. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Anti Poligami = Pro Kumpul Kebo ???

Seputar pro dan kontra poligami dalam ajaran Islam.

Anti Poligami = Pro Kumpul Kebo ???

Postby Laurent » Thu Jan 04, 2007 3:41 pm

Anti Poligami Sejalan dengan Pro Kumpul Kebo
Focus Oleh : Redaksi 27 Dec 2006 - 5:30 pm

Hartono Ahmad Jaiz
Wartawan dan Penulis Buku-buku Islami
Menjelang akhir 2006, ada dua nama yang tiba-tiba menjadi perbincangan masyarakat luas secara bersamaan. Nama pertama adalah Abdullah Gymnastiar yang biasa disapa Aa Gym, da’i terkemuka dari Bandung. Nama kedua, adalah Yahya Zaini anggota DPR, Ketua Bidang Rohani Golkar.

Aa Gym melangsungkan pernikahan secara sah, hanya saja karena pernikahan itu untuk isteri kedua, tahu-tahu masyarakat meributkannya. Sampai-sampai ada Koran yang memberitakan, “Aa Gym minggat ke Malaysia karena diguncang berita nikah lagi.” Padahal dia ke Malaysia untuk memberikan ceramah karena ada undangan. Sebaliknya, sosok yang satunya lagi, Yahya Zaini (YZ) bukan menikahi wanita, tetapi melangsungkan kumpul kebo alias hidup bersama antara lelaki dan perempuan tanpa ikatan nikah.

Kumpul kebo itu kabarnya dijalani selama sekitar 4 tahun, dan adegan mesumnya beredar bahkan videonya diputar di DPR (Dewan Perwakilan Rakyat).

Maria Eva, penyanyi dangdut pasangan mesum YZ yang anggota DPR ini mengaku, adegan mesum itu direkam dengan menggunakan ponsel (telepon genggam), dan file-nya ada juga di ponsel Yahya Zaini pasangan kumpul kebonya itu. Bahkan, anak gadis YZ pun pernah melihat adegan mesum bapaknya. Selain itu, pedangdut wanita ini mengaku menggugurkan kandungannya atas desakan isteri YZ, Ir. Sharmila Msi, dan atas biaya YZ pula.

“Pak Yahya Sendiri yang mengantar saya,” kata Maria, sebagaimana dikutip Harian Berita Kota edisi 5 Desember 2006, halaman 11.

Berita dua sosok ini mencuat bagai bom di tengah kota siang hari, akhir November 2006 (bertepatan dengan Dzulqo’dah 1427 H) masa awal keberangkatan jama’ah haji ke Tanah Suci, Makkah dan Madinah. Yahya Zaini dan isterinya yang ketika itu dalam perjalanan kunjungan kerja bersama rombongannya di Australia pun mendengar “bom” itu. Sementara itu, petinggi negara yang lain yang sedang berkunjung ke Moskow Rusia, ketika mendengar berita Aa Gym menikah lagi, konon dengan spontan mengucap inna lillahi… (suatu ucapan yang biasa digunakan ketika ada musibah). Aneh! Padahal, seharusnya ucapan itu tertuju kepada pasangan mesum YZ-ME.

Anehnya pula, dalam minggu berikutnya, yang dipersoalkan secara luas dan bahkan mau dikenakan aturan yang menjerat masyarakat justru poligami yang merupakan hak bagi lelaki Muslim pemberian Allah swt, bukan perzinaan yang jelas diharamkan namun merajalela. Watak orang kafir jahiliyah yang dikecam Al-Qur’an sudah merasuk ke jajaran elit penguasa di negeri ini. Sehingga tidak bisa membedakan lagi mana yang halal dan mana yang haram, bahkan lebih dari itu, mereka berupaya mengharamkan yang halal dan membiarkan merajalelanya yang haram.

Tidak tanggung-tanggung, atas nama atau mewakili menteri agama, Nasaruddin Umar, Dirjen Pembinaan Masyarakat Islam Departemen Agama, berbicara sekenanya kepada wartawan seusai dipanggil presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Farida Hatta dan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, atas maraknya berita poligami Aa Gym ini, Selasa 5 Desember 2006.

Menurut Nasaruddin Umar, kondisi sosiokultural saat turunnya ayat Al-Qur’an yang mengizinkan poligami adalah setelah Perang Uhud di mana umat Islam kalah dan populasi laki-laki dan perempuan tidak imbang. “Berdasarkan studi-studi yang ada, poligami pada umumnya membawa kesengsaraan pada umat, negara, dan bangsa,” ujar Nasaruddin (Kompas, Rabu 6 Desember 2006, halaman 15).

Perkataan orang yang suka mengajar tasawuf dan selama ini berkecimpung di UIN (Universitas Islam Negeri, dahulu IAIN) Jakarta serta perguruan tinggi Islam lainnya dan di NU (Nahdlatul Ulama) ini benar-benar pura-pura tak tahu tentang ilmu Al-Quran. Padahal dia memimpin pula perguruan tinggi khusus ilmu Al-Qur’an yang dulu namanya PTIQ (Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an). Dia menyembunyikan kaidah yang masyhur, al-‘ibrotu bi’umuumil lafdhi laa bikhushushish sabab (isi pesan itu ada pada umumnya lafal, bukan pada sebab yang khusus). Jadi, seandainya klaim Nasaruddin Umar itu betul pun (ini masih perlu diuji), tetap tidak menghalangi kebolehan poligami.

Masalah lain lagi, ungkapan yang ndakik-ndakik (meninggi) dengan dalih studi-studi, yang dia klaim bahwa “poligami pada umumnya membawa kesengsaraan pada umat, negara, dan bangsa” itu pun (misalnya benar) tidak akan bisa menggugurkan bolehnya poligami.

Sebab apa? Pertama, syari’at itu semuanya bermashlahat, tidak ada yang madhorot. Dalilnya:
مَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْءَانَ لِتَشْقَى(2)
Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu agar kamu celaka. (QS Thaahaa/ 16: 2).

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ(107)
Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (QS Al-Anbiya’: 107).

Ini firman Allah swt. Pernyataan Nasaruddin Umar bertentangan dengan ayat itu. Siapa yang dusta, kalau begitu?

Kedua, poligami itu hak yang diberikan oleh Allah swt kepada hambanya laki-laki. Pemberian hak itu lewat firmanNya:

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلَّا تَعُولُوا(3).
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu sekalian takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. (QS An-Nisaa': 3).

Imam Ibnu Katsir menjelaskan:

وقوله : { مثنى وثلاث ورباع } أي انكحوا ما شئتم من النساء سواهن إن شاء أحدكم ثنتين وإن شاء ثلاثا وإن شاء أربعا (تفسير ابن كثير [ جزء 1 - صفحة 596 ]
Firman-Nya: dua, tiga atau empat, artinya nikahilah wanita-wanita –selain wanita-wanita yatim– yang kamu maui, apabila seseorang dari kamu mau dua wanita, dan bila mau tiga, dan bila mau empat.

Firman Allah swt: “Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap perempuan yatim, maka kawinilah wanita-wanita yang kamu senangi” menurut Kitab Manahilul ‘Irfan, samarnya maksud yang ada dalam ayat ini karena berbentuk ringkas. Bentuk kalimat yang lugas adalah; “Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (selain mereka yang yatim itu) yang kamu senangi.”

Artinya, kamu apabila merasa keberatan beristerikan anak-anak yatim karena khawatir akan mendhalimi mereka, maka di hadapanmu ada wanita-wanita lain, maka nikahilah mereka yang kamu senangi bagimu. Dan dikatakan, sesungguhnya kaum dahulu merasa keberatan (takut dhalim) dalam mengasuh anak-anak yatim, dan tidak merasa keberatan untuk berzina, maka Allah menurunkan ayat, dan maknanya, kalau kamu khawatir dhalim mengenai hak anak-anak yatim lalu takut pula zina dan kamu menggantinya dengan pernikahan yang diberi kelonggaran Allah atasmu, maka nikahilah wanita-wanita yang kamu senangi: dua, atau tiga, atau empat. (Manahilul ‘Irfan, juz 2 halaman 200).

قوله تعالى وإن خفتم ألا تقسطوا في اليتامى فأنكحوا ما طالب لكم من النساء فإن خفاء المراد فيه جاء من ناحية إيجازه والأصل وإن خفتم ألا تقسطوا في اليتامى لو تزوجتموهن فانكحوا من غيرهن ما طاب لكم من النساء ومعناه أنكم إذا تحرجتم من زواج اليتامى مخافة أن تظلموهن فأمامكم غيرهن فتزوجوا منهن ما طاب لكم وقيل إن القوم كانوا يتحرجون من ولاية اليتامى ولا يتحرجون من الزنى فأنزل الله الآية ومعناه إن خفتم الجور في حق اليتامى فخافوا الزنى أيضا وتبدلوا به الزواج الذي وسع الله عليكم فيه فانكحوا ما طاب لكم من النساء مثنى وثلاث ورباع(مناهل العرفان [ جزء 2 - صفحة 200 ] )

Jadi, hak berpoligami itu jelas dari Allah swt. Siapakah makhluk ini yang berhak untuk menghapus pemberian hak dari Allah swt itu? Pemberian hak dari seseorang kepada lainnya saja tidak ada orang lain yang bisa membatalkannya, kecuali ada hal-hal yang tidak sah, misalnya memberikan sesuatu yang bukan haknya. Apakah Allah dianggap tidak berhak memberikannya?

Hak lelaki untuk berpoligami adalah pemberian dari Allah swt. Ketika hak itu diperoleh dari Allah swt, dan sebagai hamba tinggal menerima, apakah ada yang berhak untuk melarangnya? Ketika melarangnya, berarti berhadapan dengan Yang memberi hak (yaitu Allah swt) dan yang diberi hak, yaitu lelaki Muslim. Di manakah tempatnya kalau sudah melanggar hak Allah dan hak muslim?


Wanita muslimah (dan ahli kitab yang muhshonat) punya hak untuk dipoligami. Hak itu langsung diberikan oleh Allah swt dalam Surat An-Nisa’ ayat 3 itu tadi. Ketika ada yang ingin mebredel hak wanita tentang bolehnya dipoligami ini, berarti pelarangnya itu berhadapan dengan para wanita muslimah (dan ahli kitab yang muhshonat) sebagai pemegang mandat hak, dan Allah swt pemberi hak. Lantas tempatnya di manakah orang-orang yang berani memberedel hak para muslimah dan hak Allah itu?


Hak tentang memiliki wanita yang dinikahi adalah hak yang dibela sampai mati. Dalam masyarakat Jawa misalnya, ada perkataan Sadumuk batuk sanyari bumi (seraut wajah dan sejengkal tanah). Isteri dan tanah (harta) adalah nomor satu dalam hal hak yang dibela oleh pemiliknya. Sehingga dalam perkataan itu sadumuk batuk yang artinya hanya secolekan jidat (isteri), itupun dibela sampai mati, karena membela hak. Lantas, bagaimana jadinya kalau yang dilanggar itu nilainya bukan sekadar secolek jidat, namun sangat lebih luas cakupannya?

Walhasil, orang-orang yang mau memberedel atau melarang atau mencegah dengan cara apapun tentang poligami, sebenarnya hanyalah orang-orang yang memusuhi Allah swt dan hamba-hambanya, Muslimin dan Muslimat. Terlalu amat berani. Menghadapi 3 pihak, dan yang satunya adalah Allah swt. Betapa malangnya orang-orang seperti ini. Mungkin lebih sangat-sangat jauh dibenci ketimbang orang yang jelas sangat dibenci Allah swt yaitu melarat tapi sombong. Dari segi harta, pemerintahan Indonesia itu banyak sekali utangnya, sedang dari segi moral mereka sombong, yaitu merendahkan manusia dan menolak kebenaran.

Zaman dulu Fair’aun telah mengomandoi penyembelihan bayi-bayi lelaki. Orang jahiliyah telah menciptakan adat penguburan hidup-hidup bayi-bayi perempuan. Sekarang, orang-orang dalam posisi memimpin negeri melarat tapi sombong sedang mau mengukir sejarah hitamnya, membunuh aturan bolehnya poligami.

Di balik itu, mereka bungkam mengenai banyaknya perzinaan. Dalam kasus ini, perzinaan yang sangat memalukan, didiamkan. As-sukut, ‘alamatur ridho, diam itu pertanda rela. Orang yang diam ketika melihat kemaksiatan itu istilahnya syetan bisu (syaithon akhros). Ibnul Qoyyim berkata:

المتكلم بالباطل شيطان ناطق والساكت عن الحق شيطان أخرس (الجواب الكافي ج: 1 ص: 69 )

Orang yang berbicara dengan kebatilan adalah syetan bicara, sedang orang yang diam dari kebenaran adalah syetan bisu. (Al-Jawabul Kafi, juz 1 halaman 69).

Bagimana adzab, bala’, bencana tidak bertubi-tubi diturunkan Allah swt bila yang mengendalikan negeri ini orang-orang yang sifatnya adalah syetan bisu masih pula menentang Allah swt dan melanggar hak muslimin muslimat?

Terjadinya banyak kumpul kebo, perzinaan di mana-mana, para pelakunya di akherat bisa berkilah, tanpa mengurangi dosa pelaku. Kilah mereka, karena dilarang (dihalangi) berpoligami. Akibatnya, entah berapa ribu bahkan berapa juta manusia yang berzina, akan melemparkan dosa kepada pembuat aturan entut berut (tak keruan) yang melarang (menghalangi) poligami dan bertentangan dengan aturan Allah swt, tanpa mengurangi dosa-dosa pelakunya. Kalau itu diwarisi sampai generasi mendatang, maka betapa banyaknya tumpukan dosa yang dihimpun sebagai celengan oleh para pembuat aturan entut berut itu. Ngeri. Bagaimana memikul dosa itu di akherat kelak.

Sehingga balasan apakah yang kelak akan ditimpakan kepada mereka yang menggerakkan Anti Poligami dan Pro Kumpul Kebo itu? Hanyalah sejarah hitam mereka yang akan dipertanggung jawabkan di akherat kelak, bila mereka sampai sekarat belum sempat bertaubat. Sadarilah wahai para manusia yang sedang lupa.

http://www.swaramuslim.net/more.php?id=5439_0_1_0_M
Laurent
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5866
Joined: Mon Aug 14, 2006 9:57 am

Postby mangiring » Thu Jan 04, 2007 6:10 pm

Dear Teman,
Poligami dan selingkuh adalah dua hal yang berbeda. Maria Eva selingkuh sih, seluruh dunia sudah sepakat itu salah dan itu dikutuk Tuhan. Dan mereka (pelaku) mengakuinya, ya mau diapakan lagi (aturan dirajam sudah lama tidak diberlakukan) mereka sudah diproses di polisi. Sedangkan Aa Gym, resiko publik figur, menikah dengan janda mantan model dengan membawa alasan yg tidak jelas, sampai-sampai, dan ini terberatnya, adalah dia membawa-bawa nama agama. Perdebatan ini tidak akan selesai, jadi bagi yg setuju poligami, silakan dijalankan dan tanggung sendiri akibatnya. Karena yg akan menderita adalah anak istri mereka sendiri.
Untuk pertimbangan, tidak perlu membawa-bawa ayat2 kitab suci (kitab suci itu, sesuai namanya, semua benar dan suci),
1. Sering ditanyakan, apakah anda bersedia ibu atau anak anda menjadi istri kedua. Atau ayah kita, ketika kita sudah dewasa, ngapel ke rumah pacarnya(calon istri keduanya), sementara ibu jaga rumah?
2. Bagimana nasib istri dan anak2nya, si istri akan terluka, si anak akan meniru org tua
3. Jangan sampai poligami menjadi alat selingkuh legal (alasan sudah nikah siri)
4. Lihatlah binatang, begitu mereka menemukan lawan jenis mereka akan kawin (manusia "menikah"), apakah kita sama dgn mereka?
5. Banyak pertimbangan logika sehat yg lain
Banyak muslim berpindah iman karena tidak bersedia di poligami, bahkan mereka membenci agama mereka. Jadi kita harus hati2 dengan pengajaran kita. Kalau mau poligami jgn bawa2 kitab suci.

Salam
User avatar
mangiring
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 17
Joined: Fri Oct 20, 2006 9:31 am

Postby kasihanmuslim » Thu Jan 04, 2007 6:42 pm

Sebenarnya mudah saja menilai kualitas suatu ajaran, mengenai masalah poligami menurut anda lebih mulia mana di mata Tuhan :
- Suami yang setia pada istrinya sampai mati, bersedia hidup susah maupun senang bersama-sama.
- Suami yang karena alasan takut selingkuh atau alasan-alasan lainnya yang akhirnya mengambil sikap poligami.

Masalah poligami ini sebenarnya mirip dengan kasus perceraian, lebih mulia mana di mata Tuhan :
- Suami atau istri yang setia dengan pasangannya sampai mati
- Suami atau istri yang karena alasan tertentu melakukan perceraian.

Silahkan anda tentukan pilihan anda, yang jelas kalau kita lebih mencintai Tuhan, kira-kira yang mana yang akan anda pilih
kasihanmuslim
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 92
Joined: Sat Apr 01, 2006 11:52 pm

Postby NoMind » Fri Jan 05, 2007 8:45 am

Poligami dan Perceraian dapat dianalogikan dengan tindakan menyontek dalam ujian, dalam hal ini ujian hidup yang penuh godaan duniawi, sebagai jalan pintas bagi yang curang.

Yang mulia adalah monogami dan tidak cerai sampai kematian yang memisahkan pasangan yang disatukan oleh Tuhan.

Menyamakan anti-poligami dengan pro kumpul kebo jelas tidak benar. Anti poligami seharusnya dibandingkan dengan monogami supaya bisa terlihat jelas mana yang benar mana yang curang.


With Best Regards,
NoMind
User avatar
NoMind
Translator
 
Posts: 451
Joined: Tue Sep 13, 2005 11:25 pm

Postby Athan » Fri Jan 05, 2007 9:52 am

Saya sangat setuju dengan NoMind :)

Membandingkan poligami dengan zinah adalah suatu ketidak jujuran, mengingat perbandingan yang dilakukan salah. Yang buruk dibandingkan dengan yang Buruk dan akhirnya memilih yang Terbaik dari Yang terburuk.

Muslim dengan tidak jujur enggan membandingkan Yang Buruk dengan yang Baik, yaitu Poligami Vs Monogami :) Inikah ajaran kejujuran?
Athan
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1061
Joined: Mon Jul 03, 2006 10:40 am

Postby somuch » Fri Jan 05, 2007 10:23 am

udeh...muslim horrne tidak akan ngefek dengan penjelasan2 beginian udah kadung tresno ama junjungannya si muhamek yang juga raja Poligami.
muslim2 selalu berfikir ARAB ORIENTED, biar Tsunami menerjang, GUnung meletus, gempa disana sini, banjir sana sini dlll.
muslim tetap katakan Islam is the Best !!!.

lihatlah wahai Muslim2 para jamaah tamu Auloh kelaparan dua hari emang Auloh nggak bisa ngasih makan tamunya ??? gimana logika muslim ??

lanjutttt !!
somuch
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 100
Joined: Mon Aug 07, 2006 2:12 pm
Location: jawatengah

Postby ndramus » Fri Jan 05, 2007 11:43 am

Intinya, monogami akan terjadi jika mahluk hidup merasa memerlukan situasi yang membuat pasangan harus tetap bersama. Dipercaya, manusia sejak dahulu hidup bermonogami karena membutuhkan komitmen dan kerjasama yang panjang untuk membesarkan keturunannya serta membangun keluarga. Tapi untuk kehidupan seksual binatang, monogami adalah sesuatu yang sangat membosankan. Jadi?(fta/dit)

aku ambil dr http://www.detikhot.com/index.php/love. ... dkanal/227

kesimpulannya, yg berpoligami adalah B*nat*ng tapi muslim paling pinter berbicara
paling juga nanti jawabannya spt ini
" poligami bertujuan mengangkat derajat wanita & tdk mengutamakan kepuasan seksual "
kita lihat saja....
User avatar
ndramus
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1587
Joined: Fri Nov 17, 2006 4:43 pm

Postby salju surga » Fri Feb 02, 2007 10:40 am

Gw anti poligamy
tapi gw juga
anti kumpul kebo

perjuangan perjuangan
kebo kumpul dikubangan
kumpul kebo di kontrakan

mending ngumpulin anjing daripada ngumpul kebo :twisted:
User avatar
salju surga
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 250
Joined: Thu Jan 18, 2007 10:54 pm
Location: earth

Postby Luv_Pink » Fri Feb 02, 2007 11:14 am

salju surga wrote:Gw anti poligamy
tapi gw juga
anti kumpul kebo


SETUJU! Jadi intinya, apapun alasannya, udh seharusnya poligami DILARANG!
User avatar
Luv_Pink
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1401
Joined: Wed Jan 03, 2007 3:51 pm
Location: C:\Private Room

Re: Anti Poligami = Pro Kumpul Kebo ???

Postby somad » Sun Feb 18, 2007 9:38 am

Laurent wrote:Anti Poligami Sejalan dengan Pro Kumpul Kebo
Focus Oleh : Redaksi 27 Dec 2006 - 5:30 pm

Hartono Ahmad Jaiz
Wartawan dan Penulis Buku-buku Islami
Menjelang akhir 2006, ada dua nama yang tiba-tiba menjadi perbincangan masyarakat luas secara bersamaan. Nama pertama adalah Abdullah Gymnastiar yang biasa disapa Aa Gym, da’i terkemuka dari Bandung. Nama kedua, adalah Yahya Zaini anggota DPR, Ketua Bidang Rohani Golkar.

bla bla bla


Saya bingung dengan orang orang yg meng asumsikan Anti poligami = pro kumpul kebo
Apa sih hubungannya?
Bagi Muslim yg setuju dgn polygami tolong dibaca Surat Annissa ayat 129.
Jika anda percaya anda adalah pria yg diciptakan Allah maka diayat ini Allah telaah membentuk sifat anda yg pasti tidak bisa berlaku adil antara istri-istri anda jika berpolygamy.

Wassalam
Last edited by somad on Sun Feb 25, 2007 8:25 am, edited 1 time in total.
User avatar
somad
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1026
Joined: Tue Sep 20, 2005 11:25 pm
Location: Indo

Postby Mpok Tinem » Tue Feb 20, 2007 12:28 am

Di sinilah kebodohan dan kelicikan kaum Muslim yang tiada taranya.

Mereka selalu saja mengambil contoh Barat...Barat...Barat lagi dan kumpul kebo, lagi...lagi dan lagi demi menawarkan poligami sebagai solusi terakhir bagi yang tidak tahan.

Jelas sekali baik poligami dan kumpul kebo merupakan bentuk pengkhianatan dan mengumbar nafsu.

Bedanya ??
Kumpul kebo tidak disahkan oleh agama.
Poligami disahkan oleh agama.

Hebat bukan Muslim-muslim ini. Dengan ilmu silat lidahnya bisa dia memutar balikkan omongan dengan membawa immoralitas barat sebagai alasan yang dibuat-buat untuk mendukung nafsu syahwat mereka.
Mpok Tinem
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 611
Joined: Mon Feb 27, 2006 9:46 pm

Postby somad » Wed Feb 21, 2007 1:29 pm

Mpok Tinem wrote:Bedanya ??
Kumpul kebo tidak disahkan oleh agama.
Poligami disahkan oleh agama.

Hebat bukan Muslim-muslim ini. Dengan ilmu silat lidahnya bisa dia memutar balikkan omongan dengan membawa immoralitas barat sebagai alasan yang dibuat-buat untuk mendukung nafsu syahwat mereka.


He he he Bisa aja MPok ini,

Dan dasar pengesahan adalah takut tidak bisa menahan nafsu birahi, memang benar kelihatannya MPok, musuh yg paling utama manusia adalah DIRI SENDIRI. Jadi karena malu tidak bisa melawan diri sendiri menahan nafsu maka ditutupi dengan disahkannya poligami.

Sama juga di Arab kan Babi haram tetapi jadi halal bila huruf I diganti U

Wassalam
User avatar
somad
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1026
Joined: Tue Sep 20, 2005 11:25 pm
Location: Indo

Postby Andromeda » Thu Feb 22, 2007 12:46 am

kalo memang poligami dan kumpul kebo memang sama jelek, mengapa org2 lebih berpikiran buruk ke poligami yg legal menurut agama tertentu dari pada kumpul kebo yg ga legal menurut agama manapun.
contohnya ya seperti kasus aa gym dan yahya. ato contoh kumpul kebo yg di tanggapi biasa dan tidak heboh seperti pasangan steve imanuel dgn hmm... siapa tuh nama ce nya... lupa gw.
menurut gw, org2 memang sudah kebalik2.

kalo memang poligami di bandingkan dg monogami... dua2 nya bagus menurut gw bila dua2nya di lakukan dg ikhlas oleh pasangan2 masing2. kalo ga ikhlas, maka monogami pun jg tidak bagus.

gw pernah membaca keluhan seorang istri dari pasangan katolik yg ingin bercerai. dia tau kalo bercerai itu dilarang agamanya, tapi kondisi nya benar2 (sangat2) sudah tidak mungkin lagi. justru kalo di paksakan akan tambah hancur nantinya kata istri tsb.. apakah monogami yg sudah ga ikhlas ini lebih baik dari pada pasangan aa gym yg istri2nya ikhlas?
Andromeda
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 117
Joined: Mon Mar 27, 2006 1:44 am

Postby curious » Thu Feb 22, 2007 4:22 am

Andromeda wrote:kalo memang poligami dan kumpul kebo memang sama jelek, mengapa org2 lebih berpikiran buruk ke poligami yg legal menurut agama tertentu dari pada kumpul kebo yg ga legal menurut agama manapun.

justru setelah mengakui kedua-duanya memang sama jelek, mengapa ada satu agama yang melegalkan salah satunya yang jelek itu? agama macam apakah itu yang melegalkan yang jelek? sementara agama-agama lainnya mengecam kedua-duanya!

____________________
ISLAMIC PEARLS OF WISDOM
mungkin diubah, dipotong atau tidak diapa apain sama sekalicuma yang menyampaikan kan non muslim yang anti Islam jadi untuk amannya ya aku bilang palsu (Mualaf, 2006)
Bagi saya lebih baik berbohong untuk menegakkan Islam daripada membuat Muslim jadi Murtadz.... (warded, 2006)

Contoh ketauhidan dalam Islam: GOSOK GIGI. (Mualaf, 2006)
Muslim masih setia terus sama allahnya biar DITIPUIN juga.(SiBodoh,2006)
Membagi istri kepada sahabat menunjukkan akhlak mulia, kemurnian solidaritas yang tinggi, kemuliaan budi pekerti (kong na'if, 2006)
User avatar
curious
Translator
 
Posts: 3705
Joined: Wed Mar 22, 2006 5:08 am

Postby Athan » Thu Feb 22, 2007 8:32 am

gw pernah membaca keluhan seorang istri dari pasangan katolik yg ingin bercerai.


Karena merekan bukanlah dua melainkan sudah menjadi satu. Apa yang dipersatukan oleh Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia.

dia tau kalo bercerai itu dilarang agamanya, tapi kondisi nya benar2 (sangat2) sudah tidak mungkin lagi. justru kalo di paksakan akan tambah hancur nantinya kata istri tsb.. apakah monogami yg sudah ga ikhlas ini lebih baik dari pada pasangan aa gym yg istri2nya ikhlas?


Memang tidak ada yang mengatakan itu adalah suatu hal yang mudah untuk tetap mempertahankan suatu pernikahan. Namun hendaklah pasangan2 tersebut berpisah rumah untuk sementara (tidak cerai), saling berdoa sepenuh hati, merefleksikan diri, dan saling memaafkan....

Jika cinta yang pertama mempersatukan mereka berdua, mengapa bukan cinta juga yang mengobati luka keduanya..........

Salam,
Athan
Athan
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1061
Joined: Mon Jul 03, 2006 10:40 am

Postby Phoenix » Thu Feb 22, 2007 8:39 am

Saya bingung dengan orang orang yg meng asumsikan Anti poligami = pro kumpul kebo
Apa sih hubungannya?


Iye Mas Somad.

Memang aneh cara berpikir mereka. Jadi inget dgn yg namanya RUU AP. KAtanya ANTI RUU AP = Mendukung Pornografi.

Nggak tahu deh dimana otak mereka.
Phoenix
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 11175
Joined: Mon Feb 27, 2006 5:33 am
Location: FFI

Postby somad » Thu Feb 22, 2007 9:59 am

Phoenix wrote:Iye Mas Somad.

Memang aneh cara berpikir mereka. Jadi inget dgn yg namanya RUU AP. KAtanya ANTI RUU AP = Mendukung Pornografi.

Nggak tahu deh dimana otak mereka.


Yah Nix saya kira disinilah letaknya masalah, para kafir tidak bisa mengerti penjelasan para netter Muslim, lalu jika terjadi stuck maka mulailah keluar argumentum ad hominem dan parahnya lagi kadang kala dibarengi dengan mengeluarkan semua isi kebun binatang.

Seperti kita ketahui masalah poligami dalam Islam ada di SURAT Ke 4 Al Qur'an yg lazim dikenal dengan surat An Nissa.
Diawal ayatnya memang terbaca poligami dibolehkan dengan syarat bla bla bla, namun diakhir surat pada ayat 129 dikatakan Pria tak akan bisa berbuat adil. Kalau kita membacanya dengan akal maka kesimpulannya poligami tidak dianjurkan alias jangan dilakukan. Namun selalu saja para Muslim disini bilang sah menurut agama.

Kalau anda baca buku Mutiara Hadits Shahih Bukhari Muslim susunan Muhamad Fua'ad Abdul Baqi setebal 1000 hal lebih (bisa dibeli di Grammedia dan harganya selangit), disini jelas diterangkan dalam preambulnya mengapa para Muslim dilarang mempertanyakan ayat ayat yg tidak masuk diakal.

Wassalam
User avatar
somad
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1026
Joined: Tue Sep 20, 2005 11:25 pm
Location: Indo

Postby Andromeda » Thu Feb 22, 2007 9:11 pm

Athan wrote:
gw pernah membaca keluhan seorang istri dari pasangan katolik yg ingin bercerai.


Karena merekan bukanlah dua melainkan sudah menjadi satu. Apa yang dipersatukan oleh Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia.

dia tau kalo bercerai itu dilarang agamanya, tapi kondisi nya benar2 (sangat2) sudah tidak mungkin lagi. justru kalo di paksakan akan tambah hancur nantinya kata istri tsb.. apakah monogami yg sudah ga ikhlas ini lebih baik dari pada pasangan aa gym yg istri2nya ikhlas?


Memang tidak ada yang mengatakan itu adalah suatu hal yang mudah untuk tetap mempertahankan suatu pernikahan. Namun hendaklah pasangan2 tersebut berpisah rumah untuk sementara (tidak cerai), saling berdoa sepenuh hati, merefleksikan diri, dan saling memaafkan....

Jika cinta yang pertama mempersatukan mereka berdua, mengapa bukan cinta juga yang mengobati luka keduanya..........

Salam,
Athan


ini sudah bukan masalah maaf2an lagi than, ini sudah menyangkut masalah prinsip. org mana pun ga akan bisa bertoleransi kalo sudah menyangkut PRINSIP.
bila seseorang merasa pasangan nya udah ga bisa menyatu dg prinsipnya, dan pasangan nya pun merasa begitu, maka mau di apain jg bawaan nya pasti rusak.

ini lah kelemahan monogami ala katolik.
Andromeda
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 117
Joined: Mon Mar 27, 2006 1:44 am

Postby salju surga » Fri Feb 23, 2007 4:05 pm

Andromeda wrote:
Athan wrote:
gw pernah membaca keluhan seorang istri dari pasangan katolik yg ingin bercerai.


Karena merekan bukanlah dua melainkan sudah menjadi satu. Apa yang dipersatukan oleh Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia.

dia tau kalo bercerai itu dilarang agamanya, tapi kondisi nya benar2 (sangat2) sudah tidak mungkin lagi. justru kalo di paksakan akan tambah hancur nantinya kata istri tsb.. apakah monogami yg sudah ga ikhlas ini lebih baik dari pada pasangan aa gym yg istri2nya ikhlas?


Memang tidak ada yang mengatakan itu adalah suatu hal yang mudah untuk tetap mempertahankan suatu pernikahan. Namun hendaklah pasangan2 tersebut berpisah rumah untuk sementara (tidak cerai), saling berdoa sepenuh hati, merefleksikan diri, dan saling memaafkan....

Jika cinta yang pertama mempersatukan mereka berdua, mengapa bukan cinta juga yang mengobati luka keduanya..........

Salam,
Athan


ini sudah bukan masalah maaf2an lagi than, ini sudah menyangkut masalah prinsip. org mana pun ga akan bisa bertoleransi kalo sudah menyangkut PRINSIP.
bila seseorang merasa pasangan nya udah ga bisa menyatu dg prinsipnya, dan pasangan nya pun merasa begitu, maka mau di apain jg bawaan nya pasti rusak.

ini lah kelemahan monogami ala katolik
.


gak ada yang lemah..karena Tuhan tidak pernah salah dalam membuat keputusan dan rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera bukan rancangan kecelakaan.

ada kesaksian tapi bukan gw kebetulan kakak gw.

Beberapa waktu yang lalu mmmmm kurang lebih 2 tahun yang lalu deh,kakak gw ditinggal selingkuh ama suaminya.kakak gw menikah secara katolik.satu tahun lebih suaminya selingkuh,seluruh harta dihabisinin buat hura hura ama selingkuhannya.

kakak gw adalah tipe perempuan yang sangat setia,meskipun suaminya kagak karuan tapi dia tetap berpegang teguh pada perkawinan kristen bahwa apa yang sudah dipersatukan Allah tidak dapat diceraikan oleh manusia,padahal yang nyoba untuk ndeketin kakak gw banyak banget.

tapi kakak gw tetap setia...

singkat cerita satu tahun yang lalu kakak ipar gw sadar dan minta maaf ke kakak gw...
dan kakak gw memaafkan.

swear gw aja masih sakit hati gitu tapi apa coba kaata kakak gw

Memaafkan adalah anugerah dari Tuhan..

dan sekarang mereka hidup bahagia,suaminya lebih sayanggggg banget,kakak gw juga gak menyimpan kebencian,dan mereka diberkati Tuhan dengan harta yang berlimpah limpah...

intinya sejauh mana kita mau berkomitmen menjaga sebuah perkawinan,akan tetap setia pada janji perkawinan yang telah kita ikrarkan dihadapan Tuhan dan sesama atau menganggap semua itu hanya ritual tak bermakna.

kalau kita setia pada Tuhan Allah yang sesungguhnya kita pun akan setia pada pasangan yang telah Tuhan Allah berikan dalam hidup kita,bukankah suami adalah pendamping hidup istri dan istri adalah tulang rusuk suami...karena itu tidak ada satu alasan pun yang dapat membenarkan perceraian bahkan poligami.

GBU
User avatar
salju surga
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 250
Joined: Thu Jan 18, 2007 10:54 pm
Location: earth

Postby salju surga » Fri Feb 23, 2007 4:05 pm

Andromeda wrote:
Athan wrote:
gw pernah membaca keluhan seorang istri dari pasangan katolik yg ingin bercerai.


Karena merekan bukanlah dua melainkan sudah menjadi satu. Apa yang dipersatukan oleh Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia.

dia tau kalo bercerai itu dilarang agamanya, tapi kondisi nya benar2 (sangat2) sudah tidak mungkin lagi. justru kalo di paksakan akan tambah hancur nantinya kata istri tsb.. apakah monogami yg sudah ga ikhlas ini lebih baik dari pada pasangan aa gym yg istri2nya ikhlas?


Memang tidak ada yang mengatakan itu adalah suatu hal yang mudah untuk tetap mempertahankan suatu pernikahan. Namun hendaklah pasangan2 tersebut berpisah rumah untuk sementara (tidak cerai), saling berdoa sepenuh hati, merefleksikan diri, dan saling memaafkan....

Jika cinta yang pertama mempersatukan mereka berdua, mengapa bukan cinta juga yang mengobati luka keduanya..........

Salam,
Athan


ini sudah bukan masalah maaf2an lagi than, ini sudah menyangkut masalah prinsip. org mana pun ga akan bisa bertoleransi kalo sudah menyangkut PRINSIP.
bila seseorang merasa pasangan nya udah ga bisa menyatu dg prinsipnya, dan pasangan nya pun merasa begitu, maka mau di apain jg bawaan nya pasti rusak.

ini lah kelemahan monogami ala katolik
.


gak ada yang lemah..karena Tuhan tidak pernah salah dalam membuat keputusan dan rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera bukan rancangan kecelakaan.

ada kesaksian tapi bukan gw kebetulan kakak gw.

Beberapa waktu yang lalu mmmmm kurang lebih 2 tahun yang lalu deh,kakak gw ditinggal selingkuh ama suaminya.kakak gw menikah secara katolik.satu tahun lebih suaminya selingkuh,seluruh harta dihabisinin buat hura hura ama selingkuhannya.

kakak gw adalah tipe perempuan yang sangat setia,meskipun suaminya kagak karuan tapi dia tetap berpegang teguh pada perkawinan kristen bahwa apa yang sudah dipersatukan Allah tidak dapat diceraikan oleh manusia,padahal yang nyoba untuk ndeketin kakak gw banyak banget.

tapi kakak gw tetap setia...

singkat cerita satu tahun yang lalu kakak ipar gw sadar dan minta maaf ke kakak gw...
dan kakak gw memaafkan.

swear gw aja masih sakit hati gitu tapi apa coba kaata kakak gw

Memaafkan adalah anugerah dari Tuhan..

dan sekarang mereka hidup bahagia,suaminya lebih sayanggggg banget,kakak gw juga gak menyimpan kebencian,dan mereka diberkati Tuhan dengan harta yang berlimpah limpah...

intinya sejauh mana kita mau berkomitmen menjaga sebuah perkawinan,akan tetap setia pada janji perkawinan yang telah kita ikrarkan dihadapan Tuhan dan sesama atau menganggap semua itu hanya ritual tak bermakna.

kalau kita setia pada Tuhan Allah yang sesungguhnya kita pun akan setia pada pasangan yang telah Tuhan Allah berikan dalam hidup kita,bukankah suami adalah pendamping hidup istri dan istri adalah tulang rusuk suami...karena itu tidak ada satu alasan pun yang dapat membenarkan perceraian bahkan poligami.

GBU
User avatar
salju surga
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 250
Joined: Thu Jan 18, 2007 10:54 pm
Location: earth

Next

Return to Ruang Poligami



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users