. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Bukti yang Brutal adalah Kafir's

Pembelaan bahwa Islam adalah ajaran dari Tuhan.

Bukti yang Brutal adalah Kafir's

Postby jadilah_Bijaksana » Thu Dec 10, 2009 3:01 am

[proletar] 16 Otak Pembantaian Muslim di Poso

tawangalun
Mon, 05 Dec 2005 16:14:44 -0800

INILAH 16 ORANG OTAK PEMBANTAIAN MUSLIM POSO

Aneh! berita yang luar biasa penting ini banyak luput dari perhatian
media
massa, kecuali beberapa televisi dan Republika ini. Kompas juga
luput, atau
memang sengaja meluputkan dir karena ternyata para OTAK itu adalah
Kristen juga.

Para TUKANG JAGAL DARI POSO (meminjam istilah Koran Tempo dulu) ini
sebetulnya
sudah lama "BERNYANYI' soal para OTAK Kerusuhan POSO itu, tapi
ditanggapi
pemerintah, aparat, media dan LSM dengan adem-adem saja.

Harapan saya, semoga para terpidana mati itu tidak segera dihukum
mati sebelum
dimintai bantuannya secara tuntas untuk membongkar kasus gelap ini.

Khusus buat kawan-kawan di milis ini yang tahu siapa mereka, kami
minta
bantuannya untuk menyebut nama-nama lengkap dari insial yang disebut
Tibo dkk.
itu. Salah satunya yang cukup terkenal adalah YP (Yahya Pattiro),
mantan
sekwilda Poso yang kalah dalam pemilihan Bupati Poso dulu. Tokoh
Kristen ini
beberapa kali disebut Tibo dkk. di pengadilan, tapi luput dari jerat
hukum.

Kasus pembantaian di Poso, yang diantaranya memakan korban ratusan
santri dan
ustadz Pesantren Walisongo Poso, nyata-nyata didalangi kaum Salibis.
Tapi Kini
banyak orang berusaha membelokkanya sebagai buntut dari tindak
korupsi. Mereka
yang ditangkap dari kasus korupsi itu malah orang-orang ISLAM!

Mari kita BERTERIAK untuk membongkar siapa dalang atau OTAK
PEMBANTAIAN DI POSO
itu... Mari kita desak aparat untuk tidak membelokkan hal yang
sebenarnya!

http://www.republika.co.id/koran_detail ... 7&kat_id=6

Rabu, 30 Nopember 2005

Terpidana Mati Minta Otak Kerusuhan Diproses


PALU -- Tiga terpidana mati kasus kerusuhan Poso, yakni Fabianus
Tibo (57
tahun), Dominggus da Silva (42), Marinus Riwu (49), minta aparat
penegak hukum
di Sulawesi Tengah menangkap dan memproses 16 nama yang disebutnya
sebagai aktor
intelektual kerusuhan bernuansa SARA di Kabupaten Poso tahun 2000-
2001.

Ke-16 orang yang diminta untuk diproses sampai ke pengadilan, yaitu
bernisial
Lm, Tk, Ld, FA, SR, ER, YS, AT, KR, SP, OT, BP, WT, YP, PP, dan LD.
Dalam
wawancara dengan sejumlah wartawan media di Lembaga Pemasyarakatan
Petobo Palu,
Selasa (29/11),
Tibo mengatakan, hingga saat ini semuanya (ke-16 orang itu) belum
tersentuh oleh
hukum.

''Ini sebuah ketidakadilan, sebab kami (yang penggerak massa di
lapangan) sudah
dijatuhi vonis mati oleh pengadilan,'' kata Tibo usai dijenguk oleh
istri dan
anaknya di ruang tahanan khusus LP Petobo Jalan Dewi Sartika, Palu.
Beberapa
saat sebelum Pengadilan Negeri Palu menjatuhkan hukuman mati
terhadap mereka,
pertengahan tahun 2001, Tibo sempat membacakan selembar kertas
berisi nama-nama
16 orang yang disebutnya sebagai aktor intelektual kasus kerusuhan
Poso.

Namun, ketika itu majelis hakim yang menyidangkan perkara ini tidak
membuat
suatu penetapan yang memerintahkan penyidik polisi mengusut ke-16
orang
dimaksud, sehingga penyelidikan dan penyidikannya terhenti di tengah
jalan.
''Karena itu jika mereka tidak diproses secara hukum, maka ada upaya
(dari
negara) untuk melindungi oknum-oknum tertentu yang terlibat kasus
kerusuhan
Poso,'' papar Tibo. Permintaan senada dikemukakan oleh Dominggus da
Silva.
Disebutkan, sama sekali tak bisa menerima perlakuan tidak adil
aparat hukum di
Sulteng. Sebab ke-16 orang yang masih lolos dari jeratan hukum itu
memiliki
peran besar dalam kasus kerusuhan Poso.

Di hadapan para wartawan, da Silva secara terang-terangan
membeberkan peran
sejumlah nama dimaksud, yakni oknum YS yang berkeliling ke desa-desa
memobilisasi massa sambil menyatakan 'Kita Benar'. Sementara oknum
LD memaksa
perempuan di Kilo Sembilan (kompleks Pesantren Walisongo Poso) untuk
bertelanjang.

Di akhir wawancara, ketiga terpidana mati ini (sebelum dieksekusi
oleh regu
tembak dalam waktu dekat) mendesak aparat penegak hukum untuk
berlaku adil dalam
menegakkan aturan. Sebab bila hal itu tidak dilakukan, maka
pemerintah dinilai
sengaja mengaburkan penyelesaian masalah Poso. Kerusuhan besar yang
melanda
Kabupaten Poso sejak 1998 hingga tahun 2001 itu telah mengakibatkan
sedikitnya
1.000 orang terbunuh dan hilang, serta lebih 17 ribu bangunan
sebagian besar
rumah penduduk dan fasilitas umum musnah terbakar/rusak.

Menanggapi permintaan ketiga terpidana mati itu, Huisman Bram SH,
penasehat
hukum Tibo Cs, mengatakan jika upaya eksekusi terhadap kliennya tetap
dilaksanakan tanpa terlebih dahulu mengungkap keterlibatan ke-16
orang itu, ini
mengindikasikan adanya pengaburan terhadap penyelesaian kasus di
bekas daerah
konflik tersebut. ''Apa yang diungkapkan para terpidana mati itu,
semestinya
menjadi perhatian serius pemerintah dalam menyelesaikan kasus
kerusuhan Poso
secara benar.''

Nagaland

Dewan orang sosialis Nasional Nagaland (NSCN), suatu organisasi separatis mempunyai dua fraksi-fraksi utama. Kedua fraksi dipimpin oleh Kristen dan mendapatkan dukungan keuangan dari Dewan Gereja-gereja dunia, suatu organisasi misionaris. Negeri China menyediakan perlengkapan senjata dan amunisi bagi kedua fraksi itu.

NSCN mempunyai kantor di New York, Geneva dan Hague yang memajang papan bertuliskan 'Peoples Republic of Nagaland'. Organisasi ini sudah dua kali mengajukan permintaan kemerdekaan pada Perserikatan Bangsa-Bangsa. NSCN mempunyai pemerintah sendiri yang mengumpulkan uang dari orang-orang lokal. Sepertiga gaji para pelayan disunat untuk Pajak Nagaland. Kebanyakan bank-bank di Nagaland sudah gulung tikar oleh karena jumlah yang sangat besar disedot oleh aturan ini. Perangko-perangko dan kepala surat dari pemerintahan ini bertulis ' Nagaland For Christ'.

Meghalaya

Aktivitas misionaris-misionaris Kristen sepanjang 150 tahun atas lindungan dari pemerintah Britania sudah menimbulkan konversi dua pertiga orang menjadi Kristen. Setelah kemerdekaan di 1947, banyak warga lokal berbalik ke agama suku asli mereka dan gaya hidup mereka. Suku Asli bukit Khasi memulai untuk kembali lagi ke akar ajaran mereka. Mereka membentuk satu organisasi yang disebut 'Sengkhasi'. Shri Rejoy Singh Khongsha, seorang pejabat penting dari organisasi ini, pada mulanya mendapat ancaman-ancaman dan kemudiannya diculik oleh North-east Red Army, satu organisasi teroris dan separatis yang memiliki hubungan langsung dengan gereja. Gereja telah mengancam para pemimpin dari 'Sengkhasi' karena koneksi mereka dengan organisasi Hindu.

Gereja di timurlaut india juga dikenal memiliki hubungkan dengan penyelundupan uang palsu melalui perbatasan. Desember 1998, Bedang Tamjen,, seorang misionaris Jemi-Naga ditangkap karena membuat uang palsu.

Benar2 menghalalkan segala cara!!! hmmm...

DAFTAR PANJANG KORBAN NLFT YANG DIDANAI OLEH GEREJA

2003

* April 8: Five persons, including a woman and a child, are killed and eight more injured in an NLFT-attack on a private gathering at Jagabandhpura, Dhalai district.

* April 7: Chief Minister Manik Sarkar while speaking at a public meeting in Ramchandra Nagar, West Tripura district asks the kin of NLFT and ATTF terrorists to exert pressure on the latter to shun the path of violence.

*April 5: NLFT- Nayanbasi Jamatiya terrorists abduct a Tripura State Rifles (TSR) personnel from Tufaniamura, Takarjala police station limits, West Tripura district. Police recover dead body of a tribal, killed by NLFT terrorists from Bhati Maidan area, Champahaor police station limits, West Tripura district.

* April 4: Police personnel camping at Mathulungbari, Killa police station limits, South Tripura district, repulse an attack by NLFT. Four police personnel sustain injuries in the attack. NLFT terrorist arrested from Mathulungbari, Killa police station limits, South Tripura district. Special Police Officer killed and four police personnel are injured in an NLFT laid-ambush at Maithulungbari, South Tripura district. Three NLFT terrorists surrender to Assam Rifles at Bhangmun, North Tripura

* April 1: NLFT terrorists kill a colleague at Jamaraipara village, Kanchanpur subdivision in North Tripura district.

* March 31: Dead body of a political activist, abducted by NLFT terrorists, on March 26 is recovered from Ichachara, Champahour, police station-limits, West Tripura. An SF personnel succumbs to injuries at a Hospital in Kolkata. He was injured on March 26 in an NLFT attack while escorting the Additional Director-General of Police (ADGP) Pranay Sahay, in the Barmura Hills, West Tripura district. Three persons, abducted by NLFT terrorists on March 12 return home safely at Raghna, North Tripura district.

* March 30: Two NLFT terrorists surrender in separate incidents in the West Tripura district.

* March 29: Five SF personnel and two civilians are killed in an NLFT laid-ambush at Sindukumarpara, Manu police station limits, Dhalai district.

* March 27: Eight cadres of the BNCT, an NLFT offshoot, surrender in Agartala.

* March 26: Four NLFT terrorists, including a 'sergeant', along with an ATTF terrorist surrender at Narsingarh in the West Tripura district.

* March 24: A girl child is killed in Dhalai district by NLFT terrorists at Champaicherra village. NLFT terrorists attack Hridaybasti village and set ablaze four huts. A young girl is injured while taking cover from firing by terrorists.

* March 25: Chief Minister Manik Sarkar alleges that Pakistan's external intelligence agency, the Inter Services Intelligence (ISI) is providing arms training to terrorists operating in the Northeast region, including NLFT and ATTF in Bangladesh.

* March 20: Four railway construction workers are abducted by the NLFT from S K Para area, Manu police station-limits, Dhalai district.

* March 19: A front ranking NLFT terrorist Mangal Debbarma, his four female associates and another accomplice are arrested from a place under Teliamura police station-limits, West Tripura district.

* March 16: Police arrest an NLFT terrorist from Srirampur and also recover an AK-56 rifle and three magazines from his possession.

* March 17: Bishwamoni Debbarma, an NLFT 'commander' surrenders with a self-loading rifle to the security forces.

* March 14: Three Borok National Council of Tripura (BNCT) terrorists are arrested from Atharamur hill range, Dhalai district.

* March 13: NLFT terrorists abduct and kill a local-level CPI-M leader, in Madhuharipara village of Dhalai district.

* March 1: BNCT terrorists at Asharmbari village, in West Tripura, kill two women activists of the CPI-M.

* February 26: Five SF personnel and a civilian returning from poll duty are killed in an ambush laid by NLFT terrorists at Snatarampara, West Tripura district. Three more BSF personnel are injured in the attack. NLFT terrorists attack a SF convoy at Gulsingbari, Champahaor police station-limits, West Tripura injuring four SF personnel. NLFT terrorists abduct two CPI-M supporters from Shambhucharanpara, Jirania police station limits, West Tripura district.

* February 19: NLFT terrorists kill a local level leader of the CPI-M at Kakracherra village, West Tripura.

* February 17: BNCT terrorists kill a CPI-M supporter at Dukhiapara village, West Tripura.

* February 15: NLFT terrorists kill a local level leader of the CPI-M at Jaydebpara village, Ampi police station limits, South Tripura district. NLFT terrorists abduct and later kill two CPI-M supporters at Karnasinghpara village, Gandacherra police station limits, Dhalai district.

* February 11: NLFT terrorists kill a local level CPI-M leader at Arjun Thakurpara village, West Tripura district. A civilian abducted by NLFT is later killed at Kachhima, Amarpur police station limits, West Tripura district. NLFT terrorists kill two terrorists of the rival ATTF at Ekraibari, Kalyanpur police station limits, West Tripura district.

* February 10: Nayanabashi Jamatiya faction of NLFT issues poll boycott call.

* February 5: NLFT terrorists kill two Communist Party of India-Marxist (CPI-M) activists in Dhalai district.

* February 4: NLFT kills CPI-M supporter and his five-year-old grand child at Laksmansardarpara, West Tripura district.

* February 2: Suspected BNCT terrorists, an NLFT offshoot, abducts 16 artists from Emrapasha in North Tripura district. While four hostages manage to escape near the Bangladesh border, 12 more continue to remain in captivity.

* January 30: Assam Rifles posted in Tripura deny allegations that its official has linkages with NLFT and that he facilitated transfer of arms and ammunition to them.

* January 29: Suspected NLFT terrorists abduct three employees of Border Road Task Force from Raishabari in Dhalai. Government enquiry is initiated into alleged nexus in Tripura between an Assam Rifles personnel and NLFT. The officer allegedly facilitated transfer of at least 6,000 rounds of ammunition and a large number of arms to NLFT.

* January 28: A suspect is arrested in connection with the January 26-massacre of 11 persons by the NLFT in West Tripura district.

* January 26: 11 persons, including five women, killed by NLFT terrorists at CPM election rally in Mandai village, West Tripura district.

* January 23: NLFT terrorists kill local level CPI-M leader at Chamanu in Dhalai district.

* January 22: Ruling CPI-M alleges that Indigenous Nationalist Party of Tripura (INPT) is NLFT's 'political front'.

* January 21: Suspected NLFT terrorists kill a Tripura resident in Lower New Colony, near Laitumkhrah in Meghalaya's capital Shillong.

* January 22: At least 10 Northeast-based terrorist outfits, including NLFT, give Republic Day (January 26) 'boycott call'.

* January 19: NLFT terrorists kill two suspected CPM activists in West Tripura district.

* January 15: NLFT terrorists kill tribal activist of the ruling CPM in Ekjancherra area, South Tripura district.

* January 14: NLFT kills three of a family--a local businessman, his son and daughter in Assam Basti area of North Tripura district. NLFT terrorists abduct and later kill two CPM activists from Akchhapara village, South Tripura district.

* January 13: Tripura State Rifles personnel arrest eight NLFT terrorists from Kanchanpur in North Tripura district.

* January 12: NLFT terrorists abduct and later kill a woman at Jamircherra, Dhalai district.

* January 6: Two NLFT terrorists killed in encounter with Tripura State Rifles personnel in Dhoopicherra, Dhalai.

* January 5: NLFT terrorist killed at Shilpara, Kanchanpur subdivision in North Tripura district.

2002

* December 31: NLFT terrorists abduct a local-level Communist Party of India-Marxist (CPM) leader from new Bhomracherra, under Natunbazaar police station-limits, West Tripura district.

* December 30: Three terrorists of the NLFT-Biswamohan Debbarma faction are killed in an internecine clash with the rival Nayanbasi Jamatiya group, in Narayanbari, Takarjala police station-limits, West Tripura district. NLFT-Biswamohan Debbarma and the Jamatiya Hoda faction exchange fire at Arjunthakurpara, Takarjala police station-limits, West Tripura district.

* December 28: NLFT terrorists abduct six workers from Kathalbari in Tripura's Dhalai district. An NLFT- Nayanbasi Jamatiya terrorist and a student are killed during a clash with All Tripura Tiger Force (ATTF) terrorists in Uddhav Vaishnabpara, in Khowai subdivision, West Tripura district.

* December 26: NLFT terrorists kill two civilians, including a woman, in separate incidents in West Tripura and Dhalai districts of Tripura. Three NLFT terrorists are arrested while making an extortion call in R.K. Nagar, under Ranir Bazar police station-limits, Agartala West Tripura district, by a combined force of Tripura police and Tripura State Rifles personnel.

* December 19: NLFT terrorists abduct three sons of a local level-Communist Party of India-Marxist (CPM) leader in Machhlimukh village, Manu police station-limits, in Tripura's Dhalai district.

* December 13: An NLFT terrorist is killed in an encounter in Krishnajay Reang Para village, Tripura's Dhalai district. Three NLFT terrorists are arrested from a place in Gandacherra sub-division, Dhalai district.

* December 7: Five NLFT terrorists are arrested from Khumulwung village, West Tripura district.

* December 5: India asks Bangladesh to hand over two hardcore NLFT terrorists reportedly arrested by Bangladesh Rifles (BDR) on December 1

* November 27: AnNLFT terrorist surrenders at Takarjala police station, West Tripura district.

* November 23: NLFT terrorists kill a local level-leader of the Indigenous Nationalist Party of Tripura (INPT) near his residence in the Amabassa area, West Tripura district.

* November 8: Reports say NLFT terrorists have set free six captives near the India-Bangladesh border in Tripura. Terrorists abducted 11 persons on October 2 from Netaji Para village, North Tripura district. Five more continue to remain in the NLFT's captivity

* November 7: NFLT terrorists kill a ruling Communist Party-Marxist (CPM) activist in Champaknaga village of West Tripura.

* November 6: NLFT terrorists kill a person in Tuibaklai village, South Tripura district.

* November 4: NLFT terrorists abduct a civilian from Rata Roajapara village, in Tripura's Dhalai district. Police arrest NLFT terrorist Aranyapaja Jamatia from Ambassa village, Dhalai district. Another NLFT terrorist Nagendra Reang is also nabbed from Raisyabari village of the district.

* October 21: NLFT terrorists kill two persons, including a security force personnel, in Takarjala, West Tripura district.

* October 17: Two NLFT terrorists are arrested from Kangrai and Golakpur villages of North Tripura district, in separate raids.

* October 16: Security forces arrest an NLFT terrorist from Kanchancherra village of Dhalai district, under the National Security Act (NSA), and separately three more NLFT terrorists are arrested in Ampura village, West Tripura.

* October 11: Media report says the NLFT has warned tribals in Tripura to not intermingle with urban and semi-urban populations during Durga Puja (A 10-day religious festival of Hindus).

* October 9: NLFT terrorists kill nine security force personnel in an ambush in Raishabari, in Tripura's Dhalai district.
* October 4: Four NLFT terrorists, allegedly trained in Bangladesh, surrender to the district authorities in Tripura's Dhalai district.

* September 22: A report says NLFT terrorists abducted a villager from Khedacherra village of North Tripura district. But does not mention the date.

* September 20: Two terrorists of the NLFT- Biswamohan faction and another belonging to the rival NLFT-N are killed in an internecine clash in Ghaniamara area, West Tripura district. Two NLFT terrorists--Rabi Debbarma and Rajesh Debbarma--are arrested from Chikencharra and Chankhola villages respectively, in West Tripura district.

* September 13: NLFT terrorists allegedly abduct an assistant teacher of the Kanchancherra senior school in Agartala, West Tripura district.

* September 10: Two NLFT terrorists surrender to Central Reserve Police Force (CRPF) personnel at the latter's Gamaibar camp in West Tripura district. Police exhume skeletons of three victims abducted and subsequently killed allegedly by NLFT terrorists from Khirodsardarpara village, West Tripura district.

* September 9: NLFT-N self-styled 'sergeant' Maya Darlong surrenders at Kailashahar police station, Agartala.

* September 7: Tripura Tribal Areas Autonomous District Council (TTAADC) executive committee member Sridam Debbarma is set free in Dhalai district by NLFT terrorists. He had been abducted on May 3, 2002.

* September 5: Suspected NLFT terrorists kill two Communist Party of India- Marxist (CPM) activists in Bhandarima village, Kanchanpur police station limits, North Tripura district. NLFT terrorists abduct five traders from a local market in Dhumachara village, Manu police station limits, Dhalai district.

* September 1: Suspected NLFT terrorists abduct an eight-year old boy from Satkard village, Dhalai district.

* August 25: NLFT terrorists set free three State Health Department officials abducted on July 26 from the Lefunga health camp, Sidhai police station limits, West Tripura.

* August 24: Police arrest two NLFT terrorists from a hideout in Hirapur village, West Tripura district, in connection with the August 20-massacre of 20 Tripura State Rifles (TSR) personnel.

* August 22: Bikram Bahadur Jamatia, head priest of the Jamatia Hoda, a tribal 'Hindu group' in Tripura, alleges that the NLFT forcibly converted approximately 14,000 tribals in the State to Christianity in the past five years.

* August 21: The Nayanbasi Jamatiya faction of the NLFT, in a statement by its 'commander' Nayanbashi Jamatia alias Nakbar, owns-up the

* August 20 -Hirapur massacre of 20 TSR personnel.

* August 20: Suspected NLFT terrorists kill 20 Tripura State Rifles (TSR) personnel in an ambush laid in Hirapur, West Tripura district.

* August 9: Six NLFT terrorists, three each from the Nayanbasi and Biswamohan factions, and an ATTF terrorist surrender to the Assam Rifles in Agartala.

* August 7: Suspected NLFT terrorists kill the chief of the Aidankur village council, near Agartala.

* August 6: NLFT terrorists allegedly kill a local-level Communist Party of India- Marxist (CPI-M) activist at Champawhar village of West Tripura district.

* August 5: NLFT terrorists allegedly shoot at a moving vehicle and injure two civilians in Shikaribari, Dhalai district, Tripura.

* August 3: Suspected NLFT terrorists kill four persons--three members of a family in Birshaipara village--and another in Kuchmanipara village.

* August 2: Four CPI-M activists are allegedly killed by NLFT terrorists in Chandipur, Kanchanpur sub-division, North Tripura.

* July 31: Reports say NLFT is training its 'armed women's wing' under Lara Darlong in Thouhanthaimaoi, Khagracherri, Bangladesh.

* July 27: Suspected NLFT terrorists kill one person in North Tripura district.

* July 26: An NLFT ambush at Debendra Sardarpara in West Tripura district kills six security force personnel escorting a group of Oil and Natural Gas Corporation (ONGC) field staff, a civilian driver and an NLFT terrorist.

* July 23: Suspected NLFT terrorists kill a surrendered All Tripura Tiger Force (ATTF ) terrorist in Kalyanpur village, Agartala.

* July 21: Suspected NLFT terrorists abduct five labourers from Jamir Chara in Dhalai district.

* July 17: Suspected NLFT terrorists kill two Communist Party of India-Marxist (CPI-M) activists in West Tripura and Dhalai districts in separate incidents. A group of suspected NLFT terrorists abduct nine CPI-M activists from Mendi village, South Tripura district.

* July 13: Suspected NLFT terrorists kill a local-level Tribal Youth Federation (TYF) leader in Burhuria village, South Tripura district. Two other TYF members are also abducted from Lambucherra village in Dhalai district in a separate incident.

* July 08: Report says the Biswamohan faction of the NLFT in the February issue of Yok (its mouthpiece) declared it would talk to the State government only if 'sovereignty and independence of the Twipra kingdom' would be included in the talks agenda.

* July 06: Three NLFT terrorists surrender with large amount of arms and ammunition in Agartala.

* July 02: Suspected NLFT-Nayanbasi terrorists kill a woman activist of the CPI-M in Mungiabari, West Tripura district.

* July 01: Suspected NLFT terrorists kill a women at Ramkrishna Para village in West Tripura district.

* June 23: Two NLFT terrorists arrested in separate raids--one from Salema village in Dhalai district, and another a hideout at Joykrishnapara village, West Tripura.

* June 21: An unconfirmed report says NLFT-N terrorists killed nine ATTF cadres in separate attacks at unidentified locations in Bangladesh.

* June 15: Dilip Debnath, the Desher Katha journalist abducted by suspected NLFT terrorists on June 8 set free.

* June 12: Two NLFT terrorists surrender in Agartala.

* June 8 :Suspected NLFT terrorists abduct Dilip Debnath, a journalist of a local daily, Desher Katha, from Chebri in West Tripura district.

* June 6: NLFT terrorist killed in an encounter at Radhacharanpara in West Tripura district.

* May 29: Four Tripura State Rifles (TSR) personnel killed and ten others injured in an ambush laid allegedly by NLFT terrorists at Ghagracherra in Tripura's Dhalai district.

* May 25: NLFT terrorists kill a terrorist from a rival faction and a civilian, besides abducting two youths in West Tripura district. Three suspected NLFT terrorists, including an `area commander',arrested in West and South Tripura districts.

* May 19: Security forces unearth NLFT money racket in West Tripura district and arrested one.

* May 14: Suspected NLFT cadres abduct three members of a tribal family in Katalutma, Dhalai district. Suspected NLFT terrorist killed at Ompi in south Tripura.

* May 13: Suspected NLFT terrorists abduct two school students and another in Kamalpur, Dhalai district.

* May 11: Suspected NLFT terrorists kill a Communist Party of India-Marxist (CPI-M) local-level leader at Ramchandraghat, West Tripura. Two dreaded NLFT terrorists surrender to the Assam Rifles 18th Battalion in Kanchanpur.

* May 10: Suspected NLFT-N terrorists abduct two persons in Chamubasti, Khowai subdivision of Tripura.

* May 3: Suspected NLFT terrorists abduct a local leader of the Indigenous Nationalist Party of Tripura (INPT) from Gurudayalpara in West Tripura district. NLFT-N terrorist surrenders at the Border Security Force's Teliamura camp, West Tripura district

* April 24: Suspected NLFT terrorists kill four of a family in Nimanjoypara and another in Dayal Sing Para village in West Tripura. Fourth captive in the Amarendranagar abduction episode also found dead.

* April 23: Suspected NLFT terrorists kill three of the four tribals abducted on April 21from Amarendranagar in the Takarjala area of West Tripura district.

* April 22: Five persons injured in bomb blast caused by suspected NLFT terrorists at Lalcherra village, West Tripura district.

* April 18: NLFT terrorist and two others killed in Kuki Chara village, Dhalai district.

* April 16: NLFT terrorist killed in an encounter in a jungle near Shantirbajar village of South Tripura district.

* April 12: NLFT terrorists kill two persons in Jirania.

* April 13: One person killed by suspected NLFT terrorists in West Tripura district.

* April 7: Five NLFT terrorists- four at Ramchandra Ghat, West Tripura, and one at Manu, Dhalai, killed by ATTF cadres in an internecine clash.

* April 4: Three NLFT terrorists surrender at Jirania in West Tripura.

* April 1:One suspected NLFT terrorist arrested from Krishnanagar area of Agartala.

* March 29 :Two non-tribals, abducted on February 8, rescued from an NLFT hideout. NLFT terrorist arrested elsewhere in the State.

* February 9 :Benjamin Hrangkhal, a top terrorist of the NLFT-Nayanbasi Jamatiya faction [NLFT-N] killed in an encounter with security forces.

* February 5 : NLFT terrorists kill six tribals belonging to Gana Mukti Parishad at Paschim Nalicherra in Dhalai district.

* February 3 :Two NLFT terrorists killed in an encounter at Sibbari in Dhalai district.

* January 1 :NLFT terrorists kill two tribal youths near Jamthung village.

* January 28 :Six persons injured in an attack by NLFT terrorists at Panboa in Dhalai district.

* January 13 :NLFT terrorists kill 16 persons at Singicherra in West Tripura district.

2001

* December 13 : NLFT terrorists injure five villagers at Dangabari in North Tripura district.

* November 30 :Two NLFT terrorists killed and 10 more injured at Chunagarh in West Tripura district in a clash with the Border Security Force (BSF).

* November 24:Three terrorists killed in internecine clashes between NLFT and All Tripura Tiger Force ATTF along the India-Bangladesh border.

* November 23: NLFT terrorists kill two persons in West Tripura district.

* September 25: NLFT-N kills two senior workers of the Indigenous People's Front of Tripura (IPFT) and abducts another, believed to have been killed later, from Takarjala in West Tripura district.

* September 22: NLFT terrorists kill two leaders of the Tripura Upajati Ganamukti Parishad (TUGP), a tribal wing of the ruling Left Front at Manu village in Dhalai district.

* September 18: Five NLFT-N terrorists and a civilian killed in internecine conflict between NLFT-N and NLFT at Takarjala in West Tripura district.

* September 2: NLFT kills six persons of Jamatiya tribe in South Tripura district, including three Communist Party of India-Marxist (CPI-M) leaders. Tripura government decides to formulate special measures to tackle killings of CPI-M leaders by NLFT.

* August 31: NLFT terrorists kill three ruling CPI-M leaders at Radhacharan Thakurpara in West Tripura district.

* August 21: Three NLFT terrorists led by an 'area commander', Amar Sadhan Jamatia, surrender at Jirania in West Tripura district.

* August 18: Suspected NLFT terrorists kill Jagadish Debbarma, a CPI-M leader and chairman of Kandaicherra Gaonsabha (village body) in West Tripura district.

* August 10: Four NLFT terrorists surrender to the Commandant of the 22nd battalion of Assam Rifles at Dulubari camp in Dhalai district.

* August 8: NLFT terrorists kill local-level CPI-M activist and injure his wife, who later dies, at Jampaijala in West Tripura district. NLFT terrorists also kill another CPI-M leader and chairperson of the Block Development Committee at Jampaijala.

* August 6: Six employees abducted by NLFT terrorists from two tea gardens in North Tripura district.

* July 30: Three divisional committee members of CPI-M killed by NLFT terrorists in the Longthoraivally subdivision of Dhalai district

* July 29: The Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS) claims that four of their pracharaks (local leaders) were recently killed by NLFT terrorists at their camps in Bangladesh. They had been abducted by NLFT terrorists from Banabasi Kalyan Ashram at Kanchancherra in Dhalai district, on August 6, 1999.

* July 1: 11 NLFT terrorists escape from the Udaipur Central prison in Agartala.

* June 11: Nine terrorists of the Nayanbashi Jamatia faction of the NLFT led by 'Corporal' Swapan Debbarma surrender at Agartala.

* June 4: Three persons and a child killed and four others injured by NLFT terrorists at Kanakchowmuhani in West Tripura district.

* May 16: 14 people injured in an attack by a group of NLFT terrorists on the Bholagiri Ashram, a Hindu religious place on the outskirts of Agartala.

* April 1: NLFT 'foreign secretary' Joshua Debbarma alias Jogendra and 'senior commander' Janabir Debbarma quit the mainstream faction of the outfit along with some cadres, and join the breakaway faction of NLFT led by Nayanbasi Jamatya.

* March 24: Two security force personnel and three civilians killed in an ambush by suspected NLFT terrorists at Shikaribari in Dhalai district.

* March 21: 11 persons, including four Border Security Force (BSF) personnel, killed in an ambush by suspected NLFT terrorists in North Tripura district.

* February 21: NLFT terrorists release nine railway workers abducted on

* January 7, somewhere near Dhamchara in Dhalai district.

* February 12: NLFT terrorists kill local-level CPI-M leader in Maharani village, Dhalai district.

* February 8: 21 Jamatia tribals, earlier taken hostage by NLFT terrorists, on January 29, set free near Nitya Bazar, South Tripura district.

* February 6: Suspected NLFT terrorists abduct six non-tribals from Dataram village, South Tripura district.

* January 15: A group of 25 NLFT terrorists assault women and kill a person in Begrambari village.

* January 8:NLFT terrorists abduct 14 employees of the Indian Railways and two others in separate incidents in North Tripura and Dhalai districts, on January 7 and January 8.

2000

* December 29: Several persons injured as more than 25 NLFT terrorists loot shops and indulge in violence at a hill market in Ramraibari, South Tripura district.

* December 26: NLFT terrorists ransack a Buddhist temple in Almara village, South Tripura district, and escape with scriptures and an idol.

* December 25: NLFT terrorists kill a Jamatiya leader in Dalak village, South Tripura district, for refusing to embrace Christianity
* December 13: At the 410th Conference of the Jamatia Hoda, tribal leaders resolve not to pay any kind of tax to terrorists in the region.

* December 5: Suspected NLFT terrorists ransack a Buddhist temple in Almara village, South Tripura district.

* December 4: NLFT terrorists attack yet another hermitage in Jirania Khola.

* November 19: 14 persons killed by suspected NLFT terrorists and in the subsequent communal violence in Borahaldi in North Tripura district.

* October 27: Five civilians, including a child, killed by suspected NLFT terrorists in Debendra Sarkarpara, West Tripura district.

* October 21: Three civilians killed by suspected NLFT terrorists in Dewanbari, South Tripura district.

* September 22: Three NLFT terrorists killed in an encounter in Mikrossapara.

* September 2: Split occurs in NLFT following the expulsion of Jogendra Debbarma, chairman of the political wing. The expelled chairman establishes the Borok National Council of Tripura (BNCT).

* July 9: NLFT terrorists raid the headquarters of the Mizoram-based Bru Naitonal Liberation Front (BNLF) terrorist outfit in the Jampui Hills across Bangladesh and gun down 70 BNLF cadres, including some top leaders.

* May 18: NLFT terrorists kill four women and three men, besides injuring five others, in South Tripura district.

* May 17-20: Terrorists belonging to NLFT and United Bengali Liberation Front (UBLF) gun down 45 persons in separate incidents in West Tripura district.

* April 20: NLFT terrorists gun down eight people in Laxmipur, North Tripura district.

* April 15: NLFT terrorists kill 12 people and injure seven others in West Tripura district.

* March 29: NLFT terrorists gun down a local CPI-M leader in Tulashikhar, West Tripura district.

* March 19: NLFT terrorists abduct 12 workers of the Oil and Natural Gas Commission (ONGC) from Gulakathalarpara, West Tripua district.

* March 16: NLFT terrorists gun down a local CPI-M leader and abduct three people in South Tripura district.

* February 7: Security forces arrest six NLFT terrorists from South Tripura district.

* January 16: NLFT terrorists gun down a local CPI-M leader in Alutola, South Tripura district.


1999

* December 25: In repeated clashes between NLFT terrorists and agitated mobs, three persons are killed and 100 houses burnt down, in Bishramganj, West Tripura district.

* November 22: Eight security force personnel killed, five others seriously injured in an ambush laid by NLFT terrorists in Banduar, South Tripura district.

* November 5: Union Home Ministry extends ban on NLFT.

* September 6: NLFT terrorists abduct 16 State government officials from Manu, Dhalai district.

* August 12: NLFT terrorists gun down six persons in Manu, Dhalai district.

* August 6: NLFT terrorists abduct four senior Rastriya Swayamsevak Sangh (RSS) leaders in Dhalai district.

* March 10: Eight NLFT terrorists killed in an encounter with security forces in Khedachara, North Tripura district.

* March 2: Security forces arrest five NLFT terrorists from South Tripura district.

* February 2: NLFT terrorists kill eight people in North Tripura district.


1998

* October 10: NLFT militants gun down eight people in West Tripura district.

* March 31: NLFT terrorists assassinate the Sate Health Minister, Bimal Sinha, in an ambush in Abhanga, Dhalai district. The Minister's brother is also killed in the incident.

* February 12: NLFT cadres ambush a security patrol at Champraipara in Dhalai district killing six Tripura State Rifles (TSR) personnel.

1997

* November 7: Nine security force personnel, 11 others killed in a bomb blast allegedly set off by NLFT terrorists, in Dhalai district.

1995

* September 15: NLFT terrorists lay an ambush in South Tripura district and kill three security force personnel.

1993

* September 20: Seven security force personnel killed and nine more injured in an attack by NLFT terrorists on a police station in North Tripura district.

1992

* October 11: 14 NLFT terrorists killed in raids on two terrorist hideouts in Chakakujra

1989

* National Liberation Front of Tripura (NLFT) established under the leadership of Dhanjoy Reang. Demands the creation of a sovereign Tripura.

Inilah buah dari ajaran kasih yang agung itu!!!

nOTE : anda dapat menemukan data2 ini beserta updatenya di sini http://www.satp.org/satporgtp/countries ... s/NLFT.HTM

Kita kembali sejenak ke tanah air tercinta Indonesia

ini berita yang sudah lama tetapi semoga tidak basi

Gereja terlibat kerusuhan Poso

PENGAKUAN TIBO Cs, ORANG-ORANG SINODE GKST TERLIBAT KASUS POSO.
Media Indonesia, Sabtu, 15 April 2006.

PALU--MIOL: Salah satu terpidana mati kasus kerusuhan Poso, Fabianus Tibo, 60, kembali memberikan kesaksian yang mengejutkan, Sabtu. Setelah membeberkan kesaksian mengejutkan terkait keterlibatan 16 orang yang merupakan tokoh-tokoh utama di balik kerusuhan Poso, Tibo, lagi-lagi membeberkan fakta yang mengejutkan.

Ditemui di lembaga permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Palu di Jalan Dewi Sartika Palu, Sabtu, pria kelahiran Flores yang akrab dipanggil Opa ini, mengatakan orang-orang Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) di Tentena, ibukota Pamona Utara, terlibat dalam kasus Poso.

"Semua yang mengatur fasilitasnya adalah orang-orang Sinode. Bukan pemimpin agamanya atau GKST Sinode sebagai lembaga yang terlibat, tapi orang-orang di dalamnya," kata Tibo. Menurut Tibo, dirinya bukanlah panglima perang saat kerusuhan Poso berkecamuk seperti yang selama ini disandangkan orang kepadanya. "Yang panglima perang itu Paulus Tongkanan (purnawirawan TNI) dan wakilnya adalah Rampadeli," katanya.

Tibo mengaku sebenarnya pemerintah sudah mengetahui keterlibatan mereka, namun berkompromi dalam kejahatan. Karena itu, pemerintah tidak boleh tinggal diam dan mengusutnya hingga tuntas. "Jangan cuma kami yang dikorbankan," pinta Tibo.

Senada dengan pengakuan Tibo, dua terpidana mati lainnya, Dominggus Da Silva alias Domi juga mengungkapkan pengakuannya. Menurut Dominggus, sebenarnya sejumlah oknum gereja terlibat dalam kerusuhan tersebut.

"Bagaimana mereka tidak terlibat kalau mereka yang mendanai dan memimpin doa saat suruh kita pergi baku bunuh," aku Domi. "Saya akan tunjukkkan tempatnya kalau mereka menyangkal. Saya tidak mau karang-karang ini," katanya.

Menurut Dominggus, tidak mungkin mereka bertiga bisa menyebabkan kerusuhan besar yang berakibat banyaknya jatuh korban jiwa. "Kami ini hanya orang kecil yang menjadi pendatang di Kabupaten Poso yang harus bertanggung jawab atas kerusuhan itu," kata Dominggus.

Menurut Dominggus, salah satu penyebab kerusuhan Poso adalah terkait masalah perebutan jabatan bupati Poso saat itu, yang dilakukan Yahya Patiro, yang menjadi sekretaris daerah Poso saat itu. "Justru dia itu (Yahya Patiro red) yang mau cari jabatan hingga Poso jadi bagini," timpal Marinus Riwu, satu terpidana mati lainnya.

Keterlibatan Yahya Patiro, lanjutnya, sangatlah jelas. Ketika kerusuhan berkecamuk, Dominggus mengaku pernah menerima telepon dari mantan Sekretaris Kabupaten Poso tersebut. Saat itu jelas Domi, Yahya hendak berbicara dengan Paulus Tungkanan. "Saya bilang Tungkanan keluar. Dia bilang, kalau Tungkanan sudah pulang, suruh dia suruh masyarakat palang jalan di dekat Pendolo (Ibukota Kecamatan Pamona Selatan). Dia suruh palang jalan untuk hadang perjalanan TNI yang mau lewat," paparnya. "Jelas itu Yahya Patiro karena dia sebut nama. Mana ada orang lain yang namanya Yahya Patiro di Tentena," katanya.

Sementara itu, pelaksanaan eksekusi mati terhadap ketiga terpidana mati kasus kerusuhan poso itu hingga kini belum juga dilaksanakan. Hal ini terkait upaya Polda Sulteng yang sementara menindaklanjuti kesaksian Tibo cs seputar keberadaan 16 orang yang menurutnya merupakan tokoh utama di balik kerusuhan Poso pada 2000 lalu. Sementara, polemik soal rencana dan penundaan eksekusi terhadap ketiga terpidana mati kasus Poso, Tibo Cs, pemerintah kabupaten (Pemkab) Poso mengimbau warganya untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi pihak ketiga. Imbauan itu disebar luaskan melalui rumah-rumah ibadah dan media cetak dan elektronik setempat.

Bupati Poso Piet Inkiriwang meminta warga Poso agar tetap tenang dan tidak terpancing provokasi pihak-pihak tertentu yang menginginkan Poso rusuh kembali dengan memanfaatkan polemik menjelang maupun penundaan eksekusi Tibo Cs.(HF/OL-03)


TIBO Dkk : GKST TERLIBAT KERUSUHAN POSO. Reublika, Minggu, 16 April 2006.

PALU- Terpidana mati kasus Poso, Fabianus Tibo, mengungkapkan, Majelis Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) yang berpusat di Tentena -kota kecil di tepian Danau Poso- terlibat secara langsung dalam kerusuhan Poso.

Penyebutan GKST ini adalah di luar 16 tokoh yang pernah disebutkan ketika terpidana kasus Poso -yang menewaskan sekitar seribu orang- pertengahan 2000 lalu.

''Saya tidak tahu mengapa (mereka yang memegang jabatan di Majelis Sinode) tidak pernah diperiksa polisi,'' kata Tibo (60) dalam wawancara eksklusif dengan sejumlah wartawan di LP Petobo Palu, tempat mereka ditahan, Sabtu. Tibo menjelaskan, ketelibatan para tokoh di GKST itu antara lain dengan memberikan dukungan moril serta lainnya kepada massa ''Pasukan Merah'' yang hendak menyerang warga Muslim di wilayah Poso. ''Saya katakan bahwa sebelum kami turun ke Poso, kami didoakan di halaman GKST oleh para pendeta,'' kata dia meyakinkan.

Tibo ketika itu sempat menyebutkan beberapa nama yang memimpin Pasukan Merah saat melakukan penyerangan, antara lain Paulus Tungkanan, Eric Rombot, Lempa Deli, serta Angki Tungkanan sebagai panglima pasukan. ''Mereka semua harus ditangkap polisi untuk menjalani proses hukum agar ada keadilan, termasuk Yahya Patiro (mantan Sekab Poso) yang sudah
dikonfrontir dengan saya,'' tuturnya menambahkan.

Keterangan senada disampaikan oleh Dominggus da Silva (43), rekan Tibo yang juga dijatuhi pidana mati dan tinggal menunggu pelaksanaan eksekusi. Dengan nada bicara meledak-ledak, Dominggus bahkan mendesak polisi segera menangkap Yahya Patiro untuk menjalani proses hukum.

''Saat itu saya berada di kantor GKST dan mengangkat telepon dari Yahya yang mencari Tungkanan. Karena Tungkanan tidak ada di tempat, Yahya kemudian menitip pesan supaya Tungkanan menghalangi jalan (Trans Sulawesi) yang akan masuk pasukan TNI dari arah Palopo, Sulawesi Selatan,'' katanya.

Dipenuhi tumbangan pohon.

Seluruh ruas jalan masuk wilayah Poso pada saat penyerangan Pasukan Merah akhir Mei hingga awal Juni 2000 memang dipenuhi tumbangan pepohonan. Ini menyulitkan warga Muslim mengungsi untuk menyelamatkan diri ke kabupaten tetangga. Ruas-ruas jalan Trans Sulawesi dan Jalan Provinsi di wilayah Poso baru normal kembali setelah Pangdam VII/Wirabuana, Mayjen TNI Slamet Kirbiantoro, memimpin operasi pemulihan keamanan membawa puluhan buldozer dan panser disertai ribuan pasukan TNI dari berbagai kesatuan.

Masih menurut Dominggus, posisi Yahya Patiro sebelum rencana penyerangan dilaksanakan yakni sebagai salah seorang yang mengatur strategi selain berperan memerintahkan panglima perang Pasukan Merah. Salah seorang terpidana kasus kerusuhan Poso dan tengah menjalani hukuman 12 tahun penjara di LP Petobo Palu, Heri Mengkawa, juga mengungkapkan
keterlibatan Yahya Patiro dalam kerusuhan Poso.

Kepada sejumlah wartawan di Palu sebelumnya, Kapolda Sulteng Brigjen Pol Drs Oegroseno mengklarifikasi jumlah nama yang disebutkan Tibo terlibat dalam kerusuhan Poso. ''Dari mulut Tibo sendiri tidak pernah menyebut 16 nama, tapi hanya 10 nama termasuk di antaranya Yanis Simangunsong, L Tungkanan, Eric Rombot, dan Mama Wanti,'' tutur Oegroseno, Oegroseno juga mengatakan, terpidana Tibo juga tidak pernah menyebutkan nama Yahya Patiro masuk dalam daftar 16 nama tersebut. Namun tambahan itu, katanya, justru dimasukkan oleh orang bernama Anca. Polisi kini masih mengendus
oknum bernama Anca. Sementara itu, Polda Sulteng menyebutkan pihaknya penyidik polisi terus mengusut belasan nama yang direkomendasikan Tibo dkk sebagai aktor intelektual kasus kerusuhan Poso. ''Delapan dari 10 orang yang diduga terlibat sudah menjalani pemeriksaan dan telah dikonfrontir dengan para terpidana di LP Petobo,'' kata seorang penyidik
polisi. ''Ya, jika beberapa kali dipanggil secara baik-baik tidak juga datang, maka atas nama negara polisi akan melakukan penjemputan secara paksa," kata sang sumber.
jadilah_Bijaksana
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 148
Joined: Sat Oct 17, 2009 9:31 pm

Re: Bukti yang Brutal adalah Kafir's

Postby jadilah_Bijaksana » Thu Dec 10, 2009 3:02 am

MENENGOK POSO

Warga Pesantren Walisongo, nama "Pasukan Kelalawar Hitam" sudah tak asing lagi. Dialah pelaku pembantai santri di pesantren itu ketika tahun 2000. Jumlahnya diperkirakan lebih dari 200.

Ratusan Muslim Poso, khususnya warga Pesantren Walisongo tentu tak akan pernah lupa nama "Pasukan Kelewar Hitam." Sebab dialah sang pelaku pembantaian Muslim Poso di tahun 2000. Tulisan ini merupakan kilas balik investigasi yang pernah dimuat di majalah Hidayatullah.

Puluhan warga Pesantren Walisongo itu dibariskan menghadap Sungai Poso. Mereka dihimpun dalam beberapa kelompok yang saling terikat. Ada yang tiga orang, lima, enam atau delapan orang. Para pemuda digabungkan dengan pemuda dalam satu kelompok. Tangan mereka semua terikat ke belakang dengan kabel, ijuk, atau tali rafiah yang satu dengan lainnya saling ditautkan.

Sebuah aba-aba memerintahkan agar mereka membungkuk. Secepat kilat pedang yang dipegang para algojo haus darah itu memenggal tengkuk mereka. Bersamaan dengan itu, terdengar teriakan takbir. Ada yang kepalanya langsung terlepas, ada pula yang setengah terlepas. Ada yang anggota badannya terpotong, ada pula badannya terbelah. Darah segarpun muncrat. Seketika itu pula tubuh-tubuh yang tidak berdosa itu berjatuhan ke sungai.

Bersamaan dengan terceburnya orang-orang yang dibantai itu, air sungai Poso yang sebelumnya bening berubah warna menjadi merah darah. Sesaat tubuh orang-orang yang dibantai itu menggelepar meregang nyawa sambil mengikuti aliran sungai. Tidak semuanya meninggal seketika, masih ada yang bertahan hidup dan berusaha menyelamatkan diri. Namun regu tembak siap menghabisi nyawa korban sebelum mendapatkan ranting, dahan, batang pisang, atau apapun untuk menyelamatkan diri.

Itulah salah satu babak dalam tragedi pembantaian ummat Islam di Poso, Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu. Warga Pesantren Walisongo merupakan salah satu sasaran yang dibantai. Di komplek pesantren yang terletak di Desa Sintuwulemba, Kecamatan Lage, Poso ini tidak kurang 300-an orang yang tinggal. Mulai dari ustadz , santri, pembina, dan istri pengajar serta anak-anaknya.

Tidak satupun orang yang tersisa di komplek pesantren itu. Sebagian besar dibantai, sebagian lainnya lari ke hutan menyelamatkan diri. Bangunan yang ada dibakar dan diratakan dengan tanah. Pesantren Poso hanya tinggal puing-puing belaka.

Ilham (27) satu-satunya ustadz Pesantren Walisongo yang turut dibantai namun selamat setelah mengapung beberapa kilometer mengikuti aliran sungai Poso, menuturkan kepada majalah Hidayatullah, sebelum dibantai mereka mengalami penyiksaan terlebih dahulu. Mereka dikumpulkan di dalam masjid Al Hirah. Di sanalah warga pesantren Walisongo yang sudah menyerah itu dibantai. Ada yang ditebas lehernya, dipotong anggota badannya, sebelum akhirnya diangkut truk ke pinggir Sungai Poso.

Sungai Poso menjadi saksi bisu pembantaian ummat Islam, khususnya warga Pesantren Walisongo. Mayat-mayat mereka hanyut di Sungai Poso dan terbawa entah sampai ke mana. Belum ada angka yang pasti jumlah korban dalam pembantaian itu.

Seorang warga Kelurahan Kayamanya, Kecamatan Poso Kota, Syahrul Maliki, yang daerahnya dilewati aliran sungai Poso dan terletak sembilan kilometer dari ladang pembantaian, menuturkan kepada Sahid, Dari pagi hingga siang saja, saya menghitung ada 70-an mayat yang hanyut terbawa arus, berikutnya saya tidak menghitung lagi, katanya. Sementara Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU) melaporkan jumlah mayat yang ditemukan di Sungai Poso tidak kurang dari 165 orang.

Tidak hanya lak-laki dewasa, banyak pula yang perempuan, orang tua, dan anak-anak. Biasanya mayat wanita disatukan dengan anak-anak. Ada yang cukup diikat, ada pula yang dimasukkan karung, kata Syahrul. Sebagian besar mayat sudah rusak akibat siksaan.

Menurut Ilham, sebelum diserang, warga pesantren diteror oleh Pasukan Merah ini. Komplek Pesantren Walisongo sering dipanah. Hingga saat ini bekas panah tersebut masih terlihat jelas.

Pembantainya sudah sangat jelas. Mereka adalah orang-orang Kristen yang dikenal sebagai "Pasukan Kelalawar Hitam." Dalam aksinya mereka mengenakan pakaian serba hitam. Salib di dada dan ikat kepala merah. Karena itu pula mereka sering disebut pula sebagai Pasukan Merah. Pembataian itu puncak dari hubungan ummat Islam dan Kristen yang kurang harmonis di kawasan itu. Tercatat sekitar 200 - 400-an orang yang tewas terbantai.

Dalam laporannya, pihak gereja melalui 'Crisis Center GKST untuk Kerusuhan Poso' mengakui dikalangan mereka ada kelompok terlatih yang berpakaian ala ninja ini. Mereka menyebutnya sebagai 'Pejuang Pemulihan Keamanan Poso'.

Ada ciri-ciri yang sama ketika kelompok merah menyerang. Mereka selalu mengenakan pakaian ala ninja yang serba hitam, semua tertutup kecuali mata. Mereka juga mengenakan atribut salib di dada dan ikat kepala merah. Mayat-mayat juga ditemukan selalu dalam kondisi rusak akibat siksaan atau sengaja dicincang hingga tidak dikenal identitasnya. Dalam berbagai penyerangan pasukan merah selalu di atas angin. Karena itu sebagian besar korbannya adalah orang-orang Muslim.

Selain di Pesantren Walisongo penyerangan dan pembantaian juga dilakukan di sejumlah tempat. Tercatat 16 desa yang penduduknya mayoritas Muslim kampungnya hancur dan terbakar. Dari arah selatan Poso, kerusakan hingga mencapai Tentena. Dari arah Timur hingga Malei. Dari arah barat hingga Tamborana.

Temuan Komite Penanggulangan Krisis (Kompak) Ujungpandang yang melakukan investigasi di Poso menunjukkan adanya keterlibatan gereja dalam beberapa kerusuhan. Buktinya Sebelum mereka melakukan penyerangan, mereka menerima pemberkatan dari gereja, kata Agus Dwikarna, ketua Kompak Ujungpandang.

Misalnya pemberkatan yang dilakukan Pendeta Leniy di gereja Silanca (8/6/00) dan Pendeta Rinaldy Damanik di halaman Puskesmas depan Gereja Sinode Tentena. Selain kepada pasukan Kelelawar Hitam, pemberkatan juga diberikan kepada para perusuh. Pemberkatan ini memberikan semangat dan kebencian yang tinggi masyarakat Kristen kepada ummat Islam.

Yang menarik menurut Agus, meskipun mereka mengakui telah membumi hanguskan seluruh perkampungan ummat Islam dan membantai masyarakatnya, Pendeta R Damanik dan Advent Lateka mengadukan ummat Islam sebagai provokator.

Kini kabupaten yang dikenal sebagai penghasil kakau terbesar ini nyaris seperti kota mati karena ditinggal penduduknya mengungsi, bangunan yang ditinggalkan hanya tersisa puing-puing yang beserakan.

Penyerangan terhadap ummat Islam yang berlangsung sejak tanggal 23 Mei lalu, merupakan pertikaian ketiga antara Islam Kristen di Poso. Pertikaian pertama berlangsung pada Desember 1998. Enam belas bulan kemudian, 15 April 2000 pertikaian meledak lagi, yang dipicu perkelaian pemuda Kelurahan Kamayanya (muslim) dengan Lambogia (Kristen).

Dalam penyerangan kali ini kelompok merah yang bergabung dalam pasukan Kelelawar Hitam dipimpin oleh Cornelis Tibo asal Flores menyerang kampung Muslim Kayamanya. Mereka memukul-mukul tiang listrik hingga memancing kemarahan ummat Islam. Selanjutnya mereka mengaiaya ummat Islam di situ dan membunuh Serma Komarudin.

Ummat Islam yang marah mengejar Pasukan Kelelawar Hitam yang lari ke Gereja Katolik Maengkolama. Karena bersembunyi di gereja itu ummat Islam yang marah membakar gereja yang dijadikan tempat persembunyian itu.

Salah satu yang dianggap menjadi penyebab pertikaian adalah konflik politik lokal. Perebutan jabatan Bupati Poso pada Desember 1998 merupakan salah satunya. Herman Parino, tokoh Kristen, gagal merebut jabatan. Namun Herman Parino dan para pendukungnya menuduh Arif Patangga, bupati yang hendak digantikannya, muslim, merekayasa gagalnya Parino.

Karena jengkel, Parino menggalang massa untuk menyerang rumah Patangga. Namun rencana itu sudah tercium sebelumnya, para pendukung Patangga tidak diam dan bersiap menyambut. Bentrokan tidak terelakkan lagi. Dua hari kemudian giliran pendukung Patangga menyerang rumah Parino di desa Tentena. Dalam kerusahan itu polisi langsung menangkap tokoh dari kedua belah pilah, Herman Parino dan Agfar Patangga, adik kandung Arif Patangga yang dianggap memprovokasi massa.

Nampaknya penangkapan Herman Parino yang merupakan tokoh Kristen yang dihormati membuat pendukungnya kecewa. Apalagi Herman lantas dijatuhi hukuman, meskipun Agfar juga dijatuhi hukuman oleh pengadilan negeri Poso. Kasus inilah yang menjadi api dalam sekam. Maka ketika terjadi perkelaian pemuda Islam dan Kristen yang mabuk pada pertengahan April 2000 lalu, kerusuhan pun tidak dapat terhindarkan.

Dipicu kerusuhan pada bulan April, tanggal 23 Mei 2000 pasukan merah melakukan penyerangan ke beberapa perkampungan muslim. Pertikaian tidak hanya sebatas para pendukung Herman Parino dan Arif Patangga. Perkampungan Muslim yang tidak ada kaitannya dengan kerusuhan sebelumnya ikut dihancurkan, warganya dibantai, perempuannya diperkosa.

Selain konflik lokal, sumber intelejen menyatakan bahwa kerusuhan di Poso juga terkait dengan tokoh-tokoh di Jakarta. Salah satu kekuatan yang bermain itu adalah kelompok Soeharto. Indikasinya jika proses hukum Soeharto meningkat, tingkat kerusuhan meningkat. Temuan di lapangan menunjukkan keterlibatan sekitar 70-an purnawirawan TNI dalam melatih pasukan merah. Karena itulah pasukan merah sangat mahir dalam menggunakan berbagai senjata api maupun tangan kosong.

Pihak intelejen menyebutkan, kelompok yang berkepentingan terhadap kerusuhan di Poso ini juga didukung sumber dana yang kuat. Kasus beredarnya milyaran uang palsu dan hilangnya dua kontainer kertas uang yang hingga kini belum ditemukan juga sangat terkait dengan berlangsungnya kerusuhan di Poso ini.

Informasi sumber intelejen tersebut juga dibenarkan oleh Wakapolda Sulawesi Tengah, Kolonel Zaenal Abidin Ishak, yang menyatakan keterlibatan 15 anggota Polres Poso dan enam anggota TNI AD dalam kerusuhan itu. Mereka kini sedang ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Agus Dwikarna tidak percaya bahwa kerusuhan di Poso hanya persoalan gagalnya Herman Parino menjadi bupati. Kalau hanya karena perebutan kursi bupati kenapa ummat Islam yang dibantai, tanya Agus. Ia yakin ada upaya melenyapkan ummat Islam dari bumi Poso.

Apapun penyebabnya, kerusuhan Poso menyebabkan trauma yang mendalam di kalangan orang-orang Muslim di Poso. Sejak kerusuhan itu ribuan ummat Islam menjadi pengungsi di negerinya sendiri.
jadilah_Bijaksana
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 148
Joined: Sat Oct 17, 2009 9:31 pm

Re: Bukti yang Brutal adalah Kafir's

Postby jadilah_Bijaksana » Thu Dec 10, 2009 3:03 am

JAKARTA - Pemerintah China kembali dianggap membiarkan terjadinya pembantaian yang dilakukan etnis Han terhadap warga Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang, China. Ratusan muslim Uighur dilaporkan tewas dan ribuan lainnya mengalami luka luka di kota Urumqi akibat pembantaian itu.

Sebagai bentuk solidaritas, Forum Umat Islam (FUI) hari ini, Minggu (12/7/2009), menggelar tabligh akbar di Masjid Al Barkah As Syafi'iyah, Balimatraman.

Sekjen FUI Muhammad Al Khaththath menegaskan, FUI menuntut Pemerintah Indonesia dan dunia Islam agar memberikan tekanan politik terhadap pemerintah China untuk menghentikan aksi represifnya serta memberikan hak-hak hidup serta kemerdekaan bangsa Uighur.

FUI juga meminta Pemerintah China untuk segera membuka masjid-masjid di Xinjiang yang selama ini ditutup bahkan diduduki tentara. "Kami menyerukan kepada umat Islam Indonesia untuk memberikan solidaritas minimal dalam bentuk qunut nazilah kepada umat Islam Uighur," katanya.

Senin besok, FUI pun berencana melakukan aksi damai di depan Kedubes China, di kawasan Mega Kuningan pada pukul 10.30 WIB, yang intinya melayangkan protes terhadap tindakan represif tentara China itu.(Arif Sinaga/Trijaya/ded)
jadilah_Bijaksana
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 148
Joined: Sat Oct 17, 2009 9:31 pm

Re: Bukti yang Brutal adalah Kafir's

Postby jadilah_Bijaksana » Thu Dec 10, 2009 3:05 am

Din: Pembantaian Muslim Uighur Pelanggaran HAM Berat
masmulyadi


Jakarta - Pembantaian yang dilakukan etnis Han terhadap warga Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang, China yang mengakibatkan ratusan muslim Uighur tewas dan ribuan lainnya mengalami luka luka di kota Urumqi merupakan kejahatan kemanusiaan, genoisida dan pelanggaran Hak Asasi Manusi (HAM) berat, oleh karena itu patut dikutuk. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin di Jakarta, Ahad, (12/07).

Din yang juga Wakil Sekjend World Islamic Peoples’s Leadership (WIPL) mendesak pemerintah Republik Rakyat China (RRC) untuk menghentikan pembantaian dan memberikan kebebasan beragama bagi umat Islam China sesuai dengan nilai-nilai HAM dan hak-hak sipil rakyat.


“Kita mendesak PBB untuk segera mengambil tindakan tegas dan memberikan sanksi terhadap pemerintah RRC. Kepada umat Islam se jagad untuk berdo’a bagi keselamatan muslim Uighur dan mengusahakan bantuan yang diperlukan” papar guru besar UIN Syarif Hidayatullah ini. (Md)

------------


PERNYATAAN WORLD ISLAMIC PEOPLE'S LEADERSHIP TENTANG PEMBANTAIAN MUSLIM UIGHUR, CHINA

Sehubungan dengan pembantaian brutal atas Muslim Uighur di Provinsi
Xanjiang oleh Tentara RRC yang telah menelan korban seribu lebih jiwa, dan
pelarangan bagi umat Islam untuk menunaikan shalat Jum'at, dengan ini atas
nama World Islamic Peoples's Leadership/ WIPL (Kepemimpinan Rakyat Islam
Sedunia/ KRIS) saya menyatakan sbb:

1. Mengutuk keras pembantaian tersebut dan menganggapnya sebagai kejahatan
terhadap kemanusiaan dan pelanggaran HAM berat. Pembantaian tersebut
merupakan genoisida dan pembersihan etnis dan agama (ethnic and religion's
cleansing).

2. Mendesak Pemerintah RRC untuk menghentikan pembantaian tersebut dan
memberi kebebasan beragama bagi umat Islam khususnya untuk menjalankan
ibadat sesuai dengan prinsip-prinsip HAM dan hak-hak sipil rakyat.

3. Mendesak PBB untuk segera mengambil tindakan tegas untuk menghentikan
pembantaian tersebut dan memberi sanksi atas Pemerintah RRC agar tindakan
biadab tersebut tidak terulang lagi.

4. Menyerukan kepada OKI dan pemerintah negara-negara cinta damai dan
lembaga-lembaga kemanusiaan internasional untuk mendesak RRC memghentikan
pembantaian tersebut dan memberi kebebasan kepada umat Islam Uighur untuk
menjalankan ajaran agamanya.

5. Menyerukan umat Islam sedunia untuk berdoa bagi keselamatan umat Islam
Uighur dan mengusahakan memberi bantuan yang diperlukan.

Din Syamsuddin
Wak. Sekjen WIPL (mewakili Asia;
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah .
jadilah_Bijaksana
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 148
Joined: Sat Oct 17, 2009 9:31 pm

Re: Bukti yang Brutal adalah Kafir's

Postby jadilah_Bijaksana » Thu Dec 10, 2009 3:07 am

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=mUbApCet134[/youtube]
Peringatan 14 Tahun Pembantaian Muslim Bosnia

Sabtu, 11 Juli 2009 | 23:03 WIB

TEMPO Interaktif , Srebrenica - Mereka banyak yang tertunduk. Mata berlinang. Ada yang mengatupkan kedua tangan di mulutnya. Lebih dari 20 ribu muslim berkumpul di pemakaman Srebrenica, Sabtu (11/7) ini. Masih segar dalam ingatan, 14 tahun lalu terjadi pembantaian massal dan ditempat itu ada 534 korban tak dikenal dikubur.


Sesuai dengan tradisi Islam, mereka mendoakan jenazah yang telah dimakamkan di sebuah pemakaman di luar kota sebelah timur. Kuburan dibungkus kain berwarna hijau, mereka tewas dalam sebuah pembantaian keji dalam perang Bosnia dari Tahun 1992-1995.

534 korban yang ada kuburannya itu adalah bagian dari 8.000 pria dan anak laki-laki Muslim yang dibunuh oleh pasukan Serbia. Kemudian pasukan Persatuan Bangsa Bangsa melindungi daerah tersebut 11 Jul 1995 dan berkomitmen bahwa ini adalah pembantaian terkeji sejak Perang Dunia II.

Korban-korban yang tewas itu, saat masih hidup berusia antara 14 sampai 72, yang dalam banyak kasus ditemukan di kuburan massal kedua di mana mereka telah dipindahkan dari lokasi awal di pemakaman, sebagai tawaran oleh Serbia untuk menutupi kejahatan perang mereka.

"Walaupun kita telah mati-matian mencari dalam beberapa tahun, sangat berat menerima panggilan telepon bahwa ayahku telah diidentifikasi," kata Nurveta Guster, 27 tahun. "Saya melihat dia untuk terakhir kali di rumah kami di Srebrenica. Dia lari saat dikejar dan mencoba untuk melepaskan diri."

"Kejadiannya seperti baru saja dialami, saya teringat lagi," kata Guster, yang paman dan keponakannya berusia 18 tahun juga dikuburkan.

Sedang Hatidza Mehmedovic, yang berusia 60 tahun, sampai kini masih tetap mencari anaknya. "Keluarga saya menjadi korban dan sampai kini saya masih menderita karena belum menemukannya," katanya.

Zelicko Komsic, orang Kroasia dan anggota presiden tripartit Muslim Bosnia Haris Silajdzic, menghadiri upacara bersama-sama dengan masyarakat internasional yang mewakili Valentin Inzko. Tidak ada pejabat senior Serbia yang hadir.

"Kita harus kembali mengakui bahwa dunia gagal untuk bertindak, gagal untuk mencegah pembantaian di Srebrenica yang tak bersahal," ujar duta besar Amerika di Bosnia Charles English.

Parlemen Eropa pada bulan Januari menyatakan tanggal 11 Juli ini sebagai peringatan genosida di Srebrenica dan memanggil negara-negara di seluruh dunia untuk mendukung gerakan ini.

Perang antar etnis di Bosnia memaksa 100.000 orang meninggalkan negara yang terbelah menjadi dua badan otonom - yang Muslim Federasi Kroasia dan Serbia menjadi Republik Srpska.

Sejauh ini ada sekitar 3.200 korban di Srebrenica telah dimakamkan di pemakaman. Ahli forensik dari Komisi Internasional Orang Hilang mengatakan mereka telah mengidentifikasi 6.186 orang-orang yang tewas dalam pembantian. Korban pembantaian yang awalnya dimakamkan di belasan kuburan massal.

Pemimpin Serbia Bosnia Radovan Karadzic, yang diduga sebagai pelaku utama yang melakukan kejahatan perang, telah terangkap tahun lalu dan sedang menunggu persidangan. Sementara wakil penglima tentara Ratko Mladic masih menjadi buronan sampai kini.
jadilah_Bijaksana
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 148
Joined: Sat Oct 17, 2009 9:31 pm

Re: Bukti yang Brutal adalah Kafir's

Postby jadilah_Bijaksana » Thu Dec 10, 2009 3:11 am

(lagi) Genosida terhadap umat muslim, Pembantaian Muslim Uighur, Xinjiang, China
Monday, July 13, 2009 at 1:22am
Pada 5 Juli lalu, pemerintah China telah menculik lebih dari 1.434 Muslim Uighur. Dalam peristiwa penculikan tersebut jumlah korban tewas mencapai 184 jiwa. Sementara ribuan lainnnya luka-luka. Pemerintah china juga melarang kaum muslimin Uighur melakukan sholat Jum'at berjamaah, masjid di duduki oleh tank-tenk dan di jaga beberapa Helikopter.

reaksi dari umat muslim indonesia antara lain datang dari FUI, Sekjen FUI Muhammad Al Khaththath menegaskan, FUI menuntut Pemerintah Indonesia dan dunia Islam agar memberikan tekanan politik terhadap pemerintah China untuk menghentikan aksi represifnya serta memberikan hak-hak hidup serta kemerdekaan bangsa Uighur.

FUI juga meminta Pemerintah China untuk segera membuka masjid-masjid di Xinjiang yang selama ini ditutup bahkan diduduki tentara. "Kami menyerukan kepada umat Islam Indonesia untuk memberikan solidaritas minimal dalam bentuk qunut nazilah kepada umat Islam Uighur," katanya.

kutukan keras juga datang dari Partai islam yaitu PKS, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengeluarkan pernyataan resmi terkait peristiwa pembantaian kaum muslim Uighur di Xin Jiang, Cina. Dalam pernyataanya, PKS mengutuk keras peristiwa keji terhadap kemanusiaan yang dinilai kalangan dunia internasional sebagai aksi genosida (pembantaian etnis).

“Pemerintah Cina harus bertanggung jawab terhadap peristiwa pembantaian yang sudah menimbulkan korban jiwa lebih dari 180 orang itu,” ujar Presiden PKS, Tifatul Sembiring, kepada Republika, Ahad (12/7).

Tifatul melanjutkan, PKS tidak berada dalam barisan yang mendukung segala bentuk pembantain terhadap muslim ataupun etnis lainnya di dunia. Segala bentuk pembunuhan terhadap kemanusiaan tidak boleh mempunyai tempat yang nyaman di seluruh penjuru dunia ini.

Karenanya, kata Tifatul, sebagai bagian dari komunitas internasional, pemerintah Cina harus menghentikan setiap tindakan-tindakan yang mengarah pada pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

“Cina tidak dapat lagi bertindak sewenang-wenang terhadap sebagian rakyatnya yang berbeda keyakinan, jangan sampai masyarakat internasional menilai Cina menjalankan politik diskriminatif,” imbuh Tifatul.
(diambil dari beberapa sumber)


Muslim Uighur Sudah Lama Tertekan

Tindak kekerasan di Xinjiang tidak terjadi tiba-tiba. Akar penyebabnya adalah ketegangan etnis antara warga Uighur Muslim dan warga Cina etnis Han.

Masalah ini bisa dirunut balik hingga beberapa dekade, dan bahkan ke penaklukan wilayah yang kini disebut Xinjiang oleh Dinasti Qing Manchu pada abad ke-18.

Pada tahun 1940-an, muncul Republik Turkestan Timur di sebagian Xinjiang, dan banyak warga Uighur merasakan itu menjadi hak asasi mereka.

Namun, kenyataannya, mereka menjadi bagian Republik Rakyat Cina pada tahun 1949, dan Xinjiang dinyatakan sebagai salah satu kawasan otonomi Cina dengan mengesampingkan fakta bahwa mayoritas penduduk di sana pada saat itu orang Uighur.

Status otonomi tidak tulus, dan meski Xinjiang dewasa ini dipimpin oleh gubernur dari kalangan warga Uighur, orang yang memegang kekuasaan riil adalah sekretaris jenderal daerah Partai Komunis Cina , Wang Lequan, yang orang Cina etnis Han.

Perpindahan warga

Di bawah pemerintahan Partai Komunis, terjadi pembangunan ekonomi yang sangat gencar, namun kehidupan warga Uighur semakin sulit dalam 20-30 tahun terakhir akibat masuknya banyak warga Cina muda dan memiliki kecakapan teknis dari provinsi-provinsi di bagian timur Cina.

Para migran ini jauh lebih mahir berbahasa Cina dan cenderung diberi lapangan pekerjaan terbaik. Hanya sedikit orang Uighur berbahasa Cina.

Tidak mengejutkan, ini menimbulkan penentangan mendalam di kalangan warga Uighur, yang memandang perpindahan orang-orang Han ke Xinjiang sebagai makar pemerintah untuk menggerogoti posisi mereka, merongrong budaya mereka dan mencegah perlawanan serius terhadap keuasaan Beijing.

Dalam perkembangan yang lebih baru, anak-anak muda Uighur terdorong untuk meninggalkan Xinjiang untuk mendapatkan pekerjaan di belahan lain Cina, dan proses ini sudah berlangsung secara informal dalam beberapa tahun.

Ada kekhawatiran khusus atas tekanan pemerintah Cina untuk mendoroang wanita muda Uighur pindah ke bagian lain Cina untuk mendapatkan pekerjaan. Dan, ini memperkuat kekhawatiran bahwa mereka akhirnya akan bekerja di bar atau klub malam atau bahkan pelacuran tanpa perlindungan keluarga atau masyarakat mereka.

Islam adalah bagian integral kehidupan dan identitas warga Uighur Xinjiang, dan salah satu keluhan utama mereka terhadap pemerintah Cina adalah tingkat pembatasan yang diberlakukan oleh Beijing terhadap kegiatan keagamaan mereka.

Jumlah masjid di Xinjiang merosot jika dibandingkan dengan jumlah pada masa sebelum tahun 1949, dan institusi keagamaan itu menghadapi pembatasan yang sangat ketat.

Anak-anak di bawah usia 18 tahun tidak diizinkan beribadah di masjid. Demikian juga pejabat Partai Komunis dan aparat pemerintah.

Madrasah dibatasi

Lembaga-lembaga Islami lain yang dulu menjadi bagian sangat penting kehidupan kegamaan di Xinjiang dilarang, termasuk persaudaraan Sufi, yang berpusat di makam pendirinya dan menyediakan jasa kesejahteraan dan semacam kepada anggotanya.

Semua agama di Cina dikendalikan oleh Administrasi Negara untuk Urusan Agama, tapi pembatasan terhadap Islam di kalangan warga Uighur lebih keras daripada terhadap kelompok-kelompok lain, termasuk etnis hui yang juga muslim, tapi penutur bahasa Cina.

Ketatanya pembatasan itu akibat pertautan antara kelompok-kelompok muslim dan gerakan kemerdekaan di Xinjiang. Gerakan ini sangat bertentangan dengan posisi Beijing.

Ada kelompok-kelompok di dalam Xinjiang yang mendukung gagasan kemerdekaan, tapi mereka tidak diperkenakan mewujudkannya secara terbuka, sebab “memisahkan diri dari ibu pertiwi” dipandang sebagai penghianatan.

Pada dekade 1990-an, setelah ambruknya Uni Soviet dan munculnya negara-negara muslim independen di Asia Tengah, terjadi peningkatan dukungan terbuka atas kelompok-kelompok “separatis”, yang memuncak pada unjukrasa massal di Ghulja pada tahun 1995 dan 1997.

Beijing menindas unjukrasa dengan penggunaan kekuataan luar biasa, dan para akitvisi dipaksa keluar dari Xinjiang ke Asia Tengah dan Pakistan atau terpaksa bergerak di bawah tanah.

Iklim ketakutan

Penindasan keras sejak digulirkannya kampanye “Strike Hard” (Gebuk Keras” pada 1996 mencakup kebijakan memperketat pengendalian terhadap kegiatan agama, pembatasan pergerakan orang dan tidak menerbitkan paspor dan menahan orang-orang yang didicurigai mendukung separatis dan anggota keluarga mereka.

Ini menciptakan iklim ketakutan dan kebencian sangat kuat terhadap pemerintah Cina dan warga Cina etnis Han.

Mengejutkan bahwa kebencian ini tidak meledak menjadi kemarahan publik, dan unjukrasa sebelumnya, tapi itu dampak ketatnya kontrol yang diberlakukan Cina atas Xinjiang.

Ada banyak organisasi kaum pendatang Uighur di Eropa dan Amerika Serikat. Dalam banyak kasus mereka mendukung otonomi sejati bagi kawasan tanah asal mereka.

Di masa lalu, Beijing juga mempersalahkan Gerakan Islami Turkestan Timur memicu kerusuhan, meski tidak ada bukti bahwa gerakan ini pernah muncul di Xinjiang.

Aparat di Beijing tidak bisa menerima bahwa kebijakan mereka sendiri di Xinjiang mungkin penyebab konflik, dan berupaya mempersalahkan orang luar yang mereka tuding memicu tindak kekerasan. Itu juga terjadi dalam kasus Dalai Lama dan Tibet.

Kalau pun organisasi pelarian Uighur ingin menggerakan kerusuhan, tentu sangat sulit bagi mereka untuk melakukannya, dan ada banyak alasah lokal menjadi penyebab kerusuhan tanpa perlu ada campur tangan dari luar. (Republika 08/07/2009)
jadilah_Bijaksana
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 148
Joined: Sat Oct 17, 2009 9:31 pm

Re: Bukti yang Brutal adalah Kafir's

Postby jadilah_Bijaksana » Thu Dec 10, 2009 3:15 am

Hari Ke 11. Pembantaian Muslim Gaza
Rabu, 07/01/2009 09:01 WIB
Cetak | Kirim

Sepanjang hari Selasa (6/1/2009), militer rejim Zionis-Israel telah membantai 135 muslim Gaza. Memasuki hari ke 11, holocaust yang dilakukan militer rejim Zionis-Israel telah menewaskan 660 muslim Gaza, 215 anak, dan 89 wanita, serta 2950 yang luka-luka. Holocaust yang brutal dan biadab itu, tak kurang pula telah menghancurkan ratusan gedung, dan kantor serta sarana atau fasilitas yang dimiliki Gerakan Hamas. Tindakan biadab dan barbar ini terus berlanjut, tanpa henti, dan tidak ada yang mau menghentikan.

Sepanjang hari Selasa, kemarin, pasukan Zionis-Israel telah membantai 135 muslim Gaza, dan mencederai 400 muslim, dan sebagian besar adalah anak-anak, wanita dan orang tua. Militer Israel terus melakukan pemboman, tanpa arah yang jelas, semua gedung dan tempat tinggal, sekolah,
masjid, dan kantor-kantor menjadi sasaran serangan udara Israel. Rejim Zionis itu menggunakan seluruh kemampuan militer, terutama dengan armada udaranya, serta helikopter jenis Apache, yang terus memuntahkan rudal-rudal udara ke darat. Masih belum cukup. Angkatan laut yang ada di dekat Kota Gaza, menembakkan roket kearah pemukiman penduduk.

Dalam pemboman yang massif itu, menghancurkan sebuah sekolah Fakhoura, yang terletak di sebelah timur kamp Jabalia. Sekolah-sekolah yang dikelola oleh UNRWA (Lembaga yang menangani pengungsi miliki PBB), juga menjadi target sepanjang hari Selasa, dan semua flat dan rumah di wilayah timur kamp Jabaliya, luluh lantak. Akibat serangan udara yang massif itu, 45 muslim tewas, dan 50 lainnya luka-luka, dan 5 muslim telah tewas, ketika bom dijatuhkan dari pesawat. Mereka semua adalah orang-orang yang ada dipengungsian, yang dikelola oleh UNRWA.

Adnan Abu Musa, Juru bicara UNRWA di Gaza, sudah mengingatkan kepada semua pengungsi, bahwa semua sekolah akan menjadi target gempuran udara Israel, karena dicurigai tempat perlindungan pejuang Hamas. Maka, sepanjang hari Selasa, rejim Zionis-Israel, tak henti-hentinya memborbardir sekolah-sekolah yang ada di kamp Jabaliya. Betapa dahsyatnya akibat gempuran-gempuran udara dengan pesawat F.16 dan Helikopter Apache yang terbang rendah menembakkan rudal mereka ke pemukiman penduduk sipil. Israel tidak peduli. Nampaknya, militer Israel ingin menimbulkan kerusakan yang lebih dahsyat, dan beberapapun korban manusia, tidak menjadi perhatiannya. Namun, ingin segera mengakhiri perang yang mereka dengan waktu yang singkat, dan memenangkan perang, melalui penghancuran sarana-sarana yang ada.

Sebuah rumah sakit di kota Zaitoun, yang tidak jauh dari Kota Gaza, para tenaga medis, menemukan 12 jenazah, yang baru mereka angkat dari reruntuhan rumah (flat) yang
hancur, akibat pemboman Israel. 12 jenazah itu dari satu keluarga Daya, yang rumahnya runtuh dan hancur, akibat pemboman. Peristiwa tragis bagi keluarga Daya itu, berlangsung Selasa pagi, ketika matahari baru mau terbit. Rumah keluarga Daya itu mendapatkan hantaman rudal,yang ditembakkan dari pesawat tempur Israel F.16, yang melakukan misi dipagi hari.

Di pagi itu, seorang saksi mata, melihat seorang sukarelawan medis, yang mengangkat 7 orang anak, yang tertimbun reruntuhan gedung, mereka yang tewas itu, rata berumur 12 tahun, dan masih ada tiga orang wanita, yang ikut tewas dipagi hari itu. Masih banyak lagi, mayat-mayat yang belum berhasil diangkat dari gedung-gedung yang runtuh, akibat hantaman rudal, yang ditembakkan oleh pesawat-pesawat tempur dan helikopter Israel, serta kapal-kapal perang Israel, yang berada didepan Kota Gaza. (M/Pic))

Image
Image
Image
Image
Image
Image
jadilah_Bijaksana
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 148
Joined: Sat Oct 17, 2009 9:31 pm

Re: Bukti yang Brutal adalah Kafir's

Postby jadilah_Bijaksana » Thu Dec 10, 2009 3:17 am

Korban Pembantaian Muslim Bosnia Hampir Mencapai 100 Ribu

Posted by masayok in News. 4 Comments

Korban Pembantaian Muslim Bosnia Hampir Mencapai 100 Ribu
Senin, 25 Juni 2007
Sebuah studi terbaru menyangkut korban pembantaian Muslim Bosnia tahun 1992-1995 hampir mencapai angka 100 ribu jiwa. Sebuah angka yang tak kecil

Hidayatullah.com–Penelitian terbaru mengungkapkan, korban Perang Bosnia selama tiga tahun, 1992-1995, hampir mencapai angka 100 ribu. Tepatnya, 97.207 orang. Dari jumlah itu, 66 Persen adalah Muslim.

“Paling kurang 97.207 tentara dan orang sipil terbunuh selama perang,” ungkap Mirsad Tokaca dari LSM Pusat Riset dan Dokumentasi (IDC), seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (22/6).

IDC, menyelenggarakan riset ini dari tahun 2004 hingga tahun 2006. IDC juga menemukan, bahwa separuh korban hilang dan meninggal terjadi sepanjang tahun pertama dari peperangan. Studi ini tidak terhitung kematian akibat kecelakaan sepanjang peperangan, atau penggunaan senjata secara sembrono, kelaparan, atau ketiadaan pengobatan.

Tokaca menyebutkan, penelitian yang berlangsung selama 4 tahun itu menemukan 3.300 korban adalah di bawah umur 18 tahun, termasuk bayi. 66 Persen korban meninggal adalah Muslim Bosnia, 26 persen Serbia dan 8 persen Kroasia. Dengan menggunakan ratusan sumber yang berbeda, LSM ini membuat sebuah bank data raksasa yang terdiri dari nama dan informasi lain dari korban seperti foto.

“Tujuan riset ini untuk mengurangi ruang manipulasi jumlah korban peran,” kata Tokaca yang penelitiannya dibiayai Kementerian Luar Negeri Norwegia itu.

Lebih dari 40 persen korban adalah warga sipil. Setengah dari korban itu meninggal di awal perang, ketika pasukan Serbia yang dibantu tentara Yugoslavia mengambil alih dua pertiga Bosnia. Selain akibat perang langsung, LSM ini juga mengumpulkan data korban perang secara tidak langsung. Akibat tidak langsung ini misalnya fasilitas kesehatan yang minim.

Contohnya, terdapat 12 bayi yang meninggal di rumah sakit karena kekurangan oksigen. 6 Orang meninggal karena bantuan yang dikirim melalui udara jatuh menimpa mereka.

Tiga ahli kependudukan internasional menyatakan bank data tersebut akurat dan dapat dipercaya, sehingga bisa disebut sebagai “Kitab Kematian Bosnia”. Salah satu ahli itu adalah Ewa Tabeau yang merupakan penuntut umum International Criminal Tribunal for the former Yugoslavia (ICTY) PBB yang bermarkas di Den Haag, Belanda.

Untuk diketahui, berdasarkan sensus 1991, populasi Bosnia sebelum perang adalah 43 persen Muslim, 31 persen Serbia dan 17 persen Kroasia.

Sejauh ini, meski belum ada patokan angka, pejabat internasional sering menyebut angka sekitar 200.000 orang korban. Dengan temuan ini, berarti hanya separuh dari yang diperkirakan. Meski demikian, angka temuan –hampir mencapai seratus ribu— itu bukan angka yang sedikit. Tentu tak bisa tergantikan dengan apapun. [cha, berbagai sumber/www.hidayatullah.com]
jadilah_Bijaksana
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 148
Joined: Sat Oct 17, 2009 9:31 pm

Re: Bukti yang Brutal adalah Kafir's

Postby jadilah_Bijaksana » Thu Dec 10, 2009 3:21 am

Kisah Pembantaian Terhadap Muslim Rwanda di Filmkan
Sebuah film yang berkisah tentang komunitas Muslim Rwanda yang mengalami genosida oleh suku Tutsi pada tahun 1994, saat ini sedang dibuat di Rwanda.

Film yang berjudul "Kinyarwanda" yang disutradarai oleh Ismail Ntihabose dan Alrick Brown memulai penyutingannya sejak 14 November yang lalu dan direncanakan selesai sekitar bulan Desember. Film ini diharapkan untuk tampil di layar lebar pada tahun 2010.

Pada saat peristiwa genosida di Rwanda tahun 1994 yang lalu, Mufti Kigali, pimpinan Muslim paling dihormati di negeri itu, mengeluarkan fatwa yang melarang umat Islam untuk ikut berpartisipasi dalam pembunuhan suku Tutsi.

Sebagai negara yang menjadi ladang pembantaian, masjid menjadi tempat perlindungan bagi komunitas Muslim dan Kristen, suku Hutu dan Tutsi datang bersama-sama dan saling melindungi satu sama lain, kata Radio Nederland Wereldomroep.

Produser eksekutif film ini - Ntihabose menyatakan bahwa cerita di film didasarkan pada kisah nyata dari korban yang mengungsi ke Masjid Agung Kigali dan madrasah di Nyanza.

Menggambungkan enam cerita yang berbeda keseluruhan isi film membentuk satu narasi besar yang menggambarkan kondisi yang paling kompleks dan memberikan gambaran perjuangan manusia untuk survive selama peristiwa genosida berlangsung.

Produser film AS - Darren Dean mengatakan bahwa dirinya melihat potensi yang besar dalam film ini, karena film "Kinyarwanda" berdasarkan pada kisah nyata peristiwa genosida di Rwanda dan film ini juga membawa unsur persatuan dan rekonsiliasi di antara komunitas Muslim dan di antara masyarakat Rwanda sendiri.

Film "Kinyarwanda" dibiayai oleh Komisi Instrumen Eropa untuk Demokrasi dan Hak Asasi Manusia dan diproduksi oleh Asosiasi Muslim Rwanda (Amur) dan dibintangi oleh bintang Hollywood Cassie Freeman (Spike Lee's "Inside Man") yang berperan sebagai Lt Rose Kabuye. 36 siswa sekolah film lokal dan 14 produser film internasional juga merupakan bagian dari kru film ini.(fq/wb)
jadilah_Bijaksana
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 148
Joined: Sat Oct 17, 2009 9:31 pm

Re: Bukti yang Brutal adalah Kafir's

Postby jadilah_Bijaksana » Thu Dec 10, 2009 3:23 am

APRIL MOP Adalah hari dimana mereka boleh menipu orang lain sebagai bahan gurauan.

Setiap kali menjelang tanggal 1 April, biasanya banyak diantara kita akan sibuk dan terbawa dengan budaya barat serta bersiap siap untuk merayakan dengan membuat rencana besar untuk MENIPU org lain.Budaya Barat sudah banyak merasuki kehidupan kita sehari hari, begitu mudahnya menyuguhkan acara yg boleh dikatakan tdk Islami lagi termasuk pada tgl 1 April setiap tahun kita boleh berbuat DOSA "Subhanallah"

Bahkan ada suatu kejadian seorang suami jahil mengucapkan kalimat kepada Istrinya yg dicintainya dengan maksud bercanda mengatakan : "Aku ceraikan kamu dengan Talak 3", sang istri pada mulanya tercengang trs meraung raung, kemudian sang suami jahil itu dengan entengnya meruskan kalimatnya APRIL MOP..!!!. Setelah itu giliran sang suami jahil itu yg meraung raung saat diberitahu oleh istri yg dicintainya itu bahwa talak yg dilafazkan tersbt telah jatuh !!!

TRAGEDI PEMBANTAIAN UMAT ISLAM SPANYOL

QS Albaqoroh ayat 120 : Orang2 yahudi dan Nasrani tdk akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah : " Sesunggguhnya petunjuk ALLAH itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang padamu, maka ALLAH tdk akan lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu".

Berbagai cara akan mereka lakukan termasuk sejarah Pembantaian Muslim Spanyol pun 1 April berkembang menjadi perayaan April's op.

Dahulu Muslim Spanyol bukan hanya beragama Islam namun mempraktekkan kehidupan secara Islam, mereka rdk hanya membawa Al-Quran tetapi juga bertingkah laku berdasarkan Al-Quran. Jika mereka membaca hijab di Al-Quran, mereka mempraktekkannya tdk seperti kebanyakan kita di Indonesia.

Kaum Kafir mencoba membersihkan Islam dari kekuasaan Spanyol, mereka selalu gagal, beberapa kali dicoba tetap gagal tdk berhasil. Setelah itu mereka mengirim Pengintai ke Spanyol utk mempelajari Islam dan menemukan kekuatan yg dimiliki kaum Muslimin adalah TAQWA. Begitu kaum kafir mengetahui kekuatan umat Islam, mereka mencari strategi untuk menghancurkannya. Kaum Kafir mencoba meracuni kaum muda dengan Minuman Alcohol dan Cigarette secara Gratis. Taktik ini cukup berhasil dan melemahkan kenyakinan/taqwa umat islam terutama kaum mudanya. Hasil dari usaha ini adalah jatuhnya Spanyol dari kekuasaan umat Islam dan mengakhiri penguasaan umat Islam seluruhnya terhadap Spanyol selama 800 tahun (Penduduk Muslim diusir dari Spanyol).

Keesokan harinya (1 April), mereka mengambil semua barang yg telah disiapkan lalu menuju ke pelabuhan, ternyata mereka tdk sempat naik ke kapal. ada saat itulah kaum Kafir mengambil kesempatan menggeledah dan membakar rumah2 penduduk Islam, bahkan mereka menyerang dan membunuh semua kaum Muslimin. Peristiwa berdarah dan menyedihkan ini kemudian dirayakan oleh tentara kaum Kafir. Perayaan ini akhirnya dirayakan setiap tahun bukan hanya di Spanyol bahkan diseluruh Dunia sebagai APRIL FOOL'S DAY (APRIL MOP).

Yang menyedihkan orang2 Muslimin yg jahil itupun turut memperingati April Mop tanpa menyadari mereka sebenarnya merayakan Ulang Tahun Pembantaian Masal Saudara Se Islam Mereka Sendiri.

Kaum Muslimin seluruh Dunia berhati2 lah terhadap budaya ini (barat), hindarkan diri kita dari Perbuatan Dzolim. INGATTTTT...!!!

=> Ingatlah bahwa tanggal 1 April adalah hari Pembantaian umat Islam di Spanyol.

=> Dan dlm Qur'an & Hadist tdk ada perintah dimana boleh menipu orang lain sbg bahan gurauan.

Semoga ALLAH SWT membuka pintu taubat untuk kita, Amin ya Robba'alamin...
jadilah_Bijaksana
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 148
Joined: Sat Oct 17, 2009 9:31 pm

Re: Bukti yang Brutal adalah Kafir's

Postby jadilah_Bijaksana » Thu Dec 10, 2009 3:26 am

Muslim Dalam Pembantaian Video Game

Minggu, 14 September 2008 14:37




pemandangan dari pembantaian Muslim: permainan yang melibatkan pemusnahan semua orang Arab (Daily Mail)

Kairo ( Suaramedia.com ) Sebuah permainan komputer yang menampilkan seorang pahlawan Amerika dalam "Wipe Out Muslim Race" (Hancurkan Perlombaan Muslim) menghebohkan Muslim Inggris.

"Permainan yang menganjurkan anak dan pemuda untuk membunuh orang Muslim ini sangat tidak dapat diterima, tak bercita rasa dan sangat menghina," Mohammed Shafiq, Kepala Eksekutif Yayasan Ramadhan, mengatakan dalam situs web kelompoknya.

Permainan "Pembantaian Masal Muslim" menampilkan pemain yang menguasai seorang Pahlawan Amerika bersenjatakan senapan mesin dan peluncur roket, terjun dengan parasut di kawasan Timur Tengah. "Amerika menyatakan perang atas agama Islam!" Kendalikan pahlawan Amerika dan hancurkan perlombaan Muslim dengan senjata senjata dunia yang paling merusak!", dikutip dari situs web permainan tersebut.

Melewati beberapa tingkatan, terlebih dulu membunuh orang Muslim yang muncul di layar lalu menghabisi pemimpin Al-Qaeda, Osama bin Laden, nabi Muhammad (perdamaian dan diberkati atasnya) dan akhirnya Allah.

"Jika terdapat permainan yang menampilkan orang Muslim yang membunuh orang Israel atau Amerika, maka akan ada kegemparan " kata Shafiq.

Pertama kali dirilis pada Januari, permainan ini sudah populer setelah dihubungkan ke dengan beberapa blog yang terkenal

Pencipta game tersebut, programer kelahiran Amerika, Eric Vaughn alias Sigvatr, menggambarkannya sebagai "kesenangan dan candaan".

PENGAGUNG KEKERASAN

Organisasi pemuda Muslim Britania mengatakan permainan ini sarat akan hasutan, kekerasan dan kebencian ras.

"Ada peningkatan kekerasan di negara ini dan negara lain datang dari permainan video," kata Shafiq.

"Jika seorang anak menghabiskan waktu enam jam sehari dengan permainan keras, maka besar kemungkinan mereka melakukan kekerasan diluar".

Ramadhan Foudation berharap industri internet bertindak melawan permainan seperti itu.

"Kami sudah menulis kepada Pemerintah Inggris untuk melakukan penyelidikan permainan ini dan menutup web sitenya" kata Shafiq.

"Kami mendesak para penyedia ISP untuk menyingkirkan web site ini sebagaimana mereka menghasut kekerasan kepada orang Muslim dan mencoba membenarkan pembunuhan orang Muslim yang tidak berdosa," tambahnya.

"Permainan ini mengagungkan pembunuhan orang Muslim di Timur Tengah….ini bukan satir melainkan percobaan sengaja untuk menghasut orang Muslim." (iol)(s.m) Visit Orgl Info Gaming to 'wipe out Muslim race' ( http://eng.suaramedia.com )
jadilah_Bijaksana
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 148
Joined: Sat Oct 17, 2009 9:31 pm

Re: Bukti yang Brutal adalah Kafir's

Postby jadilah_Bijaksana » Thu Dec 10, 2009 3:30 am

Bulan April telah tiba, bulan yang kunanti-nantikan :) tapi bukan karena April mop ya (ga kenal ama si April mop).
Ngomong-ngomong tentang April mop pasti tidak asing lagi di telinga teman-teman. Ga hanya kita, si sponge Bop juga tau. Info tentang ini pun juga mudah kita dapatkan.

April mop adalah hari dimana kita boleh dan sah-sah saja menipu, ngusilin, atau bohongin siapa saja bisa teman, orangtua, saudara, ataupun guru ga pandang bulu dimana sang target atau korban tidak boleh marah apabila dia mengetahui kalo dia telah menjadi sasaran April mop. April mop hanya berlaku pada tanggal 1 April.
Demam April mop juga melanda Indonesia terutama kawula muda yang berada di kota-kota besar bahkan ada yang menganggap merupakan agenda wajib, sehingga jauh-jauh hari sudah direncakan. Bahkan ada yang membentuk klub April mop, banyak perusahaan besar yang mengadakan sayembara pada hari itu (haduh mending buat kebaikan karena menurutku ini sangat keterlaluan), atau jangan-jangan malah ada reality shownya.
Kapan April mop masuk ke Indonesia kita ga tau atau jangan-jangan dari pembaca ada yang tau? Tapi yang jelas karena berasal dari Barat maka tersangka utamanya adalah orang Barat yang masuk ke Indonesia.
Kebudayaan dari dunia Barat sangat cepat menyebar karena sifat orang Indonesia yang suka meniru dan rasa gengsi yang tinggi bahkan ada yang berkiblat sama dunia Barat. Mirisnya, kebiasaan itu dilakukan tanpa menyaringnya terlebih dahulu. Orang-orang yang merayakannya beranggapan bahwa April mop merupakan salah satu cara untuk mempererat persahabat, mengakrabkan diri di masyarakat dan sejenisnya karena diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan. Padahal kan masih banyak cara lain yang lebih baik.
Selain itu, sedikit sekali orang-orang yang merayakannya mengenal sejarah April mop itu sendiri.
Perayaan April mop yang merupakan hari kejahilan seluruh dunia dan kebanggan mereka yang merayakan, sebenarnya berawal dari satu tragedi besar yang sangat tragis dan menyedihkan terutama umat Islam.
April mop berawal dari sejarah muslim Spanyol tahun 1487/892 H. Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh panglima Thariq bin Ziyad, spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negri yang makmur. Karena sikap para penguasa Islam begitu baik dan rendah hati, maka banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Tidak hanya beragama Islam tapi juga sungguh-sungguh menjalankan ajaran Islam yang dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.
Namun, kaum kafir yang ada tidak berdiam diri saja melihat keadaan seperti itu. Mereka tak kenal lelah berusaha membersihkan Islam dari spanyol tetapi selalu gagal. Suatu hari dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mencari kelemahan umat Islam tersebut. Akhirnya ditemukanlah cara untuk menaklukkan Islam di Spanyol, yakni melemahkan iman mereka dulu dengan jalan serangan pemikiran dan budaya (hmm...Sampai sekarang taktik itu masih berlaku dan selalu berhasil terutama di Indonesia yang terbukti jelas). Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirim alkohol dan rokok secara gratis ke wilayah Spanyol, musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari ketimbang membaca alQur'an, dan mengirim sejumlah ulama palsu yang kerjanya memecah belah Islam.
Akhirnya Spanyol jatuh dan dikuasai pasukan salib. Penyerangan dilakukan dengan kejam, tidak hanya pasukan Islam yang dibantai tapi seluruh penduduk dihabisi dengan sadis. Satu persatu daerah di Spanyol jatuh dan daerah Granada adalah kota terakhir yang ditaklukkan.
Ketika jalanan sudah sepi yang bergelimpangan mayat dan umat Islam lainnya bersembunyi, dengan lantang tentara Salib itu meneriakkan pengumuman bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar dari Spanyol. "kapal-kapal yang akan membawa kalian sudah kami persiapkan di pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kalian jika ingin keluar dari Spanyol, setelah ini kami tidk lagi memberikan jaminan!" kata tentara Salib.
Awalnya orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini, namun setelah bererapa orang Islam diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal tersebut maka mereka keluar dan menuju kapal tersebut. Sedangkan mereka yang tidak percaya, masih bertahan di tempat persembunyian.
Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah penduduk dan membakarnya bersama orang-orang Islam yang masih bersembunyi di dalamnya. Sedangkan ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan hanya bisa terpana ketika melihat tentara Salib juga membakari kapal-kapal yang dijanjikan tersebut. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam dan ribuan umat Islam tidak dapat berbuat apa-apa karena telah dikepung dengan pedang yang terhunus.
Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib itu segera membantai dan menghabis umat Islam Spanyol tanpa belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana.
Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia sebagai April Mop (The Aprils Fool Day). Jadi apabila ada yang ikut perayaan April mop berarti dia ikut merayakan kemenangan tentara Salit terhadap pembantaian saudara Muslimnya sendiri di Spanyol.
So setelah tau sejarah dibalik April mop apakah masih ingin merayakannya dan hanya menganggap sekedar keisengan saja sambil tersenyum bangga?
jadilah_Bijaksana
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 148
Joined: Sat Oct 17, 2009 9:31 pm

Re: Bukti yang Brutal adalah Kafir's

Postby jadilah_Bijaksana » Thu Dec 10, 2009 3:37 am

Nama aslinya Vlad Tepes (dibaca Tse-pesh). Dia lahir sekitar bulan Desember 1431 M di Benteng Sighisoara, Transylvania, Rumania. Ayahnya bernama Basarab (Vlad II), yang terkenal dengan sebutan Vlad Dracul, karena keanggotaannya dalam Orde Naga. Dalam bahasa Rumania, “Dracul” berarti naga. Sedangkan akhiran “ulea” artinya “anak dari”. Dari gabungan kedua kata itu, Vlad Tepes dipanggil dengan nama Vlad Draculea ( dalam bahasa Inggris dibaca Dracula), yang berarti anak dari sang naga.

Ayah Dracula adalah seorang panglima militer yang lebih sering berada di medan perang ketimbang di rumah. Praktis Dracula hanya mengenal sosok sang Ibu, Cneajna, seorang bangsawan dari kerajaan Moldavia. Sang ibu memang memberikan kasih sayang dan pendidikan bagi Dracula. Namun itu tidak mencukupi untuk menghadapi situasi mencekam di Wallachia saat itu. Pembantaian sudah menjadi tontonan harian. Seorang raja yang semalam masih berkuasa, di pagi hari kepalanya sudah diarak keliling kota oleh para pemberontak.

Pada usia 11 tahun, Dracula bersama adiknya, Radu, dikirim ke Turki. Hal ini dilakukan sang Ayah sebagai jaminan kesetiaannya kepada kerajaan Turki Ustmani yang telah membantunya merebut tahta Wallachia dari tangan Janos Hunyadi. Selama di Turki, kakak beradik ini memeluk agama Islam, bahkan mereka juga sekolah di madrasah untuk belajar ilmu agama. Tak seperti adiknya yang tekun belajar, Dracula justru sering mencuri waktu untuk melihat eksekusi hukuman mati di alun-alun. Begitu senangnya dia melihat kepala-kepala tanpa badan dipancang di ujung tombak. Sampai-sampai sehari saja tidak ada hukuman mati, maka dia segera menangkap burung atau tikus, kemudian menyiksanya dengan tombak kecil sampai mati.

Dengan status muslimnya, Dracula mempunyai kesempatan belajar kemiliteran pada para prajurit Turki yang terkenal andal dalam berperang. Dalam waktu singkat dia bisa menguasai seni berperang Turki, bahkan melebihi prajurit Turki lainnya. Hal ini menarik perhatian Sultan Muhammad II ( di Eropa disebut Sultan Mehmed II). Hingga pada tahun 1448 M, menyusul kematian Ayah dan kakaknya, Mircea, yang dibunuh dalam kudeta yang diorganisir Janos Hunyadi, Kerajaan Turki mengirim Dracula untuk merebut Wallachia dari tangan salib Kerajaan Honggaria. Saat itu Dracula berusia 17 tahun.

Many Faces of Vlad Dracula

Aksi Biadab Dracula
Dengan bantuan Turki Dracula dapat merebut tahta Wallachia. Setelah itu, sebagian besar pasukan kembali ke Turki dengan menyisakan sebagian kecil di Wallachia. Tanpa pernah diduga, Dracula murtad dan berkhianat. Dia menyatakan memisahkan diri dari Turki. Para prajurit Turki yang tersisa di Wallachia ditangkapi. Setelah beberapa hari disekap di ruang bawah tanah, mereka diarak telanjang bulat menuju tempat eksekusi di pinggir kota. Di tempat ini seluruh sisa prajurit Turki dieksekusi dengan cara disula. Yakni dengan ditusuk duburnya dengan balok runcing sebesar lengan, kemudian dipancangkan di tengah lapangan.

Dua bulan kemudian Janos Hunyadi berhasil merebut tahta Wallachia dari tangan Dracula. Namun pada tahun 1456 hingga 1462 Dracula kembali berkuasa di Wallachia. Masa pemerintahannya kali ini adalah masa-masa teror yang sangat mengerikan. Yang menjadi korban aksi sadisnya bukan hanya umat Islam yang tinggal di Wallachia, tapi juga para tuan tanah dan rakyat Wallachia yang beragama Khatolik.

Di hari Paskah tahun 1459, Dracula mengumpulkan para bangsawan dan tuan tanah beserta keluarganya di sebuah gereja dalam sebuah jamuan makan. Setelah semuanya selesai makan, dia memerintahkan semua orang yang ada ditempat itu ditangkap. Para bangsawan yang terlibat pembunuhan ayah dan kakaknya dibunuh dengan cara disula. Sedang lainnya dijadikan budak pembangunan benteng untuk kepentingan darurat di kota Poenari, di tepi sungai Agres. Sejarawan Yunani, Chalcondyles, memperkirakan jumlah semua tahanan mencapai 300 kepala keluarga. Terdiri dari laki-laki dan perempuan, orang tua, bahkan anak-anak.

Aksi Dracula terhadap umat Islam di Wallachia jauh lebih sadis lagi. Selama masa kekuasaannya, tak kurang dari 300 ribu umat Islam dibantainya. Berikut sejumlah peristiwa yang digunakan Dracula sebagai ajang pembantaian umat Islam:

Pembataian terhadap prajurit Turki di ibu kota Wallachia, Tirgoviste. Ini terjadi pada awal kedatangannya di sana, setelah mengumumkan perlawanannya terhadap Turki.

Hutan Mayat yang Tersula
Pada 1456, Dracula membakar hidup-hidup 400 pemuda Turki yang sedang menimba ilmu pengetahuan di Wallachia. Mereka ditangkapi dan ditelanjangi, lalu diarak keliling kota yang akhirnya masukkan ke dalam sebuah aula. Aula tersebut lalu dibakar dengan ratusan pemuda Turki di dalamnya.

Aksi brutal lainnya, adalah pembakaran para petani dan fakir miskin Muslim Wallachia pada acara penobatan kekuasaannya. Para petani dan fakir miskin ini dikumpulkan dalam jamuan makan malam di salah satu ruangan istana. Tanpa sadar mereka dikunci dari luar, kemudian ruangan itu dibakar.

Dendam Dracula terhadap Turki dan Islam semakin menjadi. Untuk menyambut hari peringatan St. Bartholome, 1459, dia memerintahkan pasukannya untuk menangkapi para pedagang Turki yang ada di Wallachia. Dalam waktu sebulan terkumpullah 30 ribu pedagang Turki beserta keluarganya. Para pedagang yang ditawan ditelanjangi lalu digiring menuju lapangan penyulaan. Lalu mereka disula satu persatu.

Aksi kejam lainnya adalah dengan menyebar virus penyakit mematikan ke wilayah-wilayah yang didiami kaum Muslimin. Dia juga memerintahkan pasukannya meracuni Sungai Danube. Ini adalah taktik Dracula untuk membunuh pasukan Turki yang membangun kubu pertahanan di selatan Sungai Danube.

Pada 1462 M, Sultan Turki, Muhammad II mengirim 60 ribu pasukan untuk menangkap Dracula hidup atau mati. Pemimpin pasukan adalah Radu, adik kandung Dracula. Mengetahui rencana serangan ini, Dracula menyiapkan aksi terkejamnya untuk menyambut pasukan Turki.

Sepekan sebelum penyerangan, dia memerintahkan pasukannya untuk memburu seluruh umat Islam yang tersisa di wilayahnya. Terkumpullah 20 ribu umat Islam yang terdiri dari pasukan Turki yang tertawan, para petani, dan rakyat lainnya. Selama empat hari mereka digiring dengan telanjang bulat dari Tirgoviste menuju tepi Sungai Danube. Dua hari sebelum pertempuran, para tawanan disula secara masal di sebuah tanah lapang. Mayat-mayat tersula tersebut kemudian diseret menuju tepi sungai. Lalu dipancang di kiri dan kanan jalan, yang membentang sejauh 10 km untuk menyambut pasukan Turki.

Pemandangan mengerikan ini hampir membuat pasukan Turki turun mental. Namun semangat mereka kembali bangkit saat melihat sang Sultan begitu berani menerjang musuh. Mereka terus merangsek maju, mendesak pasukan Dracula melewati Tirgoviste hingga ke Benteng Poenari.

Pasukan Turki yang dipimpin Radu berhasil mengepung Benteng Poenari. Merasa terdesak, isteri Dracula memilih bunuh diri dengan terjun dari salah satu menara benteng. Sedang Dracula melarikan diri ke Honggaria melalui lorong rahasia. Hingga tahun 1475 M Wallachia dikuasai oleh Kerajaan Turki, sebelum akhirnya direbut kembali oleh Dracula yang disokong pasukan salib dari Transylvania dan Moldavia.

Dracula tewas dalam pertempuran melawan pasukan Turki pimpinan Sultan Muhammad II di tepi Danau Snagov, pada Desember 1476. Kepala Dracula dipenggal, kemudian dibawa ke Konstantinopel untuk dipertunjukkan kepada rakyat Turki. Sedang badannya dikuburkan di Biara Snagov oleh para biarawan.

Selain melalui cerita turun-temurun rakyat Rumania, bukti-bukti sejarah terkait riwayat kelam Drakula juga tercatat dengan baik di sejumlah pamflet yang beredar di Jerman dan Rusia
jadilah_Bijaksana
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 148
Joined: Sat Oct 17, 2009 9:31 pm

Re: Bukti yang Brutal adalah Kafir's

Postby Jarum_Kudus » Thu Dec 10, 2009 3:38 am

Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib itu segera membantai dan menghabis umat Islam Spanyol tanpa belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana.

Tentara Muslim = Muslim Berber → menjajah Spanyol selama lebih dari 700 tahun:
Jihad vs SPANYOL 710-1492M
bagian-6-jihad-vs-spanyol-710-1492m-t2677/

Sukurin lo mampus dihajar habis oleh penduduk dan tentara Spanyol. Makanya jangan berani2 menjajah tanah kafir kalo gak mau dimampusin.

Indonesia sudah 500 tahun dijajah Islam. Penduduk Indonesia dulu adalah kafir semua. Muslim masuk dan memporak-porandakan tanah air kita. Sudah waktunya kafirun dan murtadun bangkit melawan Islam dan menyadarkan Muslim Indonesia tentang kebusukan Islam!!
User avatar
Jarum_Kudus
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1711
Images: 417
Joined: Tue Feb 28, 2006 9:49 am

Re: Bukti yang Brutal adalah Kafir's

Postby jadilah_Bijaksana » Thu Dec 10, 2009 3:40 am

Pesan Pemimpin Besar Revolusi Islam Menyusul Pembantaian Sadis Warga Palestina di Gaza
Monday, 05 January 2009

Bismillahirrahmanirrahim
Innalillahi wa Inna ilahi raji'un

Kejahatan besar yang dilakukan Rezim Zionis Israel di Gaza dan pembantaian ratusan warga; laki-laki, perempuan, dan anak-anak yang tertindas, sekali lagi menunjukkan wajah bengis serigala-serigala zionis yang haus darah dan membuka kedoknya yang selama bertahun-tahun tersembunyi di balik tabir kedustaan. Kejahatan ini sekaligus menjadi peringatan bagi mereka yang lalai dan para pencari ‘damai', akan bahaya besar dari kehadiran kelompok kafir harbi ini di jantung negeri umat Islam. Duka yang ditimbulkan oleh pembantaian sadis ini sangat memukul hati setiap insan Muslim, bahkan menyentak siapa saja yang memiliki hati nurani dan kehormatan, di manapun dia berada. Akan tetapi duka yang lebih besar dari itu adalah sikap bungkam bernuansa dorongan yang ditunjukkan oleh sejumlah rezim Arab dan yang mengaku menjadi bagian dari dunia Islam. Bukankah para penguasa negeri-negeri Muslim sepatutnya membela warga Gaza yang tertindas dan berhadap-hadapan dengan rezim perampas, kafir dan agresor, bukan malah menunjukkan sikap yang membuat para pejabat zionis menyebut mereka sebagai pihak yang setuju dengan kejahatan besar itu. Adakah petaka yang lebih besar dari ini?

Jawaban apa yang bakal diberikan kelak oleh para penguasa negara-negara itu ketika mereka berhadapan dengan Rasulullah SAW? Jawaban apakah yang bisa mereka berikan kepada rakyat mereka sendiri yang sudah pasti tengah berkabung atas terjadinya tragedi ini? Sudah pasti hati rakyat Mesir, Jordania dan negara-negara Islam tengah terpanggang menyaksikan pembantaian besar terhadap warga Gaza yang sebelum ini telah mengalami blokade berkepanjangan tanpa adanya suplai makanan dan obat-obatan.

Pemerintahan Bush yang telah melakukan banyak kejahatan, di hari-hari akhir kekuasaannya yang penuh cela kian menenggelamkan rezim Amerika Serikat ke dalam nista dengan keterlibatannya dalam pembantaian ini. Peristiwa Gaza semakin mempertebal berkas kejahatan perang pemerintahan Bush. Rezim-rezim Eropa kembali membuktikan kebohongan klaim-klaim mereka tentang Hak Asasi Manusia dengan sikapnya yang tak peduli bahkan mendukung terjadinya pembantaian besar ini. Sekali lagi mereka membuktikan bahwa mereka berada di barisan front yang memusuhi Islam dan umat Muslim.

Kini pertanyaan yang saya ajukan kepada para ulama dan para rohaniawan di dunia Arab, juga kepada para pemimpin di negeri manapun, bukankah kini telah tiba saatnya bagi Islam dan umat Muslim untuk merasakan adanya ancaman? Bukankah kini telah tiba saatnya bagi kalian untuk melaksanakan kewajiban mencegah kemungkaran dan menyampaikan kebenaran di hadapan penguasa yang zalim?

Adakah medan peristiwa lain yang lebih nampak jelas di depan mata ketimbang Gaza dan Palestina yang memperlihatkan kerjasama kaum kafir harbi dengan para munafik di tengah umat dalam aksi menumpas kaum muslimin, sehingga kalian baru merasa adanya kewajiban di pundak kalian?

Pertanyaan saya kepada media massa dan para cendekiawan di dunia Islam, khususnya di dunia Arab, kapan kalian akan mengakhiri sikap tak peduli terhadap kewajiban yang kalian pikul sebagai insan media dan kalangan cendekia? Adakah cela yang lebih besar bagi lembaga-lembaga Hak Asasi Manusia di Barat dan lembaga yang disebut Dewan Keamanan PBB dari apa yang ada saat ini?

Semua mujahid Palestina dan semua insan mukmin di dunia Islam wajib melakukan apa saja yang bisa mereka lakukan untuk membela perempuan, anak-anak dan warga yang lemah di Gaza. Siapa saja yang terbunuh dalam menjalankan tugas mulia dan suci ini berarti dia mati syahid, dan semoga dia dibangkitkan kelak bersama para syuhada Badr dan Uhud yang berjuang bersama Rasulullah SAW.

Organisasi Konferensi Islam (OKI) harus melaksanakan tugas dan kewajibannya pada situasi yang genting dan bersejarah ini. Organisasi ini hendaknya membentuk satu barisan bersama yang tegas dan tak reaktif dalam menghadapi rezim zionis Israel. Rezim Zionis harus dihukum oleh negara-negara Islam. Para pemimpin rezim pendudukan itu harus diseret ke pengadilan untuk diadili dan dihukum karena kejahatan ini dan karena aksi blokade berkepanjangan yang mereka lakukan.

Bangsa-bangsa Muslim bisa mewujudkan harapan itu dengan tekad mereka yang kuat. Tugas yang diemban oleh para politisi, ulama dan kaum cendekiawan pada masa yang genting ini lebih besar.

Saya mengumumkan hari Senin sebagai hari berkabung umum untuk mengenang pembantaian sadis di Gaza dan menyeru kepada para pejabat negara untuk melaksanakan tugas mereka masing-masing terkait peristiwa yang menyayat hati ini.
jadilah_Bijaksana
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 148
Joined: Sat Oct 17, 2009 9:31 pm

Re: Bukti yang Brutal adalah Kafir's

Postby Jarum_Kudus » Thu Dec 10, 2009 3:41 am

jadilah_Bijaksana wrote:Nama aslinya Vlad Tepes (dibaca Tse-pesh). Dia lahir sekitar bulan Desember 1431 M di Benteng Sighisoara, Transylvania, Rumania. Ayahnya bernama Basarab (Vlad II), yang terkenal dengan sebutan Vlad Dracul, karena keanggotaannya dalam Orde Naga. Dalam bahasa Rumania, “Dracul” berarti naga. Sedangkan akhiran “ulea” artinya “anak dari”. Dari gabungan kedua kata itu, Vlad Tepes dipanggil dengan nama Vlad Draculea ( dalam bahasa Inggris dibaca Dracula), yang berarti anak dari sang naga.

Hidup Vlad Tepes si Drakula tukang bantai dan impale Muslim Turki!! Salahnya sendiri mengapa Turki terlebih dahulu menyerang Eropa!!

Image
Memang dibutuhkan Drakula untuk bisa membendung penjajahan Turki atas Rumania. Ribuan tentara Muslim Turki di-impale alias ditusuk sate idup2 biar mati pelan2. Sukurin loooh!!
Silakan klik:
Jihad vs Romania th 1350
User avatar
Jarum_Kudus
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1711
Images: 417
Joined: Tue Feb 28, 2006 9:49 am

Re: Bukti yang Brutal adalah Kafir's

Postby Jarum_Kudus » Thu Dec 10, 2009 3:42 am

jadilah_Bijaksana wrote:16 Otak Pembantaian Muslim di Poso

Yang duluan melakukan Jihad di Poso itu kan Muslim, sesuai dengan Sunah Nabi. Muslim yang ogah jihad mana bisa masuk surga?

Apapun penyebabnya, kerusuhan Poso menyebabkan trauma yang mendalam di kalangan orang-orang Muslim di Poso. Sejak kerusuhan itu ribuan ummat Islam menjadi pengungsi di negerinya sendiri.

Ini neeh (klik): Jihad di INDONESIA th 2000: Poso, Ambon & Jawa

Jafar Ingin MengIslamkan Indonesia
Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image
Image


Image
Nih, foto2 jihadis yang bangga telah banyak membunuh kafir. Ingin bersaing dengan nabinya dalam membunuhi kafir, rupanya.
Last edited by Jarum_Kudus on Thu Dec 10, 2009 3:45 am, edited 1 time in total.
User avatar
Jarum_Kudus
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1711
Images: 417
Joined: Tue Feb 28, 2006 9:49 am

Re: Bukti yang Brutal adalah Kafir's

Postby slowrock » Thu Dec 10, 2009 3:44 am

Jarum_Kudus wrote:Yang duluan melakukan Jihad di Poso itu kan Muslim, sesuai dengan Sunah Nabi. Muslim yang ogah jihad mana bisa masuk surga?


betul bos. yg dibantai para jihaders
slowrock
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 424
Joined: Tue May 06, 2008 2:21 am

Re: Bukti yang Brutal adalah Kafir's

Postby Jarum_Kudus » Thu Dec 10, 2009 3:46 am

jadilah_Bijaksana wrote:Pesan Pemimpin Besar Revolusi Islam Menyusul Pembantaian Sadis Warga Palestina di Gaza.

Maknya jangan berani2 menyerang Israel jika tidak mau dibantai balik. Gitu aja kok repot.
User avatar
Jarum_Kudus
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1711
Images: 417
Joined: Tue Feb 28, 2006 9:49 am

Re: Bukti yang Brutal adalah Kafir's

Postby slowrock » Thu Dec 10, 2009 3:46 am

jadilah_Bijaksana wrote:Aneh! berita yang luar biasa penting ini banyak luput dari perhatian
media


kebalik boss, nonmuslim pembunuh biasanya gak luput. kebrutalan muslim baru banyak disensor media karena editor nya juga mayoritas muslim kan?

@jarum_kudus: barusan ada tuh di detik.com, clan muslim filipina selatan yg anti pemerintah filipina dan pengen mendirikan negara islam di sana, bantai2 lagi.

orang counter attack, dibilang terrorist.
yg jelas2 terrorist (amrozi, atau kayak contoh mumbai), dibilang bukan islam sebenarnya.
slowrock
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 424
Joined: Tue May 06, 2008 2:21 am

Next

Return to Pembelaan Terhadap Islam



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users