. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Bagaimana ISLAM Mengajar Untuk Memberi Nasihat.....

Pembelaan bahwa Islam adalah ajaran dari Tuhan.

Bagaimana ISLAM Mengajar Untuk Memberi Nasihat.....

Postby paiz » Tue Feb 01, 2011 10:47 am

Agama adalah nasihat. Begitulah yang telah di tuturkan oleh qudwah kita Rasulullah SAW. Hal ini menunjukkan betapa tinggi dan agungnya sebuah nasihat dalam Islam.



"Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya." (HR. Bukhari dan Muslim).



Nasihat adalah mencintai untuk sesama muslim apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri, membimbingnya kepada kebaikan, menunjukannya kepada kebenaran apabila ia keliru, mengingatkannya bila lupa dan menjadikannya seorang saudara.



Nasihat adalah saling memberitahu sesama muslim dan nasihat bukanlah dengan mencari-cari kesalahan,apabila ia keliru, ditutupi aibnya. Itulah nasihat yang akan mempereratkan tali ukhuwah dan memperkukuh bangunan iman.



Rasulullah SAW bersabda :



"Seorang mukmin bagi mukmin yang lainnya adalah bagaikan sebuah bangunan yang saling menguatkan antara satu dengan yang lainnya." (HR.Bukhari dan Muslim)



Akan tetapi apabila nasihat telah dicampur adukkan dengan celaan, hinaan serta dijadikan sebagai topeng untuk mencapai tujuan yang tidak baik (balas dendam, hasad, mempermalukan dsb). Maka ini adalah perbuatan yang tercela yang wajib dijauhi oleh setiap muslim, kerana akan menimbulkan bahaya dan kerosakan.





MENJAGA LISAN AGAR SELALU BERBICARA BAIK



Rasulullah SAW bersabda :



"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat maka hendaklah ia berkata dengan perkataan yang baik atau diam." (HR.Bukhari dan Muslim).



Imam Asy-Syafi'i Rahimahullah menjelaskan bahawa:



"Apabila seseorang ingin berbicara maka hendaklah ia berfikir terlebih dahulu. Jika dalam perkiraanya perkataan tersebut tidak akan membawa mudharat maka silakanlah berbicara. Akan tetapi jika perkataan tersebut akan membawa mudharat atau tidak (ragu-ragu) maka hendaklah ia tidak berbicara. Orang yang berakal seharusnya lebih banyak mempergunakan telinga daripada mulutnya. Dia perlu menyedari bahawa dia diberi dua telinga dan satu mulut adalah supaya dia lebih banyak mendengar daripada bicara. Seringkali orang menyesal di kemudian hari kerana perkataan yang diucapkannya". :-#



Dan sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda:



"Sesungguhnya seorang mukmin yang mengucapkan suatu perkataan yang tidak difikirkan apa akibatnya akan membuatnya terjerumus dalam api neraka yang dalamnya lebih jauh dari jarak antara timur dan barat." (HR.bukhari dan Muslim).



Al-Hasan berkata, "Berakhlak baik itu adalah bermuka cerah, ramah dan tidak menyakiti orang lain."



Adz-Dzahabi berkata, "Demikianlah adanya. Kita terkadang melihat seseorang tampak wara' dalam menjaga makanan, pakaian dan pergaulanmya. Namun apabila berbicara, ada hal yang seharusnya tidak disertakan dalam ucapannya namun ia sertakan juga. Adalakanya ia berusaha tetap jujur, namun ia memperbagus ucapannya agar dipuji sebagai orang yang fasih..."





HUKUM BERBURUK SANGKA DAN MENCARI-CARI KESALAHAN



Allah berfirman yang bermaksud:



"Hai orang-orang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka. Sesungguhnya sebahagian prasangka itu adalah dosa. Janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain. Janganlah kamu mengejek sebahagian yang lain. Sukakah kamu memakan daging saudaramu yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." ( Al-Hujurat: 12).



Dalam ayat ini terkandung perintah untuk menjauhi kebanyakkan prasangka, kerana sebahagian tindakan prasangka ada yang merupakan dosa. Dalam ayat ini juga ada larangan untuk berbuat tajassus (mengintip). Tajassus adalah mencari kesalahan atau keburukan orang lain yang biasanya adalah akibat dari prasangka buruk.



Abu Qilabah Abdullah bin Yazid Al-Jurmi berkata:



"Apabila ada tindakan saudaramu yang tidak kamu sukai, maka berusaha keraslah mencarikan alasan untuknya. Maka katakanlah kepada dirimu sendiri; saya kira saudaraku itu mempunyai alasan yang tepat sehingga melakukkan perbuatan tersebut".



Abu Hatim al-Hiban berkata dalam kitab Raudhal al-Uqala:



"Sementara orang yang sibuk mencari keburukan orang lain dan melupakan keburukan dirinya sendiri, maka hatinya akan buta, badannya akan merasa letih dan akan sulit baginya meninggalkan keburukan dirinya... Tajassus adalah cabang dari kemunafikan, sebagaimana berprasangka baik merupakan cabang keimanan. Orang yang berakal akan berprasangka baik kepada saudaranya, dan tidak membuatnya sedih atau berduka. Sedangkan orang yang **** akan selalu berprangka buruk kepada saudaranya. Dan tidak segan-segan berbuat jahat dan membuatnya menderita."





AKHLAK RASULULLAH [-o<



Akhlak adalah suatu gerakan yang berasal dari jiwa seseorang, yang menjadi sumber perbuatannya yang bersifat alternative -baik atau buruk - sesuai dengan tingkat pendidikan yang sampai kepadanya atau tingkat pemahaman agamanya.



Apabila jiwa ini dididik untuk mencintai kebaikan dan membenci keburukan, maka akan lahir darinya perbuatan-perbuatan yang baik serta akan mudah baginya apa yang disebut dengan akhlak yang baik. Seperti malu, murah hati, lemah lembut, sabar, bertanggung jawab, dermawan, berani, adil, dan lain-lain.



Sebaliknya apabila jiwa itu tidak dididik sebagaimana mestinya maka akan muncul darinya perbuatan dan perkataan yang hina, kotor dan cacat, yang akan melahirkan perbuatan khianat, suka mencaci maki, berdusta, dan lain lain.



Oleh kerana itu Islam sangat menekankan akhlak yang baik dan senantiasa menyeru kaum muslimin untuk membinanya dan mengaplikasikan dalam kehidupan mereka. Dan tak ada seorang pun yang keagungan akhlaknya melebihi keagungan akhlak Rasulullah SAW sehingga dalam banyak tempat Allah SWT sering memuji tentang akhlak Rasulullah SAW.



Seorang sahabat pernah bertanya kepada Aisyah Radhiyallahu ‘Anha tentang akhlak Rasulullah SAW, maka dijawab oleh Aisyah Radhiyallahu ‘Anha sesungguhnya akhlak Rasulullah SAW adalah Al-Qur'an.



Sesungguhnya Allah menjelaskan bahawa Rasulullah SAW adalah sebagai seorang yang agung. Allah berfirman yang bermaksud:



"Sungguh kamu memiliki akhlak yang agung." ( Al-Qalam: 4 )



Allah juga menjelaskan bahawa Rasulullah SAW juga adalah orang yang ramah dan lemah lembut. Allah berfirman yang bermaksud:



"Dengan sebab rahmat Allah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentu mereka menjauh dari sekelilingmu." ( Ali-Imran: 159).



Allah juga menjelaskan bahawa Rasulullah SAW adalah orang yang penyayang dan memiliki belas kasih terhadap orang yang beriman. Firman Allah yang bermaksud:



"Sesungguhnya telah datang seorang rasul dari kaummu sendiri. Yang berat memikirkan penderitaanmu, sangat menginginkan kamu (beriman dan selamat), amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin." ( At-Taubah: 128) :turban:



Inilah akhlak Rasulullah SAW yang sangat menakjubkan apabila kita yang mengaku pengikut Allah dan Rasul tapi memiliki hati kasar, lidah yang kotor dan tidak boleh membezakan mana perkataan yang baik dan mana perkataan yang buruk. Dan adalah amat pelik apabila kita tidak tahu mana perkataan yang akan menyakiti seseorang mana yang tidak.





KETIKA DALAM MEMBERI NASIHAT



Berkaitan dengan cara menasihati orang yang melakukan kesalahan, perlu diperhatikan beberapa perkara:



1. Hendaknya nasihat tersebut dilakukan dengan penuh keramahan dan lemah lembut disertai keinginan yang kuat untuk menyelamatkan orang yang salah tersebut dari kesalahannya apabila kesalahannya tersebut memang terbukti.



2. Apabila berita yang didengar tentang saudaranya masih samar, maka hendaknya dia mengemukakan prasangka baik sebagaimana yang diucapkan oleh Amirul Mukminin Umar bin Khattab berkata:



"Janganlah engkau berprasangka terhadap perkataan yang keluar dari saudaramu yang mukmin kecuali dengan persangkaan yang baik. Dan hendaklah engkau selalu membawa perkataan saudaramu tersebut kepada persangkaan yang baik."



3. Apabila seseorang telah menasihati saudaranya, maka bererti ia telah menunaikan kewajiban dirinya. Maka hendaknya ia tidak mengikuti gerak-geri orang yang dinasihati serta tidak menceritakannya, apalagi memburuk-burukannya di depan orang lain. Sebaliknya, selayaknya dia menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat, baik bagi dirinya mahupun bagi orang lain.



4. Apabila dikatakan kepada seseorang tentang kesalahan yang dilakukannya, maka ini adalah perkara yang baik. Berkata sebahagian Ulama’ pada saudaranya: "Janganlah kamu menasihatiku hingga kamu mengatakan apa yang tidak aku suka dihadapanku". Apabila seseorang memberitahukan kepada saudaranya tentang kesalahan yang ia lakukan maka itu adalah suatu kebaikan. Dan bagi orang yang memiliki kesalahan (aib) hendaklah ia diberi kesempatan untuk memberi alasan jika ia mempunyai alasan. Sebaliknya jika si pemberi nasihat memberitahukan (aib) dengan cara memburuk-burukkan orang tersebut maka ia adalah orang yang buruk akhlaknya dan tercela.



5. Rasulullah SAW melarang memburuk-burukkan dan mencela orang yang melakukan dosa tapi telah bertaubat. Seperti Nabi Muhammad SAW melarang mencela wanita yang berzina akan tetapi telah taubat dengan menjalani hukuman.



Berkata Al-Fudhail:



"Seorang mukmin menutupi aib dan menasihati, sedangkan seorang yang keji membukanya dan memburuk-burukkan." Yang disebutkan oleh Al-Fudhail adalah salah satu tanda-tanda menasihati adalah diiringi dengan menutupi aib/kesalahan orang yang dinasihati. Sedangkan mencela atau memburuk-burukkan diiringi dengan menceritakannya di depan orang lain".



6. Adapun orang menyebarkan aib, maka ini termasuk yang diharamkan oleh Allah, kerana kecintaannya untuk menyakiti saudaranya sesama mukmin dan menimpakan merbahaya kepadanya. Ini adalah sifat Iblis laknatullah yang dihiasi dengan kekufuran, kefasikan dan maksiat agar anak cucu Adam menjadi penghuni neraka.



Allah berfirman yang bermaksud:



"Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji tersebut tersiar dikalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." ( An-Nur: 9)

:-k :-k :-k :-k :-k :-k :-k :-k :-k
paiz
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 1
Joined: Tue Feb 01, 2011 10:34 am

Re: Bagaimana ISLAM Mengajar Untuk Memberi Nasihat.....

Postby Momad Narsis » Tue Feb 01, 2011 11:19 am

kesimpulan :
1.islam mengajarkan eksklusifitas (tertutup) & memiliki kasih trbatas alias hanya sesama muslim sj.
2.Islam mengajrkan unt menutupi borok seseorang agr islam tdk mendapat cela bukti islam lbh sk berkutat dgn kemunafikan.
3.nabi tdk konsisten bhkan brdusta dgn ajrnnya mengampuni penzinah..! yg ada penzinah mlh drazam!
4.islam mengklaim nabi berakhlak agung krn qur'an buta bhkn senang dgn perbuatan keji yg dlakukan muhamad unt membunuh kafir..!
jd kesimpulan agama muna tetaplah muna,munafikun!
User avatar
Momad Narsis
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3460
Joined: Sun Jan 02, 2011 4:35 pm

Re: Bagaimana ISLAM Mengajar Untuk Memberi Nasihat.....

Postby Al-Kafirun_Mukmin » Sun Feb 13, 2011 3:19 am

up
User avatar
Al-Kafirun_Mukmin
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1135
Joined: Sat Jan 22, 2011 7:13 am

Re: Bagaimana ISLAM Mengajar Untuk Memberi Nasihat.....

Postby lapis legit » Thu Feb 17, 2011 3:29 pm

Momad Narsis wrote:1.islam mengajarkan eksklusifitas (tertutup) & memiliki kasih trbatas alias hanya sesama muslim sj.


Buktinya mana...?


Momad Narsis wrote:Islam mengajrkan unt menutupi borok seseorang


Aib seseorang sebaiknya emang ditutup, cara yang paling baik adalah menasehatinya bukan malah membuka aib orang lain.. Tugas seorang muslim itu menyampaikan bukan menghakimi..

Momad Narsis wrote:nabi tdk konsisten bhkan brdusta dgn ajrnnya mengampuni penzinah..! yg ada penzinah mlh drazam!


baca cerita berikut ini :

siapa yang meminta hukum untuk dilaksanakan...?



Semasa Rasulullah SAW masih hidup, ada beberapa kasus perzinahan yang minta dicarikan solusinya. Paling menarik adalah riwayat tentang seorang perempuan dari Ghamidiyah datang kepada Rasulullah SAW dan mengakui bahwa ia telah hamil dari hasil perzinaan. Dikisahkan perempuan ini terus mengulang-ngulang ucapannya dan minta ditetapkan hukum Allah kepada dirinya.

Rasulullah tidak mengacuhkan perempuan ini, menghindar darinya dan pernah meminta perempuan ini untuk menahan diri dulu dari omongannya. Tapi perempuan ini terus saja meminta disegerakan hukum rajam untuk menebus dosa-dosanya. Karena didesak terus, maka Rasulullah berkata:

“Karena engkau sudah mendatangiku dan berbicara kepada seluruh jamaah maka hukum Allah segera ditetapkan atas kesalahanmu, engkau akan dirajam”

Bersuka citalah perempuan ini, tapi Rasulullah SAW buru – buru menanyakan,

“Apakah engkau hamil?”

“Ya, Rasulullah” jawab perempuan tersebut.

“Maka, tundalah dulu hukuman itu, pelihara janinmu dengan baik, sampai engkau melahirkan anak yang sehat”

Akhirnya perempuan ini kembali kepada keluarganya dan merawat janinnya sampai ia melahirkan bayi yang sehat, bersegeralah ia mendatangi lagi Rasulullah. Kata Rasulullah :

“Apakah bayimu suka dengan air susumu?

“Ya, Rasulullah bayi saya menyukai kasih sayang ibunya” jawabnya dengan senang hati.

“Kalau begitu tundalah dulu hukuman atas dirimu, susuilah bayimu, berikan kasih sayangmu sampai ia tidak suka lagi dengan air susu ibunya”

Maka kembali lagi perempuan ini ke keluarganya dan merawat anaknya sampai berumur 2 tahun, sampai si bocah benar-benar tidak suka lagi dengan air susunya. Dititipkannya bocah ini kepada keluarganya, kembali dia datangi Nabi.

“Ya, Nabi amirul mukminin, semua saranmu sudah saya laksanakan, maka adakah hal lain yang masih menahan hukuman atas diriku?”

Karena sudah tidak ada yang memberatinya, Nabi memerintahkan eksekusi dilakukan. Perempuan ini diikat dan dipendam separuh badannya. Dipilihkan sahabat sebagai eksekutor dan Nabi meminta agar rajam dilakukan secepat mungkin dan tidak boleh ada kebencian apalagi caci maki.

Ada kejadian, ketika batu demi batu dilemparkan dan dihantamkan pada perempuan ini, dia tidak segera mati. Sampai – sampai sahabat nabi yaitu Umar, menghantamkan sebongkah batu besar ke arah kepala perempuan ini dan mati seketika, sesudahnya Umar mengumpat yang diartikan bahwa perempuan ini sudah membuat nabi susah dengan masalahnya (mengejar minta dirajam) tapi ketika hukuman rajam dilakukan, dia tidak mati seketika. Mendengar hal ini Rasulullah SAW, menegur Umar

“Duhai Umar, sesungguhnya kalau engkau tahu maka malulah engkau dengan ucapanmu. Ketahuilah perempuan itu sudah Allah terima tobatnya dan jika pahalanya dibagikan pada orang sekampung maka ia mencukupi itu.”

Malulah Umar dengan ucapannya dan menyadari kesalahannya. Perempuan ini karena keteguhan dan kesungguhan dirinya tobatan nasuha, dari seorang penzina mati sangat mulia. Dikisahkan, ia mendapati pahala tobatnya, pahala syahidnya sebagai ibu karena melahirkan dan pahala syahidnya seorang ibu karena menyusui dan merawat bayinya dengan kasih sayang.
lapis legit
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 200
Joined: Tue Jan 11, 2011 11:38 am

Re: Bagaimana ISLAM Mengajar Untuk Memberi Nasihat.....

Postby a_man » Thu Feb 17, 2011 7:29 pm

aib koq malah ditutup2i ? kapan dia mau tobat ?

malu adalah cambuk tobat terdahsyat.
User avatar
a_man
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4318
Joined: Mon Sep 01, 2008 5:12 pm
Location: http://code.google.com/p/a-manffi/downloads/list

Re: Bagaimana ISLAM Mengajar Untuk Memberi Nasihat.....

Postby Momad Narsis » Thu Feb 17, 2011 9:11 pm

@lapis legit
siapa ya yang bilang orang muslim tdk boleh menjadikan kafir sebagai temannya? siapa yg bilang kafir tidak boleh memimpin org muslim ya?
trus perintah mana saat ini yg tidak memperbolehkan non-muslim memasuki mekah? apakah islam inklusif? jawab ndirilah.
mau muntah sy mendengar cerita anda di atas sangat2 absurd, aneh, bin ajaib..aolloh memang suka dgn pembunuhan terutama razam unt menghapus dosanya..! contoh hukum seperti ini mau anda teladani..? melihat manusia dilempari dgn batu?
User avatar
Momad Narsis
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3460
Joined: Sun Jan 02, 2011 4:35 pm

Re: Bagaimana ISLAM Mengajar Untuk Memberi Nasihat.....

Postby Si Amang Miyang » Thu Feb 17, 2011 11:01 pm

Bagaimana ISLAM Mengajar Untuk Memberi Nasihat..... :lol:

gmn klo ky gini...Bagaimana ISLAM Belajar Untuk Menerima Nasihat?? :heart:
User avatar
Si Amang Miyang
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 533
Joined: Thu Dec 16, 2010 9:54 am
Location: sebuah toilet yg bernama ka'bah

Re: Bagaimana ISLAM Mengajar Untuk Memberi Nasihat.....

Postby iznuwardi » Wed Mar 02, 2011 1:51 am

Sungguh Al-Quran Benar-benar terbukti, membaca postingan para murtadin ini terasa sudah akrab saya baca kabarnya dalam Al-Quran.
56. Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul hanyalah sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan; tetapi orang-orang yang kafir membantah dengan yang batil agar dengan demikian mereka dapat melenyap kan yang hak, dan mereka menganggap ayat-ayat kami dan peringatan- peringatan terhadap mereka sebagai olok-olokan.
(Al-Kahfi)
iznuwardi
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 14
Joined: Sun Feb 27, 2011 11:50 pm

Re: Bagaimana ISLAM Mengajar Untuk Memberi Nasihat.....

Postby Al-Kafirun_Mukmin » Wed Mar 02, 2011 2:23 am

iznuwardi wrote:Sungguh Al-Quran Benar-benar terbukti, membaca postingan para murtadin ini terasa sudah akrab saya baca kabarnya dalam Al-Quran.
56. Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul hanyalah sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan; tetapi orang-orang yang kafir membantah dengan yang batil agar dengan demikian mereka dapat melenyap kan yang hak, dan mereka menganggap ayat-ayat kami dan peringatan- peringatan terhadap mereka sebagai olok-olokan.
(Al-Kahfi)



tdk membuktikn apa2, toh orng islam pun sering memperolok agama lain..
User avatar
Al-Kafirun_Mukmin
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1135
Joined: Sat Jan 22, 2011 7:13 am

Re: Bagaimana ISLAM Mengajar Untuk Memberi Nasihat.....

Postby momed » Wed Mar 02, 2011 6:13 pm

ASSLM ALKM...wahai pemuja Allah
momed
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 1
Joined: Wed Mar 02, 2011 5:54 pm

Re: Bagaimana ISLAM Mengajar Untuk Memberi Nasihat.....

Postby Al-Kafirun_Mukmin » Wed Mar 02, 2011 8:29 pm

momed wrote:ASSLM ALKM...wahai pemuja Allah



Salam..
User avatar
Al-Kafirun_Mukmin
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1135
Joined: Sat Jan 22, 2011 7:13 am

Re: Bagaimana ISLAM Mengajar Untuk Memberi Nasihat.....

Postby kalangkilang » Wed Mar 02, 2011 11:35 pm

iznuwardi wrote:56. Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul hanyalah sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan; tetapi orang-orang yang kafir membantah dengan yang batil agar dengan demikian mereka dapat melenyap kan yang hak, dan mereka menganggap ayat-ayat kami dan peringatan- peringatan terhadap mereka sebagai olok-olokan.

Cuma Muhammad Rasul-nya Allah SWT, nipu nih,,
emang-nya Muhammad percaya ma Yahweh? woi,,bisa dijelaskan ini...
emangnya YWH = ALLAH SWT,,?
User avatar
kalangkilang
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2696
Joined: Sun Sep 26, 2010 12:52 am
Location: lagi menulis dibuku

Re: Bagaimana ISLAM Mengajar Untuk Memberi Nasihat.....

Postby kalangkilang » Thu Mar 03, 2011 12:48 am

lapis legit wrote:“------. Ketahuilah perempuan itu sudah Allah terima tobatnya dan jika pahalanya dibagikan pada orang sekampung maka ia mencukupi itu.”

Apakah pahala itu sesuatu yang dapat dihitung? kayak misalkan mangga yang bis dibagikan ma orang sekampung??? :shock:
Jika Pahala dapat dihitung, satuan apakah yang dipakai?
lapis legit wrote:Dikisahkan, ia mendapati pahala tobatnya, pahala syahidnya sebagai ibu karena melahirkan dan pahala syahidnya seorang ibu karena menyusui dan merawat bayinya dengan kasih sayang.

apakah pahala itu sesuatu yang bisa dilihat, didengar, dirasakan? terus siapa yang bisa membuktikan bahwa si ibu dah dapat pahala-nya? trims atas penjelasannya...
User avatar
kalangkilang
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2696
Joined: Sun Sep 26, 2010 12:52 am
Location: lagi menulis dibuku

Re: Bagaimana ISLAM Mengajar Untuk Memberi Nasihat.....

Postby sunni » Thu Mar 03, 2011 8:58 pm

kalangkilang wrote:Apakah pahala itu sesuatu yang dapat dihitung? kayak misalkan mangga yang bis dibagikan ma orang sekampung??? :shock:
Jika Pahala dapat dihitung, satuan apakah yang dipakai?

Hanya Allah yang mengetahui antara pahala dan dosa manusia......
kalangkilang wrote:apakah pahala itu sesuatu yang bisa dilihat, didengar, dirasakan? terus siapa yang bisa membuktikan bahwa si ibu dah dapat pahala-nya? trims atas penjelasannya...

apa ucapan Rasulullah belum cukup membuktikannya sedangkan Beliau bersifat Benar, Jujur, menyampaikan dan Bijaksana...
ucapannya adalah wahyu....
User avatar
sunni
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 247
Joined: Sat Sep 04, 2010 4:16 pm

Re: Bagaimana ISLAM Mengajar Untuk Memberi Nasihat.....

Postby Momad Narsis » Thu Mar 03, 2011 11:09 pm

@sunni
wah rupanya muslim yg baru masuk gak pernah baca RC ya..? apa yg anda klaim tentang muhammad sudah dicukur habis di FFI..sy hanya koment saja..tak akan berdebat dgn anda..jalan2lah dulu sambil baca2 debat..trimakasih sudah mau bergabung. piss
User avatar
Momad Narsis
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3460
Joined: Sun Jan 02, 2011 4:35 pm

Re: Bagaimana ISLAM Mengajar Untuk Memberi Nasihat.....

Postby iznuwardi » Fri Mar 04, 2011 10:29 am

Mengenai Peringatan dalam Islam :

56. Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul hanyalah sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan; tetapi orang-orang yang kafir membantah dengan yang batil agar dengan demikian mereka dapat melenyap kan yang hak, dan mereka menganggap ayat-ayat kami dan peringatan- peringatan terhadap mereka sebagai olok-olokan.
(Al-Kahfi)

24. Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan selain-Nya? Katakanlah: "Unjukkanlah hujjahmu! (Al Quran) ini adalah peringatan bagi orang-orang yang bersamaku, dan peringatan bagi orang-orang yang sebelumku[956]." Sebenarnya kebanyakan mereka tiada mengetahui yang hak, karena itu mereka berpaling. (Al-anbiya)

1. Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam[1052], (Al-Furqaan)

[1052]. Maksudnya jin dan manusia
iznuwardi
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 14
Joined: Sun Feb 27, 2011 11:50 pm

Re: Bagaimana ISLAM Mengajar Untuk Memberi Nasihat.....

Postby kalangkilang » Sun Mar 06, 2011 11:03 pm

lapis legit wrote:Mendengar hal ini Rasulullah SAW, menegur Umar

Duhai Umar, sesungguhnya kalau engkau tahu maka malulah engkau dengan ucapanmu. Ketahuilah perempuan itu sudah Allah terima tobatnya dan jika pahalanya dibagikan pada orang sekampung maka ia mencukupi itu.”

KalangKilang wrote:Apakah pahala itu sesuatu yang dapat dihitung? kayak misalkan mangga yang bis dibagikan ma orang sekampung???
Jika Pahala dapat dihitung, satuan apakah yang dipakai?

sunni wrote:Hanya Allah yang mengetahui antara pahala dan dosa manusia......
ha..ha..lain ditanya, lain pula jawabannya..Bilanginlah ma silapis legit, saudara seukuahmu itu,"Hanya Allah yang mengetahui antara pahala dan dosa manusia", wong dari kisah itu, Muhammad kok yang berujar..!
sunni wrote:apa ucapan Rasulullah belum cukup membuktikannya sedangkan Beliau bersifat Benar, Jujur, menyampaikan dan Bijaksana...
ucapannya adalah wahyu....

Anda yang percaya ma muhammad, saya ga percaya ma ajaran-nya dia, makanya anda harus menjelaskan.
Tapi jawab dulu pertanyaanku berdasarkan kisah diatas:

1. Apakah pahala itu sesuatu yang dapat dihitung? kayak misalkan mangga yang bis dibagikan ma orang sekampung??? Jika Pahala dapat dihitung, satuan apakah yang dipakai?
2. apakah pahala itu sesuatu yang bisa dilihat, didengar, dirasakan? terus siapa yang bisa membuktikan bahwa si ibu dah dapat pahala-nya?
trims atas penjelasannya...
User avatar
kalangkilang
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2696
Joined: Sun Sep 26, 2010 12:52 am
Location: lagi menulis dibuku

Re: Bagaimana ISLAM Mengajar Untuk Memberi Nasihat.....

Postby sunni » Mon Mar 07, 2011 8:48 pm

kalangkilang wrote:ha..ha..lain ditanya, lain pula jawabannya..Bilanginlah ma silapis legit, saudara seukuahmu itu,"Hanya Allah yang mengetahui antara pahala dan dosa manusia", wong dari kisah itu, Muhammad kok yang berujar..!

Rasulullah, mengetahuinya langsung dari Allah, Melalui perantara Malaikat jibril jg.. seperti yang saya bilang, Ucapanya adalah wahyu....
kalangkilang wrote:1. Apakah pahala itu sesuatu yang dapat dihitung? kayak misalkan mangga yang bis dibagikan ma orang sekampung??? Jika Pahala dapat dihitung, satuan apakah yang dipakai?


Kalau pahala tidak bisa di hitung, lalu apa pembeda antara orang yang berada di surga dan di neraka, atau orang yang berada di tingkat surga teratas dan surga yang di bawahnya????/ semuanya dapat di hitung dengan sangat mendetail, dosa maupun amal perbuatan, karena kami meyakini di kanan dan kiri tubuh kami terdapat dua malaikat yang dengan sangat jelas mencatat setiap perbuatan kami... dan manusia tidak di berikan kemampuan untuk menghitung amal perbuatan maupun dosa melainkan ada hikmah yang terkandung ....
kalangkilang wrote:2. apakah pahala itu sesuatu yang bisa dilihat, didengar, dirasakan? terus siapa yang bisa membuktikan bahwa si ibu dah dapat pahala-nya?
trims atas penjelasannya...


tentang masalah ini, sya sendiri belum terlalu memahaminya dikarenakan, saya pernah mendengar kalau orang yang tingkat keimanannya sudah tinggi dapat mendengar suara pena yang malaikat Atid catat sewaktu orang itu berbuat kesalahan, dan munkin sudah lebih paham dalam taraf amal ibadah seseorang... Waulahualam.....
yang jelas pahala atau dosa merupakan hak prerogatif Allah dalam memutuskannya.... Manusia tidak ada yang tahu.bahkan, mungkin juga Anda orang yang derajatnya lebih tinggi di sisi Allah daripada saya... manusia tidak ada yang dapat memastikannya :turban:
User avatar
sunni
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 247
Joined: Sat Sep 04, 2010 4:16 pm

Re: Bagaimana ISLAM Mengajar Untuk Memberi Nasihat.....

Postby kalangkilang » Mon Mar 07, 2011 9:07 pm

sunni wrote:Rasulullah, mengetahuinya langsung dari Allah, Melalui perantara Malaikat jibril jg.. seperti yang saya bilang, Ucapanya adalah wahyu....
wow..berarti ini termasuk firman Tuhan yah"
lapis legit wrote:“------. Ketahuilah perempuan itu sudah Allah terima tobatnya dan jika pahalanya dibagikan pada orang sekampung maka ia mencukupi itu.”

Surah berapa atau hadist berapa yang memuat ini..trims...
sunni wrote:Kalau pahala tidak bisa di hitung, lalu apa pembeda antara orang yang berada di surga dan di neraka, atau orang yang berada di tingkat surga teratas dan surga yang di bawahnya????/ semuanya dapat di hitung dengan sangat mendetail, dosa maupun amal perbuatan, -----------
jadi anda setuju bahwa pahala dapat dihitung yah...satuan apakah yang dipakai? contoh : bis pahala bisa dihitung, jumlahnya 50 unit. Nah kalau pahala yang ini, gimana ngitungnya? 1 kardus, 1 tong, 1 kg, 1 tandan, atau 1??
sunni wrote:manusia tidak di berikan kemampuan untuk menghitung amal perbuatan maupun dosa melainkan ada hikmah yang terkandung ....

sunni wrote:yang jelas pahala atau dosa merupakan hak prerogatif Allah dalam memutuskannya.... Manusia tidak ada yang tahu.bahkan, mungkin juga Anda orang yang derajatnya lebih tinggi di sisi Allah daripada saya... manusia tidak ada yang dapat memastikannya
jika anda tidak dapat menghitung sudah seberapa banyak pahala anda, atas dasar apa anda yakin akan masuk surga (harapan semua umat beragama)?
User avatar
kalangkilang
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2696
Joined: Sun Sep 26, 2010 12:52 am
Location: lagi menulis dibuku

Re: Bagaimana ISLAM Mengajar Untuk Memberi Nasihat.....

Postby sunni » Thu Mar 10, 2011 9:10 pm

kalangkilang wrote:wow..berarti ini termasuk firman Tuhan yah"

sebenarnya anda harus tahu dulu perbedaan antara hadits dan Firman Allah...
"Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat." (QS. An-Najm: 3-5)
kalangkilang wrote:jadi anda setuju bahwa pahala dapat dihitung yah...

begitulah , bahkan nanti di yaumil mizan(hari penghitungan amal), kamu akan melihat sendiri, seperti apa bentuk/rupa timbangan amal perbuatan manusia itu....

kalangkilang wrote:satuan apakah yang dipakai? contoh : bis pahala bisa dihitung, jumlahnya 50 unit. Nah kalau pahala yang ini, gimana ngitungnya? 1 kardus, 1 tong, 1 kg, 1 tandan, atau 1?
sudah saya jawab, sepertinya anda tidak menyimak...
kalangkilang wrote:jika anda tidak dapat menghitung sudah seberapa banyak pahala anda, atas dasar apa anda yakin akan masuk surga (harapan semua umat beragama)?

sayaa yakin, sebenarnya yang hanya bisa saya lakukan adalah pasrah dengan ketetapan Allah dan berusaha sebaik mungkin menjalankan perintah Nya dan menjauhi segala laranganNya..
tentang diterima atau tidaknya amal ibadah saya, semua saya pasrahkan kepada Allah.., menariknya adalah bahkan seorang paman Rasulullah sendiri saja tak di jamin mendapat surga kelak, tapi saya yang tak punya hubungan darah dengan Rasulullah pun masih di beri kesempatan oleh Allah untk terlahir dalam lingkup Islam, inilah yang di sebut nikmat iman dan nikmat islam..

sebuah pertanyaan untuk anda .." menurut kamu seperti apakah hubungan yang baik antara manusia dengan Tuhannya"?
User avatar
sunni
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 247
Joined: Sat Sep 04, 2010 4:16 pm

Next

Return to Pembelaan Terhadap Islam



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users