. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Allah Sesembahan Islam dalam Konsep Islam

Siapa 'sosok' Allah, apa maunya, apa tujuannya ?

Allah Sesembahan Islam dalam Konsep Islam

Postby kbg » Wed Jan 09, 2008 9:27 am

Allah Sesembahan Islam dalam Konsep Islam

Sumber: http://kabar-baik.net/forum/viewtopic.php?t=430

Apakah berarti bahwa Allah Islam (ALLAH SWT) adalah juga Allah umat Kristen yaitu Yesus itu sendiri?
bagaimana klaim umat Islam terhadap sosok sesembahan mereka?

Surat ALBAQARAH (2:62)
Sesungguhnya orang-orang mu'min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Perhatikan kata "Tuhan mereka" untuk orang yahudi dan nasrani.
artinya Alquran tidak mengklaim persamaan tersebut sosok sesembahan tsb

QS. 27 An Naml: 91
"Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Ka'bah di Mekah) Yang telah dijadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri."

Alquran menyatakan "Tuhan negeri ini (Mekkah)" sebagai yang disembah.

Kemudian apakah anda yg Kristen masih bersikukuh ingin menyatakan bahwa Allah Islam (Allah yg di kabbah Mekkah) adalah juga sesembahan kita Yesus Kristus?

Mari Kita analisa beberapa pendapat dari kalangan Islam sendiri:
dalam artikel Tuhan Kepercayaan yg ditulis oleh Azhari Noer
Image
Isi artikel tsb ialah:
Image

Demikian jg di majalah sabili No 14 tgl 30 Januari 2004
Image

Image

Image

Berita dari Koran Malaysia
Image

Image

Dalam Buku Pintar Islam yg ditulis oleh Syamsyul Rizal hamid terbitan Pustaka Amanih Jakarta

Image

Image

Dalam ensiklopedia Islam
Image
isinya seperti dibawah ini
Image

Allah SWT adalah Dewa yg disebut2 suku Quraisy, bangsa Arab bersama dengan Al-lata, Al-Uzza dan Al-Manah (kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad SAW oleh K.H Moenawir Chalil Jilid 1, hal 223)

dalam buku Allah Devine of demonic by steven van Natan 1995 hal 1) menyatakan:
Allah: is the name of pagan deity from Babylon; he had wife name AL LATA, and who migrated with him, over 3500 years period to Mecca Based on inscription found in stone, Quran and hadits.

dalam buku Konflik Islam-Kristen, Pengantar Deliar Noer, H. Sudarto 1999 hal. 162-163 mengatakan:
Orang quraisy menyembah dewa yg bernama Allah. bagi Islam Tuhan sesungguhnya bernama Allah. lalu orang Barat menganggap Islam itu Musrik (Pagan) karena menyembah Allah.

Terjemahan Hadits Sahih Bukhori 1187 Oleh drs kiyai haji badrudin hupski 1994 hal. 81
Megatakan:
Allah: diam di dalam Kabbah yg disebut Baitullah (Rumah Allah). sebelum Islam terdapat 360 berhala didalam dan disekitar Kabbah Baitullah, disekeliling Batullah ini terdapat patung Al Lata sebagai dewi musim panas
Al Uzza Dewi Musim dingin, Al Manah Dewi penentu nasib Al Hubal ada di dalam Baitullah sebagai menantu Allah yaitu suami Al Manah.

Dalam Ensiklopedia Islam Jakarta 1996 hal. 23 mengatakan:
Allah adalah suatu nama yg telah dikenal sebelum Alquran diwahyukan.

Kemudian dalam Kamus besar bahasa Indonesia th. 1996 hal. 27 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, terbitan Balai Pustaka. mengatakan bahwa Allah adalah nama Tuhan dalam bahasa Arab

bandingkan dengan nama Tuhan dalam pandangan Kristen adalah Yahweh

Kemudian dalam Passing Over yg diterbitkan oleh Gramedia Pustaka hal. 85
Image

Image

dalam buku Keberagamaan yg saling menyapa.
Image

Image

Dalam buku Agama-Agama Manusia yg Diterbitkan oleh Yayasan OBOR indonesia
Image
pada hal. 258 isinya seperti dibawah ini
Image

Dalam Buku Sejarah Arab, Sejarah Ringkas Diterjemahkan oleh: U Hutagalung dan ODP Sihombing terbit 1953, terdapat isi yg demikian
Image
Image

Dalam Buku Islamic Invansion karya Robert Morey
Image
pada hal. 17 termuat pendapat Peter C Wagner
Image
Image
Image
Image

Dalam buku Yahweh, Yehova or Allah karangan Shakir Ally juga mengatakan bahwa terdapat perbedaan untuk sosok sesembahan tsb.

Kemudian kita akan lihat bukti2 Arkheologi
Pada tahun 1950 di Hazhor tanah kanaan dekat perbatasan libanon lukisan bulan sabit tergores di dadanya Inkripsi2 yg terdapat dekat patung tsb menjelaskan bahwa patung tsb adalah dewa bulan
Image

Didaerah Lain di Arab Utara pada abab ke-19 dikumpulkan ribuan inskripsi dan relief2 yg semuanya menunjukkan adanya penyembahan kepada anak2 Allah, yaitu Al Uzza, Al-Lata, dan Al Manat
Image
Image

Buku dibawah ditulis oleh prof Dr. Kreamer terbit 1952 oleh badan penerbit Jakarta
Image
Image

Untuk sedikit melihat perbedaan tersebut
El berarti kuat. Dalam bahasa Arab diterjemahkan il. Dari bentuk dasar El menjadi Eloah atau ilah yang berarti sesembahan. Baik Eloah, Elah, ilah, Alaha bukanlah nama diri melainkan istilah Timur Tengah bagi yang disembah.
Jadi, Eloah itu cognate dengan kata Ilah dan bukan Allah


ALLAH itu nama Ilah (Qs 20:14) yaitu ilah orang Arab (Qs 27:91) yang berdiam di Mekah (Qs 106:3). Sebagai bukti bahwa ALLAH itu nama dan bukan gelar, terbukti bahwa ALLAH tidak dapat dibuat jamak.
ilah bertuk jamaknya alihah. Eloah bentuk jamaknya Eloim.
Apakah bentuk jamak dari ALLAH?? Demikian pula YAHWEH sebagai nama diri tidak dapat dibuat jamak. Sekali lagi, baik YAHWEH maupun ALLAH ini dua oknum roh dan kuasa yang berbeda. Sadarilah ini sebagai suatu fakta penting agar kita jangan gegabah menganti nama sang pencipta yaitu YAHWEH menjadi ALLAH ( dalam Alkitab LAI, penggantian ini kurang lebih ada 297 kali).

Lihat juga Penjelasan bagaimana asal-muasal Islam-Alquran dan Allah itu dimulai
Garis besar Sejarah Terbentuknya Islam-Alquran-Allah di http://kabar-baik.net/forum/viewtopic.php?t=351

LIhat juga dalam Allah ataukah YAHWEH (VHWH) ? di http://kabar-baik.net/forum/viewtopic.php?p=1011
User avatar
kbg
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 862
Joined: Wed Oct 11, 2006 2:41 pm
Location: http://www.kbg.co.za/

Postby No_Name » Fri Jan 11, 2008 10:53 am

setuju dg artikel diatas.

Elloah adalah bentuk jamak Ellohim yg berarti Ilah dalam bahasa Arab dan berarti Tuhan dalam bahasa indonesia, Tuhan sendiri adalah nama gelar/generic name seperti halnya "Raja", "Presiden", dll.
sedangkan Allah adalah proper name yg berarti nama diri, sapa seperti Yesus,Muhammad,Isa,Zeus,Michael,dll.

jadi sangatlah tidak pantas mengganti YHWH(yg bukan nama diri, melainkan huruf mati bermakna kalimat, selain itu YHWH identik dg budaya nasional orang Yahudi) dlm Alkitab menjadi Allah.
sangatlah tidak pantas mengganti Theos(nama gelar yg berarti Tuhan dlm bahasa Yunani) menjadi Allah, dan mengganti Elloah/Ellohim nama gelar dlm bahasa asli PL menjadi Allah.

seharusnya bahasa Alkitab tetaplah otentik dg aslinya, yg terdapat nama2 spt YHWH,Ellohim,Elloah,dan Theos. dan bukannya menyelipkan budaya bangsa pagan arab melalui Allahnya.


>apakah orang Israel/Yahudi rela nama Tuhan mereka(YHWH) diganti menjadi Allah??

>apakah orang Arab rela Tuhan mereka Allah diganti menjadi YHWH juga Yesus??
jelas mereka tidak rela, terlebih mereka sangat "nasionalis" dan mencintai budaya mereka.
dan lucunya kita sebagai orang Kristen yg katanya sangat tidak merestui apa yg diajarkan Allah kpd Muhammad justru rela-rela saja
nama asli bahasa Alkitab dirubah menjadi nama khas milik bangsa Arab.

>apakah kita sudah mulai merestui apa yg diajarkan Allah-nya Muhammad, salah satunya pedofilia??
jika kita mengaku tidak sudi Isa(yg khas nama Arab) disamakan dg Yesus, mengapa dilain hal justru kita sudi mengakui Allah disamakan dg YHWH juga dg Ellohim/Elloah dan Theos??
apakah kita sudah mulai memuja-muja tuhannya bangsa Arab itu, tuhannya Muhammad??
User avatar
No_Name
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1677
Joined: Mon Jun 05, 2006 7:01 pm
Location: the Rock n Roll place

Postby Eneng Kusnadi » Fri Jan 11, 2008 11:49 am

@ atas maunya sih gituh, boleh gak sama MUI?
Nanti muslim gak bisa nyari pembenaran di Alkitab lagi dech kayak ustadz di signature ane.
User avatar
Eneng Kusnadi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2997
Joined: Sat Dec 30, 2006 1:26 pm
Location: Peternakan Unta/Camelot

Postby ifan » Fri Jan 11, 2008 12:21 pm

kbg wrote:Kemudian apakah anda yg Kristen masih bersikukuh ingin menyatakan bahwa Allah Islam (Allah yg di kabbah Mekkah) adalah juga sesembahan kita Yesus Kristus?



yg dimekah kebetulan aja namanya sama, Allah.
gwe juga tau ada orang namanya jesus da silva, pemain soccer.
tapi dia kan bukan tuhan gwe.

jadi fokus ke konsep (ajarannya) ajah.
klo injilnya beda ya pasti palsu.
ifan
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 19
Joined: Tue Dec 18, 2007 10:11 pm

Postby No_Name » Fri Jan 11, 2008 12:44 pm

Eneng Kusnadi wrote:@ atas maunya sih gituh, boleh gak sama MUI?
Nanti muslim gak bisa nyari pembenaran di Alkitab lagi dech kayak ustadz di signature ane.


ya gue tau neng, emang ntu susah.

tapi kenapa gw dari dulu menyanyangkan koq gak pake nama asli bahasa Alkitab aja kita(YHWH, Elloah,Elohim,Theos)??.soalnye aneh aja kan kedengarannya di saat kita mengkritik Allah SWT(Allah) di FFI habis2an tapi di lain sisi orang Kristen justru memuja nama yg sama Allah.
User avatar
No_Name
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1677
Joined: Mon Jun 05, 2006 7:01 pm
Location: the Rock n Roll place

Postby No_Name » Fri Jan 11, 2008 12:50 pm

ifan wrote:yg dimekah kebetulan aja namanya sama, Allah.
gwe juga tau ada orang namanya jesus da silva, pemain soccer.
tapi dia kan bukan tuhan gwe.
jadi fokus ke konsep (ajarannya) ajah.
klo injilnya beda ya pasti palsu.


cuman masalahnya Allah bukanlah berasal dari bahasa asli Alkitab (PB & PL). bahasa asli Alkitab adalah YHWH,Elloah,Ellohim,Theos bukan Allah!

yg jadi masalah disitu. koq kita mau2an nyerap budaya Arab, tuhannya si pedofil itu. bukankah selama ini kita mengkritik Muhammad dan segala ketentuan dan budaya barbar Arab-nya. tapi koq dilain sisi kita malah nyerap budayanya dia??-->bahasa Arab -->Allah.

ingat pembahasan diatas Allah # Elloah!

Isa, kosakata dari Arab kita tolak.
tapi Allah, kosakata dari Arab kita terima.... :roll:
User avatar
No_Name
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1677
Joined: Mon Jun 05, 2006 7:01 pm
Location: the Rock n Roll place

Postby No_Name » Fri Jan 11, 2008 12:54 pm

dan ini menarik juga tulisan dari :
http://kabar-baik.net/forum/viewtopic.php?t=431


Redefinisi Nama 1: ALLAH: DARI ARABIA PRA ISLAM HINGGA INDONESIA MODERN
Seri Redefinisi dan Rekonsepsi Nama Allah dan Urgensi Penggunaan Nama Yahweh Dalam Komunitas Kristiani

PEMAHAMAN TENTANG ARABIA PRA ISLAM

Arabia pra islam, artinya dunia Arab sebelum tersentuh nilai-nilai dan ajaran Islam yang diajarkan oleh Muhamad bin Abd’llah.
Adapun karakteristik dunia Arabia pra Islam adalah:[f1]
Secara Politis: Dikelilingi oleh tiga kerajaan besar dan berpengaruh yaitu, Sasanid Persia, Byzantium di Roma dan Abysinia di Afrika.
Secara Sosial : Pola kehidupan masyarakat yang masih menonjol kesukuannya [tribal humanism].
Secara Kultural : kehidupan masyarakat yang masih dikuasai kebodohan.
Secara Spiritual : Merebaknya animisme [kepercayaan bahwa setiap benda didiami roh], dinamisme [kepercayaan pada daya-daya gaib pada benda atau tempat tertentu], fetisisme [kepercayaan pada jin-jin yang bersifat baik maupun jahat], hanifisme [tendensi monoteistik yang bersifat asketik] serta perbauran komunitas Yahudi dan Kristen yang datang pada Abad 1 Ms. Adapun komunitas Yahudi dan kristen berdomisili di Medinah.

NAMA ALLAH PRA ISLAM

Sebelum Islam berkembang sebagai agama definitif yang diproklamirkan oleh Muhamad dengan sahadat “La Ilah ila Allah” , adapun nama Allah itu sendiri telah jauh dikenal didunia Arabia. Berikut pernyataan maupun komentar para ahli, baik dari kalangan Islam maupun Kristen Barat yang meneliti keislaman [Orientalisme]. Allah adalah nama dewa yang mengairi bumi dan ternak[f2], nama dewa yang disejajarkan dalam sumpah-sumpah orang Quraish[f3], nama dewa tertinggi suku badui Arab[f4], nama dewa tertinggi diantara sekian banyak dewa lain yang disembah penduduk Mekkah pra Islam[f5], nama dewa bulan pra Islam dengan simbolisasi bulan sabit[f6], kata nama yang diterapkan hanya untuk menyatakan dewanya orang Arab secara khusus[f7], nama dewa jaman pra Islam yang sama artinya dengan nama dewa Bel dari Babilonia[f8].

ASAL USUL NAMA ALLAH

Mengenai asal-usul nama Allah itu sendiri, masih menjadi bahan perdebatan baik dikalangan Kristen maupun Islam. Kita akan melihat sekilas pemetaan silang pendapat mengenai asal-usul nama Allah dibawah ini.

Pandangan Islam: Allah, berasal dari kata Al [definite article, The] dan Ilah [generic name, God]. Penyingkatan dari kata Al dan Ilah menjadi Allah, untuk menandai sesuatu yang telah dikenal. Dalam perkembangannya, untuk mempermudah hamzat yang berada diantara dua lam [huruf ‘LL’], huruf ‘I’ tidak diucapkan sehingga berbunyi Allah dan menjadi suatu nama yang khusus dan tidak berakar[f9]. Ada pula yang berpendapat bahwa Allah berasal dari Al Ilahah, Al Uluhah dan Al Uluhiyah yang bermakna ibadah atau penyembahan[f10]. Yang lain mengajukan bahwa Allah berasal dari kata Alaha yang berarti menakjubkan atau mengherankan karena segala perbuatannya[f11]. Sementara ada yang berargumentasi bahwa Allah berasal dari kata, Aliha ya’lahu yang bermakna tenang[f12]. Kelompok pemikir dari Kufah mengatakan bahwa Allah, berasal dari Al-Lah, yang diambil dari verba noun lah yang berasal dari kata lahaya yang bermakna menjadi tinggi[f13]. Sedangkan Ibn Al Arabi menyatakan bahwa Tuhan itu tidak bernama, tetapi Dzat yang dinamakan oleh umatNya. Penamaan terhadap Tuhan, berarti melimitasi eksistensi Tuhan[f14].

Pandangan Kristen : Ada yang beranggapan bahwa Allah adalah berasal dari sumber Syriac, Alaha[f15]. Sementara yang lain berpendapat bahwa Allah berasal dari akar kata rumpun semitis El, Eloah dan Elohim serta Alaha. Bentuk Arabnya Ilah, lalu mendapat imbuhan Al yang berfungsi sebagai definite article [The God- Al Ilah-Allah] [f16]. Kata Allah berasal dari Al dan Ilah. Akar kata ini terdapat dalam semua bahasa semitis, yaitu dua konsonan alif dan lam serta ucapan yang lengkap dengan huruf hidup adalah sesuai dengan phonetik masing-masing[f17]. George Fry dan James R. King menyampaikan, “the name by which God is known to muslim, Allah is generally thought to be the proper noun form of the Arabic word for God, Ilah. Al, meaning The ini Arabic word. This word is related to the Hebrew from El and Elohim[f18]. J. Blau menjelaskan bahwa kata Allah adalah murni dari konteks Arab dan bukan dari sumber Syriac[f19].

PENGGUNAAN NAMA ALLAH DALAM KEKRISTENAN DI INDONESIA

Nama Allah, yang berasal dari dunia Arabia pra Islam, ternyata masih diperdebatkan mengenai akar kata maupun artinya. Nama Allah, telah diadaptasi oleh Kekristenan di Indonesia, melalui teks terjemahan Kitab Suci berbahasa Melayu yang telah berlangsung sejak tahun 1629 [A.C. Ruyl], Th 1733 [M.Lejdecker], Th 1879 [H.G. Klinkert] sampai berdirinya Lembaga Alkitab Indonesia, yaitu Th 1954 hingga saat ini.

Sehubungan dengan pengadaptasian nama Allah, para penerjemah terdahulu menggunakan jasa kaum muslim Melayu untuk menerjemahkan beberapa kata tertentu dari bahasa Belanda yang dibawa para pekabar Injil[f20]. Hasil Pengadaptasian tersebut menjadikan nama Allah yang adalah nama diri [personel name] dari dewa pra Islam dan Asma Tuhan yang disucikan oleh komunitas Islam, hingga hari ini, menjadi nama jenis [generic name]. Contoh: dalam teks Hebraic dari Kejadian 1:1 berbunti, “Beresyit bara Elohim et ha shamayim wqe et ha arets” , maka dalam teks Lembaga Alkitab Indonesia menjadi, “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi” . Demikian pula dengan nama Yahweh [YHWH] yang adalah nama diri Sang Pencipta [Mzm 121:1-2], nama Bapa Surgawi [Yes 64:8] dan nama Sesembahan yang benar [Yer 10:10], telah berganti menjadi TUHAN [dengan huruf kapital semua] dan ALLAH [dengan huruf kapital semua]. Perhatikan contoh berikut: “Ani Yahweh, hu syemi” [Yes 42:8], telah diterjemahkan menjadi, “Aku ini TUHAN, itulah namaKu” . Demikian pula frasa, “Adonai Yahweh diber, mi lo yinaven?” [Amos 3:8], telah diterjemahkan oleh LAI menjadi, “Tuhan ALLAH telah berfirman, siapakah yang tidak bernubuat?”

Istilah Elohim telah diterjemahkan menjadi Allah lebih 6000 kali. Nama Yahweh, telah diubah menjadi TUHAN sebanyak kurang lebih 3000 kali. Sementara nama Yahweh menjadi ALLAH, sebanyak kurang dari 3000 kali. Renungkan: Patutkah nama diri Sang Pencipta diganti dan diterjemahkan dalam bahasa Indonesia? Jawaban atas pertanyaan ini, akan membawa anda pada implikasi yang kompleks.

KEBERATAN DARI SISI FILOLOGIS DAN GRAMATIKAL

Pada bagian sebelumnya, telah dipaparkan kajian asal-usul nama Allah dari perspektif historis maupun etimologis. Pada bagian ini akan kami perdalam dengan menyaksikan tinjauan kritis mengenai akar kata nama Allah yang dihubungkan dengan ungkapan semitik El. Eloah, Elohim [Ibr], Elah [Aram], Ilanu [Akkadian].

Allah, bukan bentukan atau kontraksi dari Al dan Ilah. Jika benar Allah adalah kontraksi dari Al dan Ilah, mengapa logika ini tidak berlaku untuk kata Arab lainnya seperti, Al dan Iman, mengapa tidak menjadi Alman? Al dan Ilmu mengapa tidak menjadi Almu? Bambang Noorsena pernah membantah dengan menyatakan bahwa kasus penyingkatan Al dan Ilah, hanya terjadi dalam bahasa Arab[f21]. Renungkan: mengapa penyingkatan ini menjadi sangat istimewa pada kata Al dan Ilah?

Allah, bukan berasal dari rumpun kata semitis El, Eloah dan Elohim. Jika Allah adalah rumpun semitis dengan istilah Ibrani, El, Eloah dan Elohim, maka bentuk gramatika jamak untuk Allah itu apa? Dalam terminologi Hebraik, penjamakan kata benda, selalu digunakan akhiran “im” [jika gendernya maskulin] atau “ot” dan “ah” , [jika gendernya feminin] [f22]. Kata “khay” [hidup] bentuk jamaknya adalah “khayim” [kehidupan]. Kata “Eloah” , bentuk jamaknya “Elohim” . Demikian pula dalam bahasa Arab, istilah Ilah [yang sepadan dengan Eloah], bentuk jamaknya adalah Alihah [Ilah-ilah]. Adakah bentuk jamak dari Allah? [f23] Renungkan: Adakah tata bahasa yang membenarkan bahwa nama diri ditulis dalam bentuk jamak?

Dalam Kitab Suci TaNaKh, tidak ada ditemui kata Allah dalam konotasi nama diri. Dalam naskah TaNaKh berbahasa Ibrani, ada sejumlah kata yang berkonotasi dengan Allah, namun sesungguhnya bukan. Contoh:
  • Alla [אללה], huruf ‘h’ diakhir kata tidak diucapkan karena tidak ada titik pengeras atau dagesh forte. Artinya, “sumpah” [1 Raj 8:31]
  • Alla [אללה], huruf ‘h’ akhir tidak diucapkan. Artinya, “pohon besar” [Yos 24:26]
  • Ela [אלה], huruf ‘h’ diakhir kalimat tidak diucapkan. Artinya, “nama suatu kaum” [Kej 34:41] dan “nama raja di Israel” [1 Raj 16:6-8]
  • Elaha [אלהא] , Dan 5:21 Dan 20:2, Elah [אלה], Dan 2;47a], Elahakhon [אלהכו] Dan 2:47b, adalah varian bahasa Aram yang artinya sama dengan Eloah dalam bahasa Ibrani. Baik Elah, Elaha atau Elahakhon dapat menunjuk pada terminologi Sesembahan Israel Yang Sejati atau terminologi umum untuk sesembahan diluar Israel
  • Eloah [אלוה], Hab 3:3, Elohei [אלהי], satu Taw 16:26], Elohim [אלהים] , Kej 1:1, artinya Yang Maha Kuasa atau Sesembahan. Dalam bahasa Inggris diterjemahkan God dan dalam bahasa Yunani diterjemahkan Theos.
  • El [אל], Kej 33:20 artinya Yang Maha Kuat.
Dalam Kitab Perjanjian Baru [Beshorah-Injil], tidak ditemui kata-kata yang menunjuk pada nama diri Allah. Ketika Yahshua [Yesus] berteriak di kayu salib saat kematianNya, Dia berseru: “Eli-Eli Lama Shabakhtani?” [Mat 27:46]. Kata “Eli’, merupakan bentuk singkat dari “Elohim” dan “Anokhi” atau “Ani” [saya]. Kebiasaan menyingkat kalimat seperti ini biasa terjadi dalam tradisi Israel. Perhatikan dalam Keluaran 15:2 yang selengkapnya dalam naskah Hebraik: “ze Eli, weanwehu Elohei abi waaromenhu” . Kata “Eli” dalam ayat tersebut diartikan “Sesembahanku” atau “Tuhanku”. Seruan Eli-Eli lama sabakhtani dalam Matius 27:46 dalam Kitab Suci berbahasa Arab dituliskan, “Ilahi-Ilahi limadza taroktani?” dan bukan “Allahi-Allahi limadza taroktani?” .

MENANGGAPI SOAL EKSISTENSI INSKRIPSI NAMA ALLAH DI KALANGAN KRISTEN ARABIA SELATAN

Patut diakui adanya fakta, bahwa di Arabia Utara pra Islam, telah ditemui sejumlah komunitas Kristiani non Khalsedonian yang telah lebih dahulu menggunakan nama Allah, dalam pengertian Al Ilah yang Esa, sebagaimana ditemui dari sejumlah inskripsi yang menurut Bambang Noorsena dipengaruhi Kekristenan[f24]. Adapun inskripsi-inskripsi tersebut adalah : Inskripsi Namarah [th 328 Ms], ditulis dalam huruf Aram Nabatea, sebua peralihan ke huruf Arab. Inskripsi Ummul Jimmal [th 250 Ms], ditulis dalam huruf Aram. Inskripsi Zabad [th 512 Ms], ditulis dalam huruf Yunani, Aram dan Arab. Ditemukan disebuah gereja kuno dengan diawali kata, “Bismi’llah”. Inskripsi Haran [th 568 Ms], ditemukan disebuah gereja kuno dengan huruf Arab serta ada tanda salibnya, sebagai ciri kekristenan. Inskripsi Ummul Jimmal [th 500 Ms] dengan tulisan Arab, “Allah Ghafran” [Allah mengampuni]

Terhadap fakta ini, terlebih dahulu kita melakukan kilas balik. Komunitas Yahudi dan Kristen telah ada di Arabia sekitar Abad 1 Ms. Sedangkan nama Allah yang terkadang dihubungkan dengan eksistensi Ka’bah pra Islam, telah lama ada jauh sebelum komunitas Kristiani maupun Yahudi. Konsekwensi logisnya, tentulah Yahudi dan Kristenlah yang telah mengadopsi kata tersebut dan menghubungkannya dengan terminologi Ibrani Eloah dan Elohim. Renungkan: Jika telah terjadi proses adopsi terminologi, berarti penggunaan nama Allah dalam komunitas Yahudi dan Kristen Arab pra Islam, tidaklah orisinil. Apalagi nama Allah, bagi komunitas Arabia pra Islam, dihubungkan dengan nama dewa-dewa tertentu yang bersifat paganistik, sebagaimana telah dipaparkan diawal kajian ini.

Footnote:
  1. [f1] : Pdt. Djaka Soetapa, Th.D., UMMAH: Komunitas Religius, Sosial dan Politis dalam Al Qur’an, Yogyakarta: Duta Wacana University Press, 1991, hal 55-101
  2. [f2] : Muhamad Wahyudi Nafis, Passing Over, Jakarta: Gramedia Pustaka Tama, 1998, hal 85 – mengutip R. Al Faruqi dalam Cultural Atlas of Islam, 1986, p.65
  3. [f3] : K.H. Moenawar Khalil, Kelengkapan Tarekh Muhamad, Jil IA, hal 269
  4. [f4] : Prof. DR. K.H. Kraemer, Agama Islam, Djakarta: BPK, 1952, hal 11
  5. [f5] : Huston Smith, Agama-Agama Manusia, Yayasan Obor Indonesia, 1991, hal 258
  6. [f6] : DR. Robert Morey, Islamic Invasion, Harvest House Publisher, 1992, p.211-218
  7. [f7] : James Hastings, Encylopedia of Religion and Ethic, T&T Clark, 1908, p.326
  8. [f8] : Thomas O’Brian, Paul Meagher, Encylopedia of Religion, Corpus Pub, 1979, p.117
  9. [f9] : DR. Quraish Shihab, Menyingkap Tabir Ilahi, Lentera Hati, 1998, hal 3-9
  10. [f10] : Ibid
  11. [f11] : Ibid
  12. [f12] : Ibid
  13. [f13] : DR. Djaka Soetapa, Penterjemahan Kata Yahweh dan Elohim menjadi TUHAN dan Allah dalam Perspektif Teologi Islam, hal 2 [Makalah disampaikan pada Sarasehan Terjemahan Alkitab Mengenai Kata TUHAN dan ALLAH, PGPK, Bandung, 5 Juni 2001]
  14. [f14] : DR. Kautzar Azhari Noer, Tuhan Kepercayaan [Artikel Koran Jawa Pos, 23 September 2001
  15. [f15] : Arthur Jefrey, The Foreign Vocabulary of the Qur’an, Baroda:Oriental Institute, 1938, p.66
  16. [f16] : Bambang Noorsena, Mengenai Kata Allah, Institute for Syriac Christian Studies, Malang, 2001, hal 9
  17. [f17] : Olaf Schumman, Keluar dari Benteng Pertahanan, Rasindo, hal 172-174
  18. [f18] : George Fry and James R. King, Islam: A Survey of The Muslim Faith, Baker Book House, 1982, p.487
  19. [f19] : Arabic Lexicographical, Miscelani, 1972, p. 173-190
  20. [f20] : Kitab Perdjanjian Beharoe, 1940, hal 1
  21. [f21] : Op.Cit., Mengenai Kata Allah, hal 16-17
  22. [f22] : DR. D.L. Baker, Pengantar Bahasa Ibrani, BPK 1992, hal 89
  23. [f23] : Teguh Hindarto, STh., Kritik dan Jawab Terhadap Efraim Bambang Noorsena, SH. [Artikel di Majalah BAHANA No 09, 2001, hal 13]
  24. [f24] : Op.Cit., Mengenai Kata Allah, hal 62-69


Oleh Pdt. Teguh Hindarto, MTh.

Artikel terkait baca:
Allah ataukah YAHWEH (YHWH) ? di http://kabar-baik.net/forum/viewtopic.php?t=418

Lihat juga artikel terkait Garis besar Sejarah Terbentuknya Islam-Alquran-Allah
http://kabar-baik.net/forum/viewtopic.php?p=783

dan Allah Sesembahan Islam dalam Konsep Islam http://kabar-baik.net/forum/viewtopic.php?p=1012
User avatar
No_Name
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1677
Joined: Mon Jun 05, 2006 7:01 pm
Location: the Rock n Roll place

Postby ifan » Fri Jan 11, 2008 1:46 pm

ada benernya sih, tapi jgn terlalu bersemangat ya bro.
pelan2 biar engga dimusuhin ma sodara sendiri.

Martin luther, juga tidak setuju Allah. (LAI & greja2 perlu diberi tahu nih kyknya)
http://www.dr-fnlee.org/docs/loiatp/loiatp.pdf

"When the Turks go into battle, their warcry is no other word than 'Allah! Allah!' -- and they shout it till
Heaven and Earth resound. But in Arabic, Allah...is a corruption of the Hebrew Eloha.... They have
taught in the Koran that they shall boast constantly with these words, 'There is no God but Allah!' All
that, is really a device of the Devil. For what is it to say, 'There is no God but Allah!' -- without
distinguishing one God from another? The Devil too is a god; and they honour him with this word. Of
that, there is no doubt...."


"Know and see how much need there is for prayer.... We must first smite the Turk's Allah -- that is, his
god, the Devil -- and strike down his power and godhead. Otherwise, I fear, the sword will accomplish
little...."


to smite = to slice, to cut, to slash, to chop.
ifan
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 19
Joined: Tue Dec 18, 2007 10:11 pm

Postby endfinal » Fri Jan 11, 2008 2:04 pm

@atas

untuk membedakannnya, gue pake trik ini :
1. dalam penulisan
- Allah (hurup besar) = Tuhan, God
- allah swt (hurup kecil semua) = berhala bulan orang islam

2. dalam pengucapan
- Allah = baca: al-lah (artinya : God, Tuhan)
- allah = au-loh (berhalanya islam). contoh : aulohuakbarrrr...!!!
grokk.....leher orang putus....
- allah swt = auloh subannahwatallah (sorry kalau salah penulisannya). itu lebih lengkap membedakan antara Allah (God) dan dewanya islam itu.

dalam kenyataannya pun sebutan Allah antara kafir dan muslim itu berbeda. maka itu dengan sendirinya telah terjadi pembedaan tersendiri. tidak pernah kafir menyebut Allah dengan sebutan auloh subanahwatallah. gitu pendapat saya.
endfinal
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4000
Joined: Tue May 16, 2006 4:50 pm

Postby No_Name » Fri Jan 11, 2008 5:56 pm

ifan wrote:ada benernya sih, tapi jgn terlalu bersemangat ya bro.
pelan2 biar engga dimusuhin ma sodara sendiri.

Martin luther, juga tidak setuju Allah. (LAI & greja2 perlu diberi tahu nih kyknya)
http://www.dr-fnlee.org/docs/loiatp/loiatp.pdf

"When the Turks go into battle, their warcry is no other word than 'Allah! Allah!' -- and they shout it till
Heaven and Earth resound. But in Arabic, Allah...is a corruption of the Hebrew Eloha.... They have
taught in the Koran that they shall boast constantly with these words, 'There is no God but Allah!' All
that, is really a device of the Devil. For what is it to say, 'There is no God but Allah!' -- without
distinguishing one God from another? The Devil too is a god; and they honour him with this word. Of
that, there is no doubt...."


"Know and see how much need there is for prayer.... We must first smite the Turk's Allah -- that is, his
god, the Devil -- and strike down his power and godhead. Otherwise, I fear, the sword will accomplish
little...."


to smite = to slice, to cut, to slash, to chop.


saya gak memaksa, hanya ingin menyampakan saja.
semua berpulang kepada pendirian masing2.
dan saya pun menghargai pendapat anda dan endfinal.

apalagi endfnal sebagai saudara dalam Kristus, tentunya gua tetap akan menjaga persaudaraan dan menghargai perbedaan pendapat.
perbedaan pendapat itu hal biasa asal di topang dg kepala dingin
User avatar
No_Name
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1677
Joined: Mon Jun 05, 2006 7:01 pm
Location: the Rock n Roll place

Postby Zebra Cross » Mon Jan 14, 2008 4:27 pm

bagi gue, ALLAH atau YAHWE asal bukan allah swt aja..jelas beda dunk,ALLAH,YAHWE yang gue kenal dan sembah sangat penuh dengan KASIH, allah swt yang disembah mamad and the gang adalah pendukung fanatik maya si mamad dalam mengadakan pembunuhan,perampasan,pemerkosaan,perzinahan,pengingkaran thd Kasih ALLAH akan dunia, yang sebenarnya kalau di setarakan so pasti sejajar dengan iblis, yup right alloh swt is similiar with satan.
User avatar
Zebra Cross
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 722
Joined: Sat Jul 21, 2007 10:05 am
Location: NETHER-LAND

Postby yantjess » Mon Jan 21, 2008 11:51 am

Saya setuju sekali, dengan pandangan Ulama yang diatas.... Saya tidak setuju orang Kristen memanggil TUHAN dengan Allah.
Kalau ulama itu marah karena Allahnya dianggap yang paling tinggi, begitupun saya.

Saya sangat tersinggung kalau Tuhan Yesus Kristus disamakan dengan Allahnya orang Islam.
Benar benar satu penghinaan yang besar kepada Tuhan Yesus. Tuhan Yesus yang begitu mulia... Jangan pernah disamakan oleh apapun juga !
yantjess
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 29
Joined: Fri Jan 18, 2008 12:56 pm

Postby hambasaja » Thu Jan 24, 2008 12:24 am

Zebra Cross wrote:bagi gue, ALLAH atau YAHWE asal bukan allah swt aja..jelas beda dunk,ALLAH,YAHWE yang gue kenal dan sembah sangat penuh dengan KASIH, allah swt yang disembah mamad and the gang adalah pendukung fanatik maya si mamad dalam mengadakan pembunuhan,perampasan,pemerkosaan,perzinahan,pengingkaran thd Kasih ALLAH akan dunia, yang sebenarnya kalau di setarakan so pasti sejajar dengan iblis, yup right alloh swt is similiar with satan.


kenapa sih kita sering berburuk sangka dengan agama lain :(
maaf saya orang awam yang ga ngerti agama anda2 sekalian sangat takut untuk berkomentar negatif tentang konsep Ketuhanan agama lain apalagi atas dasar praduga /kebencian tanpa pengetahuan yang cukup. bagi saya ALLAH adalah sebutan/panggilan pada Tuhan yang telah menciptakan alam semesta beserta isinya, Penguasai segala sesuatu, Pengatur segala Sesuatu, Mengetahui Segalanya, bahkan tidak akan bergerak benda sekecil atom pun tampa seizin dan sepengetahuanNya. Yang akan menjadi Sembahan seluruh mahluk ciptaanNya baik yang ada di bumi ataupun di planet2 lain (termasuk mungkin anda2 semua). Perbedaan istilah penyebutan nama apakah itu ALLAH, GOD, YAHWE, DEU, TUHAN, YHANG WHIDI, THEOS Dsb. apakah menjadi persoalan selama kita sangat sadar dengan apa yang kita maksud. Dia maha tahu bahkan tanpa kita harus menyebut namanya sekalipun. saya rasa apabila TUHAN menghendaki kita semua adalah mahluk yang Dia Ciptakan tanpa perbedaan, baik semua, taat semua, 1 ajaran saja, bukanlah hal yang sulit bagi Dia -karena Dia Maha Kuasa-, tetapi hal tersebut tidak akan menambah Dia menjadi lebih besar, dan bila kita semua tidak patuh akan mengurangi kebersanNYa. kita harus lebih bijak dalam menghadapi setiap perbedaan yang telah Dia ciptakan.Ada ga ya yg sependapat? :D salam damai kepada saudara-saudara sesama mahluk Ciptaan Tuhan. :wink:
maaf postingan pertama nih semoga ga OOT. piss...
hambasaja
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 1
Joined: Mon Jan 21, 2008 8:12 pm

Postby Ondeh » Fri May 30, 2008 10:12 am

Beberapa teori mencoba menganalisa etimologi dari kata "Allah". Salah satunya mengatakan bahwa kata Allāh (الله) berasal dari gabungan dari kata al- (sang) dan ʾilāh (tuhan) sehingga berarti "Sang Tuhan". Namun teori ini menyalahi bahasa dan kaidah bahasa Arab. Bentuk ma'rifat (definitif) dari ilah adalah al-ilah, bukan Allah. Dengan demikian kata al-ilah dikenal dalam bahasa Arab. Penggunaan kata tersebut misalnya oleh Abul A'la al-Maududi dalam Mushthalahatul Arba'ah fil Qur'an (h. 13) dan Syaikh Abdul Qadir Syaibah Hamad dalam al-Adyan wal Furuq wal Dzahibul Mu'ashirah (h. 54). Kedua penulis tersebut bukannya menggunakan kata Allah, melainkan al-ilah sebagai bentuk ma'rifat dari ilah.

Dalam bahasa Arabpun dikenal kaidah, setiap isim (kata benda atau kata sifat) nakiroh (umum) yang mempunyai bentuk mutsanna (dua) dan jamak, maka isim ma'rifat kata itupun mempunyai bentuk mutsanna dan jamak. Hal ini tidak berlaku untuk kata Allah, kata ini tidak mempunyai bentuk ma'rifat mutsanna dan jamak. Sedangkan kata ilah mempunyai bentuk ma'rifat baik mutsanna (yaitu al-ilahani atau al-ilahaini) maupun jamak (yaitu al-alihah). Dengan demikian kata al-ilah dan Allah adalah dua kata yang berlainan.

Teori lain mengatakan kata ini berasal dari kata bahasa Aram Alāhā. Cendekiawan muslim terkadang menerjemahkan Allah menjadi "God" dalam bahasa Inggris. Namun demikian, sebagian yang lain mengatakan bahwa Allah tidak untuk diterjemahkan, dengan berargumen bahwa kata tersebut khusus dan agung sehingga mesti dijaga, tidak memiliki bentuk jamak dan gender (berbeda dengan God yang memiliki bentuk jamak Gods dan bentuk feminin Goddess dalam bahasa inggris).

Al Qur'an menyatakan (29:46), Muslim mempercayai, dan sejarawan menyetujui, bahwa Muhammad dan pengikutnya menyembah tuhan yang sama dengan yang disembah Yahudi. Pdhl Allah (الله) jelas tidak memenuhi syarat ini. biasalah ..saingan bisnis.. Ketawa dong! :lol: :lol: :lol: :lol:
Ondeh
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 62
Joined: Fri May 23, 2008 10:37 pm

Postby rickett2402 » Mon Sep 15, 2008 8:51 pm

hahahah
rickett2402
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 32
Joined: Sat Jul 05, 2008 1:58 pm

Postby rahmad » Thu Sep 25, 2008 2:47 pm

trus orang2 yahudi madina yang memberinama anak mereka dgn HAMBA ALLAH piye mas ??.... yahudi nyeleneh yah ?.... walaaah walang keke
User avatar
rahmad
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 317
Joined: Fri Sep 12, 2008 9:05 am

Postby kutukupret » Thu Sep 25, 2008 3:40 pm

rahmad wrote:trus orang2 yahudi madina yang memberinama anak mereka dgn HAMBA ALLAH piye mas ??.... yahudi nyeleneh yah ?.... walaaah walang keke

itu masih mending daripada nama anjing saya Mahamadim
User avatar
kutukupret
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 6400
Joined: Mon Dec 17, 2007 6:31 pm

Postby rahmad » Fri Sep 26, 2008 9:47 am

atau yahudi di Yaman sebelum nabi Muhammad lahir ... mas ..!! piye mereka iku ?

http://en.wikipedia.org/wiki/Allah
Arabic-speakers of all Abrahamic faiths, including Christians and Jews, use the word "Allah" to mean "God".[3] The Christian Arabs of today have no other word for 'God' than 'Allah'.[6] Arab Christians for example use terms Allāh al-ab (الله الآب) meaning God the father, Allāh al-ibn (الله الابن) mean God the son, and Allāh al-rūḥ al qudus (الله الروح القدس) meaning God the Holy Spirit (See God in Christianity for the Christian concept of God).

Arab Christians have used two forms of invocations that were affixed to the beginning of their written works. They adopted the Muslim basm-allah, and also created their own Trinitized basm-allah as early as the eight century CE.[24] The Muslim basm-allah reads: "In the name of God, the Compassionate, the Merciful." The Trinitized basm-allah reads: "In the name of Father and the Son and the Holy Spirit, One God." The Syriac, Latin and Greek invocations do not have the words "One God" at the end. This addition was made to emphasize the monotheistic aspect of Trinitian belief and also to make it more palatable to Muslims.[24]

According to Marshall Hodgson, it seems that in the pre-Islamic times, some Arab Christians made pilgrimage to the Kaaba, a pagan temple at that time, honoring Allah there as God the Creator.[25]
User avatar
rahmad
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 317
Joined: Fri Sep 12, 2008 9:05 am

Postby kutukupret » Fri Sep 26, 2008 10:29 am

rahmad wrote:atau yahudi di Yaman sebelum nabi Muhammad lahir ... mas ..!! piye mereka iku ?

http://en.wikipedia.org/wiki/Allah
Arabic-speakers of all Abrahamic faiths, including Christians and Jews, use the word "Allah" to mean "God".[3] The Christian Arabs of today have no other word for 'God' than 'Allah'.[6] Arab Christians for example use terms Allāh al-ab (الله الآب) meaning God the father, Allāh al-ibn (الله الابن) mean God the son, and Allāh al-rūḥ al qudus (الله الروح القدس) meaning God the Holy Spirit (See God in Christianity for the Christian concept of God).

Arab Christians have used two forms of invocations that were affixed to the beginning of their written works. They adopted the Muslim basm-allah, and also created their own Trinitized basm-allah as early as the eight century CE.[24] The Muslim basm-allah reads: "In the name of God, the Compassionate, the Merciful." The Trinitized basm-allah reads: "In the name of Father and the Son and the Holy Spirit, One God." The Syriac, Latin and Greek invocations do not have the words "One God" at the end. This addition was made to emphasize the monotheistic aspect of Trinitian belief and also to make it more palatable to Muslims.[24]

According to Marshall Hodgson, it seems that in the pre-Islamic times, some Arab Christians made pilgrimage to the Kaaba, a pagan temple at that time, honoring Allah there as God the Creator.[25]


@Rahmadodol
Sudah baca ini. dari Link Anda ???
http://en.wikipedia.org/wiki/Allah
Pre-Islamic Arabia

In pre-Islamic Arabia, Allah was used by Meccans as a reference to the creator-god, possibly the supreme deity.[12] Allah was not the sole divinity and the notion of the term may have been vague in the Meccan religion.[4] Allah had associates and companions, whom pre-Islamic Arabs considered as subordinate deities. Meccans held that a kind of kinship existed between Allah and the jinn.[13] Allah had sons[14] and the local deities of al-ʿUzzā, Manāt and Allāt were his daughters.[15] The Meccans possibly associated angels with Allah.[16][17] Allah was invoked in times of distress.[18][17] Muhammad's father's name was ʿAbdallāh meaning the “servant of Allāh.”[17]
User avatar
kutukupret
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 6400
Joined: Mon Dec 17, 2007 6:31 pm

Postby gaston31 » Fri Sep 26, 2008 11:26 am

no_name: jadi sangatlah tidak pantas mengganti YHWH(yg bukan nama diri, melainkan huruf mati bermakna kalimat, selain itu YHWH identik dg budaya nasional orang Yahudi) dlm Alkitab menjadi Allah.
sangatlah tidak pantas mengganti Theos(nama gelar yg berarti Tuhan dlm bahasa Yunani) menjadi Allah, dan mengganti Elloah/Ellohim nama gelar dlm bahasa asli PL menjadi Allah.
=======
YUP, gw sepakat dgn diatas. LAI seharusnya lbh PD memakai nama YHWH. tp ntar jd susah nyari domba yg hilang, DILEMA!
User avatar
gaston31
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3729
Joined: Tue Nov 21, 2006 2:17 pm

Next

Return to Ttg ALLAH



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users

cron