. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

BAKSO BABI BALI

BAKSO BABI BALI

Postby Adadeh » Thu May 04, 2006 2:39 pm

http://www.kompas.com/jalansutra/news/0 ... 142316.htm
Bakso dalam Perlawanan Budaya
Bondan Winarno
Kamis, 04 Mei 2006, 14:23 WIB

Sudah hampir setahun saya tidak singgah ke Bali. Ternyata, ada yang berubah ketika saya berkunjung ke sana lagi. Semakin sepi, tentu saja, sebagai akibat Bom Bali II yang terkutuk itu. Ada lagi satu hal yang mungkin tampak remeh, tetapi cukup terasa mengemuka.

Di beberapa warung pinggir jalan, saya lihat terpampang tulisan besar-besar: "Bakso Babi". Saya sendiri bukan penggemar bakso. Jadi, mungkin saja dulu ketika Bali masih ramai, penanda seperti itu luput dari radar pengamatan saya.

Setelah tiga hari berkeliling Bali, saya makin sadar bahwa penanda dan tulisan besar-besar itu sebetulnya memang disengaja. Bukan sesuatu yang tampil secara innocent. Dan, memang betul, dulu hanya ditulis "bakso saja" – tanpa embel-embel "babi".

"Itu adalah simbol perlawanan budaya rakyat Bali," kata Ketut, pengemudi mobil sewaan. Sengaja tidak saya lengkapkan namanya di sini, atas permintaannya sendiri.

Lho, kok bakso jadi simbol perlawanan budaya? Ah, alangkah wasis dan waskita Blih Ketut ini. Ketut memang bukan manusia awam. Pemahamannya tentang Wedha, kitab suci Hindu Bali, sangat mendalam. Ia juga menyebut dirinya seorang vegetarian (tidak makan daging) sebagai salah satu ukuran tingkat pengamalan religinya. "Tapi, kalau di kampung ada acara makan-makan, saya ikut makan daging yang disajikan demi menjaga harmoni dengan para tetangga," katanya bijak.
Menurut Ketut, munculnya tulisan besar-besar "Bakso Babi" itu dipicu oleh isu formalin yang merebak beberapa bulan yang lalu. "Kami sungguh merasa dicederai oleh isu formalin itu," katanya. "Kok bisa pemerintah lalai melindungi rakyat yang cuma makan tahu dan tempe, serta membiarkan rakyat makan tahu yang berbahaya bagi kesehatan selama puluhan tahun?" lanjutnya dalam nada kemarahan yang diredam.

Ikan laut dan daging sapi juga sama saja. Dicemari dengan bahan kimia untuk mengawetkannya demi keuntungan bisnis. "Akhirnya, kami masyarakat Bali berkesimpulan bahwa hanya babi-lah yang dapat kami jamin tidak mengandung bahan-bahan berbahaya," kata Ketut.

Tetapi, seperti saya duga, isu formalin ternyata memang hanya menjadi faktor pemicu tehadap sesuatu yang laten. Tragedi Bom Bali I dan II merupakan luka yang masih segar dalam setiap hati warga Bali. Mau tidak mau, isu agama muncul di sana. Suka atau tidak suka, pikiran-pikiran untuk memaksakan agama dan norma baru di Pulau Dewata menjadi kecurigaan yang berdalih.

Kemarahan masyarakat Bali yang bertumpuk-tumpuk akhirnya meluap. Dengan berani mereka sekarang menyatakan sikap. Antara lain, bahwa babi bukanlah makanan haram bagi pemeluk Hindu Bali. Namun demikian, harus tetap diingat bahwa pada dasarnya masyarakat Bali sangat akomodatif. Lebih dari seratus tahun yang silam, Raja Karangasem justru mendatangkan sekelompok Muslim untuk bermukim di kawasan itu. Warung "Satria" di Denpasar menyajikan masakan khas Bali yang justru tidak mengandung babi agar dapat dinikmati oleh siapa saja.

"Sekarang dengan wacana tentang RUU APP (Rancangan Undang-undang Anti-Pornografi dan Pornoaksi), masyarakat Bali merasa lebih dipojokkan lagi. Apakah budaya kami selama ini begitu bobroknya, sehingga harus diatur dengan undang-undang baru yang sudah jelas akan mengubah budaya dan tradisi kami?" kata Ketut – kali ini dengan nada kemarahan yang semakin kentara.

Anda benar! Seorang Ketut memang tidak mewakili suara seluruh masyarakat Bali. Saya juga bukan seorang peneliti ilmiah yang melakukan riset bermetodologi untuk ihwal yang satu ini. Saya hanya mendengar dengan telinga dan hati, suara seorang warga bangsa yang sesaudara dengan saya. Namun, Anda tetap tidak perlu percaya kebenaran dari tulisan saya ini.

Biasanya, di bawah tulisan "Bakso Babi" itu tampil pula tulisan lain yang tidak kalah menonjol, yaitu: "Krama Bali". Krama Bali sebenarnya adalah mirip seperti Rukun Tetangga, tetapi lebih melembaga sebagai tatanan adat. Ini adalah lembaga yang sudah mengakar sejak lama, tetapi mengapa mulai ditonjolkan lagi sekarang?

Lagi-lagi Blih Ketut memberi pencerahan kepada saya. "Sebetulnya tersirat maksud untuk mengingatkan masyarakat Bali sendiri agar lebih berpegangan pada tata bermasyarakat yang sudah ada di sini sejak dulu. Sistem banjar yang didasari pada kegotongroyongan mengadakan air untuk sawah adalah sebuah konsep kerukunan yang sudah cukup dikenal oleh masyarakat di luar Bali karena diajarkan di sekolah. Tetapi, sistem krama ini belum cukup dikenal," katanya.

Kalau saya perhatikan dari penjelasan Ketut selanjutnya, ada kemiripan konsep krama Bali ini dengan konsep ba dalam tata adat dan tata bermasyarakat di Jepang (lebih lanjut dapat dibaca dalam buku Chie Nakane berjudul The Chrysanthemum and the Sword dan Japanese Society: Continuity and Change).

Dalam konsep krama dan ba, tetangga lebih penting daripada saudara. Contohnya: bila seseorang meninggal. Apakah perawatan jenazahnya harus menunggu para saudara yang tempat tinggalnya berjauhan? Bukankah para tetangga akan terlebih dulu datang untuk membantu apa saja yang diperlukan keluarga yang kedukaan?

Pemahaman itu membuat mereka yang hidup bertetangga menyadari bahwa menjaga harmoni di antara tetangga adalah sangat penting. Cepat atau lambat, untuk urusan kecil maupun urusan besar, seseorang akan memerlukan bantuan para tetangganya.

Di Bali, peran para tetangga menjadi lebih besar karena banyak sekali ritual pelintasan (rites of passage) dalam hidup mereka yang memerlukan upacar besar. Kelahiran dirayakan dengan megibung (makan bersama) untuk mensyukuri nyawa dan jiwa baru yang hadir di tengah mereka. Pangur gigi (meratakan gigi dengan kikir) merupakan upacara yang setara dengan khitanan di budaya Nusantara lainnya, atau bar mitzvah bagi masyarakat Yahudi. Kematian seseorang harus melewati upacara panjang dan rumit yang diakhiri dengan ngaben (kremasi) yang memerlukan kerja bakti warga banjar.

"Dengan menulis Krama Bali besar-besar, syukur-syukur para wisatawan yang berkunjung ke Bali juga sadar bahwa di masyarakat kami ada tatanan kuat yang perlu dihormati. Kami memang berbeda, tetapi kami ingin harmonis dengan siapa saja. Dari dulu Bali tidak pernah tertutup. Semua orang silakan datang ke Bali," kata Ketut.

Yang juga tidak luput dari layar radar saya adalah semboyan yang ditampilkan di beberapa gapura kampung. Tulisannya berbunyi: "Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung." Sebuah peringatan yang sangat dalam maknanya bagi setiap orang yang berada di situ dan mampu membaca serta memahaminya. Setahu saya, local wisdom ini hidup di Sumatra Barat. Bahwa masyarakat Bali meminjamnya untuk mengingatkan semua "tamu" ke pulaunya, kiranya merupakan permohonan yang sangat menggetarkan.

Mengapa saya menulis hal-hal yang agak bersinggungan dengan urusan politik seperti ini? Soal jalan-jalan memang tidak bisa sepenuhnya terbebas dari urusan politik. Bukankah travel ban adalah urusan politik? Bukankah visa kunjungan Anda ke Israel harus dicantumkan pada selembar kertas agar paspor Anda tidak menunjukkan jejak kunjungan ke "negeri terlarang" itu? Maaf, bila tulisan ini tidak berkenan di hati Anda.

Bila Anda sering berkelana, cobalah sematkan peringatan berikut ini di dalam hati Anda, dan amalkan secara tulus: di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.

Selamat jalan-jalan dan makan-makan!
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby ali5196 » Thu May 04, 2006 2:46 pm

Tuh khan, Islam semakin dibenci kanan-kiri, Muslim nggak sadar2 juga.

Eh tunggu dulu ... Bukannya itu salahnya KRISTEN SEMUA ! YAH PASTI YAHUDI/KRISTEN YANG BIKIN BAKSO BABI ITU ... Itu tukang bakso Bali itu khan .. itu khan ... samaran Kristen ...

Yah, bunuh bunuh bunuh ... alllahhhuuuuooooakbar !!
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby moe » Thu May 04, 2006 3:07 pm

ali5196 wrote:Tuh khan, Islam semakin dibenci kanan-kiri, Muslim nggak sadar2 juga.

Eh tunggu dulu ... Bukannya itu salahnya KRISTEN SEMUA ! YAH PASTI YAHUDI/KRISTEN YANG BIKIN BAKSO BABI ITU ... Itu tukang bakso Bali itu khan .. itu khan ... samaran Kristen ...

Yah, bunuh bunuh bunuh ... alllahhhuuuuooooakbar !!

pssstt
saya dapat bocoran : CIA dan MOSAD terlibat sbg sponsor gerakan ini
User avatar
moe
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 618
Joined: Sat Mar 18, 2006 12:46 pm

Postby barabaig » Thu May 04, 2006 3:34 pm

moe wrote:
ali5196 wrote:Tuh khan, Islam semakin dibenci kanan-kiri, Muslim nggak sadar2 juga.

Eh tunggu dulu ... Bukannya itu salahnya KRISTEN SEMUA ! YAH PASTI YAHUDI/KRISTEN YANG BIKIN BAKSO BABI ITU ... Itu tukang bakso Bali itu khan .. itu khan ... samaran Kristen ...

Yah, bunuh bunuh bunuh ... alllahhhuuuuooooakbar !!

pssstt
saya dapat bocoran : CIA dan MOSAD terlibat sbg sponsor gerakan ini


breking niuss: dana hasil penjualan bakso babi itu disalurkan ke rekening khusus untuk mendukung gerakan zionisme di seluruh dunia :P
User avatar
barabaig
Translator
 
Posts: 356
Joined: Wed Sep 21, 2005 2:16 pm
Location: jakarta

Postby moe » Thu May 04, 2006 4:13 pm

barabaig wrote:
moe wrote:
ali5196 wrote:Tuh khan, Islam semakin dibenci kanan-kiri, Muslim nggak sadar2 juga.

Eh tunggu dulu ... Bukannya itu salahnya KRISTEN SEMUA ! YAH PASTI YAHUDI/KRISTEN YANG BIKIN BAKSO BABI ITU ... Itu tukang bakso Bali itu khan .. itu khan ... samaran Kristen ...

Yah, bunuh bunuh bunuh ... alllahhhuuuuooooakbar !!

pssstt
saya dapat bocoran : CIA dan MOSAD terlibat sbg sponsor gerakan ini


breking niuss: dana hasil penjualan bakso babi itu disalurkan ke rekening khusus untuk mendukung gerakan zionisme di seluruh dunia :P

pilot project di: darul islam
User avatar
moe
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 618
Joined: Sat Mar 18, 2006 12:46 pm

Postby telor » Fri May 05, 2006 5:18 pm

Gue harap di daerah laen juga tumbuh semangat seperti ini.
User avatar
telor
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1078
Joined: Sat Oct 22, 2005 1:51 pm

Postby Aceng Agogo » Fri May 05, 2006 11:17 pm

********

Cacian kotor dihapus oleh Admin_Indo.
Aceng Agogo
Banned
 
Posts: 83
Joined: Tue Apr 25, 2006 12:37 am
Location: Bandung tapi di Djokdja

Postby telor » Sat May 06, 2006 11:52 pm

Aceng Agogo wrote:***** (dihapus Admin_Indo)



Hey kupluk.. cuman begitukah tanggapan elo?
Atau emang elo ngga ngerti maksud thread ini?
User avatar
telor
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1078
Joined: Sat Oct 22, 2005 1:51 pm

Postby Phoenix » Sun May 07, 2006 6:17 am

ali5196 wrote:Tuh khan, Islam semakin dibenci kanan-kiri, Muslim nggak sadar2 juga.

Eh tunggu dulu ... Bukannya itu salahnya KRISTEN SEMUA ! YAH PASTI YAHUDI/KRISTEN YANG BIKIN BAKSO BABI ITU ... Itu tukang bakso Bali itu khan .. itu khan ... samaran Kristen ...

Yah, bunuh bunuh bunuh ... alllahhhuuuuooooakbar !!


Apalagi kalau baksonya adlaah bakso babi terkenal darri IKEA: IKEA Meatballs...hi..hi..
Phoenix
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 11175
Joined: Mon Feb 27, 2006 5:33 am
Location: FFI

Postby curious » Sun May 07, 2006 6:24 am

oh yeah! i love swedish meatballs dari ikea :D itu babi apa sapi sih, nix?
User avatar
curious
Translator
 
Posts: 3705
Joined: Wed Mar 22, 2006 5:08 am

Postby wachdie.jr » Sun May 07, 2006 6:38 am

Ada yang pernah tau dan makan di Warung Dobil enggak di Nusadua?
Mereka sedia "Babi Guling Halllal", karena yang jual babi nya Haji dari Lombok
...

:roll:
User avatar
wachdie.jr
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2088
Joined: Tue Sep 20, 2005 8:19 am

Postby curious » Sun May 07, 2006 6:41 am

....asal enak, dihalal-halalkan ya?
agama abu-abu benar tuh!

tak heranlah. membunuh dihalalkan, merampok dihalalkan, memperkosa dihalalkan, membohong dihalalkan. apa susahnya menghalalkan makanan enak.
User avatar
curious
Translator
 
Posts: 3705
Joined: Wed Mar 22, 2006 5:08 am

Postby Phoenix » Sun May 07, 2006 7:21 am

curious wrote:oh yeah! i love swedish meatballs dari ikea :D itu babi apa sapi sih, nix?


Campur... Orang sini kalau bikin Swedish meatballs pake dagingnya 50% babi, 50% sapi :mrgreen:
Phoenix
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 11175
Joined: Mon Feb 27, 2006 5:33 am
Location: FFI

Postby anti islam » Sun May 07, 2006 2:29 pm

Phoenix wrote:
curious wrote:oh yeah! i love swedish meatballs dari ikea :D itu babi apa sapi sih, nix?


Campur... Orang sini kalau bikin Swedish meatballs pake dagingnya 50% babi, 50% sapi :mrgreen:


Muslim boleh ikutan makan babi asal bilang dlm keadan kepepet ama bilang bismilah..rejeki koq ditolak..he..he... :D :D
anti islam
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 706
Joined: Sat Nov 05, 2005 1:51 am

Postby -The Archangel- » Sun May 07, 2006 4:07 pm

makanan enak kok diharamkan
hahaha.
User avatar
-The Archangel-
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 142
Joined: Sun Apr 30, 2006 11:55 pm

Postby abdulah » Mon May 08, 2006 1:10 am

Menurut berita , pemberontak teroris Islamc Chesnya yang tewas oleh aparat Rusia , jenazahnya dibungkus oleh kulit babi , agar menjadi peringatan bagi teroris Islam , bahwa jenazah muslim yang dibungkus oleh kulit babi tidak dapat kesurga.

Hehehehehehe...........mirip babi guling saingan bakso babi ala Bali !!
abdulah
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 764
Joined: Sun Oct 23, 2005 12:05 am

Postby Adadeh » Mon May 08, 2006 6:28 am

Wah, pinter tuh Rusia. Teknik lawan teroris Muslim pakai daging dan darah babi ini memang terbukti manjur banget. Dulu di Perang Dunia II, tentara Amerika juga menerapkan hal yang sama ketika melawan teroris Muslim di Filipina. Seharusnya ini juga dilakukan untuk melawan Al-Qaeda. Peluru tentara AS harus diolesi minyak dan darah babi dulu dan disiarkan besar2an agar semua teroris Muslim tahu.
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... =4416#4416
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby Phoenix » Mon May 08, 2006 6:33 am

Wah..bisa jadi taktik baru nih..mungkin ada bagusnya di Kedubes AS juga disiram minyak babi tembok-temboknya..he..he...
Phoenix
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 11175
Joined: Mon Feb 27, 2006 5:33 am
Location: FFI

Postby Adadeh » Mon May 08, 2006 6:41 am

Wah, gue jadi punya usul baru nih. Minyak dunia dalam kurun waktu sekitar 50 tahun lagi bakal habis tuh. Gimana kalau pengganti minyak adalah bahan bakar baru yang memakai unsur minyak babi (secangkir per galon - pokoknya ada unsur babi). Mungkin dengan itu para Muslim akan memilih naik onta lagi ke mana2. Hehehe ...
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby Phoenix » Mon May 08, 2006 6:55 am

Adadeh..aku kemaren baru nonton acara program di TV tentang tambang minyak di Canada yang dinamakan SANDOIL. Karena di canada dingin, jadi minyaknya masih menyatu dgn pasir..setelah melalui proses pemanasan dll, maka didapati hasilnya minyak sama spt di Arab bahkan katanya lebih bagus kualitasnya. Ketika ditanya, sebanyak apa SAND OIL ini? Dijawab, melebihi kapasitas minyaknya negeri Arab...
He..he..he..siap-siap ngikutin langkah HAMAS...alias bangkrut!!!
Nah bagus tuh usulnya, nanti minyak dari Canada itu diberi unsur babi, jadi kalau arab kehabisan minyak, nggak bisa pake minyak dari canada...

Image Image
Phoenix
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 11175
Joined: Mon Feb 27, 2006 5:33 am
Location: FFI

Next

Return to KOLOM BABI, hewan dll tata cara makan dan pantangan Islam



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users