. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Debat: Alwi Alatas versus Ali Sina

SAMBUTAN, PENJELASAN, artikel dan debat dari PENDIRI SITUS; ALI SINA. Artikel2 A Sina lainnya masih bisa ditemukan dalam Ruang REFERENSI sesuai dgn topiknya.

Debat: Alwi Alatas versus Ali Sina

Postby Adadeh » Sun Oct 03, 2010 5:37 am

Debat: Alwi Alatas versus Ali Sina

Salah seorang pembaca FFI (Wim) meminta bantuan menjawab pernyataan Muslim Malaysia Alwi Alatas. Berikut adalah surat dari Wim:

Wahai Pak Sina,
Beberapa Muslim mengatakan ada banyak ayat² penuh kekerasan dalam Alkitab. Mereka menyinggung tentang Yoshua (8:24 dan 11:14) di Perjanjian Lama. Aku telah beradu debat lewat email dengan seorang penulis Malaysia bernama Alwi Alatas (alwialatas@gmail.com). Berikut adalah apa yang dikatakannya. Aku butuh pertolonganmu untuk menjawab pertanyaan²nya agar aku bisa menjawab dengan tepat. Aku sedang berusaha keras membantumu berjuang melawan kepercayaan sesat Islam.

Terima kasih banyak,
Wim.


Image
Muslim Malaysia Alwi Alatas, penulis buku² Islam.

Surat Alwi Alatas:
Memang benar bahwa sebagian Muslim menggunakan kekerasan dan pembunuhan terhadap orang lain. Aku membagi mereka dalam dua kategori. Pertama, mereka yang membunuh penduduk sipil kafir dalam keadaan damai, seperti yang terjadi di Bali. Aku tak setuju dengan tindakan ini, dan aku tidak menganggap mereka mengikuti ajaran Nabi SAW dengan benar, meskipun para pelaku mengaku begitu. Kamu tidak bisa menggeneralisasi semua Muslim sama dengan mereka hanya karena kamu ingin mencap semua Muslim dan Nabi berlaku seperti itu. Setiap agama juga telah terbagi dalam berbagai aliran, dan beberapa aliran melakukan kekerasan, termasuk Kristen (kayaknya kamu orang Kristen ya, tolong kasih tahu jika dikau bukan keresten). Maka jika sebuah kelompok Kristen menggunakan kekerasan dan pembunuhan terhadap orang lain, aku tidak bisa menggeneralisasi fakta ini dan menuduh kamu dan juga Yesus (Isa ‘alaihis salam) adalah pendukung kekerasan alias teroris. Mengambil kesimpulan seperti itu adalah ****.

Tanggapan Ali Sina:
Sungguh **** untuk tidak membaca biografi Muhammad dan Qur’an, lalu main generalisasi begitu saja. Yesus itu tidak pernah mengajarkan kekerasan, tapi Muhammad sih iya. Jika orang Kristen melakukan kekerasan, maka mereka melanggar ajaran Yesus. Di lain pihak, umat Muslim malah didorong Muhammad untuk melakukan Jihad dan kekerasan terhadap kafir. Muhammad memerintahkan mereka untuk memasukkan rasa takut dalam hati kafir. Muhammad mengatakan berkelahi itu bagoetz bagi Muslim di Qur’an 2:216. Gak ada lahyaw ajaran kayak gitchu di Perjanjian Lama dan Baru.

Surat Alwi Alatas:
Dan tentang kekerasan, kita temukan banyak banget tuh di Alkitab, terutama Perjanjian Lama, di mana, contohnya nih, Tuhan memerintahkan Bani Israel untuk membunuhi semua musuh mereka di Palestina, tanpa pandang bulu. Meskipun begitu, aku tidak mengatakan bahwa ajaran² Yudaisme dan Kristen itu hanya kekerasan dan bunuh orang lain. Kau bisa saja mengatakan bahwa contoh² di Perjanjian Lama itu keluar sebelum jaman Yesus dan ajaran² Yesus itu sepenuhnya cinta kasih dan menentang kekerasan. Tapi, sejarah menunjukkan banyak sekali kekerasan dan pembunuhan yang dilakukan orang² Kristen. Sewaktu Perang Salib, orang² Kristen membunuhi puluhan ribu Muslim di Ma’arrat al-Nu’man dan makan mayatnya. Orang Kristen menaklukkan Yerusalem dan membunuhi 70.000 Muslim di kota itu. Sampai saat ini aku tidak pernah tuh mendengar pernyataan maaf dari Vatikan atau gereja manapun, atau pernyataan mengutuk kekerasan yang dilakukan terhadap warga sipil selama Perang Salib dan menyatakan tindakan itu bertentangan dengan ajaran Kristen. Ketika Salahudin mengambil alih Yerusalem dari tangan orang² Kristen, dia tidak melakukan balas dendam dan membunuhi masyarakat Kristen di kota itu.

Tanggapan Ali Sina:
Dongeng² kekerasan di Perjanjia Lama itu bukan ajaran² Alkitab. Itu hanyalah cerita sejarah akan apa yang terjadi. (Aku punya bukti bahwa cerita² ini tidak benar dan Pentateuch ditulis 800 sampai 900 tahun setelah Musa hidup). Tak ada ajaran² kekerasan dalam Perjanjian Lama dan Baru. Sebaliknya, kekerasan dalam Islam harus dilakukan umat Muslim sampai kiamat dan Jihad dianggap sebagai tindakan yang paling luhur.

Pejuang² Kristen tidak memulai perang. Muslimlah yang terlebih dahulu menyerang, dan para pejuang Kristen menjawab. Kita malah seharusnya berterima kasih pada para pejuang Kristen itu. Jika mereka tidak berperang melawan dan menghancurkan Muslim, dunia modern jaman sekarang tidak akan pernah ada, dan kita akan masih naik keledai dan kuda.

Muslim ini ingin Vatikan mengutuk pembunuhan atas umat Muslim yang terjadi 1000 tahun yang lalu! Apakah Muslim pernah mengumumkan permintaan maaf atas semua pembunuhan yang dilakukan Muhammad, para kalifah teladan dan 1400 tahun pembunuhan² yang dilakukan Muslim? Diperkirakan 280 juta kafir telah mati di tangan Muslim. Dan pembunuhan² itu masih terus terjadi sampai detik ini. Orang Muslim sungguh tidak punya lagi rasa malu.

Orang² Kristen tidak berhutang maaf apapun terhadap Muslim. Seluruh umat manusia harus berterima kasih pada para pejuang Perang Salib karena mereka telah menyelamatkan dunia. Kekerasan bukan bagian dari ajaran Yesus, tapi gereja mengadopsinya setelah diserang terus oleh Muslim. Perang Salib, Inquisisi, dan penangkapan ahli sihir semuanya terjadi gara² Islam. Hal ini persis sama dengan Undang² Anti Hujat yang menindas semua orang yang berani melawan Islam, yang dibuat berdasarkan ajaran Islam.

Apakah 30 tahun yang lalu orang bisa membayangkan bahwa di tahun 2010 Pemerintah Belanda akan mengadili warga Belanda karena berbicara menentang Islam? Jika Muslim berhasil mendapatkan apa yang dicita-citakannya, maka semua orang yang mengritik Islam akan dipenggal di negara Barat berdasarkan keputusan pengadilan. Kita harus menghentikan pengaruh xintink Islam dalam budaya dan pemikiran kita.

Surat Alwi Alatas:
Ketika tentara Muslim masuk Spanyol, mereka tidak membunuhi penduduk sipil di Jazirah Eropa itu. Orang² Kristen bisa hidup dengan damai di bawah Muslim Andalusia, di masa di mana masyarakat Eropa Kristen tidak bisa mendapatkan toleransi yang sama di negara² mereka sendiri. Tapi ketika orang² Kristen menguasai kembali Spanyol, berapa banyak umat Muslim yang diusir dan dipaksa memeluk Kristen?

Tanggapan Ali Sina:
Sejak jaman Muhammad sekalipun, Muslim hanya membabati orang² yang mampu memerangi mereka. Mereka tidak membunuhi para wanita, anak², dan orang tua, agar orang² bisa hidup dan bekerja bagi Muslim dan bayar Jizyah. Ini sudah dilakukan sejak jaman Muhammad.

Konsep damai Islam itu sebenarnya adalah PENAKLUKAN. Ketiak non-Muslim telah diturunkan derajatnya sebagai dhimmi (diikat), maka barulah terjadi damai. Dalam Islam, perdamaian datang bersama perbudakan. Damai dalam Islam menghasilkan penurunan derajat dan pelanggaran kemanusiaan terhadap kafir. “Aku ikat kamu agar terjadi damai.” Begitulah konsep DAMAI DALAM ISLAM. Sebaliknya, orang² Kristen tidak mau umat Muslim dhimmi. Maka dari itulah mereka tidak mau memperbudak umat Muslim. Mereka memberikan umat Muslim pilihan untuk (1) beralih agama dan bersatu dengan para kafir atau (2) pergi dari tanah kafir. Inilah pilihan yang sekarang harus kita berikan para umat Muslim yang hidup di negara Barat. Aku harap faithfreedom.org akan membangkitkan gerakan di seluruh dunia bagi masyarakat yang menghargai kemerdekaan untuk bangkit melawan Islam dan membuangnya semua budak Islam keluar dari negara mereka. Kita tidak butuh umat Muslim menguasai kita. Kita tidak mau diperlakukan sebagai dhimmi. Muslim yang tak bisa berintegrasi dengan kafir sudah selayaknya keluar dari tanah kafir.

Surat Alwi Alatas:
Ini hanya beberapa contoh saja. Meskipun begitu, aku tidak mengatakan bahwa agama Kristen mengajarkan kekerasan.

Tanggapan Ali Sina:
Silakan ngomong apapun yang kau maui, tapi kamu tetap saja tidak menemukan ajaran² kekerasan dalam Perjanjian Lama dan Baru. Kau ini tampaknya bingung dan mencampurkan dongeng² sebagai ajaran².

Surat Alwi Alatas:
Aku katakan sebelumnya bahwa ada dua jenis kekerasan. Aku telah jelaskan yang pertama, sekarang aku jelaskan yang kedua. Jenis kedua ini adalah kekerasan yang terjadi karena membela diri dan tanah air dari serangan negara lain. Kekerasan seperti ini bisa dimengerti. Inilah kekerasan yang dilakukan orang² Palestina saat ini terhadap Israel. Jika kita melihat orang² Palestina melakukan kekerasan dan lalu kau menyebut mereka teroris, maka itu sama seperti mengatakan orang² Indonesia yang melawan Belanda sebagai teroris juga. Jika begitu, julukan teroris itu bisa diterapkan terhadap semua pejuang yang melawan penjajahan. Mengapa pejuang Muslim Palestina disebut teroris, sedangkan orang Yahudi yang melakukan lebih banyak kekerasan tidak disebut teroris?

Tanggapan Ali Sina:
Orang yang suka kekerasan akan terus membenarkan kekerasan yang mereka lakukan. Setiap pelaku kriminal akan membenarkan tindakan kriminalnya. Berdasarkan sejarah, tanah Israel itu milik bangsa Yahudi. Orang² Palestina hanyalah penghuni saja. Daerah Palestina ditinggalkan sampai bangsa Yahudi kembali ke tanah mereka dan butuh para pekerja Arab. Maka orang² Arab dari Yordania datang ke Israel untuk bekerja dan tinggal di sana. Sekarang mereka mencoba mengambil alih kepemilikan tanah melalui kekerasan dan menyebut tindakan ini sebagai perjuangan kemerdekaan, sama seperti yang disebut si budak Allah ini.

Di abad ke 16, 17, 18, dan 19, para penjelajah Kristen - Siebald Rieter and Johann Tucker, Arnold Van Harff and Father Michael Nuad, Martin Kabatnik and Felix Fabri, Count Constantine Francois Volney and Alphonse de Lamartine, Mark Twain and Sir George Gawler, Sir George Adam Smith dan Edward Robinson – mendapatkan Palestina sama sekali kosong, kecuali masyarakat Yahudi di Yerusalem, Safed, Shechem, Hebron, Gaza, Ramleh, Acre, Sidon, Tyre, Haifa, Irsuf, Caesarea, and El Arish, dan seluruh kota² Galilea - Kfar Alma, Ein Zeitim, Biria, Pekiin, Kfar Hanania, Kfar Kana and Kfar Yassif. Untuk bisa tinggal di tanah mereka sendiri, para Yahudi harus tunduk di bawah berbagai penguasa, tekanan pajak, penghinaan, dan penindasan. Tapi mereka tetap tinggal di situ. Di tahun 1799, tanah Palestina masih sangat membutuhkan banyak orang sehingga Napoleon Bonaparte memindahkan orang² Yahudi kembali secara besar²an ke Palestina. Lihat artikel ini:

http://www.palestinefacts.org/pf_early_ ... impact.php

Silakan lihat bukti sejarah di atas. Para Muslim selalu saja menulis ulang sejarah untuk membenarkan kekerasan yang mereka lakukan. Di saat ini, ada lho Muslim yang mengatakan bahwa Amerika ditemukan pertama kali oleh orang Muslim. Mereka mengaku memiliki semua tanah di dunia ini untuk membenarkan tindakan kekerasan mereka. Semua teroris membenarkan tindakan terorisme mereka. Mereka menganggap diri selalu benar. Muslim juga bersikap seperti itu.

Surat Alwi Alatas:
Aku heran kok kamu tidak protes tentang pembunuhan yang dilakukan terhadap begitu banyak orang di Iraq dalam rangka balas dendam atas jatuhnya korban di 9/11 WTC. Bahkan jikalau sekalipun kita setuju bahwa serangan 9/11 dilakukan oleh Muslim (padahal laporan dan tuduhan Pemerintah AS pada para penyerang Muslim tidak disetujui oleh semua ahli), aku masih kaget melihat data jumlah prajurit AS yang mati di Iraq melebihi jumlah korban WTC, belum lagi korban² di pihak Iraq. Dan aku masih ingat reaksi pertama Presiden Bush dalam serangan 9/11 yang dia anggap sebagai ‘Perang Salib,’ – istilah yang sangat Kristiani, berakar dalam sejarahnya, mengandung banyak kekerasan dan pembunuhan – dan mungkin dengan semangat inilah dia melancarkan operasi ‘keadilan bebas’ yang lalu berubah menjadi ‘kekejaman tak terbatas.’ Aku yakin kau tidak bisa mengatakan bahwa menyebut para Muslim yang menyerang WTC 9/11 sebagai ‘teroris’ sedangkan penyerangan yang dilakukan AS terhadap Iraq dan Afghanistan sebagai ‘usaha memerdekakan.’

Tanggapan Ali Sina:
Tuduhan bahwa orang² Amerika di Iraq dan Afghanistan membunuhi para Muslim sungguhlah memuakkan. Pemikiran yang ngawur ini hanya bisa muncul dari otak Muslim. Semua ideologi kebencian berdasarkan dusta belaka dan Muslim sangat mencintai dusta².

Bukan orang² Amerika yang meletakkan berbagai bom di mesjid² dan pasar². Para Muslim sendirilah yang melakukan hal itu. Orang² Amerika begitu **** karena mereka mengira bisa menerapkan demokrasi di negara Islam tanpa menyingkirkan Islam terlebih dahulu. Orang² Amerika seharusnya meninggalkan lubang neraka ini dan membiarkan saja para Muslim saling bunuh. Setelah puas saling bunuh, barulah para Muslim sadar dan bisa berkawan baik dengan Amerika. Ingat Iran? Tiga puluh tahun yang lalu, orang² Iran berteriak-teriak menuntut kematian Amerika, tapi sekarang lihatlah betapa besar rasa cinta mereka terhadap Amerika. Mereka telah belajar dari pengalaman hidup mereka di bawah Islam. Biarkan saja para Muslim saling bunuh terus. Jangan campuri mereka dan biarkan Muslim mempraktekkan agama mereka sampai mereka saling basmi sendiri sampai habis. Baru setelah mereka capek dengan segala main bunuh, mereka akan meninggalkan Islam dan bisa berkawan dengan Amerika.

Surat Alwi Alatas:
Aku tidak suka dengan propaganda AS akan terorisme, dan aku yakin kau pun tidak suka akan hal itu. Aku tidak mengatakan semua umat Kristen adalah pembuat propaganda kekerasan dan terorisme untuk membunuhi orang² berdosa dalam Perang Salib dan berbagai kejadian sejarah lainnya. Aku pikir kau pun akan berpikir ulang sebelum menyebut Muhammad dan umat Muslim sebagai teroris hanya karena beberapa Muslim melakukan kekerasan tanpa alasan yang masuk akal. Kita tentunya lebih cerdas daripada itu.

Tanggapan Ali Sina:
Budak Islam ini lagi² ngawur. Memang betul kita tidak bisa menyebut Yesus sebagai teroris jika ada orang Kristen yang melakukan terorisme. Tapi Muhammad sih bukan Yesus. Bajingan Muhammad tak lain adalah penjagal massal dan teroris. Dia dengan sombong mengaku bahwa dia menang karena teror. Kau tidak akan bisa mendapatkan satu pun ajaran kekerasan dalam Injil untuk menjatuhkan Yesus. Dari kehidupan Muhammad yang tercatat secara terperinci dalam literatur Islam, maka tak dapat disangkal lagi bahwa Muhammad adalah manusia terjahat yang pernah hidup di bumi ini. Tiada seorang pun dalam sejarah manusia yang begitu banyak mendatangkan kerusakan pada umat manusia seperti bajingan satu ini.

Juga tidak benar bahwa hanya segelintir Muslim saja yang melakukan kekerasan. Semua Muslim yang mengikuti Muhammad berarti melakukan kekerasan. Mereka yang bukan teroris bukanlah Muslim yang baik dan mereka juga mengaku bahwa mereka bukan Muslim yang baik.

Surat Alwi Alatas:
Ketika Eropa jatuh ke dalam Jaman Kegelapan, kebudayaan Muslim mengembangkan sains, tanpa takut dihukum oleh berbagai institusi agama Islam. Ketika Eropa tidak bisa menerima umat lain untuk hidup berdampingan di tanah kafir, umat Muslim justru menunjukkan toleransi agama di negara² dan kota² mereka. Inilah contoh yang tidak pernah dilihat orang² Eropa selama berabad-abad. Bahkan sekarang pun sebagian kafir di Barat hendak membakar Qur’an, dan yang lain malah menyoraki usaha ini.

Tanggapan Ali Sina:
Lagi² dusta! Umat Muslim tidak pernah mengembangkan sains apapun. Islam malahan mencekik mampus pertumbuhan sains. Para ilmuwan Persia seperti Abu Ali Sina, Zakaria Razi, Kayyam, Farabi, al Kawarazmi, yang mengembangkan algoritme, hampir berhasil memperkenalkan ilmu² sains kepada seluruh dunia. Tapi usaha mereka digagalkan oleh para ulama tolol seperti Al Gazzali, Rumi, dll, sehingga akhirnya sains mati di negara² Islam, dan lalu muncul kembali di benua Eropa.

Jaman Kegelapan disebabkan karena penyerangan Muslim terhadap Eropa dan pengaruh Islam terhadap Gereja. Silakan baca buku John O’ Neil yang berjudul
Holy Warriors: Islam and the Demise of Classical Civilization

Buku itu menjelaskan dengan seksama bahwa Jaman Kegelapan Eropa disebabkan oleh Islam, dan bukan oleh Kristen.

Umat Muslim tidak pernah menunjukkan toleransi agama apapun. Sudahlah, tidak usah berdusta lagi. Para kafir boleh hidup sebagai dhimmi (terikat) jika mereka bayar Jizyah, ditindas, dan dihina Muslim. Islam itu sangat amat bertentangan dengan toleransi. Kata Islam sendiri berarti TUNDUK. Tiada satu pun negara Islam yang menerapkan toleransi terhadap kafir.

Mengapa membakar Qur’an dianggap sebagai tindakan intoleran (tak bertoleran)? Qur’an itu hanya buku. Muslim membunuh kafir karena anjuran buku ini. Pembunuhan yang dilakukan Muslim terhadap kafir bukanlah tindakan intoleran di mata budak Islam ini, tapi membakar buku busuk sarat kebencian malah dianggap intoleran? Otak Muslim ini benar² udah anchoerz. Gimana bisa berdebat dengan orang yang tak bisa berpikir waras?

...nyamboenk lagi nanti...
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Alwi alatas debates Ali Sina

Postby Adadeh » Sun Oct 03, 2010 5:38 am

bigkong wrote:Wah bagus n seru juga tuh debatnya , jadi pengen baca lagi yang udah diterjemahin ke bahasa Indonesia...

Lagi kuterjemahkan dan belum selesai. Panjang sih.

debat-alwi-alatas-versus-ali-sina-t40962/
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Debat: Alwi Alatas versus Ali Sina

Postby kufirandproud » Sun Oct 03, 2010 12:36 pm

punten kang.hayang nandain aja yah. O:)
kufirandproud
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 526
Joined: Tue May 26, 2009 1:41 pm

Re: Alwi alatas debates Ali Sina

Postby Topsy KreeT » Sun Oct 03, 2010 1:22 pm

DEBAT ALI SINA V ALWI ALATAS:

Salah seorang pembaca mengirimkan saya sebuah surat tulisan apologist muslim. Saya akan menjawabnya di forum ini. Saya mau forum ini berkembang dan tetap aktif.
FreedomBulwark bukanlah berdiskusi tentang islam. Ini tentang bagaimana mejadikan pergerakan dunia untuk menghadapi islam dan menghancurkannya. Bagaimanapun, itu diperlukan dorongan dan saya mengajak siapa saja untuk bergabung dan menggunakannya untuk debat.
Berikut suratnya:

Dear Mr Sina,
Beberapa muslim mengatakan bahwa ada juga ayat-ayat keras di dalam alkitab. Mereka mengacu pada Joshua 8:24 dan 11:14 pada perjanjian lama. Saya telah adu argumentasi dengan muslim Malaysia, Alwi Alatas (alwialatas@gmail.com). Berikut apa yang telah dikatakannya. Saya memerlukan bantuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini sehingga saya dapat merespon statemennya. Saya telah mencoba melakukan yang terbaik untuk melawan ajaran setan ini.
Terima Kasih
Wim

Alwi Alatas :
Adalah benar beberapa muslim menggunakan kekerasan dan membunuh orang lain. Saya membaginya menjadi 2 kategori. Pertama, mereka yang membunuh penduduk non muslim pada situasi aman, seperti apa yang terjadi di Bali. Saya tidak setuju dengan mereka, dan saya tidak berpikir mereka mengikuti nabi muhammad saw dengan semestinya, bagaimanapun mereka berpura-pura melakukannya. Anda tidak dapat mengeneralisasikan semua muslim sama dengan mereka hanya karena anda suka dan ingin melabelkan “Kekerasan” pada semua muslim dan nabi. Setiap agama telah terpecah menjadi berbagai sekte, dan sebagian sekte telah melakukan kekerasan termasuk Kristen ( saya berasumsi anda adalah Kristen, beritahu saya jika tidak). Jika ada satu kelompok Kristen menggunakan kekerasan dan membunuh orang lain, saya tidak dapat mengeneralisasikan fakta tersebut, base on this, bahwa anda dan Yesus (Isa as) adalah pendukung kekerasan atau teroris. Menyimpulkan seperti itu adalah kebodohan.


**** sekali jika tidak membaca biografi muhamad dan quran kemudian membuat generalisasi. Yesus tidak pernah membela kekerasan, tetapi muhamad melakukannya. Jika seorang Kristen melakukan kekerasan, mereka melanggar ajaran Yesus. Di sisi lain, muslim disemangati untuk melakukan jihad dan kekerasan. Mereka diminta untuk melakukan terror kepada “kafir”. Muhammad mengatakan berkelahi itu baik untuk muslim Q 2:216. Ajaran seperti itu tidak ada dalam perjanjian lama maupun perjanjian baru.

Alwi Alatas :
Berhubungan dengan kekerasan, kita dapat menemukannya berlimpah dalam alkitab terutama perjanjian lama. Contohnya; Tuhan memerintahkan anak-anak Israel untuk membunuh musuh-musuh mereka di Palestina, semua orang tanpa terkecuali. Masih, Saya tidak mengatakan bahwa dasar pengajaran yahudi dan kristiani adalah kekerasan dan membunuh orang lain. Anda bisa saja mengatakan contoh-contoh tersebut ada di perjanjian lama sebelum Yesus hadir dan ajaran Yesus murni tentang kasih dan melawan kekerasan. Belum lagi kita juga masih dapat melihat begitu banyak contoh dalam sejarah tentang kekerasan dan pembunuhan yang dilakukan orang-orang Kristen. Selama perang salib, orang-orang Kristen membunuh sepuluh ribu muslim di Ma’arrat al-Nu’man dan memakan badan mereka. Nasrani menaklukan yerusalem dam membunuh sekitar 70.000 muslim di kota tersebut. Dan saya tidak pernah mendengar Vatikan atau gereja lain pada waktu itu, bahkan gereja-gereja pada saat ini, mengutuk kekerasan dan pembunuhan rakyat sipil selama perang salib dan mengatakan tindakan tersebut tidak disejalan dengan ajaran Kristen. Ketika Salahudin mengambil alih kota dari orang-orang Kristen, dia tidak balas dendam dan membunuh orang-orang Kristen.


Dongeng-dongeng kekerasan di perjanjian lama itu bukanlah ajaran. Semua itu adalah cerita tentang apa yang terjadi menurut dugaan orang. Saya mempunyai bukti bahwa semua itu tidak benar dan Pentateuch (lima buku pertama perjanjian lama) ditulis 800 sampai 900 tahun setelah zaman Musa. Tidak ada ajaran kekerasan dalam perjanjian lama. Sedangkan kekerasan dalam islam dilarang terhadap sesama muslim dan jihad dihargai sebagai perbuatan yang paling terpuji.
Bukan Pejuang salib yang memulai peperangan. Muslimlah yang menyerang pertama kali sehingga crusader melawan. Kita harus berterima kasih kepada mereka, jika mereka tidak tidak melawan dan menghancurkan muslim, saat ini dunia modern tidak akan pernah ada. Kita tetap mengendarai keledai dan kuda.

Muslim ini menginginkan Vatikan untuk mengutuk pembunuhan muslim yang terjadi 1000 tahun yang lalu. Pernahkah muslim meminta maaf atas semua pembunuhan yang dilakukan Muhammad, kalifah dan pembunuhan selama 1400 tahun ? Diperkirakan lebih dari 280 juta jiwa yang dibunuh oleh muslim bahkan hingga sekarang.
Orang-orang Kristen tidak berhutang permintaan maaf kepada muslim. Umat manusia seharusnya berterima kasih kepada Crusader karena telah menyelamatkan dunia. Kekerasan bukanlah bagian dari ajaran Yesus tapi gereja melakukannya setelah diserang oleh orang islam. Perang salib, Inquisisi, perburuan ahli sihir, semuanya diinspirasi oleh Islam. Sama halnya dengan saat ini, Hukum Blasphemy (penghinaan terhadap Tuhan) yang menindas siapa yang bicara melawan Islam juga diinspirasi oleh Islam.

Dapatkah orang membayangkan 30 tahun lalu, pada 2010 Pemerintah Belanda akan menuntut penduduk belanda karena berbicara melawan Islam? Jika muslim mendapat jalannya, di barat siapa saja yang mengkritik islam akan dihukum pancung sesuai perintah pengadilan. Kita harus menghentikan pengaruh jahat Islam pada budaya dan cara berpikir kita.



Alwi Alatas :
Saat muslim masuk ke spanyol, mereka tidak membunuh warga sipil di peninsula. Orang-orang Kristen dapat hidup dengan damai di Andalusia, pada waktu Kristen Eropa tidak menerima toleransi yang sama di Negara mereka sendiri. Tapi, ketika Kristen menaklukan kembali Spanyol, betapa banyaknya muslim yang diusir, dan betapa banyak pula yang dipaksa menerima Kristen?


Muslim, sejak zaman muhammad membantai laki-laki sehat dan tidak cacat. Mereka menyisakan wanita, anak-anak dan orang tua sehingga mereka dapat bekerja dan membayar jizyah. Semua itu telah terjadi sejak zaman muhammad.
Konsep damai islam adalah PENAKLUKAN. Apabila non muslim berkurang dan menjadi dhimmi (bonded) maka akan ada damai. Damai di islam datang dengan perbudakan. Kedamaian tercapai dengan biaya ketidaksamaan dan pelanggaran hak asasi manusia. "I keep you bonded so there is peace". Itulah konsep damai dalam islam.

Disisi lain, orang-orang Kristen tidak ingin mendhimmikan muslim. Jadi mereka tidak memperbudak muslim. mereka memberi mereka pilihan untuk convert dan bersatu atau pergi. Itu adalah pilihan yang harus kita beri kepada muslim yang hidup di barat. Saya harap situs ini akan membangkitkan sebuah Gerakan “Freedom Loving People” sedunia untuk berdiri melawan islam dan mengeluarkan dan mengirim agennya ke luar dari negara mereka. Anda menjadi salah satu dari kami atau jika kamu mau membunuh kami dan menjadi majikan kami, PERGI DARI SINI SEKARANG JUGA. Kami tidak perlu muslim sebagai majikan kami. Kami tidak mau menjadi dhimmi. PERGILAH KAU jika itu yang kau inginkan dari kami.

Alwi Alatas :
Itu semua Cuma beberapa contoh kecil. Tapi masih, saya tidak akan mengatakan bahwa kekerasan adalah ajaran dasar Kristen.


Anda dapat berkata apa saja yang anda mau, tapi anda tidak dapat menemukan ajaran kekerasan dalam perjanjian lama maupun baru.

Alwi Alatas :
Saya katakana sebelumya bahwa ada dua jenis kekerasan. Saya telah menjelaskan tipe pertama, sekarang saya akan bicara tentang tipe kedua. Kekerasan tipe kedua terjadi ketika mempertahankan diri atau Negara dari perbuatan orang lain. Kekerasan tipe ini dapat dimengerti. Kekerasan seperti ini dilakukan oleh palestina melawan Israel sekarang ini. Jika kita mengatakan palestina telah melakukan kekerasan and menyebutnya terosis, kemudian kita juga harus mengatakan orang-orang Indonesia melawan Belanda dalam Revolusi Indonesia (1945-1949) perbuatan illegal, pro kekerasan, terorisme. Hal yang sama juga harus disematkan pada masyarakat dunia yang mengankat senjata dan melakukan kekerasan dalam mengejar kemerdekaan. Terlebih lagi, mengapa kita mencap muslim palestina sebagai teroris, padahal jahudi yang melakukan kekerasan yang lebih kejam kepada muslim palestina tidak disebut teroris hanya karena mereka memiliki kekuatan dan kekuasaan?


Hanya orang bengis yang membenarkan kekerasan mereka. Bahkan penjahat biasa pun membenarkan perbuatan mereka. Secara sejarah, Tanah Israel milik Yahudi, orang palestina adalah penghuni.

Wilayah palestina ditelantarkan sampai yahudi datang kembali dan memerlukan pekerja arab. Jadi orang arab dari Jordan pergi ke Israel untuk bekerja dan tinggal di sana. Sekarang mereka menuntut kepemilikan melalui kekerasan dan membenarkannya melalui permainan kata seperti itu semua dinyatakan oleh hamba Allah.

Pada abad 16, 17,18 dan 19, pelancong Kristen - Siebald Rieter dan Johann Tucker, Arnold Van Harff dan Father Michael Nuad, Martin Kabatnik dan Felix Fabri, Count Constantine Francois Volney dan Alphonse de Lamartine, Mark Twain dan Sir George Gawler, Sir George Adam Smith dan Edward Robinson- menemukan wilayah Palestina kosong, kecuali komunitas yahudi di Yerusalem, Safed, Shechem, Hebron, Gaza, Ramleh, Acre, Sidon, Tyre, Haifa, Irsuf, Caesarea, dan El Arish, dan sepanjang Kota Galilee; Kfar Alma, Ein Zeitim, Biria, Pekiin,Kfar Hanania, Kfar kana, dan Kfar Y Yassif. Untuk tinggal, yahudi tersebut harus tunduk kepada para conqueror yang tidak terhitung banyakya, pajak, pogroms (pembunuh berencana?), dan penurunan derajat. Tetapi mereka tetap tinggal. Tahun 1799, palestina masih kekurangan banyak orang dan Napoleon Bonaparte memimpin kembalinya orang yahudi secara besar-besaran.
http://www.palestinefacts.org/pf_early_palestine_zionists_impact.php
Silahkan baca bukti sejara pada link di atas. Muslim selalu menulis kembali sejarah untuk mencocokkan kekerasan mereka. Sekarang ini banyak muslim mengklaim amerika pertama kali ditemukan oleh muslim. Mereka selalu mengklaim setiap tanah di bumi ini untuk membenarkan kekerasan mereka. Semua Teroris pun membenarkan kekerasan mereka. Mereka selalu benar, begitu pulalah muslim

Alwi Alatas :
Berhubung dengan istilah “teroris”, saya kira anda paham ada unsur politis dibalik istilah itu saat ini. Saya yakin kalau anda tahu propaganda AS dalam penggunaan istilah tersebut untuk kepentingan politik dan ekonomi. Anda tidak bisa masa **** melihat terminologi dan pretext untuk menginvasi Irak,- yang disebut memiliki senjata pembunuh masal dan ‘akhirnya mengetahui’ senjata seperti itu tidak pernah ada dan hanya cerita fiksi buatan agen militer - untuk mendapatkan minyak mereka.


Saddam memang mempunyai senjata pembunuh masal. Dia memindahkannya ke Syria. Baca artikel ini http://www.americanthinker.com/2010/09/the_architect_has_no_clothes.html
Invasi Amerika ke Irak bukanlah terorisme. Tujuannya adalah untuk menghapus bahaya Despot ( Kepala Negara lalim) yang telah membantai ratusan dari ribuan warganya sendiri dan menyebar ancaman atas kedamaian daerah.
Amerika tidak mendapatkan minyak Irak dengan gratis. Mereka membelinya sesuai harga pasaran. Amerika menghabiskan milyaran dolar untuk perang itu dan mencoba membangun kembali Negara itu. Opini saya, mereka seharusnya keluar dari sana setelah memastikan Saddam tidak lagi punya kekuatan. Jika orang Irak tidak dapat hidup damai dengan sesamanya. Itu bukan urusan Amerika untuk membuat berdamai. Jika mereka ingin saling membunuh, biarin aja. Mereka semua muslim dan sedang melakukan ajarannya. Jika kau hentikan mereka akan merasa ditindas dan berbalik melawanmu.

Alwi Alatas :
Saya terkejut bahwa anda tidak mengatakan apa-apa tentang pembunuhan orang-orang di Irak atas nama balas dendam korban WTC. Bahkan jika kami menganggap Serangan 11 September dilakukan oleh muslim (padahal laporan dan tuduhan dibuat oleh Pemerintah AS kepada muslim tidak disetujui para ahli), saya masih shock dengan data bahwa tentara AS yang mati di Irak lebih banyak dari korban WTC. Dan saya masih ingat reaksi pertama Bush saat serangan 11/9 dianggap “Crusade’ – istilah kekristenan yang terukir dalam sejarah berisi kekerasan dan pembunuhan – dan mungkin berdasarkan semangat ini dia meluncurkan “operation of infinite justice” yang berubah menjadi “infinite cruelty”. Saya yakin anda tidak akan mengatakan muslim ‘teroris’ dalam serangan 11/9 WTC sementara disebutkan tentang liberasi di AS dan pekerjaan sekutunya di Irak dan Afghanistan.


Tuduhan bahwa orang-orang amerika membantai penduduk di Irak dan Afghanistan sangat menjijikkan. Itu cara berpikir yang absurd yang hanya mucul di kepala muslim. Semua ideologi tentang kebencian berdasarkan kebohongan, dan muslim sangat senang dengan kebohongan.

Bukan amerika yang meletakkan bom di mesjid-mesjid dan di pasar, muslimlah yang melakukannya. Orang Amerika ada disana, bodohnya mereka mengira dapay membawa demokrasi ke Negara Islam tanpa membasmi Islam. Mereka seharusnya meninggalkan pintu neraka itu dan membiarkan muslim saling membunuh. Baru setelah itu mereka akan bersahabat dengan Amerika. Lihat Iran?! 30 tahun yang lalu orang Iran menyerukan “Death to America” dan sekarang betapa mereka cinta Amerika. Mereka telah mendapat pengalaman dibawah islam. biarkan mereka saling membunuh. Menyingkir dan biarkan mereka mempraktekkan agama mereka dan membasmi satu sama yang lain. Sekali mereka merasa cukup membunuh mereka akan meninggalkan Islam dan bersahabat dengan amerika.

Alwi Alatas :
Saya tidak terkesan dengan propaganda atas terorisme, dan saya pikir anda pun tidak. Saya tidak akan mengatakan Yesus dan orang Kristen adalah orang yang mempropagandakan kekerasan dan terorisme atas pembunuhan banyak orang tidak berdosa yang telah dilakukan oleh Kristen selama Perang Salib dan banyak lainnya dalam sejarah. Saya kira anda dapat mempertimbangkan melabelkan Muhamad SAW dan muslim-muslim pengikutnya sebagai teroris hanya karena sebagian muslim melakukan kekerasan tanpa alasan masuk akal. Kita lebih baik sari itu.


Hamba/budak ini membuat analogi yang salah. Ya itu salah untuk menyebut Yesus sebagai seorang teroris jika bebereapa orang Kristen berbuat kekerasan. Tapi Muhammad bukan Yesus. Iblis itu (Muhammad) adalah pembunuh masal dan memang seorang teroris. [size=150]Dengan bangga mengaku bahwa dia menang karena terror. [/size]Anda tidak bisa menemukan ajaran kekerasan dalam Injil untuk melibatkan Yesus. Berasumsi jika Yesus dalam injil bukanlah mitos, dia adalah manusia super, kesukaan yang mana dunia belum pernah melihat. Tapi tidak ada keraguan tentang kehidupan Muhammad yang terekam secara detil dan terima kasih kepadanya sehingga kita tahu dia itu manusia terburuk yang pernah hidup di planet ini. Tidak seorangpun dalam sejarah yang telah mendatangkan kerugian umat manusia lebih dari monster itu.

Alwi Alatas :
Ketika Eropa jatuh dalam “Dark Ages”, peradaban islam telah mengembangkan ilmu pengetahuan, tanpa takut dikerjain oleh institusi agama lain. Saat eropa tidak dapat menerima kepercayaan lain untuk hidup damai di wilayah mereka, muslim menunjukkan toleransi beragama di kota dan Negara mereka, sebuah contoh yang tidak akan pernah bisa dipelajari orang-orang Eropa selama berabad-abad. Bahkan sekarang beberapa dari mereka mau membakar quran dan yang lain mendukung dan menyalami pemrakarsa tindakan religious itu.


LAGI-LAGI DUSTA!! muslim tidak mengembangkan sains. Islam justru melemaskan pertumbuhan Imu Pengetahuan. Ilmuwan-ilmuwan Persia seperti seperti Abu Ali Sina, Zakaria Razi, Kayyam, Farabi, al Kawarazmi, karenanya kita punya algoritma, memulai masa pencerahan. Mereka dicela oleh muslim tolol seperti Al Gazzali dan orang religius (dalam kegelapan) lain seperti Rumi dan hasilnya Sains mati di Negara-negara Islam, lalu muncul kembali abad-abad kemudian di Eropa.
Dark Ages (zaman kegelapan) adalah hasil Invasi Islam atas Eropa dan pengaruh Islam atas gereja. Sebuah buku yang dituli oleh John O’Neil; berjudul
Holy Warrior: Islam and Demise of Classical Civilization

membuat semua ini semakin jelas. Dark Ages diakibatkan Islam bukan Kristen. Muslim tidak pernah menunjukkan toleransi beragama. Cukuplah kebohongan anda. Non muslim dibiarkan hidup sebagai dhimis jika mereka membayar jizyah, dihina dan ditindas. Kata Islam sendiri lebih tepat berarti TUNDUK. Tidak ada toleransi di Negara-negara islam.

Mengapa membakar quran dianggap intoleran? Quran hanyalah buku, muslim membunuh non muslim karena terinspirasi buku ini. Pembunuh-pembunuhan itu bukan intoleran dimata hamba ini tetapi membakar buku kotor penuh kebencian disebut intoleran? Pikiran muslim tentu saja sudah rusak, bagaimana bisa satu pikiran dengan orang yang tidak berpikir seperti manusia?
User avatar
Topsy KreeT
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2103
Images: 4
Joined: Tue Sep 22, 2009 8:32 pm
Location: Somewhere Far Away

Re: Alwi alatas debates Ali Sina

Postby Topsy KreeT » Sun Oct 03, 2010 1:24 pm

bigkong wrote:Wah bagus n seru juga tuh debatnya , jadi pengen baca lagi yang udah diterjemahin ke bahasa Indonesia...

Adadeh wrote:Lagi kuterjemahkan dan belum selesai. Panjang sih.

debat-alwi-alatas-versus-ali-sina-t40962/

WAH ternyata sedang diterjemahkan MR. Adadeh...
User avatar
Topsy KreeT
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2103
Images: 4
Joined: Tue Sep 22, 2009 8:32 pm
Location: Somewhere Far Away

Re: Alwi alatas debates Ali Sina

Postby poligami » Sun Oct 03, 2010 1:30 pm

Adadeh wrote:Lagi kuterjemahkan dan belum selesai. Panjang sih.

debat-alwi-alatas-versus-ali-sina-t40962/

Topsy KreeT wrote:WAH ternyata sedang diterjemahkan MR. Adadeh...

Ya udah bagi 2 ajah nerjemahinnya.. :finga:
Setengah-setengah... :green:
User avatar
poligami
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2456
Joined: Wed Aug 19, 2009 4:37 am
Location: Mabes FPI

Re: Debat: Alwi Alatas versus Ali Sina

Postby Akukomkamu » Sun Oct 03, 2010 1:46 pm

Hehehe...ini thread disambung aja...

ayooo..kesini maz , jems , vhee , Saif.bahar sapa sajalah asal muslim...biar kalian pintar , ayoo...belajar bareng ama kafir soal KEHIDUPAN , islam ga pernah ngajarkan soal KEHIDUPAN...islam cuman bisa ngajarkan KEMATEKAN saja...emang nanti RUH lo pingin MATEK ya... :lol: Mumpung kalian masih idup...ayoo...sini belajar bareng ama kapirun.




Pisss... :heart:
Akukomkamu
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5565
Joined: Sat Jul 11, 2009 11:34 am
Location: "Mengajak onta2 arab unt bisa BERMARTABAT" IFF adalah TEMPAT nya.

Re: Alwi alatas debates Ali Sina

Postby duren » Sun Oct 03, 2010 2:37 pm

Ga masalah walau dah ada di sebelah , cuma masalah tabrakan waktu aja tuh
Ntar bisa lanjut ke topic lain bro

Mari dukung translator baru FFI bung Topsy KreeT

=D> =D>
User avatar
duren
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 11106
Images: 14
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm

Re: Alwi alatas debates Ali Sina

Postby bigkong » Sun Oct 03, 2010 9:21 pm

Thanks buat bro Adadeh dan Topsy KreeT .... :prayer:

kemaren baca yang bhs inggris cuma ngerti sepotong-sepotong, maklumlah belajar inggrisnya cuma lewat film2 hollywood :tonqe:
User avatar
bigkong
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 555
Joined: Wed Jun 30, 2010 2:49 am

Re: Alwi alatas debates Ali Sina

Postby OnLine » Sun Oct 03, 2010 9:56 pm

:heart:
User avatar
OnLine
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 211
Joined: Sat Aug 21, 2010 7:26 pm

Bagian 2

Postby Adadeh » Mon Oct 04, 2010 2:25 am

Bagian 2
Berikut adalah jawaban Alwi Alatas, si budak Allâh, setelah kujawab berbagai puji²annya akan Islam.

Surat dari Alwi Alatas:
Dear Wim,
Aku berikan jawaban padamu, dan bukan untuk temanmu yang bertujuan untuk tidak diskusi tentang Islam, tapi ingin membangkitkan ‘gerakan seluruh dunia untuk melawan dan menghancurkan Islam.’ Aku jadi ingin tahu nih makna pernyataan itu. Untuk menghancurkan sesuatu biasanya dibutuhkan kekerasan untuk mencapainya. Ini jelas tindakan kekerasan. Temanmu menentang kekerasan dan menolak hal ini dihubungkan dengan Kristen, tapi dia benar² ingin menghancurkan Islam, dan tentunya Muslim pula. Lalu apa yang akan dilakukannya terhadap Muslim yang ingin tetap beriman Islam? Apakah dia akan menghancurkan para Muslim ini dengan cara membunuh mereka, dengan menyiksa mereka sampai mereka beralih memeluk Kristen? Ini adalah kekerasan. Apakah kau pikir menghancurkan orang lain seperti ini adalah ajaran Yesus?


Tanggapan Ali Sina:
Apakah Muslim benar² berdebat secara intelek tanpa muter² gak karuan dan nyasar ke logika jungkir balik (logical fallacies)?

Islam adalah sebuah ideologi. Ideologi² dihancurkan lewat argumen² dan bukan lewat kekerasan. Terlebih lagi, aku telah mengatakan berulang kali bahwa kekerasan adalah senjata pemungkas Islam. Tiada seorang pun yang bisa begitu beringas, perang dengan cara yang sangat kotor dan kejam, seperti Muslim. Kita tidak akan bisa menang perang lawan Muslim karena kita tidak bisa jadi sesadis mereka. Hanya Muslim saja yang mampu membunuhi orang² tak berdosa termasuk anak² dengan sengaja dan penuh kesadaran. Siapa yang lupa kejadian Beslan (Rusia)? Apakah ada orang lain yang mampu melakukan kejahatan sesadis itu? Tidak! Dengan begitu keinginan menang perang lawan Muslim hanyalah angan² belaka. Kenali terlebih dahulu musuhmu dan dirimu, begitu kata Sun Ze. Karena itu, kekerasan tidak perlu dipakai.

Islam adalah ketololan yang diliputi kegelapan. Kita tidak bisa menggunakan pedang melawan kegelapan; tapi kita soroti kegelapan itu dengan cahaya. Pengetahuan adalah cahaya. Begitu wujud Islam yang sebenarnya tampak nyata dan diketahui, maka Islam akan musnah sama seperti kegelapan sirna diterjang sinar mentari.

Semua Muslim adalah umat manusia, meskipun jika dibawah pengaruh Islam mereka bisa bertindak bagai binatang kesurupan. Kebanyakan umat Muslim tidaklah jahat. Mereka hanya tertipu saja dan tidak tahu banyak akan Islam. Begitu mereka melihat fakta sebenarnya akan Islam, maka mereka akan meninggalkannya.

Apakah semua Muslim mau melihat kebenaran dan meninggalkan Islam? Tidak. Lalat² tertarik pada kotoran dan lebah² tertarik pada bunga². Tujuan kami adalah untuk mencari lebah dan menunjukkan pada mereka letak bunga². Begitu sebagian besar umat Muslim meninggalkan Islam, biarkan saja Muslim lainnya yang ingin tetap berkubang dalam kotoran. Mereka tidak lagi bisa membahayakan.

Surat dari Alwi Alatas:
Kami, para Muslim, tidak pernah diajarkan untuk membenci orang lain, bahkan orang² Kristen sekalipun.
Jika ada beberapa Muslim yang membenci orang lain dan ingin menghancurkan orang² Kristen, mereka tidaklah sama dengan kebanyakan umat Muslim. Kami juga tak benci Yesus kok. Kami cinta Yesus dan sangat menghormatinya (lihat saja Qur’an jika kau tak percaya). Tapi mengapa sebagian orang Kristen begitu benci pada Nabi Muhammad SAW?


Tanggapan Ali Sina:
Lagi² dusta, lagi² taqiyah.

Penjelasan berikut adalah intisari dari forum Islam
http://quranicverse99.tripod.com/islamicways/id15.html
-------------------------------
“Salah satu unsur iman adalah al wala wal bara, yakni mencintai dan membenci demi Allâh saja. Ini merupakan salah satu iman yang terpenting dari Islam, setelah Tauhid. Allâh berkata dalam BukuNya:

Qur’an, Sura Ali Imran (3): 28
Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).

Qur’an, Sura An-Nisaa’ (4): 76
Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan setan itu, karena sesungguhnya tipu daya setan itu adalah lemah.

Ayat ini menjelaskan tentang al wala wal bara. Mereka yang beriman dan percaya akan melakukan al wala wal bara berperang di jalan Allâh dan memerangi musuh² Allâh untuk membela Din (agama) Allâh, sedangkan mereka yang tak beriman, akan berperang bagi dewa² berhala yang sebenarnnya tak ada. Allâh menjelaskan:

Qur’an, Sura Baqarah (2):193
Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang lalim.

Hanya orang² yang mencintai dan membenci di jalan Allâh saja yang akan melaksanakan perintah ini. Orang² inilah yang benar² mengerti makna of al wala wal bara, yang akan kami jelaskan sebagai berikut, Isya Allâh.

Sang Nabi SAW berkata: “Ikatan iman yang terkuat adalah kesetiaan demi kemenangan Allâh dan berperang demi kemenangan Allâh; mencintai demi kemenangan Allâh dan membenci demi kemenangan Allâh.”

Al wala wal bara bertujuan untuk memurnikan masyarakat dan menyingkirkan orang² durhaka. Contohnya, kita harus melawan orang² kafir. Salah satu tabiat kafir adalah menghabiskan waktu mereka untuk meraih kesenangan materi. Seorang Muslim yang tidak melakukan al wala wal bara akan meniru tabiat ini dan akhirnya mereka jadi lalai akan kewajiban mereka pada Allâh. Hal ini akan mengakibatkan Muslim tersebut jadi rusak moral, lalu membesarkan keluarga Muslim yang rusak moral pula, dan akhirnya merusak moral masyarakat Islam secara keseluruhan.
-------------------------------

Ini berarti jika kami para kafir bekerja keras banting tulang untuk memperbaiki taraf hidup kami, maka kami dianggap sebagai musuh Allâh, dan Muslim didorong untuk memurnikan masyarakat dengan cara membunuhi orang² seperti kami. Para kafir tidak pernah menunjukkan permusuhan terhadap umat Muslim. Jika kami bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, cari nafkah untuk dapat uang, menikmati hasil kerja keras, maka Muslim lalu menganggap kami sebagai musuh Allâh dan mereka membenci kami.

Ini nih contoh lain dari Muslim:
http://islamworld.net/docs/wala.html
-------------------------------
(Sesungguhnya) kami tersenyum pada sebagian orang, padahal dalam hati kami mengutuki mereka (orang yang sama).
[ Fath Al-Bāri, 10:544, mengutip dari Ibn Kathir, Tafsir, vol. 2, hal. 141-143]
-------------------------------

Siapapun yang ingin tahu betapa jahatnya Islam itu, silakan download buku ini. Buku ini membahas tentang al wal wal bara, ditulis oleh seorang Muslim.

Setiap orang yang berakhlak harus membenci kejahatan dan Islam adalah biang segala kejahatan. Islam harus dibenci. Islam harus dilawan. Islam harus ditumpas, jika umat manusia ingin bisa hidup dengan damai dan agar kebudayaan manusia dapat terus berkembang. Islam adalah malapetaka . Islam adalah alat Setan. Islam diciptakan untuk menghancurkan umat manusia.

Surat dari Alwi Alatas:
Temanmu mengatakan bahwa kisah kekerasan di Perjanjian Lama itu tidak benar dan Pentateuch hanyalah kibulan belaka. Ini berarti Alkitabmu itu ngawur, dan terdiri dari dongeng dan kibulan. Dongeng itu bukan kenyataan. Ali Sina sendiri lho yang ngomong begitu, dan bukan aku.

Tanggapan Ali Sina:
Aku memang bukan orang yang beragama kok. Aku ini mempelajari sejarah. Aku mempelajari sesuatu secara kritis. Memang benar Alkitab itu kebanyakan isinya adalah dongeng. Akan tetapi Alkitab bukanlah buku yang mengajarkan kejahatan. Qur’an bukan dongeng tapi ocehan tolol orang sakit jiwa yang sangat amat jahat.

Surat dari Alwi Alatas:
Ali Sina juga mengatakan 280 juta orang dibunuh oleh umat Muslim. Dapat data dari mana dia? Gw jadi ingin tahu ini, dan juga tercengang abiz dengan jumlah korban yang sangat besoar ini.

Tanggapan Ali Sina:
Ini adalah perkiraan yang ditulis oleh sejarawan India. (adadeh: Politik Islam: pembunuh terbesar segala jaman)

Angka ini bukanlah angka ngawur. Para sejarawan Muslim sendiri menghitung bahwa puluhan ribu orang mati gara² perang di jaman Muhammad. Iran kehilangan beberapa juta penduduknya gara² Islam. Jumlah kafir yang sama juga dibantai di Mesir dan negara² lain yang diserang Islam. Belum lagi serangan ke Eropa. Diperkirakan 80 juta warga Hindu mati di India saja. Pembantaian yang dilakukan Muslim Turki terhadap 1.5 masyarakat kafir Armenia merupakan yang terakhir. Lalu kita sekarang mengalami gelombang terorisme Islam yang baru. Telah terjadi lebih dari 16.000 serangan teroris sejak 9/11 dan mengakibatkan ratusan ribu orang mati.

Tak ada doktrin lain apapun yang mengakibatkan begitu banyak kematian dan kehancuran selain Islam, bahkan Nazisme dan Komunisme juga kalah.

Surat dari Alwi Alatas:
Temanmu mengatakan bahwa kekerasan bukanlah ajaran Yesus, dan bahwa Gereja dan Prajurit Salib menerapkan kekerasan karena mereka diserang Muslim. Maka ini berarti orang² Kristen mengikuti sesuatu (kekerasan) yang bertentangan dengan ajaran Yesus. Ajaran dari mana nih yang diikuti orang² Kristen? Dari musuh Yesuskah? Apakah mereka belajar akan kekerasan dari Muslim, atau dari orang lain?

Tanggapan Ali Sina:
Ya, orang² Kristen memang dipengaruhi oleh musuh² mereka, yakni para Muslim, sehingga menjadi penuh kekerasan. Mereka memang perlu membuang ajaran “berikan pipi kiri” dan harus melawan balik. Tapi kekerasan itu bagaikan obat bius. Begitu kau melakukannya, maka tak mudah untuk menghentikannya.

Contohnya, nih. Seorang pencuri yang doyan main bunuh masuk ke dalam rumahmu. Pemilik rumah yang cinta damai terpaksa melawan, mengambil pisau dan membunuhi pencuri itu. Tentunya kita bersyukur pemilik rumah bisa melindungi anggota keluarganya di rumah itu, tapi apakah kita lalu harus berterima kasih pada pencuri yang membuat pemiliki rumah menjadi seorang pembunuh?

Surat dari Alwi Alatas:
Sina juga mengatakan bahwa umat Kristen dan segenap umat manusia harus berterima kasih kepada para Pejuang Salib. Dia bahkan mengatakan Perang Salib terjadi gara² Muslim. Jika kita anggap hal ini sebagai kebenaran, maka seharusnya umat Kristen dunk yang harus berterima kasih pada Muslim, karena Muslim bisa membangkitkan semangat orang² Kristen. Mereka tidak seharusnya menghancurkan Islam dan Muslim, karena tak mungkin untuk berterima kasih dan menghancurkan pada saat yang sama.

Tanggapan Ali Sina:
Ngawurnya jalan pikiran Muslim tidak pernah berhenti mengejutkanku.

Surat dari Alwi Alatas:
Aku ingin menggaris bawahi bagian ini. Temanmu mengatakan kekerasan bukanlah ajaran Yesus. Lalu jelaskan padaku, apakah kekerasan itu perbuatan jahat? Apakah kekerasan itu sepenuhnya jahat dan jelek? Jika memang jahat, mengapa dunk Gereja dan Prajurit Salib melakukan kejahatan, apapun alasan di belakangnya. Sebaliknya, jika kau berpendapat kekerasan itu tidak sepenuhnya jelek dan memang perlu di beberapa kasus, maka kau tidak bisa menuduh orang lain jahat sepenuhnya jika mereka melakukan kekerasan, karena gerejamu juga beberapa kali melakukan hal yang sama.

Tanggapan Ali Sina:
Kekerasan adalah kejahatan jika diterapkan pada orang² tak bersalah. Tapi kriminal² yang melakukan kejahatan harus dihentikan dengan paksa. Kekerasan dalam usaha bela diri diperbolehkan. Umat Muslim adalah pihak yang selalu memulai penyerangan. Karena itulah, kekerasan yang dilakukan Muslim adalah kejahatan. Tapi negara Israel yang melawan balik penyerangnya tidaklah melakukan kejahatan, dan mereka memang harus melakukannya.

Anak kecil saja mengerti konsep² sederhana seperti ini, tapi Muslim tetap tak mengerti.

Gereja melakukan kekerasan tanpa alasan di Amerika Latin dan juga di masa Inquisisi. Gereja menjadi alat kejahatan dan melanggar ajaran Yesus. Itulah sebabnya banyak umat Kristen yang protes dan terjadi perang di Eropa. Semuanya ini terjadi gara² pengaruh Islam.

Surat dari Alwi Alatas:
Terlebih lagi, jika kekerasan bukanlah ajaran Yesus, mengapa Gereja dan Prajurit Salib tidak secara konsisten mencoba berbuat sesuai dengan ajaran Yesus, yang menentang kekerasan? Mengapa orang² Kristen musti mengikuti ajaran lain di luar ajaran Yesus? Apakah kau ingin mengatakan ajaran Yesus itu tidak lengkap? Apakah Yesus hanya mengajarkan damai dan tidak mengajarkan bagaimana berhadapan dengan perang sehingga umat Kristen tidak punya solusi di masa perang, sehingga mereka harus mengambil solusi dari ajaran lain? Mengapa Yesus tidak menganjurkan kekerasan tapi orang² Kristen melakukan kekerasan dari waktu ke waktu dan membunuhi banyak orang?

Tanggapan Ali Sina:
Yesus adalah seorang pasifis. Pasifisme tidaklah realistik. Dia beranggapan bahwa jika seseorang menunjukkan kebaikan pada orang lain, maka orang itu akan melihat kesalahannya dan meninggalkan kekerasan. Yesus itu orang baik, tapi dia bukan psikolog. Orang² narsis (menderita penyakit jiwa narsistik) malahan bertambah garang jika korbannya menawarkan pipi yang lain untuk ditabok. Orang² narsis akan semakin beringas dan bertambah jahat jika kau bertindak baik pada mereka. Narsistik adalah penyakit kejiwaan. Orang² sakit jiwa seperti ini hanya mengerti bahasa kekerasan.

Muslim adalah narsis. Mereka mewarisi penyakit jiwa ini dari Nabinya. Adalah kesalahan besoar untuk bersikap mengalah terhadap Muslim. Kekerasan yang dilakukan Muslim harus dihentikan dengan paksa. Orang² narsis itu hanya bisa berpikir menggorok lehermu atau tunduk padamu sepenuhnya. Mereka tidak mengerti konsep equlitas (kedudukan yang sama). Di jaman modern saat ini, masyarakat kafir dunia ingin memperlakukan Muslim sebagai manusia yang sederajat dan sikap ini malahan membakar Muslim untuk menyerang kafir dengan kekerasan. Para Muslim ini ingin jadi majikan kafir. Tunjukkan pada mereka siapa yang jadi boss, dan tak lama kemudian mereka akan menjilati sepatumu. Tendang mereka keluar dari negara kafir jika mereka demonstrasi di jalanan sambil teriak² “hancurkan demokrasi,” paksa mereka menelan obat sendiri. Jika mereka tidak ingin demokrasi, maka dengarkan permintaan mereka. Jangan beri mereka hak demokratis apapun dan tendang mereka keluar. Jika hal ini dilakukan, maka lihatlah, mereka akan bersikap penuh damai dan diam saja. Tekan Muslim di bawah kakimu dan mereka akan bersikap damai denganmu. Perlakukan Muslim sebagai orang yang sama denganmu, maka mereka akan menginjakmu di bawah kaki mereka.

Surat dari Alwi Alatas:
Orang² Kristen di sepanjang sejarah tidak hanya menyerang Muslim. Mereka juga membantai suku Indian di benua Amerika.

Tanggapan Ali Sina:
Gereja belajar untuk melakukan kekerasan dari para musuhnya. Setelah dipengaruhi Islam, gereja menjadi alat kejahatan. Muhammad adalah orang yang paling berpengaruh di sepanjang sejarah. Dia bahkan adalah Penguasa Dunia. Yesus berkata di Yohanes 14:30 bahwa, “penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikitpun atas diri-Ku.” Aku sedang merencanakan untuk menulis buku tentang bagaimana Muhammad mempengaruhi dunia ini dan bagaiman hampir setiap kejahatan di dunia dipengaruhi oleh roh kejahatan ini.

Surat dari Alwi Alatas:
Mengapa orang² Kristen membunuhi suku India? Apakah orang² Indian ini menyerbu Spanyol atau Eropa dan menyerang orang² Kristen, sehingga orang² Kristen balik membunuhi mereka? Mengapa orang² Kristen datang ke Amerika, menggunakan kekerasan, membunuhi penduduk asli, mencuri emas ke Spanyol untuk digunakan menghiasi gereja mereka? Apakah ini ajaran Yesus?

Tanggapan Ali Sina:
Wah, sungguh loethoe budak Allâh ini sehingga dia menanyakan pertanyaan² tentang perilaku Kristen, dan tidak mengajukan pertanyaan yang sama akan perilaku Muslim?

Mengapa para Muslim menyerang Persia, Mesir, Iraq, Syria, India, Spanyol, Magreb dan lain²? Apakah negara² ini menyerang Muslim? Muslim membantai jutaan kafir dan mencuri harta kafir untuk dibawa ke negeri mereka. Budak Allâh ini tidak bisa melihat balok kayu di kelopak matanya, taip bisa melihat kuman di ujung lautan. Hebat yah?

Surat dari Alwi Alatas:
Ini semua bukanlah ajaran Yesus, tapi mengapa umat Kristen melakukan kekerasan itu? Mengapa Gereja tidak pernah mengutuk perbuatan itu dan minta maaf kepada orang² Indian? Hal ini tidak hanya terjadi pada orang² Indian saja, tapi juga terhadap orang² Aborijin di Australia, dan juga orang² Afrika di Afrika Selatan. Orang² Aborijin tidak pernah menyerang Eropa dan membunuhi orang² Kristen. Orang² Afrika tidak pernah menyerang Eropa dan membunuhi orang² Kristen. Tapi mengapa orang² Kristen pergi ke tanah mereka, mengambil alih tanah mereka, dan memperlakukan mereka secara diskriminatif selama berabad-abad?

Tanggapan Ali Sina:
Pihak Vatikan dan Prostestan sudah secara resmi minta maaf pada penduduk asli Amerika atas pembantaian yang terjadi 400 tahun yang lalu.
hnn.us/roundup/entries/120670.html

Sekarang mana nih pernyataan maaf dari pihak Muslim atas kejahatan yang mereka lakukan? Persetan dengan permintaan maafmu. Hentikan semua pembunuhan atas nama Islam sekarang juga. Kejahatan² yang dilakukan Gereja terjadi ratusan tahun yang lalu, dan sudah lama berhenti. Tapi pembantaian² Islamiah terus saja terjadi sampai detik ini. Umat Muslim tidak sanggup untuk berhenti membantai kafir, sebab hal itu merupakan bagian dari ajaran Islam yang haus darah.

Surat dari Alwi Alatas:
Apakah orang² Kristen akan mengatakan bahwa kekerasan bukanlah ajaran Yesus, lalu mereka melakukan kekerasan, dan lalu masih mengaku sebagai pengikut Yesus? Dan setelah itu, sebagian dari mereka mengutuki Islam dan seluruh umat Mulsim atas kekerasan yang dilakukan oleh sebagian Muslim?

Tanggapan Ali Sina:
Orang² Kristen melakukan kekerasan tersebut di jaman dulu. Muslim sampai sekarang masih melakukannya. Haloo!! Yang sudah terjadi di jaman dulu ya bagian jaman dulu. Orang² Kristen jaman dulu melakukan kesalahan dan lalu sadar dan minta maaf. Muslim sih masih teruuuusss melakukan kesalahan itu sampai detik ini.

Surat dari Alwi Alatas:
Dan tentang Inquisisi dan perburuan para tukang sihir, hal ini adalah kebiasaan Kristen saja dan tidak dilakukan di dunia Islam. Maka mengapa Sina mengatakan Inquisisi dipengaruhi oleh Muslim? Bagaimana caranya Muslim bisa mengakibatkan Inquisisi dalam lembaga Kristen? Apakah temanmu itu ingin melemparkan semua tanggung jawab pada Muslim atas semua kekerasan yang dilakukan pihak Kristen?

Tanggapan Ali Sina:
Bukan, Pak. Mereka tidak melakukan kebiasaan Kristen. Tak ada satu pun ajaran Injil yang membenarkan perbuatan mereka. Hal ini merupakan pengaruh Islam terhadap Gereja. Muhammad-lah yang memerintahkan pembunuhan terhadap Muslim yang meninggalkan Islam, dan bukan Yesus. Muhammad-lah yang memerintahkan Muslim untuk berperang di jalan Allâh, bunuh dan jarah kafir yang tidak percaya padanya. Yesus tidak pernah mengajarkan hal seperti ini. Dia memerintahkan pengikutnya untuk mengebaskan sandal mereka dan meninggalkan kota yang menolak mereka.

Muslim tidak bertanggung-jawab atas kejahatan yang dilakukan orang Kristen. Aku menjelaskan bagaimana Gereja jadi sesat. Hal ini karena bukannya mereka mengikuti ajaran Yesus, tapi mereka malah mengikuti ajaran Islam.

Hal ini tak sulit untuk dimengerti. Kita para manusia memang saling mempengaruhi. Hari ini kebanyakan negara² kafir Barat malahan menerapkan hukum anti hujat Islam terhadap warga mereka sendiri. Hal ini dipengaruhi oleh Islam. Saati ini banyak para Hindu dan Kristen yang jadi radikal, dan tentunya ini bukan perkembangan yang baik. Bukannya mereka mengikuti ajaran damai agama² mereka, tapi mereka malahan jadi semakin mirip dengan Muslim. Aku tidak mengutuk mereka, karena aku tahu sumber kejahatan ini. Aku tidak akan mengutuk radikalisasi Hindu dan Kristen, tapi aku ingin menghancurkan Islam. Aku tahu jika Islam mati, maka Hindu dan Kristen radikal juga akan hilang.
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Alwi alatas debates Ali Sina

Postby Adadeh » Mon Oct 04, 2010 2:41 am

Topsy KreeT wrote:WAH ternyata sedang diterjemahkan MR. Adadeh...

Duh, sori yah.. Kita ternyata kurang koordinasi nih.
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Debat: Alwi Alatas versus Ali Sina

Postby bigkong » Mon Oct 04, 2010 8:09 am

Artikel bagus....
Top markotop dah, ayo slims mbok di baca buat pengetahuan selimin2 sekalian.
User avatar
bigkong
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 555
Joined: Wed Jun 30, 2010 2:49 am

Re: Debat: Alwi Alatas versus Ali Sina

Postby hati_nurani » Mon Oct 04, 2010 8:59 am

Aku pikir bang Adadeh dah lupa sama tugasnya... =P~ :supz: soalnya kemarin aku lihat udah hampir 1 minggu blm ada yg menterjemahkan diskusi ini, hehehe...piss...di tunggu 2 bagian berikutnya bang.
hati_nurani
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 35
Joined: Wed Feb 03, 2010 6:00 pm

Re: Debat: Alwi Alatas versus Ali Sina

Postby saia » Mon Oct 04, 2010 9:48 am

hmmm .... :-k
saia
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1355
Joined: Mon Oct 05, 2009 2:50 am
Location: Di seberang ka'bah mengamati kerumunan manusia dungu

270 juta Kafir Tewas Dibunuh Muslim

Postby Adadeh » Mon Oct 04, 2010 10:23 am

Ini tambahan keterangan tentang jumlah kafir yang tewas dibunuh Muslim dalam rangka jihad:

Air Mata Jihad

Jumlah angka ini adalah perkiraan kasar para kafir yang mati dibunuh Muslim dalam Jihad.

Africa

Thomas Sowell [Thomas Sowell, Race and Culture, BasicBooks, 1994, hal. 188] memperkirakan 11 juta budak negro dikapalkan ke Samudra Atlantik dan 14 juta dikirim ke negara² Islam Afrika Utara dan Timur Tengah. Untuk setiap satu budak yang ditangkap, orang² banyak lainnya mati. Perkiraan jumlah korban bervariasi. Missionaris David Livingstone memperkirakan untuk setiap budak yang akhirnya bisa mencapai perkebunan majikannya, lima lainnya terbunuh dalam usaha pernyerangan atau mati karena penyakit atau tidak kuat melakukan perjalanan panjang. [Woman’s Presbyterian Board of Missions, David Livingstone, hal. 62, 1888] Yang tidak diambil sebagai budak adalah anak² yang masih terlalu kecil, orang² yang terlalu lemah, yang berpenyakit, dan yang sudah tua. Mereka yang lemah ini akan mati juga dengan cepat sebab orang² kuat yang dulu menyediakan kebutuhan mereka telah dibunuh semua atau diambil sebagai budak. Jadi untuk menyerahkan 25 juta budak ke pasar budak, diperkirakan terjadi kematian sebanyak 120 juta orang. Islam menguasai semua perdagangan budak di Afrika.

120 million orang kafir Afrika tewas


Kristen

Jumlah orang Kristen yang martir dibunuh Islam adalah 9 juta [David B. Barrett, Todd M. Johnson, World Christian Trends AD 30-AD 2200, William Carey Library, 2001, hal. 230, table 4-10]. Perkiraan kasar oleh Raphael Moore dalam bukunya History of Asia Minor adalah 50 juta kafir lainnya tewas dalam perang Jihad. Dengan memasukkan jumlah orang² Kristen Afrika yang terbunuh di abad ke-20, maka jumlah korban adalah:

60 juta orang Kristen tewas


Hindu

Koenard Elst di Negationism di India memperkirakan 80 juta orang Hindu dibunuh dalam Jihad total di seluruh India. [Koenard Elst, Negationism in India, Voice of India, New Delhi, 2002, hal. 34.] Negara India sekarang hanyalah separuh dari luas negara India jaman dulu, dan ini terjadi gara² jihad. Pegunungan dengan India yang disebut Hindu Kush sebenarnya berarti “kuburan bagi umat Hindu.”

80 juta umat Hindu tewas


Buddha

Umat Budha tidak berperang melawan Muslim sehingga mereka dibantai habis. Ingatlah bahwa dalam jihad, hanya yang Kristen dan Yahudi saja yang boleh tetap hidup sebagai dhimmi (orang² yang dijajah Islam); yang lainnya harus memeluk Islam, dan jika tidak mau maka akan dibunuh. Jihad membantai umat Budha sampai bersih di Turki, Afghanistan, sepanjang Jalan Sutra, dan di India. Korban total diperkirakan mencapai 10 juta. [David B. Barrett, Todd M. Johnson, World Christian Trends AD 30-AD 2200, William Carey Library, 2001, hal. 230, table 4-1.]

10 juta umat Budha tewas


Yahudi

Tidak cukup banyak Yahudi yang dibunuh dalam jihad untuk bisa menghapus seluruh ras Yahudi di dunia. Jihad di Arabia secara efektif membunuhi Yahudi, tapi jumlah korban hanya mencapai ribuan, dan bukan jutaan. Setelah itu, Yahudi tunduk dan menjadi dhimmi (budak Muslim dan warga kelas dua) Islam dan tidak punya daerah kekuasaan apapun.

Jadi jumlah total yang terbunuh dalam Jihad adalah 270 juta kafir.
Image
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Alwi alatas debates Ali Sina

Postby Topsy KreeT » Mon Oct 04, 2010 10:29 am

duren wrote:Ga masalah walau dah ada di sebelah , cuma masalah tabrakan waktu aja tuh
Ntar bisa lanjut ke topic lain bro

Mari dukung translator baru FFI bung Topsy KreeT

=D> =D>

thanx atas dukungannya..
hehehe

karna udah terlanjur, gw postingkan aja sekalian kelanjutannya.
User avatar
Topsy KreeT
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2103
Images: 4
Joined: Tue Sep 22, 2009 8:32 pm
Location: Somewhere Far Away

Re: Alwi alatas debates Ali Sina

Postby Topsy KreeT » Mon Oct 04, 2010 10:30 am

LANJUTAN: BAGIAN 2


Ini adalah jawaban dari Alwi Alatas, budak Allah yang telah kujawab “kata-katanya” tentang islam:

Alwi Alatas
Dear Wim,
Biarkan saya memberikan respon kepada Anda, bukan untuk teman Anda yang bertujuan tidak untuk membahas Islam, dan aku ingin tahu maksud pernyataan ini 'gerakan seluruh dunia untuk menghadapi dan menghancurkan Islam.'. Untuk menghancurkan harus dengan menggunakan upaya kekerasan. Ini adalah tindakan kekerasan. Teman Anda menyangkal dan menolak kekerasan yang berhubungan dengan agama Kristen, tapi ia benar-benar ingin menghancurkan Islam , tentu saja Muslim. Lalu apa yang akan dia lakukan jika umat Islam ingin menjaga iman mereka? Apakah dia akan menghancurkan umat Islam dengan membunuh mereka, dengan menyiksa mereka sampai mereka mau masuk Kristen? Ini kekerasan. Apakah Anda pikir ini adalah ajaran Yesus, untuk menghancurkan orang lain?


Dapatkah Muslim benar-benar terlibat dalam perdebatan yang cerdas tanpa menggunakan logical falacy?

Islam adalah sebuah ideologi. Ideologi dihancurkan dengan argumen tidak melalui kekerasan. Lebih lanjut saya telah menyatakan berulang kali bahwa kekerasan adalah akar Islam. Tidak ada yang bisa menjadi seperti setan, menggunakan cara kotor dan bertindak kejam seperti muslim. Kita tidak pernah bisa menang melawan umat Islam melalui kekerasan karena kita tidak pernah bisa sama jahat seperti mereka. Hanya Muslim saja yang bisa membunuh orang yang tidak bersalah termasuk anak-anak. Siapa yang bisa melupakan Beslan? Dapatkah orang lain melakukan kekejaman seperti itu? Tidak! Karenanya mengalahkan Muslim melalui kekerasan perbuatan agak gila. Kenalilah musuhmu dan kenallah dirimu sendiri, itu apa yang dikatakan Sun Ze. Oleh karena itu, kekerasan harus ditinggalkan.

Islam adalah Kebutaan. Kami tidak mengangkat pedang terhadap kejahatan, kita harusnya menyalakan lampu. Pengetahuan adalah cahaya. Setelah kebenaran tentang Islam diketahui, maka islam akan dikalahkan seperti kegelapan pada saat matahari terbit.

Muslim tetaplah manusia, meskipun di bawah pengaruh Islam mereka bertindak seperti binatang. Kebanyakan Muslim tidak jahat. Mereka hanya tersesat dan tidak acuh pada iman mereka. Setelah mereka mempelajari kebenaran tentang Islam mereka akan meninggalkannya.

Apakah semua Muslim yang ingin mengetahui kebenaran dan meninggalkan Islam? Tidak. Lalat tertarik pada kotoran dan lebah tertarik dengan bunga. Tujuan kami adalah untuk menemukan lebah dan menunjukkan mereka bunga-bunga. Sekali mayoritas Muslim meninggalkan Islam biarkan sisanya berkecimpung dalam kotoran itu. Mereka tidak akan berbahaya.


Alwi Alatas
Tulisan teman Anda penuh kebencian. Mengapa dia begitu membenci orang lain, khususnya Muslim? Apakah ini ajaran Yesus, untuk membenci orang lain, untuk menyebarkan kebencian di antara orang-orang Kristen? Bukankah inti ajaran Yesus itu Cinta dan bukan kebencian? Lalu, mengapa ia mengisi hatinya dengan kebencian seperti itu?


Membenci ideologi yang mendorong kebencian tidak bukanlah kebencian. Jika aku benci diskriminasi, kekerasan, teror, pemukulan istri, pedofilia, pelanggaran HAM, dan fasisme, maka saya bukanlah orang yang penuh kebencian. Islam mendukung perbuatan-perbuatan jahat. Itulah doktrin kebencian yang harus dibenci oleh orang-orang baik dan harus diberantas.

Saya bukan Kristen. Tapi aku mengakui bahwa pesan Yesus adalah pesan cinta. Yesus berkata membenci dosa dan mengasihi orang berdosa. Aku benci Islam karena islam adalah dosa terbesar. Tapi aku telah mendedikasikan hidup saya untuk membantu Muslim. Jadi saya tidak membenci mereka sebagai manusia. Ribuan umat Islam telah meninggalkan Islam karena tulisan-tulisan saya. Jadi jelas argumen yang disajikan oleh budak ini “bisu”.

Alwi Alatas
Kami, Muslim, tidak pernah diajarkan untuk membenci orang lain, bahkan orang-orang Kristen. Jika ada beberapa Muslim yang membenci orang lain dan ingin menghancurkan mereka, ini bukan jalan utama masyarakat Muslim. kami tidak membenci Yesus. Kami mengasihi Yesus dan sangat menghormatinya (Anda dapat merujuk ke Al-Qur'an jika Anda tidak percaya saya). Lalu, mengapa beberapa orang Kristen begitu keras membenci Nabi Muhammad (saw)?


Lagi-lagi dusta dan pembohongan!
Berikut adalah kutipan dari situs islami
[url]quranicverse99.tripod.com/islamicways/id15.html[/url]
“Salah satu aspek iman adalah al wala wal baraloving dan membenci demi Allah saja. Itu salah satu kepercayaan yang paling penting dari Islam setelah Tauhid.”

Allah berfirman dalam kitab-Nya:
Let not the believers take disbelievers for their friends in preference to believers. Whoever does this has no connection with allah unless you are guarding yourselves against them as a precaution. Allah bids you to beware of himself. And to allah is the journeying. (Surat Ali Imran 3:28)


Terjemahan:
Janganlah orang- orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sekutu yang ditakuti mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu). (QS Ali Imran 3:28)




Those who believe do battle for the cause of Allah and those who disbelieve do battle for the cause of idols. So fight the friends of shaytaan. Surely, shaytaans strategy is always weak. (Suratun-Nisaa 4:76)

Terjemahan:
Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan setan itu, karena sesungguhnya tipu daya setan itu adalah lemah. (QS 4:76)


Ayat ini berbicara tentang al wala wal bara. Mereka yang memiliki iman dan kepercayaan dan bertindak dengan al wala wal bara untuk berperang demi Allah dan berperang melawan musuh-musuh-Nya untuk membela agamaNya , sementara mereka yang kafir berjuang untuk dewa yang tidak pernah ada.

Allah memerintahkan:
And fight them until fitnah (sedition, opposition) is no more and religion is for Allah.
(Suratul Baqarah 2:193)


Terjemahan:
Dan perangilah mereka itu sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) agama itu hanya untuk Allah belaka. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.
(Suratul Baqarah 2:193)


Hanya orang-orang yang cinta dan benci demi Allah akan bertindak atas perintah ini. Orang-orang inilah yang memahami makna al wala wal bara, yang akan dibahas di bawah ini, Insya Allah.

Nabi (sallallahu alaihi wa sallam) berkata: “Ikatan terkuat dari iman adalah kesetiaan demi Allah dan perlawan demi-Nya, cinta demi Allah dan permusuhan karena-Nya ".

Al wala wal bara bertujuan untuk memurnikan masyarakat dan menyingkirkan orang-orang dari semua keburukan. Sebagai contoh, kita dituntut untuk menentang cara orang-orang kafir. Salah satu kebiasaan mereka adalah membuang-buang waktu mereka dalam mengejar keinginan material. Seorang Muslim yang tidak bertindak berdasarkan al wala wal bara akan meniru kebiasaan ini dan karenanya menjadi lalai akan tugas-tugasnya kepada Allah. Hal seperti ini yang menghasilkan orang korup, yang akhirnya membesarkan keluarga korup, yang akan merusak masyarakat secara keseluruhan.

Ini berarti bahwa jika kita non-Muslim berusaha untuk bekerja dan lebih baik hidup kita, kita adalah musuh Allah dan maka Muslim diperintahkan untuk memurnikan masyarakat dengan membunuh kami. Non-Muslim tidak harus menunjukkan permusuhan apapun untuk Muslim. Jika kita mengejar kebutuhan materi kita, kerja, menghasilkan uang, menikmati hidup, kita adalah musuh dan mereka harus membenci kita.

Berikut ini adalah “ayat emas” lain:
(Sesungguhnya) kami tersenyum bagi sebagian orang, sedangkan hati kami mengutuk (orang-orang yang sama) [Fath. Al-Bari, 10:544, dikutip dalam Ibn Kathir, Tafsir, vol. 2, p. 141-143]


Jika ada yang tertarik untuk mempelajari bagaimana jahatnya Islam itu, download buku ini. Buku ini tentang wal bara al wal ditulis oleh seorang Muslim.
[url]islamworld.net/docs/wala.html[/url]

Setiap orang yang baik harus membenci kejahatan dan Islam sebagai ibu dari segala kejahatan. Islam harus dibenci. Ini harus ditentang. Ini harus diberantas, jika umat manusia ingin hidup dalam damai dan peradaban manusia tetap bertahan. Islam itu kekejian. Islam adalah senjata Iblis, telah diciptakan untuk menghancurkan umat manusia.

Alwi Alatas
Teman Anda mengatakan bahwa cerita kekerasan dalam Perjanjian Lama adalah tidak benar dan Pentateukh adalah mitos. Ini berarti Alkitab tidak sepenuhnya benar, beberapa isinya tidak benar dan mitos. Dan mitos bukanlah kebenaran. Itu dia, Ali Sina, yang mengatakan bahwa, bukan aku.


Saya tidak beragama. Saya seorang mahasiswa sejarah. Saya menilai sesuatu dari sudut pandang kritis. Ya, Alkitab sebagian besar mitos. Namun, bukan kitab jahat. Quran bukanlah mitos tetapi omong-kosong dari psikopat dan benar-benar jahat.

Alwi Alatas
Dia juga mengatakan bahwa 280.000.000 jiwa diperkirakan dibunuh oleh Muslim. Dari mana ia mendapatkan data ini? Saya ingin tahu, dan juga geli dengan angka yang menakjubkan itu.


Perkiraan ini dibuat oleh seorang sejarawan India. Sayangnya saya tidak mencatat nama penulis. Saya berharap seseorang yang memiliki informasi ini akan menjawabnya.

Jumlah ini tidak berlebihan. Sejarawan Muslim menghitung puluhan ribu kematian pada zaman Muhammad. Iran kehilangan beberapa juta penduduknya. jumlah serupa dibantai di Mesir dan negara-negara lain. Kemudian invasi Eropa. Sekitar 80 juta orang dibantai di India saja. Pembantaian 1,5 juta orang Armenia oleh Turki adalah pembantaian Islam paling terakhir. Kemudian masih ada lagi gelombang baru terorisme Islam. Lebih dari 16000 serangan teroris sejak 9 / 11 telah meninggalkan ratusan ribu kematian.

Tidak ada doktrin yang menyebabkan kematian lebih dari kehancuran oleh Islam, bahkan Nazisme dan komunisme pun tidak .



Alwi Alatas
Teman Anda mengatakan bahwa kekerasan bukanlah ajaran Yesus. Gereja dan Tentara Salib mengadopsi kekerasan karena mereka diserang oleh Muslim. Kemudian, itu berarti orang-orang Kristen mengadopsi sesuatu (kekerasan yaitu) dari luar ajaran Yesus. Dari mana orang-orang Kristen mengadopsi ide ini? Dari musuh Yesus? Apakah mereka belajar ini dari Muslim, atau dari orang lain?


Ya orang Kristen dipengaruhi oleh musuh-musuh mereka, kaum muslimin, untuk berbuat kekerasan. Sangat perlu bagi mereka untuk meninggalkan doktrin "jika pipi kiri ditampar berikan pipi yang kanan" dan melawan kembali. Tetapi kekerasan seperti narkoba. Sekali dipakai tidak mudah untuk meninggalkannya.

Katakan saja pencuri juga pembunuh membobol rumah Anda. Pemilik rumah yang baik hati kemudian mengabil pisau dan membunuhnya. Tentu kita harus berterima kasih kepadanya karena telah menyelamatkan kehidupan semua penduduk, tapi haruskah kita berterima kasih kepada pencuri karena memaksa orang untuk menjadi pembunuh?

Alwi Alatas
Sina juga mengatakan bahwa orang Kristen dan manusia harus berterima kasih kepada Tentara Salib. Bahkan ia mengatakan bahwa Perang Salib itu terinspirasi oleh Muslim. Jika kita menganggap ini benar, seharusnya orang-orang Kristen harus berterima kasih kepada Muslim, karena telah menginspirasi orang-orang Kristen. Mereka tidak seharusnya menghancurkan Islam atau Muslim, karena mustahil untuk berterima kasih dan menghancurkan sesuatu pada waktu yang sama.


Pemikiran absurd Muslim tidak pernah berhenti menakjubkan saya.

Alwi Alatas
Saya ingin menggaris-bawahi bagian ini. Teman Anda mengatakan bahwa kekerasan bukanlah ajaran Yesus. Kemudian menjelaskan kepada saya, apakah kekerasan merupakan hal yang jahat? Apakah itu benar-benar jahat dan buruk? Jika benar-benar jahat, Gereja dan para Tentara Salib berarti telah melakukan kejahatan, apapun alasan mereka. Sebaliknya, jika kekerasan tidak mutlak dilarang dan diperbolehkan untuk beberapa kasus, maka anda tidak bisa menuduh yang lain sebagai mutlak jahat hanya karena mereka melakukan kekerasan, karena gereja beberapa kali telah melakukan hal yang sama.


Kekerasan adalah kejahatan jika hal itu dilakukan kepada orang yang tidak bersalah. Tapi kekerasan oleh kriminal harus dihentikan dengan paksa. Kekerasan untuk membela diri diperbolehkan. Muslim selalu agresor. Jadi, kekerasan mereka adalah jahat. Tetapi jika sebuah negara seperti Israel melawan yang menyerang mereka, ya itu diperlukan.

Anak-anak tidak memiliki kesulitan untuk memahami konsep-konsep sederhana ini, tapi Muslim tampaknya akan terbelalak oleh mereka.

Gereja melakukan kekerasan tak beralasan di Amerika Selatan dan selama inkuisisi. Gereja menjadi alat kejahatan melanggar ajaran Yesus. Itulah mengapa banyak protes dan perang di Eropa. Itu semua berkat pengaruh Islam.

Alwi Alatas
Apalagi, jika kekerasan bukanlah ajaran Yesus, mengapa gereja dan tentara salib tidak konsisten mencoba untuk bertindak sesuai dengan ajaran Yesus, yang tidak melakukan kekerasan? Mengapa orang Kristen harus mengambil gagasan (yaitu kekerasan) dari luar ajaran Yesus? Apakah Anda ingin mengatakan bahwa ajaran Yesus tidak lengkap? Apakah Yesus hanya mengajarkan tentang perdamaian dan mengajarkan apa-apa bagaimana menghadapi perang atau pertempuran sampai batas tertentu bahwa orang Kristen tidak memiliki solusi apapun untuk mengatasi masalah mereka sendiri dalam waktu perang, sehingga mereka harus mendapatkan solusi mereka dari ajaran lain? Mengapa Yesus tidak mendukung kekerasan tetapi orang Kristen melakukan kekerasan dari waktu ke waktu dan banyak orang terbunuh?


Yesus adalah seorang Cinta Damai. Paham Cinta Damai tidak realistis. Dia menganggap bahwa jika seseorang menunjukkan kebaikan kepada orang lain, mereka akan melihat kesalahan dan meninggalkan kekerasan. Yesus adalah orang baik tapi bukan psikolog. Narsisis semakin berani jika anda memberikan pipi anda yang lain. Mereka meningkatkan agresi mereka dan menjadi lebih ganas jika anda baik kepada mereka. Narsisis memiliki gangguan mental. Yang mereka ngerti Cuma “adu otot”.

Muslim itu narsisis. Mereka telah mewarisi gangguan dari nabi mereka. Kesalahan besar untuk menerima umat Islam. kekerasan mereka harus dihentikan dengan kekuatan. Narsisis ada antara tenggorokan atau di kaki Anda. Mereka tidak bisa memahami konsep kesetaraan. Sekarang ini peradaban dunia ingin memperlakukan Muslim setara dengan yang lain dan itulah yang memicu kejahatan mereka. Mereka ingin menjadi tuan Anda, dan anda jadi budaknya. Tunjukkan kepada mereka siapa Bosnya dan segera mereka akanmenjilati sepatu bot anda. Tendang mereka keluar dari negaramu jika mereka berpartisipasi dalam demonstrasi membawa plakat mengatakan "kematian untuk demokrasi," buat mereka merasakan pahitnya obat mereka sendiri. Jika mereka tidak ingin demokrasi, dengarkan mereka. Jangan berikan hak mereka untuk membenci. “Tendang mereka”, anda akan melihat bagaimana mereka menjadi damai. Buat muslim ada di bawah sepatumu dan mereka akan aman. Memperlakukan mereka dengan derajat yang sama maka mereka akan membuat kamu di bawah sepatu mereka.

Alwi Alatas
Orang-orang Kristen di sepanjang sejarah tidak hanya menyerang umat Islam. Mereka membantai orang Indian di benua Amerika.


Gereja mempelajari kekerasan dari musuh nya. Setelah dipengaruhi oleh Islam mereka menjadi alat kejahatan. Muhammad adalah orang yang paling berpengaruh dalam sejarah. Sebenarnya, ialah penguasa dunia ini. Yesus dalam Yohanes 14:30 mengatakan, "Sebab Penguasa dunia ini dating dan ia tidak berkuasa sedikitpun atas diri-Ku" Saya merencanakan untuk menulis buku untuk menunjukkan bagaimana Muhammad telah mempengaruhi dunia ini dan hampir semua kejahatan di dunia ini entah bagaimana dipengaruhi oleh jiwa iblis ‘Muhammad’.

Alwi Alatas
Mengapa mereka datang dan membunuh orang-orang Indian? Apakah India telah sebelumnya datang ke Spanyol atau Eropa menyerang orang-orang Kristen, sehingga orang Kristen punya alasan untuk membunuh orang-orang ini? Mengapa orang Kristen datang ke Amerika, menggunakan kekerasan, membunuh orang asli, dan membawa emas mereka ke Spanyol, di mana beberapa emas berdarah ini digunakan untuk gereja? Apakah itu ajaran Yesus?


Bukankah ini sangat sangat lucu, ‘hamba Allah’ ini menanyakan pertanyaan-pertanyaan tentang orang Kristen yang semua orang pun setuju itu sesat tapi tidak menanyakan hal yang sama tentang Islam?

Mengapa Muslim menyerang Persia, Mesir, Irak, Suriah, India, Spanyol, Magreb dan tempat-tempat lain? Apakah negara-negara ini menyerang Muslim? Muslim membantai jutaan orang dan menjarah negara-negara itu. Budak Allah ini tidak dapat melihat balok di mata sendiri tetapi dapat mendeteksi bercak di mata orang lain. AMAZING, Luar Biasa.

Alwi Alatas
Jika itu bukan ajaran Yesus, mengapa orang-orang Kristen melakukan kekerasan seperti itu? Dan mengapa gereja tidak pernah mengutuk tindakan tersebut dan meminta maaf kepada orang Indian? Hal ini tidak hanya terjadi pada Indian, tetapi juga untuk suku Aborigin di Australia, dan orang Afrika di Afrika Selatan. Suku Aborigin tidak pernah datang ke Eropa untuk menyerang orang Kristen. Orang-orang Afrika tidak pernah pergi ke Eropa untuk menyerang orang Kristen. Lalu mengapa orang-orang Kristen pergi ke tanah orang-orang ini, mengambil tanah mereka, dan mendiskriminasikan mereka selama puluhan tahun dan berabad-abad?


Vatikan dan Protestan telah secara resmi meminta maaf atas pembantaian penduduk asli Amerika yang terjadi 400 tahun yang lalu.
[url]hnn.us/roundup/entries/120670.html[/url]
Lalu adakah permintaan maaf Muslim atas kejahatan mereka? Persetan dengan permintaan maaf kalian. Hentikan pembunuh2an sekarang. Kejahatan Gereja terjadi ratusan tahun yang lalu. Pembantaian Islam tidak pernah berhenti. Mereka tidak bisa berhenti karena itu adalah bagian dari keyakinan ‘haus darah’ mereka.


Alwi Alatas
Apakah orang-orang Kristen mengatakan bahwa kekerasan bukanlah ajaran Yesus, kemudian mereka melakukan kekerasan, dan kemudian mereka mengatakan mereka adalah pengikut sejati Yesus? Dan setelah itu, beberapa dari antara mereka mengutuk Islam dan Muslim seluruh dunia atas kekerasan yang dilakukan oleh beberapa kaum muslimin?


Orang-orang Kristen melakukan kejahatan-kejahatan di masa lalu. Muslim malah melakukannya sampai detik ini. Hello! Masa lalu adalah masa lalu. Orang Kristen melakukan kesalahan dan mereka meminta maaf untuk itu. Muslim malah terus berbuat salah.

Alwi Alatas
Dan tentang inkuisisi dan pemburuan penyihir, semua itu lembaga-lembaga Kristen dan tidak pernah didirikan di dunia Muslim. Lalu bagaimana mungkin ini Sina mengatakan lembaga-lembaga tersebut diilhami oleh Muslim? Dengan cara apa Muslim menginspirasi orang-orang Kristen? Apakah teman anda ingin melemparkan tanggung jawab kepada umat Islam atas kekerasan yang dilakukan oleh orang Kristen?


NO Sir. Mereka tidak lembaga Kristen. Tidak ada dalam Injil yang membenarkan mereka. Semua itu pengaruh Islam di Gereja. Muhammadlah yang mengatakan membunuh siapa-siapa yang meninggalkan iman mereka, bukan Yesus. Muhammad juga yang mengatakan berperanglah di jalan Allah, membunuh dan menjarah orang-orang yang tidak percaya. Yesus tidak pernah mengatakan hal seperti itu. Ia memerintahkan pengikutnya untuk menggoyang sandal mereka ketika mereka meninggalkan kota.

Tidak, Muslim tidak bertanggung jawab atas kejahatan orang-orang Kristen. Saya menjelaskan bagaimana Gereja tersesat. Hal ini bukan karena mengikuti ajaran Yesus tapi mereka terinspirasi oleh Islam.

Hal ini tidak sulit untuk dipahami. Kita manusia saling mempengaruhi. Saat ini sebagian besar negara-negara barat menerapkan “Hukum penghujatan Islam” pada warga negara mereka sendiri. Hal ini dipengaruhi oleh Islam. Saat ini banyak orang Hindu dan Kristen menjadi radikal, itu adalah suatu reaksi. Ya orang-orang ini meninggalkan ajaran-ajaran iman mereka sendiri dan menjadi lebih seperti Muslim. Aku tidak menghukum mereka, aku tahu sumber kejahatan ini. Daripada mengutuk Hindu dan radikalisasi Kristen saya lebih kepingin menghancurkan Islam. Saya tahu bahwa dengan kematian Islam, radikalisasi Hindu dan Kristen juga akan hilang.
User avatar
Topsy KreeT
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2103
Images: 4
Joined: Tue Sep 22, 2009 8:32 pm
Location: Somewhere Far Away

Re: Alwi alatas debates Ali Sina

Postby Topsy KreeT » Mon Oct 04, 2010 10:33 am

LANJUTAN: BAGIAN 3

Alwi Alatas:
Dan sekarang, mari saya jelaskan tentang jihad dan posisi Islam dalam hal ini. Saya harus mulai dari istilah yang sangat dasar yaitu 'agama' seperti yang digunakan oleh orang Kristen dan 'din' seperti yang digunakan oleh Al-Qur'an. Kata 'Agama' berdasarkan Cambridge Dictionary berarti “keyakinan dan menyembah tuhan atau dewa, atau sistem seperti keyakinan dan ibadah”. Sederhananya, agama merupakan sistem keyakinan dan ibadah. Dengan kata lain, hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah. Agama tidak berbicara tentang negara, dan tidak berbicara sistem sosial, juga tidak mengandung ide tentang pengetahuan duniawi, dan tak ada hubungannya dengan urusan duniawi. Semua itu berdasarkan bahasa dan definisi agama. Itu sebabnya para sarjana Barat, khususnya sosiolog dan antropolog, selalu menempatkan agama sebagai bagian budaya, dan bukan di level yang sama dengan itu. Ini juga mengapa Kristen hanya bicara tentang perdamaian, dan tidak memiliki pengajaran tentang perang. Jadi, ketika ternyata pada waktu perang, mereka tidak bisa menghindari, mereka harus 'pergi keluar' untuk sementara dari agama untuk meminjam dan membenarkan konsep perang (kekerasan) dari sistem lain, yang sebenarnya tidak agama menurut agama mereka.

Orang-orang Kristen memahami agama - agama mereka, yaitu Kristen, dan agama lain - seperti itu. Tetapi Islam bukan hanya agama, islam itu “din”. Din memiliki makna yang berbeda dengan agama. Din tidak hanya sebuah sistem kepercayaan dan ibadah, melainkan seluruh sistem kemanusiaan, itu 'peradaban yang lengkap’, seperti yang disebutkan oleh H.A.R Gibb (dan dia bukan seorang Muslim). Dengan demikian, sistem ibadah hanya sebagian dari Islam. Sebagai peradaban yang lengkap, Islam juga berbicara tentang negara, hukum, sistem ekonomi dan sosial, tentang manusia dan masyarakat, dan tentang perdamaian dan perang. Singkatnya, Islam mengajarkan tentang urusan duniawi dan setelah urusan dunia. Oleh karena itu, kita tidak dapat membandingkan ‘din’ dengan agama, sebaliknya kita harus membandingkan ‘din’ dengan negara dan peradaban. Kita tidak bisa memahami Islam hanya sebagai agama, sepeerti orang Kristen memahami kekristenan mereka. Dari sudut pandang ini, kita memahami mengapa Islam mendukung perang, begitu pula kedamaian, sama seperti peradaban lain juga mengatur perang dan perdamaian (dan bukan hanya perdamaian). Kemudian, untuk pertanyaan mengapa Islam mengijinkan jihad dan perang sama saja dengan pertanyaan mengapa Amerika Serikat, atau negara lain, menetapkan dan memungkinkan pasukan perang?



Wonderful, Luar Biasa! Saya tidak bisa mengatakan yang lebih baik dari itu. Itulah argument yang saya buat dalam Pengantar FreedomBulwark. Silahkan membacanya di homepage.
Terima kasih untuk mengkonfirmasikan semua yang saya katakan. Inilah tridimensionality (tiga segi) Islam yang membuatnya jahat.
Selain agama, Islam adalah juga Negara dan menjadi kewajiban kita untuk berjuang memeranginya karena Islam adalah Negara yang memerangi kita. Kesopanan agama islam sangat tipis. Muslim harus memutuskan Negara mana yang dipilih. Mereka tidak dapat memiliki loyalitas ganda. Jika mereka ingin menjadi bagian dari kita mereka harus meninggalkan Islam,tetapi jika mereka ingin menjadi bagian dari Islam mereka harus diusir dari negara kita. Kita tidak bisa hidup dengan musuh yang menusuk dari belakang.

Alwi Alatas:
Dengan demikian, berbicara Islam tentang jihad. Jihad berarti perjuangan, dari perjuangan pribadi terhadap keinginan jahat seseorang untuk perjuangan dalam perang melawan musuh di perang.


Pertama-tama, Jihad hanya berarti berperang dan membunuh. Perjuangan melawan diri adalah penipuan yang ditolak oleh banyak ulama.

Dalam karyanya ‘Join the Caravan’, Sheikh Abdullah Azzam Yusif mengatakan:
“We have returned from the lesser jihad (battle) to the greater jihad (jihad of the soul)” which people quote on the basis that it is a hadith, is in fact a false, fabricated hadith which has no basis. It is only a saying of Ibrahim Ibn Abi `Abalah, one of the Successors, and it contradicts textual evidence and reality.


Terjemahan bebas:
"Kami telah kembali dari jihad kecil (perang) ke jihad besar (jihad jiwa)" yang orang mengutip atas dasar bahwa itu adalah sebuah hadits, sebenarnya itu sebuah hadits palsu hasil fabrikasi yang tidak memiliki dasar. Disitu hanya disebutkan Ibrahim Ibnu Abi `Abalah, salah satu tabiin, dan itu bertentangan dengan bukti-bukti tekstual dan realitas.


Syaikh Abu Qatadah Al-Filistini menulis:
Ada pepatah, "Kami telah kembali dari Jihad kecil (perang) ke jihad yang lebih besar”, dimana orang mengutipnya atas dasar bahwa itu adalah hadits, yang sebenarnya palsu, yang tidak memiliki dasar. Berdasar keyakinan ini, berjuang melawan keinginan diri dianggap jihad yang besar, dan membuat Jihad dari medan perang sebagai Jihad kecil. Namun, itu hanyalah perkataan Ibrahim bin Abi Ablah salah satu tabiin, dan itu bertentangan dengan bukti-bukti tekstual dan realitas.

Dikatakan Ibnu Taiymiyyah dalam Al-Furqan PP. 44-45:
"Hadits ini tidak memiliki sumber dan tak seorang pun di bidang pengetahuan Islam telah meriwayatkan itu. Jihad melawan orang-orang kafir adalah yang paling mulia dan bahkan tindakan itu adalah tindakan yang paling penting bagi umat manusia."


Al-Khateeb al-Baghdadi melaporkan hadis yang dimaksud Doif (lemah) karena periwayatnya Khalaf bin Muhammad bin Ismail Al-Khiyam. Al-Haakim berkata, "hadits-nya tidak dapat dipercaya". Abu Ya'la Al-Khalili berkata, "Dia sering memalsukan hadis yang sangat lemah dan tak diketahui riwayat penyampainya." (Mashari-ul-Ashwaq, Ibnu Nuhas 1/31).

Ada juga narator Yahya bin Al-Ula yang dikenal pembohong dan pemalsu hadits (Ahmad). Amru bin Ali, An-Nasai dan Ad-Daraqutni menyatakan, "Hadis-nya tak dapat dipercaya." Ibnu Adi menyatakan, "Hadis-nya adalah palsu." (Tahzeeb-ut-Tahzeeb 11/261-262)

Ibnu Hajar berkata, "Ia dituduh memalsukan hadis." (At-Taghrib). Adh-Dhahabi berkata, "Abu Hatim mengatakan bahwa ia bukan periwayat yang kuat, Ibnu Ma'een mengklasifikasikannyaa lemah dan Ad-Daraqutni berkata bahwa ia harus diabaikan."

Hadits ini juga bertentangan dengan ayat-ayat yang jelas dari Al Qur'an. Allah Yang Maha Perkasa, Majestic, mengatakan (Translation of the Meaning):
“Not equal are those of the believers who sit (at home), except those who are disabled (by injury or are blind or lame, etc.), and those who strive hard and fight in the Cause of Allah with their wealth and their lives. Allah has preferred in grades those who strive hard and fight with their wealth and their lives above those who sit (at home). Unto each, Allah has promised good (Paradise), but Allah has preferred those who strive hard and fight, above those who sit (at home) by a huge reward; Degrees of (higher) grades from Him, and Forgiveness and Mercy. And Allah is Ever Oft*******Forgiving, Most Merciful.” Qur’an (4:95-96)

Terjemahan:
Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak turut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derjat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar.
(yaitu) beberapa derjat dari pada-Nya, ampunan serta rahmat. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nisa 4:95-96)


Alwi Alatas: /[u]
Islam tidak mengijinkan Muslim untuk membunuh perempuan, anak-anak, orang tua, dan pendeta yang berdoa di gereja mereka. Tidak hanya itu, juga tidak diperbolehkan umat Islam untuk menyerang mereka yang memilih perdamaian dan ingin menandatangani perjanjian damai dengan Muslim.


Seperti yang saya nyatakan sebelumnya, tidak pernah menjadi tradisi Islam untuk membunuh semua orang. Mereka membunuh pria sehat dan memperbudak sisanya. Tentu saja mereka juga akan membunuh anak-anak dan perempuan jika mereka mau, tetapi mereka tak perlu melakukan itu. Muhammad membunuh wanita2 dan ketika seseorang melaporkan anak-anak juga tewas, katanya, "Mereka itu bagian dari mereka."

Namun, memang benar bahwa umumnya perempuan dan anak-anak kafir terhindar dari pembunuhan oleh Muslim karena mereka lebih berharga sebagai budak daripada mati. Tujuan penyerangan Islam tidak pernah untuk memusnahkan semua kafir karena lahan pertanian membutuhkan pekerja. Kafir telah menjadi lemah sehingga diperbudak untuk bekerja keras bagi Muslim dan membayar pajak kepada Muslim.

Perdamaian, dalam Islam berarti hanya satu haL, yaitu: TUNDUK. Anda harus menyerahkan dan menerima status terikat (dhimmi), membayar biaya perlindungan dan merasa terhina dan ditundukkan. Itulah arti perdamaian dalam Islam.

Kami tidak menginginkan perdamaian Anda. Kami menginginkan kebebasan kami dan jika umat Islam menginginkan perdamaian menurut istilah mereka, silahkan pergi dari negara kami dan kembali ke lubang neraka darimana kalian berasal. Ini adalah tanah bebas bagi orang-orang yang ingin bebas. [u]Kami tidak ingin menjadi budak atau diperbudak dewa bulanmu.

Alwi Alatas: /[u]
Tidak benar bahwa Muslim diperintahkan untuk membunuh semua orang dewasa, sehingga mereka dapat memperbudak orang-orang Kristen. Muslim tidak memperbudak orang Kristen yang tinggal di wilayah mereka. Orang-orang Kristen yang hidup berdampingan dengan tetangga mereka yang Muslim. Ya, mereka hidup sebagai dzimmi dan mereka harus mengakui umat Islam sebagai tuan mereka, karena umat Islam memegang kekuasaan dan otoritas di daerah itu. Tapi mereka bisa beribadah secara bebas. Mereka bisa terlibat dalam kehidupan ekonomi dan menjadi orang kaya. Mereka bisa belajar pengetahuan dan pekerjaan yang ditekuni. [u]Dan sampai batas tertentu, mereka bisa bekerja di pemerintahan Muslim.
Muslim tidak membunuh atau memperbudak mereka. Muslim tidak memaksa mereka beralih memeluk Islam. Muslim tidak mengusir mereka ke daerah lain hanya karena mereka Kristen.


Astaganaga!! Dari mana Anda menemukan muslim ini, wahai Wim? Terima kasih banget nih. Mullah ini membuat pekerjaan saya jadi begitu mudah.

Wow! Apakah Anda membaca itu? Budak Allah ini mengakui bahwa orang Kristen setelah ditaklukkan Muslim di negara mereka sendiri, diturunkan derajatnya menjadi dhimmi dan harus mengakui bahwa umat Islam adalah majikan mereka. Inilah apa yang ditunggu orang barat **** yang berpikir Islam harus diterima sebagai agama lain.

Saya telah berdebat dengan ribuan umat Islam dalam 13 tahun terakhir dan baru kali ini aku bertemu seseorang yang sangat jujur seperti Muslim yang satu ini.

Jadi, Anda ingin non muslim mengakui bahwa Anda adalah penguasa setelah Anda menjadi mayoritas? Mengapa kami tidak memberikan rasa pahit itu kepada Anda dan memperlakukan anda sebagai yang terikat (bonded)? Kami mayoritas sekarang dan memiliki wewenang di tanah ini. Beri aku satu alasan mengapa kami tidak harus membuat anda ‘terikat’, memungut jizyah dari anda, meminta Anda mengakui kami sebagai tuan? Anda dapat hidup berdampingan dengan kami, dan kami memberikan anda damai selama Anda mengakui penguasaan kami. Anda dapat terlibat dalam perdagangan dan pada tingkat tertentu juga dapat terlibat dalam pemerintah. Bagaimana, maukah Anda seperti itu?

Anda tidak akan suka, kan? Anda hanya menginginkan ini untuk orang lain. Itulah sebabnya saya katakan muslim tidak mengerti Golden Rule. Mengapa kita membiarkan mereka hidup diantara kita?


Alwi Alatas:
Mengapa temanmu marah karena Muslim menjadi tuan orang Kristen minoritas di wilayah mereka? Ada banyak orang Kristen minoritas lainnya di bagian lain dari dunia ini, dan mereka tidak hanya dikuasai oleh kaum Muslim. Kristen juga minoritas di India dan dikuasai oleh Hindu, dan teman Anda tidak mengeluh itu. Orang-orang Kristen minoritas di Thailand dan mereka dikuasai oleh umat Buddha, dan teman Anda tidak mengutuk mereka. Orang-orang Kristen pun minoritas di Cina dan dikuasai oleh Komunis, dan teman Anda tidak mengkritik. Mengapa ketika orang-orang Kristen dikuasai oleh umat Islam, sementara mereka diperlakukan dengan baik, jauh lebih baik daripada sikap orang Kristen terhadap umat Islam di masa lalu, maka ini Sina menjadi marah dan mengutuk Muslim begitu buruk?


Tunggu dulu! Anda terlalu cepat mengambil kesimpulan, Mr Alwi Alatas. Siapa bilang orang Kristen di India, Cina atau di Thailand dikuasai oleh mayoritas Hindu dan Buddha? Ini tidak benar sama sekali. Mereka adalah warga negara seperti orang lain. Cina memang negara komunis. Komunisme adalah fasistik dan dalam banyak hal menyerupai Islam. Tetapi konsep menjadi majika atas masyarakat minoritas adalah sebuah konsep jahat yang hanya ada dalam Islam. Nazisme memiliki konsep yang sama ras majikan. Kami mengalahkan bahwa doktrin jahat. Islam menyembunyikan realitas di bawah topeng agama. topeng itu sekarang dihapus dan kebenaran akan terkuak.

Kristen tidak pernah menganiaya kaum muslimin. Mereka hanya menendang mereka keluar dari Spanyol dan sekarang sudah saatnya kita menendang mereka keluar dari barat. Mereka yang ingin menjadi bagian dari kita dan bergabung dipersilakan untuk tinggal dan bahkan pindah dari negara-negara Islam. Tapi mereka yang setia dengan negara Islam, yang ingin menaklukkan kami dan menjadi tuan kami, harus bersiap dan pergi.

Alwi Alatas:
Selain itu, minoritas Muslim yang tinggal di negara-negara Barat, mereka tidak memiliki pilihan lain kecuali untuk hidup sesuai dengan peraturan barat. Dan teman Anda berkata, "Saya berharap situs ini akan membangkitkan sebuah gerakan di seluruh dunia yang mencintai kebebasan masyarakat untuk bangkit melawan Islam dan mengusir islam dan kronco-kronconya keluar dari negara mereka." Apakah ini suatu tindakan cinta, dan apakah itu apa yang disebutnya kebebasan? Apakah dia mempelajari hal ini, - mengusir orang lain, membenci mereka, dan untuk menghancurkan agama mereka- , dari Yesus? Lalu, bagaimana mungkin Yesus mengajarkan cinta dan benci, memeluk dan mengusir, perdamaian dan menghancurkan, pada saat yang sama?


Muslim hidup di negara-negara non-Muslim tidak terikat dan mereka tidak diminta untuk mengakui penguasaan non-Muslim. Hukum di negara-negara beradab memberikan hak yang sama untuk semua warga negara. Tidak ada perbedaan antara siapa pun. Konsep budak dan majikan sangat menjijikkan dan memuakkan bagi kita.

Yesus adalah seorang guru spiritual. Ia mengatakan kerajaan saya bukan dari dunia ini. Tapi kita hidup di dunia ini dan kita perlu aksi politik dan bahkan berjuang untuk menjaga kebebasan kita.

Alwi Alatas:
Teman Anda mengatakan bahwa wilayah Palestina itu hampir kosong dari komunitas non-Yahudi sebelum abad kedua puluh. Lalu mengapa orang-orang Yahudi tidak secara langsung menyatakan Palestina sebagai negara mereka ketika Inggris memberikan wilayah ini sebagai rumah nasional mereka pada tahun 1917. Tempat itu kosong dari non-Yahudi, menurutnya, lahan itu diberikan kepada mereka oleh Inggris, lalu mengapa tidak mendeklarasikan sebagai negara mereka dan mengapa harus menunggu sampai 1948. Jika kawasan ini kosong dari non-Yahudi, mengapa kita mendengar begitu banyak konflik antara penjajah Yahudi dan penduduk Arab pada paruh pertama abad kedua puluh, dan mengapa statistik menunjukkan komposisi penduduk Yahudi sebagai minoritas di awal abad kedua puluh? Sipa yang mayoritas pada saat itu? Apakah mereka hantu, atau binatang? Teman Anda (A Sina) mengatakan bahwa Palestina telah meninggalkan tempat dan kemudian Arab dari Yordania datang ke wilayah ini untuk bekerja dengan orang-orang Yahudi yang datang kembali ke Palestina. Kapankah itu terjadi? Ada 2 jutaan pengungsi Palestina di Yordania saat ini. 2 juta, termasuk bahwa Ratu Rania! Mereka Orang Palestina, tidak Yordania! Apakah teman Anda ingin mengatakan bahwa ada banyak Yordania pergi ke Palestina sekitar abad yang lalu, sementara pada saat yang sama ada dua jutaan pengungsi diusir dari Palestina ke Yordania? Mengapa tidak teman Anda langsung ke Palestina hari ini dan memeriksa berapa banyak warga Palestina yakin yang hidup sekarang ini yang awalnya berasal dari Yordania?


Klaim bahwa Palestina adalah lahan kosong tidak dibuat oleh saya. Pernyataan ini dibuat oleh dua lusin orang yang namanya saya kutip di tanggapan pertama saya. Saya pun sudah memberikan link untuk penelitian lebih lanjut.

Biarkan saya bicara tentang pengungsi Palestina. Jordan tidak pernah ada sampai Inggris menamakannya Jordan Hashemi dan memberikannya kepada keluarga ini untuk menjalankan adalah sebagai hacienda mereka sendiri. Jordan itu ya Palestina.

Jadi Ratu Jordan pengungsi? Lelucon macam apa ini. Maksudmu dia tinggal di tenda menunggu pemusnahan kaum Yahudi sehingga dia dapat kembali “rumah”?

Kampung Orang Palestina di Yordania. Dari sanalah mereka datang dan disanalah mereka berasal. Selebihnya mereka harus berkemas dan pulang. Israel milik orang Yahudi. Mereka memiliki klaim sejarah atas tanah itu, jauh sebelum orang lain.



Alwi Alatas:
Saya ingin tahu kenapa temanmu begitu membenci Islam dan membela orang-orang Yahudi pada waktu yang sama. Saudara Kristen kamu di Israel dikuasai oleh orang Yahudi, dan mereka diperlakukan sebagai orang kelas dua, tidak lebih baik daripada Muslim. Namun, si Sina tidak mengeluh, malah memilih untuk membela orang-orang Yahudi. Orang-orang Yahudi telah membunuh Yesus, sebagaimana disebutkan dalam Alkitab, dan mereka menuduh dia sebagai nabi palsu. Kami, Muslim, tidak membunuh Yesus. Kami menghormati dia sebagai seorang Nabi besar, dan menghormati ibu perawan nya juga. Bahkan, kami mengharapkan kedatangan Yesus di akhir zaman. Lalu, mengapa teman Anda begitu membenci umat Islam dan membela orang Yahudi yang bahkan tidak menghormati Yesus dan tidak pula orang Kristen di Palestina hari ini? Apakah dia benar-benar mengikuti Yesus?


Aku tidak peduli segala kepercayaan orang Yahudi, Kristen, Muslim, Hindu, Budha, atau ateis. Saya buta agama. Saya melihat setiap orang sebagai sesama manusia. Semua manusia adalah sederajat di mataku. Tapi, jika Anda menganut “ajaran” yang mengatakan Anda harus menguasai, saya akan menjadi musuh Anda. Aku tidak suka dikuasai, saya tidak ingin menjadi tuan dan saya tidak ingin orang menguasai saya.

Tidak, orang-orang Kristen di Israel tidak dikuasai oleh orang Yahudi dan mereka tidak diperlakukan sebagai warga kelas kedua. Konsep barbar tidak ada di antara orang lain selain Muslim. Semua orang telah berevolusi dan menertawakan ide ini.

Kau muslim memang tidak membunuh Yesus karena kau tidak bisa. Tapi kamu membunuh orang lain yang menentang Muhammad yang mengaku sebagai utusan Tuhan. Bukankah Muslim yang membunuh Ali Muhammad Bab, seorang pemuda yang tidak menyakiti siapa pun? Muslim membunuh ribuan Baha'i, dan terus membunuh Ahmadiyah. Jika Yesus muncul menghadapi Muhammad, pastilah anda akan membunuhnya juga.

Alwi Alatas:
Dan kemudian teman anda mengatakan bahwa "Saddam tidak memiliki senjata pemusnah massal. Dia memindahkannya ke Suriah". Ini luar biasa.. Sekarang AS dapat menyerang Suriah. Kemudian setelah mereka menyerang Syria, mereka bisa berkata, "Oh, Suriah telah memindahkan senjata ke Iran." Kemudian mereka menyerang Iran dan setelah itu mereka berkata, "Ups, kami terlambat, Iran telah memindahkan senjata ke Saudi." Dan seterusnya .... Seberapa pintar intelijen Amerika!


Saddam menggunakan senjata pemusnah massal terhadap suku Kurdi. Jadi dia memang memiliki senjata itu. Sudah jelas bahwa ia akan menyembunyikannya. Di mana lagi bisa menyembunyikan mereka selain di Suriah?


Alwi Alatas:
Lalu ia mengatakan AS menyerang Irak hanya untuk menghapus pemimpin lalim, untuk membebaskan orang-orangnya, dan menghabiskan banyak uang untuk membantu negara ini, tanpa niat apapun untuk mendapatkan banyak keuntungan darinya? Betapa kudus dan mulia misinya itu. Sekarang mari saya mengatakan ini padamu. Dunia ini memiliki banyak penguasa lalim. Di masa lalu, Indonesia dipimpin oleh Soeharto selama 32 tahun. Dia adalah penguasa lalim. Namun AS telah mendukung Suharto selama bertahun-tahun dan memperoleh banyak keuntungan dari Indonesia. Itu semua didiamkan selama bertahun-tahun dan hanya dihapus Soeharto di akhir pemerintahannya. Jadi, di mana pahlawan ini ketika korban kelaliman membutuhkannya? Augusto Pinochet adalah seorang diktator Chile dan dia membunuh ribuan rakyatnya. AS tidak menyerang Pinochet. Bahkan, Pinochet telah naik ke kekuasaan melalui kudeta dengan bantuan CIA. Jadi, mengapa negara suci, AS, hanya menghapus satu diktator, yaitu Saddam, tapi mendukung lalim lainnya? Shah Reza Pahlevi di Iran adalah penguasa lalim. Ia didukung oleh Amerika Serikat sampai akhir waktunya. Jadi, di mana superhero ini? Saat ini, Cina dan Saudi, menurut standar AS, yang dipimpin oleh para pemimpin despotik. Lalu mengapa AS bershabat dengan mereka?


Bukan kewajiban Amerika Serikat untuk menghapus setiap kediktatoran, tetapi mereka yang menimbulkan ancaman bagi dunia dan daerah harus dihilangkan. Saddam itu ancaman, sejarah yang menunjukkan. Ia menyerang Iran, kemudian Kuwait, dan memiliki senjata yang digunakan pemusnah massal. Sekarang ini Republik Islam Iran merupakan ancaman bagi dunia, tapi sayangnya ada Muslim Perampok di Gedung Putih dan AS tidak memiliki presiden untuk bertindak.

Alwi Alatas:
Tujuan tentara AS di Irak dan Afghanistan, tentu saja, bukan untuk membunuh warga sipil. Tapi mereka telah membunuh, sengaja atau tidak sengaja, banyak warga sipil di sana. Aku tidak berbohong. Anda dapat membaca di surat kabar, surat kabar Barat. Memang benar bahwa beberapa warga sipil berbentrokan dan membunuh satu sama lain, tetapi ada juga banyak warga sipil yang tewas dan disiksa oleh tentara AS. Apakah teman Anda ingin mengatakan penyiksaan terhadap para tahanan Abu Gharib sebagai fiktif? Bukankah dia membaca koran?


Tentu saja Kau berbohong. Ya banyak warga sipil telah tewas secara tidak sengaja, tetapi hal itu tidak pernah disengaja. Ada juga beberapa kasus pelecehan oleh tentara Amerika. Tapi pelakunya telah diadili dan dihukum berat.

Alwi Alatas:
Dan setelah itu teman Anda menyarankan tentara AS untuk keluar dari negara-negara dan membiarkan orang-orang untuk membunuh satu sama lain. Apakah dia mengusulkan kekerasan? Apakah ini ajaran Yesus? Mengapa saya mendengar begitu banyak nilai-nilai kontradiktif di sini?


Aku menentang kekerasan. Tapi Muslim bukan pengikut saya. Mereka adalah pengikut Muhammad dan pembunuhan adalah bagian dari iman mereka. Jika mereka ingin mempraktekkan iman mereka di negara mereka sendiri, saya tidak keberatan dengan itu. Yang saya inginkan adalah untuk menjaga tempat hidup saya agar bebas dari kekerasan mereka.

Perkataanku tidak ada yang kontradiksi. Saya ingin semua orang meninggalkan Islam sehingga kita semua bisa hidup dalam damai. Tapi aku tidak akan memaksaka orang lain dengan kekerasan. Jika Muslim ingin membunuh satu sama lain mereka sebaiknya dibiarkan saja. Yang saya pedulikan bagamana melindungi non-muslim dari mereka.

Kita tidak bisa meyakinkan Muslim bahwa pembunuhan adalah salah. Mereka memiliki nilai yang berbeda. Mereka berpikir memperbudak orang lain dan menjadi majikan atas masyarakat minoritas itu adalah benar, tetapi mereka sendiri tidak suka hal yang sama terjadi atas diri mereka sendiri. Hal jahat ini ditentang oleh orang lain, tetapi umat Islam menganggapnya sebagai normal. Mereka melihat tidak ada yang salah dengan cara berpikir mereka. Oleh karena itu, jelas bahwa umat Islam memiliki nilai yang berbeda. Jika Muslim ingin membunuh satu sama lain, mereka harus dibiarkan sendiri.

Di hutan, binatang membunuh satu sama lain dan kita tidak campur tangan. Muslim berperilaku seperti binatang dan memiliki hati nurani sama seperti binatang. Salah besar bagi kita untuk campur tangan. Jika kita menghentikan mereka membunuh satu sama lain, mereka jusru menyebut kita sebagai penindas dan menyalakan kemarahan mereka pada kita semua.

Saya ingin pemisahan antara Muslim dan non-Muslim. Kuasailah 57 negara mayoritas muslim. Kirimkan kepada kami ex-muslim dan non-muslim, kami pun mengirimkan semua hamba awloh yang ada di antara kami. Kemudian Anda dapat membunuh satu sama lain sebanyak yang Anda inginkan. Anda juga dapat beranak-pinak sebanyak yang kalian inginkan. Selama kita tak ada hubungan satu sama lain, antara kita akan tercapai kedamaian. Tentu saja kita masih bisa melakukan bisnis tetapi anda hidup di bawah pohon apel anda dan kami hidup di bawah milik kami.

Kita juga dapat sepakat bahwa anda akan mengirimkan kepada kami setiap Muslim yang meninggalkan Islam tanpa terluka dan kami akan mengirimkan Anda siapa saja yang masuk Islam. Dengan cara ini kita dapat hidup dalam damai untuk waktu yang lama atau setidaknya sampai umat Islam telah memusnahkan satu sama lain.


Alwi Alatas:
Teman Anda juga mengatakan "Semua Muslim yang mengikuti Muhammad melakukan kekerasan. Mereka yang tidak teroris bukanlah Muslim yang baik". Dari mana ia mendapatkan ide itu? Apakah dia mengatakan hal ini hanya karena dia membenci Islam? Mengapa ia tidak pergi ke lembaga-lembaga Islam dan bertanya apakah Islam menganjurkan terorisme?


Saya mendapatkan ide dari sumber yang sama dengan para Teroris Muslim dapatkan: Quran dan Hadis. Saya juga berbicara tentang ‘al wala wal bara'. Juga dalam pengantar situs ini saya kutip selusin ayat-ayat yang mendukung klaim saya.


Alwi Alatas:
Ia juga mengatakan umat Islam tidak pernah mengembangkan ilmu apapun? Apakah dia ingin mengatakan Al-khawarizmi, Ibn al-Haitsam, Ibnu Ruman, al-Jazairi, al-Biruni, Ibnu Sina, al-Idrisi, Ibnu Bajjah, Ibnu Nafis, Ibnu Rusyd, Abbas ibn Firnas, al-Muqaddasi, Ibnu Khaldun, al-Mas'udi, Jabir bin Hayan, dan banyak ilmuwan Muslim lainnya sebagai non-Muslim atau bahwa mereka tidak ada. Apakah nama-nama adalah bagian dari cerita fabel, seperti dalam Perjanjian Lama? Apakah dia begitu **** dan tidak pernah membaca buku sejarah? Itu benar bahwa al-Ghazali mengkritik al-Farabi dan Ibn Sina, tetapi hanya dalam hal beberapa aspek teologis, bukan dalam hal ilmu pengetahuan. Bahkan kami menghapus Ibnu Sina dan filsuf Muslim lainnya dari daftar, Muslim masih memiliki kelimpahan ulama bahwa ilmu dikembangkan. sarjana Muslim tidak pernah menyangkal bahwa mereka mengambil ilmu dari Yunani, dari Persia, dan dari India, dan kemudian mengembangkan ilmu-ilmu ini. Tapi kebanyakan sarjana Barat tidak pernah mengakui bahwa mereka mengambil ilmu dari Muslim, karena mereka takut akan penganiayaan gereja.



Sebagian besar ilmuwan yang lahir di negara-negara Islam juga tidak percaya pada Islam atau secara terang-terangan menentangnya. Namun, tidak satupun dari mereka berutang pengetahuan mereka terhadap Islam. Tidak ada sains dalam Quran. Buku itu penuh dengan omong kosong dan tak masuk akal. Fakta bahwa orang-orang lahir di negara-negara Islam bukan merupakan kredit untuk Islam. Mereka memajukan ilmu pengetahuan mereka meskipun bertentangan dengan para mullah. Quran tidak mengajarkan ilmu pengetahuan. Quran mengajarkan teror, kekerasan dan kebencian.

Alwi Alatas:
Sekarang teman Anda mengatakan bahwa Abad Kegelapan itu disebabkan oleh invasi Islam. Apakah dia, sekali lagi, ingin melempar tanggung jawab kepada umat Islam untuk penurunan yang terjadi di dunia Kristen? Apakah ini yang Yesus mengajarkan, untuk menyalahkan orang lain untuk masalah Anda sendiri? Dan bagaimana mungkin orang-orang Kristen berhutang Muslim untuk Abad Kegelapan, sedangkan Eropa sudah dalam kegelapan sebelum munculnya Islam. Tolong sebutkan kepada saya nama ilmuwan Kristen di ke-4 - abad ke-6? Berapa banyak Kristen matematikawan, dokter Kristen dan ahli dalam pengobatan, dan dokter Kristen sebelum munculnya Islam? Buku ini O'Neill Yohanes hanya satu argumen antara banyak argumen lain. Tidak semua sejarawan memiliki argumen yang sama dengan dia. Dan kau harus tahu, itu bukan Muslim yang meminta gereja Anda untuk menghukum para ilmuwan yang mengatakan bahwa matahari, dan bukan bumi, adalah pusat alam semesta, bukan muslim yang mengindoktrinasi gereja Anda untuk memenjarakan ulama yang mengatakan bumi berbentuk bulat, tidak datar! Bahkan orang-orang Barat yang mengembangkan ilmu setelah Renaissance bukan orang Kristen yang setia. Mereka hanyalah Kristen-kristen KTP. Banyak dari mereka adalah ateis dan sekuler. Lalu bagaimana mungkin ini Sina, berdasarkan satu buku, menuduh Islam sebagai penyebab Abad Kegelapan, dan menuduh saya sebagai pembohong?



Ada dasar mengapa saya menyebutkan buku itu dalam tanggapan pertama saya. Saya sangat menyarankan semua orang membacanya. John O'Neill, Holy Warriors: Islam and the Demise of Classical Civilization menunjukkan bahwa Abad Kegelapan disebabkan sebagai hasil dari invasi Islam di Eropa. Ini juga merupakan peringatan bagi kita. Hal yang sama bisa terjadi lagi jika kita tidak waspada.

Ini semua adalah fakta sejarah. Itu tidak dapat terhapus oleh karena anda menyalahkan kami, "Apakah Yesus mengajarkan anda untuk menyalahkan orang lain," bukan hal yang cerdas untuk mengatakan dalam kasus ini. Saya telah membuat klaim dengan banyak bukti. Baca buku ini dan bantahlah jika Anda bisa. Anda tidak dapat mengabaikan buku ini tanpa membacanya atau membuat kami merasa bersalah karena mengatakan kebenaran bahwa umat Islam menunjukkan pertanda jahat.

Seringkali mayoritas salah dan satu orang dapat mengubah pandangan semua orang melalui bukti. Buku John O'Neill adalah buku menakjubkan. O'Neill berpendapat bahwa itu adalah pengaruh Islam pada Gereja yang radikal selanjutnya menjatuhkan Eropa ke Abad Kegelapan. Buku itu harus dibaca dan disangkal, bukannya ditolak atas dasar bahwa sejarawan lain memiliki pandangan yang berbeda.

Alwi Alatas:
Dan terakhir, tentang toleransi. Teman Anda mengatakan Muslim tidak toleran hanya karena orang-orang Kristen harus tunduk kepada penguasa muslim. Setiap minoritas dan mayoritas juga, tentu saja, harus menyerahkan ke negara masing-masing. Orang-orang Kristen hidup damai di daerah Muslim. Mereka tidak disiksa oleh inkuisisi. Mereka bebas bisa bergerak ke wilayah lainnya jika mereka inginkan, tapi mereka tidak kasar diusir dari tanah mereka jika mereka ingin tinggal. Mereka tidak paksa masuk Islam. Kaum Muslim tidak pernah menghina Yesus dan Kristen, meskipun beberapa orang Kristen radikal, seperti yang di Andalusia, telah menghina Islam dan Nabi Muhammad (saw). Jika teman Anda menganggap ini sebagai intoleransi dan mengatakan memaksa lain untuk mengkonversi ke agama seseorang atau untuk mengusir mereka dari tempat mereka hidup adalah toleran, saya pikir teman Anda harus pergi ke psikiater.
Semoga Allah memberikan petunjuk dan membuka jalan untuk kebenaran.


Membiarkan orang hidup sebagai dhimmi (berikat), menuntut dari mereka “uang preman” bukanlah toleransi. Bahkan saat ini, terlepas dari kenyataan bahwa seluruh dunia sedang melihat, umat Islam terus menindas masyarakat minoritas (kafir) di antara mereka. Kristen Koptik di Mesir tidak bisa memembangun kembali gereja-gereja mereka. Orang-orang Kristen di Pakistan dan Turki tidak bisa bicara tentang iman Kristen mereka kepada siapa saja karena mereka bisa dituduh mencoba memurtadkan Muslim dan akhinya bisa dibunuh karena itu. Di Iran, jutaan rakyat Iran telah pindah ke Kristen dan banyak juga yang pindah ke Zoroastrianisme tetapi mereka tidak diperbolehkan untuk berkumpul dan jika mereka ditemukan mereka bisa dibunuh. Di Saudi Arabia orang Kristen tidak diizinkan untuk memiliki Alkitab atau mengenakan salib. Tentu saja mereka tidak bisa masuk Mekah dan Madinah, dimana kaum Muslim diperbolehkan untuk pergi ke Vatikan atau bahkan membangun masjid tidak jauh dari itu. Muslim dapat berbohong tentang masa lalu, tetapi apa yang umat Islam lakukan hari ini merupakan bukti yang cukup bahwa tidak ada toleransi dalam Islam. Bahkan Alwi Alatas mengakui bahwa non-Muslim di negara-negara mayoritas Muslim harus menerima Islam sebagai majikan mereka. Ini abad ke-21 dan Muslim masih bermimpi menjadi majikan atas orang lain.

Alwi Alatasis bukan muslim biasa. Dia adalah seorang sarjana. Ia memiliki situs sendiri dan menulis artikel. Dia memiliki pemikiran elite, kaum intelektual dunia Islam yang dapat berkarya.

Hal ini bukan salahnya. Alwi Alatasis, seperti miliaran muslim lainnya, adalah korban dari indoktrinasi Islam. Dia telah kehilangan kemanusiaan dan berceloteh omong kosong bukan karena dia ****, tetapi karena ia adalah seorang Muslim. Iman mereka telah merampas pemikiran rasional mereka. Dia bahkan tidak bisa memahami bahwa memperbudak orang lain dan menjadi majikan mereka adalah jahat. Apa yang bisa membuat orang normal menjadi bejat seperti itu? Hanya iman setan seperti Islam. Sekarang ingatlah bahwa terdapat lebih dari semilyar Muslim yang diam dalam kegelapan seperti Alwi Alatas, yang siang dan malam bermimpi untuk menjadi MAJIKAN atas kaum kafir. Bukankah itu menyedihkan?
User avatar
Topsy KreeT
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2103
Images: 4
Joined: Tue Sep 22, 2009 8:32 pm
Location: Somewhere Far Away

Re: Debat: Alwi Alatas versus Ali Sina

Postby Akukomkamu » Mon Oct 04, 2010 10:34 am

Muslim/ah apa masih ragu untuk murtad?






Peace... :heart:
Akukomkamu
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5565
Joined: Sat Jul 11, 2009 11:34 am
Location: "Mengajak onta2 arab unt bisa BERMARTABAT" IFF adalah TEMPAT nya.

Next

Return to ONE STOP SHOP FFI



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users