. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Debat Syro-Aramaic dlm Quran

Kesalahan, ketidak ajaiban, dan ketidaksesuaian dengan ilmu pengetahuan.

Debat Syro-Aramaic dlm Quran

Postby kata_holos » Tue Nov 15, 2011 4:15 am

Perdebatan ini berasal dari sini:
topic37252/
Dipindah ke sini agar tak mengganggu terjemahan buku Syro-Aramic dalam Qur'an. Silakan debat di sini sepuasnya. M.
========================


Salut buat bro ali5196.
topik ini menunjukan ada hubungan kristen (yudaisme) dan islam.
yang jadi pertanyaan apa sebabnya terjadi sehingga hubungan ini terputus dan berubah 180%?
kapan terjadinya?
Apakah sudah terjadi di zaman Muhammad masih hidup? setelah khadijah meninggal?
atau ketika dimulainya kekhalifafan? (ISLAM SEBAGAI NEGARA)
atau pada zaman khalifah Utsman bin Affan? (pengumpulan mushaf pertama dan standarisasi Al-Quran pertama)
atau pada saat standarisasi Al-Qur’an edisi Mesir/kairo 1923/24?
apa ini berhubungan dengan adanya 7 dialek dalam al-quran?
Imam Bukhari meriwayatkan dalam kitab "Shahih"-nya bahwa 'Umar bin Khattab ra. berkata :
Aku mendengar Hisyam bin Hakim sedang membaca surat Al-Furqan. Kuperhatikan bacaannya, dan kudapati ia membaca dengan dialek (atau susunan huruf-huruf)
yang tak pernah dibacakan Rasulullah Saw kepadaku. Hampir saja aku melompat ke arahnya yang sedang shalat, tapi aku bisa menahan diri sampai ia mengucapkan
salam. Aku tarik dan kuikat ia dengan selendangnya
,
kata_holos
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 298
Joined: Tue Oct 04, 2011 2:03 pm

Postby ali5196 » Wed Nov 16, 2011 4:35 am

kata_holos wrote:Salut buat bro ali5196.
topik ini menunjukan ada hubungan kristen (yudaisme) dan islam.
yang jadi pertanyaan apa sebabnya terjadi sehingga hubungan ini terputus dan berubah 180%?
kapan terjadinya?

Pertanyaan2mu bagus ampe ane juga bingung jawabnya. Dari yg ane baca sih, 'hubungan' antar Kristen/Yudaisme dan Islam nya tidak pernah terputus. Sampe mampus, Islam tidak bisa memisahkan diri dari Kristen/yudaisme. Kenapa? Karena buku Islam, Quran, adalah salah terjemahan bahasa Aram Kristen. Islam juga tetap meminjam istilah2 dan tradisi2 Talmud. Ayat mana tuh yg bilang 'membunuh seorang manusia sama dengan membunuh seluruh umat manusia.' Itu dicontek dari Torat/Talmud. Untuk jelasnya ane harus cari lagi .. wahhh revot nih! Entar deh kalo ketemu, ane masukin kesini.

Maksud anda terputus apanya yah?


Apakah sudah terjadi di zaman Muhammad masih hidup? setelah khadijah meninggal?
atau ketika dimulainya kekhalifafan? (ISLAM SEBAGAI NEGARA)
atau pada zaman khalifah Utsman bin Affan? (pengumpulan mushaf pertama dan standarisasi Al-Quran pertama)
atau pada saat standarisasi Al-Qur’an edisi Mesir/kairo 1923/24?
apa ini berhubungan dengan adanya 7 dialek dalam al-quran?

Yg dipelajari oleh ahli2 bhs Aramaik, kesalahan fatal terjadi pada saat Quran diterjemahkan dari bahasa dari Aram/Syriak ke bhs Arab dan lalu ke bhs Inggris. Kapan masing2 ini terjadi ... ane gak jelas tuh! Entar ane cari yahhh ...
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Re: Syro-Aramaic dlm Quran: Quran=Liturgi Injil (SUDAH SELESAI)

Postby kata_holos » Mon Nov 21, 2011 11:32 pm

ali5196 wrote:Maksud anda terputus apanya yah?

Saya lupa kenapa nulis "hubungan ini terputus" he..he..he..
Nanti saya baca ulang lagi, klo inget saya posting.
saya sangat senang baca tulisan yang seperti ini, menambah wawasan.
G SAWMA: Bahasa Syriak-Aram dalam Quran (BELUM SELESAI)
itu juga mantap.
hanya sayang yang dari muslimnya kurang ngigit di topik ini. klo bisa di stiky nich. biar ada di atas terus.
Padahal tinjauan dari sisi lain akan lebih membuka wawasan berpikir.
kata_holos
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 298
Joined: Tue Oct 04, 2011 2:03 pm

Re: Syro-Aramaic dlm Quran: Quran=Liturgi Injil (SUDAH SELES

Postby rongrong » Thu Mar 01, 2012 1:44 pm

:partyman:
User avatar
rongrong
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 167
Joined: Sat Jul 03, 2010 9:10 am
Location: Barat Laut sebelah Utara Timurnya Kabah

Re: Teks Syro-Aramaic dlm Quran: Quran = Liturgi Injil

Postby kata_holos » Mon Apr 16, 2012 12:01 am

Tuanku wrote:semua bahasa milik Allah,jd terserah Allah mau menggunakan bhs yg mana sj. gini aja heboh.


Kalau bahasa milik Allah kenapa kenapa Al-Quran dalam Arab gundul ditambah tanda baca pada edisi mesir/ yang dipake sekarang.
Kenapa Khalifah Usman harus menetapkan pelafalan dalam bahasa Quraish.
lancang bener tuch orang.
kata_holos
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 298
Joined: Tue Oct 04, 2011 2:03 pm

Re:

Postby kata_holos » Sun Jul 08, 2012 1:04 am

ali5196 wrote:Maksud anda terputus apanya yah?


Akhirnya saya ingat, saya satukan di topik Pak Adadeh, Buku: Apakah Muhammad Benar² Ada?

Maksud terputus adalah Ajaran Islam malah membenci Yahudi, Yudaisme dan kristen!
kata_holos
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 298
Joined: Tue Oct 04, 2011 2:03 pm

Re: Syro-Aramaic dlm Quran: Quran=Liturgi Injil (SUDAH SELES

Postby jemplank » Sun Jul 08, 2012 8:47 am

kata holos
jika cara membaca quran adalah seperti trit ini, bisa disimpulkan quran adalah bagian dari injil dan ajaran islam yang sesungguhnya ADALAH BENAR ...
Lalu dimana kesalahan islam dan BISA dianggap sebagai ajaran dari iblis?
Apakah karena salah menterjemahkannya atau bagaimana ....??
jemplank
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 763
Joined: Tue May 15, 2012 2:43 am

Re: Syro-Aramaic dlm Quran: Quran=Liturgi Injil (SUDAH SELES

Postby Patah Salero » Sun Jul 08, 2012 11:18 am

Udah di jawab di sini dan di sini.

Ini kutipan dari komentator non-muslim:
Only much later western scholars of Islam entrusted their ideas on the subject to paper and these are not all positive. François de Blois points to a couple of grammatical mistakes in Luxenberg's book and calls him a 'dilettante'.[18] His grasp of Syriac is limited to knowlegde of dictionaries and in his Arabic he makes mistakes that are typical for the Arabs of the Middle East. The latter is corroborated by the professor of Islam at Leyden University Hans Jansen: Luxenberg is not a professor at a German university, he is a Lebanese Christian. This would explain Luxenberg's 'Christian agenda': Christians from the Middle East have been involved in harsh religious debates with Muslims for centuries.
Patah Salero
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2646
Joined: Tue Dec 21, 2010 12:31 am

Re: Syro-Aramaic dlm Quran: Quran=Liturgi Injil (SUDAH SELES

Postby Captain Pancasila » Sun Jul 08, 2012 11:49 am

Qur'an memang ditetapkan untuk diturunkan dalam bahasa Arab Quraish, mengingat :
Image

5:97. Allah telah menjadikan Kakbah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia, dan (demikian pula) bulan Haram, had-ya, qalaid. (Allah menjadikan yang) demikian itu agar kamu tahu, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

21:107. Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.

:turban:
User avatar
Captain Pancasila
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3457
Joined: Wed Jun 01, 2011 1:58 pm
Location: Bekas Benua Atlantis

Re: Syro-Aramaic dlm Quran: Quran=Liturgi Injil (SUDAH SELES

Postby kata_holos » Sun Jul 08, 2012 12:51 pm

Patah Selero dan Captain Pancasila kita diskusi disini bukan untuk berdebat.
Jadi tinggalkan Self ProClaim dan Subyektifitas.
Kita tidak bicara latar belakang penulis buku ini tapi isinya bahwa ada tulisan di Al-Quran yang tidak dimengerti (di akui atau tidak bukan bahasan buku ini).
Tulisan yang tidak dimengerti ini ternyata bisa lebih dicerna/dimengeri jika direferensikan ke dalam bahasa atau tulisan syro-Aramaic.
Kita juga tidak membahas tulisan Al-Quran dari ayat Al-quran itu sendiri, ini tidak obyektif dan sering ditekankan oleh netter FFI lainya bahwa adanya logika berputar.
"Al-Quran benar karena Al-Quran mengatakan Al-Quran benar"

Kalau mau bahas buku ini tunjukan terjemahan Alquran dari Syro aramaic itu salah karena arti suatu kata dalam Syro-Aramaic itu bisa berarti lain,
bukan malah mencuplik kata dari Al-Quran lagi.
Tulisan dari Al-Quran itu yang jadi obyek penelitian disandingkan dengan bahasa Syro-Aramaic.

Misal kalau kata "Bidadari" dalam Syro Aramaic artinya Anggur"
Tunjukan dalam bahasa Syro-Aramaic itu bukan berarti Anggur tapi bla..bla...bla..
bukan malah Self ProClaim dengan tulisan dalam Al-Quran lagi.

jemplank wrote:jika cara membaca quran adalah seperti trit ini, bisa disimpulkan quran adalah bagian dari injil dan ajaran islam yang sesungguhnya ADALAH BENAR ...
Lalu dimana kesalahan islam dan BISA dianggap sebagai ajaran dari iblis?
Apakah karena salah menterjemahkannya atau bagaimana ....??

Perasaan saya, tidak menulis ajaran islam benar, tapi ADA HUBUNGAN.
Ada hubungan belum menjadikan suatu ajaran BENAR atau SALAH, gitu bro.
mungkin kita bahas di topik Pak Adadeh, Buku: Apakah Muhammad Benar² Ada?
Disana ada nuansa sejarahnya.
kata_holos
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 298
Joined: Tue Oct 04, 2011 2:03 pm

Re: Syro-Aramaic dlm Quran: Quran=Liturgi Injil (SUDAH SELES

Postby Patah Salero » Mon Jul 09, 2012 12:08 am

kata_holos wrote:Patah Selero dan Captain Pancasila kita diskusi disini bukan untuk berdebat.
Jadi tinggalkan Self ProClaim dan Subyektifitas.
Kita tidak bicara latar belakang penulis buku ini tapi isinya bahwa ada tulisan di Al-Quran yang tidak dimengerti (di akui atau tidak bukan bahasan buku ini).
Tulisan yang tidak dimengerti ini ternyata bisa lebih dicerna/dimengeri jika direferensikan ke dalam bahasa atau tulisan syro-Aramaic.


Yang membicarakan latar belakang penulis buku bukan gw, tapi François de Blois:
.
It is necessary, in conclusion to say a little about the authorship, or rather the non-authorship, the pseudonymity of this book. An article published in the New York Times on 2nd March 2002 (and subsequently broadly disseminated in the internet) referred to this book as the work of ‘Christoph Luxenberg, a scholar of ancient Semitic languages in Germany’. It is, I think, sufficiently clear from this review that the person in question is not ‘a scholar of ancient Semitic languages’. He is someone who evidently speaks some Arabic dialect, has a passable, but not flawless command of classical Arabic, knows enough Syriac so as to be able to consult a dictionary, but is innocent of any real understanding of the methodology of comparative Semitic linguistics. His book is not a work of scholarship but of dilettantism.

The NYT article goes on to state that ‘Christoph Luxenberg is a pseudonym’, to compare him with Salman Rushdie, Naguib Mahfouz and Suliman Bashear and to talk about ‘threatened violence as well as the widespread reluctance on United States college campuses to criticize other cultures’. I am not sure what precisely the author means with ‘in Germany’. According to my information, ‘Christoph Luxenberg’ is not a German but a Lebanese Christian. It is thus not a question of some intrepid philologist, pouring over dusty books in obscure languages somewhere in the provinces of Germany and then having to publish his results under a pseudonym so as to avoid the death threats of rabid Muslim extremists, in short an ivory-tower Rushdie. Let us not exaggerate the state of academic freedom in what we still like to call our Western democracies. No European or North American scholar of linguistics, even of Arabic linguistics, needs to conceal his (or her) identity, nor does he (or she) really have any right to do so. These matters must be discussed in public. In the Near East things are, of course, very different.
.

Tapi de Blois ngomong begitu setelah membahas contoh-contoh kasus yang diajukan Luxenberg. (silahkan cek langsung di TKP !)

Angelika Neuwirth juga ngasi komentar negatif. Tapi yang paling mematikan datang dari Walid Saleh.

Garis besarnya gini: Christoph Luxenberg cacat metodologinya bro. Gak ilmiah. Kalo biasanya orang ngumpulin bukti baru bikin kesimpulan, dia mah bikin kesimpulan dulu baru kemudian ngumpulin bukti.
Wal hasil cocokmulogy. Dia gak konsisten sama metodologi yang disebutnya dibagian awal. Dan untuk itu dia sengaja/ tidak sengaja mengabaikan hasil studi sejarah yang telah ada.
Kalo gak percaya, silahkan baca makalahnya si walid shaleh.

Ini bukan trit debat. Jadi gw cuma mo ngasi link dan pandangan alternatif aja. wookeeeh...
Patah Salero
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2646
Joined: Tue Dec 21, 2010 12:31 am

Re:

Postby kata_holos » Mon Jul 09, 2012 1:52 am

Patah Salero wrote:Garis besarnya gini: Christoph Luxenberg cacat metodologinya bro. Gak ilmiah. Kalo biasanya orang ngumpulin bukti baru bikin kesimpulan, dia mah bikin kesimpulan dulu baru kemudian ngumpulin bukti.
Wal hasil cocokmulogy. Dia gak konsisten sama metodologi yang disebutnya dibagian awal. Dan untuk itu dia sengaja/ tidak sengaja mengabaikan hasil studi sejarah yang telah ada.

Silahkan paparkan dan buktikan bahwa pengarang gak ilmiah. terus studi sejarah mana yang ada.
Anda boleh mencuplik dari sumber mana saja. Lalu tampilkan disini dalam bahasa Indonesia seperti yang Pak Ali lakukan.

ali5196 wrote:3. METODE KERJA (p 22)
Prosedurnya :
....
(d) Kami mengubah letak titik2 (diacritical points) pada huruf2 Arab gundul (yang dalam naskah Qur'an aslinya memang tidak ada titik2nya tapi ditambahkan

Saya rasa metodologi, referensi, prosedurnya bener-bener sudah sesuai.
Lihat juga G SAWMA: Bahasa Syriak-Aram dalam Quran (BELUM SELESAI)

Patah Salero wrote:Kalo gak percaya, silahkan baca makalahnya si walid shaleh.

Ini bukan trit debat. Jadi gw cuma mo ngasi link dan pandangan alternatif aja. wookeeeh...

Bagus kalau bukan niatnya berdebat apalagi saling umpat.
Silahkan Anda tampilkan saja pandangan alternatif tersebut jangan suruh kita yang baca tapi Anda yang menampilkan karena Anda yang ingin ada pandangan alternatif.
kata_holos
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 298
Joined: Tue Oct 04, 2011 2:03 pm

Re: Re:

Postby Patah Salero » Mon Jul 09, 2012 8:24 am

Patah Salero wrote:Garis besarnya gini: Christoph Luxenberg cacat metodologinya bro. Gak ilmiah. Kalo biasanya orang ngumpulin bukti baru bikin kesimpulan, dia mah bikin kesimpulan dulu baru kemudian ngumpulin bukti.
Wal hasil cocokmulogy. Dia gak konsisten sama metodologi yang disebutnya dibagian awal. Dan untuk itu dia sengaja/ tidak sengaja mengabaikan hasil studi sejarah yang telah ada.
kata_holos wrote:Silahkan paparkan dan buktikan bahwa pengarang gak ilmiah. terus studi sejarah mana yang ada.
Anda boleh mencuplik dari sumber mana saja. Lalu tampilkan disini dalam bahasa Indonesia seperti yang Pak Ali lakukan.

Apa loe kurang bisa bahasa Inggris ?? Pake terjemahan google aja bro. Link yang gw kasih valid kok.

Soal studi sejarah, koq dia yakin bahwa Kristen syiria yang berpengaruh dalam penulisan Quran ??
Bukannya dulu ada yang bilang Islam adalah sempalan Yahudi Hagarism. Terus ada yang bilang Islam penyembah Dewa Bulan (pagan). Trus sekarang ada yang bilang Quran ditulis berdasarkan agama kristen.

Loe sebagai orang luar islam apa gak bingung sama statemen model beginian.

Satu lagi, Luxenberg mengabaikan adanya tradisi penghafalan dan pengajaran Quran dalam Islam sejak masa Muhammad SAW. Padahal tradisi hafalan itu memiliki isnad (jalur periwayatan) yang jelas.


kata_holos wrote:Saya rasa metodologi, referensi, prosedurnya bener-bener sudah sesuai.
Lihat juga G SAWMA: Bahasa Syriak-Aram dalam Quran (BELUM SELESAI)


In view of the popularity gained by Luxenberg's book it is perhaps worthwhile to present briefly his method starting from 'obscure' lexemes or expressions in the Qur'an, Luxenberg first (I) consults Tabari and Lisan al-`Arab, looking for explanations that might point to an underlying Aramaic reading or interpretation. If none is found he looks (2) for a root in Syriac, homonym to that in Arabic, but whose meaning 'fits better' into the context. If no result is achieved, Luxenberg tries (3) to sound out a Syriac root for the Arab lexeme in question by deleting the transmitted dots and vocalisation strokes and guessing a substitute that could be mirroring a Syriac word. The last step (4) in Luxenberg's method is to translate the Arabic expression into Syriac and to sound out its original Syriac meaning.
http://www.islamic-awareness.org/Quran/Text/luxreview1.html


Gimana gak ngaco. Pokoknya semua kata yang ada bau-bau aramaiknya dijadikan bukti bahwa Quran di tulis berdasarkan agama kristen.

Gw kasih loe satu contoh: kalau orang gak ngerti maksud kalimat "Joko memfotocopy IJAZAH SMUnya"
Apakah orang harus mencari arti kata Ijazah dalam bahasa aslinya (bahasa arab) atau orang harus menggunakan KBBI ??
haruskah seseorang mencari padanan kata tersebut dalam lisan al-arb untuk dapat mengetahui pengertiannya dalam kalimat tersebut ??
Ato malah gak relevan dan buang-buang waktu ??

Gw kasih contoh kasus lain. Kata Pancasila berdasarkan bahasa sansekerta, ya gak ?? Berubah gak pengertiannya dalam bahasa indonesia ??
Maksud gw, boleh gak kalo ada orang yang bilang pancasila adalah : 1. jujur 2. adil 3. sopan. 4. tekun 5. rajin menabung ?? (yang penting lima dasar, mo apa juga terserah gw)

Ada keberatan-keberatan lain yang bisa loe baca di link yang gw kasih. Misalnya: Luxenburg mengatakan bahwa bahasa Quran adalah bahasa campuran antara arab dan aramaik. Tapi Luxenberg gak pernah nunjukin di bagian mana "bahasa campuran" ini pernah digunakan di arab. Luxenburg hanya menggunakan istilah bahasa campuran ketika membahas Quran, bukan membahas budaya arab. Ini kata Neuwirth.

kalo kata Saifullah, Gak ada satu manuskrip awal Quran pun yang yang menggunakan tekhnik huruf aramaik ini. Kalaupun ada yang menggunakannya, manuskrip tersebut adalah manuskrip yang ditulis belakangan.

Intinya, gak ada yang bantah bahwa Bahasa Arab meminjam atau menggunakan bahasa Aramaik, seperti juga Bahasa Indonesia meminjam dari bahasa melayu, belanda dan sansekerta dan sebagainya.
Tapi menyimpulkan karena Pancasila berasal dari bahasa sansekerta, maka PASTI orang hindu lah yang menemukan-menciptakan dasar negara Indonesia, gw rasa pernyataan konyol. kasus yang sama terjadi pada Quran.
Patah Salero
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2646
Joined: Tue Dec 21, 2010 12:31 am

Re: Syro-Aramaic dlm Quran: Quran=Liturgi Injil (SUDAH SELES

Postby image » Mon Jul 09, 2012 11:08 am

[font=Comic Sans MS]Soal studi sejarah, koq dia yakin bahwa Kristen syiria yang berpengaruh dalam penulisan Quran ??
Bukannya dulu ada yang bilang Islam adalah sempalan Yahudi Hagarism. Terus ada yang bilang Islam penyembah Dewa Bulan (pagan). Trus sekarang ada yang bilang Quran ditulis berdasarkan agama kristen.
[/font]

Memang quran campur aduk, comot sana-sini, maka jadilah............FRANKENSTEIN.
Mending Frankenstein masih punya hati, ini isinya Dr. Jekyl

[font=Comic Sans MS]Luxenberg mengabaikan adanya tradisi penghafalan dan pengajaran Quran dalam Islam sejak masa Muhammad SAW. Padahal tradisi hafalan itu memiliki isnad (jalur periwayatan) yang jelas.[/font]

Islam lahir abad berapa kok banyak bener umatnya buta huruf kaya nabinya. Nenek- nek....jg tau orang ngapal sampe ke siapa udah lain lagi isinya

[font=Comic Sans MS]Intinya, gak ada yang bantah bahwa Bahasa Arab meminjam atau menggunakan bahasa Aramaik, seperti juga Bahasa Indonesia meminjam dari bahasa melayu, belanda dan sansekerta dan sebagainya.
Tapi menyimpulkan karena Pancasila berasal dari bahasa sansekerta, maka PASTI orang hindu lah yang menemukan-menciptakan dasar negara Indonesia, gw rasa pernyataan konyol. kasus yang sama terjadi pada Quran.
[/font]

Intinya, apa yg nggak bisa dingertiin dalam bahasa arab, bisa jelas dalam bahasa aramaic. Jauh amir ngambil contoh ke pancasila segala. lagian yang jelas isi/maknanya mirip kitab orang lain kok. Bukan cuma nyuri pinjem bahasa, tapi... JIPLAKKKKK......
image
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 11
Joined: Mon Jul 09, 2012 9:20 am

Re: Debat Syro-Aramaic dlm Quran

Postby kata_holos » Tue Jul 10, 2012 1:54 am

Patah Salero wrote:Apa loe kurang bisa bahasa Inggris ?? Pake terjemahan google aja bro. Link yang gw kasih valid kok.

Betul, saya tidak pandai bahasa inggris, Anda fasih bahasa inggris?
Mengapa tidak Anda saja yang menampilkan disini.
Google translate kurang baik dalam terjemahan.

Patah Salero wrote:Soal studi sejarah, koq dia yakin bahwa Kristen syiria yang berpengaruh dalam penulisan Quran ??

ali5196 wrote:3. METODE KERJA (p 22)

Tujuan studi ini adalah untuk menjelaskan kata-kata yang dianggap obscure (=tidak jelas). […] Dalam studi ini sering nampak bahwa tafsir yg diberikan para ahli tafsir sekalipun sama sekali tidak cocok dengan konteksnya.

Jadi awal tujuannya adalah membandingkan tulisan Al-quran dengan Syro Aramaik, terutama kata-kata yang masih tidak jelas dan beda tafsir antar ulama islam sendiri atau ketidak-cocokan dengan konteksnya.
bahasa syro Aramaik adalah bahasa dipakai daerah arab, israel dan sekitarnya minimal sampai Islam lahir, walaupun banyak bukti sejarah literatur islam baru ada sekitar abad ke-8 / ke-9 (100 tahun setelah Muhamad meninggal).
Semua orang kalau diperlihatkan cerita Nabi-nabi sampai Isa atau Yesus dalam alkitab dan al-quran pasti mempunyai kesimpulan yang sama yaitu pasti ada hubungan antara Kristen / agama Yahudi dengan dan Islam. Apakah anda menolak hubungan itu?

Patah Salero wrote:Bukannya dulu ada yang bilang Islam adalah sempalan Yahudi Hagarism. Terus ada yang bilang Islam penyembah Dewa Bulan (pagan). Trus sekarang ada yang bilang Quran ditulis berdasarkan agama kristen.

Loe sebagai orang luar islam apa gak bingung sama statemen model beginian.

Memang bingung sekali, Apa Anda tidak bingung?
Atau Anda hanya taat saja? Apa anda tidak mencoba menggunakan sedikit saja kemampuan Otak/Pikiran Anda untuk meneliti semuanya?
Jadi bagaimana kalau kita diskusi bukan pada ketaatan agama, tapi kita biarkan informasi terbuka untuk kita pelajari?

Patah Salero wrote:Satu lagi, Luxenberg mengabaikan adanya tradisi penghafalan dan pengajaran Quran dalam Islam sejak masa Muhammad SAW. Padahal tradisi hafalan itu memiliki isnad (jalur periwayatan) yang jelas.

Itulah masalahnya. tradis penghafalan ini susah dibuktikan. itu tidak bisa diteliti khan? Apakah Anda mau bersandar hidup anda pada tradisi hafalan?
Ini yang membuat Islam sangat gelap.
Yang dilakukan pengarang buku ini adalah
ali5196 wrote:Prosedurnya :
(a) Bagi sebuah ekspresi yang dinyatakan sebagai obscure (tidak jelas) oleh para penerjemah Qur'an Barat, kami mengeceknya terlebih dahulu dengan Tabari untuk melihat apakah sesuai dengan konteksnya. Biasanya, tradisi Arab sangat mirip dengan ekspresi bahasa Aramaic sebelumnya. Kalau tidak maka,
(b) Kami mempelajari ekspresi tsb dalam Lisan dengan mencari arti2 semantik alternatif, mengingat Tabari dan ahli2 tafsir sebelumnya tidak memiliki alat bantuan. Lagipula, Tabari tidak pernah merujuk kepada lexicon Arab manapun. Kalau inipun tidak sukses maka

Hadistlah yang dipakai, dan itulah yang dilakukan Ahli-ahli Islam dalam mempelajari Al-Quran khan?
Jadi Pengarang sudah melalui jalur yang sama.
tapi
Adadeh wrote:Sunnah yang Tak Ada Maknanya

Salah satu aspek yang paling menarik akan pentingnya kedudukan Muhammad dalam hukum dan praktek Islam adalah tiadanya bukti sama sekali bahwa Muslim yang kenal sang Nabi benar² mencatat apa yang dikatakan dan dilakukannya. Jika sumber keterangan Islam itu benar, maka materi hadis tentang perkataan dan perbuatan Muhammad benar² ada, dan tentunya tulisan ini sudah beredar diantara umat Muslim selama 200 tahun sebelum akhirnya disaring, dinilai kesahihannya, dikumpulkan dan dipublikasikan. Tapi tak ada indikasi apapun bahwa materi hadis memang sudah muncul di masa 200 tahun itu.

Fraksi² dan Hadis

Kadangkala hadis direkayasa guna mendukung satu partai atau partai yang lain diantara berbagai fraksi Muslim awal. Kalifah Muawiya telah menghapus nama² Ali ibn Abi Talib (menantu Muhammad), dan Husein (putra dan penerus Ali) dari daftar “para kalifah teladan.” Muawiya terus saja menghadapi perlawanan dari partai baru yang berpihak pada Ali (Syiah Ali),
(lihat: Buku: Apakah Muhammad Benar² Ada?)

Lepaskan soal Sunni, Syiah, sahih, dhaif dll tapi faktanya ada hadist yang saling bertolak belakang.
Sekali lagi, itu juga kalau Anda mau obyektif, semua informasi harus diterima.

Patah Salero wrote:Gimana gak ngaco. Pokoknya semua kata yang ada bau-bau aramaiknya dijadikan bukti bahwa Quran di tulis berdasarkan agama kristen

Anda Mau obyektif atau ga?
Menurut Anda Islam ada hubungannya dengan Yahudi atau Kristen ga? Koq Anda malah menentang Al-quran sendiri sich?
Bukankan Islam penyempurna Agama sebelumnya (Yahudi dan Kristen)?

Patah Salero wrote:Gw kasih loe satu contoh: kalau orang gak ngerti maksud kalimat "Joko memfotocopy IJAZAH SMUnya"
Apakah orang harus mencari arti kata Ijazah dalam bahasa aslinya (bahasa arab) atau orang harus menggunakan KBBI ??
haruskah seseorang mencari padanan kata tersebut dalam lisan al-arb untuk dapat mengetahui pengertiannya dalam kalimat tersebut ??
Ato malah gak relevan dan buang-buang waktu ??

Sepertinya Anda tidak membaca seluruh terjemahan Pak Ali.

ali5196 wrote:AKademisi Muslim jaman dulu cukup berani utk mengakui bahwa Quran memang mengandung kata2 asing. Di abad 10, Al Tabari, salah seorang komentator paling dihormati mengidentifikasi kata2 Ibrani, Yunani, Latin, Persia, Abbysinia & Syriac. Bedanya adalah bahwa sekarang Luxenberg mengartikannya secara berbeda dgn yg dipercayai secara luas sebelumnya. Nah, bgm seorang profesor Jerman menantang pendapat lebih dari 1 milyar orang dan atas dasar apa ? APa metodenya ?

[Dr MG] ‘Setiap kali saya mencari solusi bagi sebuah kalimat tidak jelas, langkah pertama adalah mencari artinya ug sudah dilupakan dlm bhs Arab yg tidak lagi digunakan tapi masih bis ditemukan dlm kamus2 tua. Sesuatu yg belum pernah terpikirkan oleh komentator (Tabari). Hanya kalau itu tidak mungkin, saya mempertimbangkan artinya dlm bhs Syriac atau kemungkinan saja kata itu salah tulis. Jadi, bisa saja huruf2 Arab gundul diberi titik pada tempat yg salah. lalu ada juga kemungkinan bahwa sebuah huruf Syriac disalah tulis dlm sebuah teks Arab.

Jadi bukan kata yang sudah dimengerti yang dimasalahkan tapi kata yang tidak dimengerti/kata yang tidak sesuai dengan konteknya.

Patah Salero wrote:Gw kasih contoh kasus lain. Kata Pancasila berdasarkan bahasa sansekerta, ya gak ?? Berubah gak pengertiannya dalam bahasa indonesia ??
Maksud gw, boleh gak kalo ada orang yang bilang pancasila adalah : 1. jujur 2. adil 3. sopan. 4. tekun 5. rajin menabung ?? (yang penting lima dasar, mo apa juga terserah gw)

Ini juga sama dengan diatas, bukan kata yang sudah dimengerti artinya dan bukan malah isi dari kata tersebut seperti 1. jujur, 2 adil dll tapi kata atau tulisan yang tidak dimengerti.
Sayangnya di Syro-Aramaic dlm Quran: Quran=Liturgi Injil (SUDAH SELESAI), Pak Ali kesulitan menampilkan huruf /kata arab dan syro aramaiknya.
Sehingga anda mempunyai pengertian yang salah.

Mungkin Anda bisa juga melihat di G SAWMA: Bahasa Syriak-Aram dalam Quran (BELUM SELESAI)
ali5196 wrote:Q1:2 Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam
Alhamdu lillah rabb al'alamin =…
Syriac : hmada lalaha raba almin
Tanda-tanda vokal dalam ayat2 Qur'an dibubuhkan pada abad2 kemudian. Begitu tanda2 vokal itu dihilangkan, nampaklah dialek Syriac tsb.

Ini dilihat berdasarkan DIALEK / LOGAT BICARA (MUNGKIN BUNYINYA JUGA)..
Sedangkan di Syro-Aramaic dlm Quran: Quran=Liturgi Injil (SUDAH SELESAI) ditinjau dari BENTUK TULISANNYA

Mungkin giliran saya kasih contoh, siapa tahu anda bisa lebih mengerti.
Ada kata "yqnun", saya, anda tidak mengerti artinya.
Itulah yang dicari pengertiannya. bukan kata yang sudah dimengerti tapi kata yang tidak dimengerti.
ditinjau dari hurufnya, di tinjau dari dialek atau logatnya, bahasa apa yang mirip dengan itu.
Katanya itu dari bahasa arab dilihat dari tulisannya mirip, tapi ternyata mirip juga dengan Syro Aramaic.
eh ternyata bahasa Arab dan Syro Aramaic punya huruf yang kebetulan sama/mirip.
Tidak mungkin khan, meneliti bahasa Arab dengan Bahasa jawa kuno honocoroko/hanacaraka yang tidak mirip.
Jadi bukan soal Liturgi Kristen dll tapi benar-benar obyektif melihat dari Dialek dan bentuk tulisan.
Yang pada akhirnya membawa kekesimpulan adanya hubungan dengan Kristen di Syria adalah fakta yang tidak bisa dihindarkan.

Patah Salero wrote:Ada keberatan-keberatan lain yang bisa loe baca di link yang gw kasih. Misalnya: Luxenburg mengatakan bahwa bahasa Quran adalah bahasa campuran antara arab dan aramaik. Tapi Luxenberg gak pernah nunjukin di bagian mana "bahasa campuran" ini pernah digunakan di arab. Luxenburg hanya menggunakan istilah bahasa campuran ketika membahas Quran, bukan membahas budaya arab. Ini kata Neuwirth.

ali5196 wrote:2. REFERENSI (hal 20)

Untuk menunjang studi kami, kami gunakan :

(a) Tafsir paling penting dalam bahasa Arab yaitu oleh TABARI (w 310H/923AD) yang mencakup tafsir-tafsir terdahulu seperti : Abu Ga’far Muhammad b. Garir at-Tabari, Gami al-bayan ‘an ta’wil ay al-Qur’an (30 bagian dalam 12 volume), edisi ketiga, Kairo, 1968 (untuk selanjutnya dalam buku ini disebut sebagai Tabari, disusul dengan nomor bagian & halaman)

(b) Lexicon (=kamus) Arab utama, yaitu LISAN al-‘arab karangan Ibn Manzur (1232-1311AD), didasarkan pada lexikografi Arab yang dimulai pada pertengahan kedua abad 8 dengan Kitab al-ayn oleh al-Halil b. Ahmad (w. circa 786AD): Abu l-Fadl Gamal ad-Din Muhammad b. Mukarram b. Manzur al-Ifriqi al-Musir, Lisan al-‘arab (="Lidah” bangsa Arab), 15 volume, Beirut, 1955 (untuk selanjutnya dalam buku ini akan disebut sebagai Lisan dengan nomor volume, halaman dan huruf kolom, a atau b)

Saya lihat referensinya jelas.
Kemudian kalau kita bicara etimologi dan epigrafi

Etimologi adalah cabang ilmu linguistik yang mempelajari asal-usul suatu kata. Misalkan kata etimologi sebenarnya diambil dari bahasa Belanda etymologie yang berakar dari bahasa Yunani; étymos (arti sebenarnya adalah sebuah kata) dan lògos (ilmu). Pendeknya, kata etimologi itu sendiri datang dari bahasa Yunani ήτυμος (étymos, arti kata) dan λόγος (lógos, ilmu).

Epigrafi
Epigrafi adalah pengetahuan mengenai cara membaca, menentukan tanggal atau waktu, dan menganalisis tulisan atau inskripsi kuno pada benda-benda yang dapat bertahan lama seperti batu, logam atau gedung. Inskripsi atau prasasti itu dimaksudkan untuk memberikan informasi atau catatan mengenai kejadian-kejadian penting

Maka kebudayaan bukanlan unsur dari ilmu itu.
Lihat asal usul kata "etimologi", apakah kita harus mempelajari budaya Belanda dan kemudian budaya Yunani untuk mengerti kata "etimologi"
Lihat juga bahwa percampuran ini sangat mungkin terjadi, misal bahasa Indonesia campuran bahasa sansekerta, Arab, Belanda, Yunani yang tempatnya jauh dari kita.
Belanda sendiri tercampur bahasa Yunani.
Apalagi yang tempatnya berdekatan.
Jadi Neuwirth sudah melakukan kesalahan fatal dengan argumennya. Ini khas muslim selalu meminta pembuktianya menurut Al-quran, Budaya Arab padahal Al-quran (tulisan dan dialek) itu sendiri yang menjadi obyek penelitian.

Patah Salero wrote:kalo kata Saifullah, Gak ada satu manuskrip awal Quran pun yang yang menggunakan tekhnik huruf aramaik ini. Kalaupun ada yang menggunakannya, manuskrip tersebut adalah manuskrip yang ditulis belakangan.

Inilah yang membuat Islam menjadi agama yang membingungkan/gelap kalau terus menerus Self-ProClaim dan tidak mau terbuka diri untuk membuka pemikiran lain.
Ini menjadikan Islam agama yang tidak obyektif.
Yang dilihat cuma dialek dan bentuk tulisan bahwa ada kesamaan dengan Syro Aramaic.

Patah Salero wrote:Intinya, gak ada yang bantah bahwa Bahasa Arab meminjam atau menggunakan bahasa Aramaik, seperti juga Bahasa Indonesia meminjam dari bahasa melayu, belanda dan sansekerta dan sebagainya.
Tapi menyimpulkan karena Pancasila berasal dari bahasa sansekerta, maka PASTI orang hindu lah yang menemukan-menciptakan dasar negara Indonesia, gw rasa pernyataan konyol. kasus yang sama terjadi pada Quran.

Syukurlah kalau Anda ternyata tidak membantah percampuran bahasa (koq malah menentang teori Neuwirth yang Anda gunakan?)
Sepertinya anda salah memahami buku ini.
Ok misal kata Pancasila.
Misal kita tidak tahu artinya.
Saya (orang Indonesia) melihat kata ini seperti Pencak dan Silat lalu saya mengartikannya Pencak silat (bela diri).
Lalu ada kalimat
Pancasila yang membuat kerukunan agama di indonesia sangat baik
saya mengartikan
Pencak Silat yang membuat kerukunan agama di indonesia sangat baik.

Inilah yang dibuku itu dianggap sebagai "tidak sesuai dengan konteknya" karena saya salah mengerti tentang Pancasila.
Buku itu akhirnya melihat lagi bahwa Pancasila berasal dari bahasa sangsekerta yang artinya Panca= lima dan Sila = dasar jadi Pancasila = 5 dasar suatu negara.
dan ternyata kalau dicocokan dengan kalimat diatas lebih bermakna dan sesuai.
bukan soal isinya 1. jujur, 2 adil dst.
Tapi makna kata itu membuat kalimat lain yang mengandung kata tersebut, lebih sesuai dan bermakna.

sama seperti tulisan al-quran tentang "72 bidadari" ternyata kata itu kalau direferensikan dengan bahasa Syro Aramaic adalah "Anggur" dan konteknya menjadi lebih masuk akal.
Tapi perkembangan selanjutnya ternyata mirip dengan Liturgi Kristen, apa boleh buat disimpulkan begitu.

Jadi bukan soal Pancasila itu dari hindu karena bahasa sansekerta tapi arti Pancasila itu bisa dimengerti dan sesuai kontek pada kalimat lain kalau diketahui asal katanya.

Dibaca pelan-pelan yah dan dibaca lagi 2 link di atas.
Dan Mudah-mudahan Anda tetap dalam pemikiran yang obyektif dalam membahas buku ini.
Jadi kita bukan melihat ajaran agama islam benar atau salah yah.
Silahkan diajukan lagi Teori Neuwirth
Senang berdiskusi dengan Anda
kata_holos
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 298
Joined: Tue Oct 04, 2011 2:03 pm

Re: Debat Syro-Aramaic dlm Quran

Postby Patah Salero » Wed Jul 11, 2012 12:02 am

kata_holos wrote:Jadi awal tujuannya adalah membandingkan tulisan Al-quran dengan Syro Aramaik, terutama kata-kata yang masih tidak jelas dan beda tafsir antar ulama islam sendiri atau ketidak-cocokan dengan konteksnya.
bahasa syro Aramaik adalah bahasa dipakai daerah arab, israel dan sekitarnya minimal sampai Islam lahir, walaupun banyak bukti sejarah literatur islam baru ada sekitar abad ke-8 / ke-9 (100 tahun setelah Muhamad meninggal).
Semua orang kalau diperlihatkan cerita Nabi-nabi sampai Isa atau Yesus dalam alkitab dan al-quran pasti mempunyai kesimpulan yang sama yaitu pasti ada hubungan antara Kristen / agama Yahudi dengan dan Islam. Apakah anda menolak hubungan itu?

Pertama, Buku-buku tafsir ditulis ratusan tahun setelah Quran diturunkan. Menyimpulkan bahwa, bila ahli tafsir berbeda pendapat tentang makna kata yang diucapkan ratusan tahun sebelum mereka hidup merupakan bukti bahwa kata tersebut adalah kata asing benar-benar logika melompat. Tentu saja pengetahuan setiap orang tentang satu kata berbeda-beda. Bisa jadi suatu kata yang populer digunakan diIndonesia tahun 1800 enggak dipahami atau dikenali lagi oleh ahli bahasa Indonesia yang hidup di tahun 2000. Dan ketidaktahuan para ahli tersebut tidak lalu merupakan bukti bahwa kata tersebut pinjaman dari bahasa asing.

Kedua,tidak semua perbedaan pendapat ulama tentang tafsir suatu ayat karena mereka enggak memahami arti ayat tersebut. Ada banyak alasan ulama berbeda pendapat tentang suatu tafsir. Mengatakan bahwa penjelasan tentang etimologi suatu kata akan mengklarifikasi suatu perbedaan pendapat sangat-sangat menyederhanakan masalah.

ketiga. dalam beberapa kasus orientalis yang menggunakan prinsip ini (kalau suatu kata enggak disepakati, pasti kata itu bahasa asing) terhadap Quran, seringkali pada akhirnya mengambil kesimpulan yang bertentangan dengan prinsip dasar philologi (studi teks).

Contohnya adalah kalimat ( اللَّهُ الصَّمَدُ ). Tidak ada kesepakatan ulama tentang arti kata as-shamad. Rosenthal, seorang orientalis, yakin bahwa kata tersebut berasal dari bahasa semitic non-arab. Tapi, ketika kata asing tersebut diterapkan, kalimatnya jadi aneh. Rosenthal dengan seenaknya menyimpulkan bahwa Muhammad SAW telah salah memilih kata-kata. Jadi, alih-alih mencari tahu apa sebenarnya maksud teks yang tertulis, penafsir malah menyalahkan penulis teks. Ini bertentangan dengan prinsip dasar bahwa kata apapun yang diucapkan seseorang pasti punya makna bagi dirinya. Tugas tafsir adalah memahami makna tersebut, bukan menyalah-nyalahkan penulis.

Disinilah problemnya. Misalnya kita membaca surat menyurat sesama orang indonesia pada tahun 1800. ada beberapa kata yang berasal dari belanda.
Tugas penafsir yang normal menurut gw adalah mencari pengertian kata tersebut di tahun 1800 di INDONESIA, bukan bagaimana pengertian kata-kata tersebut tahun 1800 ( atau bahkan sebelumnya) di BELANDA.
Kalau Muhammad SAW berbicara di Arab, maka kita harus mencari tahu apa pengertian kata itu dalam konteks masyarakat arab, bukan pengertian kata tersebut di Syiria. Sebab bisa jadi kata yang sama bisa berarti berbeda di arab dan di syiria, sebagaimana kata budak berbeda artinya di jambi dengan di jakarta.

Luxenberg wrote:Prosedurnya :
(a) Bagi sebuah ekspresi yang dinyatakan sebagai obscure (tidak jelas) oleh para penerjemah Qur'an Barat, kami mengeceknya terlebih dahulu dengan Tabari untuk melihat apakah sesuai dengan konteksnya. Biasanya, tradisi Arab sangat mirip dengan ekspresi bahasa Aramaic sebelumnya. Kalau tidak maka,
(b) Kami mempelajari ekspresi tsb dalam Lisan dengan mencari arti2 semantik alternatif, mengingat Tabari dan ahli2 tafsir sebelumnya tidak memiliki alat bantuan. Lagipula, Tabari tidak pernah merujuk kepada lexicon Arab manapun. Kalau inipun tidak sukses maka

Ini yang gw bilang dia maksa. Dia udah punya pra konsepsi dulu bahwa setiap ada perbedaan pendapat, maka pasti melibatkan kata aramaik. Padahal enggak harus. Bahkan saking maksanya (loe baca protap lanjutannya dibuku) cara membaca Quran pun di otak atik supaya kesimpulannya masuk.

Patah salero wrote:Satu lagi, Luxenberg mengabaikan adanya tradisi penghafalan dan pengajaran Quran dalam Islam sejak masa Muhammad SAW. Padahal tradisi hafalan itu memiliki isnad (jalur periwayatan) yang jelas.

kata_holos wrote:Itulah masalahnya. tradis penghafalan ini susah dibuktikan. itu tidak bisa diteliti khan? Apakah Anda mau bersandar hidup anda pada tradisi hafalan?
Ini yang membuat Islam sangat gelap.

Waduuuh. Malah disini Islam jauh melebihi tradisi agama/budaya lain. Dalam Islam ada yang namanya ilmu hadis. Dan sesuai dengan predikatnya sebagai ilmu memiliki metodologi yang sangat logis dan sangat konsisten. Gw kasih contoh. Ilmu hadis berjalan berdasarkan prinsip kesaksian.

misalnya: dapatkah kesaksian seseorang diterima sebagai alat bukti ??
Kalau seorang perempuan mengaku diperkosa, sementara tersangka lelakinya mengatakan bahwa yang terjadi adalah hubungan seks Sadomashochism yang konsensual. Siapa yang harus didengar, yang lelaki atau yang perempuan ?? (ingat kasus mantan dirut IMF di sofitel Hotel Newyork). kasus tersebut hampir sampai di pengadilan sebelum akhirnya polisi menemukan bahwa perempuan tersebut pernah berbohong untuk kasus lain. Semua pengakuannya tentang kejadian di hotel sesuai dengan bukti forensik. Tapi, karena dia ketahuan pernah berbohong, maka kasus tersebut dibatalkan.

Prinsip yang sama digunakan dalam ilmu hadis. bila si A mengaku mendengar dari si B, yang mengaku mendengar dari si C yang mengaku mendengar si D mengatakan dia suka kopi.
Maka para ulama akan meneliti trak record dan kejujuran dan kemampuan hafalan si A. Bila si A tidak lolos, maka penelitian di hentikan. Berita bahwa si D suka Kopi dianggap tidak berdasar.
Bila Si A beres, maka penelitian dilanjutkan pada si B. Bila si B tidak lolos, Penelitian dihentikan dan berita bahwa Si D suka kopi dianggap tidak berdasar. Tapi Bila si B lolos penelitian dilanjutkan kepada Si C. Begitulah selanjutnya.
para ulama menginventaris ribuan orang yang terlibat dalam periwayatan hadis ini dalam buku-buku rijalul hadis dan memberikan peringkat bagi setiap periwayat. Jadi memudahkan bagi orang lain untuk menilai apakah hadis tertentu bisa diterima atau enggak. Silahkan lihat rantai periwayatannya, ada yang penipu gak ?? ada yang pelupa gak ??

kata_holos wrote:Lepaskan soal Sunni, Syiah, sahih, dhaif dll tapi faktanya ada hadist yang saling bertolak belakang.
Sekali lagi, itu juga kalau Anda mau obyektif, semua informasi harus diterima.

Adanya hadis palsu berbau politik dan berbau teologi memang diakui dalam Islam. Karena itulah maka ilmu rijal hadis diterapkan.
Sekedar informasi, bila seorang periwayat ketahuan pelupa, atau pembohong atau suka ngarang hadis, maka SEMUA HADIS YANG MELIBATKAN NAMANYA PASTI DITOLAK. Itulah ketegasan para ulama hadis. karena itu para ulama bisa tahu dan sepakat, mana hadis yang shahih, mana hadis yang palsu. karena semuanya menggunakan metode yang seragam dan terukur. (kecuali syiah-sunni, yang memang punya standar berbeda).

ilmu begini gak ada di agama lain bro.
Patah Salero
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2646
Joined: Tue Dec 21, 2010 12:31 am

Re: Debat Syro-Aramaic dlm Quran

Postby Patah Salero » Wed Jul 11, 2012 12:35 am

kata_holos wrote:Jadi Neuwirth sudah melakukan kesalahan fatal dengan argumennya. Ini khas muslim selalu meminta pembuktianya menurut Al-quran, Budaya Arab padahal Al-quran (tulisan dan dialek) itu sendiri yang menjadi obyek penelitian.

Loe nampaknya salah faham sama apa yang dikatakan neuwirth.
Luxenburg mengklaim Quran ditulis berdasarkan dwi bahasa. Jadi bukan hanya pinjam kata. Berdasarkan analisis de blois, Luxenburg juga memasukkan tata bahasa aramaik dalam analisis Qurannya.

Kalau Quran ditulis berdasarkan dwi bahasa, maka wajar kalau di asumsikan orang-orang yang membaca Quran saat itu juga memahami Quran dwi bahasa tersebut, ya gak?
Kalau mereka faham, tentu saja seharusnya ada contoh yang netral non-Quran yang mengatakan bahwa tradisi dwi bahasa terjadi di arab pada masa Quran ditulis. kalo gak, malah aneh. Orang-orang malah heran, selama ini hanya pake bahasa arab aja, kok ujug-ujug ada pembicaraan dwi bahasa.
Patah Salero
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2646
Joined: Tue Dec 21, 2010 12:31 am

Re: Debat Syro-Aramaic dlm Quran

Postby Patah Salero » Wed Jul 11, 2012 1:06 am

http://indonesia.faithfreedom.org/forum/topic37252/
Luxenburg wrote:Malah ada hadis yang mengatakan bahwa nabi menyuruh sekretarisnya, Zayd bin Thabit (wafat 45/665M), untuk belajar bahasa Syriac dan Ibrani agar bisa membacakan kepada nabi tulisan-tulisan yang ada pada jaman itu.


Si Luxenburg lupa bahwa zaid bin tsabit
Adalah orang anshar. masuk Islam ketika berumur 11 tahun. Dan itu terjadi ketika perang badar.

Gimana mungkin Si Bayi Zaid menuliskan Quran dalam bahasa aramaik ketika ayat-ayat tersebut turun di mekkah. Apa si luxenburg gak tau bahwa setengah Quran, termasuk ayat yang dibahasnya, merupakan ayat-ayat makkiyah.

Aya-aya wae...
Patah Salero
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2646
Joined: Tue Dec 21, 2010 12:31 am

Postby ali5196 » Wed Jul 11, 2012 10:22 pm

Patah Salero wrote:Gimana mungkin Si Bayi Zaid menuliskan Quran dalam bahasa aramaik ketika ayat-ayat tersebut turun di mekkah. Apa si luxenburg gak tau bahwa setengah Quran, termasuk ayat yang dibahasnya, merupakan ayat-ayat makkiyah.

Aya-aya wae...


Syro-Aramaic adalah bahasa dominan liturgi abad 3. ... di jaman Muhammad, Syriac adalah lingua franca/bhs utama dan budaya seluruh kawasan itu. Bhs Arab tertulis saat itu masih dlm tahap pembentukan.
[Nabi bertanya pada sekretarisnya, Zayd bin Thabit "apakah ia tahu bahasa Syriac," sang sekretaris mengatakan "tidak, tapi saya bisa mempelajarinya dalam 29 hari". Lalu nabi mengatakan "pergilah dan pelajarilah". Lihat "Kitab Al-Massahif" oleh ahli tafsir Arab, Ibn Abi Dawood (abad 10).]
syro-aramaic-dlm-quran-quran-liturgi-injil-sudah-selesai-t37252/
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Re: Debat Syro-Aramaic dlm Quran

Postby kata_holos » Thu Jul 12, 2012 1:54 am

Patah Salero wrote:Pertama, Buku-buku tafsir ditulis ratusan tahun setelah Quran diturunkan. Menyimpulkan bahwa, bila ahli tafsir berbeda pendapat tentang makna kata yang diucapkan ratusan tahun sebelum mereka hidup merupakan bukti bahwa kata tersebut adalah kata asing benar-benar logika melompat. Tentu saja pengetahuan setiap orang tentang satu kata berbeda-beda. Bisa jadi suatu kata yang populer digunakan diIndonesia tahun 1800 enggak dipahami atau dikenali lagi oleh ahli bahasa Indonesia yang hidup di tahun 2000. Dan ketidaktahuan para ahli tersebut tidak lalu merupakan bukti bahwa kata tersebut pinjaman dari bahasa asing.

Buku-buku tafsir ditulis ratusan tahun setelah Quran diturunkan
bila ahli tafsir berbeda pendapat tentang makna kata
ok, jadi ada kata-kata yang sulit maknanya sehingga ahli tafsir berbeda pendapat, tapi bukan kata asing yah? (kalau saya sich yang masuk kata asing)
Kata-kata sulit tersebut ternyata lebih mudah diartikan/dimaknai dan sesuai kontek dengan kalimatnya ketika menggunakan dialek dan bentuk tulisan Syriac yang pada saat itu cukup dikenal termasuk oleh Muhammad bukan begitu?

Patah Salero wrote:Kedua,tidak semua perbedaan pendapat ulama tentang tafsir suatu ayat karena mereka enggak memahami arti ayat tersebut. Ada banyak alasan ulama berbeda pendapat tentang suatu tafsir. Mengatakan bahwa penjelasan tentang etimologi suatu kata akan mengklarifikasi suatu perbedaan pendapat sangat-sangat menyederhanakan masalah.

Apa bukan Ahli-ahli tafsir itu yang menyederhanakan masalah?
Meninjau dari sisi lain salah satunya dengan etimologi dan epigrafi bukankan malah mencari masalah? buka-buka sejarah, literatur kuno, bahasa-bahasa.
Bukankah ini sering dilakukan alhi-ahli purbakala ketika menemukan suatu tulisan, dilihat sejarahnya, dilihat bentuk hurufnya dll.

Patah Salero wrote:ketiga. dalam beberapa kasus orientalis yang menggunakan prinsip ini (kalau suatu kata enggak disepakati, pasti kata itu bahasa asing) terhadap Quran, seringkali pada akhirnya mengambil kesimpulan yang bertentangan dengan prinsip dasar philologi (studi teks).

Apa tuchh prinsip dasar philologi? mungkin Pak Patah mau berbagi ilmu.

Patah Salero wrote:Contohnya adalah kalimat ( اللَّهُ الصَّمَدُ ). Tidak ada kesepakatan ulama tentang arti kata as-shamad. Rosenthal, seorang orientalis, yakin bahwa kata tersebut berasal dari bahasa semitic non-arab. Tapi, ketika kata asing tersebut diterapkan, kalimatnya jadi aneh. Rosenthal dengan seenaknya menyimpulkan bahwa Muhammad SAW telah salah memilih kata-kata. Jadi, alih-alih mencari tahu apa sebenarnya maksud teks yang tertulis, penafsir malah menyalahkan penulis teks. Ini bertentangan dengan prinsip dasar bahwa kata apapun yang diucapkan seseorang pasti punya makna bagi dirinya. Tugas tafsir adalah memahami makna tersebut, bukan menyalah-nyalahkan penulis.

Siapa tuch Rosenthal? Kalaupun Rosenthal salah, Apakah penulis lain juga salah? JUMP TO CONCLUSION Pak.
Coba dibaca lagi yang pak Ali terjemahkan.(link download pdfnya: Cristoph Luxenberg. The Syro-Aramaic reading of the Koran.pdf)
dicek lagi benar ga bentuk tulisan Al-quran tanpa tanda vokal mirip Syriac?

Patah Salero wrote:Disinilah problemnya. Misalnya kita membaca surat menyurat sesama orang indonesia pada tahun 1800. ada beberapa kata yang berasal dari belanda.
Tugas penafsir yang normal menurut gw adalah mencari pengertian kata tersebut di tahun 1800 di INDONESIA, bukan bagaimana pengertian kata-kata tersebut tahun 1800 ( atau bahkan sebelumnya) di BELANDA.
Kalau Muhammad SAW berbicara di Arab, maka kita harus mencari tahu apa pengertian kata itu dalam konteks masyarakat arab, bukan pengertian kata tersebut di Syiria. Sebab bisa jadi kata yang sama bisa berarti berbeda di arab dan di syiria, sebagaimana kata budak berbeda artinya di jambi dengan di jakarta.

Menurut kontek di arab atau menurut Al-quran?
ini nantinya sering disebutkan kafir FFI, logika berputar padahal Al-quran itu obyek penelitian.
Faktanya sampai sekarang masih saja ada perbedaan penafsiran dari "Kata-kata Sulit itu" (kalau ga boleh dibilang asing). Artinya alat yang digunakan masih kurang dan ego bahwa Al-Quran bahasa awal dari Arab dan makin parah lagi di klaim sebagai bahasa dan tulisan "ALLAH SWT".
HARAM HUKUMNYA MENGGUGAT TULISAN ALLAH SWT? bukan begitu Pak?

Jadi jangan salahkan Kafir FFI kalau menilai Islam sangat tertutup, gelap dan tidak menggunakan Akal pikiran yang Tuhan berikan kepada kita.
Kalau Pak Patah merasa tidak seperti itu, Mari kita tinjau Al-Quran dari sisi lain, yaitu bahasa yang yang ada di abad 6-8 M di Arab (bukan dimana-mana, bukan di Asia, Eropa, Amerika tapi di Sekitar Arab saat itu) yaitu bahasa syriak.
Kita tidak usah lanjutkan diskusi kalau akhirnya Pak Patah sudah punya Klaim sendiri AL-QURAN ADALAH BAHASA DAN TULISAN ALLAH.
Silahkan yang lain kalau mau mengkritisi tentang buku "Syro Aramaic dalam Quran", obyeknya bentuk huruf al-quran disandingkan dengan Syriac.
kata_holos
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 298
Joined: Tue Oct 04, 2011 2:03 pm

Next

Return to Quran & Hadist



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: Bing [Bot]