. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Apakah Bunuh Diri Takdir Allah?

Pembelaan bahwa Islam adalah ajaran dari Tuhan.

Apakah Bunuh Diri Takdir Allah?

Postby kalangkilang » Thu Dec 23, 2010 4:48 pm

Kalau pernah dicopas di sini, ga pa pa dimasukkan kekeranjang sampah.
Ini ada topik menarik untuk didiskusikan..baik sesama KaiFIIers maupun temen-temen muslim/muslimah..
let's start.

question:
Assalamualaikum ustadz,

Pa Ustadz yang dirahmati Alloh, mohon penjelasan beberapa pertanyaan berikut ini ;

1- Apakah makna Takdir dan Nasib sama?

2- Apakah bunuh diri, meninggal dalam kecelakaan, dan meninggal saat Jihad termasuk kedalam Takdir Alloh swt ??

Demikian beberapa pertanyaan saya mohon pa ustadz memberi penjelasan berikut dengan Dalil dan Nash Ql-Qur'an dan Sunnah, terima kasih

Wasalam

Kang


answer:
Waalikumussalam Wr Wb

Takdir dan Nasib

Didalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, nasib diartikan dengan sesuatu yang ditentukan oleh Tuhan atas diri seseorang; misalnya, nasib membawanya terhempas di Jakarta. Nasib baik (nasib mujur) adalah keberuntungan, misalnya ; ia selalu memperoleh nasib baik di usahanya. Nasib buruk adalah kemalangan, misalnya; nasib buruk telah menimpa keluarganya.

Kata nasib sendiri berasal dari bahasa arab yang berarti al hazzhu min kulli syai’in (bagian dari segala sesuatu) bentuk pluralnya adalah anshiba dan anshibah. Dari aspek majaz : jika disebutkan lii nashiibun minhu artinya kami mempunyai bagian tertentu pada asalnya. An nashib juga bermakna al haudhu yaitu bagian dari daerah tertentu di bumi sebagaimana disebutkan al Jauhari. (Lisanul Arab juz I hal 974, Maktabah Syamilah)

Dari kedua makna tersebut, nasib bisa diartikan dengan bagian yang diterima seseorang, baik itu berupa kesenangan maupun kesusahan, keuntungan maupun kerugian, kebaikan maupun keburukan.

Sedangkan takdir berasal dari kata al qodr yang menurut syariat adalah bahwasanya Allah swt mengetahui ukuran-ukuran dan waktu-waktunya sejak azali kemudian Dia swt mewujudkannya dengan kekuasaan dan kehendak-Nya sesuai dengan ilmu-Nya. Dan Dia swt juga menetapkannya di Lauh Mahfuzh sebelum menciptakannnya, sebagaimana disebutkan didalam hadits, ”Yang pertama kali diciptakan Allah adalah pena. Dia swt mengatakan kepadanya, ’Tulislah.’ Pena itu mengatakan, ’Apa yang aku tulis?’ Dia swt mengatakan, ’Tulislah segala sesuatu yang akan terjadi.” (Syarhul aqidah al wasathiyah juz I hal 32, Maktabah Syamilah)

Tidak ada sesuatu pun yang terjadi di alam ini—tidak hanya pada manusia—baik pada mahkluk hidup maupun benda mati, yang bergerak maupun yang diam, yang kecil maupun yang besar, yang ghaib maupun yang nyata kecuali sudah ditetapkan dan dituliskan oleh Allah swt di Lauh Mahfuzh.

Tidak satu pun daun yang rontok dari dahannya, semut yang mati di atas batu hitam, benda langit yang hilang, kerikil yang berpindah tempatnya, jumlah bayi yang terlahir dan meninggal setiap detiknya kecuali itu semua berada dalam ilmu, ketetapan, kehendak dan ciptaan Allah swt.

Adapun takdir yang terkait dengan kehidupan manusia sebagaimana disebutkan didalam sabda Rasulullah saw,”..kemudian dia bertanya lagi, ’Beritahukan kepadaku tentang Iman.’ Nabi saw menjawab, ’Hendaklah engkau beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari akhir dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan buruk.” (HR. Muslim)

Artinya bahwa tidak ada sesuatu pun yang terjadi pada manusia baik perbuatan maupun perkataannya, kesenangan maupun kesusahannya, sehat maupun sakitnya, rezeki maupun musibahnya, pahala maupun dosanya, hidup maupun matinya, yang seluruhnya adalah bagian dari kehidupannya kecuali sudah diketahui dan ditetapkan Allah swt serta sesuai dengan kehendak dan ciptaan-Nya.

Firman Allah swt,

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ ﴿٢٢﴾

”Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (QS. Al Hadid : 22)

Dari definisi tentang nasib dan takdir diatas, maka bisa disimpulkan bahwa nasib pada umumnya digunakan untuk bagian yang diterima manusia baik berupa kebaikan atau keburukan, kesenangan atau kesusahan. Sedangkan takdir tidak hanya mencakup hal-hal yang terjadi pada manusia namun ia juga yang terjadi pada seluruh makhluk lainnya di alam ini sejak zaman azali dan sudah dituliskan di Lauh Mahfuzh. Sehingga nasib adalah bagian dari takdir.

Apakah Bunuh Diri, Kecelakaan Takdir Allah Swt

Sebagaimana disebutkan diatas tentang definisi dari takdir yang mencakup ilmu, ketetapan, kehendak dan ciptaan Allah swt. Maka segala perbuatan dan perkataan manusia tidaklah lepas dari keempat hal tersebut.

Namun jangan kemudian diartikan bahwa ketika seseorang memukul orang lain, gagal dalam ujian, menjadi penjahat, berbuat maksiat atau bunuh diri kemudian dengan mudah mengatakan bahwa itu semua adalah takdir Allah swt atas dirinya. Ini tidaklah betul berdasarkan dalil-dalil berikut :

1. Allah swt berfirman,

وَلَوْ شَاء اللّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلكِن يُضِلُّ مَن يَشَاء وَيَهْدِي مَن يَشَاء وَلَتُسْأَلُنَّ عَمَّا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ ﴿٩٣﴾

”Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. An Nahl : 93)

Makna al hidayah didalam Al Qur’an mengandung pengertian ad dalalah (menunjukan) dan al i’anah (pertolongan). Ad dalalah (menunjukan) ini adalah bagi semua orang baik mukmin maupun kafir karena Allah swt menunjukkan semua orang dengan manhaj-Nya, mengutus Rasul-Nya yang membawa kitab-Nya namun karena kecongkakan dan kesombongannya maka mereka lebih memilih kesesatan daripada petunjuk, sebagaimana firman-Nya,

وَأَمَّا ثَمُودُ فَهَدَيْنَاهُمْ فَاسْتَحَبُّوا الْعَمَى عَلَى الْهُدَى فَأَخَذَتْهُمْ صَاعِقَةُ الْعَذَابِ الْهُونِ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ ﴿١٧﴾

”Dan Adapun kaum Tsamud, Maka mereka telah Kami beri petunjuk tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) daripada petunjuk, Maka mereka disambar petir azab yang menghinakan disebabkan apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Fushilat : 17}

Sedangkan al ‘ianah (pertolongan) dan dorongan untuk melakukan kebaikan adalah khusus buat orang yang beriman kepada Allah, mengikuti Rasul-Nya dan menjalankan isi kitab-Nya maka mereka mendapatkan petunjuk dari-Nya,

وَالَّذِينَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى وَآتَاهُمْ تَقْواهُمْ ﴿١٧﴾

”Dan orang-orang yang mau menerima petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan Balasan ketaqwaannya.” (QS. Muhammad : 17)

2. Kehendak (masyi’ah) Allah didalam menunjukkan atau menyesatkan seseorang adalah muthlaq, tidak dipertanyakan apa yang Dia swt perbuat. Namun Allah juga bersifat Adil, maka tidak mungkin Allah menyesatkan orang yang berhak mendapatkan petunjuk atau sebaliknya, firman-Nya,

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ أَسَاء فَعَلَيْهَا وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيدِ ﴿٤٦﴾

”Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh Maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, Maka (dosanya) untuk dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu Menganiaya hamba-hambaNya.” (QS. Fushilat : 46)

3. Allah swt mengetahui bahwa hamba-hamba-Nya akan memilih dan melakukan sesuatu dan ketika Dia swt menulis di Lauh Mahfuzh apa yang akan dipilih dan dilakukannya, maka Allah dalam menulis ini, hanya berdasarkan kepada ilmu-Nya yang meliputi dan menyeluruh. Ilmu Allah tidak pernah berubah. Ilmu Allah hanya mempunyai sifat inkisyaf (menyingkap) terhadap sesuatu yang telah lalu, saat ini dan akan datang. Ilmu Allah tidak memiliki sifat ijbar (memaksa) dan ta’tsir (mempengaruhi) sebagaimana halnya kemampuan dan kehendak-Nya. Jadi Allah mengetahui secara azali tentang hamba-Nya, bahwa ia akan memilih jalan kekufuran dan akan mati dalam kekufuran, tetapi ilmu Allah hanya memiliki sifat inkisyaf tidak memiliki sifat ijbar dan ta’tsir.

4. Setiap orang yang bertakwa maupun tidak bertakwa mempunyai kemampuan ikhtiar dan kebebasan ikhtiar. Allah swt memberikan mereka akal untuk bisa membedakan mana yang baik maupun buruk bagi dirinya. Kemudian manusia pun diberikan kebebasan berikhtiar manakah jalan yang dipilihnya; jalan yang baik atau yang buruk, ketaatan atau kemaksiatan dan apabila ini telah terwujud maka berarti telah berlaku tuntutan pertanggung-jawaban atau dasar diberlakukannya pembalasan dengan pahala atau siksa.

Diantara bukti kebebasan ikhtiar ini adalah perasaan ingin bebas melaksanakan shalat atau meninggalkannya, membayar zakat atau tidak. Firman Allah swt,

فَأَمَّا مَن طَغَى ﴿٣٧﴾ وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا ﴿٣٨﴾ فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى ﴿٣٩﴾ وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى ﴿٤٠﴾ فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى ﴿٤١﴾

”Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, Maka Sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). dan Adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, Maka Sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya).” (QS. An Nazi’aat : 37 – 41)

Manusia tidak akan berdosa atau dihisab bahkan tidak akan disiksa terhadap sesuatu yang dia tidak memiliki pilihan didalamnya, seperti lupa, dipaksa atau keadaan darurat, sebagaimana sabda Rasulullah saw,”Sesungguhnya Allah swt telah membebaskan umatku karena keliru, lupa dan mereka yang dipaksa.” (HR. Ibnu Majah dan Baihaqi) (Disarikan dari buku Jawaban Tuntas Masalah Taqdir, DR. Abdullah Nashih ‘Ulwan)

Jadi ketika seorang bunuh diri, meninggal karena suatu kecelakaan atau jihad di jalan Allah maka segala yang tekait dengan perbuatannya itu sudah diketahui Allah swt dan sudah dituliskan di Lauh Mahfuzh namun pengetahuan Allah swt ini hanya bersifat inkisyaf (menyingkap) dan ilmu-Nya tidaklah bersifat ijbari (memaksa) dan tatsir (mempengaruhi).

Bukti dari keadilan Allah kepadanya adalah dengan diberikannya akal untuk mampu mempertimbangkan segala efek dari bunuh dirinya itu atau berjihad dijalan Allah baik dari sudut pandang agama maupun yang lainnya. Setelah itu ia diberikan kebebasan menentukan pilihannya apakah dia meneruskan niatnya dengan menusukkan pisau ke perutnya sendiri, menyerang sendirian pasukan musuh tanpa satu senjata pun padahal kondisi tidaklah memaksa mujahid itu untuk melakukannya ataukah dia mengurungkan niatnya tersebut, bersabar dan mencari solusi yang diridhoi Allah swt.

Apabila dia mengambil pilihan untuk menusukan pisau ke perutnya sendiri, meyerang sendirian pasukan musuh tanpa satu senjata pun sehingga dia meninggal dunia dan ketika perbuatan itu terjadi maka ia bertanggung jawab atas perbuatannya tersebut.

Dan terhadap sesuatu yang dimana manusia tidak memiliki pilihan atasnya maka dia tidaklah berdosa, seperti ketika seseorang yang tengah mengendarai sebuah mobil secara wajar di sebuah dataran tinggi namun secara tiba-tiba jalan yang dilaluinya longsor dan ia pun terhempas ke jurang dan meninggal dunia.

Kalaulah masih ada yang mengatakan bahwa bunuh diri dengan pisau atau mati dengan cara menyerang pasukan musuh sendirian adalah takdir Allah semata maka bagaimana pendapatnya jika datang seseorang mendekatinya dan menampar pipinya kemudian orang yang menampar itu dengan mudah mengatakan kepadanya,”maaf itu semua adalah takdir Allah.” maka apakah ia akan menerimanya?!!

Atau bagaimana pendapatnya jika orang itu diminta untuk setiap harinya menetap di rumah saja, menutup pintu, tidak usah bekerja dan berusaha hanya menanti rezeki yang datang ke rumah maka bisakah anak istrinya kenyang, terpenuhi kebutuhan sandang pangannya?!!

Atau seandainya dia seorang pemuda dewasa yang belum memiliki keahlian kerja sama sekali sementara dia butuh pekerjaan maka apakah dia akan berpangku tangan, berdiam diri dan tidak berusaha keras menajamkan keahliannya sampai pekerjaan yang diinginkannya datang menjemputnya?!!

Wallahu A’lam

Dikutip:http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/apakah-bunuh-diri-termasuk-takdir-alloh.htm

pak ustad kita mengatakan:
Tidak ada sesuatu pun yang terjadi di alam ini—tidak hanya pada manusia—baik pada mahkluk hidup maupun benda mati, yang bergerak maupun yang diam, yang kecil maupun yang besar, yang ghaib maupun yang nyata kecuali sudah ditetapkan dan dituliskan oleh Allah swt di Lauh Mahfuzh.


interpretasiku:
Allah berkata: Sebelum kamu terlahir dari rahim ibumu sampai kamu mati dan kembali jadi debu, setiap perbuatanmu, tindakan dan pikiranmu,,saya sudah tahu, karena memang aku yang mrencanakan itu. jadi kamu hanya menjalankan apa yang sudah kurencanakan.

tapi juga mengatakan:
Bukti dari keadilan Allah kepadanya adalah dengan diberikannya akal untuk mampu mempertimbangkan segala efek dari bunuh dirinya itu atau berjihad dijalan Allah baik dari sudut pandang agama maupun yang lainnya. Setelah itu ia diberikan kebebasan menentukan pilihannya apakah dia meneruskan niatnya dengan menusukkan pisau ke perutnya sendiri, menyerang sendirian pasukan musuh tanpa satu senjata pun padahal kondisi tidaklah memaksa mujahid itu untuk melakukannya ataukah dia mengurungkan niatnya tersebut, bersabar dan mencari solusi yang diridhoi Allah swt.


interpretasiku:
Allah berkata: tapi kamu punya kehendak bebas lo, kalau kamu pikir itu baik lakukan, kalau pikir itu jahat, jangan kamu lakukan..

pertanyaanKu: kok ga konsisten antara dua kutipan tersebut??
mohon ditanggapi..
User avatar
kalangkilang
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2696
Joined: Sun Sep 26, 2010 12:52 am
Location: lagi menulis dibuku

Re: Apakah Bunuh Diri Takdir Allah?

Postby CRESCENT-STAR » Fri Dec 24, 2010 12:13 am

tidak juga,
yang sudah ditetapkan Allah adalah JALAN/ALUR DRAMA nya .. skenarionya. namuan jiwa pelakunya tidak.
jadi tidak ada hati yang ditakdirkan sesat, kecuali kesesatan itu timbul dari kelalaiannya sendiri. jadi badannya atau ceritanya akan mengikuti alur takdir. sedangkan HATI dan AKAL nya memiliki kebebasan memilih dan berusaha melepaskan takdirnya atau menerimanya. jika Allah izinkan maka Takdirnya berubah.

Nabi sering berdo'a meminta dijauhkan dari takdir buruk. Allah berfirman dalam Quran ttg AKAL dan HATI yg bekerja. ttg Do'a yg dikabulkan.
orang murtad, orang bunuh diri dsb, tanpa adanya usaha dari jiwa, jiwa kosong dan tak pernah berfikir, maka takdir akan berjalan sesuai rencana. namun jika jiwanya sadar, berdo'a, befikir, maka Allah berjanji akan merubah hal2 yg tertulis buruk dalam rencana akan dirubah menjadi baik oleh izin NYa.

maka upaya MERAYU TUHAN menjadi LOGIS adanya.
User avatar
CRESCENT-STAR
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 8235
Joined: Wed Nov 04, 2009 10:48 pm

Re: Apakah Bunuh Diri Takdir Allah?

Postby oglikom » Fri Dec 24, 2010 3:06 am

CRESCENT-STAR wrote:Nabi sering berdo'a meminta dijauhkan dari takdir buruk. Allah berfirman dalam Quran ttg AKAL dan HATI yg bekerja. ttg Do'a yg dikabulkan.

Quran mah hasil karangan Muhammad yang mempunyai masa lalu yang menyedihkan. Sehingga menuliskan takdir manusia secara keseluruhan "jelek".
CRESCENT-STAR wrote:orang murtad, orang bunuh diri dsb, tanpa adanya usaha dari jiwa, jiwa kosong dan tak pernah berfikir, maka takdir akan berjalan sesuai rencana. namun jika jiwanya sadar, berdo'a, befikir, maka Allah berjanji akan merubah hal2 yg tertulis buruk dalam rencana akan dirubah menjadi baik oleh izin NYa.

maka upaya MERAYU TUHAN menjadi LOGIS adanya.

Orang murtad dari Islam adalah orang yang mau berpikir dan penyesat tidak seperkasa kenyataannya.

Hanya pertobatan dan mau berpikir dengan nurani merupakan tindakkan untuk kaum yang mau berpikir. Bukan MERAYU sosok penyesat yang mengatakan semua manusia dilahirkan dalam keadaan bersusah payah....... :-"
oglikom
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3374
Joined: Tue May 04, 2010 11:33 pm

Re: Apakah Bunuh Diri Takdir Allah?

Postby kalangkilang » Fri Dec 24, 2010 5:44 am

Jadi ketika seorang bunuh diri, meninggal karena suatu kecelakaan atau jihad di jalan Allah maka segala yang tekait dengan perbuatannya itu sudah diketahui Allah swt dan sudah dituliskan di Lauh Mahfuzh namun pengetahuan Allah swt ini hanya bersifat inkisyaf (menyingkap) dan ilmu-Nya tidaklah bersifat ijbari (memaksa) dan tatsir (mempengaruhi).


CRESCENT-STAR wrote:tidak juga,
yang sudah ditetapkan Allah adalah JALAN/ALUR DRAMA nya .. skenarionya. namuan jiwa pelakunya tidak.
jadi tidak ada hati yang ditakdirkan sesat, kecuali kesesatan itu timbul dari kelalaiannya sendiri. jadi badannya atau ceritanya akan mengikuti alur takdir. sedangkan HATI dan AKAL nya memiliki kebebasan memilih dan berusaha melepaskan takdirnya atau menerimanya. jika Allah izinkan maka Takdirnya berubah.

Nabi sering berdo'a meminta dijauhkan dari takdir buruk. Allah berfirman dalam Quran ttg AKAL dan HATI yg bekerja. ttg Do'a yg dikabulkan.
orang murtad, orang bunuh diri dsb, tanpa adanya usaha dari jiwa, jiwa kosong dan tak pernah berfikir, maka takdir akan berjalan sesuai rencana. namun jika jiwanya sadar, berdo'a, befikir, maka Allah berjanji akan merubah hal2 yg tertulis buruk dalam rencana akan dirubah menjadi baik oleh izin NYa.

maka upaya MERAYU TUHAN menjadi LOGIS adanya.


pertanyaan saya untuk bro CS dari yang saya bold (tebalkan)
1. pada intinya adalah : jika ALLAH mengijinkan, maka terjadilah yang terjadi sesuai dengan alur cerita versi-nya ALLAH, atau ada perubahan/revisi skenario cerita setelah terjadi negosiasi antara ALLAH dengan pemujaNya..bagaimana dengan konsep bunuh diri di Jalan ALLAH?? Apakah ALLAH SWT mengijinkan atau gamblangnya, telah memilih/merencanakan orang-orang tertentu untuk bunuh diri di JALAN JIHAD.???

thx bro atas tanggapannya..
User avatar
kalangkilang
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2696
Joined: Sun Sep 26, 2010 12:52 am
Location: lagi menulis dibuku

Re: Apakah Bunuh Diri Takdir Allah?

Postby Saif.Bahar » Fri Dec 24, 2010 1:15 pm

Hehehe..

Dlm islam ada brbgai pndgan soal takdir..

Takdir alloh brkaitan dgn ke maha suci an..ke maha kuasa an..ke maha adil an alloh..

@smua tulisan atas.

Apakah alloh juga mgetahui smua yg akan trjadi ?

Apakah alloh cukup adil jika sdh mgetahui tapi mmbiarkan manusia jatuh keneraka krn pd dasarnya adalah oleh kemauan alloh (bkn oleh kekuatan manusia ) ?

Sbnrnya cuma ada 2 versi pokok soal takdir..

1.smua yg trjadi adalah oleh kekuatan alloh.
2.smua yg trjadi oleh kekuatan makhluk yg di berikan oleh alloh pd awal pnciptaan.

Ke 2 nya brkaitan dgn ke 3 maha an alloh dlm pndgan manusia...

Kaum sunni pd umumnya menitik beratkan pd ke maha kuasa an alloh.

Kaum mu'tazili dgn brbgai aliran menitik beratkan pd ke maha adil an n ke maha suci an alloh.

Slain ke 3 maha an alloh..dlm soal takdir brkaitan dgn ke maha an alloh yg lain..salah satunya yaitu ke maha tahu an ...dst.

Weleh2..
Saif.Bahar
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1548
Joined: Thu Jul 29, 2010 7:41 pm

Re: Apakah Bunuh Diri Takdir Allah?

Postby kalangkilang » Fri Dec 24, 2010 11:34 pm

pertanyaannya saya simple aja kok untuk para muslim atau muslimah..
..bagaimana dengan konsep bunuh diri di Jalan ALLAH?? Apakah ALLAH SWT mengijinkan atau gamblangnya, telah memilih/merencanakan orang-orang tertentu untuk bunuh diri di JALAN JIHAD.???


Kalau bisa dengan dasar berpikir yang jelas (ex: ada di hadist atau diQuran)
trims..
User avatar
kalangkilang
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2696
Joined: Sun Sep 26, 2010 12:52 am
Location: lagi menulis dibuku

Re: Apakah Bunuh Diri Takdir Allah?

Postby CRESCENT-STAR » Sun Dec 26, 2010 2:02 am

kita sulit untuk melihat mana yang merupakan TAKDIR sesuai RENCANA AWAL. dan mana TAKDIR hasil REVISI.
itulah rahasia Tuhan. shg manusia akan terus dipacu untuk berusaha dan tdk menyerah dgn Takdir.

melakukan bom bunuh diri bisa jadi takdir, bisa juga bukan. demikian juga mati dalam keadaan gantung diri, juga seperti demikian jika murtad. KITA BENAR2 TIDAK TAHU. sebab itulah takdir sering didefinisikan sbg kejadian akhir setelah dilakukan usaha sebelumnya. jadi takdir hanya bisa dilihat jika sudah terjadi, oleh si pelakunya sendiri.
User avatar
CRESCENT-STAR
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 8235
Joined: Wed Nov 04, 2009 10:48 pm

Re: Apakah Bunuh Diri Takdir Allah?

Postby kalangkilang » Sun Dec 26, 2010 4:00 am

CRESCENT-STAR wrote:...
melakukan bom bunuh diri bisa jadi takdir, bisa juga bukan. demikian juga mati dalam keadaan gantung diri, juga seperti demikian jika murtad. KITA BENAR2 TIDAK TAHU. s


jangan hopeless gitu bro CS. saya cuma bertanya,,,apakah bunuh diri di jalan Allah itu adalah merupakan takdir ALLAH,,dan anda menjawab,"KITA BENAR-BENAR TIDAK TAHU,". wah...ada masalah berarti. Dan mohon jangan membuat saya mengambil asumsi, bahwa Anda sebagai penganut Islam ketika ditanya apakah anda masuk surga?? (*Karena ini kepercayaan dan harapan afterlife dari orang yang beragama*) dan anda menjawab "SAYA BENAR-BENAR TIDAK TAHU", dan kalau asumsi saya benar, wah..i am speechless.

Mohon saya diberi jawaban yang valid (ex: alquran ayat sekian ngomong gini, hadist nomor sekian ngomong gini).jadi enak diskusinya..
trims..
User avatar
kalangkilang
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2696
Joined: Sun Sep 26, 2010 12:52 am
Location: lagi menulis dibuku

Re: Apakah Bunuh Diri Takdir Allah?

Postby MasTom » Sun Dec 26, 2010 2:46 pm

CRESCENT-STAR wrote:kita sulit untuk melihat mana yang merupakan TAKDIR sesuai RENCANA AWAL. dan mana TAKDIR hasil REVISI.
itulah rahasia Tuhan. shg manusia akan terus dipacu untuk berusaha dan tdk menyerah dgn Takdir.


allah swt memang tidak pernah konsisten
katanya sudah dituliskan di lauh mahfudz - kok bisa-bisanya diubah-ubah
lah kitab yang konon tertulis di lauh mahfudz sudah diubah belon? :rolling:

cari tahu sana...ntar diubah loo sekalian pada mewek -
batal orgy di surga ntar :(
malah dikasih bidadari bercula :rofl:


6:59 Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)"

85: (21) Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Qur'an yang mulia, (22) yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh.
MasTom
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2599
Joined: Thu Apr 23, 2009 11:34 am

Re: Apakah Bunuh Diri Takdir Allah?

Postby MasTom » Sun Dec 26, 2010 2:54 pm

takdir itu omong kosong muhammad
jadi iman kepada takdir itu sesat

memang allah swt itu ajaran muhammad itu rada gokil
udah menuliskan takdir manusia (adam) di lauh mahfudz
kok malah repot-repot marah-marah tiap hari sama manusia
kok malah repot-repot ngancam-ngancam manusia
dasar gokil abis :finga:
MasTom
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2599
Joined: Thu Apr 23, 2009 11:34 am

Re: Apakah Bunuh Diri Takdir Allah?

Postby CRESCENT-STAR » Mon Dec 27, 2010 3:52 pm

HUKUM TERTINGGI TUHAN ITU MAHA BERKEHENDAK. jadi perkara menghapus takdir dan diganti dgn takdir baru itu tidak MUSTAHIL. dan bukan ketidakkonsistenan.
bagi TUhan sbenarnya tidak ada istilah MASA DEPAN. semua sudah dalam Pengathuan Nya.
namun Tuhan mengikuti hukum alam manusia, sbg bentuk Rahmat Nya.
User avatar
CRESCENT-STAR
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 8235
Joined: Wed Nov 04, 2009 10:48 pm

Re: Apakah Bunuh Diri Takdir Allah?

Postby MasTom » Mon Dec 27, 2010 8:12 pm

CRESCENT-STAR wrote:HUKUM TERTINGGI TUHAN ITU MAHA BERKEHENDAK. jadi perkara menghapus takdir dan diganti dgn takdir baru itu tidak MUSTAHIL. dan bukan ketidakkonsistenan.
bagi TUhan sbenarnya tidak ada istilah MASA DEPAN. semua sudah dalam Pengathuan Nya.
namun Tuhan mengikuti hukum alam manusia, sbg bentuk Rahmat Nya.


siapa yang bikin "hukum alam manusia"
sehingga Allah swt tunduk mengikut kepadanya?

wah ... perlu dimasukkan mati ketawa ala islam :rofl: :rofl:
MasTom
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2599
Joined: Thu Apr 23, 2009 11:34 am

Re: Apakah Bunuh Diri Takdir Allah?

Postby MasTom » Mon Dec 27, 2010 8:37 pm

CRESCENT-STAR wrote:HUKUM TERTINGGI TUHAN ITU MAHA BERKEHENDAK. jadi perkara menghapus takdir dan diganti dgn takdir baru itu tidak MUSTAHIL. dan bukan ketidakkonsistenan.
bagi TUhan sbenarnya tidak ada istilah MASA DEPAN. semua sudah dalam Pengathuan Nya.
namun Tuhan mengikuti hukum alam manusia, sbg bentuk Rahmat Nya.



yakin...?

MasTom wrote:memangnya allah swt ajaran muhammad memang tidak pernah konsisten?
katanya sudah dituliskan di lauh mahfudz - kok bisa-bisanya diubah-ubah
lah kitab yang konon tertulis di lauh mahfudz sudah diubah belon? :rolling:

cari tahu sana...ntar diubah loo sekalian pada mewek -
batal orgy di surga ntar :(
malah dikasih bidadari bercula :rofl:
MasTom
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2599
Joined: Thu Apr 23, 2009 11:34 am

Re: Apakah Bunuh Diri Takdir Allah?

Postby CRESCENT-STAR » Tue Dec 28, 2010 12:16 am

Allah Maha berkehendak juga tertulis di dalam Lauh Mahfudz. jadi apanya yg tdk konsisten sekarang ??

ibarat konsideran sebuah UU, "setelah , menimbang dst, mengingat dst.......maka ditetapkan ..." kemudian "jika di kemudian hari ada hal2 yg dianggap perlu dilakukan revisi ... bla bla... maka keputusan ini dicabut..."
jadi pencabutan keputusan tidak melanggar UU itu sendiri, karena pencabutan keputusan bagian dari UU itu juga.

faham kah ?
User avatar
CRESCENT-STAR
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 8235
Joined: Wed Nov 04, 2009 10:48 pm

Re: Apakah Bunuh Diri Takdir Allah?

Postby MasTom » Tue Dec 28, 2010 7:07 am

CRESCENT-STAR wrote:Allah Maha berkehendak juga tertulis di dalam Lauh Mahfudz. jadi apanya yg tdk konsisten sekarang ??

ibarat konsideran sebuah UU, "setelah , menimbang dst, mengingat dst.......maka ditetapkan ..." kemudian "jika di kemudian hari ada hal2 yg dianggap perlu dilakukan revisi ... bla bla... maka keputusan ini dicabut..."
jadi pencabutan keputusan tidak melanggar UU itu sendiri, karena pencabutan keputusan bagian dari UU itu juga.

faham kah ?


saya faham maksud sampiyan
tapi saya nggak faham sama allah model sampiyan
ini allah swt yang mahatahu itu bukan?
masa sih sebelum memutuskan tidak "diketahui terlebih dulu"
sehingga hasilkeputusan dikoreksi :finga:

sampiyan masih yakin muhammad rasulullah?
aku kok yakin kalau sudah dicabut sama allah swt
dan diganti lia eden atau ahmad muzadeq :rolling: :rolling:
MasTom
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2599
Joined: Thu Apr 23, 2009 11:34 am

Re: Apakah Bunuh Diri Takdir Allah?

Postby CRESCENT-STAR » Tue Dec 28, 2010 8:39 am

loh ??.... KOREKSI di sini kan bukan kesalahan Allah ? ..tapi menghormati usaha manusia. sbg bentuk SAYANG Nya. INILAH Aku gak saklek sama mu wahai manusia ...!
User avatar
CRESCENT-STAR
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 8235
Joined: Wed Nov 04, 2009 10:48 pm

Re: Apakah Bunuh Diri Takdir Allah?

Postby LinduA » Tue Dec 28, 2010 8:55 am

QS 8:53
Yang demikian (siksaan) itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,

Dari ayat diatas, jelas apa yang sudah ditentukan oleh Allah masih dapat dirubah, tetapi yang merubah adalah atas usaha mereka sendiri.
Usaha diatas bisa positip bisa negatip.
LinduA
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1383
Joined: Tue Sep 09, 2008 1:48 pm
Location: Indonesia

Re: Apakah Bunuh Diri Takdir Allah?

Postby fire » Tue Dec 28, 2010 9:12 am

CRESCENT-STAR wrote:HUKUM TERTINGGI TUHAN ITU MAHA BERKEHENDAK. jadi perkara menghapus takdir dan diganti dgn takdir baru itu tidak MUSTAHIL. dan bukan ketidakkonsistenan.
bagi TUhan sbenarnya tidak ada istilah MASA DEPAN. semua sudah dalam Pengathuan Nya.
namun Tuhan mengikuti hukum alam manusia, sbg bentuk Rahmat Nya.



Jangankan takdir.... orang qoran aja auwloh tip-ex 2 kok...
User avatar
fire
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 704
Joined: Sat Apr 10, 2010 11:59 am

Re: Apakah Bunuh Diri Takdir Allah?

Postby LinduA » Tue Dec 28, 2010 9:25 am

fire wrote:
Jangankan takdir.... orang qoran aja auwloh tip-ex 2 kok...


Dari ayat yg saya sampaikan, jelas bahwa Takdir dapat berubah akibat usaha orang itu sendiri.
LinduA
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1383
Joined: Tue Sep 09, 2008 1:48 pm
Location: Indonesia

Next

Return to Pembelaan Terhadap Islam



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users