. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

BISMI ALLAH : kesukaan dan ketidaksukaan Allah (1 - 5)

Sejarah, asal usul ALLAH & KABAH, hubungan Allah dgn Muhamad. Juga, pribadi dan latar belakang MUHAMAD

BISMI ALLAH : kesukaan dan ketidaksukaan Allah (1 - 5)

Postby Adadeh » Sat Apr 29, 2006 3:13 pm

http://www.islam-watch.org/AbulKasem/BismiAllah1.htm
Bismi Allah (Dalam Nama Allah)
Bagian 1(a) dari 11
By Abul Kasem
e-mail: nirribilli@gmail.com
21 April, 2006

[Peringatan: Isi esai ini dapat menyinggung pembaca tertentu.]

GARIS BESAR

Tulisan ini dengan teliti menyelidiki tentang Allah, Tuhan-nya Islam. Allah adalah pusat agama Islam. Segala tindakan, segala ibadah, segala Jihad, segala penyerangan gelap Islami, segala pertumpahan darah Islami, segala hukum Islam dibuat hanya untuk satu tujuan: menyenangkan hati Allah.

Siapa sih Allah ini? Dari mana Dia datang? Di manakah Dia hidup sekarang? Apakah kegiatanNya sehari-hari? Bagaimanakah sifatNya? Apakah yang disukai dan tidak disukaiNya? Apakah Allah punya Kantor Pusat? – bagaimanakah bentuk kantor itu? Apakah Allah punya Singgasana? Apakah Allah punya jasmani atau apakah Allah itu makhluk yang amorfus – tanpa bentuk perwujudan apapun – tidak tampak, tidak dapat dikenali, dan tidak akan pernah dapat dimengerti? Ini adalah pertanyaan2 yang terlarang dan termasuk penghujatan. Meskipun begitu, pertanyaan2 menghantui setiap pikiran Muslim sejak pertama kali mereka mendengar nama Allah sampai di saat dia menghembuskan nafasnya yang terakhir. Tapi dia tidak akan pernah mendapat jawaban2 yang memuaskan pada pertanyaan2 ini.

Untuk jangka waktu selamanya, Allah tetap akan menjadi tanda tanya besar dalam diri Muslim. Para Islamis selalu menganggap sifat misterius dan sukar diduga Allah ini sebagai intisari Islam. Allah harus tetap sukar untuk dipahami, tidak banyak diketahui. Inilah yang membuat Islam hebat: permainan petak umpet antara Allah dan penyembahNya.

Tulisan ini mencoba menyingkirkan metode kuno dan irasional untuk mengerti Allah. Hasil yang paling mengejutkan dari penelaahan ini adalah: Allah itu ternyata tidak misterius sama sekali. Dia sama seperti kita semua yang adalah manusia yang hidup dan bernafas! Allah tidaklah misterius; dan Dia pun tidak bersembunyi dari kita semua. Dia hidup bersama Muhammad, tapi Dia tidak mati bersama Muhammad.

Berdasarkan bukti2 yang tidak dapat disangkal, esai ini akan menyampaikan cerita tentang Allah dan bagaimana Muhammad mengajukan Allah sebagai makhluk untuk disembah – hanya karena dia ingin disembah – dalam nama Allah, sama seperti orang2 pagan menyembah Allah.


PENDAHULUAN

Dua kata pertama di setiap Sura dalam Qur’an adalah Bismi Allah (kadang2 ditulis sebagai Bismillah atau Basmallah) yang berarti: Dalam nama Allah. Perkecualian hanyalah di Sura 9 (Sura Baraat or Sura at-Taubat). Alasan mengapa dua kata ini (Bismi Allah) tidak ada di Sura 9 adalah karena Sura ini kelanjutan dari Sura 8 (Jarahan Perang). Dalam penyusunan Qur’an (mungkin di jaman Kalifah Uthman), Sura 9 ini dipisah dari Sura 8. Tiada huruf atau kata2 yang lebih suci daripada kedua kata itu. Dalam aturan bahasa Qur’an, kedua kata ini adalah sangat utama dalam segala ibadah agama. Memang benar, kata Bismi Allah merupakah kata kunci untuk membuka misteri Allah.

Kata2 Bismi Allah adalah ucapan doa rutin dalam ibadah agama Islam seperti: melakukan sembahyang, perkawinan, makan, minum, membaca, menulis, tidur, bangun, berjalan, duduk, bangkit berdiri, berlari, bermain, buang air kecil, mencium, melakukan persetubuhan, duduk untuk belajar, mengunjungi dokter, siap2 mau berangkat … dan segalanya. Kegiatan2 saat di mana dua kata ini tidak digunakan adalah ketika melakukan pemancungan Islami, membunuh binatang, melakukan perang (Jihad), membersihkan dan berziarah ke kuburan. Kata2 yang digunakan untuk kegiatan2 ini adalah Allahu Akbar. Atas jasa para teroris Islam dan film pemancungan Islami yang mereka sebarkan di Internet, aku tidak perlu lagi menulis banyak2 untuk menjelaskan kata2 ini. Dunia sudah mengartikan kata2 Allahu Akbar ini dengan teror, kejahatan, dan pembunuhan. Anehnya, kata2 Bismi Allah tidak diucapkan dalam Azan. Kita mendengar ucapan Allahu Akbar (3 kali) di awal dan hampir di bagian akhir Azan.

Kata2 Bismi Allah bukanlah penemuan Muhammad. Kaum pagan Mekah sudah biasa menggunakan dua kata suci ini meskipun tidak terus menerus dalam kebanyakan ibadah agama mereka karena mereka menganggap Allah sebagai Tuhan mereka yang paling utama. Mereka menamakan ibadah agama ini sebagai Tasmiya. Nama ini mungkin berasal dari budaya Yahudi yang menyebut HaShem dan memohon dengan khusuk ketika mereka melafalkan Taurat. Tidaklah jelas siapa yang menemukan kebiasaan ini – tapi jelas bahwa Muhammadlah yang secara luas menetapkan aturan pengucapan Bismi Allah sebagai praktek wajib bagi para Muslim di seluruh dunia. Jika engkau membaca lebih lanjut dalam esai ini, kau akan mengerti mengapa Muhammad mewajibkan untuk mengucapkan Bismi Allah di setiap kegiatan yang sebelumnya kusebut tadi.

Karena itu, memang penting untuk membedah secara menyeluruh dua kata Bismi Allah yang merupakan akar dari semua kegiatan Islami. Dengan melakukan penelitian secara mendetail, kita akan mengerti jalan pikiran Allah, yang adalah kunci untuk mengerti jalan pikiran Muhammad dan agama Islamnya. Inilah tujuan utama esai ini – untuk menjelaskan Allah yang misterius dan rekannya yang tak terpisahkan Muhammad.

Para pembaca mungkin mendapati beberapa bagian repetitif (berulang). Ini terjadi karena Qur’an dan Ahadis juga repetitif. Aku mencoba menghindari pengulangan sebisa mungkin, tapi dalam beberapa kasus, hal ini tidak bisa dihindari sama sekali.


UCAPAN TERIMA KASIH

Dalam beberapa bulan terakhir, aku menerima banyak e-mail dari para pembaca yang sangat ingin tahu mengapa tiada berita dariku. Aku sangat terpana dengan sikap mereka yang hangat dan penuh peduli, sangat mendukung dan memberi nasehat2 yang baik. Karena itu aku merasa bersikap tidak adil bagi para pembaca ini jika aku tidak mengucapkan rasa terima kasih pada mereka atas kasih sayang dan pengertian yang tulus. Aku tidak pernah menyangka bahwa tulisanku akan dapat menggerakkan perasaan orang. Tadinya kupikir tulisan2ku hanyalah sampah belaka – hanya untuk dibuang di keranjang sampah sejarah. Balasan2 yang kuterima selama ini tadinya adalah e-mail2 penuh kebencian – ratusan banyaknya, penuh ancaman2 untuk membunuhku – hanya karena aku mengutarakan pendapatku. Karena itu, ketika aku membaca e-mail2 dari para pembaca yang sangat bersimpati padaku, perhatian mereka membangkitkan semangat dalam diriku – semangat untuk terus menulis dengan penaku. Aku sangat terharu ketika membaca e-mail2 penuh kasih itu. Beberapa pembaca khawatir akan keselamatanku ketika teroris Islam mengeluarkan fatwa mati untuk membunuh penulis2 pengritik Islam, termasuk diriku. Bagi mereka yang telah mengharapkan diriku selamat, aku ingin mengucapkan terima kasih sebesarnya. Bagi orang2 seperti kalianlah aku ingin menyerahkan seluruh pengabdianku agar anak cucu kita kelak tidak akan lupa hal yang kita perjuangkan saat ini yakni dunia yang bebas dari anarki dan kemunafikan agama. Kalian adalah perwujudan dari keinginan untuk melepaskan dunia dari kesintingan agama. Marilah kita mulai dari “Awal” yakni sifat dasar Allah.


Allah itu Anthropomorfik (menyerupai manusia) (i)

Allah itu Nyata

Muslim seringkali membayangkan Tuhan mereka, Allah, sebagai makhluk yang omnipresent, omnipoten, tak berbentuk, sempurna, selalu terjaga dan mengatur dunia melalui perintah2Nya yang mutlak seperti yang tertulis di kitab suci Qur’an. Menurut banyak apoligis Muslim, tidak ada seorang pun yang memahami sifat dan besarnya Allah. Banyak ilmuwan Muslim terkemuka menulis esai dengan bahasa muluk penuh dengan omong kosong Islami. Tulisan mereka penuh pujian tentang Allah yang tidak dapat dilihat, tidak jelas, dan tidak dapat dimengerti. Banyak Muslim yang mengabdi penuh kepada Allah, sembahyang lima kali sehari, memohon karunia dan ampun dariNya. Apakah arti semua ini? Sudah jelas tampak hal yang bertentangan di sini. Di satu pihak, mereka menyatakan konsep tentang Alah sebagai makhluk yang tidak nyata, tapi sewaktu sembahyang mereka akan menganggap Allah sebagai makhluk yang nyata yang punya mata untuk melihat, kuping untuk mendengar dan punya kualitas tubuh untuk mengabulkan permintaan2 orang yang takwa. Jadi apakah keadaan yang sebenarnya: Allah itu makhluk yang tidak bertubuh, tidak nyata, tidak dapat terlihat, atau Allah itu makhluk yang nyata dan bertubuh? Percaya atau tidak: jika kita mencari sumber2 Islam utama seperti Qur’an, Hadis, Sirah (biografi Muhammad) dan Sharia, kita dapat mengambil satu kesimpulan sederhana yakni Allah itu benar2 nyata, Dia menulis Qur’an dengan tanganNya sendiri dan Dia menurunkan hukum dan anugrahNya dengan tanganNya sendiri.

Untuk memulainya, ilmuwan Islam yang cemerlang Ali Dashti berpendapat bahwa kebanyakan ilmuwan Islam percaya bahwa seperti manusia, Allah pun punya anggota badan (68:42). Ini berarti: Allah itu anthropomorfik! – lengkap dengan lengan, mata2, kuping2, kaki2, tapak kaki dan tubuh! Dengan mengutip sumber Islam yang akurat dari Abu ‘Amer, Ali Dashti berkata bahwa menurut Islam yang paling awal/asli, Allah punya anggota dan organ2 tubuh seperti manusia. Abu ‘Amer menggunakan ayat 68:42 untuk menerangkan sifat alami Allah. Inilah yang Dashti tulis:

Abu ‘Amer ol–Qorashi, seorang Moor dari Majorca yang meninggal di Baghdad tahun 1130 menyatakan bahwa kalimat “Tiada apapun yang sama denganNya” di Sura 42:9 (osh–Showra) (di Qur’an terjemahan Yusuf Ali ini adalah ayat 42:11) tidak dapat diartikan secara harafiah dan usaha pengartian harafiah merupakan tindakan penghujatan. Ini berarti, menurut Abu ‘Amer ol–Qorashi, tiada yang menyamai Allah dalam hal ke-Illahi-anNya, karena “Tuhan memiliki anggota2 dan organ2 tubuh sama seperti milikmu dan milikku.” Sebagai bukti bahwa Allah memiliki anggota2 dan organ2 tubuh, Abu ‘Amer ol–Qorashi mengutip pernyataan tentang hukuman akhir di Sura 68 (ol-Qalam) ayat 42:
“Pada hari Betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud; maka mereka tidak kuasa” (Qur’An terjemahan YUSUF ALI: “The day that the Shin shall be laid bare and they shall be summoned to bow in adoration, But they shall not be able”)
Abu ‘Amer menepuk pahanya dan berkata,”Allah punya kaki2 sama seperti punyaku.” (Dashti, “23 Years” (23 tahun karir kenabian Muhammad), 1994, hal. 158).

Ya, betul. Allah punya anggota2 dan organ2 tubuh sama seperti kita – manusia, yang Dia ciptakan dengan tanganNya sendiri. Inilah dua ayat yang menegaskan bahwa Allah benar2 anthropomofik:

Q 42:11
(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat.

Q 68:42
Pada hari Betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud; maka mereka tidak kuasa.

Ali Dashti melanjutkan:
Allah adalah anthropomorphik (menyerupai manusia)! Menurut Ghazali, Mutazillites adalah kafir dan penghujat Allah. Allah akan turun dari takhtaNya – kata Ghazali.(Dashti, 1994, p. 157).

Dengan mengambil sumber dari Imam Ahmad b. Taymiya, salah satu ilmuwan Islam yang paling terkemuka, Dashti lalu menulis bahwa Ibn Taymiya tidak mau mengakui Ghazali yang tidak punya gambaran jelas tentang Allah dan percaya bahwa Allah bukanlah mahkluk yang berjasmani. Ghazali adalah ilmuwan Islam yang paling mashyur, banyak Muslim menganggap karya tulis Ghazali kedua terpenting setelah Qur’an. Ibn Taymiya bahkan menyebut Ghazali sebagai bid’ah. Ibn Taymiya sangat percaya bahwa Allah benar2 anthropomorphik! Allah akan turun dari takhtaNya!

Dashti menulis:
Akan tetapi, banyak Muslim yang punya pandangan yang kaku. Orang2 seperti itu hanya menerima interpretasi yang telah ditegaskan oleh Hadis (Qur’an), dan mereka menganggap menggunakan akal dalam memahami masalah2 agama akan menyesatkan dan tidak diperbolehkan. Mereka menerima arti ayat2 Qur’an di atas secara harafiah dan percaya bahwa Allah punya kepala, mulut, mata2, kuping2, lengan2 dan kaki2 sama seperti manusia. Menurut pendapat Abu Ma’mar al–Hodhali (d. 236/850), seorang Imam di Baghdad, setiap orang yang tidak percaya akan ini dianggap kafir. Pendukung paham ini adalah Ahmad b. Hanbal (164/780–241/855) yang juga percaya pengertian yang harafiah. Tokoh paham ini Ahmad b. Taymiya begitu yakinnya sehingga dia menyebut Mo’tazelites kafir dan Ghazali bid’ah. Dalam peristiwa yang terkenal, setelah mengutip Qur’an dalam khotbahnya, Ahmad b. Taymiya berkata pada jemaat sambil turun dari podium Mesjid Besar di Damaskus, “Allah akan turun dari takhtanya sama seperti aku turun dari podium ini.” (Dashti, 1994, p. 157)

Dashti juga menulis bahwa ilmuwan2 Muslim setuju bahwa Qur’an bukanlah suatu muzizat. Al-Maari menulis sebuah tiruan dari Qur’an. Tulis Dashti:
Telah diketahui secara umum bahwa penulis puisi Syria yang buta bernama Abu’l ‘Ala ol-Maari (368/979–450/1058 ) menulis Ketab ol-fusul wa’-ghayat, dan hanya sebagian yang masih ada sekarang, sebagai tiruan Qur’an. (Dashti, 1994, p. 48 )..

Berikut adalah bukti lain bahwa Allah adalah nyata dan punya kualitas2 manusia (anthropomorphik): Enoch berjalan dengan Allah 19:56-57, 21:85-86 (Tabari, 1988, p. 6.42). Allah berjalan dengan manusa2 (di Surga tentunya) – ini sungguh sukar dipercaya. Tapi lihat apa yang Qur’an katakan!

Q 19:56
Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris (yang tersebut) di dalam Al Quraan. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi.

Q 19:57
Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.

Di catatan kaki nomer 55 di volume VI, Tabari menulis:
Seorang Nabi dinyatakan dalam Qur’an “diangkat ke tempat yang tinggi” oleh Tuhan (19:56 dan 21:85). Dia biasanya disebut dalam Alkitab sebagai Enoch (Akhnukh) yang “berjalan bersama Allah, lalu dia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah” (Kejadian 5:24).” (Tabari, 1988, p. 6.42).

Ini berarti Allah tentunya punya kaki, seperti manusia, yang bisa berjalan dengan manusia seperti Nabi Enoch (Idris).

Bukti lain bahwa Tuhan Islam yakni Allah adalah makhluk yang hidup dan melakukan kegiatanNya sehari-hari bagaikan makhluk2 lain dapat terlihat di sebuah Hadis. Di Hadis Sahih Bukhari kita baca:
Orang2 biasa menyembah Muhammad sampai dia mati, lalu Abu Bakr menyatakan bahwa Muhammad sudah mati tapi jika orang2 menyembah Allah maka Allah itu hidup … (Sahih Bukhari, 5.59.733)

Hadis Sahih Bukhari, Volume 5, Book 59, Number 733:
Dikisahkan oleh 'Aisha:
Abu Bakr datang dari rumahnya ke As-Sunh dengan mengendarai seekor kuda. Dia turun dari kudanya dan masuk ke dalam Mesjid, tapi dia tidak bicara dengan orang2 sampai dia bertemu ‘Aisha dan langsung menuju Rasul Allah yang ditutupi oleh kain Hibra (serupa dengan kain Yemeni). Dia menyingkapkan kain yang menutupi wajah sang Nabi dan sujud di hadapannya dan menciumnya dan menangis, katanya, “Biarlah ayahku dan ibuku dikorbankan bagimu. Demi Allah, Allah tidak akan membuatmu mati dua kali. Karena kematian telah disiratkan bagimu, telah terjadi atasmu.”
Dikisahkan oleh Ibn ‘Abbas: Abu Bakr ke luar ketika Umar bin Al-Khattab sedang bicara dengan orang2. Abu Bakr berkata, “Duduklah, wahai ‘Umar!” Tapi ‘Umar tidak mau duduk. Karena itu orang2 datang kepada Abu Bakr dan meninggalkan Umar. Abu Bakr berkata, “Untuk melanjutkan, jika diantara dari kalian semua biasa menyembah Muhammad, maka Muhammad mati, tapi jika (setiap orang diantara) kamu biasa menyembah Allah, maka Allah itu HIDUP dan TIDAK AKAN PERNAH MATI. Allah berkata -- “Muhammad tidaklah lebih daripada seorang Rasul, dan memang (banyak) rasul2 telah mati sebelum dia (sampai akhir ayat) … Allah akan menganugerahi mereka yang bersyukur” (3:144) Demi Allah, tampaknya seperti orang2 belum pernah tahu bahwa Allah telah menyatakan Ayat ini sebelumnya sampai Abu Bakr melafalkannya dan semua orang menerimanya dari dia, dan aku dengan setiap orang melafalkannya setelah itu.
Dikisahkan oleh Az-Zuhri: Said bin Al-Musaiyab mengatakan padaku bahwa ‘Umar berkata, “Demi Allah, ketika aku mendengar Abu Bakr melafalkan itu, kakiku tidak kuat menunjangkku dan aku jatuh pada saat mendengar dia melafalkannya, mengumumkan bahwa sang Nabi telah mati.”


Qur’an juga menyatakan bahwa Allah adalah makhluk yang hidup – sama seperti makhluk2 lain. Ini ayatnya:
Q 20:11
Dan tunduklah semua muka (dengan berendah diri) kepada Tuhan Yang Hidup Kekal lagi senantiasa mengurus (makhluk-Nya). Dan sesungguhnya telah merugilah orang yang melakukan kezaliman.

Satu kisah yang membuat orang paling ber-tanya2 adalah kisah Muhammad yang melakukan perjalanan sejenak dari tempat dia tidur di kamar tidur Umm Hani (saudara sepupu Muhammad) ke mesjid di Jerusalem bernama Bait al-Maqdis dan lalu ke surga untuk bertemu dengan Allah (kisah ini tentu dipertanyakan kebenarannya karena tiada satu pun mesjid yang ada di Yerusalem ketika Muhammad masih hidup). Ibn Sa’d menulis di malam perjalanan ini terjadi, Muhammad pergi ke rumah Umm Hani, melakukan sembahyang isha (sembahyang malam hari) dengannya, naik Buraq yakni makhluk separuh kuda separuh malaikat dan lalu berangkat terbang ke Yerusalem. Dari sana Muhammad dan buraq terbang (di versi lain naik tangga yang tinggi) ke surga untuk bertemu Allah. (Ibn Sa’d, 1.248 ).

Kita mungkin tertawa mendengar perjalanan khayalan ini yang mestinya dikarang orang yang sedang berada di bawah pengaruh obat bius. Tapi lihat apa yang ditulis sumber utama Islam lain. Sahih Bukhari menulis:
Perjalanan malam hari ke Bait ul-Maqdis (Isra) merupakan pemandangan yang nyata dan bukan mimpi (berhubungan dengan ayat 17:60) …. (Sahih Bukhari, 5.58.228 ).
Hadis ini panjang, dan kukutip bagian yang sesuai:
Hadis Sahih Bukhari, Volume 5, Book 58, Number 228:
Dikisahkan oleh Ibn ‘Abbas:
Mengenai Pernyataan Allah”
………………………………………
(terjemahan Yusuf Ali: "And We granted the vision (Ascension to the heavens) which We made you see (as an actual eye witness) was only made as a trial for the people." (17.60)) “Dan penglihatan (naik ke surga) yang Kami karuniakan sehingga kau melihat (sebagai saksi mata yang sebenarnya) hanya dibuat sebagai ujian bagi manusia.” (17:60)

Ibn Abbas menambahkan: penglihatan yang ditujunjukkan kepada Rasul Allah di Perjalanan Malam ketika dia dibawa ke Bait-ul Maqdis (yakni Yerusalem) merupakan penglihatan nyata (bukan mimpi). Dan pohon yang terkutuk dalam ayat itu adalah pohon Zaqqum sendiri. Ayat 17:60 disebutkan dalam Hadis Sahih Bukhari.

Q 17:60
Dan (ingatlah), ketika Kami wahyukan kepadamu: "Sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu meliputi segala manusia". Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk dalam Al Qur'an. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka.

Kedua sumber (Qur’an dan Sahih Bukhari) ini membuktikan bahwa Allah memang nyata dan Dia benar2 menghuni surga. Kalau Allah memang ada di mana2 seperti yang dipercayai banyak Muslim, tidaklah perlu bagi Muhammad untuk melakukan perjalanan ini. Seharusnya Allah dapat dengan mudah saja menjelma dalam bentuk apapun dan bicara langsung pada Muhammad. Allah tentunya dapat melakukan ini seketika. Jadi mengapa Dia harus menghabiskan waktu dan tenaga untuk kirim buraq kepada Muhammad hanya karena ingin bicara dengannya?
Karena itu, kita dapat dengan jelas mengambil kesimpulan bahwa Allah itu nyata. Dia punya jasad fisik dan punya tempat tinggal.


Allah berbentuk seperti manusia, Dia tampak mirip dengan Adam.

Muhammad menemui banyak kesulitan menjelaskan para pengikutnya Arab Bedouin yang buta huruf, tidak banyak pengetahuan dan gampang ditipu tentang konsep Allah buatannya sendiri. Masyarakat gurun pasir ini selalu menghubungkan konsep tuhan atau dewa dengan makhluk berjasad. Jadi, ketika Muhammad memperkenalkan faham satu Tuhan yang tidak dapat dilihat, mereka sangat bingung dan mempertanyakan kewarasannya, karena tidak seorang pun yang telah melihat Allah (meskipun mereka pun percaya akan dewa tertinggi yang mereka panggil sebagai Allah pula). Karena itu, Muhammad harus menghubungkan Allah-nya dengan makhluk2 hidup, dan apa yang lebih baik daripada menghubungkan wujud Allah dengan manusia pertama yang asli yakni Adam? Dia memberitahu para pengikutnya bahwa Allah memang benar2 tampak seperti Adam. Ini Hadis dari Sahih Bukhari:
Adam berbentuk persis seperti Allah; Adam tingginya 60 kubik (30 m). ...(Sahih Bukhari, 8.74.246)

Hadis Sahih Bukhari, Volume 8, Book 74, Number 246:
Dikisahkan oleh Abu Huraira:
Allah menciptakan Adam dari wujud dan bentukNya sendiri [/size](yang sempurna), [/b]60 kubik (kira2 30 meter) tinginya. Ketika Dia menciptakan Adam, Dia berkata (padanya), "Pergilah dan sapalah kelompok malaikat yang duduk di sana, dan dengarkan apa yang mereka katakan sebagai jawaban bagimu, karena itulah yang akan menjadi sapaanmu dan sapaan bagi anak2mu." Adam (pergi dan berkata, "Salamu alaikum (Damai bagimu)." Mereka menjawab, "AsSalamu-'Alaika wa Rahmatullah (Damai dan Pengampunan Allah bagimu)." Sang Nabi menambahkan "Jadi siapapun yang masuk Surga, akan berwujud dan berbentuk seperti Adam. Sejak itulah penciptaan (anak2) Adam (yang ukuran tingginya dikurangi terus) sampai pada masa kini."


Di Sahih Muslim kita baca:
Adam adalah imej (gambar-diri) Allah …. (Sahih Muslim, 32.6325)

Hadis Sahih Muslim, Book 032, Number 6325:
Hadis ini telah disampaikan berdasarkan ijin dari Abu Huraira dan dalam Hadis yang disampaikan atas ijin dari Ibn Hatim dinyatakan bahwa Rasul Allah dikabarkan telah berkata: Jika salah seorang dari kamu berkelahi dengan saudara lakinya, dia tidak boleh memukul mukanya karena Allah menciptakan Adam berdasarkan rupaNya sendiri.

Agar tidak malu, dalam versi cetak Sahih Muslim, penerjemah Sahih Muslim dan ilmuwan Islam bernama ‘Abdul Hamid Siddiqi menulis di catatan kaki keterangan yang membingungkan yang hanya menunjukkan kebingungan mereka tentang konsep Allah yang diciptakan Muhammad. Ilmuwan Islam terkemuka ‘Abdul Hamid Siddiqi menulis:
Kami telah menerjemahkan Surathi sebagai gambar-diriNya dan bukannya bentukNya karena Allah tidak memiliki bentuk dan wujud yang pasti. Kata2 yang menyatakan bahwa Allah menciptakan Adam dari gambar-diriNya sendiri tidak berarti bahwa dia tidak diciptakan dari gambar-diriNya atau bentukNya, karena makhluk yang terbatas tidak dapat dibentuk dari pola makhluk yang Tak Terbatas. Kata2 “gambar-diriNya” digunakan untuk memberi pengertian akan seorang manusia yang terhormat dan dia menjadi ciptaanNya yang tertinggi dan termulia dan duta Allah di dunia.
Menurut beberapa ahli Islam, kata “nya” bukanlah untuk Tuhan, tapi untuk seseorang yang telah dipukuli mukanya.
Menurut penjelasan ini, seharusnya terjemahan kalimat itu berbunyi demikian: Karena Allah telah menciptakan Adam dalam bentuknya (bentuk di mana orang yang dipukul itu juga diciptakan). Karena itu setiap orang tidak boleh memukul muka karena muka ini adalah replika wajah Adam.
(Sahih Muslim, 2004, p. 4.1660, foot note 2872).

Perhatikan bahwa sang penerjemah mengarang konsep Allah versinya sendiri, yang jelas bertentangan dengan pengertian Qur’an akan Allah dan ahadis di Sahih Bukhari dan Sahih Muslim. Sudah jelas bahwa Professor ‘Abdul Hamid sama bingungnya seperti masyarakat Bedouin di jaman Muhammad!

Allah menyadari ketelanjangan Adam dan Hawa. (Ibn Sa’d, hal. 1.22).
Ya, Allah merasa malu melihat Adam telanjang. Karena Allah tampak serupa seperti Adam, Dia memang seharusnya merasa malu. Allah mestinya tidak pernah telanjang. Jadi, Dia memerintahkan Adam dan Hawa untuk berpakaian yang sopan.

Akan hal ini, Ibn Sa’d menulis:
Ketika Allah melihat ketelanjangan Adam dan Hawa, Dia memerintahkannya untuk menjagal seekor domba jantan dari 8 pasangan domba yang Allah turunkan dari surga2. Jadi Adam mengambil domba jantan itu dan menjagalnya. Lalu dia mengambil kulitnya yang dibentangkan oleh Hawa. Lalu Adam dan Hawa menganyamnya. Adam merajut bahan pakaian bagi dirinya sendiri dan sebuah pakaian longgar dan penutup kepala bagi Hawa. Keduanya mengenakan pakaian dari bahan pakaian yang mereka miliki dan bertemu di saat Jam’a dan karenanya hari itu dinamakan jam’a. Mereka mengenali satu sama lain pada saat ‘arafah dan lalu tempat itu dinamakan ‘Arafah.


Allah punya tangan2, kaki2 dan kuping2 tapi para berhala tidak punya.

Dari penelaahan sebelumnya, sudah tampak jelas bahwa Allahnya Muhammad memang benar berbentuk seperti manusia biasa. Karena Allah tampak seperti manusia biasa, maka masuk akal kalau Allah tentunya punya tubuh yang serupa seperti manusia biasa. Maka dari itu, dalam Qur’an kita baca bahwa Allah punya mata2 dan kuping2 … (Q 42:11)

Q 42:11
(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat.

Allah punya tangan2; Dia menciptakan Adam dengan tanganNya sendiri (38:75, 48:10).

Q 38:75
Allah berfirman: "Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?"

Q 48:10
Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar.

Dalam memberi pendapat tentang kedua ayat di atas, penerjemah Sahih Bukhari, Dr. Muhammad Muhsin Khan menulis bahwa kedua ayat tersebut menyatakan dengan tegas kedua tangan Allah, tapi tiada yang serupa dengan tangan Allah. Para pembaca mungkin bingung dengan keterangan yang berbelit-belit itu, tapi tunggu sebentar, Dr. Muhsin lalu menulis:
Ini bukannya seperti yang sebagian orang duga bahwa Allah berada di mana2 – di sini, di sana dan bahkan dalam dada manusia (Khan, 1994, p. 1067).

Dr. Muhsin Khan telah membenarkan apa yang kutulis sebelumnya bahwa Allah itu anthropomorfik dan Dia punya tempat tinggal yang tetap.

Di dalam Sahih Bukhari kita baca bahwa Allah memang punya tangan2 jasmaniah. Tapi tangannya begitu besar sehingga Dia dapat menggenggam seluruh bumi dalam satu tanganNya. Mungkin besarnya ukuran tangan Allah inilah yang disebut sebagai perbedaan menurut Dr. Muhsin Khan ketika dia mengatakan bahwa Allah punya tangan2 tapi tidak ada yang serupa dengan tangan Allah. Mari kita baca Hadis ini.
Allah akan menggenggam seluruh bumi dan menggulung semua surga dalam tangan kananNya … ...(Sahih Bukhari, 6.60.336)

Hadis Sahih Bukhari, Volume 6, Book 60, Number 336:
Dikisahkan oleh Abu Huraira:
Aku mendengar Rasul Allah berkata, “Allah akan menggenggam seluruh bumi, dan menggulung semua surga di dalam tangan KananNya, dan Dia akan berkata,’Akulah Raja, di manakah raja2 bumi?’”


Allah punya tapak kaki yang besar. Dia meletakkan tapak kakiNya di atas neraka. Iya, betul. Sewaktu memberi tanggapan akan Q 50:30, Sahih Bukhari berkata persis seperti itu. Mari kita lihat ayat Q 50:30.

Q 50:30
YUSUF ALI: Suatu Hari Kami akan bertanya pada Neraka,”Apakah kau sudah penuh?” Ia menjawab,”Apakah masih ada tambahan lagi (yang datang)?”

Ini Hadisnya:
Hadis Sahih Bukhari, Volume 6, Book 60, Number 371:
Dikisahkan oleh Anas:
Sang Nabi berkata,”Orang2 akan dilemparkan ke dalam Api (Neraka) dan ia akan berkata: “Apakah masih ada tambahan lagi (yang datang)?” (50:30) sampai Alah meletakkan Tapak KakiNya di atasnya dan ia akan berkata,’Qati! Qati (Cukup! Cukup!)’”


Hadis Sahih Bukhari, Volume 6, Book 60, Number 373:
Dikisahkan oleh Abu Huraira:
Sang Nabi berkata, “Surga dan Api (Neraka) bersilat lidah, dan Api (Neraka) berkata, “Aku telah diberi kehormatan untuk menerima orang2 yang sombong dan para penindas.’ Surga berkata,”Apa yang salah pada diriku? Mengapa hanya orang2 yang lemah dan rendah hati saja yang masuk ke dalamku?” Mendengar itu, Allah berkata kepada Surga: ‘Engkau adalah Belas KasihanKu yang Aku karuniakan kepada siapapun yang Kuinginkan dari pembantu2ku.’ Lalu Allah memganggil Api (Neraka), ‘Kau adalah (wujud) hukumanku yang kuterapkan kepada siapapun Kuinginkan dari budak2ku. Bagi Api (Neraka), ia tidak akan penuh sampai Allah meletakkan Tapak KakiNya di atasnya dan ia lalu akan berkata, ‘Qati! Qati’ Pada saat itulah ia akan penuh, dan bagian2nya yang berbeda akan bergerak berdekatan satu sama lain, dan Allah tidak akan salah akan ciptaanNya. Perihal Surga, Allah akan menciptakan ciptaan baru untuk memenuhinya.”


Inilah dua Ahadis serupa dari Sahih Muslim.
Allah akan meletakkan tapak kakinya di atas neraka ketika neraka penuh dengan orang2 berdosa. …..(Sahih Muslim, 40.6823, 6825).

Hadis Sahih Muslim, Book 040, Number 6823:
Anas b. Malik melaporkan bahwa Rasul Allah berkata bahwa Neraka akan terus menerus berkata: Apakah ada tambahan lagi, sampai Allah, yang Maha Kuasa dan Mulia, meletakkan tapak kakiNya di atasnya dan ia akan berkata: Cukup, cukup, demi KemuliaanMu, dan beberapa bagiannya akan bergerak mendekat satu sama lain.

Hadis Sahih Muslim, Book 040, Number 6825:
'Abd al-Wahhab b. Ata' melaporkan dalam hubungan dengan firman Allah, Yang Maha Kuasa dan Maha Mulia: Kami akan berkata pada Neraka di Hari Kebangkitan: Apakah kau telah benar2 penuh? dan neraka akan berkata: Apakah masih ada tambahan lagi? Dan dia menyatakan atas ijin Anas b. Malik bahwa Rasu Allah berkata: (Orang2 berdosa) akan dibuang ke dalamnya dan ia (neraka) akan terus menerus berkata: Apakah masih ada tambahan lagi, sampai Allah, Yang Maha Kuasa dan Maha Mulia, akan meletakkan kakiNya di atasnya dan beberapa bagian dari neraka akan bergerak mendekat bagian lainnya dan neraka akan berkata: Cukup, cukup, demi KemuliaanMu dan demi KehormatanMu, dan akan terdapat tempat yang cukup di Surga sampai Allah membuat ciptaan baru dan Dia akan membuat mereka tinggal di tempat yang tersisa di Surga.

Bahkan penerjemah Qur’an dan Sahih Bukhari yakni Drs al–Hilali dan Muhammad Muhsin Khan, yang menyertakan isi Hadis ini di catatan kaki mengakui sifat jasmani kaki Allah (Hilali and Khan, 1999, The Noble Qur’an, p. 679, foot note 1). Karena merasa malu akan Ahadis yang begitu konyol, kisah isapan jempol, banyak ilmuwan Islam masa kini yang membelokkan isi Ahadis ini dan menyatakan bahwa sebutan anggota tubuh Allah hanyalah sebagai kiasan saja. Inilah komentar dari ahli Hadis terkemuka Professor ‘Abdul Hamid Siddiqi:
Tangan di sini tidak diartikan secara harafiah, tapi sebagai arti kiasan.
(Siddiqi. 2004, p. 1.151, footnote 388 )

Di Qur’an 35:41 kita baca bahwa Allah menahan langit dan bumi kuat2 agar keduanya tidak pindah dari tempat mereka; hanya Allah yang dapat menjamin surga dan bumi tetap ada. Ayat ini jelas menggambarkan besarnya ukuran tangan Allah dan sifat keperkasaan Allah begitu rupa sehingga hanya Allah saja yang secara fisik kuat untuk menahan bumi di posisinya yang sama.

Q 35:41
Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorangpun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.

Allah memang punya kemampuan fisik untuk mendengar dan melihat. Ini hadisnya dari Sunaan Abu Dawud:
Sunaan Abu Dawud, Vol. III, Hadith Number 4710
Abu Yunus Sulaim b. Jubair, yang merupakan nasabah Abu Hurairah, berkata: Aku mendengar Abu Hurairah melafalkan ayat ini (4:58 ): “Allah memang memerintahkanmu untuk menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya” … sampai pada “Karena Allah adalah Dia yang mendengar dan melihat segalanya. Dia berkata: Aku melihat Rasul Allah meletakkan jempolnya di telinganya dan jarinya di atas matanya.
Abu Huraira berkata: Aku melihat Rasul Allah melafalkan ayat ini dan meletakkan jari2nya. Ibn Yunus berkata bahwa al-Muqri berkata: “Allah mendengar dan melihat” berarti Allah punya kekuatan untuk mendengar dan melihat.


Seperti biasa, karena malu akan hadis yang konyol ini, penerjemah Sunaan Abu Dawud, Professor Ahmad Hasan, dalam sebuah catatan kakinya dengan keras menyangkal adanya anggota2 badan Allah secara fisik seperti telinga2 dan mata2. Dia lebih memilih menyalahkan kebodohan kaum Jahiliya atas adanya pengertian Allah punya jasmani. Di catatan kaki itu dia menulis:
Kaum Jahmiyyah tidak percaya akan sifat2 Illahi. Tradisi (hadis) ini menyangkal pandangan mereka. Allah tidak punya organ2 tubuh untuk mendengar dan melihat seperti telinga2 dan mata2, tapi yang dinyatakan adalah kemampuanNya untuk mendengar dan melihat. (Hasan, 2001, p. 3.1324, foot note 4121).

Sudah jelas bahwa Professor Hasan berbohong untuk memaksakan pendapat pribadinya terhadap para pembaca yang kurang cermat.

Marilah kita membaca apa yang Hadis Tirmidhi katakan tentang jari Allah. Muhammad Taqi-uddin Al-Hilali and Dr Muhammad Muhsin Khan memberi komentar ayat Q 7:143 yang membicarakan tentang percakapan Allah dengan Musa. Ayatnya sebagai berikut:

Q 7:143
Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: "Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau". Tuhan berfirman: "Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku". Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman".

Inilah komentar dari kedua ahli Islam yang terkemuka itu:
Kemunculan Allah di gunung merupakan sebagian kecil saja dari diriNya. Kira2 sama besarnya dengan ujung jari kelingking seperti yang diterangkan oleh sang Nabi ketika dia melafalkan ayat ini (Hadis ini dikutip oleh At-Tirmidhi) (Hilali and Khan, 196, p. 225, foot note 1).

Muhammad begitu yakin akan sifat anthropomorfik Allah sehingga dia bahkan membandingkan anggota2 tubuh para berhala bangsa Arab pagan dengan anggota2 tubuh milik Allah. Dengan mengejek berhala2 masyarakat Bedouin yang polytheis, Muhammad mengatakan kepada mereka bahwa anggota2 tubuh berhala2 mereka tiada gunanya, sedangkan lengan2, mata2, dan kaki2 Allah benar2 nyata dan berfungsi. Marilah kita lihat ayat 7:194-196 dari Qur’an:

Q 7:194
Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu seru selain Allah itu adalah makhluk (yang lemah) yang serupa juga dengan kamu. Maka serulah berhala-berhala itu lalu biarkanlah mereka memperkenankan permintaanmu, jika kamu memang orang-orang yang benar.

Q 7:195
Apakah berhala-berhala mempunyai kaki yang dengan itu ia dapat berjalan, atau mempunyai tangan yang dengan itu ia dapat memegang dengan keras, atau mempunyai mata yang dengan itu ia dapat melihat, atau mempunyai telinga yang dengan itu ia dapat mendengar? Katakanlah: "Panggillah berhala-berhalamu yang kamu jadikan sekutu Allah, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan)-ku tanpa memberi tangguh (kepada-ku)".

Q 7:196
Sesungguhnya pelindungku ialahlah Yang telah menurunkan Al Kitab (Al Qur'an) dan Dia melindungi orang-orang yang saleh.

Muhammad tetap menyatakan bahwa Allah itu memang nyata, dan ini berarti Allah memang punya anggota2 jasmani. Untuk memperkuat pernyataannya, Muhammad membandingkan mata Dajjal (anti Kristus) dengan mata Allah. Dia berkata bahwa Dajjal bermata satu, tapi Allah tidak bermata satu. Inilah Hadisnya dari Sahih Bukhari:
Dajjal bermata satu tapi Allah tidak ….. (Sahih Bukhari, 4.55.553)

Hadis Sahih Bukhari, Volume 4, Book 55, Number 553:
Dikisahkan oleh Ibn Umar:
Pada suatu waktu Rasul Allah berdiri diantara orang2, memuji dan memuliakan Allah karena memang Dia berhak dan lalu menyatakan tentang Dajjal katanya, “Aku peringatkan kalian mengenai dia (Dajjal) dan tiada nabi manapun yang tidak memperingatkan negaranya tentang dia. Sudah pasti, Nuh memperingatkan negaranya tentang dia tapi aku akan katakan padamu tentang dia yang mana belum ada seorang nabi pun yang telah mengatakan pada masyarakatnya sebelum aku. Kau harus tahu bahwa dia bermata satu, dan Allah tidak bermata satu.”


Sahih Muslim menulis bahwa Allah tidak tuli, Dia dapat bicara dan mendengar dan Dia benar2 merupakan satu sosok dengan keseluruhan jasmani atau lebih tepatnya, sama seperti manusia. Marilah kita baca hadis ini dari Sahih Muslim:
Allah tidaklah tuli atau tidak hadir; harta karun Surga melafalkan ‘tiada yang seperkasa dan sekuat Allah’ …(Sahih Muslim, 35.6528 )

Hadis Sahih Muslim, Book 035, Number 6528:
Abu Musa melaporkan bahwa dia (dan rekan2nya yang lain) mendaki sebuah bukit kecil bersama Rasul Allah dan ketika semua orang sudah mendaki ke atas, dia mengumumkan (dengan suara keras): “Tiada tuhan selain Allah, Allah adalah yang Terbesar.” Setelah itu Rasul Allah berkata: “Sesungguhnya, kalian tidak memohon kepada Dia Yang tuli atau tidak hadir. Dia berkata: Abu Musa atau Abdullah b. Qais, tidakkah aku harus menunjukkan padamu kata2 (yang membentuk) harta karun Surga? Aku berkata: “Rasul Allah, apakah kata2 itu? Dia menjawab: “Tiada yang seperkasa dan sekuat Allah.”

Allah akan berjabatan tangan. Iya, betul. Allah memang punya tangan untuk bersalaman dengan umatNya yang setia. Ini hadis dari Sunann ibn Majah:
Sunaan ibn Majah, Vol. I Hadith Nnumber 104:
‘Ubayy b. Ka’b melaporkan bahwa Rasul Allah berkata, “Orang pertama yang akan Allah salami (di Hari Penghakiman) adalah ‘Umar dan dia akan jadi orang pertama yang akan disapa Allah (dengan berkata: Assalamu ‘alaika) dan dia akan jadi orang pertama yang memegang tanganNya dan dibimbing ke dalam Surga.
Menurut Al-Zawa’id, isnad hadis ini daif (cacat). Ini terdapat di dalamnya. Dawud b. ‘Ata al?Madani dan ilmuwan2 lainnya sepakat bahwa hadis ini du’f (lemah). Penyampai2 kisah yang lain dapat dipercaya dan jelas. As-Suyuti berkata, “Hafiz ‘Imad ud-Din b. Kathir dalam Jami al-Masanid telah berkata: Hadis ini sangat munkar (tidak sesuai) dan mendekati hadis maudu (karangan belaka).


Jika kau heran tentang isi paragraf kedua hadis di atas, inilah keterangannya. Menurut Ibn Majah, seseorang bernama Dawud b. ‘Ata al-Madani, yang adalah salah satu penyampai2 isi hadis ini, bukanlah seorang yang sangat dapat dipercaya. Penyampai2 isi hadis ini yang lain dapat dipercaya dan tulisan dalam hadis ini dapat diterima, meskipun lemah. Pendapat yang lain menyatakan bahwa mungkin hadis ini hasil karangan orang belaka.

Intinya adalah: meskipun hadis ini mungkin saja lemah dan kontroversial, tiada alasan kuat untuk menolak hadis ini, atau menganggapnya sebagai palsu. Andaikata pun isinya kontroversial dan merupakan hadis lemah, hal ini bukan berarti bahwa hadis tersebut adalah karangan belaka.

Ini bukti lain dari Qur’an bahwa Allah memang punya mata jasmani untuk melihat apa yang RasulNya sedang lakukan. Malah Allah menyuruh Nuh untuk membangun bahtera langsung di hadapan mataNya. Seelah memeriksa tugas Nuh, Allah menjamin untuk melenyapkan semua pelaku dosa.

Inilah ayat Q 11:36-37
Q 11:36
YUSUFALI: Dan diwahyukan kepada Nuh: "Tiada seorangpun dari kaummu yang akan percaya kecuali mereka yang telah percaya! Karena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan.

Q 11:37
YUSUFALI: "Tapi buatlah sebuah Bahtera di bawah mata2 Kami dan petunjuk Kami, dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim itu; sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.

Bersambung ke bagian 1 (b)
Last edited by Adadeh on Fri May 12, 2006 11:07 am, edited 2 times in total.
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8460
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby Adadeh » Mon May 08, 2006 2:03 pm

http://www.islam-watch.org/AbulKasem/BismiAllah1b.htm
Allah itu Anthropomorfik (ii)
By Abul Kasem
nirribilli@gmail.com
28 April, 2006

Kedua tangan Allah terjulur

Setelah Muhammad hijrah ke Medina, dia hidup miskin sekali. Banyak pengikutnya yang harus menahan lapar berhari-hari dan tergantung pada belas kasihan orang memberi sedekah kepada mereka untuk bisa makan. Untuk menutup mulut para pengritiknya, terutama orang2 Yahudi, Muhammad mengaku bahwa dia dapat berkat berlimpah dari Allahnya. Tapi hal ini tidak terjadi, sehingga orang2 Yahudi berkata bahwa Allah Muhammad ternyata tidak kaya. Mendengar itu, Muhammad menyatakan bahwa Yahudi salah duga dan bahwa “tangan Allah” tidak terikat; pada kenyataannya tangan2Nya terjulur. Ini berarti bahwa Allah punya dua tangan.
Pernyataan bahwa Allah punya dua tangan jasmani tercantum dalam Q 5:64
Q 5:64
Orang-orang Yahudi berkata: "Tangan Allah terbelenggu", sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dila'nat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan Al Qur'an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan dimuka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan.

Dengan kedua tanganNya yang terjulur, Allah menciptakan Adam. Setelah selesai melakukan itu, Allah sangat kecewa karena Iblis, sang Setan, tidak mau menyembah ciptaan kedua tanganNya yakni Adam. Qur’an menegaskan bahwa Allah memang menciptakan Adam dengan kedua tanganNya. Mari kita lihat ayat Q 38:75

Q 38:75
Allah berfirman: "Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?"

Tidak hanya Qur’an membenarkan tentang kedua tangan jasmani Allah, tapi juga mengatakan bahwa Aallah menggunakan kedua tanganNya yang terjulur untuk menggulung surga2 (alam raya) – sama seperti orang menggulung tikar atau karpet dengan kedua tangannya. Setelah menggulung surga2 dengan kedua tanganNya, Dia memegangnya dalam tangan kananNya! Inilah ayat yang mengatakan tentang Tangan Allah:
Q 39:67
Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.


Tangan Allah memegang neraca keadilan

Muhammad meyakinkan bahwa AllahNya punya tangan2 dan dengan satu tanganNya, Allah memegang neraca keadilan. Ini tampaknya seperti dalam gambar2 yang biasa dilihat bertema seorang hakim memegang neraca keadilan di satu tangan dan sebilah pedang di tangan lainnya. Muhammad ingin pengkutnya punya gambaran yang sama jelasnya tentang kejujuran AllahNya. Jadi dia harus menggunakan kesamaan gambar ini yang mungkin telah dilihatnya dulu di naskah tulisan sistem pengadilan Romawi. Ini Hadisnya:

Hadis Sahih Bukhari, Volume 6, Book 60, Number 206:
Dikisahkan oleh Abu Huraira:
Rasul Allah berkata, "Allah berkata, 'Habiskanlah (belanjakanlah) (wahai manusia), dan aku akan menghabiskannya padamu.” Dia juga berkata, “Tangan Tuhan penuh, dan (kepenuhannya) tidak terpengaruh atas penggunaan sepanjang siang dan malam.” Dia juga berkata, “Apakau kau melihat apa yang Dia gunakan sejak Dia menciptakan Surga2 dan Bumi? Meskipun begitu, apa yang ada di TanganNya tidak berkurang, dan SinggasanaNya terletak di atas air; dan di TanganNya terdapat keseimbangan (keadilan) di mana dia menaikkan dan merendahkan (orang2).”


Hadis Sahih Bukhari juga menegaskan bahwa Allah punya tangan kanan dan kiri. Di tangan kiriNya adalah neraca keadilan. Tiada yang menerangkan apa yang digenggam Allah di tangan kananNya. Orang bisa membayangkan apa yang Allah pegang di tangan kananNya tentunya besar sekali – mungkin seluruh populasi bumi atau sekantong uang atau barang jarahan raksasa. Hadis ini tidak menyebutkan isi tangan kanan Allah, dan hanya menyebutkan bahwa tanganNya penuh. Ini Hadisnya:
Tangan kanan Allah penuh, dan di tanganNya yang lain dia menggenggam neraca keadilan, singgasanaNya terdapat di atas air … ...(Sahih Bukhari, 9.93.515)

Hadis Sahih Bukhari, Volume 9, Book 93, Number 515:
Dikisahkan oleh Abu Huraira:
Sang Nabi berkata,”Tangan Kanan Allah penuh, dan (kepenuhannya) tidak berpengaruh atas penghamburan siang dan malam. Apakah kau melihat yang Dia hamburkan setelah Dia menciptakan Surga2 dan Bumi? Meskipun demikian tiada yang berkurang di Tangan KananNya. SinggasanaNya terletak di atas air dan di dalam TanganNya yang lain adalah Upah atau Kekuasaan untuk mendatangkan kematian, dan Dia membangkitkan orang2 dan merendahkan orang lainnya.”
(Lihat Hadith No. 508)


Allah punya Betis

Jangan tertawa dulu. Kita telah baca bahwa Allah punya kaki, tapak kaki, mata, tangan. Untuk lebih meyakinkan bahwa Allah memang benar2 anthropomorfik, Muhammad ngotot bahwa Allah bukan hanya punya tapak kaki, tapi juga betis. Qur’an 68:42 mengatakan di hari kebangkitan Allah akan menyingkapkan betisNya kepada para Muslim untuk menyembah, tapi mereka gagal melakukannya.

Q 68:42
Pada hari Betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud; maka mereka tidak kuasa

Sebuah Hadis di Sahih Bukhari berkata bahwa Allah memang akan menyingkapkan BetisNya kepada Muslim. Hadisnya panjang sekali, tapi aku kutip bagian yang sesuai:

Hadis Sahih Bukhari, Volume 9, Book 93, Number 532s:
Dikisahkan oleh Abu Sa'id Al-Khudri:
… Maka Yang Maha Kuasa akan datang kepada mereka dalam bentuk yang tidak serupa dengan saat pertama kali mereka melihatNya, dan Dia akan berkat,”Akulah Tuhanmu,” dan mereka akan berkata,”Kau bukan Tuhan kami.” Dan tiada seorang pun akan berkata: padaNya tapi pada para Nabi, dan kemudian akan dikatakan kepada mereka,’Apakah kau tahu suatu tanda yang dapat membuatmu mengenalNya?’ Mereka akan berkata: ‘Betis,’ dan lalu Allah akan menyingkapkan BetisNya di hadapan semua Muslim yang akan menyembah di hadapannya dan yang tidak menyembah hanyalah orang yang dahulu menyembah Dia untuk menyombongkan diri dan dapat reputasi baik. Orang2 ini akan mencoba menyembah tapi punggung2 mereka menjadi kaku bagaikan sepotong kayu (dan mereka tidak bisa menyembah). Maka jembatan ditempatkan untuk menyeberang ke Neraka.’ Kami, pengikut sang Nabi berkata,”Wahai, Rasul Allah! Apakah jembatan itu? …


Hadis di atas menyatakan secara jelas sekali bahwa di Hari Kebangkitan, Muslim tidak akan salah mengenali Allah dari bentuk jasmaniNya. Dia akan dikenali dari betisNya.


Allah memiliki wajah yang sangat anggun dan tampan

Orang mungkin berpikir: dengan tangan terjulur, punya kaki, tapak kaki, betis, kuping, maka seperti apa sih Allah itu sebenarnya. Ini juga dijabarkan dalam Qur’an. Sama seperti orang yang berwajah tampah dan terhormat, Allah juga punya wajah yang anggun, tampan dan berwibawa. Mari kita lihat ayat 55:26-27.
Q 55:26
Semua yang ada di bumi itu akan binasa.
Q 55:27
Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan
Q 55:27
YUSUFALI: But will abide (for ever) the Face of thy Lord,- full of Majesty, Bounty and Honour.
Terjemahan:
Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu: penuh kebesaran, rahmat dan kemuliaan.

Marilah kita baca ayat lain. Ayat ini membenarkan bahwa Allah memegang karuniaNya di tanganNya.
Q 3:73
Dan janganlah kamu percaya melainkan kepada orang yang mengikuti agamamu. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk (yang harus diikuti) ialah petunjuk Allah, dan (janganlah kamu percaya) bahwa akan diberikan kepada seseorang seperti apa yang diberikan kepadamu, dan (jangan pula kamu percaya) bahwa mereka akan mengalahkan hujjahmu di sisi Tuhanmu". Katakanlah: "Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah, Allah memberikan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Luas karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui";

Dr Takiuddin al-Hilali and Dr Muhammad Muhsin Khan, penerjemah Qur’an memberi komentar atas ayat ini:
Semua yang telah dinyatakan dalam Qur’an sebagai sifat Allah yang maha tinggi seperti wajah, mata, tangan, betis, kaki, kedatanganNya, naik ke singgasanaNya (Istawa) dan lainnya, atau semua yang disebutkan Rasul Allah dalam Ahadis yang autentik sebagai Sifat Allah (Nuzul), kehadiranNya atau tertawaNya dan lainnya, para ilmuwan Qur’an dan Sunnah percaya bahwa inilah Sifat2 Allah dan mereka membenarkan bahwa ini memang benar2 Sifat2 Allah tanpa Tawil (mengartikan makna kata sebagai arti yang berbeda) atau Tashbih (memberikan makna yang serupa) atau kesamaan dengan makhluk lain) atau Ta’til (tidak mengindahkan atau menyangkal, misalnya dengan mengatakan bahwa Allah tidak punya Muka atau Mata atau Tangan). Sifat2 ini hanyalah bagi Allah saja, dan Dia tidak mirip makhluk apapun. Seperti dalam pernyataan Allah (di Qur’an): (1) “Tiada yang serupa dengannya, dan dialah yang Maha Mendengar, Maha Melihat (Q 42:11).” (2) “Tiada yang sebanding denganNya.” (Q 112:4) (Hilali and Khan, 1996, p. 91, foot notes 1 and 2).

Aku kutip komentar kedua ilmuwan Islam ternama itu agar semakin jelas. Jika kita harus menyimpulkan komentar di atas, maka kesimpulannya adalah: Qur’an merupakan ladang ranjau yang penuh ketidakjelasan, ketidaksinambungan dan pertentangan. Kedua ilmuwan ini sudah membenarkan hal itu. Mari kita lihat lagi pertentangan sifat Allah di bagian lain. Allah menunjukkan wajahNya hanya pada Muslim yang mati, dan kafir tidak bisa melihat wajahNya. Untuk membingungkan para Muslim, Allahnya Muhammad tidak mau menunjukkan WajahNya yang Tampan dan Berwibawa kepada kafir. Hanya Muslim yang bisa melihat wajahNya. Lihatlah ayat 83:13-16:

Q 83:13
yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: "Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu"
Q 83:14
Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.
Q 83:15
Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar tertutup dari (rahmat) Tuhan mereka.
Q 83:16
Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka.

Q 83:13–16
YUSUFALI:
When Our Signs are rehearsed to him, he says, "Tales of the ancients!" Q 083.013
By no means! but on their hearts is the stain of the (ill) which they do! Q 083.014
erily, from (the Light of) their Lord, that Day, will they be veiled. Q 083.015
Further, they will enter the Fire of Hell. Q 083.016

Sudah jelas bahwa alasan mengapa Muhammad menyampaikan kisah ini adalah untuk menarik hati orang masuk Islam. Sura ini dikeluarkan di awal Sura Mekah, sewaktu Muhammad masih lemah dan hanya punya segelintir pengikut. Sewaktu banyak orang pagan Quraish menanyakan Muhammad untuk menggambarkan bagaimana bentuk Allahnya, dia gagal mengungkapkannya. Ini karena kaum pagan sudah punya versi mereka sendiri akan Allah (lihat Bagian Dua), dan mereka tidak bisa menerima penggambaran Allah yang disampaikan Muhammad. Dengan marah dan frustasi, Muhammad mencela kaum karena tidak menerima Allahnya dan dia mengutuki mereka dengan mengatakan mereka akan masuk neraka. Mohon ingat bahwa di bagian sebelumnya, kita tahu bahwa Allah menunjukkan BetisNya kepada para kafir. Bukankah aneh jika sekarang Allah harus menyembunyikan WajahNya kepada para kafir jika mereka dengan mudah bisa melihat BetisNya. Ini satu lagi tanda tanya dalam Qur’an.


Allah Berbicara Seperti Seorang Manusia

Jika kita percaya pendapat dua ilmuwan Islam terkemukan (Hilali dan Khan) mengenai sifat anthropomorfik Allah, maka Qur’an sudah tentu salah. Di beberapa ayat Qur’an kita baca bahwa Allah bicara seperti seorang manusia. Dia, sebagai api, bicara kepada Musa (Q 27:9). Melalui perintah Allah, tongkat Musa berubah menjadi ular. Karena takut, Musa melarikan diri, tapi Allah memanggil Musa kembali (Q 27:9–10, 28:31). Bagaimana mungkin Musa dapat mendengar suara Allah jika Allah tidak menggunakan bahasa yang sama seperti manusia untuk berkomunikasi secara verbal dengan Musa? Jika ini tidak juga meyakinkan, ayat Qur’an lain mengatakan bahwa Musa yang ketakutan mendengar suara dari sebuah pohon: itu suara Allah. Allah memanggil Musa dengan suaraNya sendiri. Tiada malaikat ataupun jin di sana untuk menyampaikan pesan Allah kepada Musa. Allah Sendiri bicara pada Musa (Q 28:30). Di kejadian lain, Qur’an juga menyatakan bahwa Allah sendiri memanggil Musa di bukit Tuwa (Q 79:15-16). Marilah kita baca ayat2 Qur’an ini:

Q 27:8
Maka tatkala dia tiba di (tempat) api itu, diserulah dia: "Bahwa telah diberkati orang-orang yang berada di dekat api itu, dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Dan Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam".

Q 27:9
(Allah berfirman): "Hai Musa, sesungguhnya, Akulah Allah, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."

Q 27:10
dan lemparkanlah tongkatmu". Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seperti dia seekor ular yang gesit, larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh. "Hai Musa, janganlah kamu takut. Sesungguhnya orang yang dijadikan rasul, tidak takut di hadapan-Ku.

Q 28:30
Maka tatkala Musa sampai ke (tempat) api itu, diserulah dia dari (arah) pinggir lembah yang sebelah kanan(nya) pada tempat yang diberkahi, dari sebatang pohon kayu, yaitu: "Ya Musa, sesungguhnya aku adalah Allah, Tuhan semesta alam.

Q 28:31
dan lemparkanlah tongkatmu. Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seolah-olah dia seekor ular yang gesit, larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh. (Kemudian Musa diseru): "Hai Musa datanglah kepada-Ku dan janganlah kamu takut. Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang aman.

Q 79:15
Sudah sampaikah kepadamu (ya Muhammad) kisah Musa.

Q 79:16
Tatkala Tuhannya memanggilnya di lembah suci ialah Lembah Thuwa;

Ini sebuah Hadis dari Sunan Abu Daud yang mengatakan pada kita bahwa Allah memang benar2 bicara langsung kepada Musa tanpa ada perantara lain. Yang lucu adalah: ini dinyatakan Adam pada Musa ketika mereka berdebat di surga. Mari kita baca Hadis yang menggelikan ini:
Hadis Sunaan Abu Dawud, volume 3, hadith number 4685:
‘Umar b. al-Khattab melaporkan bahwa Rasul Allah berkata:
Mosed berkata: Tuhanku, tunjukkan pada kami Adam yang menyebabkan diri kami dan dirinya sendiri ke luar dari Surga. Maka Allah menunjukkan padanya Adam. Dia (Musa) bertanya: Apakah kau ayah kami, Adam? Adam berkata padanya: Ya. Dia berkata: Engkaukah yang mana Allah meniupkan rohNya, mengajarkan kau semua nama, dan memerintahkan malaikat (untuk menyembah) dan mereka menyembahmu? Dia menjawab: Ya. Dia bertanya: Maka apa yang membuatmu mengakibatkan kami dan dirimu sendiri ke luar dari Surga? Adam bertanya padanya: Dan siapakah engkau? Dia berkata: Aku Musa. Dia berkata: Kaulah Nabi Banu Israel kepada siapa Allah bicara di balik layar, tidak menunjuk perantara diantaramu dan Dia. Dia berkata: Ya. Dia (Adam) bertanya: Tidakkah kau menemukan bahwa hal itu telah ditetapkan di dalam Kita Allah sebelum aku diciptakan? Dia menjawab: Ya. Dia (Adam) bertanya: Kalau begitu mengapa kau menyalahkan aku akan sesuatu yang telah ditentukan Illahi sebelum aku ada? Rasul Allah berkata: Maka Adam menang berdebat dengan Musa.



Allah bicara muka dengan muka kepada seorang jihadis

Sesuai dengan hukum Islam, kalau seorang pembom bunuh diri menyerahkan nyawanya dalam misi pembunuhan, dia akan langsung masuk Surga. Dia tidak perlu lagi menunggu Hari Kiamat, atau menunggu keputusan Allah dan lalu dikirim ke tempatnya yang layak. Setelah mati, jihadis (dalam hal ini pembom bunuh diri) seketika bertemu Allah dan Allah bicara padanya muka dengan muka. Ini merupakan bukti bahwa Allah bicara seperti seorang manusia dan menyapa jihadis seperti biasanya kita bicara di dunia. Ini hadis dari Ibn Majah:
Sunaan ibn Majah, Vol I, Hadith number 190:
Talha b. Khirash dilaporkan berkata demikian, “Aku mendengar Jabir b. ‘Abdullah berkata: Pada waktu Abdullah b. ‘Amr b. Haram terbunuh di perang Uhud, Rasul Allah menemuiku dan berkata, “Wahai Jabir, haruskah aku beritahu engkau apa yang Allah katakan mengenai ayahmu?” Yahya dalam Hadisnya telah mengatakan (perkataan ini): Wahai Jabir, mengapa kulihat engkau bersedih hati…?” Dia berkata, “Aku katakan padanya: Rasul Allah, ayahku telah mati sebagai martir dan dia meninggalkan beberapa tanggungan dan hutan.” Dia (Rasul Allah) berkata, “Haruskah aku menyampaikan padamu sapaan bahagia yang dikatakan Allah ketika bertemu ayahmu?” Dia berkata, “Ya, Rasul Allah.” Dia (Rasul Allah) berkata,”Allah bicara pada siapapun dari balik layar, tapi Dia bicara pada ayahmu muka dengan muka dan kataNya, “Wahai, orang jaminanKu, mintalah padaKu, akan Kukabulkan bagimu.” Dia berkata, “Tuhanku, (kuharap) Kau berilah aku nyawa baru sehingga aku terbunuh lagi untuk kedua kalinya bagi kepentinganMu.” Mendengar ini, Tuhan berkata: “Telah Kutentukan bahwa dia tidak akan kembali hidup.” Dia berkata,” Tuhanku, kalau begitu sampaikan ini pada mereka yang kutinggalkan.” Penyampai kisah berkata bahwa Allah menyampaikan (ayat): Tidak pernah, mereka hidup bersama Tuhan mereka, mereka telah diberi ketentuan (Q 3:16).
As?Samadi berkata, “Hadis ini tidak disampaikan oleh Ibn Majah: tidak dalam bentuk tulisan atau isnad. Tirmidkhi telah menyampaikannya dalam Tafsir (yakni bagian yang membahas pengertian ayat2 Qur’an dan Sura dan lalu dianggap sabagai hasan gharib hadith. Kita tidak tahu akan itu kecuali dari Hadis Musa b. Ibrahim yang menerimanya dari ahli2 Hadis yang terkenal.


Untuk lebih memperjelas bahwa Allah memberikan pertemuan khusus dengan para jihadis, Allah bertemu mereka secara pribadi seketika setelah mereka mati syahid. Ini satu lagi Hadis dari Sahih Bukhari. Hadis ini mengatakan bahwa para Muslim yang terbunuh di Bir Mauna bertemu Allah. Ini juga tertulis di Qur’an, tapi kemudai ayat ini dihilangkan (Sahih Bukhari, 4.52.299)
Hadis Sahih Bukhari, Volume 4, Book 52, Number 299:
Dikisahkan oleh Anas:
Orang2 dari suku2 Ril, Dhakwan, 'Usiya dan Bani Lihyan datang menemui sang Nabi dan menyatakan bahwa mereka telah memeluk Islam, dan mereka memintanya membantu mereka dengan beberapa orang untuk melawan masyarakat suku mereka sendiri. Sang Nabi membantu mereka dengan 70 orang Ansar yang biasa kami panggil Al-Qurra’ (yakni Ilmuwan2) yang biasa memotong kayu di siang hari dan sembahyang sepanjang malam. Maka, orang2 itu membawa ke 70 orang tersebut sampai mereka sampai di tempat yang bernama Bi'r-Ma'ana di mana mereka (70 Muslim tsb) dikhianati dan dibunuh sebagai martir. Maka sang Nabi meminta kutukan atas suku2 Ril, Dhakwan dan Bani Lihyan dalam sembahyang selama sebulan.
Dikisahkan oleh Qatada: Anas memberitahu kami bahwa mereka (para Muslim) biasa melafalkan ayat Qur’an yang berhubungan dengan mereka yang mati sebagai martir yang bunyinya sebagai berikut: -- “Wahai Allah! Biarlah orang2 kami diberitahu berdasarkan keadaan kami bahwa kami telah bertemu dengan Allah kami yang merasa puas akan kami dan membuat kami puas pula.” Lalu ayat ini dibatalkan.


Ketika para jihadis muda mati di Bir Mauna, Jibril memberitahu Muhammad bahwa para jihadis telah bertemu Allah, mereka merasa puas akan Dia dan Allah merasa puas akan mereka; sebuah ayat diturunkan akan hal ini; tapi kemudian ayat itu dibatalkan (Sahih Bukhari, 4.52.57).
Hadis Sahih Bukhari, Volume 4, Book 52, Number 57:
Dikisahkan oleh Anas:
Sang Nabi mengirim 70 orang dari suku Bani Salim kepada suku Bani Amir. Ketika mereka sampai di sana, paman kandungku berkata pada mereka, “Aku berangkat terlebih dahulu, dan jika mereka mengijinkanku untuk menyampaikan pesan Rasul Allah (maka keadaan ama); jika tidak kau tetap dekat denganku.” Maka dia pun bertemu dengan mereka dan kaum pagan menjamin keamanannya. Tapi ketika dia menyampaikan pesan dari sang Nabi, mereka mengisyaratkan seorang dari orang2 mereka yang lalu menusuknya sampai mati. Paman kandungku berkata, “Allah lebih Berkuasa! Demi Tuhan Ka’aba, aku telah berhasil.” Setelah itu mereka menyerang kelompok (Muslim) dan membunuh semuanya kecuali seorang lemah yang melarikan diri ke puncak gunung. (Hammam, penyampai cerita yang lain berkata, “Kukira seorang lagi juga selamat bersama orang itu).” Jibril memberitahu sang Nabi bahwa mereka (para martir) telah bertemu Allah, dan Dia merasa puas akan mereka dan membuat mereka puas pula. Kami biasa melafalkan, “Beritahu orang2 kami bahwa kami telah bertemu Allah kami, Dia merasa puas dengan kami dan Dia pun membuat kami puas.” Nantinya ayat Qur’an ini dibatalkan. Sang Nabi meminta Allah selama 40 hari untuk mengutuk para pembunuh dari suku Ral, Dhakwan, Bani Lihyan dan Bani Usaiya yang tidak mentaati Allah dan RasulNya.


Dua Ahadis di atas memberitahu bahwa ayat Qur’an yang berisi peristiwa ini kemudian dihilangkan dari Qur’an. Mengapa dihilangkan? Inilah alasannya: dalam ayat yang dibatalkan ini, para martirlah yang bicara dan bukannya Allah. Bacalah Hadis itu dengan seksama. Jika Qur’an memuat ayat yang dikatakan oleh jihadis yang adalah manusia biasa, maka seluruh kredibilitas Qur’an sebagai Firman Allah dan juga seluruh konstruksi Islam akan runtuh. Muhammad cukup cerdik untuk mengetahui hal ini. Maka dia pun mengambil keputusan yang sesuai dengan mencoret ayat yang berpotensial untuk menghancurkan Islam dari Qur’an.
Hadis yang serupa tapi lebih panjang dapat dibaca di Sahih Bukhari 5.59.421.

Hadis Sahih Bukhari, Volume 5, Book 59, Number 421:
Dikisahkan oleh Anas bin Malik :
Sang Nabi memohon kutukan atas orang2 yang membunuh umatnya di Bir Mauna selama 30 hari (sewaktu sembahyang subuh). Dia memohon yang jahat ditimpakan kepada (suku2) Ril, Lihyan, dan Usaiya yang telah menentang Allah dan RasulNya. Allah mengeluarkan ayat Qur’an kepada NabiNya tentang mereka yang telah dibunuh, yakni para Muslim yang terbunuh di Bir Ma’una, dan kami melafalkan ayat itu sampai kemudian ayat itu dibatalkan. (Ayatnya adalah: ) “Beritahu orang2 kami bahwa kami telah bertemu dengan Allah kami, dan Dia merasa puas akan kami, dan kami pun merasa puas akan Dia.”

Harap diingat bahwa untuk bertemu Allah dengan bentuk jasmaniNya, para Muslim non jihadis harus mati dan menunggu sampai Hari Kebangkitan. Ini beberapa ayat Qur’an tentang hal itu:
Di Hari Kebangkitan, Allah akan datang dengan barisan demi barisan malaikat … Q 89:22.
Q 89:22
dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris-baris.

Ketika bertemu dengan Allah, kata sapaan Muslim adalah ‘damai’ (Salam) …. Q 33:44
Q 33:44
Salam penghormatan kepada mereka (orang-orang mu'min itu) pada hari mereka menemui-Nya ialah: Salam; dan Dia menyediakan pahala yang mulia bagi mereka.

Di Hari Kebangkitan, Allah sendiri akan menjawab semua pertanyaan … Q 40:16

Q 40:16

(Yaitu) hari (ketika) mereka keluar (dari kubur); tiada suatupun dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi Allah. (Lalu Allah berfirman): "Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?" Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.

Q 40:16
YUSUFALI: The Day whereon they will (all) come forth: not a single thing concerning them is hidden from Allah. Whose will be the dominion that Day?" That of Allah, the One the Irresistible!

Coba perhatikan ayat Q 40:16. Siapa yang mengucapkan ayat ini? Allah atau Muhammad? Untuk menyangkal semua omong kosong ilmuwan Islam apologis, bacalah Hadis Sahih Bukhari 8.76.577 (hanya dikutip sebagian karena Hadisnya panjang) yang memberitahukan tanpa ragu lagi bahwa di Hari Kebangkitan, para pemuja matahari akan mengikuti matahari, para pemuja bulan akan mengikuti bulan, para penyembah berhala akan mengikuti dewa2 mereka. Allah akan muncul di hadapan para Muslim dalam sebuah sosok dan akan membawa mereka untuk menyeberangi jembatan di atas api, lalu orang2 yang berdosa akan dikirim ke Neraka dan orang yang beriman akan dikirim ke Surga.

Hadis Sahih Bukhari, Volume 8, Book 76, Number 577:
Dikisahkan oleh Abu Huraira:
… Maka Allah akan datang pada mereka dalam bentuk yang mereka ketahui dan akan berkata, ‘Akulah Tuhanmu.’ Mereka akan berkata,’(Tidak ragu lagi) Kaulah Tuhan kami,’ dan mereka akan mengikutiNya. Lalu sebuah jembatan akan diletakkan di atas api Neraka. Rasul Allah menambahkan, “Aku akan menjadi orang pertama yang menyeberanginya …


Ini Hadis lain yang menunjukkan bahwa Allah itu anthropomorfik – Dia punya bentuk dan merupakan suatu wujud – sama seperti wujud manusia yang berdaging dan berdarah.

Kau tentu akan melihat Allah dengan matamu sendiri …..(Sahih Bukhari, 9.93.530, 531)


Allah duduk di singgasana dengan para malaikat yang menjagaNya

Dalam Qur’an tampak jelas bahwa Muhammad sangat teliti dalam menjabarkan Allahnya. Dia membandingkan Allah dengan seorang raja – sama seperti raja2 di banyak negara, duduk di atas singgasana besar dan memerintah dari singgasanaNya. Qur’an bahkan memberitahu bahwa Allah menciptakan singgasanaNya dan lalu Dia berjalan naik dan lalu duduk di atasnya. Ini ayatny>
Allah menciptakan Surga (pertama-tama) dan (lalu) bumi dalam 6 hari lalu dia naik ke atas singgasanaNya … Q 7:54

Q 7:54
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.

Q 7:54
YUSUFALI: Your Guardian-Lord is Allah, Who created the heavens and the earth in six days, and is firmly established on the throne (of authority): He draweth the night as a veil o'er the day, each seeking the other in rapid succession: He created the sun, the moon, and the stars, (all) governed by laws under His command. Is it not His to create and to govern? Blessed be Allah, the Cherisher and Sustainer of the worlds!

Allah menciptakan surga2 (pertama-tama) dan (lalu) bumi dalam enam hari dan (lalu) Dia menyatakan diriNya di atas TakhtaNya (Dia bergerak menuju TakhtaNya dari posisi sebelumnya) … Q 57:4

Q 57:4
YUSUFALI: He it is Who created the heavens and the earth in Six Days, and is moreover firmly established on the Throne (of Authority). He knows what enters within the earth and what comes forth out of it, what comes down from heaven and what mounts up to it. And He is with you wheresoever ye may be. And Allah sees well all that ye do.

Delapan malaikat akan berada di sisi singgasana Allah (bentuk oktagonal?) … Q 69:17

Q 69:17
YUSUFALI: And the angels will be on its sides, and eight will, that Day, bear the Throne of thy Lord above them.

Sama seperti penjaga keamanan Allah mengawasi Muhammad, Nuh dan Nabi2 lainnya. Allah mengawasi Muhammad ketika dia sembahyang sendiri atau bersama-sama jemaat lain …. Q 26:218-219

Q 26:218
Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang),
Q 26:219
dan (melihat pula) perobahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud.
Q 26:220
Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Beberapa ayat itu menunjukkan kesan bahwa Allah benar2 hidup di atas kita dan mengawasi semua ciptaanNya – sama seperti seorang astronot yang sedang mengorbit, yang mengamati bumi dari jendela pesawat ruang angkasanya. Ini beberapa ayat lagi dari Qur’an yang menyatakan Allah mengamati dari atas di angkasa.

Allah seperti penjaga di menara pengawas --- selalu waspada … Q 89:14
Q 89:14
sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.

Allah punya dua mata. Dengan kedua mataNya Dia mengawasi bahtera Nuh …Q 54:13–14
Q 54:13
Dan Kami angkut Nuh ke atas (bahtera) yang terbuat dari papan dan paku,
Q 54:14
Yang berlayar dengan pemeliharaan Kami sebagai belasan bagi orang-orang yang diingkari (Nuh).

Q 54.13
YUSUFALI: But We bore him on an (Ark) made of broad planks and caulked with palm-fibre:
Q 54:14
YUSUFALI: She floats under our eyes (and care): a recompense to one who had been rejected (with scorn)!

Sebuah Hadis dari Sunaan Ibn Majah menyatakan bahwa Allah memang mengamati dari atas:
Sunaan Ibn Majah, Vol. I, Hadith Number 184:
Jabir b. ‘Abdullah mengisahkan bahwa Rasul Allah berkata, “Ketika penghuni Surga akan masuk menerima anugrah mereka, sebuah sinar tiba2 akan menerangi mereka. Dengan ini, mereka akan mendongakkan kepala2 mereka (dan melihat) bahwa Tuhan mereka sedang mengamati dari atas. Dia (Tuhan) akan berkata, “Assalamu ‘alaikum, wahai penghuni Surga!” Dia berkata, “Ini sesuai dengan kata2 Allah: Kata dari yang Tuhan yang Pengampun: Salam (damai) (Q 36:58 ).” Dia akan memandang mereka dan mereka pun akan memandangNya dan tidak menaruh perhatian atas apapun hadiah2 Illahi selama mereka tetap memandangNya sampai Dia menyembunyikan diriNya dari mereka dan TerangNya dan AnugrahNya akan terus berlaku pada diri mereka di rumah2 mereka.

Dalam sebuah catatan kaki, Ibn Majarh mempertanyakan kesahihan Hadis ini. Aku kutip Hadis ini untuk menunjukkan bahwa Muhammad memang mencoba meyakinkan pengikutnya tentang sifat Allahnya yang dapat dilihat. Bahkan tanpa Hadis ini sekalipun, ada beberapa ayat lain di Qur’an yang jelas menyatakan bahwa Allah punya kuping2 untuk mendengar semua percakapan. Ini ayatnya:
Allah mendengar keluhan yang disampaikan seorang wanita kepada Muhammad tentang suaminya. Allah mendengarkan semua percakapan … Q 58:1

Q 58:1
Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Menyaksikan wujud jasmani Allah sama dengan mengamati matahari dan bulan. Banyak Hadis yang dengan jelas mengatakan bahwa Allah adalah makhluk yang dapat dilihat, meskipun orang harus mati dulu untuk melihat Allah. Inilah kesimpulan dari beberapa Ahadis semacam itu. Para pembaca harap memeriksa Hadis ini baik dalam versi internet maupun versi cetak. Mohon diingat bahwa tiada versi onlin dari kumpulan Hadis Ibn Majah (atau setidaknya belum kutemukan) dan tidak semua Ahadis Sunan Abu Daud ada di Internet. Semua Ahadis ini telah kukutip secara menyeluruh.

Di Hari Kebangkitan, kau akan melihat Allah seperti kau melihat matahari atau bulan di langit yang bersih …(Sahih Bukhari, 6.60.105)
Orang akan melihat Allah seperti melihat bulan ... (Sahih Bukhari, 9.93.529)
Latar belakang bagi ayat Q 50:39 ketika Muhammad melihat bulan purnama, dia berkata bahwa kau akan melihat Allah seperti kau melihat bulan purnama…(Sahih Bukhari, 1.10.529, 547)
Kau akan melihat Allah sejelas kau melihat bulan dan matahari. Kait2 akan digunakan untuk menghukum para kafir. Muhammad, bersama para pengikutnya akan menjadi orang2 pertama yang menyeberangi jembatan Neraka. Beberapa orang berdosa akan tinggal di Neraka untuk sementara waktu, beberapa lagi untuk selamanya ... (Sahih Bukhari, 1.12.770)
Sunaan ibn Majah, volume 1, hadith number 178
Abu Huraira melaporkan bahwa Rasul Allah berkata, “Apakah kalian berdesakkan (dan saling dorong) untuk melihat bulan purnama di malam hari?” Para penonton berkata, “Tidak.” Mendengar itu, dia (sang Nabi) berkata, “Sama halnya, kau tidak akan berdesakkan untuk melihat Allah di Hari Kebangkitan.”
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8460
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby Adadeh » Fri May 12, 2006 11:04 am

http://www.islam-watch.org/AbulKasem/BismiAllah2a.htm
Bismi Allah (Dalam Nama Allah) - Bagian 2a
Oleh Abul Kasem
28 April, 2006

[Peringatan: Isi esai ini bisa menyinggung perasaan pembaca tertentu.]

Siapakah Allah?–(i)

Sejarah Singkat Allah

Jika kita mempelajari Allah secara serius, hal utama yang perlu diketahui adalah Allah ternyata punya latar belakang sejarah yang sangat menarik. Di Arabia kuno, sejak jaman Alkitab, ribuan tahun sebelum Muhammad lahri, Allah sudah disembah oleh para masyarakat gurun pasiru Bedouin di Arabia. Masyarakat Arab kuno menghubungkan Allah dengan bulan yang bersinar terang sepanjang tahun di malam hari di atas gurun pasir yang sangat luas dan liar. Tidaklah sukar untuk mengerti alasan mengapa Allah dianggap sebagai dewa bulan. Masyarakat Arab Bedouin hidup dengan cara nomadis (pindah dari satu tempat ke tempat lain). Karena hidup di tanah gurun pasir yang gersang dan tiada sungai untuk irigasi dan bertani, maka masyarakat Arab Bedouin adalah masyarakat penggembala dan peternak. Mereka merupakan suku2 liar yang kelaparan (Rodinson, 2002, p. 17). Hidup mereka bergantung kepada rumput dan menjaga ternak, sambil terus-menerus melakukan penyerangan dan perampokan pada suku2 lain atau pada kafilah yang lewat. Rodinson menulis bahwa sifat suka berperang dan tidak mengenal hukum gaya Arab ini merupakan pilar masyarakat Bedouin (Rodinson, 2002, p. 14). Masyarakat Bedouin di masa itu hidup dari lingkaran penjarahan dan balas dendam yang tak kunjung habis. Perjalanan di siang hari hampir tidak mungkin dilakukan karena panasnya terik matahari yang tak tertahankan. Kebanyakan perjalanan dilakukan di malam hari, di bawah terang sinar bulan dan bintang2 yang gemerlap. Mereka mengagumi indahnya langit malam dengan bulan sebagai pusat keindahan. Bagi mereka, munculnya bulan yang anggun merupakan munculnya raja langit malam. Inilah alasan mengapa masyarakat Arab Bedouin miskin ini sangat berhubungan dekat dengan bulan dan waktu peredarannya. Mereka hidup diatur oleh bulan.

Bagi mereka, bulan merupakan pendukung kehidupan. Mereka mengatur penanggalan primitif mereka pada alur gerakan bulan. Agama2 dan upacara2 peradaban mereka diatur sesuai dengan posisi dan alur waktu bulan. Tidaklah heran jika masyarakat Arab menganggap bulan sebagai sosok illahi yang paling tinggi -- Allah Taalaa – Tuhan yang Maha Kuasa. Profesor Sejarah Arab yakni almarhum Phillip K. Hitti, menulis bahwa menyembah bulan adalah bagian penting dalam masyarakat penggembala dan menyembah matahari adalah bagian penting dalam masyarakat petani (Hitti, 2002, p. 97). Bagi orang2 Bedouin Arab, bulan merupakan suatu yang sangat suci yang harus disembah dan dihubungkan dengan hal yang paling mulia. Bahkan setelah Muhammad memaksakan Islam dengan ancaman pedang, masyarakat Bedouin Muslim baru tetap saja melanjutkan ibadah kepercayaan kuno mereka dengan meyakini bahwa hidup mereka diatur oleh bulan.

Sampai hari ini sekalipun, kita tetap dapat melihat kekaguman Bedouin Arab dengan bulan tampak jelas dalam Islam. Islam berhubungan erat dengan bulan. Semua upacara ibadahnya berdasarkan penampakan bulan atau pada kalender bulan. Betapapun kerasnya Islam menyatakan dirinya menolak penyembahan berhala atau Paganisme, Islam tetap tidak dapat menghilangkan hubungannya yang lampau dengan Paganisme dan penyembahan berhala. Yang sebenarnya adalah: Islam masih melambangkan bulan, terutama logonya yang berbentuk bulan sabit. Lihatlah pucuk di atas segala mesjid, dan akan tampak bentuk logo bulan yang mencolok, kadang2 dengan bentuk sebuah bintang sekalian. Nanti akan kuterangkan alasan historis mengapa bintang juga merupakan lambang Islam. Untuk menjelaskan lebih jauh, lihatlah lambang Palang Merah di negara2 surga Islam. Lambangnya adalah simbol Islam berbentuk bulan dan sama persis dengan lambang dewa bulan Pagan Arab. Bahkan bendera2 negara2 Islam juga menunjukkan bentuk bulan dan bintang atau bulan saja. Lihatlah bendera2 nasional beberapa negara2 Islam seperti Algeria, Pakistan, Azerbaijan, Kazakhstan (menunjukkan terang bulan), Malaysia, Mauritania, Brunei, Turkey etc.

Image

Sebagai penyembahan berhala dan batu, ingatlah bahwa obyek tersuci dalam Islam adalah batu Ka’abah.

Image

Batu (atau batu2 – diperkirakan terdiri dari 3 buah batu, seperti yang dilaporkan banyak ahli sejarah) ini adalah batu yang sama yang disembah Arab Pagan. Bahkan Muhammad mencium dan memeluknya di dadanya dengan penuh khidmat. Kalifah Umar pun melakukan hal yang sama dan kaum Muslim juga seharusnya melakukan hal yang sama setidaknya sekali dalam hidup mereka.

Sekarang kita lihat secara ringkas sejarah tentang Allah (lihatlah patung Allah yang terbuat dari batu dan dipahat kaum Pagan. Di dadanya tertera lambang bulan sabit).

Image

Para ahli sejarah percaya bahwa Allah Arab ini berasal dari Syria. Masyarakat Aramean tinggal di Syria sekitar 1.300 SM. Orang2 Syria ini dahulu menyembah dengan khusuk beberapa dewa, dan yang utama dari dewa2 itu adalah dewa badai Hadad, dewa langit Alaha dan dewi Athargatis. Masyarakat Syria mungkin membuat rupa Allah ini berdasarkan rupa dewa Sumer dari kota kuno Babylon. Menurut banyak ahli sejarah, Alaha adalah nama Syria untuk Allah (Walker, 2004, hal. 20). Bagi mereka, Allah adalah Tuhan berkelamin pria, Tuhan yang paling berkuasa, yang punya tiga anak perempuan yakni Allat, Uzza dan Manat. Orang2 Nabatean yang adalah keturunan dari anak laki sulung Ismail di sekitar Semenanjung Sinai, pertamakali memperkenalkan Allah ke orang2 Arab melalui Syria (Walker, 2004, hal. 22). Orang2 Nabatean mungkin menyembah Allah dalam nama yang berbeda pula, seperti Elh dan Alh. Di samping Allah, orang2 Nabatean juga memperkenalkan dewa Hubal dari Syria, yang merupakan dewa pria besar. Patung Hubal ini nantinya diletakkan di Ka’abah. Hubal adalah patung berhala terbesar dari semua berhala di dalam dan sekitar Ka’abah. Patung raksasa Hubal berbentuk seorang pria yang tangan kanannya putus. Masyarakat Quraish menerima berhala Hubal ini dari Khuzaymah ibn Mudrikah, orang Mekah yang membelinya dari Syria. Setelah itu, masyarakat Quraish membuatkan lengan emas bagi patung itu. Patung Hubal berdiri di depan Ka’abah. Mayarakat Pagan Quraish menganggap Ka’abah adalah tempat untuk Hubal saja (Rodinson, 2002, p. 54). Mereka menggunakan panah2 ramalan/nujum untuk menentukan keabsahan bayi2 yang baru lahir (Al-Kalbi, 1952, hal. 23). Banyak ahli sejarah yang percaya bahwa Hubal adalah jelmaan fisik Allah di Ka’abah. Di masa mudanya, Muhammad membantu persiapan upacara yang dilakukan untuk menempatkan Hubal di Ka’abah (Walker, 2004, p. 42).

Penulis biografi Muhammad bernama Martin Lings, yang tadinya Katolik dan lalu memeluk Islam, setuju bahwa Hubal berasal dari Syria (Lings, 1983, p. 5, 11). Sejarawan Arab percaya bahwa Hubal yang perkasa ini sebenarnya adalah variasi dewa kuno Allah (Walker, 2004, p. 31). Kata Hubal berasal dari kata Semitik Hu yang berarti ‘He’ (kata diri bagi pria – Inggris) atau ‘He is’ (Dia adalah – Inggris) dengan kata akhiran El, yang jelas merupakan nama lain dari Allah. Nama Hubal biasa diteriakkan oleh para Quraish sebagai teriakan perang. Lama kelamaan, konsep tentang Allah sebagai Tuhan berkembang ke seluruh Arabia. Sebuah tulisan kuno yang ditemukan di Arabia selatan mengandung nama Allah. Allah adalah Hallah dalam tulisan kuno Safa. Ini adalah lima abad sebelum Islam ada. Masyarakat Arab terbiasa menyebutkan nama Allah dalam saat terancam. Allah yang sangat berkuasa ini perlahan-lahan menjadi sesembahan utama Quraish. Bahkan Qur’an pun membenarkan hal ini di ayat2 6:109, 6:136, 10:22, 31:22, dan 31:29 (Hitti, 2002, hal. 100–101). Nama2 lain dari Allah adalah Ilu bagi orang2 Babylon dan Assyria, El bagi orang Kanaan, Elohim bagi orang Yahudi, dan Ilah bagi orang Arab tengah (Walker, 2004, p. 420).

Satu lagi nama lain dari Allah adalah Wadd – dewa bulan yang berdiri di kepala Pantheon Minea. (Hitti, 2002, pp. 97–98 ). Versi lain Allah terdapat di Hadramawt di Arabia Selatan. Di sana Allah dikenal sebagai Sin, dewa bulan.

Kota kuno Arabia selatan yang terkenal bernama Saba di mana Ratu Saba atau Ratu Bilqis berkuasa. Orang2 Sabaean juga menyembah Allah yang dikenal dengan nama Almaqah (Hitti, 2002, p. 60). Dalam Qur’an kita temukan referensi Ratu Saba di Sura 27 (Sura an-Naml). Dalam Alkitab kota ini disebut sebagai Sheba dan Ratu Bilqies disebut sebagai Ratu Sheba. Agama Sabean berdasarkan sistem astronomi gugus planet dan kepercayaan menyembah bulan termasuk bagian darinya. Masyarakat Sabean juga memuja Allah sebagai Dewa Bulan. Akan tetapi, tidak seperti Arab Pagan, mereka tidak punya gambar rupa Allah dan menganggap Allah sebagai dewa tanpa bentuk yang punya kekuasaan tertinggi. Tentang Allah ini, Benjamin Walker menulis sebagai berikut:
Makhluk ilahir yang misterius dan tanpa bentuk, Allah tidak diwakilkan dengan gambar apapun dan dia pun tidak disembah seperti layaknya dewa2 dan dewi2 yang lebih kecil lainnya. Untuk membedakan Allah dengan dewa2 lainnya, dia diberi julukan Allah Taala, ‘Tuhan yang Maha Tinggi’ (Walker, 2004, p. 42).

Masyarakat lain yang juga menyembah Allah adalah masyarakat Nabatean. Selain Allah dan tuhan2/dewa2 lainnya, mereka juga juga menyembah dua dewa lainnya (mungkin lebih rendah posisinya dibandingkan Allah), yang bernama ar-Rahman dan ar-Rahim. Baik ar-Rahman maupun ar-Rahim dipuja bersama sebagai lambang kehormatan dan kemuliaan. Herannya Qur’an juga menyebut kedua nama dewa Pagan ini, meskipun menganggap kedua nama ini milik Allah. Sura pertama Qur’an (Sura Fatiha) menyebutkan kedua nama itu. Juga Sura 19 (Sura Maryam) didominasi oleh nama2 kedua dewa tersebut.

Menurut Profesor Hitti, masyarakat Nabatean Paga di Afrika Utara pertamakali mendengar tentang ar-Rahman dan ar-Rahim mungkin dari Syria selatan. Setelah itu kedua nama dewa Pagan ini ditemukan di kuil2 Arabia Selatan (Hitti, 2002, p. 105). Saingan Muhammad yang bernama Maslama (atau Musaylima) berkhotbah dalam nama ar-Rahman, yang adalah Allah bagi orang Arabia selatan (Rodinson, 2002, p. 67, 119). Ini mungkin alasannya mengapa Muhammad kemudian tidak lagi menyebut ar-Rahman dan memilih Allahnya masyarakat Pagan Mekah sebagai Tuhan satu2nya.

Menurut sejarawan2 Arab, Petra (di Arabia utara, dekat Syria, yang adalah tempat tinggal masyarakat Nabatean), juga punya sejenis Ka’abah yang disebut Dushara (Dusares) yang adalah batu hitam berbentuk empat persegi panjang. (Hitti, 2002, p. 72).

Sejarah singkat Allah ini tentunya tidak lengkap tanpa Jehovah (Yahwa), Allahnya Musa (baca penjelasan gambar Jehovah di uang logam Jerman). Islam menganggap Musa menyembah Allah yang sama dengan Muslim. Jika Qur’an itu benar, maka logikanya adalah: Yehovah = Allah.

Berdasarkan catatan2 sejarah, Jehovah adalah Allah gurun pasir yang sederhana dan serius. Tempat tinggalnya adalah sebuah tenda (Hitti, 2002, p. 40). Meskipun kaum Yahudi mengakui Jehovah sebagai Tuhan mereka, sebagai Allahnya kaum Yahudi, mereka tidak berani menyebut namanya. Jehovah juga berarti “Yang Perkasa dan Yang Menggentarkan”, dan inilah alasannya mengapa kaum Yahudi tidak berani menyebut nama Jehovah (Hughes, 1994, p. 226). Mereka memilih memanggil nama Tuhannya dengan nama panggilan Rabb – Lord (bhs. Inggris) sebagai panggilan yang lebih lunak daripada Jehovah (Ibid, p. 141). Jadi dalam Qur’an, jika Jehovah adalah Allah, maka mestinya Dia adalah Allah yang menggentarkan milik orang Yahudi. Mengenai Rabb-nya kaum Yahudi, Muhammad sendiri punya versinya tersendiri: Allahnya juga dikenal sebagai ar-Rab – Lord (bhs. Inggris), sang Pemelihara, Yang Termulia: Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu (‘Allah is my Lord and your Lord (3:51)’); ‘Tuhan Kami (Rabb) adalah Tuhan (Rabb) surga dan bumi (18:14); dan ini menempati posisi Jehovah Yahudi (Hughes, 1994, p. 531).

Sesembahan bangsa Arab Bedouin yang terutama adalah Allah dewa bulan, dan anak2 perempuanNya yakni Allat, Uzza, dan Manat. Seperti yang telah diterangkan sebelumnya, bulan merupakan tema relijius utama dalam masyarakat peternak/penggembala. Bangsa Arab Bedouin yang buta huruf, kelaparan dan tak berpendidikan menghubungkan bulan dengan hal kekuatan, vitalitas, kekuasaan dan semua yang berhubungan dengan sifat maskulin. Dengan itu, bulan (dan Allah) adalah Tuhan maskulin. Hal ini tidak diragunkan lagi (keterangan lebih lanjut menyusul). Lalu bagaimana dengan matahari? Apakah matahari punya posisi yang sama sebagai tuhan dalam masyarakat Pagan? Jawabnya: ya. Masyarakat Bedouin juga menyembah dewa matahari. Namanya adalah Baal. Menarik untuk diketahui bahwa masyarakat Syria dan Phoenisian juga menyembah Baal – sang Dewa Matahari. Diduga dewa Baal disembah di masa Nabi Elisha (Hughes, 1004, p. 35). Masyarakat Mesir juga menganggap Baal sebagai dewanya. Lihatlah sosok Baal di gambar berikut.

Image

Baal dirupakan sebagai seorang pria dengan jenggot meruncing dan helm kuncup. Dia adalah Dewa perang, langit, badai, kesuburan, dan panen besar. Dalam Qur’an, Baal disebut ketika Nabi Elias memperingatkan masyarakatnya karena menyembah Baal (dewa matahari Allah) dan bukannya dewa bulan Allah, yang dianggap terbaik dari segala pencipta (37:125). Versi lain menyatakan bahwa yang benar adalah dewi matahari dan bukan dewa dan namanya adalah Shams (Rodinson, 2002, p. 23). Anehnya, ada sura dalam Qur’an yang bernama Shams atau Matahari (Sura 91, yang diturunkan di Mekah). Muhammad jelas lebih memilih Shams daripada Baal yang adalah dewa matahari Mesir. Jika ada Sura bernama Shams, maka tentunya tidak heran jika ada pula Suran bernama Qamar atau bulan (Sura 54, yang diturunkan di Mekah).

Mengapa Muhammad tidak memilih Baal sebagai dewa matahari Allah? Jawabannya sederhana. Matahari merupakan sumber enerji utama bagi masyarakat pertanian. Karena itu, wajar jika masyarakat pertanian menganggap Allah dewa matahari sebagai dewa mereka yang utama. Inilah sebabnya bangsa Mesir yang petani menyembah Baal. Muhammad berasal dari masyarakat peternak/penggembala, yang tidak tertarik pada masalah pertanian (hal ini nanti akan dibahas lebih jauh) – jadi buat apa menyembah Baal? Karena itu pula Baal versi dewa matahari Allah tidak begitu disukai oleh Muhammad dari Arabia. Sudah jelas bahwa masyarakat Pagan Mekah sangat kenal dengan dewa bulan Allah. Mereka biasa menyajikan persembahan makanan kepada Allah dan membagi-bagikannya kepada dewa2 berhala lainnya, seperti Ammanas di negara Kahulan (6.136) (ibn Ishaq, 2001, p. 37). Ini adalah kebiasaan sistem agama yang dilakukan Arab Pagan selama turun-temurun. Lalu Muhammad mulai berkhotbah dan mengajak Quraish Mekah untuk menyembah Allah saja (Allah monotheisme). Muhammad punya versi tersendiri akan Allah, yang membuat masyarakat Pagan sangat bingung dan tidak senang. Muhammad mulai mengecam mereka karena membagi persembahan makanan kepada dewa2 lain selain Allah, tepatnya Allah versi Muhammad. Tapi masyarakat Mekah Quraish bertoleransi. Mereka membiarkan Muhammad berkhotbah sekehendak hati. Masalah muncul ketika Muhammad ingin menghancurkan sumber mata pencaharian utama bangsa Quraish yakni naik haji dan pariwisata yang berhubungan dengan ziarah ke Ka’abah tempat para dewa dan dewi. Kaum Pagan Mekah bahkan punya gambar2 Abraham, Yesus, dan Maria – untuk menarik hati wisatawan Kristen dan Yahudi. Menurut sejarawan Arab terkemuka Phillip Hitti, di jaman Muhammad, Mekah memiliki penduduk Kristen Abyssinia (Hitti, 2002, p. 106).

Karena itu ziarah-pariwisata Mekah merupakan sumber nafkah yang penting (Ibid, p. 64). Awalnya, masyarakat Pagan Mekah tidak mau mengganggu daya tarik pariwisata daerah mereka dengan bertengkar melawan pengikut2 Muhammad. Meskipun Muhammad mengejek dan mengritik, mereka mendiamkannya saja. Bahkan penulis sejarah Islam terkemuka al-Tabari juga mengaku bahwa Muhammad tidak ditindas oleh kaum Pagan Mekah. Menurut Tabari, para pengikut Muhammad kebanyakan adalah anak2 muda, beberapa adalah putra dan adik dari pedagang2 ulung di Mekah. Muhamad tidak mengalami penindasan fisik apapun, meskipun terkadang dibuat jengkel. Paman Muhammad yang bernama Abu Talib merupakan orang yang dihormati di Mekah dan karena perlindungannya, Muhammad terhindar dari penyerangan pribadi (Tabari, 1988, p. 6.43).

Sikap Muhammad bisa mengurangi pendapatan para pedagang Mekah. Para pedagang ini juga merasa Muhammad mungkin mengancam kedudukan politis mereka yang berpengaruh di Mekah. Kaum Quraish tidak sangat memusuhi Muhammad sampai dia menyinggung dewa2 mereka, terutama pada Allat yang merupakan salah satu anak perempuan Allah. Hal ini mempengaruhi bisnis dengan pedagang2 Taif (Ibid, pp. 6.42, 43).


Anak2 Perempuan Allah

Kita telah baca bahwa dewa Bulan Allah merupakan dewa maskulin. Apakah Allah punya istri atau pasangan wanita? Pertanyaan ini akan membuat Muslim tulen marah berat. Tapi bukti2 sejarah, terutama bukti epigrafi, terlalu jelas untuk bisa ditolak. Dari tulisan2 kuno peninggalan budaya Sumeria (Babylon), tampak nyata bahwa Allah memang punya pasangan wanita (mungkin adalah istrinya) dan namanya adalah Lilith. Kaum Pagan percaya bahwa Allat adalah anak perempuan hasil hubungan Allah dan Lilith.

Image

Allat digambarkan dalam epigraf Syria sebagai sosok yang mirip ibunya, Lilith, dengan buah dada dan vulva yang besar. Di buku Phillip Hitti yang berjudul History of the Arabs ditunjukkan gambar Allat di atas sebuah uang logam perunggu Nabatean (Hitti, 2002, p. 86). Wujud Allat ini mirip dengan Dewi Pengetahuan Hindu bernama Saraswati.

Image
Dewi Saraswati (Dewi Pengetahuan - Hindu)

Ada kemungkinan pula bahwa dua anak perempuan Allah yang lain yakni Uzza dan Manat juga dihasilkan melalui hubungan dengan Lilith, atau mungkin dengan gundik2 Allah. Dewi2 ini disinggung dalam Qur’an sebagai anak2 perempuan Allah (ayat2 Setan, 53:19-20). Ketika Muhammad sangat kecewa dengan kegagalan misinya merekrut banyak pengikut, dia mencoba berdamai dengan kaum Quraish Pagan. Dia memuji ketiga anak perempuan Allah dan ingin mendapat anugrah dari mereka. Akan tetapi Muhammad dengan cepat menyadari kesalahannya dan mengatakan bahwa semua nabi kadangkala dapat inspirasi dari Setan. Lalu dia pun membatalkan ayat2 15:19-23 dari Qur’an. Marilah kita baca ayat2 di Qur’an:

Q 15:19
Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran.
Q 15:20
Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezki kepadanya.
Q 15:21
Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu.
Q 15:22
Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya.
Q 15:23
Dan sesungguhnya benar-benar Kami-lah yang menghidupkan dan mematikan dan Kami (pulalah) yang mewarisi.

Ayat2 di atas tampaknya tiada hubungannya dengan Allat, Uzza atau Manat. Mengapa ayat2 ini lalu disebut ayat2 setan? Jawabannya: ayat2 ini adalah ayat2 terakhir yang dimasukkan Muhammad ke dalam Qur’an setelah Allah menegurnya karena berada di bawah pengaruh Setan. Muhammad mentaati perintah Allah. Dia mengganti ayat2 asli dengan ayat2 baru di atas. Jadi seperti apakah ayat2 aslinya?

Menurut William Montgomery Watt, salah satu penulis biografi Muhammad dan sejarah Islam yang paling terkemuka, ayat2 asli Q 15:19-23 berbunyi seperti ini:
(Watt, 1999, p.21; juga lihat ibn Ishaq, 2001, pp. 165?166):
Sudahkah kau mempertimbangkan Allat dan al-‘Uzza
Dan Manat, yang ketiga, yang lainnya?
Merekalah yang dimuliakan angsa2,
Doa mereka diharapkan;
Keserupaan mereka tidak dilupakan.


Hisham al-Kalbi, pengarang Kitab al-Asnam (The Book of Idols), menulis tentang ketiga anak2 perempuan Allah:
Allat: dia berdiam di al-Taif (kota yang tak jauh dari Mekah). Dia lebih baru daripada Manah. Dia berbentuk batu kotak. ‘Attab ibn Malik dari Thaqif adalah penjaganya. Mereka membangun sebuah rumah baginya. Masyarakat Quraish dan semua Arab biasa menyembahnya dan menamai anak2 mereka dengan namanya. Dia dahulu terletak di sebelah kiri mesjid yang saat ini berada di Taif. Ayat Q 53:19 menyinggung tentang dirinya. Atas perintah Muhammad, Mughirah ibn Shu’bab menghancurkan patung Allat dan membakar rumahnya sampai habis.

Ibn-Hajar menyumpah demi Allah sambil berkata, “Demi Allat dan ‘Uzza dan mereka semua yang percaya padanya, dan demi Allah yang lebih besar daripada mereka berdua” (ibn al–Kalbi, 1952, p. 15).

Uzza: Uzza ini lebih baru daripada Allat atau Manah. Masyarakat Arab menamai anak2 mereka dengan namanya.
Zilim ibn As’ad memperkenalkan al–Uzza. Uzza terletak di sebuah bukit di Nakhlat yang disebut Hurad, yang terletak di sebelah kanan jalan dari Mekah ke al-Irak, di atas Dhat-Irq. Zilim membangun sebuah rumah bagi Uzza dan menyebut bangunan itu Buss. Penyembahnya menerima pesan2 illahi di sana. Anak2 mereka dinamakan berdasarkan namanya, misalnya Abd-al-Uzza. Dialah dewi terbesar dalam masyarakat Quraish. Mereka biasa mengambil hatinya dengan mempersembahkan korban. Muhammad pun telah mempersembahkan korban domba putih bagi al-Uzza. Masyarakat Quraish dahulu mengelilingi Ka’abah dengan mengucapkan:
Demi Allat dan al-Uzza,
Dan Manah, berhala ketiga
Sungguh benar mereka adalah wanita2 yang paling terpuji
Yang anugerahnya diharapkan.


Ayat2 ini dibatalkan dan diganti dengan ayat2 53:19–20 dan 17:75–76.

Al-Uzza punya tempat untuk melakukan upacara persembahan yang disebut sebagai al-Ghabghab. Masyarakat Arab biasa mempersembahkan sapi di sana. Setelah persembahan, mereka biasa membagi-bagikan daging sapi diantara para jemaat yang hadir dalam upacara. Masyarakat Quraish memujanya di atas segala berhala yang lain. (ibn al–Kalbi, 1952, p. 17).

Setelah menonton tayangan film dokumenter di TV tentang reruntuhan Petra Arabia yang terletak di sebelah Barat Daya Saudi Arabia, aku menduga bahwa dewi Mekah Uzza barangkali mirip dengan Kali, sang dewi penghancur dari kepercayaan Hindu.

Image
Dewi Kali (Dewi Penghancur - Hindu)

Manah (pengucapan lainnya adalah Manat): Dewi yang tertua. Masyarakat Arab menamakan anak2 mereka dengan namanya. Dia berada di Qudayd, diantara Medina dan Mekah. Masyarakat Arab biasa mempersembahkan korban baginya – terutama suku Arab Aws dan Khazraj dan juga penduduk Medina dan Mekah. Di akhir ibadah naik haji, ketika hendak pulang ke tempat asal, orang2 akan berhenti di tempat Manah, menggunduli kepala mereka dan diam di sana untuk sementara. Ibadah naik haji tidak lengkap jika mereka belum mengunjungi Manah.

Manah disebut dalam Q 53:20. Dia adalah dewi masyarakat Hudhayl dan Khuza’ah. Atas perintah Muhammad, Ali menghancurkannya, mengambil segala hartanya dan membawanya kepada Muhammad. Yang paling berharga dari harta itu adalah dua buah pedang yang tadinya dipersembahkan kepada Manah oleh Raja Ghassan yang bernama al-Harith ibn Abi-Shamir al-Ghaassan. Pedang2 ini bernama Mikhdam dan Rasub. Muhammad memberikan kedua pedang ini kepada Ali. Adapun versi lain kisah ini menyebutkan bahwa Ali menemukan kedua pedang ini di kuil al-Fals, tempat berhala dewa Tayyi (ibn al-Kalbi, 1952, pp. 13–14).

Berikut adalah beberapa komentar tambahan tentang ketiga anak perempuan Allah: Allat, Uzza dan Manat. Allat adalah Dewi Perang, Uzza adalah Dewi Kurban, dan Manat adalah Dewi Takdir atau Nasib (Walker, 2004, p. 45). Allat berhubungan dengan bulan, Uzza dengan Planet Venus dan Manat dengan bintang Sirius (Ibid, p. 46).

Informasi di atas menjelaskan mengapa simbol Islam adalah bulan sabit dan bintang. Sudah jelas bahwa unsur Paganisme dalam Islam masih ada, terutama jika kita melihat lambang2 ini: Bulan Sabit adalah lambang bagi Allah dan bintang (Venus) adalah lambang bagi anakNya yakni Uzza. Anak perempuan ketiga Allah yakni Manat, dilambangkan dengan bintang Sirius. Bahkan Qur’an pun berkata bahwa Allah adalah Tuhan Alpha Sirius. Ini ayatnya tentang bintang Alpha Sirius (Manat). Tentunya para ahli Islam punya interpretasi yang berbeda akan simbol Islam:

Image

Apalagi Islam seharusnya menghindari simbol apapun. Para ahli Islam menganggap bahwa simbol bintang mewakili sembahyang lima waktu dan simbol bulan melambangkan bulan baru yang berarti perkembangan Islam. Aku mencari ayat Qur’an dan Ahadis yang mendukung arti simbol bulan sabit dan bintang. Mari kita baca apa yang Qur’an katakan:
Q 53:49
dan bahwasanya Dialah yang Tuhan (yang memiliki) bintang syi'ra
(Bintang Alpha Sirius merupakan bintang terterang yang dapat dilihat dari bumi).

Q 53:49
YUSUFALI: That He is the Lord of Sirius (the Mighty Star);
PICKTHAL: And that He it is Who is the Lord of Sirius;
SHAKIR: And that He is the Lord of the Sirius;

Di catatan kaki ayat ini, Abdullah Yusuf Ali menulis:
Aforisme ke 10 melambangkan kehebatan fenomena alam, cemerlangnya bintang Sirius, yang merupakan benda yang menonjol di langit, di awal tahun matahari, dari bulan Januari sampai April. Sirius adalah bintang terterang di langit dan cahayanya yang kebiruan mempesoan dan menggentarkan pikiran2 masyarakat Pagan. Masyarakat Arab Pagan menyembahnya sebagai dewa. Tapi Allah adalah Tuhan, Sang Pencipta dan Sang Pemelihara, merupakan unsur yang paling utama dari penciptaan dan hanya Dia yang layak disembah (Ali, 1983, p. 1450, foot note 5119).

Abdullah Yususf Ali yang berpengetahuan mungkin ingin menghindari kenyataan yang memalukan. Tiada keterangan dari sejarah Arab yang mengatakan bahwa orang2 Mekah takut akan bintang Sirius. Mereka selalu menganggap Sirius sebagai seorang Dewi, sama seperti mereka menganggap bulan sebagai Dewa Allah. Muhammad sendirilah yang ingin memutar balik kepercayaan yang mereka imani sejak lama.

Di ayat Q 53:49, Allah jelas mengatakan bahwa Dia adalah Tuhan Sirius, yang menurut epigraf Sumeria, tak lain adalah Manat, salah satu dari anak perempuan Allah. Dewi2 ayat2 Setan terletak di Taif, Nakhla dan al-Mushallal, yang sangat dekat dengan Mekah (Tabari, 1988, p. 6.42).

Allat, disebut oleh Herodotus sebagai Aphrodite Urania, adalah ketua Dewi. Ini berarti Allat adalah versi Arab dewi Yunani Aphrodite Urania (Hitti, 2002, p. 72). Al-Uzza pun dianggap sama dengan Dewi Yunani Aphrodite (Ibid, .p. 79).

Al-Uzza merupakan Dewi yang serupa dengan Dewi Yunani Aphrodite. Anak laki al-Harith dipersembahkan sebagai korban bagi al-Uzza. Sepuluh tahun kemudian, al-Hartih balas dendam dan membunuh musuhnya yang bernama Lakhmid di sebuah pertempuran di daerah Qinnasrin. Perang ini dikenal sebagai “Hari Halimah” dalam tradisi Arabia. Halimah adalah anak perempuan Al-Harith yang sebelum perang, dengan tangannya sendiri membubuhi parfum kepada 100 pejuang Ghassanid yang siap mati dan membalutkan kain linen di atas baju perang mereka (pasukan bunuh diri?)
Catatan: kata dengan huruf italic merupakan komentar pribadiku.

Al-Lat tinggal di Taif. Muhammad mempersembahkan korban bagi al-Uzza. Al-Uzza merupakan Dewi Venus, sang bintang fajar. Tempat tinggalnya terdiri dari tiga pohon. Persembahan dengan korban manusia menjadi ciri khas umatnya. Al-Rahman (Sang Penyayang) atau RHM adalah nama dewa di tulisan kuno Sabean sebelum jaman Islam. Tulisan kuno Arabia selatan yang bernama Shirk menunjukkan penyembahan terhadap Satu Makhluk Illahi Perkasa dengan dewa dewi yang lebih kecil yang berhubungan dengannya. (Ibid, p. 99).

Manah adalah Dewi Nasib. Dia tinggal di batu hitam di Qusayd di jalan antara Mekah dan Yathrib (nama lama kota Medina). Sampai sekarang pun masyarakat Arab percaya 125 kekuatannya. Hubal merupakan Dewa utama di Ka’abah dalam bentuk manusia. Hubal diimport dari Mesopotamia (Ibid, p. 100).

Apakah Allah punya anak laki? Tentu saja, orang2 Kristen percaya akan hal itu. Kita tahu betul bahwa Islam beranggapan Allah tidak pernah punya anak laki. Benarkah itu? Mari kita baca ayat2 Qur’an ini.

Q 21:91
Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya (organ seks), lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam.

Maryam adalah anak Imran. Dia menjaga kesucian seksualnya dan masih perawan sebelum hamil melalui Allah. Allah meniupkan rohNya ke dalam tubuh Maryam.

Q 66:12
dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-Kitab-Nya, dan dia adalah termasuk orang-orang yang ta'at.

Ayat2 ini berhubungan dengan kelahiran Yesus oleh Perawan Maria. Wakil Allah dalam bentuk manusia (Malaikat Penghulu, mungkin Gabriel), bertemu Maria ketika dia hidup sendiri di sebuah kuil. Wakil Allah ini memberitahu Maria bahwa dia membawa Roh (dengan kata lain Benih Allah) untuk menghamilinya. Lalu orang ini (Gabriel) meniupkan ke dalam tubuh Maria agar Benih Allah (Roh) masuk ke dalam uterusnya dan membuatnya hamil. Interpretasi ini sungguh sukar untuk dipercaya.

Mari kita baca tulisan ilmuwan Qur’an yang paling terkemuka: ibn Kathir. Ibn Kathir berkata tentang kehamilan seperti ini (artificial insemination?).
Dalam tafsir ayat 21:91, ibn Kathir menulis:

`Isa and Maryam Muslim Sejati

Di sini Allah menyinggung kisah Maryam dan putranya ‘Isa, tak lama setelah mengutarakan tentang Zakariyya dan putranya Yahya, semoga damai menyertai mereka semua. Dia mengutarakan kisah Zakariyya terlebih dahulu, lalu diikuti kisah tentang Maryam karena keduanya berhubungan satu sama lain. Yang pertama adalah tentang seorang anak yang lahir dari orang yang sudah sangat tua, dari seorang wanita tua yang mandul dan tidak pernah hamil sebelumnya. Lalu Allah mengutarakan kisah Maryam yang bahkan lebih ajaib lagi karena ini adalah kisah tentang anak yang lahir dari seorang wanita tanpa berhubungan dengan seorang pria. Kisah2 ini juga ditulis di Surah Al `Imran dan di Surah Maryam. Di sini Allah menyampaikan kisah Zakariyya dan lalu diikuti kisah Maryam, inilah yang dikatakanNya:

[وَالَّتِى أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا]
(Dan dia yang menjaga kehormatannya,) berarti, Maryam (damai menyertainya). Ini sama seperti di Ayat Surah At-Tahrim:
[وَمَرْيَمَ ابْنَةَ عِمْرَانَ الَّتِى أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهِ مِن رُّوحِنَا]
(Dan Maryam, anak perempuan `Imran yang menjaga kehormatannya. Dan Kami meniupkan ke dalam [bajunya] Roh Kami)
[66:12].
[وَجَعَلْنَـهَا وَابْنَهَآ ءَايَةً لِّلْعَـلَمِينَ]
(dan Kami membuatnya dan putranya sebagai tanda bagi negara2.) berarti, bukti bahwa Allah mampu melakukan semua hal dan Dia menciptakan apapun yang Dia inginkan. Sesungguhnya, perintahNya, jika Dia bermaksud sesuatu, yang perlu dikatakanNya hanyalah, “Jadilah” – dan lalu hal itu terjadi! Ini sama seperti Ayat:

[وَلِنَجْعَلَهُ ءَايَةً لِّلْنَّاسِ]
(Dan (Kami ingin) menunjuknya sebagai tanda bagi umat manusia) [19:21]
[إِنَّ هَـذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَاْ رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ - وَتَقَطَّعُواْ أَمْرَهُمْ بَيْنَهُمْ كُلٌّ إِلَيْنَا رَجِعُونَ - فَمَن يَعْمَلْ مِنَ الصَّـلِحَـتِ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلاَ كُفْرَانَ لِسَعْيِهِ وَإِنَّا لَهُ كَـتِبُونَ
Tafsir di atas berarti bahwa Malaikat (Gabriel) menaruh benih (Roh) Allah di dalam rahim Maryam. Ini mungkin sukar dipercaya tapi mari kita baca tafsir ibn Kathir atas ayat 66:12.

(dan Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya (bagian seksualnya)) berarti, yang melindungi dan menyucikan kehormatannya, dengan menjadi suci dan bermoral,
[فَنَفَخْنَا فِيهِ مِن رُّوحِنَا]
(maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami) berarti, melalui seorang malaikat Jibril. Allah mengirim malaikat Jibril kepada Maryam, dan dia datang padanya dalam bentuk seorang pria. Allah memerintahkannya untuk meniupkan dari celah bajunya dan tiupan ini masuk ke dalam rahimnya melalui vaginanya; inilah cara Isa dibentuk. Karena itulah Allah berkata,
[فَنَفَخْنَا فِيهِ مِن رُّوحِنَا وَصَدَّقَتْ بِكَلِمَـتِ رَبَّهَا وَكُتُبِهِ]
(maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-Kitab-Nya,) berarti Firman dan hukumNya.
[وَكَانَتْ مِنَ الْقَـنِتِينَ]

Bahkan ibn Kathir mengakui bahwa Yesus membawa benih Allah (sperma atau Roh?). Jadi mengapa Islam harus menolak pengertian orang Kristen bahwa Yesus adalah anak Allah (atau Tuhan)? Tampaknya malah benar pengertian orang Kristen bahwa Yesus adalah anak Allah.

Sejarah singkat Allah berakhir di sini. Di bagian berikut, kau akan mengetahui lebih banyak tentang kemampuan Allah di bidang kandungan dan kebidanan.


Allah seringkali pindah tempat tinggal

Dari sejarah singkat tentang Allah di atas, kita dapat mengambil kesimpulan tentang versi2 yang berbeda akan Allah. Inilah daftar pendek Allah2 dan kemungkinan tempat tinggalnya.
Allah Sumeria: (Sumer, Babylon; dan lalu Mecca).
Allah Alaha: (Syria, lalu Mecca).
Allah Elh: (Syria, lalu Mecca).
Allah Ilah: (Syria, lalu Mecca).
Dewa Bulan Allah: (Arabia selatan, lalu Mecca).
Dewa Matahari Allah (Baal): (Egypt, lalu mungkin Mecca).
Allah Hubal: (Syria, lalu Ka’ba, Mecca).
Allah Jehovah: (mungkin, Palestine, lalu Mecca).
Allah Elohim: (Arabia tengah, lalu Mecca).
Allah Ila : (Arabia tengah, lalu Mecca).
Allah ar-Rahman: (Arabia utara, Arabia selatan, lalu Mecca).
Allah ar-Rahim: (Yemen, lalu Mecca).
Allah Sin: (Hadramawt, lalu Mecca).
Allah Hallah: (Syria, lalu Mecca).
Allah Ilu: (Babylon, Syria dan lalu Mecca).
Allah El: (Palestine, lalu Mecca).
Allah Wadd: (Minaean, lalu Mecca).
Allah Almaqah: (Kota Saba, lalu Mecca).
Allah Taa’la, Allah yang tertinggi: (Ka’ba, Mecca).

Kita mungkin bengong melihat begitu banyak versi Allah. Tapi tunggu dulu. Bukankah Qur’an berkata Allah punya banyak nama? Para ahli Islam bersikeras bahwa Allah punya 99 nama (termasuk Allah, dan ini berarti jumlah tepatnya adalah 100 nama). Meskipun kita tidak menemukan ayat Qur’an yang menyebutkan angka 99 dengan jelas, kita tidak perlu heran mengapa Allah punya begitu banyak nama (pada kenyataannya, banyak versi Allah). Masalahnya sekarang adalah: jika kita membaca Qur’an dengan seksama, dari awal sampai akhir, beberapa kali, kita mungkin menemukan nama Allah yang banyaknya lebih daripada 99 seperti yang dikatakan para ahli Islam. Jangan heran jika jumlahnya mencapai lebih dari 300 (iya, benar: tiga ratus) penjabaran tentang Allah.

Yang lebih mengherankan lagi adalah semuanya merupakan Allah-Allah (plural!) yang hidup di berbagai tempat tapi hanya di sekitar perbatasan Arabia, Syria, Palestina, Mesopotamia, Babylonia dan Irak. Mengapa Allah hanya memilih tempat2 ini (jelasnya: tanah Arab) untuk hidup kalau dia punya seluruh tata surya? Pertanyaan ini tidak sukar dijawab kalau kita melihat tingkat pengetahuan geografi masyarakat kuno Arab, Sumeria dan Babylonia. Hal yang menarik adalah: setelah hidup di tempat2 itu selama beribu-ribu tahun, Allah tiba2 berubah pikiran dengan kelahiran Muhammad, sang Nabi Islam. Islam mengaku bahwa Allah membuat Ka’abah 2.000 tahun sebelum Dia menciptakan Adam Adam (Ghazali, 1993, p. 1.190). Terdapat bukti bahwa Allah memang untuk sementara hidup di Mekah. Sebuah tulisan kuno yang ditemukan ketika menggali fondasi Ka’abah yang dilakukan oleh kakek Muhammad yang bernama Abdal Muttalib menyebut, “Akulah Allah, Tuhannya Bakka ….” ( ibn Ishaq, 2001, p. 85).

Setelah berkelana di seluruh gurun2 pasir tsb, akhirnya Allah tahu bahwa Muhammad lahir, dan Dia mengamil keputusan untuk tinggal menetap di Mekah, dalam Ka’abah tepatnya. Ini tidak usah diherankan, karena nama lain Ka’abah adalah Bait Allah (tempat tinggal Allah).

Karenanya, adalah tepat untuk mengatakan bahwa Allah memang punya tempat tinggal konkrit yang permanen di bumi dan itu adalah Ka’abah. Setiap tahun, jutaan Muslim datang ke Ka’abah hanya untuk satu tujuan: bertemu Allah secara pribadi di batu Ka’abah.

Ini ada beberapa ayat Qur’an yang membenarkan bahwa Allah akhirnya mengambil keputusan untuk tinggal diam di Mekah ketika Muhammad berada di Mekah.

Selama masa Muhammad di Mekah, Allah hidup di Mekah. Dialah Tuhan Mekah, Muhammad diperintahkan untuk melayani Tuhan kota Mekah dan bagi mereka yang memeluk Islam …27:91.
Masyarakat Quraish harus menyembah Allah karena memberi mereka tempat berlindung dan pentingnya makna Ka’abah (yakni tempat tinggal Allah) ... 106:1-3.
Ka’abah adala rumah Allah; kunjungilah Allah di sana kapanpun juga – naik haji atau tidak … 2:158.

Para pembaca harus mengerti bahwa di artikel ini kita bicara mengenai Allahnya Muhammad. Masyarakat Arab Pagan sejak lama sekali sebelum Muhammad mulai khotbah, sudah mengenal Allah, bersama pasangannya, anak2 perempuannya dan kawan2nya yang tinggal di Mekah. Mereka tidak dapat menerima ketika Muhammad benar2 menolak dewa dewi lain yang berhubungan dengan Allah, yang dipercaya masyarakat Pagan mengetengahi Allah. Karena itu, mereka menanggapi Allahnya Muhammad sebagai dewa (tuhan) baru yang mereka tolak mentah2.

Bersambung ke Bagian 2 (ii)
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8460
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby ali5196 » Tue May 30, 2006 4:22 am

maaf, ada info bagus nih dari MuridMurtad pakai foto segala :
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... sc&start=0

Kata Allat (allata) bukan cuman ada di Quran jang. Kata Allat, Allah, Aluzza dan manawat itu ditemukan diberbagai iskripsi kuno pra islam di Arab.

Dari kiri ke kanan : inskripsi Qos Allah (Qos adalah Allah), stempel bulan bintang, dan blok batu Jin.

Kuil Lat (bentuknya mirip Kabah ).

Quote:
Within the construction materials of the Nabataean temple was a stone that was reused from a previous structure. This stone contained a Thamudic (tsamud) inscription referring to the construction of a sanctuary (house) for LAT, (a god) done by a member of a local tribe. The main Nabataean temple was later erected around the first century BC. A wall at the rear of the temple seems to be the last part built, and has been dated to the end of the first century AD. A Latin inscription was attached to an alter, indicating that the temple was in use in the first half of the third century.

http://nabataea.net/rumm.html
Kuil-kuil Arab Nabatean maupun Yemen biasanya dikelilingi dinding segi empat tertutup, dimana dekat salah satu ujungnya terdapat kanopi batu atau cella tertutup yang berisi altar pengorbanan maupun berhala. Di dekat kuil biasanya terdapat kolam atau sumur (atau mata air mis: zamzam) serta area luas tempat ritual makanan (ibadah Qurban), dimana binatang korban disembelih dan kemudian dagingnya dimakan bersama.

(Al)Lat adalah bentuk feminim dari (al)Lah dan mungkin asal mula dari kata Allah. Contoh Grafiti Nabatean :



Quote:
Another god was 'Allah (perhaps a later expression of Allat). This was sometimes written as 'Illah. Some of the Nabataean names were: 'Aush'allah (Allah's faith), 'Amat-'allahi (she is a servant of Allah), Hab-allahi (beloved of Allah), Han-allahi (Allah is gracious), Abd'allah (slave of God), and Shalm-lahi (Allah is peace). The name Wahab-allah is found throughout the entire Nabataean region and means gift of Allah.



Dibawah ini adalah batu omphalos, rumah Dewa (baetylu) Apollo


Batu omphalos

Batu omphalos dianggap pusat alam semesta, suatu konsep yang mirip diyakini Muslim bahwa Kabah dan adalah pusat alam semesta.
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Fri Jul 21, 2006 2:29 am

http://www.news.faithfreedom.org/index. ... le&sid=271

Bismi Allah
(In the Name of Allah)
Part–3(ii) of 11

By Abul Kasem (e-mail address: nirribilli@gmail.com)
June 7, 2006

KESUKAAN DAN KETIDAKSUKAAN ALLAH-(ii)

Allah sangat peduli diri; Ia memuji diri sendiri, spt anak kecil suka memuji diri sendiri.

Tidak sulit melihat mengapa Allah begitu ‘self-conscious’ dan haus akan pujaan manusia. Spt disebutkan sebelumnya, selama masa kecilnya, Muhamad tidak banyak mendapatkan emosi manusiawi spt cinta, perhatian dan pujian. Perasaan manusiawi macam itu sangat vital bagi perkembangan psikologis sehat seorang anak. Karena sbg yatim piatu Muhammad kehilangan elemen2 penting itu, tidak heran bahwa ALLAH-PUN merasa kehilangan elemen2 itu. Allah sendiri, tanpa basa basi, mengakui bahwa IA sangat memerlukan emosi psikologis vital tsb.

Inilah permintaan Allah agar dipuji siang malam :

Tidak ada yang lebih suka dipuji selain Allah, dan karena alasan ini Ia memuji diri sendiri… (Sahih Bukhari, 6.60.158,161).

Sahih Bukhari Volume 6, Book 60, Number 158:
Diriwayahkan Abu Wail: 'Abdullah (bin Mas'ud) mengatakan, "Tidak ada yang memiliki gairah spt Allah dan oleh karena itu - IA melarang dosa2 memalukan (zinah dsb.) entah dilakukan secara terbuka atau rahasia. Dan tidak ada yg lebih suka dipuji selain Allah, dan karena alasan ini Ia memuji diri sendiri." Saya tanyakan AbuWali, "Kau mendengarnya dari Abdullah?" Katanya, "Ya," saya katakan, "Apakah Abdullah mendengarnya dari Rasulullah ?" Katanya, "Ya."

Tidak ada yg lebih menghormati diri sendiri selain Allah… (Sahih Muslim, 37.6651).

Sahih Muslim, Book 037, Number 6651:
Abu Salamah melaporkan dari Abu Huraira bahwa ia meriwayahkan bahwa Rasulullah (sad ardent wanker) mengatakan: Tidak ada yg lebih menghormati diri sendiri selain Allah, yang Maha Terpuji dan Besar.

Tidak ada yg lebih dicintai Allah selain pujian bagi diriNya dan karena inilah IA memuji diri sendiri … (Sahih Muslim, 37.6647, 6648).

Allah mendengarkan orang yang memujiNya [/b]… (Sahih Muslim, 4.0800,0802).

Allah suka dipuji-puji (Allah loves flattery)… (Sahih Muslim, 4.6648). :lol: :lol:

‘Abdul Hamid Siddiqi, pakar ternama hadis dan penerjemah Sahih Muslim membantah bahwa Allah cinta dipuji-puji. Katanya :
Ini bukan berarti bahwa Allah, spt manusia biasa, suka kalau dipuji-puji. Apa yg tersirat adalah bahwa Allah menggambarkan diriNya secara jelas dan secara tegas menunjukkan kepribadian sebenarNya dan atributNya dan semua kualitasNya dan karakterNya. Karena Allah adalah Pencipta Tunggal, Penguasa Alam Semesta dan orang memiliki hubungan yg sangat dekat dgnNya, lebih dekat dan intim ketimbang jiwanya sendiri, persepsiNya adalah, oleh karena itu, persyaratan yg paling penting dari hidupnya. Kecuali seseorang juga mengenaliNya dgn baik, ia tidak dapat mengenali dirinya sendiri. Jadi, ketika Allah dipuji ini bukti jelas akan fakta bahw amanusia mampu mengenali Tuhannya, dirinya sendiri dan alam semesta disekitarnya (Siddiqi, 2004, p. 4.1736, foot note 2958).
:roll: :roll: :roll:

Adakah dari anda yg mengerti komentar Professor ‘Abdul Hamid Siddiqi diatas. Saya rasa andapun bingung !

Ttg kepedulian diri Allah yang luar biasa (‘acute self-awareness’) ini ada lagi komentar dari imam top Saudi, Sheik Abdul Aziz ibn Baz, Shaikh Muhammad ibn Uthaimin…et.al:

Seorang pembaca bertanya kpd Sheik ibn Baz :

Pertanyaan 12: Sering ada ayat2 Quran yg dicetak di surat kabar dan juga kata2 spt, “Dalam nama Allah, yagn Maha Pengasih dan Penyayang”, pada permulaan surat kabar atau surat biasa. Apa yg kita lakukan dgn ayat2 itu setelah selesai membaca surat kabar atau surat itu ? Apakah boleh dirobek, dibakar, atau apa ?

Jawaban: [/b]Adalah WAJIB, jika anda selesai membaca surat kabar atau halaman2 yg mengandung nama Allah, utk menjaga halaman2 itu dgn membakar mereka atau mengubur mereka dlm tanah bersih. Ini utk melindungi ayat2 Quran dan nama Allah dari degradasi. Tidak diijinkan utk membuangnya kedlm tong sampah atau di jalanan atau mendaur ulang kertas tsb, spt dijadikan taplak meja. Dgn begitu, kau merusak nama dan ayat2 itu dan tidka menjaganya baik2.[/b] (ibn al-Musnad, 1996, pp.42–43)

Allah cinta mereka yg percaya buta 8) 8)

Cinta Allah bagi pengikutnya yang percaya buta tidak mengenal batas. Sebelumnya anda bisa melihat bgm Allah membenci mereka yg menentangNya secra intelektual dan mempertanyakanNya. Allah menuntut kesetiaan, persekutuan dan kepercayaan total, Ia sampai menjanjikan kekagumanNya dan taman surga bagi para pengikut Islam yang BUTA TOTAL.

Baca sendiri :
Allah akan mengagumi mereka yg percaya buta terhadapNya; percaya kpdNya tanpa pertanyaan atau argumen…50:31–33

050.031
YUSUFALI: Dan Taman akan dibawa ke Mereka yang Beriman,- bukan lagi sesuatu hal yg jauh.

050.032
YUSUFALI: (Sebuah suara akan mengatakan:) "Ini yang dijanjikan padamu,- karena siapapun yg berpaling (kpd Allah) dlm tobat yg sungguh2, yang mematuhi (HukumNya),

050.033
YUSUFALI: "Yang takut kpd (Allah) yang tidak nampak … dan membawa hati yg dipersembahkan kepadaNya:

Utk mendapatkan hadiah berlimpah di Surga seseorang harus takut kpd Allah walau IA tidak kelihatan. Sang pengikut harus, tanpa ragu2 atau berpikir, mematuhi Allah dan sohib paling akrabNya, Muhamad.

Ada hadiah besar bagi mereka yg takut pada Allah yang tidak kelihatan itu ...67:12

067.012
YUSUFALI: Dan bagi mereka yg takut pada Tuhan mereka yg tidak nampak, bagi mereka ada Belas Kasih dan Penghargaan Besar.

Pengikut yg buta adalah pengikut sesungguhnya kala mereka mengatakan 'kami mendengar dan kami patuh'…24:51

024.051
YUSUFALI: The answer of the Believers, when summoned to Allah and His Messenger, in order that He may judge between them, is no other than this: they say, "We hear and we obey": it is such as these that will attain felicity.

Sebuah hadis dlm Sunaan Ibn Majah mengatakan bahwa seorang MUSLIM BAK ONTA; IA PERCAYA SECARA BUTA. :lol: :lol: Let us read this hadith.

Sunaan Ibn Majah, Vol. i, Hadith Number 43:
‘Abd ar-Rahman b. ‘Amr as-salami mengatakan bahwa ia mendengar ‘Irbad b. Sariya mengatakan, “Rasulullah (sad and ardent wanker) menyampaikan kotban kpd kami dan mata (kami) basah dgn air mata dan hati2 (kami) melunak. Kami mengatakan, “Rasulullah, ini sebuah kotbah seseorang yg meminta pamit !! Jadi, apa yg kau berikan kpd kami ?” katanya, “saya tinggalkan kpd kalian keterangan: malamnya (seterang) siang hari. Tidak ada yg berpaling darinya kecuali mereka yg dikutuk dgn kehancuran. … Maka adalah wajib bagi kalian utk mematuhi sunnah saya dan sunnah para kalif yang baik dan bijaksana, …. Pegang erat dgn gigi kalian dan kepatuhan kpd penguasa adalah wajib bagimu, bahkan kalau ia seorang budak Abyssinia.

Saya katakan, orang yg (benar2) beriman SPT ONTA YG DIPASANG KENDALI DI HIDUNGNYA. Ke arah manapun ia dikendarai, ia menyerahkan diri dlm kepatuhan. (‘it surrenders itself in submission’).

Allah tidak suka pertanyaan2 ttg diriNya :evil: :evil: :evil:

Karena gagal membuktikan dng pasti bahwa ia ‘salesman’nya Allah di bumi, Muhamad beralih ke ‘fear tactics’. Ia menanam rasa takut dlm otak Arab2 Badui yg tidak dapat membaca dan lugu (baca: tolol). Saat Arab2 penyembah berhala yg memiliki cukup informasi dan pengetahuan mengenai hal2 religius, menjebak Muhamad dgn pertanyaan2 yg mempermalukannya, Muhamad kehilangan akal karena tidak mampu menyuguhkan jawaban yg pasti. Tanggapannya adalah khas : mengutuk mereka yg mempertanyakan dan meragukan pernyataannya.
Ia mengancam dgn kematian, kemarahan Allah dsb dsb …

005.101
YUSUFALI: Wahai kalian yg beriman ! Jangan bertanya hal2 yg, jika disampaikan kpdmu, akan membuatmu ragu2; dan hal mana yg kau tanyakan, saat Qur'an diturunkan, akan diungkapkan kpdmu. Allah akan mengampuni mereka: Karena Allah sangat Pemaaf dan Penyabar.

Bertanya ttg Quran bisa mengakibatkan kehilangan kepercayaan ...5:102 :lol: :lol:

005.102
YUSUFALI: Ada orang sebelummu yg bertanya pertanyaan2 macam itu, dan mereka kehilangan kepercayaan mereka.

Jangan mempertanyakan tindakan Allah tapi IA akan menanyai semua orang...21:23

002.023
YUSUFALI: Dan jika kau ragu2 ttg apa yg Diturunkan kpd pembantu kami, maka sampaikan sebuah Surah seperti yang ini; dan panggil saksi atau pembantumu selain Allah, jika (keraguan)mu benar.

Tidak bijaksana bagi orang utk mempertanyakan bgm tulang2 mereka yg ketakutan akan kembali hidup pada hari kebangkitan…36:78

036.078
YUSUFALI: And he makes comparisons for Us, and forgets his own (origin and) Creation: He says,"Who can give life to (dry) bones and decomposed ones (at that)?"

Tidak ada yg boleh mempertanyakan balas dendam Allah; kami sebaiknya menangis ketimbang tertawa dan menundukkan badanmu kpdnya … 53:59-62

053.059
YUSUFALI: Do ye then wonder at this recital?
053.060 YUSUFALI: And will ye laugh and not weep,-
053.061 YUSUFALI: Wasting your time in vanities?
053.062 YUSUFALI: But fall ye down in prostration to Allah, and adore (Him)!

Sangat kurang ajar utk mempertanyakan hari kebangkitan saat kau masih hidup (LOH ! Kapan lagi ??)…75:5-6

075.005
YUSUFALI: But man wishes to do wrong (even) in the time in front of him.
075.006
YUSUFALI: He questions: "When is the Day of Resurrection?"

Dan hadis Sahih Bukhari ini mengatakan jika kau mempertanyakan asal usul Allah, kau pastilah Setan.

Siapapun mempertanyakan siapa yg menciptakan Allah adalah Satan… (Sahih Bukhari, 4.54.496).

Sahih Bukhari, Volume 4, Book 54, Number 496:
Diriwayahkan Abu Huraira: Rasulullah mengatakan, "Setan dating ke salah satu darimu dan mengatakan , 'Siapa menciptakan ini dan itu? ' sampai ia mengatakan, 'Siapa yg menciptakan Tuhanmu ?' Jadi, kala ia membuatmu bertanya pertanyaan macam itu, segeralah minta perlindungan Allah dan tinggalkan pikiran2 macam itu."

Sahih Muslim juga menegaskan bahwa seorang yg ragu2 dgn Allah dan Muhamad adalah Setan.

Setan yg mengajukan pertanyaan spt, siapa yg menciptakan langit, bumi; jawaban pada pertanyaa itu adalah “Allah.”… (Sahih Muslim, 1.0242, 0243).

Sahih Muslim,Book 001, Number 0242:
Diriwayahkan atas otoritas Abu Huraira bahwa Rasululah (satanic ardent wanker) mengatakan: Orang akan terus saling bertanya sampai hal ini disampaikan: Allah menciptakan semua hal tetapi siapa yg menciptakan Allah? Siapapun yg berhadapan dgn situasi macam itu harus mengatakan: saya tegaskan kepercayaan saya kpd Allah.

Book 001, Number 0243: Hadis ini disampaikan Mahmud b. Ghailan oleh rantai isnad lain dan kata2nya adalah : Rasulullah (sick ancient weirdo) mengatakan: Setan akan datang ke setiap orang dan mengatakan: Siapa menciptakan langit, siapa menciptakan bumi ? (Dan orang itu) menjawab: Allah, …

Allah tidak menyukai wanita yg menolak hubungan sex dgn suaminya. Ini sejumlah hadis ttg obsesi Allah dgn wnaita yg ingin agar semua Arab Badui yg memeluk Islam dijamin kebutuhan seksualnya. Allah sangat takut jika Badui2 yg jarang mandi itu sampai tidak bisa mengadakan sex tidak terbatas dgn wanita, khususnya wanita2 yg disekap dlm perang. Ini utk menjaga agar pengikutnya yg bau itu tidak kehilangan motivasi utk melanjutkan penjarahan, perampokan, pembunuhan.

Sahih Muslim,Book 008, Number 3367:
Abu Huraira melaporkan Rasulullah (squalid arrogant wimp) sbg mengatakan: … saat seorang lelaki menanggil isternya ke tempat tidur dan isterinya tidak menjawab, Ia yg ada di Surga akan marah dng wanita itu sampai suaminya puas dgnnya.

Malah, Allah sampai mengatakan bahwa seorang wanita harus memuaskan nafsu suaminya BAHKAN PADA SAAT SEDANG NAIK ONTA … (Ibn Majah, 3.1853). :shock:

Ibn Majah, Vol. iii, Hadith Number 1853:
‘Abdullah b. Abi’ Auta dilaporkan sbg mengatakan bahwa Mu’adh datang dari Syria, ia menundukkan diri kpd Nabi suci (sexmad ape wiper). Ia (nabi suci) mengatakan, “Ya Mu’adh, ada apa ?” Ia menjawab, “Saya pergi ke Syria dan menemukan mereka (orang Syria) menundukkan diri didepan uskup besar dan raja2 mereka. Hatiku ingin melakukan yg sama bagimu.” Mendengar ini, rasulullah (sad ape wacko) mengatakan, “Jangan kau melakukannya. Kalau ada yg saya perintahkan utk menundukkan diri kpd siapapun selain Allah, saya akan memerintah seorang isteri utk menundukkan diri kpd suaminya. … seorang wanita … tidak boleh menolak suaminya BAHKAN JIKA IA SEDANG DUDUK DI PELANA ONTA. :shock: :shock:

Seorang wanita adalah hak milik seksual, wanita yg patuh adalah hak milik yg terbaik …(Ibn Majah, 3.1855).

Sunaan Ibn Majah, Vol. iii, Hadith Number 1855:
‘Abdullah b. ‘Amr dilaporkan mengatakan bahwa Rasulullah (sordid and wimpish) mengatakan, “Sesungguhnya, dunia ini adalah hak milik dan tidak ada hak milik yang lebih baik daripada seorang wanita yg patuh.

Perkawinan membuat VAGINA SAH bagi lelaki ... (Ibn Majah, 3.1954). :( :(

Sunaan Ibn Majah, Vol. iii, Hadith Number 1954:
‘Uqba b. ‘Amir dilaporkan sbg mengatakan atas otoritas Nabi (sick and wrathful), “Keadaan yg paling berharga yg harus dipenuhi adalah hal yg membuat VAGINA SAH BAGIMU/

(The most worthy condition that must be fulfilled is that which makes vagina lawful for you.”) !!! astagaaaaa ….

Suami adalah pemilik kesucian (sexual) isterinya .. (Ibn Majah, 3.2388).

Sunaan Ibn Majah, Vol. iii, Hadith Number2388:
‘Amr b. Shu’aib melaporkan bawha ayahnya mengatakan atas otoritas kakeknya bahwa Rasulullah (sad ardent wanker) mengatakan dalam kotbah, “Tidak sah bagi seorang wanita utk membuat sumbangan dari hak miliknya namun dgn persetujuan suaminya saat suaminya menjadi PEMILIK KESUCIANNYA (yi. saat ia menikahinya).

To be continued in Part-3(iii)…
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Tue Aug 22, 2006 11:53 am

http://www.news.faithfreedom.org/index. ... le&sid=389
Bismi Allah
Yang Disukai dan TIDAK Disukai ALLAH(Bagian 3 iv)
Author: Abul Kasem on Monday, August 21, 2006

Allah SUKA MENEROR KAFIR

Kami tidak perlu heran atas cinta total Allah pada teroris dan penjarah Islam. Sepak terjang Islam di masa kini hanya menegaskan apa yg sudah ditulis para sejarawan dan kritikus Islam selama bertahun2. Tapi dunia memilih utk tutup mata akan fakta ini dan lebih enak memang menuduh mereka ini sbg penipu, Islamphobe, atau pembenci Islam, atau ketiga2nya. Tetapi lihatlah akan rentetan peristiwa ini : 9/11, 7/7, Madrid, penawanan sandera, pemenggalan kepala sambil ber’ALLAHU AKBAR … semua insiden ini menunjuk kpd satu fakta—penulis2 itu memang benar.

Bahkan itu juga yg keluar dari mulut para pengikut Allah setia ini. Simaklah di internet : Allah sendiri yg paling cinta mereka yg mengadakan terror, suicide bombing, penggorokan leher dan segala tindakan Islami lainnya (penjarahan, pemerkosaan, pemerasan.) Asal korbannya KAFIR, Allah menganggap semua tindakan itu halal.

Ini tiga ayat Qur’an yg tidak sungkan menjanjikan pahala besar bagi para partisipan terorisme Islam.

Cuplikan Quran diambil dari sini :
http://www.hashkalionline.de/qurani/ind ... sura3.html

[3.151] Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut (bahasa Inggris : TEROR) ... Tempat kembali mereka ialah neraka ...

[4.71] Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama! (teroris Islam di Bangladesh, spt Jamiatul Mujahidin mengutip ayat ini utk membenarkan teror mereka actions)...

[8.12] ... Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.

ALLAH CINTA NAFAS TIDAK SEDAP MUSLIM

Allah suka Muslim yg tidak higienis. Allah menganggap favorit Muslim yg berpuasa dan tidak mempedulikan kesehatan oral mereka: mereka tidak gosok gigi selama puasa. Allah menganggap bau tidak sedap dari mulut orang yg berpuasa sbg PARFUM YANG TERHARUM DI BUMI. Semakin bau, tanda semakin soleh. Inilah alasan mengapa kebanyakan surga Islam memiliki problema kesehatan dan hygiene.
Inilah hadisnya dari Sahih Bukhari.
(Maaf, tidak ada Sahih Bukhari yg diterjemahkan dlm bahasa Indonesia. Jadi harus mengacu kpd bahasa inggris dan diterjemahkan oleh saya sendiri-ali5196)

Bau mulut dari orang yg berpuasa lebih baik bagi Allah dari wangi2an… (Sahih Bukhari, 7.72.811). :shock: :shock:

Volume 7, Book 72, Number 811:
Diriwayahkan Abu Huraira :
Nabi mengatakan, "(Allah mengatakan), ’… dan Saya akan memberi pahala baginya (orang yg berpuasa).' Ketahuilah bahwa bau mulut orang yg percaya lebih baik bagi Allah daripada wangi2an." :D

ALLAH SUKA MELIHAT PENGIKUTNYA JATUH SAKIT DAN MENDERITA, APALAGI SAAT MUSLIM SEMBUH dan BUNUH NON-MUSLIM

Sebelumnya kami melihat bgm Allah suka benar menakut2i dan menyiksa para pengikutNya. Salah satu caranya adalah lewat penyakit, lemah badan, nutrisi yg tidak memadai dsb. Lihatlan berita2 TV yg menunjukkan surga2 Islami spt Mali, Mauritania, Sudan, Nigeria, Bangladesh, Pakistan, and Afghanistan. Lihatlah bentuk2 tubuh penduduknya : hanya tulang belulang, kurang gizi, anak2 dan orang dewasa yg berpenyakitan, tersiksa bencana alam, IQ rendah dst dsb. Ini nampak dari semua negara Muslim (atau negara bermayoritas Muslim), kecuali mereka yg kaya minyak.

Jangan heran. Karena hadis2 dibawah ini mengagunkan penyakit, kurang gizi, kekeringan, kemiskinan, penyakit pes. Ini cobaan Allah bagi pengikutNya.

Allah menguji pengikutNya dgn memberikan mereka penyakit lepra, kebotakan :lol: :lol: dan kebutaan :shock: ... (Sahih Muslim, 42.7071).

Hadis Sunaan Abu Dawud:
Allah suka penyakit; Ia menebus dosa lewat penyakit (Sunaan Abu Dawud, 2.20.2083).

Penerjemah Sunaan Abu Dawud menulis dlm komentarnya ttg hadis ini, ia mengakui bahwa Allah memang suka penyakit. Ini komentarnya.

Allah begitu baik hati kpd Muslim shg IA menebus dosa2 mereka lewat penyakit mereka. Nabi (SAW) menunjukkah bahwa seorang Muslim harus bisa menanggung penyakit. Ini spt penebusan atas dosa2nya (Hasan, 2001, vol. ii, p. 879, foot note 2557).

TAPI ADA SYARATNYA ORANG DISEMBUHKAN DIRI DARI PENYAKIT KIRIMAN ALLAH ITU. Syaratnya ? Orang yg sembuh dari penyakit HARUS MEMBUNUH NON-MUSLIM. Tidak percaya ? Bacalah hadis dari Sunaan Abu Dawud.

Book 20, Number 3101:
Diriwayahkan Abdullah ibn Amr ibn al-'As:
Nabi (SAW) mengatakan: Saat seseorang datang utk mengunjungi orang sakit, ia harus mengatakan : Ya Allah, sembuhkanlah hambaMu ini, yang nanti akan mengadakan kekacauan terhdp musuh sesuai kemauanMu ...

Dlm catatan kakinya, sang penerjemah Sunaan Abu Dawud tentunya setuju sepenuhnya dgn Allah, bahwa Muslim memang harus mendoakan Muslim lain agar sembuh dari penyakitnya shg ia mampu menghancurkan non-Muslim (Ibid, p.884, foot note 2571).


ALLAH MENGUTUK PENYAIR, KECUALI MEREKA YG MEMUJI DIRINYA DAN MUHAMAD

Ini bukan barang aneh. Kita sudah membaca bgm Muhamad tidak dapat menjawab para penyair Arab yg menyusun ayat2 yg lebih indah daripada Qur’annya Muhamad. Dan tentu kalau Muhamad marah, konconya-Allah-pasti juga akan marah, dan keduanya mengutuk para penyair serta hasil karya mereka.

Penyair adalah iblis; mereka yg mengikuti penyair berada dlm kesalahan; mereka licik dan tidak mempraktekkan apa yg mereka kotbahkan…26:224–226

Tapi Allah sendiri ternyata bermuka dua. Frustrasi karena tidak sanggup menyaingi para Shakespeare2 kelas kakap jamannya, Muhamad buru2 menyuruh seorang penyair, Hasan b. Thabit menciptakan puisi bagi Allah. Ini ternyata begitu indah di telinga Allah sampai IA dlm sekejap menurunkan wahyu dari langit yg mengelu-elukan penyair pilihan Muhamad sambil mengutuk para Shakespeare lainnya.

[26.224] Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat ...

[26.227] kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kelaliman. Dan orang-orang yang lalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.


ALLAH SUKA BANGSA ARAB; IA MENITIPKAN QURAN PADA MEREKA

Islam agama universal ? Ini omong kosong. Ayat berikutnya mengatakan bahwa Allah mengirim Muhamad KHUSUS bagi orang Arab. Ini karena Allah sendiri yg mengatakan bahwa sebelum Muhamad, tidak ada nabi yg dikirim kpd bangsa Arab. Jadi, mengingat besarnya cintaNya pada Arab, Allah mengirimkan mereka ‘rahmatan lil alamin’Nya, Muhamad.

Mari kita simak Q 32:3

[32.3] Tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan: "Dia Muhamad mengada-ada". Sebenarnya Al Qur'an itu adalah kebenaran dari Tuhanmu, agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang belum didatangkan orang yang memberi peringatan sebelum kamu; mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk.

Jadi, Qur’an hanyalah ditujukan bagi mereka yg belum didatangi seorang nabi (pemberi peringatan), yi mereka yg bermukim di Jazirah Arab.


ALLAH SUKA MENGUTUK YAHUDI DAN KRISTEN

Setiap hari di TV kami menyaksikan bgm tentara2 Allah (Hamas, Hezbollah, Islamic Jihad, al–Qaeda, Lashkar-e-Taiba, Jaishe Muhammad dsb) menyebarkan kebencian mereka terhdp Kafir, khususnya Yahudi dan Kristen. Setiap kegagalan dunia Islam dianggap sbg hasil persekongkolan Zionis dan kafir. Dunia Islam berlagak seakan2 dunia non-Muslim berhutang pada mereka. Seakan2 jika semua tuntutan dan kelaparan Muslim dipenuhi kafir, kemarahan Muslim itu tiba2 akan mereda. Jangan salah ! Kebencian Islam tidak memiliki batas waktu dan berlaku utk selama2nya. Ini alasannya.

Lihat sendiri di Qur’an dimana Allah menyebut Yahudi dan kafir sbg babi dan monyet (5:60) dan lebih parah dari ternak dan hewan (24:44).]

Ini sejumlah hadis yg mengekspresikan kebencian Allah yg tidak terbendung terhdp Kafir, khususnya Yahudi dan Kristen.

Muhammad meminta Allah utk mengutuk Yahudi dan Kristen karena mereka mendirikan tempat2 pemujaan di kuburan para nabi… (Sahih Bukhari, 1.8.427, 428)

Volume 1, Book 8, Number 427: Diriwayahkan 'Aisha dan 'Abdullah bin 'Abbas:
Pada saat datangnya ajal Rasulullah, ia mulai mengenakan 'Khamisa'nya pada mukanya dan saat ia merasa kepanasan dan sesak nafas, ia melepaskannya dan mengatakan, "SEMOGA ALLAH MENGUTUK YAHUDI DAN KRISTEN Karena mereka membangun tempat2 pemujaan mereka pada kuburan2 nabi." Nabi memperingatkan (Muslim) ttg apa yg mereka lakukan.

Yahudi dan Kristen dulu sembahyang ‘Asr’ tetapi Allah memberikan mereka pahala kurang dari yang diberikanNya kpd Muslim … (Sahih Bukhari, 1.10.532)

Volume 1, Book 10, Number 532:
Diriwayahkan Salim bin 'Abdullah: Ayah saya mengatakan,
"Saya mendengar Rasulullah mengatakan, 'Periode tinggalmu, dibandingkan dgn bangsa2 sebelumnya mirip dgn periode yg sama dgn waktu antara solat 'Asr dan matahari terbit. Rakyat Torah diberikan Torah dan mereka mematuhinya sampai siang hari dan lalu mereka letih dan masing2 diberikan satu Qirat (dari emas). Dan lalu, rakyat Injil diberikan Injil dan mereka mematuhinya sampai solat 'Asr dan mereka letih dan masing2 diberikan satu Qirat. Dan lalu kami diberikan Qur'an dan kami mematuhinya sampai matahari terbit dan kami masing2 diberikan dua Qirat.

Melihat itu kedua Ahlul Kitab mengatakan, 'Ya Tuhan ! Kau memberikan mereka dua Qirat dan memberikan kami satu Qirat, walau kami bekerja lebih keras dari mereka.' Allah mengatakan, 'Apakah saya telah menghilangkan hak2mu ?' Mereka mengatakan, 'Tidak.' Allah mengatakan: "Ini ridhoi Saya yg Saya berikan kpd siapapun yg Saya mau."

ALLAH SUKA MUSLIM DGN RAMBUT PANJANG

Yep, betul ! Allah suka hippy macam Ozzy Osbourne. :lol: :lol: :lol: Muhamad sendiri memiara rambut panjang. Muhamad suka sekali membeo nabi2 dlm Injil dlm semua aspek, termasuk gaya rambut.

Ini bukti dari Hadis.

Muhamad sering mencontoh orang2 Ahlul Kitab dgn rambut terurai (Sahih Bukhari, 4.56.758)

Volume 4, Book 56, Number 758: Diriwayahkan Ibn 'Abbas: Rasulullah biasanya membiarkan rambutnya terurai sementara kafir biasanya membelah rambut mereka … dan Rasulullah suka mengikuti Ahlul Kitab dlm hal2 yg tidak dilarang baginya. Lalu Rasulullah juga membelah rambutnya.

Muhamad sering mencontoh Ahlul Kitab dlm hal2 dimana tidak ada perintah dari Allah ... (Sahih Bukhari, 7.72.799)

Volume 7, Book 72, Number 799: Diriwayahkan Ibn 'Abbas: Nabi sering mencontoh Ahlul Kitab dlm hal2 tidak ada perintah dari Allah. Ahlul Kitab biasanya membiarkan rambut mereka terurai sementara penyembah berhala membelah rambut mereka. Jadi, Nabiu membiarkan rambutnya terurai, lalu kemudian ia membelahnya.


ALLAH SUKA MEMENGGAL KEPALA DAN MEMBAKAR ORANG

Inilah metode pembunuhan Allah : pemenggalan atau pembakaran. Jadi anda tidak perlu miris kalau menonton di TV bgm zombie2 Allah di Iraq dan Afghanistan dgn entusias menggorok leher sandera sampai putus.

Muhamad memerintahkan utk membunuh seseorang dan tidak membakarnya karena hanya Allah yg menghukum dgn api… (Sahih Bukhari, 4.52.259)

Volume 4, Book 52, Number 259: Diriwayahkan Abu Huraira: Rasulullah mengirimkan kami dlm sebuah missi dan mengatakan, "JIka kau menemukan si ini dan si itu, BAKAR MEREKA KEDUANYA DGN API." Ketika kami hendak berpisah, Rasulullah mengatakan, "Saya memerintahkanmu utk membakar si ini dan si itu, tapi hanya Allah yg menghukum dgn api, jadi, jika kau temukan mereka, BUNUH MEREKA saja (baca: jangan dibakar, dibunuh/digorok/dicincang cukup !)."

Bahkan Baladhuri menegaskan bahwa Allah suka penggorokan leher. Dan saat kepala putus, Muslim soleh harus meneriakkan ‘ALLAHU AKBAR.’ Allah suka betul ini !

Allah cinta pemenggalan—Kais memotong kepala al-Aswad dan berteriak ‘ALLAHU AKBAR(Baladhuri, 2002, p. 161)

Lihatlah Pemenggalan Kepala ala Islam disini.
http://www.prophetofdoom.net/article.aspx?g=406&i=46003

ALLAH SUKA MEMBUNUH MURTADIN

Ini juga bukan berita baru bagi setiap dedengkot FFI. Dgn kasus murtadnya Abdul Rahman di Afghanistan, dunia semakin mengenal dekat Islam yg maha toleran itu.

Kalau masih ada Muslim yg tidak tahu malu dan mengulangi mantra ‘Tidak ada paksaan dlm agama,' :x tunjukkanlah ayat2 Quran ini.

[4.89] Maka jika mereka berpaling (baca: murtad!), tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya ... 4:89

Jika mereka melanggar sumpah mereka (baca : murtad atau tidak menerima Islam) dan mengejek agama (Islam) maka perangi mereka (baca : mati bagi murtadin, spt dikatakan Maududi; ref. Leaving Islam, hal. 1) 9:12

Perjanjian dgn Allah harus dihormati; murtadin tidak dapat lari dari kematian atau pembunuhan ... 33:15-16

[33.60] Sesungguhnya jika tidak berhenti orang-orang munafik, ... niscaya Kami perintahkan kamu (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tidak menjadi tetanggamu ...

[33.61] dalam keadaan terlaknat. Di mana saja mereka dijumpai, mereka ditangkap dan dibunuh dengan sehebat-hebatnya (baca : bunuh murtadin dan muafikun) …33:60-61

[42.16] Dan orang-orang yang membantah (agama) Allah sesudah agama itu diterima maka bantahan mereka itu sia-sia saja di sisi Tuhan mereka. Mereka mendapat kemurkaan (Allah) dan bagi mereka azab yang sangat keras.

Dan inilah beberapa hadis ttg bgm Muhamad memperlakukan para murtadin jamannya. Ingat bahwa sampai sekarang hadis2 dibawah ini belum dicabut oleh Muslim sedunia, ataupun dinyatakan sbg palsu.

Muhamad memerintahkan utk membunuh murtadin; JIKA SEORANG MUSLIM MENINGGALKAN AGAMANYA, BUNUH IA …Sahih Bukhari, 4.52.260

Volume 4, Book 52, Number 260: Diriwayahkan Ikrima: Ali membakar sejumlah orang dan berita ini sampai pada Ibn 'Abbas, yg mengatakan, "Kalau saya berada di tempatnya saya tidak akan membakar mereka, karena nabi mengatakan, 'Jangan membunuh dgn hukuman Allah.' Tidak diragukan, saya akan membunuhnya, karena nabi mengatakan, 'Jika seorang Muslim meninggalkan agamanya, BUNUH IA.' "

Khalid membunuh beberapa murtadin dan memerintahkan mereka yg diambil sbg tawanan utk juga dibunuh... (Sahih Bukhari, 5.59.628).

Volume 5, Book 59, Number 628: Diriwayahkan oleh ayah Salim: Nabi mengirimkan Khalid bin Al-Walid kpd suku Jadhima dan Khalid dan mengundang mereka masuk Islam tetapi mereka tidak dapat mampu mengucapkan, "Aslamna (yi. kami telah memeluk Islam)," tapi mereka mengatakan "Saba'na! Saba'na (yi. kami telah keluar dari satu agama ke agama lain)." Khalid tidak hentinya membunuh (beberapa dari) mereka dan mengambil yg lainnya sbg tawanan dan memberikan kami masing2 salah seorang tawanan. Saat datangnya hari Khalid memerintahkan bawha setiap orang (yi. tentara Muslim) harus membunuh tawanannya, saya mengatakan, "Demi Allah, saya tidak akan membunuh tawanan saya, dan tidak seorangpun dari sahabat saya
Akan membunuh tawanannya." Saat kami menemui nabi, kami ceritakan padanya seluruhnya. Setelah mendengarkan, nabi mengangkat kedua tanggannya dan mengatakan dua kali, "Ya Allah! SAYA BEBAS DARI APA YG DILAKUKAN KHALID."

Seorang murtadin dibunuh tanpa alasan ... (Sahih Bukhari, 5.59.630).
Hadis panjang :
http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamental ... 9.sbt.html

M'uadh tidak mau duduk sebelum murtadin itu dibunuh)... (Sahih Bukhari, 9.84.5.)
Hadis panjang :
(http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamental ... 4.sbt.html)

Siapapun yg mengubah agamanya harus dibunuh ... (Sahih Bukhari, 9.84.57)

Volume 9, Book 84, Number 57: Diriwayahkan 'Ikrima: Sejumlah Zanadiqa (atheis) dibawa ke 'Ali dan ia membakar mereka. Berita ini sampai pada Ibn 'Abbas yg mengatakan, "Kalau saya ditempatnya, saya tidak akan membakar mereka, karena ini dilarang Rasulullah … . Saya akan membunuh mereka sesuai dgn pernyataan Rasulullah, 'SIAPAPUN YG MENINGGALKAN AGAMA ISLAM, MAKA BUNUH IA.'"

Bersambung ...

------------------------
Islam agama damai ? Toleran ? :butthead:
Last edited by ali5196 on Thu Sep 07, 2006 12:31 am, edited 5 times in total.
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Sun Sep 03, 2006 2:18 pm

http://www.news.faithfreedom.org/index. ... le&sid=420

KESUKAAN DAN KETIDAKSUKAAN ALLAH (v)

ALLAH CINTA KERIKIL DAN BATU2AN; MEREKA ADALAH PENGAMPUNANNYA

Dalam tulisan sebelumnya kita baca bahwa selama hijrahnya ke Mekah, Muhamad dgn nafsu mencium BATU HITAM, Ka’bah. Ini karena Muhamad percaya total bahwa Allah diwakili oleh BATU Ka’bah itu. Tertariknya Muhamad pada BATU dan Kerikil tidak terbatas. Ia malah menyarankan agar menggunakan batu setelah buang air besar. Bagi Muhamad, kerikil adalah pengampunan dari Allah. Ia bahkan melarang para pengikut utk memindahkan kerikil dari mesjid2. Sumpah ! Nggak bohong ! Inilah ahadis yg membuktikan cinta Muhamad bagi batu dan kerikil.

Book 3, Number 0945:
Diriwayahkan Abu Dharr: Nabi (SAW) mengatakan: Jika salah satu dari kalian berdiri utk solat, ia tidak boleh memindahkan kerikil, karena ia berhadapan dgn pengampunan.

Nah, anda lihat sendiri bahwa Allah diwakili oleh kerikil. :lol:

GUNAKAN BATU DLM JUMLAH GANJIL utk membersihkan auratmu

Sahih Bukhari, Volume 1, Book 4, Number 162:
Diriwayahkan Abu Huraira: Nabi mengatakan, "Siapapun yg mengadakan wudhu harus membersihkan hidungnya dgn air dng memasukkan air didalamnya dan menghembusnya keluar, dan siapapun yg mencuci auratnya dng batu2 harus melakukannya dgn jumlah batu yg ganjil."

Gunakan jumlah kerikil yg ganjil setelah buang air… (Sahih Muslim, 2.0458, 0460, 0463).

Gunakan batu dlm jumlah ganjil utk membersihkan bagian2 aurat sambil melemparkan kerikil pada Jamra… (Sahih Muslim, 7.2982).

Dlm ibn Majah kita membaca bahwa Allah suka angka ganjil. Ini hadisnya.

Sunaan Ibn Majah, Vol. v, Hadith number 3861: Abu Huraira melaporkan bahwa Rasulullah (SAW) mengatakan, “Allah memiliki 99 nama, 100 kurang satu. Ia memang Ganjil (maksudnya : nomor Satu) dan cinta angka ganjil.

ALLAH SUKA KEKEJAMAN TERHDP BINATANG DAN MENUMPAHKAN DARAH MEREKA

Ritual pembantaian hewan ala Islam jelas-jelas memjijikkan dan keji. Setiap tahun, ratusan dan ribuan hewan (onta, kerbau, kambing) dibantai demi menyenangkan Allah. Non-Muslim tidak akan pernah mengerti mengapa pertumpahan darah hewan yg percuma itu dianggap begitu penting.

Ini ahadis yg menunjukkan cinta Allah pada kurban hewan.

Allah paling cinta hewan yg dibantai selama masa haji:

Sunaan Abu Dawud, Vol. ii, Book 10, Hadith Number 1761:
‘Abd Allah b. Quri melaporkan Rasulullan (saw) mengatakan :
Hari terbesar di mata Allah adalah hari kurban dan kemudian, hari istirahat yg dikatakan Isa atas otoritas Thawr adalah hari kedua. Lima atau enam onta2 kurban dibawa ke Rasulullah (saw) dan mereka mulai mendekat utk melihat mana yg akan dikurbankannya terlebih dahulu. Ketika mereka semuanya mati, ia mengatakan ... ‘Siapapun yg mau bisa memotong bagiannya.’

Membunuh hewan selama masa haji adalah yg paling terpuji:

Sunaan Ibn Majah, Vol. iv, Hadith Number 2924:
Abu Bakr as–Siddiq dilaporkan mengatakan bahwa Rasulullah (saw) ditanya, “Mana perbuatan yg paling terpuji ?” Katanya, “… membantai hewan2 kurban.”

Onta disiksa sebelum dibunuh:

Sunaan Ibn Majah, Vol. IV, Hadith Number 3097:
Ibn Abbas dilaporkan sbg mengatakan bahwa Rasulullah (saw) membuat tanda pada onta atau kerbau yg dimaksudkan sbg kurban di Mekah di bagian kanan punggungnya dan mengoles darahnya....

Penerjemah Ibn Majah diatas, Muhammad Tufail Ansari, mengomentari hadis sbb:

Ash’ara berarti : dibunuh. Disini ini berarti: Ia menandai hewan yg dipersiapkan sbg kurban di Mekah dgn menusuk di sebelah kanan punggungnya, agar darah mengalir dan hewan itu nampak sbg hewan kurban (Ansari, 2003, p. 333, foot note 1).

Setelah pembantaian hewan, celupkan sandal dlm darah hewan:

Sunaan Ibn Majah, Vol. IV, Hadith Number 3106:
Najiyat ul-Khuza’I ‘Amr dlm hadisnya mengatakan: Ia adalah penjaga hewan kurban bagi nabi (saw) dan dilaporkan sbg mengatakan, “Saya meminta Rasulullah, apa yg harus saya lakukan dgn hewan kurban yg beberapa bagiannya telah rusak ?” Ia menjawab, “Bantailah dan celupkan sandalnya (yg melilit di lehernya) dlm darahnya, tusuk sisi tubuhnya dan tinggalkannya diantara orang2 agar mereka bisa memakannya.”

Darah hewan sangat disukai Allah: :twisted:

Sunaan Ibn Majah, Vol. iv, Hadith Number 3126:
‘Aisha dilaporkan sbg mengatakan bahwa Rasulullah mengatakan, “Tidak ada yg lebih dicintai Allah dari putera Adam pada hari Nahr kecuali tumpahnya darah kurban …

Muhammad Tufail Ansari, penerjemah Sunaan Ibn Majah menulis bahwa
Nahr berarti pembantaian onta atau hewan lain atau penumpahan darah; Nahr dilakukan dgn memotong arteri di leher hewan. (Ibid, p. 351, foot note 2).

Bantai hewan utk menyenangkan Allah:

Sunaan Ibn Majah, Vol. iv, Hadith Number 3167:
… “Pembantaian (hewan) adalah bagi Allah … Saat hewan itu cukup kuat utk mengangkut beban, maka bantaikah dan berikan dagingnysa sbg sedekah …


ALLAH BENCI RAJA

Allah adalah raja dan oleh karena itu tidak suka kalau julukan ini dipakai oleh pihak lain. Juga karena Muhamad benci raja dan penguasa. Mereka adalah ancaman baginya. Jadi, walaupun Allah adalah Raja segala Raja dan memiliki kekuasaan atas segalanya, tapi kalau konconya, Muhamad, tidak suka, maka Allah juga merasa terancam oleh raja2 duniawi itu.

Sunaan Abu Dawud, Vol.iii, Book 41, Hadith Number 4943:
Abu Hurairah melaporkan nabi (saw) sbg mengatakan : Yg paling najis dimata Allah pada Hari Kebangkitan adalah Malik a-Amlak (raja segala raja, catatan kaki 4322).

Abu Dawud mengatakan: Tradisi ini juga disampaikan oleh Shu’aib b. Abi Hamzah dari Abi a-Zinad lewat isnad berbeda. Menurut versi ini digunakan kata2 “Akna’ Ismin” (nama yg paling menjijikkan) ketimbang “akhna ismin” (nama terjijik).


ALLAH CINTA BUTA HURUF, KEMISKINAN; IA BENCI PENDIDIKAN DAN KEMAKMURAN.

Sahih Bukhari mengatakan bahwa Muhamad dikirim sbg pelindung para buta huruf.

Sahih Bukhari, Volume 3, Book 34, Number 335:
Diriwayahkan Ata bin Yasar: saya bertemu Abdullah bin 'Amr bin Al-'As dan bertanya padanya, "Ceritakan saya gambaran ttg Rasulullah dlm Kitab Taurat. Katanya, 'Ya. Ia digambarkan sbg … saksi (agama Allah) …. dan pelindung para huta huruf ….’

Malah cinta Allah bagi yg buta huruf begitu tinggi sampai IA menjanjikan tiket masuk pertama bagi Surga bagi Muslim2 yg buta huruf dan tiket terakhir bagi Muslim yg berpendidikan.

Sunaan Ibn Majah Vol. v, Hadith Number 4290:
Ibn ‘Abbas (Allah be pleased with him) reported that the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be upon him said: We are the last umma to (come) and the first umma who will be reckoned. It will be said, “Where is the unlettered umma and its Prophet? We are the last (umma) and the first (umma) to be reckoned and admitted in the Paradise.

Allah tidak hanya cinta buta huruf, IA juga cinta kemiskinan. IA sangat benci kekayaan, kemakmuran dan orang2 kaya.

Sahih Muslim, Book 001, Number 0264:
... saya mendengar rasulullah (saw) sbg mengatakan : seorang penguasa yg dipercaya utk mengurusi Muslim tetapi tidak melakukan upaya apapun (utk meningkatkan materi dan moral mereka) .. tidak akan masuk surga dgn mereka.

Mengomentari hadis diatas, penerjemah Sahih Muslim ini menulis bahwa Allah benci raja2 dan cinta yg miskin (Siddiqi, 2004 vol.i, p. 99, foot note 250).

Imam Ghazali, dlm buku terkenalnya, Ihya’ Ulum al-Din (Kebangkitan Kembali Ajaran Agama) menulis bahwa doa, keluarga besar dan KEMISKINAN akan menjamin masuk ke surga nanti (al-Ghazali, 1993, h. 2.2. Utk mempromosikan kekaguman pada kemiskinan Muslim, ia menulis bahwa Allah dan nabinya puas dgn kemiskinan (ibid, p. 3.181). Ghazali bahkan mendorong Muslim agar mengutuk kekayaan tetapi memuji kemiskinan; kemiskinan lebih baik dari kekayaan, katanya (ibid, p.3.201).

Dgn glorifikasi kemiskinan dan buta huruf macam ini, jangan heran kalah kebanyakan negara Islam miskin kronis, penduduknya buta huruf dan tidak terdidik.

ALLAH TIDAK SUKA BERPERANG TAPI LEBIH SUKA ORANG LAIN BERPERANG BAGINYA

Qur’an penuh dgn ayat2 ttg kekuasaan Allah yg tak terhingga. Tetapi anehnya, kalau berurusan dgn kafir, Allah sama sekali tidak bisa apa2. IA sangat tergantung pada manusia utk membunuh kafir. Allah sendiri tidak mampu bunuh kafir.

Sahih Bukhari, Volume i, Book 3, Number 125:
Narrated Abu Musa: A man came to the Prophet and asked, "O Allah's Apostle! What kind of fighting is in Allah's cause? (I ask this), for some of us fight because of being enraged and angry and some for the sake of his pride and haughtiness." The Prophet raised his head (as the questioner was standing) and said, "He who fights so that Allah's Word (Islam) should be superior, then he fights in Allah's cause."

ALLAH SUKA Qurannya diHAFAL TANPA DIMENGERTI

Penghafalan memang SPESIALISASI Islam. Dari kecil, anak2 Muslim dipaksa utk menghafal ayat2 Qur’an walaupun mereka tidak mengerti isinya. Ini memang dari dulu tradisi ajaran Islam—hafal dan menghafal. Allah tidak suka kalau Muslim menggunakan otak mereka bukan utk menghafal. Otak Muslim bukan utk berpikir tapi utk menghafal.

Sahih Muslim, Book 035, Number 6475:
Abu Huraira melaporkan rasulullah (saw) mengatakan : Ada 99 nama Allah; orang yg setia menghafalnya akan masuk Surga...

Kalau kau menyangka hadis sudah usang, kau salah ! Imam Saudi, Shaikh ibn Uthaiman mengeluarkan fatwa bahwa Allah suka penghafalan TANPA PENGERTIAN. Dlm menjawab pertanyaan ia menyatakan kebijakan dlm menghafal. Ini fatwanya:

Pertanyaan 334: Saya terus membaca Quran tetapi tidak megnerti artinya. Apakah saya akan diberi pahala oleh Allah ?

Jawab:
“ Seseorang diberi pahala karena menghafal Quran, terlepas dari ia mengerti atau tidak. Tetapi orang mukmin tidak boleh melafalkan Quran tanpa mengerti, karena ia nantinya harus menerapkannya. Jika orang ingin belajar kedokteran, ia harus belajar buku2 medisin, ia tidak akan mendpt keuntungan sebelum ia mengerti arti dan penjelasannya. … Oleh karena itu para Sahabat tidak akan melebihi 10 ayat tanpa mengerti arti ayat2 tsb dan bgm penerapannya.

Jadi, pahala tetap akan diberikan kpd orang karena menghafal Quran, terlepas dari ia mengerti atau tidak. Namun, ia harus menggunakan setiap kesempatan utk mengerti artinya dan mengambil artinya dari pakar2 yg dapat dipercaya, spt mempelajari komentar2 Qur’an oleh ibn Jarir al-Tabari, ibn Katheer dll. (ibn al-Musnad, 1996, p. 362).”

Jadi singkatnya, Imam ini mengatakan, penghafalan Quran saja sudah bagus. Pengertian baru datang belakangan, tidak terlalu penting. Ia juga megnatakan bahwa pengertian atas Quran harus tergantung pada para ahli tafsir saja. Kita tidak boleh menggunakan otak kita utk mengerti ayat2 Quran, walau QUran sendiri menyatakan diri ‘jelas’ dan ‘mudah dimengerti.’ (2:242, 19:97, 24:34, 28:1–2).


ALLAH SUKA MENANDAI KAFIR DI HIDUNG2 MEREKA

Ayat QUran ini menunjukkan bahwa Allah akan mencap hidung2 kafir yg menantangNya. Ini agar mempermudah penandaan kafir pada Hari Kiamat nanti.

[68.8] Maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah).
[68.16] Kelak akan kami beri tanda dia di belalai-(nya).

Kafir, perhatikan bahwa Quran menganggap kalian gajah ! :lol: Ada yg dikatai monyet, babi, tikus dan sekarang gajah ! Kebun binatang kali ? :lol:

ALLAH TIDAK SUKA AGRIKULTUR; IA LEBIH SUKA PROFESI MERAJAH

Ini tidak heran, karena nafkah hidup Muhamad sepenuhnya dari penjarahan dan perampokan. Utk apa perlu bercocok tanam ?

Sahih Bukhari, Volume iii, Book 39, Number 514:
Diriwayahkan Abu Umama al-Bahili:
Saya melihat beberapa peralatan agrikultur dan mengatakan: ‘Saya mendengar nabi mengatakan: "Tidak ada rumah yg dimasuki peralatan ini yg tidak akan diberikan penghinaan oleh Allah."’

Komentar Dr Muhammad Muhsin Khan, penerjemah Sahih Bukhari atas hadis diatas:

Hadis ini menunjukkan bahwa profesi bercocok tanam sering bentuk penghinaan opresif dibawah sistim feodal. Dgn melakukan pekerjaan ini, orang bisa melalaikan Jihad fisabilullah dan kewajiban penting bagi Allah lainnya. Juga dikatakan bahwa hadis ini mengkhawatirkan mereka yg hidup didekat musuh. Jika mereka sibuk dlm pertanian dan meninggalkan Jihad, maka musuh bisa mengalahkan dan menghina mereka. Memang hadis ini tidak perlu diartikan secara literal. Pertanian itu sendiri bukan hal yg tidak disukai, tetapi hati2 kalau kita terlalu terlibat didalamnya.
(Fath Al–Bari, Vol 5, Page 402) (al-Zubaidi, 1994, p. 505).

Mari kita baca ahadis berikut yg tanpa ragu2 menyatakan bahwa Allah lebih suka melihatkan Muslim dlm penjarahan dan perampokan sbg nafkah hidup. Muhamad sudah mencontohkannya dan oleh karena itu wajib bagi semua Muslim.

Bahwa nafkah hidup utama Muslim di Medinah adalah dari hasil jarahan dan pemaksan pajak Jizyah terhdp non-Muslim, bisa dipastikan dari hadis Bukhari berikut ini:

Volume 4, Book 53, Number 388:
Diriwayahkan Juwairiya bin Qudama At-Tamimi: Kami katakan kpd 'Umar bin Al-Khattab, “Ya ketua para mukmin ! Nasehatkanlah kami." Katanya, "Saya anjurkan kalian utk memenuhi perjanjian Allah (dgn Dhimmi) karena ini perjanjian nabimu dan SUMBER KEHIDUPAN keluargamu (yi pajak dari Dhimmi)."

[Hadis ini belum juga dicabut dari terjemahan Sahih Al-Bukhari versi Dr. Muhammad Muhsin Khan. Hadis ini juga bisa didapatkan dari terjemahan Sahih Al-Bukhari versi internet.]
http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamental ... 3.sbt.html

Bgm Muhamad membiayai kehidupannya di Medinah ? Apa profesinya ? Apa bisnisnya ? Ini tidak ada yg dapat menjawab. Kecuali hadis Sahih Bukhari berikut ini:

EXACT QUOTE AND FOOTNOTE, VOL-IV (88 CHAPTER.)
Narrated Ibn 'Umar that the Prophet (SA) said, "My livelihood is under the shade of my spear,(1) and he who disobeys my orders will be humiliated by paying Jizya" Footnote:- (1) "Under the shade of my spear" means "from war booty".

TERJEMAHAN:
Diriwayahkan Ibn 'Umar, bahwa Nabi (saw) mengatakan, "Nafkah hidup saya adalah dibawah bayangan tombak saya,(1) dan ia yang tidak mematuhi perintah saya akan dihina lewat pembayaran Jizyah. "

Catatan kaki:- (1) "Dibawah bayangan tombak" berarti "dari jarahan perang."

YEP ! Muhamad, rasulullah membiayai hidupnya lewat PENJARAHAN. Tapi perhatikan bahwa hadis ini dgn diam2 telah dicabut dari versi Internet Sahih Bukhari.

Hadis dahsyat ini hanya bisa ditemukan dlm buku cetak Terjemahan Sahih Bukhari oleh Dr. Muhammad Muhsin Khan.
[Ref: The Translation of the Meanings of Sahih Al-Bukhari, Arabic-English, Vol.IV (page 104) by Dr. Muhammad Muhsin Khan, Islamic University—Al-Medina Al-Munauwara]

Berikut satu lagi hadis Sahih Bukhari, yg mengatakan bahwa Allah menjadikan Muhamad kaya lewat perang dan jajahan (hasil jarahan dari perampokan dan penjarahan).

Sahih Bukhari Volume iii, Book 37, Number 495:
Ketika Allah menjadikan Nabi kaya lewat penjajahan, rasul mengatakan, "Saya lebih berhak dari mukmin lain utk menjadi pelindung para mukmin, jadi jika seorang Muslim mati meninggalkan hutang, saya bertanggung jawab atas hutangnya… "


ALLAH CINTA MUSLIM YG RAJIN SENGGAMA DGN BUDAK2 MEREKA :lol: :lol:

Saya akan mengakhiri bagian ini dgn cerita seru dimana Muhamad kepergok isterinya, Hafsah, sedang bergolek di tempat tidur dgn MARIAH, budak istrinya. Muhamad meminta maaf dan mengatakan tidak akan meniduri Mariah lagi. Namun, Allah kecewa dgn keputusan Muhamad itu dan buru2lah Allah menghalalkan kegiatan sexualnya Muhamad. Allah bahkan menghalalkan Muhamad utk membatalkan semua janjinya kpd isteri2nya.

[66.1] Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu; kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu?

:lol: :lol:

AKHIR BAGIAN 3


---------------------------------------------------------------------- ----------

To be continued in Part-4(i)…
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Wed Sep 20, 2006 1:55 am

Bismi Allah
Part–4(i) of 11
By Abul Kasem (e-mail address: nirribilli@gmail.com)
July 6, 2006

Allah’s Executive Office-(i)

Does Allah have an executive office? Does Allah have a desk, a chair, and a diary – a super-duper one–to manage His affairs of heaven and the earth? Where is His Throne? How does it look like? Does Allah have secretaries and personal assistants? We already saw Allah does have hands, feet, and eyes. Does Allah have telephones, fax machines, PCs, CDs, DVDs, PDAs, the Internet, and all other office equipment which are used by every executive in a modern office? Nay, Allah does not need them because there are no earthlings who know how to fix them because Murphy’s Law is supposed to work everywhere and yes, that includes Allah’s Executive Office too.

All those questions are silly and blasphemous--no doubt, aren’t they? A good Muslim should neverask such preposterous questions. The Holy Qur’an clearly admonishes any Muslims asking such questions, because these are not permitted (5:101, 102), for the fear that if you ask such silly questions you may end up losing your faith. This is the worst crime a Muslim could commit. Therefore, you had better watch out. Let us hear from Allah Himself:

Allah has a Throne; sitting there, Allah watches and manages the affairs of the earth

In many verses of the Qur’an Allah manifestly declares that He does indeed have a huge executive office. He admits that after the creation of the Heavens and the Earth He walked to sit on his executive chair—His Throne to be precise. Allah even discloses the location of his throne: it is above the seventh heaven. Sitting on this ponderous Throne He looks at the earth and the earthlings. Here are a few verses (summarised) which will leave no doubt that Allah manages His affairs from His Executive Office.

Allah created the heavens (first) and (then) the earth in six days and then He ascended on His Throne; He regulates all His affairs from His firmly established Throne ...10:3

Allah raised heavens without pillars (supports) (first), (then) established His Throne, (then) subjected the sun and (then) the moon to run their courses; He regulates all affairs...13:2

Allah is present over His Throne…20:5

The unbelievers admit that Allah is the Lord of the seven Heavens and the supreme Throne...23:86

Allah is most forgiving, kind, possessing the glorious Throne…85:14-15

Sunaan Abu Dawud provides a little more details of Allah’s executive Chair, the Throne. It is above the Heavens, like a dome over Him—just like the thrones of mighty emperors have a canopy over them. Just to make sure that Allah’s Throne is real, Sahih Bukhari even tells us that the throne makes some noise when Allah takes His seat there—just the way the saddle of a horse rider emits a mild raspy sound during riding. Let us read this hadith. This hadith is not available online, so I shall quote it from the print version.

You cannot choose anyone as Allah’s intercessor; Allah’s Throne is above the heavens, like a dome over him; the Throne groans as a saddle does because of the rider; Allah is above the heavens...(Sunaan Abu Dawud 3.40.4708)

Sunaan Abu Dawud, Vol iii, Book 40, Hadith number 4708:
Muhammad b. Jubair b. Mut’im said from his father on the authority of his grandfather: An A’rabi (a nomadic Arab) came to the Apostle of Allah (may peace be upon him) and said: People are suffering distress, the children are hungry, the crops are withered, and the animals are perishing, so ask Allah to grant us rain, for we seek you as our intercessor with Allah, and Allah as our intercessor with you. The Apostle of Allah (may peace be upon him) said: Woe to you: Do you know what you are saying? Then the Apostle of Allah (may peace be upon him) declared Allah’s glory and he continued declaring His glory till the effect of that was apparent in the faces of his Companions. He then said: Woe to you: Allah is not to be sought as intercessor with anyone. Allah’s state is greater than that. Woe to you! Do you know how great Allah is? His throne is above the heavens thus (indicating with his fingers like a dome over him), and it groans on account of Him as a saddle does because of the rider. Ibn Bashshr said in his version: Allah is above the throne, and the throne is above the heavens. He then mentioned the rest of the tradition. ‘Abd al A’la, Ibn al Muthanna and Ibn Bashshr transmitted it from Yaq’ub b. ‘Utbah and Jubair b. Muhammad b. Jubai from his father on the authority of his grandfather.

A gigantic angel bears Allah. His size is so humongous that the distance between the widths of his shoulder is the distance of the journey of seven hundred years. In this sense the journey probably meant the distance a camel could cover in a day’s walk—possibly around thirty kilometers. Multiply this distance by seven hundred years (i.e. 255,500 days) and we end up with a figure of 7,665,000 kilometers. That’s correct, a distance of around 7.7 million kilometers. And remember this is the distance between the earlobe and the shoulder. So the total width of the angel’s shoulder, from ear lobe to ear lobe will be about 15.4 million kilometers. With this numerical figure in mind, now, imagine the width, depth and the height of Allah’s Throne.

Let us peruse this incredible hadith:

Sunaan Abu Dawud, Vol iii, Book 40, Hadith number 4709:
Jabir b. ‘Abd Allah reported the Prophet (may peace be upon him) as saying: I have been permitted to tell about one of Allah’s angels who bears the throne that the distance between the lobe of his ear and his shoulder is a journey of seven hundred years.

Professor Ahmad Hasan, the translator of Sunaan Abu Dawud agrees with the above hadith. He writes:

These traditions indicate that there is a throne on which Allah has taken His seat. The modality of these things is not intelligible to the people. As the Jahmiyyah denied the existence of the throne of Allah, their belief has been refuted by these traditions (Hasan, 2003, p. iii. 1324,foot note 4119).

In Sunaan Ibn Majah we read that Allah, truly, is seated on His Throne. Let us read this hadith:

Sunaan Ibn Majah, Vol. i, Hadith Number 193:
‘Abbas b. Abdul Muttalib (Allah be pleased with him) is reported to have said, “I was at Batha with a band of people and Allah’s Messenger (peace and blessings of Allah be upon him). He looked towards it and asked, “What do you call this (cloud)?” They (the people) said, “(It is) sahib (cloud).” He (the Holy Prophet) said, “It is also called) al muzn i.e. rain cloud.” They (the companions) said, “Muzan”, upon which he remarked, “And ‘anan also.” Abu Bakr (Allah be pleased with him) said that they said, “And ‘anan?’ He (the Holy Prophet) said, “How much (distance) do you think is there between yourselves and the heaven?” They said, “We do not now.” Thereupon, he said, “(The distance) between you and it is equivalent to (the distance to be covered in) seventy one, or seventy two or seventy three years. The heaven above it has a similar distance”…till he counted seven heavens… “Then beyond the heavens is a river. Its upper and the lower bank has as much distance between them as a distance stretched from one heaven to the other one. Then beyond it, there are eight Angels in the shape of mountain goats. The distance between their hoofs is as much as the distance between the two heavens. Then, there lies on their back the Throne. The distance between its upper and lower side is as much as the distance between the two heavens. Then, Allah, the Blessed and Exalted is (seated) on this (Throne).”

The above hadith will surely stretch beyond belief one’s imagination.

Another hadith, almost similar to the above (ibn Majah), is found in Sunaan Abu Dawud.

Let us read (Sunaan Abu Dawud 3.40.4705)

Not only that Allah has a mighty Throne, but His throne also has a footrest, on which Allah rests His feet. This footrest is known as Allah’s Kursi. Many Muslims wrongly believe that Kursi means Allah’s Throne. Imam ibn Taimiyah, one of the most formidable imams in the Islamic world corrects this wrong notion. According to Imam Taimiyah Allah’s throne is known as ‘Arsh. Commenting on verse 2:255 where this term (Kursi) is mentioned, the translator of the Noble Qur’an writes:

(V.2.255). Kursi) Literally a footstool or chair, and sometimes wrongly translated as Throne. The Kursi mentioned in this Verse should be distinguished from the ‘Arsh (Throne) mentioned in V.7:54, 10:3, 85:15 and elsewhere. Prophet Muhammad said, “The Kursi compared to the ‘Arsh is nothing USC-MSA Compendium of Muslim Texts but like a ring thrown out open upon a space of the desert.”
If the Kursi extends over the entire universe, then how much greater is the 'Arsh. Indeed, Allah, the Creator of both the Kursi and the ‘Arsh, is the Most Great. Ibn Tayimiyah said in the chapters: a) To believe in the Kursi b) To believe in the ‘Arsh (Throne). It is narrated from Muhammad ibn ‘Abdullah and from other religious scholars that the Kursi is in front of ‘Arsh (Throne and it is at the level of the feet [Fatwa Ibn Taimiyah, Vol. 5, pages 54, 55] (Hilali and Khan, 1996, p. 67, foot note 1)

Just like any mighty emperors, Allah’s executive office – His official Throne-Room is surrounded by His attendees. Angels are there at Allah’s beck and call. These angels spend their time singing Allah’s praise and seeking Allah’s forgiveness. Then Allah will forgive whom Muhammad had forgiven. Allah will have a list of those creatures (human and jinni) forgiven by Muhammad. All the prophets and messengers (postmen) of Allah will be seated in Allah’s court. Here are a few more verses from the Qur’an on the enormous jurisdiction of Allah’s Executive office.

The angels surround on all sides of the Throne of Allah …39:75

Those (angels) who bear Allah’s Throne and those around Allah's Throne ask for Allah's forgiveness; Muhammad is to forgive those who repent and obey him...40:7

All apostles (messengers) will be gathered together beside the Throne...77:11

To grasp the capaciousness of Allah’s Executive office, we must remember this statistics: Allah’s Throne has 8,000 pillars and the distance between each pillar is 3,000,000 (yes, three million) miles (Hughes, 1994, p. 28). Multiply these two numbers and try out.

Muhammad will fall unconscious on the judgment day but will be the first to regain consciousness; he will see Moses holding the side of Allah’s Throne… (Sahih Bukhari, 3.41.594, 595).

Above Al-Firdaus is the Throne of Allah... (Sahih Bukhari, 4.52.48).

On the day of resurrection, Muhammad will be the first person to recover consciousness and Moses will be catching hold of Allah’s Throne...(Sahih Muslim, 30.5853, 5854)

Moses will be clinging to Allah’s throne (Sahih Bukhari, 6.60.337).

It is worth quoting here the last hadith:

Sahih Bukhari, Volume 6, Book 60, Number 337:
Narrated Abu Huraira: The Prophet said, "I will be the first to raise my head after the second blowing of the trumpet and will see Moses hanging the Throne, and I will not know whether he had been in that state all the time or after the blowing of the trumpet."

Allah’s Executive office (Throne) is over water and it has a title

Previously, we noted that Allah’s Throne is above al Firdous, the highest grade of paradise. In Islamic Paradise, a river flows with heavenly water which no one had ever tasted. This river emanates from the location of Allah’s Throne, possibly from beneath it. Naturally, we can safely assume then that Allah’s throne is floating on water—much like some Hindu deity that is shown seated on a Lotus throne which is afloat over water. Allah even keeps His diary and necessary Books just near His Throne, so that He could quickly and easily refer to them. The Tablet, Al-Lauhu-L-Mahfuz (the prescribed tablet; Hughes, 1994, p.285) on which the Qur’an is presumably written, rests on Allah’s huge executive Table. Just like any other deity’s sign over its seated throne, Allah also has His seal (or title) of His Throne. Here are a few ahadith to confirm those outstanding features of Allah’s Executive office.

In the beginning there was nothing, then Allah created His Throne; Allah’s Throne is over the water, He then wrote everything in the Book… (Sahih Bukhari, 4.54.414)

Allah wrote, “My mercy overpowers my anger” and His creation in a Book and kept it in His Throne…4.54.416

After finishing creation, Allah wrote over his Throne: 'My mercy preceded my anger'... (Sahih Bukhari, 9.93.518)

While Allah sits on His Throne His angels sit on their chairs

Just like any authoritative ruler or a king Allah also has graded His employees and servants. While he seats on His titanic ‘Arsh (Throne), his untiring employees, the angels sit on modest chairs—clerical chairs, we might say. Even Muhammad himself had seen Allah’s angles seated on chairs. Let us read this hilarious hadith from Sahih Bukhari.

Muhammad heard a voice from the sky and saw an angel in the sky sitting in a chair, he hurried home and Allah revealed 74:1-5 ... (Sahih Bukhari, 1.1.3).

Sahih Bukhari, Volume 1, Book 1, Number 3:
Narrated 'Aisha: (The mother of the faithful believers) The commencement of the Divine Inspiration to Allah's Apostle was in the form of good dreams which came true like bright day light, and then the love of seclusion was bestowed upon him. He used to go in seclusion in the cave of Hira where he used to worship (Allah alone) continuously for many days before his desire to see his family. He used to take with him the journey food for the stay and then come back to (his wife) Khadija to take his food like-wise again till suddenly the Truth descended upon him while he was in the cave of Hira. The angel came to him and asked him to read. The Prophet replied, "I do not know how to read. The Prophet added, "The angel caught me (forcefully) and pressed me so hard that I could not bear it any more. He then released me and again asked me to read and I replied, 'I do not know how to read.' Thereupon he caught me again and pressed me a second time till I could not bear it any more. He then released me and again asked me to read but again I replied, 'I do not know how to read (or what shall I read)?' Thereupon he caught me for the third time and pressed me, and then released me and said, 'Read in the name of your Lord, who has created (all that exists) has created man from a clot. Read! And your Lord is the Most Generous." (96.1, 96.2, 96.3) Then Allah's Apostle returned with the Inspiration and with his heart beating severely. Then he went to Khadija bint Khuwailid and said, "Cover me! Cover me!" They covered him till his fear was over and after that he told her everything that had happened and said, "I fear that something may happen to me." Khadija replied, "Never! By Allah, Allah will never disgrace you. You keep good relations with your Kith and kin, help the poor and the destitute, serve your guests generously and assist the deserving calamity-afflicted ones." Khadija then accompanied him to her cousin Waraqa bin Naufal bin Asad bin 'Abdul 'Uzza, who, during the Pre-Islamic Period became a Christian and used to write the writing with Hebrew letters. He would write from the Gospel in Hebrew as much as Allah wished him to write. He was an old man and had lost his eyesight. Khadija said to Waraqa, "Listen to the story of your nephew, O my cousin!" Waraqa asked, "O my nephew! What have you seen?" Allah's Apostle described whatever he had seen. Waraqa said, "This is the same one who keeps the secrets (angel Gabriel) whom Allah had sent to Moses. I wish I were young and could live up to the time when your people would turn you out." Allah's Apostle asked, "Will they drive me out?" Waraqa replied in the affirmative and said, "Anyone (man) who came with something similar to what you have brought was treated with hostility; and if I should remain alive till the day when you will be turned out then I would support you strongly." But after a few days Waraqa died and the Divine Inspiration was also paused for a while. Narrated Jabir bin 'Abdullah Al-Ansari while talking about the period of pause in revelation reporting the speech of the Prophet "While I was walking, all of a sudden I heard a voice from the sky. I looked up and saw the same angel who had visited me at the cave of Hira' sitting on a chair between the sky and the earth. I got afraid of him and came back home and said, 'Wrap me (in blankets).' And then Allah revealed the following Holy Verses (of Quran): 'O you (i.e. Muhammad)! wrapped up in garments!' Arise and warn (the people against Allah's Punishment)…up to 'and desert the idols.' (74.1-5) After this the revelation started coming strongly, frequently and regularly."

To be continued in Part-4(ii)…
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Sun Oct 15, 2006 12:55 pm

http://www.news.faithfreedom.org/index. ... le&sid=550

Allah has His own official seal

Just like any rulers, Allah has His own royal seal or stamp or official insignia. His seal is etched on baked clay. In fact, to confirm this, Allah inflicted with might a severe punishment to the citizens of Sodom and Gomorrah. He incessantly bombarded them with fiery baked-clay lumps bearing the official seal of Allah.

Let us read this verse from the Qur’an.

The city of Lot (Sodom) was destroyed with brimstones of baked clay which was marked by Allah (i.e. Allah destroyed Sodom with stoning) in layers...11:82-83.

011.082
YUSUFALI: When Our Decree issued, We turned (the cities) upside down, and rained down on them brimstones hard as baked clay, spread, layer on layer,-

011.083
YUSUFALI: Marked as from thy Lord: Nor are they ever far from those who do wrong!

Ibn Kathir, the most eminent Tafsir writer confirms that Allah destroyed Sodom with stoning; each stone had the name of its victim inscribed on it. This means that each clay stone of Allah had His royal emblem attesting the official approval of the total annihilation of the disbelievers ofSodom.
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Re: BISMI ALLAH : kesukaan dan ketidaksukaan Allah (1 - 5)

Postby fire » Tue Nov 16, 2010 9:24 am

sundullllll......................
User avatar
fire
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 704
Joined: Sat Apr 10, 2010 11:59 am

Re: BISMI ALLAH : kesukaan dan ketidaksukaan Allah (1 - 5)

Postby Raven_13 » Tue Nov 16, 2010 9:34 am

numpang nandain thread... :yawinkle:
User avatar
Raven_13
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 718
Joined: Wed Sep 08, 2010 11:53 pm
Location: somewhere in South East Asia...

Re: BISMI ALLAH : kesukaan dan ketidaksukaan Allah (1 - 5)

Postby APEL EMAS » Tue Nov 16, 2010 11:58 am

bravo..bravo....!!!!! pencerahan yang sangat luar biasa...!!! :supz: :supz:
User avatar
APEL EMAS
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 900
Joined: Wed Aug 25, 2010 11:42 am
Location: PIKIRAN JERNIH DAN AKAL SEHAT


Return to Resource Centre ttg Allah, Kabah & MUHAMAD



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users