CRESCENT-STAR wrote:analogi yg tidak alkitabiah ...
H2O memiliki satu sifat misalnya "LIquid"
kemudian ada dzat yang memiliki sifat "anti-liquid" tetapi dzat itu dipaksakan sbg H2O.
bagaimana ini ??
Sifat Tuhan adalah mengetahui hari akhir. lantas ada sosok yg tidak mengetahui hari akhir tetapi dipaksakan sbg Tuhan ... apa ini ??
yap! bener Tuhan pasti tau tentang hari kiamat.
kecuali awllohmu yg suka ngarang crita boro2 tau hari kiamat
buktikan-bahwa-allah-swt-tau-kapan-kiamat-akan-terjadi-t32838/page160.html.
baca quranmu siapa yg tau tentang hari kiamata/hari akhir
Qs. 43:61=Isa yg tau tentang hari kiamat + Qs. 3:49=pengakuan muhamad tentang Isa
di Alkitab pengetahuan Isa tentang hari kiamat dan apa yg belum terjadi
-Yohanes 2:25=Yesus tau apa yg ada dlm hati manusia
-Matius, pasal 23=tanda2 kiamat
Antara lain tanda-tandanya ialah:
Mesias-mesias palsu akan muncul (ayat 4, 23-24)
Akan ada banyak perang (ayat 6)
Akan ada gempa bumi dimana-mana (ayat 7)
Pengikut Isa Al-Masih akan dianiaya (ayat 9)
Nabi palsu akan muncul (ayat 11, 23-24)
Injil akan diberitakan ke ujung bumi (ayat 14)
-Matius 24:27, 30=tanda utama dtgnya kiamat
http://www.isadanalquran.com/Az-Zukhruf ... ari-kiamattdk ada yg memaksakan kehendan dan merasa dipaksa
http://www.isadanislam.com/isa-al-masih/benarkah-isa-al-masih-adalah-manifestasi-dari-allah
Benarkah Isa Al-Masih Adalah Manifestasi Dari Allah ?Mengapa hanya Isa saja yang diberi gelar oleh Al-Quran sebagai “Kalimat dari Allah“ (Sura 3:39), “Isa putera Maryam adalah utusan Allah dan KalimatNya” (Sura 4:171)? Mengapa bukan Muhammad yang menjadi kalimat Allah? Apakah pernah ada saat tatkala Allah bisu, tidak dapat berbicara? Kalau Isa memang Kalimat Allah bukankah Isa sama kekalnya dengan Allah? Apakah seseorang dapat dipisahkan dari perkataannya?
Mengapa Isa yang diberi kuasa mengerjakan bermacam-macam mujizat, menyembuhkan orang buta, menyembuhkan orang sopak, menghidupkan orang mati, memberikan hidangan dari langit (Sura 3:49; Sura 5:114), dan lain-lain? Isa dengan kasih dan kuasaNya menjamah dan menyembuhkan orang kusta (lepra), sedangkan hadits Muhammad menyuruh “Larrimah dari penderita lepra sebagaimana kamu lari dari harimau” (Bukhari).
Mengapa dari segala nabi hanya Isa saja yang disebut “seorang laki-laki yang suci“ (Sura 19:19)? Mengapa bukan Adam (Sura 7:22, 23)? Mengapa bukan Ibrahim yang notabene minta diampuni (Sura 26:82)? Mengapa bukan Musa yang juga minta diampuni (Sura 28:16)? Mengapa bukan Yunus yang berdosa (Sura 37:142)? Mengapa bukan Muhammad yang notabene sering minta diampuni (Sura 47:19; Sura 48:2) dan banyak hadits yang menceritakan minta pengampunan dari Allah?
Al-Quran mengatakan bahwa “Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat” (Sura 43:61). Mengapa hanya Isa saja yang diberikan pengetahuan demikian dan bukan nabi-nabi yang lain?
Kesimpulan: Orang Kristen belum pernah menaikkan “derajat” seorang manusia sehingga “men-Tuhankan manusia oleh manusia.” Jelas tidak seorang manusiapun dapat menaikkan derajat dirinya sendiri atau diri orang lain untuk menjadi Tuhan. Tetapi Tuhan dapat, dan bahkan karena kasihNya yang besar Ia sudah menurunkan derajatNya dari Allah menjadi manusia di dalam diri Isa Al-Masih. Itulah sebabnya Ia sekarang berada di surga lagi.