. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Bendera, Lagu Kebangsaan, Upacara, Penghormatan, HARAM

Mengungkapkan cara berpikir Muslim pada umumnya dan Muslim di FFIndonesia pada khususnya.

Bendera, Lagu Kebangsaan, Upacara, Penghormatan, HARAM

Postby neo_cippie » Wed Aug 17, 2011 9:52 am

Fatwa no. 2123:

Pertanyaan: Bolehkah berdiri dalam rangka menghormati lagu kebangsaan atau bendera negara?

Jawab: Tidak boleh bagi seorang muslim berdiri dalam rangka penghormatan kepada bendera negara mana saja ataupun lagu kebangsaan, karena hal itu termasuk bid’ah yang mungkar yang tidak ada di zaman Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, tidak pula di zaman Al-Khulafa’ Ar-Rasyidin radhiyallahu’anhum. Hal itu juga menafikan kesempurnaan tauhid yang wajib dan mengurangi murninya pengagungan terhadap Allah Ta’ala yang satu saja, serta dapat mengantarkan kepada syirik, menyerupai orang-orang kafir, taklid kepada mereka dalam tradisi yang buruk dan sejalan dengan mereka dalam sikap berlebihan terhadap para pemimpin dan simbol-simbol kepemimpinan, padahal Nabi shallallahu’alaihi wa sallam telah melarang kita menyerupai orang-orang kafir dengan sengaja ataupun tanpa sengaja meniatkan untuk menyerupai mereka.”

Semoga Allah Ta’ala memberikan taufik, dan semoga shalawat serta salam tercurah kepada Nabi kita, juga keluarga dan sahabat beliau.

Komite Tetap untuk Pembahasan Ilmiah dan Fatwa

Ketua : Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz.

Anggota : Syaikh Abdur Razzaq ‘Afifi

Syaikh Abdullah bin Ghudayan

Syaikh Abdullah bin Qu’ud

Sumber: Kitab Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah lil Buhutsil ‘Ilmiyyah wal Ifta’, jilid 1 halaman 235.

Penjelasan

Pembaca yang budiman, fatwa di atas adalah fatwa ulama-ulama besar Ahlus Sunnah wal Jama’ah dari negeri haramain; Makkah dan Madinah yang diakui dunia akan keilmuan dan ketakwaan mereka. Dari fatwa di atas kita dapat mengetahui sebab-sebab haramnya perbuatan tersebut dengan lima alasan:

Bid’ah yang Mungkar
Bid’ah artinya mengada-ada di dalam agama yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, dan setiap bid’ah adalah kemungkaran, karena Nabi sahallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِىَ لَهُ إِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَأَحْسَنَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمَّدٍ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِى النَّار

“Barangsiapa yang Allah berikan hidayah, maka tidak ada yang bisa menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang bisa memberinya hidayah. Sesungguhnya sebenar-benarnya ucapan adalah kitab Allah Ta’ala dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad –shallallahu’alaihi wa sallam-, dan seburuk-buruknya perkara adalah perkara-perkara baru (dalam agama), dan setiap yang baru (dalam agama) adalah bid’ah, dan setiap bid’ah itu sesat, dan setiap yang sesat tempatnya di neraka.” [HR. An-Nasai][2]

Perbuatan bid’ah, alias mengada-ada dalam agama mencakup dua bentuk keterkaitan dengan agama, baik secara langsung maupun tidak langsung. Bentuk kedua inilah barangkali dasar yang lebih tepat dari pendapat ulama yang mengatakan hormat bendera termasuk bid’ah, bahwa perbuatan tersebut dapat menjadi suatu ritual yang menyerupai ibadah (yang keterkaitannya tidak secara langsung dengan agama), bahkan lebih dari itu, terkadang seorang begitu khusyuknya ketika upacara bendera namun ketika ibadah kepada Allah Ta’ala dia tidak khusyuk.

Untuk dapat memahami masalah ini berikut penjelasan kaidah-kaidah ushul dalam mengenal bid’ah dari kitab Qawa’id Ma’rifatil Bida’, karya Syaikh Muhammad bin Husain Al-Jizani hafizhahullah yang beliau kumpulkan dari penjelasan ulama ushuliyun:

Kaidah mengenal bid’ah pertama:

أن كل عمل – ولو كان مشروعًا – يُفضي إلى الإحداث في الدين فهو ملحق بالبدعة إن لم يكن بدعة

“Bahwa setiap amalan –meskipun disyari’atkan- yang bisa mengantarkan kepada bid’ah dalam agama maka dihukumi bid’ah walaupun asalnya bukan bid’ah (dalam agama).”[3]

Al-Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata:

فإن ابُتدع شيء لا يخالف الشريعة ، ولا يوجب التعاطي عليها ؛ فقد كان جمهور السلف يكرونه ، وكانوا ينفرون من كل مبتدَع وإن كان جائزًا ؛ حفظًا للأصل ، وهو الإتباع

“Apabila muncul suatu bid’ah yang tidak menyelisihi syari’ah (yakni bukan bid’ah dalam agama, pen), tidak pula pasti menyebabkan penyelisihan terhadap syari’ah, maka mayoritas ulama Salaf membencinya, mereka juga memperingatkan dari setiap bid’ah (baik dalam agama ataupun pengantar kepada bid’ah, pen), meskipun hal itu boleh (karena bukan bid’ah dalam agama, baru berupa pengantar ke sana, pen). Salaf tetap melarang sebagai penjagaan terhadap prinsip agama yaitu ittiba’ (meneladani Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam).”[4]

Kaidah mengenal bid’ah kedua:

إلزام الناس بفعل شيء من العادات والمعاملات ، وجعْل ذلك كالشرع الذي لا يُخالف ، والدين الذي لا يُعارض بدعة

“Mewajibkan manusia melakukan suatu kebiasaan dan mu’amalah (perkara duniawi seperti perdagangan dan lain-lain, pen), dengan menjadikan hal itu seperti syari’ah yang tidak bisa diselisihi dan bagaikan ajaran agama yang tidak bisa dilanggar adalah bid’ah.”[5]

Al-Imam Asy-Syatibi rahimahullah menjelaskan contoh kaidah di atas:

وضْع المكوس في معاملات الناس ، كالدِّين الموضوع والأمر المحتوم عليهم ، دائمًا أو في أوقات محدودة ، على كيفيات مضروبة ، بحيث تضاهي المشروع الدائم الذي يحمل عليه العامة ، ويؤخذون به ، وتوجه على الممتنع منه العقوبة ، كما في أخذ زكاة المواشي والحرث ، وما أشبه ذلك

“Menetapkan cukai/pajak dalam perdagangan, bagaikan sebuah aturan agama yang harus dibayarkan dan kewajiban yang harus ditunaikan (yakni menyerupai zakat, pen), karena dilakukan terus-menerus atau pada waktu-waktu yang sudah ditentukan, dalam bentuk yang telah ditentukan, sehingga menyerupai ketentuan syari’ah yang ditetapkan dan diwajibkan atas manusia, dan dapat dikenakan sangsi bagi yang tidak mau melakukannya, seperti kewajiban zakat ternak, pertanian, dan yang semisalnya.”[6]

Kaidah mengenal bid’ah ketiga:

مشابهة الكافرين فيما كان من خصائصهم من عبادة أو عادة أو كليهما بدعة

“Menyerupai orang-orang kafir dalam ciri khusus mereka, apakah itu ibadah, kebiasaan ataupun keduanya adalah bid’ah.”[7]

Seorang ulama besar dari mazhab Syafi’i, Al-Hafizh Adz-Dzahabi Asy-Syafi’i rahimahullah berkata:

أما مشابهة الذمة في الميلاد والخميس والنيروز فبدعة وحشة

“Adapun menyerupai orang-orang kafir dzimmi dalam perayaan ulang tahun, kamis suci (sebelum paskah dalam Nasrani, pen) dan perayaan Nairuz (hari besar Iran yang tidak diajarkan dalam Islam, pen) maka itu adalah bid’ah yang jelek.”[8]

Kaidah mengenal bid’ah keempat:

مشابهة الكافرين فيما أحدثوه مما ليس في دينهم من العبادات أو العادات أو كليهما بدعة

“Menyerupai orang-orang kafir dalam bid’ah mereka yang tidak diajarkan dalam agama mereka, apakah itu ibadah, kebiasaan ataupun keduanya adalah bid’ah.”[9]

Ulama besar dari mazhab Hanbali, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:

فإنه لو أحدثه المسلمون لقد كان يكون قبيحًا فكيف إذا كان مما لم يشرعه نبي قط ، بل أحدثه الكافرون ، فالموافقة فيه ظاهرة القبح ، فهذا أصل

“Sesungguhnya bid’ah itu sudah jelek apabila yang mengada-adakannya adalah kaum muslimin, maka bagaimana lagi jika bid’ah itu tidak pernah diajarkan oleh seorang nabi pun, melainkan bid’ah yang diada-adakan oleh orang kafir, maka menyerupai mereka dalam bid’ah itu jelas kejelekannya. Ini adalah prinsip.”[10]

Penjelasan para ulama di atas menunjukkan bahwa perbuatan yang mubah atau urusan duniawi, seperti perayaan, seremonial dan muamalah dapat menjadi bid’ah karena empat sebab:

Pertama: Jika perbuatan itu dapat mengantarkan kepada bid’ah maka dihukumi bid’ah, walaupun hanya berupa perkiraan, bukan sebuah kepastian.

Kedua: Urusan duniawi yang pengamalannya menyerupai amalan agama juga termasuk bid’ah.

Ketiga: Menyerupai ciri khusus orang-orang kafir.

Keempat: Menyerupai bid’ah orang-orang kafir.

Barangkali inilah alasan-alasan para ulama yang berpendapat upacara bendera termasuk bid’ah.

Mengurangi Kesempurnaan Tauhid dan Mengotori Murninya Pengagungan kepada Allah Ta’ala
Hakikat tauhid adalah memurnikan ibadah hanya kepada Allah Ta’ala, baik ibadah zahir maupun batin. Pengagungan kepada Allah Ta’ala termasuk ibadah batin, bahkan itulah hakikat ibadah, yaitu penghambaan, pengagungan dan cinta kepada Allah Ta’ala. Al-Imam Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata:

والعبادة بمفهومها العام هي التذلل لله محبة وتعظيماً بفعل أوامره واجتناب نواهيه على الوجه الذي جاءت به شرائعه

“Ibadah dalam arti yang umum adalah merendahkan diri kepada Allah dengan penuh cinta dan pengagungan; menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dengan cara yang sesuai dengan syari’at-Nya.”[11]

Beliau juga menjelaskan hakikat tauhid:

التوحيد هو إفراد الله بالعبادة أي أن تعبد الله وحده لا تشرك به شيئاً، لا تشرك به نبياً مرسلاً، ولا ملكاً مقرباً ولا رئيساً ولا ملكاً ولا أحداً من الخلق، بل تفرده وحده بالعبادة محبة وتعظيماً، ورغبة ورهبة

“Tauhid adalah mengesakan Allah Ta’ala dalam ibadah, yaitu engkau beribadah hanya kepada Allah Ta’ala yang satu saja dan jangan menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun juga; apakah dengan nabi yang diutus oleh-Nya, malaikat yang dekat dengan-Nya, ataukah dengan seorang pemimpin, raja dan siapapun dari makhluk-Nya. Tetapi engkau hanya mengesakan-Nya dalam ibadah dengan penuh cinta dan pengagungan, harap dan takut.”[12]

Demikian pula hakikat kesyirikan adalah tidak adanya pengagungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana mestinya. Allah Jalla wa ‘Ala telah mencela orang-orang yang melakukan syirik dalam firman-Nya:

وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَالأَرْضُ جَمِيعًا قَبْضَتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَالسَّماوَاتُ مَطْوِيَّاتٌ بِيَمِينِهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُون

“Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.” [Az-Zumar: 67]

Olehnya, wajib bagi setiap muslim menjaga imannya dari hal-hal yang dapat mengurangi kesempurnaannya atau mengotori kemurniannya, diantaranya dengan tidak melakukan penghormatan kepada suatu benda melebihi kadarnya.

Sarana yang Dapat Mengantarkan kepada Syirik
Ketika seorang menghormati suatu benda melebihi kadarnya, maka sangat dikhawatirkan hal itu dapat mengantarkannya kepada perbuatan syirik, yaitu syirik dalam ibadah hati; berupa pengagungan kepada makhluk sebagaimana pengagungannya kepada Allah Ta’ala, atau bahkan lebih.

Pentingnya menjaga tauhid dengan menghindari hal-hal yang bisa mengantarkan kepada syirik telah dicontohkan oleh para sahabat Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, diantaranya dalam kisah penebangan sebuah pohon bersejarah, bukan sekedar benda mati, tapi makhluk hidup yang pernah menjadi “saksi” perjuangan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan para sahabat. Bukan cuma itu, ternyata pohon ini juga disebut dalam Al-Qur’an dan hadits. Allah Ta’ala berfirman:

لّقَدْ رَضِيَ اللّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشّجَرَةِ

“Sesungguhnya Allah telah ridho terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon itu.” [Al-Fath: 18]

Juga disebutkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dalam hadits:

لَا يَدْخُلُ النَّارَ أَحَدٌ مِمَّنْ بَايَعَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ

“Tidak akan masuk neraka seorang pun yang berbai’at di bawah pohon itu.” [HR. At-Tirmidzi][13]

Mungkin sebagian orang mengatakan, “Sangat keterlaluan orang yang tidak menghormati pohon tersebut, terlebih pohon itu makhluk hidup,” tetapi sahabat memahami bahwa menghormati haruslah sesuai dengan ajaran agama, dan lebih penting dari itu adalah menjaga tauhid dibanding menghormati sebuah benda bersejarah, sehingga Umar bin Khattab radhiyallahu’anhu pun menebang pohon bersejarah tersebut.

Apa sebab beliau menebangnya? Apakah karena di situ terjadi kesyirikan? Jawabannya, belum terjadi kesyirikan di situ. Beliau menebangnya hanya karena khawatir jangan sampai pohon itu kelak dijadikan tempat kesyirikan, walaupun orang-orang yang datang ke sana tidak melakukan kejahatan, yang mereka lakukan hanyalah sholat di bawah pohon itu.

Al-Imam Ibnu Wadhdhah rahimahullah menuturkan:

سَمِعْتُ عِيْسَى بْنَ يُوْنسَ يَقوْلُ:«أَمَرَ عُمَرُ بْنُ الخطابِ رَضِيَ الله ُ عَنْهُ بقطعِ الشَّجَرَةِ التي بوْيعَ تَحْتَهَا النَّبيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فقطعَهَا ، لأَنَّ النّاسَ كانوْا يَذْهَبُوْنَ فيصَلوْنَ تَحْتَهَا ، فخافَ عَليْهمُ الفِتْنة

“Aku mendengar Isa bin Yunus berkata, Umar bin Khattab radhiyallahu’anhu memerintahkan untuk memotong pohon yang di bawahnya Nabi shallallahu’alaihi wa sallam dibai’at, maka dipotonglah. Hal itu dilakukan karena orang-orang pergi ke pohon itu untuk sholat di bawahnya, maka beliau khawatir mereka akan ditimpa fitnah (syirik)”[14]

فَاعْتَبِرُوا يَا أُولِي الأَبْصَار

“Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai pandangan.” [Al-Hasyr: 2]

Menyerupai Orang-orang kafir
Menyerupai kebiasaan yang sudah menjadi ciri khusus orang kafir bukan hanya termasuk bid’ah, tapi juga termasuk kemaksiatan yang bertentangan dengan maqaashid syar’iyyah (tujuan-tujuan sayari’at), karena diantara tujuan syari’at adalah menyelisihi orang-orang kafir, tidak boleh mengikuti agama maupun kebiasaan mereka yang merupakan ciri khusus mereka. Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia bagian dari mereka.” [HR. Abu Daud][15]

Berlebih-lebihan dalam Penghormatan
Ghuluw atau berlebih-lebihan dalam menghormati makhluk sampai membuat cara-cara khusus dan mewajibkan perbuatan itu adalah sesuatu yang terlarang dalam Islam, jangankan kepada benda mati, kepada nabi yang kita cintai saja tidak boleh berlebih-lebihan dalam menghormati beliau. Nabi shallallahu’alaihi wa sallam telah mengingatkan:

لاَ تُطْرُونِى كَمَا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ ، فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُهُ ، فَقُولُوا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُه

“Janganlah kalian memujiku berlebih-lebihan sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang Nasrani kepada Isa bin Maryam, aku ini hanyalah hamba-Nya, maka ucapkanlah hamba Allah dan rasul-Nya.” [HR. Al-Bukhari][16]

Juga peringatan beliau:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِيَّاكُمْ وَالْغُلُوَّ فِى الدِّينِ فَإِنَّمَا أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمُ الْغُلُوُّ فِى الدِّينِ

“Wahai manusia, jauhilah oleh kalian sikap berlebih-lebihan dalam agama, karena yang membinasakan umat terdahulu adalah sikap berlebih-lebihan dalam agama.” [HR. An-Nasai dan Ibnu Majah][17]

Tentang Lagu Kebangsaan

Para ulama yang mengharamkan lagu kebangsaan dan nyanyian apapun, juga karena mereka berpendapat bahwa nyanyian, terlebih dengan alat musik, diharamkan dalam Islam. Berdasarkan firman Allah Ta’ala:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِين

“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” [Luqman: 6]

Sahabat yang mulia, Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu ketika menjelaskan arti “perkataan yang tidak berguna” yang dicela oleh Allah Ta’ala dalam ayat di atas, beliau berkata:

الغناء، والله الذي لا إله إلا هو، يرددها ثلاث مرات

“Maksudnya adalah nyanyian, demi Allah yang tidak ada yang berhak disembah selain Dia,” beliau mengulangi sumpahnya tiga kali.”[18]

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata:

وكذا قال ابن عباس، وجابر، وعِكْرِمة، وسعيد بن جُبَيْر، ومجاهد، ومكحول، وعمرو بن شعيب، وعلي بن بَذيمة.

وقال الحسن البصري: أنزلت هذه الآية: { وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ } في الغناء والمزامير.

“Penafsiran yang sama juga dikatakan oleh Abdullah bin Abbas, Jabir, Ikrimah, Sa’id bin Jubair, Mujahid, Makhul, ‘Amr bin Syu’aib dan Ali bin Badzimah.

Dan berkata Al-Hasan Al-Basri, turunnya ayat ini “Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan,” dalam (mencela) nyanyian dan alat-alat musik (seperti seruling dan semisalnya, pen).”[19]

Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda dalam mencela suatu kaum yang akan menghalalkan benda-benda yang diharamkan:

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِى أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ

“Akan ada nanti segolongan umatku yang menghalalkan zina, sutera (bagi laki-laki diharamkan, pen), , khamar dan alat-alat musik.” [HR. Al-Bukhari][20]

Pembaca yang budiman, inilah barangkali alasan-alasan mereka yang tidak mau melakukan hormat bendera dan upacara bendera. Perlu dicermati di sini, alasan pengharaman bukan karena haramnya menghormati bendera, tapi cara yang salah dalam menghormati, terlebih ini hanya masalah duniawi, masing-masing orang berhak menerjemahkan sendiri bagaimana cara menghormati, sepanjang tidak bertentangan dengan ajaran agama.

Dan perlu dicatat, belum tentu orang-orang yang mencela pendapat tersebut lebih dikatakan menghormati negara dibanding orang-orang yang berpendapat demikian, bahkan tidak jarang kita dapati, mereka yang mencela pendapat haram hormat bendera adalah juga orang-orang yang suka menjelek-jelekan dan menjatuhkan wibawa pemerintah di media massa. Sebaliknya, mereka yang berpendapat haram hormat bendera, tidak pernah dan tidak terbetik dalam benak mereka untuk menyebarkan aib-aib pemerintah di khalayak ramai, apalagi melakukan demonstrasi yang merupakan kebiasaan orang-orang kafir.

Oleh karenanya kami tegaskan, tulisan ini bukan sebagai dukungan terhadap kelompok-kelompok teroris khawarij yang memiliki ideologi pemberontakan terhadap pemerintah kaum muslimin, walaupun mereka juga berpendapat haram hormat bendera, akan tetapi pendapat mereka bukan dibangun di atas dalil-dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah serta bimbingan ulama, namun dibangun di atas ideologi mereka yang menyimpang dari manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah, yaitu ideologi teroris khawarij.

فَإِنَّهَا لا تَعْمَى الأَبْصَارُ وَلَكِن تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ

“Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.” [Al-Hajj: 46]

وبالله التوفيق. وصلى الله على نبينا محمد ، وآله وصحبه وسلم

http://nasihatonline.wordpress.com/2011/06/10/menghormati-pendapat-haram-hormat-bendera-upacara-bendera-dan-menyanyikan-lagu-kebangsaan/


:rolling: :rolling: sebaiknya hidup kembali ke jaman onta kali ya..
neo_cippie
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 4
Joined: Fri Aug 05, 2011 9:33 am

Re: Bendera, Lagu Kebangsaan, Upacara, Penghormatan, HARAM

Postby sixpackguy » Wed Aug 17, 2011 12:45 pm

Moment yg tepat dihari kemerdekaan RI utk membaca nasihat dan isi pemikiran muslim yg satu ini.
Mari hormati muslim2 yg mengharamkan hormat bendera merah putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya.


Menghormati Pendapat Haram Hormat Bendera, Upacara Bendera dan Menyanyikan Lagu Kebangsaan
Posted on 10 Juni 2011 by nasihatonline
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Akhir-akhir ini kita banyak mendengar kritikan-kritikan pedas bahkan celaan-celaan yang keras terhadap pihak-pihak yang tidak mau hormat bendera, upacara bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan. Sangat disayangkan hal itu terjadi, karena yang mereka lakukan belum tentu bertentangan dengan ajaran agama, bahkan bisa jadi hal itulah yang sesuai dengan ajaran agama.

Justru perbuatan-perbuatan yang menyimpang dari agama hampir tidak pernah terdengar adanya kritikan dan celaan, seperti banyaknya para peziarah kubur wali songo dan kuburan-kuburan “keramat” yang melakukan dosa terbesar dan tidak terampuni (jika tidak bertaubat sebelum mati), yaitu dosa syirik kepada Allah Ta’ala dengan mempersekutukan-Nya dalam ibadah doa. Mereka berdoa, memohon terkabulnya hajat-hajat mereka kepada wali songo.
Demikian pula banyaknya orang yang meninggalkan sholat, berbagai macam kebid’ahan dan kemungkaran tersebar di lembaga-lembaga formal maupun di masyarakat, namun semua itu seakan bukan sebuah masalah, sehingga tidak perlu dipermasalahkan.

Padahal, semua kemungkaran-kemungkaran itulah yang menyebabkan berbagai macam musibah menimpa suatu negeri. Allah Jalla wa ‘Ala telah memperingatkan:

وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ

“Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” [Asy-Syuro: 30]

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan makna ayat di atas, “Musibah apapun yang menimpa kalian wahai manusia, penyebabnya tidak lain karena dosa-dosa yang kalian kerjakan.”[1]

Pembaca yang budiman, catatan ringkas berikut ini insya Allah Ta’ala mencoba memaparkan alasan-alasan ilmiah pihak-pihak yang mengharamkan hormat bendera, upacara bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan. Harapan kami, pihak-pihak yang tidak setuju dengan perndapat tersebut dapat berlapang dada menerima perbedaan dan belajar menghormati pendapat orang lain, dan selanjutnya meninggalkan pendapatnya yang salah.

Karena seluruh dunia akan menertawakan, seandainya sebuah radio yang menyiarkan ceramah-ceramah agama demi memperbaiki masyarakat, atau sekolah yang dibangun susah payah sebagai lembaga pendidikan anak-anak bangsa, ditutup hanya gara-gara mempertahankan pendapat yang mereka yakini. Sebaliknya, media-media perusak masyarakat dengan menyebarkan syrik, gambar-gambar wanita telanjang dan berita-berita perselingkuhan malah dibiarkan, sedangkan sekolah-sekolah yang belum mampu mendidik dengan keteladanan malah tidak mendapatkan pembinaan.

Terlebih, jika pendapat haram yang mereka yakini didasarkan pada keyakinan agama yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah serta bimbingan ulama, bukankah negara menjamin kemerdekaan setiap penduduk untuk menjalankan ajaran agamanya?! Ataukah saat ini, ajaran agama harus disesuaikan dengan kemauan manusia, jika mereka setuju boleh dijalankan, jika tidak maka tidak boleh?!



Ga ada satupun komentar yg menentang. Semua mendukung.

abuanisah says:
10 Juni 2011 pukul 2:19 pm
Izin copy ustadz..di blog ana
Jazakallah khoir..

bambang says:
10 Juni 2011 pukul 3:02 pm
izin copy and share di fb Stad

Abu Arini Ahmad says:
11 Juni 2011 pukul 5:27 am
diberi tombol share, supaya mudah berbagi manfaat. izin menyalin, jazakallahu khayran.

Abu Faiq Al Batawiy says:
11 Juni 2011 pukul 6:00 am
Izin Copas ya Ustadz, untuk di FB.
Barokallahu Fiik

Aisha Shofiyya says:
12 Juni 2011 pukul 3:50 pm
Bismillah..Ustadz, ana izin copas jg y. Jazaakallohu khoiron

Euis Ummu Syifa says:
18 Juni 2011 pukul 10:58 pm
Bismillah,semoga penjelasan ini sudah cukup bagi kita untuk tidak memperpanang masalah ini. Baarakallhufiik

Fatiya Ummu Musa says:
3 Juli 2011 pukul 9:38 am
bismillah.Assalamu’alaikum..Baarokallohu fiik..ana mw izin share k fb ustadz..bs?
jazakumullohu khoiron y ustadz..



Kapan ratusan juta muslim seIndonesia serempak menerapkan nasihat dan fatwa haram ini. :supz:
Biar tidak ada lagi muslim yg mau hormat thdp bendera merah putih dan menyanyikan Indonesia Raya.
Biar semua muslim melupakan darah dan perjuangan pahlawan2 nasional yg gugur merebut kemerdekaan Indonesia.
Biar semua muslim menghapus rasa kebanggaan sbg warga negara INDONESIA, spy timbul rasa kebanggaan yg lebih besar sbg budak ARAB.
:turban:
User avatar
sixpackguy
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1942
Images: 21
Joined: Wed Jan 19, 2011 1:21 am

Re: Bendera, Lagu Kebangsaan, Upacara, Penghormatan, HARAM

Postby diana orion » Wed Aug 17, 2011 1:04 pm

bung karno, bung hatta, bung syahrir, pak dirman, ki hajar dewantara, & semua founding fathers... lihatlah cita2 luhur kalian untuk mengangkat derajat & harga diri anak bangsa sedang digerogoti oleh pengkhianat2 berkedok islam...

bangsa kita belum merdeka. masih dijajah oleh keterbelakangan & ajaran busuk seorang bedebah dari gurun pasir yg udah mampus diracun berabad2 lalu.
User avatar
diana orion
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 244
Joined: Tue May 31, 2011 7:11 pm

Re: Bendera, Lagu Kebangsaan, Upacara, Penghormatan, HARAM

Postby bagoong » Wed Aug 17, 2011 1:20 pm

Bendera, Lagu Kebangsaan, Upacara, Penghormatan, HARAM

tapi kalo :
menyembah batu item berbentuk vagina HOLLOL malah rebutan nyium

agama terkutuk hanya menghasilkan orang yang SEMPRULNAnya/GU0BLOKNYA GAK KETULUNGAN !!


Image
bagoong
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 911
Joined: Tue Feb 15, 2011 4:33 pm

Re: Bendera, Lagu Kebangsaan, Upacara, Penghormatan, HARAM

Postby Mohammedluv » Wed Aug 17, 2011 3:26 pm

HIMBAUAN KPD NETTER KAFIR FFI, MARILAH KITA TUNJUKKAN KECINTAAN KITA TERHADAP PERSATUAN NKRI YG DIJIWAI PANCASILA DG MENGANGKAT TOPIK2 SPT INI DLM FORUM2 SPT KOMPASIANA, DETIK, KASKUS DSB SELAGI SUASANA HUT RI MASIH KENTAL DIMASA BANYAK MASYARAKAT BERBICARA TTG TOPIK KEMERDEKAAN, PERSATUAN, KESETIAAN, NKRI HARGA MATI. JGN TANYAKAN PADA MUSLIM, NKRI - PANCASILA HARGA MATI, JIKA DLM HATI MUSLIM MASI MENGATAKAN NII- SYARIAT INSYAALLAH
Mohammedluv
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 43
Joined: Fri Apr 14, 2006 8:21 pm

Re: Bendera, Lagu Kebangsaan, Upacara, Penghormatan, HARAM

Postby harahap » Wed Aug 17, 2011 4:42 pm

neo_cippie wrote:Fatwa no. 2123:

Pertanyaan: Bolehkah berdiri dalam rangka menghormati lagu kebangsaan atau bendera negara?

Jawab: Tidak boleh ...

... bla bla bla ...

Oleh karenanya kami tegaskan, tulisan ini bukan sebagai dukungan terhadap kelompok-kelompok teroris khawarij yang memiliki ideologi pemberontakan terhadap pemerintah kaum muslimin, walaupun mereka juga berpendapat haram hormat bendera, akan tetapi pendapat mereka bukan dibangun di atas dalil-dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah serta bimbingan ulama, namun dibangun di atas ideologi mereka yang menyimpang dari manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah, yaitu ideologi teroris khawarij.

... bla bla bla ...


NKRI bukan negara muslimin, berarti tidak ada teroris khawarij di NKRI, teroris di NKRI sdh sesuai dengan aqidah dan hukum islam+quran nya

kapan pemerintah negara kita turun tangan GANYANG ISLAM !!

trs, kl ada anggota FFI yg mau mencalonkan diri jadi Presiden RI harap di umumkan ya ., GUE DUKUNG !!!!!!
User avatar
harahap
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2120
Joined: Mon Sep 27, 2010 12:09 pm

Re: Bendera, Lagu Kebangsaan, Upacara, Penghormatan, HARAM

Postby hersus » Wed Aug 17, 2011 6:26 pm

Setuju sekali fatwa 2 nyleneh yang mengharamkan hormat kepada bendera Merah Putih di sebar luaskan supaya masyarakat Indonesia tahu klo ajaran setan ini sedang menggerogoti NKRI !!! klo perlu usir bededebah muslim ini keluar dari NKRI mereka tidak layak jadi bangsa Indonesia cocoknya jadi budak arab gila yg ngaku nabi setan wts !!!! :butthead: :butthead: :butthead: :toimonster: :toimonster:
hersus
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 508
Joined: Sun Feb 14, 2010 4:10 pm

Postby ali5196 » Wed Aug 17, 2011 8:29 pm

ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Re: Bendera, Lagu Kebangsaan, Upacara, Penghormatan, HARAM

Postby Voodo » Wed Aug 17, 2011 9:17 pm

Benar-benar sudah parah racun islam menggerogoti hati manusia Indonesia
pertama mengubur hati nurani,kemudian menyangkal logika dengan segala akrobatiknya.
Lalu mencederai rasa nasionalisme dan merelakan diri menjadi budak-budak arab

Tidak adakah sedikit saja rasa kebanggaan akan bangsa sendiri Indonesia tercinta?
Segala perjuangan para Pahlawan dan Bapak-bapak bangsa ini telah di khianati

Tanyakan diri anda sendiri dimana anda dilahirkan,darimana nasi yang anda makan,dari mana sumber air yang anda minum?

NKRI,Pancasila dan UUD45..HARGA MATI...!!!!!
User avatar
Voodo
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 208
Joined: Sun Jul 31, 2011 3:23 am
Location: Bumi Damai

Re: Bendera, Lagu Kebangsaan, Upacara, Penghormatan, HARAM

Postby Bigman » Wed Aug 17, 2011 9:39 pm

http://nasional.kompas.com/read/2011/08 ... dari.Dalam

Peringatan Kemerdekaan RI
Panglima: Ancaman Terbesar dari Dalam

Iwan Santosa | Robert Adhi Kusumaputra | Rabu, 17 Agustus 2011 | 18:53 WIB

Image
Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono

KOMPAS.com wrote:Ancaman yang merongrong keselamatan bangsa dan negara saat ini bukan semeta-mata berasal dari luar, tetapi justru lebih dominan, muncul dari dalam bangsa sendiri, antara lain ditandai dengan menurunnya semangat nasionalisme, rendahnya militansi, serta menurunnya jati diri dan kultur bangsa ini. Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Asisten Personel Korp Paskhas (Korpaskhas) TNI AU Kolonel Psk Seto Purnomo, pada upacara bendera 17 Agustus memperingati HUT Ke-66 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dilaksanakan di lapangan Merah Markas Komando Korpaskhas, Lanud Sulaiman, Bandung, Rabu (17/8/2011).

Menurut Panglima TNI, dalam menyelesaikan permasalahan dan problem kehidupan nasional begitu berat dan kompleks yang sedang dihadapi negara saat ini, sementara disisi lain negara sedang berusaha mengejar ketinggalan dari negara-negara tetangga dalam hal pembangunan.

Perlu ditumbuhkembangkan dinamisasi dan aktualisasi secara lebih konkret, lebih responsif, dan lebih akomodatif untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut.


"Apabila kita tidak mampu segera keluar dari permasalahan dan keadaan sekarang, maka disintegrasi bangsa akan mengacam kita, dan tentu saja kita tidak menginginkan hal itu terjadi," kata Panglima TNI.

"Saat ini muncul berbagai anggapan negatif sebagian kalangan bahwa negara kita lunak, dan bangsa kita bangsa yang lembek, menggampangkan permasalahan, serta tidak memiliki kepekaan terhadap pelanggaran dan penyelewengan, seperti halnya korupsi," lanjutnya.

Panglima TNI mengingatkan kepada seluruh prajurit, prajurit sebagai kekuatan pertahanan negara yang profesional dan militan, maka jiwa semangat dan nilai-nilai perjuangan yang dilahirkan para kusuma bangsa dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan yang telah diproklamsikan tanggal 17 Agustus 1945.

Panglima TNI mengharapkan, dalam menyikapi permasalahan yang dihadapi bangsa saat ini, prajurit dan pegawai negeri sipil TNI harus menjadi teladan bagi lingkungannya dalam mengimplementasikan nilai-nilai perjuangan TNI, sehingga tumbuh kembali nasionalisme, militansi, dan jati diri bangsa untuk itu, mari berjuang bersama-sama mengisi kemerdekaan dengan bekerja keras membangun bangsa ini.

Panglima TNI mengimbau, sebagai pengawal dan benteng negara, serta sebagai patriot dan kesatria bangsa, prajurit TNI di manapun bertugas harus memegang teguh komitmen itu, dan mengkonkretkannya melalui kerja keras melebihi panggilan tugas, "Mari kita mengajak sesama komponen bangsa bekerja keras mengisi kemerdekaan ini dengan karya-karya pengabdian terbaik."

Bener ntuh Panglima:
Ancaman Terbesar dari Dalam.....!
Yaitu ugama eslaam!!!
:axe:

Jangan2 ntuh Panglima TNI anggota FFI juga.......!!! :supz: :supz: :supz:

MERDEKA!!! :heart:
User avatar
Bigman
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3219
Joined: Sat Jan 03, 2009 8:19 pm

Re: Bendera, Lagu Kebangsaan, Upacara, Penghormatan, HARAM

Postby ekapuri » Fri Aug 19, 2011 2:37 am

Fatwa no. 2123 mengajak dan menganjurkan muslim/ah kaffah untuk menjadi penghianat negara, karena mereka lebih loyal kepada Arab daripada kepada negaranya sendiri.

Kalau menghormati bendera nasional kita dianggap bid'ah karena tidak dicontohkan oleh Muhammad dulu, 14 abad y.l.,berarti semua yang di bawah ini juga hukumnya bid'ah:
- Muslim/ah yang menggunakan mobil sebagai sarana transportasi. Ini bid'ah hukumnya karena Muhammad mencontohkannya kan naik unta atau jalan kaki. Dulu kan tidak ada mobil, selain itu mobil adalah penemuan kafir.
- Muslim/ah yang menggunakan kompor gas dan/atau listrik
- Muslim/ah yang menggunakan kulkas di rumah mereka
- Muslim/ah yang mempunyai dan menggunakan alat-alat elektronik seperti TV, video, computer, stereo, camera, HP, dll.
- Ke Mekkah untuk berhaji dengan menggunakan pesawat terbang yang notebene buatan kafir dan tidak ada pada zaman Muhammad.
- Muslim/ah yang menggunakan jam, baik itu jam tangan, jam dinding, apalagi yang digital, karena dulu pada zaman Muhammad kan itu semua tidak ada, tidak dicontohkan oleh Muhammad.
- Muslim/ah yang dirawat di rumah sakit modern, dengan menggunakan misalnya elektrokardiograf yang buatan kafir. Dulu tidak ada pada zaman Muhammad.
- Muslimah yang melahirkan di rumah sakit modern dengan peralatan yang notebene buatan kafir.
- Muslim/ah yang menerima transfusi darah. Ini bid'ah karena tidak dicontohkan oleh Muhammad.
- Dan masih banyak lagi yang lainnya.

Wah repotnya jadi muslim/ah kalau harus mengikuti semua contoh nabi mereka. Selain itu jadi penghianat negara pula.

Semoga setiap hari ada muslim/ah di Indonesia yang murtad, sehingga pada suatu saat muslim/ah akan menjadi minoritas di NKRI, dengan demikian NKRI punya harapan untuk bertahan.
ekapuri
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 166
Joined: Sat Jun 18, 2011 4:52 pm

Re: Bendera, Lagu Kebangsaan, Upacara, Penghormatan, HARAM

Postby duren » Fri Aug 19, 2011 8:07 am

Image
Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono

"Saat ini muncul berbagai anggapan negatif sebagian kalangan bahwa negara kita lunak, dan bangsa kita bangsa yang lembek


Mantab Jendral !!
Hajar aja tuh para teman teman si PP :finga:
User avatar
duren
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 11007
Images: 14
Joined: Mon Aug 17, 2009 9:35 pm

Re: Bendera, Lagu Kebangsaan, Upacara, Penghormatan, HARAM

Postby neo_cippie » Fri Aug 19, 2011 8:59 am

ekapuri wrote:Fatwa no. 2123 mengajak dan menganjurkan muslim/ah kaffah untuk menjadi penghianat negara, karena mereka lebih loyal kepada Arab daripada kepada negaranya sendiri.

Kalau menghormati bendera nasional kita dianggap bid'ah karena tidak dicontohkan oleh Muhammad dulu, 14 abad y.l.,berarti semua yang di bawah ini juga hukumnya bid'ah:
- Muslim/ah yang menggunakan mobil sebagai sarana transportasi. Ini bid'ah hukumnya karena Muhammad mencontohkannya kan naik unta atau jalan kaki. Dulu kan tidak ada mobil, selain itu mobil adalah penemuan kafir.
- Muslim/ah yang menggunakan kompor gas dan/atau listrik
- Muslim/ah yang menggunakan kulkas di rumah mereka
- Muslim/ah yang mempunyai dan menggunakan alat-alat elektronik seperti TV, video, computer, stereo, camera, HP, dll.
- Ke Mekkah untuk berhaji dengan menggunakan pesawat terbang yang notebene buatan kafir dan tidak ada pada zaman Muhammad.
- Muslim/ah yang menggunakan jam, baik itu jam tangan, jam dinding, apalagi yang digital, karena dulu pada zaman Muhammad kan itu semua tidak ada, tidak dicontohkan oleh Muhammad.
- Muslim/ah yang dirawat di rumah sakit modern, dengan menggunakan misalnya elektrokardiograf yang buatan kafir. Dulu tidak ada pada zaman Muhammad.
- Muslimah yang melahirkan di rumah sakit modern dengan peralatan yang notebene buatan kafir.
- Muslim/ah yang menerima transfusi darah. Ini bid'ah karena tidak dicontohkan oleh Muhammad.
- Dan masih banyak lagi yang lainnya.

Wah repotnya jadi muslim/ah kalau harus mengikuti semua contoh nabi mereka. Selain itu jadi penghianat negara pula.

Semoga setiap hari ada muslim/ah di Indonesia yang murtad, sehingga pada suatu saat muslim/ah akan menjadi minoritas di NKRI, dengan demikian NKRI punya harapan untuk bertahan.


benar, saya juga berpikir demikian. namun sayangnya para muslim menggunakan "Standar Ganda" tentang bi'dah. :partyman:

selama temuan/produk/cara kafir selaas dengan keinginan, cita-cita, tujuan mereka mereka menganggap tidak apa2. seperti contohnya yang telah disebutkan diatas.

TAPI. kalau tidak sesuai dengan cita2/keinginan mereka maka dianggap "HARAM". seperti contohnya nasionalisme dan demokrasi.

bahkan mereka berjuang JIHAD dengan "BOM" yang ilmu membuatnya juga dari orang kafir. :supz:
neo_cippie
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 4
Joined: Fri Aug 05, 2011 9:33 am

Re: Bendera, Lagu Kebangsaan, Upacara, Penghormatan, HARAM

Postby ekapuri » Sat Aug 20, 2011 4:56 am

neo_cippie wrote:selama temuan/produk/cara kafir selaas dengan keinginan, cita-cita, tujuan mereka mereka menganggap tidak apa2. seperti contohnya yang telah disebutkan diatas.

TAPI. kalau tidak sesuai dengan cita2/keinginan mereka maka dianggap "HARAM". seperti contohnya nasionalisme dan demokrasi.

bahkan mereka berjuang JIHAD dengan "BOM" yang ilmu membuatnya juga dari orang kafir. :supz:


Iya, itu namanya oportunis dan plinplan. Jadi semakin susah mau mempercayai muslim/ah kaffah.
ekapuri
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 166
Joined: Sat Jun 18, 2011 4:52 pm

Re: Bendera, Lagu Kebangsaan, Upacara, Penghormatan, HARAM

Postby Berto@ » Sat Aug 20, 2011 11:37 am

kalau boleh jujur saya sebenarnya malah senang dengan tingkah laku muslim yg seperti ini =D>
User avatar
Berto@
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 747
Joined: Thu May 05, 2011 1:27 pm

Re: Bendera, Lagu Kebangsaan, Upacara, Penghormatan, HARAM

Postby MyJuliet » Mon Aug 22, 2011 10:13 am

selama temuan/produk/cara kafir selaas dengan keinginan, cita-cita, tujuan mereka mereka menganggap tidak apa2. seperti contohnya yang telah disebutkan diatas.
MyJuliet
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 3
Joined: Tue Aug 02, 2011 1:02 pm

Re: Bendera, Lagu Kebangsaan, Upacara, Penghormatan, HARAM

Postby ekapuri » Thu Aug 25, 2011 1:10 am

Berto@ wrote:kalau boleh jujur saya sebenarnya malah senang dengan tingkah laku muslim yg seperti ini =D>


Karena apa?
ekapuri
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 166
Joined: Sat Jun 18, 2011 4:52 pm

Re: Bendera, Lagu Kebangsaan, Upacara, Penghormatan, HARAM

Postby jerry0503222 » Thu Aug 25, 2011 3:27 pm

Benar-benar sudah parah racun islam menggerogoti hati manusia Indonesia
pertama mengubur hati nurani,kemudian menyangkal logika dengan segala akrobatiknya.
Lalu mencederai rasa nasionalisme dan merelakan diri menjadi budak-budak arab


***FFI bukan tempat berjualan, promosi produk dihapus*** - M
jerry0503222
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 4
Joined: Thu Aug 25, 2011 3:22 pm

Re: Bendera, Lagu Kebangsaan, Upacara, Penghormatan, HARAM

Postby muhamad haram » Sat Nov 05, 2011 3:11 pm

Koq jadi sama ya sama saksi yehova fatwa islam yg mengharamkan menghormat ke bendera.
Saya pernah punya temen di smp dulu yg ortu mereka saksi yehova, dan petuah ortunya melarang anaknya hormat bendera disaat upacara bendera.
Temen saya sering dihukum karena kasus itu tp sering dia ulangi lagi, dan dia tak pernah kasih tau alasan mengapa ga pernah menhormat bendera saat upacara. Konyol.... [-(
muhamad haram
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 547
Images: 0
Joined: Mon Feb 21, 2011 5:38 pm
Location: CIBITUNG

Re: Bendera, Lagu Kebangsaan, Upacara, Penghormatan, HARAM

Postby Al_Qirun » Thu Mar 08, 2012 1:25 am

Terlebih Pahlawan Kita Wage Rudolf Soepratman adalah seorang "kafir" menurut islam.

Image

MERDEKA...!!!
User avatar
Al_Qirun
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 325
Joined: Mon May 23, 2011 4:25 am

Next

Return to CARA BERPIKIR MUSLIM



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users