. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Bahasa Alquran bukan Bahasa Arab

Kesalahan, ketidak ajaiban, dan ketidaksesuaian dengan ilmu pengetahuan.

Bahasa Alquran bukan Bahasa Arab

Postby pusing » Fri Oct 01, 2010 10:37 pm

Kepada semua para ahli bahasa Tolong dikoreksi tulisan saya secara Objectif ilmiah.
Mudah mudahan anda tidak pusing membaca tulisan yang saya ajukan karena saya sendiri pusing memilih kata/kalimat agar semua bisa mengerti.

Kita mulai membahas dengan pertanyaan"Alquran bahasa apa??"

Apa alasan kalau alquran bahasa `Arab??---->>Tulisan!!

Kalau alasan karena tulisan:ALASAN ANAK SD!!!

Contoh: DIE--------->>Mati (Bahasa inggris)

--------->>Orang ketiga tunggal (Bahasa indonesia/jakarta betawi)

BITING----->>Menggigit (Bahasa inggris)

----->> Kayu kecil yang dihaluskan/lidi (Bahasa indonesia)

SANGU----->>Nasi (Bahasa jawa barat)

----->>Ongkos (Bahasa jawa tengah)

Bisa tidak menjadi alasan untuk menyatakan alquran berbahasa arab??

(12;2) إِنّا أَنزَلنٰهُ قُرءٰنًا عَرَبِيًّا

Persoalan حَرْفُ نِسْبَةٍ

Huruf "YA" yg bertasdid diakhir kata benda ialah "Nisbah".

Apa itu nisbah?? نِسْبَةٌ شَيْءٍ اِلىٰ شَيْءٍ وَلَيْسَ لَهُمَا سَوَاءٌ

"Pembangsaan/Perumpunan sesuatu kepada sesuatu sementara kedua duanya tidak sama.".

Contoh: Orang asing menjadi bangsa indonesia ------>>dibangsakan/dirumpunkan

SILSILAH

Aquran telah membagi menjadi dua line mengenai kehidupan manusia seumumnya,asal muasal lahirnya bangsa arab dan bahasa yang dibawa oleh kedua line tersebut.semua terkandung didalam ayat ayat dibawah ini:

وَاذكُروا إِذ جَعَلَكُم خُلَفاءَ مِن بَعدِ قَومِ نوحٍ

Yaitu sadarilah oleh kalian suatu ketika dikala Dia(Allah) menjadikan kalian sebagai pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah lenyapnya kaum Nuh(7;69)

وَاذكُروا إِذ جَعَلَكُم خُلَفاءَ مِن بَعدِ عادٍ وَبَوَّأَكُم فِى الأَرضِ

Yaitu sadarilah oleh kalian suatu ketika dikala Dia(Allah)dengan penurunan ilmu menurut sunnah rasulNya menjadikan kalian pengganti-pengganti sesudah kaum 'Aad dan memberikan tempat bagi kalian kekuasaan dipermukaan bumi.(7;74)

وَإِلىٰ ثَمودَ أَخاهُم صٰلِحًا

"Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka, Saleh.(7;73)

وَلَقَد ضَلَّ قَبلَهُم أَكثَرُ الأَوَّلينَ

Yaitu sesungguhnya telah sesat sebelum mereka (Quraisy) sebagian besar dari orang-orang yang dahulu,(37;71)

وَلَقَد أَرسَلنا فيهِم مُنذِرينَ

Yaitu sesungguhnya telah Kami utus para pemberi peringatan (rasul-rasul) di kalangan mereka.(37;72)


فَانظُر كَيفَ كانَ عٰقِبَةُ المُنذَرينَ

Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu.(37;73)


*Ayat ayat diatas cukup membuktikan bahwa setelah zaman kejayaan nabi Nuh dan semua para nabi seumumnya adalah umat pembangkang terhadap Ajaran Allah( termasuk bahasanya) yang akhirnya dilenyapkan Allah dari muka bumi,seperti yang digambarkan ayat diatas adalah kaum add dan tsamud.Sejarah mencatat bahwa keturunan dari sisa sisa kaum add dan tsamud yang dibinasakan Allah adalah:

1.bangsa `Arab Al`arabah.

Bangsa `Arab Al `arabah disebut juga bangsa `Arab Al baa idah(mengapa disebut albaa idah??).mereka adalah bangsa arab yang pertama/mula mula sekali atau penduduk asli/pribumi(Bahasa apa yang dipakai?dari mana belajarnya??).Bangsa tersebut adalah keturunan dari Iram bin Syam bin Nuh,yang melahirkan sembilan bangsa diantaranya adalah:Add,Tsamud,Amim,Amil,Thasam,Jadis,Imliq,Jurhum dan Wabar.Kesemuanya adalah umat yang tertua setelah kaum nabi Nuh yang tinggal di negeri Babilon.dari Babilon mereka berpindah ke kepulauan jazirah `Arab setelah terdesak oleh keturunan Haam(apakah mereka tidak membawa idea(ilmu),budaya,beserta bahasanya??).kemudian mereka menetap di jazurah Arab dan membangun beberapa kerajaan dan benteng benteng sampai kepada mereka dikalahkan oleh bangsa `Arab keturunan Ja`rib bin Qahthan.Keturunan Ja`rib ini juga bertempat tinggal di `Arab yang berpusat dinegeri Jamamah.Inilah `Arab asli beserta bahasanya hasil aduk2an ajaran Allah(berikut bahasanya)yang haq dari Allah kepada para RasulNya menjadi bathil.


2.Bangsa `Arab Al `Aaribah.


Bangsa `Arab Al `Aaribah disebut juga `Arab Al Muta`arribah.Mereka adalah bangsa `Arab yang kedua yaitu keturunan dari Jurhum bin Qahthan.Mereka berdiam ditanah Hijaz dan mereka itupun terkenal juga dengan sebutan `Arab Aljamaniyah,karena tumpah darah mereka adalah tanah Jaman.

Bangsa `Arab Al`Aaribah ini yang telah menaklukkan Bangsa `Arab Al`Arabaa`(Bangsa `Arab pribumi yang telah dijelaskan di point sebelumnya).

Sampai disini juga adalah line yang dilintasi oleh para pembangkang Ajaran Allah beserta Bahasanya,Yaitu hasil dari pergeseran/pemutar balikkan yang Haq menjadi Bathil.

الأَعرابُ أَشَدُّ كُفرًا وَنِفاقًا وَأَجدَرُ أَلّا يَعلَموا حُدودَ ما أَنزَلَ اللَّهُ عَلىٰ رَسولِهِ

Orang-orang Arab seumumnya itu, lebih sangat kekafiran dan kemunafikannya, dan lebih wajar tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya.(9;97)

Selbaliknya perhatikanlah Ayat ayat berikut ini:

إِلّا عِبادَ اللَّهِ المُخلَصينَ

Kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan (murni dari kekotoran kekufuran).(37;74)

وَإِنَّ مِن شيعَتِهِ لَإِبرٰهيمَ

Yaitu sesungguhnya Ibrahim benar-benar termasuk golongannya (Nuh).(37;83)

(Bahasanya pun adalah ciptaan dari Allah yang diturunkan kepada Nabi Nuh)

أَفَمَن يَخلُقُ كَمَن لا يَخلُقُ ۗ أَفَلا تَذَكَّرونَ

Maka apakah (Allah) yang mencipta itu sama dengan siapa yang tidak dapat mencipta (apa-apa)? Maka apakah kalian tidak menjadi sadar?.(16;17)

Prinsipnya adalah tidak sama antara pencipta dengan yang bukan pencipta.

Manusia bukan pencipta sesuatu tetapi dengan satu pilihan ilmu yang didapat,hanya mengaplikasikan menjadi setiap pandangan dan sikap hidupnya kepada berbagai sesuatu yang dihadapinya.sedangkan Ilmu datang dari Allah(termasuk bahasa) kepada setiap RasulNya,ada pengikut yang berbuat patuh dan ada yang menjadi pelaku kufur.

Perhatikan Rumpun bangsa didunia beserta bahasanya:

A.Indo eropa,dari Babilon kearah utara.

B.Indo Arya,dari Babilon kearah selatan.

C.Mongolia,dari Babilon kearah timur.

D.Indo Smith,dari Babilon kearah barat

->> Line syam,contoh:bahasa `Arab hamir dan bahasa Qubhti.

->> Line Yahudi,contoh:bahasa Hebrew dan bahasa latin.

->> Line `Arab hamid:kelamjutan Al`Aaribah dari Aad,tsamud,jurhum dsb.

->> Line Ibrahim melalui Isma`il:bahasa Quraisy.

Dari line Ibrahim ini muncullah

3.Bangsa `Arab Almusta`rabah.

Bangsa `Arab Almusta`rabah ialah pendatang(dalam hal ini ialah Ibrahim beserta keturunannya yang bahasanya adalah warisan dari Nuh yang dari Allah) yang dirumpunkan/dibangsakan/ditetapkan sebagai bangsa `Arab(keturunan Al`Aarabah dan Al`Aaribah yang telah dijelaskan di point 1 dan 2).Mereka itulah (Almusta`rabah) yang kemudian dikenal dengan sebutan bangsa `Arab Isma`iliyah,yang kemudian menurunkan berbagai suku`Adnan;dan dari suku `Adnan (Quraisy, Hudzail, Saqif, Hawazin, Kinanah, Tamim, dan Yaman). yaitu suku Quraisy lahirlah pribadi Muhammad s.a.w.(Jadi termasuk Muahammad bin abdullah pun adalah yang dirumpunkan/ditetapkan sebagai bangsa `Arab,lagi lagi termasuk Bahasa didalamnya)

Buktinya adalah pernyataan Rasul sendiri :

اُحِبُّ الْعَرَبَ عَلىٰ ثَلاَثٍSaya mencintai `Arab karena tiga alasan:

لِاَنِّ عَرَبِيا

Saya(muhammad) serumpun dengan `Arab.

وَالْقُرْاٰنِ عَرَبِياًّ

Bahasa alquran serumpun dengan bahasa arab.

وَلِسَانِل الْجَنَّةِعَرَبِياًّ

Bahasa pelaku kehidupan jannah serumpun dengan bahasa `Arab.

Adapun asal muasal mereka(Almusta`rabah) itu ialah dari keturunan Nabi Isma`il putera Nabi Ibrahim,Dan sejarah telah mencatat bahwa beliau(Ibrahim) adalah bukan dari Bangsa `Arab(Karena beliau kata Allah adalah golongan dari Nuh,bahasa yang dibawapun dari Nuh yang dari Allah.Apakah Ibrahim menciptakan bahasa sendiri??Apakah Allah mengajarkan Nuh tidak beserta Bahasanya??)

Seorang ulama bernama syekh khudari bek dalam bukunya yang berjudul Tarikhul Umami Al islamiyah.Cetakan kedua halaman 63 dan 64 th 1926,mengajukan tuduhan sejarah bahwa disekitar tahun 2500 S.M datanglah satu imigrasi dari Babilonia yang dipimpin oleh nabi Ibrahim dan menaklukkan jurhum kedua serta menguasai daerah yang sekarang dinamakan Hijaz.Lebih jauh lagi Syekh khudari bek menuduh Ibrahim dan nabi Isma`il adalah berkebangsaan Yahudi(Na`udzubillahi mina sysyaythanirrajiim) dan mengambil bahasa Arab Hamir atau Himyar,setelah diaduk dengan berbagai perkataan Yahudi,suryani,Qubhti,Persi,Hindu,Barbar,dsb.Kemudian dinyatakan menjadi bahasa `Arab Hijaz atau bahasa Quraisy.

Dalam kaitan bahwa nabi Muhammad s.a.w berasal dari suku Quraisy,maka turunnya Alquran dianggaplah menjadi otomatis bahwa Alquran berbahasa `Arab.


Malah lebih jauh lagi imam assayuthy dalam bukunya "the perfection in quran' sciences" yang didukung oleh Hasby Ashshiddiq,menganggap lebih dari dua ratus perkataan asing telah masuk kedalam Alquran.

Selanjutnya Imam assayuthy menyatakan"Bahwa kitab kita yang bernama alquran adalah sumber dan pemancar berbagai cabang Ilmu...dan dari padanya Para ahli nahwu sharaf membentuk berbagai rumusan Tata bahasa.Dan menurut yang demikianlah diukur salah benarnya setiap ucapan.Sampai disini kita bertanya,Nahwu sharaf kah yang mentukan Alquran atau sebaliknya,Alquran yang harus menentukan Nahwu sharaf dan lain lain sebagainya??pihak lain juga tidak mau kalah.Philip K.Hitti dalam bukunya yang berjudul"History of the `Arab,cetakan pertama,halaman 241-242 london 1937.Menukas bahwa Nahwu sharaf lambat laun dalam perkembangan adalah pengaruh dari tata bahasa yunani melalui bahasa persi.(Na`udzubillahimin zalik)

Tuduhan terhadap ibrahim ini dijawab oleh Allah:

ما كانَ إِبرٰهيمُ يَهودِيًّا وَلا نَصرانِيًّا وَلٰكِن كانَ حَنيفًا مُسلِمًا وَما كانَ مِنَ المُشرِكينَ

"Ibrahim bukanlah berkebangsaan Yahudi dan bukan (pula)berkebangsaan Nasrani, akan tetapi dia adalah yang lurus lagi yang hidup dengan islam yaitu bukanlah dia termasuk golongan dari para pelaku dualisme."(3;67)

وَوَصّىٰ بِها إِبرٰهۦمُ بَنيهِ وَيَعقوبُ يٰبَنِىَّ إِنَّ اللَّهَ اصطَفىٰ لَكُمُ الدّينَ فَلا تَموتُنَّ إِلّا وَأَنتُم مُسلِمونَ

"Dan Ibrahim telah mewasiatkan dengan yang demikian(suhuf ula) kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub: ""Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah mengalternatifkan din ini(Islam) bagi kalian.Maka janganlah kalian mengahabiskan hidup kecuali kalian adalah menjadi yang hidup dengan islam.(2;132)

إِنَّهُ لَقَولُ رَسولٍ كَريمٍ



40) Sesungguhnya Al Qur'an itu adalah benar-benar wahyu (termasuk bahasanya)menjadi bentuk bahasa percakapan Rasul pembina kehidupan mulia,


وَما هُوَ بِقَولِ شاعِرٍ ۚ قَليلًا ما تُؤمِنونَ


41)Yaitu yang demikian(alquran berikut bahasanya) bukanlah bahasa penyair/penyanyi/pelantun lagu. Sedikit sekali kalian beriman kepadanya.


وَلا بِقَولِ كاهِنٍ ۚ قَليلًا ما تَذَكَّرونَ



42)Selanjutnya bukan pula bahasa tukang tenung/dukun(yang tidak pernah jelas memerlukan juru tafsir manapun). Sedikit sekali kalian menjadi sadar perihal yang demikian.


تَنزيلٌ مِن رَبِّ العٰلَمينَ

43)yang demikian adalah wahyu(termasuk bahasanya)turunnya dari pembimbing semesta alam.

إِنَّ هٰذا لَفِى الصُّحُفِ الأولىٰ

Sesungguhnya (Alquran)ini (berikut bahasanya)benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, (87;18)

صُحُفِ إِبرٰهيمَ وَموسىٰ

(yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa. (87;19)

Dari rangkaian keterangan diatas ini dapat kita ketahui bahwa nabi Ibrahim dan Isma`il mewariskan kepada Adnaniyyun,terutama suku Quraisy yaitu satu ajaran berikut bahasanya dengan pembuktian praktek sunnah RasulNya yang sama dengan alquran.Bahasa Alquran adalah bahasa tersendiri dari Allah yang digunakan oleh para nabi dan rasulnya guna menyampaikan risalahNya kepada kaumnya,kemudian dirumpunkan/ditetapkan oleh arab sebagai bahasa arab karena banyak kesamaan dari tata bahasa juga dialeknya,hal ini bukan berarti memaksakan bahwa Alquran adalah berbahasa `arab.Memang sesuai dengan rancangan Allah bahwa Rasul selalu diutus kepada bangsa yang memang sudah sedemikian aduk adukan seperti dimekkah pada waktu itu.Bahasa arab yang dipakai sudah barang tentu dari turunan kaum Add dan Tsamud yang secara bersamaan,Turun Alquran dengan Bahasa yang dirumpunkan oleh `Arab sebagai bahasa `Arab.Lagi lagi hal ini bukan berarti memaksakan bahwa Alquran adalah berbahasa `arab.

Perhatikan kembali sejarah munculnya bangsa `Arab diatas,itu menunjukkan bahwa bahasa yang dipakai oleh `Arab adalah pergeseran dari haq ke bathil mengambil dari bahasa yang dipakai nabi Nuh yang dari Allah,sedangkan Bahasa yang dipakai nabi Nuh pun sama dengan yang diturunkan kepada nabi muhammad s.a.w.

jadi jelas bahasa yang diturunkan Allah kepada para rasulNya memang sudah digunakan sebelum bangsa arab muncul(Sesuatu yang dianggap baru sementara sebelumnya sudah ada maka sesuatu yang dianggap baru itu mengikuti/menjiplak dari yang sebelumnya).Oleh karena seperti yang dikatakan surat taubah ayat 97 diatas maka terjadilah pergeseran ajaran Haq kepada Bathil(termasuk bahasanya).dengan demikian, itulah yang menjadi penyebab kenapa Allah mengutus para rasulnya tidak lain dan tidak bukan sebagai pelurus yang memberi peringatan sekaligus kabar gembira.

Jauh setelah pemahaman ini dan hingga sekarang umat islam sendiri masih membekukan diri dengan pendapat bahwa "Alquran berbahasa arab",akibatnya bermunculan mulut mulut gatal yang menyatakan Alquran buatan manusia/muhammad...senjata makan tuan,karena otomatis yang demikian memberi kesan bahwa bahasa`Arab datang lebih dulu dari pada Bahasa Alquran maka Bahasa Alquran nyontek dari Bahasa`Arab.

KESIMPULAN:
"عَرَبِياً"(dibaca `arabiyyan)dengan huruf "YA"bertasdid diakhir kata tsb.artinya "yang diikut sertakan kepada`Arab" atau "Serumpun dengan arab".sedangkan kata" عَرَبٌ"(dibaca '``Arabun")dengan tidak berhuruf"YA"bertasdid diakhir kata tsb, artinya "`Arab" atau "1orang `arab" dan kata"اَعْرَابٌ(dibaca "a`raabun") adalah bentuk jamaknya.artinya "`Arab -`arab"atau "Orang orang arab seumumnya".Serumpun dengan bahasa Arab tidak menunjukkan bahwa Alquran tetap berbahasa `Arab.
#Bahasa Alquran adalah bahasa tersendiri yang diciptakan Allah kepada semua para nabi dan rasulNya guna menyampaikan RisalahNya kepada seluruh umat manusia.
Salam bagi semua orang yang tahan pusing berfikir :-k :-k :-k :finga:
Last edited by pusing on Wed Aug 17, 2011 3:17 am, edited 1 time in total.
User avatar
pusing
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 649
Joined: Wed Sep 08, 2010 6:10 am

Re: Bahasa Alquran bukan Bahasa Arab

Postby cendol » Sat Oct 02, 2010 7:24 am

Pertamaxxxxx =D> :goodman:
User avatar
cendol
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1009
Joined: Tue Aug 03, 2010 10:04 pm
Location: Bermain Rudal Bersama 72 Bidadari

Re: Bahasa Alquran bukan Bahasa Arab

Postby HILLMAN » Sat Oct 02, 2010 4:42 pm

Fakta sebaliknya dapat dibaca disini benarkah-al-quran-tidak-pernah-berubah-t39841/page200.html

Salam bagi semua yang berpikir.
User avatar
HILLMAN
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2870
Joined: Wed Aug 01, 2007 11:22 am
Location: Jakarta

Re: Bahasa Alquran bukan Bahasa Arab

Postby Saif.Bahar » Sun Oct 03, 2010 11:39 am

Hehehe...bgga bgt jadi muslim mu'tazilah.

Ada fakta ada kyakinan.masalahnya sbrpa jauh differensiasi antara ke 2nya..

Konskwensi dari kyakinan adalah ia akan mghadapi pngujian terus menerus oleh pngetahuan manusia trhadap fakta.

Sbgai contoh...:

keyakinan manusia trhadap pristiwa obyektif mengalami prubahan.

Dulu org jaman pra industri di jawa memiliki sstem pnjelas pristiwa yg akhirnya jadi keyakinan.

Sprti gerhana bulan..adalah suatu pristiwa yg di jelaskan brdasar pngetahuan manusia jawa pd saat itu..yaitu bulan di telan oleh kkuatan gaib brujud raksasa..

Tapi kyakinan itu kini tak akan kita temui lagî ..telah brubah karena ada pnjelasan yg lbh baik n tepat yaitu ilmu modern.

Nah...sehubgan dgn hal itu lantas bgmna prsoalan ttg quran adalah bhs wahyu bkn bhs arab...?

Wahyu n bhs wahyu adalah istilah juga sbnrnya bagi anda ttg sesuatu..

Biasanya yg verifikatif akan brsinggungan dgn teknik modern n hancur bila pondasi keyakinan rapuh.

Saran saya bila anda meyakini sesuatu maka sandaran dari keyakinan atas sesuatu itu adalah non verifikatif mutlag.

Tuhan alloh mutlak non material n non verifikatif.N sbgai sentral dari sluruh sistem kyakianan anda.

Quran bkn brbhs arab tapi brbhs wahyu maka anda harus dgn tepat meletakkan dlm sistem teologi/aqidah anda.

Hehehe...siapa n pihak mana ya yg scara menyeluruh tahan uji trhadap dinamika intelektual manusia.

Walau menurut saya jika di yakini quran adalah bhs wahyu sih oke2 saja.

Mu'tazilah memang oke..hehehe.
Saif.Bahar
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1548
Joined: Thu Jul 29, 2010 7:41 pm

Re: Bahasa Alquran bukan Bahasa Arab

Postby HILLMAN » Tue Oct 05, 2010 7:25 am

Menurut mas Saif, apakah bahasa wahyu itu ? Agar "wahyu" itu dimengerti "manusia", apakah "ia" terikat kaidah bahasa "manusia" ? Monggo.... :lol:

Salam bagi semua yang berpikir
User avatar
HILLMAN
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2870
Joined: Wed Aug 01, 2007 11:22 am
Location: Jakarta

Re: Bahasa Alquran bukan Bahasa Arab

Postby pusing » Mon Oct 11, 2010 6:15 pm

HILLMAN wrote:Fakta sebaliknya dapat dibaca disini benarkah-al-quran-tidak-pernah-berubah-t39841/page200.html

Salam bagi semua yang berpikir.


Ikuti diskusi itu sampai selesai,maka anda akan menemukan fakta pengakuan secara tidak langsung(tidak gantleman)dari beliau ini.
User avatar
pusing
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 649
Joined: Wed Sep 08, 2010 6:10 am

Re: Bahasa Alquran bukan Bahasa Arab

Postby HILLMAN » Fri Oct 15, 2010 2:41 pm

Benar ikutilah thread tersebut, semoga saja dapat membukakan wawasan dengan menggunakan akal, pikir dan nurani yang dikaruniakan Allah bagi manusia.

Salam bagi semua yang mau berpikir.
User avatar
HILLMAN
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2870
Joined: Wed Aug 01, 2007 11:22 am
Location: Jakarta

Re: Bahasa Alquran bukan Bahasa Arab

Postby pusing » Fri Oct 15, 2010 4:56 pm

HILLMAN wrote:Benar ikutilah thread tersebut, semoga saja dapat membukakan wawasan dengan menggunakan akal, pikir dan nurani yang dikaruniakan Allah bagi manusia.

Salam bagi semua yang mau berpikir.

Amiiin.... [-o< [-o< [-o<
User avatar
pusing
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 649
Joined: Wed Sep 08, 2010 6:10 am

Re: Bahasa Alquran bukan Bahasa Arab

Postby iamthewarlord » Sat Oct 16, 2010 9:12 am

Bang Pusing, antara judul anda dan isi quran mengenai bahasa arab adalah sangat bertentangan.

http://www.searchtruth.com/search.php?keyword=bahasa+arab&chapter=&translator=10&search=1&start=0&records_display=10&search_word=all

(1) Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Qur'an dengan berbahasa arab, agar kamu memahaminya.
( سورة يوسف , Yusuf, Chapter #12, Verse #2)
(Arabic, Transliteration, Urdu, Yusuf Ali, Shakir, Picthal, Mohsin Khan, French, Spanish, Indonesian, Melayu, German, Bosnian, Russian)

(2) Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al Qur'an itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa arab . Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah.
( سورة الرعد , Ar-Rad, Chapter #13, Verse #37)
(Arabic, Transliteration, Urdu, Yusuf Ali, Shakir, Picthal, Mohsin Khan, French, Spanish, Indonesian, Melayu, German, Bosnian, Russian)

(3) Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata: "Sesungguhnya Al Qur'an itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)". Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa Ajam , sedang Al Qur'an adalah dalam bahasa arab yang terang.
( سورة النحل , An-Nahl, Chapter #16, Verse #103)
(Arabic, Transliteration, Urdu, Yusuf Ali, Shakir, Picthal, Mohsin Khan, French, Spanish, Indonesian, Melayu, German, Bosnian, Russian)

(4) Dan demikianlah Kami menurunkan Al Qur'an dalam bahasa arab, dan Kami telah menerangkan dengan berulang kali di dalamnya sebahagian dari ancaman, agar mereka bertakwa atau (agar) Al Qur'an itu menimbulkan pengajaran bagi mereka.
( سورة طه , Taha, Chapter #20, Verse #113)
(Arabic, Transliteration, Urdu, Yusuf Ali, Shakir, Picthal, Mohsin Khan, French, Spanish, Indonesian, Melayu, German, Bosnian, Russian)

(5) dengan bahasa arab yang jelas.
( سورة الشعراء , Ash-Shuara, Chapter #26, Verse #195)
(Arabic, Transliteration, Urdu, Yusuf Ali, Shakir, Picthal, Mohsin Khan, French, Spanish, Indonesian, Melayu, German, Bosnian, Russian)

(6) (Ialah) Al Qur'an dalam bahasa arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa.
( سورة الزمر , Az-Zumar, Chapter #39, Verse #28)
(Arabic, Transliteration, Urdu, Yusuf Ali, Shakir, Picthal, Mohsin Khan, French, Spanish, Indonesian, Melayu, German, Bosnian, Russian)

(7) Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa arab, untuk kaum yang mengetahui,
( سورة فصلت , Fussilat, Chapter #41, Verse #3)
(Arabic, Transliteration, Urdu, Yusuf Ali, Shakir, Picthal, Mohsin Khan, French, Spanish, Indonesian, Melayu, German, Bosnian, Russian)

(8) Dan jikalau Kami jadikan Al Qur'an itu suatu bacaan dalam bahasa selain bahasa arab tentulah mereka mengatakan: "Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?". Apakah (patut Al Qur'an) dalam bahasa asing, sedang (rasul adalah orang) arab? Katakanlah: "Al Qur'an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Qur'an itu suatu kegelapan bagi mereka . Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh".
( سورة فصلت , Fussilat, Chapter #41, Verse #44)
(Arabic, Transliteration, Urdu, Yusuf Ali, Shakir, Picthal, Mohsin Khan, French, Spanish, Indonesian, Melayu, German, Bosnian, Russian)

(9) Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Qur'an dalam bahasa arab supaya kamu memberi peringatan kepada Ummul Qura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka.
( سورة الشورى , Ash-Shura, Chapter #42, Verse #7)
(Arabic, Transliteration, Urdu, Yusuf Ali, Shakir, Picthal, Mohsin Khan, French, Spanish, Indonesian, Melayu, German, Bosnian, Russian)

(10) Sesungguhnya Kami menjadikan Al Qur'an dalam bahasa arab supaya kamu memahami (nya).
( سورة الزخرف , Az-Zukhruf, Chapter #43, Verse #3)
(Arabic, Transliteration, Urdu, Yusuf Ali, Shakir, Picthal, Mohsin Khan, French, Spanish, Indonesian, Melayu, German, Bosnian, Russian)

(11) Dan sebelum Al Qur'an itu telah ada kitab Musa sebagai petunjuk dan rahmat. Dan ini (Al Qur'an) adalah kitab yang membenarkannya dalam bahasa arab untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang zalim dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.
( سورة الأحقاف , Al-Ahqaf, Chapter #46, Verse #12)
(Arabic, Transliteration, Urdu, Yusuf Ali, Shakir, Picthal, Mohsin Khan, French, Spanish, Indonesian, Melayu, German, Bosnian, Russian)
User avatar
iamthewarlord
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4494
Images: 6
Joined: Sun Feb 08, 2009 11:07 pm
Location: “Ibadah lelaki akan diputus dengan lewatnya keledai, wanita dan anjing hitam.” Muhammad.

Re: Bahasa Alquran bukan Bahasa Arab

Postby pusing » Sat Oct 16, 2010 10:31 am

iamthewarlord wrote:Bang Pusing, antara judul anda dan isi quran mengenai bahasa arab adalah sangat bertentangan.

http://www.searchtruth.com/search.php?keyword=bahasa+arab&chapter=&translator=10&search=1&start=0&records_display=10&search_word=all

(1) Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Qur'an dengan berbahasa arab, agar kamu memahaminya.
( سورة يوسف , Yusuf, Chapter #12, Verse #2)
(Arabic, Transliteration, Urdu, Yusuf Ali, Shakir, Picthal, Mohsin Khan, French, Spanish, Indonesian, Melayu, German, Bosnian, Russian)

(2) Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al Qur'an itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa arab . Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah.
( سورة الرعد , Ar-Rad, Chapter #13, Verse #37)
(Arabic, Transliteration, Urdu, Yusuf Ali, Shakir, Picthal, Mohsin Khan, French, Spanish, Indonesian, Melayu, German, Bosnian, Russian)

(3) Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata: "Sesungguhnya Al Qur'an itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)". Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa Ajam , sedang Al Qur'an adalah dalam bahasa arab yang terang.
( سورة النحل , An-Nahl, Chapter #16, Verse #103)
(Arabic, Transliteration, Urdu, Yusuf Ali, Shakir, Picthal, Mohsin Khan, French, Spanish, Indonesian, Melayu, German, Bosnian, Russian)

(4) Dan demikianlah Kami menurunkan Al Qur'an dalam bahasa arab, dan Kami telah menerangkan dengan berulang kali di dalamnya sebahagian dari ancaman, agar mereka bertakwa atau (agar) Al Qur'an itu menimbulkan pengajaran bagi mereka.
( سورة طه , Taha, Chapter #20, Verse #113)
(Arabic, Transliteration, Urdu, Yusuf Ali, Shakir, Picthal, Mohsin Khan, French, Spanish, Indonesian, Melayu, German, Bosnian, Russian)

(5) dengan bahasa arab yang jelas.
( سورة الشعراء , Ash-Shuara, Chapter #26, Verse #195)
(Arabic, Transliteration, Urdu, Yusuf Ali, Shakir, Picthal, Mohsin Khan, French, Spanish, Indonesian, Melayu, German, Bosnian, Russian)

(6) (Ialah) Al Qur'an dalam bahasa arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa.
( سورة الزمر , Az-Zumar, Chapter #39, Verse #28)
(Arabic, Transliteration, Urdu, Yusuf Ali, Shakir, Picthal, Mohsin Khan, French, Spanish, Indonesian, Melayu, German, Bosnian, Russian)

(7) Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa arab, untuk kaum yang mengetahui,
( سورة فصلت , Fussilat, Chapter #41, Verse #3)
(Arabic, Transliteration, Urdu, Yusuf Ali, Shakir, Picthal, Mohsin Khan, French, Spanish, Indonesian, Melayu, German, Bosnian, Russian)

(8) Dan jikalau Kami jadikan Al Qur'an itu suatu bacaan dalam bahasa selain bahasa arab tentulah mereka mengatakan: "Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?". Apakah (patut Al Qur'an) dalam bahasa asing, sedang (rasul adalah orang) arab? Katakanlah: "Al Qur'an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Qur'an itu suatu kegelapan bagi mereka . Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh".
( سورة فصلت , Fussilat, Chapter #41, Verse #44)
(Arabic, Transliteration, Urdu, Yusuf Ali, Shakir, Picthal, Mohsin Khan, French, Spanish, Indonesian, Melayu, German, Bosnian, Russian)

(9) Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Qur'an dalam bahasa arab supaya kamu memberi peringatan kepada Ummul Qura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka.
( سورة الشورى , Ash-Shura, Chapter #42, Verse #7)
(Arabic, Transliteration, Urdu, Yusuf Ali, Shakir, Picthal, Mohsin Khan, French, Spanish, Indonesian, Melayu, German, Bosnian, Russian)

(10) Sesungguhnya Kami menjadikan Al Qur'an dalam bahasa arab supaya kamu memahami (nya).
( سورة الزخرف , Az-Zukhruf, Chapter #43, Verse #3)
(Arabic, Transliteration, Urdu, Yusuf Ali, Shakir, Picthal, Mohsin Khan, French, Spanish, Indonesian, Melayu, German, Bosnian, Russian)

(11) Dan sebelum Al Qur'an itu telah ada kitab Musa sebagai petunjuk dan rahmat. Dan ini (Al Qur'an) adalah kitab yang membenarkannya dalam bahasa arab untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang zalim dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.
( سورة الأحقاف , Al-Ahqaf, Chapter #46, Verse #12)
(Arabic, Transliteration, Urdu, Yusuf Ali, Shakir, Picthal, Mohsin Khan, French, Spanish, Indonesian, Melayu, German, Bosnian, Russian)

yang anda ajukan ini adalah terjemahan yang sudah jadi yang ada saat ini.(jangan buru buru menerima dan menolak)
Sudah beberapa kali saya pertanyakan pada berbagai thread di forumFFI ini:
Dapatkah anda menunjukkan dimana letak bertentangannya dan membuktikan mana yang benar dengan menyanggah,menguraikan, dan membandingkan semua tulisan tulisan yang saya ajukan dengan terjemahan yang anda ajukan mengenai kalimat قُرءٰنًا عَرَبِيًّا,حُكمًا عَرَبِيًّا ,عَرَبِىٌّ مُبينٌ.

Justru tulisan yang saya ajukan tersebut adalah suatu bukti yang menunjukkan bahwa istilah " عَرَبِىٌّ",sangat tidak tepat kalau diartikan "yang berbahasa arab"

Dipersilahkan memulai uraian anda mengenai kalimat قُرءٰنًا عَرَبِيًّا dari mulai "bentuk kata"dari kedua kata tersebut,bentuk kalimat sampai terjadi arti "Al Qur'an dengan berbahasa arab"serta maknanya.

Jangan dulu menyatakan bertentangan kalau anda belum mengajukan uraian yang lebih mendalam.

Terima kasih... :heart: :heart:
Salam bagi semua yang berfikir mendalam dan rajin belajar... :heart: :heart: :heart:
User avatar
pusing
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 649
Joined: Wed Sep 08, 2010 6:10 am

Re: Bahasa Alquran bukan Bahasa Arab

Postby HILLMAN » Sat Oct 16, 2010 11:01 pm

Jadi menurut anda, kata عَرَبِىٌّ itu maksudnya apa ? :lol:

Salam bagi orang yang berpikir.
User avatar
HILLMAN
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2870
Joined: Wed Aug 01, 2007 11:22 am
Location: Jakarta

Re: Bahasa Alquran bukan Bahasa Arab

Postby pusing » Mon Oct 18, 2010 12:03 pm

HILLMAN wrote:Jadi menurut anda, kata عَرَبِىٌّ itu maksudnya apa ? :lol:

Salam bagi orang yang berpikir.

Bukan menurut saya,tetapi menurut keterangan keterangan yang saya ajukan pada ayat ayatnya.
عَرَبِىٌّ itu adalah kata sifat yang berasal dari kata benda عَرَبٌ lalu mengalami penambahan huruf "ya" bertasdid diakhir kata benda tersebut,Maksudnya adalah "yang serumpun dengan arab"atau "yang diikut sertakan kepada arab".

Dalam kaitannya dengan konteks istilah قُرءٰنًا,maka kedua kata tersebut menunjuk kepada persoalan bahasa.Alhasil dapat diberi arti "BAHASA ALQURAN SERUMPUN DENGAN BAHASA ARAB" atau dengan kalimat lain (mungkin) "Bahasa alquran yang diikut sertakan kepada bahasa arab".

Salam bagi semua orang yang berfikir mendalam dan mengakui kebenaran.... :heart: :heart: :heart:
User avatar
pusing
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 649
Joined: Wed Sep 08, 2010 6:10 am

Re: Bahasa Alquran bukan Bahasa Arab

Postby betdaniel99 » Mon Oct 18, 2010 9:16 pm

Waktu Jibril ngomong sama Muhammad: Pakai bahasa apa, ya?
User avatar
betdaniel99
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2374
Joined: Thu May 22, 2008 9:55 pm

Re: Bahasa Alquran bukan Bahasa Arab

Postby pusing » Tue Oct 19, 2010 1:18 am

betdaniel99 wrote:Waktu Jibril ngomong sama Muhammad: Pakai bahasa apa, ya?

Perlu anda garis bawahi terlebih dulu, bahwa Allah didalam alquran tidak pernah menjelaskan masalah masalah yang bersifat praktis/tekhnis secara rinci,kalaupun ada penjelasan yang mengarah kepada hal tersebut,maka Dia cukup menjelaskan prinsip prinsipnya saja.

Hal demikian sangatlah tidak searah dengan tujuan Allah menciptakan semesta angkasa dan bumi berikut isinya, karena Alquran diturunkan kepada Rasul bukan untuk memperlakukan/menjelaskan Allah sebagai objectnya.Didalam hadits juga dijelaskan larangannya bahwa kalau anda mempelajari Allah,maka anda akan binasa.

Bayangkan kalau Allah menurunkan alquran dengan tujuan agar manusia menjadi pencipta dengan menjelaskan didalam alquran cara mencipta matahari,cara malaikat mencabut nyawa,cara bagaimana bisa mencipta anak laki laki ataupun perempuan,dan lain sebagainya yang bersifat praktis,maka dapat dipastikan nantinya akan ada banyak pencipta pencipta lain selain Allah dan gerak pasti alampun akan terjadi ketidak seimbangan dan akhirnya hancur sejak dahulu,yang demikian bukankah menjadi tidak sesuai dengan tujuan penciptaan manusia itu sendiri?seperti yang digambarkan dalam surat:
وَما خَلَقتُ الجِنَّ وَالإِنسَ إِلّا لِيَعبُدونِ
Yaitu Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka hidup mengabdi menurut ajaranKu. (51;56).

Hubungan dengan pertanyaan yang anda ajukan,didalam alquran secara kontekstual tidak dijelaskan nama bahasa apa yang digunakan dalam bercakap cakap antara sang pencipta dengan para rasulnya,karena yang demikian adalah masalah tekhnis,dalam arti tidak urgen untuk dibahas.

Kendatipun demikian anda dapat memahami prinsip prinsipnya didalam beberapa ayat berikut:
مِنهُم مَن كَلَّمَ اللَّهُ

Di antara mereka ada yang Allah menyampaikan perkataan (2;253).
وَكَلَّمَ اللَّهُ موسىٰ تَكليمًا

Yaitu Allah telah menyampaikan perkataan kepada Musa dengan sebenar benar bahasa percakapan.(4;164)
وَما كانَ لِبَشَرٍ أَن يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلّا وَحيًا أَو مِن وَرائِ حِجابٍ أَو يُرسِلَ رَسولًا فَيوحِىَ بِإِذنِهِ ما يَشاءُ ۚ إِنَّهُ عَلِىٌّ حَكيمٌ

Yaitu tidak adalah bagi seorang manusia pun bahwa Allah dengan penurunan ilmu menurut sunnah rasulNya menyampaikan perkataan kepadanya kecuali dengan wahyu atau dari belakang pembatas atau dengan mengutus seorang rasul(malaikat) lalu diwahyukan dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia dengan ajaran menurut pola rasulNya adalah Maha pembina kehidupan luhur tinggi lagi pemberi kepastian hukum.(42;51)
قُل مَن كانَ عَدُوًّا لِجِبريلَ فَإِنَّهُ نَزَّلَهُ عَلىٰ قَلبِكَ بِإِذنِ اللَّهِ مُصَدِّقًا لِما بَينَ يَدَيهِ وَهُدًى وَبُشرىٰ لِلمُؤمِنينَ

"Tegaskanlah oleh anda: Barang siapa yang menjadi musuh bagi risalah Jibril, maka dia itu telah menurunkan yang demikian (Al Qur'an)atas hati anda dengan idzin Allah; menjadi pelurus bagi apa yang dihadapannya dan menjadi pedoman serta kabar gembira bagi para pelaku hidup yang berpandangan dan bersikap menurut yang demikian. (2;97)
وَما يَنطِقُ عَنِ الهَوىٰ

Yaitu tiadaklah ia(rasul) itu berucap kata menurut kemauan hawa nafsunya.(53;3)
إِن هُوَ إِلّا وَحىٌ يوحىٰ

Tidaklah yang demikian (Ucapannya itu)kecuali hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), (53;4)
إِنَّهُ لَقَولُ رَسولٍ كَريمٍ

Sesungguhnya Al Qur'an itu adalah benar-benar wahyu (termasuk bahasanya)menjadi bentuk bahasa percakapan Rasul pembina kehidupan mulia(69;40)
وَما هُوَ بِقَولِ شاعِرٍ ۚ قَليلًا ما تُؤمِنونَ

yaitu yang demikian(alquran berikut bahasanya) bukanlah bahasa penyair/penyanyi/pelantun lagu. Sedikit sekali kalian berpandangan dan bersikap hidup dengan ajaran Allah menrut pola rasulnya.(69;41)
وَلا بِقَولِ كاهِنٍ ۚ قَليلًا ما تَذَكَّرونَ

Selanjutnya bukan pula bahasa tukang tenung/dukun(yang tidak pernah jelas memerlukan juru tafsir manapun). Sedikit sekali kalian menjadi sadar perihal yang demikian.(69;42)

تَنزيلٌ مِن رَبِّ العٰلَمينَ
yang demikian adalah wahyu(termasuk bahasanya)turunnya dari pembimbing semesta alam.(69;43)

Perhatikan model model penyampaian bahasa dibawah ini:

A.Bahasa tulisan Yaitu alat untuk menyatakan kesadaran yang digunakan untuk penulisan buku buku,text book.

Ciri ciri :
- Terikat dengan tata bahasa (gramatikal)

- Tidak ada kontak langsung antara yang menulis(pihak I) dengan yang membaca (pihak II).

- Tidak mengenal Intonasi Bahasa.



B.Bahasa Nyanyian/syair/lagu Yaitu alat untuk menyatakan kesadaran dengan tehnik lagu/irama/alunan suara yang memainkan emosi atau sentiment manusia.

Ciri cirri :
- Ada alunan suara.

- Tidak ada hubungan antara isi syair dengan kesadaran ,hanya memainkan emosi lewat alunan suara.

Contoh : Lagu sedih tetapi jogged.


C. Bahasa isyarat Yaitu alat untuk menyatakan kesadaran dengan mempergunakan isyarat isyarat tertentu atau memakai berbagai alat seperti lampu,bendera,gerakan tangan dll.


Ciri cirri : - Dipakai untuk kalangan tertentu/sangat terbatas.

Contoh : pramuka,rambu rambu lalu lintas dll.

D. Bahasa percakapan Yaitu alat untuk menyatakan kesadaran yang dipergunakan untuk percakapan/dialog.


Ciri ciri :
- Ada intonasi suara-->>Sangat menentukan makna,

Contoh : “Teruslah”(bentuk perintah bisa juga menjadi bermak na Larangan)dll.

- Pihak I dan Pihak II berinteraksi langsung.

- Yang singkat,jelas,tegas dan yang sudah maklum/diketahui dibuang.

Contoh : "Kemana"??..."pasar"--->>Kalimat "anda mau pergi"dan "saya mau pergi"nya dibuang,karena sudah diketahui/sudah maklum.

Sekarang,dengan memperhatikan keterangan ayat ayat diatas,dan dalam kaitannya dengan model model atau bentuk bahasa alquran,juga dengan anda membedakan "model bahasa tulisan" dengan "model bahasa percakapan yang dituliskan",tentu anda dapat menyimpulkan,model bahasa apakah yang ditunjuk oleh ayat ayat tersebut diantara keempat model bahasa diatas?

MUdah mudahan bermanfaat..... :tonqe: :tonqe: :tonqe:

Salam bagi semua yang tahan pusing berfikir secara mendalam... :heart: :heart: :heart:



'
User avatar
pusing
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 649
Joined: Wed Sep 08, 2010 6:10 am

Re: Bahasa Alquran bukan Bahasa Arab

Postby oglikom » Tue Oct 19, 2010 9:40 am

pusing wrote:Perlu anda garis bawahi terlebih dulu, bahwa Allah didalam alquran tidak pernah menjelaskan masalah masalah yang bersifat praktis/tekhnis secara rinci,kalaupun ada penjelasan yang mengarah kepada hal tersebut,maka Dia cukup menjelaskan prinsip prinsipnya saja.

Bisa dinilai dari keterangan yang ente berikan Al Qur'an tidaklah lengkap tanpa Hadis.
pusing wrote:Hal demikian sangatlah tidak searah dengan tujuan Allah menciptakan semesta angkasa dan bumi berikut isinya, karena Alquran diturunkan kepada Rasul bukan untuk memperlakukan/memperjelas Allah sebagai objectnya.Didalam hadits juga dijelaskan larangannya bahwa kalau anda mempelajari Allah,maka anda akan binasa.

Semakin ente menulis semakin membuktikan bahwa Islam membuat umatnya hanya taat kepada yang 'tampak' oleh mata (muhammad dengan segala sunnahnya).
Bukan dengan hati yang tunduk dan iklas tetapi hanyalah ritual semata tanpa penyerahan diri total kepada "Sang Al Haq". Memang Islam sangatlah membutuhkan semua 'RITUAL' untuk membedakan siapa yang 'Beriman dan yang tidak beriman' dengan segala ritualnya.
Sama seperti apayang tertulis didalam Qur'an.
Surah Saba'[34]:20
Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian orang-orang beriman.

Iblis sebelumnya hanya melalui "sangkaan"saja untuk mengetahui siapa yang sudah tersesat sampai merasa pasti (kebenaran) persangkaannya dengan melihat perilaku "mereka yang mengikutinya".
Hanya "Sang Al Haq" lah yang bisa melihat hati kita, sedangkan setan dan iblis hanya mengetahui apa yang kita lakukan dengan perilaku (ritual) dan perbuatan.

Dan kita lihat ayat selanjutnya
Surah Saba'[34]:21
Dan tidak ada lah kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan hanyalah agar KAMI dapat "MEMBEDAKAN SIAPA YANG BERIMAN" kepada adanya kehidupan akhirat dari siapa yang ragu-ragu tentang itu. Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu.

Dalam ayat ini kita bisa melihat KAMI (Allah swt) sama seperti iblis untuk membedakan siapa yang beriman dan siapa yang ragu-ragu dan persamaan ini persis dengan ayat sebelumnya diatas. Yang mana membutuhkan bentuk perilaku (Ritual) yang hanya bisa dilihat dengan mata .
Jadi kesimpulannya seperti yang ente jelaskan diatas didalam Al Qur'an tidak mengajar tunduk kepada "Al Haq" tetapi hanya jalan menuju kebinasaan.

Surah As-Sajdah [32]:13
Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk, akan tetapi telah tetaplah perkataan dari pada Ku:"Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka jahanam itu dengan jin dan manusia bersama-sama".

Sungguh sangat menjelaskan tujuan Al Qur'an ini. :turban:
oglikom
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3374
Joined: Tue May 04, 2010 11:33 pm

Re: Bahasa Alquran bukan Bahasa Arab

Postby pusing » Tue Oct 19, 2010 5:54 pm

oglikom wrote:
Bisa dinilai dari keterangan yang ente berikan Al Qur'an tidaklah lengkap tanpa Hadis.

sudah saya perjelas dithread lain mengenai fungsi alquran dan hadits.
Sederhananya begini:
Kalau anda ingin mengetahui misalnya tentang konsep kehidupan orang orang mu`min dan kafir secara umum dan menyeluruh, dimana kesemuanya itu adalah gambaran gerak laku perbuatan masing masing pelakunya yang belum menyentuh kesadaran manusia,anda dapat melihatnya didalam alquran.

Kemudian jika anda ingin melihat praktek nyata dari konsep tersebut secara praktis yang sudah ditulis oleh para ahli hadits,anda bisa melihatnya didalam hadits hadits yang telah memenuhi prinsip dari konsep didalam alquran tersebut.

Jadi,ketika orang menjelaskan yang berkaitan dengan masalah prinsip maka ia menjelaskan dengan alquran,sebaliknya ketika orang menjelaskan masalah praktis,maka ia menjelaskannya dengan hadits.

Yang menjadi masalah bagi anda adalah anda menolak bahwa standart yang menjadi ukuran untuk menilai apakah sebuah hadits itu benar ataukah salah adalah dengan alquran.

Memang,hal ini akan mengagetkan umum,karena selama ini orang menilai hadits itu shahih atau tidak dengan menggunakan ilmu hadits yang dibuat orang.

Coba anda menggunakan nalar(memang itu mau anda bukan?),Hadits hadits ditulis orang ratusan tahun setelah muhammad wafat,sementara orang menilai hadits tersebut benar atau salah ialah salah satunya dari sanad perawinya,,dalam arti melihat latar belakang perawinya.bukan begitu??Ketahuilah,menilai benar salah suatu perkataan tidak bisa dapat dinilai dari orangnya,tetapi justru dari apa yang disampaikannya.Bukan begitu?

Lihatlah hadits ini:
اُنْظُرْ مَا قَالَ وَلاَ تَنْظُرْ مَنْ قَالَ
Perhatikanlah apa yang dikatakan dan janganlah memperhatikan siapa yang mengatakan.

Anda menggunakan nalar bukan??...

Saya pribadi terus terang tidak mau menilai benar salahnya alquran berdasarkan hadits,apalagi berdasarkan selain hadits seperti yang dilakukan salah seorang pedagang buku agama di forum ini..
Alquran merupakan induk dari semua ilmu yang ada didunia ini,dan semua ilmu mengambil dari ilmu Allah ini.

Karena alasan inilah kenapa kita harus menguasai alquran untuk menilai sebuah hadits.

Kalau dari sini saja kita sudah berseberangan,maaf,percuma saja saya mengajukan ayat ayat untuk meluruskan semua terjemahan yang anda ajukan.

Maka dari itu,sudut memandang kita haruslah sama,yaitu memandang semua permasalahan disini dari sudut alquran.
perlu juga anda mengetahui bahwa apa apa yang saya ajukan adalah masalah prinsip(ilmu),sedangkan anda mengajukan masalah praktis.

Semakin ente menulis semakin membuktikan bahwa Islam membuat umatnya hanya taat kepada yang 'tampak' oleh mata (muhammad dengan segala sunnahnya).
.
Alquran mengajarkan kepada semua manusia mengenai sesuatu yang haq dan sesuatu yang bathil,yang halal dan yang haram.
Sesuatu yang haq praktisnya mencontoh sunnah para rasulNya,sebaliknya sesuatu yang bathil berpola kepada contoh praktis sunnah syaithan.

Berbicara masalah taat,secara prinsip terbagi menjadi 4 golongan manusia prihal ketaatan.perhatikan ayat ayat berikut:
1.وَقالوا سَمِعنا وَأَطَعنا
Yaitu mereka mengatakan: ""Kami telah mencurahkan segenap kemampuan untuk menaggapi Ajaran menurut pola rasul ini dan menurut yang demikianlah kami mentaati"(2;285)

رَبَّنا إِنَّنا سَمِعنا مُنادِيًا يُنادى لِلإيمٰنِ أَن ءامِنوا بِرَبِّكُم فَـٔامَنّا
"wahai Pembimbing kami, sesungguhnya kami telah mengerahkan segenap kemampuan untuk menanggapi pendakwah yang mendakwahkan Alquran menurut pola rasul, guna mencapai iman(yaitu pandangan dan sikap hidup dengan ajaran Allah menurut sunnah rasulnya)(yaitu): ""Berpandangan dan bersikap hiduplah kalian dengan ajaran pembimbing kalian menurut sunnah rasulNya, maka kami pun berpandangan dan bersikap hidup menurut yang demikian. (3;193)

2.قالوا سَمِعنا وَعَصَينا
Mereka menyatakan: ""Kami tahu ajaran yang demikian tetapi kami tidak mau mentaatinya"(2;93)

3.سَمِعنا وَعَصَينا وَاسمَع غَيرَ مُسمَعٍ
Mereka berkata: ""Kami mengetahui ajaran yang demikian(ajaran Allah menurut pola rasulNya)", tetapi kami tidak mau menurutinya. yaitu(dengan seruannya): "tanggapilah"oleh anda ,yang demikian bukan yang sebenarnya yang ditanggapi .(4;46)
قالوا سَمِعنا وَأَطَعنا وَاسمَع وَانظُرنا
mereka menyatakan: ""Kami mengetahui ajaran yang demikian dan kami mau mentaatinya,padahal (dengan satu seruan)"tanggapilah" (ajaran menurut sunnah rasul ini,(mereka merasa berat dengan menyatakan): "hendaklah anda mempertimbangkan kehidupan kami".(4;46)

4.لا يَكادونَ يَفقَهونَ قَولًا
mereka tidaklah hampir mengerti ucapannya sendiri. (18;93)

Sementara ini dulu yang bisa saya ajukan,mengingat waktu dan kesibukan yang saya miliki tidak memungkinkan untuk meluruskan terjemah yang anda ajukan.Lain waktu saya ajukan lagi perihal terjemah yang anda ajukan. :yawinkle: :yawinkle: :yawinkle:

Salam bagi semua yang tahan pusing berfikir mendalam.. :heart: :heart: :heart:
User avatar
pusing
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 649
Joined: Wed Sep 08, 2010 6:10 am

Re: Bahasa Alquran bukan Bahasa Arab

Postby oglikom » Tue Oct 19, 2010 6:34 pm

Bisa dinilai dari keterangan yang ente berikan Al Qur'an tidaklah lengkap tanpa Hadis.

pusing wrote:sudah saya perjelas dithread lain mengenai fungsi alquran dan hadits.
Sederhananya begini:
Kalau anda ingin mengetahui misalnya tentang konsep kehidupan orang orang mu`min dan kafir secara umum dan menyeluruh, dimana kesemuanya itu adalah gambaran gerak laku perbuatan masing masing pelakunya yang belum menyentuh kesadaran manusia,anda dapat melihatnya didalam alquran.

Kemudian jika anda ingin melihat praktek nyata dari konsep tersebut secara praktis yang sudah ditulis oleh para ahli hadits,anda bisa melihatnya didalam hadits hadits yang telah memenuhi prinsip dari konsep didalam alquran tersebut.

Jadi,ketika orang menjelaskan yang berkaitan dengan masalah prinsip maka ia menjelaskan dengan alquran,sebaliknya ketika orang menjelaskan masalah praktis,maka ia menjelaskannya dengan hadits.

Yang menjadi masalah bagi anda adalah anda menolak bahwa standart yang menjadi ukuran untuk menilai apakah sebuah hadits itu benar ataukah salah adalah dengan alquran.

Memang,hal ini akan mengagetkan umum,karena selama ini orang menilai hadits itu shahih atau tidak dengan menggunakan ilmu hadits yang dibuat orang.

Coba anda menggunakan nalar(memang itu mau anda bukan?),Hadits hadits ditulis orang ratusan tahun setelah muhammad wafat,sementara orang menilai hadits tersebut benar atau salah ialah salah satunya dari sanad perawinya,,dalam arti melihat latar belakang perawinya.bukan begitu??Ketahuilah,menilai benar salah suatu perkataan tidak bisa dapat dinilai dari orangnya,tetapi justru dari apa yang disampaikannya.Bukan begitu?

Lihatlah hadits ini:
اُنْظُرْ مَا قَالَ وَلاَ تَنْظُرْ مَنْ قَالَ
Perhatikanlah apa yang dikatakan dan janganlah memperhatikan siapa yang mengatakan.

Anda menggunakan nalar bukan??...

Saya pribadi terus terang tidak mau menilai benar salahnya alquran berdasarkan hadits,apalagi berdasarkan selain hadits seperti yang dilakukan salah seorang pedagang buku agama di forum ini..
Alquran merupakan induk dari semua ilmu yang ada didunia ini,dan semua ilmu mengambil dari ilmu Allah ini.

Karena alasan inilah kenapa kita harus menguasai alquran untuk menilai sebuah hadits.

Kalau dari sini saja kita sudah berseberangan,maaf,percuma saja saya mengajukan ayat ayat untuk meluruskan semua terjemahan yang anda ajukan.

Maka dari itu,sudut memandang kita haruslah sama,yaitu memandang semua permasalahan disini dari sudut alquran.
perlu juga anda mengetahui bahwa apa apa yang saya ajukan adalah masalah prinsip(ilmu),sedangkan anda mengajukan masalah praktis.

Semakin ente menulis semakin membuktikan bahwa Islam membuat umatnya hanya taat kepada yang 'tampak' oleh mata (muhammad dengan segala sunnahnya).

pusing wrote:Alquran mengajarkan kepada semua manusia mengenai sesuatu yang haq dan sesuatu yang bathil,yang halal dan yang haram.
Sesuatu yang haq praktisnya mencontoh sunnah para rasulNya,sebaliknya sesuatu yang bathil berpola kepada contoh praktis sunnah syaithan.

Berbicara masalah taat,secara prinsip terbagi menjadi 4 golongan manusia prihal ketaatan.perhatikan ayat ayat berikut:
1.وَقالوا سَمِعنا وَأَطَعنا
Yaitu mereka mengatakan: ""Kami telah mencurahkan segenap kemampuan untuk menaggapi Ajaran menurut pola rasul ini dan menurut yang demikianlah kami mentaati"(2;285)

رَبَّنا إِنَّنا سَمِعنا مُنادِيًا يُنادى لِلإيمٰنِ أَن ءامِنوا بِرَبِّكُم فَـٔامَنّا
"wahai Pembimbing kami, sesungguhnya kami telah mengerahkan segenap kemampuan untuk menanggapi pendakwah yang mendakwahkan Alquran menurut pola rasul, guna mencapai iman(yaitu pandangan dan sikap hidup dengan ajaran Allah menurut sunnah rasulnya)(yaitu): ""Berpandangan dan bersikap hiduplah kalian dengan ajaran pembimbing kalian menurut sunnah rasulNya, maka kami pun berpandangan dan bersikap hidup menurut yang demikian. (3;193)

2.قالوا سَمِعنا وَعَصَينا
Mereka menyatakan: ""Kami tahu ajaran yang demikian tetapi kami tidak mau mentaatinya"(2;93)

3.سَمِعنا وَعَصَينا وَاسمَع غَيرَ مُسمَعٍ
Mereka berkata: ""Kami mengetahui ajaran yang demikian(ajaran Allah menurut pola rasulNya)", tetapi kami tidak mau menurutinya. yaitu(dengan seruannya): "tanggapilah"oleh anda ,yang demikian bukan yang sebenarnya yang ditanggapi .(4;46)
قالوا سَمِعنا وَأَطَعنا وَاسمَع وَانظُرنا
mereka menyatakan: ""Kami mengetahui ajaran yang demikian dan kami mau mentaatinya,padahal (dengan satu seruan)"tanggapilah" (ajaran menurut sunnah rasul ini,(mereka merasa berat dengan menyatakan): "hendaklah anda mempertimbangkan kehidupan kami".(4;46)

4.لا يَكادونَ يَفقَهونَ قَولًا
mereka tidaklah hampir mengerti ucapannya sendiri. (18;93)

Sementara ini dulu yang bisa saya ajukan,mengingat waktu dan kesibukan yang saya miliki tidak memungkinkan untuk meluruskan terjemah yang anda ajukan.Lain waktu saya ajukan lagi perihal terjemah yang anda ajukan. :yawinkle: :yawinkle: :yawinkle:

Salam bagi semua yang tahan pusing berfikir mendalam.. :heart: :heart: :heart:

Ane ada banyak waktu untuk menunggu jawaban yang lebih menyentuh tanggapan ane terhadap tulisan ente sebelumnya..... :turban:
oglikom
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3374
Joined: Tue May 04, 2010 11:33 pm

Re: Bahasa Alquran bukan Bahasa Arab

Postby betdaniel99 » Wed Oct 20, 2010 9:59 pm

@Pusing, bisa dijelaskan apa perbedaan bahasa Arab dengan bahasa Alquran? Hurufnya mungkin, tata bahasanya mungkin, tanda bacanya mungkin...

Sok, mangga kang...

Syukron & Salaam.
User avatar
betdaniel99
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2374
Joined: Thu May 22, 2008 9:55 pm

Re: Bahasa Alquran bukan Bahasa Arab

Postby pusing » Thu Oct 21, 2010 1:38 pm

HILLMAN wrote:Menurut mas Saif, apakah bahasa wahyu itu ? Agar "wahyu" itu dimengerti "manusia", apakah "ia" terikat kaidah bahasa "manusia" ? Monggo.... :lol:

Salam bagi semua yang berpikir

Jawaban ringkasnya disini http://indonesia.faithfreedom.org/forum/bentuk-model-bahasa-alquran-t40413/
User avatar
pusing
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 649
Joined: Wed Sep 08, 2010 6:10 am

Re: Bahasa Alquran bukan Bahasa Arab

Postby pusing » Sat Oct 23, 2010 1:52 pm

oglikom wrote
Surah Saba'[34]:20
Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian orang-orang beriman.

Iblis sebelumnya hanya melalui "sangkaan"saja untuk mengetahui siapa yang sudah tersesat sampai merasa pasti (kebenaran) persangkaannya dengan melihat perilaku "mereka yang mengikutinya".
Hanya "Sang Al Haq" lah yang bisa melihat hati kita, sedangkan setan dan iblis hanya mengetahui apa yang kita lakukan dengan perilaku (ritual) dan perbuatan.

Dan kita lihat ayat selanjutnya

Surah Saba'[34]:21
Dan tidak ada lah kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan hanyalah agar KAMI dapat "MEMBEDAKAN SIAPA YANG BERIMAN" kepada adanya kehidupan akhirat dari siapa yang ragu-ragu tentang itu. Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu.

Dalam ayat ini kita bisa melihat KAMI (Allah swt) sama seperti iblis untuk membedakan siapa yang beriman dan siapa yang ragu-ragu dan persamaan ini persis dengan ayat sebelumnya diatas. Yang mana membutuhkan bentuk perilaku (Ritual) yang hanya bisa dilihat dengan mata .
Jadi kesimpulannya seperti yang ente jelaskan diatas didalam Al Qur'an tidak mengajar tunduk kepada "Al Haq" tetapi hanya jalan menuju kebinasaan.

Surah As-Sajdah [32]:13
Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk, akan tetapi telah tetaplah perkataan dari pada Ku:"Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka jahanam itu dengan jin dan manusia bersama-sama".

Sungguh sangat menjelaskan tujuan Al Qur'an ini. :turban:

Maaf telah menunggu lama.... O:) O:) O:)
Terjemah yang anda ajukan untuk lapisan luar tidak ada masalah dalam arti bisa dipakai.

Namun disini saya akan mengambil salah satu ayat yang anda ajukan karena menyangkut masalah yang sangat urgensif. perhatikan kata yang saya warnai merah dibawah ini:
وَما كانَ لَهُ عَلَيهِم مِن سُلطٰنٍ إِلّا لِنَعلَمَ مَن يُؤمِنُ بِالءاخِرَةِ مِمَّن هُوَ مِنها فى شَكٍّ ۗ وَرَبُّكَ عَلىٰ كُلِّ شَيءٍ حَفيظٌ
Dan tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat dari siapa yang ragu-ragu tentang itu. Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu. (34;21)

Perhatikan kalimat yang berwarna merah.Belum diterjemahkan bukan??

Kali ini saya akan menyampaikan sedikit cara menterjemahkan kalimat pada ayat ini:مَن يُؤمِنُ بِ - man yu minu bi.Berikut pemecahannya:

مَن -man dalam kontekstual ayat tersebut berfungsi sebagai penyambung menjadi artinya = Siapa(yang).dikalimat lain,مَن -man ada yang berfungsi sebagai man syartin dan ada yang berfungsi sebagai man tanya.

يُؤمِنُ بِ-Yu minu bi dibentuk dari tiga huruf pokoknya yaitu اَمِنَ - يَأْمَنُ - اَمْنًا-amina - ya manu - amnan = merasa aman.
Kemudian yang demikian dipindah kepada Pola/wazan tiga huruf pokok tambahan satu اَفْعَلَ - يُفْعِلُ - اِفْعاَلًا,Yaitu menjadi - اٰمَنَ- يُؤْمِنُ - اِيْمَانًا - aamana - yu minu - iimaanan = Mengamankan.

Arti diatas tidak idiomatik karena kata tersebut tidak digandeng dengan huruf jarr,dalam hal ini adalah بِ -bi.
Perhatikan contoh ayat berikut:
الَّذى أَطعَمَهُم مِن جوعٍ وَءامَنَهُم مِن خَوفٍ
Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan. (106;4)
Lain halnya dengan digandeng بِ - bi menjadi اٰمَنَ بِ- aamana bi.

menurut kamus arab-Indonesia almunawir(bertaraf nasional),Kamus arab-arab almunjidnya louis ma`luf(bertaraf internasional),"pelajaran agama islam"jakarta 1960-> DR hamka,"al islam" -> hasyby ashiddiqi , "Risalah tauhid"terjemahan Firdaus A.N jakarta 1965 ->Syech muhammad abduh,Alkitab perjanjian baru terbitan lembaga alkitab indonesia jakarta 1960,surat kiriman kepada orang ibrani 11;1,Surat kiriman yacub 2;19 dan 23,Surat kiriman yang pertama(I) dari yahya 5;1,5 dan 10. Arti iman adalah =mempercayai

Perhatikan alternatif arti Iman yang lain dibawah ini,yaitu komentar rasul dihadits dalam hal memberi arti Iman:

اَلْاِيْماْنُ عقْدٌ بِالْقَلْبِ وَ اِقْراَرٌ بِالِّساَنِ وَ عَمَلٌ بِالْاَركاَنِ-al iimaanu `aqdun bilqalbi wa `iqraarun billisaani wa `amalun bil arkaani = Iman adalah tambatan hati yang menggema kedalam ucapan dan menjelma menjadi laku perbuatan.

"tambatan hati yang menggema kedalam ucapan" bisa diwakili oleh kata "Pandangan hidup ".
Sedangkan "laku perbuatan" bisa diwakili oleh kata "Sikap hidup".

Jadi arti "Iman" = "Pandangan dan sikap hidup".

Kalau kita ambil kata kerjanya menjadi "beriman" = "Berpandangan dan bersikap hidup".

Dari sini kita akan memakai arti "iman" dari hadits tersebut.

Sekarang kita lihat seluruh ayat dalam alquran yang berkaitan dengan istilah "Iman",baik kata kerjanya maupun kata bendanya.

Ternyata arti iman terbagi dua yaitu:
Pertama
يُؤمِنونَ بِما أُنزِلَ إِلَيكَ
Mereka berpandangan dan bersikap hidup dengan apa yang diturunkan menurut sunnah anda(muhammad)(2;4).

Kedua
وَالَّذينَ ءامَنوا بِالبٰطِلِ وَكَفَروا بِاللَّهِ
Yaitu orang-orang yang berpandangan dan bersikap hidup dengan hasil pemutar balikkan ajaran Allah menurut pola rasulnya menjadi bathil yaitu bersikap negatif terhadap ajaran Allah menurut pola rasulNya,(29;52)

Demikianlah arti Iman menurut sunnah rasulNya dengan satu catatan bahwa saya tidak mempatenkan terjemah karena masih banyak kandungan makna didalam ayat ayat yang belum disentuh.Dan silahkan anda memilih dengan tidak ada paksaan.mau arti Iman = percaya ataukah iman = pandangan dan sikap hidup..

Mudah mudahan bermanfaat...

Salam bagi semua yang berfikir mendalam.... :heart: :heart: :heart:
User avatar
pusing
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 649
Joined: Wed Sep 08, 2010 6:10 am

Next

Return to Quran & Hadist



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users