. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Duladi & Crescent: 3. Apakah Islam melarang KDRT?

Pembelaan bahwa Islam adalah ajaran dari Tuhan.

Re: Duladi & Crescent: 3. Apakah Islam melarang KDRT?

Postby ahaQ » Wed Jan 26, 2011 12:09 am

ya sudah bearti Islam terbukti TIDAK melarang KDRT... berbahagialah Muslimah yg bernaung di bawah hukum sekuler... karena UU-nya lebih berprikemanusiaan daripada Quran...
User avatar
ahaQ
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 865
Joined: Sun Sep 12, 2010 7:41 pm

Re: Duladi & Crescent: 3. Apakah Islam melarang KDRT?

Postby CRESCENT-STAR » Wed Jan 26, 2011 4:05 pm

Crescent-Star wrote:terserah bung lah ... bung punya hak memilih.
istilah PELUANG anggaplah sbg UJIAN bagi manusia. toh Tuhan pun secara global juga memberikan kita PELUANG PILIHAN di dunia ini. mau baik atau buruk. mau lurus atau bengkok. ya toh ?

Duladi wrote:Tapi bila ada "sosok mengaku tuhan" membuat ATURAN HUKUM yang dapat memayungi (melindungi) para pelaku kejahatan, apakah hal itu bukan sesuatu yang patut dicurigai?
Ketika para nabi membawa ATURAN HUKUM yang dapat menjerat para pelaku kejahatan, Muhammad yg dari Arab ini mengaku nabi dan malah membikin aturan hukum yang dapat melindungi para pelaku kejahatan.
Kenapa anda tidak bisa melihat hal itu?
Memang anda dan saya dapat menjudge para pelaku KEKERASAN terhadap istri itu sebagai BERSALAH, pelaku tindak kejahatan, tapi sebaliknya, ISLAM justru MEMBERI PERLINDUNGAN HUKUM bagi orang-orang yang menurut kita keliru itu.
Kenapa anda tidak mencoba meninjau ulang Islam ini, yg diklaim sebagai agama ilahi dan sempurna, tapi malah membenarkan perbuatan-perbuatan tercela dilakukan?
Kenapa anda tidak bisa "NGEH", dan berkata dalam hati, "Iya, ya, kenapa kok Islam malah memberi legalitas bagi perbuatan-perbuatan salah? Kalau memang Islam ini produk Tuhan, seharusnya ia melarang hal-hal yang salah itu dilakukan."

jangan terbawa perasaan sendiri lah ... atau tersetting dgn kesimpulan hasil rumusan kebencian.
siapa yg melindungi kejahatan ?..gak ada lah.
tidak ada yang salah jika seorang pemimpin memberi hukuman pada rakyatnya yg mencoba menjerumuskan dirinya atau orang2 di sekitarnya pada kehinaan dan kerusakan. bung pun pasti setuju hal ini. kalau bung tidak setuju hal ini, maka pasti bung pun antipati thd aparat penegak hukum. dan bung pasti mencaci maki UU hukum pidana dan perdata. ya toh ?
User avatar
CRESCENT-STAR
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 8235
Joined: Wed Nov 04, 2009 10:48 pm

Re: Duladi & Crescent: 3. Apakah Islam melarang KDRT?

Postby Duladi » Wed Jan 26, 2011 5:00 pm

CRESCENT-STAR wrote:jangan terbawa perasaan sendiri lah ... atau tersetting dgn kesimpulan hasil rumusan kebencian.
siapa yg melindungi kejahatan ?..gak ada lah.
tidak ada yang salah jika seorang pemimpin memberi hukuman pada rakyatnya yg mencoba menjerumuskan dirinya atau orang2 di sekitarnya pada kehinaan dan kerusakan.


Di situlah letak BODOHNYA ajaran Islam.
Islam menempatkan PRIA seolah-olah DI POSISI YANG SUDAH PASTI BENAR, dan tidak mungkin salah. Dan yang selalu salah adalah PEREMPUAN.
Apakah ini ajaran yang positif? ](*,)


CS wrote:bung pun pasti setuju hal ini. kalau bung tidak setuju hal ini, maka pasti bung pun antipati thd aparat penegak hukum. dan bung pasti mencaci maki UU hukum pidana dan perdata. ya toh ?


Kenapa anda menyamakan SUAMI dengan APARAT PENEGAK HUKUM? Aparat diberi wewenang oleh rakyat untuk melakukan itu, dan ada pemantauan terhadap kinerja mereka, apakah mereka sudah melakukan wewenang yg diberikan secara benar atau tidak.

Sedangkan siapakah SUAMI? Dia bukan aparat, tapi Islam memberi LAMPU HIJAU bagi suami garang untuk MEMUKULI ISTRINYA.

Inilah yang tidak benar. Bagaimana agama yg diklaim BENAR & SEMPURNA dapat mengajarkan hal-hal yang tidak benar?
KDRT jelas-jelas adalah SALAH dan TIDAK LAYAK DILESTARIKAN, terutama dalam zaman di mana manusia sudah mencapai peradaban yang demikian tinggi ini. Manusia membutuhkan keteraturan untuk dapat hidup secara baik, bukan KEKACAUAN dan TINDAK MAIN HAKIM SENDIRI.

Apakah anda tidak melihat, Islam justru menghendaki KEKACAUAN itu? Anda bisa bayangkan, apa jadinya bila SELURUH NEGARA menerapkan SYARIAH ISLAM MURNI???? Istri-istri pada babak belur semua, dan hidup di dunia ini serasa neraka bagi mereka. Mereka tidak punya SUARA dalam keluarga, mereka hanya dianggap sebagai BENDA KONSUMSI. Mereka hanya boleh menurut saja pada apapun YG DIINGINKAN SUAMI. Menentang keinginan suami sudah dianggap melakukan NUSYUZ. Bukankah ini gila? Islam juga mengajarkan, Suami tidak akan ditanya mengapa ia pukul istrinya. Mau jadi apa dunia ini kalau ISLAM benar-benar berkuasa? ISLAM itu PRODUK SETAN, bukan produk TUHAN.
Duladi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 7098
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Re: Duladi & Crescent: 3. Apakah Islam melarang KDRT?

Postby CRESCENT-STAR » Thu Jan 27, 2011 12:40 am

aturan Islam sudah betul. kalau ada yg memanfaatkannya untuk nafsu pribadi, ya itu penyelewengan. sesederhana itu bukan ? kenapa mesti ngejelimet dan memaksakan diri kesimpulannya harus ISLAM = JELEK.
tahanlah nafsu kebencian yg luar biasa itu ... nanti orang jadi jijik lihatnya. ok ?
User avatar
CRESCENT-STAR
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 8235
Joined: Wed Nov 04, 2009 10:48 pm

Re: Duladi & Crescent: 3. Apakah Islam melarang KDRT?

Postby Duladi » Thu Jan 27, 2011 11:05 am

CRESCENT-STAR wrote:aturan Islam sudah betul. kalau ada yg memanfaatkannya untuk nafsu pribadi, ya itu penyelewengan.


Nah, sekali lagi anda sudah jujur menyebut perbuatan itu sebagai penyelewengan. Tapi apakah anda tidak sadar, bahwa Islam sama sekali tidak berdaya untuk menjerat pelakunya sebagai PELANGGAR HUKUM, karena pelakunya menggunakan HUKUM ISLAM untuk menjustifikasi perbuatannya?

Islam justru menjadi PAYUNG HUKUM bagi mereka, para pelaku KDRT.

Dengan demikian, yang seharusnya kita persalahkan bukan hanya pelakunya, tapi juga ISLAM yang telah memberi legalitas bagi dilakukannya perbuatan menyimpang tersebut.

CS wrote:sesederhana itu bukan ? kenapa mesti ngejelimet dan memaksakan diri kesimpulannya harus ISLAM = JELEK.
tahanlah nafsu kebencian yg luar biasa itu ... nanti orang jadi jijik lihatnya. ok ?


Kalau ISLAM = BAIK, seharusnya ISLAM bukan malah memberi PERLINDUNGAN HUKUM bagi para pelaku jahat tersebut.
Anda dan saya tahu, KDRT itu buruk dan harus dicegah.
Pemerintah dan masyarakat beradab pun tahu juga tentang keburukan KDRT, karena itu ada lembaga-lembaga semacam HAM, P3A, dst.
Tapi anehnya, kenapa ISLAM justru memberi peluang bagi terjadinya KDRT? Apa yang bisa Islam lakukan sebagai HUKUM, sewaktu mendapati KDRT? Islam sama sekali TIDAK BERDAYA, karena para pelakunya bukan melanggar HUKUM ISLAM, tapi justru sedang MENERAPKAN HUKUM ISLAM.
Beginikah yang anda sebut ISLAM = BAIK?
Duladi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 7098
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Re: Duladi & Crescent: 3. Apakah Islam melarang KDRT?

Postby CRESCENT-STAR » Thu Jan 27, 2011 11:17 am

loh Islam tidak bisa menjerat bgm ? ...
jika urusan hukum pidana, maka di sana ada kewajiban negara Islam untuk menjeratnya. Allah dan Rasul sudah memberikan KESEMPATAN itu.
ada dalam hadits seorang sahabat bertanya ttg HUKUMAN. maka cari di Quran, jika tidak ada cari di hadits, jika tidak ada maka BERIJTIHAD lah untuk menentukan hukuman tsb.

nah ..Allah memberikan hak pada suami untuk menghukum. dan ini tetap sah jika si suami berada pada aturan mainnya yg benar.
jika tidak berada pada aturan main yg benar, maka ini sudah masuk tindak pidana.
jika tidak ada hudud dalam Syari'ah maka Allah dan Rasul mempersilahkan negara menentukan jenis hukumannya sendiri yg memenuhi rasa keadilan dan tidak bertentangan dgn hukum2 syariah lainnya.

bahkan dalam riwayat lain, disebutkan nasihat Nabi saw bahwa jika seorang hakim atau negara tidak faham hukum Allah, maka untuk menjaga kesucian hukum Allah tsb, Nabi menganjurkan agar diberikan hukuman hasil ijtihad hakim.
di Arab Saudi sebuah pengadilan syariah menjatuhkan hukuman denda thd suami yg memukul istri karena keluar dari aturan yg benar menurut Islam.
User avatar
CRESCENT-STAR
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 8235
Joined: Wed Nov 04, 2009 10:48 pm

Re: Duladi & Crescent: 3. Apakah Islam melarang KDRT?

Postby Duladi » Thu Jan 27, 2011 11:40 am

CRESCENT-STAR wrote:loh Islam tidak bisa menjerat bgm ? ...
jika urusan hukum pidana, maka di sana ada kewajiban negara Islam untuk menjeratnya. Allah dan Rasul sudah memberikan KESEMPATAN itu.
ada dalam hadits seorang sahabat bertanya ttg HUKUMAN. maka cari di Quran, jika tidak ada cari di hadits, jika tidak ada maka BERIJTIHAD lah untuk menentukan hukuman tsb.


Apakah HAK MEMUKULI ISTRI tidak ada dalam Alquran dan Hadist? ADA
Jadi bagaimana ijtihad anda dapat mengalahkan HUKUM QURAN & HADIST?

Sekalipun anda tahu bahwa PERBUATAN KDRT itu SALAH, tapi HUKUM ISLAM sama sekali tidak menganggapnya SALAH. Itu yg harus anda catat!

CS wrote:nah ..Allah memberikan hak pada suami untuk menghukum. dan ini tetap sah jika si suami berada pada aturan mainnya yg benar.


Aturan mainnya sudah diserahkan sepenuhnya kepada SUAMI, dan tidak ada SEORANG PUN YG BERHAK MENGHAKIMI SUAMI.
Rule-nya dalam Islam jelas: ORANG TIDAK AKAN DITANYA MENGAPA DIA MEMUKUL ISTRINYA.

CS wrote:jika tidak berada pada aturan main yg benar, maka ini sudah masuk tindak pidana.


Yang menganggap ada aturan main tidak benar dan masuk tindak pidana khan ANDA, SAYA, MASYARAKAT BERADAB dan PEMERINTAH?
Tapi TIDAK DEMIKIAN DENGAN ISLAM. Islam menganggap TINDAK PEMUKULAN SUAMI KEPADA ISTRI adalah BENAR sesuai HUKUM ISLAM.

CS wrote:jika tidak ada hudud dalam Syari'ah maka Allah dan Rasul mempersilahkan negara menentukan jenis hukumannya sendiri yg memenuhi rasa keadilan dan tidak bertentangan dgn hukum2 syariah lainnya.


Tapi kalau PERBUATAN TERSEBUT sudah menjadi HAK bagi SANG PELAKU, bagaimana itu bisa dianggap sebagai PELANGGARAN?
Hukum Islam memberi HAK kepada SUAMI untuk MEMUKUL ISTRINYA.
Jadi kalau ada suami memukul istrinya, sang suami sedang menjalankan haknya sesuai HUKUM ISLAM.
Sekalipun anda berijtihad mengajukan sang suami sebagai PELAKU PIDANA, tapi ISLAM melindunginya. Ijtihad anda tidak dapat membatalkan HUKUM ISLAM.

Kita beruntung, karena Indonesia tidak menerapkan HUKUM ISLAM 100%. Pemerintahan kita berlandaskan pada PANCASILA, dan ATURAN HUKUM mengadopsi pada KITAB HUKUM peninggalan Eropa yang kafir. Coba kalau Indonesia sepenuhnya sudah dikuasai Islam, tidak ada perlindungan hukum bagi PARA WANITA yang menjadi korban KEKERASAN suaminya. Suami bebas kawin lagi, bebas menceraikan istri, dan bebas tabok istri. Tidak perlu ada PENCATATAN dan tidak perlu ada PENGAJUAN ke pengadilan agama, cukup hanya dengan IJAB KABUL & TALAK, perselingkuhan dan perceraian dapat terjadi. Yang kita lihat ini, bukan KETERATURAN & KETERTIBAN lagi, TAPI KEKACAUAN GLOBAL.

Karena itu saya katakan: ISLAM itu HUKUM SETAN yang berniat MENGACAUKAN TATANAN HIDUP DUNIA BERADAB.

CS wrote:bahkan dalam riwayat lain, disebutkan nasihat Nabi saw bahwa jika seorang hakim atau negara tidak faham hukum Allah, maka untuk menjaga kesucian hukum Allah tsb, Nabi menganjurkan agar diberikan hukuman hasil ijtihad hakim.
di Arab Saudi sebuah pengadilan syariah menjatuhkan hukuman denda thd suami yg memukul istri karena keluar dari aturan yg benar menurut Islam.


Baguslah kalau anda sudah menyadari, bahwa orang yang menentang KDRT dalam Islam berarti TIDAK FAHAM HUKUM ISLAM.
Kalau orang yang faham HUKUM ISLAM, maka seharusnya ia MENDUKUNG KDRT, dan tidak bertanya mengapa seorang suami memukuli istrinya.
Mendenda suami karena memukul istrinya adalah bukti PEMERINTAH ARAB SAUDI tidak faham HUKUM ISLAM dan belum menerapkan SYARIAH secara murni.
Duladi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 7098
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Re: Duladi & Crescent: 3. Apakah Islam melarang KDRT?

Postby CRESCENT-STAR » Thu Jan 27, 2011 4:33 pm

jangan bersikap seperti anak-anak ... saya yakin bung pasti mengerti maksud saya, walaupun bung seperti biasa memalingkan muka seolah2 tidak tahu. saya perhatikan ini akibat sifat narsistik bung yang sudah akut. terlalu bangga dan kagum thd diri sendiri.
belajarlah mendengar supaya hidayah masuk ke dalam hati.
saya tidak akan berputar-putar meladeni sikap kekanak-kanakan bung. ok ?
User avatar
CRESCENT-STAR
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 8235
Joined: Wed Nov 04, 2009 10:48 pm

Re: Duladi & Crescent: 3. Apakah Islam melarang KDRT?

Postby Duladi » Thu Jan 27, 2011 4:52 pm

CRESCENT-STAR wrote:jangan bersikap seperti anak-anak ... saya yakin bung pasti mengerti maksud saya,


Saya memang mengerti maksud anda, bahwa anda menentang KDRT dan menganggap muslim yg melakukan itu sebagai PELAKU PENYIMPANGAN AGAMA. Tapi masalahnya, apakah benar ITU PENYIMPANGAN AGAMA? Islam tidak menganggapnya sebagai PENYIMPANGAN, karena apa yang dilakukan si pelaku KDRT adalah PENERAPAN ATAS HUKUM ISLAM.

Hukum Non-Islam dapat menjerat pelaku KDRT sebagai PELAKU PIDANA.
Tapi Hukum Islam tidak berdaya, karena Hukum Islam sendiri merupakan PAYUNG HUKUM bagi KDRT.
Duladi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 7098
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Re: Duladi & Crescent: 3. Apakah Islam melarang KDRT?

Postby CRESCENT-STAR » Thu Jan 27, 2011 8:02 pm

tuh kan seperti anak-anak.
guling-guling di teras minta pengakuan hasil menggambarnya bagus. padahal semua tahu hasil gambarnya jelek.
User avatar
CRESCENT-STAR
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 8235
Joined: Wed Nov 04, 2009 10:48 pm

Re: Duladi & Crescent: 3. Apakah Islam melarang KDRT?

Postby Duladi » Thu Jan 27, 2011 8:13 pm

Ad-Hominem,,,,

Rupanya anda sudah tidak sanggup lagi berdiskusi tentang HALALNYA KDRT di Islam ini.

Semua argumen anda sudah saya bantah, baik secara logika maupun secara yuridis Islam. Islam memang berupaya MENGACAUKAN TATANAN HIDUP MASYARAKAT yang sudah teratur menjadi PORAK-PORANDA, dipenuhi KEKERASAN & TINDAK MAIN HAKIM SENDIRI.

Dasar Pegangan saya cuma ini:

1) Islam menghalalkan suami garang memukuli istrinya (QS 4:34) dan bahkan membiarkannya mati kelaparan (QS 4:15)
2) Suami tidak akan ditanya-tanyai kenapa dia memukul istrinya (Hadist Sunan Abu Dawud)

Apakah ini HUKUM yang baik atau HUKUM yang sangat rentan disalahgunakan, jawab sendiri dengan hati nuranimu.
Duladi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 7098
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Re: Duladi & Crescent: 3. Apakah Islam melarang KDRT?

Postby CRESCENT-STAR » Thu Jan 27, 2011 8:34 pm

ya saya memang akan stagnan jika yg saya hadapi terlalu narsis. dialog itu TAKE & GIVE. sedangkan bung hanya maunya memberi saja dan tdk memberikan kesempatan menerima dan mencerna.

pokoknya ayat itu KDRT padahal ayat zinah. itu contohnya. yaa saya mau bagaimana lagi ?..habis bung sperti anak kecil yg guling2 ingin gambarnya dibilang bagus, padahal jelek.
biasanya pintar membaca ayat dgn asbabun nuzulnya, kok sekarang bung tidak bisa ?
kata ILMU ayat mengurung itu sudah dinasakh, kok bung tidak mau menerima ?? dan itu hukuman zina dan hukuman zinan (hudu) hanya dilakukan oleh pemerintah. kok ga mau menerima ?... bgm ini ?
posisi laki2 dalam hukum Islam sbg pemimpin. kok ga mau menerima ?

maunya pendapat bung saja yg diterima. nah ini penyakit apa coba ?
User avatar
CRESCENT-STAR
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 8235
Joined: Wed Nov 04, 2009 10:48 pm

Re: Duladi & Crescent: 3. Apakah Islam melarang KDRT?

Postby Duladi » Thu Jan 27, 2011 9:41 pm

CRESCENT-STAR wrote:pokoknya ayat itu KDRT padahal ayat zinah. itu contohnya. yaa saya mau bagaimana lagi ?..habis bung sperti anak kecil yg guling2 ingin gambarnya dibilang bagus, padahal jelek.


Di dalam ayat itu tidak disebutkan tentang ZINAH, tapi "PRASANGKA" dari pihak suami belaka, sudah cukup dijadikan DASAR untuk melakukan PEMUKULAN.
Nah, ini sanggahan saya. Apa jawaban anda? Anda khan tidak bisa menjawab lagi, karena apa yang saya katakan itu benar?

CS wrote:biasanya pintar membaca ayat dgn asbabun nuzulnya, kok sekarang bung tidak bisa ?
kata ILMU ayat mengurung itu sudah dinasakh, kok bung tidak mau menerima??


Bukankah saya sudah menerima argumen anda tentang nasakh itu? QS 24:2 khan?
Dan saya juga sudah menjawab: Apa bedanya QS 4:15 dengan QS 24:2, bukankah dua-duanya sama-sama menghalalkan TINDAKAN MAIN HAKIM SENDIRI terhadap ISTRI yang menyeleweng? Kenapa kalau istri ngeseks dengan pria lain langsung diseret untuk dirajam, tapi kalau Muhammad ngeseks dengan wanita yang bukan istrinya (contoh: Ummu Syuraik, dia bukan budak dan juga bukan istri) dia tidak diseret ke lapangan untuk dirajam? Ini ATURAN DISKRIMINATIF dalam Islam yang masih perlu kita diskusikan nanti.

CS wrote:dan itu hukuman zina dan hukuman zinan (hudu) hanya dilakukan oleh pemerintah. kok ga mau menerima ?... bgm ini ?


Nah, ini jelas NGARANG. Karena anda pun tidak bisa menyebutkan di bagian mana dari QS 24:2 yang menyebutkan HARUS DILAKUKAN PEMERINTAH? Bukankah di ayat itu yang bertugas MERAJAM ISTRI adalah SUAMI & TEMAN-TEMANNYA??? Tidak ada sama sekali disebutkan tentang PENGADILAN ataupun PEMERINTAH sebagai pemutus hukuman.

CS wrote:posisi laki2 dalam hukum Islam sbg pemimpin. kok ga mau menerima ?


Saya menerima kalau laki-laki itu dianggap pemimpin dalam keluarga, tapi sungguh tidak bisa diterima akal, kalau LAKI-LAKI diberi wewenang juga untuk menjadi TUKANG HAJAR istri. Jadi bukan masalah "pemimpin" yg saya tolak, tapi penghalalan perilaku menyimpang itulah yang saya tentang. Di mana-mana, KDRT itu dianggap tidak wajar, menyalahi HAM. Tidak bisa kita membenarkan PERBUATAN SALAH tersebut dengan alasan "PRIA ADALAH PEMIMPIN".
Dapatkah seorang pria dianggap PRIA SEJATI kalau BERANINYA CUMA MEMUKUL WANITA? Wanita itu kaum yang lemah yang seharusnya kita lindungi, bukan untuk dijadikan OBYEK BULAN-BULANAN atau dijadikan BANTAL TINJU di rumah.

CS wrote:maunya pendapat bung saja yg diterima. nah ini penyakit apa coba ?


Lha, ini khan diskusi dan sekaligus debat? Kalau anda tidak sanggup lagi mendebat karena ARGUMEN SAYA benar, kenapa anda malah guling-guling di tanah sambil meraung-raung gemas kepada saya? Kalau anda GENTLE, seharusnya anda mengaku KALAH dan menyetujui semua yg saya katakan, dan bukannya malah AD-HOMINEM.

Tapi kalau anda merasa argumen saya SALAH, LHA, ya diluruskan dan didebat dong,....... Bukannya pake ngamuk-ngamuk guling-guling di tanah begini.

Argumen yang logis dan sesuai fakta, seharusnya juga dibantah dengan argumen yang lebih logis dan lebih sesuai fakta. Kalau bobot argumen anda lebih rendah, tentu saja argumen anda tidak bisa diterima.
Duladi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 7098
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Re: Duladi & Crescent: 3. Apakah Islam melarang KDRT?

Postby CRESCENT-STAR » Thu Jan 27, 2011 11:19 pm

tuh liat hiperbola bung ..TUKANG HAJAR. kenapa bung memilih kata ini, menurut saya karena sifat narsisisme bung lah ini muncul. bung seolah berteriak "semua pendapat dan tafsir ttg ayat ini salah, termasuk para ulama itu dan juga Nabi Muhammad, yang benar adalah tafsir saya".

kalau begini terus, saya memang benar2 dibuat stagnan. atau dalam bahasa narsistik bung "KALAH". ... eh eh eh.
User avatar
CRESCENT-STAR
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 8235
Joined: Wed Nov 04, 2009 10:48 pm

Re: Duladi & Crescent: 3. Apakah Islam melarang KDRT?

Postby Foxhound » Thu Jan 27, 2011 11:48 pm

CRESCENT-STAR wrote:selama memukul itu EFEKTIF untuk menyadarkan istri (tapi ingat pukulannya bukan pukulan menyiksa dan membekas) ya lakukan.
tapi ya kalau dilihat tidak efektif kenapa mesti memaksakan diri untuk memukul ?.
misal hanya dgn dipukul si istri mau berhenti datang ke tempat2 maksiat.
ingat loh dalm Quran memukul bukan melampiaskan amarah suami, tetapi sarana mendidik istri yg sedang masuk ke area berbahaya bagi diri sang istri dan keluarga. misal perzinahan.


Saya liat di topik ini bukan masalah Duladi narsistik dah. Bukankah anda sendiri yang mengatakan selama memukul itu efektif ya lakukan.

Pembelaan yang anda lakukan, adalah pembelaan motif. Kalau motifnya benar, boleh dilakukan, maka perbuatan jadi tidak salah.... Ini justru logika yang ngawur. Anda bukan sedang membela terdakwa tindakan pidana. Anda sedang bicara ajaran agama penentu batas standard moral.

Pertanyaannya kan jelas, Islam melarang KDRT atau tidak? Yang anda jawab: Islam mengajarkan selama itu efektif, ya diijinkan.

Jadi KDRT diijinkan selama efektif. Apakah Islam melarang KDRT? Ya jawabannya tidak. Islam justru mengajarkan dengan syarat2 tertentu. Problemnya, syarat bisa diargumenkan kembali, syarat bisa diciptakan untuk membentuk alibi.

Yang lucu lagi dari anda adalah argumen pria sebagai pemimpin, membuatnya berhak mendidik, dan membuatnya berhak memukul apabila dibutuhkan. Memukul, tidak butuh hak, sama halnya dengan mendidik tidak perlu memukul. Juga sama halnya memukul tidak menjamin didikan akan berhasil.

Tetapi justru ketika memukul dijadikan hak, standard moral bergeser, dan itulah sebabnya dikatakan Islam malah melegalisasi perbuatan2 yang lebih rendah moralnya dari norma masyarakat umum.

Islam is where doing bad feels good. Islam is where doing wrong feels right.

Hanya dalam Islam memukul seorang isteri dikatakan adalah hak suami sebagai seorang pemimpin ketika mendidik isterinya
User avatar
Foxhound
Translator
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Re: Duladi & Crescent: 3. Apakah Islam melarang KDRT?

Postby CRESCENT-STAR » Fri Jan 28, 2011 12:26 am

hmm... baik. mari kita lihat apakah memukul dengan tanpa menyiksa dan membekas bisa diberikan sanksi dalam hukum KDRT. kalau tidak membekas berarti pemukulan dilakukan tidak keras.

KEKERASAN FISIK, yakni perbuatan yang mengakibatkan rasa sakit, jatuh sakit, atau luka berat (Ps 5 jo 6);
DELIK ANCAMAN SANKSI
1. Kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga ➢ penjara paling lama 5 (lima) tahun; atau ➢ denda paling banyak Rp 15 juta
2. Kekerasan fisik yang mengakibatkan korban mendapat jatuh sakit atau luka berat ➢ penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun; atau ➢ denda paling banyak Rp 30 juta
3. Kekerasan fisik yang mengakibatkan matinya korban ➢ penjara paling lama 15 (lima belas) tahun; atau ➢ denda paling banyak Rp 45 juta
4. Kekerasan fisik yang dilakukan suami terhadap isteri atau sebaliknya yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan pekerjaan jabatan atau mata pencaharian atau kegiatan sehari-hari ➢ penjara paling lama 4 (empat) bulan; atau ➢ denda paling banyak Rp 5 juta


Hasan ligharihi, HR at-Tirmidzi [1163] dan Ibnu Majah [1851]
“Ingatlah, aku berpesan agar kalian berbuat baik terhadap kaum wanita karena mereka ibarat tawanan di tanganmu. Kalian tidak berhak menguasai apapun dari mereka selain itu. Kecuali mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Jika mereka melakukannya maka pisah ranjanglah kalian dengan mereka dan pukullah mereka dengan pukulan yang tidak menyakitkan (pukulan yang tidak kuat). Jika mereka patuh maka janganlah mencari-cari alasan untuk menyakiti mereka. Ketahuilah bahwa mereka mempunyai hak yang wajib dipenuhi oleh isteri kalian dan mereka juga punya hak yang wajib kalian penuhi. Adapun hak kalian yang wajib mereka penuhi adalah tidak membiarkan siapapun yang kamu benci masuk ke dalam rumahmu. Dan ketahuilah bahwa hak mereka yang wajib kalian tunaikan adalah berbuat baik kepada mereka dalam hal pemberian pakaian dan makanan mereka,” .

dari sabda Nabi saw di haji wada tersebut, yakni AKHIR HAYAT NABI, detiik2 terakhir, hukum terakhir ttg memukul istri. MANA HUKUM KDRT YANG DILANGGAR oleh SYARIAT ISLAM ???

HR Muslim [1218]
Dalam hadits Jabir yang panjang disebutkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Bertakwalah kamu kepada Allah dalam memperlakukan kaum wanita. Karena sesungguhnya kalian mengambil mereka dengan amanat Allah dan kalian halalkan kehormatan mereka dengan kalimat Allah. Hak kalian yang wajib mereka penuhi adalah tidak membiarkan masuk ke rumahmu orang yang kamu benci dan jika mereka melakukannya (membiarkannya masuk) makak pukullah mereka dengan pukulan yang tidak menyakitkan. Dan hak mereka yang wajib kalian penuhi adalah memberi nafkah dan pakaian dengan cara yang ma’ruf,”

PENDAPAT AHLI HADITS :
Al-Baghawi berkata dalam Syarh Sunnah (IX/185),
“Jika seorang isteri durhaka maka suami harus menasehatinya. Jika tidak sadar maka pisah ranjang dengannya dan jangan meninggalkannya ke luar rumah. Jika ia masih durhaka maka pukullah dengan pukulan yang tidak menyakitkan dan hindarilah memukul wajah.”

Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata dalam Fathul Baari (IX/304),

“Maksudnya adalah memukulnya dalam rangka mendidik jika ia melihat sesuatu yang ia benci darinya terutama dalam perkara yang mana seorang isteri harus mentaati suami. Jika cukup dengan ancaman maka itu lebih baik. Apabila mungkin dilakukan dengan kata-kata untuk tujuan tersebut maka tidak perlu lagi dengan pukulan. Karena bisa menimbulkan kebencian yang jelas bertentangan dengan keharmoniasan rumah tangga yang diharapkan. Kecuali dalam perkara berkaitan dengan perbuatan maksiat.”


bahkan para ulama pun tidak ada yg setuju MEMUKUL UNTUK MENYAKITI.
User avatar
CRESCENT-STAR
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 8235
Joined: Wed Nov 04, 2009 10:48 pm

Re: Duladi & Crescent: 3. Apakah Islam melarang KDRT?

Postby Foxhound » Fri Jan 28, 2011 12:36 am

CRESCENT-STAR wrote:hmm... baik. mari kita lihat apakah memukul dengan tanpa menyiksa dan membekas bisa diberikan sanksi dalam hukum KDRT. kalau tidak membekas berarti pemukulan dilakukan tidak keras.


Non sequitur. Polisi paling ahli melakukannya memukul dengan tidak meninggalkan bekas. Pukulan2 daerah tertentu dan atau dengan cara tertentu, tidak akan membuat memar, tetapi bukan berarti tidak sakit, dan bukan berarti tidak keras.

CRESCENT-STAR wrote:KEKERASAN FISIK, yakni perbuatan yang mengakibatkan rasa sakit, jatuh sakit, atau luka berat (Ps 5 jo 6);
DELIK ANCAMAN SANKSI
1. Kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga ➢ penjara paling lama 5 (lima) tahun; atau ➢ denda paling banyak Rp 15 juta
2. Kekerasan fisik yang mengakibatkan korban mendapat jatuh sakit atau luka berat ➢ penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun; atau ➢ denda paling banyak Rp 30 juta
3. Kekerasan fisik yang mengakibatkan matinya korban ➢ penjara paling lama 15 (lima belas) tahun; atau ➢ denda paling banyak Rp 45 juta
4. Kekerasan fisik yang dilakukan suami terhadap isteri atau sebaliknya yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan pekerjaan jabatan atau mata pencaharian atau kegiatan sehari-hari ➢ penjara paling lama 4 (empat) bulan; atau ➢ denda paling banyak Rp 5 juta


Hasan ligharihi, HR at-Tirmidzi [1163] dan Ibnu Majah [1851]
“Ingatlah, aku berpesan agar kalian berbuat baik terhadap kaum wanita karena mereka ibarat tawanan di tanganmu. Kalian tidak berhak menguasai apapun dari mereka selain itu. Kecuali mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Jika mereka melakukannya maka pisah ranjanglah kalian dengan mereka dan pukullah mereka dengan pukulan yang tidak menyakitkan (pukulan yang tidak kuat). Jika mereka patuh maka janganlah mencari-cari alasan untuk menyakiti mereka. Ketahuilah bahwa mereka mempunyai hak yang wajib dipenuhi oleh isteri kalian dan mereka juga punya hak yang wajib kalian penuhi. Adapun hak kalian yang wajib mereka penuhi adalah tidak membiarkan siapapun yang kamu benci masuk ke dalam rumahmu. Dan ketahuilah bahwa hak mereka yang wajib kalian tunaikan adalah berbuat baik kepada mereka dalam hal pemberian pakaian dan makanan mereka,” .

dari sabda Nabi saw di haji wada tersebut, yakni AKHIR HAYAT NABI, detiik2 terakhir, hukum terakhir ttg memukul istri. MANA HUKUM KDRT YANG DILANGGAR oleh SYARIAT ISLAM ???


Nomor Empat!
Last edited by Foxhound on Fri Jan 28, 2011 9:10 am, edited 1 time in total.
User avatar
Foxhound
Translator
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Re: Duladi & Crescent: 3. Apakah Islam melarang KDRT?

Postby CRESCENT-STAR » Fri Jan 28, 2011 1:02 am

untuk masalah KATA MEMUKUL dalam syariat ISLAM, kan aneh memukul tapi tidak boleh terasa sakit.
nah saya memandang bahwa PEMUKULAN dalam ISLAM itu bukan SAKIT TUJUAN akhirnya. tetapi GERAKAN MEMUKUL ITU SENDIRI.
pernah melihat orang yang mau menempeleng tapi tidak jadi. bayangkan jika yg melakukan gerakan itu adalah orang yang selama ini sabar dan sayang sama kita. pasti kita kaget.
misal ayah kita terbukti sangat sayang, lembut, sabar, berkorban siang malam untuk kita. tiba2 kita melakukan kesalahan yang fatal. kesalahan yg berulang padahal kita sudah dinasihati, dan diamkan oleh ayah kita. namun suatu saat ayah kita memanggil kita kali ini dgn menasehati kita sambil melakukan gerakan hendak menempeleng. kita pasti sedikit SYOK bukan ? inilah KESERIUSAN.

demikian dalam kasus memukul istri atau anak dalam ISlam. sikap memukul itulah simbol ketegasan pemimpin. lebih bersifat psikologis, bukan fisik.
dan sekali lagi ..MEMUKUL TANPA MENIMBULKAN RASA SAKIT tidak masuk ke dalam DELIK KDRT.
User avatar
CRESCENT-STAR
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 8235
Joined: Wed Nov 04, 2009 10:48 pm

Re: Duladi & Crescent: 3. Apakah Islam melarang KDRT?

Postby Duladi » Fri Jan 28, 2011 7:33 pm

Sdr Crescent-Star,

Nggak usah berteori. Langsung saja lihat FAKTA SEJARAH:

    Hadist Sunaan Abu Dawud Book 12, Num.2220.
    Diriwayahkan Aisha, Ummul Mu'minin: Habibah, puteri Sahl adalah isteri Thabit ibn Qays Shimmas. Ia memukulnya dan mematahkan sebagian tulang2nya. Jadi ia datang kpd nabi (saw) dan mengeluh ttg suaminya. Nabi (saw) memanggil Thabit ibn Qays dan mengatakan: Ambil bagian dari hartanya dan pisahkan dirimu darinya (isterinya). Ia tanya: Apakah itu adil, rasulullah ? Katanya (nabi) : YA. Ia (si pemukul isteri) mengatakan: Saya memberikannya dua taman saya sbg emas kawin, dan mereka sudah dlm kepemilikannya. Nabi (saw) mengatakan: Ambil taman2 itu dan pisahkan dirimu darinya.


Nah, lihatlah ! Si isteri sudah babak belur, menderita patah tulang, dan setelah datang kpd nabi, apakah ia sedikitpun menerima keadilan ? Tidaaaaak !!!! Malah, ia harus mengembalikan maharnya (emas kawinnya) kpd suaminya !!!

    Hadist Sahih Bukhari Vol. 9, Book 86, Num.105.
    Diriwayahkan oleh Ibn 'Abbas: Nabi mengatakan, “Barangsiapa mengambil kembali hadiah yg sudah diserahkannya, sama spt seekor anjing menelan muntahannya sendiri dan kami (orang2 beriman) tidak boleh mengikuti contoh jelek ini.”

Jelas hadis di atas tidak berlaku bagi wanita. Muhamad jelas mengatakan bahwa sangat pantas jika lelaki memukul istri2 mereka.

Mereka yg bersikeras bahwa Islam mengangkat harkat wanita harus membaca ini dulu :

    Hadist Sahih Bukhari vol. 7, Book 72 (Dress) Num. 715.
    Diriwayahkan Ikrima: 'Rifaa menceraikan isterinya dan Abdur-Rahman menikahinya (isterinya yg diceraikan Rifaa. Aisha mengatakan bahwa sang isteri datang mengenakan selendang hijau dan mengeluh kpdnya (Aisha) dan menunjukkan sebuah luka berwarna hijau pada kulitnya yg diakibatkan oleh pemukulan. ... Ketika Muhamad datang, Aisha mengatakan, "Saya belum pernah melihat wanita manapun menderita sebanyak yg diderita wanita2 beriman. Lihat ! Kulitnya lebih hijau dari pakaiannya !" ...

Aisyah sendiri pernah DITONJOK buah dadanya oleh Muhammad:

    Hadis Sahih Muslim, buku 004, nomer 2127:
    Dia (Muhammad) memukul dadaku (Aisyah) sampai terasa sakit

Dan ini yang Muhammad katakan tentang KDRT:

    Hadis Sunan Abu Daud 11.2142
    Dikisahkan oleh Umar ibn al-Khattab: Sang Nabi berkata: Seorang pria tidak akan ditanya mengapa dia memukul istrinya.

Lihat,,,,, saya CESPLENG dalam memberi sanggahan..... Bagaimana dengan anda, Sdr Crescent??? Apakah anda punya sanggahan yang lebih berbobot daripada SANGGAHAN SAYA ini?


Mengenai syarat, "Pukullah, tapi jangan terlalu keras" Ini khan cuma sekedar himbauan,,,, dan tidak ada HUKUMAN bagi SUAMI yang memukul istrinya hingga PATAH TULANG...!!!

Anda bisa menyanggah???
Duladi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 7098
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Re: Duladi & Crescent: 3. Apakah Islam melarang KDRT?

Postby Foxhound » Sat Jan 29, 2011 7:33 am

@CS

Hasan ligharihi, HR at-Tirmidzi dan Ibnu Majah

dibanding

Hadist Sunaan Abu Dawud dan Hadist Sahih Bukhari

Manakah yang lebih kuat jadi referensi?
User avatar
Foxhound
Translator
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

PreviousNext

Return to Pembelaan Terhadap Islam



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users