. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

APAKAH DAGING ANJING HALAL?

Benturan dan bentrokan antara Islam dengan agama-agama dan peradaban lain di seluruh penjuru dunia.

APAKAH DAGING ANJING HALAL?

Postby Adadeh » Wed May 31, 2006 7:51 am

Saya baru baca artikel di bawah dan merasa heran kok sate daging anjing ternyata dijual di Yogyakarta. Bukankah daging anjing itu haram untuk dimakan menurut Islam?
_________________

Oseng-oseng Mercon
29/05/2006, 11:36 WIB –
KOMPAS Cyber Media - JALANSUTRA
Penulis: Bondan Winarno

Humor a la Yogyakarta memang sering sangat menohok. Lihat saja coret-moret di kaus bikinan Dagadu (sandi wolak-walik yang seharusnya dibaca "Matamu") yang lucu, nakal, dan sering pula galak.
Sekalipun Dagadu sebetulnya tidak orisinal karena "meniru" kreativitas pabrik kata-kata Joger di Bali, graffiti semacam itu lalu meluas ditiru lagi oleh pembuat kaus lainnya di Yogyakarta. Salah satu yang saya anggap mengerikan baru saja muncul belum lama ini, yaitu logo produk dental Oral-B yang diplesetkan menjadi "Oral Me". O, seraaaam!
Humor semacam itu ternyata juga muncul dalam peta kuliner Yogya. Sudah agak lama ini ada masakan yang populer dengan nama Oseng-oseng Mercon. Dimulai oleh Mbak Warti yang buka tenda malam hari di Jalan KH Ahmad Dahlan, di seberang SMU Muhammadiyah, sekarang sudah cukup banyak warung tenda di Yogyakarta yang menawarkan masakan murah meriah ini.
Mercon adalah istilah Jawa untuk petasan. Tetapi, mosok petasan dimasak, sih? Apa tidak mbledos (meletus) semua di wajan? Ternyata, masakan ini memang sama sekali tidak dibuat dari petasan. Oseng-oseng sendiri sebetulnya adalah cara masak seperti menumis (stir fry). Dalam masakan yang disebut oseng-oseng mercon ini, bahan dasarnya adalah daging sapi berikut lemak dan tetelan-nya. Istilah mercon dalam nama masakan ini untuk menggambarkan tingkat kepedasannya yang luar biasa. Begitu pedasnya, sehingga orang merasakan seperti sensasi petasan yang meledak di mulut ketika menyantapnya. Menurut Mbak Warti, semula untuk setiap sepuluh kilogram daging diperlukan empat kilogram cabe atau lombok. Tetapi, karena banyak orang yang mengeluh sakit perut, formulanya diubah menjadi 10:2.
Tetap saja, bagi mereka yang tidak tahan pedas, mulut langsung seperti mati-rasa setelah menyantap hidangan super-pedas ini. Oseng-oseng mercon ini semula populer sebagai makanan rakyat yang dompetnya tipis. Dengan sedikit lauk, seporsi besar nasi bisa habis. Tetapi, popularitasnya segera membuat oseng-oseng mercon juga disukai kaum berduit. Bahkan, tak jarang tamu yang baru datang dari kota lain langsung mencari masakan ini.
Saya sendiri sebetulnya tidak seberapa takut dengan tingkat kepedasan masakan ini. Yang lebih saya takuti sebetulnya adalah lemaknya yang tebal. Saya sempat melihat panci masakan yang belum dipanaskan dan menyaksikan lemak yang putih membeku dalam perbandingan yang cukup besar. Setelah dipanaskan, lemak itu lumer menjadi masakan yang sangat berminyak. Dagingnya sendiri sudah empuk, karena masakan ini ternyata tidak sekadar dioseng, melainkan dimasak lama dengam bumbu yang kaya.
Tetapi, ternyata kadar lemak dan kadar cabe yang tinggi dalam sajian ini tidak membuat orang kapok makan di sana. Ketika belum lama ini saya singgah ke sana lagi, ada tamu dari Pontianak yang memesan oseng-oseng mercon seharga Rp 200 ribu untuk dibawa pulang esok harinya ke kampung halamannya.
Ada lagi makanan rakyat yang di Solo dan Yogya dikenal dengan nama Sate Jamu. Wong jamu kok disate? Jamu ternyata kata sandi yang tidak berhasil dari bahasa wolak-walik. Yang dimaksud adalah sate dari daging anjing. Mohon maaf bila istilah ini mengejutkan Anda. Buktinya, cukup banyak penjual sate jamu di Yogya dan Solo.


Sate Karang dan Lontong Sayur

Mungkin sekali istilah jamu dipakai karena adanya khasiat dari masakan ini terhadap kesehatan. Setelah makan sate jamu, badan jadi terasa seger sumyah. He he he, ada-ada saja istilah orang Yogya … Kadang-kadang, warung tenda yang menjual sate jamu ini juga memakai label lain, yaitu rica-rica. Yang dimaksud adalah daging anjing yang dimasak pedas seperti masakan rica-rica a la Manado. Sebetulnya, masakan daging anjing ini sudah lama menimbulkan tanda tanya di benak saya. Mengapa daging anjing punya konsumen di kedua kota Jawa itu? Bahkan, tidak jauh dari Hotel Melia Purosani saya selalu melihat dua pedagang nasi goreng yang jelas-jelas menulis B2 (daging babi) dan selalu laris setiap malam. Pelanggannya selalu antre menunggu giliran. Padahal, kalau dilihat pelanggannya justru tidak banyak dari suku-suku bangsa yang membolehkan warganya makan daging babi maupun anjing.
Di Yogyakarta juga dapat ditemui beberapa penjual Sate Jaran yang dibuat dari daging kuda. Sebetulnya, sate dari daging kuda ini semula populer di Desa Segoroyoso, di jalan antara Yogya dan Imogiri (kompleks makam raja-raja Mataram). Di Segoroyoso banyak dijumpai jagal sapi dan kuda, dan karena itu sate kuda mulai populer di sana. Sekarang, sudah ada beberapa penjual sate kuda yang buka dagangan di Yogyakarta. Sebetulnya, tradisi makan daging kuda tidak eksklusif orang Yogya. Orang Italia dan Prancis pun mengenal masakan dari daging kuda. Di Kenya, saya bahkan pernah mencicipi steak dari daging zebra.
Bicara soal sate, mau tidak mau saya harus menyebut Sate Karang di Kotagede. Teman saya, ekonom kondang dari UGM, Tony Prasetiantono, menyebutnya sebagai sate mayit alias sate mayat. Harap jangan salah duga, satenya tidak dibuat dari daging mayat. Ini termasuk guyonan ala Yogyakarta yang tenang tapi mengerikan itu. Karang adalah nama desa di Kotagede, kota kecil yang menempel dengan Yogyakarta. Di situ ada sebuah pemakaman umum dan lapangan sepak bola. Penjual sate ini, "Sate Pak Prapto", berjualan sejak sore hari di pinggir lapangan sepak bola yang persis berada di sebelah kuburan. Dari situlah muncul istilah sate mayit alias sate mayat itu.
Satenya merupakan sate sapi manis yang mirip dengan Sate Kempleng di Ungaran, dekat Semarang. Tetapi, ada dua keunikan yang sangat khas Sate Karang. Pertama, sate disajikan dengan tiga pilihan saus atau sambal, yaitu: sambal kacang, sambal kecap, atau saus kocor. Yang dimaksud saus kocor ini mirip sambal rujak yang manis-asam dan encer. Saya sarankan Anda memilih saus kocor ini yang memang sangat khas. Menurut anak muda yang sekarang mengoperasikan warung sate ini, dia sudah merupakan generasi ketiga dari "pencipta" Sate Karang.
Sate sapi manis ini disajikan sebagai lauk untuk lontong sayur yang sebetulnya merupakan sajian utama. Nah, inilah kekhasan yang kedua dari Sate Karang. Para pelanggan duduk lesehan di atas tikar yang disediakan. Minumnya? Es beras kencur.
Wis jan, suegeerrrrr tenin!
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby aput_1 » Sat Jun 03, 2006 12:04 am

Ass.


HARAM dong kalo Muslim makan Anjing........ :D :D
aput_1
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 59
Joined: Thu Jun 01, 2006 3:54 pm

Postby sato x » Sat Jun 24, 2006 3:19 pm

Gw lebih suka yang masih hidup. Lucu lageee

OOT
sato x
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 259
Joined: Wed Apr 12, 2006 5:40 pm

Postby Sashimi » Mon Jul 17, 2006 10:42 am

Kalo anjing makan muslim haram ngga yaa anjingnya
Sashimi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3813
Joined: Sun Jul 09, 2006 8:19 am

Postby pyokonna » Fri Jul 21, 2006 7:58 pm

megang anjing haram makan boleh???? bingung ah
pyokonna
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 6
Joined: Wed Jul 12, 2006 5:26 pm

Postby inferno_dante » Sun Jul 30, 2006 9:18 am

anjing disuruh sholat, tetap aja haram...
njing...njing...malang benar nasibmu njing...
User avatar
inferno_dante
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 11
Joined: Sat Jul 29, 2006 6:47 am
Location: it's in your heart

Postby Sashimi » Sun Jul 30, 2006 2:15 pm

anjing gue imut, makanya gue ngga mau jadi mualap, ntar ga boleh pegang2 anjing gue
Sashimi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3813
Joined: Sun Jul 09, 2006 8:19 am

Postby AL_SIAPA » Fri Sep 28, 2007 6:20 am

[color=blue]
gw paling demen ini daging
sengsu=oseng-oseng asu
bahasa kerennya belbu

:lol: :lol: :lol: :lol:
rata2 anakmuda di jogja solo baik itu moslem maupun nonmoslem doyan kok
AL_SIAPA
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 74
Joined: Sun Sep 23, 2007 8:36 pm
Location: jogjakarta

Postby Rashidi » Fri Sep 28, 2007 7:50 am

    ... Bahkan, tidak jauh dari Hotel Melia Purosani saya selalu melihat dua pedagang nasi goreng yang jelas-jelas menulis B2 (daging babi) dan selalu laris setiap malam. Padahal, kalau dilihat pelanggannya justru tidak banyak dari suku-suku bangsa yang membolehkan warganya makan daging babi maupun anjing. ...

mungkin 'yg banyak' itu sudah murtad (dalam hati? tapi ada perbuatan)
User avatar
Rashidi
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1222
Joined: Wed Sep 14, 2005 10:15 pm

Postby santri gagal » Fri Sep 28, 2007 5:14 pm

kata pa uztad: maybe yes, maybe no
padahal islam kan sangat jelas & mudah dipelajari, koq isine malah ambigu mulu yah?

http://www.eramuslim.com/ustadz/thr/45e652a6.htm

http://www.eramuslim.com/ustadz/mkn/43d72f15.htm


btw pak bondan ntu kapir apa muslim si? koq demen makan di tempat2 paporit kapir?
User avatar
santri gagal
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 848
Joined: Sat Apr 21, 2007 2:36 am
Location: somewhere in time

Postby Agnostic_Is_Better » Fri Sep 28, 2007 5:22 pm

Kalau merokok jelas HARAM karena merusak kesehatan.
Kalau makan daging anjing, naga, dinosaurus tentu HALAL.
User avatar
Agnostic_Is_Better
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 609
Joined: Mon Sep 24, 2007 7:48 pm

Postby Rouen » Sun Sep 30, 2007 6:31 am

Haram!!!!

Anjing itu harusnya dikasih makan, dipeluk, dielus-elus, disayang... dilatih, jadi temen terbaik gitu...
apalagi pas baru lahir... kawaaiiii~!!!!
dibunuh lalu dimakan... NO WAY!!!
User avatar
Rouen
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 799
Joined: Mon Jun 11, 2007 4:45 pm
Location: Amazon

Postby swatantre » Sun Sep 30, 2007 7:40 pm

Mungkin maksud para muslim bingung itu, anjing haram dipelihara, tapi halal dimakan.....kalo kepepet....eh tapi kalo udah telanjur suka.....gpp kok...... (muslim bingung mode: on) :):):):):)
swatantre
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4135
Joined: Thu Jul 20, 2006 7:40 pm
Location: Tanah Suci, dalem Ka'bah

Postby Agnostic_Is_Better » Sun Sep 30, 2007 8:22 pm

Rouen wrote:Haram!!!!

Anjing itu harusnya dikasih makan, dipeluk, dielus-elus, disayang... dilatih, jadi temen terbaik gitu...
apalagi pas baru lahir... kawaaiiii~!!!!
dibunuh lalu dimakan... NO WAY!!!


BOhong dikau!!! Bilang2 kawai (cute) segala...
Islam nggak mau pegang anjing..

Kalau dijilat anjing mesti dicuci 7 kali (kalau tidak salah 7 kali).
User avatar
Agnostic_Is_Better
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 609
Joined: Mon Sep 24, 2007 7:48 pm

Postby nayagenggong » Thu Oct 25, 2007 9:55 am

mampir aja ke sepanjang jalan yogya - kaliurang, kiri kanan jalan kan byk yg jualan tongseng anjing (sengsu)
yg makan byk dari kaum yg nyembah kubus hitam arab

penggemar sengsu menyukai anjing hitam, kata hadits anjing hitam kan harus dibunuh jadi klop lah
User avatar
nayagenggong
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1265
Joined: Thu Aug 30, 2007 9:58 am
Location: trowulan

Postby le_dormeur80 » Thu Dec 13, 2007 8:28 pm

Nyang mosting nih thread ada *** *** nya juga ya...

Yang jual sate anjingnye wong jogja, kok nyang dibawak bawak islam. piye toh...?

Oops... :o eke lupis...di sini kan memang tempat berkumpulnya orang orang ***.. :lol:

Tapi nyang satu ini oonnya kebangetan deh... :twisted:
Jelas jelas diye sendiri tuh nyang ngemerahin ampe besarin font segala..
Di situ dibilang SUKU coy, bukan orang Islam. Bisa baca gak sih...?

Lagian wong jogja kan ruame wong katoliknye...
same katolik kan : apa pun halal masuk muncung eloe, mo anjing kek, mo kucing kek, mo t*ek kek, mo adadeh kek...halal semuanya

Enak ya berkelanan di FFi, banyak hiburan...
le_dormeur80
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 100
Joined: Thu Dec 13, 2007 3:34 pm

Postby Agnostic_Is_Better » Thu Dec 13, 2007 9:21 pm

le_dormeur80 wrote:Nyang mosting nih thread ada *** *** nya juga ya...

Yang jual sate anjingnye wong jogja, kok nyang dibawak bawak islam. piye toh...?

Oops... :o eke lupis...di sini kan memang tempat berkumpulnya orang orang ***.. :lol:

Tapi nyang satu ini oonnya kebangetan deh... :twisted:
Jelas jelas diye sendiri tuh nyang ngemerahin ampe besarin font segala..
Di situ dibilang SUKU coy, bukan orang Islam. Bisa baca gak sih...?

Lagian wong jogja kan ruame wong katoliknye...
same katolik kan : apa pun halal masuk muncung eloe, mo anjing kek, mo kucing kek, mo t*ek kek, mo adadeh kek...halal semuanya

Enak ya berkelanan di FFi, banyak hiburan...


Daging anjing enak kok. Asal pinter masaknya.


Biasanya bumbunya rame. Kalau nggak bau amis.
User avatar
Agnostic_Is_Better
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 609
Joined: Mon Sep 24, 2007 7:48 pm

Postby Lucky_strike » Thu Dec 13, 2007 9:28 pm

sodara-sodara aye yang muslim pada suka banget tuh makan daging anjing :lol:
Lucky_strike
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 173
Joined: Tue Oct 30, 2007 5:10 pm

Postby le_dormeur80 » Fri Dec 14, 2007 8:06 am

Lucky_strike wrote:sodara-sodara aye yang muslim pada suka banget tuh makan daging anjing :lol:


Maksud eloe, saudara eloe nyang namanye Muslim Fransiskus...

8)
le_dormeur80
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 100
Joined: Thu Dec 13, 2007 3:34 pm

Postby le_dormeur80 » Fri Dec 14, 2007 8:11 am

Atheist_Is_Better wrote:Daging anjing enak kok. Asal pinter masaknya.


Biasanya bumbunya rame. Kalau nggak bau amis.


Untung di Indonesia gak ade nyang namenye KPA (Klub Pecinta Anjing). Kloe nggak udeh di demo tuh rumah ente, sambil teriakin :

"Emang gak ade lagi yang pantas untuk mau kau makan ???"

hiiiiiii.....anjing di makan....najong deh...

Baidewai, di medan banyak tuh domba-domba makan anjing. Gak heran gwa mukenye serem serem plus sangar.....
le_dormeur80
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 100
Joined: Thu Dec 13, 2007 3:34 pm

Next

Return to Islam vs Agama & Peradaban Lain



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users