. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Borobudur ternyata bukan Hindu-Budha tp Islami

Benturan dan bentrokan antara Islam dengan agama-agama dan peradaban lain di seluruh penjuru dunia.

Re: Borobudur ternyata bukan Hindu-Budha tp Islami

Postby iamthewarlord » Wed Aug 25, 2010 8:56 am

orang jawa yang tidak bangga dengan karya nenek moyangnya sendiri, mau2 saja ditipu oleh agama arab penipu.
sebaiknya orang jawa kembali keagama asal mereka, yaitu kejawen.
User avatar
iamthewarlord
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4494
Images: 6
Joined: Sun Feb 08, 2009 11:07 pm
Location: “Ibadah lelaki akan diputus dengan lewatnya keledai, wanita dan anjing hitam.” Muhammad.

Re: Borobudur ternyata bukan Hindu-Budha tp Islami

Postby AllahAkbar » Tue Aug 31, 2010 3:03 pm

subannallah :stun:
Image
ganteng pisan oi nabi guleman

Image
beda2 tipis ama sidaharta gautama
\
User avatar
AllahAkbar
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 331
Joined: Fri Aug 20, 2010 4:57 pm
Location: مدينة نيويورك

Re: Borobudur ternyata bukan Hindu-Budha tp Islami

Postby SOFF » Tue Aug 31, 2010 3:31 pm

Setahu kami

bukan
JAVA TEL AVIVE
TAPI SAVA TEL AVIV

Kefar Sava (juga Kfar Saba) terletak di daerah Sharon, di timur Herzliyya, di utara Petah Tikva dan di timur laut Tel Aviv (berjarak sekitar 20 kilometer).

Bangunan permanen mulai didirikan di kota ini pada tahun 1912 oleh imigran Yahudi yang datang ke sini.

Pada tahun 2006 kota ini berpenduduk sekitar 81.000 jiwa. Pada bulan Mei 2004, perusahaan eksplorasi Givot Olam berkata bahwa sumur minyak Meged-4, terletak di timur laut Kfar Saba, telah melampaui perkiraan awal dan mengandung endapan minyak yang banyak. Di tahun-tahun terkini Kefar Sava dihubungkan dengan kereta komuter dengan Tel Aviv.


dan borobudur itu dari kebudayaan hindhu budha.....
Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Dalam etnis Tionghoa, candi ini disebut juga 婆羅浮屠 (Hanyu Pinyin: pó luó fú tú) dalam bahasa Mandarin.


Nama Borobudur

Banyak teori yang berusaha menjelaskan nama candi ini. Salah satunya menyatakan bahwa nama ini kemungkinan berasal dari kata Sambharabhudhara, yaitu artinya "gunung" (bhudara) di mana di lereng-lerengnya terletak teras-teras. Selain itu terdapat beberapa etimologi rakyat lainnya. Misalkan kata borobudur berasal dari ucapan "para Buddha" yang karena pergeseran bunyi menjadi borobudur. Penjelasan lain ialah bahwa nama ini berasal dari dua kata "bara" dan "beduhur". Kata bara konon berasal dari kata vihara, sementara ada pula penjelasan lain di mana bara berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya kompleks candi atau biara dan beduhur artinya ialah "tinggi", atau mengingatkan dalam bahasa Bali yang berarti "di atas". Jadi maksudnya ialah sebuah biara atau asrama yang berada di tanah tinggi.

Sejarawan J.G. de Casparis dalam disertasinya untuk mendapatkan gelar doktor pada 1950 berpendapat bahwa Borobudur adalah tempat pemujaan. Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Kahulunan, Casparis memperkirakan pendiri Borobudur adalah raja mataram dinasti Syailendra bernama Samaratungga, yang melakukan pembangunan sekitar tahun 824 M. Bangunan raksasa itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani. Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad. Dalam prasasti Karangtengah pula disebutkan mengenai penganugerahan tanah sima (tanah bebas pajak) oleh Çrī Kahulunan (Pramudawardhani) untuk memelihara Kamūlān yang disebut Bhūmisambhāra. [1] Istilah Kamūlān sendiri berasal dari kata mula yang berarti tempat asal muasal, bangunan suci untuk memuliakan leluhur, kemungkinan leluhur dari wangsa Sailendra. Casparis memperkirakan bahwa Bhūmi Sambhāra Bhudhāra dalam bahasa sansekerta yang berarti "Bukit himpunan kebajikan sepuluh tingkatan boddhisattwa", adalah nama asli Borobudur.[2]
[sunting] Struktur Borobudur
Borobudur dilihat dari pelataran sudut barat laut
Denah Borobudur membentuk Mandala, lambang alam semesta dalam kosmologi Buddha.

Candi Borobudur berbentuk punden berundak, yang terdiri dari enam tingkat berbentuk bujur sangkar, tiga tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Selain itu tersebar di semua tingkat-tingkatannya beberapa stupa.

Borobudur yang bertingkat sepuluh menggambarkan secara jelas filsafat mazhab Mahayana. bagaikan sebuah kitab, Borobudur menggambarkan sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha.

Bagian kaki Borobudur melambangkan Kamadhatu, yaitu dunia yang masih dikuasai oleh kama atau "nafsu rendah". Bagian ini sebagian besar tertutup oleh tumpukan batu yang diduga dibuat untuk memperkuat konstruksi candi. Pada bagian yang tertutup struktur tambahan ini terdapat 120 panel cerita Kammawibhangga. Sebagian kecil struktur tambahan itu disisihkan sehingga orang masih dapat melihat relief pada bagian ini.

Empat lantai dengan dinding berelief di atasnya oleh para ahli dinamakan Rupadhatu. Lantainya berbentuk persegi. Rupadhatu adalah dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari nafsu, tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk. Tingkatan ini melambangkan alam antara yakni, antara alam bawah dan alam atas. Pada bagian Rupadhatu ini patung-patung Buddha terdapat pada ceruk-ceruk dinding di atas ballustrade atau selasar.

Mulai lantai kelima hingga ketujuh dindingnya tidak berelief. Tingkatan ini dinamakan Arupadhatu (yang berarti tidak berupa atau tidak berwujud). Denah lantai berbentuk lingkaran. Tingkatan ini melambangkan alam atas, di mana manusia sudah bebas dari segala keinginan dan ikatan bentuk dan rupa, namun belum mencapai nirwana. Patung-patung Buddha ditempatkan di dalam stupa yang ditutup berlubang-lubang seperti dalam kurungan. Dari luar patung-patung itu masih tampak samar-samar.

Tingkatan tertinggi yang menggambarkan ketiadaan wujud dilambangkan berupa stupa yang terbesar dan tertinggi. Stupa digambarkan polos tanpa lubang-lubang. Di dalam stupa terbesar ini pernah ditemukan patung Buddha yang tidak sempurna atau disebut juga unfinished Buddha, yang disalahsangkakan sebagai patung Adibuddha, padahal melalui penelitian lebih lanjut tidak pernah ada patung pada stupa utama, patung yang tidak selesai itu merupakan kesalahan pemahatnya pada zaman dahulu. menurut kepercayaan patung yang salah dalam proses pembuatannya memang tidak boleh dirusak. Penggalian arkeologi yang dilakukan di halaman candi ini menemukan banyak patung seperti ini.

Di masa lalu, beberapa patung Buddha bersama dengan 30 batu dengan relief, dua patung singa, beberapa batu berbentuk kala, tangga dan gerbang dikirimkan kepada Raja Thailand, Chulalongkorn yang mengunjungi Hindia Belanda (kini Indonesia) pada tahun 1896 sebagai hadiah dari pemerintah Hindia Belanda ketika itu.

Borobudur tidak memiliki ruang-ruang pemujaan seperti candi-candi lain. Yang ada ialah lorong-lorong panjang yang merupakan jalan sempit. Lorong-lorong dibatasi dinding mengelilingi candi tingkat demi tingkat. Di lorong-lorong inilah umat Buddha diperkirakan melakukan upacara berjalan kaki mengelilingi candi ke arah kanan. Bentuk bangunan tanpa ruangan dan struktur bertingkat-tingkat ini diduga merupakan perkembangan dari bentuk punden berundak, yang merupakan bentuk arsitektur asli dari masa prasejarah Indonesia.

Struktur Borobudur bila dilihat dari atas membentuk struktur Mandala.

Struktur Borobudur tidak memakai semen sama sekali, melainkan sistem interlock yaitu seperti balok-balok Lego yang bisa menempel tanpa lem.
[sunting] Relief
Stupa Borobudur.jpg

Di setiap tingkatan dipahat relief-relief pada dinding candi. Relief-relief ini dibaca sesuai arah jarum jam atau disebut mapradaksina dalam bahasa Jawa Kuna yang berasal dari bahasa Sansekerta daksina yang artinya ialah timur. Relief-relief ini bermacam-macam isi ceritanya, antara lain relief-relief cerita jātaka.

Pembacaan cerita-cerita relief ini senantiasa dimulai, dan berakhir pada pintu gerbang sisi timur di setiap tingkatnya, mulainya di sebelah kiri dan berakhir di sebelah kanan pintu gerbang itu. Maka secara nyata bahwa sebelah timur adalah tangga naik yang sesungguhnya (utama) dan menuju puncak candi, artinya bahwa candi menghadap ke timur meskipun sisi-sisi lainnya serupa benar.

Adapun susunan dan pembagian relief cerita pada dinding dan pagar langkan candi adalah sebagai berikut.
Bagan Relief
Tingkat Posisi/letak Cerita Relief Jumlah Pigura
Kaki candi asli - ----- Karmawibhangga 160 pigura
Tingkat I - dinding a. Lalitawistara 120 pigura
------- - ----- b. jataka/awadana 120 pigura
------- - langkan a. jataka/awadana 372 pigura
------- - ----- b. jataka/awadana 128 pigura
Tingkat II - dinding Gandawyuha 128 pigura
-------- - langkan jataka/awadana 100 pigura
Tingkat III - dinding Gandawyuha 88 pigura
-------- - langkan Gandawyuha 88 pigura
Tingkat IV - dinding Gandawyuha 84 pigura
-------- - langkan Gandawyuha 72 pigura
-------- Jumlah -------- 1460 pigura

Secara runtutan, maka cerita pada relief candi secara singkat bermakna sebagai berikut :

Karmawibhangga
Salah satu ukiran Karmawibhangga di dinding candi Borobudur (lantai 0 sudut tenggara)

Sesuai dengan makna simbolis pada kaki candi, relief yang menghiasi dinding batur yang terselubung tersebut menggambarkan hukum karma. Deretan relief tersebut bukan merupakan cerita seri (serial), tetapi pada setiap pigura menggambarkan suatu cerita yang mempunyai korelasi sebab akibat. Relief tersebut tidak saja memberi gambaran terhadap perbuatan tercela manusia disertai dengan hukuman yang akan diperolehnya, tetapi juga perbuatan baik manusia dan pahala. Secara keseluruhan merupakan penggambaran kehidupan manusia dalam lingkaran lahir - hidup - mati (samsara) yang tidak pernah berakhir, dan oleh agama Buddha rantai tersebutlah yang akan diakhiri untuk menuju kesempurnaan.

Lalitawistara

Merupakan penggambaran riwayat Sang Buddha dalam deretan relief-relief (tetapi bukan merupakan riwayat yang lengkap ) yang dimulai dari turunnya Sang Buddha dari sorga Tusita, dan berakhir dengan wejangan pertama di Taman Rusa dekat kota Banaras. Relief ini berderet dari tangga pada sisi sebelah selatan, setelah melampui deretan relief sebanyak 27 pigura yang dimulai dari tangga sisi timur. Ke-27 pigura tersebut menggambarkan kesibukan, baik di sorga maupun di dunia, sebagai persiapan untuk menyambut hadirnya penjelmaan terakhir Sang Bodhisattwa selaku calon Buddha. Relief tersebut menggambarkan lahirnya Sang Buddha di arcapada ini sebagai Pangeran Siddhartha, putra Raja Suddhodana dan Permaisuri Maya dari Negeri Kapilawastu. Relief tersebut berjumlah 120 pigura, yang berakhir dengan wejangan pertama, yang secara simbolis dinyatakan sebagai Pemutaran Roda Dharma, ajaran Sang Buddha di sebut dharma yang juga berarti "hukum", sedangkan dharma dilambangkan sebagai roda.

Jataka dan Awadana

Jataka adalah cerita tentang Sang Buddha sebelum dilahirkan sebagai Pangeran Siddharta. Isinya merupakan pokok penonjolan perbuatan baik, yang membedakan Sang Bodhisattwa dari makhluk lain manapun juga. Sesungguhnya, pengumpulan jasa/perbuatan baik merupakan tahapan persiapan dalam usaha menuju ketingkat ke-Buddha-an.

Sedangkan Awadana, pada dasarnya hampir sama dengan Jataka akan tetapi pelakunya bukan Sang Bodhisattwa, melainkan orang lain dan ceritanya dihimpun dalam kitab Diwyawadana yang berarti perbuatan mulia kedewaan, dan kitab Awadanasataka atau seratus cerita Awadana. Pada relief candi Borobudur jataka dan awadana, diperlakukan sama, artinya keduanya terdapat dalam deretan yang sama tanpa dibedakan. Himpunan yang paling terkenal dari kehidupan Sang Bodhisattwa adalah Jatakamala atau untaian cerita Jataka, karya penyair Aryasura dan jang hidup dalam abad ke-4 Masehi.

Gandawyuha

Merupakan deretan relief menghiasi dinding lorong ke-2,adalah cerita Sudhana yang berkelana tanpa mengenal lelah dalam usahanya mencari Pengetahuan Tertinggi tentang Kebenaran Sejati oleh Sudhana. Penggambarannya dalam 460 pigura didasarkan pada kitab suci Buddha Mahayana yang berjudul Gandawyuha, dan untuk bagian penutupnya berdasarkan cerita kitab lainnya yaitu Bhadracari.
[sunting] Arca Buddha
Sebuah arca Buddha di dalam stupa berterawang

Selain wujud buddha dalam kosmologi buddhis yang terukir di dinding, di Borobudur terdapat banyak arca buddha duduk bersila dalam posisi lotus serta menampilkan mudra atau sikap tangan simbolis tertentu.

Patung buddha dalam relung-relung di tingkat Rupadhatu, diatur berdasarkan barisan di sisi luar pagar langkan. Jumlahnya semakin berkurang pada sisi atasnya. Barisan pagar langkan pertama terdiri dari 104 relung, baris kedua 104 relung, baris ketiga 88 relung , baris keempat 72 relung, dan baris kelima 64 relung. Jumlah total terdapat 432 arca Buddha di tingkat Rupadhatu level.[3] Pada bagian Arupadhatu (tiga pelataran melingkar), arca Buddha diletakkan di dalam stupa-stupa berterawang (berlubang). Pada pelataran melingkar pertama terdapat 32 stupa, pelataran kedua 24 stupa, dan pelataran ketiga terdapat 16 stupa, semuanya total 72 stupa.[3] Dari jumlah asli sebanyak 504 arca Buddha, lebih dari 300 telah rusak (kebanyakan tanpa kepala) dan 43 hilang (sejak penemuan monumen ini, kepala buddha sering dicuri sebagai barang koleksi, kebanyakan oleh museum luar negeri).[4]

Secara sepintas semua arca buddha ini terlihat serupa, akan tetapi terdapat perbedaan halus diantaranya, yaitu pada mudra atau posisi sikap tangan. Terdapat lima golongan mudra: Utara, Timur, Selatan, Barat, dan Tengah, kesemuanya berdasarkan lima arah utama kompas menurut ajaran Mahayana. Keempat pagar langkan memiliki empat mudra: Utara, Timur, Selatan, dan Barat, dimana masing-masing arca buddha yang menghadap arah tersebut menampilkan mudra yang khas. Arca Buddha pada pagar langkan kelima dan arca buddha di dalam 72 stupa berterawang di pelataran atas menampilkan mudra: Tengah atau Pusat. Masing-masing mudra melambangkan lima Dhyani Buddha; masing-masing dengan makna simbolisnya tersendiri.[5]

Mengikuti urutan Pradakshina yaitu gerakan mengelilingi searah jarum jam dimulai dari sisi Timur, maka mudra arca-arca buddha di Borobudur adalah:
Mudra↓ Melambangkan↓ Dhyani Buddha↓ Arah Mata Angin↓ Lokasi Arca↓
Bhumisparsa mudra Memanggil bumi sebagai saksi Aksobhya Timur Relung di pagar langkan 4 baris pertama Rupadhatu sisi timur
Wara mudra Kedermawanan Ratnasambhawa Selatan Relung di pagar langkan 4 baris pertama Rupadhatu sisi selatan
Dhyana mudra Semadi atau meditasi Amitabha Barat Relung di pagar langkan 4 baris pertama Rupadhatu sisi barat
Abhaya mudra Ketidakgentaran Amoghasiddhi Utara Relung di pagar langkan 4 baris pertama Rupadhatu sisi utara
Witarka mudra Akal budi Wairocana Tengah Relung di pagar langkan baris kelima (teratas) Rupadhatu semua sisi
Dharmachakra mudra Pemutaran roda dharma Wairocana Tengah Di dalam 72 stupa di 3 teras melingkar Arupadhatu
[sunting] Tahapan pembangunan Borobudur

* Tahap pertama

Masa pembangunan Borobudur tidak diketahui pasti (diperkirakan antara 750 dan 850 M). Pada awalnya dibangun tata susun bertingkat. Sepertinya dirancang sebagai piramida berundak. tetapi kemudian diubah. Sebagai bukti ada tata susun yang dibongkar.

* Tahap kedua

Pondasi Borobudur diperlebar, ditambah dengan dua undak persegi dan satu undak lingkaran yang langsung diberikan stupa induk besar.

* Tahap ketiga

Undak atas lingkaran dengan stupa induk besar dibongkar dan dihilangkan dan diganti tiga undak lingkaran. Stupa-stupa dibangun pada puncak undak-undak ini dengan satu stupa besar di tengahnya.

* Tahap keempat

Ada perubahan kecil seperti pembuatan relief perubahan tangga dan lengkung atas pintu.
[sunting] Ikhtisar waktu proses pemugaran Candi Borobudur
Foto pertama Borobudur dari tahun 1873. Bendera Belanda tampak pada stupa utama candi.
Teras tertinggi setelah restorasi Van Erp. Stupa utama memiliki menara dengan chattra (payung) susun tiga.

* 1814 - Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jenderal Britania Raya di Jawa, mendengar adanya penemuan benda purbakala di desa Borobudur. Raffles memerintahkan H.C. Cornelius untuk menyelidiki lokasi penemuan, berupa bukit yang dipenuhi semak belukar.

* 1873 - monografi pertama tentang candi diterbitkan.

* 1900 - pemerintahan Hindia Belanda menetapkan sebuah panitia pemugaran dan perawatan candi Borobudur.

* 1907 - Theodoor van Erp memimpin pemugaran hingga tahun 1911.

* 1926 - Borobudur dipugar kembali, tapi terhenti pada tahun 1940 akibat krisis malaise dan Perang Dunia II.

* 1956 - Pemerintah Indonesia meminta bantuan UNESCO. Prof. Dr. C. Coremans datang ke Indonesia dari Belgia untuk meneliti sebab-sebab kerusakan Borobudur.

* 1963 - Pemerintah Indonesia mengeluarkan surat keputusan untuk memugar Borobudur, tapi berantakan setelah terjadi peristiwa G-30-S.

* 1968 - Pada konferensi-15 di Perancis, UNESCO setuju untuk memberi bantuan untuk menyelamatkan Borobudur.

* 1971 - Pemerintah Indonesia membentuk badan pemugaran Borobudur yang diketuai Prof.Ir.Roosseno.

Batu peringatan pemugaran candi Borobudur dengan bantuan UNESCO

* 1972 - International Consultative Committee dibentuk dengan melibatkan berbagai negara dan Roosseno sebagai ketuanya. Komite yang disponsori UNESCO menyediakan 5 juta dolar Amerika Serikat dari biaya pemugaran 7.750 juta dolar Amerika Serikat. Sisanya ditanggung Indonesia.

* 10 Agustus 1973 - Presiden Soeharto meresmikan dimulainya pemugaran Borobudur; pemugaran selesai pada tahun 1984

* 21 Januari 1985 - terjadi serangan bom yang merusakkan beberapa stupa pada Candi Borobudur yang kemudian segera diperbaiki kembali. Serangan dilakukan oleh kelompok Islam ekstremis yang dipimpin oleh Husein Ali Al Habsyi.

* 1991 - Borobudur ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO.

[sunting] Referensi

1. ^ Drs. R. Soekmono, (1973, 5th reprint edition in 1988). Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 2, 2nd ed.. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. hlm. 46.
2. ^ Walubi Borobudur : Candi Berbukit Kebajikan.
3. ^ a b Soekmono (1976), page 35–36.
4. ^ Hiram W. Woodward Jr. (1979). "Acquisition". Critical Inquiry 6 (2): 291–303. DOI:10.1086/448048.
5. ^ Roderick S. Bucknell and Martin Stuart-Fox (1995). The Twilight Language: Explorations in Buddhist Meditation and Symbolism. UK: Routledge. ISBN 0700702342.
:stun: :rofl:
SOFF
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 144
Joined: Tue Aug 24, 2010 3:12 pm

Re: Borobudur ternyata bukan Hindu-Budha tp Islami

Postby Pan Kobar » Wed Sep 01, 2010 4:01 pm

SOFF wrote: * 21 Januari 1985 - terjadi serangan bom yang merusakkan beberapa stupa pada Candi Borobudur yang kemudian segera diperbaiki kembali. Serangan dilakukan oleh kelompok Islam ekstremis yang dipimpin oleh Husein Ali Al Habsyi.


kapan dibom lg nich,......
ORANG BUDDHA CAPEK2 BIKIN>> MUSLIM SANTAI TNP PERASAAN NGERUSAK>>DATANG ORG KRISTEN DGN PERHATIAN MMPERBAIKI>>ALHASIL JD OBJEK WISATA>>YG MENIKMATI ORG MUSLIM>>TAU2 DI BOM LAGI.......



BEGITU2 AJA JUDULNYA.....,...
User avatar
Pan Kobar
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 366
Joined: Fri Aug 06, 2010 1:16 pm
Location: Negri Mimpi

Re: Borobudur ternyata bukan Hindu-Budha tp Islami

Postby SOFF » Wed Sep 01, 2010 4:26 pm

OOT....

hehe... maaf saudara membuat saya tertawa.....

lihatlah belanda dan apa agamanya.....
sungguh serakah ya para penjajah dari kristen itu......
dari hindu budha damai....
masuk islam secara damai....
masuk kristen secara penjajahan.......
timbul fitnah............
islamlah yang disalahkan.....
SOFF
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 144
Joined: Tue Aug 24, 2010 3:12 pm

Re: Borobudur ternyata bukan Hindu-Budha tp Islami

Postby AllahAkbar » Wed Sep 01, 2010 4:32 pm

SOFF wrote:OOT....

hehe... maaf saudara membuat saya tertawa.....

lihatlah belanda dan apa agamanya.....
sungguh serakah ya para penjajah dari kristen itu......
dari hindu budha damai....
masuk islam secara damai....
masuk kristen secara penjajahan.......
timbul fitnah............
islamlah yang disalahkan.....

penjajah tidak pernah bawa agama
penjajah ngebunuh orang tdaik teriak heleluyah
kristen datang bukan dari penjajah
kristen datang dari misionaris berbagai negara
User avatar
AllahAkbar
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 331
Joined: Fri Aug 20, 2010 4:57 pm
Location: مدينة نيويورك

Re: Borobudur ternyata bukan Hindu-Budha tp Islami

Postby SOFF » Wed Sep 01, 2010 4:42 pm

masuknya kristen ke indonesia tanpa misi gospel penjajah lalu siapa?
SOFF
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 144
Joined: Tue Aug 24, 2010 3:12 pm

Re: Borobudur ternyata bukan Hindu-Budha tp Islami

Postby holy biker » Wed Sep 01, 2010 4:51 pm

ckckckckckkck..berdecak "kagum" aytas pengklaiman yang aneh ini..

semua diaku punya mereka...wolaaaaah...

woi ngaca napa...duuuh cepeee deeee...... [-o<
holy biker
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 1
Joined: Wed Sep 01, 2010 4:38 pm

Re: Borobudur ternyata bukan Hindu-Budha tp Islami

Postby SOFF » Wed Sep 01, 2010 4:55 pm

:stun: tolong ceritakanlah wahai kau kaum yang bukan kaumku...



biographi kristen masuk ke Indonesia..?

kristen pun yang bertauhid tiadalah kafir mutlak


apakah lidahmu kelu tak biasa mengelak kebenaran..?
SOFF
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 144
Joined: Tue Aug 24, 2010 3:12 pm

Re: Borobudur ternyata bukan Hindu-Budha tp Islami

Postby AllahAkbar » Thu Sep 02, 2010 8:21 am

mas soff
saya sadar kalau anda bukan sejarahwan
tapi kalau anda ngomong ini ke sejarahwan
saya yakin 10000000000% anda bakal di tertawakan :rofl:
kristen masuk juga ada dari bangsa arab kristen juga
mohon di mengerti
User avatar
AllahAkbar
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 331
Joined: Fri Aug 20, 2010 4:57 pm
Location: مدينة نيويورك

Re: Borobudur ternyata bukan Hindu-Budha tp Islami

Postby Pan Kobar » Thu Sep 02, 2010 9:04 am

SOFF wrote:OOT....

hehe... maaf saudara membuat saya tertawa.....

lihatlah belanda dan apa agamanya.....
sungguh serakah ya para penjajah dari kristen itu......
dari hindu budha damai....
masuk islam secara damai....
masuk kristen secara penjajahan.......
timbul fitnah............
islamlah yang disalahkan.....
User avatar
Pan Kobar
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 366
Joined: Fri Aug 06, 2010 1:16 pm
Location: Negri Mimpi

Re: Borobudur ternyata bukan Hindu-Budha tp Islami

Postby Pan Kobar » Thu Sep 02, 2010 9:18 am

SOFF wrote:OOT....

hehe... maaf saudara membuat saya tertawa.....

lihatlah belanda dan apa agamanya.....
sungguh serakah ya para penjajah dari kristen itu......
dari hindu budha damai....
masuk islam secara damai....
masuk kristen secara penjajahan.......
timbul fitnah............
islamlah yang disalahkan.....


belanda memang kbetulan kristen tp mrka brmotif mnjajah tok, tdk prnh sy dgr belanda mmberi pilihan kpd yg djajah PILIH MSUK KRISTEN ATO KLW GK MAU KM MATI, INGGRIS JG BGITU, JEPANG JG BEGITU. Beda dgn Invasi Islam pertama2 yg dtawarkan adlh Agama Islam bl tdk mw ya bunuh, bhkn peradaban yg di invasi Islam jg dhancurleburkan. Misalnya kitab2, dan candi2nya, dan org2nya jg dmusnahkan, beda dgn Belanda wlw mrka mnjajah peradaban gk msti dhancurkan mlh dihargai, anda mgkn gk mau tau bhwa kitab2 pninggalan Majapahit dboyong ke Belanda utk dipelajari lalu disimpan di museum Leiden, patung Ken Dedes mlh dbwa ksana. Bandingkan dgn Belanda bila hnya mmbngkang kpd pmrnthan belanda(yg brsft xtreme) br dbunuh, bila ringan ya diajak negoisasi, perundingan, ato diasingkan. Na klw di Islam ckup dgn alasan org tsb diluar islam mka jaminan org tsb kplanya dpenggal, tdk ada kompromi.Namun bgitu sy tdk prnh s7 atau brharap djajah Belanda,Inggris,Portugis,Prancis atopun bgsa lainnya apalagi islam, amit2. Ngeri........Krna pnjajahan tdk sesuai dgn PRIKEMANUSIAAN DAN PRI KEADILAN.....
:yawinkle:
User avatar
Pan Kobar
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 366
Joined: Fri Aug 06, 2010 1:16 pm
Location: Negri Mimpi

Re: Borobudur ternyata bukan Hindu-Budha tp Islami

Postby iamthewarlord » Thu Sep 02, 2010 10:14 am

tambah ngga benar saja.
User avatar
iamthewarlord
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4494
Images: 6
Joined: Sun Feb 08, 2009 11:07 pm
Location: “Ibadah lelaki akan diputus dengan lewatnya keledai, wanita dan anjing hitam.” Muhammad.

Re: Borobudur ternyata bukan Hindu-Budha tp Islami

Postby treblewinner » Thu Sep 02, 2010 2:27 pm

@SOFF:

hahaha pengen ketawa ngeliat komen elo.. Belanda mah penjajah tok.. ga pernah nyebarin agama..
Penyebaran agama kristen itu oleh misionaris mas bukan VOC!
Nih misalnya, di Sumatera Utara, kristen protestan disebarkan oleh seorang misionaris Jerman yang namanya Nomensen. Coba tanya sama temen mas yang orang batak.
gitu loh..

Saran saya cari tau dulu sebelum mas berkoar-koar.. #-o
treblewinner
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 41
Joined: Sun Jun 20, 2010 3:33 pm

Re: Borobudur ternyata bukan Hindu-Budha tp Islami

Postby kbg » Fri Sep 03, 2010 10:35 am

treblewinner wrote:@SOFF:

hahaha pengen ketawa ngeliat komen elo.. Belanda mah penjajah tok.. ga pernah nyebarin agama..
Penyebaran agama kristen itu oleh misionaris mas bukan VOC!
Nih misalnya, di Sumatera Utara, kristen protestan disebarkan oleh seorang misionaris Jerman yang namanya Nomensen. Coba tanya sama temen mas yang orang batak.
gitu loh..

Saran saya cari tau dulu sebelum mas berkoar-koar.. #-o

:rolling: :rolling: :rolling: :rolling: :rolling: :rolling: :rolling: :rolling:
Biasalah ajaran Ustadnya emang dah begitu [-(
mau apalagi? kalau nga terima dan nga percaya sama ajaran Ustadnya bisa dicap nga Islami

Tapi untuk semua hati-hati aja, Islam sudah invansi, seklipun invansinya kayak wong mumet :rolleyes: alias asal nyeplak nga karu-karuan tapi mesti di waspadain, sekarang mereka lagi sibuk nyusun2 strategi dan alasan untuk mengklaim perkara2 yg besar, misal mengklaim borubudur sebagai milik Islam, kalau mentok mereka juga akan terus menyasar yang lainnya, sampai2 nanti Istri dan anak2 Kalian pun di bilang milik Islam, WASPDALAH, WASPADALAH, KEJATAHATAN BUKAN DARI ADANYA NIAT PELAKU SAJA TAPI TURUT DISEBABKAN DARI RASA KURANG PERDULI NON MUSLIM :rolling:
Image
MONYET AJA BINGUN LIHAT ISLAM :rolling:
User avatar
kbg
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 862
Joined: Wed Oct 11, 2006 2:41 pm
Location: http://www.kbg.co.za/

Re: Borobudur ternyata bukan Hindu-Budha tp Islami

Postby SOFF » Fri Sep 03, 2010 11:22 am


:stun: dari muslimin yang tidak lebih pandir dari anda :turban:
Freemasonry di Indonesia

Di Hindia-Belanda dahulu, rumah pertemuan kaum Vrijmetselarij, dalam bahasa Belanda Loge atau Loji dalam bahasa Indonesia seringkali disebut sebagai "rumah setan". Sejak zaman presiden Soekarno, gerakan ini dilarang di Indonesia. Februari 1961, lewat Lembaran Negara nomor 18/1961, Presiden Soekarno membubarkan dan melarang keberadaan Freemasonry di Indonesia. Lembaran Negara ini kemudian dikuatkan oleh Keppres Nomor 264 tahun 1962 yang membubarkan dan melarang Freemasonry dan segala “derivat”nya seperti Rosikrusian, Moral Re-armament, Lions Club, Rotary, dan Baha’isme. Sejak itu, loji-loji mereka disita oleh negara.

Namun 38 tahun kemudian, Presiden Abdurrahman Wahid mencabut Keppres nomor 264/1962 tersebut dengan mengeluarkan Keppres[1] nomor 69 tahun 2000 tanggal 23 Mei 2000. Sejak itulah, keberadaan kelompok-kelompok Yahudi seperti Organisasi Liga Demokrasi, Rotary, Divine Life Society, Vrijmetselaren-Loge (Loge Agung Indonesia) atau Freemasonry Indonesia, Moral Rearmament Movement, Ancient Mystical Organization Of Rosi Crucians (AMORC) dan Organisasi Baha’i menjadi resmi dan sah kembali di Indonesia.

Salah satu yang paling terkenal adalah Adhuc Stat alias Loji Bintang Timur yang terletak di Menteng, Jakarta Pusat[rujukan?], yang kini dipakai sebagai Gedung Bappenas. Dulu, gedung ini dikenal masyarakat luas sebagai Gedung Setan[rujukan?], karena sering dipakai sebagai tempat pemanggilan arwah orang mati oleh para angota Mason.[rujukan?]


Dr. T.H. Stevens, seorang sejarawan Belanda, dalam bukunya berjudul "Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962", yang edisi bahasa Indonesianya diterbitkan oleh Sinar Harapan dalam jumlah yang sangat terbatas, banyak memaparkan tentang gerakan dan tokoh-tokoh Freemasonry di Indonesia. Tokoh-tokoh Mason Indonesia menurut buku tersebut —yang dilengkapi foto-foto ekslusif sebagai buktinya— banyak menyangkut nama-nama terkenal seperti Sultan Hamengkubuwono VIII, RAS. Soemitro Kolopaking Poerbonegoro, Paku Alam VIII, RMAA. Tjokroadikoesoemo, dr. Radjiman Wedyodiningrat, dan banyak pengurus organisasi Boedhi Oetomo.

Freemasonry secara bahasa terdiri dari dua kata, Free dan Mason. Free artinya merdeka dan mason artinya tukang bangunan. Dengan demikian Freemasonry secara etimologis berarti "tukang-tukang bangunan yang merdeka".

Secara hakikat, Freemasonry atau Al-Masuniyyah (dalam bahasa Arab) adalah sebuah organisasi Yahudi Internasional bawah tanah yang tidak ada hubungannya dengan tukang-tukang bangunan yang terdapat pada abad pertengahan.

Freemasonry di atas juga tidak ada hubungannya dengan kegiatan pembangunan kapal atau katedral besar seperti yang banyak diduga oleh sebagian orang. Tetapi maksud Freemasonry di sini adalah tidak terikat dengan ikatan pihak manapun kecuali sesama freemason.

Freemasonry berasal dari gerakan rahasia yang dibuat oleh sembilan orang Yahudi di Palestina pada tahun 37 M, yang dimaksudkan sebagai usaha untuk melawan pemeluk Masehi, dengan cara pem*bunuhan terhadap orang per-orang.

Me*nu*rut buku Kabut-kabut Freemasonry, salah seorang yang disebut sebagai pendirinya adalah Herodes Agrida I (meninggal 44 M). Ia dibantu oleh dua orang Yahudi, Heram Abioud dan Moab Leomi. Freemasonry selanjutnya menempatkan dirinya sebagai musuh terhadap agama Masehi maupun Islam.

Pada tahun 1717 M gerakan rahasia ini melangsungkan seminar di London di bawah pimpinan Anderson. Ia secara formal menjabat sebagai kepala gereja Protestan, namun pada hakikatnya adalah seorang Yahudi. Dalam seminar inilah gerakan rahasia tersebut memakai nama Freemasonry sebagai nama barunya. Sebagai pendirinya adalah Adam Wishaupt, seorang tokoh Yahudi dari London, yang kemudian mendapatkan dukungan dari Albert Pike, seorang jenderal Amerika (1809-1891).

Organisasi ini sulit dilacak karena strukturnya sangat rahasia, teratur, dan rapi. Tujuan gerakan Freemasonry secara umum adalah:

1. Menghapus semua agama.

2. Menghapus sistem keluarga.

3. Mengkucarkacirkan sistem politik dunia.

4. Selalu bekerja untuk menghancurkan kesejahteraan manusia dan merusak kehidupan politik, ekonomi, dan sosial negara-negara non-Yahudi atau Goyim (sebutan dari bangsa lain di luar Yahudi).

Tujuan akhir dari gerakan Freemason adalah mengembalikan bangunan Haikal Sulaiman yang terletak di Masjid Al-Aqsha, di kota Al-Quds (Yerussalem), mengibarkan bendera Israel, serta mendirikan pemerintahan Zionis Internasional, seperti yang diterapkan dalam Protokol para cendekiawan Zionis.

Buku Protokol ini berisikan langkah-langkah yang telah ditetapkan oleh para hakkom, catatan pembicaraan yang dilakukan di dalam setiap rapat mereka, serta berisikan 24 bagian (ayat) yang mencakup rencana politik, ekonomi, dan keuangan, dengan tujuan menghancurkan setiap bangsa dan pemerintahan non-Yahudi, serta menyiapkan jalan penguasaan bagi orang-orang Yahudi terhadap dunia Internasional.

Dalam gerakannya, Freemasonry menggunakan tangan-tangan cendekiawan dan hartawan Goyim, tetapi di bawah kontrol orang Yahudi pilihan. Hasil dari gerakan ini di antaranya adalah mencetuskan tiga perang dunia, tiga revolusi (Revolusi Perancis, Revolusi Amerika, dan Revolusi Industri di Inggris), melahirkan tiga gerakan utama (Zionisme, Komunisme, dan Nazisme)

Freemansory terbagi ke dalam tiga tingkatan: (1) Majelis Rendah atau Freemansory Simbolis; (2) Fremansory Majelis Menengah; dan (3) Fremansory Majelis Tinggi.

Dalam penerimaan keanggotaan, Freemasonry tidak mempersoal*kan agama calon anggota. Bahkan calon anggota disumpah sesuai dengan agama yang dianutnya. Dalam Freemasonry diadakan model kenaikan pangkat hingg level ke-33 bagi orang-orang Goyim. Orang-orang yang berhasil dijaring kemudian diberikan tugas untuk menyebarkan paham Freemasonry dan bekerja untuk mereali*sasikan tujuannya.

Orang-orang tertarik kepada Freemasonry karena mereka menganggap bahwa organi*sasi ini bergerak di bidang kemanusiaan. Di balik itu mereka menanamkan doktirn “Pengembangan Agama� atau “Polotisme�, yang mengatakan semua agama itu sama, baik, dan benar. Lebih jauh Freemasonry dengan secara halus membawa anggotanya memahami Atheisme.


Referensi

1. ^ KEPPRES 69 TAHUN 2000. Diakses pada 13 Juni 2010
2. ^ Prescott, Andrew (pdf). The Study of Freemasonry as a New Academic Discipline. hlm. pp. 13–14. http://freemasonry.dept.shef.ac.uk/pdf/ ... acdca85a90. Diakses pada 2006-05-21.
3. ^ Can a Muslim be a freemason?. (asp) Islamonline.com. Diakses pada 8 Mei 2007
4. ^ Hamas Covenant of 1988. Wikisource. Accessed 2 October 2007.
5. ^ Leyiktez, Celil. "Freemasonry in the Islamic World". Accessed 2 October 2007.

Stevens, Th. 2002. Tarekat Mason Bebas Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962. Jakarta: Sinar Harapan.


Bacalah yang kau inginkan.....
itulah sisi lain Kristen tumpangan yang Kafir (VOC)

mereka putar balikkan kebenaran.....
akan kedamaian dirubah menjadi pertengkaran....
agar semua agama samawi menjadi Atheis........
SOFF
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 144
Joined: Tue Aug 24, 2010 3:12 pm

Re: Borobudur ternyata bukan Hindu-Budha tp Islami

Postby niperson » Fri Sep 03, 2010 12:19 pm

SOFF wrote:OOT....

hehe... maaf saudara membuat saya tertawa.....

lihatlah belanda dan apa agamanya.....
sungguh serakah ya para penjajah dari kristen itu......
dari hindu budha damai....
masuk islam secara damai....
masuk kristen secara penjajahan.......
timbul fitnah............
islamlah yang disalahkan.....

wakakakaka
penjajah belanda tidak pernah bawa perang atas nama agama,....
islam membawa agama dengan damai???
ngga salah tuh????
sejarah sudah membuktikan bagaimana islam
Sebenarnya, umat Islam telah menakluki negara-negara bukan-Islam yang berjiran dengan tanah Arab melalui kekerasan, serta mengadakan kerajaan Islam secara paksa
ke atas umat non-muslim dalam keadaan tertawan. Ada orang bukan-islam yang memeluk Islam dengan rela, tetapi juga terdapat ramai mereka yang boleh terus
mengamalkan agama asal mereka sebagai ‘warga negara kelas bawahan’ (sebagai umat ‘dhimmi’). Ada umat lain juga yang dipaksa memeluk Islam, atau menghadapi
maut di hujung mata pedang jika tidak!
niperson
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 68
Joined: Mon Aug 30, 2010 8:43 pm

Re: Borobudur ternyata bukan Hindu-Budha tp Islami

Postby Islam Keren » Fri Sep 03, 2010 12:49 pm

niperson wrote:wakakakaka
penjajah belanda tidak pernah bawa perang atas nama agama,....
islam membawa agama dengan damai???
ngga salah tuh????
sejarah sudah membuktikan bagaimana islam
Sebenarnya, umat Islam telah menakluki negara-negara bukan-Islam yang berjiran dengan tanah Arab melalui kekerasan, serta mengadakan kerajaan Islam secara paksa
ke atas umat non-muslim dalam keadaan tertawan. Ada orang bukan-islam yang memeluk Islam dengan rela, tetapi juga terdapat ramai mereka yang boleh terus
mengamalkan agama asal mereka sebagai ‘warga negara kelas bawahan’ (sebagai umat ‘dhimmi’). Ada umat lain juga yang dipaksa memeluk Islam, atau menghadapi
maut di hujung mata pedang jika tidak!

Wah .. wah .. kayanya Snouk Horgoronye itu Misionaris deh .. Dia kan Pendeta sekaligus tentara belanda ...
Islam Keren
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 159
Joined: Thu Sep 02, 2010 7:57 am

Re: Borobudur ternyata bukan Hindu-Budha tp Islami

Postby SOFF » Fri Sep 03, 2010 1:04 pm

....1. sudah dibahas secara etimologis dan historis..... Borobudur itu peniggalan kultur Budha.......
.......mengapa ya para kafir dan fakir ilmu ini masih saja membohongi satu galaksi bima sakti dengan berkata sebalikNya.....
.......(karena) ini adalah FFI

.....semua itu ujung2na pasti akan menghina islam(dengan modus bertukar Fikiran)
.............................................................(mengaburkan ayat2 dgn salah tafsir)
.............................................................inilah FFI....(FOUM FAKIR Ilmu)

.......borobudur kok Islam......
.......Borobudur itu Budha......

(ayo ah belajar lagi ya nak....) :goodman:
SOFF
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 144
Joined: Tue Aug 24, 2010 3:12 pm

Re: Borobudur ternyata bukan Hindu-Budha tp Islami

Postby niperson » Fri Sep 03, 2010 1:09 pm

Islam Keren wrote:wakakakaka
penjajah belanda tidak pernah bawa perang atas nama agama,....
islam membawa agama dengan damai???
ngga salah tuh????
sejarah sudah membuktikan bagaimana islam
Sebenarnya, umat Islam telah menakluki negara-negara bukan-Islam yang berjiran dengan tanah Arab melalui kekerasan, serta mengadakan kerajaan Islam secara paksa
ke atas umat non-muslim dalam keadaan tertawan. Ada orang bukan-islam yang memeluk Islam dengan rela, tetapi juga terdapat ramai mereka yang boleh terus
mengamalkan agama asal mereka sebagai ‘warga negara kelas bawahan’ (sebagai umat ‘dhimmi’). Ada umat lain juga yang dipaksa memeluk Islam, atau menghadapi
maut di hujung mata pedang jika tidak!

Wah .. wah .. kayanya Snouk Horgoronye itu Misionaris deh .. Dia kan Pendeta sekaligus tentara belanda ...[/quote]
Yang jelas di kitab suci manapun diluar alquran, tidak membenarkan ajaran nya lewat kekerasan,....
kasian banget saudara kita islam,... membenarkan perbuatan kasarnya dengan menyalah2kan agama lain,...
menurut pendapatku islam telah kehilangan jati diri,.....
pertahankan islammu dengan pendapat sendiri dan alquran serta hadist sendiri, ngga perlu bawa agama2 lain,...
Mungkin aku bukan ahli sejarahwan, yang pasti dirimu juga bukan,...
setahuku pendeta mana ada yang bekerja dua rangkap,... tapi kalau ustadz sudah jelas,....
ceramah dimasjid sambil provokasi umatnya untuk jihad, melawan kafir
dan setelah itu baru deh ikut berperang melawan kafir
niperson
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 68
Joined: Mon Aug 30, 2010 8:43 pm

PreviousNext

Return to Islam vs Agama & Peradaban Lain



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users