. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

APA LAGI YG ENGKAU TUNTUT WAHAI WANITA??

Seluk beluk ttg hak/kewajiban wanita, pernikahan, waris, bentuk2 pelecehan hak2 wanita dlm Islam dll.

APA LAGI YG ENGKAU TUNTUT WAHAI WANITA??

Postby Phoenix » Wed Oct 03, 2007 12:24 am

Baca tulisan saudara muslimu wahai muslimah.

Bukankah mereka sudah enak boleh poligamy?
Bukankah mereka diberikuasa untuk menjadikan kamu sbg ladang?
Bukankah mereka diberi kuasa utk mengatur hidup wanita?
Bukankah mereka sudah enak meminta kalian menutupi diri kalian hanya supaya "adik kecilnya" tidak berontak ketika melihat kulitmu yg mulus dan rambutmu yg cantik?
Apakah mereka belum puas sudah diberi kuasa untuk memukulmu kalau kamu melawan?


Ternyata wanita ingin ber-emansipasi dan ingin hidup normal bersama wanita lainnya pun masih diomong...

Katakanlah seorang muslimah yg ingin belajar, menuntut ilmu, bekerja dan berpakaian jeans dan t'shirt berlengan pendek , tanpa jilbab...

Baca saja deh disini:

http://wiramandiri.wordpress.com/2007/0 ... ai-wanita/

Apa Lagi yang Engkau Tuntut Wahai Wanita?
Ditulis pada 14 Juli 2007 oleh Wira Mandiri


Oleh: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah

Kehancuran sebuah rumah tangga karena salah satu di antara suami atau istri berbuat selingkuh, rasanya telah menjadi berita yang amat biasa. Bukan hanya terjadi di kalangan selebritis, namun juga banyak terjadi di rumah tangga sekitar kita. Fenomena ini merupakan secuil dari petaka yang muncul karena wanita muslimah tergoda dengan slogan-slogan emansipasi.

Ibarat sebuah permata yang sangat berharga, ditempatkan di tempat yang bagus, yang tak gampang terjamah. Itulah wanita dalam Islam. Bukan sekedar omong kosong bila kita katakan bahwa wanita benar-benar mendapatkan kemuliaannya dalam Islam. Pembicaraan tentang hal ini telah kita lewati dalam edisi yang lalu. Namun sayangnya banyak orang yang tidak mau menoleh kepada perlakuan istimewa dari agama yang mulia ini, sehingga mereka menengok ke Barat, ingin beroleh konsep bagaimana mengangkat harkat dan martabat wanita ala Barat.

Orang-orang seperti ini biasanya sudah tertular penyakit minder jadi orang Islam. Atau lebih parahnya, fobi bahkan anti terhadap semua yang berbau Islam namun kagum kepada semua yang datang dari Barat, walaupun itu adalah kesesatan yang dipoles dengan bungkus warna-warni. Timbullah kekaguman mereka kepada wanita-wanita di Barat yang bebas berkeliaran mengejar karir di luar rumah sebagaimana lelaki. Berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan lelaki. Diteriakkanlah kepada para wanita agar meniru wanita-wanita Barat, hingga tampaklah akibatnya yang mengerikan ketika gayung bersambut.

Dan hari ini maupun hari-hari sebelumnya, kita telah melihat hasil teriakan tersebut…

Para wanita berseliweran di setiap tempat keramaian, di kantor, di lapangan… Dan ini adalah pemandangan yang biasa setiap harinya. Para wanita itu mengejar dunianya dengan menjunjung setinggi-tingginya slogan emansipasi.

Kalau dulu, para lelaki baik itu ayah, kakek, suami, paman, ataupun saudara laki-laki, demikian cemburu dengan wanitanya bila sampai terlihat oleh lelaki yang bukan mahramnya, namun kita dapati pada hari ini, di zaman kemajuan ini, rasa cemburu sudah ketinggalan kereta. Tak ada lagi tempat untuknya, bukan zamannya lagi. Ayah, suami, paman dan saudara laki-laki membukakan pintu rumah selebar-lebarnya bagi si wanita untuk mengepakkan sayap kebebasan, menurut mereka.

Para lelaki tak lagi cemburu, sementara si wanita tak lagi memiliki rasa malu. Lalu, diayunkannya langkahnya sampai melampaui pagar ‘istana’nya. Selanjutnya dapat kita duga kerusakan apa yang bakal terjadi bila jalan-jalan dan tempat-tempat di luar rumah dipenuhi wanita, bercampur baur dengan lelaki. Ini semua akibat kebodohan dan jauhnya mereka dari agama, kemudian akibat termakan emansipasi.

Apa itu Emansipasi?

Kami tak bermaksud berbicara panjang lebar tentang emansipasi, karena materi ini akan dibahas secara meluas di majalah kesayangan kita ini dalam edisi-edisi mendatang, Insya Allah. Namun tidak mengapa, kami sedikit menyentil permasalahan ini karena berkaitan dengan pembahasan kami di rubrik ini dalam edisi yang telah lalu.

Kalau ada yang bertanya, apa itu emansipasi? Maka secara praktis kita katakan bahwa yang dimaukan dengan emansipasi oleh para penyerunya adalah upaya mempersamakan wanita dengan lelaki dalam segala bidang kehidupan, baik secara intelektual maupun fisik.

Emansipasi dipandang sebagai kemajuan bagi kaum wanita, yang berarti kebebasan bagi wanita untuk melakukan apa saja yang diinginkan dan menjalani profesi apa saja. Bukan lagi pemandangan aneh bila kita dapati seorang wanita menjadi sopir truk, kondektur, kuli bangunan, tukang parkir, satpam…. Jangan heran bila wanita bisa menjadi perdana menteri, pilot, jenderal bahkan presiden. Walhasil, kalau lelaki bisa unjuk otak dan ototnya dalam segala lapangan penghidupan maka wanita pun dituntut harus bisa dan harus diberi porsi yang sama. Kalau tidak seperti itu, berarti merendahkan wanita dan menginjak hak asasinya!!! Demikian lolongan mereka.

Sesuai atau tidak defenisi emansipasi yang disebutkan di sini dengan defenisi palsu yang mereka –kaum feminis– berikan, tidaklah jadi soal. Yang penting demikianlah kenyataan praktik emansipasi di masyarakat kita. Wallahu a’lam.

Kapan Muncul Emansipasi?

Tidak terlalu penting untuk kita sebutkan di sini kapan gerakan emansipasi ini muncul untuk pertama kalinya. Yang jelas, gerakan ini pertama kali berbentuk slogan pendidikan akademis bagi kaum wanita. Slogan-slogan itu pada awalnya nampak menarik karena mengusahakan peningkatan kecerdasan dan pengetahuan kaum wanita, agar dapat melahirkan generasi baru yang lebih cakap dan lebih berkualitas.

Tetapi, di kemudian hari setelah tercapainya tujuan pertama, gerakan ini mulai melakukan tipu daya baru yang tentu saja dibungkus dengan kata-kata indah nan menawan, yakni persamaan hak pria dan wanita secara mutlak dan kebebasan karir wanita di segala bidang.

Dengan iming-iming yang menarik ini, tak pelak lagi banyak kaum hawa yang tertipu dan terbawa arus gelombang emansipasi. Bahkan hembusan emansipasi seolah angin sejuk bagi masa depan mereka.

Terlahir di negeri Eropa Barat, emanisipasi jelas mewakili pemikiran bangsa yang sangat jauh dari tuntunan agama Allah Subhanahu wa Ta’ala ini. Bahkan mereka adalah budak-budak hawa nafsu, kesyirikan, dan kekufuran. Kaum wanita dalam masyarakat penyembah salib tersebut sama sekali tidak mendapatkan perlakuan yang semestinya. Mereka diibaratkan barang yang dapat diperjualbelikan di pasaran, dianggap sebagai sampah dan budak pemuas hawa nafsu.

Para pemuka agama mereka bahkan menyimpulkan bahwa wanita adalah makhluk pembawa kejahatan, musuh keselamatan, penunggu neraka, semata-mata dicipta untuk melayani lelaki, dianggap sejenis hewan yang harus dipukul, dan merupakan tangan dari tangan-tangan setan. Dan masih banyak lagi sebutan dan gelar-gelar jelek yang mereka berikan kepada kaum wanita. Dalam kenyataan buruk seperti itulah dihembuskan ‘angin segar’ emansipasi, agar wanita terlepas dari perbudakan dan perlakuan buruk kaum lelaki. Agar wanita mendapatkan hak asasinya sebagai manusia yang selama ini telah diinjak-injak oleh lelaki.

Bila demikian kenyataan yang melatarbelakangi lahirnya emansipasi, apakah pantas wanita muslimah ikut-ikutan menjayakan gerakan ini sementara ia telah dimuliakan dalam Islam, diberikan perlindungan dan kedudukan mulia? Sungguh kebodohan telah meracuninya. Andai ia tahu kemuliaan yang diberikan Islam padanya…. Kemuliaan yang membuat iri wanita-wanita Barat !!!.

Racun Emansipasi

Propaganda yang laris manis ini banyak menebarkan racun di tengah masyarakat. Kaum wanita berbondong-bondong menyerbu tiap bidang kehidupan dan lapangan pekerjaan. Tak peduli apakah hal itu sesuai dengan fitrahnya atau tidak. Akibatnya, jumlah pengangguran di kalangan lelaki meningkat karena lapangan pekerjaannya telah direbut oleh wanita.

Dewasa ini tak jarang wanita memasuki bidang-bidang yang ‘berotot’, yang tentunya standar yang dipakai adalah standar yang biasa berlaku pada kaum lelaki, karena memang demikian kebutuhannya. Wanita yang masuk ke bidang ini berarti harus menyesuaikan diri dengan standar yang ada, sementara wanita diciptakan dengan struktur tubuh yang berbeda dengan lelaki. Lalu pekerjaan apa yang dapat diselesaikannya dengan baik?

Sementara itu, di tempat kerjanya wanita tidak jarang menjadi korban pelecehan -lisan maupun tindakan- dari lawan jenisnya, baik dari rekan kerja ataupun atasannya. Nilai wanita jadi begitu rendah, tak lebih sebagai obyek dari pandangan mata-mata nakal. Kehadirannya di tempat kerja tak jarang hanya sebagai ‘penyegar’ suasana.

Kemerosotan akhlak terjadi di kalangan masyarakat dengan lepasnya wanita dari rumahnya. Lelaki jadi terfitnah1 dengan bebasnya wanita berkeliaran di sekitarnya. Padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

“Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada fitnah wanita.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Wanita dan lelaki bebas bercampur baur dalam satu tempat tanpa adanya pemisah (ikhtilath). Padahal Islam telah melarang hal ini karena ikhtilath merupakan pintu yang mengantarkan pada perbuatan keji dan mungkar, mendekatkan pada perbuatan zina. Allah Subhanahu wa Ta’ala memperingatkan:

وَلاَ تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيْلاً

“Dan janganlah kalian mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang amat buruk.” (Al-Isra`: 32)

Gejala lain yang kini terlihat di kalangan mereka yang menjadi korban emansipasi adalah sepinya ikatan pernikahan. Wanita yang sibuk dengan karirnya lebih suka hidup sendiri daripada harus terikat dengan tanggung jawab mengurus suami, rumah dan anak. Terkadang si wanita lebih memilih hidup bebas, dan bergaul dengan lelaki mana saja yang ia inginkan. Na’udzubillah min dzalik (kita berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari hal itu).

Tuntutan agar wanita meraih pendidikan formal yang tinggi ternyata mengharuskan si wanita mempraktikkan ilmunya di lapangan, walau ia harus meninggalkan suami, anak, dan rumahnya. Karena tuntutan ekonomi yang semakin meningkat, semangat cinta kehidupan dunia berikut perhiasannya semakin meninggi, akhirnya para wanita merasa harus bekerja di luar rumah untuk menambah penghasilan keluarga. Timbullah dilema antara mengurus rumah tangga dengan kepentingan pekerjaannya. Tak jarang mereka menyisihkan urusan rumah tangga. “Bisa diserahkan kepada pembantu,” kata mereka.

Saat ini, terlalu banyak kita dapati anak-anak yang dibesarkan oleh pembantunya, sementara ibunya hanya menjadi pengawas dari jauh. Berbagai masalah timbul karenanya. Anak-anak menjadi nakal karena kurang perhatian. Mereka lari keluar rumah untuk mencari kompensasi, mengais-ngais kasih sayang yang mungkin masih tersisa.

Rumah tangga terbengkalai, suami pun menyeleweng. Si wanita itu sendiri mendapatkan godaan dari kawan sekerja yang lebih tampan menawan daripada suami di rumah. Akibatnya si wanita pun terdorong untuk berbuat serong. Dan akhirnya…. pernikahan berakhir dengan perceraian. Tinggallah anak-anak sebagai korbannya.

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka mau kembali ke jalan yang benar.” (Ar-Rum: 41)

Sebenarnya terlalu banyak dampak emansipasi untuk disebutkan di sini. Cukuplah apa yang telah kami sebutkan sebagai contoh. Yang perlu diingat oleh setiap wanita, bahwa emansipasi sama sekali bukanlah solusi untuk mendapatkan pengakuan masyarakat terhadap dirinya. Karena emansipasi yang lebih dahulu telah diperjuangkan oleh wanita Barat hanya menghasilkan penderitaan yang lebih parah bagi kaum wanita.

Setelah tercapai apa yang menjadi tujuan ternyata timbul akibat yang buruk bagi individu, masyarakat dan generasi penerus. Dilanggarnya tuntunan Islam tanpa rasa takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dicampakkannya hijab, dibuangnya rasa malu, lahirnya anak yang tak diketahui siapa orang tuanya, perpecahan keluarga, mudahnya kawin cerai, kebebasan hubungan lelaki dan wanita, dan sebagainya menjadikan kehidupan para pelaku serta korban emansipasi dipenuhi stres dan depresi. Wallahul musta’an.

Kita berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari akibat yang diperbuat oleh orang-orang yang jahil dan zalim di antara kita.

Bila sudah seperti ini keadaannya, tidak ada solusi yang lebih tepat kecuali kembali kepada ajaran Islam yang benar. Kembali kepada tuntunan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya.

Kembalilah engkau wahai wanita kepada fitrahmu! Lihatlah bagaimana Islam telah memuliakanmu! Pegangilah apa yang diajarkan Nabimu, niscaya kebahagiaan di dua negeri akan kau raih.
Wallahu a’lam.

1 Yang dimaksud dengan fitnah di sini adalah sesuatu yang membawa kepada ujian, bala, dan adzab.

Dicopy dari: http://asysyariah.com/print.php?id_online=477


--------------------------------------------------------------------------

Lihatlah betapa quran atau muslim itu membodohi kalian wahai muslimah. Alesan kalian barang berharga sehingga harus disimpan. Sekarang apa gunanya kamu membeli perhiasan tetapi kamu simpan di dalam lemari?

Apa gunanya kamu membeli lukisan Rembrandt dan kamu menyimpannya di kamarmu?

Bagaimana rasanya jika kamu membuat sebuah mahakarya dan memberikan kpd seseorang, kemudian orang tsb hanya menaruhnya di gudang?

Jika kalian termakan kata2 muslim diatas, saya tidak tanggung-tanggung mengatakan anda: ****!!!!

BACA SAJA BETAPA KALIAN DIRENDAHKAN!!!
Phoenix
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 11175
Joined: Mon Feb 27, 2006 5:33 am
Location: FFI

Postby Rouen » Thu Oct 04, 2007 10:07 am

Nix, masalahnya di sini yg ada "batang"an semua
nda ada muslimah... eh, cuma ada 1... stroberi...
User avatar
Rouen
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 799
Joined: Mon Jun 11, 2007 4:45 pm
Location: Amazon

Postby Pembawa Pedang » Fri Oct 05, 2007 7:38 am

Baca tulisan saudara muslimu wahai muslimah.

Bukankah mereka sudah enak boleh poligamy?

Muslimah : Gue milih dipolygamy dari pada dijadikan lon**. diembat lalu dibayar...

Code: Select all
Bukankah mereka diberikuasa untuk menjadikan kamu sbg ladang?

Muslimah : Dijadikan ladang oke kok...namun ladang gue ngga setiap hari dicangkul ade masa liburnya...kalo gue digarap orang sebelah diembat melulu meski lagi becek...yg ngembat ngga berkhitan lagi... jijik ah...anunya penuh kotoran....kapok deh...
Bukankah mereka diberi kuasa utk mengatur hidup wanita?

Muslimah : Setiap makluk hidup punya pemimpinnya...maka muslim menjadi pemimpin bagi muslimah...kacau balau jika semua mau jadi pemipimpin...gue iklas dipimpin karena sebagai muslimah gue punya keterbatasan.

Bukankah mereka sudah enak meminta kalian menutupi diri kalian hanya supaya "adik kecilnya" tidak berontak ketika melihat kulitmu yg mulus dan rambutmu yg cantik?

Muslimah : Kulit gue tambah mulus dan putih dgn ditutup...aurat gue ngga jadi murahan seperti pr orang sebelah... watak asli gue pemalu...pr buka aurat akibat iblis bersarang dihatinya hingga menghilangkan sifat malu itu...
Buka aurat itu binatang...gue manusia...

Apakah mereka belum puas sudah diberi kuasa untuk memukulmu kalau kamu melawan?

Muslimah : kalo salah dipukul wajar kok.....bukan dipukul setiap hari....dari pada akhirnya seperti kasus suami isteri "baku tembak dibekasi"...Mereka itu agama apa yah?..
Pembawa Pedang
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5280
Joined: Fri Mar 16, 2007 1:39 am

Postby Sashimi » Fri Oct 05, 2007 7:59 am

ngga semua orang yang nolak poligami bersedia jadi lonte, tapi.......

kalo ada wapres yang nawarin janda2nya di puncak jadi istri bayaran?

apakah itu meningkatkan harkat dan martabat perempuan?

walaupun yang jadi suami, atau konsumen nih lebih tepatnya, itu berkhitan, tetep aja perempuan kayak kambing bisa di bayar buat numpang ngecrot, sukur2 kalo seterusnya di kawinin, bukankah cerai dalam islam itu perkara paling mudah, apalagi kawin siri

tinggal ente dalengeh 3 kali, lepas sudah beban si ' suami ' terhadap istri, tanpa ada kesempatan istri untuk membela hak2nya, dan belum lagi suami punya hak untuk ' merampas ' mas kawin yang mestinya jadi cadangan devisa si istri

kalo mau pilih pemimpin, mending pilih sendiri jadi pemimpin, kalo ngga mampu, belajar

oh ya, kalo mau kulit halus, rambut yang berkilau, ngga usah jadi muslim juga bisa, caranya?
ke salon, spa,

yang pikir buka aurat itu binatang, biasanya punya sifat binatang, ngga bisa bedain hak dan kewajiban

kalo ngga tahan ya jangan liat, kalo bisa butain matanya, kalo ngeres, pindah aja ke negara arab, bukankah mereka kekurangan pembantu? dan perempuan yang bisa di muttah?

sebagai manusia, di pukul sama manusia bukan hal wajar, kalo salah di kasih tau, itu bedanya kita sama binatang ( see?, udah gua jelasin kan di atas, yang punya pikiran buka aurat binatang biasanya punya sifat binatang )
Sashimi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3813
Joined: Sun Jul 09, 2006 8:19 am

Postby Pembawa Pedang » Fri Oct 05, 2007 1:24 pm

ngga semua orang yang nolak poligami bersedia jadi lonte, tapi.......

Komunitas dikau sdh banyak pr dari lk...lihat keliling jemaat lah...kalo nolak poligamy mau diapain itu pr kalo bukan jadi lon**...atau mau dikau serahkan pada kami....untuk dimuslimahkan... :wink:

kalo mau pilih pemimpin, mending pilih sendiri jadi pemimpin, kalo ngga mampu, belajar

Pr punya keterbatasan...makanya ngga ade Nabi dari golongan pr...fitrah kok...

sebagai manusia, di pukul sama manusia bukan hal wajar, kalo salah di kasih tau, itu bedanya kita sama binatang ( see?, udah gua jelasin kan di atas, yang punya pikiran buka aurat binatang biasanya punya sifat binatang )

Bukan semua kesalahan lansung pukul tapi kesalahan sifatnya melanggar hukum agama dan ade step stepnya...ditegur..pisah ranjang..pukul..cerai...!

Yg dipukul ngga mesti binatang...namun manusia punya sifat kebinatangan...kalo ngga dipukul ngga sadar..jadi pukulan tetap diperlukan..

Pukul sayang...dan mendidik.... :lol:
Pembawa Pedang
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5280
Joined: Fri Mar 16, 2007 1:39 am

Postby Sashimi » Fri Oct 05, 2007 1:37 pm

kalo nolak poligami sama dengan lonte?, waduh elu mesti liat tuh orang amerika, mereka mah puas dengan satu bini, malah kalo perempuan ketahuan jadi bini kedua, yang di cap lonte tuh bini keduanya, ha ha ha ha h

kemakan kan sama ucapan sendiri, emang enak

kata siapa perempuan ada keterbatasan?, loe ngga tau ratu elizabeth, arroyo, benazir bhutto, dan masih banyak lagi yang membuktikan perempuan bisa setara sama laki2 dalam hal mempimpin, lah kalo elo tinggal di afghan, ya pantes bingung, kok perempuan bisa mimpin


yang bilang manusia punya sifat binatang cumalah muslim dengan muhammad sebagai pelopornya

kalo gitu bini boleh nabok lakinya dong kalo lakinya ngga bisa di bilangin

ha ha ha, emang enak kemakan ucapan sendiri
Sashimi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3813
Joined: Sun Jul 09, 2006 8:19 am

Postby Jadilah Bijaksana » Fri Oct 05, 2007 1:58 pm

Lihat self destruction Amerika,karena emansipasi dan hukum buatan manusia lainnya , tingkat kematian lebih tinggi dibanding tingkat kelahiran,kriminalitas mencapai 30% dan terus meningkat,Karena:

- wanita karir tidak ingin direpotkan oleh kehadiran anak.

-Wanita karir menitipkan anaknya kepada baby siter,akibatnya sang anak tidak diberi visi misi yang jelas.

-wanita memiliki stamina setengahnya dari stamina pria,sehingga wanita karir mendapat banyak keluhan dari tubuhnya,seperti penyakit,kelelahan,stress dan lain sebagainya.
User avatar
Jadilah Bijaksana
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 642
Joined: Thu Sep 20, 2007 12:04 pm

Postby gilito » Fri Oct 05, 2007 2:09 pm

Pembawa Pedang wrote:
Baca tulisan saudara muslimu wahai muslimah.

Bukankah mereka sudah enak boleh poligamy?

Muslimah : Gue milih dipolygamy dari pada dijadikan lon**. diembat lalu dibayar...

Code: Select all
Bukankah mereka diberikuasa untuk menjadikan kamu sbg ladang?

Muslimah : Dijadikan ladang oke kok...namun ladang gue ngga setiap hari dicangkul ade masa liburnya...kalo gue digarap orang sebelah diembat melulu meski lagi becek...yg ngembat ngga berkhitan lagi... jijik ah...anunya penuh kotoran....kapok deh...
Bukankah mereka diberi kuasa utk mengatur hidup wanita?

Muslimah : Setiap makluk hidup punya pemimpinnya...maka muslim menjadi pemimpin bagi muslimah...kacau balau jika semua mau jadi pemipimpin...gue iklas dipimpin karena sebagai muslimah gue punya keterbatasan.

Bukankah mereka sudah enak meminta kalian menutupi diri kalian hanya supaya "adik kecilnya" tidak berontak ketika melihat kulitmu yg mulus dan rambutmu yg cantik?

Muslimah : Kulit gue tambah mulus dan putih dgn ditutup...aurat gue ngga jadi murahan seperti pr orang sebelah... watak asli gue pemalu...pr buka aurat akibat iblis bersarang dihatinya hingga menghilangkan sifat malu itu...
Buka aurat itu binatang...gue manusia...

Apakah mereka belum puas sudah diberi kuasa untuk memukulmu kalau kamu melawan?

Muslimah : kalo salah dipukul wajar kok.....bukan dipukul setiap hari....dari pada akhirnya seperti kasus suami isteri "baku tembak dibekasi"...Mereka itu agama apa yah?..


1.lebih baik mencuri daripada merampok
2.knalpot melulu
3.ternyata gak ada wanita yg lebih baik dari pria
4.yg binatang itu yg buka aurat ato yg punya pikiran dan kelakuan binatang?
5.daripada lage!!!!! (lagu lawas)
gilito
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 0
Joined: Sun Jul 28, 2013 6:16 pm

Postby Sashimi » Fri Oct 05, 2007 2:14 pm

Jadilah Bijaksana wrote:Lihat self destruction Amerika,karena emansipasi dan hukum buatan manusia lainnya , tingkat kematian lebih tinggi dibanding tingkat kelahiran,kriminalitas mencapai 30% dan terus meningkat,Karena:

- wanita karir tidak ingin direpotkan oleh kehadiran anak.

-Wanita karir menitipkan anaknya kepada baby siter,akibatnya sang anak tidak diberi visi misi yang jelas.

-wanita memiliki stamina setengahnya dari stamina pria,sehingga wanita karir mendapat banyak keluhan dari tubuhnya,seperti penyakit,kelelahan,stress dan lain sebagainya.


trus ya udah bagus dong kalo itu menghancurkan kafir amerika pelan2, mestinya di dukung dong

kok elo emosi sendiri

makanya Tuhan begitu adil, cewe bleh lemah fisik, tapi kuat dalam mental, ngga kayak laki contoh yeee

muhammad, mentalnya benar2 lemah, kenapa?, masa baru di sindir sebentar sama penyair perempuan langsung naik darah, mewek ke teman2nya minta tolong di bunuh itu perempuan, padahal kalo dia laki2 yang kuat mental, langsung aje di bablas tu perempuan saat itu juga, detik itu juga

kasus mimpi basah, muhammad ngga bisa bedain antara khayalan dengan realitas, jadi begitu dapet mimpi di hadiahin anak kecil langsung otaknya mikir wah ini dari awloh nih asik dapet duren runtuh

dan masih banyak lagi

baby sitter bukan cuma ada di jaman sekarang, bukankah di jaman muhammad juga ada baby sitter?,, cuma namanya wet nurse, yang kerjanya ngasuh, mandiin anak nyuapin makan, beresin kencing sama beol, kalo meningkatnya kasus kriminal, di indonesia juga meningkat tuh selama bulan ramadhan, hayoo.. kok elo ngga obyektif?

emang enak kemakan sendiri sama ucapannya?
Sashimi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3813
Joined: Sun Jul 09, 2006 8:19 am

Postby Sashimi » Fri Oct 05, 2007 2:15 pm

@ noer, yang nomer 4 nohok banget tuh salut man...!
Sashimi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3813
Joined: Sun Jul 09, 2006 8:19 am

Re: APA LAGI YG ENGKAU TUNTUT WAHAI WANITA??

Postby ndramus » Fri Oct 05, 2007 3:52 pm

Phoenix wrote:Baca tulisan saudara muslimu wahai muslimah.

Bukankah mereka sudah enak boleh poligamy?
Bukankah mereka diberikuasa untuk menjadikan kamu sbg ladang?
Bukankah mereka diberi kuasa utk mengatur hidup wanita?
Bukankah mereka sudah enak meminta kalian menutupi diri kalian hanya supaya "adik kecilnya" tidak berontak ketika melihat kulitmu yg mulus dan rambutmu yg cantik?
Apakah mereka belum puas sudah diberi kuasa untuk memukulmu kalau kamu melawan?


Ternyata wanita ingin ber-emansipasi dan ingin hidup normal bersama wanita lainnya pun masih diomong...

Katakanlah seorang muslimah yg ingin belajar, menuntut ilmu, bekerja dan berpakaian jeans dan t'shirt berlengan pendek , tanpa jilbab...

Baca saja deh disini:

http://wiramandiri.wordpress.com/2007/0 ... ai-wanita/

Apa Lagi yang Engkau Tuntut Wahai Wanita?
Ditulis pada 14 Juli 2007 oleh Wira Mandiri


Oleh: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah

Kehancuran sebuah rumah tangga karena salah satu di antara suami atau istri berbuat selingkuh, rasanya telah menjadi berita yang amat biasa. Bukan hanya terjadi di kalangan selebritis, namun juga banyak terjadi di rumah tangga sekitar kita. Fenomena ini merupakan secuil dari petaka yang muncul karena wanita muslimah tergoda dengan slogan-slogan emansipasi.

Ibarat sebuah permata yang sangat berharga, ditempatkan di tempat yang bagus, yang tak gampang terjamah. Itulah wanita dalam Islam. Bukan sekedar omong kosong bila kita katakan bahwa wanita benar-benar mendapatkan kemuliaannya dalam Islam. Pembicaraan tentang hal ini telah kita lewati dalam edisi yang lalu. Namun sayangnya banyak orang yang tidak mau menoleh kepada perlakuan istimewa dari agama yang mulia ini, sehingga mereka menengok ke Barat, ingin beroleh konsep bagaimana mengangkat harkat dan martabat wanita ala Barat.

Orang-orang seperti ini biasanya sudah tertular penyakit minder jadi orang Islam. Atau lebih parahnya, fobi bahkan anti terhadap semua yang berbau Islam namun kagum kepada semua yang datang dari Barat, walaupun itu adalah kesesatan yang dipoles dengan bungkus warna-warni. Timbullah kekaguman mereka kepada wanita-wanita di Barat yang bebas berkeliaran mengejar karir di luar rumah sebagaimana lelaki. Berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan lelaki. Diteriakkanlah kepada para wanita agar meniru wanita-wanita Barat, hingga tampaklah akibatnya yang mengerikan ketika gayung bersambut.

Dan hari ini maupun hari-hari sebelumnya, kita telah melihat hasil teriakan tersebut…

Para wanita berseliweran di setiap tempat keramaian, di kantor, di lapangan… Dan ini adalah pemandangan yang biasa setiap harinya. Para wanita itu mengejar dunianya dengan menjunjung setinggi-tingginya slogan emansipasi.

Kalau dulu, para lelaki baik itu ayah, kakek, suami, paman, ataupun saudara laki-laki, demikian cemburu dengan wanitanya bila sampai terlihat oleh lelaki yang bukan mahramnya, namun kita dapati pada hari ini, di zaman kemajuan ini, rasa cemburu sudah ketinggalan kereta. Tak ada lagi tempat untuknya, bukan zamannya lagi. Ayah, suami, paman dan saudara laki-laki membukakan pintu rumah selebar-lebarnya bagi si wanita untuk mengepakkan sayap kebebasan, menurut mereka.

Para lelaki tak lagi cemburu, sementara si wanita tak lagi memiliki rasa malu. Lalu, diayunkannya langkahnya sampai melampaui pagar ‘istana’nya. Selanjutnya dapat kita duga kerusakan apa yang bakal terjadi bila jalan-jalan dan tempat-tempat di luar rumah dipenuhi wanita, bercampur baur dengan lelaki. Ini semua akibat kebodohan dan jauhnya mereka dari agama, kemudian akibat termakan emansipasi.

Apa itu Emansipasi?

Kami tak bermaksud berbicara panjang lebar tentang emansipasi, karena materi ini akan dibahas secara meluas di majalah kesayangan kita ini dalam edisi-edisi mendatang, Insya Allah. Namun tidak mengapa, kami sedikit menyentil permasalahan ini karena berkaitan dengan pembahasan kami di rubrik ini dalam edisi yang telah lalu.

Kalau ada yang bertanya, apa itu emansipasi? Maka secara praktis kita katakan bahwa yang dimaukan dengan emansipasi oleh para penyerunya adalah upaya mempersamakan wanita dengan lelaki dalam segala bidang kehidupan, baik secara intelektual maupun fisik.

Emansipasi dipandang sebagai kemajuan bagi kaum wanita, yang berarti kebebasan bagi wanita untuk melakukan apa saja yang diinginkan dan menjalani profesi apa saja. Bukan lagi pemandangan aneh bila kita dapati seorang wanita menjadi sopir truk, kondektur, kuli bangunan, tukang parkir, satpam…. Jangan heran bila wanita bisa menjadi perdana menteri, pilot, jenderal bahkan presiden. Walhasil, kalau lelaki bisa unjuk otak dan ototnya dalam segala lapangan penghidupan maka wanita pun dituntut harus bisa dan harus diberi porsi yang sama. Kalau tidak seperti itu, berarti merendahkan wanita dan menginjak hak asasinya!!! Demikian lolongan mereka.

Sesuai atau tidak defenisi emansipasi yang disebutkan di sini dengan defenisi palsu yang mereka –kaum feminis– berikan, tidaklah jadi soal. Yang penting demikianlah kenyataan praktik emansipasi di masyarakat kita. Wallahu a’lam.

Kapan Muncul Emansipasi?

Tidak terlalu penting untuk kita sebutkan di sini kapan gerakan emansipasi ini muncul untuk pertama kalinya. Yang jelas, gerakan ini pertama kali berbentuk slogan pendidikan akademis bagi kaum wanita. Slogan-slogan itu pada awalnya nampak menarik karena mengusahakan peningkatan kecerdasan dan pengetahuan kaum wanita, agar dapat melahirkan generasi baru yang lebih cakap dan lebih berkualitas.

Tetapi, di kemudian hari setelah tercapainya tujuan pertama, gerakan ini mulai melakukan tipu daya baru yang tentu saja dibungkus dengan kata-kata indah nan menawan, yakni persamaan hak pria dan wanita secara mutlak dan kebebasan karir wanita di segala bidang.

Dengan iming-iming yang menarik ini, tak pelak lagi banyak kaum hawa yang tertipu dan terbawa arus gelombang emansipasi. Bahkan hembusan emansipasi seolah angin sejuk bagi masa depan mereka.

Terlahir di negeri Eropa Barat, emanisipasi jelas mewakili pemikiran bangsa yang sangat jauh dari tuntunan agama Allah Subhanahu wa Ta’ala ini. Bahkan mereka adalah budak-budak hawa nafsu, kesyirikan, dan kekufuran. Kaum wanita dalam masyarakat penyembah salib tersebut sama sekali tidak mendapatkan perlakuan yang semestinya. Mereka diibaratkan barang yang dapat diperjualbelikan di pasaran, dianggap sebagai sampah dan budak pemuas hawa nafsu.

Para pemuka agama mereka bahkan menyimpulkan bahwa wanita adalah makhluk pembawa kejahatan, musuh keselamatan, penunggu neraka, semata-mata dicipta untuk melayani lelaki, dianggap sejenis hewan yang harus dipukul, dan merupakan tangan dari tangan-tangan setan. Dan masih banyak lagi sebutan dan gelar-gelar jelek yang mereka berikan kepada kaum wanita. Dalam kenyataan buruk seperti itulah dihembuskan ‘angin segar’ emansipasi, agar wanita terlepas dari perbudakan dan perlakuan buruk kaum lelaki. Agar wanita mendapatkan hak asasinya sebagai manusia yang selama ini telah diinjak-injak oleh lelaki.

Bila demikian kenyataan yang melatarbelakangi lahirnya emansipasi, apakah pantas wanita muslimah ikut-ikutan menjayakan gerakan ini sementara ia telah dimuliakan dalam Islam, diberikan perlindungan dan kedudukan mulia? Sungguh kebodohan telah meracuninya. Andai ia tahu kemuliaan yang diberikan Islam padanya…. Kemuliaan yang membuat iri wanita-wanita Barat !!!.

Racun Emansipasi

Propaganda yang laris manis ini banyak menebarkan racun di tengah masyarakat. Kaum wanita berbondong-bondong menyerbu tiap bidang kehidupan dan lapangan pekerjaan. Tak peduli apakah hal itu sesuai dengan fitrahnya atau tidak. Akibatnya, jumlah pengangguran di kalangan lelaki meningkat karena lapangan pekerjaannya telah direbut oleh wanita.

Dewasa ini tak jarang wanita memasuki bidang-bidang yang ‘berotot’, yang tentunya standar yang dipakai adalah standar yang biasa berlaku pada kaum lelaki, karena memang demikian kebutuhannya. Wanita yang masuk ke bidang ini berarti harus menyesuaikan diri dengan standar yang ada, sementara wanita diciptakan dengan struktur tubuh yang berbeda dengan lelaki. Lalu pekerjaan apa yang dapat diselesaikannya dengan baik?

Sementara itu, di tempat kerjanya wanita tidak jarang menjadi korban pelecehan -lisan maupun tindakan- dari lawan jenisnya, baik dari rekan kerja ataupun atasannya. Nilai wanita jadi begitu rendah, tak lebih sebagai obyek dari pandangan mata-mata nakal. Kehadirannya di tempat kerja tak jarang hanya sebagai ‘penyegar’ suasana.

Kemerosotan akhlak terjadi di kalangan masyarakat dengan lepasnya wanita dari rumahnya. Lelaki jadi terfitnah1 dengan bebasnya wanita berkeliaran di sekitarnya. Padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

“Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada fitnah wanita.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Wanita dan lelaki bebas bercampur baur dalam satu tempat tanpa adanya pemisah (ikhtilath). Padahal Islam telah melarang hal ini karena ikhtilath merupakan pintu yang mengantarkan pada perbuatan keji dan mungkar, mendekatkan pada perbuatan zina. Allah Subhanahu wa Ta’ala memperingatkan:

وَلاَ تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيْلاً

“Dan janganlah kalian mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang amat buruk.” (Al-Isra`: 32)

Gejala lain yang kini terlihat di kalangan mereka yang menjadi korban emansipasi adalah sepinya ikatan pernikahan. Wanita yang sibuk dengan karirnya lebih suka hidup sendiri daripada harus terikat dengan tanggung jawab mengurus suami, rumah dan anak. Terkadang si wanita lebih memilih hidup bebas, dan bergaul dengan lelaki mana saja yang ia inginkan. Na’udzubillah min dzalik (kita berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari hal itu).

Tuntutan agar wanita meraih pendidikan formal yang tinggi ternyata mengharuskan si wanita mempraktikkan ilmunya di lapangan, walau ia harus meninggalkan suami, anak, dan rumahnya. Karena tuntutan ekonomi yang semakin meningkat, semangat cinta kehidupan dunia berikut perhiasannya semakin meninggi, akhirnya para wanita merasa harus bekerja di luar rumah untuk menambah penghasilan keluarga. Timbullah dilema antara mengurus rumah tangga dengan kepentingan pekerjaannya. Tak jarang mereka menyisihkan urusan rumah tangga. “Bisa diserahkan kepada pembantu,” kata mereka.

Saat ini, terlalu banyak kita dapati anak-anak yang dibesarkan oleh pembantunya, sementara ibunya hanya menjadi pengawas dari jauh. Berbagai masalah timbul karenanya. Anak-anak menjadi nakal karena kurang perhatian. Mereka lari keluar rumah untuk mencari kompensasi, mengais-ngais kasih sayang yang mungkin masih tersisa.

Rumah tangga terbengkalai, suami pun menyeleweng. Si wanita itu sendiri mendapatkan godaan dari kawan sekerja yang lebih tampan menawan daripada suami di rumah. Akibatnya si wanita pun terdorong untuk berbuat serong. Dan akhirnya…. pernikahan berakhir dengan perceraian. Tinggallah anak-anak sebagai korbannya.

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka mau kembali ke jalan yang benar.” (Ar-Rum: 41)

Sebenarnya terlalu banyak dampak emansipasi untuk disebutkan di sini. Cukuplah apa yang telah kami sebutkan sebagai contoh. Yang perlu diingat oleh setiap wanita, bahwa emansipasi sama sekali bukanlah solusi untuk mendapatkan pengakuan masyarakat terhadap dirinya. Karena emansipasi yang lebih dahulu telah diperjuangkan oleh wanita Barat hanya menghasilkan penderitaan yang lebih parah bagi kaum wanita.

Setelah tercapai apa yang menjadi tujuan ternyata timbul akibat yang buruk bagi individu, masyarakat dan generasi penerus. Dilanggarnya tuntunan Islam tanpa rasa takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dicampakkannya hijab, dibuangnya rasa malu, lahirnya anak yang tak diketahui siapa orang tuanya, perpecahan keluarga, mudahnya kawin cerai, kebebasan hubungan lelaki dan wanita, dan sebagainya menjadikan kehidupan para pelaku serta korban emansipasi dipenuhi stres dan depresi. Wallahul musta’an.

Kita berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari akibat yang diperbuat oleh orang-orang yang jahil dan zalim di antara kita.

Bila sudah seperti ini keadaannya, tidak ada solusi yang lebih tepat kecuali kembali kepada ajaran Islam yang benar. Kembali kepada tuntunan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya.

Kembalilah engkau wahai wanita kepada fitrahmu! Lihatlah bagaimana Islam telah memuliakanmu! Pegangilah apa yang diajarkan Nabimu, niscaya kebahagiaan di dua negeri akan kau raih.
Wallahu a’lam.

1 Yang dimaksud dengan fitnah di sini adalah sesuatu yang membawa kepada ujian, bala, dan adzab.

Dicopy dari: http://asysyariah.com/print.php?id_online=477


--------------------------------------------------------------------------

Lihatlah betapa quran atau muslim itu membodohi kalian wahai muslimah. Alesan kalian barang berharga sehingga harus disimpan. Sekarang apa gunanya kamu membeli perhiasan tetapi kamu simpan di dalam lemari?

Apa gunanya kamu membeli lukisan Rembrandt dan kamu menyimpannya di kamarmu?

Bagaimana rasanya jika kamu membuat sebuah mahakarya dan memberikan kpd seseorang, kemudian orang tsb hanya menaruhnya di gudang?

Jika kalian termakan kata2 muslim diatas, saya tidak tanggung-tanggung mengatakan anda: ****!!!!

BACA SAJA BETAPA KALIAN DIRENDAHKAN!!!


Nix
yang ngomong nih ustadzah ya ?!
ga nyadar dia.....dia jd ustadazah krn emansipasi :lol: :lol: :P :lol:
User avatar
ndramus
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1587
Joined: Fri Nov 17, 2006 4:43 pm

Postby Pembawa Pedang » Fri Oct 05, 2007 4:14 pm

1.lebih baik mencuri daripada merampok

Oh..gitu yah ajaran orang sebelah...

2.knalpot melulu

Pr sungguh jijik dgn laki ngga dikhitan..jorok!Cuman segan aje ngomong sama laki...takut ditonjok!

3.ternyata gak ada wanita yg lebih baik dari pria

Secara personal ada..tapi secara kolektif laki2 lebih baik dari pr...dlm hal kepimpinan...

4.yg binatang itu yg buka aurat ato yg punya pikiran dan kelakuan binatang?

Binatang tdk tutup aurat dan khitan...sehingga manusia tak tutup aurat dan khitan persis binatang...

5.daripada lage!!!!! (lagu lawas)

Apaan neh..ngga ngerti....
Pembawa Pedang
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5280
Joined: Fri Mar 16, 2007 1:39 am

Postby Phoenix » Fri Oct 05, 2007 5:19 pm

Jadilah Bijaksana wrote:Lihat self destruction Amerika,karena emansipasi dan hukum buatan manusia lainnya , tingkat kematian lebih tinggi dibanding tingkat kelahiran,kriminalitas mencapai 30% dan terus meningkat,Karena:

- wanita karir tidak ingin direpotkan oleh kehadiran anak.


Bukti???

Kriminal tinggi karena pemukulan istri dan pedopil serta pemerkosaan terdaftar sbg tindakan kriminal. Di negara arab hal tsb banyak tdk tercatat sbg kriminal.

Disini banyak wanita karier sekaligus ibu yg baik. Nggak percaya? buktikan aja sendiri kesini.

Lu kebanyakan dicekokin ustadz bin geblek elo sih. Think outside the box!

-Wanita karir menitipkan anaknya kepada baby siter,akibatnya sang anak tidak diberi visi misi yang jelas.


kata siapa?? bukannya malahan banyak yg pake baby sitter itu keluarga berada di Indo. Di negara Barat setiap ibu melahirkan berhak mendapatkan cuti hamil dgn gaji tetap dibayar 80%. Lu tahu berapa cuti hamil yg didapat? 1 tahun boo..

Dan semua anak yg lahir di tempat gue bakal mendapatkan 1,2 jt./bulan

Lu tahu tuh di Arab...lu pikir mereka ambil TKW buat apa?

DI HongKong juga pake babysitter, tetapi mereka hanya pakai babysitter utk jemput dan ngasih makan anaknya aja. Karena orang HongKong anak-anaknya jadi hormat ke ortunya. Mereka hormat banget loh ke ortu.

Nih yg gue sbeel kalau di Indo lihat ibu2 dgn hak tinggi sementara anaknya dibelakang digendong baby sitter. Berapa kali terjadi penganiayaan anak oleh baby sitter di Indonesia. Dan bukannya justeru di Indonesia lebih banyak anak dititipkan ke pembantu? Nggak jauh2, tante gue sendiri tuh 3 anak dibesarkan oleh baby sitter.

Di luar negeri kalau mau pakai baby sitter lu musti bayar perjamnya sekitar USD 20. Dan kalaupun pake kalau bukan orang kaya sekali, biasanya hanya memanggil babysitter saat mereka mau makan malam, rapat, nonton berdua saja..dll.

Jadi elo ndak usah ngoceh tanpa bukti soal wanita karier di dunia barat!

Untung Kartini udah meninggal. Kalau kaga, elo bisa bikin nagis Kartini lagi!


-wanita memiliki stamina setengahnya dari stamina pria,sehingga wanita karir mendapat banyak keluhan dari tubuhnya,seperti penyakit,kelelahan,stress dan lain sebagainya.


Bukti????????

Itukan perasaanmu saja. Tanggapan elo. Disini wanita banyak tuh yg kerja di dunia bangunan, logistic dan nyupir truck tronton. Elo bakal melotot kalau bisa lihat wanita umut 60 tahun nyupir bus disini!

Yang pasti wanita bisa mengerjakan pekerjaan pria, pria tidak bisa mengerjakan pekerjaan wanita. Ndak percaya? Coba suruh pria yg kerja di kantor utk bisa kerja dan ngururs rumah. Wanita bisa ngururs rumah, anak dan juga kerja!

Alesan ndak masuk akal..childish banget!
Phoenix
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 11175
Joined: Mon Feb 27, 2006 5:33 am
Location: FFI

Postby Phoenix » Fri Oct 05, 2007 5:39 pm

noer wrote:
Pembawa Pedang wrote:
Baca tulisan saudara muslimu wahai muslimah.

Bukankah mereka sudah enak boleh poligamy?

1. Muslimah : Gue milih dipolygamy dari pada dijadikan lon**. diembat lalu dibayar...

Bukankah mereka diberikuasa untuk menjadikan kamu sbg ladang?

2. Muslimah : Dijadikan ladang oke kok...namun ladang gue ngga setiap hari dicangkul ade masa liburnya...kalo gue digarap orang sebelah diembat melulu meski lagi becek...yg ngembat ngga berkhitan lagi... jijik ah...anunya penuh kotoran....kapok deh...

Bukankah mereka diberi kuasa utk mengatur hidup wanita?

3. Muslimah : Setiap makluk hidup punya pemimpinnya...maka muslim menjadi pemimpin bagi muslimah...kacau balau jika semua mau jadi pemipimpin...gue iklas dipimpin karena sebagai muslimah gue punya keterbatasan.

Bukankah mereka sudah enak meminta kalian menutupi diri kalian hanya supaya "adik kecilnya" tidak berontak ketika melihat kulitmu yg mulus dan rambutmu yg cantik?

4. Muslimah : Kulit gue tambah mulus dan putih dgn ditutup...aurat gue ngga jadi murahan seperti pr orang sebelah... watak asli gue pemalu...pr buka aurat akibat iblis bersarang dihatinya hingga menghilangkan sifat malu itu...
Buka aurat itu binatang...gue manusia...

Apakah mereka belum puas sudah diberi kuasa untuk memukulmu kalau kamu melawan?

5. Muslimah : kalo salah dipukul wajar kok.....bukan dipukul setiap hari....dari pada akhirnya seperti kasus suami isteri "baku tembak dibekasi"...Mereka itu agama apa yah?..


1.lebih baik mencuri daripada merampok
2.knalpot melulu
3.ternyata gak ada wanita yg lebih baik dari pria
4.yg binatang itu yg buka aurat ato yg punya pikiran dan kelakuan binatang?
5.daripada lage!!!!! (lagu lawas)


1. Siapa yg menjadikan dikau lonte? Oh....apakah pria muslim kalau tidak mempoligamy kau bakal menjadikan dikau lonte? kasihan sekali dikau muslimah!

2. Iye elo kaga didatengin pas elo mens. TApi buat pria boleh dicocok tanami kapanpun kamu mau. Kalau elo menolak menurut hadits kamu bakal dikutuk malaikat. Dan suami harus mendiamkan istrinya. Paling parah suami berhak memukul kamu.

3. Pemimpin rumah tangga boleh pria. tetapi tulisan saya diberi kuasa adalah dimana pria diberi kuasa utk mengatur hidup kalian. Kalau ndak nurut, elo digaplok!

4. Kalau begitu Adam & Hawa itu binatang ya awalnya terus pake baju jadi manusia..wah jangan2 darwin ngambil dari islam ye...

Lu pikir pake jilbab bagus buat kulit elo putih mulus? ndak juga koq..tuh banyak ceweq dikerodongin tetep aje item ya item. Kecuali elo berendam dalam klorine atau pake pengobatan ala michael jackson!

Jangan2 putih2 kudisan lu..ohya gimana dgn rambut elo? Hahaha..gue kenal tuh anak Iraq disini yg kalau ke sekolah lepas jilbab sebab nggak tahan die (di rumah takut sama ortunya). En die bilang rambutnya bau, ketombean danpada rontok. Huahahahahaha....

En....Siapa juga yg suruh elo buka aurat?

Perempuan dilapisi kayak karung sama saja itu pelecehan perempuan!
Guekalau punya tas asli Louise Vuitton bakalan gue perlihatkan. Bangga donk...tapi kalau LV gue kopian..yaa....gue kaga bisa bangga-bangga banget.

JAdi Pengarungan wanita itu sama saja menghina ciptaan Tuhan!

5. Beda atuh eneng...elo cari aja ada ndak ajarannya kalau suami boleh mukul istrinya. Gitu loh...jangan pake kata daripada spt kata noor. Itu logical bin fallacy...

Muslim logica: Tdk berjilbab = lonte

Tdk mau ditutupi = buka aurat = telanjang

Tdk pake jilbab artinya minta diperkosa!!!

Logika islam logika edan!
Phoenix
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 11175
Joined: Mon Feb 27, 2006 5:33 am
Location: FFI

Postby gilito » Fri Oct 05, 2007 5:42 pm

Pembawa Pedang wrote:
1.lebih baik mencuri daripada merampok

Oh..gitu yah ajaran orang sebelah...

2.knalpot melulu

Pr sungguh jijik dgn laki ngga dikhitan..jorok!Cuman segan aje ngomong sama laki...takut ditonjok!

3.ternyata gak ada wanita yg lebih baik dari pria

Secara personal ada..tapi secara kolektif laki2 lebih baik dari pr...dlm hal kepimpinan...

4.yg binatang itu yg buka aurat ato yg punya pikiran dan kelakuan binatang?

Binatang tdk tutup aurat dan khitan...sehingga manusia tak tutup aurat dan khitan persis binatang...

5.daripada lage!!!!! (lagu lawas)

Apaan neh..ngga ngerti....


1.bener skali tetangga sebelahku muslim
2.apakah nabi mu juga di khitan?
3.ndak perduli personal-personil atau kolektif-kolekkontolmu, yg penting kau akui ada wanita yg lebih baik dibandingkan pria dalam hal memimpin
4.berarti ndak ada salahnya memperkosa binatang dong? korban salah karena gak pake penutup aurat yg perkosa ndak salah, krn yg diperkosa hewan!
5.daripada itu lagu nya Rhoma Irama terbaru, tanya Shasmini tuch....
gilito
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 0
Joined: Sun Jul 28, 2013 6:16 pm

Postby Sashimi » Fri Oct 05, 2007 5:42 pm

nix, kalo menurut gua, poligami justru membuat bini kedua malah keliatan keyak lonte

betapa engga, masa ada sih perempuan mau aja jadi nomer dua kalo bukan karena duit?
Sashimi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3813
Joined: Sun Jul 09, 2006 8:19 am

Postby Phoenix » Fri Oct 05, 2007 5:56 pm

Sashimi wrote:nix, kalo menurut gua, poligami justru membuat bini kedua malah keliatan keyak lonte

betapa engga, masa ada sih perempuan mau aja jadi nomer dua kalo bukan karena duit?

Betoel sas...

APa bedanya sih muslim sama lonte? Bedanya cuman pake acara nikah doank. Udah bosen ya bisa dikawin atau dimadu.. KAsihan banget wnaita muslim, pilihannya cuman 2 Sas, DIpoligamy atau jadi lonte???
Phoenix
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 11175
Joined: Mon Feb 27, 2006 5:33 am
Location: FFI

Postby Sashimi » Fri Oct 05, 2007 6:01 pm

@ noer, point nomer 2 elo, benar2 menohok

elu inget aje hebring....
Sashimi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3813
Joined: Sun Jul 09, 2006 8:19 am

Postby jumpuz » Sat Oct 06, 2007 5:22 am

Sapa sech yang mau seperti AA Gym, dah dapet istri aduhai.....

pasti yang mau ya si pembawa pedang lah
User avatar
jumpuz
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 50
Joined: Fri Oct 05, 2007 6:34 am

Postby Pembawa Pedang » Sat Oct 06, 2007 4:28 pm

2. Iye elo kaga didatengin pas elo mens. TApi buat pria boleh dicocok tanami kapanpun kamu mau. Kalau elo menolak menurut hadits kamu bakal dikutuk malaikat. Dan suami harus mendiamkan istrinya. Paling parah suami berhak memukul kamu.

Muslimah : gpp mas...tapi jika aku jadi isteri orang sebelah lagi mens pun diembat....

nafsuku ngga seperti lk....bagi lk sex ibarat makanan..ia selalu lapar...bagiku sex hanya untuk meraih cinta lk....

kalo ngga salah kitab orang sebelah mengajarkan isteri mengabdi pada suami juga tuh...ngga tahu ayatnya yah...
Pembawa Pedang
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5280
Joined: Fri Mar 16, 2007 1:39 am

Next

Return to Hak WANITA dlm Islam



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users