. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

DEWA DEWA GITAR

Info dan diskusi tentang dunia musik dan perfiliman mancanegara.

DEWA DEWA GITAR

Postby sorangan » Tue Sep 16, 2008 6:56 am

Tadinya gue pikir ngga akan bikin thread ini setelah baca bukunya. Tapi pikir2 lagi, dengan makin kayanya FFI akan makin banyak orang nyasar ke FFI. Misal dia cari2 di google: "Gitaris terbaik", ehh malah nyasar ke FFI, kan jadi menguntungkan FFI. Jadi mengingat 'potensi orang nyasar' itu, maka saya memutuskan utk membuat thread ini. Bila admin atau mod pikir tidak perlu dan malah membebani server, silahkan dibuang ke tong sampah.

Yang lain boleh komentar, setuju, tidak setuju, marah atau nambahin tentang dewa2 gitar ini.


GITARIS TERBAIK SEPANJANG ZAMAN

oleh: D. Rush

Gitar pertama kali ditemukan di sekitar India dan Asia Tengah sebagai instrumen musik yang bernama sitar, 2000-1500 sebelum masehi. Asal usul nama gitar sendiri berasal dari Spanyol guitarra yang diturunkan dari bahasa Latin chitara dan sesungguhnya berasal dari Persia sihtar atau di India dikenal dengan nama sitar. Bentuk gitar ini pada awalnya terbuat dari kayu, mempunyai neck yang panjang, bagian punggung dan depan yang rata, dan kadang berbentuk melengkung. Gitar ini pertama kali dibawa orang Romawi sekitar abad ke-40 sebelum masehi ke Spanyol. Di negeri Spanyol inilah instrumen gitar mulai berkembang dan digemari sejak abad ke-16 masehi dari instrumen di zaman Renaisans sampai menjadi instrumen modern yang kita kenal saat ini dengan body gitar yang berlubang atau yang lebih dikenal dengan gitar Spanyol.
Gitar adalah instrumen yang mempunyai banyak sekali bentuk mulai dari senar enam, tujuh, delapan,

sepuluh, sampai dua betas senar. Dari bentuk klasik, mandolin, sampai gitar listrik. Gitar listrik ini sendiri muncul sejak tahun 1930-an saat muncul zaman big band yang memainkan orkestrasi jazz. Dengan adanya brass section, maka suara gitar tenggelam dengan instrumen tiup lainnya yang begitu keras memekakan telinga. Oleh karena itu, gitar membutuhkan amplifier untuk memperkeras suaranya. Kemudian muncul lah beberapa orang yang bereksperimen menciptakan instrumen gitar listrik ini. Pertama kali Rickenbacker menciptakan gitar steel yang dinamai "frying pan" di tahun 1931. Di pabriknya yang bernama Epiphone, Les Paul mencoba menambahkan pick up pada gitar bolong dari Swedia yang akhirnya model ini dibeli oleh Gibson pada tahun 1940-an. Leo Fender juga tidak mau ketinggalan untuk mendesain gitar listrik yang lebih canggih. Dia adalah orang pertama yang mampu mengkomersilkan gitar listrik dengan solid body dan satu pick up yang dinamakan "Esquire". Gitar listrik dengan dua pick up dinamainya sebagai "Telecaster" yang sampai saat ini masih menjadi gitar paling favorit hampir semua gitaris. Gitaris yang pertama kali mempopulerkan gitar listrik ini adalah Charlie Christian yang pengaruhnya cukup besar dirasakan oleh para gitaris jazz sampai sekarang.
Sejak saat itu, gitar telah menjadi instrumen dari ekspresi jiwa manusia yang paling fleksibel. Tidak ada instrumen yang mempunyai jangkauan karakterjiwa yang lebih lugs seperti gitar. Dari gitaris klasik yang abadi sampai gitaris thrasher yang cadas dan tidak ada salah satu jenis musik yang tidak dipengaruhi oleh panclangan gila dari senar enam atau tujuh ini. Sejak Charlie Christian
mempopulerkan gitar listrik ini, maka sejak saat itu pula muncul banyak sekali gitaris hebat dari berbagai macam jenis musik clan aliran, sehingga kita akan terlalu sulit untuk menentukan siapa gitaris terhebat di dunia. Salah satu caranya adalah mungkin kita akan membandingkannya dengan menggunakan referensi "kecepatan melawan perasaan".
Menurut saya, ada empat kecenderungan yang dimiliki para dewa gitar ini. Pertama, mereka ingin menunjukan kepada dunia bahwa mereka adalah gitaris tercepat yang tidak ada seorangpun yang mampu menandinginya. Para dewa gitar yang termasuk golongan ini adalah Yngwie Malmsteen, Kirk Hammett, Dimebag Darrell, Randy Rhoads, atau Al Di Meola. Kedua, mereka ingin menciptakan sebuah komposisi musik yang indah, harmonic, dramatis, artistik, penuh emosional, clan megah seperti David Gilmour, Bryan May, Alex Lifeson, Eric Clapton, Keith Richards, Joe Satriani, Steve Ray Vaughan, atau Slash. Ketiga, mereka ingin menunjukan skill yang tinggi, kejeniusan yang tiada tandingannya, dan kemampuan tehnik gitar yang kompleks dan kaya seperti Jimi Hendrix, Steve Howe, Richie Blackmore, Jimmy Page, Eddie Van Halen, John McLaughlin, atau Tony lommi, Dan yang terakhir, mereka ingin menciptakan bunyi yang aneh, janggal, acing, absurd, clan belum pernah ada gitaris yang melakukan sebelumnya seperti Jeff Beck, Steve Vai, Tom Morello, James Munky, clan Brian Head.
Oleh karena itu, mulai sekarang sebelum kita meneliti seluruh daftar para dewa gitar dunia, biarkan saya menjelaskan apa yang menentukan pilihan saya ini. Sementara kemampuan teknis itu sangat penting,

pengaruh dari dewa-dewa gitar dunia ini kepada para gitaris yang lainnya adalah yang paling utama. Saya juga memperhitungkan gitaris yang masih relevan di dunia musik saat ini clan kontribusinya bagi perkembangan musik, terutama bagi musik rock. Saya sengaja tidak memasukan para dewa gitar dari aliran jazz, blues, atau musik lainnya karena akan terlalu panjang dan sangat kompleks untuk membagi dan membatasi kategorinya. Saya juga tidak akan memberikan urutan hirarkis 100 gitaris terhebat di dunia seperti yang dilakukan majalah Rolling Stones karena urutan ini banyak menimbulVan kontroversi dan mendapat kecaman keras dari para kritikus musik. Saya lebih memilih kategori yang dibuat oleh majalah Guitar World di dalam menggolongkan para dewa gitar ini. Mungkin banyak dari pembaca tidak akan setuju dengan seleksi yang saya buat tidak menyebutkan gitaris favorit pembaca seperti John Petrucci, Paul Gilbert, Carlos Santana, dan Nuno Bettencourt, tapi saya sangat berharap bahwa buku dewa-dewa gitar akan membuka cakrawala barn dalam menentukan gitaris terbaik sesungguhnya.
User avatar
sorangan
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 808
Joined: Wed Jul 25, 2007 8:36 am

Postby sorangan » Tue Sep 16, 2008 6:56 am

DEWA-DEWA HARD ROCK

Tony lommi

"Aku mencoba segala bunyi yang lebih keras."
-Tony lommi


Tony lommi terlahir dengan nama Frank Anthony "Tony" lommi pada tanggal 19 Februari 1948 di Aston, Birmingham, Inggris. Tony lommi tertarik bermain gitar sejak remaja setelah mendengarkan Hank Marvin and the Shadow.

Saat menginjak usia 18 tahun, Tony mengalami kecelakaan pada waktu terakhir kalinya bekerja di pabrik best. Akibatnya ujung jari tengah dan manisnya dart tangan kanannya yang digunakan untuk fretting putus. Sebagai orang kidal, Tony menggunakan tangan kanannya untuk melakukan fret. Dengan tragedi ini, Tony sempat frustasi dan menganggap karirnya sebagai seorano nemusik telah berakhir. Untunalah bosnva yang mengetahui pekerjaan sampingan lommi di malam hari sebagai gitaris menyempatkan diri untuk menjenguknya. Dia memotivasi lommi agar meniru Django Reindhardt yang juga kehilangan dua Jarinya akibat kecelakaan saat menghidupkan api unggun. Akhirnya lommi mengubah permainan gitarnya yang kidal dan menciptakan bunyi yang sangat revolusioner yang dihasilkan oleh kecelakaan ini.

“Setelah kecelakaan itu, aku harus mengembangkan cara baru untuk bermain atau berhenti sama sekali. Pertama, aku menciptakan semacam timbel untuk memperpanjang ujung jariku yang terputus. Lalu aku mengganti dengan senar yang tipis sebab sangat sukar untuk membending dengan senar yang lebih tebal. Kemudian, aku mulai menyetem lebih rendah sebanyak tiga semi-tone untuk membuat permainanku lebih mudah. Akibat yang menumpuk dari perubahan pada bunyi yang kuhasilkan ini menjadi sangat cepat, hal itu menambah kepadatan dan kekerasan. Aku ingat saat kita memainkan 'Black Sabbath' dan 'Wicked World' di sebuah klub untuk pertama kalinya dan semua orang terpukau," kata Tony yang juga menggunakan amplifier yang janggal Heath Robertson Rangemaster (pedal distorsi di jaman dulu), sehingga menciptakan sound Black Sabbath yang mencekam dan menakutkan.

Sejak saat itu Tony lommi bermain bersama grup band blues/rock seperti The Rockin's Chevrolets antara tahun 1964-1965. Di tahun 1966-1997, dia meninggalkan pekerjaannya sebagai buruh dan memutuskan bermain untuk The Rest di Jerman bersama teman sekolahnya, yaitu Bill Ward sebagai penggebuk drum. Mereka berdua akhirnya bergabung dengan band Mythology di tahun 1968, tapi setelah band ini bubar, maka mereka membentuk band yang bernama Polka Tulk Blues Band yang merupakan gabungan antara band Mythology dan Rare Breed (Ozzy sebagai vocal dan Butler sebagai ritem gitar). Band ini mempunyai personil seperti John "Ozzy" Osbourne sebagai vokalis, Tony lommi sebagai lead gitar, Bill Ward sebagai drummer, Terry "Geezer" Butler sebagai bas, Jimmy Phillips sebagai pemain gitar slide, dan Alan "Aker" Clarke sebagai saksofonis. Sayang setelah dua kali pertunjukan, Phillips dan Clarke cabut dari Earth. Di bulan Desember 1968, lommi sempat bergabung dengan Jethro Tull dan menghasilkan single "A Song For Jeffery".

Di tahun 1969, Earth berganti nama menjadi Black Sabbath setelah terinspirasi filem horor Black Sabbath karya Boris Karloff di tahun 1930-an. Waktu itu Black Sabbath sedang berlatih di sebuah studio yang tidakjauh dari sebuah gedung bioskop yang selalu memutar filem horor. Tiba-tiba Tony mendatangi Ozzy dan langsung bertanya, "Mengapa banyak orang membayar hanya untuk melihat filem horor dan ditakut-takuti? Mengapa' kita tidak membuat musik yang menakutkan." Sejak saat itu musik Black Sabbath mempunyai lirik yang gelap, mistis, horor, kegilaan, kematian, dan penuh cerita tentang perang, teror, dan penyihir seperti di dalam lagu War Pigs, Paranoid, Sabbath Bloody Sabbath, atau Children of the Grave.

Musik Black Sabbath yang cadas, garang, cepat, dan lirik-lirik lagu yang gelap ini telah menjadi inspirasi musikmusik heavy metal setelahnya seperti trash, grunge, gothic, industrial, death, atau doom. Tidak terbantahkan bahwa tidak akan ada aliran musik heavy metal yang eksis tanpa Tony lommi. Mereka memulai debut albumnya dengan judul Black Sabbath (1969) dan langsung bertengger di Top 10 di Inggris dan mencapai Top 25 di tangga lagu Amerika. Dengan lagu-lagu hit seperti "Wizard" dan "N.I.B" yang membuat mereka dituduh media dan banyak orang sebagai band pemuja setae dan anti kristus. Apalagi di dalam lagu "N.I.B", ada lirik yang berbunyi, "My name is LuciferlPlease take my hand". Tuduhan anti-kristus ini ditujukan pada simbol Black Sabbath yang menggunakan salib yang terbalik. Saat merekam lagu "Wicked World", Fender Strat Tony yang dicat putih patch, sehingga die menggunakan Gibson SG sejak saat itu.

Album kedua mereka: Paranoid (1971) menjadi album terlaris mereka sepanjang masc. Dengan lagu hit seperti "Paranoid" (mencapai nomor 4 di tangga lagu Inggris), "War Pig", "Iron Man", dan "Electric Funeral", Black Sabbath benar-benar merajaiimusik heavy metal di tahun 1970-an. Kesuksesan album Paranoid juga diikuti oleh album ketiganya: Master of Reality (1972) yang menghasilkan hit seperti "Sweet Leaf", "Childern of the Grave", dan "Into the Void". Black Sabbath kembali merilis album Sabbath Bloody Sabbath (1973) yang menghasilkan hit "Spiral Architech" dan "Killing Yourself to Live" dan album studio terakhir bersama Ozzy: Never Say Day. Sejak saat itu lommi dikenal sebagai mesin pencipta riff yang paling hebat di muka bumf sejak 1968. lommi adalah sang maestro dart Black Sabbath ini bertanggung jawab dalam menciptakan standar heavy metal seperti lagu "Iron Man," "Black Sabbath", "Paranoid," "Sweet Leaft", "War Pig.", "Into Void", dan "Childern Of The Grave".

lommi adalah seorang pioner dalam menggunakan volume yang ekstrim juga terlahir dari kebutuhan yang mendesak ini. "'Kite mulai mengeraskan suara sebab kita berhadapan dengan pare penonton yang sedang berbicara saat kita bermain," gurau lommi. "Aku ingat saat berpikir, persetan dengan segalanya, mereka tidak akan mampu mengobrol dengan bunyi seperti ini."

Tapi dipertengahan tahun 1970-an, Ozzy Osborne keluar dari Black Sabbath karena terlalu lelah melakukan tour panjang dan pengunaan narkoba yang berlebihan. Pada saat itu, musik didominasi oleh band punk seperti Sex Pistols dan The Clash, sehingga Black Sabbath mulai kehilangan pamornya. Ronni James Dio (mantan vokalisnya Rainbow) menggantikan posisi Ozzy dan menghasilkan album Heaven & Hell (1980) dan The Mob Rules (1981). Di tahun 1980-1990, Black Sabbath berganti formasi dengan rnasuknya Ian Gillan (mantan vokalisnya Deep Purple), Glenn Hughes, Tony Martin dan Ray Gillen. Tapi di tahun 1984, Ian Gillan memutuskan keluar dari Black Sabbath dan bergabung kembali dengan Deep Purple. Tony lommi sempat bersolo karir dan menghasilkan album yang berjudul Seventh Star dengan vokalis Glenn Hughes.

Di tahun 1997, Black Sabbath kembali berreuni dengan formasi seperti semula kecuali Bill Ward yang terkena serangan jantung dan digantikan Vinny Appice. Tur reuni ini cukup sukses dan lagu "Iron Man" mendapatkan penghargaan Grammy di tahun 1999 sebagai Best Metal Performance. Di tahun 2000, lommi kembali bersolo karir dengan meluncurkan album yang bertitel "lommi" dan bekerjasama dengan beberapa vokalis tame seperti Henry Rollins, Serj Tankian, Dave Grohl, Billy Corgan, Phil Anselmo, dan Ozzy Osbourne. lommi bergabung kembali dengan Black Sabbath untuk mengikuti Ozzfest di tahun 2001 dan mendapatkan nominasi Grammy untuk lagu "blizzard". Di tahun 2004, album "The 1996 DEP Sessions" kembali dirilis dengan Glen Hughes sebagai vokalis. Di tahun 2006, lommi melakukan tur bersama Bill Ward (yang kemudian digantikan VinnyAppice), Geezer Butler and Ronnie James Dio. Reuni ini menghasilkan album Dio Years yang menampilkan 4 lagu baru karya Dio.

Alat: Gibson SG, John Birch Custom Sg, 100-Watt Laney, Rangemaster treble booster

Lagu yang penting: "Iron Man," dari Black Sabbath-Paranoid (Warner Bros, 1971)

Album Klasik: Black Sabbath-Paranoid
User avatar
sorangan
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 808
Joined: Wed Jul 25, 2007 8:36 am

Postby sorangan » Tue Sep 16, 2008 6:56 am

JAMES HETFiELD DAN KIRK HAMMETT

“Jika kamu pernah puas, permainan telah selesai," -James Hetfield

James Alan Hetfield lahir pada tanggal 3 Agustus 1963 di Downey, Los Angeles. Ayahnya Virgil Hetfield adalah seorang pemilik perusahaan truk dan ibunya yang bernama Cynthia adalah seorang penyanyi opera, dibesarkan di dalam keluarga yang memeluk agama Kristen yang tact. Hetfield mulai berlatih piano pada umur 9 tahun dan akhirnya bermain gitar pada umur 14 tahun. Sejak remaja, dia sangat tertarik pada musik hard rock seperti Aerosmith, Black Sabbath, Queen, Thir Lizzy, Led Zeppelin, dan Motorhead dari Inggris. D tahun 1981, dia berkenalan dengan Lars Ulrich dar membentuk grup band Metallica. Dengan menambalgitaris Dave Mustaine dan basis Ron McGovney, Metallicz mulai menulis dan merekam demo tape. Lineup Metal lica lebih solid setelah Clifford Lee Burton menggant McGovney di tahun 1982 dan mantan gitaris Exodus, Kirk Hammett, mengantikan Dave Mustain setahun berikutnya. Mustaine yang dipecat gara-gara kecanduan obat terlarang dan alkohol, lalu membentuk grup band Megadeth.

Sedangkan Kirk Hammet lahir pada 18 November 1962 di San Fransico. Ibunya yang adalah keturunan Filipina dan ayahnya berdarah Irlandia. Sejak kecil, Kirk sangat mengagumi Jimi Hendrix dan mulai belajar gitar di umur 15 tahun. Di tahun 1980, dia membentuk grup band Exodus yang beraliran trash metal bersama Paul Baloff sebagai vokalis, Gary Holt sebagai gitaris, Geoff Andrews pada basis, dan Tom Hunting pada drummer. Di tahun 1983, dia cabut dari Exodus saat mendapat tawaran dari Metallica untuk mengantikan posisi Dave Mustaine. Pada saat dia masih berguru gitar dari Joe Satriani.

Setelah memperoleh pengkultusan yang solid di antara para fansnya yang tidak bisa mengidentifikasikan dirinya dengan pretty-boy pop-metal pada saat itu seperti Van Hallen dan Bon Jovi, Metallica menjadi terkenal atas kecanggihan struktur lagu yang kompleks dan link serius yang mencerminkan obsesi remaja mengenai kemarahan, keputusasaan, ketakutan, dan kematian. Perbedaan yang menyolok dengan band metal lainnya yang terobsesi pada kematian, lirik-lirik lagu Metallica mengajukan pertanyaan lebih mendalam mengenai keadilan dan retribusinya, ketergantungan obat bins, penyakit jiwa, dan kekerasan politik. Debut Album Metallica Kill 'Em All adalah suatu anarki katarsis dari kegelapan, dengan lagu-lagu seperti "No Remorse" yang menjeritkan kegilaan perang dan "Seek and Destroy" yang menunjukan kekerasan jalanan yang tak masuk akal. (Dirilis ulang pada tahun 1986, album ini meraih posisi ke #155). Album berikutnya, materi subjeknya merupakan campuran antara politik (...And Justice for Aln dan pribadi (Metallica).

Di tahun 1986, bis yang dipakai untuk tur Metallica tergelincir di jalan licin bersalju di Swedia, sehingga menyebabkan basisnya Cliff Burton meninggal dunia. Anggota band Metallica yang masih hidup beristirahat sejenak sebelum berkumpul kembali bersama mantas basis Flotsam and Jetsam, Jason Newsted dengan gaga permainan yang lebih solid, membuat sound Metallica menjadi lebih tebal dan kencang, sehingga menyumbangkan kesuksesan Metallica yang dahsyat di akhir tahun 80-an dan awal 90-an. Pada tanggal 8 Agustus 1992, Metallica hampir mengalami tragedi lainnya ketika petasan yang mereka gunakan menjadi salah sasaran selama pertunjukan bersama Guns N' Roses (saat itu adalah malam yang sama ketika kerusuhan terjadi pada pertunjukan Guns N' Roses) di Stadion Olympic di Montreal. Hetfield terluka saat berjalan menuju dinding bara api dan menderita luka bakar yang cukup serius, tapi bisa sembuh sepenuhnya.

Metallica telah merebut hati para pengikutnya tanpa bantuan radio, lalu menjadi agak mengherankan ketika Master of Puppets meraih tangga ke #29 di tahun 1986. Diikuti EP, Garage Days Re-Revisited, album koleksi dari lagu-lagu cover version oleh beberapa band punk dan metal, termasuk Killing Joke dan Misfits, berhasil mencapai posisi ke-28. Album Metallica pertama yang meraih Top 10 adalah ...And Justice for All, yang meraih posisi ke-6 di tahun 1988 dengan single-nya "One, " masuk ke dalam Top 40 pada posisi ke-35. Video klip lagu "One" yang sangat menarik, termasuk klip dari film adaptasi Dalton Turmbo, Johny Got His Gun', yang bertema anti perang, bercerita tentang seorang veteran Perang Dunia Pertama yang diamputasi kaki dan tangannya, dan tak mempunyai wajah lagi. Setelah tiga tahun oakum, album Metallica yang telah diantisipasi (Black Album) masuk posisi ke-1 di tangga lagu album terlaris. Album ini berisi deretan lagu hits, termasuk "Enter Sandman" (#16), "The Unforgiven" (#35), dan "Nothing Else Matters" (#35). Album live pertama Metallica, Live **** (#26, 1993) direkam di tahun 1993, setelah melakukan lima pertunjukan di Mexico City.

Sound yang cadas dan garang ini dihasilkan oleh gitar E.S.P custom Explorer dengan ampli Mesa/Boogie dari James Hetfield, sedangkan Kirk Hammet juga memakai gitar E.S.P, Les Paul, dan Fender Stratocaster dengan ampli Mesa/Boogie dan efek Boss SE-50, Eventide H-3000-SE, dan pedal wah wah.

Metallica mengetahui perubahan di jalur musik rock yang dipelopori oleh Nirvana, dan di tahun 1996 Metallica menjauh dari menulis lirik tentang darah dan keberanian, dan mengeksplorasi beberapa sound yang bukan musik metal agar bisa diterima oleh pendengarnya, sound alternatif hampir seluruhnya dapat kita dengar di album Load (#1). Album ini terns menciptakan deretan lagu hits dengan lagu "Until It Sleeps" (#10), "Hero of The Day' (#60), dan "King Nothing" (#90). Metallica juga menciptakan perubahan citranya: anggota band Metallica memotong rambutnya. dan sampul albumnya yang abstrak diciptakan oleh fotografer kontroversial Andres Serrano (terkenal dengan karyanya Piss Christ,menampilkan campuran darah dan sperma. Tidak semua fans Metallica menyukai sampul album ini.

Di tahun 1997, Metallica menyelesaikan lagu-lagu yang tidak masuk di dalam album Load untuk album Reload yang lebih keras (#1), termasuk yang diisi voka oleh Marianne Faithful) pada lagu "The Memory Remains' (#28). Album ini juga berisi lagu "The Unforgiven II" (#59) Tahun berikutnya, Metallica mengkombinasikan EF Garage Days Revisited dengan 11 lagu cover version dar beberapa lagu B-Side untuk dua disc Garage Inc (#2) Kolaborasi live dengan San Fransisco Symphony (diaransemen dan dikondaktori oleh Michael Kamen direkam pada tahun 1999 dengan judul S&M. Di tahur 2001, Jason Newsted keluar dari Metallica dan digantikan oleh Robert Trujillo di tahun 2003. Dengan formasi baru ini, Metallica merilis album St. Anger di tahun yang sama. Album ini masih menunjukan taringnya sebagai band cadas dan mampu nangkring di nomor satu Billboard 200 album, biarpun tidak semelodius dan segarang seperti album-album sebelumnya. Di tahun 2005, Metallica dianugerahi penghargaan sebagai MTV Icon.

Secara musikalitas, James Hetfield dari Metallica adalah ritem gitar dan penulis lagu terbaik di dalam sejarah heavy metal. Tidak ada keraguan mengenai hal itu. Tidak ada orang yang memetik senar lebih keras dan lebih kejam atau menulis riff lebih gangs dari dirinya. Sedangkan Kirk Hammet sebagai lead gitar mampu menyuguhkan solo gitar yang indah, ketepatan yang sangat menggagumkan, dan tehnik yang sempurna, sehingga keduanya menjadi duet maut yang tidak ada tandingannya di dalam musik cadas.

Diinspirasikan dari band "New Wave Heavy Metal Inggris" seperti Venom dan Diamond Head, juga monster riff gitar dari hard rock tahun tujuhpuluhan seperti Black Sabbath dan Thin Lizzy, Hetfield menempa bunyi yang akan membuat Metallica menjadi salah satu band paling berpengaruh di tahun delapanpuluhan, bapak dari segala jenis thrash dan speed metal.

Yang menarik, grup dengan tempo yang membingungkan sepenuhnya adalah hasil dari frustasi. "Saat kita sadar bahwa penonton pada awalnya tidak memperhatikan kita sama sekali, kita sangat marsh dan memutuskan untuk mencoba membangunkan semua orang dengan bermain lebih cepat dan lebih keras daripada yang lain," kata Hetfield.

Tapi Metallica bukan hanya "lebih cepat dan lebih keras" daripada rekan-rekannya sesama musisi, mereka juga lebih balk. Epik yang brutal dari Hetfield ini adalah sebuah masterpieces yang sesungguhnya. Chop ritem yang tak terputus-putus meyakinkan kita bahwa mereka selalu membawa ketepatan yang mematikan. Dan di puncak campuran maut itu, lead gitar Kirk Hammet, murid dari guru metal Eropa seperti Michael Schenker dan Lill Jon Roth, selalu membawa whammy bar yang unik, fleet-footed wah-wah, dan struktur solo yang sangat hati-hati merupakan sebuah jeritan dari kemarahan.

Alat:
James Hetfield: Gibson dan ESP Explorers; Mesa/Boogie Mark II-C+ head.
Kirk Hammet: Gibson Flying V, ESP Signature Models; Mesa/Boogie Mark II

Lagu penting: "One," dari Metallica-..And Justice for All
(Electra, 1988)

Album Klasik: Metallica-Master of Puppets (Elektra, 1986)
User avatar
sorangan
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 808
Joined: Wed Jul 25, 2007 8:36 am

Postby sorangan » Tue Sep 16, 2008 6:57 am

Tom MORELLO

"Membutuhkan beberapa saat bagiku untuk menyadari bahwa aku seharusnya mengkonsentrasikan pada keunikan dalam permainanku dan menemukan suaraku sendiri."
-Tom Morello


Tom Morello terlahir dengan nama Thomas Baptist Morello pada tanggal 30 Mel 1964 di Harlem New York. Ibunya yang bernama Mary Morello adalah seorang guru di SMA Libertyville dan ayahnya bersama Ngethe Njoroge yang merupakan seorang revolusioner dan gerilyawan Mau Mau dari Kenya. Sejak kecil dia sudah suka bernyanyi dan bermain drama, sehingga dia pernah mendapat peran sebagai Oberon dalam drama Shakesphere A Midsummer Night's Dream.

Pada umur 13 tahun, Tom bergabung dengan band Nebula sebagai vokalis dan memainkan lagu-lagu Led Zeppelin. Dia juga tertarik bermain gitar terutama memainkan lagu Black Dognya Led Zeppelin, sehingga dia sempat mengikuti kursus gitar. Di tahun 1984, dia membentuk band Electric Sheep bersama Adam Jones dan memainkan lagu-lagunya sendiri daripada memainkan lagu orang lain. Awalnya dia sangat dipengaruhi grup heavy metal seperti Kiss, Led Zeppelin, Black Sabbath, dan Alice Cooper, tapi dia berubah ha!uan menjadi mencintai musik punk seperti The Clash, Sex Pistols, dan Devo karena musik dan liriknya sangat politis. Di tahun 1988, dia bergabung dengan band glam rock: Lock Up dan menghasilkan album Something Bitchin' This Way Comes yang lumayan sukses. Saat Lock Up bubar, Tom Morello bertemu dengan Zack de la Rocha yang merupakan seorang rapper dari Los Angeles. Kemudian Tom dan Zack mendirikan band Rage AgainstThe Machine bersama Brad Wilk sebagai drummer dan Tim Commerford sebagai basis. Album pertama berjudul sama dengan nama band mereka berhasil dirilis pada tahun 1992 dan meraih sukses di Amerika Utara dan Eropa.

"Lagu yang balk seharusnya membuatmu ingin menari dan mengajak dansa cewekmu. Lagu terbaik seharusnya tentang menghancurkan mobil polisi dan membakar kota. Aku hanya tertarik menulis lagu terbaik."

Album kedua mereka yang berjudul Evil Empire (#1, 1996) diluncurkan setelah empat tahun oakum dan mengubah permainan Tom yang lebih heavy metal menjadi lebih eksperimental dan menghasilkan sound yang unik dan membuatnya sebagai pemain fusion hard rock terbesar yang pernah ada, tapi bukan seperti fusion-jazz ala Jeff Beck, Al Di Meola, dan John McLaughlin, tapi gaga yang mengawinkan heavy metal, rap, dan funk. Komposisi musik yang cadas ini tidak akan menyengat kalau tidak dibumbui kritik sosial yang pedas seperti protes keras terhadap pengadilan Mumia Abu-Jamal yang tidak adil dan dukungannya kepada gerilyawan Zapatista di Meksiko. Di tahun 1999, Rage Against the Machine berhasil meluncurkan album paling terlarisnya: The Battle of Los Angeles (#1, 1999) dengan lagu hitnya "Guerilla Radio" (#69). Sayang pada album Renegades (#14) di tahun 2000, band Rage Against the Machine mengalami keretakan saat Zack de la Rocha menyatakan diri keluar dari band ini.

Dengan Whammy pedal yang janggal Berta bereksperimen dengan effect seperti delay, modulation, wah wah, harmonizers, distorsi, pitch shifters, dan feedback, Morello menciptakan beberapa bunyi yang paling liar dan bukan seperti suara gitar, seperti dengan mengimitasi raungan DJ yang sangat mahir memainkan piringan hitam yang digesek-gesekan dengan ketepatan yang luar biasa. Tehnik ini tercipta dengan melakukan tapping dan menggarukan tangannya di atas pick up. Riffnya seperti pukulan Mike Tyson pada jaman keemasannya ke kepala musuhnya, m'endorong lirik-lirik lagu dari Rage Against The Machine yang berbau-bau politik dan penuh protes sosial ini menjadi hidup dan penuh kekuatan. Kunci bunyibunyi janggal yang dihasilkannya berasal dari Cry Baby wah wah, DigiTech, Whammy Pedal, DOD delay pedal, EQ pedal, dan Ibanez flanger.

Akhirnya Tom Morello, Tim, dan Brad mengajak Chris Cornell (mantas vokalis Soundgarden) untuk mengisi posisi vokalis dan mengubah band mereka menjadi Audio Slave. Album pertama mereka yang berjudul Audio Slave di tahun 2002 meraih kesuksesan yang luar biasa. Album ini menghasilkan hits seperti "Cochise"dan "LikeA Stone", dan langsung mendapat tiga platinum. Album kedua mereka: Out Exile dirilis pada tahun 2005 dan sempat menduduki tangga Billboard nomor satu di dalam penjualan album dan meraih platinum. Saat meluncurkan album ketiga: Revelation (2006) bibit keretakan kembali muncul dan Christ Cornell menyatakan cabut dari Audio Slave. Akhirnya Tom, Tim, dan Bread berreuni dengan Zack dan kembali mendirikan Rage Against The Machine.

Alat: Fender Telecaster, Digitech Whammy Pedal, Marshall JCM 800-2205 dengan Peavey 012 cabinet

Lagu penting: "Killing in the Name," dari Rage Against The Machine-Rage Against The Machine (Epic, 1992)

Album Klasik: Rage Against the Machine-Rage Against The Machine
User avatar
sorangan
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 808
Joined: Wed Jul 25, 2007 8:36 am

Postby sorangan » Tue Sep 16, 2008 6:57 am

BRIAN "HEAD* WELCH DAN JAMES 'IMUNKY" SHAFFER

"Kita memutuskan sebagai band untuk menciptakan sesuatu secara bersama, di mans kiia semua melangkah ke podium dan bersinar dan melakukan hal kita sendiri."
-Brian "Head" Welch


James Christian 'Musky' Shaffer lahir pada tanggal 6 Juni 1970 di Bakersfield, California. Dia hanyalah anak adopsi, sehingga tidak heran sejak usai remaja Bering bermasalah dengan kedua orangtuanya seperti mencuri alkohol dan sutra mernbuat keributan. Suatu hari saat dia mencoba menyelinap dari rumahnya untuk pergi ke sebuah pests, jarinya terluka oleh rantai Four Wheeler dan harus mendapatkan rehabilitasi. Sejak saat itu dia memutuskan untuk belajar gitar. Saat dia masuk SMU, dia berkenalan dengan Brian 'Head' Welch.

Sedangkan Brian Philp 'Head' Welch lahir tanggal 19 Juni 1970 juga di kota Bakersfield, California. Sejak umur 10 tahun, dia sudah berlatih gitar. Pertama kali dia memilih drum sebagai hobinya, tapi ayahnya menganjurkan dia belaJargitar karena gitar jauh lebih tidak menimbulkan kegaduhan daripada drum. Munky dan Head Bering berjam session, tapi setelah bertemu dengan Jonathan Davis yang masih menjadi penyanyi Sextart, mereka tertarik mendirikan band yang bernama L.A.P.D. Di tahun 1993, Korn meluncurkan mini album dengan judul Neidermeyer's Mind yang berisi 4 lagu "Predictable, " "Blind'; and 'Alive". Musiknya berahran heavy metal yang dipadukan dengan hip hop/funk yang akhirnya disebut dengan "nu metal". Akhirnya album ini menjadi album Korn di tahun 11 Oktober 1994 dengan tambahan lagu 'Shoot and Ladders" yang mendapat nominasi Grammy sebagai Best Metal Performance. Awalnya di tahun 1995, Korn berhasil menjadi band pembuka untuk Danzig, Marilyn Manson, Megadeth, 311, Fear Factory, Flotsam and Jetsam, and KMFDM. Ozzy Osborne, Deftones, dan Sugar Ray sebelum menjadi supergroup. Komunitas musik Rock mulai mengenal Korn pertama kali pada tahun 1994 saat band ini merilis debut albumnya dengan judul Korn. Pada sound pembukaannya di lagu "Blind" sekarang telah menjadi lagu klasik yang dimulai dengan garukan gitar yang acak, dentuman nada bas yang menggelegar, dan lengkingan suara parau vokalis Jonathan Davis, "Are... you..readyyy?", lalu diikuti dengan salah satu riff paling keras yang pernah tercipta. Para pecinta musik rock dapat merasakan bahwa bunyi Korn yang unik dan perkusif ini adalah permulaan dari suatu hal yang baru. Tiba-tiba hampir seluruh dunia rock mulai dihebohkan dengan kemunculan band baru ini, dan tidak lama setelah itu, gejala heavy metal baru tercipta dan Korn ada di sang, sebagai pemimpin jalan.

Album kedua Korn yang berjudul Life is Peachy diluncurkan pada tahun 1996. Lagu yang cukup kencang didengungkan adalah "No Place to Hide, 'A.D.I.D.A.S.", dan "Porno Creep". Korn juga membawakan lagu orang lain seperti lagu dari Ice Cube "Wiked" dan lagu dari War: "Low Rider". Untuk kedua kalinya Korn mendapatkan nominasi Grammy dari lagu "No Place to Hide". Album paling sukses secara komersial dari Korn adalah Follow the Leader di tahun 1998. Lagu "Got the Life" and "Freak on a Leash" benar-benar menjadi hit besar di tahun itu dan albumnya terjual cukup laris bak kacang goreng. Bahkan "Freak on a Leash" mendapatkan Grammy untuk Best Music Video dan dinominasikan sebagai Best Hard Rock Performance. Lagu ini juga mendapat 9 penghargaan MTV Video Music Award sebagai Video of the Year, Best Rock Video, Breakthrough Video, Best Direction, Best Special Effects, Best Art Direction, Best Cinematography, Best Editing, dan Viewer's Choice.

Album keempat yang berjudul Issues diluncurkan di tahun 1999, album ini juga mendapat sambutan hangat seperti Follow the Leader dengan hit seperti "Falling Away from Me, "Make Me Bad", dan "Somebody Someone". Di tahun 2002, Korn meluncurkan album kelimanya: The Untouchtables. Secara kualitas album ini cukup balk, menampilkan sound baru, dan musiknya cukup kompleks dan kaya seperti band progresif rock dengan lagu seperti "Here to Stay dan "Thoughtless yang videonya cukup kontroversial atau lagu lainnya 'Alone I Break" "Hating", dan "Hollow Life", tapi secara penjualan kurang memuaskan dari album-album sebelumnya. Setelah itu Korn merilis album Take a Look in the Mirror (2003) dan Greatest Hits Vol. 1 (2005) dimana Korn membawakan kembali lagu Pink Floyd "Another Brick in The Wal" dan meremix lagu Freak on a Leash. Sayang di tahun yang sama Brian Head menyatakan diri keluar dari Korn, sehingga di album See You on the Other Side (2005), "Munky" Shaffer hanya tinggal sendinan yang memetik gitar, biarpun saat konser live banyak gitaris lain yang menggantikan posisi Head Welch. Di tahun 2006, untuk pertama kalinya Korn bermain akustik di dalam album MTV Unplugged: Korn dengan bintang tamu The Cure dan Amy Lee dari Evanescence. Album ini cukup sukses dengan mencapai penjualan di nornor #9 pada minggu pertama.

Secara keseluruhan, permainan gitar tandem dari Brian "Head" Welch dan James "Munky" Shaffer menjadi salah satu pasangan paling mengagumkan di era modern gitar. Dengan Ibanez senar tujuh, Head dan Munky telah menempatkan dirinya di antara Monsters of Rock, membahkan jalan mereka dari jalur top of the chart menuju ke hati jutaan penggemar nu-metal di dunia.

Selama beberapa tahun, Korn telah merilis sejumlah album, setiap album lebih memfokuskan dan melatih kekacauan yang paling ekstrim, keras, dan terkontrol. Bunyi Korn yang unik ini dipengaruhi oleh Head dan Munky. Penggunaan ketidaksesuaian nada pada kedua gitar, distorsi, dan efek untuk membawakan lagu-lagu seperti "Got the Life'; Away from Me," "Freack on a Leash", dan "A.D.I.D.A.S" menjadi hidup. Sementara mereka menggunakan berbagai macam efek pedal di panggung, mereka mencoba menciptakan suatu bunyi yang tergantung dengan lagu yang mereka bawakan, kedua gitaris ini percaya bahwa kunci dari bunyi yang mereka hasilkan tergantung pada gemuruh dentuman bas Fieldy yang sangat keras. "Jika kamu memainkan beberapa chords yang kita lakukan sendiri, terdengar menjadi salah," kata Munky. "Tapi nada bas yang tepat di belakangnya dan groove yang paling pas, itulah yang kita lakukan."

Alat: Ibanez RG7 gitar senar tujuh dan Ibanez K-7, Mesa/Boogie amps, Digitech XP-100 Whammy Wah

Lagu penting: "Got the Life," dari Korn-Follow the Leader (Epic/Immortal, 1998)

Album Klasik: Korn-Follow the Leader
User avatar
sorangan
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 808
Joined: Wed Jul 25, 2007 8:36 am

Postby sorangan » Tue Sep 16, 2008 6:58 am

bersambung
User avatar
sorangan
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 808
Joined: Wed Jul 25, 2007 8:36 am

Postby Horbo » Tue Sep 16, 2008 1:35 pm

jangan lupa sama dewa gitar yang satu ini bang.. :D

---------------------------------------------------------------

Image

Rhoma Irama

In the late 1960s a new popular music called dangdut emerged from the slums and suburbs of Jakarta in Indonesia. The music was performed on an electrified and modernized version of the older acoustic orkes melayu orchestra and combined influences from Indian and Malaysian film music, Islamic popular music and American popular song, primarily rock. The name dangdut is an onomatopoeic reference to the tabla-like pair of drums used in the ensemble that supply the genre with its defining rhythm: DANG dut, in which a heavy, low-sounding pitch off the beat ("dang") is followed by a light, higher pitch note on the downbeat ("dut"). The form was originally characterized by love duets between young men and women.

Oma Irama (b. 1946) began his dangdut singing career performing these light tunes, often with the legendary Elvy Sukaesih, who later became known as the Dangdut Queen. However, beginning in 1976 Oma changed his name to Rhoma (father) Irama (rhythm) and launched a solo career in which he crafted a newer and lyrically more sophisticated style of dangdut. In this new form, Irama downplayed the influence of Indian film scores (although he continued to lift and rearrange melodies from Bollywood) while emphasizing the American (primarily hard rock) and Middle Eastern (primarily contemporary cabaret music) influences. Irama's lyrics began to acquire an unmistakable air of social criticism and Islamic moralizing.
The dangdut audience is overwhelmingly poor, urban and Islamic, and the stir created by Irama's subtle (but significant) recognition of the major economic disparities between social classes in Indonesia and the hopelessness of the Indonesian poor attracted the then dictatorial government's notice. For a short time afterward Irama was banned from appearing on state-sponsored television.

baca selengkap nya..
User avatar
Horbo
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 847
Joined: Wed Jun 25, 2008 4:02 pm

Postby Eneng Kusnadi » Tue Sep 16, 2008 1:40 pm

Halah siah Eneng cuma tahu Eddy Karamoy doang! 8)
User avatar
Eneng Kusnadi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2997
Joined: Sat Dec 30, 2006 1:26 pm
Location: Peternakan Unta/Camelot

Postby Muhammad Pagi » Tue Sep 16, 2008 3:29 pm

Eneng Kusnadi wrote:Halah siah Eneng cuma tahu Eddy Karamoy doang! 8)


Siapa tuh?

Btw gue suka Brian May dari Queen :wink:
User avatar
Muhammad Pagi
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1210
Joined: Thu Nov 22, 2007 1:38 pm
Location: In front of U

Postby Eneng Kusnadi » Tue Sep 16, 2008 5:14 pm

Muhammad Pagi wrote:
Eneng Kusnadi wrote:Halah siah Eneng cuma tahu Eddy Karamoy doang! 8)


Siapa tuh?

Btw gue suka Brian May dari Queen :wink:

gitaris angkatan Jack Lesmana gituh. udah mati.
User avatar
Eneng Kusnadi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2997
Joined: Sat Dec 30, 2006 1:26 pm
Location: Peternakan Unta/Camelot

Postby sorangan » Wed Sep 17, 2008 6:52 am

SLASH

"Aku tidak pernah menjadi salah satu gitaris yang ingin bermain solo lebih lama daripada yang seharusnya dia, mainkan. Soloku adalah pelengkap lagu yang menjadi bagian paling penting.
-Slash


Slash lahir pada 23 Juli 1965 di Hampstead, Inggris. Ayahnya seorang Yahudi kulit putih dan ibunya seorang Afro-Amerika. Ayahnya seorang seniman yang biasa bekerjasama dengan Neil Young dan Joni Michelle, sedangkan ibunya seorang perancang desain bagi David Bowie. Setelah orangtuanya bercerai, dia ikut ibunya pindah ke Amerika di tahun 1970. Pada usia 14 tahun, dia diberikan hadiah gitar oleh neneknya. Pada awalnya, dia sangat dipengaruhi oleh AC/DC, Jeff Beck, Eric Clap-ton, Jimi Hendrix, Led Zeppelin, Van Halen dan Frank Zappa.

Saat skills gitarnya mulai menunjukan taringnya, dia mencoba melamar band Poison bersama Steven Adler. Sayang keduanya gaga) karena tidak lolos dalam seleksi wajah. Untungnya mereka tidak putus asa, mereka berdua membentuk band Road Crew di tahun 1983. Saat bertemu grup Hollywood Rose, mereka tertarik membentuk band baru yang bernama Guns N' Roses dengan anggota baru Axl Rose, Duff McKagan, dan Izzy Stradlin. Dengan penampilan rambut gondrong ikal yang menutupi wajahnya, sebatang rokok yang terselip di bibirnya, dan topi yang panjang, Slash menjadi sosokyang sangat ikonik sebagai gitaris rock sejati.

Di tahun 1987, Slash bersama Guns N' Roses merilis album Appetite for Destruction (#1) dengan menelurkan single hit seperti Welcome to Jungle (#7, 1988), Sweet Child of Mine (#1, 1988), dan Paradise City. Album ini meledak keras dan terjual sampai 15 juta keping hanya di Amerika Serikat saja dan mampu bertengger di tangga album terlaris selama tiga tahun. Tidak heran jika album ini disebut sebagai debut album paling laris sepanjang masc. Riff dan lagu Sweet Child of Mine selalu menjadi salah satu lagu rock yang terbaik. Di tahun 1988, Guns N'Roses meluncurkan album akustik GN'R Lies dan menciptakan lagu hit Patience dan dua lagu yang sangat kontroversial: "Used To Love Her" dan "One in a Million". Album ini terjual sampai 5 juta keping dan masuk Top 5 Album. Sayang karena dianggap kecanduan narkoba yang berlebihan, Steven Adler terpaksa dipecat dari Guns N'Roses dan digantikan oleh Matt Sorum. Dizzy Reed juga ikut bergabung untuk mengisi posisi keyboard.

Di tahun 1991, Gun N' Roses meluncurkan double album yang paling ambisius Use Your Illusion I dan Use Your Illusion II. Dalam album ini menghasilkan dua lagu yang mempunyai komposisi kompleks, dramatis, dan lebih artistik seperti lagu-lagu progresif rock yang kaya di dalam lagu November Rain dan Estrange, tapi Sayang bibit perpecahan di dalam Gun N'Roses mulai muncul. Axl Rose lebih mengarahkan musiknya progresif rock, sedangkan Slash dan McKagan lebih cenderung memainkan Hard Rock dengan pengaruh blues/punk yang kental. Album ini juga menghasilkan beberapa hit lainnya seperti "Don't Cry", "Yesterday", "Civil War", "You Could Be Mine", dan "Knockin' on Heaven Door" yang merupakan lagu lama dari Bob Dylan. Sayang setelah album ini selesai digarap, Izzy menyatakan cabut dari Guns N' Roses karena tidak tahan dengan kelakuan AxI Rose yang sangat otoriter dan mendirikan band JuJu Hounds. Akhirnya posisinya diqantikan Gilby Clark.

Setelah merilis album The Spaghetti Incident? yang ku rang sukses daripada album-album sebelumnya, Guns N' Roses mulai diambang perpecahan, apalagi dominasi A)KI yang sangat kuat. Akhirnya, Slash memilih bersolo karir dan membentuk Slash's Snakepit bersama Matt Sorum, Gilby Clarke, Dizzy Reed, Mike Inez, dan Eric Dover. Album It's Five O'Clock Somewhere ini cukup suikses dan terjual 1.5 juta keping di Amerika. Di tahun 1 X96, Slash menyatakan dirinya secara resmi hengkang dari Guns N' Roses. Di tahun 2000, Slash's Snakepit meluncurkan album Ain't Life Grand. Di tahun 2004, Slash bersama Mat Sorum dan Duff McKagan membentuk band Velvet Revolver dengan menghadirkan Scott Weiland (mantan vokalis Stone Temple Pilot) sebagai vokalis dan Dave Kushner sebagai gitaris. Velvet Revolver t(--Iah menghasilkan dua album yang cukup sukses: Contraband (2004) dan Libertad (2007).

Di akhir tahun delapanpuluhan, Slash hampir menjadi satu-satunya gitaris dengan gejala shred yang lambat, nnengingatkan kita pada gaya gitaris hard rock yang ditemukan oleh Page dan Beck dan bukan Paganini dan Bach. Dengan pembrontakannya, citra anak jalanan dan gaya permainannya yang kotor, Slash menjadi ikon gitar hard rock, bermain dengan riff yang liar dan agresif, (Jiinspiras'kan oleh musik blues yang mempunyai kekuatan Dada tehnik bending dan vibrato yang menyayat, sehingga Slash mampu mengalahkan laskar virtuoso shred yang rnengandalkan pada speed dan power seperti Yngwie Malmsteen atau Steve Vai. "Segala kemajuan dari gitar rock membuat banyak hal menjadi remit, " kata Slash. "Aku tidak terintimidasi oleh hal-hal itu, Akarku yang mendasar berasal dari hard rock. Kamu dapat melakukan jutaan nada dengan menggunakan dasar itu."

Permainan Slash menunjukan pada generasi baru dari para gitaris bahwa emosi adalah hal yang sepenting chops, membuka jalan bagi kemunculan grunge dan lahirnya kembali punk rock di tahun sembilanpuluhan. Di tengah demam Fender Strat mania pada tahun delapanpuluhan yang digemari banyak gitaris, Slash menghidupkan kembali ketertarikan masyarakat pada Les Paul. Meskipun Slash setia sebagai gitaris hard rock, dia Bering menjadi gitaris tame yang favorit di beberapa rekaman dari berbagai macam antis termasuk Iggy Pop, Alice Cooper, Paul Rodgers, Carole King, dan Michael Jackson.

Alat: 85 Gibson Les Paul Standard, Marshal 100-watt Jubilee heads, Crybaby wah-wah

Lagu penting: "Sweet Child 0' Mine," dari Guns N' Roses-Appetite for Destruction (Geffen, 1987)

Album Klasik: Guns N' Roses- Appetite for Destruction
User avatar
sorangan
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 808
Joined: Wed Jul 25, 2007 8:36 am

Postby sorangan » Wed Sep 17, 2008 6:52 am

DEWA GITARYANG SYAHID

JIMI HENDRIX

"Pengalaman paling psychedelic yang pernah aku alami, saat melihat Hendrix bermain. Saat dia mulai bermain, sesuatu berubah, warna berubah, semuanya berubah."
-Pete Townshend

James Marshall Hendrix lahir pada tanggal 27 November 1942 di Seattle, Amerika Serikat. Jimi lahir dari pasangan suami istri James "Al" Hendrix yang berprofesi sebagai tukang sapu dan Lucille Jeter. Di usia 14 tahun, ayahnya memberikan gitar akustik untuk menggantikan ukulele. Dia belajar gitar secara otodidak dengan melihat permainan orang lain. Setahun sesudahnya, hidup Jimi berubah. Ibunya meninggal dunia dan dia dikirim ayahnya ke rumah neneknya di Vancover, Washington karena dia tidak mampu menghidupi Jimi lagi. Saat itulah Jimi membeli gitar listrik pertama kalinya dengan merek Supro Ozark. Sejak kecil dia sudah mengagumi Elvis Presley, Little Richards, The Beatles, Bob Dylan, B.B.King, Muddy Waters, T-Bone Walker, dan Chuck Berry.

Menginjak remaja, Jimi selalu bermasalah dengan hukum terutama hobinya mengendarai mobil curian. Hasilnya dia tertangkap dan diberikan dua pilihan: dipenjara selama 2 tahun atau masuk tentara. Dan pilihan yang terakhir ini dijalani Jimi. Jimi bergabung dengan 101st Airborne Division dan ditempatkan di Fort Campbell, Kentucky. Karena sering tidak disiptin dan tidur saat bertugas, Jimi dipecat dari militer setelah hanya satu tahun bertugas. Di situlah dia berkenalan dengan Billy Cox yang bermain bas, lalu keduanya membuat band The King Kasuals. Selain itu, dia sering menjadi pemain cabutan untuk beberapa artis seperti Ike dan Tina Turner, Chuck Jackson, Slim Harpo, Tommy Tucker, Sam Cooke, Jackie Wilson, dan terutama Little Richard yang banyak mengajarinya bagaimana memakai kostum dan penampilan di atas panggung. Di tahun 1965, Jimi Hendrix bergabung dengan Curtis Knight and the Squires dan melakukan tur selama dua bulan.

Keberuntungan Jimi tiba saat Linda Keith (ceweknya Keith Richards) melihat konsernya yang memukau di Club Cheetah di New York. Linda sangat tertarik dengan permainan maut Jimi dan akhirnya bisa menjadi teman akrabnya. Bahkan Lindajuga berjasa membelikannya gitar dan memperkenalkannya dengan Chas Chandler (mantan basis The Animals) yang ingin meniti karir sebagai produser dan manager. Chas mengajak Jimi pindah ke Inggris dan memperkenalkannya dengan seorang basis yang bernama Noel Redding dan seorang drummer yang bernama Mitch Mitchell. Akhirnya ketiganya membentukJimi Hendrix and The Experience. Di bulan Mei 1967, Jimi berhasil merilis debut album mereka: Are You Experienced. Album ini cukup sukses di Inggris dengan singel seperti "Hey Joel Stone Free", "Purple Haze/51st Anniversary" dan "The Wind Cries MarylHighway Chile". Album ini langsung bertengger di tangga nomor satu di Inggris. Sedangkan singel "Hey Joe'" menempati Homer #6 dan "Purple Haze" yang riff rocknya cukup garang berhasil meraih posisi ketiga di tangga lagu Inggris. Jimi juga dikenal sebagai pemain blues yang penuh perasaan dan tidak kalah mautnya dari Buddy Guy, Howlin' Wolf, atau Otis Rush seperti di dalam lagu Red House. "Musik blues cukup mudah dimainkan, tapi sangat sulit dirasakan. Kamu harus tahu lebih dari sekedar tehnik memainkan nadanya. Kamu harus mengetahui sound yang mengalir di antara nadanada," ucap Jimi.

Kesuksesan album ini mengantar Jimi Hendrix and The Experience melakukan tur Wiling Inggris dan Eropa. Sayang Jimi belum berhasil menaklukan Amerika, maka Paul McCartney menganjurkan Jimi mengikuti Monterey International Pop Festival karena dihadiri oleh banyak sekali penonton dan diliputi oleh berbagai macam media. Di akhir penampilannya yang sangat memukau, Jimi Hendrix mulai menunjukan aksinya dengan membakar dan menghancurkan gitarnya. Di atas panggung, Jimi lebih mirip pemain sirkus daripada seorang gitaris, dia mampu memainkan gitar di belakang punggungnya, di bawah kakinya, atau memetik senar dengan giginya. Langsung saja publik musik menjulukinya sebagai dews gitar nomor satu dan menjadi salah satu kekuatan yang paling berpengaruh di musik rock.

Dengan menciptakan bunyi dari instrumennya yang belum pernah dilakukan oleh para pemusik sebelumnya, Hendrix menantang para gitaris untuk mengeksplorasi dunia nada dan tekstur yang baru dan liar, gitaris yang hebat dan luar biasa seperti Eric Clapton, Jeff Beck, dan Pete Townshend masih merujuk Hendrix sebagai juru selamat mereka. Gitaris sebelum Hendrix mungkin bereksperimen dengan feedback dan distorsi, tetapi Hendrix mengubah praktek itu menjadi suatu bentuk seni. Dia adalah gitaris pertama yang menggunakan whammy bar sebagai suatu instrumen, membuat gitarnya berbicara, menjerit, dan meraung. Dia juga Bering bereksperimen dengan overdub saat rekaman dan menggunakan efek fuzz atau wah wah pedal pada album keduanya yang belum pernah digunakan oleh para gitaris sebelumnya.

Amunisi yang dahsyat dari Jimi Hendrix ini dihasilkan dari gitar Fender Stratocaster white '65 atau sunburst '64 dengan satu amplifier Marshall 100-watt (ukuran 4x12). Dia juga menggunakan distorsi Fuzz Face dan overdrive Octavia.

"Musik yang pernah saga dengan tidak dapat kumainkan dalam gitarku," kata Hendrix. "Hanya saat sedang terbaring untuk melamun. Jika kamu mengambil gitarmu dan mencoba memainkannya, itu akan menodai seluruhnya."

Dinilai dari raungan ekstasi, lecutan bars api dan luasnya ruang yang Hendrix bentuk telah mempengaruhi instrumennya, musik yang didengarnya di dalam kepalanya mungkin seperti Dewa sesungguhnya. Studio rekaman adalah seperti instrumen gitar bagi Hendrix, dan dia menjadi pioner dalam efek seperti backward tracking, flanging, dan phasing dalam usahanya untuk membuat gitarnya berkomunikasi dengan bunyi yang diimaginasikannya. Biarpun tehnik permainan gitarnya yang sangat canggih dan bakatnya yang luar biasa, Jimi tidak bisa membaca partitur musik atau not balok, bahkan dia tidak mengetahui sama sekali tentang teori musik secara akademis. Jika dia berkomunikasi dengan Mitchell dan Redding, Jimi lebih suka menggunakan istilah warna yang menggambarkan perasaannya. "Kecemburuan adalah jinga, akulah jinga dengan kegalauan atau jingga adalah kemarahan, hijau adalah kebencian. Inilah kamu menjelaskan emosi yang berbeda di dalam warna menuju beberapa cewek yang mempunyai seluruh warna di dunia ini. Dengan kata lain, kamu tidak berpikir bahwa kamu menjadi bagian darinya (emosi ini), tapi kamu ingin mencobanya."

Kesuksesan debut albumnya disusul album kedua: ,Axis: Bold as Love (1967). Album ini lebih melodius dari album sebelumnya dengan lagu single yang lebih mellow dan dipengaruhi musik blues dan jazz yang kental dan menggabungkan chord dan melodi yang harmonis seperti Little Wing, Bold As Love, atau Castle Made of Sand, tapi tidak lupa menampilkan beberapa lagu cadas seperti Spanish Castle Magic dan If 6 was 9 dimana Jimi mencoba memainkan flute. Album ini berhasil mencapai tangga #3 di Inggris dan nomor #5 di Amerika. Di album inilah pertama kalinya Jimi Hendrix menyetem gitarnya turun one half-step menjadi Eb dan mulai menggunakan pedal wah wah.

Di tahun 1968, Jimi Hendrix and The Experienced meluncurkan album ketiganya yang berjudul Electric Ladyland. Di dalam album ini, Jimi menyanyikan kembali lagu Bob Dylan: 'AllAlong the Watchtower". Yang paling dahsyat adalah permainan gitarnya di dalam lagu ,,voodoo Child (Slight Return)" dengan efek wah wah dan tehnik scratch yang sempurna, sehingga lagu ini serasa seperti musik dari luar angkasa dan benar-benar menggambarkan nuansa psychedelic dari dunia alam bawah sadar. Album ini langsung bertengger di puncak album di Inggris dan nomor #5 di Amerika. Di tahun yang sama, Noel Redding menyatakan diri mundur dari Jimi Hendrix and The Experienced. Posisinya sebagai basis akhirnya digantikan Billy Cox.

Dengan formasi yang baru, Jimi menamai bandnya sebagai Gypsy Sun and Rainbows dan menghasilkan beberapa lagu seperti "Message to Love" gam Back at the House", "Shokan Sunrise", dan "Izabella". Puncaknya Jimi Hendrix diundang di dalam festival Woodstock yang merupakan peristiwa paling bersejarah di dalam musik populer dan gerakan counter culture di tahun 1960-an. Festival ini dihadiri 500.000 orang. Histeria penonton pun terpekik saat Jimi berimprovisasi di dalam lagu "Star-Spangled Banner" yang benar-benar menyimbolkan budaya sixties. Penampilannya dii dalam festival ini benarbenar mendefinisikan esensi seorang gitaris sejati: kebebasan secara total, spontanitas, dan tiada batasan di dalam apa yang bisa dilakukan dari instrumen yang bernama gitar.

Setelah itu, Jimi membentuk band yang dinamakan Band of Gypsy dengan menambahkan drummer baru Buddy Miles. Mereka sempat tampil di auditorium Fillmore Ease, New York dengan membawakan lagu "Machine Gun", "Power of Soul" , dan "Message to Love". Tidak lama berselang, Jimi memecat Buddy Miles dan meng- gantikannya kembali dengan Mitch Michelle. Band ini bernama Cry of Love, album terakhir Jimi Hendrix adalah First Rays of The New Rising Sun (#49, 1970) dengan mated lagu seperti Freedom, Angel, Night Bird Flying, dan Dolly Dagger. Dengan formasi ini, Jimi Hendrix kembali menunjukan bahwa tidak ada gitaris yang mampu menandingi kepiawaiannya memetik gitar. Festival Isle of Wight membuktikan kejeniusannya yang tiada duanya seperti yang'pernah dilakukannya di Woodstock. Jimi Hendrix akan selalu menjadi gitaris nomor satu di dunia.
Gaya Hendrix didasarkan pada musik blues, to dipinjam dari sumber yang sangat kaya, termasuk sot pop, jazz, dan musik klasik. "Aku suka mencampurkann, bersama-sama seperti Hendel, Bach, dan Muddy Watei bergaya semacam flamenco," kata Hendrix. "Jika aW mendapatkan bunyi, aku akan bahagia." Dia menantar musik pop dengan psychedelic, orkestra gitar dengz multi track, diinspirasikan dari band seperti Beatles & Rolling Stones untuk mengkomposisikan beberapa kar) terhebatnya. Sayangnya, Jimi Hendrix harus meningg pada tanggal 18 September 1970 karena meminui anggur dengan mencampurkan obat tidur Vesperax da asphyxiating yang berakibat fatal. Usianya pada saat it masih 27 tahun dan berada di puncak keemasannya.

Alat: Fender Stratocaster, 100-watt Marshall stack, Vox wah, Dallas-Arbiter Fuzz Face, Uni-Vibe, Octavia

Lagu penting: "Machine Gun," dari Jimi Hendrix-Band of Gypsys (Capitol 1970)

Album Klasik: The Jimi Hendrix Experience-Are Yo, Experienced? (Reprise, 1967)
User avatar
sorangan
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 808
Joined: Wed Jul 25, 2007 8:36 am

Postby sorangan » Wed Sep 17, 2008 6:53 am

KURT COBAIN

Aku tidak percaya bahwa ada seseorang yang mulai bermain band hanya untuk naik panggung dan tampil cool dan dapat menggaet cewek."
-Kurt Cobain


Kurt Donald Cobain lahir pada tanggal 20 Februari 1967 di Aberdeen, Washington, Amerika Serikat. Ayahnya yang bernama Donald adalah seorang mekanik dan ibunya yang bernama Wendy adalah seorang sekretaris. Sejak kecil Kurt sudah senang menyanyi. Oleh karena itu, bibinya Bering memberikan album The Beatles atau The Monkees, tidak lupa dia memberikan hadiah bas drum dan gitar. Sayang di usia 7 tahun, kedua orangtuanya bercerai di tahun 1975. Perceraian inilah yang membuatnya sangat sedih dan mengubah kejiwaan dari anak periang menjadi pemurung dan tertutup. Di usia 14 tahun, pamannya yang bernama Chuck memberikan penawaran antara gitar dan sepeda sebagai hadiah ulangtahunnya: dia lebih memilih gitar. Sejak saat itu dia mulai belajar memainkan musik hard rock seperti AC/DC, Led Zeppelin, Kiss, dan Cheap Trick.

Pada tahun 1980, dia menemukan punk saat membaca majalah Cream yang membahas tentang Sex Pistols, apalagi saat dia masuk SMA, dia berkenalan dengan Krist Novoselic yang dikenal sebagai penggemar berat punk rock. Sejak saat itu jalan musiknya terbentuk. Mereka berdua mulai berlatih dan membuat demo. Akhirnya di tahun 1988, mereka mendapat kontrak rekaman dari Sub Pop untuk album Bleach dan dirilis pada bulan Juni 1989. Biarpun album ini tidak meledak, nama Nirvana mulai dikenal. Formasi awalnya adalah Cobain pada gitar, Krist pada bas, Chad Channing pada drum, dan Jason Everman sebagai gitaris. Karena hubungan di antara anggota band Nirvana yang menjadi renggang, terutama Cobain sering bersitegang dengan Jason dan Chad, maka keduanya dipecat dari Nirvana.

Di tahun 1991, Geffen Records mengontrak Nirvana untuk album paling bersejarah di dalam musik rock: Nevermind. Dengan lagu andalan "Come As You Are" (#32) dan "Smell Like Teen Spirit", mereka benar-benar mengubah peta musik rock dengan sound yang khas, distorsi dan feedback yang memekakan telinga dan penuh luapan kemarahan. Meskipun dengan mencoba membayangkan Kurt Cobain hanya sebagai simbol alternatif rock, kekuatan dan kejeniusan dari permainannya membuktikan bahwa ada yang lebih hebat daripada "teen spirit" pada karya musiknya. Album ini mampu mengalahkan album U2, Guns N' Roses, dan bahkan menggusur album Michael Jackson dan menjadi album terlaris di seluruh dunia. Di Amerika sendiri, album ini terjual sampai 10 juta kopi. Apalagi video klip "Smell Like Teen Spirit" sering diputar berulang-ulang di MTV, sehingga langsung membunuh musik hair metal dan pars heavy metal yang pada saat itu sedang berjaya.

Sejujurnya Kurt Cobain bukanlah sebagai pemain gitar yang mempunyai tehnik tinggi, dia sangat jarang menunjukan kemahiran tehniknya, dia lebih memilih memainkan lagunya yang dinamis dengan menggunakan distorsi dan feedback. Bahkan permainan solonya cenderung mengunakan harmoni yang memekakan telinga dan jeritan kemarahan dari vokal yang dihasilkannya. Setiap konsernya akan selalu diakhiri dengan penghancuran gitar seperti yang pernah dilakukan Pete Townshend atau Jimi Hendrix. Dengan sosoknya sebagai seorang pembrontak dan anti kemampanan, Cobain langsung menjadi juru bicara dari Generasi X.

Setelah album Nevermind, Nirvana meluncurkan album Incesticide yang merupakan kumpulan lagu single, rekaman live, EP, dan demo mereka terdahulu. Setelah itu disusul oleh album In Utero di tahun 1993 yang menghasilkan hit seperti Heart Shaped Box dan All Apologies. Album ini tidak sesukses Nevermind, tapi mendapat banyak pujian dari kritikus musik dan bertengger di nomor #1. Album ini sempat dihebohkan dengan sampul belakangnya yang menampilkan tumpukan janin, sehingga toserba Wal-Mart menolak menjual album ini. Puncaknya Nirvana tampil secara akustik untuk MTV di dalam program MTV Unplugged di New York pada tahun 1994. Suasana kematian begitu akrab di dalam tatanan panggung yang penuh dengan lilin dan karangan bungs. Mereka membawakan beberapa lagu lamanya seperti About A Girl, Come As You Are, Polly, All Apologies, tapi jugs beberapa lagu orang lain seperti The Man Who Sold The World (David Bowie), Where Did You Sleep Last Night, Jesus Doesn't Want Me for A Sunbeam, dan Lake of Fire (Meat Pupet). Album terakhir ini mendapat sambutan paling hangat dari penggemar Nirvana.

Tragedi di dalam sejarah musik rock kembali terulang lagi, untuk sekian kalinya seorang pemusik yang paling berbakat harus gugur di usai 27 tahun. Awal mulanya Cobain kecanduan heroin untuk mengatasi sakit perutnya yang sangat menyiksa dan tidak tersembuhkan, tapi semakin lama membuat jiwanya semakin kacau, perilakunya menjadi sangat aneh, tertutup, dan di ambang kehancuran. Setelah beberapa kale sempat overdoses tapi jiwanya masih tertolong, akhirnya pada tanggal 8 April 1994, dia ditemukan bunuh dire di sebuah apartemen dengan menembakan pistol ke kepalanya sendiri. seperti kata Cobain, "There's beauty in people fucked-up lives. "

Alat: Fender Left-handed Mustang, Ferington custom, Mesa/Boggie amps

Lagu penting: "Smells Like Teen Spirit," dari Nirvana, Nevermind (DGC, 1991)

Album Klasik: Nirvana-Nevermind
User avatar
sorangan
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 808
Joined: Wed Jul 25, 2007 8:36 am

Postby sorangan » Wed Sep 17, 2008 6:53 am

RANDY RHOADS

"Dia terlalu hebat untuk mati."
-Ozzy Osbourne


Randall William "Randy" Rhoads lahir pada tanggal 6 Desember 1956 di Santa Monica, California. Dia lahir di dalam keluarga pemusik. lbunya yang bernama Delores "Dee" Rhoads, adalah pemilik Musonia School of Music di North Hollywood, California, sedangkan kakaknya tertua menjadi seorang drummer. Pada usia 7 tahun, Randy diberi hadiah oleh kakeknya sebuah gitar Gibson "Army-Navy". Sejak saat itu dia mulai aktif berlatih musik folk dan klasik dari ibunya, tapi suatu hari dia berkata kepada ibunya, "Ma, aku ingin sekali bermain gitar listrik". Sejak saat itu, ibunya mengkursuskan Randy untuk berlatih gitar listrik dengan temannya yang bernama Scott Shelly, Di usia 14 tahun, dia sudah bermain untuk band The Whore dan Violet Fox. Setelah bertemu dengan Kelly Garni dan mengajarinya bermain bas, mereka berdua mendirikan band Quiet Riot. Saat itu Randy Rhoads menginjak usia 17 tahun. Dengan masuknya Kevin DuBrow untuk mengisi posisi vokalis dan Drew Forsyth mengisi posisi drummer, Quiet Riot menjadi band yang solid. Band Quiet Riot ini sempat bermain di klub-klub di Los Angeles yang cukup terkenal seperti Whisky a Go Go dan The Stanwood, tapi sayang tidak pernah mendapatkan kontrak rekaman dari perusahaan rekaman di Amerika. Justru keberuntungannya berada di Jepang Setelah CBS/Sony Records mengontrak Quiet Riot untuk dua album sekaligus: Quit Riot dan Quit Riot II yang diluncurkan di Jepang.

Pada tahun 1980, musik metal secara resmi telah coati dan penyanyi Ozzy Osbourne di ambang kegalauan. Vokalis ini telah keluar dari grup band legendaris Black Sabbath di dalam keadaan yang terguncang dan dianggap "sangat berbahaya dan tidak stabil." Apalagi dia sedang kecanduan narkoba yang berat. Lalu tak disangkasangka, Ozzy menemukan Randy Rhoads berkat rekomendasi Dana Strum (basis Slaughter), gitaris berbakat yang mempunyai reputasi dan status tinggi bersama band glam rock Quiet Riot. Saat audisi, Randy membawa gitar Les Paulnya dan mencoba memainkan beberapa riff untuk warming-up sambil menyetem gitarnya. Tanga disangka-sangka, Ozzy langsung merekrutnya tanpa mendengarkan permainan maut Randy lebih jauh.

Bersama Van Halen, band baru yang dibentuk Ozzy ini membangkitkan heavy metal dan membawa ke sebuah era baru dari para dewa gitar. Pada awalnya Randy Rhoads dituduh sebagai penjiplak Eddie Van Halen, tetapi kemudian terbukti bahwa dia mempunyai sesuatu yang sangat baru yang ditawarkannya. Pengetahuan teori musik klasiknya yang lugs mempengaruhi struktur melodi yang sangat kontras dengan Edward yang berdasarkan pendekatan musik blues. Randy Rhoads adalah gitaris pertama yang menggabungkan musik klasik dengan heavy metal sebelum langkah ini dilanjutkan oleh Yngwie Malmsteen.

Album Blizzard of Ozz diluncurkan pada tahun 1980 dan mencetak hit pada dua lagu single yang dijagokannya: "Crazy Train" dan "Mr Crowley". Selain itu, album ini menghasilkan lagu yang tidak kalah dahsyatnya dan menjadi lagu heavy metal standar seperti "I Don't Know", "Suicide Solution", dan juga permainan klasiknya dengan gitar akustik yang memukau di dalam lagu "Dee" yang didedikasikan kepada ibunya. Album Diary of Madman (1981) dirilis setahun kemudian, tapi tidak sesukses album pertamanya, biarpun Randy Rhoads menunjukan kegarangannya bermain gitar dalam lagu "Over the Mountain," "Flying High Again," dan "Little Dolls," kedua album ini menawarkan kemungkinan baru dari gitaris rock dan potensi Rhoads tampak t - A terbatas. Kejeniusannya tidak akan pernah dikenal jika Randy tidak tewas dalam kecelakaan pesawat yang tragis di Orlando, Florida pada tanggal 19 Maret 1982. Kecelakaan pesawat ini sungguh tragis karena Randy bersama Andrew Aycock yang menjadi pilot dan Rachel Youngblood mencoba membangunkan teman-temannya yang sedang tidur di bis tur dengan terbang rendah di atasnya. Tapi setelah tiga kali putaran, sayap kanan pesawatnya menabrak bagian kanan atas bis, sehingga pesawat itu kehilangan kendali dan jatuh menghujam tanah. Ketiganya meninggal dunia seketika. Pada saat itu Randy Rhoads masih berumur 25 tahun. Sebelum meninggal Jackson memberikan gitar Flying V dengan serf Randy Rhoads.

Alat: 1981 Custom Jackson, 1 oo-watt Marshall, MXR Equalizer

Lagu penting: "Flying High Again," dari Ozzy OsbourneDiary of Madman (Jet/Epic, 1981)

Album Klasik: Ozzy Osbourne-Blizzard of Ozz (Jet/Epic, 1981)
User avatar
sorangan
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 808
Joined: Wed Jul 25, 2007 8:36 am

Postby sorangan » Wed Sep 17, 2008 6:54 am

STEVIE RAY VAUGHAN

"Ketika kebanyakan dari kita bermain solo 12 bar, kita mungkin bermain dua chorus dan sisanya hanya pengulangan. Stevie Ray tidak seperti itu. Semakin lama dia bermain, semakin balk.
-B.B King


Stevie Ray Vaughan lahir pada 3 Oktober 1954 di Dallas, Texas. Sejak anak-anak minatnya bermain musik sangat besar dan pada awalnya dia memainkan drum. Pada umur 7 tahun dia diberikan hadiah gitar oleh Michael Quinn. Dia mulai belajar gitar kepada kakaknya yang juga seorang gitaris blues berbakat dan menjadi anggota dari band Fabulous Thunderbirds, Jimmi Vaughan. "Kakak saya Jimmie adalah salah satu pengaruh terbesar pada permainan saya. Dia adalah salah satu alasan mengapa saya mulai bermain, melihatnya dan menyaksikan apa yang dilakukannya." Stevie belajar musik blues secara otodidak dengan benar-benar mengandalkan pendengarannya dan tidak pernah belajar membaca not musik.

Di usia 14 tahun, Stevie sudah bermain dengan band-band seperti Blackbird, Shantones, dan Epileptic Marshmallow di klub-kub blues di Dalas. Stevie Ray Vaughan berpindah ke Austin di Texas pada tahun 1972 setelah drop out dari SMA dan mulai mengejar karirnya sebagai pemusik blues bersama kakaknya. Di Austin, dia mulai membentuk Nightcrawlers, lalu bergabung dengan Cobras di bar-bar Austin. Setelah itu, Stevie membentuk band TripleThreatdi akhir tahun 1975 dengan basis Jackie Newhouse, drummer Chris Layton, vokalis Lou Ann Barton, dan pemain sax Johnny Reno. Saat Barton dan Reno keluar, maka band Triple Threat mengubah nama menjadi Double Trouble dan Stevie menjadi vokalisnya. Karirnya mulai menanjak saat bertemu Mick Jagger dan Keith Richards pada tahun :1982 di klub Dallas dan mengundang Double Trouble untuk manggung dalam private party di New York. Setelah itu, Vaughan dan bandnya Double Trouble pertama kali manggung d festival jazz Montereaux tanpa kontrak rekaman. Di tahun 1986, album rekaman live di Montereaux ini dirilis kembali dengan judul Live Alive. Saat festival itu selesai, Vaughan mulai dikenal secara nasional setelah bermain untuk David Bowie dalam album Let's Dance (1983). David Bowie sangat tertank dan terpukau menyaksikan permainan gitar Stevie yang garang, biarpun di dalam festival tersebut dia mendapat sambutan kurang hangat dari penonton karena memainkan musik blues yang berat dan konvensional.

Stevie bersama Double Trouble menandatangani kontrak dengan Epic Record bersama John Hammond dari A&R. Setelah itu Vaughan merilis debut albumnya Texas Flood (1983) dengan tur 18 bulan, album ini menghasilkan lagu hits Pride and Joy yang nangkring di Top 20 dan terjual sampai 500.000 keping. Album ini langsung nangkring di nomor #38 di dalam penjualan album di Amerika. Lagu Rude Mood di dalam album itu juga masuk nominasi Grammy Award sebagai Best Rock Instrumental dan pada akhir turnya dia merilis album keduanya Couldn't Stand The Weather (1984) yang mampu mencapai nomor #31 dalam penjualan albumnya, dia mulai menjadi bintang musik blues. Album ketiganya berjudul Soul To Soul mempunyai warna berbeda dengan hadirnya Reese Wynans sebagai perna I n keyboard.

Dalam album ini, lagunya Say What! Mendapatkan nominasi sebagai Best Rock Instrumental Performance. Setelah jatuh pingsan di atas panggung saat tur Inggris, Stevie mulai masuk rehabilitasi untuk mengatasi kecanduan kokain dan alkoholnya. Stevie Ray Vaughan mencapai puncaknya pada album In Step yang mencapai nomor #33 dan mendapat anugerah dari Grammy Award sebagai Best Contemporary Blues Album. Di dalam album ini ada sebuah lagu yang berjudul "Wall of Denial" yang bercerita tentang kecanduannya terhadap alkohol dan kokain Berta masa rehabilitasinya. Untuk mendongkrak popularitasnya kembali, maka dia ikut melakukan tur bersama Jeff Beck. Setelah kematiannya yang tragic, dua album Stevie Ray Vaughan dirilis: Family Style (#7, 1990) yang merupakan kolaborasi bersama Jimmie Vaughan dan The Sky is Crying (#10, 1991). Album Real Deal: The Greatest Hits yang merupakan kumpulan lagu-lagu terbaiknya, juga diluncurkan dan cukup laris manic untuk mengenang kembali sosok blues rock legendaris ini.

Melihat permainan gitarnya yang sangat maut, Stevie tampak datang dari negeri entah berantah, seorang misterius dari Texas yang bermain gaga blues progresif yang sangat mempesona dengan mengikuti tradisi blues sementara dia juga memainkan blues masa depan. Di satu sisi bergaya blues murni seperti "Godfather" musik blues: Albert King, Otis Rush, dan Buddy Guy, tapi di sisi lain bergaya Jimi Hendrix seperti saat Stevie memainkan lagu Hendrix "Little Wing" dan "Voodoo Child (Slide Return)". Di satu sisi menggabungkan seluruh pemusik rock, jazz, dan blues yang lain, Stevie Ray menggabungkan banyak akar musik yang menjadi sangat orisinil seperti dalam lagu Lenny atau Rivera Paradise. Dia hampir sendirian menunjukan bukan hanya musik blues masih bisa menggigit, tetapi tetap menjadi alat ekspresi din yang hidup di tahun delapanpuluhan dan sembilanpuluhan. Sound gitarnya yang khas dihasilkan dari penggunaan senar gitar yang berat (ukuran 13-16) dan steman gitar half-step down seperti Hendrix.

Hammond yang juga memainkan peran penting dalam perjalanan karir pemusik legendaris Amerika seperti Count Basie, Charlie Christian, Bob Dylan, Aretha Franklin dan Bruce Springsteen, mengatakan: "Kekuatan kreatif yang sesungguhnya dari Stevie sangatjarang ditemukan. Aku secara otomatis membandingkannya dengan Robert Johnson sebab Stevie mempunyai hasrat yang unik."

Di puncak karirnya, Vaughan bermain konser bersama Eric Clapton, Buddy Guy, Jimmie Vaughan, dan Robert Cray di East Troy, Wisconsin. Setelah konser tersebut, Stevie Ray meninggal dalam kecelakaan helikopter pada 27 Agustus 1990 saat kembali menuju Chicago. Waktu itu dia baru berumur 35 tahun. Setelah mendengar kematiannya, Buddy Guy langsung berkomentar, "Stevie telah melakukan seperti Muddy Waters lakukan untuk kita. Dia memainkan musik blues melebihi batas, lalu dia kembali dan membawa kita. Kita semua kehilangan dirinya."

Alat: Stratocaster dengan body tahun 59 dan neck tahun 61, Fender Vibrover dan 150-watt Durables, Ibanez Tube Screamer

Lagu Penting: "Pride and Joy," dari Stevie Ray Vaughan and Double Trouble-Texas Flood (Epic, 1983)

Album Klasik: Stevie Ray Vaughan and Double Trouble-In Step (Epic, 1989)
User avatar
sorangan
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 808
Joined: Wed Jul 25, 2007 8:36 am

Postby sorangan » Wed Sep 17, 2008 6:54 am

DIMEBAG DARRELL

"Heavy metal adalah tujuanku. Iblis yang menggerakkanmu. Iblis yang mempunyai perasaan dan jiwa. " -Dimebag Darrell

Darrell Lance Abbott atau yang lebih dikenal dengan Dimebag Darrell lahir pada tanggal 20 Agustus 1966 di Arlington, Texas, Amerika Serikat. Dia terlahir di keluarga pemusik, ayahnya yang bernama Jerry Abbott penulis lagu dan produser untuk musik country dan western. Sejak usia yang sangat muds, Dimebag selalu menang dalam berbagai macam kontes gitar dan mendapatkan hadiah gitar Dean (dia selalu dikenal dengan gitar Flying V dan Explorer Dean) dan Randall Amplifier berkat kemahirannya memetik gitar. Di usia 18 tahun dia sudah merajai seluruh kontes gitar di Texas. Permainan gitarnya sangat dipengaruhi Ace Frehley dari Band Kiss dan Eddie Van Halen.

Di tahun 1981, Dimebag mendirikan band Pantera bersama kakaknya Vinnie Paul sebagai Drummer, Tommy Bradford sebagai basis, Terry Glaze sebagai gitaris, dan Donnie Hart sebagai vokalis. Band ini dikenal sebagai band glam metal dan memainkan lagu-lagu KISS, Def Leppard, Motley Crue, dan Van Halen. Di tahun 1982, Hart dan Bradford keluar dan Terry Glaze menggantikan posisinya sebagai vokalis dan Rex Brown menjadi basis. Dengan formasi ini, Pantera berhasil merilis album pertama mereka yang berjudul Metal Magic (1983) dan Pantera juga sempat menjadi band pembuka bagi Quiet Riot, Stryper, dan Dokken. Tahun berikutnya Pantera meluncurkan album Projects ects in the Jungle. Warna musik Pantera berubah menjadi lebih keras pada album I Am Night.

Pada tahun 1986, Pantera berganti vokalis dengan datangnya Phil Anselmo yang mempunyai suara Falsetto seperti Rob Halford (vokalisnya Judas Priest). Pengaruh musik Metallica yang sedang meluncurkan album Master of Puppets dan album Reign in Blood dari Slayer di tahun 1986, benar-benar mengubah musik Pantera yang semula glam rock menjadi thrash metal dan groove metal yang lebih keras dan cadas. Mereka juga tidak memakai kostum spandex dan berganti dengan T-shirt dan jeans saja. Di tahun 1988, Pantera kembali menelurkan album Power Metal. Dimebag Darrel pernah mengikuti audisi gitaris untuk Megadeth, tapi sayangnya dia gaga) dan kalah bersaing dengan Marty Friedman.

Pantera baru mendulang kesuksesan saat merilis album Cowboys From Hell di tahun 1990. Album ini menghasilkan hits yang sangat terkenal: Cemetery at The Gates. Lagu yang berdurasi 7 menit dan berlirikan tentang kematian benar-benar mampu meraih hati penggemar musik metal dunia dan menunjukan kepiawaian Dimebag "King Dime" dalam menciptakan solo dan riff yang dahsyat. Keberhasilan album ini membuat Pantera menjadi band pembuka Judas Priest, Metallica dan AG DC, bahkan bermain di konser "Monsters in Moscow."

Di tahun 1992, album Vulgar Display of Power berhasil diluncurkan, padahal pada saat itu banyak headbangers telah mengangkat kopornya untuk pindah ke musik grunge yang diusung Nirvana dan Pearl Jam. Dengan lagu seperti F****** Hostile, Walk, dan Mouth for War, Darrell terns menyuguhkan musik trash paling brutal dan tanpa kompromi. Dengan mengkombinasikan virtuoso seperti Eddie Van Hallen dan dorongan ritem yang hiperaktif dari gitaris punk, Darrell telah menciptakan gaga yang menank hati dari para pengemar klasik rock, death metal, nu metal, dan juga industrial aficionados. Di tahun 1992, Pantera bermain untuk festival Monsters of Rock bersama Black Sabbath dan Iron Maiden. Kesuksesan Pantera menuju puncaknya di tahun 1995 saat album Far Beyond Driven dan menghasilkan lagu hit "I am Broken". Lagu ini sempat dianugerahi Grammy sebagai Best Metal Performance. Sayang lagu-lagu single Pantera tidak pernah diputar di radio atau di MTV, tapi selalu menjadi incaran pars penggemar musik heavy metal.

Setelah album The Great Southern Trendkill (1997) keluar di pasaran dengan lagu hitnya "Floods", Phil Anselmo menderita sakit di punggungnya dan menjadi kecanduan heroin yang sangat parch dan digunakannya sebagai obat pembunuh rasa sakit. Di tahun 1997, Pantera bermain untuk Ozzfest bersama Ozzy Osbourne, Black Sabbath, Marilyn Manson, Type 0 Negative, Fear Factory, dan Machine Head. Album terakhir Pantera adalah Reinventing the Steel di tahun 2000. Album ini cukup sukses dengan lagu hits seperti Revolution is My Name yang meraih nominasi Grammy untuk Best Metal Performance atau lagu Goddamn Electric. Pantera kembali bermain di Ozzfest pada tahun 2000 bersama Ozzy Osbourne, Godsmack, Static-X, Methods of Mayhem, Incubus, P.O.D., Black Label Society, dan Queens of the Stone Age. Di tahun 2003, Pantera dinyatakan bubar oleh Abbott bersaudara setelah Phil Anselmo meninggalkan band ini. Akhirnya Dimebag bersama Vinnie Paul membentuk band yang bernama Dimeplan. Hari yang naas itu terjadi pada tanggal 8 December 2004, saat Dimebag bermain di Allorosa Villa, Columbus, Ohio, ada seorang fans beratnya yang tiba-tiba naik ke atas panggung dan dia bernama Nathan Gale. Tanpa basa basi, Nathan langsung menembak Dimebag dan membunuhnya di tempat. Waktu itu Dimebag masih berumur 38 tahun.

Sebelum meninggal dunia, Dimebag Darrell sempat bertemu dengan idolanya, Eddie Van Halen, dan menanyakan di mana dia dapat membeli gitar hitam dan kuning yang dipakainya dalam sampul belakang album Van Halen II. Sayangnya serf gitar ini sudah jarang sekali didapatkan di toko-toko peralatan musik. Tapi saat pemakamannya, Eddie memberikan gitar ini secara khusus kepada Dimebag sebagai penghormatannya untuk gitaris heavy metal terhebat bagi generasinya. Di dalam peti mayatnya, Dimebag sedang memegang gitar kesayangannya dari Eddie, beserta Metalogy box set dari Judas Priest, MXR EVH phase 90 pedal, Black Toth Grin, sebotol Crown Royal, dan dua kaleng Coca Cola.

Alat: Washburn signature model guitar, Randall Warhead amp dengan Randall Warhead 012 RW cabinet

Lagu penting: "Cowboy from Hell." dari Pantera- Cowboy from Hell (Elektra, 1990)

Album Klasik: Pantera-Vulgar Display of Power (Elektra, 1992.> > >
User avatar
sorangan
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 808
Joined: Wed Jul 25, 2007 8:36 am

Postby madison » Fri Oct 17, 2008 10:48 am

keukeuh urang mah ... NUNO!!
User avatar
madison
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2393
Joined: Tue Sep 25, 2007 6:01 pm
Location: pentagon

Postby Philadelphia » Fri Oct 17, 2008 11:05 am

Gw paling suka ama Joe S.
Lagunya suka bikin ba... halah nanti diketawain lg ama nyang diatas gw xixixixi...
User avatar
Philadelphia
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 483
Joined: Wed Jul 30, 2008 9:37 am
Location: Lagi nyari Indomie "Special Chicken Flavour".


Return to Musik dan Film



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users