. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Bukti Bahwa Komplain Jizyah itu AsBun

Pembelaan bahwa Islam adalah ajaran dari Tuhan.

Bukti Bahwa Komplain Jizyah itu AsBun

Postby Captain Pancasila » Mon Jun 04, 2012 9:10 pm

1. Semua orang tahu bahwa tanpa pertahanan/keamanan, tidak akan ada negara!
http://itjen-depdagri.go.id/index.php?p ... ihat&id=23
Sebelum lahirnya walvarestaat ada yang disebut atau dikenal dengan nachtwachkerstaat (negara penjaga malam), dalam tipe negara ini, negara tidak dibenarkan untuk campur tangan dalam penyelenggaraan kepentingan rakyat. Dikatakan sebagai nachtwachkerstaat karena negara bertindak hanya sebagai penjaga malam saja, artinya negara hanya menjaga keamanan semata-mata, negara baru bertindak apabila keamanan dan ketertiban terganggu. Dalam hal ini negara tidak mencampuri segi-segi kehidupan masyarakat, baik dalam segi ekonomi, sosial, kebudayaan dan sebagainya, sebab dengan turut campurnya negara kedalam segi-segi kehidupan masyarakat dapat mengakibatkan kurangnya kemerdekaan individu. Akan tetapi dikarenakan oleh tuntutan masyarakat menghendaki faham ini tidak dipertahankan lagi, sehingga negara terpaksa turut campur tangan dalam urusan kepentingan rakyat.

2. Semua orang tahu bahwa urusan pertahanan & keamanan itu, tidak bisa dilimpahkan ke pemerintah daerah!
http://studihukum.blogspot.com/2011/01/ ... am_10.html
Terkait dengan pelaksanaan otonomi masih ada beberapa hal yang masih menjadi urusan Pemerintah Pusat, hal ini tercantum dalam Pasal 10 ayat (3) Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 beserta penjelasannya, yaitu :

1. Politik luar negeri;

Yang dimaksud dengan urusan politik luar negeri dalam arti mengangkat pejabat diplomatik dan menunjuk warga negara untuk duduk dalam jabatan lembaga internasional, menetapkan kebijakan luar negeri, melakukan perjanjian dengan negara lain, menetapkan kebijakan perdagangan luar negeri, dan sebagainya.

2. Pertahanan;

Yang dimaksud dengan urusan pertahanan misalnya mendirikan dan membentuk. angkatan bersenjata, menyatakan damai dan perang, menyatakan negara atau sebagian wilayah negara dalam keadaan bahaya, membangun dan mengembangkan sistem pertahanan negara dan persenjataan, menetapkan kebijakan untuk wajib militer, bela negara bagi setiap warga negara dan sebagainya.

3. Keamanan;

Yang dimaksud dengan urusan keamanan misalnya mendirikan dan membentuk kepolisian negara, menetapkan kebijakan keamanan nasional, menindak -setiap orang, kelompok atau organisasi yang kegiatannya mengganggu keamanan negara dan sebagainya.

4. Yustisi;

Yang dimaksud dengan urusan yustisi misalnya mendirikan lembaga peradilan, mengangkat hakim dan jaksa, mendirikan lembaga pemasyarakatan, menetapkan kebijakan kehakiman dan keimigrasian, memberikan grasi, amnesti, abolisi, membentuk undang-undang, Peraturan Pemerintah pengganti undang-undang, Peraturan Pemerintah, dan peraturan lain yang berskala nasional.

5. Moneter dan fiskal nasional; dan

Yang dimaksud dengan urusan moneter dan fiskal nasional adalah kebijakan makro ekonomi, misalnya mencetak uang dan menentukan nilai mata uang, menetapkan kebijakan moneter, mengendalikan peredaran uang dan sebagainya.

6. Agama.

Yang dimaksud dengan urusan agama, misalnya menetapkan hari libur keagamaan yang berlaku secara nasional, memberikan pengakuan terhadap keberadaan suatu agama, menetapkan kebijakan dalam penyelenggaraan kehidupan keagamaan dan sebagainya; dan bagian tertentu urusan pemerintah lainnya yang berskala nasional, tidak diserahkan kepada daerah.

Khusus di bidang keagamaan sebagian kegiatannya dapat ditugaskan oleh Pemerintah kepada Daerah sebagai upaya meningkatkan keikutsertaan Daerah dalam menumbuhkembangkan kehidupan beragama.
User avatar
Captain Pancasila
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3340
Joined: Wed Jun 01, 2011 1:58 pm
Location: Bekas Benua Atlantis

Re: Bukti Bahwa Komplain Jizyah itu AsBun

Postby Aku-Suka-Hujan » Mon Jun 04, 2012 9:19 pm

So maksud Anda, ga apa2 non-muslim digebuk kalau ga mau bayar jizyah ke muslim gitu?
User avatar
Aku-Suka-Hujan
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1028
Joined: Wed Feb 15, 2012 10:38 am
Location: Terra, Suatu Koloni di L5...

Re: Bukti Bahwa Komplain Jizyah itu AsBun

Postby Captain Pancasila » Mon Jun 04, 2012 10:06 pm

Aku-Suka-Hujan wrote:So maksud Anda, ga apa2 non-muslim digebuk kalau ga mau bayar jizyah ke muslim gitu?

silahkan dibaca2 dulu : http://studiislam.wordpress.com/2007/10/25/jizyah/
Golongan non-Muslim dibebaskan dari wajib militer karena mereka telah membayar jizyah. Jizyah sebanyak setengah dinar setahun, ini terlalu sedikit sebagai imbalan dibebas-kannya mereka dari wajib militer. Kaum Muslimin, selain diwajib-kan memasuki wajib militer, mereka pun diwajibkan pula membayar zakat, yang ini jauh lebih berat daripada jizyah, sedang golongan non-Muslim hanya diwajibkan membayar jizyah yang tak seberapa besarnya, sebagai imbalan untuk menikmati keuntungan yang didapat dari pemerintah. Nama ahlud-dhimmah, makna aslinya orang-orang yang dilin-dungi yang diberikan kepada rakyat non-Muslim, yang berdomisili di negara Islam, atau yang diberikan kepada negara non-Islam yang dilindungi oleh pemerintah Islam, menunjukkan bahwa jizyah itu dibayar sebagai imbalan jaminan perlindungan. Dengan kata lain, jizyah ialah uang iuran dari golongan non-Muslim untuk kepentingan militer di negara Islam. Pada dewasa ini tak ada satu pemerintah pun yang tak membebani rakyatnya untuk membiayai tentara. Ada satu riwayat yang menerangkan bahwa suatu pemerintah Islam pernah mengembalikan uang jizyah kepada rakyat yang harus dilindunginya, karena pemerintah tak dapat memberi perlindungan lagi kepada mereka. Pada waktu tentara Islam yang dipimpin oleh Abu Ubaidah terlihat dalam suatu pertempuran dengan Kerajaan Romawi, mereka terpaksa mengundurkan diri ke Hims, yang mereka taklukkan sebelumnya. Tatkala mereka mengambil keputusan untuk meninggalkan Hims, Abu Ubaidah memanggil kepala daerah itu, dan mengembali-kan semua uang yang telah beliau terima sebagai jizyah, sambil berkata, karena kaum Muslimin tak dapat memberi perlindungan lagi, maka mereka tak berhak menerima jizyah. Selanjutnya nampak sekali bahwa bebas wajib mliter itu hanya diberikan kepada golongan non-Muslim, sebagaimana ini dikehendakinya, karena jika golongan non-Muslim diharuskan bertempur untuk membela negara, mereka harus dibebaskan dari jizyah. Misalnya, kaum Bani Taghlib dan orang-orang Najran, dua-duanya dari golongan Kristen, mereka tak membayar jizyah (En. Is.). Memang kaum Bani Taghlib ikut bertempur bersama pasukan Islam di medan tempur Buwaib pada tahun 13 Hijriah. Kemudian pada tahun 17 Hijriah mereka menulis surat kepada Khalifah ‘Umar agar diperbolehkan membayar zakat sebagai ganti jizyah, yang pada waktu itu lebih berat daripada jizyah. Dalam buku Caliphate, tuan Muir menulis: “Atas kemurahan ‘Omar, usul mereka disetujui; dan kaum Bani Taghlib menikmati hak istimewa yang dalam penilaian Kristen tak seberapa, sungguh imbalan yang tak seberapa itu amat memalukan” (hal. 142). Pada zaman Khalifah ‘Umar disetujui pula wajib militer bagi Jurjan, sebagai pengganti jizyah. Syahbaraz, kepala daerah Armenia, juga mengadakan perjanjian perdamaian dengan kaum Muslimin dengan syarat seperti itu.
Menilik cara-cara dipungutnya uang jizyah menunjukkan bahwa jizyah adalah pajak pembebasan dari wajib militer. Golongan berikut ini dibebaskan dari pembayaran jizyah, yaitu (1) kaum perempuan, (2) anak laki-laki yang belum dewasa, (3) orang lanjut usia, (4) orang cacat karena suatu penyakit (zamin), (5) orang lumpuh, (6) orang buta (7) orang melarat (faqir) yang tak mampu berusaha (ghairai-mu’tamil) (8) budak belian, (9) budak belian yang bekerja untuk memerdekakan sendiri (mudbir), dan (10) para rahib (H.I. hal, 571-572). Selain itu, “pada abad pertama … banyak sekali orang yang dibebaskan dari pajak, kendati kami tak tahu sebab-sebabnya” (En. Is.). Sebagaimana telah kami terangkan di muka, kaum non-Muslim yang setuju untuk memasuki dinas militer, di-bebaskan dari jizyah; dua fakta itu, yaitu golongan non-Muslim yang tak mampu menjalani dinas militer, dan yang berbadan sehat yang setuju untuk memasuki dinas militer, jika diambil secara keseluruhan, sampailah kita kepada kesimpulan, bahwa jizyah adalah pajak yang dibayar oleh kaum Dhimmi yang mampu berperang, sebagai imbalan atas dibebaskannya mereka dari wajib militer. Jika kita tinjau, untuk apa uang jizyah boleh digunakan? Sampailah kita kepada kesimpulan yang sama, bahwa uang jizyah digunakan untuk memperkuat garis depan, atau untuk membuat ben-teng di garis depan (saddut-thaghur), atau untuk membuat jembatan, atau untuk membayar qadli (hakim) dan Gubernur, dan untuk meme-lihara pasukan dan anak-anak mereka (H.I. hal. 576). Kendati yang dibebaskan dari jizyah begitu banyak, namun tarif jizyah amatlah rendah, yaitu hanya satu dinar per orang setahun. Nilai satu dinar[2] kira-kira sama dengan sepuluh Rupis (uang India penj.) atau empatpuluh dirham setahun, atau empat dirham sebulan. Berikutnya ialah orang yang membayar dua dinar setahun, atau dua dirham sebulan. Tarip yang paling rendah ialah satu dinar setahun, yang mula-mula ditetapkan bagi semua orang. Tarip tersebut adalah menurut mazhab Hanafi. Adapun madzhab Syafi’i tetap pada tarip semula, yaitu satu dinar seorang setahun tanpa kecuali (H). Tiga golongan pembayar jizyah tersebut diterangkan: (1) Orang kaya (Zhahirul-ghina), artinya, orang yang benar-benar kaya, yang memiliki kekayaan yang melimpah, sehingga ia tak perlu bekerja untuk mencari nafkah; (2) orang yang kecukupan, yang me-miliki kekayaan, tetapi harus masih bekerja untuk mencari nafkah; (3) orang miskin yang tak memiliki kekayaan, tetapi berpenghasilan lebih dari cukup untuk kebutuhannya sendiri. Sudah jelas bahwa kaum Muslim harus membayar pajak yang lebih berat, karena di samping harus membayar zakat sebanyak duasetengah persen, mereka dikenakan pula wajib militer. Sebaliknya, jizyah hanyalah dipungut dengan cara yang amat simpatik. Pada suatu hari Sayyidina ‘Umar melihat seorang kafir dhimmi meminta-minta, dan pada waktu ditanya, ia menjawab bahwa ia mengerjakan itu untuk dapat membayar jizyah. Lalu oleh sayyidina ‘Umar, ia bukan hanya dibebaskan dari jizyah, melainkan pula ia diberi uang tunjangan yang diambil dari kas negara. Di samping itu, sayyidina ‘Umar memerintahkan agar semua kafir dhimmi yang keadaannya seperti dia, harus diberi uang tunjangan.

:turban:
User avatar
Captain Pancasila
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3340
Joined: Wed Jun 01, 2011 1:58 pm
Location: Bekas Benua Atlantis

Re: Bukti Bahwa Komplain Jizyah itu AsBun

Postby Aku-Suka-Hujan » Mon Jun 04, 2012 11:27 pm

Dari apa yang saya tahu Jizyah itu hanya untuk "para ahli kitab" (kristen, yahudi, zoroastrian) bagaimana dengan orang2 yang kepercayaannya bukan 'ahli kitab"?

lalu bagaimana pendapat Anda dengan sebuah fakta sejarah bahwa seringkali para Kalifah seringkali tidak hanya membebankan jizyah namun juga kharaj? Dan seringkali jizyah tersebut lebih besar dari zakat? Seperti misalnya sistem yang diberlakukan di Mughal India, Musim hanya 5% tapi Non-Muslim 10%...?

lalu setujukah Anda dengan pendapat bahwa Jizayah adalah sebuah 'hukuman' dan 'degrade' (merendahkan) non-Muslim?

lalu setujukah Anda dengan pendapat bahwa selain zakat, muslim tidak boleh membayar pajak apapun kepada pemerintah???

Bagaimana kalau saya cerita sebuah kisah:
Alkisah pada saat itu Kalifah Umayyad sibuk memerangi Bizantin, setelah untuk sekian kalinya Umayyad menyerang Bizantin (dan gagal), mereka kehabisan uang untuk membiayai tentara menyerang Bizantin. Untung ada dhimmi.... tapi sayangnya.... jumlah dhimmi menyusut dengan cepat menyusul banyaknya orang Persia, Berber, Koptik dan Aramaik ke Islam... Maka para 'malik' tetap saja menarik jizyah dari para 'muslim' baru ini untuk mencegah 'para oportunis' dan untuk menjaga 'kas negara'... Hal ini tentu saja ditentang oleh 'para penganut Islam baru' karena you know... diskriminasi...
Seperti contoh:
pada tahun 724, Ashras bin Abdullah al-Sulami, gubernur khorasan, mengatakan kepada orang Sogdia kalau mereka masuk Islam, mereka akan dibebaskan dari pajak. Maka beramai2lah orang Sogdia masuk Islam. Kemudian karena hal ini mengancam keberlangsungan 'pajak', si gubernur menarik kembali ucapannya. Lalu orang2 Sogdia 'revolusi!' (memberontak) dibawah pimpinan al-Harith bin Surayj pada tahun 734. Ini adalah 'revolusi' pertama, Umayyad selanjutnya menghadapi hal2 yang serupa di provinsi2 non-Arab lainnya.
Sampai suatu ketika: Abbasid mengalahkan Umayyad dengan bantuan 'mawali' Persia yang didiskriminasi karena mereka non-Arab (dan pajak) oleh Umayyad... (namun ironi, selama masa Abbasid seluruh non-Arab mengalami Arabisasi...)
Apa yang mau saya katakan? Mau sebagus apapun Jizyah di atas kertas tetap saja jizyah tidak lebih 'pajak' untuk mengisi kas negara. Kalau semua dhimmi masuk Islam, mau tarik pajak dari mana? Sedangkan bukannya menurut hadis ga boleh menarik pajak dari Muslim? Dari mana dong kas negara? Zakat?
Hadits Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu, berkata: Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ صَاحِبُ مَكْسٍ
“Tidak akan masuk surga orang yang mengambil pajak (secara zhalim, pent).” (HR. Abu Daud II/147 no.2937. Hadist ini dinilai dho’if oleh syaikh Al-Albani)
Dari beberapa dalil di atas, banyak para ulama yang menggolongkan pajak yang dibebankan kepada kaum muslim secara zhalim dan semena-mena, sebagai perbuatan dosa besar, seperti yang dinyatakan Imam Ibnu Hazm di dalam Maratib al Ijma’, Imam adz-Dzahabi di dalam bukunya Al-Kabair, Imam Ibnu Hajar al-Haitami di dalam az- Zawajir ‘an Iqtirafi al Kabair, Syaikh Shiddiq Hasan Khan di dalam ar-Raudah an-Nadiyah, Syaikh Syamsul al-Haq Abadi di dalam Aun al-Ma’bud dan selainnya.
----------------------------------------------------------------------------
Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma pernah ditanya, apakah Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu pernah menarik pajak dari kaum muslimin. Beliau menjawab: “Tidak, aku tidak pernah mengetahuinya.” (Lihat Syarh Ma’anil Atsar II/31)
User avatar
Aku-Suka-Hujan
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1028
Joined: Wed Feb 15, 2012 10:38 am
Location: Terra, Suatu Koloni di L5...

Re: Bukti Bahwa Komplain Jizyah itu AsBun

Postby crayon-sinchan » Tue Jun 05, 2012 1:45 am

maklum, kan preman
User avatar
crayon-sinchan
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 962
Joined: Sat Jun 05, 2010 7:14 pm
Location: surga ada di dalam hati masing-masing

Re: Bukti Bahwa Komplain Jizyah itu AsBun

Postby sundamurtat » Tue Jun 05, 2012 6:01 am

@ CP ... ooo, cuma riwayat yang katanya.. katanya.. katanya saja ya... ada referensi qurannya ga?? :goodman:
User avatar
sundamurtat
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 728
Joined: Fri Apr 06, 2012 10:50 am
Location: Bandung - calon Israel Van Java

Re: Bukti Bahwa Komplain Jizyah itu AsBun

Postby Utbahbinabuwaqqash » Tue Jun 05, 2012 6:45 am

Coba dibeberkan di sini, apa saja keuntungan dan kerugian dari sistem zakat+jizyah
dibandingkan dgn sistem pajak yg ada skrg dgn kewajiban bela negaranya, spt di Indonesia, Amerika dll..
Jika diliat secara seimbang dari sisi muslim dan non muslim
Monggo.........
Jangan2 cuma krn dibutakan doktrin bhw islam adlh yg terbaik, krn syahwat pengen nerapin syariat islam, krn kebelet berkuasa, pokoke syariat islam hrs diterapkan, pokoke diterapkan dulu... Padahal kalo diuraikan ga ada kelebihannya dari sistem yg sdh ada hi..hi..hi
Utbahbinabuwaqqash
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1066
Joined: Thu May 27, 2010 10:24 am

Re: Bukti Bahwa Komplain Jizyah itu AsBun

Postby a_man » Tue Jun 05, 2012 7:36 am

KLO GW GAK MAU BAYAR, APA HUKUMNYA ?
User avatar
a_man
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4319
Joined: Mon Sep 01, 2008 5:12 pm
Location: http://code.google.com/p/a-manffi/downloads/list

Re: Bukti Bahwa Komplain Jizyah itu AsBun

Postby Mohmed Bin Atang » Tue Jun 05, 2012 7:50 am

a_man wrote:KLO GW GAK MAU BAYAR, APA HUKUMNYA ?


dicariin preman berjubah loe ntar!
hehe
User avatar
Mohmed Bin Atang
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2301
Joined: Sun Feb 19, 2012 5:45 pm
Location: Surga Islam, bermain rudal bersama 72 bidadari

Re: Bukti Bahwa Komplain Jizyah itu AsBun

Postby penebas_bulan » Tue Jun 05, 2012 9:45 am

a_man wrote:KLO GW GAK MAU BAYAR, APA HUKUMNYA ?



Biasa bro hukum tarzan, tapi tarzannya teriak allahku barbar modar bakar!!
User avatar
penebas_bulan
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 607
Joined: Fri May 04, 2012 10:06 am
Location: Depan CPU liat kedunguan moslem

Re: Bukti Bahwa Komplain Jizyah itu AsBun

Postby Captain Pancasila » Tue Jun 05, 2012 3:13 pm

Aku-Suka-Hujan wrote:lalu bagaimana pendapat Anda dengan sebuah fakta sejarah bahwa seringkali para Kalifah seringkali tidak hanya membebankan jizyah namun juga kharaj? Dan seringkali jizyah tersebut lebih besar dari zakat? Seperti misalnya sistem yang diberlakukan di Mughal India, Musim hanya 5% tapi Non-Muslim 10%...?

1. 5% itu jizyah atau kharaj?
2. kalau jizyah bukankah : a. muslim : 5% + zakat , b. kafir : 10% ?
User avatar
Captain Pancasila
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3340
Joined: Wed Jun 01, 2011 1:58 pm
Location: Bekas Benua Atlantis

Re: Bukti Bahwa Komplain Jizyah itu AsBun

Postby Captain Pancasila » Tue Jun 05, 2012 3:17 pm

a_man wrote:KLO GW GAK MAU BAYAR, APA HUKUMNYA ?

ya ikut wajib militer (tentunya dapet gaji)! :goodman:
User avatar
Captain Pancasila
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3340
Joined: Wed Jun 01, 2011 1:58 pm
Location: Bekas Benua Atlantis

Re: Bukti Bahwa Komplain Jizyah itu AsBun

Postby sundamurtat » Tue Jun 05, 2012 3:22 pm

@CP ... ooo, cuma riwayat yang katanya.. katanya.. katanya saja ya... ada referensi qurannya ga?? :goodman:
User avatar
sundamurtat
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 728
Joined: Fri Apr 06, 2012 10:50 am
Location: Bandung - calon Israel Van Java

Re: Bukti Bahwa Komplain Jizyah itu AsBun

Postby a_man » Tue Jun 05, 2012 4:04 pm

KLO GW GAK MAU WAJIB MILITER & GAK MAU BAYAR JIZYAH ?
User avatar
a_man
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4319
Joined: Mon Sep 01, 2008 5:12 pm
Location: http://code.google.com/p/a-manffi/downloads/list

Re: Bukti Bahwa Komplain Jizyah itu AsBun

Postby 1234567890 » Tue Jun 05, 2012 6:48 pm

jadi kalau muslimin yang tinggal di negara kapir dipajek 2x boleh dong ?

pajak biasa yang dibebankan ke semua orang + pajak karena mereka muslim
:rolling:
1234567890
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3860
Joined: Sun Aug 09, 2009 2:31 am

Re: Bukti Bahwa Komplain Jizyah itu AsBun

Postby swatantre » Tue Jun 05, 2012 7:33 pm

http://indonesia.faithfreedom.org/forum/hadis-sahih-yang-menghapus-jizah-adalah-yesus-t46002/#p793006
akuadalahkafir wrote:Dari : Sumber
Jizyah or jizya (جزْي) is the extra tax imposed on non-Muslims
------
Artinya ada pajak untuk muslim sendiri.. dan pajak TAMBAHAN untuk non muslim...

Apa alasan non muslim HARUS dikenakan pajak tambahan?
swatantre
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4106
Joined: Thu Jul 20, 2006 7:40 pm
Location: Tanah Suci, dalem Ka'bah

Re: Bukti Bahwa Komplain Jizyah itu AsBun

Postby Captain Pancasila » Tue Jun 05, 2012 8:20 pm

a_man wrote:KLO GW GAK MAU WAJIB MILITER & GAK MAU BAYAR JIZYAH ?

tidak mendapatkan perlindungan keamanan! :goodman:
User avatar
Captain Pancasila
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3340
Joined: Wed Jun 01, 2011 1:58 pm
Location: Bekas Benua Atlantis

Re: Bukti Bahwa Komplain Jizyah itu AsBun

Postby Captain Pancasila » Tue Jun 05, 2012 8:31 pm

swatantre wrote:http://indonesia.faithfreedom.org/forum/hadis-sahih-yang-menghapus-jizah-adalah-yesus-t46002/#p793006
akuadalahkafir wrote:Dari : Sumber
Jizyah or jizya (جزْي) is the extra tax imposed on non-Muslims
------
Artinya ada pajak untuk muslim sendiri.. dan pajak TAMBAHAN untuk non muslim...

Apa alasan non muslim HARUS dikenakan pajak tambahan?

1. karena non muslim pun juga termasuk warga negara, dan seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya : "tanpa keamanan, tidak akan ada negara"!
2. karena non muslim tidak bayar zakat, sehingga dananya diambilkan dari jizyah!
http://studiislam.wordpress.com/2007/10/25/jizyah/
Selanjutnya nampak sekali bahwa bebas wajib mliter itu hanya diberikan kepada golongan non-Muslim, sebagaimana ini dikehendakinya, karena jika golongan non-Muslim diharuskan bertempur untuk membela negara, mereka harus dibebaskan dari jizyah. Misalnya, kaum Bani Taghlib dan orang-orang Najran, dua-duanya dari golongan Kristen, mereka tak membayar jizyah (En. Is.). Memang kaum Bani Taghlib ikut bertempur bersama pasukan Islam di medan tempur Buwaib pada tahun 13 Hijriah. Kemudian pada tahun 17 Hijriah mereka menulis surat kepada Khalifah ‘Umar agar diperbolehkan membayar zakat sebagai ganti jizyah, yang pada waktu itu lebih berat daripada jizyah. Dalam buku Caliphate, tuan Muir menulis: “Atas kemurahan ‘Omar, usul mereka disetujui; dan kaum Bani Taghlib menikmati hak istimewa yang dalam penilaian Kristen tak seberapa, sungguh imbalan yang tak seberapa itu amat memalukan” (hal. 142). Pada zaman Khalifah ‘Umar disetujui pula wajib militer bagi Jurjan, sebagai pengganti jizyah. Syahbaraz, kepala daerah Armenia, juga mengadakan perjanjian perdamaian dengan kaum Muslimin dengan syarat seperti itu.
User avatar
Captain Pancasila
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3340
Joined: Wed Jun 01, 2011 1:58 pm
Location: Bekas Benua Atlantis

Re: Bukti Bahwa Komplain Jizyah itu AsBun

Postby Captain Pancasila » Tue Jun 05, 2012 8:48 pm

sundamurtat wrote:@CP ... ooo, cuma riwayat yang katanya.. katanya.. katanya saja ya... ada referensi qurannya ga?? :goodman:

Jizyah tidak boleh dikenakan dengan zalim :
1. “Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka) . Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim,” (QS. Al A’raaf [7]: 41)

2. “Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada Penghuni-penghuni neraka (dengan mengatakan): “Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami menjanjikannya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?” Mereka (penduduk neraka) menjawab: “Betul.” Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu: “Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim” (QS : Al A’raaf [7 ] : 44)

3. “Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman.” (QS Al Qashash [28]:59)

4. Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezaliman…….” (QS. Yunus [10]:13)

5. “Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh disebabkan kezaliman mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu pelajaran bagi kaum yang mengetahui.” (QS. An Naml [27]:52)

6. Zalim merupakan perbuatan yang di larang oleh Allah SWT dan termasuk dari salah satu dosa-dosa besar. Manusia yang berbuat zalim akan mendapatkan balasan di dunia dan siksa yang pedih di akhirat kelak. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Qur’an Surah Asy-Syura : 42 “Sesungguhnya dosa besar itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih“.

7. Allah SWT melarang perbuatan zalim, sebagaimana tertulis dalam firman-Nya di Surah Ibrahim ayat 42-45 : “Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak, mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mangangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong. Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang zalim: “Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul.” (Kepada mereka dikatakan): “Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa? dan kamu telah berdiam di tempat-tempat kediaman orang-orang yang menganiaya diri mereka sendiri, dan telah nyata bagimu bagaimana Kami telah berbuat terhadap mereka dan telah Kami berikan kepadamu beberapa perumpamaan.”.

:goodman:
User avatar
Captain Pancasila
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3340
Joined: Wed Jun 01, 2011 1:58 pm
Location: Bekas Benua Atlantis

Re: Bukti Bahwa Komplain Jizyah itu AsBun

Postby Utbahbinabuwaqqash » Wed Jun 06, 2012 8:43 am

Muslim ga bisa ngasih penjelasan keunggulan sistem jizyah dibandingkan sistem pajak yg sdh ada spt skrg..
Jadi terbukti kalo aturan islam/jizyah lbh baik itu cuma ASBUN! Hi..hi..hi..
Lha wong pembayaran ''pajak'' kog didasarkan pada agama yg dianut si wajib pajak.., aneh bin ajaib! Cuma ada di dunia islam, one n only.. tauhid! Hi..hi..
Utbahbinabuwaqqash
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1066
Joined: Thu May 27, 2010 10:24 am

Next

Return to Pembelaan Terhadap Islam



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users