. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Baiat Perang di Aqabah (Persiapan Jihad yg Mula-mula)

Kehidupan, pengikut, kepercayaan, pikiran dan ucapan Muhammad.

Baiat Perang di Aqabah (Persiapan Jihad yg Mula-mula)

Postby Duladi » Sat Oct 03, 2009 4:21 pm

Baiat Perang di Aqabah (Persiapan Jihad yg Mula-mula)

Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 400-401

    Pertemuan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dengan Para Peserta Baiat Al-Aqabah

    Kami berkumpul di syi'b menunggu kedatangan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam hingga beliau datang ditemani AI-Abbas bin Abdul Muththalib, yang ketika itu masih memeluk agama kaumnya. Ia ingin hadir dalam urusan anak saudaranya dan mendukungnya. Ketika Rasulullah Shalla' lahu Alaihi wa Sallam telah duduk, maka orang yang pertama kali angkat bicara adalah Al-Abbas bin Abdul Muththalib. Ia berkata, `Hai orang-orang Al-Khazraj -orang-orang Arab menamakan perkampungan Anshar dengan nama Al-Khazraj; baik Al-Khazraj sendiri atau Al-Aus-, sesungguhnya Muhammad adalah bagian dari kami seperti kalian ketahui. Kami telah melindunginya dari kaum kami dari orang-orang yang pendiriannya seperti saya. Ia berada dalam perlindungan dari kaumnya dan jaminan keamanan di negerinya. Namun ia lebih suka bergabung dengan kalian dan menyatu dengan kalian.. Jika kalian yakin bahwa kalian mampu memenuhi apa yang ia serukan kepada kalian dan kalian melindunginya dari orang-orang yang menentangnya, kalian berhak melakukannya dan menanggungnya. Jika kalian yakin bahwa kalian akan menyerahkannya kepada musuhnya dan menelantarkannya setelah ia bergabung kepada kalian, maka sejak sekarang biarkan dia, karena dia sudah berada dalam perlindungan dan jaminan keamanan dari kaumnya dan negerinya.'

    Kami katakan kepada AI-Abbas bin Abdul Muththalib, 'Kami telah mendengar apa yang baru engkau ucapkan. Silahkan bicara, wahai Rasulullah! Ambillah untuk dirimu dan untuk Tuhanmu apa saja yang engkau sukai!'

    Teks Baiat Yang Diambil Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dari Kaum Anshar

    Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berbicara. Beliau membaca Al-Qur'an, mengajak mereka kepada agama Allah dan mengharapkan keislaman mereka. Setelah itu, beliau bersabda, 'Aku membait kalian agar kalian melindungiku sebagaimana kalian melindungi anak-istri kalian.'

    Al-Barra' bin Ma'rur memegang tangan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kemudian ia berkata, 'Ya, demi Dzat yang mengutusmu dengan membawa kebenaran, kami pasti melindungimu sebagaimana kami melindungi anak-istri kami. Baiatlah kami wahai Rasulullah! Demi Allah, kami ahli perang dan ahli senjata. Itu kami wariskan dari satu generasi kepada generasi lainnya.'

    Ketika Al-Barra' bin Ma'rur sedang berkata kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, ucapannya dipotong Abu Al-Haitsam bin At-Tayyahan. Abu Al-Haitsam bin At-Tayyahan berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya kita mempunyai hubungan dengan orang-orang (orang-orang Yahudi) dan kami akan memutusnya. Jika kami telah melakukannya, kemudian Allah memenangkanmu, maka apakah engkau akan pulang kepada kaummu dan meninggalkan kami?'

    Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tersenyum, kemudian beliau bersabda, 'Tidak. Darah (kalian) ialah darah(ku). Kehormatan (kalian) adalah kehormatan(ku). Aku bagian dari kalian dan kalian bagian dari diriku. Aku memerangi siapa saja yang kalian perangi dan berdamai dengan orang-orang yang kalian berdamai dengannya.'
    Setelah itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Pilih untukku dua belas naqib (pemimpin) agar mereka menjadi pemimpin bagi kaumnya.' Mereka memilih dua belas naqib dari mereka; sembilan dari Al-Khazraj dan tiga dari Al-Aus."

Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 404

    Perkataan Al-Abbas bin Ubadah pada Malam Al-Aqabah

    Ibnu lshaq berkata bahwa Ashim bin Umar bin Qatadah berkata kepadaku bahwa ketika kaum Anshar berkumpul untuk membaiat Rasulullah SAW, maka Al-Abbas bin Ubadah bin Nadhlah Al-Anshari, saudara Bani Salim bin Auf berkata, "Hai orang-orang Al-Khazra'. tahukah kalian, untuk apa kalian membaiat orang ini?"

    Mereka menjawab. "Ya, kami tabu."

    Al-Abbas bin Ubadah berkata, "Sesungguhnya kalian membait orang ini untuk memerangi orang-orang berkulit merah dan orang-orang berkulit hitam. Jika harta kalian yang habis itu kalian anggap sebagai musibah dan meninggalnya pemimpin-pemimpin kalian itu kalian anggap sehagai pembunuhan, maka menyerahlah kalian sejak sekarang. Demi Allah, jika kalian melakukan hal yang demikian, itulah kehinaan di dunia dan akhirat. Jika kalian yakin bahwa kalian memenuhi apa yang ia serukan kepada kalian, kendati hal tersebut mengurangi harta kalian dan menewaskan orang-orang tehormat kalian, ambillah dia. Demi Allah, itu kebaikan di dunia dan akhirat."

    Mereka berkata, "Kami mengambilnya kendati hal ini mengurangi harta kami dan menewaskan orang-orang terhormat kami. Jika kami melakukan hal tersebut, kami mendapatkan apa wahai Rasulullah?"

    Rasulullah SAW bersabda, "Surga."

    Mereka berkata, "Ulurkan tanganmu!"

    Rasulullah ShalallahuAlaihi wa Sallam mengulurkan tangannya. kemudian mereka membaiat beliau. Ashim bin Umar bin Qatadah berkata. "Demi Allah, Al-Abbas berkata seperti itu untuk menguatkan rantai Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di leher mereka." [Duladi: Ini adalah perkataan sindiran, bahwa Anshar itu bagaikan ANJING-ANJINGNYA Muhammad]

    Abdullah bin Abu Bakar berkata, "Al-Abbas berkata seperti itu agar kaum Anshar menunda pelaksanaan baiat pada malam itu dengan harapan baiat tersebut bisa dihadiri Abdullah bin Ubin Salul, kemudian urusan kaum Anshar menjadi lebih kuat." Wallahu a'lam pendapat mana yang lebih benar.

Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 405-406

    Jeritan Syetan setelah Baiat Al-Aqabah Kedua

    Ka'ab bin Malik berkata, "Setelah kami membaiat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, syetan menjerit dari atas Al-Aqabah dengan teriakan keras yang bisa aku dengar, `Hai penduduk Al-Jabajib, ketahuilah bahwa Mudzammam (yang ia maksud dengan Mudzammam ialah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam) dan orang-orang murtad bersamanya telah bersatu untuk memerangi kalian.'

    Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Ini Azab, syetan Al-Aqabah. Ini anak Azyab. Dengarkan wahai musuh Allah, demi Allah, aku pasti mematikanmu.' Setelah itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepada kaum Anshar, `Pulanglah kalian ke pos kalian'."

    Sebagian Orang-orang Anshar Ingin Segera Perang

    Al-Abbas bin Ubadah bin Nadhlah berkata kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, "Demi Allah yang mengutusmu dengan membawa kebenaran, jika engkau mau, kami akan pergi kepada orang-orang di Mina dengan pedang-pedang kami." Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Kami tidak diperintahkan untuk itu. Pulanglah kalian ke pos kalian."

    Pertemuan Orang-orang Quraisy dengan Kaum Anshar

    Ka'ab bin Malik berkata, "Kemudian kami pulang ke tempat tidur kami dan tidur di dalamnya hingga pagi hari. Esok harinya, tokoh-tokoh Quraisy datang ke tempat kami. Mereka berkata, `Hai orang-orang Al-Khazraj, kami mendapat informasi bahwa kalian telah datang kepada sahabat kami (Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallan) untuk mengeluarkannya dari kami dan kalian telah berbaiat untuk memerangi kami. Demi Allah, tidak ada satu kabilah yang paling kami benci yang membuka perang antara kami dengan mereka daripada kalian.'

    Kontan kaum kami yang masih musyrik bersumpah. bahwa ini tidak akan terjadi. Kami tidak pernah bercerita masalah baiat kepada mereka. Sungguh, mereka berkata benar, bahwa mereka tidak mengetahui masalah ini. Sebagian dari kami memandang kepada sebagian yang lain. Kemudian orang-orang berdiri termasuk Al-Harits bin Hisyam bin Al-Mughirah Al-Makhzumi yang mengenakan sandal baru. Aku berkata kepadanya dengan satu ungkapan. Dengan ungkapan tersebut, aku ingin melibatkan orang-orang dari kaumku dalam menjawab pertanyaan orang-orang Quraisy. Aku berkata, `Hai Abu Jabir, engkau salah seorang pemimpin kami, apakah engkau tidak dapat menjadi seperti dua sandal anak muda Quraisy tersebut?' Perkataanku tersebut didengar AI-Harits, kemudian ia lepas kedua sandalnya dan melemparkannya kepadaku. la berkata, 'Demi Allah. engkau pasti mengenakan sandal ini.' AI-Harits berkata lagi, 'Demi Allah, engkau melindungi anak muda Quraisy tersebut. Kembalikan sandalnya kepadanya!' Aku (Ka'ab bin Malik) berkata, `Tidak, demi Allah, aku tidak akan mengembalikannya. Demi Allah, ini harapan yang baik. Jika harapan ini terbukti baik, aku pasti merebutnya'."

Penjelasan Sejarawan Ibnu Ishaq mengenai Baiat Perang Aqabah

Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 410

    Baiat untuk Perang

    Ibnu Ishaq berkata, "Pada bait untuk perang -ketika Allah mengizinkan Rasul-Nya berperang- terdapat syarat-syarat yang lain selain syarat-syarat pada baiat Al-Aqabah Pertama, karena baiat pertama adalah seperti bait kaum wanita. Baiat Al-Aqabah Pertama dinamakan baiat kaum wanita, karena Allah Ta'ala tidak mengizinkan Rasul-Nya berperang. Ketika Allah Ta ala telah mengizinkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berperang dan kaum Anshar membaiat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di Al-Aqabah Kedua untuk memerangi orang-orang berkulit sawo matang dan merah, maka Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengambil untuk dirinya, memberi persyaratan-persyaratan kepada kaum Anshar dan menjanjikan surga untuk mereka jika mereka memenuhi syarat-syarat baiat."
Last edited by Duladi on Sat Oct 03, 2009 5:27 pm, edited 1 time in total.
Duladi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Re: Baiat Perang di Aqabah (Persiapan Jihad yg Mula-mula)

Postby Duladi » Sat Oct 03, 2009 4:44 pm

Ngakunya nabi utusan awloh, tapi dia tidak minta perlindungan awloh, malah minta perlindungan manusia (orang-orang Anshar). Ada apa dengan awlohnya? Apakah awloh gak sanggup melindungi utusannya? Atau, awloh itu hanyalah tuhan palsu karangannya sendiri, makanya Muhammad tidak sudi meminta perlindungan dari awlohnya tapi lebih suka meminta perlindungan dari manusia?

Lha kalau dia membela status kenabiannya pakai jihad, lha terus mana bukti Tuhan telah mengutusnya? Gak ada khan?
Bagaimana kita dapat tahu dia benar-benar utusan Tuhan, kalau caranya kayak gitu?


Seharusnya semua orang yang masih muslim malu bila mendengar kata Jihad. Karena Jihad ini malah membuktikan Muhammad seorang bajingan, bukan nabi.
Duladi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Re: Baiat Perang di Aqabah (Persiapan Jihad yg Mula-mula)

Postby HILLMAN » Sat Oct 03, 2009 5:20 pm

Bang Dul, sebuah paparan menarik dan jelas dari sebuah fakta yang diusahakan sirna bersama waktu dan upaya pembenaran-pembenaran palsu.

Salam hanya untuk orang yang berpikir.
User avatar
HILLMAN
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2870
Joined: Wed Aug 01, 2007 11:22 am
Location: Jakarta

Re: Baiat Perang di Aqabah (Persiapan Jihad yg Mula-mula)

Postby Head Fixer » Sat Oct 03, 2009 5:39 pm

ah keledai bawa kitab ..gak ngerti isinya ....
tentu saja maksud Abbas itu jika Ansar bersedia membela Muhammad saw, konsekuensinya adalah Quraish akan berperang dgn orang2 yang melindungi Muhammad, karena Quraish sudah NYATA-NYATA memerangi dan menyiksa pengikut Nabi.
jika Quraish tidak memerangi NAbi dan pengikut beliau secara fisik maka SUMPAH SETIA itu tidak akan berujung pada penyerangan Quraish.
Penentangan orang Quraish sudah bukan ejekan lagi dan bukan klaim-klaim tetapi konfrontasi fisik.
Abbas seperti nya jaga imej, sebab sebuah kehinaan sebuah klan tidak bisa menjaga anggota klannya sendiri, makanya Abbas berkata bahwa ini bukan keinginan Abbas dan anggota klannya menelantarkan Muhammad dan meminta Ansar melindunginya, dibuatlah seolah-olah nabi yang meminta untuk dilindungi. pdahal jelas Abbas sudah tidak sanggup menghadapi Abu Jahal kakaknya dalam mengganggu nabi saw dan ummat.
Abbas berkata bahwa NAbi diminta dilindungi dari orang2 yang menentangnya ...GAK ADA TUHH MINTA ANSAR UNTUK MENYERANG ORANG YG MENENTANG beliau . POINNYA ADALAH MELINDUNGI NABI DARI PARA PENGGANGGU, BUKAN MEMINTA ANSAR MENYERANG PENENTANG NABI. APALAGI SEKEDAR MELANGGENGKAN STATUS KENABIAN ..BOLLOT SEKALI ITU MAH TUDUHAN ...

karena Muhammad dan muslim sudah bagian dari keluarga Ansar, Ansar akan memperlakukan siapa saja yg mengganggu nabi dan ummat seperti siapa saja yg mengganngu anggota suku mereka sendiri. lagi pula ISI dari perjanjian Aqaba berlaku jika nabi sudah sampai di madina.
gue tanya mana poin2 kesepakatan Aqaba nya ? ...
mana poin yg isinya ansar akan menyerang Quraish
Head Fixer
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3161
Joined: Thu Jan 08, 2009 9:34 am

Re: Baiat Perang di Aqabah (Persiapan Jihad yg Mula-mula)

Postby Duladi » Sat Oct 03, 2009 6:10 pm

Head Fixer wrote:ah keledai bawa kitab ..gak ngerti isinya ....
tentu saja maksud Abbas itu jika Ansar bersedia membela Muhammad saw, konsekuensinya adalah Quraish akan berperang dgn orang2 yang melindungi Muhammad, karena Quraish sudah NYATA-NYATA memerangi dan menyiksa pengikut Nabi.


1) Ada pengakuan tegas dari Abbas saudara sepupu Muhammad sendiri, kalau Muhammad di negerinya sendiri adalah AMAN.

    Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 400-401

    Pertemuan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dengan Para Peserta Baiat Al-Aqabah

    Kami berkumpul di syi'b menunggu kedatangan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam hingga beliau datang ditemani AI-Abbas bin Abdul Muththalib, yang ketika itu masih memeluk agama kaumnya. Ia ingin hadir dalam urusan anak saudaranya dan mendukungnya. Ketika Rasulullah Shalla' lahu Alaihi wa Sallam telah duduk, maka orang yang pertama kali angkat bicara adalah Al-Abbas bin Abdul Muththalib. Ia berkata, `Hai orang-orang Al-Khazraj -orang-orang Arab menamakan perkampungan Anshar dengan nama Al-Khazraj; baik Al-Khazraj sendiri atau Al-Aus-, sesungguhnya Muhammad adalah bagian dari kami seperti kalian ketahui. Kami telah melindunginya dari kaum kami dari orang-orang yang pendiriannya seperti saya. Ia berada dalam perlindungan dari kaumnya dan jaminan keamanan di negerinya.

2) Kalau pun benar ada penganiayaan terhadap pengikut Muhammad, itu lebih disebabkan pada kesalahan dari pihak Muhammad sendiri. Contohnya: Penghinaan yang Muhammad lakukan terhadap tuhan-tuhan Quraish, penghinaan terhadap budaya dan nenek moyang quraish, serta ajaran sholat yang gendeng (50x sehari) yang tentu saja akan menyebabkan para budak itu lalai dari pekerjaannya.

Head wrote:Penentangan orang Quraish sudah bukan ejekan lagi dan bukan klaim-klaim tetapi konfrontasi fisik.


Tidak ada konfrontasi fisik yang dipersiapkan Quraish, sebelum mereka tahu niat Muhammad memerangi mereka.
Kisahnya sudah pernah saya post-kan di FFI:
Kenapa Quraish Ingin Membunuh Muhammad? Sebuah Jawaban

Head wrote:Abbas seperti nya jaga imej, sebab sebuah kehinaan sebuah klan tidak bisa menjaga anggota klannya sendiri, makanya Abbas berkata bahwa ini bukan keinginan Abbas dan anggota klannya menelantarkan Muhammad dan meminta Ansar melindunginya


Bahasa kasarnya, Muhammad minggat kepada suku lain dan menjadikan dirinya sebagai bagian dari suku tersebut alias 'NGAMBEK' gara-gara sukunya sendiri tidak mau mengakuinya nabi. Tetapi dibalik ke-ngambek-an itu juga berisi niat yang gak bener, yaitu BALAS DENDAM.

    Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 404

    Perkataan Al-Abbas bin Ubadah pada Malam Al-Aqabah

    Ibnu lshaq berkata bahwa Ashim bin Umar bin Qatadah berkata kepadaku bahwa ketika kaum Anshar berkumpul untuk membaiat Rasulullah SAW, maka Al-Abbas bin Ubadah bin Nadhlah Al-Anshari, saudara Bani Salim bin Auf berkata, "Hai orang-orang Al-Khazra'. tahukah kalian, untuk apa kalian membaiat orang ini?"

    Mereka menjawab. "Ya, kami tabu."

    Al-Abbas bin Ubadah berkata, "Sesungguhnya kalian membait orang ini untuk memerangi orang-orang berkulit merah dan orang-orang berkulit hitam. Jika harta kalian yang habis itu kalian anggap sebagai musibah dan meninggalnya pemimpin-pemimpin kalian itu kalian anggap sehagai pembunuhan, maka menyerahlah kalian sejak sekarang. Demi Allah, jika kalian melakukan hal yang demikian, itulah kehinaan di dunia dan akhirat. Jika kalian yakin bahwa kalian memenuhi apa yang ia serukan kepada kalian, kendati hal tersebut mengurangi harta kalian dan menewaskan orang-orang tehormat kalian, ambillah dia. Demi Allah, itu kebaikan di dunia dan akhirat."

Head wrote:dibuatlah seolah-olah nabi yang meminta untuk dilindungi. pdahal jelas Abbas sudah tidak sanggup menghadapi Abu Jahal kakaknya dalam mengganggu nabi saw dan ummat.


Hahahahaa......... kata siapa itu keinginan Abbas? Muhammad sebelum ketemu dengan orang-orang Anshar, dia sudah merengek-rengek kepada kabilah-kabilah Arab minta "di-adopsi" jadi nabi. Kisahnya juga sudah saya post di FFI. Baca:
Muhammad Ngemis-Ngemis: Minta Diakui Bahwa Dirinya Adalah Rosul

Head wrote:Abbas berkata bahwa NAbi diminta dilindungi dari orang2 yang menentangnya ...


"MENENTANG", berarti:

1) Muhammad datang, dia suruh kita ngucapin syahadat, tapi kita gak mau. Nah, ini sudah masuk kategori "MENENTANG".
2) Muhammad minta zakat, tapi gak dikasih. Nah, ini sudah masuk kategori "MENENTANG".
3) Muhammad mengajak kita JIHAD memerangi kafir, tapi kita gak mau. Nah, ini sudah masuk kategori "MENENTANG".
4) Muhammad kepingin bersetubuh dengan istrimu, tapi kamu melarangnya. Nah, ini sudah kategori "MENENTANG".

Pokoknya, APAPUN KEINGINAN MUHAMMAD, harus DIPATUHI, gak boleh dibantah dan ditentang.
Siapa yang berani nentang, akan berhadapan dengan JIHADIS.

Itu AROGAN, dan SAK KAREP-KAREPE DHEWE.

Ajaran sinting seperti itulah yang hendak Muhammad tanamkan ke dalam pola pikir pengikutnya, bahwa kalau orang jadi nabi, maka apapun KEINGINANNYA gak boleh ditolak.
Sudah jelas kalau dia ini nabi palsu. Nabi asli tidak akan kayak gitu.

Head wrote:GAK ADA TUHH MINTA ANSAR UNTUK MENYERANG ORANG YG MENENTANG beliau . POINNYA ADALAH MELINDUNGI NABI DARI PARA PENGGANGGU, BUKAN MEMINTA ANSAR MENYERANG PENENTANG NABI. APALAGI SEKEDAR MELANGGENGKAN STATUS KENABIAN ..BOLLOT SEKALI ITU MAH TUDUHAN ...


Sampeyan lah yang bollot, Mon.

    Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 404

    Perkataan Al-Abbas bin Ubadah pada Malam Al-Aqabah

    Ibnu lshaq berkata bahwa Ashim bin Umar bin Qatadah berkata kepadaku bahwa ketika kaum Anshar berkumpul untuk membaiat Rasulullah SAW, maka Al-Abbas bin Ubadah bin Nadhlah Al-Anshari, saudara Bani Salim bin Auf berkata, "Hai orang-orang Al-Khazra'. tahukah kalian, untuk apa kalian membaiat orang ini?"

    Mereka menjawab. "Ya, kami tabu."

    Al-Abbas bin Ubadah berkata, "Sesungguhnya kalian membait orang ini untuk memerangi orang-orang berkulit merah dan orang-orang berkulit hitam."

Head wrote:karena Muhammad dan muslim sudah bagian dari keluarga Ansar, Ansar akan memperlakukan siapa saja yg mengganggu nabi dan ummat seperti siapa saja yg mengganngu anggota suku mereka sendiri. lagi pula ISI dari perjanjian Aqaba berlaku jika nabi sudah sampai di madina.
gue tanya mana poin2 kesepakatan Aqaba nya ? ...
mana poin yg isinya ansar akan menyerang Quraish


Walah-walah.... lemot...!

Tuh di halaman 404 (lihat di atas) dan juga penjelasan dari Ibnu Ishaq halaman 410:

    Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 410

    Baiat untuk Perang

    Ibnu Ishaq berkata, "Pada bait untuk perang -ketika Allah mengizinkan Rasul-Nya berperang- terdapat syarat-syarat yang lain selain syarat-syarat pada baiat Al-Aqabah Pertama, karena baiat pertama adalah seperti bait kaum wanita. Baiat Al-Aqabah Pertama dinamakan baiat kaum wanita, karena Allah Ta'ala tidak mengizinkan Rasul-Nya berperang. Ketika Allah Ta ala telah mengizinkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berperang dan kaum Anshar membaiat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di Al-Aqabah Kedua untuk memerangi orang-orang berkulit sawo matang dan merah, maka Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengambil untuk dirinya, memberi persyaratan-persyaratan kepada kaum Anshar dan menjanjikan surga untuk mereka jika mereka memenuhi syarat-syarat baiat."

Itu adalah kalimat tersiratnya, "ORANG-ORANG BERKULIT SAWO MATANG (HITAM) & MERAH". (Artinya = SEMUA ORANG dari ras apapun atau SEGALA BANGSA)
Dan ini JAWABANNYA, siapa yang dimaksud dengan istilah tersebut:

    Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 405-406

    Al-Abbas bin Ubadah bin Nadhlah berkata kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, "Demi Allah yang mengutusmu dengan membawa kebenaran, jika engkau mau, kami akan pergi kepada orang-orang di Mina (Mekkah) dengan pedang-pedang kami."

Target Pertama Jihad adalah QURAISH. Berikutnya tentu saja sampeyan tahu sendiri. Sudah tertulis semuanya di Sirah.

Itulah kenapa, setelah hampir setahun di Medinah, Muhammad menyerang karavan dagang Quraish tanpa sebab-musabab yang jelas.
Intinya adalah untuk BALAS DENDAM & MEMBERANGUS orang-orang (suku) yang dianggapnya dapat menjadi penghalang bagi karirnya.
Duladi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Re: Baiat Perang di Aqabah (Persiapan Jihad yg Mula-mula)

Postby Head Fixer » Sun Oct 04, 2009 12:29 am

orang bollot mo ngajarin orang2 ttg sejarah ISlam ..cuih gak tau malu ... belajar baca dulu sono ..!!
AQABA : situasi yg terjadi adalah Nabi meminta Ansar melindunginya dari kejahatan orang2 yg menentang nabi saw, dan ini diwakili oleh Abbas yang kafir. masa Iya orang kafir cape-cape meminta kafir di negeri lain agar membela Muhammad hanya karena ajarannya ditolak dgn cara-cara wajar ? jelas sudah bahwa penentangan yg dilakukan kaumnya Abbas tdklah wajar shg abbas memandang perlu Muhammad dibantu untuk diselamatkan dari kaumnya.
bukankah Abbas sendiri menentang Islam dgn tdk memeluk ISlam ? masa iyee minta ansar untuk menjadi musuhnya ?
dan sungguh sebuah aib yg besar ketika sebuah Klan tdk mampu menjaga anggota keluarganya sendiri, dan untuk menutup malu ini Abbas mengatakan seolah-olah ini keinginan nabi yg memaksa untuk dilindungi Ansar. padahal ketua klan Abbas yakni si abu jahal sudah tdk bisa dikontrol dan sudah tdk sudi lagi melindungi Muhammad yg sebenarnya menjadi kewajibannya abg ketua klan Abdul Muthalib kakek nabi saw, setelah wafatnya Abu Talib yg menjabat ketua klan sebelum abu jahal.

Abbas berusaha menolong kemenakannya itu untuk diterima di madina dan dilindungi layaknya keluarga mereka sendiri yakni orang2 Ansar. Abbas tidak pernah meminta Ansar untuk menyerang orang2 mekka. namun abbas mengingatkan bahwa jika Ansar bersedia melindungi nabi saw RESIKONYA adalah sama saja dgn ngajak perang orang2 kulit merah/putih (orang Quraish) dan orang2 sawo matang (orang Arab badui yg jadi sekutu Quraish spt. Banu Bakr). itu RESIKO dan bukan tujuan.

dalam Aqaba tidak ada poin PENYERANGAN ANSAR PADA PENDUDUK MEKKA, bahkan perjanjian melindungi pun EFEKTIF jika nabi saw sampai di MAdina. jadi selama Nabi di Mekka kaum ANsar tdk bisa berbuat banyak untuk melindungi beliau.

MANA POIN AQABA nya yang sok tau sejarah Islam tapi bacanya bOLLOT, minta bantuan tukang plintir si adadeh tuh kesini ... boyong semua pasukan bollot luh kemari kita liat apa ada poin penyerangan orang2 Mekka oleh ansar atas permintaan nabi. ayo bollot kamu bisa ..!!
Head Fixer
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3161
Joined: Thu Jan 08, 2009 9:34 am

Re: Baiat Perang di Aqabah (Persiapan Jihad yg Mula-mula)

Postby robint » Sun Oct 04, 2009 1:04 am

mon, tolong pake otak mon, jangan pake perasaan. gw tau lo budak nabi iblis dr arab tp gw sungguh prihatin dng ketol*an mu.

yg lagi ditanyakan disini adalah kenapa Muhamad minta tolong pada manusia dan bukannya bersandar pd Allah ? bukankah dia nabi Tuhan.

Kasi alasannya jangan ngalor ngidul.

karena gara2 muhamad minta pertolongan manusia danbukan kepada Allah maka hari ini kita masih melihat tangan manusia berhati binatang seperti muslim yg sibuk merusak dimana2.

duladi wrote:

Ngakunya nabi utusan awloh, tapi dia tidak minta perlindungan awloh, malah minta perlindungan manusia (orang-orang Anshar). Ada apa dengan awlohnya? Apakah awloh gak sanggup melindungi utusannya? Atau, awloh itu hanyalah tuhan palsu karangannya sendiri, makanya Muhammad tidak sudi meminta perlindungan dari awlohnya tapi lebih suka meminta perlindungan dari manusia?
robint
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2190
Joined: Sat Jun 21, 2008 10:52 pm

Re: Baiat Perang di Aqabah (Persiapan Jihad yg Mula-mula)

Postby Head Fixer » Sun Oct 04, 2009 1:40 am

Robint,

:rofl: bentuk pertolongan itu ya diberikannya orang Ansar pada nabi .... itulah jawaban do'a yg dipanjatkan nabi ketika di lempari oleh orang2 Tha'if..

[8:26] Dan ingatlah ketika kamu masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di muka bumi , kamu takut orang-orang akan menculik kamu, maka Allah memberi kamu tempat menetap dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya karnu rezki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur.

Nabi Muhammad itu dipersiapkan menghadapi zaman logis dan realistis. bukan zamannya serba aneh di zaman nabi isa dan musa ato Noah atau sapa kek ...
dulu bukti pertolongan Allah memang yg aneh-aneh karena yg dihadapi juga mampu melakukan yg aneh-aneh. kian santang bisa berjalan di atas lautan, seorang ilmuwan zaman nabi sulaiman bisa memindahkan materi benda dari tempat yg jauh dgn sekejap mata. satu orang bisa membunuhan ribuan manusia. ada samson. dsb, makanya kalo nabinya cuman modal mulut doang kagak ngepek. lain dgn medan yg dihadapi nabi Akhir Zaman. buktinya banyak ilmuwan yang mendapat hidayah hanya karena baca Quran yang bisa menerangkan sesuatu yg jauh melampaui masanya.
sedangkan orang2 bollot model duladi dan ente yg selalu berfikir harus AJAIB agak susah ngertinya, haree genee masih nunggu mukjizat membelah lautan ?... masuk Rumah Sakit JIwa saja biar sembuh. :rolling:
Mukjizat apa sih yg diharapkan dari Muhammad ?..pertolongan apa ?... minta penduduk Mekka ditenggelamkan ke dasar bumi ? atau didatangkan burung ababil dan musnah semua ?... emangnya dongeng Alkitab model gitu ..ha ha ha ..
sok atuh ini mah kita2 aja, maunya apa mukjizat atau bukti kekuasaan Tuhan untuk diberikan pada Muhammad ? kayak cerita Musa di Alkitab ?

udeh kaga zaman ... nanti manusia habis donk di azab Tuhan, penduduknya masih sedikit waktu itu.
Head Fixer
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3161
Joined: Thu Jan 08, 2009 9:34 am

Re: Baiat Perang di Aqabah (Persiapan Jihad yg Mula-mula)

Postby JANGAN GITU AH » Sun Oct 04, 2009 2:48 am

udah lah mon...gak usah kayak orang frustrasi begitu. Kalau gak bisa tunjukkan bukti bahwa allah swt menolong muhammad secara adikodrati, cukuplah bilang, ya Jihad adalah cara muhammad untuk menolong dirinya sendiri...susah amat sih? bilang pula sebagai bukti allah swt tidak ada..! dari pada elo malah ngawur ke agama sebelah, bilang mereka aneh-aneh. Sebenarnya elo juga aneh-aneh kalo ngomong begitu, masalahnya keanehan mereka pun diakui allah swt/muhammad dalam qurannya...kalo elo tetap ngotot bilang aneh, artinya elo kagak ngakuin lagi quran lo sebagai turun dari allah swt. ngerti gak maksudnya...kalo kagak ngarti, itu namanya elo sebolot-bolotnya orang bolot...!

Jadi jelaskan elo juga mengakui bahwa tidak mungkin mengharapkan mujizat dan pertolongan allah swt pada muhammad. Hal ini sudah muhammad sadari lho, makanya dia pergi pada penduduk anshar itu untuk membentuk aliansi politik yang nantinya mengamankan posisinya dari orang mekkah yang dikhawatirkannya itu (kekhawatiran tanpa alasan)

Masalah kayak di alkitab kek atau di Al Ketek kek, yang penting allah swt harus mampu membutikan dirinya eksis dengan menolong muhammad secara adikodrati. Ada emang diceritakan dalam quran allah swt pernah menunjukkan kuasa adikodratinya? kagak ada...! kalo di hadish sih banyak...terlebih hadis-hadis yang datang belakangan, banyak bualannya.
User avatar
JANGAN GITU AH
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5292
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Baiat Perang di Aqabah (Persiapan Jihad yg Mula-mula)

Postby Head Fixer » Sun Oct 04, 2009 3:14 am

ih dasar manusia purba ...
JIHAD memang untuk membela diri sendiri, itu sarana ujian kesungguhan yg ingin dilihat oleh Allah....

[3:142] Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.

setelah kesungguhan itu terlihat baru pertolongan Allah akan tercurah. jalan-jalan Allah akan dia terima.

[29:69] Dan orang-orang yang berjihad di (jalan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.


nah sekarang jawab, adikodrati macam apa yg ente harapkan dilakukan Allah thd Muhammad setelah Muhammad dan ummatnya dianiaya di Mekka ?
Head Fixer
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3161
Joined: Thu Jan 08, 2009 9:34 am

Re: Baiat Perang di Aqabah (Persiapan Jihad yg Mula-mula)

Postby belajarsejarah » Sun Oct 04, 2009 4:19 am

cuma tuhan gendeng bernama awloh yg mengijinkan JIHAD cara islam: Membunuh, merusak dan memperbudak!
Kalau benar manusia berasal dari nafas TUHAN! maka ajaran JIHAD islamiyah pasti dari MUSUH PENCIPTA MANUSIA!
(moso TUHAN menjagal nyawa ciptaanNYA sendiri, awloh pasti MUSUH SANG PENCIPTA YG SEBENARNYA)
User avatar
belajarsejarah
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 531
Joined: Mon Feb 02, 2009 2:13 am

Re: Baiat Perang di Aqabah (Persiapan Jihad yg Mula-mula)

Postby robint » Sun Oct 04, 2009 11:55 am

Mukjizat apa sih yg diharapkan dari Muhammad ?..pertolongan apa ?... minta penduduk Mekka ditenggelamkan ke dasar bumi ? atau didatangkan burung ababil dan musnah semua ?... emangnya dongeng Alkitab model gitu ..ha ha ha ..
sok atuh ini mah kita2 aja, maunya apa mukjizat atau bukti kekuasaan Tuhan untuk diberikan pada Muhammad ? kayak cerita Musa di Alkitab ?


Mon mon... bener2 elo. Lo lupa ingatan ya .. gak usah jaman jauh2 sampai ke musa segala dng lautan terbelah, pd saat muhamad lahir bukankah kabah dilindungi secara adi kodrati ?

renungkanlah mon, muhamad itu adalah nabi paling sempurna , dan penutup semua nabi2 samawi. Pada waktu Yesus mengajar, bukankah semua orang mengatakan ,, apakah masih mungkin ada nabi yang akan datang membawa mukjisat yg lebih besar drpd ini ???

nah sekarang nabi penutup bahkan tak mampu menyaingi nabi pertama , yaitu musa, bagaimana mungkin seseorang mempercayai dia datang dr Allah .

Bukankah muslim juga setuju bahwa tidak ada sesuatu yg mustahil bagi Allah ? sekarang yg gw fokuskan adalah kenapa muhamad mesti mengambil langkah2 penuh kekerasan yg sampai hari ini akhirnya ditiru oleh pengikutnya dalam rangka menegakkan agamanya ? bisa aja kan dia gak perlu melakukan kekerasan meski tanpa mukjisat sekalipun ?

kalo islam tegak karena pedang dan teror yah gak ada seorang pun yg heran sekarang banyak pengikutnya .Seandainya Lia eden makar juga dan punya persenjataan yg sama baiknya dng pemerintah setempat.

setelah 20 tahun agama lia eden pasti jadi agama terbesar diindonesia.

Buktinya mon, mukjisat muhamad yaitu melakukan kekerasan sekarang gak mempan pada pemerintah yg memiliki persenjataan lebih baik .

kalo maen fisik itu mah bukan mukjisat .. itu namanya premanisme
robint
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2190
Joined: Sat Jun 21, 2008 10:52 pm

Re: Baiat Perang di Aqabah (Persiapan Jihad yg Mula-mula)

Postby JANGAN GITU AH » Sun Oct 04, 2009 12:02 pm

HF wrote:ih dasar manusia purba ...
JIHAD memang untuk membela diri sendiri, itu sarana ujian kesungguhan yg ingin dilihat oleh Allah....

Nah..montje...mulai terkuak sedikit toh?...karena telah dengan tegas mengakui kalo jihad adalah cara pembelaan diri. Ok..tapi telah banyak ditunjukkan oleh bung Duladi dan juga bung Adadeh, bahwa Jihad bukanlah hanya membela diri, tapi juga alat utama untuk penyerangan terhadap kafir yang menolak Islam dan muhammad.

Mon...apakah bukti seseorang beriman pada Tuhan harus ditunjukkan dengan cara membunuh orang lain lewat JIHAD. Mengerikan sekali ya tuhan elo itu, persis seperti sifat syetan ya? Elo tidak mencium gelagat setan ya dalam perintah JIHAD ini? Mon...ingat mon sifat setan adalah pembinasa abadi...!

quran wrote:[3:142] Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.

melalui ayat yang diucapkan muhammad ini, ia hendak melihat siapa yang mendukungnya dan siapa yang tidak. Untuk yang mendukung, dia puji-puji setengah mati sementara yang tidak akan dihina dengan cap kaum munafik. Ckckckck...begitu angkuhnya nabi elo montje...!

HF wrote:setelah kesungguhan itu terlihat baru pertolongan Allah akan tercurah. jalan-jalan Allah akan dia terima.

Nah itulah...setelah semua orang yang haus harta benda jarahan dan telah berkhayal menemukan bidadari surga sebagaimana janji mohammek, kekuatan pun menjadi andalan utama untuk dapat mengalahkan kafir. So dimana jalan-jalan allah swtmu terbukti benar? Hei mon...tuhan sejati tidak mengenal jalan perang sebagai jalannya, kecuali tuhan elo yang gendheng itu...!
HF wrote:[29:69] Dan orang-orang yang berjihad di (jalan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.

Lihat mon..dua frasa yang saya perbesar. Elo lihat gak kontradiksi di dalamnya. Bagaimana cara memahami perbuatan baik itu dengan melakukan pembunuhan lewat JIHAD? Kayaknya cuma manusia yang sudah kerasukan syetan saja yang bisa memahami itu!

Kalo begitu bukan perbuatan baik dong yang namanya menolong orang, mengasihi orang, mengampuni orang, memaafkan orang. Sebab itu tidak mungkin dapat dimasukkan dalam terminologi Jihad. Dalam Jihad hanya dikenal satu term, bunuh, bunuh dan bunuh...!

HF wrote:nah sekarang jawab, adikodrati macam apa yg ente harapkan dilakukan Allah thd Muhammad setelah Muhammad dan ummatnya dianiaya di Mekka ?

Nah..Bro Mon...saya beritahu padamu, bahwa tuhan yang sejati akan sanggup membela nabinya yang dihina oleh para penentang. Ada beberapa contoh nabi dalam agama sebelah yang ditolong oleh tuhan mereka. Bro Duladi udah mencontohkan Musa, sekarang saya tambahi satu. Namanya nabi Elisa, penerus Elia, bagaimana ia dihina dan diteriakin sigundul ama orang-orang. Tau gak elo akibatnya? orang-orang tersebut diterkam singa. Semuanya...! tidak ada sisa.

Nah jika muhammad emang benar nabi sejati, tidak bakal melakukan tindakan jihad ini. Ia akan mengadu pada allah swt dan memohon lewat doanya pertolongan yang nyata secara adikodrati. Dan jika allah swt bukan tuhan impoten pasti ia bertindak untuk memulihkan nama baik nabi yang dikasihinya. Ada gak dalam quran dijelaskan muhammad memohon pertolongan allah swt, ketika ia dihina orang Mekah itu? kagak ada itu Mon...!

Tapi ada apa dengan allah swt? kenapa jadi bisu dan tuli? kenapa membiarkan muhammek bertindak brutal begitu? Mana ayat yang pernah turun seperti ketika muhammad ditegur allah swt saat ia memuji-muji al lat, al uzza sembahan pagan? kenapa allah swt tidak menegur tindakan biada muhammad, seperti ini? mengapa allah swt diam seribu bahasa.

Tuhan agama sebelah selalu berulang menegaskan "Pembalasan adalah hakku..." artinya tuhan mereka tidak sudi melihat perbuatan umatnya yang mau main hakim sendiri. Dan perkataan ini dapat dibuktikan oleh tuhan mereka, dengan bergerak mengambil prakarsa pembalasan. Lha..... allah swt pernahkan berkata seperti itu? nehiii mon...
User avatar
JANGAN GITU AH
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5292
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: Baiat Perang di Aqabah (Persiapan Jihad yg Mula-mula)

Postby Head Fixer » Sun Oct 04, 2009 12:51 pm

ah jadi duplikat bahasan gini ... ngomongin makna jihad di topik buatan gue aja ... di sini kita kumpas tuntas AQABA ... LATAR BELAKANG, MAKSUD/TUJUAN dan POIN PERJANJIAN.
Head Fixer
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3161
Joined: Thu Jan 08, 2009 9:34 am

Re: Baiat Perang di Aqabah (Persiapan Jihad yg Mula-mula)

Postby Duladi » Sun Oct 04, 2009 5:04 pm

Head Fixer wrote:AQABA : situasi yg terjadi adalah Nabi meminta Ansar melindunginya dari kejahatan orang2 yg menentang nabi saw


Aneh nggak menurut nalarmu, katanya nabi utusan awloh, bukannya minta perlindungan awloh, malah minta perlindungan Anshar?
Apakah awloh bisanya cuma ngutus, tapi gak bisa melindungi?

Apakah tidak pernah terpikir dalam benakmu, bahwa Muhammad itu menjadi nabi atas kemauannya sendiri? Itulah kenapa tidak ada pertolongan Tuhan untuknya.
Seorang nabi asli, seharusnya meminta perlindungan Tuhan, bukannya minta perlindungan manusia.

Lha kalau gayanya seperti itu, dari mana kita tahu Tuhan telah mengutusnya?

Head wrote:Abbas tidak pernah meminta Ansar untuk menyerang orang2 mekka. namun abbas mengingatkan bahwa jika Ansar bersedia melindungi nabi saw RESIKONYA adalah sama saja dgn ngajak perang orang2 kulit merah/putih (orang Quraish) dan orang2 sawo matang (orang Arab badui yg jadi sekutu Quraish spt. Banu Bakr). itu RESIKO dan bukan tujuan.


Kalimatnya sudah jelas, bukan "melindungi" dalam arti pasif, melainkan "MEMERANGI SIAPA SAJA yang MENENTANG MUHAMMAD".

    Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 404

    Perkataan Al-Abbas bin Ubadah pada Malam Al-Aqabah

    Ibnu lshaq berkata bahwa Ashim bin Umar bin Qatadah berkata kepadaku bahwa ketika kaum Anshar berkumpul untuk membaiat Rasulullah SAW, maka Al-Abbas bin Ubadah bin Nadhlah Al-Anshari, saudara Bani Salim bin Auf berkata, "Hai orang-orang Al-Khazra'. tahukah kalian, untuk apa kalian membaiat orang ini?"

    Mereka menjawab. "Ya, kami tabu."

    Al-Abbas bin Ubadah berkata, "Sesungguhnya kalian membait orang ini untuk memerangi orang-orang berkulit merah dan orang-orang berkulit hitam. Jika harta kalian yang habis itu kalian anggap sebagai musibah dan meninggalnya pemimpin-pemimpin kalian itu kalian anggap sehagai pembunuhan, maka menyerahlah kalian sejak sekarang. Demi Allah, jika kalian melakukan hal yang demikian, itulah kehinaan di dunia dan akhirat. Jika kalian yakin bahwa kalian memenuhi apa yang ia serukan kepada kalian, kendati hal tersebut mengurangi harta kalian dan menewaskan orang-orang tehormat kalian, ambillah dia. Demi Allah, itu kebaikan di dunia dan akhirat."

Head wrote:dalam Aqaba tidak ada poin PENYERANGAN ANSAR PADA PENDUDUK MEKKA


Kutipan saya di atas sudah cukup membuktikan bahwa BAIAT PERANG AQABAH adalah PERSIAPAN JIHAD MUHAMMAD memerangi Mekkah.

Dan itu terkuak dari apa yang dikatakan oleh kaum Anshar sesudah Baiat:

    Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 405-406
    Al-Abbas bin Ubadah bin Nadhlah berkata kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, "Demi Allah yang mengutusmu dengan membawa kebenaran, jika engkau mau, kami akan pergi kepada orang-orang di Mina (Mekkah) dengan pedang-pedang kami."

Itulah kenapa perjanjian kedua di Aqabah itu dinamakan BAIAT PERANG, karena tujuannya adalah untuk MEMERANGI SIAPA SAJA YG MENENTANG MUHAMMAD.

Head wrote:bentuk pertolongan itu ya diberikannya orang Ansar pada nabi .... itulah jawaban do'a yg dipanjatkan nabi ketika di lempari oleh orang2 Tha'if...


Orang Anshar itu bersedia menjadi JONGOS-JONGOS-nya Muhammad bukan atas perintah awloh kepada mereka, tapi Muhammad yang minta.
Kalau bukan Muhammad yang menemui mereka di Aqabah, apakah kaum Anshar itu akan datang sendiri ke tempat Muhammad menawarkan bantuan sebagai JONGOS?
Tidak, khan?

Head wrote:Nabi Muhammad itu dipersiapkan menghadapi zaman logis dan realistis.


Kalau caranya logis dan realitis, lalu darimana kita tahu orang ini beneran nabi atau cuma orang bajingan yang ngaku-ngaku nabi?
Semua orang sinting di dunia ini juga bisa memakai cara logis dan realistis, walaupun Tuhan tidak pernah mengutus.

Saya pun juga bisa mengaku nabi, kemudian ketika ada orang menentang, saya minta tolong kepada para preman untuk menghabisi nyawa para penentang itu dan saya katakan: "Ini adalah JIHAD, perintah Tuhan kepada saya untuk memberangus siapa saja yang berani menentang kenabian saya."

Gak ada bukti Tuhan telah mengutus, yang ada bukti cuma bahwa Muhammad ini seorang preman dan bajingan.

Head wrote:udeh kaga zaman ... nanti manusia habis donk di azab Tuhan, penduduknya masih sedikit waktu itu.


Gunakan kejujuranmu. Awloh sama sekali tidak mampu melindungi nabinya, sehingga nabinya harus minta-minta perlindungan dari para preman Anshar.
Tuhan macam apa yang mengutus orang jadi nabi tapi tidak mau bertanggung jawab dan tidak sanggup melindungi sang nabi?
Atau tidak pernah timbul dalam pikiran kritismu: Jangan-jangan benar yang dikatakan FFI, bahwa awloh itu hanya sosok palsu ciptaan Muhammad sendiri, itulah mengapa Muhammad tak sudi memohon perlindungan dari awlohnya, tapi malah minta dilindungi manusia lewat JIHAD?
Duladi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Re: Baiat Perang di Aqabah (Persiapan Jihad yg Mula-mula)

Postby Duladi » Sun Oct 04, 2009 8:34 pm

Ngakunya nabi utusan awloh, tapi dia tidak minta perlindungan awloh, malah minta perlindungan manusia (orang-orang Anshar). Ada apa dengan awlohnya? Apakah awloh gak sanggup melindungi utusannya? Atau, awloh itu hanyalah tuhan palsu karangannya sendiri, makanya Muhammad tidak sudi meminta perlindungan dari awlohnya tapi lebih suka meminta perlindungan dari manusia?

Lha kalau dia membela status kenabiannya pakai jihad, lha terus mana bukti Tuhan telah mengutusnya? Gak ada khan?
Bagaimana kita dapat tahu dia benar-benar utusan Tuhan, kalau caranya kayak gitu?


Seharusnya semua orang yang masih muslim malu bila mendengar kata Jihad. Karena Jihad ini malah membuktikan Muhammad seorang bajingan, bukan nabi.[/quote]
Duladi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Re: Baiat Perang di Aqabah (Persiapan Jihad yg Mula-mula)

Postby Head Fixer » Sun Oct 04, 2009 10:26 pm

Duladi wrote:Aneh nggak menurut nalarmu, katanya nabi utusan awloh, bukannya minta perlindungan awloh, malah minta perlindungan Anshar?
Apakah awloh bisanya cuma ngutus, tapi gak bisa melindungi? Apakah tidak pernah terpikir dalam benakmu, bahwa Muhammad itu menjadi nabi atas kemauannya sendiri? Itulah kenapa tidak ada pertolongan Tuhan untuknya. Seorang nabi asli, seharusnya meminta perlindungan Tuhan, bukannya minta perlindungan manusia. Lha kalau gayanya seperti itu, dari mana kita tahu Tuhan telah mengutusnya?

ah sama sekali tidak aneh, itu bentuk upaya realistis, sesuatu yg logis ... seperti yg gue bilang bahwa nabi pun harus realistis bukan pengemis keajaiban, yg kerjanya cuman diem menunggu Tuhan yg bertindak. kalo begitu buat apa dia diutus kalo ga ada kerja sama sekali ? ... kenapa NOah disuruh bikin perahu ? ..apa itu bukti Tuhannya Noah tak mampu nurunin perahun made in sorga ??..kenapa harus cape2 nebang pohon, ngangkut kayu, menggergajinya dsb yg bersifat realistis ? bukankah dia seorang nabi yang bisa minta kapan saja mukjizat ? .... jawabannya ente pasti itu ujian. lah ...lalu kenapa ketika bicara MUhammad yg agung itu ente seolah putus urat nalarnya ?? mikirnya sih ente tidak jujur. bukan cari kebenaran tapi pembenaran logika ente yang kerdil itu.
Tuhan bekerja kadang dgn cara yang tidak kita mengerti, bahkan tidak terlihat .... kalo ente tidak menganggap digiringnya orang2 ansar oleh Allah pada Nabi Muhammad sbg sebuah pertolongan Allah, sbg sebuah jawaban do'a dari sang Nabi itu bukan berarti anggapan ente itu kebenaran. malah yg nyata adalah ente selalu berkubang dalam kebollotan yg sangat parah.
do'a itu tidak melulu sebuah permintaan, tetapi do'a adalah usaha nyata dan realistis.

Kalimatnya sudah jelas, bukan "melindungi" dalam arti pasif, melainkan "MEMERANGI SIAPA SAJA yang MENENTANG MUHAMMAD".
    Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 404
    Perkataan Al-Abbas bin Ubadah pada Malam Al-Aqabah
    Ibnu lshaq berkata bahwa Ashim bin Umar bin Qatadah berkata kepadaku bahwa ketika kaum Anshar berkumpul untuk membaiat Rasulullah SAW, maka Al-Abbas bin Ubadah bin Nadhlah Al-Anshari, saudara Bani Salim bin Auf berkata, "Hai orang-orang Al-Khazra'. tahukah kalian, untuk apa kalian membaiat orang ini?" Mereka menjawab. "Ya, kami tabu." Al-Abbas bin Ubadah berkata, "Sesungguhnya kalian membait orang ini untuk memerangi orang-orang berkulit merah dan orang-orang berkulit hitam. Jika harta kalian yang habis itu kalian anggap sebagai musibah dan meninggalnya pemimpin-pemimpin kalian itu kalian anggap sehagai pembunuhan, maka menyerahlah kalian sejak sekarang. Demi Allah, jika kalian melakukan hal yang demikian, itulah kehinaan di dunia dan akhirat. Jika kalian yakin bahwa kalian memenuhi apa yang ia serukan kepada kalian, kendati hal tersebut mengurangi harta kalian dan menewaskan orang-orang tehormat kalian, ambillah dia. Demi Allah, itu kebaikan di dunia dan akhirat."

Abbas itu ada 2 ... yg pertama juru bicara nabi mewakili klan hashim klannya nabi saw, yg dia pinta adalah kaum ansar melindungi nabi saw dari para penentangnya. dimana teknisnya adalah nabi diterima di madina dan dilindungi di sana. bukan dalam pengertian orang2 ansar bawa pasukan ke mekka untuk melindungi nabi, sebab itu sama nyuruh ansar nyerang diri Abbas sendiri, sebab dia bagian dari masyarakat Quraish yg menolak Islam.
yang ke 2 adalah Abbas dari kaum Ansar, Abbas ini mengingatkan kaumnya akan kesungguhan melindungi nabi saw, sebab konsekuensinya adalah akan berperang dgn Quraish, jika itu terjadi maka harta mereka dan para petinggi mereka berada dalam bahaya kehancuran. oleh karen itu Abbas ini bilang kalo gak sanggup mundur saja. masa baca gini aja gak becus ?... asah lagi nalarnya.

Kutipan saya di atas sudah cukup membuktikan bahwa BAIAT PERANG AQABAH adalah PERSIAPAN JIHAD MUHAMMAD memerangi Mekkah.
Dan itu terkuak dari apa yang dikatakan oleh kaum Anshar sesudah Baiat:
    Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 405-406
    Al-Abbas bin Ubadah bin Nadhlah berkata kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, "Demi Allah yang mengutusmu dengan membawa kebenaran, jika engkau mau, kami akan pergi kepada orang-orang di Mina (Mekkah) dengan pedang-pedang kami."
Itulah kenapa perjanjian kedua di Aqabah itu dinamakan BAIAT PERANG, karena tujuannya adalah untuk MEMERANGI SIAPA SAJA YG MENENTANG MUHAMMAD.

kata siapa MINA = MEKKA ??...(xi..xi..xi kepancng die)
begini, .....LOOOOOH.... itukan reaksi spontan... sebab ada yg nguping yg diperkirakan orang Mina, yakni orang2 yg bertempat tinggalnya sekitar 5 KM jaraknya dari Mekka. Image
jadi pergi ke orang2 Mina maksudnya pergi ke orang yg nguping trus berteriak tadi ..bukannya nyerang orang Mekka.
gue kemarin menggunakan dalil ini untuk menunjukkan kata2 Rasulullah bahwa "ia tdk diperintahkan untuk berperang saat itu" karena perjanjian Aqaba bukanah perjanjian perang tapi KESETIAAN. (kecele die..ha ha :lol: )
Head Fixer
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3161
Joined: Thu Jan 08, 2009 9:34 am

Re: Baiat Perang di Aqabah (Persiapan Jihad yg Mula-mula)

Postby Duladi » Mon Oct 05, 2009 12:06 pm

Duladi wrote:Aneh nggak menurut nalarmu, katanya nabi utusan awloh, bukannya minta perlindungan awloh, malah minta perlindungan Anshar?
Apakah awloh bisanya cuma ngutus, tapi gak bisa melindungi? Apakah tidak pernah terpikir dalam benakmu, bahwa Muhammad itu menjadi nabi atas kemauannya sendiri? Itulah kenapa tidak ada pertolongan Tuhan untuknya. Seorang nabi asli, seharusnya meminta perlindungan Tuhan, bukannya minta perlindungan manusia. Lha kalau gayanya seperti itu, dari mana kita tahu Tuhan telah mengutusnya?


Head Fixer wrote:ah sama sekali tidak aneh, itu bentuk upaya realistis, sesuatu yg logis ...


Itulah bukti Muhammad bukan nabi.
Karena semua orang di dunia ini juga bisa kalau cuma melakukan upaya realistis.

Head wrote:seperti yg gue bilang bahwa nabi pun harus realistis bukan pengemis keajaiban, yg kerjanya cuman diem menunggu Tuhan yg bertindak.


Sewaktu dirinya ditentang karena status kenabiannya, maka TIDAK BISA DITAWAR-TAWAR lagi, adalah sudah menjadi keharusan TUHAN YANG MENGUTUS sang nabi harus bertindak dengan CARA YANG ILAHI sebagai bukti nyata bagi semua orang kalau nabi itu memang benar-benar utusan-Nya, bukan orang sarap yang ngaku-ngaku.

Begitu pula sewaktu dia merasa nyawanya terancam, sudah SEHARUSNYA (tidak bisa tidak), ia harus MINTA PERLINDUNGAN TUHAN, bukannya malah minta perlindungan manusia. Lha kalau dia minta perlindungan manusia, apa bedanya dia dengan penipu yang dikejar-kejar polisi?

Ngakunya nabi, kok Tuhannya gak mampu melindunginya? Di manakah sang tuhan sewaktu dibutuhkannya? Kok malah minta tolong pada manusia? Kalau dia bukan nabi, kita bisa menerimanya sebagai kewajaran. Lha ini ngakunya nabi, kok gak minta pertolongan Tuhan, malah minta pertolongan Anshar? NABI PALSU-kah dia? Secara logika, SUDAH PASTI!!!!

Ditambah lagi dengan sikapnya yang bajingan, memberangus para penentang lewat JIHAD. Secara logika, tidak bisa dibantah lagi bahwa Muhammad memang NABI PALSU...!


Head wrote:kalo begitu buat apa dia diutus kalo ga ada kerja sama sekali ? ...


Lha kerjaannya Muhammad tuh apaan? Ngaku-ngaku nabi dan nuntut-nuntut orang beriman kepadanya, khan?
Dari awal sampai akhir, dia gak punya PEKERJAAN KENABIAN yang spesifik kecuali MENUNTUT-NUNTUT STATUS guna meninggikan derajatnya sendiri.

Seorang nabi asli akan melakukan pekerjaan kenabiannya. Dan sewaktu dirinya diragukan dan dicurigai nabi palsu, maka dia akan meminta PEMBELAAN dari Tuhannya, bukan malah NGAMUK dan BERJIHAD. Cuma bajingan saja yang punya perilaku kayak gitu, memberangus para penentang.


Head wrote:kenapa NOah disuruh bikin perahu ? ... apa itu bukti Tuhannya Noah tak mampu nurunin perahun made in sorga ??...


Bikin perahu bukan untuk bukti KENABIAN.

Seorang nabi asli sewaktu dirinya diragukan dan dicurigai nabi palsu, maka dia akan meminta PEMBELAAN dari Tuhannya, bukan malah NGAMUK dan BERJIHAD. Cuma bajingan saja yang punya perilaku kayak gitu, memberangus para penentang.

Head wrote:kenapa harus cape2 nebang pohon, ngangkut kayu, menggergajinya dsb yg bersifat realistis ? bukankah dia seorang nabi yang bisa minta kapan saja mukjizat ? ....


Mujizat itu diperlukan untuk BUKTI kenabiannya, sewaktu dirinya ditentang dan dicurigai sebagai nabi palsu.
Lha kalau dirinya ditentang kenabiannya, malah ngamuk, apa bedanya dia dengan BAJINGAN?
Gak ada bukti Tuhan telah mengutusnya, khan?


Head wrote:jawabannya ente pasti itu ujian. lah ...lalu kenapa ketika bicara MUhammad yg agung itu ente seolah putus urat nalarnya ?? mikirnya sih ente tidak jujur. bukan cari kebenaran tapi pembenaran logika ente yang kerdil itu.


Yang saya maksud dengan ujian kesetiaan adalah KETABAHAN seorang nabi sewaktu dirinya ditentang status kenabiannya dan bahkan dibunuh pun hanya gara-gara statusnya itu, dia harus siap. Bukannya malah NGAMUK dan memberangus si penentang. Lalu apa bedanya dia dengan bajingan?
Semua bajingan di dunia ini pun juga bisa melakukan itu; sewaktu dirinya ditentang, dia bunuh tuh si penentang biar gak ada lagi yang menghalanginya.

Head wrote:Tuhan bekerja kadang dgn cara yang tidak kita mengerti, bahkan tidak terlihat ....


Kenapa yang tidak terlihat itu cuma ada dalam dongeng si Mamad, tapi tidak bisa direalisasikan dalam sejarah kehidupannya sendiri?

Dia mengaku didatangi Jibril, bukankah ini ajaib?
Tapi mana si Jibril itu sewaktu dirinya ditentang dan diragukan kenabiannya? Kenapa Muhammad tidak meminta pertolongan dari si Jibril, malah minta pertolongan Anshar?

Kenapa cerita-cerita kehebatan Awloh hanya ada dalam dongeng, tapi Muhammad tidak mampu menunjukkan secara realita dalam sejarah kehidupannya?
Kalau cuma membual, Paijo, Lia Eden, atau siapapun nabi palsu di dunia ini bisa.

Tapi sewaktu dirinya terancam jiwanya, maka semua bualannya itu menjadi kenyataan, karena dia tidak akan sudi menjadikan sosok fiktifnya itu sebagai PELINDUNG-nya, karena dia tahu dia akan mati konyol. Maka jalan yang ditempuhnya adalah BERJUANG SENDIRI MENYELAMATKAN DIRI dan minta tolong pada orang-orang yang notabene bukan Tuhan.

Secara nalar, semakin ketahuan kalau orang tersebut adalah NABI PALSU.

Head wrote:kalo ente tidak menganggap digiringnya orang2 ansar oleh Allah pada Nabi Muhammad sbg sebuah pertolongan Allah, sbg sebuah jawaban do'a dari sang Nabi itu bukan berarti anggapan ente itu kebenaran.


Pertama,
Orang-orang Anshar itu tidak pernah mengaku kalau mereka menolong Muhammad adalah atas PERINTAH JIBRIL yang mendatangi mereka. Melainkan Muhammad-lah yang mendatangi mereka di Aqabah dan mengemis-ngemis minta di-adopsi jadi nabi, serta meminta mereka menjadi JONGOS-JONGOS-nya untuk balas dendam kepada semua orang yang menentangnya.

Kedua,
Kalau caranya seperti itu, maka di manakah bukti orang tersebut adalah NABI UTUSAN TUHAN YG MAHA PERKASA?
Kenapa dia bukan ditolong oleh Tuhan secara adikodrati sebagai bukti dirinya benar-benar utusan Tuhan, tapi ditolong oleh para preman, yang para bajingan pun bisa mengalaminya?

Kalimatnya sudah jelas, bukan "melindungi" dalam arti pasif, melainkan "MEMERANGI SIAPA SAJA yang MENENTANG MUHAMMAD".
    Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 404
    Perkataan Al-Abbas bin Ubadah pada Malam Al-Aqabah
    Ibnu lshaq berkata bahwa Ashim bin Umar bin Qatadah berkata kepadaku bahwa ketika kaum Anshar berkumpul untuk membaiat Rasulullah SAW, maka Al-Abbas bin Ubadah bin Nadhlah Al-Anshari, saudara Bani Salim bin Auf berkata, "Hai orang-orang Al-Khazra'. tahukah kalian, untuk apa kalian membaiat orang ini?" Mereka menjawab. "Ya, kami tabu." Al-Abbas bin Ubadah berkata, "Sesungguhnya kalian membait orang ini untuk memerangi orang-orang berkulit merah dan orang-orang berkulit hitam. Jika harta kalian yang habis itu kalian anggap sebagai musibah dan meninggalnya pemimpin-pemimpin kalian itu kalian anggap sehagai pembunuhan, maka menyerahlah kalian sejak sekarang. Demi Allah, jika kalian melakukan hal yang demikian, itulah kehinaan di dunia dan akhirat. Jika kalian yakin bahwa kalian memenuhi apa yang ia serukan kepada kalian, kendati hal tersebut mengurangi harta kalian dan menewaskan orang-orang tehormat kalian, ambillah dia. Demi Allah, itu kebaikan di dunia dan akhirat."


Head wrote:Abbas itu ada 2 ... yg pertama juru bicara nabi mewakili klan hashim klannya nabi saw, yg dia pinta adalah kaum ansar melindungi nabi saw dari para penentangnya. dimana teknisnya adalah nabi diterima di madina dan dilindungi di sana. bukan dalam pengertian orang2 ansar bawa pasukan ke mekka untuk melindungi nabi, sebab itu sama nyuruh ansar nyerang diri Abbas sendiri, sebab dia bagian dari masyarakat Quraish yg menolak Islam.


Abbas bin Abdul Muttalib berkata begitu karena dia tidak tahu apa yang ada dalam benak Muhammad sesungguhnya.
Yang diinginkan Muhammad tidak hanya "melindunginya", tapi juga MEMULUSKAN KARIR KENABIANNYA. Muhammad butuh PARA JONGOS untuk memerangi orang-orang yang menolak kenabiannya. Dan itulah yang nantinya lebih ditegaskan lagi oleh Abbas dari Anshar.

Head wrote:yang ke 2 adalah Abbas dari kaum Ansar, Abbas ini mengingatkan kaumnya akan kesungguhan melindungi nabi saw, sebab konsekuensinya adalah akan berperang dgn Quraish, jika itu terjadi maka harta mereka dan para petinggi mereka berada dalam bahaya kehancuran. oleh karen itu Abbas ini bilang kalo gak sanggup mundur saja. masa baca gini aja gak becus ?... asah lagi nalarnya.


Kalimatnya sudah sangat jelas:
"Sesungguhnya kalian membait orang ini untuk memerangi orang-orang berkulit merah dan orang-orang berkulit hitam.

MEMERANGI adalah sebuah kata kerja aktif, bukan pasif.

Kutipan saya di atas sudah cukup membuktikan bahwa BAIAT PERANG AQABAH adalah PERSIAPAN JIHAD MUHAMMAD memerangi Mekkah.
Dan itu terkuak dari apa yang dikatakan oleh kaum Anshar sesudah Baiat:
    Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 405-406
    Al-Abbas bin Ubadah bin Nadhlah berkata kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, "Demi Allah yang mengutusmu dengan membawa kebenaran, jika engkau mau, kami akan pergi kepada orang-orang di Mina (Mekkah) dengan pedang-pedang kami."
Itulah kenapa perjanjian kedua di Aqabah itu dinamakan BAIAT PERANG, karena tujuannya adalah untuk MEMERANGI SIAPA SAJA YG MENENTANG MUHAMMAD.


Head wrote:kata siapa MINA = MEKKA ??...(xi..xi..xi kepancng die)
begini, .....LOOOOOH.... itukan reaksi spontan... sebab ada yg nguping yg diperkirakan orang Mina, yakni orang2 yg bertempat tinggalnya sekitar 5 KM jaraknya dari Mekka. Image
jadi pergi ke orang2 Mina maksudnya pergi ke orang yg nguping trus berteriak tadi ..bukannya nyerang orang Mekka.
gue kemarin menggunakan dalil ini untuk menunjukkan kata2 Rasulullah bahwa "ia tdk diperintahkan untuk berperang saat itu" karena perjanjian Aqaba bukanah perjanjian perang tapi KESETIAAN. (kecele die..ha ha :lol: )


Argumen sampeyan itu sudah dibantah oleh tulisan sejarawan Ibnu Ishaq sendiri.
Orang-orang yang berada di Mina itu adalah orang-orang Quraish.

    Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 405

    Pertemuan Orang-orang Quraisy dengan Kaum Anshar

    Ka'ab bin Malik berkata, "Kemudian kami pulang ke tempat tidur kami dan tidur di dalamnya hingga pagi hari. Esok harinya, tokoh-tokoh Quraisy datang ke tempat kami. Mereka berkata, `Hai orang-orang Al-Khazraj, kami mendapat informasi bahwa kalian telah datang kepada sahabat kami (Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallan) untuk mengeluarkannya dari kami dan kalian telah berbaiat untuk memerangi kami. Demi Allah, tidak ada satu kabilah yang paling kami benci yang membuka perang antara kami dengan mereka daripada kalian.'

TARGET PERTAMA Baiat Perang itu memang SUKU QURAISH (Mekkah).

Itulah kenapa, selama setahun hijrah di Medinah, Muhammad sibuk mempersiapkan pasukan Ahlul-Shafanya yang dilatih perang oleh orang-orang Anshar, dan YANG PERTAMA-TAMA DISERANG adalah PARA PEDAGANG QURAISH.

Jelaslah sudah kalau Abbas bin Abdul Muttalib itu kecele, karena tujuan Muhammad bergabung dengan orang-orang Anshar di Medinah bukanlah sekedar mencari perlindungan, tapi juga menggalang kekuatan untuk BERJIHAD memerangi sukunya sendiri yang menolaknya.

Gak ada bukti Tuhan telah mengutusnya, kecuali bukti seorang bajingan yang memakai cara-cara kotor untuk memuluskan karirnya.
Duladi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Re: Baiat Perang di Aqabah (Persiapan Jihad yg Mula-mula)

Postby Head Fixer » Mon Oct 05, 2009 2:07 pm

Duladi wrote:Itulah bukti Muhammad bukan nabi.
Karena semua orang di dunia ini juga bisa kalau cuma melakukan upaya realistis.

CUMAN ?..ga ada tuuh yg bilang cuman ..
Muhammad membangun JIhad adalah seperti Noah membangun perahu.

Sewaktu dirinya ditentang karena status kenabiannya, maka TIDAK BISA DITAWAR-TAWAR lagi, adalah sudah menjadi keharusan TUHAN YANG MENGUTUS sang nabi harus bertindak dengan CARA YANG ILAHI sebagai bukti nyata bagi semua orang kalau nabi itu memang benar-benar utusan-Nya, bukan orang sarap yang ngaku-ngaku.

oh tentu dalam kasus itu ... nabi pernah menunjukkan Kuasa Ilahi di hadapan orang2 kapir. urusan ente kaga percaya wah gak tau dech. yang jelas tercatat dalam sejarah bahwa Muhamad pernah mempertontonkan bukti kenabiannya di hadapan orang2 kapir. dlm peristiwa besar dan kecil. dlm peristiwa besar misalnya membelah bulan. dalam peristiwa kecil misalnya mengetahui dimana unta milik ayah juwairiya istri nabi di suatu tempat yg jauh, yg menyebabkan syah juwairiah yakin bahwa Muhammad seorang nabi. dan masih banyak peristiwa ajaib lainnya.

Begitu pula sewaktu dia merasa nyawanya terancam, sudah SEHARUSNYA (tidak bisa tidak), ia harus MINTA PERLINDUNGAN TUHAN, bukannya malah minta perlindungan manusia. Lha kalau dia minta perlindungan manusia, apa bedanya dia dengan penipu yang dikejar-kejar polisi?

oh tentu ..Muhammad memang minta perlindungan pada Allah, berdo'a dgn doa' lirihnya, Ibnu Ishaq mencatatnya. dan orang2 ansar inilah jawaban do'a nabi saw. dan selamatnya nabi dari kepungan orang2 Quraish yg hendak membunuh. inilah jawaban doa nabi serta gagalnya suraqah mengejar nabi adalah jawaban do'a nabi. ente memang BUTA ROHANI dan BUTA AKAL ...

Ngakunya nabi, kok Tuhannya gak mampu melindunginya? Di manakah sang tuhan sewaktu dibutuhkannya? Kok malah minta tolong pada manusia? Kalau dia bukan nabi, kita bisa menerimanya sebagai kewajaran. Lha ini ngakunya nabi, kok gak minta pertolongan Tuhan, malah minta pertolongan Anshar? NABI PALSU-kah dia? Secara logika, SUDAH PASTI!!!! Ditambah lagi dengan sikapnya yang bajingan, memberangus para penentang lewat JIHAD. Secara logika, tidak bisa dibantah lagi bahwa Muhammad memang NABI PALSU...!

loh gue sudah bilang Tuhan punya sejuta cara. yg jadi masalah adalah ente membatasi CARA-CARA Tuhan tsb. gue maklum sih loe kan bollot ..raja bolloot lagi ... :green:

Lha kerjaannya Muhammad tuh apaan? Ngaku-ngaku nabi dan nuntut-nuntut orang beriman kepadanya, khan?
Dari awal sampai akhir, dia gak punya PEKERJAAN KENABIAN yang spesifik kecuali MENUNTUT-NUNTUT STATUS guna meninggikan derajatnya sendiri.

loh dari awal Muhammad pergi ke orang2 mendakwahkan Keesaan Tuhan "Yaa Ayyuhannas Qulu Laa Ilaha Illallahu TUFlihun" ... Wahai manusia katakanlah tiada Ilah selain Allah, maka kalian akan selamat" ..Muhammad mengajarkan cara berdo'a dan Muhammad mengajarkan meninggalkan berhala. Muhammad mencari jalan untuk menyelamatkan orang2 beriman agar bisa beribadah dgn tenang dan tidak diganggu baik fisik maupun psikis. kata Mario teguh. berdo'a lah seolah usaha mu akan gagal, dan berusahalah seolah-olah Tuhan mu tidak akan ikut campur ... inikan prinsip Nabi Muhammad saw.

Seorang nabi asli akan melakukan pekerjaan kenabiannya. Dan sewaktu dirinya diragukan dan dicurigai nabi palsu, maka dia akan meminta PEMBELAAN dari Tuhannya, bukan malah NGAMUK dan BERJIHAD. Cuma bajingan saja yang punya perilaku kayak gitu, memberangus para penentang.

Pembelaan macam apa ?...meminta Azab ?...wuiih nabi gue sayang sama ummat, mana tega. beliau menabung do'a-do'a mujarabnya untuk digunakan nanti di akhirat menyelamatkan ummat.
sewaktu denger ayat bagaimana nanti Muhammad menyaksikan kapir disiksa di neraka, air mata orang mulia itu mengucur deras, bersedih. JIHAD bukanlah untuk memberikan azab. JIhad adalah upaya membela diri dari penganiayan fisik dan penyerangan fisik. upaya yg PASIF karena sangat ditentukan oleh reaksi musuh.

Bikin perahu bukan untuk bukti KENABIAN.

loh memangnya JIHAD untuk pembuktian kenabian ?..kaga juge la yaw ...
jika ikut aturan maen ente ttg bukti seseorang itu nabi yakni bertindak selalu ajaib, maka Noah kaga masuk daftar nabi kayaknya. sebab bikin perahu pake tangan sendiri bukan tangan Tuhan.

Yang saya maksud dengan ujian kesetiaan adalah KETABAHAN seorang nabi sewaktu dirinya ditentang status kenabiannya dan bahkan dibunuh pun hanya gara-gara statusnya itu, dia harus siap. Bukannya malah NGAMUK dan memberangus si penentang. Lalu apa bedanya dia dengan bajingan?

loh kok dibunuh disebut nabi ? ... kata ente ketika di tentang nabi asli itu pasti minta perlindungan Tuhan dan pasti dikabul do'anya. lah kok bisa dibunuh ??..piye toh cah bollot ? ..kate orang yahudi kalo bisa dibunuh pasti nabi palsu. yahudi lebih konsisten daripada ente. ngomong ngalor ngidul..!! logika amburadul.
apakah maksud TABAH di sini tdk berusaha menghindar dari penentangan yg bersifat penganiyaan ? jadi kalo dianiaya nabi sejati DIEEEEEm gitu ?... nabi konyol itu sih ... :lol: Daud yg diurapi saja angkat senjata melawan tirani.

Semua bajingan di dunia ini pun juga bisa melakukan itu; sewaktu dirinya ditentang, dia bunuh tuh si penentang biar gak ada lagi yang menghalanginya.

kalo gitu mirip Musa donk ?... gak mau taat langsung minta Backingan Tuhan trus minta dipanggang idup2 500 orang dan ratusan lainnya minta dikubur idup2 ke dasar bumi. ente moe bilang Musa itu bajingan ?
cara2 kayak gini kaga ada pada pribadi nabi saw.

Pertama,
Orang-orang Anshar itu tidak pernah mengaku kalau mereka menolong Muhammad adalah atas PERINTAH JIBRIL yang mendatangi mereka. Melainkan Muhammad-lah yang mendatangi mereka di Aqabah dan mengemis-ngemis minta di-adopsi jadi nabi, serta meminta mereka menjadi JONGOS-JONGOS-nya untuk balas dendam kepada semua orang yang menentangnya.
Kedua,
Kalau caranya seperti itu, maka di manakah bukti orang tersebut adalah NABI UTUSAN TUHAN YG MAHA PERKASA?
Kenapa dia bukan ditolong oleh Tuhan secara adikodrati sebagai bukti dirinya benar-benar utusan Tuhan, tapi ditolong oleh para preman, yang para bajingan pun bisa mengalaminya?

kenapa harus atas perintah JIbril, orang2 Ansaer adalah objek yg digiring oleh Allah swt. Tuhan mengatur segala skenario ini. Allah yg mempertemukan ke 2 nya. tidak ada pembicaraan pembuktian kenabian dgn cara2 realistis. ini seperti noah membangun perahu, membangun perahu bukan untuk membuktikan kenabian spt yg ente bilang, makanya tdk diperlukan hal2 ajaib dlm pandangan manusia.
Head Fixer
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3161
Joined: Thu Jan 08, 2009 9:34 am

Re: Baiat Perang di Aqabah (Persiapan Jihad yg Mula-mula)

Postby Head Fixer » Mon Oct 05, 2009 2:08 pm

Duladi wrote:Itulah bukti Muhammad bukan nabi.
Karena semua orang di dunia ini juga bisa kalau cuma melakukan upaya realistis.

CUMAN ?..ga ada tuuh yg bilang cuman ..
Muhammad membangun JIhad adalah seperti Noah membangun perahu.

Sewaktu dirinya ditentang karena status kenabiannya, maka TIDAK BISA DITAWAR-TAWAR lagi, adalah sudah menjadi keharusan TUHAN YANG MENGUTUS sang nabi harus bertindak dengan CARA YANG ILAHI sebagai bukti nyata bagi semua orang kalau nabi itu memang benar-benar utusan-Nya, bukan orang sarap yang ngaku-ngaku.

oh tentu dalam kasus itu ... nabi pernah menunjukkan Kuasa Ilahi di hadapan orang2 kapir. urusan ente kaga percaya wah gak tau dech. yang jelas tercatat dalam sejarah bahwa Muhamad pernah mempertontonkan bukti kenabiannya di hadapan orang2 kapir. dlm peristiwa besar dan kecil. dlm peristiwa besar misalnya membelah bulan. dalam peristiwa kecil misalnya mengetahui dimana unta milik ayah juwairiya istri nabi di suatu tempat yg jauh, yg menyebabkan syah juwairiah yakin bahwa Muhammad seorang nabi. dan masih banyak peristiwa ajaib lainnya.

Begitu pula sewaktu dia merasa nyawanya terancam, sudah SEHARUSNYA (tidak bisa tidak), ia harus MINTA PERLINDUNGAN TUHAN, bukannya malah minta perlindungan manusia. Lha kalau dia minta perlindungan manusia, apa bedanya dia dengan penipu yang dikejar-kejar polisi?

oh tentu ..Muhammad memang minta perlindungan pada Allah, berdo'a dgn doa' lirihnya, Ibnu Ishaq mencatatnya. dan orang2 ansar inilah jawaban do'a nabi saw. dan selamatnya nabi dari kepungan orang2 Quraish yg hendak membunuh. inilah jawaban doa nabi serta gagalnya suraqah mengejar nabi adalah jawaban do'a nabi. ente memang BUTA ROHANI dan BUTA AKAL ...

Ngakunya nabi, kok Tuhannya gak mampu melindunginya? Di manakah sang tuhan sewaktu dibutuhkannya? Kok malah minta tolong pada manusia? Kalau dia bukan nabi, kita bisa menerimanya sebagai kewajaran. Lha ini ngakunya nabi, kok gak minta pertolongan Tuhan, malah minta pertolongan Anshar? NABI PALSU-kah dia? Secara logika, SUDAH PASTI!!!! Ditambah lagi dengan sikapnya yang bajingan, memberangus para penentang lewat JIHAD. Secara logika, tidak bisa dibantah lagi bahwa Muhammad memang NABI PALSU...!

loh gue sudah bilang Tuhan punya sejuta cara. yg jadi masalah adalah ente membatasi CARA-CARA Tuhan tsb. gue maklum sih loe kan bollot ..raja bolloot lagi ... :green:

Lha kerjaannya Muhammad tuh apaan? Ngaku-ngaku nabi dan nuntut-nuntut orang beriman kepadanya, khan?
Dari awal sampai akhir, dia gak punya PEKERJAAN KENABIAN yang spesifik kecuali MENUNTUT-NUNTUT STATUS guna meninggikan derajatnya sendiri.

loh dari awal Muhammad pergi ke orang2 mendakwahkan Keesaan Tuhan "Yaa Ayyuhannas Qulu Laa Ilaha Illallahu TUFlihun" ... Wahai manusia katakanlah tiada Ilah selain Allah, maka kalian akan selamat" ..Muhammad mengajarkan cara berdo'a dan Muhammad mengajarkan meninggalkan berhala. Muhammad mencari jalan untuk menyelamatkan orang2 beriman agar bisa beribadah dgn tenang dan tidak diganggu baik fisik maupun psikis. kata Mario teguh. berdo'a lah seolah usaha mu akan gagal, dan berusahalah seolah-olah Tuhan mu tidak akan ikut campur ... inikan prinsip Nabi Muhammad saw.

Seorang nabi asli akan melakukan pekerjaan kenabiannya. Dan sewaktu dirinya diragukan dan dicurigai nabi palsu, maka dia akan meminta PEMBELAAN dari Tuhannya, bukan malah NGAMUK dan BERJIHAD. Cuma bajingan saja yang punya perilaku kayak gitu, memberangus para penentang.

Pembelaan macam apa ?...meminta Azab ?...wuiih nabi gue sayang sama ummat, mana tega. beliau menabung do'a-do'a mujarabnya untuk digunakan nanti di akhirat menyelamatkan ummat.
sewaktu denger ayat bagaimana nanti Muhammad menyaksikan kapir disiksa di neraka, air mata orang mulia itu mengucur deras, bersedih. JIHAD bukanlah untuk memberikan azab. JIhad adalah upaya membela diri dari penganiayan fisik dan penyerangan fisik. upaya yg PASIF karena sangat ditentukan oleh reaksi musuh.

Bikin perahu bukan untuk bukti KENABIAN.

loh memangnya JIHAD untuk pembuktian kenabian ?..kaga juge la yaw ...
jika ikut aturan maen ente ttg bukti seseorang itu nabi yakni bertindak selalu ajaib, maka Noah kaga masuk daftar nabi kayaknya. sebab bikin perahu pake tangan sendiri bukan tangan Tuhan.

Yang saya maksud dengan ujian kesetiaan adalah KETABAHAN seorang nabi sewaktu dirinya ditentang status kenabiannya dan bahkan dibunuh pun hanya gara-gara statusnya itu, dia harus siap. Bukannya malah NGAMUK dan memberangus si penentang. Lalu apa bedanya dia dengan bajingan?

loh kok dibunuh disebut nabi ? ... kata ente ketika di tentang nabi asli itu pasti minta perlindungan Tuhan dan pasti dikabul do'anya. lah kok bisa dibunuh ??..piye toh cah bollot ? ..kate orang yahudi kalo bisa dibunuh pasti nabi palsu. yahudi lebih konsisten daripada ente. ngomong ngalor ngidul..!! logika amburadul.
apakah maksud TABAH di sini tdk berusaha menghindar dari penentangan yg bersifat penganiyaan ? jadi kalo dianiaya nabi sejati DIEEEEEm gitu ?... nabi konyol itu sih ... :lol: Daud yg diurapi saja angkat senjata melawan tirani.

Semua bajingan di dunia ini pun juga bisa melakukan itu; sewaktu dirinya ditentang, dia bunuh tuh si penentang biar gak ada lagi yang menghalanginya.

kalo gitu mirip Musa donk ?... gak mau taat langsung minta Backingan Tuhan trus minta dipanggang idup2 500 orang dan ratusan lainnya minta dikubur idup2 ke dasar bumi. ente moe bilang Musa itu bajingan ?
cara2 kayak gini kaga ada pada pribadi nabi saw.

Pertama,
Orang-orang Anshar itu tidak pernah mengaku kalau mereka menolong Muhammad adalah atas PERINTAH JIBRIL yang mendatangi mereka. Melainkan Muhammad-lah yang mendatangi mereka di Aqabah dan mengemis-ngemis minta di-adopsi jadi nabi, serta meminta mereka menjadi JONGOS-JONGOS-nya untuk balas dendam kepada semua orang yang menentangnya.
Kedua,
Kalau caranya seperti itu, maka di manakah bukti orang tersebut adalah NABI UTUSAN TUHAN YG MAHA PERKASA?
Kenapa dia bukan ditolong oleh Tuhan secara adikodrati sebagai bukti dirinya benar-benar utusan Tuhan, tapi ditolong oleh para preman, yang para bajingan pun bisa mengalaminya?

kenapa harus atas perintah JIbril, orang2 Ansaer adalah objek yg digiring oleh Allah swt. Tuhan mengatur segala skenario ini. Allah yg mempertemukan ke 2 nya. tidak ada pembicaraan pembuktian kenabian dgn cara2 realistis. ini seperti noah membangun perahu, membangun perahu bukan untuk membuktikan kenabian spt yg ente bilang, makanya tdk diperlukan hal2 ajaib dlm pandangan manusia.
Head Fixer
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3161
Joined: Thu Jan 08, 2009 9:34 am

Next

Return to Muhammad



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users