. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

BAGAIMANA ISI INJIL BARNABAS TERHADAP QURAN

Pembuktian bahwa Islam bukanlah ajaran dari Tuhan.

BAGAIMANA ISI INJIL BARNABAS TERHADAP QURAN

Postby spaceman » Mon Apr 19, 2010 8:57 am

KONTRADIKSI-KONTRADIKSI INJIL BARNABAS TERHADAP QURAN

http://www.answering-islam.org/authors/ ... pter1.html

Pada bagian akhir dari prolog, karakteristik2 yg berkaitan dari setiap hubungan antara Injil Barnabas dan Quran akan disebutkan secara singkat. Sekarang kita akan melihat pertanyaan ini dengan mendetail, karena bagi para muslim, keterkaitan ini adalah hal2 penting yg terutama.
Kita akan menguji tipe perubahan2 atau perbedaan2 yg mungkin dapat diterima atau bahkan disetujui oleh Quran. Kemudian kita akan melihat pada beberapa perbedaan yg mana akan jelas pada akhirnya ketika kita membandingkan kedua dokumen tersebut.
Abrogasi atau Perubahan yg Diterima dalam Quran

Sangat jelas dari Quran itu sendiri bahwa kita dapat menemukan beberapa jenis perubahan atau penggantian dalam hokum yg diumumkan karena ada dua ayat yang menyokong penggantian atau abrogasi oleh tangan Tuhan. Dalam Surah Mekah akhir Al-Nahl (Lebah) 16:101, tertulis,
Ketika kami mengganti satu ayat dengan ayat lainnya, dan Tuhan mengetahui yg terbaik atas apa yg telah Dia turunkan.
Dalam Surah Al-Baqara (Sapi Betina) 2:106, Dari 2 AH, terbaca :
Apa saja ayat yang Kami nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tiadakah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?

Dengan demikian maka adalah sebuah contoh yang jelas dalam Quran itu sendiri di mana penggantian seperti itu, atau pewahyuan lanjutan, terjadi. Berikut ini dua contoh di mana hukum2 yg mengatur aktivitas2 dan hubungan antar manusia diganti. Dalam satu kasus, hukum dibuat lebih keras dan dalam kasus lainnya lebih luwes.

Penggantian yg merujuk pada aktivitas2 dan hubungan2 antar manusia.

Yg pertama adalah aktivitas meminum anggur. Dalam Surah Mekah Al-Nahl (Lebah) 16:67 diwahyukan beberapa tahun sebelum Hijra ada sebuah daftar minuman yg diijinkan yg dimulai dari air dan susu dan diakhiri dengan madu. Termasuk dalam daftar adalah yg berikut ini :
Dan dari buah korma dan anggur, kamu buat minuman anggur (sakar سَكَر) dan minuman yg baik. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan.

Anggur, di sini, dianggap sebagai tanda bukti perhatian Tuhan dan motivasi bagi kita

Dalam Surah Al-Baqara (Sapi Betina) 2:219, dari 2 AH, kita baca :

Mereka bertanya kepadamu tentang anggur dan judi. Katakanlah:" Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya ". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah:" Yang lebih dari keperluan. "Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir

Ayat ini menentang penggunaan anggur, tetapi tidak memberikan perintah yg absolute untuk menghindarinya, yg mana juga benar dari ayat berikut dari Surah Al-Nisâ' (Wanita) 4:43, 56 AH, kita baca :

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk (sukârâ سُكٰرى) , sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan,

Tetapi dalam Surah Al-Mâ'ida (Hidangan) 5:90, 94, dari 10 AH, kita temukan :

Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) anggur, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaithan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.

Kedua ayat ini adalah pelarangan yg kuat dengan dua perintah, "eschew" (kesampingkan) dan “absent” dari mereka. Maka, wahyu terakhir ini dari 10AH telah menghapus ketidak-pastian atau keraguan yg ada pada ayat2 sebelumnya.

Dr. Muhammed Abdul Rauf, memuat hal senada ini dalam bukunya Al-Qur'an - Introduction and Sample Texts.1

Ketika kami sebagai muslim, mencari untuk mempelajari hal ini (urut2an pewahyuan), tujuan kita adalah lebih dari akademis. Waktu sebuah ayat mungkin penting dalam membuat suatu kesimpulan yg berhubungan dengan ajaran Quran. Ketika kita mengetahui, misalnya, bahwa 4.43 yg berarti larangan minuman anggur ketika saat sembahyang tiba, melampaui 5.90 yg memerintahkan larangan absolut atas minuman anggur, kita menyadari bahwa larangan minuman anggur telah diperluas menjadi sepanjang masa. Maka, studi atas masalah ini adalah suatu pencatian yg penting sejak masa lampau, dan sebuah pengetahuan yang cukup atasnya adalah sebuah keharusan bagi para pelajar Hukum Islam.

Contoh kedua kita adalah dari ajaran tentang pernikahan. Dalam Surah, Al-Baqara (Sapi Betina) 2:221, dari 2 AH, kita baca :

Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.

Ide yg sama berulang dalam Sura Al-Nisâ' (Wanita) 4:25, AH 5 atau 6, di mana dikatakan :

Dan barangsiapa di antara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita merdeka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beriman, dari budak-budak yang kamu miliki ditangan kananmu (para wanita tawanan dalam jihad)

Ajaran di sini sangat jelas bahwa kedua pria dan wanita hanya boleh menikahi para muslim karena mereka yg bukan muslim akan membawa kepada ketidakpercayaan dan api neraka. Tetapi dalam Suran Al-Mâ'ida (Hidangan) 5:6, yg diturunkan empat tahun setelahnya pada 10 AH, peraturan berubah dan kita baca :

(Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab (Yahudi dan Kristen) sebelum kamu,

Peraturan telah diperluas dengan memasukkan para wanita Yahudi dan Kristen halal sebagai istri2.

Perubahan dalam Bentuk Pemujaan

Pada area lain kita mungkin menemukan perubahan2 dalam ritual2 pemujaan – misalnya, bagaimana bersembahyang. Faktanya, kita menemukan sebuah contoh seperti itu dalam Sura Al-Baqara (Sapi Betina) 2:142-144 dari tahun AH 2. kiblat, atau arah menghadap seseorang dalam bersembahyang, telah diganti dari Jerusalem menjadi pada masjid suci Mekah. Kita membaca :

Orang-orang yang kurang akalnya di antara manusia akan berkata:" Apakah yang memalingkan mereka dari kiblatnya yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya? "Katakanlah:" Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus. " Sesungguhnya Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.

Dari contoh2 ini kita melihat bahwa perubahan2 adalah diperintahkan, keduanya dalam bentuk pemujaan dan perintah2 atas tingkah laku perseorangan, dalam masa pewahyuan quran selama 23 tahun. Kita tidak heran, sehingga, menemukan perbedaan2 atas sifat2 ini antara Injil Barnabas dan quran. Satu contoh saja telah cukup. Dalam bagian 115 Barnabas, Jesus disebutkan mengatakan :

Ijinkanlah seorang pria menyenangkan dirinya sendiri, sebagai hasilnya, dengan seorang istri yg telah diberikan oleh Pencipta kepadanya, dan dia melupakan setiap wanita lainnya.

Tetapi dalam Sura Al-Nisâ' (Wanita) 4:3, 5-6 AH, kita baca :

Kawinilah wanita2, yg keliahatan baik bagimu, dua atau tiga atau empat, dan jika engkau kuatir bahwa engkau tidak dapat berlaku adil, maka kawinilah satu saja.

Jadi kita melihat bahwa Injil Barnabas, seperti juga injil2 kanonik lainnya, Yesus memerintahkan seorang pria untuk menyenangkan dirinya dengan seorang istri, sementara Quran kembali kepada poligami yg diijinkan dalam Taurat Musa, tetapi membatasi jumlah menjadi empat istri (Gundik tidak terhitung boleh saja-penerjemah).

Perbedaan2 Yang Tidak Dapat Diterima

Ada, bagaimanapun, sebuah jenis perbedaan yg sangat sulit untuk merujuk pada sebuah keyakinan bahwa kedua Quran dan Injil Barnabas diturunkan oleh Tuhan. Hal itu merupakan penyelewengan atas sebuah fakta sejarah. Misalnya, jika Injil Barnabas disebutkan mengatakan bahwa Yesus lahir di Bethlehem (yang tidak dikatakan dalam Quram) keduanya tidak mungkin sama2 benar. Salah satu pasti salah. Akan sangat sulit untuk mempertahankan bahwa keduanya berasal dari Tuhan.

Dengan hal ini dalam pikiran, kita sekarang harus menguji dan membandingkan kedua buku tersebut. Ketika kita merujuk pada Injil Barnabas, kita menemukan bahwa ada sejumlah ayat2 yang kontradiktif dengan quran dalam sejumlah fakta.

a) Kelahiran Yesus

Dalam Bagian 3 Barnabas kita baca :
Yosef telah tiba di Bethlehem…dia tidak mendapatkan sebuah tempatpun, maka dia mengambil pemondokan diluar kota dalam sebuah penginapan yang dibuat untuk penginapan gembala2. Ketika Yosef tinggal di sana, waktunya telah tiba untuk Maria melahirkan. Sang Perawan dikelilingi oleh sebuah cahaya yang sangat terang, dan dia melahirkan anak laki2nya tanpa kesakitan, yang dia angkat pada tangannya, dan membungkusnya dalam lampin, dibaringkannya dalam palungan, karena tidak ada kamar dalam penginapan

Tetapi dalam Surah Maryam (Mariam) 19:22-27 yg diturunkan tujuh tahun sebelum Hijrah kita temukan :
Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan".

Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: "Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini."

Dalam membandingkan kedua buku ini kita melihat bahwa keduanya berbeda sedikitnya dalam dua masa hal. Pertama2, Barnabas mengindikasikan bahwa Maria melahirkan bayinya dalam penginapan gembala2 sementara Quran mengatakan bahwa dia berada di luar di bawah sebuah pohon palem. Hal ini tidaklah terlalu serius dan dapat dikatakan sebagai dia berada di luar saat kesakitan, tetapi melahirkan bayinya dalam penginapan.

Poin kedua sesungguhnya lebih serius. Quran mengatakan bahwa Maria mengalami kesakitan yg membuatnya berteriak, Tetapi Injil Barnabas secara spesifik mengatakan bahwa dia melahirkan anak laki2nya ‘tanpa rasa sakit’, yg berarti hal tersebut adalah bagian dari suatu mukjizat. Raggs menunjukkan kontradiksi ini di sana, analisis aslinya pada tahun 1907 dan menerangkan bahwa “(Idea ini) adalah hal yg diterima Kaum Kristen Mediaeval Latin."2
Maka, sebagai tambahan atas kontradiksi terhadap quran, pernyataan ini adalah yg pertama dari banyak contoh yg akan kita lihat, menunjukkan pengarang Barnabas lebih mengenal kebiasaan dan pemikiran Kristen mediaeval daripada dengan mereka yg berada di palestina pada masa Kristus.

b) Mausia dan Malaikat2 pada Saat Pengadilan Terakhir

Pada bagian 53, Injil Barnabas sebuah daftar diberikan tentang apa yg akan terjadi dalam masa 15 hari terakhir sejarah bumi. Bagian akhir daftar berisi informasi berikut ini.

Pada hari ketigabelas, surga akan munculseperti sebuah buku dan akan menimbulkan hujan api sehingga semua makhluk hidup akan mati…. Pada hari kelimabelas para malaikat akan mati dan hanya Tuhan sendiri yag tetap hidup, kepada siapa kemuliaan dan kemenangan.
Tetapi dalam Surah 'Abasa (Bermuka Masam) 80:33-37 diturunkan pada awal periode Mekah, hari terakhir, hari penghakiman, digambarkan dengan kata2 :


Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua), pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.

Dalam Surah Al-Hâqqa (Hari Kiamat), 69:13-18 dari masa pertengahan Mekah, kita baca :

Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup, dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur. Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat, dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah. Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung 'Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka. Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah).

Dalam synopsisnya, Barnabas mengatakan bahwa semua manusia akan mati pada hari ketigabelas dan para malaikat pada hari kelimabelas. Quran mengatakan bahwa manusia akan berlarian dalam ketakutan dan kepanikan pada hari pengadilan terakhir (yg mana sama dengan hari kelimabelas Injil Barnabas) dan para malaikat hadir dengan delapan dari antara mereka mengangkat tahta Tuhan. Sekali lagi kita menemukan kontradiksi dan masalah yg sangat jelas.

c) Surga

Dalam Surah Al-Baqara (Sapi Betina) 2:29, kita baca :

Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Informasi serupa yg menyatakan bahwa ada tujuh surga dapat ditemukan dalam 6 ayat quran alinnya, diturunkan dari masa awal Mekah sampai 6 AH (after Hijrah)

Nûh (Nuh) 71:15, awal Mekah,
Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat?

Al-Mulk (Dominion) 67:3, pertengahan Mekah,

Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?

Al-Mû'minûn (Orang2 beriman) 23:86,
Katakanlah: "Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya 'Arsy yang besar?"

Hâ-Mim Al-Sajda 41:12, akhir Mekah,
Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

Banî Isrâ'îl (Anak2 Israel) 17:44, Mekah satu tahun sebelum Hijrah,
Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.

Al-Talâq (The Divorce) 65:12, 6 AH,
“ Tuhan adalah Dia yg menciptakan tujuh surga…….”
Ketika kita melihat pada Barnabas, ternyata, kita menemukan informasi yang berbeda dalam bagian 105, kita baca :
Kuberitahu engkau kemudian bahwa surga ada sembilan…. Tetapi semua ukuran bumi dengan semua surga adalah sesuai dengan surga sebagai satu titik.

Dan dalam bagian 178, kita baca :
Surga begitu luas sehingga manusia tidak dapat mengukurnya. Sesungguhnya Aku mengatakan kepadamu bahwa surga ada sembilan…. Dan sesungguhnya Aku mengatakan kepadamu bahwa surga adalah lebih luas dari seluruh bumi dan seluruh surga ……..

Kontradiktif dengan tujuh surga yg digambarkan dalam quran, injil barnabas mengatakan bahwa ada sembilan surga, dengan surga kesepuluh, berada di atas atau melingkupi yg lainnya. Hal ini merupakan pemikiran yg tersebar luas dalam masa abad pertengahan, sebagaimana terlihat dalam Divine Comedy of Dante,3 dan sebuah indikasi kedua mengenai hasil karya asli mediaeval.

d) Pemakaian kata "Messias" (Kristus)

(i) Asal mula "Messias"

Kata ‘mesias’ ini yg dipergunakan dalam berbagai bentuk oleh Yahudi, Kristen dan muslim berasal dari Taurat Yahudi. Ketika seorang imam baru atau raja menempati kantornya, Tuhan memerintahkan Musa dan mengatakan bahwa seharusnya kepalanya diurapi dengan minyak khusus. Dia sekaligus menjadi semacam mashiakh dalam bahasa Yahudi – seorang yg diurapi.

Ketika Tuhan mewahyukan kitab Zabur kepada Daud melalui Roh Kudus, dia berbicara sebagai “seseorang yg khusus diurapi” ( lihat Zabur 2 dan 45 ). Seiring dengan berlalunya waktu, para penganut agama Yahudi mulai mengerti bahwa kitab Zabur ini dan ayat2 lainnya menunjuk kepada seorang raja-imam khusus yang akan datang dengan kekuasaan yang penuh mukjizat, dan mereka mulai membicarakannya dan menunggu mashiakh khusus ini.

Kemudian pada sekitar tahun 200 Sebelum Masehi ketika kaum cendekiawan Yahudi membuat terjemahan Yunani atas Taurat dan Zabur, mereka menggunakan christos, kata Yunani untuk “yang diurapi”, menerjemahkan mashiakh Yahudi. Dan dari sini kita mendapatkan kata Inggris “Christ”. Ketika Yohannes Pembaptis datang (Yahyâ Ibn Zakarîyâ dalam Qur'an), masyarakat Yahudi bertanya padanya, “ Aapakah engkau seorang mashiakh?" yaitu Mesias khusus yang dijanjikan, dan dia menjawab,”Tidak, Aku bukan Christ (mashiakh)... Aku bahkan tidak pantas untuk mengikat tali kasutnya”. (Lukas 3:15-16). Ketika dia datang dia “akan mempermandikanmu dengan Roh Kudus dan api” (Lukas 3:16).

During his earthly ministry, Jesus taught that hie, himself, was the promised mashiakh or Messiah, for whom the Jewish people were waiting. After he ascended his followers continued to teach this truth. When they explained the gospel, the good news about the forgiveness of sins, to Jews, they used the Hebrew mashiakh. When they spoke to people who knew Greek, they usually used the Greek word christos (and because of this they were called Christians). Sometimes, however, they used the Hebrew mashiakh even with the Greeks, but since Greek has no "sh", and since "kh", was often ignored in transliteration, the word became messias (see John 1:4 and 4:25). This spelling brought over through Latin became messia in Italian and can be seen twice in Figure 8 (photograph of page No. 213 of the Italian manuscript of the Gospel of Barnabas). Thus, for example, Al-Madrid, A modern English-Arabic Dictionary by Munir Ba'alkaki published in 1987 lists both words as follows:4

messiah مسيح
Messias يسوع المسيح

We can conclude therefore, that when Christians use mashiakh in Hebrew, or messiah in English, or messias in Greek, or messia in Italian, they are referring to Jesus of Nazareth, the son of Mary.

(ii) "Mesias” dalam Qur'an

Quran juga memiliki sejulah ayat megenai Yesus, maka kita tidak heran menemukan bahwa nama ‘mesias’ (Al-Masîh المسيح) juga berada di dalamnya. Ketika kita memperhatikan kata2 itu kita menemukan bahwa kata tersebut dipergunakan sebanyak 11 kali dalam Quran dalam delapan bagian berikut ini :

1. Ali 'Imrân (The Family of 'Imran) 3:45, AH 2-3. "Behold! the angels said: O Mary! God gives thee glad tidings of a Word from Him: His name will be the Messiah Jesus, son of Mary."
2. Al-Nisâ (The Women) 4:157, AH 3-5. "And they said, ‘We killed the Messiah Jesus, the son of Mary, the Apostle of God’; but they didn't kill him."
3. Al-Nisâ' (The Women) 4:171-172. "The Messiah, Jesus the son of Mary, was only an apostle of God and His Word which He put on Mary, and a Spirit from Him, ... The Messiah does not disdain to be a servant of God."
4. Al-Mâ'ida (The Table) 5:19, AH 10. "In blasphemy are those who say that God is the Messiah, son of Mary. Say, ‘Who then has any power against God, if He wanted to destroy the Messiah, the son of Mary, his mother, and everyone on the earth.’"
5. Al-Mâ'ida (The Table) 5:75. "They blaspheme who say, that God is the Messiah, the son of Mary ... and the Messiah said, ‘Oh Children of Israel, worship God, my Lord and youth Lord.’"
6. Al-Mâ'ida (The Table) 5:78. "The Messiah, the son of Mary, was no more than an apostle."
7. Al-Tauba (Repentance) 9:30, AH 9. "And the Christians said that the Messiah is the Son of God. That is their saying from their mouths."
8. Al-Tauba (Repentance) 9:31. "... As well as the Messiah, the son of Mary."
It is perfectly clear from these verses that the Qur'an gives the title "Messiah" to Jesus the son of Mary. Some of these passages were given as late as 9 and 10 AH, or the very end of the Qur'anic revelations, so there is no question of any change in the meaning of the word. Though they may disagree about other things, Christians and Muslims firmly agreed that Jesus of Nazareth, the son of Mary was the Messiah.

(iii) "The Messiah" According to the Author of the Gospel of Barnabas

As a first century Jew and claiming to be one of Jesus' disciples, we would expect such a Barnabas to be using the word "messiah" many times when speaking of Jesus. One is surprised to read, therefore, the following eight sections from the Gospel of Barnabas and find that the name "messiah" is used for another person.
1. Chapter 42. "They sent the Levites saying, ‘Who art thou?’ Jesus confessed and said the truth, ‘I am not the Messiah.’"5
2. Chapter 82. "Said the woman: ‘O Lord, perchance thou art the Messiah.’ Jesus answered: ‘I am indeed sent to the house of Israel as a prophet of salvation, but after me shall come the Messiah.’"
3. Chapter 83. "And (Jesus) said to them: ‘This night shall be in the time of the Messiah, messenger of God, the Jubilee every year - that now cometh every hundred years ...’"
4. Chapter 96. "The priest answered, ‘In the book of Moses it is written that our God must send us the Messiah ... Art thou the Messiah of God whom we expert?’ Jesus answered, ‘... I am not he.’"
5. Chapter 96. "‘Tell us in what wise the Messiah will come.’ Jesus answered, ‘... I am not the Messiah.’"
6. Chapter 97. "Then said the priest, ‘How shall the Messiah be called ...?’ Jesus answered, ‘... Muhammad is his blessed name.’"
7. Chapter 198. "Jesus answered, ‘... but since I have confessed ... that I am not the Messiah, therefore God hath taken away the punishment from me.’"
8. Chapter 206. "The High Priest said, ‘Tell me, O Jesus, hast thou forgotten all that thou didst confess, that thou art not ... the Messiah?’ Jesus said ‘Certainly not ... and I am God's servant and desire to serve God's messenger whom ye call Messiah.’"6

Kedelapan ayat ini mengatakn dengan jelas dan terbuka bahwa Yesus bukanlah Mesias – bahwa Muhammad lah Mesias. Ada paling sedikit tujuh lainnya yg menyatakan hal yg sama. Hal ini dapat ditemukan dalam bagian 42 (masa kedua), 43, 112, 142, 191, 208, dan 210 sejumlah total 15 ayat.
Aajaran tersebut sungguh kontradiksi yang memalukan terhadap ajaran Quran, sebagaimana yg telah kita lihat di atas, bahwa Mesias adalah Yesus, anak laki2 Maria. Juga merupakan kontradiksi yg memalukan terhadap kitab2 Kristen. Dalam I Yohannes 2:22, kita baca, “ Siapakah pendusta yang menolak bahwa Yesus adalah Kristus ( Mesias) ? Inilah anti-Kristus."7

Kesimpulan
Kami telah menguji 21 ayat di mana Injil Barnabas sama sekali tidak sesuai dengan 26 ayat Quran. Menambahkan kontradiksi2 ini pada Quran hanya akan menjatuhkan kredibilitas Quran.

________________________________________
Footnotes
1 Al-Qur'an - Introduction and Sample Texts (Washington DC: Islamic Center), p. 16.
2 L. and L. Ragg, op.cit., Introduction p. xxv.
3 Canto II, lines 102-132; canto XXII, lines 61-69); canto XXVII, lines 109-117; and canto XXVIII, lines 16-49. For good notes and a map of the heavens according to Dante, see L. Sayers and Barbara Reynolds, The Divine Comedy - A New Translation, (London: Penguin Books, 1962). Also Edmund Gardner, Dante's Ten Heavens (Constable, 1900).
4 Dar El-Ilm, Lil-Malayen, Beirut 1987.
5 This verse is visible in the photograph of the Vienna ms., p. 44r, (see Figure 9).
6 See the photograph of the Vienna ms., p. 213r (Figure 8).
7 If a reader should see one of the rare Arabic copies of the Gospel of Barnabas, he will find that the Italian word messia has not been translated into Arabic and written masîh (مَسِيْح). Instead it was transliterated. That means that the Italian messia has been left as is, but written in Arabic letters as masîyâ (مَسِيَّا). Why the Arabic translator left the word as masîyâ (مَسِيَّا) rather than writing masîh (مَسِيْح), I do not know.

======================================================================================================================================

Muslimer demen pake injil Barnabas, kita lihat komentarnya ........hihihi....
Last edited by spaceman on Mon Apr 19, 2010 1:02 pm, edited 1 time in total.
User avatar
spaceman
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2095
Joined: Thu Sep 18, 2008 12:23 pm
Location: Green Planet

Re: KONTRADIKSI-KONTRADIKSI INJIL BARNABAS TERHADAP QURAN

Postby spaceman » Mon Apr 19, 2010 12:36 pm

Hayoooo, slim, kamu bisa belagak ****.....mana komentarnya ? Manaaaaaaaa ??
User avatar
spaceman
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2095
Joined: Thu Sep 18, 2008 12:23 pm
Location: Green Planet

Re: BAGAIMANA ISI INJIL BARNABAS TERHADAP QURAN

Postby yusah » Thu May 06, 2010 1:16 pm

mau sama mau beda bagi kami Quran yang perlu di yakini dan diamalkan...titik!
User avatar
yusah
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2007
Joined: Thu May 29, 2008 12:39 pm
Location: Bumi Allah

Re: BAGAIMANA ISI INJIL BARNABAS TERHADAP QURAN

Postby borjuis » Thu May 06, 2010 3:19 pm

yusah wrote:mau sama mau beda bagi kami Quran yang perlu di yakini dan diamalkan...titik!


yup quran memang hanya bisa diyakini,tapi klo quran harus dibuktikan kebenarannya????,....ih gak janji de
borjuis
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2204
Joined: Mon Aug 25, 2008 5:45 pm

Re: BAGAIMANA ISI INJIL BARNABAS TERHADAP QURAN

Postby spaceman » Thu May 06, 2010 10:45 pm

yusah wrote:mau sama mau beda bagi kami Quran yang perlu di yakini dan diamalkan...titik!


Hihihi.....ga bisa ngomong lagi..titik !
User avatar
spaceman
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2095
Joined: Thu Sep 18, 2008 12:23 pm
Location: Green Planet

Re: BAGAIMANA ISI INJIL BARNABAS TERHADAP QURAN

Postby yusah » Sat May 08, 2010 1:07 pm

diam itu emas...titik
User avatar
yusah
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2007
Joined: Thu May 29, 2008 12:39 pm
Location: Bumi Allah

Re: BAGAIMANA ISI INJIL BARNABAS TERHADAP QURAN

Postby spaceman » Sat May 08, 2010 1:34 pm

yusah wrote:diam itu emas...titik


Ooo, yang teriak2 :

- Agama damai dan toleran
- Rahmatan kelamin
- Agama yang benar
- injil palsu
- dst dst

sapaaaaaaaaaaaaa ya ??

Ooo, lupa2 lupa2, sorry, maaf,

mang itu cara muslim untuk 'diam adalah emas....titik'..........wkkkkkkkkkkkkkkkk
User avatar
spaceman
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2095
Joined: Thu Sep 18, 2008 12:23 pm
Location: Green Planet

Re: BAGAIMANA ISI INJIL BARNABAS TERHADAP QURAN

Postby yusah » Sat May 08, 2010 5:27 pm

spaceman wrote:
Ooo, yang teriak2 :

- Agama damai dan toleran
- Rahmatan kelamin
- Agama yang benar
- injil palsu
- dst dst

sapaaaaaaaaaaaaa ya ??

Ooo, lupa2 lupa2, sorry, maaf,

mang itu cara muslim untuk 'diam adalah emas....titik'..........wkkkkkkkkkkkkkkkk
udah tau nanya... =P~
User avatar
yusah
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2007
Joined: Thu May 29, 2008 12:39 pm
Location: Bumi Allah

Re: BAGAIMANA ISI INJIL BARNABAS TERHADAP QURAN

Postby kuta bali » Sat May 08, 2010 7:13 pm

yusah wrote:diam itu emas...titik


Itu benar, emang kalau ujian dan ga bisa lebih baik diem, karena emang Quran salah jadi gak bisa jawab.
Kalau nanti hasil ujian akhirnya salah semua (ternyata di akhirat Quran bener2 salah), baru kebakaran jenggot!
kuta bali
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2187
Joined: Tue Mar 02, 2010 3:55 am


Return to Pandangan Berlawanan Terhadap Islam



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users

cron