. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Anda tahu Muhamad (umur 50) menikah dgn anak umur 6 tahun ?

Muhammad dan istri2nya, pedofilia dan kehidupan seksual nabi

Muhamad (usia 53) senggama dengan Aisya (usia 9), anda tahu ?

a) tahu dan oleh karena itu saya merasa jijik dgnnya !
160
68%
b) tidak tahu !
27
11%
c) tidak mungkin ! BOHONG ANDA ! Islamophobe !
20
9%
d) tahu, tetapi sbg Muslim ini tidak masalah bagi saya
14
6%
e) tahu, tapi berhubung dia Nabi, boleh2 aja dong ...
14
6%
 
Total votes : 235

Anda tahu Muhamad (umur 50) menikah dgn anak umur 6 tahun ?

Postby ali5196 » Thu Sep 22, 2005 5:28 pm

Tolong isi poll.

Catatan : perkawinannya di'konsumsi' (baca : sex) saat Muhamad berusia 53 thn & Aisha 9 thn.
Last edited by ali5196 on Mon Sep 22, 2008 9:02 pm, edited 1 time in total.
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby CJDW » Mon Oct 17, 2005 3:18 am

hmm :evil: :evil: :evil:

:D
User avatar
CJDW
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 376
Joined: Thu Oct 13, 2005 3:16 am
Location: Smallville

Postby no what-what » Mon Oct 31, 2005 5:12 pm

BUKTI #1: PENGUJIAN THD SUMBER

Sebagaian besar riwayat yang menceritakan hal ini yang tercetak di hadist yang semuanya diriwayatkan hanya oleh Hisham ibn `Urwah, yang mencatat atas otoritas dari Bapaknya,Yang mana seharusnya minimal 2 atau 3 orang harus mencatat hadist serupa juga. Adalah aneh bahwa tak ada seorangpun yang di Medinah, dimana Hisham ibn `Urwah tinggal, sampai usia 71 tahun baru menceritakan hal ini, disamping kenyataan adanya banyak murid-murid di Medinah termasuk yang kesohor Malik ibn Anas, tidak menceritakan hal ini.
Asal dari riwayat ini adalah dari orang-orang Iraq, dimana Hisham tinggal disana dan pindah dari Medinah ke Iraq pada usia tua.

Tehzibu'l-Tehzib, salah satu buku yang cukup terkenal yang berisi catatan para periwayat hadist, menurut Yaqub ibn Shaibah mencatat : " Hisham sangat bisa dipercaya, riwayatnya dapat diterima, kecuali apa-apa yang dia ceritakan setelah pindah ke Iraq " (Tehzi'bu'l-tehzi'b, Ibn Hajar Al-`asqala'ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, 15th century. Vol 11, p.50).

Dalam pernyataan lebih lanjut bahwa Malik ibn Anas menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq: " Saya pernah dikasih tahu bahwa Malik menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq" (Tehzi'b u'l-tehzi'b, IbnHajar Al- `asqala'ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, Vol.11, p. 50).

Mizanu'l-ai`tidal, buku lain yang berisi uraian riwayat hidup pada periwayat hadist Nabi saw mencatat: "Ketika masa tua, ingatan Hisham mengalami kemunduran yang mencolok" (Mizanu'l-ai`tidal, Al-Zahbi, Al-Maktabatu'l-athriyyah, Sheikhupura, Pakistan, Vol. 4, p. 301).

KESIMPULAN: berdasarkan referensi ini, Ingatan Hisham sangatlah jelek dan riwayatnya setelah pindha ke Iraq sangat tidak bisa dipercaya, sehingga riwayatnya mengenai umur pernikahan Aisyah adalah tidak kredibel.

KRONOLOGI: Adalah vital untuk mencatat dan mengingat tanggal penting dalam sejarah Islam:

pra-610 M: Jahiliya (pra-Islamic era) sebelum turun wahyu
610 M: turun wahyu pertama AbuBakr menerima Islam
613 M: Nabi Muhammad mulai mengajar ke Masyarakat
615 M: Hijrah ke Abyssinia.
616 M: Umar bin al Khattab menerima Islam.
620 M: dikatakan Nabi meminang Aisyah
622 M: Hijrah ke Yathrib, kemudian dinamai Medina
623/624 M: dikatakan Nabi saw berumah tangga dengan Aisyah


BUKTI #2: MEMINANG

Menurut Tabari (juga menurut Hisham ibn `Urwah, Ibn Hunbal and Ibn Sad), Aisyah dipinang pada usia 7 tahun dan mulai berumah tangga pada usia 9 tahun.

Tetapi, di bagian lain, Al-Tabari mengatakan: "Semua anak Abu Bakr (4 orang) dilahirkan pada masa jahiliyah dari 2 isterinya " (Tarikhu'l-umam wa'l-mamlu'k, Al-Tabari (died 922), Vol. 4,p. 50, Arabic, Dara'l-fikr, Beirut, 1979).

Jika Aisyah dipinang 620M (Aisyah umur 7 tahun) dan berumah tangga tahun 623/624 M (usia 9 tahun), ini mengindikasikan bahwa Aisyah dilahirkan pada 613 M. Sehingga berdasarkan tulisan Al- Tabari, Aisyah seharusnya dilahirkan pada 613M, Yaitu 3 tahun sesudah masa jahiliyah usai (610 M).

Tabari juga menyatakan bahwa Aisyah dilahirkan pada saat jahiliyah. Jika Aisyah dilahirkan pada era Jahiliyah, seharusnya minimal Aisyah berumur 14 tahun ketika dinikah. Tetapi intinya Tabari mengalami kontradiksi dalam periwayatannya.

KESIMPULAN: Al-Tabari tak reliable mengenai umur Aisyah ketika menikah.



BUKTI # 3: Umur Aisyah jika dihubungkan dengan umur Fatimah

Menurut Ibn Hajar, "Fatima dilahirkan ketika Ka`bah dibangun kembali, ketika Nabi saw berusia 35 tahun... Fatimah 5 tahun lebih tua dari Aisyah " (Al-isabah fi tamyizi'l-sahabah, Ibn Hajar al-Asqalani, Vol. 4, p. 377, Maktabatu'l-Riyadh al-haditha, al-Riyadh,1978).

Jika Statement Ibn Hajar adalah factual, berarti Aisyah dilahirkan ketika Nabi berusia 40 tahun. Jika Aisyah dinikahi Nabi pada saat usia Nabi 52 tahun, maka usia Aisyah ketika menikah adalah 12 tahun.

KESIMPULAN: Ibn Hajar, Tabari, Ibn Hisham, dan Ibn Humbal kontradiksi satu sama lain. Tetapi tampak nyata bahwa riwayat Aisyah menikah usia 7 tahun adalah mitos tak berdasar.



BUKTI #4: Umur Aisyah dihitung dari umur Asma'

Menurut Abda'l-Rahman ibn abi zanna'd: "Asma lebih tua 10 tahun dibanding Aisyah (Siyar A`la'ma'l-nubala', Al-Zahabi, Vol. 2, p. 289, Arabic, Mu'assasatu'l-risalah, Beirut, 1992).

Menurut Ibn Kathir: "Asma lebih tua 10 tahun dari adiknya [Aisyah]" (Al-Bidayah wa'l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 371,Dar al-fikr al-`arabi, Al-jizah, 1933).

Menurut Ibn Kathir: "Asma melihat pembunuhan anaknya pada tahun 73 H, dan 5 hari kemudian Asma meninggal. Menurut iwayat lainya, dia meninggal 10 atau 20 hari kemudian, atau bebrapa hari lebih dari 20 hari, atau 100 hari kemudian. Riwayat yang paling kuat adalah 100 hari kemudian. Pada waktu Asma Meninggal, dia berusia 100 tahun" (Al-Bidayah wa'l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 372, Dar al-fikr al-`arabi, Al- jizah, 1933)

Menurut Ibn Hajar Al-Asqalani: "Asma hidup sampai 100 tahun dan meninggal pada 73 or 74 H." (Taqribu'l-tehzib, Ibn Hajar Al-Asqalani,p. 654, Arabic, Bab fi'l-nisa', al-harfu'l-alif, Lucknow).

Menurut sebagaian besar ahli sejarah, Asma, Saudara tertua dari Aisyah berselisuh usia 10 tahun. Jika Asma wafat pada usia 100 tahun dia tahun 73 H, Asma seharusnya berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (622M).

Jika Asma berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (ketika Aisyah berumah tangga), Aisyah seharusnya berusia 17 atau 18 tahun. Jadi, Aisyah, berusia 17 atau 18 tahun ketika hijrah pada taun dimana Aisyah berumah tangga.

Berdasarkan Hajar, Ibn Katir, and Abda'l-Rahman ibn abi zanna'd, usia Aisyah ketika beliau berumah tangga dengan Rasulullah adalah 19 atau 20 tahun.

Dalam bukti # 3, Ibn Hajar memperkirakan usia Aisyah 12 tahun dan dalam bukti #4 Ibn Hajar mengkontradiksi dirinya sendiri dengan pernyataannya usia Aisyah 17 atau 18 tahun. Jadi mana usia yang benar ? 12 atau 18..?

kesimpulan: Ibn Hajar tidak valid dalam periwayatan usia Aisyah.


BUKTI #5: Perang BADAR dan UHUD

Sebuah riwayat mengenai partisipasi Aisyah dalam perang Badr dijabarkan dalam hadist Muslim, (Kitabu'l-jihad wa'l-siyar, Bab karahiyati'l-isti`anah fi'l-ghazwi bikafir). Aisyah, ketika menceritakan salah satu moment penting dalam perjalanan selama perang Badar, mengatakan: "ketika kita mencapai Shajarah". Dari pernyataan ini tampak jelas, Aisyah merupakan anggota perjalanan menuju Badar. Sebuah riwayat mengenai pastisipasi Aisyah dalam Uhud tercatat dalam Bukhari (Kitabu'l-jihad wa'l-siyar, Bab Ghazwi'l-nisa' wa qitalihinnama`a'lrijal): "Anas mencatat bahwa pada hari Uhud, Orang-orang tidak dapat berdiri dekat Rasulullah. [pada hari itu,] Saya melihat Aisyah dan Umm-i-Sulaim dari jauh, Mereka menyingsingkan sedikit pakaian-nya [untuk mencegah halangan gerak dalam perjalanan tsb]."

Lagi-lagi, hal ini menunjukkan bahwa Aisyah ikut berada dalam perang Uhud and Badr.

Diriwayatkan oleh Bukhari (Kitabu'l-maghazi, Bab Ghazwati'l-khandaq wa hiya'l-ahza'b): "Ibn `Umar menyatakan bahwa Rasulullah tidak mengijinkan dirinya berpastisispasi dalam Uhud, pada ketika itu, Ibnu Umar berusia 14 tahun. Tetapi ketika perang Khandaq, ketika berusia 15 tahun, Nabi mengijinkan Ibnu Umar ikut dalam perang tsb."

Berdasarkan riwayat diatas, (a) anak-anak berusia dibawah 15 years akan dipulangkan dan tidak diperbolehkan ikut dalam perangm, dan (b) Aisyah ikut dalam perang badar dan Uhud

KESIMPULAN: Aisyah ikut dalam perang Badar dan Uhud jelas mengindikasikan bahwa beliau tidak berusia 9 tahun ketika itu, tetapi minimal berusia 15 tahun. Disamping itu, wanita-wanita yang ikut menemani para pria dalam perang sudah seharusnya berfungsi untuk membantu, bukan untuk menambah beban bagi mereka. Ini merupakan bukti lain dari kontradiksi usia pernikahan Aisyah.


BUKTI #6: Surat al-Qamar (Bulan)

Menurut beberapa riwayat, Aisyah dilahirkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah. Tetapi menurut sumber lain dalam Bukhari, Aisyah tercatat mengatakan hal ini: "Saya seorang gadis muda (jariyah dalam bahasa arab)" ketika Surah Al-Qamar diturunkan(Sahih Bukhari, kitabu'l-tafsir, Bab Qaulihi Bal al-sa`atu Maw`iduhum wa'l-sa`atu adha' wa amarr).

Surat 54 dari Quran diturunkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah(The Bounteous Koran, M.M. Khatib, 1985), menunjukkan bahwa surat tsb diturunkan pada tahun 614 M. jika Aisyah memulai berumahtangga dengan Rasulullah pada usia 9 di tahun 623 M or 624 M, Aisyah masih bayi yang baru lahir (sibyah in Arabic) pada saat Surah Al-Qamar diturunkan. Menurut riwayat diatas, secara aktual tampak bahwa Aisyah adalah gadis muda, bukan bayi yang baru lahir ketika pewahyuan Al-Qamar. Jariyah berarti gadis muda yang masih
suka bermain (Lane's Arabic English Lexicon). Jadi, Aisyah, telah menjadi jariyah bukan sibyah (bayi), jadi telah berusia 6-13 tahun pada saat turunnya surah Al-Qamar, dan oleh karean itu sudah pasti berusia 14-21 tahun ketika dinikah Nabi.

Kesimpulan: riwayat ini juga mengkontra riwayat pernikahan Aisyah yang berusia 9 tahun.


BUKTI #7: Terminologi bahasa Arab

Menurut riwayat dari Ahmad ibn Hanbal, sesudah meninggalnya isteri pertama Rasulullah, Khadijah, Khaulah datang kepada Nabi dan menasehati Nabi untuk menikah lagi, Nabi bertanya kepada nya ttg pilihan yang ada di pikiran Khaulah. Khaulah berkata: "Anda dapat menikahi seorang gadis (bikr) atau seorang wanita yang pernah menikah (thayyib)". Ketika Nabi bertanya ttg identitas gadis tsb (bikr), Khaulah menyebutkan nama Aisyah.

Bagi orang yang paham bahasa Arab akan segera melihat bahwa kata bikr dalam bahasa Arab tidak digunakan untuk gadis belia berusia 9 tahun. Kata yang tepat untuk gadis belia yangmasih suka bermain-main adalah, seperti dinyatakan dimuka, adalah jariyah. Bikr disisi lain, digunakan untuk seorang wanita yang belum menikah serta belum punya pertautan pengalaman dengan pernikahan, sebagaiaman kita pahami dalam bahasa Inggris "virgin".
Oleh karean itu, tampak jelas bahwa gadis belia 9 tahun bukanlah "wanita" (bikr) (Musnad Ahmad ibn Hanbal, Vol. 6, p. .210,Arabic, Dar Ihya al-turath al-`arabi, Beirut).

Kesimpulan: Arti literal dari kata, bikr (gadis), dalam hadist diatas adalah "wanita dewasa yang belum punya pengalaman sexual dalam pernikahan." Oleh karean itu, Aisyah adalah seorang wanita dewasa pada waktu menikahnya.


BUKTI #8. Text Qur'an

Seluruh muslim setuju bahwa Quran adalah buku petunjuk. Jadi, kita perlu mencari petunjuk dari Qur'an untuk membersihkan kabut kebingungan yang diciptakan oleh para periwayat pada periode klasik Islam mengenai usia Aisyah dan pernikahannya. Apakah Quran mengijinkan atau melarang pernikahan dari gadis belia berusia 7 tahun?

Tak ada ayat yang secara eksplisit mengijinkan pernikahan seperti itu. Ada sebuah ayat , yang bagaimanapun, yang menuntun muslim dalam mendidik dan memperlakukan anak yatim. Petunjuk Qur'an mengenai perlakuan anak Yatim juga valid doaplikasikan ada anak kita sendiri sendiri. Ayat tsb mengatakan : Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik. (Qs. 4:5) Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. ?? (Qs. 4:6)

Dalam hal seorang anak yang ditingal orang tuanya, Seorang muslim diperintahkan untuk
(a) memberi makan mereka,
(b) memberi pakaian,
(c) mendidik mereka, dan
(d) menguji mereka thd kedewasaan "sampai usia menikah" sebelum mempercayakan mereka dalam pengelolaan keuangan.

Disini, ayat Qur'an menyatakan ttg butuhnya bukti yang teliti terhadap tingkat kedewasaan intelektual dan fisik melalui hasil test yang objektif sebelum memasuki usia nikah dan untuk mempercayakan pengelolaan harta-harta kepada mereka.

Dalam ayat yang sangat jelas diatas, tidak ada seorangpun dari muslim yang bertanggungjawab akan melakukan pengalihan pengelolaan keuangan pada seorang gadis belia berusia 7 tahun. Jika kita tidak bisa mempercayai gadis belia berusia 7 tahun dalam pengelolaan keuangan, Gadis tsb secara tidak memenuhi syarat secara intelektual maupun fisik untuk menikah. Ibn Hambal (Musnad Ahmad ibn Hambal, vol.6, p. 33 and 99) menyatakan bahwa Aisyah yang berusia 9 tahun lebih tertarik untuk bermain dengan mainannya daripada mengambi tugas sebagai isteri. Oleh karean itu sangatlah sulit untuk mempercayai, bahwa AbuBakar,seorang tokoh muslim, akan menunangkan anaknya yang masih belia berusia 7 taun dengan Nabi yang berusia 50 tahun.. Sama sulitnya untuk membayangkan bahwa Nabi menikahi seorang gadis belia berusia 7 tahun.

Sebuah tugas penting lain dalam menjaga anak adalah mendidiknya. Marilah kita memunculkan sebuah pertanyaan," berapa banyak di antara kita yang percaya bahwa kita dapat mendidik anak kita dengan hasil memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 atau 9 tahun?" Jawabannya adalah Nol besar. Logika kita berkata, adalah tidak mungkin tugas mendidik anak kita dengan memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 tahun, lalu bagaimana mana mungkin kita percaya bahwa Aisyah telah dididik secara sempurna pada usia 7 tahun seperti diklaim sebagai usia pernikahannya?

AbuBakr merupakan seorang yang jauh lebih bijaksana dari kita semua, Jadi dia akan merasa dalam hatinya bahwa Aisyah masih seorang anak-anak yang belum secara sempurna sebagaimana dinyatakan Qur'an. Abu Bakar tidak akan menikahkan Aisyah kepada seorangpun. Jika sebuah proposal pernikahan dari gadis belia dan belum terdidik secara memuaskan datang kepada Nabi, Beliau akan menolak dengan tegas karean itu menentang hukum-hukum Quran.

Kesimpulan: Pernikahan Aisyah pada usia 7 tahun akan menentang hukum kedewasaan yang dinyatakan Quran. Oleh karean itu, Cerita pernikahan Aisyah gadis belia berusia 7 tahun adalah mitos semata.


BUKTI #9: Ijin dalam pernikahan

Seorang wanita harus ditanya dan diminta persetujuan agar pernikahan yang dia lakukan menjadi syah (Mishakat al Masabiah, translation by James Robson, Vol. I, p. 665). Secara Islami, persetujuan yang kredible dari seorang wanita merupakan syarat dasar bagi kesyahan sebuah pernikahan.

Dengan mengembangkan kondisi logis ini, persetujuan yang diberikan oleh gadis belum dewasa berusia 7 tahun tidak dapat diautorisasi sebagai validitas sebuah pernikahan.

Adalah tidak terbayangkan bahwa AbuBakr, seorang laki-laki yang cerdas, akan berpikir dan mananggapi secara keras ttg persetujuan pernikahan gadis 7 tahun (anaknya sendiri) dengan seorang laki-laki berusia 50 tahun.

Serupa dengan ini, Nabi tidak mungkin menerima persetujuan dari seorang gadis yang menurut hadith dari Muslim, masih suka bermain-main dengan bonekanya ketika berumah tangga dengan Rasulullah.

kesimpulan: Rasulullah tidak menikahi gadis berusia 7 tahun karena akan tidak memenuhi syarat dasar sebuah pernikahan islami ttg klausa persetujuan dari pihak isteri. Oleh karean itu, hanya ada satu kemungkinan Nabi menikahi Aisyah seorang wanita yang dewasa secara intelektual maupun fisik.

SUMMARY:

Tidak ada tradisi Arab untuk menikahkan anak perempuan atau laki-laki yang berusia 9 tahun, Demikian juga tidak ada pernikahan Rasulullah saw dan Aisyah ketika berusia 9 tahun. Orang-orang arab tidak pernha keberatan dengan pernikahan seperti ini, karean ini tak pernah terjadi sebagaimana isi beberapa riwayat.

Jelas nyata, riwayat pernikahan Aisyah pada usia 9 tahun oleh Hisham ibn `Urwah tidak bisa dianggap sebagai kebenaran, dan kontradisksi dengan riwayat-riwayat lain. Lebih jauh, tidak ada alasan yang nyata untuk
menerima riwayat Hisham ibn `Urwah sebagai kebenaran ketika para pakar lain, termasuk Malik ibn Anas, melihat riwayat Hisham ibn `Urwah selama di Iraq adalah tidak reliable. Pernyataan dari Tabari, Bukhari dan Muslim menunjukkan mereka kontradiksi satu sama lain mengenai usia menikah bagi Aisyah. Lebih jauh, beberapa pakar periwayat mengalami internal kontradiksi dengan riwayat-riwayatnya sendiri. Jadi, riwayat usia Aisyah 9 tahun ketika menikah adalah tidak reliable karean adanya kontradiksi yang nyata pada catatan klasik dari pakar sejarah Islam.

Oleh karena itu, tidak ada alasan absolut untuk menerima dan mempercayai usia Aisyah 9 tahun ketika menikah sebagai sebuah kebenaran disebabkan cukup banyak latar belakang untuk menolak riwayat tsb dan lebih layak disebut sebagai mitos semata. Lebih jauh, Qur'an menolak pernikahan gadis dan lelaki yang belum dewasa sebagaimana tidak layak membebankan kepada mereka tanggung jawab-tanggung jawab.
no what-what
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 26
Joined: Wed Oct 26, 2005 1:55 pm

Postby wachdiegay » Mon Oct 31, 2005 7:19 pm

Thanks bung nww :wink:
Sekarang apa komen and ali5196 atas jawaban diatas?
Nggak ada yang baru lagi nih ? :lol: :lol: :lol:
Dari jaman FFI lama itu itu aja yang diulang ulang.
Padahal udah dijawab sama yang muslims.
Tolong kreativitasnya ditingkatakan ya dek :lol: :lol: :lol:
wachdiegay
Banned
 
Posts: 189
Joined: Wed Sep 21, 2005 3:23 pm

Postby NoMind » Tue Nov 01, 2005 7:55 am

Sudah dijawab berulang kali di topik2 berikut:

Nilai Moral Nabi Yg Meniduri Gadis 9 Th
http://indonesian.knowislam.info/forum/viewtopic.php?t=53

Umur Aisya
http://indonesian.knowislam.info/forum/viewtopic.php?t=385


With Best Regards,
NoMind
User avatar
NoMind
Translator
 
Posts: 451
Joined: Tue Sep 13, 2005 11:25 pm

Postby sanada » Mon Mar 20, 2006 2:15 pm

saya tahu nabi Muhammad SAW menikahi Aisyah. namun beliau hanya menganggap aisyah sebagai anaknya karena persahabatanya dengan Abu Bakar sang terpercaya. dan memang kenyataan jika Nabi Muhammad SAW sampai akhir hayatnya tidak pernah meniduri aisyah
User avatar
sanada
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 603
Joined: Sun Feb 12, 2006 2:39 pm
Location: Jerusalem

Postby Habib Bibah » Mon Mar 20, 2006 3:36 pm

Jadi menurut nak Sanada siapa yang meniduri Aisyah? :wink:

Wassalam,
Habib Bibah
Habib Bibah
Translator
 
Posts: 25
Joined: Wed Mar 15, 2006 3:08 pm

Postby curious » Wed Mar 22, 2006 5:17 am

Helo Sanada
Boleh saya tahu apa ada sumber yang bisa kita rujuk yang menunjukkan kalo aisah dianggap anak, bukan istri, oleh Nabi Muhammad?

Menurut Hadist (Sahih al Bukhari) yg saya kutip ini:
Volume 7, Book 62, Number 64:
Narrated 'Aisha:

that the Prophet married her when she was six years old and he consummated his marriage when she was nine years old, and then she remained with him for nine years (i.e., till his death).


---- terjemahan:
Diceritakan oleh Aisha
Bahwa Nabi menikahinya ketika ia berusia enam tahun dan berhubungan suami istri ketika dia berusia sembilan tahun, dan dia tetap menjadi istrinya selama sembilan tahun (yaitu sampai kematian nya (Nabi) )

semoga membantu.
User avatar
curious
Translator
 
Posts: 3705
Joined: Wed Mar 22, 2006 5:08 am

Postby barabaig » Wed Mar 22, 2006 8:24 am

sanada wrote:saya tahu nabi Muhammad SAW menikahi Aisyah. namun beliau hanya menganggap aisyah sebagai anaknya karena persahabatanya dengan Abu Bakar sang terpercaya. dan memang kenyataan jika Nabi Muhammad SAW sampai akhir hayatnya tidak pernah meniduri aisyah


artinya kalo gitu ada bocah perempuan lain yg ditiduri muhamad seperti yg dipamerkan dg bangga kepada para sahabatnya, bahwa sangat nikmat merasakan persetubuhan dg bocah cilik :roll:
User avatar
barabaig
Translator
 
Posts: 356
Joined: Wed Sep 21, 2005 2:16 pm
Location: jakarta

Postby Ramses_Silitonga » Wed Apr 05, 2006 6:48 am

sanada wrote:saya tahu nabi Muhammad SAW menikahi Aisyah. namun beliau hanya menganggap aisyah sebagai anaknya karena persahabatanya dengan Abu Bakar sang terpercaya. dan memang kenyataan jika Nabi Muhammad SAW sampai akhir hayatnya tidak pernah meniduri aisyah


memang kalo soal membela muhammad, muslim punya 1001 macam alasan... :lol:

saya cukup salut loh sama muslim untuk urusan yg satu ini, tidak habis2nya alasan2 yg dikemukakan muslim. 8)
Ramses_Silitonga
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 32
Joined: Tue Mar 21, 2006 12:37 pm

Postby Jazera » Fri Apr 14, 2006 7:26 pm

HAI MANUSIA TERKUTUK!! PENGHUNI NRK JAHANNAM...!! :evil:
KALIAN SEENAKNYA AJA MENAFSIRKAN DAN MENGAMBIL APA YANG KALIAN ANGGAP MENDUKUNG KALIAN DALAM AJARAN ISLAM, NAMUN KALIAN TIDAK MENERIMA APA YANG MENYALAHKAN KALIAN ORG KAFIR!!!! :x
KALIAN SENGAJA MEMOTONG2 AYAT2 ALLAH DEMI KEPENTINGAN DUNIA
SUNGGUH SUATU PERILAKU ORG YANG TAK BER-OTAK
User avatar
Jazera
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 130
Joined: Thu Apr 13, 2006 10:40 pm
Location: Palestina

Postby curious » Fri Apr 14, 2006 7:37 pm

hello jazera
datang-datang marah-marah, kenapa sih?
sudah belajar baca ahadith belum?

ini nih, dari sahih bukhari & sahih muslim pegangan kaum muslim, silahkan update OTAK anda.

From Bukhari vol. 7, #65:

"Narrated Aisha that the prophet wrote the marriage contract with her when she was six years old and he consummated his marriage when she was nine years old. Hisham said: "I have been informed that Aisha remained with the prophet for nine years (i.e. till his death).""

Bukhari vol. 7, #88:

"Narrated Urwa: "The prophet wrote the (marriage contract) with Aisha while she was six years old and consummated his marriage with her while she was nine years old and she remained with him for nine years (i.e. till his death).""


Bukhari vol. 5, #234 says:

"Narrated Aisha: The prophet engaged me when I was a girl of six. We went to Medina and stayed at the home of Harith Kharzraj. Then I got ill and my hair fell down. Later on my hair grew (again) and my mother, Um Ruman, came to me while I was playing in a swing with some of my girl friends. She called me, and I went to her, not knowing what she wanted to do to me. She caught me by the hand and made me stand at the door of the house. I was breathless then, and when my breathing became all right, she took some water and rubbed my face and head with it. Then she took me into the house. There in the house I saw some Ansari women who said, "Best wishes and Allah's blessing and a good luck." Then she entrusted me to them and they prepared me (for the marriage). Unexpectedly Allah's messenger came to me in the forenoon and my mother handed me over to him, and at that time I was a girl of nine years of age."

FROM THE HADITH OF SAHIH MUSLIM VOLUME 2, #3309

Aisha reported: Allah’s Messenger married me when I was six years old, and I was admitted to his house at the age of nine….
User avatar
curious
Translator
 
Posts: 3705
Joined: Wed Mar 22, 2006 5:08 am

Postby barabaig » Mon Apr 17, 2006 8:13 am

Jazera wrote:HAI MANUSIA TERKUTUK!! PENGHUNI NRK JAHANNAM...!! :evil:
KALIAN SEENAKNYA AJA MENAFSIRKAN DAN MENGAMBIL APA YANG KALIAN ANGGAP MENDUKUNG KALIAN DALAM AJARAN ISLAM, NAMUN KALIAN TIDAK MENERIMA APA YANG MENYALAHKAN KALIAN ORG KAFIR!!!! :x
KALIAN SENGAJA MEMOTONG2 AYAT2 ALLAH DEMI KEPENTINGAN DUNIA
SUNGGUH SUATU PERILAKU ORG YANG TAK BER-OTAK


tsk tsk tsk
ini masuk stage "anger" dalam siklus "denial - ignorance - anger - acceptance" terhadap suatu situasi/fakta

satu step lagi aja, nduk :wink:
User avatar
barabaig
Translator
 
Posts: 356
Joined: Wed Sep 21, 2005 2:16 pm
Location: jakarta

Postby bono » Mon Apr 17, 2006 9:56 am

kasihan sekali jazera, histeris karena nabinya terbukti seorang narapidana :lol: :lol:
User avatar
bono
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2013
Joined: Thu Mar 16, 2006 3:30 pm
Location: Israel

Postby Andromeda » Mon Apr 17, 2006 3:53 pm

pertanyaan gw sederhana aja:

EMANG UMUR MENIKAH YG WAJAR ITU UTK CE DAN CO BERJARAK BERAPA TAHUN, ATO TIDAK BERJARAK (ALIAS SAMA)?
Andromeda
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 117
Joined: Mon Mar 27, 2006 1:44 am

Postby barabaig » Wed Apr 19, 2006 4:14 pm

paling tidak, untuk ce bukan umur 6 tahun yg dinikmati tubuhnya pada umur 9

anak ce masih belum mens kali ya umur segitu? jaman skrg aja SD baru kelas 3. itu aja kl naik kelas terus
User avatar
barabaig
Translator
 
Posts: 356
Joined: Wed Sep 21, 2005 2:16 pm
Location: jakarta

Postby ali5196 » Wed Apr 19, 2006 4:29 pm

jangan lupa isi poll. masa cuma baru 8 yg ngisi ?
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby Andromeda » Fri Apr 21, 2006 4:13 pm

barabaig wrote:paling tidak, untuk ce bukan umur 6 tahun yg dinikmati tubuhnya pada umur 9
anak ce masih belum mens kali ya umur segitu? jaman skrg aja SD baru kelas 3. itu aja kl naik kelas terus

gw ga nanya PALING TIDAK.
gw nanya, EMANG UMUR MENIKAH YG WAJAR ITU UTK CE DAN CO BERJARAK BERAPA TAHUN, ATO TIDAK BERJARAK (ALIAS SAMA)?
jawab aja yg ini.
anak ce masih belum mens kali ya umur segitu? jaman skrg aja SD baru kelas 3. itu aja kl naik kelas terus

60 tahun yg lalu, nenek gw aja menikah ketika umur 14 tahun.
dan waktu itu wajar2 aja tuh bagi penduduk disana. karena memang semua nya seperti itu waktu itu.
nah bagaimana kalo 5 abad yg lalu?
pertanyaan selanjut, apakah sama kondisi biologis wanita jaman skrg dg tempo dulu? jawabnya tentu saja tidak sama.
jadi gunakan otak nya lagi.
Andromeda
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 117
Joined: Mon Mar 27, 2006 1:44 am

Postby ali5196 » Fri Apr 21, 2006 4:22 pm

Andromeda wrote:60 tahun yg lalu, nenek gw aja menikah ketika umur 14 tahun. dan waktu itu wajar2 aja tuh bagi penduduk disana. karena memang semua nya seperti itu waktu itu.


Umur 14 tahun BERBEDA dari umur 6 tahun. Lagipula di jaman baheula sampai sekarang memang banyak bandot2 yg mengawini anak2 kecil ( 6 atau 14). Tapi seenggak2nya mereka memang ngaku bandot DAN TIDAK MENGAKU NABI !

Jangan salah bu ! Kita disini sedang membahas kelakuan NABI, bukan kelakuan bandot (kecuali Muhamad = bandot).

Ingat bahwa 'nabi' Muhamad dikatakan sbg:

"And surely thou hast sublime morals" (Q.68:4).
“Indeed in the Messenger of Allah you have a good example to follow"(Q.33:21).

We sent thee not, but as a Mercy for all creatures.Wammaa arsalnaaka illaa rahmatal lil- aalameen! (Q.21:107).

Verily this is the word of a most honorable Messenger, (Q.81.19)

Nah, apakah patut seseorang yg dikatakan 'contoh yang paling bagus dan paling terhormat utk segala jaman' mau saja mengikuti tradisi yg tidak pantas 'utk segala jaman' ?

Ingat bahwa Abu Bakr, ayah Aisha, sempat protes pada Muhamad. Tapi langsung di fait accomply oleh Muhamad. Kata Muhamad, wong Allah yang nyuruh gua. (Nanti gua kasih hadisnya, sekarang gua harus ke dokter gigi!)
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby barabaig » Fri Apr 21, 2006 4:26 pm

Andromeda wrote:gw ga nanya PALING TIDAK.
gw nanya, EMANG UMUR MENIKAH YG WAJAR ITU UTK CE DAN CO BERJARAK BERAPA TAHUN, ATO TIDAK BERJARAK (ALIAS SAMA)?
jawab aja yg ini.

60 tahun yg lalu, nenek gw aja menikah ketika umur 14 tahun.
dan waktu itu wajar2 aja tuh bagi penduduk disana. karena memang semua nya seperti itu waktu itu.

nah bagaimana kalo 5 abad yg lalu?

pertanyaan selanjut, apakah sama kondisi biologis wanita jaman skrg dg tempo dulu? jawabnya tentu saja tidak sama.
jadi gunakan otak nya lagi.


hmm
yg wajar adalah relatif sama (tidak berbeda terlalu jauh) indikatornya kedua pasangan mampu berkomunikasi secara seimbang untuk memenuhi kebutuhan komunikasi mereka, kebutuhan psikologis manusia normal

muhamad yg berpengalaman krn sudah aki-aki menikahi aisyah yg masih suka boneka u pandang wajar?

nenek ente umur 14 taon waktu dikawin itu kakek ente umur brp? seumur muhamad waktu ngawinin aisyah?

jaman skrg tahun 2006 itu perempuan disetubuhi suaminya umur berapa? anggap saja rata-rata 25 tahun for argument sake
kalo 60 tahun yg lalu (1946) nenek ente dikawin kakek ente umur 14 taun, artinya 5 abad yg lalu bayi perempuan yg baru lahir udah bisa dikawinin, jang

lagipula, yg gue baca, jaman makin kemari, secara fisik wanita makin cepat dewasa koq. ntar referensi gue susulin, jang
User avatar
barabaig
Translator
 
Posts: 356
Joined: Wed Sep 21, 2005 2:16 pm
Location: jakarta

Next

Return to Muhammad dan SEX



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users