. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Dialog Imam Abu Hanifah dengan Atheist:Tentang Allah

Siapa 'sosok' Allah, apa maunya, apa tujuannya ?

Dialog Imam Abu Hanifah dengan Atheist:Tentang Allah

Postby Arshavin93 » Sun Nov 16, 2008 8:05 pm

Imam Abu Hanifah R.A Menangkis Serangan Para Atheis

I.Kapan Allah itu ada?

Atheis :Pada tahun berapa Robbmu dilahirkan?
Abu Hanifah :Allah berfirman: “Dia (Allah) tidak melahirkan dan tidak dilahirkan.”
Atheis :Pada tahun berapa Dia berada?
Abu Hanifah :Dia berada sebelum adanya sesuatu.
Atheis :Kami mohon diberi contoh yang lebih jelas dari kenyataan!

Abu Hanifah :Angka berapa sebelum angka empat?
Atheis :Angka Tiga
Abu Hanifah :Angka berapa sebelum angka tiga?
Atheis :Angka dua
Abu Hanifah :Angka berapa sebelum angka dua?
Atheis :Angka satu
Abu Hanifah :Angka berapa sebelum angka satu?
Atheis :Tidak ada angka (nol).
Abu Hanifah :Kalau sebelum angka satu tidak ada angka lain yang mendahuluinya, kenapa kalian heran kalau sebelum Allah Yang Maha Satu yang hakiki, tidak ada yang mendahului-Nya?

II. Maksud Allah Menghadap Wajahnya

Atheis: Kemana Robbmu menghadapkan wajahnya?
Abu Hanifah: Kalau kalian membawa lampu di gelap malam,kemana lampu itu menghadapkan wajahnya?
Atheis: Ke seluruh penjuru.
Abu Hanifah: Kalau demikian halnya dengan lampu yang cuma
buatan itu, bagaimana dengan Alloh Ta′ala, nur cahaya langit dan bumi?.

III. Zat Allah SWT

Atheis: Tunjukkan kepada kami tentang zat Robbmu, apakah ia benda padat seperti besi, atau cair seperti air, atau menguap seperti gas?
Abu Hanifah: Pernahkah kalian mendampingi orang sakit yang akan meninggal?
Atheis: Ya, pernah.
Abu Hanifah: Semula ia berbicara dengan kalian dan mengge rak-gerakkan anggota tubuhnya. Lalu tiba-tiba diam dan tidak bergerak. Nah apa yang menimbulkan perubahan itu?
Atheis: Karena rohnya telah meninggalkan tubuhnya.
Abu Hanifah: Apakah waktu keluarnya roh itu kalian masih ada disana?
Atheis: Ya, kami masih ada
Abu Hanifah:Ceritakanlah kepadaku, apakah rohnya itu benda padat, seperti besi, atau cair seperti air, atau menguap seperti gas?
Atheis: Entahlahlah kami tidak tahu.
Abu Hanifah: Kalau kalian tidak bisa mengetahui bagaimana zat maupun bentuk roh yang hanya sebuah makhluk,
bagaimana kalian bisa memaksaku untuk mengutarakan zat Alloh Ta′ala?!!

IV. Dimana Allah SWT

Atheis: Dimana kira-kira Robbmu itu berada?
Abu Hanifah: Kalau kami membawa segelas susu segar ke sini, apakah kalian yakin kalau dalam susu itu terdapat zat minyaknya (lemak)
Atheis: Tentu
Abu Hanifah: Tolong perlihatkan padaku, dimana adanya Zat minyak itu
Atheis: Membaur dalam seluruh bagiannya
Abu Hanifah: Kalau minyak yang makhluk itu tidak mempunyai tempat khusus dalam susu tersebut, apakah layak
kalian meminta kepadaku untuk menetapkan tempat Alloh ta′ala?

V. Takdir Allah SWT

Atheis: Kalau segala sesuatu sudah ditakdirkan sebelum diciptakan, lalu apa kegiatan Robbmu kini?
Abu Hanifah: Ada pekerjaan-Nya yang dijelaskan dan ada pula yang tidak dijelaskan
Atheis: Kalau orang masuk syurga ada awalnya,
kenapa tidak ada akhirnya? Kenapa di syurga kekal selamanya?
Abu Hanifah: Hitungan angka pun ada awalnya tapi tidak ada akhirnya
Atheis: Bagaimana kita bisa makan dan minum disyurga tanpa buang air besar dan kecil?
Abu Hanifah: Kalian sudah mempraktekkannya ketika kalian berada di dalam perut ibu kalian. Hidup dan makan-minum selama sembilan bulan, akan tetapi tidak pernah buang air kecil dan besar disana. Baru kita
lakukan hajat tersebut setelah keluar beberapa saat ke dunia.
Atheis: Bagaimana kebaikan syurga akan bertambah dan tidak akan habis-habisnya jika dengan dinafkahkan?
Abu Hanifah: Allah juga menciptakan sesuatu di dunia, yang bila dinafkahkan malah bertambah banyak,seperti ilmu. Semakin diberikan ilmu kita semakin berkembang dan tidak berkurang.

VI. Bukti Adanya Allah

Atheis: Perlihatkan bukti keberadaan Robbmu kalau memang dia ada
Abu Hanifah ra berbisik kepada khadamnya agar mengambil tanah liat, lalu dilemparkannya tanah liat itu ke kepala pemimpin orang atheis itu . Para hadirin gelisah melihat peristiwa itu, khawatir terjadi keributan, tetapi Abu Hanifah menjelaskan bahwa hal ini dalam rangka untuk menjelaskan jawaban yang di minta kepadanya. Hal ini membuat orang atheis mengenyitkan dahi,
Abu Hanifah: Apakah lemparan itu menimbulkan rasa sakit di kepala anda?
Atheis: Ya, tentu saja.
abu hanifah: Dimana letak sakitnya?
Atheis: Ya, ada pada luka ini.
Abu Hanifah: Tunjukkanlah padaku bahwa sakitnya itu memang ada, baru akan menunjukkan kepadamu dimana Robbku!
Orang atheis itu tidak menjawab tentu saja tidak bisa menunjukkan rasa sakitnya, karena itu adalah suatu rasa dan ghaib tapi rasa sakit itu memang ada.
Atheis: Baik dan buruk sudah ditakdirkan sejak azal, tetapi kenapa ada pahala dan siksa?
Abu hanifah: Kalau anda sudah mengerti bahwa baik dan buruk itu bagian takdir, mengapa anda kini menuntut aku agar di hukum karena melempar tanah liat ke dahi anda? bukankah perbuatan itu bagian dari takdir?
Akhirnya perdebatan itu berakhir dengan masuk Islamnya para atheis tersebut di tangan Al Imam abu hanifah radhiallahu.

sumber pasarmuslim.com
Arshavin93
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 57
Joined: Fri Nov 07, 2008 6:31 pm
Location: JAKARTA

Re: Dialog Imam Abu Hanifah dengan Atheist:Tentang Allah

Postby kelapa muda » Sun Nov 16, 2008 8:49 pm

Arshavin93 wrote:Imam Abu Hanifah R.A Menangkis Serangan Para Atheis


Astaga!
tumben2 menggunakan kata ganti tak tentu, biasanya nama orang :lol:
User avatar
kelapa muda
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 161
Joined: Sat Oct 18, 2008 9:04 pm
Location: kalau ditulis aman ga ya?

Re: Dialog Imam Abu Hanifah dengan Atheist:Tentang Allah

Postby kelapa muda » Sun Nov 16, 2008 8:51 pm

Arshavin93 wrote:Imam Abu Hanifah R.A Menangkis Serangan Para Atheis


Astaga!
tumben2 menggunakan kata ganti tak tentu, biasanya nama orang :lol:
User avatar
kelapa muda
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 161
Joined: Sat Oct 18, 2008 9:04 pm
Location: kalau ditulis aman ga ya?

Postby keymon231 » Sun Nov 16, 2008 8:53 pm

370H 55V
User avatar
keymon231
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 548
Joined: Thu Jan 31, 2008 8:04 pm

Postby gilito » Sun Nov 16, 2008 8:58 pm

MASALAH TAKDIR YANG DI ATAS,BOLEH DUNK KALO DIBILANG USA NYERANG IRAQ TUH TAKDIR DARI YANG MAHAKUASA???
gilito
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 0
Joined: Sun Jul 28, 2013 6:16 pm

Percakapan Versi Ateis

Postby witingurip » Sun Nov 16, 2008 9:04 pm

Ateis: Apa Allahmu itu Maha Kuasa? Maha Kuat? Maha Perkasa?
Muslim: Tentu saja.
Ateis: Apa Allahmu itu Maha Pencipta, bisa menciptakan apa saja?
Muslim: Tentu dong!
Ateis: Apa Allahmu itu bisa menciptakan batu yang sedemikian beratnya sehingga Dia sendiri tak bisa mengangkatnya?
Muslim: Kurang ajar!!!!!
(Si Muslim tiba-tiba mencabut pedangnya dan secepat kilat mengayunkannya ke leher si Ateis, tapi si Ateis lebih cepat, dia mencabut pistolnya dan dor! Si Muslim terkapar dengan kepala berlubang timah panas.) End of the Conversation!
:lol:
witingurip
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 3
Joined: Fri Nov 07, 2008 1:25 pm

Re: Percakapan Versi Ateis

Postby hinadina » Sun Nov 16, 2008 9:14 pm

witingurip wrote:Ateis: Apa Allahmu itu Maha Kuasa? Maha Kuat? Maha Perkasa?
Muslim: Tentu saja.
Ateis: Apa Allahmu itu Maha Pencipta, bisa menciptakan apa saja?
Muslim: Tentu dong!
Ateis: Apa Allahmu itu bisa menciptakan batu yang sedemikian beratnya sehingga Dia sendiri tak bisa mengangkatnya?
Muslim: Kurang ajar!!!!!
(Si Muslim tiba-tiba mencabut pedangnya dan secepat kilat mengayunkannya ke leher si Ateis, tapi si Ateis lebih cepat, dia mencabut pistolnya dan dor! Si Muslim terkapar dengan kepala berlubang timah panas.) End of the Conversation!
:lol:

AMIN....
hinadina
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 486
Joined: Sat Jan 12, 2008 1:54 pm

Postby Duladi » Sun Nov 16, 2008 9:28 pm

Sdr Arshavin, bisakah kau jawab di sini, apa buktinya tuhan bernama awloh itu ada?

Jangan kau samakan awloh dengan tuhan, sebelum dirimu bisa buktikan bahwa tuhan bernama awloh itu benar-benar ada. Di dunia ini ada banyak "tuhan", dan cara pembuktian Imam Abu Hanifah itu sama sekali tidak bermutu bila berhadapan dengan orang non-atheis.

Apakah Anda percaya Tuhan itu ada? Tentu saja Anda percaya, dan saya pun juga percaya itu. Tapi benarkah Tuhan itu adalah awloh, si tuhan Arab?
Duladi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Re: Dialog Imam Abu Hanifah dengan Atheist:Tentang Allah

Postby Duladi » Sun Nov 16, 2008 9:35 pm

PAIJO Menangkis Serangan Para Atheis

I.Kapan PANJUL itu ada?

Atheis :Pada tahun berapa Robbmu dilahirkan?
Paijo :Panjul berfirman: “Dia (Panjul) tidak melahirkan dan tidak dilahirkan.”
Atheis :Pada tahun berapa Dia berada?
Paijo :Dia berada sebelum adanya sesuatu.
Atheis :Kami mohon diberi contoh yang lebih jelas dari kenyataan!

Paijo :Angka berapa sebelum angka empat?
Atheis :Angka Tiga
Paijo :Angka berapa sebelum angka tiga?
Atheis :Angka dua
Paijo:Angka berapa sebelum angka dua?
Atheis :Angka satu
Paijo:Angka berapa sebelum angka satu?
Atheis :Tidak ada angka (nol).
Paijo:Kalau sebelum angka satu tidak ada angka lain yang mendahuluinya, kenapa kalian heran kalau sebelum Panjul Yang Maha Satu yang hakiki, tidak ada yang mendahului-Nya?

II. Maksud Panjul Menghadap Wajahnya

Atheis: Kemana Robbmu menghadapkan wajahnya?
Paijo: Kalau kalian membawa lampu di gelap malam,kemana lampu itu menghadapkan wajahnya?
Atheis: Ke seluruh penjuru.
Paijo: Kalau demikian halnya dengan lampu yang cuma
buatan itu, bagaimana dengan PANJUL SWT, nur cahaya langit dan bumi?.

III. Zat PANJUL SWT

Atheis: Tunjukkan kepada kami tentang zat Robbmu, apakah ia benda padat seperti besi, atau cair seperti air, atau menguap seperti gas?
Paijo: Pernahkah kalian mendampingi orang sakit yang akan meninggal?
Atheis: Ya, pernah.
Paijo: Semula ia berbicara dengan kalian dan mengge rak-gerakkan anggota tubuhnya. Lalu tiba-tiba diam dan tidak bergerak. Nah apa yang menimbulkan perubahan itu?
Atheis: Karena rohnya telah meninggalkan tubuhnya.
Paijo: Apakah waktu keluarnya roh itu kalian masih ada disana?
Atheis: Ya, kami masih ada
Paijo:Ceritakanlah kepadaku, apakah rohnya itu benda padat, seperti besi, atau cair seperti air, atau menguap seperti gas?
Atheis: Entahlahlah kami tidak tahu.
Paijo: Kalau kalian tidak bisa mengetahui bagaimana zat maupun bentuk roh yang hanya sebuah makhluk,
bagaimana kalian bisa memaksaku untuk mengutarakan zat PANJUL SWT?!!

IV. Dimana PANJUL SWT

Atheis: Dimana kira-kira Robbmu itu berada?
Paijo: Kalau kami membawa segelas susu segar ke sini, apakah kalian yakin kalau dalam susu itu terdapat zat minyaknya (lemak)
Atheis: Tentu
Paijo: Tolong perlihatkan padaku, dimana adanya Zat minyak itu
Atheis: Membaur dalam seluruh bagiannya
Paijo: Kalau minyak yang makhluk itu tidak mempunyai tempat khusus dalam susu tersebut, apakah layak
kalian meminta kepadaku untuk menetapkan tempat PANJUL SWT?

V. Takdir PANJUL SWT

Atheis: Kalau segala sesuatu sudah ditakdirkan sebelum diciptakan, lalu apa kegiatan Robbmu kini?
Paijo: Ada pekerjaan-Nya yang dijelaskan dan ada pula yang tidak dijelaskan
Atheis: Kalau orang masuk syurga ada awalnya,
kenapa tidak ada akhirnya? Kenapa di syurga kekal selamanya?
Paijo: Hitungan angka pun ada awalnya tapi tidak ada akhirnya
Atheis: Bagaimana kita bisa makan dan minum disyurga tanpa buang air besar dan kecil?
Paijo: Kalian sudah mempraktekkannya ketika kalian berada di dalam perut ibu kalian. Hidup dan makan-minum selama sembilan bulan, akan tetapi tidak pernah buang air kecil dan besar disana. Baru kita
lakukan hajat tersebut setelah keluar beberapa saat ke dunia.
Atheis: Bagaimana kebaikan syurga akan bertambah dan tidak akan habis-habisnya jika dengan dinafkahkan?
Paijo: PANJUL juga menciptakan sesuatu di dunia, yang bila dinafkahkan malah bertambah banyak,seperti ilmu. Semakin diberikan ilmu kita semakin berkembang dan tidak berkurang.

VI. Bukti Adanya PANJUL

Atheis: Perlihatkan bukti keberadaan Robbmu kalau memang dia ada
Paijo berbisik kepada khadamnya agar mengambil tanah liat, lalu dilemparkannya tanah liat itu ke kepala pemimpin orang atheis itu . Para hadirin gelisah melihat peristiwa itu, khawatir terjadi keributan, tetapi Paijo menjelaskan bahwa hal ini dalam rangka untuk menjelaskan jawaban yang di minta kepadanya. Hal ini membuat orang atheis mengenyitkan dahi,
Paijo: Apakah lemparan itu menimbulkan rasa sakit di kepala anda?
Atheis: Ya, tentu saja.
Paijo: Dimana letak sakitnya?
Atheis: Ya, ada pada luka ini.
Paijo: Tunjukkanlah padaku bahwa sakitnya itu memang ada, baru akan menunjukkan kepadamu dimana Robbku!
Orang atheis itu tidak menjawab tentu saja tidak bisa menunjukkan rasa sakitnya, karena itu adalah suatu rasa dan ghaib tapi rasa sakit itu memang ada.
Atheis: Baik dan buruk sudah ditakdirkan sejak azal, tetapi kenapa ada pahala dan siksa?
Paijo: Kalau anda sudah mengerti bahwa baik dan buruk itu bagian takdir, mengapa anda kini menuntut aku agar di hukum karena melempar tanah liat ke dahi anda? bukankah perbuatan itu bagian dari takdir?
Duladi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Re: Dialog Imam Abu Hanifah dengan Atheist:Tentang Allah

Postby Nandesuka? » Sun Nov 16, 2008 10:08 pm

Duladi wrote:PAIJO Menangkis Serangan Para Atheis

I.Kapan PANJUL itu ada?

Atheis :Pada tahun berapa Robbmu dilahirkan?
Paijo :Panjul berfirman: “Dia (Panjul) tidak melahirkan dan tidak dilahirkan.”
Atheis :Pada tahun berapa Dia berada?
Paijo :Dia berada sebelum adanya sesuatu.
Atheis :Kami mohon diberi contoh yang lebih jelas dari kenyataan!

Paijo :Angka berapa sebelum angka empat?
Atheis :Angka Tiga
Paijo :Angka berapa sebelum angka tiga?
Atheis :Angka dua
Paijo:Angka berapa sebelum angka dua?
Atheis :Angka satu
Paijo:Angka berapa sebelum angka satu?
Atheis :Tidak ada angka (nol).
Paijo:Kalau sebelum angka satu tidak ada angka lain yang mendahuluinya, kenapa kalian heran kalau sebelum Panjul Yang Maha Satu yang hakiki, tidak ada yang mendahului-Nya?

II. Maksud Panjul Menghadap Wajahnya

Atheis: Kemana Robbmu menghadapkan wajahnya?
Paijo: Kalau kalian membawa lampu di gelap malam,kemana lampu itu menghadapkan wajahnya?
Atheis: Ke seluruh penjuru.
Paijo: Kalau demikian halnya dengan lampu yang cuma
buatan itu, bagaimana dengan PANJUL SWT, nur cahaya langit dan bumi?.

III. Zat PANJUL SWT

Atheis: Tunjukkan kepada kami tentang zat Robbmu, apakah ia benda padat seperti besi, atau cair seperti air, atau menguap seperti gas?
Paijo: Pernahkah kalian mendampingi orang sakit yang akan meninggal?
Atheis: Ya, pernah.
Paijo: Semula ia berbicara dengan kalian dan mengge rak-gerakkan anggota tubuhnya. Lalu tiba-tiba diam dan tidak bergerak. Nah apa yang menimbulkan perubahan itu?
Atheis: Karena rohnya telah meninggalkan tubuhnya.
Paijo: Apakah waktu keluarnya roh itu kalian masih ada disana?
Atheis: Ya, kami masih ada
Paijo:Ceritakanlah kepadaku, apakah rohnya itu benda padat, seperti besi, atau cair seperti air, atau menguap seperti gas?
Atheis: Entahlahlah kami tidak tahu.
Paijo: Kalau kalian tidak bisa mengetahui bagaimana zat maupun bentuk roh yang hanya sebuah makhluk,
bagaimana kalian bisa memaksaku untuk mengutarakan zat PANJUL SWT?!!

IV. Dimana PANJUL SWT

Atheis: Dimana kira-kira Robbmu itu berada?
Paijo: Kalau kami membawa segelas susu segar ke sini, apakah kalian yakin kalau dalam susu itu terdapat zat minyaknya (lemak)
Atheis: Tentu
Paijo: Tolong perlihatkan padaku, dimana adanya Zat minyak itu
Atheis: Membaur dalam seluruh bagiannya
Paijo: Kalau minyak yang makhluk itu tidak mempunyai tempat khusus dalam susu tersebut, apakah layak
kalian meminta kepadaku untuk menetapkan tempat PANJUL SWT?

V. Takdir PANJUL SWT

Atheis: Kalau segala sesuatu sudah ditakdirkan sebelum diciptakan, lalu apa kegiatan Robbmu kini?
Paijo: Ada pekerjaan-Nya yang dijelaskan dan ada pula yang tidak dijelaskan
Atheis: Kalau orang masuk syurga ada awalnya,
kenapa tidak ada akhirnya? Kenapa di syurga kekal selamanya?
Paijo: Hitungan angka pun ada awalnya tapi tidak ada akhirnya
Atheis: Bagaimana kita bisa makan dan minum disyurga tanpa buang air besar dan kecil?
Paijo: Kalian sudah mempraktekkannya ketika kalian berada di dalam perut ibu kalian. Hidup dan makan-minum selama sembilan bulan, akan tetapi tidak pernah buang air kecil dan besar disana. Baru kita
lakukan hajat tersebut setelah keluar beberapa saat ke dunia.
Atheis: Bagaimana kebaikan syurga akan bertambah dan tidak akan habis-habisnya jika dengan dinafkahkan?
Paijo: PANJUL juga menciptakan sesuatu di dunia, yang bila dinafkahkan malah bertambah banyak,seperti ilmu. Semakin diberikan ilmu kita semakin berkembang dan tidak berkurang.

VI. Bukti Adanya PANJUL

Atheis: Perlihatkan bukti keberadaan Robbmu kalau memang dia ada
Paijo berbisik kepada khadamnya agar mengambil tanah liat, lalu dilemparkannya tanah liat itu ke kepala pemimpin orang atheis itu . Para hadirin gelisah melihat peristiwa itu, khawatir terjadi keributan, tetapi Paijo menjelaskan bahwa hal ini dalam rangka untuk menjelaskan jawaban yang di minta kepadanya. Hal ini membuat orang atheis mengenyitkan dahi,
Paijo: Apakah lemparan itu menimbulkan rasa sakit di kepala anda?
Atheis: Ya, tentu saja.
Paijo: Dimana letak sakitnya?
Atheis: Ya, ada pada luka ini.
Paijo: Tunjukkanlah padaku bahwa sakitnya itu memang ada, baru akan menunjukkan kepadamu dimana Robbku!
Orang atheis itu tidak menjawab tentu saja tidak bisa menunjukkan rasa sakitnya, karena itu adalah suatu rasa dan ghaib tapi rasa sakit itu memang ada.
Atheis: Baik dan buruk sudah ditakdirkan sejak azal, tetapi kenapa ada pahala dan siksa?
Paijo: Kalau anda sudah mengerti bahwa baik dan buruk itu bagian takdir, mengapa anda kini menuntut aku agar di hukum karena melempar tanah liat ke dahi anda? bukankah perbuatan itu bagian dari takdir?


wah.. ini lebih masuk akal.. dijamin atheis KO..
User avatar
Nandesuka?
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 44
Joined: Sun Jun 17, 2007 10:25 pm
Location: dimana hayo..

Postby azizgol » Sun Nov 16, 2008 11:11 pm

:lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol:
panjul lagi2...................................................
sepertinya memang mudah untuk meng copy tapi coba kita tanya sama rosulnya panjul; coba jelaskan tuhan panjul yg maha esa ?
klo rosul panjul bisa menjelaskan, baru aku yakin tuhan panjul itu ada.

nb;
bagi pengikut rosul panjul silahkan membantu.
azizgol
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 488
Joined: Tue Dec 04, 2007 2:07 am

Re: Dialog Imam Abu Hanifah dengan Atheist:Tentang Allah

Postby United Nation » Sun Nov 16, 2008 11:14 pm

Nandesuka? wrote:
wah.. ini lebih masuk akal.. dijamin atheis KO..


Yang diajak diskusi atheist go blog,

coba kalo gue yang maju, ceritanya jadi kebalik.
User avatar
United Nation
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2416
Joined: Wed May 14, 2008 9:00 pm
Location: Princeton University

Postby The-Fed » Sun Nov 16, 2008 11:16 pm

Gw juga menemukan percakapan yg menarik antara muslim dengan Khun Sujin nih, ini link nya : http://www.dhammastudy.com/conver1.html

ada yg bisa terjemahkan ?

Khun Sujin explained about Buddhism in Turkey to our guide, Mrs. Tuna, while we were having a tour on the Bosporus.

Khun Sujin: We would like to have pleasant feeling all the time but this is not possible. If we can understand the causes of our different feelings it will help us to have less unpleasant feeling. Life is so uncontrollable because each moment is conditioned. There are many kinds of conditions for our different experience. In reality there are conditions for each moment of our lives. We should learn to understand our life, ourselves.

We should learn to understand this moment. People have different thoughts, different feelings because of different conditions. We think that there is a self, that there is "I," but what we consider as "I" must be this moment of seeing, hearing, smelling, tasting or thinking. Seeing sees a pleasant object or an unpleasant object, but such experiences occur at different moments. Different experiences cannot occur all at the same time.

In order to understand our life from moment to moment we do not have to think in terms of a particular religion. Realities such as seeing, hearing or feeling are true for everybody, no matter which language we use in order to name them. Don't we all have pleasant and unpleasant feelings? Can you control your feelings?

Mrs. Tuna: Well, I try to control my feelings. I am a Moslem, I believe in God. When I am in a very bad mood I pray to Him and then I feel better.

Kh. S.: But you have not seen God.

T.: I feel His presence. We believe that Mohammad is His prophet.

Kh. S.: You have not seen Mohammed, but you know him by his teachings, don't you?

T.: I pray to God. I read the texts of the Koran. When I want something very much and I pray, my wishes come true.

Kh. S.: You don't have to do anything at all?

T.: All of a sudden my wishes are fulfilled.

Kh. S.: When people pray do their wishes always come true?

T.: Some people work hard but they cannot become rich, whereas others who do not work so hard have everything. This depends on what we call in Arabic "kismet" or destiny.

Kh. S.: This is difficult to understand. The poor would like ot have many things but they cannot, even though they pray.

T.: It is their kismet.

Kh. S.: Should one believe in a God, no matter one is poor or rich, happy or unhappy?

T.: According to an old learned life is a kind of examination. This life is a voyage or passage to another life.

Kh. S.: Can the poor be happy and the rich be unhappy? What is the cause of being rich or poor?

T.: There are very rich people who are not happy and there are poor people who are very happy, they are rich in heart. They do not attach importance to material things.

Kh. S.: Is happiness caused by God or by yourself? Do you have the ability to condition your own feeling?

T.: Yes, I can.

Kh. S.: Since everyone is free as to the feeling he has, feeling is not conditioned by God. The poor can be happy if they know how to be happy. What about those who do not believe in God, can they have happy feeling?

T.: I am sure that it is terrible not to believe in God. I met many tourists who do not believe in God. I do not understand how that can happen.

Kh. S.: Do they still have happy feeling and unhappy feeling? People who do not believe in God like everyone. Everyone is born and dies, no matter he believes in God or not.

T.: Where will he be buried if he does not believe in God?

Kh. S.: It does not matter, he will not notice anything after death. His body can be buried or cremated, it is all right.

T.: What about his soul, the soul never dies.

Kh. S.: Can you explain more about the soul at this moment, when death has not come yet?

T.: We think that the soul is in the body. When one dies the soul goes away.

Kh. S.: When one is sleeping where is the soul?

T.: I don't know.

Kh. S. Is the soul there even when one is asleep? One is not dead yet.

T.: I think it must be there.

Kh. S.: At this moment there is seeing. Is it the soul which sees? Is there a soul in everybody?

T.: Sure.

Kh. S.: When one is asleep the soul does not go away, because one is not dead yet. When we wake up in the morning there is seeing. Is it the soul which sees?

T.: I think so.

Kh. S.: At the moment of hearing, it is the soul which hears?

T.: Sure.

Kh. S.: So, the soul has many functions in a day. Seeing is one function, hearing is another function. Besides these there are the functions of smelling, tasting, touching and thinking. I believe that the soul sleeps too.

T.: What about dreaming? Do you believe in dreams?

Kh. S.: Everyone dreams. So, the soul is dreaming. The body cannot dream.

T.: I believe in dreams. I saw in my dreams events which took place later on.

Kh. S.: What you consider as "I" or "self" which knows is the soul which knows. There are body and mind, or, one could also say, body and soul. The soul dreams, the soul sleeps, the soul likes, dislikes, feels pleasant or unpleasant. So, I understand what you mean by soul. It is different from the body. The body cannot see, but the soul is seeing. The body cannot think, but the soul is thinking. How many soul do you have?

T.: Only one, of course.

Kh. S.: I think that seeing is different from hearing. Seeing and hearing occur at different moments and experience different objects.

T.: All are deep in meaning, difficult to understand. It is beyond my thinking.

Kh. S.: It is beneficial to talk about what we can experience right now because we can understand that. When we talk about what we cannot experience directly we are in darkness. When we understand the characteristics and functions of the realities which can be directly experienced there is light. I would like to understand more and more the realities of my life.


Most people take seeing for "my seeing," they take it for self. Or they take hearing for self, they take the body for "my body." All realities fall away very rapidly, they cannot stay. Each particle of the body falls away immediately, otherwise one could not notice any change in the body.

T.: In order to be happy in one's life I find it essential to be a good Moslem. One should say one's prayers, read the Koran and observe the Ramadan, the fasting. The rich should give money to the poor every year.

Kh. S.: So long as there is ignorance about one's life one cannot be completely happy. Ignorance is the opposite of wisdom or understanding. Wisdom is to be considered better than any kind of property, it is the most beneficial in life. I think that wisdom can develop.

T.: I agree with you.

Kh. S.: Wisdom can have a deep understanding of this very moment. It can understand how phenomena are conditioned, it can understand whether phenomena are permanent or impermanent, whether they belong to a self or not. Each reality which occurs goes away very quickly, it cannot come back anymore. There is just a moment of hearing and then it is completely gone, you cannot find the hearing anywhere after it is gone. Each reality, such as seeing, feeling or touching, is only very momentary. If we cling to any moment there is ignorance, one does not know the impermanence of realities which have arisen and fallen away already. During the time we are talking many different realities have arisen and fallen away already. Each reality arises because of its appropriate conditions, nobody can make any reality arise at will. Eyesense is a condition for seeing, without eyesense there cannot be seeing. Earsense is condition for hearing, without earsense there cannot be hearing. When we understand that the realities of our life are conditioned we can cope with our problems wisely.

When there are the right conditions a particular reality will arise. For example, when you like heat and you experience it there are conditions for pleasant feeling. If you cannot have the heat you like or the flavor you like there are no conditions for pleasant feeling. One is attached to all objects one can experience through the senses, one keeps on thinking of them. One is attached to seeing, hearing, smelling, tasting and touching. I think that there are many different kinds of consciousness. We can use the word consciousness instead of soul. The word soul can give rise to misunderstandings, it is not precise enough. If we use the word soul it implies something permanent. Consciousness experiences one object at a time and it is not permanent, it changes all the time.

Seeing is a type of consciousness, it is a reality which has its own characteristic. It is not the body, it is not tangible object, it is not materiality. It is an element which experiences visible object. Seeing is seeing for everyone, it does not belong to any race or nationality. Also animals see. Seeing is the same, no matter how you call it. Thus it is absolute truth for everyone, it is an absolute reality. We do not have to use any names for realities, they have their own function, their own characteristic which can be directly experienced. Seeing sees visible object, no matter it is your seeing or my seeing. Seeing cannot touch visible object, it can only see it. Can you touch visible object? Do you see me? You can only see visible object. After seeing there is thinking of different shapes and forms and there is memory of different things and people. A person cannot be seen, there can only be thinking about a person. Thinking is another type of reality, arising at another moment. We can gradually develop more understanding of realities and thus there will be more light in our life.

T.: There are different types of people in the world. Some are of a good nature, such as my mother. She is an excellent woman who has loving care for everybody and tries to do the best for all people she meets. Whereas some people do not want to help anybody, they always think of themselves. It seems that different people have different characters from birth. How do you explain that?

Kh. S.: People are different, they do not have wholesome moments all the time. There are wholesome realities and unwholesome realities. Kindness and compassion are wholesome, cruelty, hatred and jealousy are unwholesome. There are fore everybody conditions for wholesome moments as well as for unwholesome moments. The arising of wholesomeness or unwholesomeness depends on what has been accumulated. Some people have accumulated a great deal of wholesomeness. For them the environment or situation can condition more wholesomeness than for others who have not accumulated so much wholesomeness. People who are in the same situation react differently, they have different thoughts. In order to be a good person you have to develop wholesomeness, you have to train yourself. Just as when you like to be skillful in cooking you have to train yourself, so that one day you will be a good cook.

T.: Sometimes one meets people who do not want to be good, they don't care about this.

Kh. S.: You could help them to understand the benefit of being wholesome, sot hat they will be nice to others. Then they will also have more happy moments instead of unhappy moments. I think that people like pleasant results but that they do not know the right causes which lead to such results. If you tell them that good and bad results come from the appropriate causes they will have more understanding. This understanding will be a condition for them to accumulate wholesomeness which is the for pleasant results. If you are friendly to others they will be friendly to you. If you do not like other people they will not like you.

Religion is only a term which stands for what one believe in. But if we don't label anything we can understand realities as they are. We can understand realities which are true for everybody, no matter what religion he professes, no matter what nationality he is. Seeing is true for everybody, it is just a moment of experiencing visible object. When there is hearing there is no seeing anymore. Hearing is just a moment of experiencing sound, it does not know anything about visible object. When there are conditions for hearing we cannot help hearing. Seeing, hearing and the other realities are beyond control, they arise because of conditions and then they fall away, they are completely done. Nobody can make them arise and nobody can make them stay on after they have arisen. Thus life goes on from moment to moment, until death. Life is only one moment of experiencing an object and then it is gone, forever.
The-Fed
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 373
Joined: Fri Sep 19, 2008 11:46 am

Postby United Nation » Sun Nov 16, 2008 11:17 pm

azizgol wrote::lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol:
panjul lagi2...................................................
sepertinya memang mudah untuk meng copy tapi coba kita tanya sama rosulnya panjul; coba jelaskan tuhan panjul yg maha esa ?
klo rosul panjul bisa menjelaskan, baru aku yakin tuhan panjul itu ada.

nb;
bagi pengikut rosul panjul silahkan membantu.


Sampai sekarang saya tak tahu apa efek kalau Tuhan

1. Tidak ada.
2. Ada 1.
3. Ada 2.
4. Ada 3.
5. Ada 4.
....
....
Image. Ada tak hingga.

Apa sih efeknya?
Last edited by United Nation on Sun Nov 16, 2008 11:19 pm, edited 2 times in total.
User avatar
United Nation
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2416
Joined: Wed May 14, 2008 9:00 pm
Location: Princeton University

Postby Duladi » Sun Nov 16, 2008 11:17 pm

Azizgol wrote:coba jelaskan tuhan panjul yg maha esa ? klo rosul panjul bisa menjelaskan, baru aku yakin tuhan panjul itu ada.


Kok nggak nyambung ya? Memangnya apa hubungannya penjelasan tentang keesaan dengan keberadaannya?

Apakah kalau Muhammad bisa menjelaskan teori tentang tauhid, lantas tuhan bernama awloh itu ADA? Cara berpikir dari mana ini?
Duladi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Postby azizgol » Sun Nov 16, 2008 11:29 pm

Duladi wrote:
Azizgol wrote:coba jelaskan tuhan panjul yg maha esa ? klo rosul panjul bisa menjelaskan, baru aku yakin tuhan panjul itu ada.


Kok nggak nyambung ya? Memangnya apa hubungannya penjelasan tentang keesaan dengan keberadaannya?

Apakah kalau Muhammad bisa menjelaskan teori tentang tauhid, lantas tuhan bernama awloh itu ADA? Cara berpikir dari mana ini?


contohnya mudah dul, jika kamu telah kenal dan tau aku tentu dgn mudah kamu bisa jelaskan tentang ciri fisik maupun sifatku, klo kamu tdk bisa menjawab secara spontanitas itu berarti kamu masih butuh waktu untuk ngarang cerita , tul ngak ?
azizgol
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 488
Joined: Tue Dec 04, 2007 2:07 am

Postby azizgol » Sun Nov 16, 2008 11:32 pm

United Nation wrote:
azizgol wrote::lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol:
panjul lagi2...................................................
sepertinya memang mudah untuk meng copy tapi coba kita tanya sama rosulnya panjul; coba jelaskan tuhan panjul yg maha esa ?
klo rosul panjul bisa menjelaskan, baru aku yakin tuhan panjul itu ada.

nb;
bagi pengikut rosul panjul silahkan membantu.


Sampai sekarang saya tak tahu apa efek kalau Tuhan

1. Tidak ada.
2. Ada 1.
3. Ada 2.
4. Ada 3.
5. Ada 4.
....
....
Image. Ada tak hingga.

Apa sih efeknya?


lebih mudah buat topik baru disini, siapa yg anda ajak untuk diskusi, kusus muslim atau secara umum non atheis
azizgol
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 488
Joined: Tue Dec 04, 2007 2:07 am

Postby United Nation » Sun Nov 16, 2008 11:50 pm

azizgol wrote::lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol:
panjul lagi2...................................................
sepertinya memang mudah untuk meng copy tapi coba kita tanya sama rosulnya panjul; coba jelaskan tuhan panjul yg maha esa ?
klo rosul panjul bisa menjelaskan, baru aku yakin tuhan panjul itu ada.

nb;
bagi pengikut rosul panjul silahkan membantu.

United Nation wrote:Sampai sekarang saya tak tahu apa efek kalau Tuhan

1. Tidak ada.
2. Ada 1.
3. Ada 2.
4. Ada 3.
5. Ada 4.
....
....
Image. Ada tak hingga.

Apa sih efeknya?

azizgol wrote:lebih mudah buat topik baru disini, siapa yg anda ajak untuk diskusi, kusus muslim atau secara umum non atheis


Muslim dong.
User avatar
United Nation
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2416
Joined: Wed May 14, 2008 9:00 pm
Location: Princeton University

Postby gudang_geram » Mon Nov 17, 2008 12:23 am

United Nation wrote:
azizgol wrote::lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol:
panjul lagi2...................................................
sepertinya memang mudah untuk meng copy tapi coba kita tanya sama rosulnya panjul; coba jelaskan tuhan panjul yg maha esa ?
klo rosul panjul bisa menjelaskan, baru aku yakin tuhan panjul itu ada.

nb;
bagi pengikut rosul panjul silahkan membantu.


Sampai sekarang saya tak tahu apa efek kalau Tuhan

1. Tidak ada.
2. Ada 1.
3. Ada 2.
4. Ada 3.
5. Ada 4.
....
....
Image. Ada tak hingga.

Apa sih efeknya?


memang berbeda :

--Islam meyakini adanya Tuhan Oloh melalui ngaku ngaku_nya Muhammad , WALAU Olohnya cuma tidur tidur di negri dongeng

-- Jahudi/ Kristen menyakini Tuhan KARENA TuhanNYA berani tampil MEMPERKENAL KAN DIRI secara NYATA nggak IMAGINER, nggak VIRTUAL kayak Dragon ball

-- Atheis nggak meyakini adanya Tuhan karena logika dan tak tahu apa efek kalau Tuhan

ok.... nyatanya dimensi yg dikenal manusia masih bermacam macam
-----awam cuma tau dimensi RUANG dan WAKTU
-----kaum mistik kenal dunia roh ( sangat gampang nyari orang kesurupan )
-----Fisikawan membuat keBOLEH JADIan adanya WHITE HOLE (pada dimensi lain ) setelah pusing memikirkan keruntuhan materi dan waktu pada BLACK HOLE (yg ada di dimensi kita )

---- sy sebagai manusia sebenarnya masih dalam mempertanyakan ke dimensi mana aku klo dah matek

nahh kebetulan ada yg datang memperkenalkan diri
namanya Tuhan
saya jadi percaya adanya Tuhan karena DIA MEMPERKENAL kan diri secara NYATA yg penuh kasih , mulia dan kudus

kalo ketiga hal berikut TIDAK NYATA >>> kasih , mulia dan kudus
mendingan ........aku out dari agamaku

klo Tuhannya nggak cuma di ngaku ngaku sama nabi yg KEJAM , CABUL, BRENGSEK dan NERIMA AYAT di saat burung nabinya lagi nempel pada anunya wanita.... mendingan ........aku nggak beragama
User avatar
gudang_geram
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 221
Joined: Sun Oct 12, 2008 4:41 pm

Postby azizgol » Mon Nov 17, 2008 12:25 am

ok UN;

Sampai sekarang saya tak tahu apa efek kalau Tuhan

1. Tidak ada.
2. Ada 1.
3. Ada 2.
4. Ada 3.
5. Ada 4.
....
....
. Ada tak hingga.


1. tdk perlu dijawab karena Tuhan memang ada.
2. 1(esa) sperti yg saat ini kita rasakan
3. 2 dst itu, Tuhan versi kristen,hindu jadi aku tdk berhak menjawabnya
azizgol
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 488
Joined: Tue Dec 04, 2007 2:07 am

Next

Return to Ttg ALLAH



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users