. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Bukti-Bukti Al-Quran Adalah Kebohongan Muhammad

Kesalahan, ketidak ajaiban, dan ketidaksesuaian dengan ilmu pengetahuan.

Bukti-Bukti Al-Quran Adalah Kebohongan Muhammad

Postby KipKay » Wed Aug 18, 2010 10:15 pm

Bagi umat muslim Al-Quran merupakan mukjizat terbesar Muhammad. Umat Islam percaya bahwa Al-Qur'an merupakan puncak dan penutup wahyu Allah yang diperuntukkan bagi manusia, dan bagian dari rukun iman, yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, melalui perantaraan Malaikat Jibril. Dan sebagai wahyu pertama yang diterima oleh Rasulullah SAW adalah sebagaimana yang terdapat dalam surat Al-'Alaq ayat 1-5.

Mari kita lihat sejarah Al-Quran :

Al-Qur'an memberikan dorongan yang besar untuk mempelajari sejarah dengan secara adil, objektif dan tidak memihak. Dengan demikian tradisi sains Islam sepenuhnya mengambil inspirasi dari Al-Qur'an, sehingga umat Muslim mampu membuat sistematika penulisan sejarah yang lebih mendekati landasan penanggalan astronomis.

Al-Qur'an tidak turun sekaligus. Al-Qur'an turun secara berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Oleh para ulama membagi masa turun ini dibagi menjadi 2 periode, yaitu periode Mekkah dan periode Madinah. Periode Mekkah berlangsung selama 12 tahun masa kenabian Rasulullah SAW dan surat-surat yang turun pada waktu ini tergolong surat Makkiyyah. Sedangkan periode Madinah yang dimulai sejak peristiwa hijrah berlangsung selama 10 tahun dan surat yang turun pada kurun waktu ini disebut surat Madaniyah.


Penulisan (pencatatan dalam bentuk teks) Al-Qur'an sudah dimulai sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Kemudian transformasinya menjadi teks yang dijumpai saat ini selesai dilakukan pada zaman khalifah Utsman bin Affan.


Pada masa ketika Nabi Muhammad SAW masih hidup, terdapat beberapa orang yang ditunjuk untuk menuliskan Al Qur'an yakni Zaid bin Tsabit, Ali bin Abi Talib, Muawiyah bin Abu Sufyan dan Ubay bin Kaab. Sahabat yang lain juga kerap menuliskan wahyu tersebut walau tidak diperintahkan. Media penulisan yang digunakan saat itu berupa pelepah kurma, lempengan batu, daun lontar, kulit atau daun kayu, pelana, potongan tulang belulang binatang. Di samping itu banyak juga sahabat-sahabat langsung menghafalkan ayat-ayat Al-Qur'an setelah wahyu diturunkan.

Pada masa kekhalifahan Abu Bakar, terjadi beberapa pertempuran (dalam perang yang dikenal dengan nama perang Ridda) yang mengakibatkan tewasnya beberapa penghafal Al-Qur'an dalam jumlah yang signifikan. Umar bin Khattab yang saat itu merasa sangat khawatir akan keadaan tersebut lantas meminta kepada Abu Bakar untuk mengumpulkan seluruh tulisan Al-Qur'an yang saat itu tersebar di antara para sahabat. Abu Bakar lantas memerintahkan Zaid bin Tsabit sebagai koordinator pelaksaan tugas tersebut. Setelah pekerjaan tersebut selesai dan Al-Qur'an tersusun secara rapi dalam satu mushaf, hasilnya diserahkan kepada Abu Bakar. Abu Bakar menyimpan mushaf tersebut hingga wafatnya kemudian mushaf tersebut berpindah kepada Umar sebagai khalifah penerusnya, selanjutnya mushaf dipegang oleh anaknya yakni Hafsah yang juga istri Nabi Muhammad SAW.


Pada masa pemerintahan khalifah ke-3 yakni Utsman bin Affan, terdapat keragaman dalam cara pembacaan Al-Qur'an (qira'at) yang disebabkan oleh adanya perbedaan dialek (lahjah) antar suku yang berasal dari daerah berbeda-beda. Hal ini menimbulkan kekhawatiran Utsman sehingga ia mengambil kebijakan untuk membuat sebuah mushaf standar (menyalin mushaf yang dipegang Hafsah) yang ditulis dengan sebuah jenis penulisan yang baku. Standar tersebut, yang kemudian dikenal dengan istilah cara penulisan (rasam) Utsmani yang digunakan hingga saat ini. Bersamaan dengan standarisasi ini, seluruh mushaf yang berbeda dengan standar yang dihasilkan diperintahkan untuk dimusnahkan (dibakar). Dengan proses ini Utsman berhasil mencegah bahaya laten terjadinya perselisihan di antara umat Islam di masa depan dalam penulisan dan pembacaan Al-Qur'an.

Mengutip hadist riwayat Ibnu Abi Dawud dalam Al-Mashahif, dengan sanad yang shahih:

Suwaid bin Ghaflah berkata, "Ali mengatakan: Katakanlah segala yang baik tentang Utsman. Demi Allah, apa yang telah dilakukannya mengenai mushaf-mushaf Al Qur'an sudah atas persetujuan kami. Utsman berkata, 'Bagaimana pendapatmu tentang isu qira'at ini? Saya mendapat berita bahwa sebagian mereka mengatakan bahwa qira'atnya lebih baik dari qira'at orang lain. Ini hampir menjadi suatu kekufuran'. Kami berkata, 'Bagaimana pendapatmu?' Ia menjawab, 'Aku berpendapat agar umat bersatu pada satu mushaf, sehingga tidak terjadi lagi perpecahan dan perselisihan.' Kami berkata, 'Pendapatmu sangat baik'."

Menurut Syaikh Manna' Al-Qaththan dalam Mahabits fi 'Ulum Al Qur'an, keterangan ini menunjukkan bahwa apa yang dilakukan Utsman telah disepakati oleh para sahabat. Demikianlah selanjutnya Utsman mengirim utusan kepada Hafsah untuk meminjam mushaf Abu Bakar yang ada padanya. Lalu Utsman memanggil Zaid bin Tsabit Al-Anshari dan tiga orang Quraish, yaitu Abdullah bin Az-Zubair, Said bin Al-Ash dan Abdurrahman bin Al-Harits bin Hisyam. Ia memerintahkan mereka agar menyalin dan memperbanyak mushaf, dan jika ada perbedaan antara Zaid dengan ketiga orang Quraish tersebut, hendaklah ditulis dalam bahasa Quraish karena Al Qur'an turun dalam dialek bahasa mereka. Setelah mengembalikan lembaran-lembaran asli kepada Hafsah, ia mengirimkan tujuh buah mushaf, yaitu ke Mekkah, Syam, Yaman, Bahrain, Bashrah, Kufah, dan sebuah ditahan di Madinah (mushaf al-Imam).

Anda sudah melihat ada tulisan yang saya bold, Mari kita diskusikan :

1. Pada masa ketika Nabi Muhammad SAW masih hidup, terdapat beberapa orang yang ditunjuk untuk menuliskan Al Qur'an yakni Zaid bin Tsabit, Ali bin Abi Talib, Muawiyah bin Abu Sufyan dan Ubay bin Kaab. Sahabat yang lain juga kerap menuliskan wahyu tersebut walau tidak diperintahkan.

Jika begitu, Al-Quran itu tidak hanya dituliskan oleh Muhammad sendiri, Al-Quran bahkan ditulis oleh banyak orang. Jika begitu bukankah seharusnya yang digelarkan Nabi bukan hanya Muhammad sendiri, bisa juga Zaid bin Tsabit, Ali bin Abi Talib, Muawiyah bin Abu Sufyan dan Ubay bin Kaab bahkan sahabat2 Muhammad? Apakah Al-Quran masih merupakan mukjizat terbesar dari Muhammad. Pikirkan lagi.

2. Pada masa kekhalifahan Abu Bakar, terjadi beberapa pertempuran (dalam perang yang dikenal dengan nama perang Ridda) yang mengakibatkan tewasnya beberapa penghafal Al-Qur'an dalam jumlah yang signifikan. Umar bin Khattab yang saat itu merasa sangat khawatir akan keadaan tersebut lantas meminta kepada Abu Bakar untuk mengumpulkan seluruh tulisan Al-Qur'an yang saat itu tersebar di antara para sahabat. Abu Bakar lantas memerintahkan Zaid bin Tsabit sebagai koordinator pelaksaan tugas tersebut. Setelah pekerjaan tersebut selesai dan Al-Qur'an tersusun secara rapi dalam satu mushaf, hasilnya diserahkan kepada Abu Bakar. Abu Bakar menyimpan mushaf tersebut hingga wafatnya kemudian mushaf tersebut berpindah kepada Umar sebagai khalifah penerusnya, selanjutnya mushaf dipegang oleh anaknya yakni Hafsah yang juga istri Nabi Muhammad SAW.

Jika begitu, bukankah ada kemungkinan masih ada tulisan yang telat dikumpulkan atau bahkan sudah mati bersama penghafalnya? Dan jika begitu, masih beranikah umat Islam menyebut Al-Quran sebagai kitab yang paling lengkap dan paling sempurna?


3. Pada masa pemerintahan khalifah ke-3 yakni Utsman bin Affan, terdapat keragaman dalam cara pembacaan Al-Qur'an (qira'at) yang disebabkan oleh adanya perbedaan dialek (lahjah) antar suku yang berasal dari daerah berbeda-beda. Hal ini menimbulkan kekhawatiran Utsman sehingga ia mengambil kebijakan untuk membuat sebuah mushaf standar (menyalin mushaf yang dipegang Hafsah) yang ditulis dengan sebuah jenis penulisan yang baku.

Standarisasi Al-Quran? Bukankah kata umat Islam, Al-Quran merupakan kitab langsung dari Allah ke tangan Muhammad? Jika mengalami standarisasi itu berarti Al-Quran juga karangan manusia bukan? Jika mengalami standarisasi dan penulisan yang baku, tidak menepis kemungkinan isi dalam Al-Quran juga dapat berubah bukan?
KipKay
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 18
Joined: Wed Aug 18, 2010 9:49 pm

Re: Bukti-Bukti Al-Quran Adalah Kebohongan Muhammad

Postby KipKay » Wed Aug 18, 2010 10:35 pm

Mari kita lihat sejarah Muhammad :

Para penulis sirah (biografi) Muhammad pada umumnya sepakat bahwa ia lahir di Tahun Gajah, yaitu tahun 570 M. Muhammad lahir di kota Mekkah, di bagian Selatan Jazirah Arab, suatu tempat yang ketika itu merupakan daerah paling terbelakang di dunia, jauh dari pusat perdagangan, seni, maupun ilmu pengetahuan. Ayahnya, Abdullah, meninggal dalam perjalanan dagang di Yatsrib, ketika Muhammad masih dalam kandungan. Ia meninggalkan harta lima ekor unta, sekawanan biri-biri dan seorang budak perempuan bernama Ummu Aiman yang kemudian mengasuh Nabi

Pada saat Muhammad berusia enam tahun, ibunya Aminah binti Wahab mengajaknya ke Yatsrib (Madinah) untuk mengunjungi keluarganya serta mengunjungi makam ayahnya. Namun dalam perjalanan pulang, ibunya jatuh sakit. Setelah beberapa hari, Aminah meninggal dunia di Abwa' yang terletak tidak jauh dari Yatsrib, dan dikuburkan di sana.Setelah ibunya meninggal, Muhammad dijaga oleh kakeknya, 'Abd al-Muththalib. Setelah kakeknya meninggal, ia dijaga oleh pamannya, Abu Thalib. Ketika inilah ia diminta menggembala kambing-kambingnya disekitar Mekkah dan kerap menemani pamannya dalam urusan dagangnya ke negeri Syam (Suriah, Libanon dan Palestina).

Hampir semua ahli hadits dan sejarawan sepakat bahwa Muhammad lahir di bulan Rabiulawal, kendati mereka berbeda pendapat tentang tanggalnya. Di kalangan Syi'ah, sesuai dengan arahan para Imam yang merupakan keturunan langsung Muhammad, menyatakan bahwa ia lahir pada hari Jumat, 17 Rabiulawal; sedangkan kalangan Sunni percaya bahwa ia lahir pada hari Senin, 12 Rabiulawal atau (2 Agustus 570M).
Berkenalan dengan Khadijah

Ketika Muhammad mencapai usia remaja dan berkembang menjadi seorang yang dewasa, ia mulai mempelajari ilmu bela diri dan memanah, begitupula dengan ilmu untuk menambah keterampilannya dalam berdagang. Perdagangan menjadi hal yang umum dilakukan dan dianggap sebagai salah satu pendapatan yang stabil. Muhammad menemani pamannya berdagang ke arah Utara dan secepatnya tentang kejujuran dan sifat dapat dipercaya Muhammad dalam membawa bisnis perdagangan telah meluas, membuatnya dipercaya sebagai agen penjual perantara barang dagangan penduduk Mekkah.

Seseorang yang telah mendengar tentang anak muda yang sangat dipercaya dengan adalah seorang janda yang bernama Khadijah. Ia adalah seseorang yang memiliki status tinggi di suku Arab dan Khadijah sering pula mengirim barang dagangan ke berbagai pelosok daerah di tanah Arab. Reputasi Muhammad membuatnya terpesona sehingga membuat Khadijah memintanya untuk membawa serta barang-barang dagangannya dalam perdagangan. Muhammad dijanjikan olehnya akan dibayar dua kali lipat dan Khadijah sangat terkesan dengan sekembalinya Muhammad dengan keuntungan yang lebih dari biasanya.

Akhirnya, Muhammad pun jatuh cinta kepada Khadijah kemudian mereka menikah. Pada saat itu Muhammad berusia 25 tahun sedangkan Khadijah mendekati umur 40 tahun, tetapi ia masih memiliki kecantikan yang menawan. Perbedaan umur yang sangat jauh dan status janda yang dimiliki oleh Khadijah, tidak menjadi halangan bagi mereka, karena pada saat itu suku Quraisy memiliki adat dan budaya yang lebih menekankan perkawinan dengan gadis ketimbang janda. Walaupun harta kekayaan mereka semakin bertambah, Muhammad tetap sebagai orang yang memiliki gaya hidup sederhana, ia lebih memilih untuk mendistribusikan keuangannya kepada hal-hal yang lebih penting.
Memperoleh gelar

Ketika Muhammad berumur 35 tahun, ia bersatu dengan orang-orang Quraisy dalam perbaikan Ka'bah. Ia pula yang memberi keputusan di antara mereka tentang peletakan Hajar al-Aswad di tempatnya. Saat itu ia sangat masyhur di antara kaumnya dengan sifat-sifatnya yang terpuji. Kaumnya sangat mencintainya, hingga akhirnya ia memperoleh gelar Al-Amin yang artinya Orang yang dapat Dipercaya.

Diriwayatkan pula bahwa Muhammad percaya sepenuhnya dengan ke-Esaan Tuhan. Ia hidup dengan cara amat sederhana dan membenci sifat-sifat angkuh dan sombong. Ia menyayangi orang-orang miskin, para janda dan anak-anak yatim serta berbagi penderitaan dengan berusaha menolong mereka. Ia juga menghindari semua kejahatan yang biasa di kalangan bangsa Arab pada masa itu seperti berjudi, meminum minuman keras, berkelakuan kasar dan lain-lain, sehingga ia dikenal sebagai As-Saadiq yang memiliki arti Yang Benar.

Muhammad dilahirkan di tengah-tengah masyarakat terbelakang yang senang dengan kekerasan dan pertempuran dan menjelang usianya yang ke-40, ia sering menyendiri ke Gua Hira' sebuah gua bukit sekitar 6 km sebelah timur kota Mekkah, yang kemudian dikenali sebagai Jabal An Nur. Ia bisa berhari-hari bertafakur dan beribadah disana dan sikapnya itu dianggap sangat bertentangan dengan kebudayaan Arab pada zaman tersebut dan di sinilah ia sering berpikir dengan mendalam, memohon kepada Allah supaya memusnahkan kekafiran dan kebodohan.

Pada suatu malam sekitar tanggal 17 Ramadhan/ 6 Agustus 611, ketika Muhammad sedang bertafakur di Gua Hira', Malaikat Jibril mendatanginya. Jibril membangkitkannya dan menyampaikan wahyu Allah di telinganya. Ia diminta membaca. Ia menjawab, "Saya tidak bisa membaca". Jibril mengulangi tiga kali meminta agar Muhammad membaca, tetapi jawabannya tetap sama. Akhirnya, Jibril berkata:
“ Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Maha Pemurah, yang mengajar manusia dengan perantaraan (menulis, membaca). Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.(Al-Alaq 96: 1-5) ”

Ini merupakan wahyu pertama yang diterima oleh Muhammad. Ketika itu ia berusia 40 tahun 6 bulan 8 hari menurut perhitungan tahun kamariah (penanggalan berdasarkan bulan), atau 39 tahun 3 bulan 8 hari menurut perhitungan tahun syamsiah (penanggalan berdasarkan matahari). Setelah pengalaman luar biasa di Gua Hira tersebut, dengan rasa ketakutan dan cemas Muhammad pulang ke rumah dan berseru pada Khadijah untuk menyelimutinya, karena ia merasakan suhu tubuhnya panas dan dingin secara bergantian. Setelah hal itu lewat, ia menceritakan pengalamannya kepada sang istri.

Untuk lebih menenangkan hati suaminya, Khadijah mengajak Muhammad mendatangi saudara sepupunya, yaitu Waraqah bin Naufal, yang banyak mengetahui nubuat tentang nabi terakhir dari kitab-kitab suci Kristen dan Yahudi. Mendengar cerita yang dialami Muhammad, Waraqah pun berkata, bahwa ia telah dipilih oleh Tuhan menjadi seorang nabi. Kemudian Waraqah menyebutkan bahwa An-Nâmûs al-Akbar (Malaikat Jibril) telah datang kepadanya, kaumnya akan mengatakan bahwa ia seorang penipu, mereka akan memusuhi dan melawannya.

Wahyu turun kepadanya secara berangsur-angsur dalam jangka waktu 23 tahun. Wahyu tersebut telah diturunkan menurut urutan yang diberikan Muhammad, dan dikumpulkan dalam kitab bernama Al Mushaf yang juga dinamakan Al- Qurʾān (bacaan). Kebanyakan ayat-ayatnya mempunyai arti yang jelas, sedangkan sebagiannya diterjemahkan dan dihubungkan dengan ayat-ayat yang lain. Sebagian ayat-ayat adapula yang diterjemahkan oleh Muhammad sendiri melalui percakapan, tindakan dan persetujuannya, yang terkenal dengan nama As-Sunnah. Al-Quran dan As-Sunnah digabungkan bersama merupakan panduan dan cara hidup bagi "mereka yang menyerahkan diri kepada Allah", yaitu penganut agama Islam.
Mendapatkan pengikut
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: As-Sabiqun al-Awwalun

Selama tiga tahun pertama, Muhammad hanya menyebarkan agama terbatas kepada teman-teman dekat dan kerabatnya. Kebanyakan dari mereka yang percaya dan meyakini ajaran Muhammad adalah para anggota keluarganya serta golongan masyarakat awam, antara lain Khadijah, Ali, Zaid bin Haritsah dan Bilal. Namun pada awal tahun 613, Muhammad mengumumkan secara terbuka agama Islam. Banyak tokoh-tokoh bangsa Arab seperti Abu Bakar, Utsman bin Affan, Zubair bin Al Awwam, Abdul Rahman bin Auf, Ubaidah bin Harits, Amr bin Nufail masuk Islam dan bergabung membela Muhammad. Kesemua pemeluk Islam pertama itu disebut dengan As-Sabiqun al-Awwalun.

Akibat halangan dari masyarakat jahiliyyah di Mekkah, sebagian orang Islam disiksa, dianiaya, disingkirkan dan diasingkan. Penyiksaan yang dialami hampir seluruh pengikutnya membuat lahirnya ide berhijrah (pindah) ke Habsyah. Negus, raja Habsyah, memperbolehkan orang-orang Islam berhijrah ke negaranya dan melindungi mereka dari tekanan penguasa di Mekkah. Muhammad sendiri, pada tahun 622 hijrah ke Madinah, kota yang berjarak sekitar 200 mil (320 km) di sebelah Utara Mekkah.

Ok, Mari kita diskusikan :

1. Muhammad tidak bisa membaca
Orang yang tidak bisa membaca sudah pasti tidak bisa menulis. Jadi tidak ada kemungkinan bahwa Muhammad menulis Al-Quran.

2. Muhammad diangkat sebagai nabi oleh Waraqah bin Naufal sepupu istrinya sendiri.
Muhammad diangkat sebagai nabi oleh sepupu istrinya sendiri, bukan Allah. Sedangkan Waraqah bin Naufal mengacu kepada kitab kristen/yahudi? Pada zaman itu hubungan kristen dengan bangsa arab tidaklah akrab. Demi mengagungkan Muhammad, maka diambillah tafsiran dari kitab kristen tentang nabi terakhir dan penutup.
Asal kita tahu, alkitab tidak boleh ditafsirkan oleh sembarang orang. Waraqah bin Naufal bukanlah seorang kristen tetapi ia langsung menafsirkan itu. Bukankah itu merupakan sesat? Logikanya adalah tafsiran yg salah adalah sesat, Waraqah bin Naufal?

3. Muhammad adalah seorang pedagang.
Perdagangan, anda bisa bertemu dengan orang dengan kepribadian yang bermacam-macam. Dalam perdagangan anda bisa menukar ilmu dengan para pedagang lain dalam zaman Muhammad. Zaman perdagangan itu, Muhammad tentu bertemu dengan berbagai macam orang dengan berbagai macam pengetahuan. Jadi, tidak menutup kemungkinan bahwa Muhammad juga mempunyai pengetahuan mengenai bangunan, astronomi, dsb.

4. Muhammad lahir dari sebuah tempat terbelakang.
Anda tahu, ketika masa kanak2, manusia sangat mudah terpengaruh dengan situasi lingkungannnya. Hal ini juga berpengaruh kepada Muhammad. Muhammad juga merupakan orang yang demikian. Jika anda melihat karya Muhammad, Apa yang dapat dimuliakan?
Membunuh, Merampok, Kawin dengan banyak istri, dll. Bahkan kawin dengan janda?
KipKay
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 18
Joined: Wed Aug 18, 2010 9:49 pm

Re: Bukti-Bukti Al-Quran Adalah Kebohongan Muhammad

Postby iamthewarlord » Wed Aug 25, 2010 10:50 am

Thanks bang Kipkay..
sambil menandai thead yg bagus ini.
User avatar
iamthewarlord
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4494
Images: 6
Joined: Sun Feb 08, 2009 11:07 pm
Location: “Ibadah lelaki akan diputus dengan lewatnya keledai, wanita dan anjing hitam.” Muhammad.

Re: Bukti-Bukti Al-Quran Adalah Kebohongan Muhammad

Postby shoeslover » Tue Aug 31, 2010 9:55 am

kok ngga ada satupun muslim yg datang ya?
User avatar
shoeslover
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 417
Joined: Tue May 22, 2007 11:12 pm
Location: Sarkem/Pasar Kembang

Re: Bukti-Bukti Al-Quran Adalah Kebohongan Muhammad

Postby sunni » Tue Sep 07, 2010 5:23 pm

ok saya jawab....

1.Rasulullah tidak bisa baca tulis sebelum ia dapat wahyu pertama di Gua hira, setelah itu tentu ia bisa baca tulis, menurut anda apa mungkin seseorang yg mempunyai pengaruh besar sampai ke seluruh dataran arab tidak bisa baca dan tulis.

dan Rasulullah itu menyampaikan wahyu di depan para sahabat lalu mereka menulis dan menghafal sendiri2, dan yg sering menulisnya itu muawiyah bin abu sufyan dan zaid bin tsabit. kemudian dibukukan di zamann kekhalifahan ustman bin affan.

2. Waraqah bin Naufal itu cuma bersaksi/membenarkan tentang kerasulan Muhammad SAW.
dan bahkan sebelum waraqah, saat Rasulullah masih kecil ia pernah di ajak Pamannya abu tholib berdagang ke negri syam, di tengah perjalanan mereka bertemu dengan seorang pendeta Yahudi (sebagian bilang pendeta nasrani) bernama buhairah. dan berkata kepada abu tholib untuk membawa kembali Rasullulah kecil pulang, karna buhaira melihat tanda tanda nabi akhir zaman pada diri Rasulullah. dan orang orang yahudi/ nasrani pasti akan membunuhnya.

3 ya tentu saja beliau punya pengetahuan sprti itu, karna dalam riwayat dikatakan Rasulullah itu pedagang yg ulung, jujur dan sederhana

4. kalau begitu apa membunuh seorang zalim semisal perampok itu salah, ada kemungkinan perampok akan membunuh kita kalau kita tidak bunuh lebih dulu.
lalu apa menikahi janda itu salah, apalagi janda itu mempunyai tanggungan yg banyak, dan rasulullah tidak semata mata menikah karena nafsu... pertanyaan anda ini terlalu di dramatisir tanpa ada referensi yg jelas, emang kapan Rasulullah ngerampok.???
User avatar
sunni
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 247
Joined: Sat Sep 04, 2010 4:16 pm

Re: Bukti-Bukti Al-Quran Adalah Kebohongan Muhammad

Postby Saif.Bahar » Tue Sep 07, 2010 6:38 pm

iamthewarlord wrote:Thanks bang Kipkay..
sambil menandai thead yg bagus ini.

hehehe...saya muslim mu'tazilah.

Soal muhamad n quran sih...?

Separuh dari muhamad bener separuhnya lagi salah.

N quran tdk mutlak krn dlm kebenaran sebanding dgn akal.

Kalau yesus...?cuma tokoh fiktif.

Kalau injil...?kalau quran saja tdk mutlak apalagi injil...Injil sama skali tdk brnilai di hadapan kami.

Hehehe...bgga bgt jadi muslim mu'tazilah.
Saif.Bahar
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1548
Joined: Thu Jul 29, 2010 7:41 pm

Re: Bukti-Bukti Al-Quran Adalah Kebohongan Muhammad

Postby pusing » Wed Sep 08, 2010 7:03 pm

KipKay wrote:Bagi umat muslim Al-Quran merupakan mukjizat terbesar Muhammad. Umat Islam percaya bahwa Al-Qur'an merupakan puncak dan penutup wahyu Allah yang diperuntukkan bagi manusia, dan bagian dari rukun iman, yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, melalui perantaraan Malaikat Jibril. Dan sebagai wahyu pertama yang diterima oleh Rasulullah SAW adalah sebagaimana yang terdapat dalam surat Al-'Alaq ayat 1-5.

Mari kita lihat sejarah Al-Quran :

Al-Qur'an memberikan dorongan yang besar untuk mempelajari sejarah dengan secara adil, objektif dan tidak memihak. Dengan demikian tradisi sains Islam sepenuhnya mengambil inspirasi dari Al-Qur'an, sehingga umat Muslim mampu membuat sistematika penulisan sejarah yang lebih mendekati landasan penanggalan astronomis.

Al-Qur'an tidak turun sekaligus. Al-Qur'an turun secara berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Oleh para ulama membagi masa turun ini dibagi menjadi 2 periode, yaitu periode Mekkah dan periode Madinah. Periode Mekkah berlangsung selama 12 tahun masa kenabian Rasulullah SAW dan surat-surat yang turun pada waktu ini tergolong surat Makkiyyah. Sedangkan periode Madinah yang dimulai sejak peristiwa hijrah berlangsung selama 10 tahun dan surat yang turun pada kurun waktu ini disebut surat Madaniyah.


Penulisan (pencatatan dalam bentuk teks) Al-Qur'an sudah dimulai sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Kemudian transformasinya menjadi teks yang dijumpai saat ini selesai dilakukan pada zaman khalifah Utsman bin Affan.


Pada masa ketika Nabi Muhammad SAW masih hidup, terdapat beberapa orang yang ditunjuk untuk menuliskan Al Qur'an yakni Zaid bin Tsabit, Ali bin Abi Talib, Muawiyah bin Abu Sufyan dan Ubay bin Kaab. Sahabat yang lain juga kerap menuliskan wahyu tersebut walau tidak diperintahkan. Media penulisan yang digunakan saat itu berupa pelepah kurma, lempengan batu, daun lontar, kulit atau daun kayu, pelana, potongan tulang belulang binatang. Di samping itu banyak juga sahabat-sahabat langsung menghafalkan ayat-ayat Al-Qur'an setelah wahyu diturunkan.

Pada masa kekhalifahan Abu Bakar, terjadi beberapa pertempuran (dalam perang yang dikenal dengan nama perang Ridda) yang mengakibatkan tewasnya beberapa penghafal Al-Qur'an dalam jumlah yang signifikan. Umar bin Khattab yang saat itu merasa sangat khawatir akan keadaan tersebut lantas meminta kepada Abu Bakar untuk mengumpulkan seluruh tulisan Al-Qur'an yang saat itu tersebar di antara para sahabat. Abu Bakar lantas memerintahkan Zaid bin Tsabit sebagai koordinator pelaksaan tugas tersebut. Setelah pekerjaan tersebut selesai dan Al-Qur'an tersusun secara rapi dalam satu mushaf, hasilnya diserahkan kepada Abu Bakar. Abu Bakar menyimpan mushaf tersebut hingga wafatnya kemudian mushaf tersebut berpindah kepada Umar sebagai khalifah penerusnya, selanjutnya mushaf dipegang oleh anaknya yakni Hafsah yang juga istri Nabi Muhammad SAW.


Pada masa pemerintahan khalifah ke-3 yakni Utsman bin Affan, terdapat keragaman dalam cara pembacaan Al-Qur'an (qira'at) yang disebabkan oleh adanya perbedaan dialek (lahjah) antar suku yang berasal dari daerah berbeda-beda. Hal ini menimbulkan kekhawatiran Utsman sehingga ia mengambil kebijakan untuk membuat sebuah mushaf standar (menyalin mushaf yang dipegang Hafsah) yang ditulis dengan sebuah jenis penulisan yang baku. Standar tersebut, yang kemudian dikenal dengan istilah cara penulisan (rasam) Utsmani yang digunakan hingga saat ini. Bersamaan dengan standarisasi ini, seluruh mushaf yang berbeda dengan standar yang dihasilkan diperintahkan untuk dimusnahkan (dibakar). Dengan proses ini Utsman berhasil mencegah bahaya laten terjadinya perselisihan di antara umat Islam di masa depan dalam penulisan dan pembacaan Al-Qur'an.

Mengutip hadist riwayat Ibnu Abi Dawud dalam Al-Mashahif, dengan sanad yang shahih:

Suwaid bin Ghaflah berkata, "Ali mengatakan: Katakanlah segala yang baik tentang Utsman. Demi Allah, apa yang telah dilakukannya mengenai mushaf-mushaf Al Qur'an sudah atas persetujuan kami. Utsman berkata, 'Bagaimana pendapatmu tentang isu qira'at ini? Saya mendapat berita bahwa sebagian mereka mengatakan bahwa qira'atnya lebih baik dari qira'at orang lain. Ini hampir menjadi suatu kekufuran'. Kami berkata, 'Bagaimana pendapatmu?' Ia menjawab, 'Aku berpendapat agar umat bersatu pada satu mushaf, sehingga tidak terjadi lagi perpecahan dan perselisihan.' Kami berkata, 'Pendapatmu sangat baik'."

Menurut Syaikh Manna' Al-Qaththan dalam Mahabits fi 'Ulum Al Qur'an, keterangan ini menunjukkan bahwa apa yang dilakukan Utsman telah disepakati oleh para sahabat. Demikianlah selanjutnya Utsman mengirim utusan kepada Hafsah untuk meminjam mushaf Abu Bakar yang ada padanya. Lalu Utsman memanggil Zaid bin Tsabit Al-Anshari dan tiga orang Quraish, yaitu Abdullah bin Az-Zubair, Said bin Al-Ash dan Abdurrahman bin Al-Harits bin Hisyam. Ia memerintahkan mereka agar menyalin dan memperbanyak mushaf, dan jika ada perbedaan antara Zaid dengan ketiga orang Quraish tersebut, hendaklah ditulis dalam bahasa Quraish karena Al Qur'an turun dalam dialek bahasa mereka. Setelah mengembalikan lembaran-lembaran asli kepada Hafsah, ia mengirimkan tujuh buah mushaf, yaitu ke Mekkah, Syam, Yaman, Bahrain, Bashrah, Kufah, dan sebuah ditahan di Madinah (mushaf al-Imam).

Anda sudah melihat ada tulisan yang saya bold, Mari kita diskusikan :

1. Pada masa ketika Nabi Muhammad SAW masih hidup, terdapat beberapa orang yang ditunjuk untuk menuliskan Al Qur'an yakni Zaid bin Tsabit, Ali bin Abi Talib, Muawiyah bin Abu Sufyan dan Ubay bin Kaab. Sahabat yang lain juga kerap menuliskan wahyu tersebut walau tidak diperintahkan.

Jika begitu, Al-Quran itu tidak hanya dituliskan oleh Muhammad sendiri, Al-Quran bahkan ditulis oleh banyak orang. Jika begitu bukankah seharusnya yang digelarkan Nabi bukan hanya Muhammad sendiri, bisa juga Zaid bin Tsabit, Ali bin Abi Talib, Muawiyah bin Abu Sufyan dan Ubay bin Kaab bahkan sahabat2 Muhammad? Apakah Al-Quran masih merupakan mukjizat terbesar dari Muhammad. Pikirkan lagi.

2. Pada masa kekhalifahan Abu Bakar, terjadi beberapa pertempuran (dalam perang yang dikenal dengan nama perang Ridda) yang mengakibatkan tewasnya beberapa penghafal Al-Qur'an dalam jumlah yang signifikan. Umar bin Khattab yang saat itu merasa sangat khawatir akan keadaan tersebut lantas meminta kepada Abu Bakar untuk mengumpulkan seluruh tulisan Al-Qur'an yang saat itu tersebar di antara para sahabat. Abu Bakar lantas memerintahkan Zaid bin Tsabit sebagai koordinator pelaksaan tugas tersebut. Setelah pekerjaan tersebut selesai dan Al-Qur'an tersusun secara rapi dalam satu mushaf, hasilnya diserahkan kepada Abu Bakar. Abu Bakar menyimpan mushaf tersebut hingga wafatnya kemudian mushaf tersebut berpindah kepada Umar sebagai khalifah penerusnya, selanjutnya mushaf dipegang oleh anaknya yakni Hafsah yang juga istri Nabi Muhammad SAW.

Jika begitu, bukankah ada kemungkinan masih ada tulisan yang telat dikumpulkan atau bahkan sudah mati bersama penghafalnya? Dan jika begitu, masih beranikah umat Islam menyebut Al-Quran sebagai kitab yang paling lengkap dan paling sempurna?


3. Pada masa pemerintahan khalifah ke-3 yakni Utsman bin Affan, terdapat keragaman dalam cara pembacaan Al-Qur'an (qira'at) yang disebabkan oleh adanya perbedaan dialek (lahjah) antar suku yang berasal dari daerah berbeda-beda. Hal ini menimbulkan kekhawatiran Utsman sehingga ia mengambil kebijakan untuk membuat sebuah mushaf standar (menyalin mushaf yang dipegang Hafsah) yang ditulis dengan sebuah jenis penulisan yang baku.

Standarisasi Al-Quran? Bukankah kata umat Islam, Al-Quran merupakan kitab langsung dari Allah ke tangan Muhammad? Jika mengalami standarisasi itu berarti Al-Quran juga karangan manusia bukan? Jika mengalami standarisasi dan penulisan yang baku, tidak menepis kemungkinan isi dalam Al-Quran juga dapat berubah bukan?

Point POint pertanyaan yg saya perbesar yg anda ajukan sama sekali tidak menunjukkan bukti kebohongan alquran..itu hanya pertanyaan2 pancingan yg mengarahkan org lain agar menjadi bingung...didunia ILMIAH harus ada disiplin ilmu untuk menguji benar atau tidaknya suatu teori.terbukti anda tidak menggunakannya.hanya didunia plotonoisme sajalah ada praduga tetapi tidak ada bukti..sebaiknya anda belajar alquran dulu secara benar baru buktikan,disini jelas jelas anda tidak sanggup mengajukan ayat2 mana yang kata anada bohong.


NOTE BOOK:
1. JAngan asal ngomong kalo ilmu cuma secuil.
2.BELAJAR yang rajin yah! baru nanti anda ajak diolag saya.
3.Saya insyaAllah siap diajak dialog kalo cuma menghadapi satu org kafir seperti anda.
4.Jangan laaah membuat thread yang anda yakini salah atau benar tetapi anda tidak tau mana yang benar dan mana yg salah!
User avatar
pusing
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 648
Joined: Wed Sep 08, 2010 6:10 am

Re: Bukti-Bukti Al-Quran Adalah Kebohongan Muhammad

Postby APEL EMAS » Wed Sep 08, 2010 11:22 pm

"pusing"
Point POint pertanyaan yg saya perbesar yg anda ajukan sama sekali tidak menunjukkan bukti kebohongan alquran..itu hanya pertanyaan2 pancingan yg mengarahkan org lain agar menjadi bingung...didunia ILMIAH harus ada disiplin ilmu untuk menguji benar atau tidaknya suatu teori.terbukti anda tidak menggunakannya.hanya didunia plotonoisme sajalah ada praduga tetapi tidak ada bukti..sebaiknya anda belajar alquran dulu secara benar baru buktikan,disini jelas jelas anda tidak sanggup mengajukan ayat2 mana yang kata anada bohong.

NOTE BOOK:
1. JAngan asal ngomong kalo ilmu cuma secuil.
2.BELAJAR yang rajin yah! baru nanti anda ajak diolag saya.
3.Saya insyaAllah siap diajak dialog kalo cuma menghadapi satu org kafir seperti anda.
4.Jangan laaah membuat thread yang anda yakini salah atau benar tetapi anda tidak tau mana yang benar dan mana yg salah!

[/quote]

apakah bro "pusing" menutup mata...!!!! begitu terperincinya hal diatas...!!!! atau pura-pura membutakan otak dan akal sehat nya ya...!!!! seharus bro" pusing " menyanggah dengan jelas donk...!!! atau malas bacanya..??? :lol: :lol: kurang apalagi kami kafir membuktikan dan memberikan data data tentang kebohongan qoran kamu...!!!! mulai data sejarah koran dan nabimu MEMED sudah tuh...!!! ( teman seukuwah mu aja jarang kayak kami kafir disini mengetahui sejarah dan nabi nya sendiri bukan mengclaim sepihak loh :lol: :lol: :lol: )...!!!! :lol: :lol: :lol: ATAUKAH memang seperti tuduhan para kafir disini...???.kalian sudah membutakan akal sehat, fakta ilmiah dan otak...??? (sebab pola pikir muslim, qoran kalian selalu benar dan tidak perlu lagi di kritik)..??? [-X [-X [-X
User avatar
APEL EMAS
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 900
Joined: Wed Aug 25, 2010 11:42 am
Location: PIKIRAN JERNIH DAN AKAL SEHAT

Re: Bukti-Bukti Al-Quran Adalah Kebohongan Muhammad

Postby pusing » Thu Sep 09, 2010 1:40 am

Bagi saya sama sekali tidak terperinci alasannya:
1.Standart kebenarannya belum jelas menggunakan teori apa?
2.Anda belum mengajukan ayat2 mana saja yang mendukung semua yg anda ajukan,jadi belum menentu salah benarnya.
2.Judul thread dan rinciannya belum ada kesimpulannya dalam arti baru hanya bolak balik dari cerita ke praduga.
3.Saya sendiri belum menemukan bukti kebohongan alquran selama saya belajar alquran.
kalo boleh saya sarankan noh kaya bung hilman.ajukan ayat2 yg menurutnya salah,baru nanti saya ajukan dalil untuk meluruskan.Kalo begini mah kaya anak2 nakal yang ga mau belajar kerjaannya cuma maen doang.
User avatar
pusing
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 648
Joined: Wed Sep 08, 2010 6:10 am

Re: Bukti-Bukti Al-Quran Adalah Kebohongan Muhammad

Postby APEL EMAS » Thu Sep 09, 2010 2:43 am

pusing wrote:Bagi saya sama sekali tidak terperinci alasannya:
1.Standart kebenarannya belum jelas menggunakan teori apa?
2.Anda belum mengajukan ayat2 mana saja yang mendukung semua yg anda ajukan,jadi belum menentu salah benarnya.
2.Judul thread dan rinciannya belum ada kesimpulannya dalam arti baru hanya bolak balik dari cerita ke praduga.
3.Saya sendiri belum menemukan bukti kebohongan alquran selama saya belajar alquran.
kalo boleh saya sarankan noh kaya bung hilman.ajukan ayat2 yg menurutnya salah,baru nanti saya ajukan dalil untuk meluruskan.Kalo begini mah kaya anak2 nakal yang ga mau belajar kerjaannya cuma maen doang.



kasihan deh nih....!!! susah sekali sih mikirnya....!!!! ](*,) ](*,) ](*,) .....!!!! mengajukan ayat qoran (kayaknya pola pikir kamu kagak nyambung deh)..??? kita ini KAFIR disini menyatakan qoran itu cuma kebohongan dan karangan muhammad saja...??? yang nanya kamu belajar Qoran siapa..?? lagi pula siapa yang ngomong soal kelemahan ayat-ayat qoran di tread ini..?? bedakan pemahaman :

* bukti-bukti qoran adalah kebohongan muhammad ( di tinjau dari konsep lahirnya islam,penyebaran, sejarah perkembangannya = SEJARAH ISLAM)...!!!! ](*,) ](*,) ](*,)

* bukan mengenai ayat-ayat qoran yang salah (kalau soal ayat ayat qoran yang salah memang lebih baik kamu belajar ke Bung Hilman atau Murtad Mama)



atau tidak pernahkah 'bro pusing" mencoba mempelari sejarah agamanya sendiri..??? atau tidak pernah di ajarkan ustad-ustad kalian karna islam diajarkan dengan pedang dan kekerasan...???? bukan belajar ayat-ayat qoran nya loh....!!!! :goodman: :goodman:
User avatar
APEL EMAS
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 900
Joined: Wed Aug 25, 2010 11:42 am
Location: PIKIRAN JERNIH DAN AKAL SEHAT

Re: Bukti-Bukti Al-Quran Adalah Kebohongan Muhammad

Postby love_peaceful2 » Thu Sep 09, 2010 2:52 am

pusing wrote:Bagi saya sama sekali tidak terperinci alasannya:
1.Standart kebenarannya belum jelas menggunakan teori apa?


Statemen di bawah ini saya ralat menjadi:
1. Pada masa ketika Nabi Muhammad SAW masih hidup, terdapat beberapa orang yang ditunjuk untuk menuliskan Al Qur'an yakni Zaid bin Tsabit, Ali bin Abi Talib, Muawiyah bin Abu Sufyan dan Ubay bin Kaab. Sahabat yang lain juga kerap menuliskan wahyu tersebut walau tidak diperintahkan.


Jika begitu, Al-Quran itu tidak hanya dituliskan oleh Muhammad sendiri, Al-Quran bahkan ditulis oleh banyak orang. Jika begitu bukankah seharusnya yang digelarkan Nabi bukan hanya Muhammad sendiri, bisa juga Zaid bin Tsabit, Ali bin Abi Talib, Muawiyah bin Abu Sufyan dan Ubay bin Kaab bahkan sahabat2 Muhammad? Apakah Al-Quran masih merupakan mukjizat terbesar dari Muhammad. Pikirkan lagi.

menjadi:
1. Pada masa ketika Nabi Muhammad SAW masih hidup, terdapat beberapa orang yang ditunjuk untuk menuliskan Al Qur'an yakni Zaid bin Tsabit, Ali bin Abi Talib, Muawiyah bin Abu Sufyan dan Ubay bin Kaab. Sahabat yang lain juga kerap menuliskan wahyu tersebut walau tidak diperintahkan.

Jika begitu, Al-Quran itu tidak dituliskan oleh Muhammad sendiri, Al-Quran bahkan ditulis oleh banyak orang. Jika begitu bukankah seharusnya yang digelarkan Nabi bukan hanya Muhammad sendiri, bisa juga Zaid bin Tsabit, Ali bin Abi Talib, Muawiyah bin Abu Sufyan dan Ubay bin Kaab bahkan sahabat2 Muhammad? Apakah Al-Quran masih merupakan mukjizat terbesar dari Muhammad. Pikirkan lagi.


Tegasnya, krn Koran yg ada sekarang bukanlah hasil penulisan Moh, ttp hasil penulisan org lain yg konon katanya bersumber dari mulut Moh.. maka sangat diragukan Koran sebagai mukjizat terbesar Moh.

Nah, bung Pusing... teori terbaik apa disodorkan untuk membantah opini di atas??
User avatar
love_peaceful2
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1764
Joined: Fri May 09, 2008 2:01 pm
Location: Di Surga Islam, provokator para houris berontak dr perbudakan olloh w*s demi ego nabi sakit jiwa.

Re: Bukti-Bukti Al-Quran Adalah Kebohongan Muhammad

Postby HvD » Sat Sep 11, 2010 12:10 am

Maaf dalam hal ini saya hanya berusaha menjelaskan kepada anda (KipKay)

1. Q1: Jika begitu, Al-Quran itu tidak hanya dituliskan oleh Muhammad sendiri, Al-Quran bahkan ditulis oleh banyak orang. Jika begitu bukankah seharusnya yang digelarkan Nabi bukan hanya Muhammad sendiri, bisa juga Zaid bin Tsabit, Ali bin Abi Talib, Muawiyah bin Abu Sufyan dan Ubay bin Kaab bahkan sahabat2 Muhammad? Apakah Al-Quran masih merupakan mukjizat terbesar dari Muhammad. Pikirkan lagi.


A1: AL QUR'AN ditulis oleh sahabat2 Nabi bukan berarti langsung menunjukkan bahwa sahabat2 adalah Nabi.. Karena kadar kenabian Rasulullah adalah dinilai dari datangnya wahyu dari ALLAH melalui Malaikat Jibril.. Sedangkan masalah penulisan itu karena dalam islam kita diwajibkan dakwah atau syiar atau menyebarkan atau memberitahu kepada yang belum tahu agama islam atau tahu agama islam melalui orang-orang yang sudah menjudge Islam itu begini dan begitu..


2. Q2: Jika begitu, bukankah ada kemungkinan masih ada tulisan yang telat dikumpulkan atau bahkan sudah mati bersama penghafalnya? Dan jika begitu, masih beranikah umat Islam menyebut Al-Quran sebagai kitab yang paling lengkap dan paling sempurna?

A2: Ketahuilah bahwa ALLAH sudah menjamin bahwa AL QUR'AN tidak akan pernah ada yang dapat merubahnya sampai2 umat islam tidak tahu ada perubahan didalamnya.. ALLAH menjamin bahwa AL QUR'AN akan tetap abadi sampai kiamat.. Bergeraknya hati para sahabat untuk menyalin AL QUR'AN juga itu dari ALLAH.. Karena AL QUR'AN adalah kitab yang melengkapi dan membenarkan adanya Kitab2 sebelumnya (Taurat, Zabur, dan Injil).. Apakah anda sudah mempelajari kitab anda.? Dan jika anda berbicara tentang kemungkinan.. Ketahuilah setanlah yang mengajarkan kamu berandai-andai maka berlindunglah kamu kepada ALLAH dari godaan syaitan yang terkutuk...

3. Q3: Standarisasi Al-Quran? Bukankah kata umat Islam, Al-Quran merupakan kitab langsung dari Allah ke tangan Muhammad? Jika mengalami standarisasi itu berarti Al-Quran juga karangan manusia bukan? Jika mengalami standarisasi dan penulisan yang baku, tidak menepis kemungkinan isi dalam Al-Quran juga dapat berubah bukan?

A3: Standarisasi, anda pasti tahu apa itu standarisasi.. Yang dimaksud standarisasi disini adalah menyatukan bahasa.. Karena pada masa itu banyaknya penghafal.. Anda tahukan estafet kata dapat merubah suatu kalimat.. Contoh: Saya bilang ke anda kalimat A, maka anda akan bilang ke orang lain kalimat A dengan kalimat penambahan dan kalimat pengurangan maka kita sebut kalimat B.. Untuk itu AL QUR'AN itu ditulis.. Karena Nabi Muhammad hanyalah manusia yang akan adanya masa kematian.. Sedangkan Islam adalah rahmatan lil alamin (Keselamatan bagi seluruh alam)..


"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami lah kamu dikembalikan." (Q.S Al Anbiyaa: 35)


Dari Ibnu Abbas rodhiallohu ‘anhu bahwa Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika semua orang dibiarkan menuduh semaunya, niscaya akan ada banyak orang yang menuduh harta suatu kaum dan darahnya. Oleh karenanya, haruslah seseorang yang menuduh itu menunjukkan bukti-buktinya dan yang menolak wajib untuk bersumpah.” (Hadits hasan diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dan yang lainnya, sebagiannya terdapat dalam kitab Shahih)



Kenapa anda bilang "tidak" padahal anda tidak tahu apa itu "iya".. Cari dulu apa itu "iya" dan apa itu "tidak".. Baru anda ambil keputusan...
HvD
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 39
Joined: Fri Sep 10, 2010 10:39 pm

Re: Bukti-Bukti Al-Quran Adalah Kebohongan Muhammad

Postby APEL EMAS » Sat Sep 11, 2010 1:40 am

@ATAS :

peryataaan kamu udah di sanggah di forum ini...!!!! saya sarankan kalau anda masih baru...sebaiknya jalan-jalan dulu di forum ini...!!! supaya anda tidak di bilang nyampah di sini...!!! :goodman: :goodman: :goodman:
User avatar
APEL EMAS
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 900
Joined: Wed Aug 25, 2010 11:42 am
Location: PIKIRAN JERNIH DAN AKAL SEHAT

Re: Bukti-Bukti Al-Quran Adalah Kebohongan Muhammad

Postby labang » Sat Sep 11, 2010 11:03 pm

tabdain dulu ah
labang
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 510
Joined: Thu Aug 19, 2010 3:31 pm

Re: Bukti-Bukti Al-Quran Adalah Kebohongan Muhammad

Postby thomson1992 » Sun Sep 12, 2010 5:37 am

KEBENARAN ADA DIDEPAN MATA:
sekarang jangan maiin usik atau maki2an yah.
kita berpikir logika, dengan hati, iman sejati

Pertanyaan saya:
Apakah Muhammad bisa membaca?
Kenapa anda berpengetahuan kalo Muahmmad tidak bisa menulis?
bukti apa yang anda bisa tunjukkan ke saya dan netters yang lain?
tolong diskusikan.

Buat teman Saif.Bahar

komentar seperti anda tidak mendidik dan sepertinya bukan orang seperti anda yang cocok untuk masuk kesini.
maka itu, pergi atau belajar lagi memperdalam ilmu, jangan hanya memahami dari satu pihak.

buat Saif.Bahar: kalo anda muslim, anda muslim karna dari lahir, bukan karna panggilan.
thomson1992
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 29
Joined: Sun Sep 12, 2010 3:21 am

Re: Bukti-Bukti Al-Quran Adalah Kebohongan Muhammad

Postby HvD » Mon Sep 13, 2010 11:38 am

Pernyataan yang mana y.? Boleh saya dikasih linknya.? Jika anda bilang jawaban saya menyampah.. Maka anda harus lihat dulu dari pertanyaan anda...


Tidak mungkin ada asap jika tidak ada api...

Tidak ada akibat jika tidak ada sebab...

Jadi silahkan anda pikirkan siapa yang lebih pantas disebut NYAMPAH disini...
HvD
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 39
Joined: Fri Sep 10, 2010 10:39 pm

Re: Bukti-Bukti Al-Quran Adalah Kebohongan Muhammad

Postby HvD » Mon Sep 13, 2010 12:17 pm

@ thomson1992:

KEBENARAN ADA DIDEPAN MATA:
sekarang jangan maiin usik atau maki2an yah.
kita berpikir logika, dengan hati, iman sejati

Pertanyaan saya:
Apakah Muhammad bisa membaca?
Kenapa anda berpengetahuan kalo Muahmmad tidak bisa menulis?
bukti apa yang anda bisa tunjukkan ke saya dan netters yang lain?
tolong diskusikan.

Bagaimana jika pertanyaannya saya rubah sedikit:

Apakah Nabi Isa atau Yesus disalib.?
Kenapa anda berpengetahuan kalo Nabi Isa atau Yesus itu disalib.?
Bukti apa yang anda bisa tunjukkan ke saya dan netters yang lain.?

Apa jawaban anda sama dengan saya.?
Kita jangan membahas hal fisiknya tapi mari kita lihat persamaannya Nabi Isa atau Yesus dan Nabi Muhammad sama-sama mengajarkan agama dari ALLAH atau yang dikenal islam.. Apakah jika kita ganti Presiden dari Presiden Soeharto ke Presiden B.J Habibie.. Kita masih mau mengikuti aturan Presiden Soeharto.?

Tidaklah mungkin AL QUR'AN ini dibuat oleh selain ALLAH; akan tetapi (Al QUR'AN itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam. (Q.S Yunus: 37) --> Dalam hal ini kita lihat bahwa ALLAH berfirman bahwa AL QUR'AN membenarkan kitab-kitab sebelumnya (Taurat, Zabur, Injil) maka dari itu umat Islam dilarang untuk mencela agama lain.. Tapi jika umat Islamnya ada yang melanggar, ketahuilah sebagian kami hanya menjadi seorang pemberi peringatan.
HvD
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 39
Joined: Fri Sep 10, 2010 10:39 pm

Re: Bukti-Bukti Al-Quran Adalah Kebohongan Muhammad

Postby iamthewarlord » Mon Sep 13, 2010 12:28 pm

Mas HvD, selamat datang di FFI
Salam kenal dan selamat merayakan Idul Fitri.
Semoga mas Hvd dapat memberikan argumen dan pencerahan di forum ini dengan lebih baik dan tentunya berdasarkan Quran dan hadist shahih.
:heart:

Mengenai apakah muhammad dapat membaca, anda dapat merefer ke :


6986. (HR: Bukhari)
Dari Ibnu Abbas, dia berkata:"Ketika Nabi saw dikunjungi di dalam rumah itu terdapat beberapa orang lelaki, termasuk Umar bin Al-Khatab, beliau bersabda :"Kemarilah, aku akan menulis untuk kalian sebuah catatan, yang kalian tidak akan tersesat setelah itu selamanya".

6073. (HR: Bukhari)
Dari Sa`d bin Abi Waqqash ra. ia berkata: "Nabi saw. pernah mengajarkan beberapa kalimat kepada kami sebagaimana diajarkan tulis menulis, yaitu " "Wahai Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari sifat kikir, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari rasa takut, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kembali ke usia renta, dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari cobaan dunia dan siksa kubur" ".

Terbukti sudah bahwa Muhamad bukanlah **** seperti yang diyakini oleh umatnya, Muhamad adalah seorang figur yang cerdik dan terpelajar.


Atau anda bisa ke thread ini :

http://indonesia.faithfreedom.org/forum/buku-islam-runtuhnya-mitos-kebutahurufan-nabi-muhammad-t14511/
Last edited by iamthewarlord on Mon Sep 13, 2010 1:22 pm, edited 1 time in total.
User avatar
iamthewarlord
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4494
Images: 6
Joined: Sun Feb 08, 2009 11:07 pm
Location: “Ibadah lelaki akan diputus dengan lewatnya keledai, wanita dan anjing hitam.” Muhammad.

Re: Bukti-Bukti Al-Quran Adalah Kebohongan Muhammad

Postby HvD » Mon Sep 13, 2010 1:16 pm

iamthewarlord wrote:Mas HvD, selamat datang di FFI
Salam kenal dan selamat merayakan Idul Fitri.
Semoga mas Hvd dapat memberikan argumen dan pencerahan di forum ini dengan lebih baik dan tentunya berdasarkan Quran dan hadist shahih.
:heart:


Terima kasih.. Saya senang jika umat beragama saling berdampingan dan bermusyawarah.. Tolong dimaafkan jika umat2 islam ada yang salah karena tidak semua umat islam mengerti islam.. Termasuk saya...

iamthewarlord wrote:Mengedani apakah muhammad dapat membaca, anda dapat merefer ke :


6986. (HR: Bukhari)
Dari Ibnu Abbas, dia berkata:"Ketika Nabi saw dikunjungi di dalam rumah itu terdapat beberapa orang lelaki, termasuk Umar bin Al-Khatab, beliau bersabda :"Kemarilah, aku akan menulis untuk kalian sebuah catatan, yang kalian tidak akan tersesat setelah itu selamanya".

6073. (HR: Bukhari)
Dari Sa`d bin Abi Waqqash ra. ia berkata: "Nabi saw. pernah mengajarkan beberapa kalimat kepada kami sebagaimana diajarkan tulis menulis, yaitu " "Wahai Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari sifat kikir, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari rasa takut, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kembali ke usia renta, dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari cobaan dunia dan siksa kubur" ".

Terbukti sudah bahwa Muhamad bukanlah **** seperti yang diyakini oleh umatnya, Muhamad adalah seorang figur yang cerdik dan terpelajar.

Atau anda bisa ke thread ini :

http://indonesia.faithfreedom.org/forum/buku-islam-runtuhnya-mitos-kebutahurufan-nabi-muhammad-t14511/


Jika kita lihat dari kalimat diatas.. Terlihat sudah adanya Umar Bin Khatab..

Apakah anda tahu Umar Bin Khatab masuk Islam setelah Nabi Muhammad mendakwahkan Islam berapa tahun.? Dan berapa lama waktu yang dibutuhkan Nabi untuk dapat membaca dan menulis jika setiap hari dia mendakwahkan Islam dengan cara penulisan yang dilakukan oleh sahabat2 Nabi..

iamthewarlord wrote:Terbukti sudah bahwa Muhamad bukanlah **** seperti yang diyakini oleh umatnya, Muhamad adalah seorang figur yang cerdik dan terpelajar.


Itu benar adanya bahwa Nabi Muhammad itu cerdik dan terpelajar.. Anda pasti tahu kisah Nabi Ibrahimkan.? Nabi Ibrahim itu juga cerdik dan terpelajar..

Dia sebelum diangkat menjadi Nabi selalu bertanya kepada dirinya.. Apakah yang orang2 sembah (Patung) itu benar Tuhan.? Dan dia selalu mencari tahu.. Sama seperti Nabi Muhammad.. Diapun seperti itu.. Sampai datanglah wahyu ALLAH.. Sedangkan Nabi Isa.. Dia dilahirkan dari seorang Ibu yang suci..



Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Qur'an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur, ; maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. ; Maryam berkata: "Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa". ; Ia (Jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci". ; Maryam berkata: "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!" ; Jibril berkata: "Demikianlah. Tuhanmu berfirman: "Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan." ; Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. ; Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan". ; Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: "Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. ; Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. ; Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang Manusia pun pada hari ini". ; Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. ; Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina", ; maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?" ; Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. ; Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. ; dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; ; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. ; Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali". ; Itulah Isa putra Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. ; Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: "Jadilah", maka jadilah ia. ; Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus. (Q.S Maryam: 16-36)
HvD
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 39
Joined: Fri Sep 10, 2010 10:39 pm

Re: Bukti-Bukti Al-Quran Adalah Kebohongan Muhammad

Postby iamthewarlord » Mon Sep 13, 2010 1:29 pm

Mas Hvd, sebelum kita melanjut ke cerita Isa, ada baiknya ada menjawab pertanyaan ini yang di ambil dari tulisan diatas.

Pada suatu malam sekitar tanggal 17 Ramadhan/ 6 Agustus 611, ketika Muhammad sedang bertafakur di Gua Hira', Malaikat Jibril mendatanginya. Jibril membangkitkannya dan menyampaikan wahyu Allah di telinganya. Ia diminta membaca. Ia menjawab, "Saya tidak bisa membaca". Jibril mengulangi tiga kali meminta agar Muhammad membaca, tetapi jawabannya tetap sama.


Benda apa yang disuruh jibril agar dibaca oleh muhammad?
User avatar
iamthewarlord
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4494
Images: 6
Joined: Sun Feb 08, 2009 11:07 pm
Location: “Ibadah lelaki akan diputus dengan lewatnya keledai, wanita dan anjing hitam.” Muhammad.

Next

Return to Quran & Hadist



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users