. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Bahasa Alquran bukan Bahasa Arab

Kesalahan, ketidak ajaiban, dan ketidaksesuaian dengan ilmu pengetahuan.

Re: Bahasa Alquran bukan Bahasa Arab

Postby pusing » Sun Dec 05, 2010 2:16 pm

Hillman wrote:
Rupanya anda mendasari klaim anda dari kamus Al Munjid karya sang "kafir" Frater Loius Ma'luf al-Yassu'i dan Frater Bernard Tottel al-Yassu'i, sayangnya anda tidak memperhatikan pada nama-nama beliau disematkan kata al Yassu'i yang justru membuktikan "isapan jempol" anda mengenai bahasa Al Quran adalah bukan bahasa Arab.

Itulah sebabnya saya menyarankan untuk jangan memakai pici kebesaran, nanti malah menutup mata anda, saya tuliskan dalam bahasa sederhana untuk anda apa bukti yang menyatakan sebaliknya dari klaim anda dengan menggunakan nama beliau.

fakta sebaliknya anda tidak teliti dan mencoba dahulu sebelum memakai peci. Disaat anda ditawarkan peci yang sesuai untuk anda, anda langsung menolak sebelum menggunakannya terlebih dahulu.
Sudah pernah saya katakan. Saya terenyuh dan kasihan kepada anda.. Fanatis berlebihan. Lihatlah diri anda..selalu memperhatikan siapa orang yang menyampaikan dan bukan memperhatikan apa yang disampaikan orang. Itulah yang disebut fanatis berlebihan.PAHAM??

Memangnya urusan saya dan anda apa, kalau nama tersebut disematkan Kata اليسوعي - al Yasuu'i = The Jesuit = Ordo Jesuit (salah satu Ordo dari gereja Katolik) ??

Oya saya lupa..andakan fanatis. jadi kalau yang menyampaikan orang kafir selalu salah dan kalau yang menyampaikan Ali sina selalu benar.
Semula saya mengajukan munawwir, Munjid dan alquran agar anda dapat membedakan penggunaan penggunaan kata benda serta yang mana yang diperbolehkan dan yang mana yang tidak.

Kenyataan menunjukkan lagi kalau anda mengulangi kebiasaan yang lalu...(maaf) mengidap syndrome beo.
Coba perlahan lahan anda perhatikan kembali ciri cirinya dari kata اليسوعي - al Yasuu'i adalah kata benda yang menunjukkan kepada orangnya dan kata tersebut adalah isim jamid/kata benda asli/mula.

Lain halnya dengan kata benda yang menunjukkan kepada sifat yang terdapat didalam KALIMAT:
بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ
مُّبِين


dan lihatlah terjemah dibawah ini:
Hillman wrote:

bilisaanin 'arabiyyin mubiinin = dengan lisan orang-orang Arab yang jelas.

kalimat na`at man`ut diselewengkan maknanya menjadi menunjukkan kepada orangnya atau menjadi kalimat mudhaf wa mudhaf ilaih...Sungguh benar benar tidak tahu malu. :butthead: :butthead:

Coba bandingkan lagi kata benda yang tidak semestinya tetapi anda paksakan menjadi sebuah kalimat.
penggunaan kata اليسوعي - al Yasuu'i(dengan ber alif lam)--->>Isim jamid.
Anda paksakan isim jamid tersebut kedalam sebuah kalimat na`at man`ut
بِتَرتِيِب يَسوعيين مُّبِين
- bitartiibin yasu‛iyyin
mubiinin = dengan aturan orang-orang Jesuit yang jelas. Dimana yasu‛iyyin adalah kata yang menunjukkan kepada sifat dari tartiibun.Ini bukan orang,tetapi sifat.PAHAM??
Dan terjemahnya anda paksakan ngawur menjadi sama antara isim jamid dan sifat dalam kalimat.
Hillman wrote:
bitartiibin yasu‛iyyin[/color] mubiinin = dengan aturan orang-orang Jesuit yang jelas.

benar benar Sangat sangat sangat memalukaaannn :lol: [-X [-X
User avatar
pusing
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 650
Joined: Wed Sep 08, 2010 6:10 am

Re: Bahasa Alquran bukan Bahasa Arab

Postby resah dan gelisah » Sun Dec 05, 2010 8:37 pm

Betdaniel wrote :

1) Jadi, dari mana tambahan huruf dalam Alquran yang Ente pegang sekarang? Dari Bahasa Arab atau dari Bahasa Alquran?


Jawaban saya :
Tidak ada penambahan huruf apapun dalam Al Quran. Semua dari bahasa Al Quran. Jelas ?


2) Heheheee... Muslim sendiri lho yang mengklaim Qira'ah Sab'ah, sbb:

Image
Sumber: benarkah-al-quran-tidak-pernah-berubah-t39841/page60.html#p655576


Jawaban saya :
Muslim yang mana. Saya tidak termasuk yang anda maksud.

3) Ente yang bingung, ya. Bahasa Arab masuk rumpun Bahasa Semit dan tidak ada yang namanya rumpun Bahasa Arab. Sok, sampaikeun di sini, buktinya (kalau ada).

Gambar Rumpun Bahasa Semitik:
Image
Sem, anak Nabi Nuh, adalah nenek-moyang masyarakat Timur Tengah.. sehingga Sem menjadi satu rumpun bahasa disebut Semitik.

Semua ini berakir kepada pertanyaan saya: Bila Alquran diturunkan dalam Bahasa Alquran menggunakan tujuh huruf saja, maka dari mana huruf-huruf yg lain didapat, dalam Alquran yang Ente pegang sekarang?


Jawaban saya :
Anda yang bilang bahasa arab masuk rumpun bahasa Semit. Sedangkan Al Qur'an bukan bahasa arab melainkan bahasa serumpun bahasa Arab. Buktinya ya Al Quran itulah. Banyak kosakata didalam Al Qur'an yang tidak ada dalam kosakata bahasa Arab. Maka dari itu saya selalu sarankan dari awal sebelum anda mengambil kesimpulan apapun terhadap Al Quran pelajarilah Al Quran dari Al Baqarah - An Nass secara ayatin baynatin agar anda menemukan jawaban atas kebingungan anda selama ini.

Sem, anak Nabi Nuh, adalah nenek-moyang masyarakat Timur Tengah.. sehingga Sem menjadi satu rumpun bahasa disebut Semitik.


Komentar saya :
Sem, anak nabi Nuh. Lantas Nuh anaknya siapa? Siapa itu anaknya siapa lagi? dst. Ujung-ujungnya semua keturunan Adam. Lantas siapa yang mengajarkan / menurunkan Al Asma kepada Adam? Jawabannya Allah. Allah mengajarkan Al Asma tentu dengan alat yaitu bahasa. Bahasa percakapan antara Allah dan rasulnya melalui perantaraan jibril.
Bahasa percakapan antara Allah dan rasulnya melalui perantaraan jibril itulah, induk segala bahasa yang ada didunia ini yang terpelihara sejak nabi adam hingga nabi Isa sampai nabi Muhammad. Mulai dari Al Asma, hingga injil dan al quran. Innahu laqouli rosulin kariim.
Namun seiring bergesernya iman umat manusia kearah kekufuran maka terjadilah pula pergeseran bahasa. Contoh sederhana yang mudah anda mengerti seperti bahasa Indonesia : "bapak" bergeser menjadi "bokap", dsb.
Namun meskipun demikian banyak bukti bahwa kosakata dalam bahasa Al Quran yang hingga sekarang masih terdapat dalam kosakata bahasa-bahasa di beberapa negara seperti man = orang menjadi men dalam bahasa inggris yang artinya = seorang laki-laki. Anta menjadi anda dalam bahasa indonesia, dsb, dsb, dsb. Untuk lebih jelasnya lagi silahkan anda pelajari Al Quran dari Al Baqarah - An Nass secara ayatin baynatin[size=150]
. Selamat belajar. Setelah anda mempelajari Al Quran dengan tuntas, silahkan anda berkomentar apapun tentang Al Quran dan selanjutnya barulah kita diskusi lagi. Oke? :goodman:
resah dan gelisah
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 56
Joined: Mon Nov 08, 2010 11:25 pm

Re: Bahasa Alquran bukan Bahasa Arab

Postby pusing » Sun Dec 05, 2010 9:52 pm

Hillman wrote:
Mas Resah, rupanya anda tidak dapat membedakan makna kata bahasa Arab di bawah ini :

Perbedaan antara kata إسلامي - 'islamy dengan kata إسلاميين - 'islamiyyin ?
Perbedaan antara kata عربي - 'araby dengan kata عَرَبِيٍّ - 'arabiyyin ?
Maaf, saya ragu anda dapat menjelaskan "ya" nisbah jika anda tidak dapat melihat perbedaan dari kata-kata bahasa Arab tersebut.
Mudah-mudahan pendapat saya salah, dan dipersilahkan anda menerangkan pada saya yang tidak paham bahasa Arab ini. :lol:

Anda belum mengemukakan pendapat. kalimat diatas hanyalah sebuah pertanyaan mengenai perbedaan diantara dua buah kata benda.

Kata إسلامي - 'islamy dibentuk dari kata benda اِسْلَامٌ -Islaamun , kemudian digandeng dengan kata/huruf ي - "ya" yang menunjukkan "kepunyaan".
Dimana kata benda اِسْلَامٌ -Islaamun dibentuk dari kata kerja tiga huruf pokok tambahan satu yaitu اَسْلَمَ - يُسْلِمُ - اِسْلَامًا - aslama - yuslimu - islaaman, yang memiliki arti = Menyelamatkan.
Jadi gandengan dua bentuk tersebut menjadi kata إسلامي - 'islamy, yang memiliki arti = Islamku.

Selanjutnya maaf, untuk kata إسلاميين - 'islamiyyin, Alquran tidak mungkin memiliki kaedah/hukum untuk membunyikan kata benda seperti itu.
Entah dari antahberantah mana anda bisa menuliskan bentuk seperti itu. :-k

Salam bagi semua yang tidak mengajukan karangan bebas... :heart: :heart:
User avatar
pusing
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 650
Joined: Wed Sep 08, 2010 6:10 am

Re: Bahasa Alquran bukan Bahasa Arab

Postby pusing » Mon Dec 06, 2010 1:20 am

HILLMAN wrote:@Mas Resah dan gelisah.

Tulisan saya adalah sebuah tulisan sederhana tanpa perlu kelihatan "canggih" apalagi jika dilandasi dengan sifat riya, tetapi (alhamdulillah) cukup menjelaskan bagi semua orang yang mau berpikir dengan contoh-contoh aplikasi kalimat yang berkaitan dengan bahasan.

Saya pikir tulisan saya ini memang merupakan fakta, karena anda sendiri memilih tidak menjawab dan (maaf jika) saya katakan karena memang anda tidak dapat membantah fakta tersebut.

Salah satu contoh mengenai kata إسلامي - 'islamy. Jika anda membaca kalimat ini ملابس إسلامي - malabis 'islamy = busana islami, maka semua orang yang berpikir akan memaknai kalimat tersebut sebagai "busana yang mengikuti aturan secara Islam".

Apakah anda akan setuju jika ada segelintir orang yang memaknai kalimat itu sebagai "busana yang hanya serumpun dengan Islam, tetapi bukan busana Islami seutuhnya"

http://www.google.co.id/images?q=%D9%85 ... =id&tab=wi

Paham ?


Anda tentu dapat membaca bagaimana kaidah "ya" nisbah yang di pahami secara ngawur oleh beberapa gelintir orang dalam upaya menghindari BATU UJI TATA BAHASA ARAB terhadap Al Quran dan saya (insyaAllah) telah menunjukan secara gamblang contoh penggunaan dan makna "ya" nisbah menurut qawaid yang benar tentang Al Quran adalah sebuah karya dalam aturan tata bahasa Arab, tentunya berdasarkan contoh aplikasi kaidah "ya" nisbah tersebut.


InsyaAllah bermanfaat bagi semua orang yang mau berpikir.


Wassalam.

Anda tidak paham tentang penggunaan "ya" nisbah, Tetapi memberi kesan bahwa andalah yang paling paham.
Anda juga tidak tahu cara menggunakan sebuah kata benda yang belum menyatu dengan kalimat, atau cara membunyikan perubahan sebuah kata benda didalam kalimat dengan harokat yang benar, ketika kata benda tersebut telah masuk dan mengalami perubahan oleh suatu sebab didalam kalimat, tetapi anda memberi kesan seolah olah sudah menguasai teori bentuk kalimat (nahwu).

Perhatikan penjelasan berikut:

Melihat kalimat dengan huruf gundul seperti ملابس إسلامي - malabis 'islamy, apalagi kalimat tersebut berdiri sendiri, dalam arti belum menghadapi kata atau kalimat lain, baik sebelum ataupun sesudahnya. Maka pemberian harokat/baris yang benar menurut aturan tata bahasa alquran adalah dengan dua alternatif cara berkaitan kata tersebut. Namun sebelumnya kitapun menghadapi masalah yaitu pada kata إسلامي. Dimana otak anda sudah miring dan berani mengklaim kalau Al Quran adalah sebuah karya dalam aturan tata bahasa Arab, Yang pada kenyataannya Alquran yang sedang anda paksakan untuk mengikuti aturan tata bahasa arab itu, tidaklah ada aturan penggunaan huruf يّ - "ya" bertasdid ("Ya"nisbah), mengakhiri kata benda yang bukan menunjukkan kepada orang, seperti contohnya kata اِسْلَامٌ - Islaamun/Islam.

Maka, dari kemiringan otak anda, selanjutnya kita luruskan dengan menggunakan aturan tata bahasa alquran sebagai berikut:
1.Menjadikannya sebagai sebuah kata majemuk(mudhaaf wa mudhaaf ilaih), yaitu
مَلَابِسُ اسْلَامِيَّةٍ - malaabisus laamiyyatin, yang artinya = busana islam.
atau
مَلَابِسُ اسْلَامٍ - malaabisus laamin yang artinya sama yaitu = busana islam.
Atau bisa juga
مَلَابِسُ اسْلَامِيْ - malaabisus laamiy, yang artinya = Busana islamku


2.Menjadikannya na`at man`ut, yaitu
مَلَابِسٌ اِسلَامِيَّةٌ - malaabisun islaamiyyatun, yang artinya = busana yang bernuansa keislaman.
Atau bisa juga
مَلَابِسٌ اِسْلَامٌ - malaabisun islaamun, yang artinya sama yaitu = busana yang bernuansa keislaman.

Dengan demikian menjadi terbukti kembali kalau anda sedang memaksakan huruf "YA" yang tidak berharokat tasdid menjadi bahasan tentang huruf "YA" yang berharokat tasdid.

Hal tersebut didasari dari melihat hasil kata ملابس إسلامي yang anda jadikan penelusuran di search engine maka yang keluar adalah kata ملابس إسلامي yang huruf "YA" nya tidak berharokat tasdid. Selain itu yang keluar adalah kalimat ملابس اسلامية dimana kata اسلامية adalah kata sifat didalam kalimat dan tidak ada kaitannya dengan penggunaan huruf "YA" bertasdid ("YA" nisbah) diakhir kata benda, dimana kata benda tersebut menunjukkan kepada orang.

Akhirnya saya ulangi lagi, hendaknya anda teliti terlebih dahulu semua peci sebelum memakai satu peci, agar anda tidak menggunakannya miring karena kesempitan... :turban:
User avatar
pusing
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 650
Joined: Wed Sep 08, 2010 6:10 am

Re: Bahasa Alquran bukan Bahasa Arab

Postby iluvboy.blogspot » Mon Dec 06, 2010 12:19 pm

Pusing dan Resah Gelisah Versus Alquran dan Ahli2 Tafsir Quran yg lain:

إِنَّا جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

Sesungguhnya Kami menjadikan Al Quran dalam bahasa arab supaya kamu memahami(nya). {Az-Zukhruf : 3}.



قُرْآنًا عَرَبِيًّا غَيْرَ ذِي عِوَجٍ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

(Ialah) Al Quran dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa. {Az-Zumar : 28}



بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ

Dengan bahasa arab yang jelas. {Asy-Syu’aroo : 195}.



وَكَذَلِكَ أَنْزَلْنَاهُ حُكْمًا عَرَبِيًّا

Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al Quran itu sebagai peraturan (yang adil) dalam bahasa Arab. {Ar-Ro’d : 37}.


Kata Abu Ishaq Az-Zajaji: aku mendengar Abul Abbas berkata: sebahagian salaf berkata: “Wajib atas kalian untuk belajar bahasa arab; karena merupakan kemuliaan yang nyata, yaitu Kalamulloh ‘Azza wa Jalla dan kalam para Nabi-Nya juga kalam para Malaikat-Nya”…….sampai akhir ucapan beliau rohimahulloh.

Maka nahwu memiliki suatu kepentingan; karena bahwasanya seluruh ilmu membutuhkannya, dan sepantasnyalah bagi penuntut ilmu untuk mempelajari kaidah-kaidah bahasa Arab, dan agar menjauhkan diri dari lahn (kesalahan di dalam pengucapan/berbahasa yang dapat merubah makna).

Dan bangsa Arab menjauhkan dirinya dari terjerumus ke dalam lahn, mereka mewajibkan untuk mempelajari bahasa arab. Ibnu ‘Abdil Barr rohimahulloh membuat satu bab pada permulaan kitabnya “Bahjatul Majaalis wa Unsul Mujaalis” tentang menjauhi lahn dan mempelajari bahasa arab, serta mencela sesuatu yang asing di dalam berbahasa. Beliau membawakan atsar-atsar dan syair-syair seputar permasalahan ini, dan memulainya dengan perkataan ‘Umar rodhiyallohu ‘anhu ketika beliau menulis kepada Abu Musa Al-Asy’ari rodhiyallohu ‘anhu: Ammaa ba’’du, perdalamilah oleh kalian sunnah dan pelajarilah bahasa arab, dan bacalah Al-Qur’an dengan bacaan orang Arab karena sesungguhnya Al-Qur’an dengan bahasa bangsa Arab.

Dan masih kata beliau rodhiyallohu ‘anhu: “Pelajarilah oleh kalian bahasa arab; karena sesungguhnya ini merupakan bagian agama kalian, dan pelajarilah oleh kalian faroid (ilmu tentang waris); karena sesungguhnya ini merupakan bagian agama kalian.

Kata ‘Abdulloh bin Al-Mubarik: Lahn (kesalahan pengucapan) lebih buruk daripada bekas penyakit cacar pada wajah.

Dan kata Syu’bah: Permisalan orang yang belajar hadits tapi tidak belajar nahwu seperti kopiah tapi tidak ada kepalanya.

Dan kata Al-Ashma’i rohimahulloh: Sesungguhnya yang paling aku takuti atas penuntut ilmu –jika ia tidak tahu nahwu- akan masuk ke dalam keumuman sabda Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam: “Barangsiapa berdusta atas namaku dengan sengaja maka bersiap-siaplah ia menempati tempat duduknya di neraka”[1].

Dan kata Ibnu Jinni[2]: Sesungguhnya kebanyakan mereka yang tersesat dari kalangan ahli syari’at adalah karena niat mereka, dan menyimpang dari metode yang paling utama karena mengikuti hawa nafsunya, dan kurangnya adab kesantunan, serta lemahnya dalam bahasa yang mulia ini yang seluruh syari’at ini diucapkan dengannya. (selesai).

Berkata Asy-Syaafi’i rohimahulloh: “Barangsiapa mendalam ilmu nahwunya maka ia akan mendapat petunjuk kepada setiap ilmu”[3].

Dan kata beliau juga rohimahulloh: “Tidaklah aku ditanya tentang suatu masalah dari masalah-masalah fiqih kecuali aku menjawabnya dengan kaidah-kaidah nahwu[4].

Dan masih kata beliau juga rohimahulloh: “Tidaklah aku menghendaki dengannya –yakni bahasa arab- melainkan untuk menolong bagi fiqih[5].

Demikian pentingnya bahasa arab dan ilmu-ilmunya, sehingga Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimin rohimahullohu Ta’ala di dalam muqoddimah kitabnya “At-Ta’liiqoot Al-Jaliyyah ‘Alaa Syarhil Muqoddimah Al-Ajruumiyyah” setelah menyebutkan basmalah dan hamdalah serta mengucapkan sholawat dan salam kepada Rosululloh, keluarganya dan para sahabatnya, beliau mengatakan: Ammaa ba’du, maka sesungguhnya ilmu nahwu adalah ilmu yang mulia, ilmu wasilah, yang menjadi wasilah (perantara) kepada dua perkara yang penting:

Perkara yang pertama: Memahami kitabulloh dan sunnah Rosul-Nya shollallohu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya pemahaman yang banyak dari keduanya berdiri di atas pengetahuan nahwu.

Yang kedua: Meluruskan lisan atas bahasa orang Arab yang Kalamulloh turun dengan bahasa ini.

Oleh karena itu, maka mengerti nahwu merupakan suatu perkara yang penting sekali, akan tetapi nahwu pada awalnya sulit dan di akhirnya mudah, dimisalkan seperti rumah yang terbuat dari bambu dan pintunya dari besi, maksudnya sulit sekali untuk memasukinya tapi jika kamu sudah memasukinya maka akan menjadi mudahlah bagimu segala sesuatunya. Oleh karena ini, seyogyanyalah bagi seseorang untuk bersemangat mempelajari permulaannya sehingga akan menjadi mudah baginya yang tersisa lainnya.

Tidak ada ‘ibroh dengan ucapan seseorang yang berkata: Sesungguhnya nahwu itu sulit. Sehingga orang yang mempelajarinya merasa seakan-akan ia tidak mungkin menguasai ilmu nahwu ini, maka sesungguhnya ini tidaklah benar. Pusatkan konsentrasi di permulaan mempelajarinya hingga akan mudah bagimu akhirnya.

Sebahagian orang berkata: Nahwu itu susah dan jenjangnya lama. Tapi kita tidak bersikap seperti ini bahkan kita mengatakan: nahwu itu mudah, tangganya pendek dan jenjangnya sebentar, tetapi pahamilah olehmu dari awalnya.

Definisi nahwu secara bahasa (etimologi): Al-Jihah (arah), kamu mengatakan dzahabtu nahwa fulaanin artinya jihatuhu (ke arahnya). Dan diantaranya Asy-Syibhu (menyerupai) dan Al-Mitslu (misal), kamu mengatakan Muhammad nahwu ‘Aliyyin artinya syibhuhu (menyerupainya) dan mitsluhu (semisalnya).

Definisi nahwu secara ishthilah (terminologi): Ilmu tentang kaidah-kaidah yang diketahui dengannya hukum-hukum bunyi akhir suatu kata bahasa arab pada susunan kalimatnya: dari segi i’rob dan bina’ serta tawabi’ (yang mengikutinya).

Penyusunnya: Orang yang pertama kali menyusun ilmu nahwu berdasarkan riwayat yang masyhur adalah Abul Aswad Ad-Duali berdasarkan perintah Ali bin Abi Tholib rodhiyallohu ‘anhu.

Diterjemahkan dari kitab : At-ta’liqaat Al-Jaliyyah dan Tuhfatus Saniyah


Kita simulasikan lagi; bahasa alquran memang bukan bahasa arab, bagaimana muhammad memahami maknanya dan mengajarkannya pada orang lain, artinya kan setelah muhammad paham maknanya muhammad dapat menerangkannya kembali dalam bahasa arab, nah bahasa apapun itu yg penting kan maknanya sampai pada orang2 yg didakwahinya :heart:
iluvboy.blogspot
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 951
Joined: Wed Oct 21, 2009 6:18 pm

Re: Bahasa Alquran bukan Bahasa Arab

Postby pusing » Mon Dec 06, 2010 4:31 pm

iluvboy.blogspot wrote:
Kita simulasikan lagi; bahasa alquran memang bukan bahasa arab, bagaimana muhammad memahami maknanya dan mengajarkannya pada orang lain, artinya kan setelah muhammad paham maknanya muhammad dapat menerangkannya kembali dalam bahasa arab, nah bahasa apapun itu yg penting kan maknanya sampai pada orang2 yg didakwahinya :heart:

Saya bertanya kepada anak saya begini:
Nak nak, bagaimana muhammad memahami maknanya dan mengajarkannya pada orang lain?
Anak saya menjawab:
Abi ini gimana, ya pastinya muhammad belajarlah agar memahami maknanya, kaya saya kan juga lagi belajar sama abi.
Saya bertanya lagi:
Kalo kamu belajar sama abi, lalu muhammad belajar sama siapa?
Anak saya menjawab dengan lantang:
Ya, sama Allah melalui malaikat jibrillah.
Saya berkata lagi:
Iya ya nak, bener juga ya..kamu aja tadinya ga bisa bahasa alquran, sekarang kamu sudah bisa walaupun sedikit sedikit dan kalau diteruskan dengan serius pasti kamu lebih bisa banyak ya??
Anak saya menjawab:
Tuh abi pinter, kok pake nanya lagi sih...
Saya berkata:
terus kalo kamu sudah paham banyak, bagaimana kamu mengajarkannya kepada orang lain nak??
Anak saya menjawab:
Salah satunya aku akan menggunakan cara rasul كَلِّمِ النَّاسَ عَلىٰ قَدْرِيْ عُقُوْلِهِمْ ajak bicaralah orang lain menurut kemampuan penanggapannya.

Pertanyaan anda sudah dijawab oleh anak saya.

Sekarang giliran saya bertanya/minta tolong dong diajukan redaksi tafsir aslinya dengan tulisan arab agar saya dan anak saya dapat memeriksa menurut aturan tata bahasa alquran..dipersilahkan... :turban:
User avatar
pusing
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 650
Joined: Wed Sep 08, 2010 6:10 am

Re: Bahasa Alquran bukan Bahasa Arab

Postby betdaniel99 » Mon Dec 06, 2010 7:03 pm

Pertanyaan:
bedaniel99 wrote:Betdaniel
1) Jadi, dari mana tambahan huruf dalam Alquran yang Ente pegang sekarang? Dari Bahasa Arab atau dari Bahasa Alquran?
resah dan gelisah wrote:Jawaban saya :
Tidak ada penambahan huruf apapun dalam Al Quran. Semua dari bahasa Al Quran. Jelas ?

Jawaban Ente bertentangan dengan hadith:
Image
Ente ini penganut Islam atau bukan?


betdaniel99 wrote:2) Heheheee... Muslim sendiri lho yang mengklaim Qira'ah Sab'ah, sbb:
resah dan gelisah wrote:Jawaban saya :
Muslim yang mana. Saya tidak termasuk yang anda maksud.

Saya curiga kalau Ente bukan penganut Islam.. Niy, saya copas dari sebuah situs:
Jibril membacakan (Al-Qur’an) kepadaku dengan satu huruf. Kemudian berulang kali aku meminta agar huruf itu ditambah, dan ia pun menambahnya kepadaku sampai dengan tujuh huruf.

Sumber: http://www.lingkaran.org/pengantar-qiro ... sabah.html

Silakan diklik, URL di atas.

betdaniel99 wrote:3) Ente yang bingung, ya. Bahasa Arab masuk rumpun Bahasa Semit dan tidak ada yang namanya rumpun Bahasa Arab. Sok, sampaikeun di sini, buktinya (kalau ada).

Sem, anak Nabi Nuh, adalah nenek-moyang masyarakat Timur Tengah.. sehingga Sem menjadi satu rumpun bahasa disebut Semitik.

Semua ini berakir kepada pertanyaan saya: Bila Alquran diturunkan dalam Bahasa Alquran menggunakan tujuh huruf saja, maka dari mana huruf-huruf yg lain didapat, dalam Alquran yang Ente pegang sekarang?
resah dan gelisah wrote:Jawaban saya :
Anda yang bilang bahasa arab masuk rumpun bahasa Semit. Sedangkan Al Qur'an bukan bahasa arab melainkan bahasa serumpun bahasa Arab. Buktinya ya Al Quran itulah. Banyak kosakata didalam Al Qur'an yang tidak ada dalam kosakata bahasa Arab. Maka dari itu saya selalu sarankan dari awal sebelum anda mengambil kesimpulan apapun terhadap Al Quran pelajarilah Al Quran dari Al Baqarah - An Nass secara ayatin baynatin agar anda menemukan jawaban atas kebingungan anda selama ini.

Heheheee... Ente baca di halaman-halaman sebelumnya, dimana Bang HILLMAN menunjukkan adanya kosa kata baru dalam syair-syair Shakespeare, dan untung-nya tidak pernah ada disebut "Bahasa Shakespeare"... :lol:

betdaniel99 wrote:Sem, anak Nabi Nuh, adalah nenek-moyang masyarakat Timur Tengah.. sehingga Sem menjadi satu rumpun bahasa disebut Semitik.
resah dan gelisah wrote:Komentar saya :
Sem, anak nabi Nuh. Lantas Nuh anaknya siapa? Siapa itu anaknya siapa lagi? dst. Ujung-ujungnya semua keturunan Adam. Lantas siapa yang mengajarkan / menurunkan Al Asma kepada Adam? Jawabannya Allah. Allah mengajarkan Al Asma tentu dengan alat yaitu bahasa. Bahasa percakapan antara Allah dan rasulnya melalui perantaraan jibril.
Bahasa percakapan antara Allah dan rasulnya melalui perantaraan jibril itulah, induk segala bahasa yang ada didunia ini yang terpelihara sejak nabi adam hingga nabi Isa sampai nabi Muhammad. Mulai dari Al Asma, hingga injil dan al quran. Innahu laqouli rosulin kariim.

Saya tantang Ente dengan satu hal: Apa arti nama JIBRIL dalam Bahasa Alquran?

Saya beritahu ya, lafaz JIBRIL dalam Ibrani, yaitu GABRIEL memiliki arti yang bagus... Saya harap, pada saat dilafazkan dalam Bahasa Alquran memiliki arti fonetik yang bagus juga.

resah dan gelisah wrote:Namun seiring bergesernya iman umat manusia kearah kekufuran maka terjadilah pula pergeseran bahasa. Contoh sederhana yang mudah anda mengerti seperti bahasa Indonesia : "bapak" bergeser menjadi "bokap", dsb.
Namun meskipun demikian banyak bukti bahwa kosakata dalam bahasa Al Quran yang hingga sekarang masih terdapat dalam kosakata bahasa-bahasa di beberapa negara seperti man = orang menjadi men dalam bahasa inggris yang artinya = seorang laki-laki. Anta menjadi anda dalam bahasa indonesia, dsb, dsb, dsb. Untuk lebih jelasnya lagi silahkan anda pelajari Al Quran dari Al Baqarah - An Nass secara ayatin baynatin[size=150]. Selamat belajar. Setelah anda mempelajari Al Quran dengan tuntas, silahkan anda berkomentar apapun tentang Al Quran dan selanjutnya barulah kita diskusi lagi. Oke? :goodman:

Pertanyaan:
Apakah 'BOKAP' itu bukan bahasa Indonesia?
Apakah 'BOKAP' itu bahasa yang serumpun dengan Bahasa Indonesia?

Syukron & Salaam.
User avatar
betdaniel99
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2374
Joined: Thu May 22, 2008 9:55 pm

Re: Bahasa Alquran bukan Bahasa Arab

Postby betdaniel99 » Mon Dec 06, 2010 7:14 pm

Kepada 'Pusing' & 'resah dan gelisah',

Saya ingin bertanya: Apakah ada Orang Arab yang menyatakan bahwa Alquran bukan Berbahasa Arab?
Kalian ini orang Indonesia, sehebat-hebatnya belajar bahasa orang lain, mungkin saja ada pemahanan yang kurang menyeluruh. Oleh karena itu, kalau bisa, tampilkan argumentasi Orang Arab yang bilang bahwa Alquran bukan Berbahasa Arab.

Mas iluvboy.blogspot sudah menyampaikan argumentasi dari orang-orang Arab bahwa Alquran menggunakan Bahasa Arab, sekarang giliran kalian.

Selamat berpusing & resah dan gelisah.

Syukron & Salaam.
User avatar
betdaniel99
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2374
Joined: Thu May 22, 2008 9:55 pm

Re: Bahasa Alquran bukan Bahasa Arab

Postby pusing » Mon Dec 06, 2010 9:33 pm

Melihat pertanyaan anda, jelas, anda adalah ketua DPR RI atau anda pernah menjabatnya, atau juga anda sedang mengkhayal menjadi ketua DPRD . Hayo ngaku siapa nama anda sebenarnya?? :axe: : Jangan jangan saya mengenal anda.. :-k
User avatar
pusing
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 650
Joined: Wed Sep 08, 2010 6:10 am

Re: Bahasa Alquran bukan Bahasa Arab

Postby betdaniel99 » Mon Dec 06, 2010 9:36 pm

@Atas.

Maksudnya? Ente engga jelas..

Tolong saja dijawab pertanyaan ini: Apakah ada Orang Arab yang dengan rendah hati berpendapat bahwa Alquran diturunkan bukan dengan Bahasa Arab?

Syukron & Salaam.
User avatar
betdaniel99
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2374
Joined: Thu May 22, 2008 9:55 pm

Re: Bahasa Alquran bukan Bahasa Arab

Postby resah dan gelisah » Mon Dec 06, 2010 9:49 pm

Betdaniel wrote :

Jawaban Ente bertentangan dengan hadith:



Komentar saya :

Sebetulnya, Al Quran telah memberi jawaban atas pertanyaan yang anda ulang-ulang itu. Tetapi sepertinya anda tidak mau mempelajari Al Quran, akibatnya anda selalu mengulang-ngulang pertanyaan yang sama. Seperti orang bingung.

Hadist = perkataan. Hadist rasul = perkataan rasul. Rasulullah muhammad saw ber-hadis menurut atau berdasarkan Al Qur'an (QS 53 : 1-4, 21:27) karena tugas rasul hanyalah penyampai (QS 5:67, 5:99-101) dan pemberi contoh / uswatun khasanah melalui praktik / perbuatan (QS 60:6).

Jadi bila ada hadis yang katanya hadis rasul tetapi kenyataan isi-nya bertentangan dengan Al Qur'an maka wajar bila hadis tersebut kita tolak karena [b](QS 4:87) walaupun hadist tersebut diakui kebenarannya oleh kebanyakan orang karena (QS 6:116). [/b]

Al Qur'an itulah hadis (QS 45:6, 39:23, 53:59, 4:87, 56:77-81, 52:32-34, ) dan ayat Al Qur'an secara prinsif hanya bisa ditafsirkan dengan ayat lainnya (sistimatika ayat) karena (QS 22:16, 24:1) dan secara teknik / praktik barulah ditafsirkan dengan laku perbuatan nabi (sunnah)(QS 6:116).


Komentar Ahli Hadis (Prof. Dr. TM Hasby Ash Shiddieqy) didalam buku nya (Sejarah & Pengantar Ilmu Hadist) :

Menurut Ulama-ulama Hadist, hadist baru ditulis setelah nabi wafat 11 Hijriah karena semasa hidupnya, Rasul melarang ucapannya ditulis sesuai dengan pernyataan Rasulullah Muhammad SAW yang diriwayatkan Muslim dari Abu Said Al Khudry : “Laa taktubu ‘annay ghoirol qur’an, waman kataba ‘annay ghoirol qur’an falyamkhuhu.” (Janganlah kalian menulis dari ku selain Al Qur’an, dan barangsiapa menulis dariku selain Al Qur’an maka hendaklah dihapuskan). (Halaman 32).

Menurut hadis ini, para sahabat dekat nabi pun seperti : Abu Bakar, Umar, Ali, Usman, Zaid bin Tsabit, Uabi bin Kaab, Muadz bin Jabal, Mu’awiyyah bin Abu Sufyan, tidak berani dan tidak pernah diperintah nabi untuk menulis atau membukukan hadist rasul.

Setelah 99 tahun nabi wafat dan setelah empat kholifah rasyidin (Abu Bakar, Umar, Ali, Usman) wafat, barulah dizaman khalifah Umar bin Abdul Azis dinasti Amawiyah, pada tahun 100 H memerintahkan Abu Bakar Muhammad bin Muslim bin Ubaidilah bin Syihab Az Zuhry. Dia lah ulama besar, orang pertama yang membukukan hadist. Akan tetapi Kitab kumpulan hadist Az Zuhry hingga sekarang tidak diketahui rimbanya.

Setelah Az Zuhry diperintah oleh kholifah untuk menuliskan dan membukukan hadist maka mulailah bermunculan banyak orang ikut-ikutan mengumpulkan hadist meskipun tidak diperintah oleh kholifah. (Halaman 54-55).

Sistem ulama terdahulu membukukan hadist adalah dengan tidak menyaringnya. Mereka tidak membukukan hadist saja, tetapi bercampur baur dengan fatwa-fatwa sahabat dan bahkan fatwa-fatwa tabi’in. (Halaman 55).

Pada abad ke 2 H, mulailah muncul upaya untuk menumbangkan kholifah Umar bin Abdul Azis dan memunculkan paham memihak kepada Ali serta mempertahankan kekholifaan ditangan Ali dan keturunannya, pada saat itulah muncul hadis-hadis palsu untuk mempengaruhi massa. (Halaman 57, 61 dan 65).

Komentar saya :
Saya tidak mendasarkan pendapat saya pada komentar Ahli Hadis (Prof. Dr. TM Hasby Ash Shiddieqy) diatas. Saya menampilkan komentar beliau adalah sebagai bukti bahwa seorang ahli hadis mengakui bahwasannya tidak semua hadis benar sebagaimana Allah telah lebih dulu memberikan informasi didalam Al Quran surat 3:6-7.
Kalau hadis rasul itu berbeda dengan Al Quran maka tentu orang-orang terdekat nabilah yang lebih dulu menulis hadist tersebut bukan yang lain. Tetapi kenyataannya tidak ada orang-orang terdekat nabi yang menulis atau membukukan hadist kecuali Al Quran.
Coba anda bayangkan : suatu perkataan ditulis dan dibukukan setelah ratusan tahun orang yang berkata wafat.
Oleh sebab itulah, sekali lagi untuk menguji kebenaran suatu hadist kita mesti memahami dulu Al Quran berikut makna yang sebenarnya.

Saran saya, harap tadaburi dulu ayat-ayat Al Quran diatas agar diskusi kita nyambung dan ada manfaatnya. Jika anda memang betul-betul ingin mencari kebenaran, bukan sebaliknya.

Wassalam..........
resah dan gelisah
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 56
Joined: Mon Nov 08, 2010 11:25 pm

Re: Bahasa Alquran bukan Bahasa Arab

Postby pusing » Mon Dec 06, 2010 9:56 pm

betdaniel99 wrote:
Saya tantang Ente dengan satu hal: Apa arti nama JIBRIL dalam Bahasa Alquran?

Yang diatas ini Kalimat kata tanya atau kalimat tantangan ya?

Terlihat gagah dan lantang, tapi sayang tidak bisa berbahasa indonesia....kasihan :lol:
User avatar
pusing
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 650
Joined: Wed Sep 08, 2010 6:10 am

Re: Bahasa Alquran bukan Bahasa Arab

Postby resah dan gelisah » Mon Dec 06, 2010 10:17 pm

Betdaniel wrote :

Tolong saja dijawab pertanyaan ini: Apakah ada Orang Arab yang dengan rendah hati berpendapat bahwa Alquran diturunkan bukan dengan Bahasa Arab?



Komentar saya :

Pertanyaan anda diatas sudah dijawab oleh Allah didalam Al Qur'an surat 9:90 dan 49:14.
Silahkan anda pelajari kedua ayat diatas jika anda memang benar-benar ingin mencari kebenaran, bukan sebaliknya.
resah dan gelisah
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 56
Joined: Mon Nov 08, 2010 11:25 pm

Re: Bahasa Alquran bukan Bahasa Arab

Postby pusing » Mon Dec 06, 2010 10:22 pm

betdaniel99 wrote:
Maksudnya? Ente engga jelas..

Tolong saja dijawab pertanyaan ini: Apakah ada Orang Arab yang dengan rendah hati berpendapat bahwa Alquran diturunkan bukan dengan Bahasa Arab?

Syukron & Salaam.

Maaf kalau disaat saya mengetik sambil tertawa.Image
Bagaimana tidak. Anda menggunakan cara berdiskusi bukan dengan ilmu, tetapi dengan cara Vooting mencari suara atau mencari orang. Setelah mendapatkannya, pasti ujung ujungnya menghitung berapa banyak orangnya, setelah itu menilai menimbang dan memutuskan kalau suara terbanyak itulah yang menang atau yang benar.

yang melakukan itu bukankah ketua DPRD yang sedang melakukan rapat vooting?

Sekali lagi, Hayoo ngaku siapa nama anda sebenarnya?? :lol:
Last edited by pusing on Mon Dec 06, 2010 10:27 pm, edited 1 time in total.
User avatar
pusing
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 650
Joined: Wed Sep 08, 2010 6:10 am

Re: Bahasa Alquran bukan Bahasa Arab

Postby resah dan gelisah » Mon Dec 06, 2010 10:25 pm

Pusing wrote :

Yang diatas ini Kalimat kata tanya atau kalimat tantangan ya?

Terlihat gagah dan lantang, tapi sayang tidak bisa berbahasa indonesia....kasihan :lol:



Bung Pusing, betdaniel sepertinya sekarang sedang serius mempelajari Al Quran. Jangan diganggu dulu. Supaya diskusi kedepan lebih nyambung, fokus dan bermanfaat. Oke?
resah dan gelisah
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 56
Joined: Mon Nov 08, 2010 11:25 pm

Re: Bahasa Alquran bukan Bahasa Arab

Postby resah dan gelisah » Mon Dec 06, 2010 11:44 pm

Iluvboy wrote :

Pusing dan Resah Gelisah Versus Alquran dan Ahli2 Tafsir Quran yg lain:

إِنَّا جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

Sesungguhnya Kami menjadikan Al Quran dalam bahasa arab supaya kamu memahami(nya). {Az-Zukhruf : 3}.



Komentar saya :

Jika anda urai ayat-ayat diatas kata demi kata, maka makna nya tidak seperti yang anda pahami :
إِنَّا جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

Sesungguhnya Kami menjadikan ia (Al Quran) bacaan berbahasa serumpun arab supaya kalian memahami. {Az-Zukhruf : 3}.

1. Pada ayat diatas tertulis kata qur'anan = bacaan (belum menentu), bukan al qur'an = bacaan itu (sudah menentu), tetapi anda terjemahkan qur'anan = al qur'an padahal kata "hu" lah yang seharusnya anda terjemahkan sebagai objek kata pengganti nama / penunjuk "al qur'an".
2. Tidak ada kata "dalam" bahasa arab disana. Tetapi anda menambahkan sendiri kata "dalam" pada terjemahan ayat diatas.
3. Dibelakang kata " 'arabi" ada "ya" bertasdid yang maksudnya adalah nisbatun ila 'arabi = dirumpunkan kepada arab padahal keduanya berbeda.

Akibat kekeliruan menerjemahkan inilah, anda keliru pula dalam menafsirkan ayat diatas.

Saya menjadi curiga kepada anda dan timbul tanda tanya: kenapa sich anda terlalu bangga dengan argumen bahwa al qur'an bahasa arab sehingga anda memberanikan diri menabrak kaidah tata bahasa al qur'an dan memaksakan kehendak dengan menerjemahkan dan menafsirkan ayat diatas menurut kehendak anda atau menurut kehendak orang-orang yang anda anggap ahli tafsir itu. Apa sebenarnya kepentingan anda? Atau jangan-jangan ini semua karena anda atau istri anda atau orang tua anda, orang arab? Sehingga anda bangga jika bahasa al qur'an dikatakan bahasa arab. Sedih saya melihat anda. Saya sendiri adalah manusia yang kebetulan lahir di arab dan dibesarkan di palembang-indonesia tetapi saya justru tidak bangga dengan arabisme karena apa yang disampaikan oleh Allah dalam Al Qur'an tentang orang-orang arab ternyata benar adanya (QS 9:97). Silahkan anda pelajari ayat ini jika memang anda benar-benar ingin mencari kebenaran, bukan sebaliknya.


Kita simulasikan lagi; bahasa alquran memang bukan bahasa arab, bagaimana muhammad memahami maknanya dan mengajarkannya pada orang lain, artinya kan setelah muhammad paham maknanya muhammad dapat menerangkannya kembali dalam bahasa arab, nah bahasa apapun itu yg penting kan maknanya sampai pada orang2 yg didakwahinya :heart:
resah dan gelisah
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 56
Joined: Mon Nov 08, 2010 11:25 pm

Re: Bahasa Alquran bukan Bahasa Arab

Postby iluvboy.blogspot » Tue Dec 07, 2010 8:31 am

Nah kita sepakat ya, muhammad mengajarkan makna quran yg telah diajarkan allah dan jibril kepada orang arab waktu itu melalui bahasa arab, jadi tafsir yg ada sekarang dapat disimpulkan adalah bersumber pada apa yg diterangkan muhammad pada waktu itu, artinya tafsir yg sekarang yg menafsirkan ayat tersebut sebagai: quran diturunkan dalam bahasa arab, adalah benar (kesimpulan 1) :heart:

Kesimpulan 2:
Terdapat perbedaan penafsiran quran antara anda dan sumber2 yg saya sebutkan diatas, jelaskan kepada saya kenapa harus penafsiran anda yg saya ikuti, selama ini kan muslim berdalih orang arab lebih paham quran dan bahasa arab, nah sumber2 tersebut adalah dari orang arab, berdasarkan premis diatas mengapa saya harus mengikuti anda yg notabene orang Indonesia? dan mengapa pula tidak terjemaahan definisi anda yg dipakai dari dulu sampai sekarang? kalau anda yakin penafsiran anda yg paling benar mengapa anda tidak menerbitkan tafsir quran sendiri (setidak2nya versi online/terjemaahan quran pusing/terjemaahan quran resah gelisah) atau menghubungi depag untuk meninjau ulang tafsir quran :heart:
iluvboy.blogspot
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 951
Joined: Wed Oct 21, 2009 6:18 pm

Re: Bahasa Alquran bukan Bahasa Arab

Postby betdaniel99 » Tue Dec 07, 2010 12:24 pm

betdaniel99 wrote:Saya tantang Ente dengan satu hal: Apa arti nama JIBRIL dalam Bahasa Alquran?
pusing wrote:Yang diatas ini Kalimat kata tanya atau kalimat tantangan ya?

Terlihat gagah dan lantang, tapi sayang tidak bisa berbahasa indonesia....kasihan :lol:

Hahahaaa... Saya pikir Ente mau jawab, ternyata kumur-kumur doank.
Silakan buktikan bahwa dalam Bahasa Alquran yang menjadi lingua franca antara Allah Swt, Jibril dan Rasul memiliki makna.

Sebagai ilustrasi: Ada orang Jawa diberi nama Sugiharto oleh orang tuanya. Dalam Bahasa Indonesia, Sugiharto tidak memiliki arti, tetapi dalam Bahasa Jawa, 'sugih' berarti 'kaya', yang mungkin merupakan impian orang tuanya agar anak tersebut hidup dalam kemakmuran-kekayaan.

Kalau JIBRIL kagak artinya dalam Bahasa Alquran yang jelas, mengapa dalam lafaz Bahasa IBRANI, yaitu GABRIEL, memiliki arti ya?

Syukron & Salaam.
User avatar
betdaniel99
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2374
Joined: Thu May 22, 2008 9:55 pm

Re: Bahasa Alquran bukan Bahasa Arab

Postby betdaniel99 » Tue Dec 07, 2010 12:32 pm

pusing wrote:Maaf kalau disaat saya mengetik sambil tertawa.
Bagaimana tidak. Anda menggunakan cara berdiskusi bukan dengan ilmu, tetapi dengan cara Vooting mencari suara atau mencari orang. Setelah mendapatkannya, pasti ujung ujungnya menghitung berapa banyak orangnya, setelah itu menilai menimbang dan memutuskan kalau suara terbanyak itulah yang menang atau yang benar.

yang melakukan itu bukankah ketua DPRD yang sedang melakukan rapat vooting?

Yang Ente lakukan adalah menafsirkan..
Saya hanya ingin tahu saja, apakah Orang-orang Arab sendiri setuju dengan tafsiran Ente bahwa Alquran diturunkan bukan dengan Bahasa Arab..?

Syukron & Salaam.
User avatar
betdaniel99
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2374
Joined: Thu May 22, 2008 9:55 pm

Re: Bahasa Alquran bukan Bahasa Arab

Postby betdaniel99 » Tue Dec 07, 2010 12:40 pm

Betdaniel wrote:Jawaban Ente bertentangan dengan hadith:
resah dan gelisah wrote:Komentar saya :

Jadi bila ada hadis yang katanya hadis rasul tetapi kenyataan isi-nya bertentangan dengan Al Qur'an maka wajar bila hadis tersebut kita tolak karena [b](QS 4:87) walaupun hadist tersebut diakui kebenarannya oleh kebanyakan orang karena (QS 6:116).

Hadith yang saya paparkan adalah hadith tentang turunnya Alquran dalam tujuh huruf...
Apakah ada ayat Alquran yang menyatakan hal tersebut salah?
Silakan sampaikan di sini, ayat Alquran yang menyatakan berapa huruf yang digunakan saat Alquran diturunkan..

resah dan gelisah wrote:Al Qur'an itulah hadis (QS 45:6, 39:23, 53:59, 4:87, 56:77-81, 52:32-34, ) dan ayat Al Qur'an secara prinsif hanya bisa ditafsirkan dengan ayat lainnya (sistimatika ayat) karena (QS 22:16, 24:1) dan secara teknik / praktik barulah ditafsirkan dengan laku perbuatan nabi (sunnah)(QS 6:116).

Heheheee... Pendapat apa lagi niy: Al Qur'an itulah hadith??.
Belajar lagi deh, paling tidak mulai dari sini: http://id.wikipedia.org/wiki/Hadits.

Terus, bila Alquran ditafsirkan menggunakan ayat lain dalam Alquran tok, mungkin Ente bisa menjelaskan siapa itu Zulkarnain (QS18:83), menggunakan ayat Alquran yang ditulis dalam Bahasa Alquran yang jelas?

Syukron & Salaam.
Last edited by betdaniel99 on Tue Dec 07, 2010 12:57 pm, edited 1 time in total.
User avatar
betdaniel99
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2374
Joined: Thu May 22, 2008 9:55 pm

PreviousNext

Return to Quran & Hadist



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users