. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Asbabun Nuzul Surat At-Taubah (QS 9) ayat 1 – 29

Kehidupan, pengikut, kepercayaan, pikiran dan ucapan Muhammad.

Asbabun Nuzul Surat At-Taubah (QS 9) ayat 1 – 29

Postby Duladi » Thu May 06, 2010 8:16 pm

Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 2 Halaman 510-516

    Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Mengangkat Abu Bakar Radhiyallahu Anhu sebagai Amirul Haj

    Ibnu Ishaq berkata, "Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menetap di Madinah di sisa bulan Ramadhan, Syawal, dan Dzulqa'dah. Setelah itu, beliau mengutus Abu Bakar sebagai amirul haj pada tahun kesembilan untuk meluruskan tata cara haji kaum Muslimin, karena orang-orang musyrikin melaksanakan ibadah haji versi mereka. Abu Bakar pun berangkat bersama kaum Muslimin. Ketika itu, turunlah surat Al-Bara'ah (At-Taubah) tentang pembatalan perjanjian yang pernah diadakan Rasulullah Shallalahu Alaihi wa Sallam dengan kaum musyrikin. Setelah pembatalan tersebut, siapa pun tidak boleh dihalang-halangi untuk datang ke Baitullah dan siapa pun tidak boleh ditakut-takuti di bulan-bulan haram. Perjanjian ketika itu adalah umum antara Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dengan kaum musyrikin. Di antara perjanjian tersebut terdapat perjanjian antara Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dengan beberapa kabilah Arab hingga waktu tertentu, kemudian turunlah ayat tentang perjanjian tersebut, orang-orang munafik yang tidak ikut berangkat bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ke Tabuk, dan ucapan salah seorang dari mereka. Dengan turunnya ayat tentang hal-hal tersebut, Allah Ta'ala membongkar kondisi batin orang-orang munafik yang selama ini mereka rahasiakan. Di antara nama orang-orang munafik tersebut, ada yang disebutkan kepada kami dan ada yang tidak disebutkan kepada kami.

    Allah Azza wa Jalla berfirman,
    (Inilah pernyataan) pemutusan perhubungan daripada Allah dan Rasul¬Nya kepada orang-orang musyrikin yang kalian telah mengadakan perjanjian (dengan mereka).' (At-Taubah: 1).

    Ayat di atas untuk orang-orang yang terikat dengan perjanjian umum yaitu orang-orang musyrikin.

    Kemudian Allah Ta'ala berfirman,
    Maka berjalanlah kalian (kaum musyrikin) di muka bumi selama empat bulan dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kalian tidak akan dapat melemahkan Allah dan sesungguhnya Allah menghinakan orang-orang kafir. Dan (inilah) suatu pengumuman dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar bahwa sesungguhnya Allah dan RasulNya berlepas diri dari orang-orang musyrikin.' (At-Taubah: 2-3).

    Maksudnya bahwa Allah Ta'ala dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrikin setelah hujjah ini.

    Kemudian Allah Ta 'ala berfirman,
    Kemudian jika kalian (kaum musyrikin) bertaubat maka bertaubat itu lebih balk bagi kalian dan jika kalian berpaling maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kalian tidak dapat melemahkan Allah dan beritakanlah kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.' (At-Taubah: 3).

    Kemudian Allah Ta 'ala berfirman,
    Kecuali orang-orang musyrikin yang kalian telah mengadakan perjanjian (dengan mereka).' (At-Taubah: 4).

    Maksudnya, kecuali orang-orang musyrikin dimana kalian telah mengadakan perjanjian dengan mereka dengan perjanjian khusus sampai waktu tertentu.

    Kemudian Allah Ta 'ala berfirman,
    Dan mereka tidak mengurangi sesuatu pun (dari isi perjanjian) kalian dan tidak mereka membantu seseorang yang memusuhi kalian, maka terhadap mereka penuhilah janjinya sampai batas waktunya, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.' (At-Taubah: 4).

    Kemudian Allah Ta 'ala berfirman,
    Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu.' (At-Taubah: 5).

    Yaitu empat bulan yang telah ditentukan untuk mereka.

    Kemudian Allah Ta'ala berfirman,
    Maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana raja kalian jumpai mereka dan tangkaplah mereka, kepunglah mereka, dan intailah di tempat pengintaian; jika mereka bertaubat dan mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.' (AtTaubah: 5).

    Kemudian Allah Ta'ala berfirman,
    `Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu.' (At-Taubah: 6).

    Yaitu orang-orang yang telah engkau perintahkan untuk dibunuh.

    Kemudian Allah Ta'ala berfirman,
    Maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ke tempat yang aman baginya; demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.' (At-Taubah: 6).

    Kemudian Allah Ta'ala berfirman,
    Bagaimana bisa ada perjanjian (aman) dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin.' (At-Taubah: 7).

    Yaitu orang-orang yang kalian adakan perjanjian umum dengan mereka dimana mereka tidak boleh menakut-nakuti kalian dan kalian tidak boleh menakut-nakuti mereka di tanah haram dan bulan haram.

    Kemudian Allah Ta'ala berfirman,
    Kecuali dengan orang-orang yang kalian telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) di dekat Masjidilharam? Maka selama mereka berlaku lurus terhadap kalian, hendaklah kalian berlaku lurus (pula) terhadap mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.' (At-Taubah: 7).

    Mereka yang dimaksud ialah kabilah-kabilah Arab yang masuk ke dalam perjanjian Qurasy di Perdamain Al-Hudaibiyah sampai batas waktu yang telah ditentukan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersama orang-orang Quraisy. Tidak ada yang membatalkan perjanjian tersebut kecuali orang-orang Quraisy dan Bani Ad-Dail dari Bani Bakr bin Wail yang masuk ke dalam perjanjian orang-orang Quraisy. [Duladi: Ini memutarbalikkan fakta, yang sebenarnya yg melanggar perjanjian Hudaibyah adalah Muhammad sendiri, baca topik sebelumnya tentang Kisah Hudaibyah]

    Allah Ta'ala memerintahkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menyempurnakan batas waktu perjanjian kepada orang-orang yang tidak melanggamya yaitu Bani Bakr.

    Kemudian Allah Ta'ala berfirman,
    Bagaimana bisa (ada perjanjian dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin), padahal jika mereka memperoleh kemenangan atas kalian, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan dengan kalian dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian; mereka menyenangkan hati kalian dengan mulut mereka, sedang hati mereka menolak, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.' (At-Taubah: 8). [Duladi: Ini pun fitnah dan memutarbalikkan fakta, karena justru Muhammad-lah yang tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap orang-orang kafir, contohnya saat kemenangannya di Perang Badar]

    Mereka yang dimaksud ialah orang-orang musyrikin yang tidak mempunyai perjanjian hingga batas waktu tertentu, yaitu orang-orang musyrik secara umum.

    Kemudian Allah Ta'ala berfirman,
    Mereka menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah; sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka kerjakan. Mereka tidak memelihara (hubungan) kerabat dengan orang-orang Mukminin dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian, dan mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Jika mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudara kalian seagama, dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.' (At-Taubah: 911)."

    Ibnu Ishaq berkata, Hakim bin Hakim bin Abbad bin Hunaif berkata kepadaku dari Abu Ja'far Muhammad bin Ali Radhiyallahu Anhu yang berkata, "Ketika surat Al-Bara'ah (At-Taubah) turun kepada Rasulullah Shallallahu wa Sallam dan beliau telah mengutus Abu Bakar sebagai amirul haj untuk meluruskan tata cara haji kaum Muslimin, dikatakan kepada beliau, 'Wahai Rasulullah, bagaimana kalau surat Al-Bara'ah (At-Taubah) ini engkau kirim kepada Abu Bakar?'

    Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, `Tugas ini tidak boleh dijalankan kecuali seseorang dari keluargaku.'

    Rasulullah Shallallahu wa Sallam memanggil Ali bin Abu Thalib Radhiyallahu Anhu dan bersabda kepadanya, 'Hai Ali, berangkatlah dengan membawa kisah permulaan surat Al-Bara'ah (At-Taubah) dan umumkan kepada manusia di hari penyembelihan qurban ketika orang-orang berkumpul di Mina bahwa orang kafir tidak masuk surga, orang musyrik tidak boleh melakukan haji setelah tahun ini, orang telanjang tidak boleh melakukan thawaf di Baitullah, dan barangsiapa mempunyai perjanjian dengan Rasulullah Shallallahu wa Sallam maka perjanjian tersebut berlaku hingga waktunya.'

    Ali bin Abu Thalib Radhiyallahu Anhu segera berangkat dengan mengendarai unta Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Al-Adhba', hingga bertemu Abu Bakar. Ketika Abu Bakar melihat Ali bin Abu Thalib, ia bertanya kepadanya, 'Engkau menjadi amir ataukah bawahan?' Ali bin Abu Thalib menjawab, `Bawahan.' Abu Bakar dan Ali bin Abu Thalib berjalan. Kemudian Abu Bakar melaksanakan ibadah haji dengan manusia, sedang orang-orang Arab pada tahun tersebut tetap melaksanakan ibadah haji seperti yang mereka lakukan ketika mereka masih berada di zaman jahiliyah.

    Pada hari penyembelihan hewan qurban, Ali bin Abu Thalib Radhiyallahu Anhu berdiri, lalu mengumumkan kepada manusia seperti diperintahkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Ali bin Abu Thalib Radhiyallahu Anhu berkata, 'Hai manusia, sesungguhnya orang kafir tidak masuk surga, orang musyrik tidak boleh melakukan ibadah haji setelah tahun ini, orang telanjang tidak boleh melakukan thawaf di Baitullah, siapa saja yang mempunyai perjanjian dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Salim maka perjanjian tersebut berlaku hingga waktunya, dan tenggang waktu bagi manusia adalah empat bulan sejak pengumuman ini diberikan kepada mereka. Setelah itu, hendaklah setiap kaum pulang ke tempat mereka yang aman atau negeri mereka, karena setelah itu tidak ada perjanjian bagi orang musyrik, kecuali orang yang mempunyai perjanjian dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam hingga waktu tertentu maka perjanjian tersebut berlaku hingga waktunya.'

    Setelah tahun tersebut, tidak ada orang musyrik yang melaksanakan ibadah haji dan tidak ada orang telanjang yang melakukan thawaf di sekitar Baitullah. Kemudian Abu Bakar dan Ali bin Abu Thalib datang menghadap Rasulullah Shallallahu Alaihi wa SaIlam."

    Ibnu Ishaq berkata, "Pembatalan perjanjian ini berlaku bagi orang-orang musyrikin yang mempunyai perjanjian umum dan orang-orang yang mempunyai perjanjian hingga waktu tertentu."

    Ibnu Ishaq berkata, "Kemudian Allah Ta'ala memerintahkan Rasulullah ShalaIllahu Alaihi wa Sallam memerangi orang-orang musyrikin dari orang-orang yang mempunyai perjanjian khusus dan orang-orang musyrikin yang mempunyai perjanjian umum setelah empat bulan yang telah ditentukan untuk mereka, kecuali jika pada masa empat bulan tersebut ada orang yang berbuat dhalim maka ia dibunuh karena kedhalimannya.

    Allah Ta'ala berfirman,
    Mengapakah kalian tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah (janjinya), padahal mereka telah keras kemauannya untuk mengusir Rasul dan merekalah yang pertama kali memulai memerangi kalian? Mengapakah kalian takut kepada mereka padahal Allah-lah yang berhak untuk kalian takuti, jika kalian benar-benar orang yang beriman. Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tangan kalian dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kalian terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman.' (At-Taubah: 13-14).

    Kemudian Allah Ta'ala berfirman,
    `Dan menghilangkan panas hati orang-orang Mukminin dan Allah menerima taubat orang yang dikehendaki-Nya; Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.' (At-Taubah: 15).

    Maksudnya, Allah Ta'ala menerima taubat setelah itu.

    Kemudian Allah Ta'ala berfirman,
    Apakah kalian kira bahwa kalian akan dibiarkan (begitu saja), sedang Allah belum mengetahui orang-orang yang berjihad di antara kalian dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.' (At-Taubah: 16).

    Kemudian Allah Ta'ala menyebutkan ucapan orang-orang Quraisy, 'Sesungguhnya kami adalah penduduk tanah haram, pemberi minuman kepada orang-orang yang berhaji, dan para pemakmur Baitullah, jadi, tidak ada orang yang lebih baik daripada kami.'

    Allah Ta'ala berfirman,
    Hanyalah yang memakmurkan mesjid-mesjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir. ' (At-Taubah: 18).

    Maksudnya, pemakmuran kalian terhadap Baitullah itu tidak benar, namun orang-orang yang memakmurkannya sesuai dengan haknya ialah,
    `Orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir; serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah.' (At-Taubah: 18).

    Maksudnya, mereka itulah para pemakmur Baitullah.

    Kemudian Allah Ta 'ala berfirman,
    Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.' (At-Taubah: 18).

    Kata-kata, 'Asa (diharapkan),' pada ayat di atas adalah benar dari Allah.

    Kemudian Allah Ta 'ala berfirman,
    Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam, kalian samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang dhalim.' (At-Taubah: 19).

    Kemudian kisah dilanjutkan tentang Perang Hunain; apa saja yang terjadi di dalamnya, mundurnya kaum Muslimin dari musuh mereka, dan pertolongan yang diturunkan Allah Ta 'ala kepada mereka setelah sebelumnya membiarkan mereka.

    Kemudian Allah Ta 'ala berfirman,
    Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, make janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini den jika kalian khawatir menjadi miskin.' (At-Taubah: 28).

    Allah Ta 'ala berfirman seperti di atas, karena orang-orang berkata,
    `Pasar-pasar pasti akan ditutup dan kami tidak boleh memasukinya, akibatnya,
    perdagangan kami akan rusak dan hilanglah apa yang biasa kami dapatkan
    daripada para mitra bisnis.'


    Oleh karena itu, Allah Ta 'ala berfirman,
    Dan jika kalian khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberikan kekayaan kepada kalian dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki.' (At-Taubah: 28).

    Maksudnya, dan jika kalian khawatir menjadi miskin, Allah akan memberikan kekayaan kepada kalian dari jalan yang lain.

    Kemudian Allah Ta 'ala berfirman,
    Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana. ' (AtTaubah: 28).

    Kemudian Allah Ta'ala berfirman,
    Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada Hari Akhir dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan AlKitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.' (At-Taubah: 29).

    Maksudnya, pembayaran jizyah oleh mereka adalah pengganti dari ditutupnya pasar bagi kalian."


Motif diadakannya pungutan Jizyah juga tertulis dalam Kitab Asbabun Nuzul Imam Suyuti halaman 280:

    Ibnu Katsir meriwayatkan riwayat-riwayat ini semua. Ibnu Katsir menambahkan dari jalur Muhammad bin Ishaq bahwa ia berkata, "Orang-orang saling berkata satu sama lain, 'Pasar benar-benar akan sepi, perdagangan akan lesu, dan keuntungan-keuntungan yang dahulu kita peroleh pun akan lenyap.' Maka Allah menurunkan firman-Nya, (QS 9:28-29) - Tafsir Ibnu Katsir (2/458).

    Al-Qurthubi menulis (4/3033), "Ketika kaum muslimin melarang orang-orang musyrik menghadiri manasik haji —padahal biasanya mereka membawa bahan pangan dan barang perdagangan—maka setan membisikkan ke dalam hati mereka rasa takut akan kemiskinan; kata mereka, 'Dari mana kita hidup?' Maka Allah berjanji kepada mereka untuk mencukupi mereka dengan karunia-Nya." Kata adh-Dhahhak, "Allah membukakan bagi mereka pintu jizyah atas ahli dzimmah."

Jadi, JIZYAH adalah untuk mengganti nafkah muslim sebagai akibat ditutupnya pasar-pasar karena Muhammad melarang orang Musyirik berziarah ke Mekkah.
Duladi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Re: Asbabun Nuzul Surat At-Taubah (QS 9) ayat 1 – 29

Postby poligami » Fri May 07, 2010 1:27 am

Duladi wrote:Kemudian Allah Ta'ala berfirman,
Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada Hari Akhir dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan AlKitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.' (At-Taubah: 29).

Kalo dibalikin jadi muslim yg harus bayar jizyah sama kafir, mau ngga yah..??? :axe:
User avatar
poligami
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2456
Joined: Wed Aug 19, 2009 4:37 am
Location: Mabes FPI


Return to Muhammad



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users