. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Awllloh mengijinkan zinah, naudzubillah mindzaliq

Siapa 'sosok' Allah, apa maunya, apa tujuannya ?

Hai eneng... mana umpan loe??

Postby BaMbY » Sat Oct 06, 2007 5:21 pm

Hai eneng... mana umpan loe??

ko lari ke bulu pubis???
emang topicnya itu?... CERAI dengan bulu pubis itu menurutmu sama ya??
dasar anak SLB Wakakakakakaka

emmm ato dah pindah topic bulu pubis???

ato mbahas bulu pubisnya paulus ya???

emm... gimana ya?? pasti barangnya kecil(gak pernah di gunain) kalo gak pasti paulus suka stok sabun banyak... terus bulunya banyak panjang panjang, terus borokan.. hiiii mbayanginnya kayak genderuwo seperti di uka-uka wakwkawkawkawkawkawkawkqawkaw
BaMbY
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 100
Joined: Sun Sep 23, 2007 11:20 pm

Postby Sashimi » Sat Oct 06, 2007 7:08 pm

bulu pubic sangat erat hubungannya dengan islam, sebab berdasarkan ajaran muhammad akan bulu pubic, yang kafir yandi semakin yakin kalo muhammad ngga punya kemampuan jadi nabi, tapi lebih cocok jadi dukun
Sashimi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3813
Joined: Sun Jul 09, 2006 8:19 am

Re: @kapirun

Postby kapirun » Sat Oct 06, 2007 7:08 pm

BaMbY wrote:udah tau CERAI dalam Islam lum??
kalo lum tau jangan coar coar tuh peringatanku di camkan dulu


huahuhahua si OM ini gimana

ditulis :
TELAH CERAI

Definisi telah cerai itu kaga ada hubungan suami istri lagi (kata mama berbentuk pas tense). Disini loe udah setuju belon OM yg pintar?

Orang yang telah cerai (sudah tidak ada hubungan suami istri) itu boleh 'saling menggauli'??

Skrg gue tanya ama loe OM maklum gue masih anak ingusan.
Kalo dikatakan telah cerai masih boleh saling menggauli. Patokan loe apa OM?

Jadi Tamara ama suaminya itu yg jelas2 telah cerai boleh donk saling menggauli?masya alohh.... enak juga nehh..bisa2 gue jadi mualaf..
kapirun
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 653
Joined: Mon Aug 27, 2007 9:05 pm
Location: Surga tanpa bidadari

Postby babenya muhammad » Sat Oct 06, 2007 7:21 pm

Jadi Tamara ama suaminya itu yg jelas2 telah cerai boleh donk saling menggauli?masya alohh.... enak juga nehh..bisa2 gue jadi mualaf..


waduhh.... ntar abis mualaf, lu kawinin dulu 4 anak kecil, abis ud pake, ceraiin, cari lg yg baru, yg ud dicerai juga masih bisa dipake kok... tenang aja.....
User avatar
babenya muhammad
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1847
Joined: Sun Jan 21, 2007 11:08 am

Hedeh jadi guru SLB lagi nich..

Postby BaMbY » Sat Oct 06, 2007 7:40 pm

Hedeh jadi guru SLB lagi nich...
Wakakakakakaka
nich orang idiot amat sih.. topicnya gak loe baca.. coar coar TELAH CERAI...
wakwakwkawkawkawkawka
dasar murid SLB(Sekolah Luar Biasa)
sekarang loe fahami dulu kata dan hukum CERAI dalam islam
terus setelah itu fahami juga gimana hukum dan aturan untuk RUJUK dalam islam
fahami juga aturan hukum2 untuk menikah.
dan juga hukum zina
udah lengkap ko semuanya ada aturan... ini kan kitab ku... kalo kitabmu cuma soal dongeng dan silsilah jangan iri dan protes lho ya... Wakakakakaka
Tapi bagaimana mungkin... wong u aja gak percaya Al-Qur`an
kalo penafsiran loe soal menggauli langsung tancap seperti kebiasaan loe ya monggo... emang loe orang kafir ko.. sesat...
jangan cuma dirikan satu satu o`onn....
semua dah ada aturannya... bila sudah di cerai(bener bener cerai) dan masih keduanya sayang bisa mereka nikah lagi.
semua sudah di atur dengan jelas di Al-Qur`an
kalo dalam bahasa indonesianya potongan ayat tersebut di artikan RUJUK
bisa faham nggak loe?
BaMbY
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 100
Joined: Sun Sep 23, 2007 11:20 pm

Postby Sashimi » Sat Oct 06, 2007 8:06 pm

tenang bam, gua bantuin elu nih ayatnya

QS 33:51. Kamu boleh menangguhkan menggauli siapa yang kamu kehendaki di antara mereka (isteri-isterimu) dan (boleh pula) menggauli siapa yang kamu kehendaki. Dan siapa-siapa yang kamu ingini untuk menggaulinya kembali dari perempuan yang telah kamu cerai, maka tidak ada dosa bagimu. Yang demikian itu adalah lebih dekat untuk ketenangan hati mereka, dan mereka tidak merasa sedih, dan semuanya rela dengan apa yang telah kamu berikan kepada mereka. Dan Allah mengetahui apa yang (tersimpan) dalam hatimu. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.

eh..., kok ngga ada kata di nikahi dulu baru di gauli..?

eh..., kok tetep ngga ada nih...

bam, yang bikin ini ayat pasti yahudi deh, abis ngga ada kata di nikahi dulu baru di gauli
Sashimi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3813
Joined: Sun Jul 09, 2006 8:19 am

Wong di suruh memahami arti cerai dalam islam malah ngelesss

Postby BaMbY » Sat Oct 06, 2007 9:06 pm

Anda tau arti CERAI dalam islam??

“Kamu boleh menangguhkan menggauli siapa yang kamu kehendaki di antara mereka (istri-istrimu) dan (boleh pula) menggauli siapa yang kamu kehendaki. Dan siapa-siapa yang kamu ingini untuk menggaulinya kembali dari perempuan yang telah kamu cerai, maka tidak ada dosa bagimu. …”

maksut menggauli disitu tidak asal main gaul bro...

Nah, sekarang kita lihat dulu beberapa ketentuan lain tentang perceraian dalam Islam.
Dalam Islam perceraian itu dibolehkan, tetapi termasuk perbuatan yang dibenci Allah. Umat Islam diajarkan untuk mempermudah pernikahan dan mempersulit perceraian. Nah, salah satu cara untuk mempersulit cerai itu adalah dengan adanya ‘masa iddah’ (masa penantian).

Masa iddah ini selain untuk mengetahui apakah sang istri mengandung anak dari suaminya atau tidak (untuk kejelasan garis keturunan, maka jika sang istri belum pernah dicampuri oleh suaminya tidak ada masa iddah baginya), juga untuk memberi waktu bagi kedua belah pihak untuk mendinginkan kepala dan berpikir. Benarkah perceraian itu sudah tidak dapat dihindari lagi sama sekali? Atau sebenarnya dari kedua belah pihak masih dapat berusaha lebih keras untuk mempertahankan rumah tangga mereka?

Maka, pada akhir masa iddah mereka boleh memilih, apakah akan rujuk lagi tidak. Pada saat masa iddah, status suami istri tersebut adalah ‘telah bercerai,’ karena itu tidak halal bagi suami untuk menggauli istrinya, melihat auratnya, dan lain-lain selayaknya suami istri. Namun jika mereka memutuskan rujuk selama dalam masa iddah, boleh langsung kembali melaksanakan rutinitas suami istri tanpa harus ke penghulu lagi, panggil dua orang saksi lagi, memberi mas kawin lagi, dsb. Ini adalah kemudahan yang diberikan oleh Allah SWT untuk memelihara keutuhan rumah tangga, sebagaimana dijelaskan dalam Al Qur’an:

“Apabila kamu mentalak (mencerai) istri-istrimu, lalu mereka mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan cara yang ma’ruf (baik), atau ceraikanlah mereka dengan cara yang ma’ruf pula. Janganlah kamu rujuki mereka untuk memberi kemudharatan, karena dengan demikian kamu menganiaya mereka. Barangsiapa berbuat demikian, maka sungguh ia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri.” (Al Baqarah: 231)
BaMbY
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 100
Joined: Sun Sep 23, 2007 11:20 pm

Postby Mr_GEJROT » Sat Oct 06, 2007 9:29 pm

babenya muhammad wrote:
Jadi Tamara ama suaminya itu yg jelas2 telah cerai boleh donk saling menggauli?masya alohh.... enak juga nehh..bisa2 gue jadi mualaf..


Perlu dipatenkan, quran penemu konsep daur ulang.
Mr_GEJROT
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 436
Joined: Mon Sep 19, 2005 11:14 am
Location: Indonesia

Re: OOT alias nyampah

Postby Mr_GEJROT » Sat Oct 06, 2007 10:07 pm

Loh ini ide yang bagus. Bukannya muslim suka mengklaim banyak penemuan dari quran. Sampai ada yang bilang, kelahiran isa sebagai bentuk dari inspirasi kloning?
Mr_GEJROT
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 436
Joined: Mon Sep 19, 2005 11:14 am
Location: Indonesia

Postby kapirun » Sat Oct 06, 2007 10:36 pm

Maka, pada akhir masa iddah mereka boleh memilih, apakah akan rujuk lagi tidak. Pada saat masa iddah, status suami istri tersebut adalah ‘telah bercerai,’ karena itu tidak halal bagi suami untuk menggauli istrinya, melihat auratnya, dan lain-lain selayaknya suami istri. Namun jika mereka memutuskan rujuk selama dalam masa iddah, boleh langsung kembali melaksanakan rutinitas suami istri tanpa harus ke penghulu lagi, panggil dua orang saksi lagi, memberi mas kawin lagi, dsb. Ini adalah kemudahan yang diberikan oleh Allah SWT untuk memelihara keutuhan rumah tangga, sebagaimana dijelaskan dalam Al Qur’an:

“Apabila kamu mentalak (mencerai) istri-istrimu, lalu mereka mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan cara yang ma’ruf (baik), atau ceraikanlah mereka dengan cara yang ma’ruf pula. Janganlah kamu rujuki mereka untuk memberi kemudharatan, karena dengan demikian kamu menganiaya mereka. Barangsiapa berbuat demikian, maka sungguh ia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri.” (Al Baqarah: 231)


Loe tau ga OM apa yg aneh dr tulisan loe ntu?
masa iddah "dianggap" telah cerai.

mendekati akhir masa iddah (telah cerai) ada 2 pilihan :
1. Rujuk.
2. Ceraikan.

logikanya gimana ntu?
kalo udah ngga bisa rujuk namanya apa?telah cerai kan?
ape di ayat ntu disebutin ttg masa iddah?
kapirun
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 653
Joined: Mon Aug 27, 2007 9:05 pm
Location: Surga tanpa bidadari

Loh kapirun

Postby BaMbY » Sat Oct 06, 2007 10:52 pm

Kapirun...
loe gak liat postingan aku yang atas??

ato berlagak buta?

kan udah di jelasin cara cara RUJUK dalam agama Islam...

ingin menggauli istri yang sudah di cerai
berarti harus berusaha bagaimana supaya bisa di gauli
dalam hal ini sudah ada tata cara dan hukumnya
yaitu pernikahan
udah di jeberin panjaang juga gak ngerti ngerti
itu termasuk tata cara RUJUK dalam Islam

haduh haduh *****
BaMbY
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 100
Joined: Sun Sep 23, 2007 11:20 pm

Postby hanwi » Sat Oct 06, 2007 11:04 pm

Loh ini ide yang bagus. Bukannya muslim suka mengklaim banyak penemuan dari quran. Sampai ada yang bilang, kelahiran isa sebagai bentuk dari inspirasi kloning?

ngributin apaan sih ini? Muslim suka kloning Quran daur ulang? apaan sih?
apa Quran daur ulang kloning muslim? ahh mungkin yang bener muslim kloning quran daur ulang :roll: :roll: :lol:
User avatar
hanwi
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 105
Joined: Sat Sep 22, 2007 12:33 am

Re: Loh kapirun

Postby kapirun » Sat Oct 06, 2007 11:07 pm

BaMbY wrote:Kapirun...
loe gak liat postingan aku yang atas??

ato berlagak buta?

kan udah di jelasin cara cara RUJUK dalam agama Islam...

ingin menggauli istri yang sudah di cerai
berarti harus berusaha bagaimana supaya bisa di gauli
dalam hal ini sudah ada tata cara dan hukumnya
yaitu pernikahan
udah di jeberin panjaang juga gak ngerti ngerti
itu termasuk tata cara RUJUK dalam Islam

haduh haduh *****


heuhehe kata andalan loe cuman SLB doankzz..kayak anak kecil lage merengek2.

fokus ke kata "TELAH CERAI"

trus loe lari ke masa iddah (dianggap telah cerai) ---- ( kondisi boleh menggauli) ---> rujuk (ga jadi cerai dan boleh terus menggauli).


ada pilihan lain :

masa iddah (dianggap telah cerai) --- (kondisi boleh menggauli) ---> cerai (boleh menggauli kaga?namanya "telah cerai" bukan???).


Ngerti kan maksud gue, makanya gue bilang logikanya dimana?masak lebih pintar anak SLB seh.
Sedangkan ayat diatas (QS 33:51) apa ada ngomongin masalah rujuk?yg ditulis diayat ntu hanya kata "telah cerai".

Skrg jawab pertanyaan gue diatas OM pintar.
kapirun
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 653
Joined: Mon Aug 27, 2007 9:05 pm
Location: Surga tanpa bidadari

Postby hanwi » Sat Oct 06, 2007 11:18 pm

BABY wrote:Kapirun...
loe gak liat postingan aku yang atas??

ato berlagak buta?

kan udah di jelasin cara cara RUJUK dalam agama Islam...

ingin menggauli istri yang sudah di cerai
berarti harus berusaha bagaimana supaya bisa di gauli
dalam hal ini sudah ada tata cara dan hukumnya
yaitu pernikahan
udah di jeberin panjaang juga gak ngerti ngerti
itu termasuk tata cara RUJUK dalam Islam

haduh haduh *****

Klau udah dicerai itu bukan istri ,tp mantan
Pernikahan ,cerai ,idah ,kawin,nikah lagi ,cerai lagi,idah lagi,kawin lagi
Senangnya kok muter2,kok gak punya pendirian,dasar plin plan kali :roll: :lol:
Kitabnya di puter2 juga gak
User avatar
hanwi
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 105
Joined: Sat Sep 22, 2007 12:33 am

Postby Eneng Kusnadi » Sat Oct 06, 2007 11:27 pm

Pikir pikir ikatan perkawinan dlm islam lucu yah, boleh kawin, lalu cerai, tunggu mantan istri dient*t lakilaki lain lalu nunggu diceraikan , dinikah lagi dst. Kesempatan buat ganti ganti pasangan terbuka lebaaaaar!!!

Jadi teringat kasus Amir Biqi, yang dibujuk untuk menceraikan istrinya yang cuaaaaem, lalu dikawin sama pejabat Depag, lalu dicerai, lalu jadi piala bergilir.
Akhirnya amir gak tahaaaaan lagi berontax maka terjadilah kasus Tg Priok.

Siapa suruh masuk Eslam??? Rasain luuhhhhh!!!
:lol: :lol: :lol: :lol:
User avatar
Eneng Kusnadi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2997
Joined: Sat Dec 30, 2006 1:26 pm
Location: Peternakan Unta/Camelot

Re: Loh kapirun

Postby BaMbY » Sat Oct 06, 2007 11:30 pm

kapirun wrote:heuhehe kata andalan loe cuman SLB doankzz..kayak anak kecil lage merengek2.
fokus ke kata "TELAH CERAI"
trus loe lari ke masa iddah (dianggap telah cerai) ---- ( kondisi boleh menggauli) ---> rujuk (ga jadi cerai dan boleh terus menggauli).
ada pilihan lain :
masa iddah (dianggap telah cerai) --- (kondisi boleh menggauli) ---> cerai (boleh menggauli kaga?namanya "telah cerai" bukan???).
Ngerti kan maksud gue, makanya gue bilang logikanya dimana?masak lebih pintar anak SLB seh.
Sedangkan ayat diatas (QS 33:51) apa ada ngomongin masalah rujuk?yg ditulis diayat ntu hanya kata "telah cerai".
Skrg jawab pertanyaan gue diatas OM pintar.

sebenarnya topicnya bukan TELAH CERAI kan??

sebenarnya yang kafirun pertanyakan udah aku jawab
di postinganku yang atas

BaMbY wrote:Istri yang telah di CERAI dijatuhi talak satu oleh suaminya, mulailah hitungan masa `iddah. Lama masa `iddah ini adalah selama tiga kali masa suci dari haidh. Sesuai firman Allah SWT

Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri tiga kali quru'(QS.Al-Baqarah : 228 )

Dan selama menunggu masa iddah ini, si istri memang harus tinggal satu atap tanpa boleh diusir atau keluar dengan sendirinya.
Allah befirman.

Hai Nabi, apabila kamu menceraikan isteri-isterimu, maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) iddahnya (yang wajar) dan hitunglah waktu iddah itu serta bertakwalah kepada Allah Tuhanmu. Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumah mereka dan janganlah mereka (diizinkan) ke luar kecuali mereka mengerjakan perbuatan keji yang terang[1482]. Itulah hukum-hukum Allah (ath-Thalaq: 1)

Bila selama tenggang waktu itu suami merujuknya, maka hubungan suami istri akan berpaut kembali tanpa harus menikah ulang. Cara merujuknya tidak harus dengan dilafazkan, cukup dengan bercumbu atau melakukan hubungan suami istri antara mereka, rujuk sudah syah. Tidak perlu menunggu keputusan pengadilan dan tetak bengeknya.

Sebaliknya, bila selama masa 3 kali suci dari haidh itu suami sama sekali tidak merujuknya, juga tidak mencumbunya, maka terputuslah sudah hubungan suami istri. Bila mereka ingin rujuk, harus dengan menikah ulang dari awal lagi, yaitu dengan lamaran (khitbah), mahar (maskawin), ijab qabul, wali dan dua saksi.

Itulah yang diajarkan dalam kitab-kitab fiqih sepanjang zaman, lepas dari apa yang sering dipraktekkan atau ditetapkan oleh pengadilan agama. Sebab apa yang dipraktekkan oleh pengadilan agama semata-mata hanya hasil kompilasi hukum Islam semata, dimana telah terjadi proses pertimbangan yang dipengaruhi oleh banyak faktor. Padahal hukum nikah itu sudah teramat jelas dalam fiqih Islam, sesungguhnya sama sekali tidak perlu diproses yang terkadang malah menyimpang jauh dari aslinya.


ada sedikit yang aku edit biar loe mudah menangkap maksudnya

sedangkan mengenai topic ini

33. 51. Kamu boleh menangguhkan menggauli siapa yang kamu kehendaki di antara mereka (isteri-isterimu) dan (boleh pula) menggauli siapa yang kamu kehendaki. Dan siapa-siapa yang kamu ingini untuk menggaulinya kembali dari perempuan yang telah kamu cerai, maka tidak ada dosa bagimu. Yang demikian itu adalah lebih dekat untuk ketenangan hati mereka, dan mereka tidak merasa sedih, dan semuanya rela dengan apa yang telah kamu berikan kepada mereka. Dan Allah mengetahui apa yang (tersimpan) dalam hatimu. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun [1227].

Dalam hal ini ingin menggauli kembali dari perempuan yang telah kamu cerai

Bisa di artikan RUJUK karena bila ingin menggauli berarti harus berusaha bisa di gauli. dalam konteks ini haruslah kedua belah pihak sama sama mau. dan bukan main gaul gitu..

soalnya dalam Islam sudah ada aturan aturan dan hukum hukumnya

apa anda masih belum faham??
BaMbY
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 100
Joined: Sun Sep 23, 2007 11:20 pm

Postby kapirun » Sat Oct 06, 2007 11:46 pm

@Bamby

fokus loe di ayat diatas cuman ke kata/kondisi rujuk. Sedangkan jelas2 kata RUJUK ngga ada di ayat QS 33:51. Yg ada di ayat tersebut hanya kata "TELAH CERAI" makanya gue fokus ke situ ngga ke yang lain.

makanya gue pertanyakan ini :

masa iddah (dianggap telah cerai) --- (kondisi boleh menggauli) ---> cerai (boleh menggauli kaga?namanya "telah cerai" bukan???. Kalau kondisi ini dikatakan "telah cerai" berarti berzinah kan?).

Loe bisa mengatakan dalam Islam tidak boleh begitu. Ada aturan hukumnya. Tapi masalahnya disini kita melihat apa yg tertulis di alquran.
Satu lagi pertanyaan gue. Parameter sehingga loe bisa bilang ayat diatas itu ke arah (maksudnya) rujuk itu apa?
Yg loe jelasin itu hanya ttg rujuk bukan ttg ayat yg sedang dibahas.
kapirun
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 653
Joined: Mon Aug 27, 2007 9:05 pm
Location: Surga tanpa bidadari

Ga usah mancing OOT gw gak bodo kayak loe

Postby BaMbY » Sat Oct 06, 2007 11:52 pm

Ga usah mancing OOT

jelas jelas topicnya bukan TELAH DICERAI

bisa baca gak loe???

ingin menggauli istri yang telah di cerai

kamu tau arti kata INGIN???

hedeh jangan jangan huruf huruf aja lum hafal loe??

Qeqeqeqeqeqeqe
BaMbY
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 100
Joined: Sun Sep 23, 2007 11:20 pm

Postby murtad mama » Sat Oct 06, 2007 11:57 pm

babi wrote:Dalam hal ini ingin menggauli kembali dari perempuan yang telah kamu cerai, bisa di artikan RUJUK


bererti maksudmu menggauli = rujuk ya???

trus kalo definisi menggauli ttg ayat sirakh dibawah ini apa??

sirah nya berbunyi demikian :

SIRAH NABAWIYAH IBNU HISYAM JILID 2
Penulis: Abu Muhammad Abdul Malik bin Hisyam Al-Muafiri,
Penerjemah: Fadhli Bahri, Lc.; 632 —Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam-Il

Aisyah binti Abu Bakar Radhiyallahu Anhuma

Rasulullah menikahi Aisyah binti Abu Bakar Ash-Shiddiq di Makkah ketika Aisyah berumur tujuh tahun dan menggaulinya di Madinah ketika ia berusia sembilan atau sepuluh tahun. Rasulullah tidak menikahi wanita gadis selain Aisyah binti Abu Bakar. Beliau dinikahkan dengan Aisyah oleh Abu Bakar dengan mahar empat ratus dirham.

kalo catatan sirakh bererti muhammad merujuk si aisha ya???

padahal catatan sirakh menyatakam muhammad ngent0tin aisha dan bukan rujuk lo :lol:

Meniduri = menggagahi = mengangkangi = menggauli = menyetubuhi = senggama
kan kata kamu menggauli = rujuk???

refrensi...klik

Dalam al-Qur'an juga terdapat ayat yang berbunyi, "Fa al-an basyiru hunna." Kata "basyiru" di sini artinya "gaulilah". Artinya lengkapnya, "Maka sekarang, gaulilah istri-istri kalian."kata "menggauli" mengandung arti "jima`". Seperti misalnya "menggauli perempuan." Jelas ini sudah menggambarkan ke-porno-an.

kamu tidak bisa menipu saya :lol:
User avatar
murtad mama
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4284
Joined: Tue Feb 06, 2007 7:16 pm
Location: Jl veteran 48 Kota Bekasi 17141 Jawa Barat <==== Alamat VOA-Islam :) :) :)

Hedeh repot hadepin orang *****

Postby BaMbY » Sun Oct 07, 2007 12:06 am

ya udah gw jabarin

"Kamu boleh menangguhkan menggauli siapa yang kamu kehendaki di antara mereka (isteri-isterimu) dan (boleh pula) menggauli siapa yang kamu kehendaki. Dan siapa-siapa yang kamu ingini untuk menggaulinya kembali dari perempuan yang telah kamu cerai, maka tidak ada dosa bagimu. Yang demikian itu adalah lebih dekat untuk ketenangan hati mereka, dan mereka tidak merasa sedih, dan semuanya rela dengan apa yang telah kamu berikan kepada mereka. Dan Allah mengetahui apa yang (tersimpan) dalam hatimu. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun"

suntingan
"...Dan siapa-siapa yang kamu ingini untuk menggaulinya kembali dari perempuan yang telah kamu cerai, maka tidak ada dosa bagimu...."

Kata Ingin : Belum di kerjakan

Bila seseorang menginginkan sesuatu tanpa usaha yang di kerjakan apakah bisa terwujud?

maka dari itu
"...ingini untuk menggaulinya kembali dari perempuan yang telah kamu cerai..."

harus ada usaha. dalam artian ini,aturan aturan yang di kerjakan adalah seperti postinganku di atas..

bila anda ingin mengetahui lebih jelasnya.. Agama Islam akan menerima anda bila anda bersungguh sungguh..


[/i]
BaMbY
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 100
Joined: Sun Sep 23, 2007 11:20 pm

PreviousNext

Return to Ttg ALLAH



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users