zarkashi yg berkata:

“Allah maha kuasa dan bijaksana menurunkan pada Muhammad ketika kondisinya lemah apa yg cocok utk situasi tsb, karena kemurahan hati padanya dan para pengikutnya. Karena jika Dia memberi perintah perang bagi mereka ketika mereka lemah akan jadi sangat memalukan dan sulit, tapi ketika yg maha kuasa membuat islam jaya. Dia perintahkan dia apa yg cocok utk situasi demikian, yaitu meminta “People of the Book” (Yahudi dan kristen) utk menjadi muslim atau membayar pajak jizyah, dan kaum kafir utk menjadi muslim atau mati. Dua pilihan ini, utk perang atau damai dikembalikan pada mereka sesuai kekuatan atau kelemahan dari para muslim.” [ibid hal 270].

Dan Nahas menulis:

“Para akademisi berbeda pendapat mengenai Q 2.256 (Tidak ada paksaan dalam agama). Ada yg berkata: “Itu telah digantikan/dibatalkan karena nabi memaksa orang2 Arab utk memeluk islam dan memerangi mereka dan tidak mau menerima alternatif lain kecuali tunduk pada islam. Ayat yg menggantikan adalah Q 9.73 “Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka.” Muhammad meminta ijin Allah utk melawan mereka dan diijinkan. Akademisi lain berkata Q 2.256 tidak digantikan, tapi mendapat penerapan khusus. Ayat itu diturunkan bagi orang yahudi dan kristen; mereka tidak dapat dipaksa utk memeluk islam jika mereka membayar Jizya (pajak kafir). Hanya pemuja berhala yg dipaksa masuk islam dan kepada mereka Q 9.73 diterapkan. Ini adalah pendapat Ibn Abbas yg dianggap mempunyai pendapat terbaik karena kesahihan rantai otoritasnya.” [ al-Nahas, An-Nasikh wal-Mansukh, p.80. See also Ibn Hazm al-Andalusi, A-Nnasikh wal-Mansukh, Dar al-Kotob al-'Elmeyah, birute, 1986, p.42.]

Ibn Hazm al-Andalusi menulis:

“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu menyerang, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang menyerang.” (2.190) Dalam otoritas Ga’far ar-Razi dari Rabi Ibn Ons, dari Abil-Aliyah yg berkata: Ini adalah ayat pertama yg diturunkan dalam Quran mengenai perang di Medina. Ketika diturunkan nabi selalu memerangi mereka yg berperang melawannya dan menghindari mereka yg menghindarinya, sampai surat 9 diturunkan. Dan dengan begitu pendapat Abd ar-Rahman ibn ?Zayd ibn Aslam yg berkata ayat ini dibatalkan oleh 9:5 “bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka” [ bn Hazm al-Andalusi, An-Nasikh wal- Mansukh, Dar al-Kotob al-'Elmeyah, birute, 1986, P.27]

Sekarang apa yg para akademisi terkenal islam ini masuk akal. Logisnya ayat2 yg belakangan menggantikan dan membatalkan ayat yg sebelumnya jika ayat2 itu bertolak belakang. Tapi apa yg anda katakan sama sekali tidak masuk akal. Klaim anda dihasilkan dari kefanatikan dan iman buta anda bukan berdasarkan fakta2.

Anda juga copy paste sebuah argumen yg anda lakukan dengan orang kristen. Meski saya lihat tidak relevan bagi debat kita, saya ingin menunjukkan fakta bahwa anda sendiri sama bersalahnya akan dosa2 yg anda timpakan pada lawan kristen anda. Mari kita telaah enam poin yg anda sebutkan:

1) Andalah yg menyangkal fakta bahwa Quran TIDAK berdiri sendiri. Saya tanya anda tentang Quran. Jelaskan tanpa mengacu pada hadits. Jelaskan darimana anda tahu Muhammad lahir tahun 570 M dan mengumumkan pesannya diumur 40 tanpa mengacu pada hadits. Anda tidak dapat melakukannya tanpa bantuan hadits dan sira dan dg demikian klaim anda bahwa SEMUA hadis itu sampah dan Quran bisa berdiri sendiri adalah buah pikiran yang keliru.

2) Andalah yg mengurangi referensi anda menjadi porsi kecil, mengambil beberapa ayat yg dinasakhkan (dibatalkan) dan mengabaikan sisanya dimana jelas2 menyebut2 darah dan kekerasan. Andalah yg takut utk menunjukkan bagian jelek dari Quran karena takut orang yg anda terima sebagai nabi akan terlihat seperti seorang psikopat. Misal Quran punya bagian yg baik. Apa ada buku, termasuk Mein Kampf, yg sepenuhnya tidak mempunyai hal yang baik? Yang anda gagal lihat adalah beberapa ayat yg katanya “baik” dalam Quran tidaklah cukup utk membuat Quran disebut buku Tuhan. Sebuah buku dari Tuhan yang sempurna tidak seharusnya punya satu ayat saja kejelekan atau ketidaksempurnaan didalamnya. Tapi kita temukan ratusan ayat2 mengerikan dan jelek dalam Quran.

3) Andalah yg memelintir arti beberapa kata dan “menyarankan” bahwa kata2 itu harus diterjemahkan berbeda utk memenuhi agenda ‘reformis’ anda. Utk memenuhi agenda anda, yg anda korbankan adalah kebenaran.

4) Andalah yg secara selektif menyangkal sekian hadits tapi berpegangan pada hadits lain karena anda sadar bahwa tanpa hadits anda bahkan tidak bisa membenarkan keberadaan dari Muhammad itu sendiri.

5) Argumen yg digunakan dalam poin 5 adalah fallacy logika yg disebut tu quoque. Dengan memakai fallacy ini anda mencoba membenarkan kejahatan yg dilakukan Muhammad dan gangnya dengan kejahatan2 yg dilakukan oleh para pengikut agama2 lain. Para pengikut agama lain hanya pengikut2 saja. Tindakan mereka tidak mencerminkan agama mereka tidak seperti tindakan para muslim yg mencerminkan agama islam mereka. Para pengikut bisa disesatkan. Kita tidak menyalahkan para muslim tapi menyalahkan Muhammad. Jika Muhammad benar2 nabi tuhan, dia harusnya tahu lebih baik dari ini.

6) dalam poin 6 lagi2 anda menyerang orang kristen dan tindakan mereka. Bahkan jika tuduhan anda benarpun, bagaimana hal ini bisa membenarkan kejahatan2 yg dilakukan Muhammad atau kekerasan dan kemustahilan dalam Quran?

Sisa pesan2 anda, adalah copy paste yg salah tempat. Tidak ada hubungannya dengan diskusi kita. Ini adalah diskusi anda dengan orang kristen. Kenapa anda bawa2 ini saya tidak tahu. Tapi karena anda menyebut2 itu saya akan mengabaikan semuanya sebagai fallacy tu quoque. Disini anda mencoba menjelekan kristen dan judaisme utk menghindar dari dosa2 Muhammad. Misal anda benar, apa itu membuktikan Muhammad benar nabi tuhan? Apa itu bukti bahwa Muhammad utusan tuhan? Muhammad bilang Yesus dan Musa adalah nabi2 tuhan. Jika anda tunjukkan bahwa mereka bukan nabi tuhan, bukankah ini secara otomatis membuat Muhammad seorang pembohong? Tidak jadi masalah apa anda berhasil atau tidak, dengan hanya mempertanyakan kenabian mereka anda telah menantang Muhammad dan wewenang yg ‘katanya’ dia punya dan menjadikan anda bukan seorang muslim.

Pada tahap ini, saya minta anda mari kembali kedebat kita yg telah saya diskusikan, dg cara sama dimana saya telah mendebat poin2 yg anda angkat. Jika yg anda bisa lakukan Cuma copy paste artikel2 yg tidak relevan dan mengulang apa yg anda tulis diwaktu lain, saya tidak melihat debat apapun dan jadi bertanya apa yg kita lakukan disini, jika anda mengharap saya menjawab copy paste artikel tidak relevan anda tanpa anda menjawab poin2 saya, apa perlunya melanjutkan? Bukankah anda yg menuduh orang kristen “membebek”? Tidakkah anda melakukan itu disini?

Anda kelihatannya kehabisan argumen bahkan sebelum kita bertarung dan sebab itu anda menggunakan taktik copy paste dan ngaco belo agar debat batal utk mencoba membuat pembaca bosan dan membuat anda punya jalan keluar dari debat ini. Tolong buktikan bahwa ini bukan niat anda.

Jika betul itu niat anda, saya sarankan anda sebaiknya menyelamatkan muka anda dengan tidak menjawab sama sekali. Dr. Zakir Naik, Prof Michael Sells dan Prof. John Esposito jauh merasa lebih baik karena tidak menjawab saya daripada jika mereka menjawab dan gagal mengemukakan argumen yg logis dan berhubungan. Jika anda butuh tarik nafas dulu, anda boleh berhenti sementara, tapi jika anda sungguh2 ingin berdebat tolong jangan bebani saya dan para pembaca dengan perpanjangan copy paste yg tidak relevan ini.

Akhirnya saya ingin bicara pada nurani anda. Jika anda tidak bisa membela islam, kenapa anda berpegangan pada kapal yg akan tenggelam ini? Islam adalah sebuah kebohongan dan ini telah saya buktikan dalam banyak sekali artikel lagi dan lagi. Kenapa berpegangan pada sebuah doktrin yg begitu jahat dan palsu? Saya setulusnya meminta anda utk meninggalkan islam. Anda tidak dapat menyelamatkan islam ataupun mereformasinya. Islam didasarkan pada kebohongan semata. Islam bukan sebuah agama tuhan tapi sebuah cult (aliran kepercayaan jahat) yg diciptakan oleh seorang psikopat utk mengontrol dan mendominasi orang2 yg gampang dibujuk. BUAH2NYA TELAH BERBICARA DENGAN SENDIRINYA.

Saya menyerukan pada semua muslim untuk meninggalkan islam. Islam adalah sebuah kebohongan. Semakin cepat kita menghadapi kebenaran semakin cepat kita menyelamatkan jiwa kita dan dunia kita yg telah luka. Dengan menganut pada cult ini kita secara tidak langsung membantu dan mendukung para teroris. Kita melakukan sebuah dosa terhadap jiwa kita dan anak2 cucu kita. Anda bertanggung jawab utk apa yg anda percaya. Jangan menjadi sebuah alat kebencian dan kehancuran. Jadilah alat cinta dan penyatu umat manusia. Mari kita bangun kembali dunia kita yg terluka bersama-sama. Mari kita rajut persaudaraan kita. Kita semua bersaudara dalam kemanusiaan. Anda tahu pepatah “memecah belah dan menguasai”. Bagaimana bisa anda biarkan diri anda menjadi korban persekongkolan setan ini? Dunia tidak terbagi antara muslim dan kafir. Tidak tercipta sebagai Dar al-Harb dan Dar al-Islam. Ini adalah satu planet utk masing2 kita bagi, kita sayangi dan kita cintai.

Cukup sudah kegilaan ini! Cukup sudah kebencian. Muhammad berbohong pada kita. Mari bangun dari tidur kita. Mari tinggalkan doktrin kebencian ini dan melangkah kepada dunia cinta dan terang. Mari kita lakukan sekarang karena esok sudah terlambat.
User avatar
pod-rock
Translator
 
Posts: 786
Joined: Tue Nov 28, 2006 1:25 pm

Postby pod-rock » Mon Jun 04, 2007 10:21 am

Seseorang mengaku mengetahui alamat dan wajah Ali Sina lewat penyelidikan dan dia mempostkan dengan nama Mirror of Truth:

Faith Freedom Foundation
P.O Box 664
Amherst, NY, 14226
United States of America

or the phone number:

Telephone: +1 – 2516664567
-----------------

Lalu Edip Yuksel di situsnya Ali Sina menulis ‘rasa penyesalan’ tentang pengungkapan ini, dan dia mempostkannya sebanyak 3 kali, para pembaca disana merasa ‘rasa penyesalan’ Edip hanya pura2, sedangkan maksud sebenarnya dengan mempostkan sebanyak tiga kali adalah untuk menyebarkan Alamat serta nomor telepon tersebut, berikut adalah pesannya :

Posted: Thu Jan 06, 2005 4:56 am Post subject: Faith Freedom Foundation Address & Telephone number.

--------------------------------------------------------------------------------

Peace all,

Just wondering why Ali Sina hasn't put the postal address or telephone number for his organisation on his web site. I believe it is:

Faith Freedom Foundation
P.O Box 664
Amherst, NY, 14226
United States of America

or the phone number:

Telephone: +1 - 2516664567

Surely he'd like to hear from his supporters and receive the odd card, or courtesy call now and then ?

Regards.


"Pengungkapan" atau lebih akuratnya membuka identitas atau keberadaan seseorang bukan dengan maksud utk membuat cult pribadi, tapi utk mendebat isu2 teologis penting yg berhubungan secara sosial dan politis adalah tidak relevan.

Tapi, lebih tidak relevan, tidak bertanggung jawab dan bahkan jahat, karena hal itu akan merusak kehidupan seorang yg ‘kejahatannya’ hanyalah mengungkapkan kepercayaan dan pendapatnya. Menempatkan nyawa seseorang kedalam bahaya sangat bertentangan dengan apa yg saya percaya dan pertahankan. Saya percaya pada kebebasan berpendapat dan beragama. Jika Allah yg Maha Kuasa juga membiarkan Setan utk mengungkapkan pendapatnya dan membiarkan orang2 memilih agama, pendapat, filosofi atau iman apa saja yg mereka mau, maka akan sangat bertentangan dengan sistem Ketuhanan dan akan menciptakan lingkungan dan kondisi yang bermusuhan yg akan menekan perbedaan pendapat dan menindas sebagian orang karena kepercayaan mereka atau ketidak percayaan mereka.

Jadi, saya kutuk tindakan2 mereka yg ingin melakukan pekerjaan2 penyelidikan layaknya detektif atau polisi, bukannya melakukan debat2 cerdas.

Jika saya ingin kebebasan dan keamanan bagi saya sendiri, saya harus menginginkan hal yg sama bagi orang lain, termasuk musuh2 saya yg tidak punya maksud utk menyakiti secara fisik dalam tindakan2nya. Utk melakukan yg sebaliknya adalah sebuah kemunafikan.

Saya percaya bahwa suara Ali Sina, tanpa kita perhatikan nilai kebenarannya, adalah berharga dan harus dilindungi. Kita tidak dapat menemukan kebenaran tanpa orang seperti Ali Sina.

Saya pribadi, saya tidak peduli sedikitpun, apa organisasi Evilgelical, zionis, CIA atau kekuatan lain membayar atau memperalat Ali Sina. Bagi saya, hal itu tidak penting dan tidak relevan, karena Ali Sina mengangkat isu2 penting, dan menyuarakan masalah2 penting bagi sebuah agama yg diikuti oleh lebih dari satu milyar orang.

Kita semu bersaudara dari Adam dan Hawa. Kita tidak dapat menjadi muslim (tunduk pada Allah saja, dan manusia yg cinta damai) jika kita tidak berlaku seperti manusia. Utk menjadi manusia dan peduli akan kehidupan tiap umat manusia adalah suatu prasyarat bagi muslim. Saya tidak melihat hubungannya dengan mereka yg mengabaikan dan melanggar ikatan suci antara manusia ini, sebuah ikatan yg ditetapkan oleh tuhan dan pencipta kita disaat terciptanya umat manusia.

Peace

Edip Yuksel
www.yuksel.org
www.19.org
-------------------------

Ali Sina menulis :

Thank you Edip,,

You wrote that three times already. I think we got the message

(Anda menulis hal itu sudah tiga kali. Saya pikir kita sudah mengerti)

------------------------------------
Dan kepada Mirror of Truth:

MOT

Terima kasih telah membuka kedok asli dari para submitter (muslim yg percaya Quran saja aliran Rashad Khalifa menyebut diri mereka submitter, pen). Tiap orang tahu niat anda adalah utk membuat nyawa saya dalam bahaya. Ini adalah bukti raksasa bahwa mereka yg menyebut dirinya “reformis” adalah muslim-muslim juga dan muslim akan melakukan apa yg muslim seharusnya lakukan, yaitu berbohong, menipu dan membunuh.

Sekarang mengenai informasi anda, alamat itu adalah alamat organisasi kemanusiaan. Ini alamat yg sama yg dipakai Ibn Warraq utk mendaftarkan situsnya. Saya perkirakan jika kita bisa menerima perihal apapun lewat surat saya bisa mempercayai orang2 ini maka saya pakai alamat mereka. Tapi mereka tidak punya alamat saya. Bahkan tak seorangpun punya alamat asli saya.

So I am sorry, rencana anda rusak dan anda harus gigit jari setelah tahu saya tidak dalam bahaya. Apa anda sekarang berpikir bahwa anda muslim paling pintar? Tidakkah terpikir oleh anda bahwa lewat situlah para saudara teroris anda akan mencoba mencari saya?

Agar meringankan anda, ijinkan saya kasih tahu bahwa saya tidak pernah memberikan informasi dimanapun atau pada siapapun yg bisa berujung ke diri saya. Sebagai contoh saya bisa saja mendapatkan uang dengan berafiliasi ke amazon.com, tapi amazon.com hanya membayar lewat cek dan saya tidak bisa menerima cek karena akan bisa dilacak ke alamat saya. Informasi saya pada host situs saya adalah palsu, pembayaran dilakukan melalui bank draft. Jadi pada dasarnya tak ada sesuatupun dalam internet yg bisa dihubungkan dengan saya. Saya minta maaf karena mengecewakan anda tapi terimakasih telah menunjukkan pada dunia bahwa submitter atau bukan seorang muslim tetaplah seorang muslim.

Ijinkan saya terangkan. Meski saya bilang saya tidak percaya pada tuhan atau agama. Saya tidak punya masalah dengan agama2 manapun yg ada sekarang ini. Pertempuran saya dengan islam bukan karena islam adalah sebuah agama tapi karena ISLAM BUKANLAH AGAMA. Islam adalah fasisme yg menyamar sebagai sebuah agama.

Saya telah sering berkata bahwa semua penduduk dunia harus bersatu melawan islam. Ini berarti sebagai seorang sekularis saya melihat orang2 yahudi, hindu, kristen atau ateis sebagai teman2 seperjuangan saya dalam perang. Saya sangat senang para pengikut agama lain yg mendukung saya baik dengan sumbangan2 literatur mereka kepada situs ini ataupun dengan donasi2 mereka.

Saya adalah seorang pemikir bebas. Meskipun demikian saya tidak ingin memaksakan cara berpikir saya pada siapapun. Faithfreedom artinya kebebasan dari dan akan kepercayaan. Saya percaya akan perbedaan dan sangat senang bekerja dengan organisasi atau kelompok apapun yg seiring dengan tujuan saya sepanjang mereka itu bukanlah kelompok pembenci dan rasis lain seperti para islamis. Tujuan saya bukanlah utk membuat kelompok baru dan membagi kelompok yg sudah ada tapi malah membawa setiap orang utk bersama-sama menciptakan garis depan yg setujuan yg terdiri dari semua jenis orang didunia utk melawan islam. Jadi jika orang2 kristen atau yahudi atau hindu atau komunis ingin menolong dalam segala hal, saya akan terima pertolongan mereka dengan rasa terima kasih dan akan bekerja sama dengan mereka. Malah empat tahun lalu Golshan.com yg menjadi host situs saya dan mereka adalah kaum komunis iran. Saya sepenuhnya anti komunis tapi saya tidak membiarkan perbedaan pendapat saya menjadi halangan utk tujuan bersama kita. Tujuannya adalah utk memusnahkan islam dan kita semua umat manusia harus bekerja sama utk mencapainya.

Anggap saja satu spesies Makhluk asing alien yg menyerang Bumi.
User avatar
pod-rock
Translator
 
Posts: 786
Joined: Tue Nov 28, 2006 1:25 pm

Postby pod-rock » Mon Jun 04, 2007 10:26 am

Edip Yuksel vs. Ali Sina

Ronde VI -17

Dalam forum situs ini, salah seorang submitter, pengikut dari doktrin yg sama yg dianut teman kita Edip Yuksel, mempostkan informasi yang saya berikan ketika saya membeli domain situs ini agar tiap orang bisa mengetahuinya. Tentu saja saya telah punya pemikiran untuk tidak memakai alamat dan nomor telepon asli saya ketika saya mendaftarkan domain ini. Informasi itu tidak benar, kalau tidak mungkin saya tidak akan hidup sampai hari ini.

Orang yang mempostkan informasi tersebut, berpikir bahwa informasi itu tepat/benar dan karena dia sendiri tidak bermaksud utk berurusan dengan saya sesuai dengan prinsip2 islam, dia berharap seseorang, mungkin saudara seimannya yg jadi pejihad, akan melihat itu dan ‘mengurus’ saya. Siapa lagi yang mungkin tertarik utk mengetahui alamat saya?

Ironisnya, individu ini mengklaim bahwa sebagai seorang Submitter, versi dia tentang Islam adalah versi yg telah direformasi dan bahwa para pengikut sekte ini manusiawi, tidak seperti sekte sunni dan shiah, mereka tidak membunuh para murtad dan menolak semua kebarbaran dari islam dengan mengatakan bahwa itu semua adalah produk hadits dan sebagai muslim “Quran Saja”, mereka berbeda.

Bagi seseorang yg tidak mengenal islam dan tidak sadar bahwa kebrutalan agama ini berasal dari Quran itu sendiri, kelompok ini kelihatannya menyajikan secercah harapan. Para muslim ini, akrab dengan pola pikir barat, tahu persis apa yg diinginkan para hadirin dan mereka menyetem alat2 mereka sesuai dengan itu.

Tapi, meski kepura-puraan adalah sebuah seni islam, tidak semua orang islam ahli dalam bidang itu. Sering mereka melakukan sesuatu dan mengatakan sesuatu yg mengungkapkan sifat alami mereka yg sebenarnya. Sebagai contoh Submitter ini mempunyai khayalan utk membuat bahaya hidup saya dengan berpikiran bahwa pengungkapan informasi (yg sebenarnya salah) tentang saya ke umum akan menolong para saudara terorisnya utk membunuh saya. Ketika ditanya utk menjelaskan motifnya dia menulis:

Murtad bukanlah sesuatu yg membuat orang terbunuh. Adalah kombinasi menjadi seorang yg kontroversial dan terkenal yg membuat seseorang terbunuh.

Jika apa yg anda sajikan tidak dituliskan dalam begitu banyak kebencian – dan apa yg anda tulis diatas adalah bukti dari kebencian anda kepada semua islam – karena anda membuat hal sangat jelas tentang ketidak hormatan anda terhadap ayat2 suci dari semua muslim – maka lalu anda mungkin bisa melakukan apa yg anda lakukan dan tidak menjadi kontroversial.

Tapi postingan anda diatas cukup utk meyakinkan saya bahwa anda betul2 mutlak dalam kebencian anda dan bahwa post anda tentang cinta dan perbaikan adalah kosong.

Kebanyakan orang memberi percaya anda dan berharap mendapat bimbingan anda tapi saya punya doa yang sama sekali berbeda menyangkut anda Ali –

O Lord, anda telah memberi Ali Sina dan pengikutnya kebebasan berbicara dan bertindak didunia ini. O Lord, mereka menggunakan itu utk menarik orang keluar dari jalanMu. O Lord, basmilah tindakan2 mereka, dan keraskan hati2 mereka utk mencegah mereka percaya, sampai mereka melihat azab yg menyakitkan.


Jadi jelaslah bahwa para Submitter, sama saja seperti muslim lainnya yg berpikir sangat dibenarkan utk membunuh seseorang jika dia “kontroversial” yakni berbicara menentang islam dan terkenal.

Kelakuan sembrono ini memunculkan maki2an dari anggota FFI. Tentu saja informasi tersebut palsu, tapi dia tidak tahu ini. Ketika dia mempostkan info tsb, dia lakukan itu dengan niat utk menempatkan nyawa saya dalam bahaya.

Ketika teman kita Edip Yuksel, Imam Besar dari Submitter (islam yg ‘reformis’ dan ‘manusiawi’) mengetahui insiden ini, pertama dia pikir info ini dibocorkan oleh seorang anggota Sunni forum ini dan dia dengan keras mengutuknya. Dia tulis:

"Pengungkapan" atau lebih akuratnya membuka identitas atau keberadaan seseorang bukan dengan maksud utk membuat cult pribadi, tapi utk mendebat isu2 teologis penting yg berhubungan secara sosial dan politis adalah tidak relevan.

Tapi, lebih tidak relevan, tidak bertanggung jawab dan bahkan jahat
Jadi, saya kutuk tindakan2 mereka yg ingin melakukan pekerjaan2 penyelidikan layaknya detektif atau polisi, bukannya melakukan debat2 cerdas.

Jika saya ingin kebebasan dan keamanan bagi saya sendiri, saya harus menginginkan hal yg sama bagi orang lain, termasuk musuh2 saya yg tidak punya maksud utk menyakiti secara fisik dalam tindakan2nya. Utk melakukan yg sebaliknya adalah sebuah kemunafikan.

Saya percaya bahwa suara Ali Sina, tanpa kita perhatikan nilai kebenarannya, adalah berharga dan harus dilindungi. Kita tidak dapat menemukan kebenaran tanpa orang seperti Ali Sina.

Saya pribadi, saya tidak peduli sedikitpun, apa organisasi Evilgelical, zionis, CIA atau kekuatan lain membayar atau memperalat Ali Sina. Bagi saya, hal itu tidak penting dan tidak relevan, karena Ali Sina mengangkat isu2 penting, dan menyuarakan masalah2 penting bagi sebuah agama yg diikuti oleh lebih dari satu milyar orang.

Kita semua bersaudara dari Adam dan Hawa. Kita tidak dapat menjadi muslim (tunduk pada Allah saja, dan manusia yg cinta damai) jika kita tidak berlaku seperti manusia. Utk menjadi manusia dan peduli akan kehidupan tiap umat manusia adalah suatu prasyarat bagi muslim. Saya tidak melihat hubungannya dengan mereka yg mengabaikan dan melanggar ikatan suci antara manusia ini, sebuah ikatan yg ditetapkan oleh tuhan dan pencipta kita disaat terciptanya umat manusia.

Saya ingin para pembaca mengerti posisi saya, yg saya pertahankan dengan perasaan bahwa itulah juga posisi dari Quran, mengenai kebebasan kepercayaan, pendapat, filosofi, dll, dan ungkapan mereka.


Well, bagaimana anda bisa membantah itu? Disini Edip Yuksel, teolog Besar dan otoritas terakhir dari Sekte Submitter, kelompok yg berpikir hanya merekalah muslim sesungguhnya dan muslim2 lain sudah disesatkan dan bid’ah hingga mereka menyebut kelompok muslim lain itu sebagai “Hislamist”, (mungkin kependekan dari Hadits islamis), meyakinkan kita bahwa diapun ada dipihak kebebasan berbicara dan mengutuk tindakan “tidak bertanggung jawab dan bahkan jahat” dari siapapun yang mengungkapkan informasi tsb. Saya begitu terharu dengan sikap ini hingga saya hampir menulis sesuatu yg memujinya karena sikap kemanusiawiannya. Tapi setelah saya periksa lagi, saya terkejut menemukan bahwa dia sudah menarik pernyataannya kembali dan bahkan dia meminta maaf kepada orang yg membocorkan info itu setelah dia tahu bahwa orang yg berusaha membuat saya terbunuh itu tidak lain adalah salah seorang anggota sektenya sendiri.
User avatar
pod-rock
Translator
 
Posts: 786
Joined: Tue Nov 28, 2006 1:25 pm

Re: Edip Yuksel vs. Ali Sina ttg Muslim yg percaya Quran saja

Postby I Want You » Fri Sep 25, 2009 3:43 pm

Beberapa hari ini , gua baca2 debat Ali Sina , gua kagum dengan jawaban Ali Sina. muslim2 semua tidak berkutik dengan debat Ali Sina , kebanyakan muter2 dan OOT , bahkan terakhir ini menggunakan cara2 kotor dan menjijikan , sekali muslim tetaplah muslim , sama seperti junjungan2 mereka muhammad saw :vom:

andaikan di setiap negara muslim , muncul ali sina2 baru , maka kemudian islam akan bisa dengan cepat di musnahkan dari muka bumi ini! =D>
sekali lagi salute dan angkat topi to Mr. Ali Sina ! =D> =D>
User avatar
I Want You
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1035
Joined: Thu May 07, 2009 2:20 pm

Re: Edip Yuksel vs. Ali Sina ttg Muslim yg percaya Quran saja

Postby thesinner » Fri Oct 30, 2009 2:08 am

Trus..trus... gimana kelanjutan ceritanya..?

Jadi penasaran aku?? :stun:

Wow benar- bener mantap...! Salut deh tuk AliSina =D>
thesinner
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 7
Joined: Tue Oct 06, 2009 2:03 pm

Next

Return to ONE STOP SHOP FFI

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests