

CRESCENT-STAR wrote:sulit untuk menjawab secara pasti tepatnya usia berapa, sebab bunda Aisha sendiri tidak membicarakannya. kenapa ? ... karena di dalam ISLAM haram hukumnya seseorang menceritakan masalah senggama dgn pasangannya pada orang lain.


CRESCENT-STAR wrote:sulit untuk menjawab secara pasti tepatnya usia berapa, sebab bunda Aisha sendiri tidak membicarakannya. kenapa ? ... karena di dalam ISLAM haram hukumnya seseorang menceritakan masalah senggama dgn pasangannya pada orang lain. maka dari itu LUCU SANGAT ada sebagian orang yg merasa sudah tau pasti kapan peristiwa senggamanya bunda Aisha dgn Nabi yg pertama. aih aih aih.
kalau saya hanya mengikuti JEJAK alias CLUE yang ada dan logis, YAKNI AISHA GAK KENAPA-KENAPA KOK ... ini sudah cukup bukti there was nothing wrong, Aisha pasti melakukannya di kala beliau sudah siap. PASTI itu !!
kuta bali wrote:Sahih Bukhari. Vol 7, Book 62. Wedlock, Marriage (Nikaah). Hadith 065.
Narrated By 'Aisha: That the Prophet married her when she was six years old and he consummated
his marriage when she was nine years old. Hisham said: I have been informed that 'Aisha
remained with the Prophet for nine years (i.e. till his death)."
Sahih Muslim. Book 8. Marriage. Hadith 3310.
'Aisha (Allah be pleased with her) reported: Allah's Apostle (may peace be upon him) married me
when I was six years old, and I was admitted to his house when I was nine years old.
Sunan Abu Dawud, Vol. 2, #2116:
"Aisha said, "The Apostle of Allah married me when I was seven years old." (The narrator Sulaiman
said: "Or six years."). "He had intercourse with me when I was 9 years old."
CRESCENT-STAR wrote:sampai di sini, lucu saja kalau masih ada yg menuduh saya DIBUTAKAN OLEH ISLAM mengimani pedofil dan tukang kawin pengumbar nafsu sex. eh eh eh ... apa kalian ini ...!? ada2 saja.
begitulah ...
angky wrote: Pertanyaan saya berhenti hanya sampai di umur saja.


kuta bali wrote:Sunan Abu Dawud, Vol. 2, #2116:
"Aisha said, "The Apostle of Allah married me when I was seven years old." (The narrator Sulaiman
said: "Or six years."). "He had intercourse with me when I was 9 years old."
intercourse artinya:
- have intercourse with, have sexual intercourse with
- menggauli
- meniduri


CRESCENT-STAR wrote:jawaban dari pertanyaan saya adalah jawaban pertanyaan bung mbah.
kisi-kisinya, ini bukan ttg nafsu kakek-kakek pada anak kecil, tetapi ttg siapa anak kecil tsb. ah anak Abu Bakr, siapa Abu Bakr itu bagi Nabi ? ... seberapa pentingkah Abu bakr bagi Nabi ?
ini ttg hubungan 2 orang yg amat sangat bersahabat, yang berupaya lebih mendekatkan diri mereka dgn ikatan kekeluargaan yg mulia.
CRESCENT-STAR wrote:apa salah jika sang pengantin wanitanya lebih muda terpaut jauh dgn usia pengantin lelakinya ?
CRESCENT-STAR wrote:ada yg salah jika MOTIF dari semua ini adalah persahabatan tadi ? dimana sang orang tua wanita setuju, sang anak setuju dan sang bunda setuju ..?
ini bukan pernikahan biasa ala 2 sejoli memadu cinta. ingat itu



novalino wrote:SAMPAI AKHIR HAYATNYA. BAHKAN UMAR SENDIRI PERNAH BERKATA : “Hasbuna kitabullah” (God’s word is enough for
us). KALAU QUR'AN TUH GA PERLU DIPERTANYAKAN.
novalino wrote:KALAU KITAB AGAMA LAIN YANG JELAS2 PERKATAAN TUHAN ADA YANG PERLU DIREVISI...(UPS...![]()
piss)
novalino wrote:KENAPA HADIS AHAD YANG ADA KONTRADIKSI GA BOLEH DIPERTANYAKAN..?


CRESCENT-STAR wrote:penolakan Abu Bakr bukan apa2 hanya takut incest, abu bakar salah mengerti dgn persaudaraan di antara mereka berdua. Nabi memang pernah mengatakan abu bakr adalah saudaranya. tetapi inikan persaudaraan yg bersifat slogan bukan genetik. secara genetik ya abu bakr tetep orang lain. maka benar kata nabi aisha boleh buat beliau.
CRESCENT-STAR wrote:NGESEX, apa bung tidak baca penjelasan saya pada netter yg lain ?..tuh masih hangat.
CRESCENT-STAR wrote:oh ya kalau masalah berapa umur menikah yg kedua, ya saya terima saja pengakuan Aisha .. yakni 9 tahun. kenapa menjadi refot ?? tapi saya yakin , jika Aisha tidak mengalami pubertas dini, pasti beliau tdk tepat menghitung umurnya.
CRESCENT-STAR wrote:dasarnya adalah beliau tidak terlihat sbg korban kekerasan seksual spt yg dialami anak2 pada umumnya._sesimpel itu saja . . .

kuta bali wrote:Sunan Abu Dawud, Vol. 2, #2116:
"Aisha said, "The Apostle of Allah married me when I was seven years old." (The narrator Sulaiman
said: "Or six years."). "He had intercourse with me when I was 9 years old."
intercourse artinya:
- have intercourse with, have sexual intercourse with
- menggauli
- meniduri
CRESCENT-STAR wrote:pakai yg versi orisinil nya bung, lihat di http://www.al-islam.com, versi arabnya apa bunyinya. tidak ada satupun hadits yg berbunyi INTERCOUSE.


CRESCENT-STAR wrote:nah yg betul COHABITATION, bukan intercourse ...
CRESCENT-STAR wrote:oh ya kalau masalah berapa umur menikah yg kedua, ya saya terima saja pengakuan Aisha .. yakni 9 tahun. kenapa menjadi refot ??
tapi saya yakin, jika Aisha tidak mengalami pubertas dini, pasti beliau tdk tepat menghitung umurnya. dasarnya adalah beliau tidak terlihat sbg korban kekerasan seksual spt yg dialami anak2 pada umumnya.
sesimpel itu saja ...
atau yah mungkin spt analisa TS dan ustad klasik saya, bahwa dinikah usia 9 (betul2 9 tahun) dan untuk urusan SEX menunggu Aisha siap. begitu.


CRESCENT-STAR wrote:nah bung secret, terima kasih untuk postingan arabnya. di sana tertulis "WA BANA BIHA" ...
WA = dan
BANA = bina/membangun/membina
BIHA = dengan ia (aisha)
"dan membina (rumah tangga) dengan ia (aisha)". ...silakan cek semua versi Arabnya pasti kata ini yg digunakan.

roseu wrote:kafir otak mesum. mnikahi,menggauli,tinggal serumah itu tidak selalu berarti menyetubuhi,ada hadis lain yg menyatakan: menggauli ibumu dgn baik,ini maksudnya INTERAKSI bukan menyetubuhi ibumu. lol! Lagian jelas di quran syarat kawin adalah cukup umur,qs 4:6 dan 19, dilarang mempusakai wanita secara paksa.

roseu wrote:kafir otak mesum. mnikahi,menggauli,tinggal serumah itu tidak selalu berarti menyetubuhi,ada hadis lain yg menyatakan: menggauli ibumu dgn baik,ini maksudnya INTERAKSI bukan menyetubuhi ibumu. lol! Lagian jelas di quran syarat kawin adalah cukup umur,qs 4:6 dan 19, dilarang mempusakai wanita secara paksa.


Users browsing this forum: No registered users