. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

BUNUH DIRI

Kesalahan, ketidak ajaiban, dan ketidaksesuaian dengan ilmu pengetahuan.

Postby ibra » Mon Jun 30, 2008 11:24 am

@Anonim
Nice...

Begini..bagian dari AQ itu ada yang berupa syariah, muammalah ada yang berupa cerita masa lalu...

Sekali lagi, cerita itu adalah "Allah berfirman kepada rasulullah MENCERITAKAN BAGAIMANA KISAH MUSA dan para penyebah sapi emas"..

Sebagaimana Allah menceritakan "Umat Nabi Luth yang di hancurkan.."
Sebagaimana Allah menceritakan "Saudara Yusuf yang berbuat makar" 12.36-42
Sebagaimana Allah menceritakan "hukuman bagi umat Nabi Nuh" 71.25
Sebagaimana Allah menceritakan Nabi Hud dan kaum "ad", 26.123
Sebagaimana Allah menceritakan "ibrahim selamat dari kobaran api", 21.69
Sebagaimana Allah menceritakan "yahya dan zakariya' 3.39

Jadi semua ada takarannya...

Ini lho..kisah orang musyrik di jaman Musa, ini lho kisah orang homosek di jaman Luth...

hanya IBROH saja...kalau semua harus berlaku sama, harusnya Kami (mUslim atau siappun penentang homoseksual) akan tinggal menanti kapan San Fransisko akan hancur atau kapan kantong-kantong gay/lesbian akan hancur....
Atau kapan orang-orang yang berlaku riba (meningkatkan takaran timbangan..akan juga dihancurkan..

Buktinya gak juga kan...

Artinya itu hanya semacam Ibrah dari Allah kepada rasulullah tentang perjuangan "senior-seniornya terhadap umat-umatnya terdahulu'


Oh iya, "maklum gak bawa tafsir itu maksudnya gini..'

kadang2 kita tidak berani menerjemahkan AQ literal (misalnya Al maidah yang memperbolehkan memukul istri..dsb..karena konteksnya harus dipahami dengan benar...

Tapi kemarin sedetik saya baca threat trus saya coba naca ayatnya saja (tanpa tafsir) ...

Qola MUusa......ila akhir

Saya cuman ngambil kesimpulan cepat 'JELAS NIH NGUTIB AYATNYA GAK SEMPURNA...'

karena sekali lagi, kalau dibalikin ke islam, ya harus aturan Islam yang dipakai ..gak boleh putus asa..gak boleh menyerah..."wala *** asu..ila akhir..'

Gitu bung

Ibra
ibra
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 593
Joined: Sat Mar 22, 2008 9:08 am

Postby Tanpa Nama » Tue Jul 01, 2008 6:52 am

ibra wrote:@Anonim
Nice...

Begini..bagian dari AQ itu ada yang berupa syariah, muammalah ada yang berupa cerita masa lalu...

Sekali lagi, cerita itu adalah "Allah berfirman kepada rasulullah MENCERITAKAN BAGAIMANA KISAH MUSA dan para penyebah sapi emas"..

Sebagaimana Allah menceritakan "Umat Nabi Luth yang di hancurkan.."
Sebagaimana Allah menceritakan "Saudara Yusuf yang berbuat makar" 12.36-42
Sebagaimana Allah menceritakan "hukuman bagi umat Nabi Nuh" 71.25
Sebagaimana Allah menceritakan Nabi Hud dan kaum "ad", 26.123
Sebagaimana Allah menceritakan "ibrahim selamat dari kobaran api", 21.69
Sebagaimana Allah menceritakan "yahya dan zakariya' 3.39

Jadi semua ada takarannya...

Ini lho..kisah orang musyrik di jaman Musa, ini lho kisah orang homosek di jaman Luth...

hanya IBROH saja...kalau semua harus berlaku sama, harusnya Kami (mUslim atau siappun penentang homoseksual) akan tinggal menanti kapan San Fransisko akan hancur atau kapan kantong-kantong gay/lesbian akan hancur....
Atau kapan orang-orang yang berlaku riba (meningkatkan takaran timbangan..akan juga dihancurkan..

Buktinya gak juga kan...


Kisah Musa ini kan juga terdapat perintah di dalamnya mas. Apa perintah ini tidak berlaku sepanjang jaman?

Ya kalau tidak, klaim muslim bahwa Alquran adalah firman "tuhan", diturunkan dalam bahasa asli Arab, kitab untuk segala jaman, dijaga huruf demi huruf agar tidak berubah maknanya...GUGUR!!:wink:

ibra wrote:Artinya itu hanya semacam Ibrah dari Allah kepada rasulullah tentang perjuangan "senior-seniornya terhadap umat-umatnya terdahulu'


Di dalam cerita itu kan juga terdapat perintah, mas. Memang siapa yang memerintahkan hal tersebut? Kalau dikatakan hanya cerita, ya berarti seperti yang saya bilang di atas...klaim muslim bahwa Alquran adalah firman "tuhan", diturunkan dalam bahasa asli Arab, kitab untuk segala jaman, dijaga huruf demi huruf agar tidak berubah maknanya...GUGUR!!:wink:


ibra wrote:Oh iya, "maklum gak bawa tafsir itu maksudnya gini..'

kadang2 kita tidak berani menerjemahkan AQ literal (misalnya Al maidah yang memperbolehkan memukul istri..dsb..karena konteksnya harus dipahami dengan benar...


Ya makanya itu mas, apa gunanya Alquran adalah kitab untuk segala jaman, dijaga huruf demi huruf agar tidak berubah maknanya...kalau dalam pelaksanaannya, harus menggunakan tafsir buatan manusia.

Alquran itu katanya perintah "tuhan", Tafsir itu buatan manusia.
Nah, siapa yang ingin diikuti, perintah "tuhan" atau manusia?

ibra wrote:Tapi kemarin sedetik saya baca threat trus saya coba naca ayatnya saja (tanpa tafsir) ...

Qola MUusa......ila akhir

Saya cuman ngambil kesimpulan cepat 'JELAS NIH NGUTIB AYATNYA GAK SEMPURNA...'

karena sekali lagi, kalau dibalikin ke islam, ya harus aturan Islam yang dipakai ..gak boleh putus asa..gak boleh menyerah..."wala *** asu..ila akhir..'

Gitu bung

Ibra


Sama mas, kalau begitu klaim muslim bahwa Alquran adalah kitab untuk segala jaman, dijaga huruf demi huruf agar tidak berubah maknanya...gugur! Karena pada pelaksanaannya, perintah tersebut tidak berlaku sepanjang jaman dan masih harus dilihat konteksnya segala.

Gitu bung


Best regards,


Tanpa Nama
Tanpa Nama
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1979
Joined: Wed Feb 06, 2008 10:18 pm
Location: Somewhere....in the north from here....

Postby ibra » Tue Jul 01, 2008 12:44 pm

1st
wah payah nih moderatornya gak bisa bahasa arab/...wala taiasu memang bahasa arab artinya=jangan putus asa...hehehe


Kisah Musa ya Kisah yang menceritakan Musa dan umat-umatnya..karena sekali lg konteks AQ ada yang "hanya" sekedar bercerita. ya kalau Risalah muhammad, ya lihat mana yang Allah said, lihat asababun nuzulnya...Maka akan kelihatan bahwa Bunuh Diri itu ya lihat 2.54 dan 18.6.

Gitu..


Ya kalau tidak, klaim muslim bahwa Alquran adalah firman "tuhan", diturunkan dalam bahasa asli Arab, kitab untuk segala jaman, dijaga huruf demi huruf agar tidak berubah maknanya...GUGUR!!


kayaknya ini tipikal jawaban SPMB jawaban B, kalimat atas bener, kalimat bawah bener, kesimpulan salah. Lah itu kan Allah menceritakan Musa. Muhammad kan punya konteks umat sendiri, ya lihat 2.54 dan 18.6 di atas. Sekali lagi itu kan ceritanya Allah ke MUhamaad tentang Musa. Masak kalau Ibrahim d suruh memotong Ismail, trus muslim harus memotong anaknya untuk membuktikan Iman. Kan kata anda entar kanibalisme...Iya toh?

Di dalam cerita itu kan juga terdapat perintah, mas. Memang siapa yang memerintahkan hal tersebut? Kalau dikatakan hanya cerita, ya berarti seperti yang saya bilang di atas...klaim muslim bahwa Alquran adalah firman "tuhan", diturunkan dalam bahasa asli Arab, kitab untuk segala jaman, dijaga huruf demi huruf agar tidak berubah maknanya...GUGUR!!

Lah...kan dijaga kisahnya..bahwa untuk musyrikun di jaman musa dibunuh. kan ceritanya ak berubah bahwa musrikun di jaman musa diajak joged...Kitab segala jaman, yang isinya salah satu di antara sekian banyak yang lain adalah IBROH/tauladan/uswah dari kisah umat terdahulu...Gitu


Ya makanya itu mas, apa gunanya Alquran adalah kitab untuk segala jaman, dijaga huruf demi huruf agar tidak berubah maknanya...kalau dalam pelaksanaannya, harus menggunakan tafsir buatan manusia.

Alquran itu katanya perintah "tuhan", Tafsir itu buatan manusia.
Nah, siapa yang ingin diikuti, perintah "tuhan" atau manusia?


lah YANG BOLEH MENAFSIRKAN Qur'an kan mufassir, bukan pak tani. ya muifassir yang ahli hadist ahli bahasa, fuqoha, dsb bukan random kita tanya orang dijalan. AQ nya tetep, tapi kan gak semua orang pinter kayak sampeyan..gitu kan..

Sama mas, kalau begitu klaim muslim bahwa Alquran adalah kitab untuk segala jaman, dijaga huruf demi huruf agar tidak berubah maknanya...gugur! Karena pada pelaksanaannya, perintah tersebut tidak berlaku sepanjang jaman dan masih harus dilihat konteksnya segala.

Allah said Musa Said....
kan gak diawali dengan YA AYYUHALLADZINA AAMANU yang berarti , perintah bunuh itu untuk beriman 9sekarang). Itu hanya sekedar ibroh dari kaum nabi Musa

Gitu Bung

Ibra
ibra
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 593
Joined: Sat Mar 22, 2008 9:08 am

Postby Tanpa Nama » Tue Jul 01, 2008 4:49 pm

ibra wrote:Kisah Musa ya Kisah yang menceritakan Musa dan umat-umatnya..karena sekali lg konteks AQ ada yang "hanya" sekedar bercerita. ya kalau Risalah muhammad, ya lihat mana yang Allah said, lihat asababun nuzulnya...Maka akan kelihatan bahwa Bunuh Diri itu ya lihat 2.54 dan 18.6.

Gitu..


Ya sudah to...berarti klaim muslim bahwa Alquran adalah kitab untuk segala jaman, dijaga huruf demi huruf agar tidak berubah maknanya...GUGUR! Karena di kisah tersebut juga terdapat perintah.

Konsekuensi dari klaim muslim ini kan, semua perintah di dalam Alquran berlaku sepanjang jaman dan tidak perlu melihat konteksnya segala. Kalau ada satu saja perintah yang tidak berlaku sepanjang jaman, atau harus melihat tafsir dan konteksnya...klaim muslim bahwa Alquran adalah kitab untuk segala jaman, dijaga huruf demi huruf agar tidak berubah maknanya...GUGUR!

Gitu..

ibra wrote:kayaknya ini tipikal jawaban SPMB jawaban B, kalimat atas bener, kalimat bawah bener, kesimpulan salah. Lah itu kan Allah menceritakan Musa. Muhammad kan punya konteks umat sendiri, ya lihat 2.54 dan 18.6 di atas. Sekali lagi itu kan ceritanya Allah ke MUhamaad tentang Musa. Masak kalau Ibrahim d suruh memotong Ismail, trus muslim harus memotong anaknya untuk membuktikan Iman. Kan kata anda entar kanibalisme...Iya toh?


:shock: Yang mengklaim bahwa Alquran kitab segala jaman dan dijaga huruf demi huruf agar tidak berubah maknanya, siapa? Memang saya?:lol:

Itu kan konsekuensi dari klaim muslim sendiri, bukan saya.:wink:


ibra wrote:Lah...kan dijaga kisahnya..bahwa untuk musyrikun di jaman musa dibunuh. kan ceritanya ak berubah bahwa musrikun di jaman musa diajak joged...Kitab segala jaman, yang isinya salah satu di antara sekian banyak yang lain adalah IBROH/tauladan/uswah dari kisah umat terdahulu...Gitu


:shock: Koq gak ngerti-ngerti sih mas? Piye to?:roll:
Di dalam kisah itu juga terdapat perintah...apa perintahnya tidak berlaku sepanjang jaman? Dan yang di klaim muslim itu kan, makna Alquran yang tidak berubah karena dijaga huruf demi huruf bukan kisahnya yang dijaga.:lol:

ibra wrote:lah YANG BOLEH MENAFSIRKAN Qur'an kan mufassir, bukan pak tani. ya muifassir yang ahli hadist ahli bahasa, fuqoha, dsb bukan random kita tanya orang dijalan. AQ nya tetep, tapi kan gak semua orang pinter kayak sampeyan..gitu kan..


:shock: Tetap saja yang menafsirkan manusia to?
Jadi siapa yang ingin diikuti, "tuhan" atau manusia?

Tafsiran manusia itu kan berbeda-beda, tafsiran yang berbeda-beda...makna di dalam Alquran pun berubah. Kalau makna di dalam Alquran berubah, apa gunanya Alquran dijaga huruf demi huruf agar tidak berubah maknanya?

ibra wrote:Allah said Musa Said....
kan gak diawali dengan YA AYYUHALLADZINA AAMANU yang berarti , perintah bunuh itu untuk beriman 9sekarang). Itu hanya sekedar ibroh dari kaum nabi Musa

Gitu Bung

Ibra


Berarti perintah yang berlaku di jaman Musa tidak berlaku lagi untuk umat sekarang ya mas?
"tuhan" yang plin-plan, mandul atau muslim yang menafsrikan Alquran seenak hati mereka? Kalau begini, kenapa muslim mengklaim bahwa Alquran itu kitab untuk segala jaman, dijaga huruf demi huruf agar tidak berubah maknanya?


Best regards,


Tanpa Nama
Tanpa Nama
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1979
Joined: Wed Feb 06, 2008 10:18 pm
Location: Somewhere....in the north from here....

Postby TERBANG » Wed Jul 02, 2008 8:10 am

ibra wrote:Alquran itu katanya perintah "tuhan", Tafsir itu buatan manusia.
Nah, siapa yang ingin diikuti, perintah "tuhan" atau manusia? [/i]

lah YANG BOLEH MENAFSIRKAN Qur'an kan mufassir, bukan pak tani. ,


Yang menafsirkan = Mufassir
Yang mengikuti alquran = umat islam
Yang melaksanakan perintah dalam alquran = umat islam (masuk didalamnya si mufassir dan pak tani]

ibra wrote:ya muifassir yang ahli hadist ahli bahasa, fuqoha, dsb bukan random kita tanya orang dijalan. AQ nya tetep, tapi kan gak semua orang pinter kayak sampeyan..gitu kan..

Gitu Bung

Ibra


Justru diketahui mayoritas umat islam itu tidak pintar maka perlu ditanyakan : Apa jaminan bahwa hasil penafsiran bisa dipahami dengan baik oleh seorang "pak tani" dan umat islam yang "ngga pinter" lainnya ?

ibra wrote:Sama mas, kalau begitu klaim muslim bahwa Alquran adalah kitab untuk segala jaman, dijaga huruf demi huruf agar tidak berubah maknanya...gugur! Karena pada pelaksanaannya, perintah tersebut tidak berlaku sepanjang jaman dan masih harus dilihat konteksnya segala.

Allah said Musa Said....
kan gak diawali dengan YA AYYUHALLADZINA AAMANU yang berarti , perintah bunuh itu untuk beriman 9sekarang). Itu hanya sekedar ibroh dari kaum nabi Musa


Kalau ada "kesalahan" mengerti - memahami - melaksanakan perintah alquran.
Kesalahan ada pada siapa ? mufassirnya atau siapa ?
User avatar
TERBANG
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 102
Joined: Tue May 20, 2008 6:20 am

Postby ibra » Wed Jul 02, 2008 11:27 am

@Tanpa Nama

Wah, kelihatan sekali, anda memang gak paham AQ, (palagi baca terjemahan, apalagi mbacanya) hehehe...

Pertama , saya akan membuat analogi seperti ini biar anda yang tidak pernah (bisa) membaca AQ memiliki nuance nya

UU Perdagangan Republik Indonesia

Pasal 1. Pedagang adalah bla bla bla bla
Pasal 2 Pasar adalah bla bla bla bla
pasal 3 Pedagang yang curang maka akan dikenakan denda xxxxx atau kurungan xxxx
Pasal 4 Curang tersebut meliputi blah blah blah

Kita tetap akan bilang bahwa UU perdagangan adalah payung hukum sektor perdagangan. TAPI aturan hukumnya gak pada setiap pasal. Ada pasal2 yang sifatnya diskriptif.

BEGITU juga dengan AQ

1. gak semua kandungan AQ itu berupa Amr (perintah), ada yang berupa hikayat. Kalau cerita Allah said Musa said, berarti aturan itu adalah DESKRIPSI bagaimana risalah Musa untuk kaumnya. Dengan kata lain, ayat itu adalah ayat yang berisi cerita tidak mengikat akidah dan syariah...Sungguhpun demikian tetap ada ibrah2 yang bisa kita ambil..Begitu Om.


Untuk Ummat Nabi Muhammad, ya lihatlah ayat2 yang berlaku umum atau mudahnya ayat-ayat yang berawalan "ya ayyuhannas", "ya ayyuhal ladzina aamanu'

1.1. Puasa : "ya ayyuhal ladzi na amanu kutiba alikumus siyam ila akhir....

1.2. Beribah : "ya ayyuhannasu'budu robbakumulladzi kholaqokum..."

1.3. Sholat : "Khafidzuuu alashoati.."

nah keywordnya, untuk perintah-perintah UNTUK SEGALA JAMAN , (kalau anda bisa Nahwu lebih ces pleng lagi nih), biasanya diawali dengan fiil amar

Khafidzu.....dirikanlah
I'budu---- beribadahlah

2. ATAU, bisa juga dalam bentuk sindiran..

i.e. Afala yandzuruna ilal ibili kaifa khuliqot (bahasa betawinye : elow pade gak liat gimana ibil dibuat)

Sindiran Allah, atas perintah agar manusia bertaqwa lewat mehamami ciptaan-ciptaannya.


nah kalau sudah jelas

Allah SWt bercerita kepada MUhammad, bahwa pada masanya Musa berkata padaumatnya untuk bunuh diri agar musyriknya dikabulkan.......You get the point?
Mosok berlaku untuk umat Muhammad?
kan sholat 50 waktu Nabi Ibrahim juga gak berlaku pada umat Muhammad.

gak lucu ah..

@ Terbang..
wah anda terbang ketinggian kayaknya..

Kan AQ kaya kandungan bahasa, makannya Mufassir harus pada saat yang sama bisa berbahasa (Nahwu), Logika (balaghoh), faham fiqh (Fuqoha), Faham hadist.
nah kalau kebetulan pak tani nya bisa ya silakan...

maksudnya..Qur'an itu gak dterjemahin oleh penceramah..yang sambil mikir sambil khotbah di atas panggung..Ini rigid artinya..dan hanya orang tertentu (Mufassir) yang mengerti. makannya ada tafsir Maroghy, jalalain, dsb

Gitu

Ibra
ibra
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 593
Joined: Sat Mar 22, 2008 9:08 am

Postby Tanpa Nama » Wed Jul 02, 2008 1:15 pm

ibra wrote:@Tanpa Nama

Wah, kelihatan sekali, anda memang gak paham AQ, (palagi baca terjemahan, apalagi mbacanya) hehehe...

Pertama , saya akan membuat analogi seperti ini biar anda yang tidak pernah (bisa) membaca AQ memiliki nuance nya

UU Perdagangan Republik Indonesia

Pasal 1. Pedagang adalah bla bla bla bla
Pasal 2 Pasar adalah bla bla bla bla
pasal 3 Pedagang yang curang maka akan dikenakan denda xxxxx atau kurungan xxxx
Pasal 4 Curang tersebut meliputi blah blah blah

Kita tetap akan bilang bahwa UU perdagangan adalah payung hukum sektor perdagangan. TAPI aturan hukumnya gak pada setiap pasal. Ada pasal2 yang sifatnya diskriptif.


Lha, mas ibra ini gimana to? Ya sama to? Saya kan gak bilang kalau setiap ayat Alquran itu berisi perintah. Yang saya bilang itu kan di ayat tersebut terdapat perintah dan syarat yang berlaku bagi muslim. Nah, muslim mengklaim bahwa Alquran adalah kitab sepanjang jaman, dijaga huruf demi huruf agar tidak berubah maknanya...konsekuensinya, kalau ada satu saja perintah yang tidak berlaku sepanjang jaman dan harus melihat tafsir dan konteksnya segala...klaim muslim gugur.

ibra wrote:1. gak semua kandungan AQ itu berupa Amr (perintah), ada yang berupa hikayat. Kalau cerita Allah said Musa said, berarti aturan itu adalah DESKRIPSI bagaimana risalah Musa untuk kaumnya. Dengan kata lain, ayat itu adalah ayat yang berisi cerita tidak mengikat akidah dan syariah...Sungguhpun demikian tetap ada ibrah2 yang bisa kita ambil..Begitu Om.


Adakah perintah di dalam cerita tersebut?
Apakah perintah tersebut hanya berlaku pada jaman Musa?

ibra wrote:Untuk Ummat Nabi Muhammad, ya lihatlah ayat2 yang berlaku umum atau mudahnya ayat-ayat yang berawalan "ya ayyuhannas", "ya ayyuhal ladzina aamanu'

1.1. Puasa : "ya ayyuhal ladzi na amanu kutiba alikumus siyam ila akhir....

1.2. Beribah : "ya ayyuhannasu'budu robbakumulladzi kholaqokum..."

1.3. Sholat : "Khafidzuuu alashoati.."

nah keywordnya, untuk perintah-perintah UNTUK SEGALA JAMAN , (kalau anda bisa Nahwu lebih ces pleng lagi nih), biasanya diawali dengan fiil amar

Khafidzu.....dirikanlah
I'budu---- beribadahlah

2. ATAU, bisa juga dalam bentuk sindiran..

i.e. Afala yandzuruna ilal ibili kaifa khuliqot (bahasa betawinye : elow pade gak liat gimana ibil dibuat)

Sindiran Allah, atas perintah agar manusia bertaqwa lewat mehamami ciptaan-ciptaannya.


nah kalau sudah jelas

Allah SWt bercerita kepada MUhammad, bahwa pada masanya Musa berkata padaumatnya untuk bunuh diri agar musyriknya dikabulkan.......You get the point?
Mosok berlaku untuk umat Muhammad?
kan sholat 50 waktu Nabi Ibrahim juga gak berlaku pada umat Muhammad.

gak lucu ah..


Nah, kalau sudah seperti ini...anda sudah menggunakan tafsir. Apa gunanya Alquran sebagai kitab segala jaman, dijaga huruf demi huruf agar tidak berubah maknanya...kalau dalam pelaksanaannya masih menggunakan tafsir manusia segala? Siapa yang ingin diikuti, "tuhan" atau manusia?


Best regards,


Tanpa Nama
Tanpa Nama
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1979
Joined: Wed Feb 06, 2008 10:18 pm
Location: Somewhere....in the north from here....

Postby ibra » Wed Jul 02, 2008 1:37 pm

Alhamdulillah kita semain mengerucut. I guess 1/2 posting lagi topik ini bisa disummarize:

1. Sebenrnya anda sudah menjawab pertanyaan anda sendiri. bahwa yang dimaksud "bunuh diri" itu adalah CERITA Allah tentang Umat nabi Musa. ARTINYA perintah tersebut hanya berlaku untuk Umat Nabi Musa, itupun karena kesalahan pada kasus sapi emas tsb.

Adakah perintah di dalam cerita tersebut?
Apakah perintah tersebut hanya berlaku pada jaman Musa?


Hundred percent YES

2. Tafsir dipergunakan agar orang yang awam bisa mengerti ayat dan arti masing-maisng ayat. karena gak semua Muslim bisa berbahasa Arab, mengerti tata bahasa dan faham asbabun nuzul.

Gitu

Ibra
ibra
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 593
Joined: Sat Mar 22, 2008 9:08 am

Postby Tanpa Nama » Wed Jul 02, 2008 1:55 pm

ibra wrote:1. Sebenrnya anda sudah menjawab pertanyaan anda sendiri. bahwa yang dimaksud "bunuh diri" itu adalah CERITA Allah tentang Umat nabi Musa. ARTINYA perintah tersebut hanya berlaku untuk Umat Nabi Musa, itupun karena kesalahan pada kasus sapi emas tsb.


Ya kalau ada, kenapa perintah tersebut tidak berlaku? Klaim muslim itu, Alquran adalah kitab untuk segala jaman, dijaga huruf demi huruf agar tidak berubah maknanya...lha kalau perintah di dalam cerita tersebut tidak berlaku, klaim muslim tersebut gugur. Itu konsekuensinya.:wink:

ibra wrote:Adakah perintah di dalam cerita tersebut?
Apakah perintah tersebut hanya berlaku pada jaman Musa?


Hundred percent YES


Ya sudah to...berarti klaim muslim bahwa Alquran kitab untuk segala jaman, dijaga huruf demi huruf agar tidak berubah maknanya telah gugur. Dan sebaiknya, ayat tersebut dihapus saja.:wink:

ibra wrote:2. Tafsir dipergunakan agar orang yang awam bisa mengerti ayat dan arti masing-maisng ayat. karena gak semua Muslim bisa berbahasa Arab, mengerti tata bahasa dan faham asbabun nuzul.

Gitu

Ibra


Lha ini lagi, yang ingin diikuti siapa, "tuhan" atau manusia?
Tafsir buatan manusia, sementara Alquran adalah firman "tuhan", yang mana yang ingin diikuti?
Orang-orang seperti Osama bin Laden atau Amrozi cs, apa mereka itu tidak bisa berbahasa Arab dan tidak mengerti tata bahasa Arab? Kalau muslim mengklaim bahwa Alquran adalah kitab untuk segala jaman, dijaga huruf demi huruf agar tidak berubah maknanya...seharusnya laksanakan perintah tersebut tanpa tafsir. Occam Razor's Lawa berlaku universal.


Best regards,


Tanpa Nama
Tanpa Nama
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1979
Joined: Wed Feb 06, 2008 10:18 pm
Location: Somewhere....in the north from here....

Postby ibra » Wed Jul 02, 2008 4:32 pm

JUJUR. saya bingung dengan jalan pikiran anda, dan salahnya saya terlalu serius menganggapi poost-ots anda yang makin mengarah ke lawakan.

1. Kan sudah dijawab. Itu cerita dan berlaku pada saat tersebut. ya pada saat di bukit Tursina itu.
YANG HARUS ANDA PEGANG ADALAH 5.3, 6 44, 11.9, 12.80, 15.55 Yang intinya Muslim gak boleh putus asa..Harus selalu punya passion.

Saya bosan dengan komen anda
Ya kalau ada, kenapa perintah tersebut tidak berlaku? Klaim muslim itu, Alquran adalah kitab untuk segala jaman, dijaga huruf demi huruf agar tidak berubah maknanya.
Kenapa tidak berlaku : KARENA KHUSUS UNTUK KEMUSYRIKAN YANG DILAKUKAN OLEH KAUM SAPI EMAS/KHUSUS AKIBAT KESALAHAN UMAT NABI MUSA...

Al Qur'an tetap sepanjang jaman?

hundred percent YUPS! ..Coba cari Ya ayyuhal ladzina amanu...atau ya ayyuhan nas..atau segala derivasi Fiil Amar (Perintah) dari Allah yang sekarang gak berlaku?

Kan memang AQ untuk akhir jaman?
Akhir jaman kan (sorry) islam...
jadi ya cari perintah/amr-amr yang berkaitan dengan umat Islam, nah itu yang berlaku sampai nanti Kuda bisa nngomong, atau ada robot makan rumput...

Jangan berkutat di sini Om...
Namanya gak boleh zina ya gak boleh zina..
namanya wajib puasa ya wajib puasa..

SIMple banget sebenarnya..dan islam memang Memudahkan..

Orang bisa berbahasa Arab not necessarily mufassir. Syarat mufassir banyak sekali (nanti kalau anda tanya saya jawab)

Gitu

ibra
ibra
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 593
Joined: Sat Mar 22, 2008 9:08 am

Postby AkuAdalahAing » Wed Jul 02, 2008 4:45 pm

ibra wrote:Namanya gak boleh zina ya gak boleh zina..

ibra


kalau muhammad saw boleh gak ?
User avatar
AkuAdalahAing
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 6603
Joined: Sat Oct 28, 2006 5:20 pm

Postby ibra » Wed Jul 02, 2008 4:53 pm

(niatnya posting terakhir sebelum pulang kantor)..

Ternyata ga...terlalu sepele untuk dijawab

Peace Bung!

Saya pindah treat lain
hehehe
ibra
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 593
Joined: Sat Mar 22, 2008 9:08 am

Postby AkuAdalahAing » Wed Jul 02, 2008 4:59 pm

AkuAdalahAing wrote:
ibra wrote:Namanya gak boleh zina ya gak boleh zina..

ibra


kalau muhammad saw boleh gak ?


Oouw... boleh tho ??? emang sepele nyang ginian mah buat muhammad saw :wink:
User avatar
AkuAdalahAing
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 6603
Joined: Sat Oct 28, 2006 5:20 pm

Postby Tanpa Nama » Wed Jul 02, 2008 7:54 pm

ibra wrote:JUJUR. saya bingung dengan jalan pikiran anda, dan salahnya saya terlalu serius menganggapi poost-ots anda yang makin mengarah ke lawakan.


Katanya tadi diskusi kita sudah semakin mengerucut. Ada apa mas ibra? Jika saya salah tunjukkan dimana salahnya, namun jika saya benar, kenapa anda mengatakan bahwa saya sedang melawak?:wink:

ibra wrote:1. Kan sudah dijawab. Itu cerita dan berlaku pada saat tersebut. ya pada saat di bukit Tursina itu.
YANG HARUS ANDA PEGANG ADALAH 5.3, 6 44, 11.9, 12.80, 15.55 Yang intinya Muslim gak boleh putus asa..Harus selalu punya passion.


Ya sudah to...klaim muslim bahwa Alquran kitab untuk segala jaman, dijaga huruf demi huruf gugur. Konsekuensinya kan itu.:wink:

Dengan tidak berubahnya Alquran secara huruf dan sebagai kitab sepanjang jaman, muslim mengklaim bahwa arti dan makna perkataan dalam Alquran tidak pernah berubah. Dan berarti semua perintah yang terdapat di dalam Alquran, harus dilaksanakan secara harafiah dan berlaku sepanjang jaman, tidak perlu melihat tafsir dan konteksnya segala.

ibra wrote:Saya bosan dengan komen anda
Ya kalau ada, kenapa perintah tersebut tidak berlaku? Klaim muslim itu, Alquran adalah kitab untuk segala jaman, dijaga huruf demi huruf agar tidak berubah maknanya.
Kenapa tidak berlaku : KARENA KHUSUS UNTUK KEMUSYRIKAN YANG DILAKUKAN OLEH KAUM SAPI EMAS/KHUSUS AKIBAT KESALAHAN UMAT NABI MUSA...


Ya, berarti Alquran bukan kitab sepanjang jaman, dijaga huruf demi huruf agar tidak berubah maknanya...karena dalam pelaksanaannya, anda masih saja menggunakan tafsir buatan manusia dan melihat konteksnya segala...dan ayat tersebut sebaiknya dihapus saja, karena hanya berlaku pada jaman Musa.:wink:

ibra wrote:Al Qur'an tetap sepanjang jaman?

hundred percent YUPS! ..Coba cari Ya ayyuhal ladzina amanu...atau ya ayyuhan nas..atau segala derivasi Fiil Amar (Perintah) dari Allah yang sekarang gak berlaku?

Kan memang AQ untuk akhir jaman?
Akhir jaman kan (sorry) islam...
jadi ya cari perintah/amr-amr yang berkaitan dengan umat Islam, nah itu yang berlaku sampai nanti Kuda bisa nngomong, atau ada robot makan rumput...


Bagaimana mau sepanjang jaman, sedangkan dalam pelaksanaannya, muslim harus bolak-balik menggunakan tafsiran manusia dan harus melihat konteksnya segala. Dan satu lagi, kita tidak sedang membahas Alquran untuk akhir jaman, tetapi klaim muslim bahwa Alquran kitab untuk segala jaman, dijaga huruf demi huruf agar tidak berubah maknanya.

ibra wrote:SIMple banget sebenarnya..dan islam memang Memudahkan..


Kalau simple banget masalahnya, tidak usah gunakan tafsir dan melihat konteksnya segala mas.:wink:

ibra wrote:Orang bisa berbahasa Arab not necessarily mufassir. Syarat mufassir banyak sekali (nanti kalau anda tanya saya jawab)

Gitu

ibra


Tetap saja mufassir itu seorang manusia. Alquran buatan "tuhan" dan tafsir buatan manusia, siapa yang ingin diikuti, "tuhan" atau manusia?


Best regards,


Tanpa Nama
Tanpa Nama
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1979
Joined: Wed Feb 06, 2008 10:18 pm
Location: Somewhere....in the north from here....

Postby Layman » Thu Jul 03, 2008 2:13 am

Tanpa Nama wrote:
ibra wrote:JUJUR. saya bingung dengan jalan pikiran anda, dan salahnya saya terlalu serius menganggapi poost-ots anda yang makin mengarah ke lawakan.


Katanya tadi diskusi kita sudah semakin mengerucut. Ada apa mas ibra? Jika saya salah tunjukkan dimana salahnya, namun jika saya benar, kenapa anda mengatakan bahwa saya sedang melawak?:wink:

Satu-satunya kesalahan Anda, TN, adalah tidak ngerti bahasa Arab, bahasanya manusia dan jin, bahasa dunia dan akhirat, bahasa universal. Mengerucut dalam konteks Arab artinya menuju pada satu2nya kesimpulan yaitu ISLAM ADALAH KEBENARAN. Betul ga, mas Ibra?

ibra wrote:1. Kan sudah dijawab. Itu cerita dan berlaku pada saat tersebut. ya pada saat di bukit Tursina itu.
YANG HARUS ANDA PEGANG ADALAH 5.3, 6 44, 11.9, 12.80, 15.55 Yang intinya Muslim gak boleh putus asa..Harus selalu punya passion.


Ya sudah to...klaim muslim bahwa Alquran kitab untuk segala jaman, dijaga huruf demi huruf gugur. Konsekuensinya kan itu.:wink:

Kamu lagi...mana ada konsekuensi dalam agama yang menjadi rahmat bagi seluruh umat manusia. YANG HARUS ANDA PEGANG ADALAH Surah Nrimo 6.66, 66.6 Yang intinya kafir gak boleh putus sabar...harus selalu punya kesediaan untuk 'terima aja deh jawaban muslim'. Betul ga, mas Ibra?

Dengan tidak berubahnya Alquran secara huruf dan sebagai kitab sepanjang jaman, muslim mengklaim bahwa arti dan makna perkataan dalam Alquran tidak pernah berubah. Dan berarti semua perintah yang terdapat di dalam Alquran, harus dilaksanakan secara harafiah dan berlaku sepanjang jaman, tidak perlu melihat tafsir dan konteksnya segala.

Dalam konteks Arab, itu adalah penafsiran yang amat keliru. Betul ga, mas Ibra? Tafsir yang betul menurut Islam adalah YANG MENDUKUNG KEBENARAN ISLAM. Betul ga, mas Ibra?

ibra wrote:Saya bosan dengan komen anda
Ya kalau ada, kenapa perintah tersebut tidak berlaku? Klaim muslim itu, Alquran adalah kitab untuk segala jaman, dijaga huruf demi huruf agar tidak berubah maknanya.
Kenapa tidak berlaku : KARENA KHUSUS UNTUK KEMUSYRIKAN YANG DILAKUKAN OLEH KAUM SAPI EMAS/KHUSUS AKIBAT KESALAHAN UMAT NABI MUSA...


Ya, berarti Alquran bukan kitab sepanjang jaman, dijaga huruf demi huruf agar tidak berubah maknanya...karena dalam pelaksanaannya, anda masih saja menggunakan tafsir buatan manusia dan melihat konteksnya segala...dan ayat tersebut sebaiknya dihapus saja, karena hanya berlaku pada jaman Musa.:wink:

TN, kamu ini kok bebal sekali ya. Awloh maha mengetahui. Dia sudah tahu ayat itu harus diganti dan sudah sejak 1.400 tahun yang lalu mengutus malaikatnya untuk menyampaikan 'ayat yang lebih baik'. Kata awloh besok juga nyampe. Tunggu aja deh lima puluh ribu tahun lagi menurut waktu manusia. Malaikatnya lagi dalam perjalanan tuh. Betul ga, mas Ibra?

ibra wrote:Al Qur'an tetap sepanjang jaman?

hundred percent YUPS! ..Coba cari Ya ayyuhal ladzina amanu...atau ya ayyuhan nas..atau segala derivasi Fiil Amar (Perintah) dari Allah yang sekarang gak berlaku?

Kan memang AQ untuk akhir jaman?
Akhir jaman kan (sorry) islam...
jadi ya cari perintah/amr-amr yang berkaitan dengan umat Islam, nah itu yang berlaku sampai nanti Kuda bisa nngomong, atau ada robot makan rumput...


Bagaimana mau sepanjang jaman, sedangkan dalam pelaksanaannya, muslim harus bolak-balik menggunakan tafsiran manusia dan harus melihat konteksnya segala. Dan satu lagi, kita tidak sedang membahas Alquran untuk akhir jaman, tetapi klaim muslim bahwa Alquran kitab untuk segala jaman, dijaga huruf demi huruf agar tidak berubah maknanya.

TN, TN, Islam itu mujizat pengetahuan. Nantiiiiiiiiinya kuda bisa ngomong dan robot makan rumput. Ga usah pusing dulu deh kalian para kafir, pengetahuan sekarang belum nyampe. Betul ga, mas Ibra?

ibra wrote:SIMple banget sebenarnya..dan islam memang Memudahkan..


Kalau simple banget masalahnya, tidak usah gunakan tafsir dan melihat konteksnya segala mas.:wink:

SIMple banget, man...oh, sungguh amat memudahkan. Pertama-tama, kita harus belajar bahasa Arab dulu baru bisa BACA koran. Setelah itu, kita perlu baca TAFSIR agar bisa mengerti apa yang ada di koran karena banyak hal yang ada di koran itu ga jelas. Yang tak kalah pentingnya, kita musti lihat konteksnya juga. Ga cuma itu, karena yang menafsirkan harus orang yang pintar berbahasa Arab - terutama Arabnya koran - berarti tafsirnya juga harus 'diterjemahkan' ke dalam bahasa yang kita mengerti. Jika ada tafsir yang belum jelas, maka kita perlu merujuk lagi pada konteks dan bahasa asli korannya. Setelah itu ... ga cuma itu... lagi pula ... oleh karena itu ... Akhirnya, jika kita masih belum ngerti juga, jawabnya SIMple banget ... amat memudahkan: 'belum dapet hidayah' atau 'imani aja, bukan untuk dipertanyakan'. Sori, gw sih lebih milih agama yang 'ga SIMple'. Gw pengen baca kitab suci dalam bahasa yang gw ngerti, dan sembahyang dalam bahasa yang gw ngerti. Jadi, gw ngerti ajaran agama yang gw anut. Kalo kudu belajar suatu bahasa dulu baru bisa baca kitab suci, jauuuuuh dah. :lol: :lol: :lol: Betul ga, mas Tanpa Nama?


ibra wrote:Orang bisa berbahasa Arab not necessarily mufassir. Syarat mufassir banyak sekali (nanti kalau anda tanya saya jawab)

Gitu

ibra


Tetap saja mufassir itu seorang manusia. Alquran buatan "tuhan" dan tafsir buatan manusia, siapa yang ingin diikuti, "tuhan" atau manusia?


Best regards,


Tanpa Nama


Ibra wrote "2. Tafsir dipergunakan agar orang yang awam bisa mengerti ayat dan arti masing-maisng ayat. karena gak semua Muslim bisa berbahasa Arab, mengerti tata bahasa dan faham asbabun nuzul."

Mengapa ga semua muslim bisa berbahasa Arab, mengerti tata bahasa dan faham asbabun nuzul? Mohon pencerahan ... yg SIMple ya, mas Ibra.
Layman
Translator
 
Posts: 191
Joined: Wed Jun 18, 2008 12:54 am
Location: Indonesia

Re: BUNUH DIRI

Postby jj » Thu Jul 03, 2008 2:38 am

Salam,

feifei_fairy wrote:BUNUH DIRI

http://groups.yahoo.com/group/religions ... ssage/4101

". Bunuhlah dirimu!Hal itu lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu,maka Tuhan akan menerima taubat." (QS. 2 Al Baqarah -sapi betina- 54)

Bertentangan dengan:

"…. Janganlah kamu membunuh dirimu sendiri, sesungguhnya Allah maha penyayang kepadamu." (QS 4 An Nisaa - wanita - 29)

Hayo yang mana yang benar????

BUNUH DIRI BOLEH ATAU TIDAK??

SESAT BETUL ISI ALQURAN INI. BANYAK BENAR YANG BERTENTANGAN.

Sebenarnya cukup satu kesalahan dari al quran saja maka sudah dapat dinyatakan al quran adalah TIDAK SEMPURNA.

Wah katanya yang bikin kitab tuh Muhammad seorang diri yang tidak bisa baca tulis itu ya ? aneh juga ya gak bisa baca tulis bisa bikin kitab memang ajaib sih makanya isinya juga penuh PERTENTANGAN AJAIB, harap maklum saudara-saudara.


Jika anda membaca dengan jeli, tentunya tidaklah bertentangan.
Mari kita lihat ayat ini:


4: 29 Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.


Benar, Allah menganjurkan untuk manusia untuk tidak putus asa sehingga bunuh diri.

Tapi lihat diayat ini:

2: 54 Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu), maka bertobatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima tobatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang."


Membunuh diri sendiri adalah perlakuan yang tidak baik, tapi perlakuan ini masih lebih baik daripada kita menganiaya diri kita dengan menyembah anak lembu.

Dengan menyembah selain Allah, dia akan terjerumus ke neraka.
Tapi jika dia bertobat dan membunuh dirinya, ini adalah lebih baik dari pada diatas.

Lalu apakah setelah bertobat harus membunuh diri??
Tentunya tidak harus bunuh diri, ini hanya perumpamaan saja.
Tentunya kita tau ada orang yang sudah tobat, tapi besok balik lagi menyembah berhala.

Nah ayat ini menggambarkan bahwa lebih baik anda bertobat hari ini dan mati hari ini, dari pada hari ini tobat tapi besok balik menyembah berhala.
Nah jika besok dia meninggal dalam keadaan kafir (tidak percaya kepada Allah) yah hasilnya akan ke neraka.

Silahkan dibandingkan lebih baik yang mana??
Mudah2an dapat membantu.

Salam,
jj
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1466
Joined: Tue Oct 23, 2007 3:30 am

Postby AkuAdalahAing » Thu Jul 03, 2008 9:52 am

Mau dibolak-balik segimanapun juga... intinya... alquran MEMPERBOLEHKAN BUNUH DIRI !!!

Sama koq seperti:
- Larangan makan babi... TAPI dikondisi TERTENTU BOLEH koq...
- Larangan membunuh manusia... TAPI dikondisi TERTENTU BOLEH koq...
- Perintah menghormati orant tua... TAPI dikondisi TERTENTU BOLEH koq BAHKAN sampai MEMBUNUH ORAng TUA...

:sad::sad::sad:
User avatar
AkuAdalahAing
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 6603
Joined: Sat Oct 28, 2006 5:20 pm

Postby _delacroix_ » Thu Jul 03, 2008 10:10 am

wah..wah..
kayaknya bahasa ustadz2 disini ketinggian buat para kapir2. ya sudah biar tak jelasin lagi pake bahasa anak TK.

begini lo pir..
Umat Nabi Musa AS kan suka mencla-mencle, isuk dele sore tempe, gampang goyah imannya. Ketika ada Nabi Musa mereka beriman, tapi ketika sang Nabi pergi mereka malah nyembah berhala. Nah disindir nih sama tuh ayat. Selama masih punya sifat kayak gitu lebih baik tobat terus bunuh diri aja tuh umat Nabi Musa, dari pada besok2 ngulang lagi perbuatannya. Apakah bunuh diri tidak hina??? bunuh diri sangat2 hina TETAPI lebih hina lagi mati dalam keadaan kapir.

udah mudeng blom??
kalo blom mudeng turun lagi deh ngejelasin pake bahasa play grup. Tapi jangan sampe ketarap bahasa bayi ya...
susah ngetiknya :lol: :lol: :lol:
_delacroix_
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 141
Joined: Mon Dec 03, 2007 6:52 am
Location: beralas tanah beratap langit

Postby ibra » Thu Jul 03, 2008 10:11 am

@Tanpa nama
Lho, kan berkali-kali sudah saya posting (Sorry to my self saya melanggar credo ke2)

Image

Anda melihat kan posisi orang nomor 17, mufassir, mujtahid itu bukan orang level "yang mudah untuk dilakukan".

Ya semua yang dilakukan Mufassir sumbernya dari Ilmu Allah (AQ) dan Sunnahnya (Hadist). Jadi yang dia lakukan bukan ngarang, aspek historisnya dilihat dari asbabun nuzul dan wurud aspek bahasanya dari nahwu Shorof balaghoh dsb. Begitu. Gini lho mas, mindset anda memang agak sulit karena anda bukan Islam, anda might be terbiasa dengan kitab anda berbahasa latin yang semua orang might be bisa menerjemahkan. (gak tau agama anda apa?). nah islam itu punya rule of the game sendiri. Berarti semua orang harus belajar sampai njlimet? NGGAK! Semua ada pembagiannya. Kalau yang gak belajar, ya jadilah tabiin yang baik. Begitu.


Ya sudah to...klaim muslim bahwa Alquran kitab untuk segala jaman, dijaga huruf demi huruf gugur. Konsekuensinya kan itu

SEMOGA KALIMAT INI GAK MUNCUL LAGI MUNCUL LAGI LOL. Permasalahan terbesar diskusi kita adalah anda gak tau Bahasa Arab dan anda malu bertanya..gengsi dsb. kan sudah dijelaskan Untuk aturan yg berlaku sepanjang jaman, lihatlah kalimat2 yang berAMR umum (affirmative umum)..ya ayyuhan Nas, Ya ayyuhalladzina aamanu, dsb.
kalau yang bagian cerita (nabi2 terdahulu), ya itu risalah nabi terdahulu..KLAIM MUSLIM BAHWA AQ UNTUK SEGALA JAMAN 1000% correct. Likulli zaman, wa likulli makan (anytime anywhere), tidak ada 1 pun ulama yang membolehkan zina atau liwath atas dasar alasan apapaun. I dont know, jika ada agama lain yang punya aturan laksana permen karet, (misalnya) membolehkan homo, misalnya......

Ya, berarti Alquran bukan kitab sepanjang jaman, dijaga huruf demi huruf agar tidak berubah maknanya...karena dalam pelaksanaannya, anda masih saja menggunakan tafsir buatan manusia dan melihat konteksnya segala...dan ayat tersebut sebaiknya dihapus saja, karena hanya berlaku pada jaman Musa

Lho..lho..lho, kesimpulannya kok jadi gitu..kan memang AQ adalah kitab penutup, anda sendiri bilang, bangsa besar harus menghormati (ingat menghormat gak sama dengan melakukan seperti yang dilakukan pahlawan). Musa alaihissalam kan juga rasul yang harus diimani. Ibrahnya juga jelas ada..bahwa manusia itu imannya naik turun (yankhof wa yankhus). Udah dibukakan jalan membelah laut merah, masih makar, ditinggal sebentar aja di bukit Tursina..kan gitu..

Bagaimana mau sepanjang jaman, sedangkan dalam pelaksanaannya, muslim harus bolak-balik menggunakan tafsiran manusia dan harus melihat konteksnya segala.

Ya muslim kan diajarkan tawadhu..ada pos-pos domain sendiri. kalayu masalah agama, tanyalah pada ahli agama. Mufassir, Mujtahid dsb..Kan gitu..

Tetap saja mufassir itu seorang manusia. Alquran buatan "tuhan" dan tafsir buatan manusia, siapa yang ingin diikuti, "tuhan" atau manusia?

Kan ada rasul, ada ulama. Ketika rasul tidak ada. Al Ulama'u warasyatul anbiya..kan gitu bro..

Keep studying..

Ibra
ibra
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 593
Joined: Sat Mar 22, 2008 9:08 am

Postby AkuAdalahAing » Thu Jul 03, 2008 10:19 am

_delacroix_ wrote:wah..wah..
kayaknya bahasa ustadz2 disini ketinggian buat para kapir2. ya sudah biar tak jelasin lagi pake bahasa anak TK.

begini lo pir..
Umat Nabi Musa AS kan suka mencla-mencle, isuk dele sore tempe, gampang goyah imannya. Ketika ada Nabi Musa mereka beriman, tapi ketika sang Nabi pergi mereka malah nyembah berhala. Nah disindir nih sama tuh ayat. Selama masih punya sifat kayak gitu lebih baik tobat terus bunuh diri aja tuh umat Nabi Musa, dari pada besok2 ngulang lagi perbuatannya. Apakah bunuh diri tidak hina??? bunuh diri sangat2 hina TETAPI lebih hina lagi mati dalam keadaan kapir.

ARTINYA APA ??? BOLEH BUNUH DIRI GAK ???

_delacroix_ wrote:udah mudeng blom??
kalo blom mudeng turun lagi deh ngejelasin pake bahasa play grup. Tapi jangan sampe ketarap bahasa bayi ya...
susah ngetiknya :lol: :lol: :lol:

BAHASA BAYINYA BEGINI LHO MAS:
Mau dibolak-balik segimanapun juga... intinya... alquran MEMPERBOLEHKAN BUNUH DIRI !!!

Sama koq seperti:
- Larangan makan babi... TAPI dikondisi TERTENTU BOLEH koq...
- Larangan membunuh manusia... TAPI dikondisi TERTENTU BOLEH koq...
- Perintah menghormati orant tua... TAPI dikondisi TERTENTU BOLEH koq BAHKAN sampai MEMBUNUH ORAng TUA...

:sad::sad::sad:

masih kurang ??? ya wis tak tambai...
- cerai adalah sesuatu yang sangat dibenci allah swt... tapi dikondisi TERTENTU perceraian SANGAT DISUKAI oleh allah swt :sad::sad:

PERTANYAAN saya dalam JANIN justru banyak yang ndak dimengerti oleh orang islam sehingga mereka tidak ada yang komentar di http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... highlight= :sad::sad::sad:
User avatar
AkuAdalahAing
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 6603
Joined: Sat Oct 28, 2006 5:20 pm

PreviousNext

Return to Quran & Hadist



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users