. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Dari Mekkah Ke Madinah - Dari Lembut Menjadi Sadis

Khusus bagi debat-diskusi one-to-one secara serius dan intelektual seputar Islam yang dimoderasi dengan ketat. Anggota yang melontarkan caci-maki dan hinaan yang bersifat ad-hominem akan dikeluarkan dari forum khusus ini. Silakan kontak Forum Admin atau Moderator untuk mendapatkan akses di Ruang Bedah Islam.

Dari Mekkah Ke Madinah - Dari Lembut Menjadi Sadis

Postby NoMind » Tue Sep 19, 2006 11:50 am

Perlu kita akui bahwa Muhammad yang pertama kali menyebarkan ajarannya sewaktu di Mekkah memang lebih toleran dan menonjolkan sifat yang lebih kental pengaruh ajaran Nasrani dari keluarga isterinya, Khadijah. Dan kita pun bisa melihat bahwa memang ada niat baik untuk memperkenalkan ajaran baru kepada para penyembah barhala Arab pada saat itu.

Walaupun dalam menjalankan misi penyebaran agamanya, tidak banyak membawa hasil karena apa yang diajarkan Muhammad hanyalah ajaran yang merupakan aliran atau sekte sesat dari agama2 besar sebelumnya yang tidak lengkap sehingga terkesan tambal sulam. Dagangan spiritual Muhammad tidak terlalu diminati oleh para pedangan Arab pada saat itu karena mereka sudah mempunyai sembahan mereka sendiri, dan mereka juga sudah tahu bahwa Muhammad hanya mengutip dan menyontek dari Kitab2 yang sudah ada. Sebenarnya, tidak ada hal baru dari nilai spritiual yang ditawarkan oleh Muhammad yang dapat membangkitkan gairah para penyembah berhala. Hal ini mirip dengan apa yang terjadi di China dimana ajaran pragmatis Confucius lebih laku dibandingkan ajaran Toaisme yang kental nuansa spiritualnya.

Karena dagangan spritualnya tidak laku, maka Muhammad menjadi sedikit kesal dan frustasi. Banyangkan selama puluhan tahun jualan, pengikutnya hanya bisa terhitung dengan jari. Segala cara pun dilakukan Muhammad untuk mempromosikan dagangannya dari menjelek2an dan menghina dewa-dewi orang Arab sampai dengan akhirnya mengangkat salah satu dewa besar orang Arab, allah, menjadi Tuhan ajaran barunya. Bahkan anak2 perempuan allah pun diikut sertakan dalam dagangannya supaya laku walaupun pada akhirnya diralat karena disadari tidak sesuai dengan slogan utama produknya, yaitu "Tauhid", dan tentunya akan membuat cemburu dewa-dewi lain yang sudah lama menginap bersama-sama di rumah kotak yang dikenal dengan Kabaah yang akhirnya diklaim menjadi rumah allah, atau baitullah.

Kelakuan Muhammad yang secara terus menerus menjelek2an dan menghina dewa-dewi orang Arab, tentunya juga menciptakan kekesalan di kalangan orang Arab. Ada asap maka ada api. Ada aksi maka ada reaksi. Berbagai macam reaksi pun akhirnya saling dilancarkan dari kedua belah pihak yang terlibat, tetapi Muhammad akhirnya mengalah dengan kabur ke Madinah. Mengalahnya Muhammad bukan dengan tanpa embel2. Muhammad mengalah dengan mengeluarkan jurus paling favorit sampai abad sekarang, yaitu jurus, "playing the victims". Dengan jurus ini maka Muhammad sebagai pelaku mengkondisikan dirinya sebagai korban sehingga semua kesalahan bisa ditimpakan kepada orang Arab yang adalah korban yang sebenarnya dari tindakan Muhammad.

Tindakan dan kelakuan Muhammad di Mekkah masih bisa diterima oleh nurani dan akal sehat karena masih kental nuansa dan pengaruh ajaran kasih dalam agama Nasrani. Tetapi semua ini tidak berlangsung lama karena walaupun pada awalnya ada niat baik dari Muhammad, tetapi kita tidak ada yang tahu dengan pasti apakah niat baik tersebut juga datang dari Gua Hira, atau Muhammad yang lugu hanya dimanfaatkan oleh entitas tidak jelas di Gua Hira yang sudah mempunyai niat dan recana tidak baik bagi umat manusia.

Semuanya ini ternyata terungkap saat Muhammad kabur ke Madinah. Pertama2 Muhammad langsung berubah orientasi seksualnya dari yang tadinya setia pada satu isteri, Khadijah, menjadi menyenangi banyak isteri baik yang janda maupun yang perawan walaupun tidak punya uang. Banyangkan saja dalam kurun waktu belasan tahun, Muhammad berhasil mendapatkan puluhan isteri belum termasuk budak yang digauli. Jika dirata-rata kurang lebih 1-2 isteri pertahun. Budak tidak dihitung karena bisa dianggap sebagai appetizer dan dessert saja, bukan menu utama.

Sejalan dengan pemenuhan kebutuhan seksual dengan bertambahnya jumlah isteri, tentunya kebutuhan materi atau harta pun ikut meningkat. Selain itu pengikut Muhammad tentunya juga mengikuti kelakukan Muhammad, jadi bisa kita asumsikan kebutuhan materi mereka juga ikut meningkat dengan jumlah isteri yang meningkat. Saat masih di Mekkah, paling tidak Muhammad masih tidak perlu pusing dengan pendapatan karena dari pihak isterinya jumlah harta cukup berlimpah. Tetapi sejak kematian Khadijah sampai kabur ke Madinah, perkembangan bisnis cendurung menuruh sampai titik nol alias pengganguran saat berada di Madinah. Dengan tuntutan kebutuhan materi yang terus mendesak dan meningkat, dan tanpa adanya pekerjaan atau tidak mau berusaha yang berkerja dengan baik, maka akhirnya jalan pintaslah yang dimabil karena jalan ini lebih mudah dan banyak menghasilkan. Soal halal tidaknya jalan ini, bukan menjadi masalah utama karena bisa di akali dengan menggeluarkan ayat2 sesuai kebutuhan.

Pada awalnya expedisi2 perampokkan dilancarkan secara kecil-kecilan, tetapi setelah yang pertama berhasil dan rampakkan bisa dinikmati, maka unsur ketagihan dan kecanduan akan hasil rampokkan menjadi bagian dari kehidupan Muhammad dan pengikutnya di Madinah.


Bersambung .............
User avatar
NoMind
Translator
 
Posts: 451
Joined: Tue Sep 13, 2005 11:25 pm

Postby feodor fathon FF » Tue Sep 19, 2006 5:17 pm

Semuanya ini ternyata terungkap saat Muhammad kabur ke Madinah

ini kesalahan fatal...pondasi berfikir yg dilandasi ini akan melahirkan segudang kecurigaan yg tak mendasar ...
kondisi objektif madinah :
1. Perang sodara antara khadraz dan aus
2. Wilayah yg tdk strategis bagi perdagangan
3. Tempat wabah penyakit

sama sekali bukan tempat ideal untuk Kabur ke Madinah tanpa memiliki secuil pun kekuatan militer dan perlindungan suku. dengan demikian sebenar nya Pergi ke Madinah adalah menuju Ambang Kematian Bahaya yang luar biasa.

kok mau yah ??.....pasti ada yg salah analisanya dech ..... ayo lah lebih keras berfikir ...atau saya sarankan dulu baca buku "Muhammad Sang nabi oleh Karen armstrong ..... (walaupun ada beberapa hal yg saya tdk sependapat dng nya tapi cukuplah untuk memulai topik ini dng cerdas)
User avatar
feodor fathon FF
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5105
Joined: Thu Feb 23, 2006 2:26 pm
Location: INDONESIA

Postby NoMind » Wed Sep 20, 2006 1:53 pm

Dengan hasil rampokkan yang banyak, ketenaran dan keberanian Muhammad dan pengikutnya pun semakin meningkat. Dengan uang yang lebih banyak, Muhammad selain bisa menambah isteri juga bisa membeli persenjataan baru sebagai modal untuk perampokkan2 berikutnya. Dari cara hasil rampokkan dan rampasan dibagi-bagikan kepada para pengikutnya, kita bisa melihat bahwa praktek demikian juga umum dilakukan oleh para kepala bajak laut atau godfather untuk menambah semangat para pengikutnya. Dengan kata lain para pengikutnya diberi keleluasaan untuk merampas harta sebanyak2 tentunya dengan imbalan setoran untuk boss, dalam hal in 20% sebagai setoran. Selain itu, wanita cantik2 pegantin baru, mesti disetorkan kepada boss untuk dijadikan isteri atau budak. Hal ini terjadi dengan Safiyyah, Rahyana, dan Juwariyah yang semuanya masih muda2 dan cantik2 untuk dijadikan isteri atau budak seks bagi Muhammad.

Dalam salah satu riwayat hadis juga diceritakan bagaimana rakusnya para pengikut Muhammad dalam suatu pertempuran sehingga ketika melihat para tawanan perang wanita yang lewat, mereka semua dengan mata gelap berteriak "Rampasan Perang", "Rampasan Perang" sambil berlarian untuk mengklaim wanita2 tsb.

Keberhasilan Muhammad di Madinah tidak terlepas dari sistem bagi hasil yang cukup menggiurkan bagi para pengikutnya untuk mendapatkan bagian hasil rampakkan dan rampasan perang dimana tangan2 mereka yang telah melumurkan darah lewat pedang2 mereka berhak mendapatkan bagian 80% dari harta rampokkan dan rampasan termasuk tentunya yang paling nikmat dari semua itu adalah tawanan wanita yang berhasil ditangkap baik yang suaminya sudah mati atau yang kabur. Memang Muhammad kelihatan tidak serakah dengan hanya menuntut setoran 20%, tetapi seperti sistem MLM bagian 20% dari donwline-downline dia yang semakin hari semakin menggurita tentunya tidaklah kecil. Belum lagi termasuk harta rampasan dan rampokkan yang berhasil dirampas dengan cara premanisme atau ancaman tetapi tanpa perang yang semuanya menjadi hak penuh Muhammad dan keluarganya.

Dengan harta yang semakin berlimpah, tentunya juga wanita rampasan, tidaklah lengkap kalau tidak ditambahkan kehausan akan tahta dan kedudukan. Oleh karena itu kita bisa melihat bagaimana gencarnya Muhammad pada akhir masa hidupnya melayangkan surat2 ancaman keseluruh penjuru jazirah Arab dengan harapan banyak negara di sekitar yang takut dengan ancaman tsb dan tunduk serta menyerahkan harta dan tahtanya kepada Muhammad. Upaya yang sistematis dengan ancaman dan tawaran menggiurkan bagi pengikut Muhammad memang pada akhirnya membuahkan banyak hasil. Muhammad dan pengikutnya yang katanya hanya "membela diri" ternyata berhasil "membela diri" sampai menguasai seluruh jazirah Arab plus Afrika Utara plus Asia Tengah dan Barat, dan bahkan hampir menguasai Eropa. Bela diri yang cukup efektif yang bisa menguasai begitu banyak wilayah dalam tempo kurang dari 100 tahun, tetapi bela diri ini tidaklah murah karena jutaan jiwa orang2 yang tidak tahu menahu akan sepak terjang Muhammad dengan iming2 80% harta rampasan telah menjadi bagian dari rampasan itu untuk dibagi-bagikan kepada para pengikutnya.

Pada akhirnya seperti kata pepatah yang mengatakan "what goes around comes around". Kerakusan akan harta rampasan dan tahta kekuasaan yang menjadi salah satu tujuan utama pengikut Muhammad mengikuti Muhammad, pada akhir kematian Muhammad berbuah tragis. Keluarga Muhammad saling berperang dan puluhan ribu nyawa bergelimpangan demi memperebutkan harta dan tahta yang ditinggalkan oleh Muhammad. Isteri kesayangannya, Aisha, yang dinikahi pada saat berusia 6 tahun terlibat dalam saling bantai dengan menantu kesayangannya Ali yang adalah suami dari anak kesayangannya, Fatimah. Saling bantai pun masih terjadi sampai kepada cucu2 kesayangannya, Hussein, yang tewas secara tragis dan mengenaskan. Perbuatan2 yang telah menyengsarakan banyak orang terutama bani Yahudi akhirnya juga berbuah busuk terhadap keluarga Muhammad dimana cara2 yang digunakan Muhammad dalam melakukan perampokkan, perampasan, disertai pemubunuhan ternyata juga ditiru oleh keluarga2nya dan penurus2nya dan pengikut2nya sampai detik tulisan di submit ke forum ini.


With Best Regards,
NoMind
Last edited by NoMind on Wed Sep 20, 2006 2:01 pm, edited 2 times in total.
User avatar
NoMind
Translator
 
Posts: 451
Joined: Tue Sep 13, 2005 11:25 pm

Postby dahlanf » Wed Jan 23, 2008 12:26 pm

NoMind wrote:Dengan hasil rampokkan yang banyak, ketenaran dan keberanian Muhammad dan pengikutnya pun semakin meningkat. Dengan uang yang lebih banyak, Muhammad selain bisa menambah isteri juga bisa membeli persenjataan baru sebagai modal untuk perampokkan2 berikutnya. Dari cara hasil rampokkan dan rampasan dibagi-bagikan kepada para pengikutnya, kita bisa melihat bahwa praktek demikian juga umum dilakukan oleh para kepala bajak laut atau godfather untuk menambah semangat para pengikutnya. Dengan kata lain para pengikutnya diberi keleluasaan untuk merampas harta sebanyak2 tentunya dengan imbalan setoran untuk boss, dalam hal in 20% sebagai setoran. Selain itu, wanita cantik2 pegantin baru, mesti disetorkan kepada boss untuk dijadikan isteri atau budak. Hal ini terjadi dengan Safiyyah, Rahyana, dan Juwariyah yang semuanya masih muda2 dan cantik2 untuk dijadikan isteri atau budak seks bagi Muhammad.

Dalam salah satu riwayat hadis juga diceritakan bagaimana rakusnya para pengikut Muhammad dalam suatu pertempuran sehingga ketika melihat para tawanan perang wanita yang lewat, mereka semua dengan mata gelap berteriak "Rampasan Perang", "Rampasan Perang" sambil berlarian untuk mengklaim wanita2 tsb.


Boleh tidak ya, jika saya katakan, saya tidak percaya dengan cerita Anda, dan saya ingin mengajak pada rekan-rekan yang lain untuk juga tidak percaya dengan cerita Anda tersebut.
dahlanf
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 194
Joined: Thu Dec 27, 2007 10:21 am

Postby Adadeh » Thu Jan 24, 2008 7:12 am

Ceritanya betul begitu kok. Safiyah, Rohanah, dan Juwariah itu gadis2 remaja Yahudi yang jadi korban perampokan ganas Muhammad. Suami baru Safiyah yang bernama Kinanah (ketua Yahudi Khaybar) disiksa sampai hampir mati dan akhirnya dipancung. Ayah Safiyah sebelumnya juga dipancung di pasar Medinah bersama 900 Yahudi Qurayza. Safiyah lalu ditiduri oleh Muhammad di malam yang sama dia membunuh suami baru Safiyah.
Juwariyah itu berasal dari suku Yahudi Mustaqqin. Muhammad menyerang suku Yahudi ini, membunuh para pria, dan lalu mengadakan pesta seks, pemerkosaan terhadap kaum wanita Yahudi selama tiga hari berturut-turut.
Semua ini tertulis jelas di Sirat Rasul Allah dan sahih Bukhari, dahlanf. Memang yang belum pernah mendengar akan kaget sekali, tapi hal2 pemerkosaan dan perampokan ini sudah ribuan kali dibahas di FFI. Bosen.
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby Phoenix » Thu Jan 24, 2008 7:15 am

Cerita ini yang kelanjutannya terus muhammad dikasih racun yah Adadeh?
Phoenix
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 11175
Joined: Mon Feb 27, 2006 5:33 am
Location: FFI

Postby Adadeh » Thu Jan 24, 2008 8:39 am

Phoenix wrote:Cerita ini yang kelanjutannya terus muhammad dikasih racun yah Adadeh?

:lol:
Peristiwa peracunan Muhammad terjadi di Khaybar, setelah Kinanah dibunuh dan seluruh Yahudi Khaybar menyerah kalah.
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby dahlanf » Thu Jan 24, 2008 12:10 pm

Adadeh wrote:Ceritanya betul begitu kok. Safiyah, Rohanah, dan Juwariah itu gadis2 remaja Yahudi yang jadi korban perampokan ganas Muhammad. Suami baru Safiyah yang bernama Kinanah (ketua Yahudi Khaybar) disiksa sampai hampir mati dan akhirnya dipancung. Ayah Safiyah sebelumnya juga dipancung di pasar Medinah bersama 900 Yahudi Qurayza. Safiyah lalu ditiduri oleh Muhammad di malam yang sama dia membunuh suami baru Safiyah.
Juwariyah itu berasal dari suku Yahudi Mustaqqin. Muhammad menyerang suku Yahudi ini, membunuh para pria, dan lalu mengadakan pesta seks, pemerkosaan terhadap kaum wanita Yahudi selama tiga hari berturut-turut.
Semua ini tertulis jelas di Sirat Rasul Allah dan sahih Bukhari, dahlanf. Memang yang belum pernah mendengar akan kaget sekali, tapi hal2 pemerkosaan dan perampokan ini sudah ribuan kali dibahas di FFI. Bosen.


Justru karena saya pernah baca cerita itu, juga dengan hadist yang sama, tapi yang tulis cerita itu orang yang berbeda.

Malah saya pikir, yang diceritakan oleh FFI itu adalah salah satu dari aliran Islam, yakni aliran yang membolehkan pesta seks, memperkosa dan merampok. Saya pikir ada aliran Islam yang seperti itu yang diajarkan di web ini, yang kemudian juga tidak disukai oleh pendiri web ini.

Jika aliran seperti itu ya, tidak ada yang suka. Masalahnya, ada juga aliran, yang membuktikan bahwa Muhammad tidak melakukan pemerkosaan dan sangat melarang pemerkosaan, tidak pernah merampok, dan sangat melarang merampok. Bahkan yang diajarkan adalah memusuhi orang-orang yang suka memperkosa dan merampok.

Dan aliran yang Anda percayai tersebut, termasuk musuh aliran Islam yang saya kenal.

Terima kasih, semoga bisa menjadi masukkan.

Itu hanya pendapat saya, dan pendapat saya belum tentu benar, dan menurut saya, sangat sombong jika ada orang yang mengatakan pendapatnya pasti benar dan tidak mungkin salah.
dahlanf
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 194
Joined: Thu Dec 27, 2007 10:21 am

Postby Adadeh » Fri Jan 25, 2008 3:05 am

dahlanf wrote:Justru karena saya pernah baca cerita itu, juga dengan hadist yang sama, tapi yang tulis cerita itu orang yang berbeda.

Yang ditulis di FFI ini berdasarkan apa yang tercantum dalam ahadis Sahih dan Sirat Rasul. Masalahnya, Muslim pada umumnya tidak mampu menilai secara obyektif segala perbuatan kriminal yang dilakukan Muhammad. Tapi ada beberapa Muslim di FFI (seperti Pembawa Pedang, Montir Kepala) ini yang memang sudah mengakui bahwa Muslim berhak menyetubuhi tawanan2 perang wanita secara paksa, karena para wanita itu sudah jadi barang milik Muslim seperti yang tertera dalam Qur'an. Nah, hal ini jelas adalah tindakan perkosaan. Bahkan beberapa hadis menyatakan bahwa Muslim menyetubuhi wanita2 kafir itu di hadapan para suaminya yang kafir. Ini kan jelas bertentangan dengan moral. Tapi Muslim2 seperti Anda tidak bisa melihat ini sebagai hal yang salah.

Ini contoh hadis2 yang menyatakan Muslim memperkosa para tawanan wanita di hadapan para suaminya:
Abu Dawud (2150)
"The Apostle of Allah (may peace be upon him) sent a military expedition to Awtas on the occasion of the battle of Hunain. They met their enemy and fought with them. They defeated them and took them captives. Some of the Companions of the Apostle of Allah (may peace be upon him) were reluctant to have intercourse with the female captives in the presence of their husbands who were unbelievers. So Allah, the Exalted, sent down the Qur’anic verse: (Sura 4:24) 'And all married women (are forbidden) unto you save those (captives) whom your right hands possess.'"
terjemahan:
Rasul allah mengutus ekspedisi militer ke Awtas pada saat perang Hunain. Mereka bertemu dengan musuh dan bertempur dengan mereka. Mereka mengalahkan musuh dan mengambil mereka sebagai tawanan. Beberapa teman rasul allah enggan berhubungan seks dengan wanita tawanan di depan suami mereka yang kafir. Maka allah mengirimkan ayat quran sura 4:24. "Dan (diharamkan) bagimu kecuali mereka (tawanan) yang kamu miliki."
Bayangin, para Muslim itu ragu untuk memperkosa wanita di hadapan suami mereka, tapi Allah malah mengijinkannya.

Malah saya pikir, yang diceritakan oleh FFI itu adalah salah satu dari aliran Islam, yakni aliran yang membolehkan pesta seks, memperkosa dan merampok. Saya pikir ada aliran Islam yang seperti itu yang diajarkan di web ini, yang kemudian juga tidak disukai oleh pendiri web ini.

Memang Muslim boleh melakukan pesta seks memperkosa tawanan wanita dan Muhammad sendiri mengijinkannya. Ini contoh2 hadis tentang pemerkosaan yang dilakukan Muslim terhadap para wanita Yahudi bani Mustaliq:

Hadis Sahih Bukhari, Volume 5, Book 59, Number 459:
Dikisahkan oleh Ibn Muhairiz:
Aku masuk ke dalam mesjid dan melihat Abu Khudri dan lalu duduk di sebelahnya dan bertanya padanya tentang coitus interruptus. Abu berkata, “Kami pergi bersama Rasul Allah untuk Ghazwa (penyerangan terhadap) Banu Mustaliq dan kami menerima tawanan2 perang diantara para tawanan perang dan kami berhasrat terhadap para wanita itu dan sukar untuk tidak melakukan hubungan seksual dan kami suka melakukan azl/coitus interruptus (mengeluarkan sperma di luar tubuh wanita). Maka ketika kami bermaksud melakukan coitus interruptus kami berkata: “Bagaimana kami dapat melakukan azl/coitus interruptus tanpa menanyakan Rasul Allah yang ada diantara kita?” Kami bertanya padanya tentang hal ini dan dia berkata: “Lebih baik kalian tidak melakukan itu, karena jika jiwa (dalam hal ini jiwa bayi) manapun (sampai hari Kebangkitan) memang ditentukan untuk menjadi ada, maka jiwa itu pun akan ada.’”


Setelah memperkosa gadis tawanannya, Said al-Khudri membawa gadis muda ini ke pasar budak terdekat untuk dijual cepat2. Inilah lanjutan kisahnya, seperti yang dikatakan oleh al-Waqidi (vol.i, p.413) dan dikutip oleh Rodinson: [Rodinson, p.197 ]
“Seorang Yahudi berkata padaku, Abu Said, tidak heran mengapa kau mau menjual dia (tawanan wanita) karena apa yang dikandungnya dalam perutnya adalah bayi dari kamu.” Aku berkata, “Tidak, aku melakukan ‘azl.” Mendengar ini dia menjawab (dengan kasar), “Itu hampir sama dengan pembunuhan anak!” Ketika aku sampaikan kisah ini kepada sang Nabi, dia berkata, “Orang2 Yahudi itu bohong. Orang2 Yahudi itu bohong.”

Masih berhubungan dengan hal di atas, perlulah kiranya untuk menyinggung isi Hukum Sharia tentang tawanan wanita dan anak2:
Hukum o9.13
Jika seorang anak atau seorang wanita dijadikan tawanan, mereka jadi budak2 bagi penangkapnya, dan pernikahan wanita itu sebelumnya dianggap batal.
[Reliance of the Traveller, p.604]
Jadi Muhammad mengeluarkan peraturan yang membatalkan pernikahan resmi kafir agar wanita kafir itu halal untuk diperkosa Muslim. Ini sungguh luar biasa, bukan? Hukum resmi kafir bisa dibatalkan begitu saja oleh Islam, hanya agar wanita kafir itu halal untuk diperbudak dan dimiliki, sehingga halal pula untuk diperkosa.

Jika aliran seperti itu ya, tidak ada yang suka. Masalahnya, ada juga aliran, yang membuktikan bahwa Muhammad tidak melakukan pemerkosaan dan sangat melarang pemerkosaan, tidak pernah merampok, dan sangat melarang merampok. Bahkan yang diajarkan adalah memusuhi orang-orang yang suka memperkosa dan merampok.

Tiada orang bernalar yang menghalalkan perkosaan, perampokan, penjarahan, atau perampasan. Itulah sebabnya FFI itu didirikan. FFI berguna untuk memberitahu Muslim apa yang sebenarnya dilakukan Muhammad setelah pindah dari Mekah ke Medinah. Itulah sebabnya NoMind membuat thread ini. Di Mekah, Muhammad tidak pernah melakukan perampokan, perbudakan, penjarahan, pemerkosaan. Tapi begitu pindah ke Medinah, dia melakukan hal itu semua. Lihatlah Qur'an-mu dan periksa sendiri berapa banyak ayat2 yang menghalalkan penjarahan dan perampasan harta kafir. Bukankah menjarah dan merampas itu sama dengan merampok? Dalam Islam, merampok sesama Muslim adalah haram, tapi merampok kafir adalah halal.

Contoh kasus: perampokan onta. Jika yang melakukan perampokan onta adalah Muhammad, maka hal itu halal dalam Islam. Tapi jika yang dirampok adalah onta2 Muhammad (hasil rampokannya dari kafir), maka hal itu haram dalam Islam.

Penyerangan di Qarkarat al-Qudr Melawan orang2 Ghatafan dan Banu Sulaym dipimpin oleh Muhammad—May, 624M

Penyerangan ini dilakukan melawan suku nomad Sulaym dan Ghatafan yang tinggal di daerah Nejd, sebelah Timur Medina. Suku2 ini berasal dari keturunan yang sama dengan suku Quraish. Muhammad mendengar dari mata2nya bahwa ada kemungkinan suku2 ini melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Abu Sufyan terhadap daerah sekitar Medina beberapa saat yang lalu. Lalu Muhammad bertekad untuk menyerang mereka secara tiba2. Dia mengumpulkan 200 orang dan pergi sampai ke Qarkarat al-Qudr tapi menemukan tempat itu sepi tak berpenghuni. Yang tampak hanyalah 500 ekor unta yang dijaga seorang anak laki. Muhammad mengambil ke 500 unta itu sebagai barang rampasan [Haykal] dan membagi-baginya diantara pengikutnya, dan mengambil 1/5 jumlah unta bagi dirinya sendiri (Berapakah harga seekor unta? Menurut perkiraanku adalah seharga $300/ekor. Jadi rampokan ini berharga sekitar $150.000). Ini berarti dari rampokan ini dia mendapat 100 unta (kira2 seharga $30.000) untuk dirinya sendiri. Jihadis lain mendapat dua unta per orang. [Ibn Sa’d, vol.ii, hal.35 ] Anak gembala unta disandera tapi kemudian dibebaskan karena menerima Islam. Setelah merampok unta2 itu, Muhammad tinggal di Qarkarat al-Qudr selama tiga malam dan kembali ke Medina tanpa pertempuran. Setelah kembali ke Medina, dia menerima semua uang tebusan dari tawanan2 perang Quraish di perang Badr II. [Ibn Ishak, Sirat Rasul Allah, hal.360]

Kisah di atas diambil dari Sirat Rasul Allah, Ibn Sa'd, Haykal. Di sini jelas Muhammad mencuri/merampok/menjarah/merampas 500 ekor unta kafir. Perbuatan kriminal ini HALAL menurut Islam, hanya karena yang melakukannya adalah Muhammad. Sekarang lihat bagaimana sikap Muhammad jika ada orang lain yang berani merampok unta2 hasil rampokannya itu:
Hadis Sahih Bukhari, Volume 8, Book 82, Number 796:
Dikisahkan oleh Anas:
Sekelompok orang dari (suku) Ukl menghadap kepada sang Nabi dan mereka tinggal bersama orang2 As-Suffa, tapi mereka jadi sakit karena udara Medina tidak cocok bagi mereka, jadi mereka berkata, “O Rasul Allah! Sediakan kami susu.” Sang Nabi berkata, “Aku tidak melihat cara lain bagimu kecuali menggunakan unta2 milik Rasul Allah.” Maka mereka pergi dan minum susu dan air kencing unta2 (sebagai obat) dan menjadi sehat dan gemuk. Lalu mereka membunuh penggembala unta dan mencuri unta2nya. Ketika orang minta tolong dan datang kepada Rasul Allah, dia mengirim beberapa orang2nya untuk mengejar mereka, dan mereka ditangkap dan dibawa kembali sebelum tengah hari. Sang Nabi memerintahkan paku2 besi dipanaskan sampai merah, dan ditusukkan ke dalam mata2 mereka dan tangan2 dan kaki2 mereka dipotong dan tidak dibakar. Lalu mereka dibaringkan di tempat yang bernama Al-Harra dan ketika mereka minta air untuk minum, mereka tidak diberi sampai mereka mati. (Abu Qilaba berkata, “Orang2 itu mencuri dan membunuh dan melawan Allah dan RasulNya.”)


Perbuatan Muhammad sangat sadis kepada orang yang berani merampok dan melakukan pembunuhan pada pengikutnya, padahal dia sendiri seringkali merampok dan membunuhi kafir.

Dan aliran yang Anda percayai tersebut, termasuk musuh aliran Islam yang saya kenal.

Aku tidak tahu apa aliran yang kumaksud. Semua informasi yang kucantumkan diambil dari Qur'an, ahadis sahih bukhari, abu daud, dll. Apakah aliran Islam-mu tidak mengakui Qur'an dan ahadis?

Terima kasih, semoga bisa menjadi masukkan.

Terima kasih kembali.

Itu hanya pendapat saya, dan pendapat saya belum tentu benar, dan menurut saya, sangat sombong jika ada orang yang mengatakan pendapatnya pasti benar dan tidak mungkin salah.

Terserah Anda jika tidak merasa yakin atas pendapat sendiri. Tapi aku merasa yakin dan benar dengan pendapatku tanpa merasa sombong karena memang begitulah yang tercantum di sumber2 utama Islam. Aku tidak akan menghabiskan waktuku dan waktumu untuk membela pendapatku yang belum kuyakini kebenarannya.
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Saya hanya ingin belajar

Postby dahlanf » Fri Jan 25, 2008 2:29 pm

Adadeh wrote:Yang ditulis di FFI ini berdasarkan apa yang tercantum dalam ahadis Sahih dan Sirat Rasul. Masalahnya, Muslim pada umumnya tidak mampu menilai secara obyektif segala perbuatan kriminal yang dilakukan Muhammad. Tapi ada beberapa Muslim di FFI (seperti Pembawa Pedang, Montir Kepala) ini yang memang sudah mengakui bahwa Muslim berhak menyetubuhi tawanan2 perang wanita secara paksa, karena para wanita itu sudah jadi barang milik Muslim seperti yang tertera dalam Qur'an. Nah, hal ini jelas adalah tindakan perkosaan. Bahkan beberapa hadis menyatakan bahwa Muslim menyetubuhi wanita2 kafir itu di hadapan para suaminya yang kafir. Ini kan jelas bertentangan dengan moral. Tapi Muslim2 seperti Anda tidak bisa melihat ini sebagai hal yang salah.


Ya, saya pernah baca Riwayat turunnya ayat AlQuran, salah satunya yang ditulis Imam Jalaludin As-Suyuti, yang mencantumkan hadist dari Abi Sa’id Al Khudri tersebut.
Yang sangat jauh bertentangan adalah kesimpulan yang diambil oleh ulama-ulama yang lurus dengan sebagian kawan yang ada di FFI, ini.
Satu-satunya perbudakan yang diijinkan oleh Islam adalah tawanan perang. Ini, adalah keadilan Allah. Apakah Anda akan membuat aturan bahwa tawanan dari orang kafir di bebaskan saja tanpa syarat sedangkan tawanan dari kaum mukmin pada orang kafir juga diperbudak. Ini dalam kondisi perang saat itu.
Sedangkan kita semua juga tahu bahwa kemudian Islam mengajarkan untuk menghilangkan perbudakan ini secara bertahap. Anda juga pasti tahu, Islam yang kemudian pertama-tama mewujudkan penghapusan perbudakan secara bertahap.

Ayat tersebut (4:14) kemudian disusul dengan turunnya ayat 32-34 surat AnNisa’ ini.

Demikian juga dengan barang jarahan yang didapat dari perang. Apakah Anda akan membuat ajaran bahwa barang milik musuh yang telah kalah dan mati, dibiarkan saja untuk nantinya ditemukan oleh musuh dan digunakan untuk melawan kita, tentu saja pada saat kondisi perang.

Sebenarnya perang memang kejam. Dan umat Islam dan Muhammad saw hanya mengikuti apa yang diperintahkan oleh Tuhan mereka, ArRahim. Harus kejam menghajar musuh dalam perang. Menghajar orang-orang yang membantu musuh. Perang.
Ketaatan itu yang penting dalam menjalankan perintah Al Aliim.

Dan Anda juga tahu kan aturan-aturan Allah yang dalam kondisi damai. Hukuman dan kewajiban yang berhubungan dengan kemasyarakatan sama antara kafir jimmi dengan kaum mukmin.

Kemudian yang sangat jauh berbeda kan, beberapa kawan di sini mengakui ajaran yang kejam dan keras tersebut dalam perang diberlakukan atau diterapkan dalam keadaan damai, sedangkan ajaran yang Anda beritakan tersebut Anda sendiri tidak suka.

Kan sangat jelas kelihatan kalau ajaran yang keras dan kejam tersebut adalah untuk kondisi perang melawan orang-orang yang lalim dan dzalim. Dan juga saya yakin bahwa Anda sebenarnya tahu kalau ajaran untuk menghadapi orang-orang yang tidak dzalim meski dia tidak beriman pada Muhammad dan apa yang telah diterima dari Tuhannya, adalah sangat sejuk dan menolong.
Banyak sekali hadist-hadist yang menggambarkan bagaimana hubungan antara Muhammad saw dan sahabat-sahabatnya dengan Nasrani dan Yahudi di Madinah dan sekitarnya pada saat damai. Sebenarnya Anda juga pernah baca hadis-hadis itu kan, hanya menutupi saja.

Ok, maafkan jika ada perkataan saya yang menyinggung Anda.
Semoga bisa jadi masukkan saja, dalam memberitakan Islam secara lurus dan benar.
Terima kasih.

Adadeh wrote:Terserah Anda jika tidak merasa yakin atas pendapat sendiri. Tapi aku merasa yakin dan benar dengan pendapatku tanpa merasa sombong karena memang begitulah yang tercantum di sumber2 utama Islam. Aku tidak akan menghabiskan waktuku dan waktumu untuk membela pendapatku yang belum kuyakini kebenarannya.

Pendapat saya pasti benar menurut saya saat ini, dan ada kemungkinan ada pendapat yang lebih benar.
dahlanf
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 194
Joined: Thu Dec 27, 2007 10:21 am

Re: Saya hanya ingin belajar

Postby Adadeh » Sat Jan 26, 2008 1:24 am

dahlanf wrote:Ya, saya pernah baca Riwayat turunnya ayat AlQuran, salah satunya yang ditulis Imam Jalaludin As-Suyuti, yang mencantumkan hadist dari Abi Sa’id Al Khudri tersebut.
Yang sangat jauh bertentangan adalah kesimpulan yang diambil oleh ulama-ulama yang lurus dengan sebagian kawan yang ada di FFI, ini.
Satu-satunya perbudakan yang diijinkan oleh Islam adalah tawanan perang. Ini, adalah keadilan Allah.

Coba Anda lihat lagi di tafsir Suyuti apakah yang harus diperangi Muslim? Berdasarkan tafsir Suyuti, ibn Kathir, ibn Jarir, dan Jailalayn, Allah memerintahkan Muslim untuk memerangi kafir sampai tiada fitnah (mengatakan Allah SWT bukan satu2nya tuhan yang layak disembah, dan tidak mengakui Muhammad sebagai Rasul Allah SWT) dan syrik (menyekutukan Allah SWT dengan illah lain).

Q 8:39
Dan perangilah mereka sampai tiada fitnah (menyembah yang lain selain Allah), dan agama (ibadah) hanyalah bagi Allah saja.
Apakah yang dimaksud dengan FITNAH menurut ayat di atas?

Ibn Katheer said: Allaah commands us to fight the kuffaar so that there will be no fitnah, i.e., shirk, and the religion will all be for Allaah alone, i.e., the religion of Allaah will prevail over all other religions.
terjemahan
Ibn Kathir berkata: Awloh memerintahkan kita untuk memerangi kafir sampai tiada fitnah lagi, yakni shirk, dan semua agama hanya bagi Awloh saja, dan ini berarti agama Awloh unggul di atas agama2 lain.

Ibn Jareer said:
So fight them until there is no more shirk, and none is worshipped except Allaah alone with no partner or associate, and trial s and calamities, which are disbelief and polytheism, are lifted from the slaves of Allaah on earth, and religion is all for Allaah alone, and so that obedience and worship will be devoted to Him alone and none else.

terjemahan:
Ibn Jareer berkata:
Jadi perangi mereka sampai tiada shirk lagi, dan tiada yang disembah kecuali Awloh saja tanpa memperilahkannya dengan yang lain, dan cobaan dan bencana yakni ketidakpercayaan dan paganisme ditiadakan dari diri budak2 Awloh di bumi, dan agama hanya bagi Awloh saja, sehingga ketaatan dan pemujaan hanya diperuntukkan baginya saja dan tidak bagi yang lain.


Q 2:193
Dan perangilah mereka sehingga tidak ada lagi fitnah dan (sehingga) menjadilah agama itu semata-mata kerana Allah. Kemudian jika mereka berhenti maka tidaklah ada permusuhan lagi melainkan terhadap orang-orang yang zalim.
Tentang ayat 2:193, Tafsir Ibn Kathir menyatakan:
Maka Allah memerintahkan Muslim untuk membunuh kafir “sampai tiada Fitnah lagi.” Menurut Ibn Abbas dan lainnya, “Fitnah” berarti polytheisme, “Dan Agama bagi Allah” berarti agama Allah harus berkuasa dan unggul di atas agama2 lain. Di Sahihyan, dilaporkan bahwa sang Nabi berkata: “Aku telah diperintahkan oleh Allah untuk memerangi orang2 (kafir) sampai mereka berkata: “Tiada yang layak disembah selain Allah, dan siapapun yang mengatakan ini akan selamat nyawa dan hartanya dariku kecuali melanggar hukum (Sharia yang menentukan hak dan keadaan di mana dia akan dihukum dengan adil).

Sekarang kembali ke perkataan Muhammad:
Hadis Sahih Bukhari, Volume 1, Book 2, Number 24:
Dikisahkan oleh Ibn ‘Umar:
Rasul Allah berkata, “Aku telah diperintahkan (oleh Allah) untuk memerangi orang2 sampai mereka mengaku bahwa tidak ada yang patut disembah selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah, dan melakukan sembahyang dengan sempurna dan membayar zakat, sehingga jika mereka melakukan hal itu, maka selamatlah nyawa dan harta mereka dariku kecuali dari hukum2 Islam dan amal mereka akan dihitung oleh Allah.”


Isi hadis di atas cocok sekali dengan isi Q 9:5, Q 8:39, Q 2:193 dan berbagai ayat ganas Qur'an lainnya yang sudah dijelaskan pula dalam berbagai tafsir Qur'an oleh Ibn Jareer, Tabari, Suyuti, Ibn Kathir, dll. Jadi kafir tidak perlu berbuat apa2 untuk dapat diperangi Muslim. Cukup hanya jadi kafir saja cukup alasan bagi Muhammad untuk memeranginya. Ini sudah dilakukan berkali-kali-kali dalam hidupnya sebagai contoh bagi Muslim untuk dituruti. Dan memang hal ini pun dituruti pula oleh para kalifah pengganti Muhammad dengan menyerang kanan kiri membabi buta untuk menjarah dan merampok kafir dengan selubung menyebarkan agama.

Satu-satunya perbudakan yang diijinkan oleh Islam adalah tawanan perang. Ini, adalah keadilan Allah. Apakah Anda akan membuat aturan bahwa tawanan dari orang kafir di bebaskan saja tanpa syarat sedangkan tawanan dari kaum mukmin pada orang kafir juga diperbudak. Ini dalam kondisi perang saat itu.

Jadi berdasarkan perintah Allah SWT dalam ayat2 Qur'an di atas, kau sebagai Muslim harus memerangi saudara2 setanahairmu yang non-Muslim, kau halal untuk membunuh dan memperbudak mereka, halal untuk memperkosa wanita2 kafir tawanan perang bahkan di hadapan suami2 kafir mereka. Itulah keadilan Allah. Itulah sebabnya mengapa Muslim membom Bali dua kali, menyerang kafir2 non-Islam di Ambon, Poso, Jakarta. Tidak hanya menyerang orangnya saja, tapi juga membom dan merusak tempat ibadahnya sekalian. Itu semua dilakukan Muslim yang mengikuti perintah Allah SWT dalam Qur'an. Selama masih ada kafir, berarti masih ada fitnah atau syrik, dan itu berarti perang terhadap Islam.

Jika kau mempelajari sejarah lebih dari 70 peperangan yang dilakukan Muhammad selama 10 tahun di Medinah, kau dapat melihat jelas bahwa tidak ada satu pun suku2 kafir yang terlebih dahulu memerangi Muhammad. Mereka memang tidak perlu menyerang Islam terlebih dahulu agar Muslim boleh memerangi mereka balik.

Apakah Anda akan membuat aturan bahwa tawanan dari orang kafir di bebaskan saja tanpa syarat sedangkan tawanan dari kaum mukmin pada orang kafir juga diperbudak. Ini dalam kondisi perang saat itu.

Yang mengobarkan perang terlebih dahulu adalah Muslim. Para wanita dan anak2 tawanan perang itu tadinya punya akhlak, kemerdekaan, mata pencarian, keluarga, dll. Tapi gara2 perang yang dikobarkan Muslim, mereka lalu jadi budak2 hina yang harus tunduk di bawah Islam.

Sedangkan kita semua juga tahu bahwa kemudian Islam mengajarkan untuk menghilangkan perbudakan ini secara bertahap. Anda juga pasti tahu, Islam yang kemudian pertama-tama mewujudkan penghapusan perbudakan secara bertahap.

Maaf, ya, tapi saya sudah bosan berdiskusi tentang hal ini berkali-kali-kali di FFI. Silakan baca thread Adadeh vs. Malcolm X: Islam dan Perbudakan.
Allah SWT tidak pernah menghapuskan perbudakan, malah menggunakan budak sebagai hadiah bagi para jihadis yang rela berperang bagi Allah SWT.

Ayat tersebut (4:14) kemudian disusul dengan turunnya ayat 32-34 surat AnNisa’ ini.
Demikian juga dengan barang jarahan yang didapat dari perang. Apakah Anda akan membuat ajaran bahwa barang milik musuh yang telah kalah dan mati, dibiarkan saja untuk nantinya ditemukan oleh musuh dan digunakan untuk melawan kita, tentu saja pada saat kondisi perang.

Barang jarahan (rampokan) itu adalah nafkah bagi Muhammad dan para pengikutnya. Muhammad dan para Muslim saat itu tidak punya kemampuan apapun untuk mencari nafkah selain dengan merampok kafir. Karena itulah Muhammad mengeluarkan berbagai ayat2 Qur'an untuk menghalalkan perampokan, penjarahan, perampasan harta kafir dengan dibalut pesan "atas perintah Illahi" agar perbuatan dosa ini tampak suci. Karena itulah Muhammad melakukan perampokan hampir tiap dua bulan sekali di Medinah. Semuanya adalah karena harta saja.

Hadith in Sahih Bukhari, Volume 4, Book 53, Number 388:
Dikisahkan oleh Juwairiya bin Qudama At-Tamimi:
Kami berkata pada,”'Umar bin Al-Khattab, O ketua kaum yang beriman! Nasihatilah kami.” Dia berkata,”Aku menasihatimu untuk memenuhi Hukum Allah (yang dibuat dengan kaum Dhimmi) karena itulah hukum Nabimu dan sumber mata pencaharianmu (yakni pajak dari kaum Dhimmi).


Hadis Sahih Bukhari, Vol. IV, bab 88:
Dikisahkan oleh Ibn ‘Umar bahwa sang Nabi berkata,”Mata pencaharianku ada di bawah bayangan tombakku, (1) dan dia yang tidak menaati perintahku akan dihinakan dengan membayar Jizya.”
Catatan: (1) “Di bawah bayangan tombakku” berarti “dari jarahan perang”.
Ref: The Translation of the Meanings of Sahih Al-Bukhari, Arabic-English, Vol.IV (page 104) by Dr. Muhammad Muhsin Khan, Islamic University—Al-Medina Al-Munauwara

Sebenarnya perang memang kejam. Dan umat Islam dan Muhammad saw hanya mengikuti apa yang diperintahkan oleh Tuhan mereka, ArRahim. Harus kejam menghajar musuh dalam perang. Menghajar orang-orang yang membantu musuh. Perang.
Ketaatan itu yang penting dalam menjalankan perintah Al Aliim.

Justru itulah permasalahannya, dahlanf. Perang itu terus dikobarkan Allah SWT selama di dunia ini masih ada kafir, sampai di hari Kiamat. Saya bisa tunjukkan tafsirnya padamu tentang hal ini. Perang sampai hari Kiamat. Mengapa Allah SWT begitu haus darah kafir? Mengapa Dia begitu butuh pengakuan manusia padahal katanya Tuhan itu omnipoten, maha kuasa, serba berkecukupan, tidak tergantung siapapun.

Kafir seperti diriku ini tidak pernah melakukan pembunuhan, perkosaan, penipuan, fitnah, terhadap orang lain, tidak pernah mabuk2an, tidak doyan judi, setia dan sayang sama pasangan hidup sampai mati, memberi banyak nafkah terhadap sesama manusia, menyumbang devisa bagi negara, mengasihi sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri. Tapi mengapa Allah SWT begitu membenciku dan ingin membunuhku, hanya gara2 aku tidak sudi memeluk Islam? Apa sih yang bisa ditawarkan Islam bagiku untuk membuat moralku lebih baik?

Dan Anda juga tahu kan aturan-aturan Allah yang dalam kondisi damai. Hukuman dan kewajiban yang berhubungan dengan kemasyarakatan sama antara kafir jimmi dengan kaum mukmin.

Kondisi damai hanya bisa tercapai jika Islam jadi satu2nya agama yang diakui, yang dominan, dan tidak boleh ada agama lain. Kafir dhimmi itu harus bayar jizya (sampai mencapai 20% income) pada penguasa Muslim yang menjajah negara mereka sendiri. Jizya tidak sama besar dengan zakat Islam, sebab jizya diterapkan untuk menindas dhimmi agar merasa menderita dan ingin memeluk Islam. Begitu jadi Muslim, dia tidak usah lagi bayar jizya, dan hanya bayar zakat (cuma 2% dari penghasilan). Pembayaran jizya juga harus dilakukan dengan tindakan menghina kafir. Perkataan Al-Ghazali:
“Setiap Muslim harus melakukan jihad (yakni perang agresi) setidaknya setahun sekali…. Muslim boleh menggunakan ketepel melawan non-Muslim jika non-Muslim berada dalam sebuah benteng, juga walaupun terdapat wanita dan anak2 diantara mereka. Muslim harus membakar mereka dan/atau menenggelamkan mereka… Jika orang2 Ahli Kitab (terutama Yahudi dan Kristen) diperbudak, perkawinannya (dengan sendirinya) batal… Muslim boleh menebangi pohon2 mereka…. Muslim harus menghancurkan buku2 mereka yang tiada guna. Jihadis boleh mengambil barang jarahan mana saja yang mereka inginkan… mereka dapat mencuri makanan sebanyak yang mereka butuhkan…. Kaum dhimmi wajib tidak mengucapkan Allah dan RasulNya… Yahudi, Kristen, dan Majian harus bayar jizya… dalam membayar jizya, kaum dhimmi harus menundukkan wajahnya sewaktu petugas Muslim menjambak jenggotnya dan memukul bagian bawah telinganya… Mereka tidak diperbolehkan menunjukkan anggur dan lonceng2 gerejanya… rumah2 mereka tidak boleh lebih tinggi daripada rumah2 Muslim, tidak peduli berapa rendahnya rumah Muslim itu. Kaum dhimmi juga tidak boleh naik gajah, kuda, atau begal; mereka boleh naik keledai hanya jika sadelnya terbuat dari kayu. Dia tidak boleh berjalan di bagian jalan yang baik. Kaum dhimmi harus mengenakan baju dengan tanda kain pecak tertentu, demikian juga kaum wanitanya, bahkan juga di tempat2 pemandian umum… Kaum dhimmi harus menjaga lidah mereka….
(Dari The Wagjiz oleh al-Ghazali, ditulis di tahun 1101 M).”

Kemudian yang sangat jauh berbeda kan, beberapa kawan di sini mengakui ajaran yang kejam dan keras tersebut dalam perang diberlakukan atau diterapkan dalam keadaan damai, sedangkan ajaran yang Anda beritakan tersebut Anda sendiri tidak suka.

Bukankah yang saya beritakan itu semua berasal dari Qur'an, ahadis, Sirat Rasul, segala macam tafsir Qur'an? Muhammad sendiri juga sampai ajalnya tidak pernah mengadakan perdamaian dengan para kafir. Tidak pernah itu. Tiada kata damai dalam Islam selama kafir masih ada.

Kan sangat jelas kelihatan kalau ajaran yang keras dan kejam tersebut adalah untuk kondisi perang melawan orang-orang yang lalim dan dzalim. Dan juga saya yakin bahwa Anda sebenarnya tahu kalau ajaran untuk menghadapi orang-orang yang tidak dzalim meski dia tidak beriman pada Muhammad dan apa yang telah diterima dari Tuhannya, adalah sangat sejuk dan menolong.

Ayat2 Mekah yang sejuk dan lemah lembut itu sudah diganti dengan ayat2 keras Medinah. Baca lagi deh tafsir ibn Kathir tentang ayat pedang Q 9:5 yang membatalkan ratusan ayat2 lembut dan penuh damai terhadap kafir.

Kathir 9:5 wrote:
Tjmh:
Kathir 9:5 menyatakan:

This is the Ayah of the Sword
Tjmh:
Ini adalah Ayat Pedang

Mujahid, `Amr bin Shu`ayb, Muhammad bin Ishaq, Qatadah, As-Suddi and `Abdur-Rahman bin Zayd bin Aslam said that the four months mentioned in this Ayah are the four-month grace period mentioned in the earlier Ayah,
Tjmh:
Mujahid, `Amr bin Shu`ayb, Muhammad bin Ishaq, Qatadah, As-Suddi and `Abdur-Rahman bin Zayd bin Aslam berkata bahwa empat bulan yang disebutkan dalam ayat ini adalah bulan2 suci yang disebut di ayat sebelumnya,

﴿فَإِذَا انسَلَخَ الأَشْهُرُ الْحُرُمُ﴾
(So when the Sacred Months have passed... ), meaning, `Upon the end of the four months during which We prohibited you from fighting the idolators, and which is the grace period We gave them, then fight and kill the idolators wherever you may find them.' Allah's statement next,
Tjmh:
(Kemudian apabila habislah (masa) bulan-bulan yang dihormati itu… ), berarti, ‘Pada akhir empat bulan di mana Kami melarangmu untuk memerangi kaum pagan, dan ini adalah waktu suci yang Kami berikan pada mereka, maka perangi dan bunuh kaum pagan di mana pun kau jumpai mereka.’ Pernyataan Allah selanjutnya,

﴿فَاقْتُلُواْ الْمُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدتُّمُوهُمْ﴾
(then fight the Mushrikin wherever you find them), means, on the earth in general, except for the Sacred Area, for Allah said,
Tjmh:
(bunuhlah orang-orang musyrik itu di mana sahaja kamu menemuinya), berarti, umumnya di atas tanah, kecuali di Tempat Suci, karena Allah berkata,

﴿وَلاَ تُقَـتِلُوهُمْ عِندَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتَّى يُقَـتِلُوكُمْ فِيهِ فَإِن قَـتَلُوكُمْ فَاقْتُلُوهُمْ﴾
(And fight not with them at Al-Masjid Al-Haram, unless they fight you there. But if they attack you, then fight them.) 2:191Allah said here,
Tjmh:
(dan janganlah kamu memerangi mereka di sekitar Masjidilharam sehingga mereka memerangi kamu di situ. Oleh itu kalau mereka memerangi kamu (di situ), maka bunuhlah mereka.) (2:191) (Allah berkata,

﴿وَخُذُوهُمْ﴾
(and capture them), executing some and keeping some as prisoners,
Tjmh:
(dan tangkaplah mereka), bunuh sebagian dan tangkap sebagian sebagai tawanan perang,

﴿وَاحْصُرُوهُمْ وَاقْعُدُواْ لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍ﴾
(and besiege them, and lie in wait for them in each and every ambush), do not wait until you find them. Rather, seek and besiege them in their areas and forts, gather intelligence about them in the various roads and fairways so that what is made wide looks ever smaller to them. This way, they will have no choice, but to die or embrace Islam,
Tjmh:
(juga kepunglah mereka, serta tunggulah mereka di tiap-tiap tempat mengintipnya), jangan tunggu sampai mereka menemukanmu. Tapi serang dan kepung mereka di daerah dan benteng2 mereka, cari keterangan tentang mereka di berbagai jalan dan tempat sehingga mereka tidak leluasa lagi. Karena itu, mereka tidak punya pilihan kecuali mati atau masuk Islam,

﴿فَإِن تَابُواْ وَأَقَامُواْ الصَّلَوةَ وَءاتَوُاْ الزَّكَوةَ فَخَلُّواْ سَبِيلَهُمْ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ﴾
(But if they repent and perform the Salah, and give the Zakah, then leave their way free. Verily, Allah is Oft-Forgiving, Most Merciful.) Abu Bakr As-Siddiq used this and other honorable Ayat as proof for fighting those who refrained from paying the Zakah. These Ayat allowed fighting people unless, and until, they embrace Islam and implement its rulings and obligations. Allah mentioned the most important aspects of Islam here, including what is less important. Surely, the highest elements of Islam after the Two Testimonials, are the prayer, which is the right of Allah, the Exalted and Ever High, then the Zakah, which benefits the poor and needy. These are the most honorable acts that creatures perform, and this is why Allah often mentions the prayer and Zakah together. In the Two Sahihs, it is recorded that Ibn `Umar said that the Messenger of Allah said,
Tjmh:
(Kemudian jika mereka bertaubat dan mendirikan sembahyang serta memberi zakat, maka biarkanlah mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.) Abu Bakr As-Siddiq menggunakan ayat ini dan ayat terhormat lainnya sebagai alasan memerangi mereka yang tidak mau bayar Zakah. Ayat ini menginjinkan memerangi orang lain sampai orang tersebut memeluk Islam dan melaksanakan hukum dan kewajiban Islam. Allah menyatakan hal2 yang paling penting dalam Islam, dan juga yang hal penting lainnya. Sudah jelas bahwa hal2 terpenting dalam islam setelah Shahadah (pengakuan) adalah sembahyang bagi Allah yang Maha Mulia dan Maha Tinggi, lalu Zakat bagi yang miskin dan yang membutuhkan. Hal2 ini merupakan perbuatan yang paling terhormat yang dapat dilakukan manusia, dan karena itulah Allah seringkali mengatakan tentang sembahyang dan Zakat secara bersamaan. Dalam dua Shahih dinyatakan bahwa Ibn ‘Umar berkata bahwa Rasul Allah berkata,

«أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاة»
(I have been commanded to fight the people until they testify that there is no deity worthy of worship except Allah and that Muhammad is the Messenger of Allah, establish the prayer and pay the Zakah.) This honorable Ayah (9:5) was called the Ayah of the Sword, about which Ad-Dahhak bin Muzahim said, "It abrogated every agreement of peace between the Prophet and any idolator, every treaty, and every term.'' Al-`Awfi said that Ibn `Abbas commented: "No idolator had any more treaty or promise of safety ever since Surah Bara'ah was revealed. The four months, in addition to, all peace treaties conducted before Bara'ah was revealed and announced had ended by the tenth of the month of Rabi` Al-Akhir.''
Tjmh:
(Aku telah diperintahkan untuk memerangi orang2 sampai mereka mengaku tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah, mendirikan sembahyang dan membayar Zakat). Ayat 9:5 yang terhormat ini disebut sebagai Ayat Pedang, dan tentang ini Ad-Dahhak bin Muzahim berkata,”Ayat ini membatalkan semua perjanjian damai antara Sang Rasul dan kaum pagan, semua persetujuan, dan semua keadaan.” Al-`Awfi berkata bahwa Ibn `Abbas menyatakan: “Tidak seorang pun kaum pagan yang berada di bawah perjanjian damai atau janji keselamatan sejak Surah Bara’ah dinyatakan. Masa empat bulan di mana semua perjanjian damai ditetapkan sebelum Bara’ah diwahyukan dan diumumkan sudah berakhir pada tanggal sepuluh bulan Rab’ Al-Akhir.”

Banyak sekali hadist-hadist yang menggambarkan bagaimana hubungan antara Muhammad saw dan sahabat-sahabatnya dengan Nasrani dan Yahudi di Madinah dan sekitarnya pada saat damai. Sebenarnya Anda juga pernah baca hadis-hadis itu kan, hanya menutupi saja.

Silakan cantumkan contoh2 hadis dan ayat2 Qur'an yang Anda maksud di sini agar kita semua lebih mengetahui apa kebenaran seutuhnya. Berdasarkan apa yang tertulis di Sirat Rasul, sejarah Nabi oleh Tabari dan ibn Sa'd, tak lama setelah Muhammad tinggal di Medinah, dia mulai melancarkan peperangan terhadap (1) pagan Quraish; (2) lalu terhadap suku Yahudi Medinah Quaynuqa; (3) suku Yahudi Medinah an-Nadir; (4) suku Yahudi Medinah Qurayza; (4) pagan2 Arab lainnya; (5) Kristen Arab. Kota Yathrib awalnya adalah kota Yahudi, tapi Muhammad mengusir, membunuhi, memancungi ribuan Yahudi penduduk kota tersebut sampai semua Yahudi lenyap dari Yathrib. Dia lalu mengganti nama kota menjadi Medinah yang berarti kota Nabi (kotanya sendiri). Orang2 Yahudi, Arab Kristen, Arab pagan hidup bersama di daerah Yathrib selama ribuan tahun. Tapi begitu Muhammad datang, maka terjadilan perang, perang, dan perang lagi....

Ok, maafkan jika ada perkataan saya yang menyinggung Anda.
Semoga bisa jadi masukkan saja, dalam memberitakan Islam secara lurus dan benar.

Saya juga minta maaf andaikata yang saya sampaikan menyinggung perasaanmu.
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Saya hanya ingin belajar

Postby dahlanf » Sat Jan 26, 2008 11:45 am

@Adadeh
Q.47:2. Dan orang-orang mukmin dan beramal soleh serta beriman kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad dan itulah yang haq dari Tuhan mereka, Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka.
47:3. Yang demikian adalah karena sesungguhnya orang-orang kafir mengikuti yang bathil dan sesungguhnya orang-orang mukmin mengikuti yang haq dari Tuhan mereka. Demikianlah Allah membuat untuk manusia perbandingan-perbandingan bagi mereka.
47:4. Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.

Keras/kejam melawan musuh dalam perang hingga perang selesai.


Q.4:89. Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong,
4:90. kecuali orang-orang yang meminta perlindungan kepada sesuatu kaum, yang antara kamu dan kaum itu telah ada perjanjian (damai) atau orang-orang yang datang kepada kamu sedang hati mereka merasa keberatan untuk memerangi kamu dan memerangi kaumnya. Kalau Allah menghendaki, tentu Dia memberi kekuasaan kepada mereka terhadap kamu, lalu pastilah mereka memerangimu. tetapi jika mereka membiarkan kamu, dan tidak memerangi kamu serta mengemukakan perdamaian kepadamu maka Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk menawan dan membunuh) mereka.

An Nisa’ ini Madaniyyah. Kalau saya memusuhi Anda karena Anda bukan Islam tapi Anda tidak memusuhi saya, Allah akan melaknat saya.


4:92. Dan tidak layak bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja), dan barangsiapa membunuh seorang mukmin karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah. Jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Barangsiapa yang tidak memperolehnya, maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut untuk penerimaan taubat dari pada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Jika Anda tidak memfitnah dan memusuhi saya, bahkan jika pembunuhan terhadap Anda tanpa sengaja, misalnya mobil saya tanpa sengaja menabrak tubuh Anda hingga mati, ada hukumannya.


Q.60:7. Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di antara mereka. Dan Allah adalah Maha Kuasa. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
60:8. Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.

Ini ajaran ArRahiim kan?
dahlanf
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 194
Joined: Thu Dec 27, 2007 10:21 am

Re: Saya hanya ingin belajar

Postby dahlanf » Sat Jan 26, 2008 12:01 pm

dahlanf wrote:Q.60:7. Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di antara mereka. Dan Allah adalah Maha Kuasa. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
60:8. Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.

Ini ajaran ArRahiim kan?


Jika Anda tidak melarang saya melaksanakan ibadah sesuai keyakinan saya, tidak mengusir saya dari kampung dan negara saya, kata Yang Maha Adil, berarti saya tidak adil jika saya tetap memusuhi Anda.

Ok. ArRohman ingin kita berlaku adil.
1)Saya akan memberikan minuman segar jika anda bersilahturahmi ke rumah saya. Silakan.
2)Tapi saya akan berjuang sekuat tenaga untuk mengusir atau bahkan membunuh Anda jika anda datang kerumah saya untuk merampok dan mengusik ketenangan beribadah keluarga saya.

Saya yakin Anda bukan perampok, silakan pilih opsi pertama. Silahkan buktikan.

Insya Allah segala sesuatu saya mulai dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Salam untuk Anda semua.
dahlanf
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 194
Joined: Thu Dec 27, 2007 10:21 am

Re: Saya hanya ingin belajar

Postby Adadeh » Sun Jan 27, 2008 7:29 am

Apakah bapak sudah membaca tulisan tafsir ayat2 Qur'an oleh ibn jarir dan ibn kathir yang saya kutip di atas?
Kalau sudah, saya ingin tanya pada bapak:
Apakah orang yang menolak masuk Islam wajib Anda perangi?

dahlanf wrote:....
47:3. Yang demikian adalah karena sesungguhnya orang-orang kafir mengikuti yang bathil dan sesungguhnya orang-orang mukmin mengikuti yang haq dari Tuhan mereka. Demikianlah Allah membuat untuk manusia perbandingan-perbandingan bagi mereka.
....
Keras/kejam melawan musuh dalam perang hingga perang selesai.

Terima kasih atas ayat2nya. Mohon perhatikan isi 47:3 yang Bapak kutip di atas. Apakah kebathilan kafir sehingga Muhammad atau Anda layak memerangi mereka?

Q.4:89. Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, ....
4:90. kecuali orang-orang yang meminta perlindungan kepada sesuatu kaum, ...
An Nisa’ ini Madaniyyah. Kalau saya memusuhi Anda karena Anda bukan Islam tapi Anda tidak memusuhi saya, Allah akan melaknat saya.

Dari mana Anda dapat kesimpulan seperti itu tentang Q 4:89 dan 4:90? Silakan periksa tafsir ibn Kathir di sini:
http://www.tafsir.com/default.asp?sid=4&tid=11879
Ayat2 ini diwahyukan dalam masalah Muslim2 munafik yang menolak ikut berperang bersama Muhammad di perang Uhud. Mereka memilih kembali ke Medinah!

Saya kutip penjelasan dari ibn Kathir berkenaan dengan 4:89 dan 4:90
Censuring the Companions for Disagreeing over the Hypocrites who Returned to Al-Madinah Before Uhud
Allah criticizes the believers for disagreeing over the hypocrites. There are conflicting opinions over the reason behind revealing this Ayah. Imam Ahmad recorded that Zayd bin Thabit said that Messenger of Allah marched towards Uhud. However, some people who accompanied him went back to Al-Madinah, and the Companions of the Messenger of Allah divided into two groups concerning them, one saying they should be killed and the other objecting.
terjemahan:
Teguran pada Umat Muslim yang Bertentangan Pendapat tentang Muslim Munafik yang Kembali ke Medinah Sebelum Perang Uhud
Allah mengritik para Muslim yang bertentangan pendapat tentang para Muslim munafik. Ada beberapa pendapat berbeda tentang turunnya ayat ini. Imam Ahmad mengutip Zayd bin Thabit yang berkata Rasul Allah bergerak menuju Uhud. Akan tetapi, beberapa pengikutnya kembali ke Al-Madinah, dan sahabat2 Rasul Allah terbagi dalam dua kelompok tentang orang2 munafik tersebut, satu kelompok berkata mereka harus dibunuh, dan kelompok yang lain menentangnya.

Jadi sudah jelas ayat2 di atas tidak ada hubungannya sama sekali dengan yang seperti yang Anda katakan: "Kalau saya memusuhi Anda karena Anda bukan Islam tapi Anda tidak memusuhi saya, Allah akan melaknat saya." Sebaliknya, tiada satu pun ayat Qur'an yang mengatakan bahwa menindas, memerangi, memusuhi kafir adalah perbuata dzolim.

4:92. Dan tidak layak bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja), dan barangsiapa membunuh seorang mukmin karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah. Jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Barangsiapa yang tidak memperolehnya, maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut untuk penerimaan taubat dari pada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Lihat lagi isi ayat di atas: jika Muslim membunuh kafir, maka Muslim itu tidka perlu dihukum mati. Kalau tidak punya duit, dia hanya perlu puasa dua hari agar dosanya diampuni. Itu juga kalau kafirnya punya perjanjian damai dengan Muslim. Kalau tidak punya seeh... ya tenang2 aja Muslimnya, sebab tidak dianggap dosa oleh Allah. Gampang sekali.

Jika Anda tidak memfitnah dan memusuhi saya, bahkan jika pembunuhan terhadap Anda tanpa sengaja, misalnya mobil saya tanpa sengaja menabrak tubuh Anda hingga mati, ada hukumannya.

Apa hukumannya menurut Sharia? Cuman puasa dua hari saja bukan? Gampang nian. Lebih berat hukuman kafir buatan Pemerintah RI dong.

Q.60:7. Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di antara mereka. Dan Allah adalah Maha Kuasa. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
60:8. Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.

Ini salah satu ayat2 Mekah yang sudah dibatalkan ayat Medinah 9:5. Tiada lagi kasih sayang atau perdamaian dengan kafir. Ayat 9:5 memberi ijin bagi Muslim untuk memerangi kafir yang menolak Islam. Bukankah selama ada kafir akan selalu ada syrik atau fitnah (menyembah yang lain selain Allah)?

8:39
Dan perangilah mereka sampai tiada fitnah (menyembah yang lain selain Allah), dan agama (ibadah) hanyalah bagi Allah saja.
FITNAH yang dimaksud di sini adalah SYRIK, bukan fitnah nuduh bohong kepada Anda.

Ibn Katheer said: Allaah commands us to fight the kuffaar so that there will be no fitnah, i.e., shirk, and the religion will all be for Allaah alone, i.e., the religion of Allaah will prevail over all other religions.
terjemahan
Ibn Kathir berkata: Awloh memerintahkan kita untuk memerangi kafir sampai tiada fitnah lagi, yakni shirk, dan semua agama hanya bagi Awloh saja, dan ini berarti agama Awloh unggul di atas agama2 lain.

Tampaknya nurani dan nalar Anda tidak bisa menerima perintah Allah SWT di atas sehingga Anda berusaha keras membantah artinya. Jika Anda lakukan hal ini di Indonesia, Anda seketika jadi kriminal dan masuk bui. Tapi justru tindakan itulah yang dilakukan Imam Samudra, Azahari, Nurdin M. Top, Amrozy, Ayatollah Khomeini, FPI, Osama bin Laden, Ba'asyir, dll. Hal itu juga yang dilakukan para kalifah pengganti Muhammad, seperti Abu Bakr, Usman, Umar, Ali. Mereka mulai menyerang tanah2 kafir dengan kedok agama, sembari menikmati harta jarahan, budak2 kafir, dan tanah jajahan baru. Tokoh2 yang kusebut di atas itu adalah pengikut perintah Muhammad yang sejati. Mereka tidak salah mengerti dan berani melakukan apa yang diperintahkan dan dilakukan sendiri oleh Muhammad. Muslim2 seperti Anda tidak berani dan tidak sanggup melakukannya, karena memang sangat bertentangan dengan nurani, nalar, dan keadilan.

Mungkin sekarang Anda perlu bertanya mengapa terdapat banyak sekali organisasi2 teroris Islam di dunia? Mengapa begitu ada Islam, selalu ada peperangan, penindasan terhadap minoritas, pengeboman, penuntutan diterapkannya Syariah, dll.
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Saya hanya ingin belajar

Postby Adadeh » Sun Jan 27, 2008 7:42 am

dahlanf wrote:
dahlanf wrote:Q.60:7Ini ajaran ArRahiim kan?

Ini perkataan Muhammad di Mekah ketika dia lemah dan tidak punya kekuatan militer. Tapi begitu kuat secara militer, lain pula yang dikatakannya.

Ketika Muhammad masih di Mekah :
Ber-hati2lah dengan apa yang kau ucapkan di hadapan orang yang tak beriman; bersabarlah terhadap mereka.
73:10
Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik. [3, Mecca ]

Setelah Muhamad di Medina:
2:191
Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir. [87, Medina ]

Di Mekah:
Jangan memaksa para kafir.
50:45
Kami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan, dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka beri peringatanlah dengan Al Quran orang yang takut dengan ancaman-Ku. [34, Mecca ]

Di Medinah:
Perangi kaum kafir yang ada di sekitarmu.
9:123
Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa. [113, Medina ]

Sebelum:
Bersabarlah terhadap kaum kafir; Allah akan menghakimi mereka.
10:109
Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu, dan bersabarlah hingga Allah memberi keputusan dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya. [51, Mecca ]

Sesudah:
Ketika ada kesempatan, bunuhlah kafir di mana pun kau menjumpai mereka.
9:5
Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. [113, Medina ]

Sebelum:
Berbantahlah dengan lembut dengan kaum Yahudi, Kristen dan para kafir.
16:125
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. [70, Mecca ]

Sesudah:
Bunuh kaum Yahudi dan Kristen jika mereka tidak mau memeluk Islam atau tidak mau bayar pajak Jizya.
9:29
Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. [113, Medina ]

Sebelum:
Setiap orang bebas mempraktekan agama apapun yang mereka miliki.
109:6
Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku. [18, Mecca ]

Sesudah
Agama apapun yang berbeda dengan Islam tidak dapat diterima.
3:85
Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. [89, Medina ]

Sebelum:
Muslim harus belajar dari Buku2 kaum Yahudi dan Kristen
10:94
Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu temasuk orang-orang yang ragu-ragu.
[51, Mecca ]

Sesudah:
Kaum Yahudi dan Kristen adalah kafir; perangi mereka.
9:30
Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah". Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling?

Jika Anda tidak melarang saya melaksanakan ibadah sesuai keyakinan saya, tidak mengusir saya dari kampung dan negara saya, kata Yang Maha Adil, berarti saya tidak adil jika saya tetap memusuhi Anda.

Itu sih pendapat Anda sendiri, bukan pendapat Allah. Perintah Allah dari dulu sampai detik ini tidak berubah: selama masih ada Fitnah atau Syrik, maka perangilah kafir. Kau pikir mengapa Muhammad melakukan perang terus-menerus selama 10 tahun di Medinah, padahal tiada satu pun suku2 kafir yang menyerangnya terlebih dahulu. Sebaiknya kau baca Sirat Rasul Allah agar aku tidak perlu mengulas semua sejarah Islam bagimu.

1)Saya akan memberikan minuman segar jika anda bersilahturahmi ke rumah saya. Silakan.
2)Tapi saya akan berjuang sekuat tenaga untuk mengusir atau bahkan membunuh Anda jika anda datang kerumah saya untuk merampok dan mengusik ketenangan beribadah keluarga saya.
Saya yakin Anda bukan perampok, silakan pilih opsi pertama. Silahkan buktikan.

Nomer dua itu bukan ajaran Islam, dahlanf. Lihatlah apa yang dilakukan Muhammad. Muhammad datang ke kota Yahudi Medinah. Kaum Yahudi menerimanya, tidak pernah berusaha mengusirnya, merampoknya, lebih2 lagi membunuhnya. Tapi dia lalu mengusir, merampok, dan membunuhi mereka. Kau, sebagai manusia yang bernalar dan bernurani, tentu tidak sanggup melakukan hal itu, tapi nabimu sanggup.
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby dahlanf » Mon Jan 28, 2008 10:57 am

@Adadeh
Terima kasih atas penjelasan Anda yang sangat jelas.
Saya memang perlu banyak belajar tentang Agama, untuk itulah saya mencari-cari informasi dari sini.

Sayangnya waktu saya tidak banyak kalau harus menjelaskan pendapat dan keyakinan saya. Paling tidak untuk dalam waktu dekat ini. Mudah-mudahan lain waktu akan lebih longgar. Sehingga bisa kembali berdiskusi.

Tapi saya sangat senang bisa mendapatkan banyak masukkan.

Saya lihat Anda sangat peduli dengan orang lain. Apa sesuai dengan Tujuan FFI? Atau ada hal yang lain?

Jika Anda bekenan untuk membantu saya, mohon tunjukkan dimana threat-nya supaya saya bebas bertanya apa saja pada Anda tentang agama. Ya, itu jika Anda mau membantu. Terima kasih sebelumnya.

Sebenarnya ada beberapa hal saya tidak sepakat dengan Anda, tapi dengan begitu luasnya pengetahuan Anda, saya bisa mendapatkan masukkan dari Anda. Saya perbandingkan saja dengan sumber-sumber yang lain.
Seperti pendapat Anda ini, saya tidak setuju.
Adadeh wrote:
1)Saya akan memberikan minuman segar jika anda bersilahturahmi ke rumah saya. Silakan.
2)Tapi saya akan berjuang sekuat tenaga untuk mengusir atau bahkan membunuh Anda jika anda datang kerumah saya untuk merampok dan mengusik ketenangan beribadah keluarga saya.
Saya yakin Anda bukan perampok, silakan pilih opsi pertama. Silahkan buktikan.

Nomer dua itu bukan ajaran Islam, dahlanf. Lihatlah apa yang dilakukan Muhammad. Muhammad datang ke kota Yahudi Medinah. Kaum Yahudi menerimanya, tidak pernah berusaha mengusirnya, merampoknya, lebih2 lagi membunuhnya. Tapi dia lalu mengusir, merampok, dan membunuhi mereka. Kau, sebagai manusia yang bernalar dan bernurani, tentu tidak sanggup melakukan hal itu, tapi nabimu sanggup.
Tapi tidak usah dijelaskan ya, saya belajar saja dari Anda.

Ok. Anda mau bantu saya kan? Karena untuk berdebat saya tidak punya banyak waktu, bagi saya yang penting masukkan buat saya, dan mudah-mudahan pertanyaan saya juga bisa berguna bagi yang lain.

Jika Anda berkenan saya ingin memulai pertanyaan dengan apa sebenarnya inti ajaran Islam menurut Anda?
Mungkin sebaiknya buat topik baru ya?. Oh, ya, saya tidak bisa online tiap hari, jadi akan sangat santai.
dahlanf
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 194
Joined: Thu Dec 27, 2007 10:21 am

Postby Adadeh » Tue Jan 29, 2008 1:00 am

dahlanf wrote:@Adadeh
Terima kasih atas penjelasan Anda yang sangat jelas. ... Tapi saya sangat senang bisa mendapatkan banyak masukkan.

Terima kasih kembali.

Saya lihat Anda sangat peduli dengan orang lain. Apa sesuai dengan Tujuan FFI? Atau ada hal yang lain?

Ya, memang tujuan FFI adalah untuk mengungkapkan ajaran Muhammad yang sebenarnya, yang tidak diketahui para Muslim Indonesia pada umumnya sebab mereka tidak mempelajari sejarah Islam, tidak mengerti makna ayat2 Qur'an dan tafsirnya, kejadian sejarah apa yang jadi latar belakang turunnya wahyu, apa yang benar2 diperbuat Muhammad di Mekah dan Medinah seperti yang tertulis hitam di atas putih di Sirat Rasul Allah, berbagai ahadis sahih, sejarah nabi dan Islam awal oleh Tabari. Ini semua tulisan2 sejarah tertua, terasli, tersahih dan terutama dalam literatur Islam. Semua sejarah Islam lainnya bersumber dari literatur utama tersebut. Saya merasa wajib menyampaikan kebenaran karena saya melihat akibat Islam di Indonesia sangatlah menyedihkan. Sejak Islam datang ke Indonesia 500 tahun yang lalu, Indonesia jadi sangat terpuruk, terbelakang, super miskin, banyak hutang, pecah belah (muslim vs. kafir), dan tidak mampu bangkit jaya kembali. Hal yang sama juga dialami negara2 Islam lain pada umumnya.

Jika Anda berkenan saya ingin memulai pertanyaan dengan apa sebenarnya inti ajaran Islam menurut Anda?

Inti ajaran Islam tak lain adalah imperialisme (penjajahan) Arab saja. Unsur agama sih tidak ada dalam Islam, dan hanya sebagai embel2 saja untuk menutupi tujuan utama Islam itu sendiri.

Silakan jika Anda ingin membuat thread baru.
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Terima kasih

Postby dahlanf » Tue Jan 29, 2008 9:03 am

Adadeh wrote:
Silakan jika Anda ingin membuat thread baru.


Saya membuat thread baru untuk Adadeh. Terima kasih kesempatannya.
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... hp?t=22027

Perdebatan yang diatas saya coba selesaikan di tempat lain saja. Untuk teman-teman yang lain silakan mengomentari komentar adadeh pada dahlanf diatas. Jika ilmu saya sudah cukup baru nanti saya lanjutkan. Sekarang saya belajar-belajar dulu saja.
Saya juga akan belajar dari forum sebelah. Semoga disana juga ada yang mau membantu saya.
dahlanf
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 194
Joined: Thu Dec 27, 2007 10:21 am

ok

Postby dahlanf » Thu Jan 31, 2008 9:42 am

Adadeh wrote: Apakah bapak sudah membaca tulisan tafsir ayat2 Qur'an oleh ibn jarir dan ibn kathir yang saya kutip di atas?
Kalau sudah, saya ingin tanya pada bapak:
Apakah orang yang menolak masuk Islam wajib Anda perangi?
Ya, akan saya perangi dengan pemikiran dan ucapan, paling tidak dengan mendoakan agar Allah membukakan pada mereka jalan yang diridloi-Nya.

Saya mengagumi data-data yang Anda punya. Itulah hebatnya teknologi komputer dan internet ini. Anda betul-betul ahli dalam memanfaatkannya.
Sesuai dengan arti perang itu, tidak selalu dengan membunuh. Dan sayangnya Anda tidak menyebutkan definisi kafir selain tidak percaya dengan Allah dan Rasul-Nya.

Dengan membaca ayat-ayat ini:
Q.4:34. Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
35. Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-isteri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

36. Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,
37. (yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan.

Begitulah sebagian sifat orang kafir (yang tidak memenuhi perintah AlKabiir tersebut) yang harus diperangi pemikiran dan kelakuannya. Dan orang mukmin adalah yang melaksanakan perintah dan larangan Al Aliim tersebut (tentu ada beberapa lagi contoh perintah dan larangan AlAlii lainnya), orang Islam yang tidak melaksanakan perintah AlKhobiir juga disebut kafir, dan harus diperangi. (sekali lagi perang tidak harus menghilangkan nyawa, bahkan kata membunuh juga tidak selalu sama dengan menghilangkan nyawa orang lain).
Dengan kekuatan, perkataan, serta pemikiran dan doa.

Saya yakin sebenarnya Anda tahu (dari luasnya pengetahuan Anda) bahwa memerangi dalam hal itu tidak harus perang secara fisik (bunuh membunuh orang). Tapi pemikiran dan pengaruhnya pada jaman sekarang adalah hal yang lebih penting.

Anda telah mendefinikan diri Anda sebagai orang yang kafir, dan memusuhi Islam dalam hal pemikiran, dan kewajiban para mukmin adalah memerangi anda dengan pemikiran pula. Terutama karena anda mengajak orang lain untuk memusuhi Islam, bukan hanya tidak menghiraukannya.

Jika kita tidak bertakwa (melaksanakan perintah Al Qohar dan menjauhi larangn-Nya) kita juga telah kafir.
Dan ayat-ayat tersebut juga menjawab pertanyaan Anda:
Adadeh wrote:Apakah kebathilan kafir sehingga Muhammad atau Anda layak memerangi mereka?


Kemudian
Adadeh wrote:Jadi sudah jelas ayat2 di atas tidak ada hubungannya sama sekali dengan yang seperti yang Anda katakan: "Kalau saya memusuhi Anda karena Anda bukan Islam tapi Anda tidak memusuhi saya, Allah akan melaknat saya."
Dari luasnya pengetahuan Anda, sebenarnya tentu Anda pernah baca ayat-ayat berikut:
Q.2:190. Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
191. Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir.
192. Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang .
193. Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi) , kecuali terhadap orang-orang yang zalim.
194. Bulan haram dengan bulan haram, dan pada sesuatu yang patut dihormati, berlaku hukum qishaash. Oleh sebab itu barangsiapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa.
195. Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Dari ayat-ayat diatas, yang telah diberi tanda, jelas-jelas memberikan penekanan hanya yang memerangi yang diperangi, jika mereka berhenti tidak ada lagi permusuhan. Ditegaskan pula dengan hukum qishaash, misalnya Anda memusuhi dalam pemikiran dan tulisan, yang pembalasannya sama, pemikiran dan tulisan. Jika Anda tidak mengusir saya, tidak ada alasan bagi saya untuk mengusir Anda misalnya.


Mengenai kecuali terhadap orang-orang yang zalim.

Menurut Depag RI, yang dimaksud dengan orang-orang yang zalim ialah: orang-orang yang setelah diberikan kepadanya keterangan-keterangan dan penjelasan-penjelasan dengan cara yang paling baik, mereka tetap membantah dan membangkang dan tetap menyatakan permusuhan.

Salah satu ciri orang yang zalim adalah yang tidak mengindahkan larangan dalam ayat ini, Q.49.11. Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

Pengertian zalim juga dicontohkan antara lain dalam ayat-ayat berikut:
Q.53:52. Dan kaum Nuh sebelum itu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang paling zalim dan paling durhaka
Q.60:9. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
Q.59:16. (Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) shaitan ketika dia berkata kepada manusia: "Kafirlah kamu", maka tatkala manusia itu telah kafir, maka ia berkata: "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta Alam." 17. Maka adalah kesudahan keduanya, bahwa sesungguhnya keduanya (masuk) ke dalam neraka, mereka kekal di dalamnya. Demikianlah balasan orang-orang yang zalim.


Adadeh wrote:Sebaliknya, tiada satu pun ayat Qur'an yang mengatakan bahwa menindas, memerangi, memusuhi kafir adalah perbuata dzolim.


Bahkan saya sudah menuliskan diatas,
dahlanf wrote:4:92. Dan tidak layak bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja), dan barangsiapa membunuh seorang mukmin karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah. Jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Barangsiapa yang tidak memperolehnya, maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut untuk penerimaan taubat dari pada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Jika Anda tidak memfitnah dan memusuhi saya, bahkan jika pembunuhan terhadap Anda tanpa sengaja, misalnya mobil saya tanpa sengaja menabrak tubuh Anda hingga mati, ada hukumannya.
Salah satu contoh keadilan aturan AlHakiim pada orang mukmin dan kafir dimmi (dalam ayat tersebut menggunakan istilah qoumim bainakum wabainahum miisyaaq), jika kita membunuh tanpa sengaja hukumannya adalah membayar denda yang diserahkan kepada keluarganya dan memerdekakan budak. Jika membunuhnya dengan sengaja hukumannya ya Jahanam (Q.4:93).

Adadeh wrote:Lihat lagi isi ayat di atas: jika Muslim membunuh kafir, maka Muslim itu tidka perlu dihukum mati. Kalau tidak punya duit, dia hanya perlu puasa dua hari agar dosanya diampuni. Itu juga kalau kafirnya punya perjanjian damai dengan Muslim. Kalau tidak punya seeh... ya tenang2 aja Muslimnya, sebab tidak dianggap dosa oleh Allah. Gampang sekali.
Itu jika muslimnya telah berubah menjadi zalim dan kafir, yang dalam hal ini (tenang-tenang aja) juga termasuk orang-orang yang patut diperangi. Sekali lagi diperangi berarti berusaha untuk merubah orang itu dengan kekuasaan, ucapan, atau mendoakan, untuk kembali bertakwa pada AlAliim.

Adadeh wrote:
Jika Anda tidak memfitnah dan memusuhi saya, bahkan jika pembunuhan terhadap Anda tanpa sengaja, misalnya mobil saya tanpa sengaja menabrak tubuh Anda hingga mati, ada hukumannya.

Apa hukumannya menurut Sharia? Cuman puasa dua hari saja bukan? Gampang nian. Lebih berat hukuman kafir buatan Pemerintah RI dong.
Berdasar syariah, jika terbukti tanpa sengaja sama dengan hukum di negara kita, yakni berdasar kerelaan keluarga korban, yakni membayarkan denda ke ahli waris korban, dan karena sudah tidak ada budak berarti bayar denda ke pemerintah, atau kerja sosial.
Puasa dua bulan berturut-turut jika memang si pelaku benar-benar tidak mampu untuk memenuhi keinginan ahli waris korban. Dan jika hanya dua hari puasanya, padahal perintah AlAliim dua bulan, maka orang ini telah tidak bertakwa pada ArRohman yang berarti harus diperangi, paling tidak diingatkan, atau tidak menyetujuinya. Jika ada unsur kesengajaan ya hukumannya mampir keneraka.

Adadeh wrote:Ini salah satu ayat2 Mekah yang sudah dibatalkan ayat Medinah 9:5. Tiada lagi kasih sayang atau perdamaian dengan kafir. Ayat 9:5 memberi ijin bagi Muslim untuk memerangi kafir yang menolak Islam. Bukankah selama ada kafir akan selalu ada syrik atau fitnah (menyembah yang lain selain Allah)?

8:39
Dan perangilah mereka sampai tiada fitnah (menyembah yang lain selain Allah), dan agama (ibadah) hanyalah bagi Allah saja.

ayat Medinah 9:5 itu bila kita melanjutkan membaca ayat berikutnya
9:6. “Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.”

Melindungi yang tidak memusuhi dan tidak membantu musuh.

9:7. “Bagaimana bisa ada perjanjian (aman) dari sisi Allah dan RasulNya dengan orang-orang musyrikin, kecuali orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) di dekat Masjidil haraam? maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.”

Jika kaum kafir tidak melanggar perjanjian damai, kita dilarang melanggar perdamaian. Ya kan?
Itu kelanjutan surah 9 ayat 5. Yang diperangi hanya yang melanggar perjanjian damai, masa tidak seperti itu sih maksud ayat-ayat itu?

Saya coba merenungkan ayat yang Anda beri 8:39.
Saya tulis saja ayat sebelum dan sesudahnya:

36. Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan,
37. supaya Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas sebagian yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka Jahannam. Mereka itulah orang-orang yang merugi.
38. Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: "Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah tenhadap) orang-orang dahulu ."
39. Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.
Fitnah disini disimpulkan oleh Depag RI sebagai gangguan-gangguan terhadap umat Islam dan agama Islam.
40. Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.

Orang kafir yang harus di perangi (dengan perkataan/peringatan 8:38) adalah yang menghalangi dari jalan Allah (8:36), jika mereka telah berhenti dari menghalangi dari jalan Allah, Allah yang lebih tahu (8:39), biarkan saja Allah yang bertindak, jika mereka tetap tidak mau mengikuti peringatan kita, kita diperintah untuk berlindung pada Allah (8:40). Tidak begitu??

Saya juga setuju dengan definisi fitnah yang Anda sadur dari kitab Ibnu Katsir, tapi perjuangan memerangi fitnah itu tidak harus membunuh mereka, tapi tetap dengan cara memperingatkannya akan siksa jahanam (8:37) dan jika bertobat Allah akan mengampuni (8:38). Kita terus disuruh berjuang agar kebenaran yang disampaikan Allah melalui Islam tegak di seluruh dunia ini. Tentu saja jika kita tahu bahwa hanya Allah, Maha Suci Dia dan Maha Tinggi, adalah pemilik seluruh alam beserta isinya dan Dia yang Maha Mengetahui untuk membuat aturan yang terbaik bagi manusia.


Adadeh wrote:Mungkin sekarang Anda perlu bertanya mengapa terdapat banyak sekali organisasi2 teroris Islam di dunia? Mengapa begitu ada Islam, selalu ada peperangan, penindasan terhadap minoritas, pengeboman, penuntutan diterapkannya Syariah, dll.
Saya tidak setuju dengan pengeboman yang membabi buta karena peringatan Allah
Q.4:94. Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan "salam" kepadamu: "Kamu bukan seorang mukmin" (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Jadi perang ngawur untuk mendapatkan harta jarahan sangat dilarang oleh Allah.

Saya setuju diterapkannya syariah, agar bisa diterapkan hukum AlHakiim. Dan saya yakin sekali lagi Islam akan dimenangkan akan semua ajaran.

Saya tidak setuju dengan penindasan karena sangat jelas dilarang oleh ArRohman, apalagi kepada kaum minoritas yang kebanyakan adalah kaum yang tidak mengetahui.
dahlanf
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 194
Joined: Thu Dec 27, 2007 10:21 am

Postby dahlanf » Thu Jan 31, 2008 9:46 am

Adadeh wrote:Setelah Muhamad di Medina:
2:191
Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir. [87, Medina ]
ayat berikutnya 192. Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sangat jelas

Adadeh wrote:Di Medinah:
Perangi kaum kafir yang ada di sekitarmu.
9:123
Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa. [113, Medina ]
Itulah ujian Allah bagi ketaatan umat Islam. Dan batu ujian bagi orang-orang munafik seperti dijelaskan pada ayat-ayat berikutnya hingga akhir surah:
129. Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung."
Setelah diperingatkan tidak bisa, kembali menyerahkan semuanya pada Allah.

Adadeh wrote:Sesudah:
Ketika ada kesempatan, bunuhlah kafir di mana pun kau menjumpai mereka.
9:5
Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. [113, Medina ]
Ayat berikutnya, 9:6. “Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.”
Sangat jelas hanya yang memusuhi dan membantu musuh saja yang dilawan. Juga terang sekali digambarkan oleh ayat-ayat sebelum dan sesudahnya.


Adadeh wrote:Sesudah:
Bunuh kaum Yahudi dan Kristen jika mereka tidak mau memeluk Islam atau tidak mau bayar pajak Jizya.
9:29
Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. [113, Medina ]
Bukan hanya para Muslima saja yang harus tunduk pada memerintah syariah, tapi juga semua penduduknya.
Memangnya ada negara yang membeda-bedakan aturan pada setiap penduduknya? Termasuk pajak. Muslim saja yang membayar pajak, Yahudi dan Nasrani tidak? Contoh saja, misalnya di Singapura, Anda tidak membayar pajak, apakah Anda tidak dipaksa untuk membayarnya?
Sedangkan AlGhafuur, jelas lebih tahu apa yang patut diharamkan.
Kita dapat menerima hal ini jika telah menyadari bahwa yang menurunkan AlQuran dan mengutus Muhammad saw adalah benar-benar penguasa alam semesta dan Yang Maha Mengetahui, Maha Kuasa juga Maha Bijaksana. Yang peraturannya sesuai dengan fitrah.
9:32. Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.
33. Dialah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.
34. Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,

Jika Anda tidak sama dengan alim dan rahib Anda seperti yang disebutkan dalam ayat tersebut, tidak termasuk yang diancam dalam ayat tersebut kan?

Adadeh wrote:109:6
Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku. [18, Mecca ]

Sesudah
Agama apapun yang berbeda dengan Islam tidak dapat diterima.
3:85
Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. [89, Medina ]
Sudah sangat jelas.

3:84. Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nyalah kami menyerahkan diri."
Islam adalah agama Ibrahim as, Yaqub as, Musa as, Isa as, Muhammad saw.
Q.3:19. Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.
3:20. Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: "Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku." Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: "Apakah kamu (mau) masuk Islam." Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.

Adadeh wrote:Sebelum:
Muslim harus belajar dari Buku2 kaum Yahudi dan Kristen
10:94
Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu temasuk orang-orang yang ragu-ragu.
[51, Mecca ]

Sebenarnya sangat jelas, ayat ini menerangkan bahwa Muhammad tidak tahu apa yang diterimanya adalah wahyu Allah.

Karena memang Muhammad tidak pernah tahu sebelumnya bagaimana wahyu itu turun pada para nabi itu. Sedangkan orang yang membaca kitab sebelumnya, sebagian telah tahu, bahkan tahu bahwa Muhammad saw sebagai nabi terakhir memang telah diberitakan oleh nabi-nabi sebelumnya yang menerima kitab dari Allah. Jadi dari kitab nabi Musa, nabi Isa, nabi lain yang menerima kitab, bukan buku-buku Yahudi dan buku-buku Kristen.

Adadeh wrote:Sesudah:
Kaum Yahudi dan Kristen adalah kafir; perangi mereka.
9:30
Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah". Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling?

Sebagian ajaran Yahudi dan Nasrani yang tidak sesuai dengan ajaran nabi Musa as dan nabi Isa as tersebut harus diperangi (memerangi ajaran yang salah tersebut).

Adadeh wrote:selama masih ada Fitnah atau Syrik, maka perangilah kafir. Kau pikir mengapa Muhammad melakukan perang terus-menerus selama 10 tahun di Medinah, padahal tiada satu pun suku2 kafir yang menyerangnya terlebih dahulu.
Muhammad melaksanakan perintah Allah, Tuhan yang Maha Mengetahui. Untuk mengajak semua bangsa kembali beriman dan bertakwa kepada ArRohman. Dengan bimbingan, ucapan, pemikiran, kekuatan, dan doa demi mengharapkan ridlo Allah.

Adadeh wrote:Muhammad datang ke kota Yahudi Medinah. Kaum Yahudi menerimanya, tidak pernah berusaha mengusirnya, merampoknya, lebih2 lagi membunuhnya. Tapi dia lalu mengusir, merampok, dan membunuhi mereka.
Banyak Yahudi yang menjadi sahabat nabi. Sebagian dari mereka yang telah merencanakan pembunuhan pada Rasulullah saw diusir, kalau tidak mau dibunuh. Padahal sebelumnya telah melakukan perjanjian damai, untuk saling melindungi dan membangun Medinah. Sebenarnya Adadeh sudah tahu kan?
Demikian juga Yahudi yang telah membantu musuh yang akan menyerang Medinah. Masa sih ada golongan yang membantu musuh dalam perang dibiarkan saja.
Ya.. saya yakin, sebenarnya Anda tahu bagaimana yang harus dilakukan dalam kondisi perang bila terjadi hal seperti itu.
Saya tidak ingin mencurigai Anda menyembunyikan sesuatu yang sebenarnya telah Anda ketahui.
dahlanf
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 194
Joined: Thu Dec 27, 2007 10:21 am

Next

Return to Ruang Debat Terbatas



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users