. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Ayat Mekah dan Madinah

Kesalahan, ketidak ajaiban, dan ketidaksesuaian dengan ilmu pengetahuan.

Ayat Mekah dan Madinah

Postby walet » Sat Sep 22, 2012 9:15 pm

Ayat Makkiyah dan Madaniyah


Posted on Agustus 20, 2010 by abu mujahid

Pokok-pokok Materi :
- Perhatian Ulama tentang Makki dan Madaniyah
- Pengertian Makkiyah dan Madaniyah
- Kekhususan & Ciri ayat Makkah & ayat Madaniyah
- Hikmah mengetahui Makkah dan Madaniyah


1. PERHATIAN ULAMA TERHADAP MAKKIYAH & MADANIYAH

Para ulama begitu tertarik untuk menyelidiki surah-surah makki dan madani. Mereka meneliti Qur`an ayat demi ayat dan surah-demi surah untuk ditertibkan sesuai dengan nuzulnya, dengan memperhatikan waktu, tempat dan pola kalimat. Bahkan lebih dari itu, mereka mengumpulkan antara waktu, tempat dan pola kalimat. Cara demikian merupakan ketentuan cermat yang memberikan pada peneliti obyektif gambaran mengenai penyelidikan ilmiah tentang ilmu makki dan madani. Dan itu pula sikap ulama kita dalam melakukan pembahasan-pembahasan terhadap aspek kajian Qur`an lainnya.

Yang terpenting dipelajari para ulama dalam pembahasan ini adalah :

1) Yang diturunkan di mekkah,
2) Yang diturunkan di madinah,
3) Yang diperselisihkan,
4) Ayat-ayat makiah dalam surah-surah madaniah,
5) Ayat-ayat madinah dlam surat makkiah,
6) Yang diturunkan di mekkah sedang hukumnya madani,
7) Yang diturunkan di mekkah sedang hukumnya madani,
8) Yang serupa dengan yang diturunkan di mekkah ( makki ) dalam kelompok madani,
9) Yang serupa dengan yang diturunkan di madinah ( madani ) dalam kelompok makki;
10) Yang dibawa dari mekkah ke madinah,
11) Yang dibawa dari madinah ke mekkah,
12) Yang turun di waktu malam dan siang,
13) Yang turun dimusim panas dan dingin,
14) Yang turun diwaktu menetap dan dalam perjalanan.

Inilah macam-macam ilmu Qur`an yang pokok, berkisar di sekitar makki dan madani, oleh karena itu dinamakan ` ilmul makki dan madani` .

2. PENGERTIAN MAKKIYAH & MADANIYAH SERTA PERBEDAANNYA

Cara menentukan Makki dan Madani :

Untuk mengetahui dan menentukan makki dan madani para ulama bersandar pada dua cara utama :
Manhaj sima`i naqli ( metode pendengaran seperti apa adanya ) dan
Manhaj qiyasi ijtihadi ( menganalogikan dan ijtihad ).

Cara sima’i naqli : didasarkan pada riwayat sahih dari para sahabat yang hidup pada saat dan menyaksikan turunnya wahyu. Atau dari para tabi`in yag menerima dan mendengar dari para sahabat sebagaiamana, dimana dan peristiwa apa yang berkaitan dengan turunnya wahyu itu. Sebagian besar penentuan makki dan madani itu didasarkan pada cara pertama. Dan cotoh-contoh diatas adalah bukti paling baik baginya. Penjelasan tentang penentuan tersebut telah memenuhi kitab-kitab tafsir bil ma`tsur. Kitab asbabun Nuzul dan pembahasan-pembahasan mengenai ilmu-ilmu Qur`an.

Cara qiysi ijtihadi : didasarkan pada ciri-ciri makki dan madani. Apa bila dalam surah makki terdapat suatu ayat yang mengandung ayat madani atau mengandung persitiwa madani, maka dikatakan bahwa ayat itu madani. Dan sebaliknya. Bila dalam satu surah terdapat ciri-ciri makki, maka surah itu dinamakan surah makki. Juga sebaliknya. Inilah yang disebut qiyas ijtihadi.

Perbedaan Makki dan Madani

Untuk membedakan makki dan madani, para ulama mempunyai tiga cara pandangan yang masing-masing mempunyai dasarnya sendiri.

1) Pertama: Dari segi waktu turunnya.

Makki adalah yang diturunkan sebelum hijrah meskipun bukan dimekkah. Madani adalah yang turun sesudah hijrah meskipun bukan di madinah. Yang diturunkan sesudah hijrah sekalipun dimekkah atau Arafah adalah madani

Contoh : ayat yang diturunkan pada tahun penaklukan kota makkah , firman Allah: `Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak…` ( an-Nisa` : 58 ). Ayat ini diturunkan di mekkah dalam ka`bah pada tahun penaklukan mekkah. Pendapat ini lebih baik dari kedua pendapat berikut. Karena ia lebih memberikan kepastian dan konsisten.

2) Kedua : Dari segi tempat turunnya.

Makki adalah yang turun di mekkah dan sekitarnya. Seperti Mina, Arafah dan Hudaibiyah. Dan Madani ialah yang turun di madinah dan sekitarnya. Seperti Uhud, Quba` dan Sil`. Pendapat ini mengakibatkn tidak adanya pembagian secara konkrit yang mendua. Sebab yang turun dalam perjalanan, di Tabukh atau di Baitul Maqdis tidak termasuk kedalam salah satu bagiannya, sehingga ia tidak dinamakan makki ataupun madani. Juga mengakibatkan bahwa yang diturunkan dimakkah sesudah hijrah disebut makki.

3) Ketiga : Dari segi sasaran pembicaraan.

Makki adalah yang seruannya ditujukan kepada penduduk mekkah dan madani ditujukan kepada penduduk madinah. Berdasarkan pendapat ini, para pendukungnya menyatakan bahwa ayat Qur`an yang mengandung seruan yaa ayyuhannas ( wahai manusia ) adalah makki, sedang ayat yang mengandung seruan yaa ayyu halladziina aamanuu ( wahai orang-orang yang beriman ) adalah madani.

Namun melalui pengamatan cermat, nampak bagi kita bahwa kebanyakan surah Qur`an tidak selalu dibuka dengan salah satu seruan itu, dan ketentuan demikianpun tidak konsisten. Misalnya surah baqarah itu madani, tetapi didalamnya terdapat ayat makky.

3. KETENTUAN & CIRI-CIRI KHAS MAKKI DAN MADANI

Para ulama telah meneliti surah-surah makki dam madani; dan menyimpulkan beberapa ketentuan analogis bagi keduanya, yang menerangkan ciri-ciri khas gaya bahasa dan persoalan-persoalan yang dibicarakannya. Dari situ mereka dapat menghasilkan kaidah-kaidah dengan ciri-ciri tersebut.

1) Ketentuan Surat Makkiyah .

a) Setiap surah yang didalamnya mengandung `sajdah` maka surah itu makki.
b) Setiap surah yang mengandung lafal ` kalla` berarti makki. Lafal ini hanya terdapat dalam separuh terakhir dari Qur`an dan di sebutkan sebanyak tiga puluh tiga kali dalam lima belas surah.
c) Setiap surah yang mengandung yaa ayyuhan naas dan tidak mengandung yaa ayyuhal ladzinaa amanuu, berarti makki. Kecuali surah al-Hajj yang pada akhir surah terdapat ayat yaa ayyuhal ladziina amanuur ka`u wasjudu. Namaun demikian sebagian besar ulama berpendapat bahwa ayat tersebut adalah makki.
d) Setiap surah yang menngandung kisah para nabi umat terdahulu adalah makki, kecuali surah baqarah.
e) Setiap surah yang mengandung kisah Adam dan iblis adalah makki, kecuali surat baqarah.
f) setiap surah yang dibuka dengan huruf-huruf singkatan seperti alif lam mim, alif lam ra, ha mim dll, adalah makki. Kecuali surah baqarah dan ali-imran, sedang surah Ra`ad masih diperselisihkan.

2) Tema & Gaya Bahasa Surat Makkiyah

Dari segi ciri tema dan gaya bahasa, ayat makky dapatlah diringkas sebagai berikut :

a) Ajakan kepada tauhid dan beribadah hanya kepada Allah, pembuktian mengenai risalah, kebangkitan dan hari pembalasan, hari kiamat dan kengeriannya, neraka dan siksanya, surga dan nikmatnya, argumentasi dengan orang musyrik dengan menggunkan bukti-bukti rasional dan ayat-ayat kauniah.
b) Peletakan dasar-dasar umum bagi perundang-undangan dan ahlak mulia yang menjadi dasar terbentuknya suatu masyarakat, dan penyingkapan dosa orang musyrik dalam penumpahan darah, memakan harta anak yatim secara dzalim. Penguburan hidup-hidup bayi perempuan dn tradisi buruk lainnya.
c) Menyebutkan kisah para nabi dan umat-umat terdahulu sebagai pelaran bagi mereka sehingga megetahui nasib orang yang mendustakan sebelum mereka, dan sebagai hiburan buat Rasulullah SAW sehingga ia tabah dalam mengadapi gangguan dari mereka dan yakin akan menang.
d) Suku katanya pendek-pendek disertai kata-kata yang mengesankan sekali, pernyataannya singkat, ditelinga terasa menembus dan terdengar sangat keras. Menggetarkan hati, dan maknanya pun meyakinkan dengan diperkuat lafal-lafal sumpah, seperti surah-surah yang pendek-pendek . dan perkecualiannya hanyasedikit.

3) Ketentuan Surat Madaniyah

a) Setiap surah yang berisi kewajiban atai had ( sanksi ) adalah madani.
b) Setiap surah yang didalamnya disebutkan orang-orang munafik adalah madani, kecuali surah al-ankabut adalah makki.
c) Setiap surah yang didalamnya terdapat dialog dengan ahli kitab adalah madani.

4) Tema dan Gaya Bahasa surat Madaniyah

Dari segi ciri khas, tema dan gaya bahasa, dapatlah diringkaskan sebagai berikut :

a) Menjelaskan ibadah, muamalah, had, kekeluargaan, warisan, jihad, hubungan sosial, hubungan internasiaonal baik diwaktu damai maupun perang, kaidah hukum dan masalah perundang-undangan.
b) Seruan terhadap ahli kitab, dari kalangan yahudi dn nasrani. Dan ajakan kepada mereka untuk masuk Islam, penjelasan mengenai penyimpangan mereka, terhadap kitab-kitab Allah, permusuhan mereka terhadap kebenaran, dan perselisihan mereka setelah ilmu datang kepada mereka karena rasa dengki diantara sesama mereka.
c) Menyingkap perilaku orang munafik, menganalisi kejiwaannya, membuka kedoknya dan menjelaskan bahwa ia berbahaya bagi agama.
d) Suku kata dan ayat-ayatnya panjang-panjang dan dengan gaya bahasa yang memantapkan syariat serta menjelaskan tujuan dan sasarannya.

4. FAEDAH MENGETAHUI MAKKI DAN MADANI

Pengetahuan tentang makkiyah dan madani banyak faedahnya diantaranya:

Pertama : Untuk dijadikan alat bantu dalam menafsirkan Al Qur`an,

Sebab pengetahuan mengenai tempat turun ayat dapat membantu memahami ayat tersebut dan menmafsirkannya dengan tafsiran yang benar. Sekalipun yangmenjadi pegangan adalah pengertian umum lafadz, bukan sebab yang khusus. Berdasarkan hal itu seorang penafsir dapat membedakan antara ayat yang nasikh dengan yang mansukh, bila diantara kedua ayat terdapat makna yang kontradiktif. Yang datang kemudian tentu merupakan nasikh yang tedahulu.

Kedua : Meresapi gaya bahasa Quran dan memanfaatkannya dalam metode dakwah menuju jalan Allah.

Sebab setiap situasi mempunyai bahasa tersendiri. Memperhatikan apa yang dikehendaki oleh situasi merupakan arti peling khusus dlam retorika. Karakteristik gaya bahasa makki dan madani dalam Quran pun memberikan kepada orang yang mempelajarinya sebuah metode dalam penyampaian dakwah ke jalan Allah yang sesuai dengan kejiwaan lawan berbicara dan menguasai pikiran dan perasaaannya serta menguasai apa yang ada dalam dirinya dengan penuh kebijaksanaan.

Ketiga : Mengetahui sejarah hidup Nabi melalui ayat-ayat Qur`an.

Sebab turunnya wahyu kepada Rasulullah SAW sejalan dengan sejarah dakwah dengan segala peristiwanya, baik dalam periode mekkah maupun madinah. Sejak permulaan turun wahyu hingga ayat terakhir diturunkan. Qur`an adalah sumber pokok bagi peri hidup Rasulullah SAW, peri hidup beliau yang diriwayatka ahlli sejarah harus sesuai denga Quran; dan Qur`an pun memberikan kata putus terhadapa perbedaan riwayat yang mereka riwayatkan.
walet
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5973
Images: 16
Joined: Wed Feb 11, 2009 4:52 am

Re: Ayat Mekah dan Madinah

Postby walet » Sat Sep 22, 2012 9:17 pm

http://indonesia.faithfreedom.org/forum/dua-wajah-qur-an-ayat2-mekah-vs-ayat2-medinah-t2434/

http://www.420megs.com/users/undressing-islam/two-faces-of-quran.htm
Dua Wajah Qur’an
Oleh Abul Kasem

Setelah serangan teroris 911 di NY, Muslim diseantero dunia menjadi sangat khawatir dan bingung akan anjlognya kepopuleran Islam. Setelah 9/11, banyak dari mereka yang kerja lembur untuk mencari yang ‘bagus2’dalam Qur’an dan berusaha setengah mati membuktikan bahwa Islam adalah agama yang penuuuuuuuuuuuuuuuuh kasih sayang terhadap negara2 kafir. Mereka berulangkali mengutip berbagai pesan2 ‘bagus’ dari ‘Ayat2 Mekah’ Qur’an yang isinya jauh lebih lunak daripada ‘Ayat2 Medinah’. Mereka dengan seksama menyembunyikan ayat2 yang sadis, tak bertoleransi, barbar, yang berceceran di seluruh Qur’an dengan mengatakan bahwa ayat2 keras ini 'sering dikutip diluar konteks dan tidak lagi diterapkan pada kafir, apalagi kafir yang baik pada Muslim.' Tiada yang lebih memuakkan daripada permainan petak umpet yang dilakukan Muslim di negara Barat. Bagi kepentingan non-Muslim di seluruh dunia (dan juga Muslim2 yang tidak paham arti ‘Islam yang sebenarnya’) maka kebenaran harus diungkapkan.

Muslim yang mengutip yang ‘bagus2’ dari Qur’an sebenarnya menunjukkan ‘Islam Mekah’ yang sudah mati untuk menutupi versi Islam yang lebih mutakhir yakni ‘Islam Medina’ yang masih hidup dan bernafas. Strategi Muslim macam ini sudah sangat jelas:

1. Jika tinggal di negeri Barat atau di wilayah kafir atau saat Muslim masih dalam keadaan lemah, maka praktekkan ‘Islam Mekah’.
2. Begitu mereka tinggal di surga Islam atau jumlah Muslim jadi banyak di negeri kafir, maka praktekkan ‘Islam Medinah’ atau ‘Islam yang sebenarnya’.
Contoh: Muslim Brotherhood/Ikhwanul Muslimin saat masih disensor oleh (mantan) pres Mesir, Mubarak, penuh dgn bualan 'Islam agama damai.' Lihat deh begitu mereka naik tahta! Keluar deh Islam Medinahnya!! :snakeman:

Semakin cepat orang mengenal dua wajah Islam ini, maka semakin pandailah mereka menampik munafiknya Muslim dan semakin cepat dunia dapat dibebaskan dari belenggu islam.

Jadi bagaimana kita dapat mengetahui tentang ‘Islam Medina’ yang hidup dan bernafas? Inilah jawabnya.

Untuk mengerti ‘Islam sebenarnya’, kita harus melihat urutan kronologi ayat2 (kapan ayat diturunkan) Qur’an dan bukannya melihat urutan ayat yang
ada di Qur’an. Urutan kronologi menunjukkan ayat2 mana yang dibatalkan dan ayat mana yang menggantikannya. Tiada artinya untuk belajar dan menjelaskan Qur’an tanpa mengetahui nilai ayat itu. Banyak ayat2 Qur’an yang telah dibatalkan oleh ayat2 lain.

Qur’an sendiri menyatakan hal itu dalam ayat2 berikut:
Q 2:106
Ayat mana saja yang Kami nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tidakkah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?

Q 13:39
Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuzh).

Q 16:101
Dan apabila Kami letakkan suatu ayat di tempat ayat yang lain sebagai penggantinya padahal Allah lebih mengetahui apa yang diturunkan-Nya, mereka berkata: "Sesungguhnya kamu adalah orang yang mengada-adakan saja". Bahkan kebanyakan mereka tiada mengetahui.

Ayat2 diatas telah membuat banyak orang bingung. Akan tetapi, satu hal sudah jelas. Allah memang sering berubah pikiran dan akibatnya sangat fatal! karena ini menyangkut masalah hidup atau mati. Maka dari itu, adalah sangat penting (terutama bagi Muslim KTP) untuk mengetahui ayat2 mana yang masih berlaku dan mana yang tidak. Yang paling penting diantara ayat2 ini adalah yang berisi tentang perintah memerangi kafir. Ada saat dimana perang dilarang dan ada saat dimana perang diwajibkan.

Ayat2 yang dikeluarkan di Mekah adalah ayat2 lunak dan tidak menganjurkan kekerasan. Ada 87 Surat berisi ayat2 Mekah dan 27 Surat berisi ayat2 Medinah. Jadi total berjumlah 114 surat (bagian) dalam Qur’an.

Ayat2 Medinah mengandung perintah berperang karena pada saat di Medinah-lah Muhammad menerima lampu hijau dari Awloh untuk memerangi kafir. Jadi, ayat2 berkronologi urutan 87 ke atas adalah ayat2 yang menggantikan ayat2 Mekah tentang perlakuan terhadap kafir.

Perhatikan urutan kronologi yang ditulis dengan huruf tebal dalam kurung().
Kita bisa bagi perubahan Islam oleh Muhammad dalam 4 tahap. Inilah tahap2 itu:

1. Agama Damai
2. Perang untuk Bela Diri
3. Penyerangan Agresif Terbatas
4. Penyerangan Agresif Tanpa Batas untuk Menyebarkan Islam


Tahap 1: Agama Damai
Hal2 yang Terutama:
@ Kebijaksanaan untuk hidup damai dengan orang2 pagan Mekah.
@ Taktik beri dan ambil dengan kaum pagan dan Muslim munafik
@ Orang2 Yahudi dan Kristen (orang2 Kitab) dianggap teman
@ Mohammad bagaikan Yesus dan Buddha berkhotbah tentang kasih, pemberian maaf, anti kekerasan, dan damai.
@ Hanya pagan Mekah saja yang dianggap sebagai musuh (jumlah musuh: 1 kelompok)

Ayat2 penting saat pada tahap ini:
(Note: Untuk menyingkat waktu dan tempat, hanya dikutip pesan ayat itu saja. Silakan lihat sendiri di Qur’an ayat lengkapnya)

1. Bersabarlah pada mereka yang menolak kebenaran; Allah akan berhadapan dengan mereka...73:10, 11 (3)
2. 'Bagimu agamamu, bagiku agamaku’ … 109:1- 6 (8 )
3. Bersabarlah terhadap pelaku kejahatan ...38:15-17 (38 )
4. Tunjukkan kesabaran pada kaum penyembah berhala...20:130 (42)
5. Janganlah terpancing untuk berkelahi ...19:83, 84 (44)
6. Bersabarlah pada kafir (pagan); jalan Allah akan menang ...20:134, 135 (45)
7. Mohammad tidak dikirim untuk mengatur urusan orang2 ...17:54 (50)
8. Allah membimbing mereka yang Dia sukai; hadiahnya di surga ...10:25, 26 (51)
9. Allah akan mengingat dosa kaum pagan yang menghina Qur’an ...15:91-93 (54)
10. Bukan pekerjaan Allah untuk melihat apakah orang percaya akan kebenaran atau tidak...6:104 (55)
11. Berpalinglah dari mereka yang menolak iman dan nyatakan damai dengan mereka ...43:88, 89 (69)
12. Undanglah kaum kafir (pagan) dengan khotbah2 yang bagus dan argumen2 yang benar; bersabarlah dan jangan membalas ...16:125, 126 (70)
13. Jangan ganggu kaum kafir (pagan) ...23:54 (74)
14. Tolak kejahatan dengan tindakan yang baik ...23:96 (74)
15. Tinggalkan kafir sendiri dan tunggu dengan sabar balasan Tuhan untuk menghukum mereka …. 52:45, 47, 48 (76)
16. Mohammad hanyalah penyampai firman dan bukan pemaksa ...67:26 (77)


Tahap 2: Perang untuk Bela Diri
Hal2 yang Terutama:
@ Mohammed bersama sekelompok kecil pengikutnya hijrah ke Medina (622 AD). Beberapa suku Medina menerimanya sebagai ketua mereka.
@ Mohammed dan gerombolannya mulai merampok kafilah2 pedagang Mekah untuk cari makan / nafkah.
@ Mohammad menang dalam perampokan Badr (624 AD) dan ini mendongkrak moralnya untuk terus melakukan perampokan terhadap kafilah Mekah.
@ Setelah beberapa tahun tinggal di Medina, Awloh/Muhammad memberi ijin Muhammad/Awloh untuk melakukan perang “bela diri”.
@ Pihak musuh adalah kaum pagan Mekah dan kaum munafik (perhatikan: jumlah musuh sekarang 2 kelompok).

Ayat2 penting saat pada tahap ini:
1. Ijin berperang untuk bela diri diturunkan ...22:39-41 (105)
2. Hadiah untuk Jihad diumumkan ...22:58 (105)


Tahap 3: Penyerangan Agresif Terbatas
Hal2 yang Terutama:
@ Mohammad mengira orang2 Yahudi Medina akan menerima dia sebagai Musa yang baru. hihihihi
@ Kaum Yahudi menolak Muhammad sebagai utusan Tuhan.
@ Mohammad memasukkan Yahudi ke dalam daftar musuhnya dan mulai menyerangi suku2 Yahudi.
@ Musuh2 Mohammad sekarang adalah kaum pagan (penyembah berhala), Muslim munafik, dan orang2 Yahudi (perhatikan: jumlah musuh sekarang 3 kelompok).
@ Perang Uhud (625 AD) terjadi. Muslim keok berat.
@ Perang Khandak (627 AD) terjadi. Mohammad menang.
@ Mohammad memenggal 900 (627AD) orang Yahudi Qurayza dalam waktu sehari.
@ Perjanjian Hudaibiya (626 AD) ditandatangani oleh kaum pagan Mekah untuk berdamai dengan pihak Muhammad/Muslim selama 10 tahun. Muhammad dan pengikutnya boleh mengunjungi Ka’abah saat bulan suci.
@ Penyerangan Khaybar (628 AD) terjadi.

Ayat2 penting saat pada tahap ini:
1. Maafkan dan jangan pedulikan kaum Yahudi yang tidak percaya; Awloh akan menghadapi mereka ...2:109 (87)
2. Peranglah untuk bela diri terhadap pagan Mekah tapi jika mereka berhenti memusuhi, maka berhentilah menyerang ...2:190-194 (87)
3. Perang melawan pagan Mekah diperintahkan setelah bulan2 suci lewat …. 2:216, 217 (87)
4. ‘Tiada paksaan dalam agama’; jangan paksa musuh yang kalah untuk masuk Islam, tapi mereka nantinya akan dimasukkan ke neraka ...2:256, 257 (87)
5. Jarahan perang milik Awloh dan Muhammad...8:1 (88 )
6. Masukkan teror ke dalam hati kafir; pancung leher dan jari2 mereka yang melawan Allah dan Muhammad ...8:12, 13 (88 )
7. Kalau kau bertemu kafir dalam perang, serang mereka dan jangan menyerah. Jika kau menyerah, kecuali karena alasan strategis, maka Awloh akan mengirimmu ke neraka...8:15-16 (88 )
8. Teruslah berperang sampai semua penindasan berhenti dan Islam meang; 1/5 jarahan perang milik Allah dan RasulNya … ...8:39-41 (88 )
9. Taati Mohammad, bersatulah dan terus berperanglah ...8:45, 46 (88 )
10. Jika kau taklukkan musuh then teach them with treachery and terror; if they ask for peace then give them peace...8:57-61 (88 )
11. Bangkitkan semangat Muslim untuk berperang dengan gigih, Awloh akan menolongmu dengan menambah kekuatanmu ...8:65 (88 )
12. Teruslah membunuh dan jangan ambil tawanan sampai tanah ditaklukkan lalu silakan nikmati jarahan perang ...8:67-69 (88 )
13. Dosa2 martir dihapus dan mereka masuk surga ...3:157, 169-171, 195 (89)
14. Boleh mengambil tawanan wanita sebagai budak seks selain juga punya istri2 ...33:50 (90)
15. Ada hadiah besar bagi yang berperang melawan sekutu2 Setan...4:74-78 (92)
16. Berperanglah dan ajaklah Muslim lain untuk berperang...4:84 (92)
17. Bunuhlah yang Muslim munafik jika mereka berbalik...4:89 (92)
18. Posisi yang lebih tinggi bagi yang berperang bagi Awloh...4:95, 96 (92)
19. Jaminan hadiah bagi yang berperang demi Awloh...4:100 (92)
20. Apakah pejuang Muslim membunuh atau dibunuh, dia akan diterima di surga untuk selamanya...22:58, 59 (103)
21. Berjihad demi Awloh...22:78 (103)
22. Jangan berlambat-lambat untuk berperang bagi Awloh...48:15-16 (111)
23. Muslims saling menyanyangi antar Muslim tapi kuat dalam berperang melawan kafir ...48:29 (111)

Tahap 4: Penyerangan Agresif Tanpa Batas untuk Menyebarkan Islam
Tahap ini adalah pelaksanaan perang yang menyerang terhadap semua kafir. Tahap ini mulai di tahun 630 AD setelah Muhammad masuk lagi ke Mekah dan mengambil alih Ka’abah dari tangan kaum pagan. Inilah tahap yang berlaku bagi semua Muslim saat ini.

Hal2 yang Terutama:
@ Ijin perang diturunkan oleh Awloh/Muhammad untuk mengumumkan perang agresif terhadap semua kafir
@ Bunuh kaum pagan dan tundukkan kaum Yahudi dan Kristen melalui pajak paksa Jizya
@ Operasi Militer Tabuk (late 630 AD) adalah serangan pertama terhadap Kristen
@ Dunia dibagi dalam dua jenis rumah, yakni Rumah Islam (Darul Islam) dan Rumah Perang (Darul Harb).
@ Semua Muslim harus berperang untuk mengganti Darul Harb menjadi Darul Islam.
@ Inilah ajaran akhir Qur’an dan ini berlaku hari ini dan untuk seterusnya, selama-lamanya
@ Kristen sekarang termasuk dalam daftar musuh (jadi sekarang jumlah musuh ada 4 kelompok).
@ Ayat 9:5 (yang juga dikenal sebagai ayat pedang) mengganti semua ayat2 yang menunjukkan pengampunan, kasih sayang, toleransi dan pemaafan terhadap semua non-Muslim.

Ayat2 penting saat pada tahap ini:
1. Semua agama selain Islam tidak diterima...3:85 (89)
2. Bunuh (pancung)/salib/siksa semua yang melawan Mohammad...5:33 (112)
3. Jangan berteman dengan kaum Yahudi dan Kristen...5:51 (112)
4. Setelah memberi peringatan 4 bulan batalkan semua perjanjian damai dengan kaum pagan yang tidak mentaatinya; perjanjian2 damai dengan kaum pagan yang metaati harus dijalankan sampai batas waktu habis; di masa depan jangan bikin lagi perjanjian damai dan bunuh semua pagan yang tidak mau menerima Islam ...9:1-6 (113)
5. Kaum pagan yang menerima Islam adalah saudara2 Muslim, yang melanggar perjanjian harus diperangi...9:11, 12, 14, 15 (113)
6. Jangan berteman atau cari perlindungan dari kafir (termasuk pagan, munafik, Yahudi dan Kristen)...9:16 (113)
7. Kafir tidak boleh masuk mesjid atau mengurus mesjid, mereka bakal masuk neraka ...9:17 (113)
8. Yang melakukan Jihad berkedudukan tertinggi; mereka akan masuk surga ...9:19-22 (113)
9. Kafir itu najiz, larang kafir untuk masuk Ka’bah ...9:28 (113)
10. Perangilah kaum Yahudi dan orang Kristen sampai mereka tunduk dan bayar pajak paksa Jizya, kutukan Tuhan ada pada mereka...9:29-31 (113)
11. Jika kau tidak mau berperang demi Awloh dengan apapun yang kau miliki maka Awloh akan menghukummu dengan sadis...9:38, 39, 41 (113)
12. Jika kau berperang demi Awloh maka tunggulah martir atau surga. Yang kafir hanya bisa berharap hukuman Awloh...9:52 (113)
13. Mereka yang bisa berperang demi Awloh tapi tidak mau melakukannya akan ditolah oleh Awloh...9:90-96 (113)
14. Apakah kau membunuh atau dibunuh dalam Jihad, Awloh telah menjanjikan surga bagimu...9:111 (113)
15. Perangi kafir disekelilingmu...9:122 (113)

Jadi apakah yang kau pelajari dari ayat2 Qur’an di atas? Bingung? Kalau iya, itu wajar. Ketika para ahli Islam di Barat jerit2, “Islam itu agama damai. Islam itu agama penuh toleransi. Islam itu mengajarkan pengampunan” siapa yang tidak bingung mendengar pernyataan2 yang kontradiktif dengan ayat2 di atas? Kuberitahu ya? Sebenarnya tidak ada kebingungan sama sekali jika kau mengikuti hukum sederhana pembatalan (abrogation) dalam Islam.

Hukum pembatalan ini berkata bahwa jika terdapat pernyataan2 kontradiktif dalam Qur’an, maka ayat yang paling baru membatalkan ayat2 yang lama. Hasilnya adalah hanya ayat2 terbaru saja yang tetap sah berlaku tanpa ragu. Karena itu penting untuk mengetahui kronologi susunan ayat2 Qur’an.

Mari kita dengar dari penerjemah modern (Yusuf Ali sih udah terlalu tua) Qur’an dan Hadis.
“Jadi pertama-tama ‘berperang’ itu dilarang, lalu diijinkan dan setelah itu diwajibkan melawan mereka yang memulai ‘perang’ melawan Muslim dan semua yang tidak menyembah Allah”.
(Ref. Bagian pendahuluan dari terjemahan Inggris Sahih Bukhari oleh Dr. Muhammad Muhsin Khan, Medina Islamic University).

Pada bagian yang sama, Dr M. Muhsin Khan menulis lebih jauh:
“Lalu Awloh menurunkan Sura Bara’at (9) untuk membuang (semua) kewajiban dan memerintahkan Muslim untuk berperang melawan semua kaum pagan dan juga orang2 Kitab (Yahudi dan Kristen) jika mereka tidak memeluk Islam, sampai mereka membayar Jizya (pungutan pajak bagi kaum Yahudi dan Kristen yang tidak mau memeluk Islam dan hidup di bawah kekuasaan Islam) dengan perasaan tunduk dan takluk (9:29). Jadi mereka (Muslim) tidak diijinkan untuk tidak berperang melawan mereka (pagan, Yahudi dan Kristen) atau berdamai dengan mereka atau tidak memusuhi mereka untuk jangka waktu tak terbatas pada saat mereka (Muslim) kuat dan punya kemampuan untuk memerangi mereka (pagan, Yahudi, Kristen)."

Jalaluddin Suyuti menulis Itqan fi 'ulum-il-Qur’an di tahun 1497 AD. Buku ini adalah Tafsir Qur’an dan diakui di dunia Islam. Ini merupakan buku wajib baca bagi semua yang ingin mempelajari Qur’an dan ingin tahu ‘arti2 sebenarnya’. Bukunya yang lain yang terkenal berjudul Istenbat al-Tanzeel.

Di bukunya dia menulis:
"Semua dalam Qur’an tentang pengampunan telah dibatalkan oleh ayat 9:5”.

Mohon baca kutipan di atas sekali lagi jika kau serius ingin mengetahui tentang Islam. Ingatlah bahwa ayat ini adalah urutan kronologi nomer 113 (Ingat bahwa ada 114 sura dalam Qur’an).

Apologis Islam selalu mengutip ayat2 di bawah untuk menunjukkan pengampunan dan pemaafan dalam Islam:
Bagimu agamamu dan bagiku agamaku ...109:6
Tiada paksaan dalam agama ...2:256
Berpalinglah dari mereka yang menyembah illah2 yang salah selain Allah ...15:94


Sayangnya, semua ayat2 ‘bagus’ dalam Qur’an itu telah dibatalkan jika kita mengikuti Tafsir Suyuti dan hukum pembatalan tentang ayat pedang Q 9:5,

Orang2 Islam senang sekali sama Karen Armstrong karena dia berpihak pada mereka. Karen Armstrong menulis untuk mengelabui non-Muslim untuk mempercayai apa yang tadinya dikatakan George Bush, “Islam adalah agama damai.” Setiap orang yang punya pengetahuan cukup akan Islam tahu betul bahwa apa yang ditulisnya sangatlah menyesatkan dan tidak mengatakan yang sebenarnya sama sekali. Ketika Karen Armstrong menulis dengan mengutip ayat 2:190
‘satu2nya perang yang diijinkan (dalam Qur’an) adalah perang bela diri. Para Muslim tidak boleh memulai permusuhan” (Time magazine October 1, 2001)
dia benar2 tidak jujur dalam mengungkapkan arti sebenarnya 4 tahap perang dalam Islam yang jelas2 memerintahkan semua Muslim untuk mengumumkan perang terhadap Darul Harb (tempat tinggal kafir). Tahap Empat Jihad itu sah dilakukan sampai semua orang di seluruh dunia ditundukkan di bawah Islam. Karena itu Muslim masa kini sedang berada dalam masa perang dengan para kafir, tidak peduli apakah mereka (Muslim) itu berada di surga Islam seperti Afghanistan, Pakistan, Bangladesh, Iran …. atau di tanah kafir seperti USA, UK, Kanada, Perancis, dll.

Ini kutipan dari Alsaylu Jarar (4:518-519) oleh Al-Shawkani. Shawkani adalah penulis terkenal masalah2 Islam. Tulisannya penuh wibawa dan digunakan para Jihadis untuk membenarkan tindakan2 kejam mereka:
Islam secara menyeluruh adalah tentang perang melawan kafir dan memaksa mereka masuk Islam atau tunduk dan bayar pajak Jizyah (pajak perlindungan bagi Kristen dan Yahudi saja) atau dibunuh. Ayat tentang pengampunan bagi kafir telah dibatalkan secara keseluruhan dengan kewajiban berperang untuk alasan apapun.”

Dapatkah Karen Armstrong dan Muslim lain yang tinggal dengan nyamannya dalam masyarakat sekuler non-Muslim membantah pernyataan ilmuwan Islam ternama diatas itu?

Ingatlah bahwa ayat 9:5 merupakan ayat Qur’an yang sangat penting. Ayat ini menandai perubahan tahap pertama yakni pemberian maaf dan pengampunan kepada kafir ke tahap keempat yakni serangan terbuka terhadap kafir. Seperti yang telah dinyatakan sebelumnya, ayat ini dikenal sebagai ayat pedang. Ayat ini membatalkan semua ayat2 yang berisi maaf, toleransi, dan ampun bagi non-Muslim (sebanyak 111 sampai 124 ayat; kau harus mengamati semua semua ayat dalam Qur’an tentang pemberian maaf, pengampunan, persahabatan).

Juga, perhatikan dengan seksama bagaimana urutan kronologi meningkat tatkala Muhammad berubah dari orang anti kekerasan (seperti Buddha) ke nazi fasis seperti Hitler/Mussolini/Osama/Ayatollah. Kenyataannya, kita dapat mengambil kesimpulan dengan tepat bahwa Muhammad adalah orang suci sebelum urutan kronologi Qur’an mencapai 87, tapi setelah itu dia jadi diktator fasis.

Juga perhatikan bahwa urutan kronologi di tahap akhir penyerangan agresif terhadap semua non-Muslim di dunia (tahap 4) adalah di bagian yang hampir paling akhir (113) dari Sura Qur’an. (Ingat bahwa terdapat 114 Sura dalam Qur’an).

Apakah berbohong diperbolehkan dalam Islam? YA! Asal yang dibohongi adalah NON-Muslim. Itu tidak dosa! Kalau yang dibohongi Muslim, nah, itu baru dosa. Membohong (kpd non-Muslim) juga merupakan bagian dari jihad dan kewajiban Muslim demi membuat Islam agama yang menguasai dunia. Apakah kau tidak percaya? Lihat sendiri apa yang dikatakan Imam Ghazali (ilmuwan top Islam yang lain):
“Tujuan berbicara adalah untuk mencapai tujuan. Jika tujuan yang baik dapat dicapai melalui menyatakan kejujuran dan kebohongan, maka tidaklah diperbolehkan untuk berbohong karena tidak perlu. Jika tujuan dapat dicapai melalui berbohong dan tidak bisa dicapai melalui kejujuran, maka diperbolehkan untuk berbohong.” (Ref: Ahmad Ibn Naqib al-Misri, The Reliance of the Traveller, translated by Nuh Ha Mim Keller , Amana publications, 1997, section r8.2, page 745)

Dan apakah tujuan yang lebih mulia bagi Muslim selain untuk membuat Islam menjadi pemimpin dunia? Inilah rahasia mengapa orang Islam selalu saja bohong tentang agama mereka sebenarnya saat mereka lemah, karena jika mereka mengatakan yang sebenarnya, tak seorangpun akan tertarik memeluk Islam.

Muslim seringkali menyerang orang2 sekuler dan tak beragama jikalau mereka (orang2 sekuler/tak beragama) mengutip ayat2 keras Qur’an. Muslim dengan cepat mengajukan argumen bahwa pengutipan itu di luar konteks, si kafir tidak megnerti bhs Arab dsb.

Argumen ini jelas bukti nyata bahwa mereka memang sedang mempraktekkan kebohongan belaka.

--------------------------
*A double-faced head represented Janus, a Roman god.''
Kasem writes from Sydney, Australia. Comments could be made by writing to – abul88@hotmail.com
walet
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5973
Images: 16
Joined: Wed Feb 11, 2009 4:52 am

Re: Ayat Mekah dan Madinah

Postby walet » Sat Sep 22, 2012 9:32 pm

http://www.truthnet.org/islam/Watt/Chapter7.html

Chronology ayat2 Qur’an

The suras of the First Meccan Period are mostly short. The verses also are short, and the language rhythmic and full of imagery. Groups of oaths often occur at the beginning of passages. The suras of this period, in the order assigned to them by Nöldeke are: 96, 74, 111, 106, 108, 104, 107, 102, 105, 92, 90, 94, 93, 97, 86, 91, 80, 68, 87, 95, 103, 85, 73, 101, 99, 82, 81, 53, 84, 100, 79, 77, 78, 88, 89, 75, 83, 69, 51, 52, 56, 70, 55, 112, 109, 113, 114, 1.

In the Second Meccan Period there is a transition from the sublime enthusiasm of the first period to the greater calmness of the third. The fundamental teaching is supported and explained by numerous illustrations from nature and history. There are also discussions of some doctrinal points. In particular emphasis is placed on the signs of God's power both in nature and in the events which befell former prophets. The latter are described in a way which brings out their relevance to what was happening to muhammad Muøammad and his followers. Stylistically, the period is distinguished by new modes of speech. Oaths are seldom used. The suras grow longer and frequently have formal introductions, such as: 'This is the revelation of God...'. Passages are often preceded by qul, 'say', as a command to muhammad Muøammad. God is frequently referred to as ar rahman ar-Raømån, 'the Merciful'. The suras of the period are: 54, 37, 71, 76, 44, 50, 20, 26, 15, 19, 38, 36, 43, 72, 67, 23, 21, 25, 17, 27, 18.

In the Third Meccan Period the use of ar rahman ar-Raømån as a proper name ceases, but other characteristics of the second period are intensified. The prophetic stories are frequently repeated with slight variations of emphasis. The suras of this period are: 32, 41, 45, 16, 30, 11, 14, 12, 40, 28, 39, 29, 31, 42, 10, 34, 35, 7, 46, 6, 13.

The sums of the Medinan Period show not so much a change of style as a change of subject. Since the Prophet is now recognized as such by a whole community, the revelations contain laws and regulations for the community. Often the people are directly addressed. Some contemporary events are mentioned and their significance made clear. The suras of the period are: 2, 98, 64, 62, 8, 47, 3, 61, 57, 4, 65, 59, 33, 63, 24, 58, 22, 48, 66, 60, 110, 49, 9, 5. 2

...
====================

Kemanakah Para Kafir Islam?
Oleh Abul Kasem June 23, 2005

MALU melihat kekejaman yang dilakukan para Jihadi terhadap para kafir tidak bersalah macam anak2 TK di Beslan, para apologis Islam yang tinggal di barat jungkir-balik membuktikan bahwa Islam tidak pernah mengijinkan kegiatan macam ini. Mereka menulis essay panjang2, menyanjung-nyanjung janji2 manis Islam bagi para kafir. Anehnya, tidak ada satu Islamispun yang tinggal di surga Islam (ie di negara Islam) yang setuju dengan janji2 manis bagi kafir. Padahal mereka itulah muslim2 asli yang menjalankan aturan Islam secara baik dan benar.

Sebagian besar kafir yang tidak tahu akan Islam sesungguhnya --Islam yang murni, asli dan tidak dipalsukan yagn terkandung dalam Quran dan dikotbahkan dan dipraktekkan oleh Muhamad--sering termakan oleh tulisan para pencinta Islam berpendidikan barat itu. Mungkin sebutan bagi kafir2 naif ini adalah "Kafir Islam".

Terbuai oleh artikel2 lemah tsb, banyak kafir yang tidak tahu bahkan dengan tegas-tegas mengakui bawha "Islam adalah agama damai", dan bahwa hanya segolongan kecil teroris merusak nama baik Islam. Tanpa mengecek Quran, para Kafir Islam ini menerima surah2 Quran yang manis2 yang sering dikutip para apologis barat guna mem-back up pernyataan mereka bahwa Islam memiliki rasa kasih tidak terbatas bagi para kafir. Para kafir ini mengasumsi bawha Quran-nya Muhamad sama dengan Injil-nya Yesus. Mereka mengasumsi bahwa seperti dalam Injil, Quran tidak mungkin memuat surah yang memerintahkan pembunuhan terhadap kafir jika mereka menolak Islam, satu2nya agama yang diterima Allah.

Mereka percaya bahwa serupa dengan Injil, Qur’an juga penuh dengan pengampunan dan kasih bagi mereka yang berdosa terhadap Islam. Seandainya para kafir tolil ini menyadari apa sebenarnya yang akan terjadi pada mereka jika jatuh di tangan Islam, mereka akan gemetar ketakutan.

Saya menyisakan banyak waktu untuk menyusun surah2 Quran yang berlaku bagi para kafir. Memang ada surah2 yang berbicara tentang toleransi, kebaikan & kemurahan hati dan kerjasama dengan kafir. Surah2 ini disebut SURAH2 MEKAH, surah2 yang "diturunkan Allah" ketika Muhamad belum berkuasa, masih lemah secara militer dan tidak memiliki kekuatan melawan penduduk asli Mekah yang menyembah berhala.

Pada saat Muhammad bermigrasi ke MEDINAH, Qur’an-nya juga berubah. Sang Allah yang dulunya manis-manis sekarang menjadi keras terhadap para kafir. Begitu si Muhamad berkuasa, Sang Pencipta Alam Semesta dengan segera menurunkan surah2 yang memerintahkan Muhamad agar mengkonversi secara masal para kafir najis kedalam agamanya Muhammad. Kalau tidak, para kafir akan menghadapi hukuman keras dari sang Allah yang sadis dan tidak kenal kompromi. Mengapa? Kok tiba2 Allah jadi sewot betul sama kafir ? Jawabannya ada didepan mata. Di Medinah, Muhammad mendapatkan kekuatan militer untuk menyerang dan menindas kafir. Tidak heran surah2 Medinah penuh dengan kebencian, dendam kesumat dan tata cara menghancurkan para non-muslim secara total.

Mungkin anda akan lalu bertanya, jadi mana yang berlaku, surah Mekah atau surah2 Medinah ? Atau kedua2nya bisa berlaku secara simbiotik ? Maksudnya kedua surah2 bertentangan itu bisa co-exist ? Jawabannya juga simpel : prinsip ABROGASI dalam Quran jelas menegaskan bahwa versi surah2 terakhir (ie versi Medinah) yang berlaku. Oleh karena itu, semua surah yang pro-kafir dalam versi Mekah digantikan dengan surah2 Medina yang anti-kafir.

Catatan: saya menyusun surah2 dibawah ini secara kronologis. Surah2 dengan urutan kronologis dibawah nomor 87 adalah surah Mekah. Surah 2 (sura al-Bakarah) sendiri dimulai dengan nomor 87. Ini adalah surah paling penting yang menentukan dimulainya karir Muhamad sebagai seorang pemimpin yang kuat secara militer. Memang, surah ini adalah campuran beberapa elemen Mekah dan Medinah. Contoh: ayat 2:256 (tidak ada paksaan dalam agama). Surah ini juga mengandung ayat 2:193 yang menerapkan paksaan untuk menerima Islam.
Inilah kedua ayat yang saling kontradiksi:

Tidak ada paksaan untuk memasuki agama Islam; telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat

2:256 Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. [87, Medina ]

Perangi kafir sampai mereka menerima Islam.

2:193 And fight them UNTIL persecution is no more, and religion is for Allah. But if they desist, then let there be no hostility except against wrong-doers. [87, Medina ]
artinya:
Dan perangilah mereka SAMPAI tidak ada fitnah lagi, dan agama adalah untuk Allah.

Versi bahasa Indonesianya dari Departemen Agama RI mengubah kata SAMPAI menjadi SEHINGGA
(2:193)
Dan perangilah mereka itu, SEHINGGA tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.

Anda tentu akan bertanya: ayat mana yang berlaku mengingat kedua2nya berada dalam surah yang sama ? Ayat 2:256 atau ayat 2:193 ? Saya juga ingin mendapat jawaban pasti dari para pencinta Islam. Silahkan mengajukan jawaban tegas, jelas dan jangan memberi alasan problem terjemahan dari bahasa Arab atau menuduh saya tidak mengerti Islam.

Inilah yang dikatakan Muhammad (or Allah) dalam terjemahan Quran oleh Marmaduke Pickthal:

Ketika Muhammad masih di Mekah :
Ber-hati2lah dengan apa yang kau ucapkan di hadapan orang yang tak beriman; bersabarlah terhadap mereka.

73:10
Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik. [3, Mecca ]

Setelah Muhamad di Medina:

2:191
Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir.
[87, Medina ]

Di Mekah:
Jangan memaksa para kafir.

50:45
Kami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan, dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka beri peringatanlah dengan Al Quran orang yang takut dengan ancaman-Ku. [34, Mecca ]


Di Medinah:
Perangi kaum kafir yang ada di sekitarmu.

9:123
Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa. [113, Medina ]

Sebelum:
Bersabarlah terhadap kaum kafir; Allah akan menghakimi mereka.

10:109
Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu, dan bersabarlah hingga Allah memberi keputusan dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya. [51, Mecca ]

Sesudah:
Ketika ada kesempatan, bunuhlah kafir di mana pun kau menjumpai mereka.

9:5
Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian.
[113, Medina ]

Sebelum:
Berbantahlah dengan lembut dengan kaum Yahudi, Kristen dan para kafir.

16:125 Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah [845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. [70, Mecca ]

Sesudah:
Bunuh kaum Yahudi dan Kristen jika mereka tidak mau memeluk Islam atau tidak mau bayar pajak Jizya.

9:29
Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. [113, Medina ]

Sebelum:
Setiap orang bebas mempraktekan agama apapun yang mereka miliki.

109:6 Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku. [18, Mecca ]

Sesudah
Agama apapun yang berbeda dengan Islam tidak dapat diterima.

3:85 Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. [89, Medina ]


Sebelum:
Muslim harus belajar dari Buku2 kaum Yahudi dan Kristen

10:94
Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu temasuk orang-orang yang ragu-ragu. [51, Mecca ]

Sesudah:
Kaum Yahudi dan Kristen adalah kafir; perangi mereka.

9:30
Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah". Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling?

Bahasa Inggrisnya berbeda dengan terjemahan bahasa Indonesia versi Departemen Agama RI:
And the Jews say: Ezra is the son of Allah, and the Christians say: The Messiah is the son of Allah. That is their saying with their mouths. They imitate the saying of those who disbelieved of old. Allah (Himself) fighteth against them. How perverse are they! [113, Medina ]

Sebelum:
Jangan paksa kaum kafir masuk Islam.

10:99:
Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya ? [51, Mecca ]

Sesudah:
Bunuh dan salibkan kaum kafir jika mereke mengritik Islam.

5:33
Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar. [112, Medina ]


Sebelum:
Tunjukkan kebaikan dan toleransi kepada kaum kafir.

7:199
Jadilah engkau pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang ****. [39, Mecca ]

Sesudah:
Kaum kafir itu kotor, jangan ijinkan mereka masuk mesjid.

9:28
Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. [113, Medina ]

Sebelum:
Maafkan para kafir.

15:85
Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar. Dan sesungguhnya saat (kiamat) itu pasti akan datang, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik. [54, Mecca ]

Sesudah
Perangilah para kafir.

9:73
Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya. [113, Medina ]

Sebelum:
Jangan hina orang kafir kecuali jika menghina Allah

6:108
Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan. [55, Mecca ]

Sesudah:
Hukum para kafir dengan pakaian api, siram dengan air mendidih sampai perut dan kulitnya meleleh, cambuk dengan besi,


22:19
Inilah dua golongan (golongan mu'min dan golongan kafir) yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. [103, Medina ]
22:20
Dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka). [103, Medina ]
22:21
Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi. [103, Medina ]
22:22
Setiap kali mereka hendak ke luar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya. (Kepada mereka dikatakan), "Rasailah azab yang membakar ini". [103, Medina ]

Sebelum:
Jangan bertengkar dengan kaum Yahudi dan Kristen.

29:46
Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan katakanlah: "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri". [85, Mecca ]

Sesudah:
Kaum Yahudi dan Kristen berada dalam permusuhan terus-menerus dengan kaum Muslim

2:137
Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu). Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. [103, Medina ]

Sebelum:
Berbuat baiklah dengan kaum kafir yang tidak mengganggu kaum Muslim.

60:8
Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. [91, Medina ]

Sesudah:
Perangilah kaum kafir dengan sepenuh tenaga tanpa perkecualian
Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Qur'an dengan jihad yang besar.

Bahasa Inggrisnya lebih jelas, dan tidak menulis tentang “jihad yang benar”:
25:52
So obey not the disbelievers, but strive against them herewith with a great endeavour. [42, Mecca ]

Sebelum:
Bersikap sopanlah jika bicara dengan kaum kafir.

17:53
Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia. [50, Mecca ]

Sesudah:
Bersikap keraslah terhadap kaum kafir.

66:9
Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah jahannam dan itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali. [107, Medina ]

Sebelum:
Bertoleransilah pada kaum kafir dan berdamailah dengan mereka.

43:89
Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari mereka dan katakanlah: "Salam (selamat tinggal)." Kelak mereka akan mengetahui (nasib mereka yang buruk).

Bahasa Inggrisnya bukan SALAM tapi DAMAI:
Then bear with them (O Muhammad) and say: Peace. But they will come to know. [63, Mecca ]

Sesudah:
Jangan mengalah dengan kaum kafir; pancunglah batang leher mereka jika kau menangkapnya.

47:4
Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan [95, Medina ]

Sebelum:
Jangan paksa kaum kafir untuk masuk Islam – hanya peringatkanlah mereka.

50:45
Kami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan, dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka beri peringatanlah dengan Al Quran orang yang takut dengan ancaman-Ku. [34, Mecca ]

Sesudah:
Kaum kafir itu ****; ajak kaum Muslim untuk melawan mereka.

8:65
Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mu'min untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti.

Bahasa Inggrisnya bukan KAUM YANG TIDAK MENGERTI tapi KAUM YANG TIDAK PUNYA DAYA PIKIR (****):
O Prophet! Exhort the believers to fight. If there be of you twenty steadfast they shall overcome two hundred, and if there be of you a hundred (steadfast) they shall overcome a thousand of those who disbelieve, because they (the disbelievers) are a folk without intelligence. [88, Medina ]

Sebelum:
Bersikap ramahlah terhadap kaum kafir untuk menghilangkan kejahatan dalam hati mereka

41:34
Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. [62, Mecca ]

Sesudah:
Muslim tidak boleh berteman dengan kaum kafir.

3:28
Janganlah orang-orang mu'min mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mu'min. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).

Bahasa Inggrisnya tidak menyebut WALI tapi TEMAN (FRIENDS):
Let not the believers take disbelievers for their FRIENDS in preference to believers.


Sebelum:
Kitab suci kaum kafir mirip dengan Qur’an.

46:10
Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu jika Al Qur'an itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani Israil mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang tersebut dalam) Al Qur'an lalu dia beriman, sedang kamu menyombongkan diri. Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim".
[66, Mecca ]

Sesudah:
Teror dan pancung kaum kafir yang percaya akan kitab lain selain Qur’an.

8:12
(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat : "Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman". Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka

Bahasa Inggrisnya lebih jelas:
When thy Lord inspired the angels, (saying): I am with you. So make those who believe stand firm. I will throw fear into the hearts of those who disbelieve. Then smite the necks and smite of them each finger. [88, Medina ]

Sebelum:
Kaum Muslim harus memaafkan kaum kafir yang tidak percaya.

45:14
Katakanlah kepada orang-orang yang beriman hendaklah mereka memaafkan orang-orang yang tiada takut hari-hari Allah karena Dia akan membalas sesuatu kaum terhadap apa yang telah mereka kerjakan. [65, Mecca ]

Sesudah:
Kaum Muslim harus menggunakan senjata apapun untuk menteror kaum kafir.

8:60
Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).

Make ready for them all thou canst of (armed) force and of horses tethered, that thereby ye may dismay the enemy of Allah and your enemy, and others beside them whom ye know not. Allah knoweth them. Whatsoever ye spend in the way of Allah it will be repaid to you in full, and ye will not be wronged. [88, Medina ]

KESIMPULAN:
Qur’an jelas menegaskan bahwa jika tiba saatnya, muslimin harus menggunakan kekerasan untuk mengkonversi non-muslim kedalam Islam. Para non-Muslim memiliki dua pilihan: membayar uang perlindungan yagn sangat tinggi (pajak Jizyah) atau dibunuh (dengan cara dipenggal, tentunya).

Dalam negara dimana Islam berdominasi secara militer, dimana muslimin memilih untuk percaya sepenuhnya kepada peraturan2 Quran yang tidak dapat dirubah, tidak dimungkinkan adanya ko-eksistensi damai dengan para kafir.

Dengan adanya internet sekarang, kita tinggal menunggu waktunya saat para kafir menyadari apa yang sesungguhnya terkandung dalam Quran. Pada saat mereka sadar akan nasib mereka kalau sampai negara mereka didominasi Islam, sadarlah mereka akan ketolilan mereka.

Waktunya akan tiba dimana para Kafir Islam akan menolak Islam. Mereka akan menyadari bahwa ini satu2nya cara untuk menyelamatkan peradaban dunia dari kehancuran. Quran tidak dapat dirubah. Muhamad mengatakannya, Allah mengatakannya. Ini berarti bahwa muslim harus membatasi kepercayaan mereka pada hal2 ritual saja, jadi mereka hanya muslim dalam nama saja dan bukan muslim betulan. Muslim betulan adalah ancaman bagi dunia yang multikultural. Titik. //

Abul Kasem menulis dari Sydney, Australia. Komentar dapat dikirim ke humanist882004@yahoo.com
walet
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5973
Images: 16
Joined: Wed Feb 11, 2009 4:52 am

Re: Ayat Mekah dan Madinah

Postby walet » Sat Sep 22, 2012 9:33 pm

http://indonesia.faithfreedom.org/forum/reformasi-islam-islam-mekah-vs-islam-medinah-3-artikel-t3332/

http://www.news.faithfreedom.org/index. ... le&sid=156

Reformation in Islam: “Islam of Mecca” versus “Islam of Medina”
Oleh: Jacob Thomas
Kamis, Juni 22, 2006 - 10:26 PM

Situs Kuwait yg relatif baru, Tanwir (Enlightenment --- didirikan th 2002,) adalah sebuah forum yg menawarkan dialog ttg Democracy, HAM, Status Wanita, Reformasi Agama dan keadaan Kuwait. Dlm sumbangan2 saya yg terdahulu kpd FaithFreedom.org, saya mengomentari diskusi para pakar Arab ttg Tahdith (modernisasi), Tajdid (pembaharuan) dan Islah (reformasi.)
-------------------------------------

Baru2 ini saya menumpai artikel dgn judul : Reformasi Religius dlm in Islam: “Islam Mekah” versus “Islam Medina.” (Al-Islah al-Dini Fi’l-Islam: Islam “Mecca” Fi Muwajahat Islam “Al-Medina.” )

Artikel ini dgn terus terang menunjukkan eksistensi konfrontasi (Muwajahat) antara Islam yg diturunkan di Mekah dan Islam yg kemudian diturunkan di Medinah.

Dibawah ini ringkasan artikel tsb, menyusul analisa dan komentar saya. Penulis memulai teorinya ttg eksistensi “dua Islam”.

------------------------------------------
“Sudah lama orang Barat mendengarkan adanya dua versi Islam dari dua kelompok Muslim. Yang satu mengatakan bahwa, “Islam adalah agama toleransi, damai dan pengampunan.” Yang lainnya mengatakan bahwa, “Islam adalah agama jihad, pembunuhan dan penekanan terhdp non-Muslim.”

Jadi, yang mana Islam yang sebenarnya ? Yang mana dari kedua pernyataan kontradiktif ini dapat dipercaya?

“Salah satu penjelasan adalah bahwa sebenarnya memang ada DUA ISLAM. Yang satu Islamnya Mekah, dan lalu, Islamnya Medinah. Islam yg pertama (Islam Mekah) memang kedengaran damai tanpa embel2 kekerasan; itu karena Muhamad saat itu masih lemah dan ditekan oleh kepemimpinan suku Quraish.

“Tetapi ketika ia hijrah ke Medinah, ia menjadi kuat dan akhirnya membentuk Negara islam. Selama era ini (622-632,) ia menerima surah2 yg menyerukan Jihad melawan kafir di Mekah dan juga Yahudi dan Kristen di kawasan Arab. Oleh karena itu, mereka yg mengatakan bahwa Islam adalah agama damai, memang benar … tetapi mereka yang mengatakan bahwa islam adalah agama jihad, JUGA benar.

“Jadi, jika kita ingin mencapai reformasi yg nyata, kita harus mengadopsi pandangan baru terhdp teks suci dan meningkatnya fiqh (hermeneutika) baru yg didasarkan kpd nalar/logika (reason) yang sejelas dan seterang ilmu2 baru. Oleh karena itu, para reformis harus berpihak pada Islamnya Mekah, dgn dasar spiritualitas, toleransi dan cinta; dan menolak Islam Medinah yg mempromosikan kekerasan dan jihad melawan non-Muslim.”

Analisa

Setelah kematian Muhamad, para kalif memulai jihad utk menguasai seluruh dunia, dan dalam 100 tahun, kekuasaan Islam tersebar dari Spanyol ke India. Baik fakta sejarah, maupun dari surah2 Medinah dlm Quran menunjukkan bahwa Islam adalah agama yg mendorong kekerasan dan disebarkan lewat ancaman pedang.

Muslim tidak lelahnya mengutuk imperialisme Barat, tetapi anehnya, mereka menyukai futuhat (perebutan) mereka atas daerah2 luas di Asia, Afrika dan Eropa. Quran, bagian surah Medinah mengandung eksistensi perintah ilahi bagi perang dunia melawan kafir yg kemudian menimbulkan konsep Daru’l Islam (Wawasan Islam,) dan Daru’l Harb (Wawasan Perang !)

Nah, kini Muslim2 ‘moderat,’ karena ingin menghindari dimusuhinya Islam oleh seluruh dunia karena kelakuannya yg norak itu, ingin agar ‘agama’ mereka lebih menampakkan wajah lembut dan mampu hidup berdampingan dgn ke 5 milyar kafir. Muslim2 moderat ini kemudian menyerukan agar diberlakukannya surah2 Mekah, yi surah2 yg bersifat damai.

Komentar

Muslim moderat memang boleh bermimpi. Sayangnya, akar2 Islam tertanam kuat diseluruh tubuh Qur’an, Hadis dan Sunnah. Tidak ada sedikitpun dlm teks2 otoritatif ini, ataupun dlm car2 Islam disebarkan dlm ke 14 abad terakhir ini, yg membolehkan pembatalan surah2 tertentu. Doktrin orthodox yg tertanam kuat dlm Qur’an adalah bahwa teks Quran ‘tidak diciptakan’. Pd abad ke 9, Imam Hambali, salah seorang dari keempat aliran interpretasi Shari’ah, memilih utk lebih baik dipenjara ketimbang harus mengenyampingkan doktrin ini. Ia akhirnya berhasil dlm kegigihannya menyatakan Qur’an sbg qadim, yi sudah dari sononya eksis di surga. Jadi Muslim tidak bisa seenaknya comot mencomot, pilih memilih antara surah Mekah ataupun Medinah.

Dan sayangnya bagi Muslim ’reforman’ ini, mereka tidak memiliki tradisi spt tradisi Kristen. Dlm tradisi Kristen, Perjanjian Lama harus ditafsirkan dlm konteks Perjanjian Baru. Jadi, sejak Perjanjian Baru mengajarkan dua kawasan yg sangat berbeda: kawasan Tuhan dan kawasan “Caesar,” teokrasi di daerah2 yg didominasi Kristen bukan tujuan agama mereka.

Juga, bagian2 Perjanjian Baru yg membahas ttg perebutan Tanah Perjanjian dan aspek2 hukum Musa (kecuali ‘the 10 Commandments’) dianggap sbg hal2 yg dihubungkan dgn sebuah waktu khusus dan oleh karena itu tidak normatif bagi masa kini.

Kitab Kristen menggambarkan dua tahap, yg pertama adalah tahap temporer dan persiapan, sementara tahap kedua adalah tahap akhir.
Memang setelah Kaisar Romawi, Konstantin, memeluk Kristen, garis demarkasi antara Negara dan gereja membaur. Dan setelah jatuhnya kerajaan Romawi, gereja di Barat mencoba mencampuri urusan Negara. Namun, ini bertentangan dgn ajaran Injil. Oleh karena itu juga, Kristen2 ‘reforman’ di abad ke 16 menyerukan bagi dikembalikannya dasar2 ajaran Injil (perpisahan agama dari urusan negara).

Selama 500 tahun, para pakar Muslim yg memimpikan reformasi semacam yg dilakukan Luther, Calvin dan Knox, sampai sekarang masih hanya dapat bermimpi. Kitab mereka sendiri yg tidak memungkinkan hermeneutika radikal spt yg diserukan penulis pada permulaan artikel ini.

Saya tidak dapat mengatasi dilemma ini. Muslim memang tidak memiliki jalan keluar. Saya juga ingin tahu berapa banyak Muslim reforman yg menyerukan bagi diberlakukannya surah2 Mekah sbg satu2nya standar bagi politik Islam!
walet
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5973
Images: 16
Joined: Wed Feb 11, 2009 4:52 am

Re: Ayat Mekah dan Madinah

Postby walet » Sat Sep 22, 2012 9:34 pm

Posted: Sun Dec 19, 2004 10:30 pm

Dua Wajah Islam Yang Bertolak Belakang
Oleh Abul Kasem

Judul Asli: The Janus* face of Islam

http://www.faithfreedom.org/Articles/ab ... _islam.htm

Setelah 9/11, para pembela Islam di negara Barat milik Kafir kalang kabut menyampaikan wajah Islam yang damai. Mereka sibuk mencari surah2 “yang baik-baik” dari Al Quran dan berusaha mati-matian untuk membuktikan bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kemurahan hati yang tidak terbatas kepada negara-negara tuan rumah tempat mereka tinggal.

Mereka (para Muslim) bolak balik mengutip Ayat-Ayat Mekkah yang lebih lunak dibandingkan dengan yang turun di Madinah. Namun mereka menyembunyikan ayat-ayat yang kejam terhadap kafir yang menghiasi hampir seluruh isi Al Quran. Mereka mengatakan bahwa ayat-ayat itu dikutip diluar konteks dan tidak lagi berlaku bagi Kafir yang memberikan
mereka kesempatan hidup yang lebih baik dan menerima muslim sebagai teman senegara mereka sendiri.

Namun jangan salah. Ini khas permainan “petak umpet” para Islamis yang tinggal di negara-negara Barat. Oleh karena itu penting bagi Non-Muslim (juga bagi Muslim yang memiliki pengetahuan minim tentang “Islam yang sebenarnya”) mengetahui apa yang ada didalam Quran. Kebenaran harus disampaikan.

Niat mereka sangat jelas. Islamis-islamis di Barat mengutip “ayat-ayat damai” dari Quran yang sebenarnya hanya memperlihatkan “Islam Mekah” yang sudah tidak berlaku guna menyamarkan versi Islam yang MASIH berlaku, dengan kata lain “Islam Madinah” yang masih hidup dan bernapas saat ini.

STRATEGI ISLAMIS ini sangat jelas:

Saat hidup di dunia Barat atau di tanah orang-orang Kafir atau ketika masih lemah, praktekkanlah “Islam Mekah”.

Namun saat jumlah Muslim menjadi cukup signifikan di tanah orang Kafir, praktekkanlah “Islam Madinah”.

Semakin cepat masyarakat beradab menemukan wajah ganda Islam (seperti Dewa Romawi, Janus*, yang berwajah dua), lebih cepat mereka akan terselamatkan dari malapetaka yang lebih parah dari peristiwa 9/11.

Jadi bagaimana kita mengetahui mana “Islam Madinah” yang masih hidup dan bernafas ini?

Untuk mengerti Islam yang sebenarnya, kita mesti melihat dari sesi urutan turunya ayat-ayat Al Quran. Urutan kronologis menunjukkan ayat-ayat mana yang dibatalkan dan ayat-ayat mana yang menggantikannya.
Banyak ayat dalam Al Quran yang diganti oleh ayat-ayat lain yang datang belakangan.

Quran sendiri membicarakan mengenai prinsip pembatalan dan ganti-mengganti (PRINSIP ABROGASI) dalam ayat-ayat berikut:

Quran 2:106
Ayat mana saja yang Kami nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tidakkah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?

Quran 13:39
Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuzh).

Quran 16:101
Dan apabila Kami letakkan suatu ayat di tempat ayat yang lain sebagai penggantinya padahal Allah lebih mengetahui apa yang diturunkan-Nya, mereka berkata: "Sesungguhnya kamu adalah orang yang mengada-adakan saja". Bahkan kebanyakan mereka tiada mengetahui.

Ayat-ayat diatas sering membuat orang bingung. Namun, ada satu hal yang pasti. Yaitu, Allah memang sering berubah pikiran dan perubahan ini bisa sangat dramatik, sampai melibatkan situasi antara hidup dan mati. Jadi sangat penting (terutama bagi Non-Muslim awam) untuk mengetahui ayat-ayat mana yang masih berlaku dan mana yang tidak.

Hal yang paling penting dari antara ayat-ayat tersebut adalah yang mengandung ketentuan untuk memerangi kaum Kafir. Ada waktu dimana memerangi Kafir dilarang dan ada waktu (lebih tepatnya, di masa kini) dimana memerangi Kafir adalah keharusan.

Ayat-ayat yang diwahyukan di Mekah bisa dianggap tipe ayat yang damai dan tidak mengandung kekerasan. Ada 87 surah Makkiyah dan 27 surah Madaniah. Dengan demikian total ada 114 surah dalam Al Quran.

Ayat-ayat Madinah berisi ketentuan-ketentuan untuk peperangan karena di Madinahlah Muhammad mendapatkan lampu hijau dari Allah untuk memerangi para Kafir. Jadi kita bisa mengambil kesimpulan bahwa surah
yang dimulai dengan angka urutan kronologis 87 (dan selebihnya) adalah surah2 penggantian dari ayat-ayat Makkiyah menjadi ayat Madaniah.

Dalam tulisan singkat ini, saya akan mencoba menguraikan bagaimana kita dapat mengerti propaganda para Islamis.

Mohon diperhatikan bahwa urutan kronologis turunnya ayat-ayat Al Quran ditandai dengan ( ) dalam bold pada akhir ayat.

Kita dapat membagi perkembangan Islam oleh Muhammad dalam empat fase yang berbeda dan nyata. Fase-fase tsb adalah sebagai berikut:

(1) Fase Bujukan Damai

(2) Peperangan Bela Diri

(3) Fase Penyerangan Terbatas

(4) Fase Agresi Terbuka

----------------------------------------------------------------------------------

Fase 1: Tahap Bujukan Damai

Pokok-Pokok Penting:

Kebijakan untuk hidup damai dan berdampingan dengan orang-orang Mekah penyembah berhala.

Strategi “kurang lebih” dengan penyembah berhala dan para munafiken.

Orang-orang Yahudi dan Nasrani (orang-orang yang diberi Kitab) dianggap sebagai teman.

Muhamad hampir seperti Buddha menyebarkan kasih, pengampunan, tanpa kekerasan, dan penuh perdamaian.

Pada tahap ini hanya penyembah berhala Mekah yang dianggap sebagai musuh (dengan kata lain Daftar Musuh Muhammad hanya berisi satu grup).

Ayat-Ayat Penting

Quran 73:10
Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik. (3)

Quran 109:6
Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku. (8 )

Quran 38:17
Bersabarlah atas segala apa yang mereka katakan; dan ingatlah hamba Kami Daud yang mempunyai kekuatan; sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan). (38 )

Quran 20:130
Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang, (42)

Quran 19:84
maka janganlah kamu tergesa-gesa memintakan siksa terhadap mereka, karena sesungguhnya Kami hanya menghitung datangnya (hari siksaan) untuk mereka dengan perhitungan yang teliti. (44)

Quran 20:134-135
Dan sekiranya Kami binasakan mereka dengan suatu azab sebelum Al Quran itu (diturunkan), tentulah mereka berkata: "Ya Tuhan kami, mengapa tidak Engkau utus seorang rasul kepada kami, lalu kami mengikuti ayat-ayat Engkau sebelum kami menjadi hina dan rendah?" Katakanlah: "Masing-masing (kita) menanti, maka nantikanlah oleh kamu sekalian! Maka kamu kelak akan mengetahui, siapa yang menempuh jalan yang lurus dan siapa yang telah mendapat petunjuk". (45)


Quran 17:54
Tuhanmu lebih mengetahui tentang kamu. Dia akan memberi rahmat kepadamu jika Dia menghendaki dan Dia akan meng'azabmu, jika Dia menghendaki. Dan, Kami tidaklah mengutusmu untuk menjadi penjaga bagi mereka. (50)

Quran 10:25-26
Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam). Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni syurga, mereka kekal di dalamnya. (51)

Quran 15:91-93
(yaitu) orang-orang yang telah menjadikan Al Quran itu terbagi-bagi. Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua, tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu. (54)


Quran 6:104
Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara(mu). (55)


Quran 43:88-89
dan (Allah mengetabui) ucapan Muhammad: "Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang tidak beriman". Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari mereka dan katakanlah: "Salam (selamat tinggal)." Kelak mereka akan mengetahui (nasib mereka yang buruk). (69)


Quran 16:125-126
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar. (70)


Quran 23:54
Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu.(74)


Quran 23:96
Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan. (74)


Quran 52:45-48
Maka biarkanlah mereka hingga mereka menemui hari (yang dijanjikan kepada) mereka yang pada hari itu mereka dibinasakan, (yaitu) hari ketika tidak berguna bagi mereka sedikitpun tipu daya mereka dan mereka tidak ditolong. Dan sesungguhnya untuk orang-orang yang zalim ada azab selain daripada itu. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri. (76)


Quran 67:26
Katakanlah: "Sesungguhnya ilmu (tentang hari kiamat itu) hanya pada sisi Allah. Dan sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan". (77)

-------------------------------------------------------------------------------------

Fase 2: Tahap Peperangan Bela Diri

Pokok-Pokok Penting

Muhamad dengan sejumlah kecil pengikutnya hijrah ke Madinah (622 AD). Beberapa suku di Madinah menerimanya sebagai pemimpin.

Muhamad dan gengnya mulai melakukan perampokan terhadap karavan orang-orang Mekkah yang lewat untuk mencari nafkah dan barang kebutuhan hidup.

Muhamad menang dlm Perang Badr (pada tahun yang sama saat hijrah, i.e. 622 AD) yang meningkatkan semangatnya untuk melanjutkan perampokan-perampokan terhadap karavan orang-orang Mekah.

Setelah beberapa tahun tinggal di Madinah, Allah memberikan ijin kepada Muhamad untuk melancarkan “perang bela diri”.

Musuh-musuh Muhamad adalah orang-orang Mekah penyembah berhala dan para Munafiken (catatan: Daftar Musuh Muhammad sekarang berisi dua grup).


Ayat-Ayat Penting

Quran 22:39-41
Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu, (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah". Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid- masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa, (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan. (105)


Quran 22:58
Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka di bunuh atau mati, benar-benar Allah akan memberikan kepada mereka rezki yang baik (surga). Dan sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik pemberi rezki. (105)


---------------------------------------------------------------------------------

Fase 3: Tahap Penyerangan Terbatas

Pokok-Pokok Penting

Muhamad mengharapkan orang-orang Yahudi menerimanya sebagai “Musa Baru” mereka.

Orang-orang Yahudi menolaknya sebagai nabi mereka.

Muhamad memasukkan orang-orang Yahudi dalam Daftar Musuh dan mulai menyerang mereka.

Musuh Muhamad sekarang terdiri dari penyembah berhala Mekah, para Munafiken dan orang-orang Yahudi. (catatan: Daftar Musuh Muhammad sekarang berisi tiga grup).

Muhamad masih mempunyai sedikit pengampunan bagi orang-orang Yahudi yang dikalahkan. Dia memberikan mereka kesempatan untuk tetap hidup di tanah mereka dengan catatan mereka membayar upeti 50% dari hasil pertanian mereka. Ini yang namanya JIZYAH yang sangat tinggi.

Dengan upeti ini Muhamad dapat membiayai gerombolan terorisnya.

Perang Uhud (623 AD) dilancarkan. Muslim mengalami kekalahan yang sangat parah dalam pertempuran tersebut.

Perang Parit (625 AD) dilancarkan dengan kehilangan nyawa yang sangat banyak. Muhamad menang.

Perjanjian Hudaibiyah (626 AD) ditandatangani dengan penyembah berhala Mekah yang menjadi 10 tahun masa damai. Muhamad dan para pengikutnya diijinkan untuk melakukan ritual Haji di Kabah.

Perang Kahibar (627 AD) dilancarkan. Orang Yahudi kalah dalam pertempuran dan menyerah tanpa syarat. Muhamad memerintahkan pemenggalan sekitar 700 pria dewasa orang Yahudi yang sudah menyerah dan dia mengambil gadis Yahudi berumur 17 tahun sebagai hasil pampasan perang dan menjadikan dia isterinya.


Ayat-Ayat Penting

Quran 2:109
Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma'afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (87)


Quran 2:190-194
Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir. Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim. Bulan haram dengan bulan haram, dan pada sesuatu yang patut dihormati, berlaku hukum qishaash. Oleh sebab itu barangsiapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa. (87)

Quran 2:216-217
Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (87)

Quran 2:256-257
Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (87)

Quran 8:1
Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: "Harta rampasan perang kepunyaan Allah dan Rasul, oleh sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu; dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman." (88 )


Quran 8:12-13
(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman". Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka. (Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya; dan barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah amat keras siksaan-Nya. (88 )


Quran 8:15-16
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur). Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (sisat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya. (88 )

Quran 8:39-41
Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong. Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang. Maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (88 )


Quran 8:45-46
Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (88 )


Quran 8:61
Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (88 )

Quran 8:65
Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti. (88 )

Quran 8:67
Tidak patut, bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi. Kamu menghendaki harta benda duniawiyah sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (88 )

Quran 3:195
Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik.". (89)


Quran 33:50
Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri- isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersama kamu dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang isteri-isteri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki supaya tidak menjadi kesempitan bagimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (90)


Quran 4:76
Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah. (92)


Quran 4:84
Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan(Nya). (92)

Quran 4:89
Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong, (92)

Quran 4:95-96
Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai 'uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar, (yaitu) beberapa derajat dari pada-Nya, ampunan serta rahmat. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (92)


Quran 4:100
Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (92)

Quran 22:58-59
Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka di bunuh atau mati, benar-benar Allah akan memberikan kepada mereka rezki yang baik (surga). Dan sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik pemberi rezki. Sesungguhnya Allah akan memasukkan mereka ke dalam suatu tempat (syurga) yang mereka menyukainya. Dan sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Penyantun. (103)

Quran 22:78
Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik- baik Penolong. (103)


Quran 48:16
Katakanlah kepada orang-orang Badwi yang tertinggal: "Kamu akan diajak untuk (memerangi) kaum yang mempunyai kekuatan yang besar, kamu akan memerangi mereka atau mereka menyerah (masuk Islam). Maka jika kamu patuhi (ajakan itu) niscaya Allah akan memberikan kepadamu pahala yang baik dan jika kamu berpaling sebagaimana kamu telah berpaling sebelumnya, niscaya Dia akan mengazab kamu dengan azab yang pedih". (111)

Quran 48:29
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. (111)

------------------------------------------------------------------------------------

Fase 4: Tahap Agresi Terbuka

Fase ini adalah tahap perang ofensif terbuka melawan semua orang yang tidak percaya. Fase ini dimulai pada tahun 630 AD setelah Muhamad memasuki kembali Mekah dan merebut Kabah dari para penyembah berhala. Fase ini adalah fase yang berlaku untuk semua Muslim.

Pokok-Pokok Penting

Ijin diberikan oleh Allah untuk menyatakan perang ofensif terhadap semua Non-Muslim.

Bunuh semua penyembah berhala dan hinalah orang-orang Yahudi dan Nasrani dengan penerapan Pajak Jizyah.

Ekspedisi Tabuk (akhir 630 AD) adalah perang pertama yang dilancarkan terhadap orang-orang Nasrani.

Dunia di bagi menjadi dua wilayah, wilayah Islam (Darul Islam) dan wilayah perang (Darul Harb).

Semua Muslim harus memerangi wilayah perang Darul Harb untuk mengubahnya menjadi Darul Islam.

Ini adalah ajaran terakhir dalam Al Quran dan ini berlaku untuk masa kini dan masa yang akan datang (yaitu, sampai kiamat).

Orang-orang Nasrani dimasukan dalam Daftar Musuh Muhammad (jadi sekarang dalam Daftar tersebut bertambah menjadi EMPAT grup).

Ayat 9:5 (juga disebut dengan nama Ayat Pedang) menggantikan semua ayat-ayat yang murah hati, belas kasih, toleransi dan pengampunan kepada semua Non-Muslim.


Ayat-Ayat Penting

Quran 3:85
Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (89)


Quran 5:33
Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun, (112)

Quran 5:51
Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-Nya, (112)


Quran 9:1-6
Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan RasulNya (yang dihadapkan) kepada orang-orang musyrikin yang kamu (kaum muslimin) telah mengadakan perjanjian (dengan mereka). Maka berjalanlah kamu (kaum musyrikin) di muka bumi selama empat bulan dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat melemahkan Allah, dan sesungguhnya Allah menghinakan orang-orang kafir. Dan (inilah) suatu permakluman daripada Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar bahwa sesungguhnya Allah dan RasulNya berlepas diri dari orang-orang musyrikin. Kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertobat, maka bertaubat itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Kecuali orang-orang musyrikin yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi sesuatu pun (dari isi perjanjian)mu dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaqwa. Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang. Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui. (113)


Quran 9:11-15
Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui. Jika mereka merusak sumpah (janji)nya sesudah mereka berjanji, dan mereka mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya, agar supaya mereka berhenti. Mengapakah kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah (janjinya), padahal mereka telah keras kemauannya untuk mengusir Rasul dan merekalah yang pertama mulai memerangi kamu?. Mengapakah kamu takut kepada mereka padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang yang beriman. Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman. Dan menghilangkan panas hati orang-orang mukmin. Dan Allah menerima taubat orang yang dikehendakiNya. Allah maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (113)

Quran 9:16
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (113)


Quran 9:17
Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjid-mesjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka. (113)

Quran 9:19-22
Apakah (orang-orang) yang memberi minuman orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta bejihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim. orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dari padaNya, keridhaan dan surga, mereka memperoleh didalamnya kesenangan yang kekal, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. (113)

Quran 9:28
Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (113)

Quran 9:29-31
Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah". Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling? Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (113)

Quran 9:38-41
Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: "Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah" kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit. Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: "Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita." Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. (113)

Quran 9:52
Katakanlah: "tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan. Dan Kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan kepadamu azab (yang besar) dari sisi-Nya. Sebab itu tunggulah, sesungguhnya kami menunggu-nunggu bersamamu." (113)


Quran 9:90
Dan datang (kepada Nabi) orang-orang yang mengemukakan 'uzur, yaitu orang-orang Arab Baswi agar diberi izin bagi mereka (untuk tidak berjihad), sedang orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya, duduk berdiam diri saja. Kelak orang-orang yang kafir di antara mereka itu akan ditimpa azab yang pedih. (113)


Quran 9:111
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. (113)

Quran 9:122
Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. (113)

KESIMPULAN

Jadi apa yang kita pelajari dari daftar ayat-ayat Al Quran tersebut di atas? Apakah Anda bingung? Tentu Anda bingung. Ketika para Islamis di Barat menaburkan genderang “Islam agama damai”, “Islam toleran”, “Islam murah hati”, siapa yang tidak akan bingung dengan pernyataan-pernyataan kontradiktif tersebut.

Namun sudah saya jelaskan pada anda dan anda tidak perlu lagi bingung. Lihatlah aturan sederhana tentang pembatalan ayat-ayat Al Quran.

Doktrin sederhana pembatalan ayat mengatakan bahwa kalau ada pernyataan ebrtentangan dalam Quran, maka ayat-ayat yang diturunkan belakangan membatalkan ayat-ayat terdahulu.
Hasilnya adalah ayat-ayat yang turun lebih belakangan adalah yang berlaku. Oleh sebab itu adalah hal yang sangat penting dalam mengetahui urutan kronologis turunnya ayat-ayat dalam Al Quran.

Marilah kita dengar apa kata penerjemah dan penafisir modern (Yusuf Ali mungkin sudah tergolong terlalu tua) Quran dan Hadis.

”Jadi pada permulaannya peperangan adalah dilarang, kemudian diijinkan dan sesudah itu menjadi wajib untuk memerangi mereka yang memulai peperangan melawan kamu (Muslim) dan melawan semua yang menyembah yang lain bersama dengan Allah”. (Ref. Kata Pengantar Bab Terjamahan Dalam Bahasa Inggris kumpulan Hadis Sahih Bukhari oleh Muhammad Mushin Khan, University Islam Madinah).

Dalam Bab yang sama, Dr. M. Mushin Khan lebih jauh menulis:

”Kemudian Allah mewahyukan dalam Surah Bara’at (9) perintah untuk membuang semua kewajiban (perjanjian, dll) dan memerintahkan Muslim untuk memerangi semua penyembah berhala dan juga orang-orang yang diberi Kitab (Yahudi dan Nasrani) jika mereka tidak memeluk Islam, atau sampai mereka membayar Jizya (pajak yang dikenakan kepada Yahudi dan Nasrani yang tidak memeluk Islam dan ada dalam perlindungan pemerintah Islam) dengan penyerahan diri secara total dan merasa tunduk (9:29). Jadi mereka (Muslim) tidak diperkenankan untuk meninggalkan kewajiban untuk memerangi mereka (penyembah berhala, Yahudi dan Nasrani) dan mengadakan rekonsiliasi dengan mereka dan untuk menunda permusuhan terhadap mereka untuk waktu yang tidak ditentukan ketika mereka (Muslim) dalam posisi kuat dan mempunyai kemungkinan untuk memerangi mereka”.

Jalaluddin Suyuti menulis Itqan fi 'ulum-il-Qur’an di tahun 1497 AD. Buku ini dalah tafsir (penjelasan) dari Al Quran dan sangat dihormati. Buku ini adalah bacaan wajib untuk siapa saja yang ingin mempelajari Al Quran untuk mendapatkan “arti Al Quran yang sebenarnya”.

Buku dia yang lain yang terkenal adalah Istenbat al-Tanzeel. Dalam buku ini, Suyuti menulis,

“segala sesuatu dalam Al Quran mengenai pengampunan dibatalkan oleh ayat 9:5”.

Silahkan baca kutipan tersebut di atas sekali lagi jika Anda benar-benar serius mengenai Islam. Ingat bahwa ayat ini ada dalam surah dengan urutan kronologis 113. (Ingat? Ada 114 surah dalam Al Quran).

Para pembela Islam sering mengutip ayat-ayat berikut untuk memberikan gambaran kemurahan hati dan pengampunan dalam Islam.

Quran 109:6
Quran 2;256
Quran 15:94

Sayangnya, ayat-ayat “manis” Al Quran tersebut di atas sudah dibatalkan oleh Ayat Pedang (9:5) jika kita mengikuti Tafsir (penjelasan) dari Suyuti dan doktrin pembatalan ayat

Para Islamis juga sangat senang dengan Ms. Karen Armstrong
karena berpihak kepada mereka. Ms. Karen Armstrong menulis untuk menipu Non-Muslim bahwa “Islam Adalah Agama Damai”.

Siapa saja yang mempunyai pengetahuan yang memadai mengenai Islam mengetahui dengan pasti bahwa tulisan Karen Armstrong adalah sangat menyesatkan dan tidak memberikan kebenaran sama sekali.

Ketika Ms. Karen Armstrong menulis dengan mengutip ayat 2:190,
”satu-satunya perang yang diperbolehkan dalam Al Quran adalah yang sifatnya bela diri. Muslim tidak boleh memulai permusuhan”, (Time Magazine. 1 Oktober 2001) dia jelas tidak jujur dalam memberitahukan kebenaran tentang Fase 4 dalam Perang Islami yang mana memerintahkan semua Muslim untuk mengumumkan perang secara total terhadap wilayah Darul Harb (dengan kata lain, tempat kediaman Kafir). Fase keempat adalah Jihad yang masih berlaku sampai semua orang di dunia ini dijadikan Islam.

Dengan demikian, Muslim masa kini masih dalam situasi perang yang terus menerus dengan orang-orang Kafir, baik saat mereka berada di negara-negara yang merupakan surga Islam seperti Afghanistan, Pakistan, Bangladesh (akhir-akhir ini dimaksukan, sebelumnya tidak), Iran ….. atau di tanah orang-orang Kafir seperti USA, UK, Kanada, Perancis, dll.

Berikut ini adalah kutipan lain dari Alsaylu Jarar (4:518-519) oleh Al-Shawkani. Shawkani adalah seorang penulis Islam yang terkenal. Tulisan dia adalah sumber yang berwenang dan digunakan oleh para Jihadis untuk menjustifikasi perbuatan-perbuatan mereka yang tidak berbelas kasihan.

”Islam telah bersuara bulat tentang memerangi orang-orang yang tidak percaya dan memaksa mereka kepada Islam atau menyerahkan diri dan membayar pajak Jizyah (uang perlindungan hanya untuk orang Yahudi dan Nasrani) atau dibunuh. Ayat mengenai memberikan pengampunan bagi mereka telah dibatalkan dengan suara bulat dengan kewajiban untuk memerangi mereka dalam semua kasus”.

Dapatkah Ms. Karen Armstrong dan Islamis lain yang tinggal dengan nyaman di masyarakat Non-Muslim yang menjunjung tinggi kebebasan berpikir dan berpendapat, menyangkal pernyataan yang tegas di atas oleh Alim Ulama yang terkenal itu?

Perlu dicatat bahwa ayat 9:5 adalah ayat yang sangat penting dalam Al Quran. Ayat ini menandai transisi dari fase yang memperlihatkan kemurahan hati (Fase 1) dan pengampunan bagi yang tidak percaya ke fase Agresi Terbuka (Fase 4). Seperti disampaikan sebelumnya, ayat ini dikenal dengan Ayat Pedang. Ayat ini membatalkan semua ayat yang memuat kemurahan hati, toleransi, dan pengampunan kepada Non-Muslim (sebanyak 111 samapi 124 ayat; silahkan Anda teliti seluruh isi Al Quran, apa saja yang memuat pengampunan, murah hati, persahabatan tidak berlaku lagi).

Perhatikan juga dengan hati-hati bagaimana urutan kronologis bertambah sejalan dengan Muhammad yang berubah dari seorang yang tidak menggunakan kekerasan (“seperti Buddha”) menjadi seorang fasis Nazi seperti Hitler/Mussolini/Osama/Ayatollah. Kenyataanya, kita dapat dengan aman menyimpulkan bahwa Muhamad adalah seorang “yang suci” saat urutan kronologis Al Quran masih di bawah 87 tetapi setelah itu dia menjadi diktator fasis.

Sekali lagi perhatikan bahwa urutan kronologis dalam Fase terakhir yang memuat Agresi Terbuka terhadap semua Non-Muslim di dunia ini (Fase 4) ada pada Bab (Surah) yang hampir terakhir (113) dari Al Quran. (Ingat kan? Ada 114 surah dalam Al Quran).
-----------------------------------------------------------------------------------

BERBOHONG DALAM ISLAM (TAQQIYA)
Apakah BERBOHONG diperbolehkan dalam Islam? Tentu tidak, kata Anda. Berbohong adalah dosa besar dalam Islam; paling tidak, ini yang para Islamis ingin kita percaya.

Kenyataannya, Muslim BOLEH bohong dalam rangka membuat agama Islam menguasai dunia. Apakah Anda tidak percaya ? Lihat sendiri apa yang dikatakan oleh Imam Ghazali :

”Berbicara adalah cara untuk mencapai tujuan. Jika tujuan yang sangat pantas dapat dicapai dengan memberitahukan kebenaran, maka haram untuk mencapainya dengan kebohongan. Tetapi jika dimungkinkan untuk mencapai tujuan tersebut dengan berbohong, atau dengan tidak memberitahukan kebenaran, maka halal hukumnya untuk berbohong jika pencapaian tujuan tersebut diperbolehkan”. (Ref: Ahmad Ibn Naqib al-Misri, The Reliance of the Traveller, translated by Nuh Ha Mim Keller , Amana publications, 1997, section r8.2, page 745).

Dan apa yang tujuan akhir Muslimin selain menjadikan Islam agama dunia? Ini adalah rahasia mengapa para Islamis terus berbohong mengenai agama mereka saat berada di Barat. Karena jika mereka memberitahukan kebenaran, tidak akan ada yang tertarik pada Islam.

Para Islamis sering menyerang para sekularis dan pemikir bebas kapan saja mereka mengutip ayat-ayat keras dalam Al Quran dengan argumen “keluar dari konteks”. Namun buktinya jelas ada dan tidak terbantahkan lagi bahwa argumentasi oleh para pembela Islam itu adalah cerita bohong TtOTAL.

With Best Regards,
NoMind
_________________
Mind is full of biased, prejudiced, and dualistic thoughts. No-mind is consciousness without thoughts.

I disapprove of what you say, but I will defend to the death your right to say it. Voltaire
walet
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5973
Images: 16
Joined: Wed Feb 11, 2009 4:52 am

Re: Ayat Mekah dan Madinah

Postby walet » Sat Sep 22, 2012 9:35 pm

http://indonesia.faithfreedom.org/forum/utak-atik-ayat-quran-bukti-allah-plin-plan-t473/

Dalam Islam ada konsep Nasikh-Mansukh (kasak-kusuk kali ya) atau abrogation (penganuliran) untuk hapus-menghapus ayat-ayat Quran. Menurut hemat saya hal ini membuktikan bahwa Allah tidak konsisten dengan wahyunya dan tidak maha tahu. Kalo maha tau, tidak perlu pakai acara ralat meralat. Berikut ayat-ayat dalam Quran mengenai Nasikh-Mansukh:

Quran 2:106
Ayat mana saja yang Kami nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau sebanding dengannya. Tiadakah kamu mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?

Quran 13:39
Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan disisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuzh).

Quran 17:86
Dan sesungguhnya jika Kami menghendaki, niscaya Kami lenyapkan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, dan dengan pelenyapan itu, kamu tidak akan mendapat seorang pembelapun terhadap Kami.

Quran 16:101
Dan apabila Kami letakkan suatu ayat di tempat ayat yang lain sebagai penggantinya padahal Allah lebih mengetahui aapa yang diturunkan-Nya, mereka berkata: "Sesungguhnya kamu adalah orang yang mengada-adakan saja". Bahkan kebanyakan mereka tiada mengetahui.

Quran 22:52
Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasulpun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, syaitanpun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimaksud oleh syaitan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,

Ayat 22:52 ini ada kaitannya dengan "Satanic Verse".


Ketidak-konsistenan Allah jelas terlihat jika kita membandingkan ayat-ayat Quran di atas dengan ayat-ayat Quran berikut yang mengatakan bahwa kata-kata Allah yang di wahyukan tidak pernah berubah sepanjang masa:

Quran 10:64
Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.

Quran 6:34
Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami terhadap mereka. Tak ada seorangpun yang dapat merobah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebahagian dari berita rasul-rasul itu



With Best Regards,
NoMind
walet
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5973
Images: 16
Joined: Wed Feb 11, 2009 4:52 am

Re: Ayat Mekah dan Madinah

Postby walet » Sat Sep 22, 2012 10:24 pm

walet
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5973
Images: 16
Joined: Wed Feb 11, 2009 4:52 am


Return to Quran & Hadist



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: Captain Pancasila