. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Cara Muhammad Berpuasa

Kehidupan, pengikut, kepercayaan, pikiran dan ucapan Muhammad.

Cara Muhammad Berpuasa

Postby Jarum_Kudus » Sat Sep 12, 2009 1:49 am

Ali Sina di bukunya "Mengenal Muhammad" menulis (di halaman 99):

Muhammad mengenalkan kembali tradisi kaum pagan, yaitu puasa dibulan Ramadhan. Tapi, dia tidak tahan untuk tidak makan dan minum dari subuh sampai magrib, jadi dia makan kapan saja dia mau. Ibn Sa’d menulis:
“Rasul Allah suka berkata ‘Kami para nabi perlu melakukan sarapan pagi kami lebih lambat dari orang lain dan secepatnya mengakhiri puasa disore hari.’”
Sumber: Tabaqat oleh Ibn Sa'd, Volume 1, hal. 369.

Hwhwahaahaaa... apa bener nih? Syafa yang punya kitab Tabaqat dari Ibn Sa'd? Tolong tayangkan dunk halaman yang mencantumkan hal ini. Kok enak banget nyuruh umat Muslim puasa penuh dengan ancaman neraka, sampai2 menelan ludah saja tidak boleh, tapi dianya sendiri makan dan minum sesuka sendiri? Nabi atau Jeger nih?
User avatar
Jarum_Kudus
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1711
Images: 417
Joined: Tue Feb 28, 2006 9:49 am

Re: Cara Muhammad Berpuasa

Postby RajaPerang » Sat Sep 12, 2009 9:19 am

Yah maklum Dus...
Orang gila jadi nabi ya begini ni jadi nya... :rolling: :rolling:
Makanya slimm..suruh olloh lu kalo milih nabi yang waras jangan yang otak nya cuman setengah...wkwkwwkww :rofl: :rofl:
RajaPerang
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 520
Joined: Tue Aug 18, 2009 8:52 pm

Re: Cara Muhammad Berpuasa

Postby mexmex » Sat Sep 12, 2009 10:15 am

hi hih hi hi ha ha ha wk kwwk wk :lol: :rolling: :rofl: baru tau ni asli ngakak.muslim pd tau gak hadis ni, pasti bilang ni palsu klo yg jelek2 bilangnya pasti palsu wk kwkwk wk :rofl: :rolling:
mexmex
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 64
Joined: Mon Jan 26, 2009 1:57 pm

Re: Cara Muhammad Berpuasa

Postby walet » Sat Sep 12, 2009 10:48 am

Bangun tidur terus baca ini.... langsung ngakak gua... thanks bro
Emang benar kata pepatah kalau Muhammad lebih lucu dari thukul.
walet
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5867
Images: 15
Joined: Wed Feb 11, 2009 4:52 am

Re: Cara Muhammad Berpuasa

Postby Bigman » Sat Sep 12, 2009 11:07 am

Jarum_Kudus wrote:Muhammad mengenalkan kembali tradisi kaum pagan, yaitu puasa dibulan Ramadhan. Tapi, dia tidak tahan untuk tidak makan dan minum dari subuh sampai magrib, jadi dia makan kapan saja dia mau. Ibn Sa’d menulis:
Rasul Allah suka berkata ‘Kami para nabi perlu melakukan sarapan pagi kami lebih lambat dari orang lain dan secepatnya mengakhiri puasa disore hari.’”
Sumber: Tabaqat oleh Ibn Sa'd, Volume 1, hal. 369.

ITU MAH SAMA AJA NGGA PUASA !Image

Kok murid2nya disuruh /disiksa puase ampe pada lemes, pucet, kerja jadi ngga bener,
ade kesempetan pade tidur siang /di-jam kerja !
Katenye sih "Bualan Kemenangan" !
Gw kadang2 ngeliat nyang puase, kecian, beruntung gw ngga ngalamin puase ramadhan kek begicu, trim's.
User avatar
Bigman
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3180
Joined: Sat Jan 03, 2009 8:19 pm

Re: Cara Muhammad Berpuasa

Postby Head Fixer » Sat Sep 12, 2009 6:47 pm

ente dan ali sina sama goblognya ... tolonya kaga ketulungan ....
apa luh tau nabi Muhammad suka puasa wisal ?... puasa sehari semalam gak makan dan minum ?...cari sono di kitab sahihain...
Sahih Bukhari, Volumn 003, Book 031, Hadith Number 182.
Narated By Anas : The Prophet said, "Do not practice Al-Wisal (fasting continuously without breaking one's fast in the evening or eating before the following dawn)." The people said to the Prophet, "But you (prophet) practice Al-Wisal?" The Prophet replied, "I am not like any of you, for I am given food and drink (by Allah) during the night."


riwayat dari ibnu saad cerita ttg 2 hal, yakni ttg sarapan dan ttg mengakhiri puasa ...
dalam keadaan tidak puasa para nabi itu sering terlambat sarapan, karena sibuk bangun malam untuk tahajud dan atau karena kemiskinan ga ada yg dimakan buat sarapan ...
dan dalam berpuasa tidak pernah menunda-nunda waktu berbuka ..

terus aja tertawa, toh tawa mu itu adalah mentertawakan ketololan sendiri ..shame on you .. :rolling:

masya Allah ...


:rofl:
Head Fixer
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3161
Joined: Thu Jan 08, 2009 9:34 am

Re: Cara Muhammad Berpuasa

Postby RajaPerang » Sat Sep 12, 2009 10:09 pm

Head Fixer wrote:ente dan ali sina sama goblognya ... tolonya kaga ketulungan ....
apa luh tau nabi Muhammad suka puasa wisal ?... puasa sehari semalam gak makan dan minum ?...cari sono di kitab sahihain...
Sahih Bukhari, Volumn 003, Book 031, Hadith Number 182.
Narated By Anas : The Prophet said, "Do not practice Al-Wisal (fasting continuously without breaking one's fast in the evening or eating before the following dawn)." The people said to the Prophet, "But you (prophet) practice Al-Wisal?" The Prophet replied, "I am not like any of you, for I am given food and drink (by Allah) during the night."


riwayat dari ibnu saad cerita ttg 2 hal, yakni ttg sarapan dan ttg mengakhiri puasa ...
dalam keadaan tidak puasa para nabi itu sering terlambat sarapan, karena sibuk bangun malam untuk tahajud dan atau karena kemiskinan ga ada yg dimakan buat sarapan ...
dan dalam berpuasa tidak pernah menunda-nunda waktu berbuka ..

terus aja tertawa, toh tawa mu itu adalah mentertawakan ketololan sendiri ..shame on you .. :rolling:

masya Allah ...


:rofl:

Kasian ya nabirahi lu...mungkin mati nya gara-gara ga makan kali ya...wkwkwkwkwk... :rolling: :rolling:
RajaPerang
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 520
Joined: Tue Aug 18, 2009 8:52 pm

Re: Cara Muhammad Berpuasa

Postby Head Fixer » Sat Sep 12, 2009 10:36 pm

atau mungkin saja maksud Ibnu Sa'ad adalah melambatkan sahur dan bukan sarapan pagi .... melambatkan sahur maksudnya makan menjelang waktu imsak ...

H.R Ahmad yg bersumberkan dari Abu Dzar
"Selama UmmatKu melambatkan sahur (hingga dekat waktu Imsak) dan menyegerakan berbuka puasa pada waktunya,senantiasa berada dalam kebajikan."

jadi sarapan di sini adalah Sahur dan menyorekan bukan maksudnya segera berbuka jika sudah masuk waktu buka. karena kebiasaan orang nasrani dan yahudi adalah melambat2kan buka kalo puasa ..

H.R. Abu Daud yg bersumber dari Abu Hurairah R.A.
"Agama akan sentiasa tampak syi`arnya dengan nyata selama org islam berbuka shaum dengan segera(tepat pada waktunya) sebab org-org Yahudi dan Nasrani melambatkannya."
Head Fixer
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3161
Joined: Thu Jan 08, 2009 9:34 am

Re: Cara Muhammad Berpuasa

Postby Jarum_Kudus » Sun Sep 13, 2009 3:26 am

Head Fixer wrote:[color=#0000BF][size=150]ente dan ali sina sama goblognya ... tolonya kaga ketulungan ....

Elo sendiri yang tulalit tak terkira. Mengutip hadis bahasa Inggris, tapi salah melulu mengartikannya. Lain kali pilih hadis yang mendukung pernyataanmu, dan bukannya semakin membuatmu tampak jeblog, tol000l.

HF wrote:apa luh tau nabi Muhammad suka puasa wisal ?... puasa sehari semalam gak makan dan minum ?...cari sono di kitab sahihain...

Apa hubungannya lambat sahur dan terlalu awal buka dengan hadis puasa wisal tersebut? Udah jelas si Mamad males bangun subuh untuk makan, sehingga dia tidur saja dan buka setelah bangun tidur tanpa mengindahkan waktu sahur. Dan dia pun lalu makan lebih awal tanpa menunggu waktu buka yang resmi, karena TERLALU LAPAR untuk menahan diri.

HF wrote:H.R Ahmad yg bersumberkan dari Abu Dzar

HR Ahmad itu tetangga lo ya? Syafa tuh orang?
User avatar
Jarum_Kudus
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1711
Images: 417
Joined: Tue Feb 28, 2006 9:49 am

Re: Cara Muhammad Berpuasa

Postby MaNuSiA_bLeGuG » Sun Sep 13, 2009 4:09 am

kalo makan deket2 imsak, brarti kan emang masih dalam waktunya untuk sahur. dan berbuka cepet2 setelah azan kan memang sudah waktunya. jadi masing2 memang dilakukan pada waktunya. itu adalah hal yg biasa.

kalau memang hal itu yg dilakukan oleh muhammad, ga perlu dunk dia ngomong apa-apa. toh memang sudah benar tindakannya.

akan tetapi dia malah berkata "Kami para nabi perlu melakukan sarapan pagi kami lebih lambat dari orang lain dan secepatnya mengakhiri puasa disore hari".

perhatikan yg saya tebalkan. itu kata2 menyiratkan pengecualian, pengecualian bg kalangan nabi. yang artinya, muhammad makan diluar(setelah)jam sahur dan buka diluar(sebelum) jam buka.
User avatar
MaNuSiA_bLeGuG
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4406
Images: 13
Joined: Wed Mar 05, 2008 2:08 am
Location: Enies Lobby

Re: Cara Muhammad Berpuasa

Postby Jarum_Kudus » Sun Sep 13, 2009 4:33 am

Head Fixer wrote:atau mungkin saja maksud Ibnu Sa'ad adalah melambatkan sahur dan bukan sarapan pagi .... melambatkan sahur maksudnya makan menjelang waktu imsak ...

Mungkin... mungkin... Kagak ada kemungkinan apapun di sini selain Muhammad memberikan pengecualian bagi dirinya sendiri untuk makan seenaknya tanpa aturan saat puasa. Sama saja dengan segala pengecualian2 bagi dirinya untuk bisa nikah dengan lebih dari 4 cewek, sedangkan Muslim lain dibatasi sampai 4 saja. Sama dengan segala aturan pengecualian dia boleh ngeseks dengan wanita2 manapun tanpa akad nikah, tanpa saksi, tanpa bayar uang mahar.

HF wrote:H.R Ahmad yg bersumberkan dari Abu Dzar
"Selama UmmatKu melambatkan sahur (hingga dekat waktu Imsak) dan menyegerakan berbuka puasa pada waktunya,senantiasa berada dalam kebajikan."

Ibn Sa'd tidak mengatakan melambatkan sahur sampai dekat waktu Imsak, tapi lebih lambat, TITIK. Lo sendiri rupanya yang nambahin "sampe dekat waktu Imsak", ya? Kenapa pake tanda kurung segala? Pasti lo sendiri yang main tambah2in seenak udel sendiri.

Sa’d menulis:
“Rasul Allah suka berkata ‘Kami para nabi perlu melakukan sarapan pagi kami lebih lambat dari orang lain dan secepatnya mengakhiri puasa disore hari.’”
Sumber: Tabaqat oleh Ibn Sa'd, Volume 1, hal. 369.

Kami para Nabi, kata Muhammad. Nabi mana yang melakukan puasa Ramadhan selain dia sendiri? Kagak ada Nabi Yahudi manapun yang berpuasa di bulan Ramadhan. Kagak ada sama sekali. Muhammad jelas membawa-bawa Nabi2 lain agar tindakannya main catut waktu sahur dan buka puasa tampak benar.

Lebih lambat sahurnya dibandingkan Muslim lain, kata Ibn Sa'd. Ini jelas bukti bahwa Muhammad lebih suka moloooor terus daripada harus bangun jam 4 pagi untuk sahur. Emang enakan tidur daripada sahur subuh dunk. Nabi Islam rupanya tahu akan hal ini. Bwaaahauuuahaha..
Secepatnya mengakhiri puasa → Bwahwawahwhwhahahaa sss .... ampuun dewa... keterlaluan sekali rupanya Nabi Islam ini.

Gua tanya sama lo ya bang HF:
APAKAH ELO BOLEH SECEPATNYA MENGAKHIRI PUASA SEPERTI SANG NABI??
User avatar
Jarum_Kudus
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1711
Images: 417
Joined: Tue Feb 28, 2006 9:49 am

Re: Cara Muhammad Berpuasa

Postby Jarum_Kudus » Sun Sep 13, 2009 4:37 am

MaNuSiA_bLeGuG wrote:kalau memang hal itu yg dilakukan oleh muhammad, ga perlu dunk dia ngomong apa-apa. toh memang sudah benar tindakannya.

Keterangan dalam tanda kurung "DEKAT WAKTU IMSAK" itu hanya tambahan si HF saja atau tambahan Muslim Indonesia yang malu sama perbuatan Nabinya. Sama halnya dengan semua keterangan tambahan dalam tanda kurung dalam terjemahan Qur'an. Misalnya Muslim harus menolong (agama) Allah. Kata "(agama)" hanyalah tambahan Muslim Indonesia saja yang malu sendiri membaca ayat Qur'an bahwa Allah yang Maha Kuasa ternyata butuh pertolongan Muslim.

akan tetapi dia malah berkata "Kami para nabi perlu melakukan sarapan pagi kami lebih lambat dari orang lain dan secepatnya mengakhiri puasa disore hari".
perhatikan yg saya tebalkan. itu kata2 menyiratkan pengecualian, pengecualian bg kalangan nabi. yang artinya, muhammad makan diluar(setelah)jam sahur dan buka diluar(sebelum) jam buka.

100 buatmu, MB.
User avatar
Jarum_Kudus
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1711
Images: 417
Joined: Tue Feb 28, 2006 9:49 am

Re: Cara Muhammad Berpuasa

Postby berani_murtad » Sun Sep 13, 2009 4:04 pm

thank's atas hadisnya. ini membuktikan kalau muhammad tidak mengikuti peraturan yang dibuat auloh atau muhammad yah?
berani_murtad
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2574
Joined: Sat May 19, 2007 3:11 pm
Location: Surga 72 bidadari

Re: Cara Muhammad Berpuasa

Postby BB2009 » Sun Sep 13, 2009 4:58 pm

Salam,

Mari menjejaki Ramadhan,

Istilah bulan Ramadlân diambil dari kalimat ramidla-yarmadlu, yang berarti “panas atau keringnya mulut dikarenakan rasa haus”. Keterangan-keterangan tentang lafadz Ramadlân ini disampaikan oleh Muhammad bin Abû Bakar bin Abdul Qâdir Al-Râzî [w. 721 H.] dalam kamus Mukhtâru-sh-Shihhâh dan Muhammad bin Mukarram bin Mandzûr Al-Mashrî [630-711 H.], yang terkenal dengan sebutan Ibnu Mandzûr, dalam karya monumentalnya, Lisânu-l-‘Arab:

Jadi istilah ini sebenarya dikenal baru 630 tahun semenjak Hijrah, ratusan tahun sejak Nabi Muhammad Wafat.

Sedangkan puasa dalam bahasa Arab disebut Shiyâm atau Shaûm –keduanya sama-sama kata dasar dari kata kerja Sha-wa-ma–, yang secara etimologis berarti menahan dan tidak bepergian dari satu tempat ke tempat lain [Al-Syaukânî, 1173-1255 H., Fathu-l-Qadîr]. Dikatakan ‘tanpa bekerja’ karena puasa itu sendiri bebas dari gerakan-gerakan [harakât], baik gerakan itu berupa: berdiri, berjalan, makan, minum dan sebagainya. Sehingga, Ibnu Durayd –sebagaimana dinukil dalam Al-Âlûsî– mengatakan bahwa segala sesuatu yang diam dan tidak bergerak, berarti sesuatu itu Shiyâm, sedang ber-puasa. Selain itu, puasa, sebagaimana penulis sebutkan di atas, berarti ‘menahan’ dari sesuatu pekerjaan. Dan ‘sesuatu’ itu telah ditentukan oleh syariat. Dengan begitu, dalam syariat, puasa memiliki pengertian tersendiri.

Jadi Syariat atau definisi tentang apa Shaum yang terdapat pada niat misalnya: Nawaitu Shauma Ghodin An Adai Fardu Syar Ramadhani Hadihisanti Farduliliahi taa'la, di dasarkan pada definsi Ramadhani dan Shiyâm atau Shaûm yang didefinisikan ratusan tahun sejak Nabi Muhammad wafat, atau istilahnya syarat, rukun, dan tertib " Puasa Ramadhan " tidak diformulasikan ratusan tahun sejak turunnya wahyu: Ya Ayuhalladzina Na Amanu Qama Qutiba Alaikum Mu Shiyam Qama Qutiba Ala Ladzikum La Alakam Tataquuun, AYAT INI TIDAK MENYEBUT RAMADHAN dan ARTI SHAUM ditranslasikan sebagai SHAUM atau cara orang-orang Arab berpuasa yaitu Puasa WISAL.

Coba lihat salah satu bentuk SHAUM lain yang tidak bergaya Arabia : "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini" [QS. 19:26]. INILAH SYARIAH PUASA dalam BENTUK LAIN, ini yang mendefinisikan adalah MARYAM Ibu Isa.A.S. lho.

Cobat lihat: ,”Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa…” (Al-Baqarah 183): Pertanyaan Saya, APAKAH MARYAM BUKAN TERMASUK ORANG-ORANG YANG BERIMAN dan BERTAKWA, kenapa tidak meniru BELIAU, kenapa meniru formulasi yang datangnya kemudian, atau meniru modifikasi Puasa WISAL.

Untuk menjembatani hal ini di adakanlah dalil:

Dimotori Sa’îd bin Jabîr RA [w. 95 H.], yang cenderung memaknai hukum tasybîh [penyerupaan atau penyamaan] itu hanya pada kewajiban berpuasanya saja, dan tidak meliputi berapa lama dan pada bulan apa berpuasa. Dan diambilnya Syariah bergaya arab itu karena adanya ayat: Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu” [QS. 5:48].

Ini namanya FORMULASI, perintah bersama software cara melaksanakannya SHAUM RAMADHAN itu TiDAK BERASAL DARI TUHAN tetapi dari akar BUDAYA ORANG ARAB yang dijadikan SYARIAH bagi UMAT ISLAM, dan TIDAK MENCONTOH ORANG-ORANG SEBELUM KAMU, yaitu yang ALADZI NA AMANU, yaitu yang diwariskan IBRAHIM, MUSA, dan ISA.

Lihat apalogi terhadap Puasa dalam hadits qudsi sbb :
sebuah hadits Qudsy, Allah SWT telah berfirman, “Seluruh amal ibadah anak-anak keturunan Adam diperuntukkan kepada pelakunya, kecuali puasa. Maka sesungguhnya puasa adalah untuk-Ku, dan Aku mengganjar karenanya”.

So and so Puasa itu tidak menghasilkan manfaat transitive bagi pelakunya, tetapi bagi Tuhan, ini membingungkan, betapa Tuhan yang menjadi fokus sangat membutuhkan manusia untuk mempuasainya.

Kembali lagi: Shiyâm atau Shaûm berasal ari qiyâm bilâ ‘amal, yang berarti ‘beribadah tanpa bekerja’. ATAU IBADAH UNTUK YANG MENGANGGUR bukan untuk mereka yang PRODUKTIF, apalagi jika AGAMA TIDAK DIARTIKAN SEBAGAI KERJA, TETAPI SEBAGAI RITUS BELAKA, OUTPUT nya jadi JELAS, NGANGGUR MENGHASILKAN PAHALA MASUK SORGA, KERJA BERJUANG UNTUK ANAK ISTRI itu hanya HUBUD DUNYA, atau CINTA DUNIA yang bisa mengakibatkan orang GAK PERLU PUASA dan MASUK NERAKA........... wah APA-APAAN ini.

Puasa orang-orang sebelum kamu (Yahudi), misalnya disebutkan oleh Syihâbuddîn Al-Âlûsî [w. 1270 H.], penulis Tafsîr Rûh-l-Ma’ânî, adalah hari untuk memperingati kekalahan Fir’aun dan tentaranya di laut Merah, yang menjadi PUASA PASS OVER 40 HARI, tetapi PUASA ini tidak mengandung MAKNA TEOLOGIS tetapi sekedar FESTIVITY, YHWH tidak memerintahkan ini, dan Puasa ini adalah inisiative dari anak-anak Israel setelah lepas dari rumah perbudakan di mesir.

Dalam pemahaman yang sangat halus, Puasa atau PAUSE adalah suatu cara untuk berhenti dari rutinitas sementara waktu ketika kita menghadapi dilema, dimana kita harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap elemen atau variabel-variabel yang sangat menentukan pengambilan kebijakan, semisal ketika sebuah pabrik menginstalasi mesin baru pada jalur asemblinya, seluruh mesin pabrik perlu di PUASA kan atau di MATIKAN sebentar untuk memberikan kesempatan untuk mendapatkan solusi paling efektif atas instalai mesin baru tsb, dan mencegah jalur produksi dari kekacauan.

Puasa sebenarnya dapat dilakukan kapan saja, dan artinya sekali lagi, berarti MENINGGALKAN PEKERJAAN RUTIN dan MENGEVALUASI, bukan dalam pengertian Shiyam atau kongkow-kongkow, oleh sebab itu timbulah :

“Rasul Allah suka berkata ‘Kami para nabi perlu melakukan sarapan pagi kami lebih lambat dari orang lain dan secepatnya mengakhiri puasa disore hari.’” Sumber: Tabaqat oleh Ibn Sa'd, Volume 1, hal. 369.

Muhammad Rasullulah sendiri, berusaha merivisi jalan pikiran orang Arab, hadits itu sebenarnya mengatakan " Ah gak perlu gitu-gitu amet"... tetapi karena dasarnya sifat orang Arab yang tidak pisah dari klenik akhirnya muncullah formulasi sarapan pagi-pagi dan makan siang digeser jam 6, tapi minum sih tidak disebutkan disitu, kapan aja mau, boleh aja...toh gak ada yang tahu, dan bagi orang yang yakin bahwa puasa sebetulnya bukan acara menyiksa diri, maka mereka bisa aja puasa, cuma acara geser jam makan saja kok.

Hayo Puasa, sebentar lagi Beduk nih, sembari nunggu buka puasa (makan siang digeser) enaknya minum kopi dulu.

Salam...
BB2009
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 297
Joined: Fri Feb 27, 2009 8:25 pm

Re: Cara Muhammad Berpuasa

Postby Head Fixer » Sun Sep 13, 2009 9:20 pm

Puasa untuk Allah itu maksudnya adalah Tujuan Puasa itu sendiri yakni latihan Ketaatan (ketaqwaan) ...
ga ada yg bisa nilai kualitas taqwa dia dalam puasa kecuali Allah, maka hanya Allah yg tau, itu makna puasa untu Ku.

dan mengenai orang2 dulu, masa sih gak tau orang yahudi berpuasa di bulan ke 9. dan yesus berpuasa sebulan lebih ??... mereka orang2 yg bertaqwa pasti berpuasa, gak tau kalo yang anti-taqwa sih ...


oh ya temen2 tulul si ali sina kita ignore aja ya ... kek kek kek :green:
Head Fixer
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3161
Joined: Thu Jan 08, 2009 9:34 am

Re: Cara Muhammad Berpuasa

Postby MaNuSiA_bLeGuG » Sun Sep 13, 2009 10:39 pm

BB2009 wrote:“Rasul Allah suka berkata ‘Kami para nabi perlu melakukan sarapan pagi kami lebih lambat dari orang lain dan secepatnya mengakhiri puasa disore hari.’” Sumber: Tabaqat oleh Ibn Sa'd, Volume 1, hal. 369.

Muhammad Rasullulah sendiri, berusaha merivisi jalan pikiran orang Arab, hadits itu sebenarnya mengatakan " Ah gak perlu gitu-gitu amet"... tetapi karena dasarnya sifat orang Arab yang tidak pisah dari klenik akhirnya muncullah formulasi sarapan pagi-pagi dan makan siang digeser jam 6, tapi minum sih tidak disebutkan disitu, kapan aja mau, boleh aja...toh gak ada yang tahu, dan bagi orang yang yakin bahwa puasa sebetulnya bukan acara menyiksa diri, maka mereka bisa aja puasa, cuma acara geser jam makan saja kok.


kalo emang begitu adanya tentunya ga perlu dunk " Kami para Nabi...bla..bla..bla..", karena ini artinya hanya boleh dilakukan oleh para nabi. orang biasa sih kudu taat. yg artinya lg dispensasi khusus lainnya bagi muhammad (selaiin soal kawin lbh dari 4).

Head Fixer wrote:Puasa untuk Allah itu maksudnya adalah Tujuan Puasa itu sendiri yakni latihan Ketaatan (ketaqwaan) ...
ga ada yg bisa nilai kualitas taqwa dia dalam puasa kecuali Allah, maka hanya Allah yg tau, itu makna puasa untu Ku.


ah yg bener nie, latihan ketaatan apa berlomba2 nyari 'gaji ke 13' ? kalo latihan ketaatan si ga perlu di iming2i bonus ya ga? ga perlu minta2 orang lain supaya menghormati org puasa, betol tidak ? :rofl:
User avatar
MaNuSiA_bLeGuG
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4406
Images: 13
Joined: Wed Mar 05, 2008 2:08 am
Location: Enies Lobby

Re: Cara Muhammad Berpuasa

Postby BB2009 » Mon Sep 14, 2009 2:23 am

Salam,

@Kang Head Fixer, tidakah lebih tepat jika kita menyatakan bahwa hidup ini seluruhnya berisikan kerja, motivasi hidup yang terbesar adalah apabila kita masih dapat bekerja untuk melayani kebutuhan hidup kita sendiri dan orang-orang yang kita cintai, apakah yang kita minta jika kita sudah tidak mampu bekerja lagi, bukankah kita meminta kematian itu datang dengan cepat dan mudah, dari pada hidup jadi beban orang lain.

Banyak orang begitu tersesat karena lebih mencintai hari libur ketimbang hari kerja, umat muslim Indonesia mendapatkan tiga hari libur, satu diberikan umat Yahudi di hari Sabtu, dan satu diberikan umat Nasrani di hari Minggu, semestinya umat muslim tidak boleh libur pada hari-hari tersebut karena tidak disyariat kan...benar tidak ! Jum'at pun dalam Islam tidak didefinsikan sebagai hari libur.

Padahal dengan bekerja maka hidup kita akan teratur, pemasukan teratur, pengeluaran terkontrol, dan ritme hidup benar-benar jauh dari kemaksiatan, orang yang giat bekerja tidak pernah berpikir yang macam-macam, hanya para pengangguran yang sering jatuh ke jurang khayalan dan pada akhirnya mengerjakan hal-hal yang aneh-aneh untuk menghasilkan uang tanpa output barang dan jasa, alias jadi tukang tadah, preman, tukang makan sedekah, tukan jualan dakwah, menjadi pembohong kelas wahid, yang semua itu tidak memberikan manfaat apapun kecuali kerusakan.

Puasa sebenarnya adalah sebuah sistem dimana manusia diperintahkan untuk berhenti sebentar dari rutinitas tersebut untuk melakukan kinerja mental untuk mengevaluasi tentang efesiensi dan efektifitas pekerjaannya, puasa bukan tidur sepanjang siang dan makan tidak berhenti sepanjang malam !

Puasa tidak boleh diartikan secara naif untu cari pahala, atau menghapuskan dosa, karena umat akan diseret pada sebuah daya khayal yang jauh, masa dosa korupsi atau berzinah bisa dihapuskan hanya dengan sebulan menahan lapar dan haus, orientasinya jadi melenceng kelewat jauh, manusia jadi pergi ke alam antah berantah yang berisikan khyalan tentang kemuliaan dan kesucian, sebuah ritus yang memabukan dengan janji-janji surga dan dikerjakan dengan menyiksa diri sejadi-jadinya.

Kapan saat kita berpuasa ? Jawabnya adalah manakala kita menginginkan tingkat efektifitas dan efesiensi yang lebih tinggi dalam cara-cara kita memanfaatkan hidup yang sebentar ini, haruskah dengan formulasi Ramadhan ? Haruskah dibentuk menjadi sebuah festival bersibuk dalam menyediakan kolak dan membelikan baju baru bagi anak-anak pada akhirnya ?

Menurut saya, masyarakat akar tidak perlu dan tidak memerlukan puasa macam begini ini, mereka dituntut untuk bekerja dan dalam bekerja orang membutuhkan enerji yang cukup untuk berkosentrasi, dan asupan cairan untuk mempertahankan keseimbangan metabolisme nya, dan bukan merusak dan menghancurkan sistem yang dibuat oleh Tuhan sedemikian canggih yang bisa digunakan sebesar-besarnya untuk meningkatkan derajat hidup.

Memerintahkan kuli panggul di pasar induk untuk berpuasa sementara untuk sekedar 30.000 Rp mereka harus memanggul hampir 2 ton karung beras bahan sepanjang hari mulai dari matahari terbit hingga tenggelam adalah sebuah ketidak perdulian yang luar biasa, dan menghakimi bahwa mereka itu kafir karena satu atau dua kali waktu batal puasa adalah sebuah ketidak acuhan terhadap suara hati nurani.

Yang wajib berpuasa adalah mereka yang punya waktu dan tingkat sosial serta kemampuan finansial yang cukup untuk mengerjakan itu, mereka yang punya kewajiban untuk meningkatkan efesiensi sistem sosial dan ekonomi untuk menyelenggarakan kemakmuran bagi orang banyak.

Boleh saja waktunya dijatuhkan pada Ramadhan, tetapi esensi puasanya adalah sebuah rutinintas untuk melakukan evaluasi, melakukan audit dalam keadaan tidak ada transaksi dimana jejak korupsi dan penyuapan pasti bisa ditemukan, melakukan rekonsiliasi keuangan untuk melihat ada atau tidaknya kejahatan (fraud) dalam transaksi, atau mengevaluasi sistem kendali jaringan pengambilan kebijakan dan keputusan yang amat menentukan nasib orang-orang yang lemah.

Puasa atau Shaum dalam pandangan tabiin tidak berebeda dengan Samadhi, dan dalam pandangan orang Hindu, Samadhi tidak bisa dikerjakan oleh orang-orang biasa, karena tujuannya tidak biasa, cara mengerjakannya juka membutuhkan kecukupan ini dan itu, dan output pekerjaannya adalah vission, pandangan ke masa depan tentang bagaimana menuntun umat untuk menghasilkan pekerjaan yang lebih baik.

Qama Qutiba Alaikum Musiyam, kalimah ini menunjukan batasan waktu, ada saat dimana kita berpuasa, pertanyaannya kapan ? Oleh para ahli fiqh/hadits di formulasikan untuk selaras dengan cara-cara orang sebelum Islam berpuasa, padahal dalam sejarah Islam sulit ditemukan catatan tentang tata cara Nabi Muhammad berpuasa yang bisa digambarkan sebagai cara-cara yang lazim kita berpuasa seperti sekarang ini.

Arti kata Qama Qutiba, bisa saja diartikan pada saat dimana sesuatu sudah out of the line, ada sesuatu yang salah dalam masyrakat, ada yang keliru dalam sudut pandangnya, ada kanker kemalasan yang merajut pada sistem produksi nasional kita, dalam khasanah manajemen Qama Qutiba Alaikum Musihiyam dapat disejajarkan dengan sistem ISO atau jejak kendali rekaman apa yang sudah dikerjakan.

Saya tidak anti syariah, tetapi bisa jadi mengambil sikap seperti Syekh Siti Jenar, bahwa Sing Iki Wes Palson kabeh, apa yang kita kerjakan sekarang ini sudah menjadi sarang kepalsuan yang merajut kemalasan yang membawa masyarakat kepada daya khayal yang sangat kufur terhadap tujuan penciptaan manusia untuk menerbakan kebaikan dalam bentuk kesejahteraan melalui kerja keras.

Memang kita butuh formulasi baru untuk menselaraskan apa yang menurut saya sudah keluar dari rel, tetapi hal itu sulit sekali, karena orang sudah terjebak oleh rasa was-was dan takut serta terlalu berharap bahwa puasa dapat memberikan mereka solusi atau sukarnya menjalani kehidupan, dan akhir masa puasa adalah kemudaratan yang luar biasa, orang berpesta pora melebihi kapasitasnya, suatu hal yang sangat boleh jadi amat dibenci Tuhan, siapapun dan apapun nama Tuhan itu.

Mohon maaf jika apa yang diungkapkan terlalu jauh..

Salam...
BB2009
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 297
Joined: Fri Feb 27, 2009 8:25 pm

Re: Cara Muhammad Berpuasa

Postby Head Fixer » Mon Sep 14, 2009 8:12 am

jadi mau mengambil sikap buruk rupa cermin di belah lagi ??....
mendingan ente tunjukkin konsepnya, mana yg salahnya dari konsep tsb ...
kambuh lagi dech loe ceramahnya
Head Fixer
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3161
Joined: Thu Jan 08, 2009 9:34 am

Re: Cara Muhammad Berpuasa

Postby mexmex » Mon Sep 14, 2009 11:01 am

ngapain liiim ngikutin nabi geblek?????????? :rolling: gua tau tukang kawin aja dah muak :rofl:
mexmex
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 64
Joined: Mon Jan 26, 2009 1:57 pm

Re: Cara Muhammad Berpuasa

Postby Yehuda » Mon Sep 14, 2009 11:13 am

jadi mau mengambil sikap buruk rupa cermin di belah lagi ??....
mendingan ente tunjukkin konsepnya, mana yg salahnya dari konsep tsb ...
kambuh lagi dech loe ceramahnya


Jiiiiaaah...om montje makin nantang aja nih...
Teruskan om montje.


Peace...
User avatar
Yehuda
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3047
Joined: Fri Jan 18, 2008 8:07 pm
Location: Depok

Next

Return to Muhammad



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users