. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Allah Maha Besar. :)

Siapa 'sosok' Allah, apa maunya, apa tujuannya ?

Re: Allah Maha Besar. :)

Postby Doc Holliday » Tue Jul 12, 2011 2:33 pm

wisnuwisnu wrote:@Doc Holiday,

Sebelum kita lanjutkan, jadi Anda sependapat atau tidak sependapat kalau SEMUA MANUSIA DICIPTAKAN OLEH TUHAN YANG SAMA ?
Soalnya jika tidak sependapat, itulah penyebab kita nggak nyambung dari dulu.
Saya menyakini SEMUA MANUSIA DICIPTAKAN OLEH TUHAN YANG SAMA


mohon dijelaskan dulu sob..Tuhan yg mana? :-k
Doc Holliday
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 355
Joined: Sat Oct 09, 2010 9:27 am
Location: Old Wild West

Re: Allah Maha Besar. :)

Postby wisnuwisnu » Tue Jul 12, 2011 2:35 pm

Doc Holliday wrote:mohon dijelaskan dulu sob..Tuhan yg mana? :-k


Jika Anda meyakini ada beberapa sosok tuhan, Tuhan yang saya maksud adalah tuhan yang paling berkuasa di atas yang lain, itu yang disebut Tuhan sejati.
Bagaimana, apa Anda meyakini bahwa semua manusia (baik Anda maupun saya) diciptakan oleh Tuhan yang sama, yaitu Tuhan sejati?
User avatar
wisnuwisnu
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 182
Joined: Fri Apr 29, 2011 8:58 am

Re: Allah Maha Besar. :)

Postby Doc Holliday » Tue Jul 12, 2011 2:48 pm

wisnuwisnu wrote:Jika Anda meyakini ada beberapa sosok Tuhan, Tuhan yang saya maksud adalah tuhan yang paling berkuasa di atas yang lain, itu yang disebut Tuhan sejati.
Bagaimana, apa Anda meyakini bahwa semua manusia (baik Anda maupun saya) diciptakan oleh Tuhan yang sama, yaitu Tuhan sejati?


sy berusaha menyelaraskan diri dgn konsep anda ya wisnu.. dalam pemahaman, sy masih belum bisa membuktikan bahwa adanya sesembahan anda tersebut, dan sesembahan anda adalah Tuhan sejati.
jika konsep tuhan sejati yg anda maksud tersebut diluar kerangka anda sebelumnya, sy rasa layak utk dicoba. bagaiamana? :turban:
Doc Holliday
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 355
Joined: Sat Oct 09, 2010 9:27 am
Location: Old Wild West

Re: Allah Maha Besar. :)

Postby wisnuwisnu » Tue Jul 12, 2011 2:50 pm

Doc Holliday wrote:sy berusaha menyelaraskan diri dgn konsep anda ya wisnu.. dalam pemahaman, sy masih belum bisa membuktikan bahwa adanya sesembahan anda tersebut, dan sesembahan anda adalah Tuhan sejati.
jika konsep tuhan sejati yg anda maksud tersebut diluar kerangka anda sebelumnya, sy rasa layak utk dicoba. bagaiamana? :turban:


Memang ini tidak ada hubungannya dengan agama tertentu, tapi konsep ada tidaknya Tuhan sejati dan berapa jumlah Tuhan sejati harus kita sepakati.
Bagaimana, apa Anda meyakini bahwa semua manusia (baik Anda maupun saya) diciptakan oleh Tuhan yang sama, yaitu Tuhan sejati?
User avatar
wisnuwisnu
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 182
Joined: Fri Apr 29, 2011 8:58 am

Re: Allah Maha Besar. :)

Postby Doc Holliday » Tue Jul 12, 2011 3:38 pm

wisnuwisnu wrote:Silakan di lanjut, apa Anda meyakini bahwa semua manusia (baik Anda maupun saya) diciptakan oleh Tuhan yang sama, yaitu Tuhan sejati?
Memang ini tidak ada hubungannya sama agama tertentu.

mungkin ada benarnya jg anda. tp bagaimana menentukan sejati tidaknya Tuhan tersebut? ada saran wis? :turban:
Jika Tuhan sejati tidak berhubungan dengan agama tertentu, maka sdh dapat dipastikan bahwa yg berikut adalah bukan berasal dr Tuhan sejati ya wis :
Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.

:roll:
Doc Holliday
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 355
Joined: Sat Oct 09, 2010 9:27 am
Location: Old Wild West

Re: Allah Maha Besar. :)

Postby wisnuwisnu » Tue Jul 12, 2011 4:00 pm

Doc Holliday wrote:mungkin ada benarnya jg anda. tp bagaimana menentukan sejati tidaknya Tuhan tersebut? ada saran wis? :turban:
Jika Tuhan sejati tidak berhubungan dengan agama tertentu, maka sdh dapat dipastikan bahwa yg berikut adalah bukan berasal dr Tuhan sejati ya wis :

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.
:roll:


Jadi intinya kita sudah sepakat bahwa Tuhan sejati itu cuma satu dan kita semua (termasuk saya dan Anda) adalah ciptaan-Nya.

Maka bisa saya umpamakan kita adalah saudara kandung yang faktanya memiliki ibu yang sama.
Walaupun ada akte kelahiran yang menyatakan bahwa nama masing-masing ibu kita berbeda, faktanya ibu kita sama.
Walaupun ada catatan sejarah yang menyatakan bahwa ibu kita sifatnya berbeda-beda, faktanya ibu kita sama.
Last edited by wisnuwisnu on Tue Jul 12, 2011 4:28 pm, edited 1 time in total.
User avatar
wisnuwisnu
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 182
Joined: Fri Apr 29, 2011 8:58 am

Re: Allah Maha Besar. :)

Postby Doc Holliday » Tue Jul 12, 2011 4:08 pm

wisnuwisnu wrote:Jadi intinya kita sudah sepakat bahwa Tuhan sejati itu cuma satu dan kita semua (termasuk saya dan Anda) adalah ciptaan-Nya.

Maka bisa saya umpamakan kita adalah saudara kandung yang faktanya memiliki ibu yang sama.
Walaupun ada akte kelahiran yang menyatakan bahwa nama masing-masing ibu kita berbeda, faktanya ibu kita sama.
Walaupun ada catatan sejarah yang menyatakan bahwa ibu kita sifatnya berbeda-beda, faktanya ibu kita sama.

Itu saja dulu, maaf saya harus off, saya akan menjawab pertanyaan Anda selanjutnya besok.

seperti yg sy sampaikan sebelumnya wisnu :
Doc Holliday wrote:sy berusaha menyelaraskan diri dgn konsep anda ya wisnu.. dalam pemahaman, sy masih belum bisa membuktikan bahwa adanya sesembahan anda tersebut, dan sesembahan anda adalah Tuhan sejati.
jika konsep tuhan sejati yg anda maksud tersebut diluar kerangka anda sebelumnya, sy rasa layak utk dicoba. bagaiamana? :turban:

agar tidak rancu, catatan sejarah yg ada jgn dipahami sebagai ibu yg sama. karena butuh penelaahan tersendiri bukan? mohon dibedakan antara Tuhan dan ibu, walau itu sekedar analogi anda. kurang pas menurut sy. krn sdh memvonis Tuhan sejati sengaja menampilkan sifat /karakter yg berbeda2 kepada ciptaannya . begitu bukan maksud anda? :yawinkle:

piss .. :heart:
Last edited by Doc Holliday on Tue Jul 12, 2011 4:18 pm, edited 1 time in total.
Doc Holliday
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 355
Joined: Sat Oct 09, 2010 9:27 am
Location: Old Wild West

Re: Allah Maha Besar. :)

Postby wisnuwisnu » Tue Jul 12, 2011 4:13 pm

Doc Holliday wrote:krn sdh memvonis Tuhan sejati memiliki sifat yg berbeda2 utk yg diciptakannya. begitu bukan maksud anda?


Bukan seperti itu maksud saya.

Catatan sejarah yang berbeda itu misalnya Sumarni berkulit hitam, Suminah berkulit putih.
Ibu kita yang asli, bisa berkulit hitam, putih, bahkan pink! Siapa tahu?

Padahal faktanya kita adalah saudara kandung.
Faktanya kita lahir dari ibu kandung yang sama.
Faktanya seluruh manusia diciptakan oleh Tuhan yang sama.
Last edited by wisnuwisnu on Tue Jul 12, 2011 4:24 pm, edited 1 time in total.
User avatar
wisnuwisnu
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 182
Joined: Fri Apr 29, 2011 8:58 am

Re: Allah Maha Besar. :)

Postby Doc Holliday » Tue Jul 12, 2011 4:23 pm

Doc Holliday wrote:krn sdh memvonis Tuhan sejati memiliki sifat yg berbeda2 utk yg diciptakannya. begitu bukan maksud anda?

wisnuwisnu wrote:Bukan seperti itu maksud saya.
Catatan sejarah yang berbeda itu misalnya Sumarni berkulit hitam, Suminah berkulit putih.
Padahal faktanya kita adalah saudara kandung.
Faktanya kita lahir dari ibu kandung yang sama.
Faktanya seluruh manusia diciptakan oleh Tuhan yang sama.

nah, itu jg rancu bukan wis? anda menganalogikan Tuhan dengan ibu namun sdh memvonis ibu tsb hitam atau putih. demikian kah kriteria sesuatu yg dianggap Tuhan sejati? jgn terlalu cepat memvonis. krn sumarni putih bisa sj memang berbeda dengan sumarni hitam? atau sdh kah dapat langsung disimpulkan bahwa sumarni itam dan putih adalah oknum yg sama? butuh telaah lebih lanjut bukan? :turban:
Doc Holliday
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 355
Joined: Sat Oct 09, 2010 9:27 am
Location: Old Wild West

Re: Allah Maha Besar. :)

Postby wisnuwisnu » Tue Jul 12, 2011 4:26 pm

Doc Holliday wrote:jgn terlalu cepat memvonis. krn sumarni putih bisa sj memang berbeda dengan sumarni hitam? atau sdh kah dapat langsung disimpulkan bahwa sumarni itam dan putih adalah oknum yg sama? butuh telaah lebih lanjut bukan? :turban:


Anda betul, sekarang kita melangkah bagaimana kita mengidentifikasi bahwa Sumarni yang berkulit hitam, ataukah Suminah yang berkulit putih, yang merupakan ibu kita yang sejati? Atau bahkan ternyata bukan keduanya karena akte kelahiran kita dua-duanya salah? Apapun jawabannya, dia adalah ibu yang melahirkan kita, karena kita adalah Saudara kandung.

Catatan: hitam dan putih tidak berkaitan dengan sifat yang baik atau buruk, hanya sekedar contoh, dan hitam/putihnya kulit tidak menentukan ibu sejati atau bukan.

maaf saya harus off, diskusi kita lanjutkan besok
Last edited by wisnuwisnu on Tue Jul 12, 2011 4:33 pm, edited 1 time in total.
User avatar
wisnuwisnu
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 182
Joined: Fri Apr 29, 2011 8:58 am

Re: Allah Maha Besar. :)

Postby Doc Holliday » Tue Jul 12, 2011 4:32 pm

wisnuwisnu wrote:Anda betul, sekarang kita melangkah bagaimana kita mengidentifikasi bahwa Sumarni yang berkulit hitam, ataukah Suminah yang berkulit putih, yang merupakan ibu kita yang sejati? Apapun jawabannya, dia adalah ibu yang melahirkan kita, karena kita adalah Saudara kandung.

Catatan: hitam dan putih tidak berkaitan dengan sifat yang baik atau buruk, hanya sekedar contoh.

maaf saya harus off, diskusi kita lanjutkan besok


santai sj wis.. :finga:
prihal hitam dan putih, biarlah waktu yg menjawab.

piss... :heart:
Doc Holliday
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 355
Joined: Sat Oct 09, 2010 9:27 am
Location: Old Wild West

Re: Allah Maha Besar. :)

Postby wisnuwisnu » Wed Jul 13, 2011 9:42 am

Bro Doc Holliday,

Sekedar mengingatkan, kita sudah sepakat berasumsi bahwa semua manusia diciptakan oleh Tuhan yang sama, yaitu Tuhan sejati.
Sama dengan perumpamaan, kita adalah saudara kandung, yang dilahirkan dari ibu yang sama.

Bisakah perumpamaan kita diperluas, bahwa ibu kandung kita memiliki milyaran anak kandung, jadi semua manusia beribukan yang sama,
yaitu ibu kita semua? Meskipun agak aneh, tetapi ini sekedar perumpamaan, karena kita sudah berasumsi, bahwa seluruh manusia, yang jumlahnya milyaran itu, diciptakan (dibentuk dan diberi nyawa) oleh Tuhan yang sama.

Jadi ketika ada anak kecil (yang juga saudara kandung kita) menyanyikan lagu, Bunda- Melly
Anak kecil itu berkata, "kupersembahkan lagu ini, untuk ibu yang melahirkan saya", kemudian menyanyi,
Kubuka album biru
Penuh debu dan usang
...
Oh bunda ada dan tiada dirimu
Kan slalu ada di dalam hatiku


1. Jika Anda renungkan, lagu itu ditujukan kepada ibu kandung kita (kita semua saudara kandung) yang sejati, orang lain, iblis, atau tidak bisa dipastikan?
2. Jika ada orang yang tidak pernah melihat dan mengenal ibunya (piatu), kemudian menyanyikan lagu itu, lagu itu ditujukan kepada ibu kandung yang sejati, orang lain, iblis, atau tidak bisa dipastikan?
3. Jika saya membaca ayat ini dari kitab suci yang bukan Quran, atau anggap saja dari sobekan kertas di pinggir jalan.
"Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu"

Kemudian saya menyembah kepada Tuhan yang telah menciptakan saya dan seluruh manusia di dunia,
Menurut Anda, saya sedang menyembah Tuhan yang sejati, tuhan lain, iblis, atau tidak bisa dipastikan?
User avatar
wisnuwisnu
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 182
Joined: Fri Apr 29, 2011 8:58 am

Re: Allah Maha Besar. :)

Postby Doc Holliday » Wed Jul 13, 2011 6:07 pm

wisnuwisnu wrote:Bro Doc Holliday,

Sekedar mengingatkan, kita sudah sepakat berasumsi bahwa semua manusia diciptakan oleh Tuhan yang sama, yaitu Tuhan sejati.
Sama dengan perumpamaan, kita adalah saudara kandung, yang dilahirkan dari ibu yang sama.

Bisakah perumpamaan kita diperluas, bahwa ibu kandung kita memiliki milyaran anak kandung, jadi semua manusia beribukan yang sama,
yaitu ibu kita semua? Meskipun agak aneh, tetapi ini sekedar perumpamaan, karena kita sudah berasumsi, bahwa seluruh manusia, yang jumlahnya milyaran itu, diciptakan (dibentuk dan diberi nyawa) oleh Tuhan yang sama.

Jadi ketika ada anak kecil (yang juga saudara kandung kita) menyanyikan lagu, Bunda- Melly
Anak kecil itu berkata, "kupersembahkan lagu ini, untuk ibu yang melahirkan saya", kemudian menyanyi,
Kubuka album biru
Penuh debu dan usang
...
Oh bunda ada dan tiada dirimu
Kan slalu ada di dalam hatiku


1. Jika Anda renungkan, lagu itu ditujukan kepada ibu kandung kita (kita semua saudara kandung) yang sejati, orang lain, iblis, atau tidak bisa dipastikan?
2. Jika ada orang yang tidak pernah melihat dan mengenal ibunya (piatu), kemudian menyanyikan lagu itu, lagu itu ditujukan kepada ibu kandung yang sejati, orang lain, iblis, atau tidak bisa dipastikan?


hello wis..
soalan ibu mengibu, sy no komen ya bro..masih tetap blm merasa nyaman dgn analogi tsb. :goodman:
wisnuwisnu wrote:3. Jika saya membaca ayat ini dari kitab suci yang bukan Quran, atau anggap saja dari sobekan kertas di pinggir jalan.
"Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu"

Kemudian saya menyembah kepada Tuhan yang telah menciptakan saya dan seluruh manusia di dunia,
Menurut Anda, saya sedang menyembah Tuhan yang sejati, tuhan lain, iblis, atau tidak bisa dipastikan?

untuk hal tersebut..wah, sy blm berani langsung memvonis seperti itu, wis. akan timbul banyak pertanyaan baru di sy,antara lain :
1. apakah jika kita sudah mengimani manusia diciptakan Tuhan sejati, masihkah kitab suci dibutuhkan? jika ya, kitab suci yg mana yg anda maksud?
2. apakah tidak terlalu cepat kita memvonis bacaan anda itu merujuk ke Tuhan yg sejati?
jadi, jika anda bertanya kepada sy, siapa yg anda sembah berdasarkan bacaan anda itu? maka sy bersikap tidak ingin terburu2 memvonis itu Tuhan yg sejati ataupun iblis.
butuh lebih dari sekedar bacaan tsb utk menyimpulkan demikian. dr mana anda tahu, bacaan tersebut bukan berasal dr iblis?
koreksi sy, jika ada yg tidak berkenan menurut anda. :turban:
Doc Holliday
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 355
Joined: Sat Oct 09, 2010 9:27 am
Location: Old Wild West

Re: Allah Maha Besar. :)

Postby wisnuwisnu » Thu Jul 14, 2011 8:55 am

wisnuwisnu wrote:1. Jika Anda renungkan, lagu itu ditujukan kepada ibu kandung kita (kita semua saudara kandung) yang sejati, orang lain, iblis, atau tidak bisa dipastikan?
2. Jika ada orang yang tidak pernah melihat dan mengenal ibunya (piatu), kemudian menyanyikan lagu itu, lagu itu ditujukan kepada ibu kandung yang sejati, orang lain, iblis, atau tidak bisa dipastikan?


Doc Holliday wrote:soalan ibu mengibu, sy no komen ya bro..masih tetap blm merasa nyaman dgn analogi tsb. :goodman:

Mengapa Anda belum merasa nyaman? silakan diungkapkan ketidaknyamanan Anda, jadi saya bisa membuat analogi lain yang membuat kita sama-sama nyaman.
Apakah Karena jawaban Anda adalah "Ibu sejati" ?
Apakah karena jawaban Anda adalah "Tidak bisa buru-buru memvonis"?
Apakah menurut Anda, pengarang lagu itu (Melly), dan siapa Melly (manusia/bukan manusia/Tuhan) akan menentukan kepada siapa lagu itu ditujukan?

Doc Holliday wrote:1. apakah jika kita sudah mengimani manusia diciptakan Tuhan sejati, masihkah kitab suci dibutuhkan? jika ya, kitab suci yg mana yg anda maksud?

Salah satu alasan mengapa kitab suci dibutuhkan adalah untuk patokan hidup sesama manusia (hubungan horisontal) dan kepada Tuhan (hubungan vertikal). Saya tidak merujuk ke kitab suci manapun, karena saya tahu pembaca tulisan saya adalah orang-orang yang berlainan agama.

Doc Holliday wrote:2. apakah tidak terlalu cepat kita memvonis bacaan anda itu merujuk ke Tuhan yg sejati?
butuh lebih dari sekedar bacaan tsb utk menyimpulkan demikian. dr mana anda tahu, bacaan tersebut bukan berasal dr iblis?
koreksi sy, jika ada yg tidak berkenan menurut anda. :turban:

Baiklah, jika saya ambil contoh yang paling ekstrim, ternyata iblis yang bilang ke saya, dia membisiki di telinga saya.

"Sembahlah Tuhan yang menciptakanmu, ini pesan dari Tuhan yang menciptakanmu, bukan pesan dari gue, gue iblis, hihihihihi (suara kuntilanak ketawa)"
Kemudian saya menuruti perintah iblis itu, yaitu menyembah Tuhan yang menciptakan saya, bukan menyembah iblis yang menyampaikan pesan tersebut.

Apakah Bro Doc Holiday sudah bisa memastikan, saya menyembah Tuhan yang sejati atau Iblis ?
User avatar
wisnuwisnu
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 182
Joined: Fri Apr 29, 2011 8:58 am

Re: Allah Maha Besar. :)

Postby Doc Holliday » Thu Jul 14, 2011 11:53 am

wisnuwisnu wrote:Mengapa Anda belum merasa nyaman? silakan diungkapkan ketidaknyamanan Anda, jadi saya bisa membuat analogi lain yang membuat kita sama-sama nyaman.
Apakah Karena jawaban Anda adalah "Ibu sejati" ?
Apakah karena jawaban Anda adalah "Tidak bisa buru-buru memvonis"?
Apakah menurut Anda, pengarang lagu itu (Melly), dan siapa Melly (manusia/bukan manusia/Tuhan) akan menentukan kepada siapa lagu itu ditujukan?

Sy berusaha memahami maksud anda dengan analogi tsb. Yg kita bahas adalah sesuatu yg diklaim sebagai Tuhan dan menurut sy jika menggunakan analogi tsb, agak membingungkan bagi sy, pemahaman kita ttg ibu apapun itu tetaplah memiliki wujud nyata yg bisa dirasakan secara fisik, wanita, memiliki tubuh sampai kepada hal kehadirannya dapat nyata secara fisik kita rasakan, apakah kita akan berkesimpulan hal yg sama utk Tuhan tsb? Tuhan yg mampu menyatakan diriNya dalam wujud fisik yg kita rasakan nyata senyata-nyatanya? yang tidak melulu bersembunyi dibalik kajian, "manusia" dan "alam semesta" inilah bentuk kehadiran "fisik" Tuhan tersebut.
tentukan dulu standar hal-hal apa saja yg harus dipenuhi utk menyatakan sesuatu itu Tuhan yg sejati, itu yg jd dasar pembahasan kita.
Doc Holliday wrote:1. apakah jika kita sudah mengimani manusia diciptakan Tuhan sejati, masihkah kitab suci dibutuhkan? jika ya, kitab suci yg mana yg anda maksud?

wisnuwisnu wrote:Salah satu alasan mengapa kitab suci dibutuhkan adalah untuk patokan hidup sesama manusia (hubungan horisontal) dan kepada Tuhan (hubungan vertikal). Saya tidak merujuk ke kitab suci manapun, karena saya tahu pembaca tulisan saya adalah orang-orang yang berlainan agama.

jika emang harus merujuk ke kitab suci, kitab suci mana yg harus digunakan agar kita dapat mengenal atau setidaknya mengetahui Tuhan tsb. Sy yakin, sepanjang kita tetap memperlakukan diri sebagai "tamu" yg tahu diri di forum ini, sy rasa hal lain tidak akan jadi permasalahan.

Doc Holliday wrote:2. apakah tidak terlalu cepat kita memvonis bacaan anda itu merujuk ke Tuhan yg sejati?
butuh lebih dari sekedar bacaan tsb utk menyimpulkan demikian. dr mana anda tahu, bacaan tersebut bukan berasal dr iblis?
koreksi sy, jika ada yg tidak berkenan menurut anda. :turban:


wisnuwisnu wrote:Baiklah, jika saya ambil contoh yang paling ekstrim, ternyata iblis yang bilang ke saya, dia membisiki di telinga saya.
"Sembahlah Tuhan yang menciptakanmu, ini pesan dari Tuhan yang menciptakanmu, bukan pesan dari gue, gue iblis, hihihihihi (suara kuntilanak ketawa)"
Kemudian saya menuruti perintah iblis itu, yaitu menyembah Tuhan yang menciptakan saya, bukan menyembah iblis yang menyampaikan pesan tersebut.
Apakah Bro Doc Holiday sudah bisa memastikan, saya menyembah Tuhan yang sejati atau Iblis ?

:lol:
anda salah memahami apa yg disampaikan, maaf bila keterbatasan bahasa sy membuat anda memahami seperti tsb.
apakah sedemekian mudah bagi anda, menentukan bahwa bacaan yg anda temui itu langsung ditetapkan sebagai perintah dr Tuhan yg sejati? lagi-lagi, standar apa yg anda gunakan. bukankah masih ada tuhan lain yg bukan Tuhan yg sejati? agak konyol bukan?
Sebagai tambahan jika mengacu ke contoh anda terakhir, koq anda tahu itu iblis? :lol:

Mungkin agar lebih sederhana pembahasan kita wis, disepakati dulu, kriteria-kriteria yg harus dipenuhi utk menentukan sesuatu itu Tuhan sejati atau bukan, bagaimana kita bisa mengenal Tuhan sejati tsb, dll.. atau anda punya saran lain?
:heart:
Doc Holliday
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 355
Joined: Sat Oct 09, 2010 9:27 am
Location: Old Wild West

Re: Allah Maha Besar. :)

Postby wisnuwisnu » Thu Jul 14, 2011 12:58 pm

Doc Holliday wrote:Sy berusaha memahami maksud anda dengan analogi tsb. Yg kita bahas adalah sesuatu yg diklaim sebagai Tuhan dan menurut sy jika menggunakan analogi tsb, agak membingungkan bagi sy, pemahaman kita ttg ibu apapun itu tetaplah memiliki wujud nyata yg bisa dirasakan secara fisik, wanita, memiliki tubuh sampai kepada hal kehadirannya dapat nyata secara fisik kita rasakan, apakah kita akan berkesimpulan hal yg sama utk Tuhan tsb? Tuhan yg mampu menyatakan diriNya dalam wujud fisik yg kita rasakan nyata senyata-nyatanya? yang tidak melulu bersembunyi dibalik kajian, "manusia" dan "alam semesta" inilah bentuk kehadiran "fisik" Tuhan tersebut.


Saya mengerti maksud Anda, ada dua ganjalan di hati Anda jika saya menganalogikan kasus Tuhan dengan Ibu, yaitu:
A. Ibu sudah pasti ada, yaitu berbentuk wanita yang melahirkan kita, sehingga walaupun kita belum pernah melihat ibu kita, maka ibu kita pasti sudah terdefinisikan dengan jelas. Sementara Tuhan adalah sesuatu yang masih belum terlihat keadaannya.
B. Jika poin (A) kita lewati, dan Tuhan diasumsikan sudah pasti ada, yang mana yang sejati? Karena dalam pandangan Anda, banyak sosok yang dianggap Tuhan sejati, padahal sosok tersebut berbeda-beda.

wisnuwisnu wrote:Baiklah, jika saya ambil contoh yang paling ekstrim, ternyata iblis yang bilang ke saya, dia membisiki di telinga saya.
"Sembahlah Tuhan yang menciptakanmu, ini pesan dari Tuhan yang menciptakanmu, bukan pesan dari gue, gue iblis, hihihihihi (suara kuntilanak ketawa)"
Kemudian saya menuruti perintah iblis itu, yaitu menyembah Tuhan yang menciptakan saya, bukan menyembah iblis yang menyampaikan pesan tersebut.
Apakah Bro Doc Holiday sudah bisa memastikan, saya menyembah Tuhan yang sejati atau Iblis ?


Doc Holiday wrote:anda salah memahami apa yg disampaikan, maaf bila keterbatasan bahasa sy membuat anda memahami seperti tsb.
apakah sedemekian mudah bagi anda, menentukan bahwa bacaan yg anda temui itu langsung ditetapkan sebagai perintah dr Tuhan yg sejati? lagi-lagi, standar apa yg anda gunakan. bukankah masih ada tuhan lain yg bukan Tuhan yg sejati? agak konyol bukan?
Sebagai tambahan jika mengacu ke contoh anda terakhir, koq anda tahu itu iblis?


Itu perintah datang dari kuntilanak, yang memang bentuknya seperti kuntilanak, silakan lihat di sini: http://images.google.co.id/search?q=kuntilanak
Apakah menurut Anda, mungkin juga kuntilanak itu adalah Tuhan yang sejati dan bukan iblis?

Untuk memudahkan kita, perintahnya kita sederhanakan, kali ini jelas bahwa kuntilanaklah yang memerintahkan saya menyembah Tuhan yang sejati.
Ini dia perintahnya:
"Ssssttt... kamu bengong aja di depan komputer, sembah sana Tuhan yang menciptakanmu..! hihihihihihihihi "
Kemudian saya menuruti perintah kuntilanak tersebut dan menyembah Tuhan yang menciptakan saya dan manusia lain.
Apakah Bro Doc Holiday sudah bisa memastikan, saya menyembah Tuhan yang sejati atau Iblis ?

Selain pertanyaan di atas, ada beberapa pertanyaan lagi untuk Anda:
(1) Sebelumnya, mohon di lihat poin (A) dan (B) di atas, apakah kita sudah sepakat untuk melewati poin (A) karena kita sudah seyakin-yakinnya bahwa Tuhan sejati itu PASTI ada? Atau kita asumsikan, kita benar-benar berada dalam dunia yang membingungkan dan harus mencari yang mana sih Tuhan sejati itu? Mana sih yang menciptakan dan mengatur dunia ini? Jika poin (A) sudah kita lewati dan Anda sepakat bahwa Tuhan sejati yang menciptakan alam semesta itu pasti ada, maka kita bisa melangkah ke pertanyaan saya berikutnya. Tetapi jika belum, maka abaikan pertanyaan-pertanyaan saya berikutnya.
(2) Apakah perintah menyembah Tuhan sejati itu harus datang dari Tuhan yang sejati yang asli? Apakah menurut Anda, jika kuntilanak memerintahkan kita untuk menyembah Tuhan yang sejati, itu adalah perintah yang kabur karena kuntilanak tersebut tidak menjelaskan yang mana Tuhan yang sejati itu?
(3) Anda berkali-kali menanyakan, kriteria-kriteria apa yang harus dipenuhi untuk menentukan sesuatu itu Tuhan sejati atau bukan, sementara saya masih bingung jika kita sudah sepakat dengan kriteria tertentu, kriteria itu mau diterapkan kepada siapa, sementara Tuhan selamanya merupakan objek yang tidak dapat kita lihat sekarang?
(4) Bisakah Anda memahami jalan pikir saya yang terbalik dengan Anda. Jika Anda mencari sesuatu tapi sesuatu itu tidak terlihat, bukankah tidak bakalan ketemu? Jika Anda mencari ibu Anda, dan Anda ingin menyanyikan lagu untuknya, sementara misalkan ibu Anda sudah meninggal dan tidak diketahui kuburnya oleh siapapun, bukankah tidak bakalan ketemu? Misalkan karena Anda bergolongan darahnya O dan ayah Anda bergolongan darah O, maka Ibu Anda harus bergolongan darah O. Apakah kriteria golongan darah O ini bisa kita terapkan pada ibu Anda, sementara Anda sendiri tidak mungkin melihat dan menemukan secara fisik ibu Anda? Bisakah jalan pikir Anda dibalik untuk bisa memahami kesimpulan saya: bahwa ibu kandung Anda tidak perlu dicari, ibu kandung Anda pasti ada, dan silakan menyanyikan lagu untuknya, DIA pasti bisa mendengarnya, dapatkah Anda menerima saran saya ini?
User avatar
wisnuwisnu
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 182
Joined: Fri Apr 29, 2011 8:58 am

Re: Allah Maha Besar. :)

Postby Doc Holliday » Thu Jul 14, 2011 2:21 pm

Doc Holliday wrote:Sy berusaha memahami maksud anda dengan analogi tsb. Yg kita bahas adalah sesuatu yg diklaim sebagai Tuhan dan menurut sy jika menggunakan analogi tsb, agak membingungkan bagi sy, pemahaman kita ttg ibu apapun itu tetaplah memiliki wujud nyata yg bisa dirasakan secara fisik, wanita, memiliki tubuh sampai kepada hal kehadirannya dapat nyata secara fisik kita rasakan, apakah kita akan berkesimpulan hal yg sama utk Tuhan tsb? Tuhan yg mampu menyatakan diriNya dalam wujud fisik yg kita rasakan nyata senyata-nyatanya? yang tidak melulu bersembunyi dibalik kajian, "manusia" dan "alam semesta" inilah bentuk kehadiran "fisik" Tuhan tersebut.

wisnuwisnu wrote:Saya mengerti maksud Anda, ada dua ganjalan di hati Anda jika saya menganalogikan kasus Tuhan dengan Ibu, yaitu:
A. Ibu sudah pasti ada, yaitu berbentuk wanita yang melahirkan kita, sehingga walaupun kita belum pernah melihat ibu kita, maka ibu kita pasti sudah terdefinisikan dengan jelas. Sementara Tuhan adalah sesuatu yang masih belum terlihat keadaannya.
B. Jika poin (A) kita lewati, dan Tuhan diasumsikan sudah pasti ada, yang mana yang sejati? Karena dalam pandangan Anda, banyak sosok yang dianggap Tuhan sejati, padahal sosok tersebut berbeda-beda.

Trimakasih atas pengertiannya. lalu, Sejati yg bagaimana yg akan kita tetapkan utk si Tuhan tsb? Sejati Yang dapat,pernah atau berkemampuan untuk menyatakan diriNya secara nyata dan tidak sekedar kajian-kajian pembenar atau yg bagaimana wis? karena yg masih belum pernah atau tidak akan pernah terlihat keadaannya kita tetapkan sebagai Tuhan haruslah memiliki telaah lebih lanjut lagi. Dia ada atau emang tiada? Jika emang tiada, pembahasan tidak lagi dibutuhkan. Jika ada, atas dasar apa kita mengetahui dia ada? Hal-hal mendasar seperti inilah yg perlu kita bahas terlebih dahulu sebelum lanjut ke pembahasan lain. setidaknya menurut sy, bagaimana dengan anda wis?

Sepertinya wisnu kurang berkenan jika diminta mengacu ke kitab tertentu sebagai acuan utk mengenal atau mengetahui itu sejatinya Tuhan atau bukan. benarkah begitu wis? koreksi sy jika salah ya..
wisnuwisnu wrote:Baiklah, jika saya ambil contoh yang paling ekstrim, ternyata iblis yang bilang ke saya, dia membisiki di telinga saya.
"Sembahlah Tuhan yang menciptakanmu, ini pesan dari Tuhan yang menciptakanmu, bukan pesan dari gue, gue iblis, hihihihihi (suara kuntilanak ketawa)"
Kemudian saya menuruti perintah iblis itu, yaitu menyembah Tuhan yang menciptakan saya, bukan menyembah iblis yang menyampaikan pesan tersebut.
Apakah Bro Doc Holiday sudah bisa memastikan, saya menyembah Tuhan yang sejati atau Iblis ?

Doc Holiday wrote:anda salah memahami apa yg disampaikan, maaf bila keterbatasan bahasa sy membuat anda memahami seperti tsb.
apakah sedemekian mudah bagi anda, menentukan bahwa bacaan yg anda temui itu langsung ditetapkan sebagai perintah dr Tuhan yg sejati? lagi-lagi, standar apa yg anda gunakan. bukankah masih ada tuhan lain yg bukan Tuhan yg sejati? agak konyol bukan?
Sebagai tambahan jika mengacu ke contoh anda terakhir, koq anda tahu itu iblis?

wisnuwisnu wrote:Itu perintah datang dari kuntilanak, yang memang bentuknya seperti kuntilanak, silakan lihat di sini: http://images.google.co.id/search?q=kuntilanak
Apakah menurut Anda, mungkin juga kuntilanak itu adalah Tuhan yang sejati dan bukan iblis?
Untuk memudahkan kita, perintahnya kita sederhanakan, kali ini jelas bahwa kuntilanaklah yang memerintahkan saya menyembah Tuhan yang sejati.
Ini dia perintahnya:
"Ssssttt... kamu bengong aja di depan komputer, sembah sana Tuhan yang menciptakanmu..! hihihihihihihihi "
Kemudian saya menuruti perintah kuntilanak tersebut dan menyembah Tuhan yang menciptakan saya dan manusia lain.

Ini maksud sy bro wis. Anda menggunakan "kitab" google utk menyatakan sesuatu itu "kuntilanak" sementara anda sendiri tidak menggunakan suatu "kitab" utk menyatakan sesuatu yg minta disembah itu "Tuhan". lalu, yg mana yg mau disembah? disuruh menyembah tp tidak tahu/kenal sesuatu tsb? jika demikian untuk apa penyembahan tersebut? dan segudang pertanyaan lainnya. poin nya mungkin, meyakinkan terlebih dahulu bahwa Tuhan sejati itu emang terbukti ada. bukan begitu wis?
mohon pencerahannya.
wisnuwisnu wrote:Apakah Bro Doc Holiday sudah bisa memastikan, saya menyembah Tuhan yang sejati atau Iblis ?

:green:
Sy tetap tidak dapat menilai itu Tuhan atau Iblis. Iblis jg tidak terlihat setidaknya butuh pemahaman tersendiri. lalu, Standarnya apa wis? Jika sy menyembah matahari dan memuliakannya sebagai pencipta manusia, apakah anda akan menyalahkan sy? jika ya, tentu ada pembuktiannya dgn standar tertentu bukan? mohon maklum ya..
wisnuwisnu wrote:Selain pertanyaan di atas, ada beberapa pertanyaan lagi untuk Anda:
(1) Sebelumnya, mohon di lihat poin (A) dan (B) di atas, apakah kita sudah sepakat untuk melewati poin (A) karena kita sudah seyakin-yakinnya bahwa Tuhan sejati itu PASTI ada? Atau kita asumsikan, kita benar-benar berada dalam dunia yang membingungkan dan harus mencari yang mana sih Tuhan sejati itu? Mana sih yang menciptakan dan mengatur dunia ini? Jika poin (A) sudah kita lewati dan Anda sepakat bahwa Tuhan sejati yang menciptakan alam semesta itu pasti ada, maka kita bisa melangkah ke pertanyaan saya berikutnya. Tetapi jika belum, maka abaikan pertanyaan-pertanyaan saya berikutnya.
(2) Apakah perintah menyembah Tuhan sejati itu harus datang dari Tuhan yang sejati yang asli? Apakah menurut Anda, jika kuntilanak memerintahkan kita untuk menyembah Tuhan yang sejati, itu adalah perintah yang kabur karena kuntilanak tersebut tidak menjelaskan yang mana Tuhan yang sejati itu?
(3) Anda berkali-kali menanyakan, kriteria-kriteria apa yang harus dipenuhi untuk menentukan sesuatu itu Tuhan sejati atau bukan, sementara saya masih bingung jika kita sudah sepakat dengan kriteria tertentu, kriteria itu mau diterapkan kepada siapa, [b]sementara Tuhan selamanya merupakan objek yang tidak dapat kita lihat sekarang?[/b]
(4) Bisakah Anda memahami jalan pikir saya yang terbalik dengan Anda. Jika Anda mencari sesuatu tapi sesuatu itu tidak terlihat, bukankah tidak bakalan ketemu? Jika Anda mencari ibu Anda, dan Anda ingin menyanyikan lagu untuknya, sementara misalkan ibu Anda sudah meninggal dan tidak diketahui kuburnya oleh siapapun, bukankah tidak bakalan ketemu? Misalkan karena Anda bergolongan darahnya O dan ayah Anda bergolongan darah O, maka Ibu Anda harus bergolongan darah O. Apakah kriteria golongan darah O ini bisa kita terapkan pada ibu Anda, sementara Anda sendiri tidak mungkin melihat dan menemukan secara fisik ibu Anda? Bisakah jalan pikir Anda dibalik untuk bisa memahami kesimpulan saya: bahwa ibu kandung Anda tidak perlu dicari, ibu kandung Anda pasti ada, dan silakan menyanyikan lagu untuknya, DIA pasti bisa mendengarnya, dapatkah Anda menerima saran saya ini?

hmmm.. menarik bro..
poin 1- 3 sebelumnya, pernahkan Tuhan Sejati menyatakan dirinya (terlihat)? Pada konteks yg bagaimana dan mengacu ke apa? Jika pernah, maka poin A telah gugur wis. Jika tidak pernah, maka suka tidak suka, mau tidak mau, maka akan sangat sulit mengenal Tuhan Sejati tersebut tanpa acuan nyata yg jelas. apalagi tanpa kriteria yg kita sepakati. Terlihat atau pernah terlihat dengan tidak pernah sama sekali menyatakan dirinya ada. Apakah sesuatu yg diklaim sebagai tuhan yg sejati harus dibatasi dengan tidak dapat dilihat, tidak memiliki kuasa utk menyatakan dirinya ada, tidak ingin dilihat? benarkah demikian? acuan siapa yg anda gunakan? Alquran kah namun anda tidak berani menyatakan hal itu dgn tegas bukan?
poin 4 : apa yg anda sampaikan pd poin ini mendukung pemahaman sy atas tanggapan poin 1-3 sblmnya. Mengapa anda keukeuh dan telah memvonis seperti itu? apakah krn anda telah memutuskan utk menerima dan beriman kpd tuhan tsb tanpa menelaah lebih jauh "ketuhanan" anda tsb? pernahkah anda menempatkan diri anda sebagai yg diluar "kitab" dan "iman" anda tsb? sedemikian sulitkah mengkriteriakan ketuhanan pd kitab anda tsb? koreksi sy jika ada yg tidak berkenan.

Agar lbh terspesifik pembahasan nya. Menurut anda, apakah Allah SWT yg anda sembah sebagai Tuhan Sejati dan jg disembah yg lain?

:heart:
Doc Holliday
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 355
Joined: Sat Oct 09, 2010 9:27 am
Location: Old Wild West

Re: Allah Maha Besar. :)

Postby wisnuwisnu » Thu Jul 14, 2011 5:02 pm

Bro Doc Holliday,

Doc Holliday wrote:Sejati yg bagaimana yg akan kita tetapkan utk si Tuhan tsb? Sejati Yang dapat,pernah atau berkemampuan untuk menyatakan diriNya secara nyata dan tidak sekedar kajian-kajian pembenar atau yg bagaimana wis? karena yg masih belum pernah atau tidak akan pernah terlihat keadaannya kita tetapkan sebagai Tuhan haruslah memiliki telaah lebih lanjut lagi. Dia ada atau emang tiada? Jika emang tiada, pembahasan tidak lagi dibutuhkan. Jika ada, atas dasar apa kita mengetahui dia ada? Hal-hal mendasar seperti inilah yg perlu kita bahas terlebih dahulu sebelum lanjut ke pembahasan lain. setidaknya menurut sy, bagaimana dengan anda wis?

Bisa diusulkan sebagai bahan diskusi, tetapi jika kita berdua tidak sepakat, maka tidak boleh dijadikan dasar pemikiran poin selanjutnya.
Saya menyarankan untuk mengacu kepada keyakinan yang sekarang sama-sama kita percaya sebagai pangkal titik tolak dimulainya diskusi.

Doc Holliday wrote:Sepertinya wisnu kurang berkenan jika diminta mengacu ke kitab tertentu sebagai acuan utk mengenal atau mengetahui itu sejatinya Tuhan atau bukan. benarkah begitu wis? koreksi sy jika salah ya..


Betul, kita beda acuan referensi, kitab suci kita beda. Jika saya mengacu kepada Quran bahwa kita sebagai manusia selama hidup di dunia tidak bisa melihat Tuhan, maka Anda akan menyalahkan. Jika Anda mengaju kepada Injil bahwa Tuhan pernah menampakkan dirinya, maka saya yang tidak setuju. Jadi dalam diskusi kita, kita tidak bisa menggunakan kitab suci yang diyakini oleh masing-masing untuk menemukan titik temu. Diskusi dengan mengacu pada kitab suci masing-masing hanya akan melahirkan perdebatan dan pembenaran, bukan mencari kebenaran dan titik temu. Saya menyarankan untuk mengacu kepada keyakinan yang sekarang sama-sama kita percaya sebagai pangkal titik tolak dimulainya diskusi.

Doc Holliday wrote:Ini maksud sy bro wis. Anda menggunakan "kitab" google utk menyatakan sesuatu itu "kuntilanak" sementara anda sendiri tidak menggunakan suatu "kitab" utk menyatakan sesuatu yg minta disembah itu "Tuhan". lalu, yg mana yg mau disembah? disuruh menyembah tp tidak tahu/kenal sesuatu tsb? jika demikian untuk apa penyembahan tersebut? dan segudang pertanyaan lainnya. poin nya mungkin, meyakinkan terlebih dahulu bahwa Tuhan sejati itu emang terbukti ada. bukan begitu wis?
mohon pencerahannya.

Untuk yang pertama ini bisa kita lewati, karena Tuhan sejati ini kita sudah sepakat pasti ada. Betul?

Doc Holliday wrote:Apakah sesuatu yg diklaim sebagai tuhan yg sejati harus dibatasi dengan tidak dapat dilihat, tidak memiliki kuasa utk menyatakan dirinya ada, tidak ingin dilihat? benarkah demikian? acuan siapa yg anda gunakan? Alquran kah namun anda tidak berani menyatakan hal itu dgn tegas bukan?

Bukan. Menurut Quran, Tuhan tentu bisa apa saja, dan jika Dia mau, Dia bisa menyatakan dirinya ada atau memperlihatkan diri-Nya. Saya atau muslim yang lain tentu tidak tahu apa isi pikiran Tuhan, Dia ingin dilihat atau tidak. Jadi pernyataan Anda tidak sesuai dengan Quran atau keyakinan muslim pada umumnya. Saya menyatakan kita tidak bisa melihat Tuhan bukan karena Tuhan tidak ingin dilihat, bukan pula karena Dia tidak memiliki kuasa untuk menyatakan dirinya, tapi karena faktanya kita tidak pernah melihat Tuhan dengan mata fisik kita bukan? Betul?

Baiklah mari kita mulai diskusi kita tentang pencarian Tuhan sejati.

Kita mulai diskusi dari pernyataan yang kita yakini bersama-sama benar. Anda setuju?
Barulah dari situ kita kembangkan satu persatu-satu sampai ketemu mana yang Tuhan sejati itu, yang diakui oleh kita berdua.

Anda bisa memberikan kriteria-kriteria Tuhan sejati untuk diusulkan agar disepakati kita berdua, saya pun bisa mengajukannya. Tetapi untuk termin pertama ini saya tidak langsung memberikan kriteria Tuhan sejati, tapi sebuah cerita, dan saya ingin tahu bagaimana hati kecil Anda menyikapi cerita ini. Anda boleh menjawabnya berdasarkan kitab suci, jika hati kecil Anda menyatakan hal yang sama. Hanya sekedar saran: Jika hati kecil Anda menyatakan berbeda dari kitab suci, mohon dijawab berdasarkan hati kecil Anda. Ini hanya sekedar saran dari saya, pada prakteknya Anda bisa menjawab sekehendak tangan Anda yang mau menulis.

Inilah poin pertama yang saya usulkan untuk disepakati atau ditolak.

Di tahun 1990, ada seorang bayi yang sejak lahir dibuang orang tuanya ke hutan. Dia tumbuh dengan sendirinya di hutan. Setelah dewasa, dia meyakini secara adanya Tuhan pencipta alam semesta. Dia mencarinya dan akhirnya berkesimpulan dia belum berhasil untuk melihat Tuhan. Tapi yakin kalau Tuhan itu ada. Anak itu tidak menunjuk sesuatu sebagai Tuhan (misal matahari, bulan, dsb), tetapi dia tetap yakin Tuhan itu ada, tetapi dia tidak tahu di manakah Tuhan. Dia mulai berdoa untuk Tuhannya dan mengharapkan sesuatu kepada Tuhannya, atau bisa dikatakan dia menyembah Tuhan dengan caranya sendiri. Dia tidak pernah merugikan dan ketemu dengan manusia lain. Binatang dianggap sebagai teman, dia hanya makan tumbuhan. Pertanyaannya:
(1) Apakah dia sudah menyembah Tuhan sejati?
(2) Jika Tuhan sejati memiliki surga, apakah dia layak masuk surga?
Jawaban saya adalah (1) Ya. (2) Ya. Apa jawaban Anda, dan saya akan lebih senang jika Anda menyebutkan alasan untuk setiap poin-nya.
Last edited by wisnuwisnu on Thu Jul 14, 2011 5:22 pm, edited 1 time in total.
User avatar
wisnuwisnu
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 182
Joined: Fri Apr 29, 2011 8:58 am

Re: Allah Maha Besar. :)

Postby GoodSniper » Thu Jul 14, 2011 5:20 pm

kan dari awal..tuhannya si wisnu ini kan hanya angin in conceptual yang ia ciptakan dengan hayalan pikiran-nya sendiri..kemana angin berhembus ke sana lah si wisnu ikut..

tapi anehnya ada kontradiksi..in reality ia juga masih mengikuti muhammad dan konsep palsu-nya tentang tuhan..dan malu mengakui koran sebagai acuan mengenal tuhannya..

ayo bung Doc Holliday..bedahlah otak beliau itu..supaya terlihat yang sebenarnya..
GoodSniper
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 723
Joined: Wed Apr 20, 2011 4:38 pm

Re: Allah Maha Besar. :)

Postby Doc Holliday » Thu Jul 14, 2011 5:26 pm

Doc Holliday wrote:Sejati yg bagaimana yg akan kita tetapkan utk si Tuhan tsb? Sejati Yang dapat,pernah atau berkemampuan untuk menyatakan diriNya secara nyata dan tidak sekedar kajian-kajian pembenar atau yg bagaimana wis? karena yg masih belum pernah atau tidak akan pernah terlihat keadaannya kita tetapkan sebagai Tuhan haruslah memiliki telaah lebih lanjut lagi. Dia ada atau emang tiada? Jika emang tiada, pembahasan tidak lagi dibutuhkan. Jika ada, atas dasar apa kita mengetahui dia ada? Hal-hal mendasar seperti inilah yg perlu kita bahas terlebih dahulu sebelum lanjut ke pembahasan lain. setidaknya menurut sy, bagaimana dengan anda wis?

wisnuwisnu wrote:Bisa diusulkan sebagai bahan diskusi, tetapi jika kita berdua tidak sepakat, maka tidak boleh dijadikan dasar pemikiran poin selanjutnya.
Saya menyarankan untuk mengacu kepada keyakinan yang sekarang sama-sama kita percaya sebagai pangkal titik tolak dimulainya diskusi.

bisa lebih spesifik wis? disatu sisi anda menyarankan A tp tetap menggunakan parameter B. Yg tegas dan netral dong. Agar jelas pangkal titik tolak nya..

Doc Holliday wrote:Sepertinya wisnu kurang berkenan jika diminta mengacu ke kitab tertentu sebagai acuan utk mengenal atau mengetahui itu sejatinya Tuhan atau bukan. benarkah begitu wis? koreksi sy jika salah ya..

wisnuwisnu wrote:Betul, kita beda acuan referensi, kitab suci kita beda. Jika saya mengacu kepada Quran bahwa kita sebagai manusia selama hidup di dunia tidak bisa melihat Tuhan, maka Anda akan menyalahkan. Jika Anda mengaju kepada Injil bahwa Tuhan pernah menampakkan dirinya, maka saya yang tidak setuju. Jadi dalam diskusi kita, kita tidak bisa menggunakan kitab suci yang diyakini oleh masing-masing untuk menemukan titik temu. Diskusi dengan mengacu pada kitab suci masing-masing hanya akan melahirkan perdebatan dan pembenaran, bukan mencari kebenaran dan titik temu. Saya menyarankan untuk mengacu kepada keyakinan yang sekarang sama-sama kita percaya sebagai pangkal titik tolak dimulainya diskusi.

Bukankah diskusi dilakukan sebagai bagian dr upaya utk menemukan persamaan persepsi? lalu, mengapa anda takut menggunakan referensi yg ada? Quran juga diklaim sebagai penyempurna kitab2 sblmnya bukan? dengan demikian, seharusnya pijakan konsep ketuhanannya sama. karena menyempurnakan yg sdh ada.koreksi sy kalau salah. atau anda mengklaim diri sebagai penyempurna quran? benarkah begitu? :lol:

Doc Holliday wrote:Ini maksud sy bro wis. Anda menggunakan "kitab" google utk menyatakan sesuatu itu "kuntilanak" sementara anda sendiri tidak menggunakan suatu "kitab" utk menyatakan sesuatu yg minta disembah itu "Tuhan". lalu, yg mana yg mau disembah? disuruh menyembah tp tidak tahu/kenal sesuatu tsb? jika demikian untuk apa penyembahan tersebut? dan segudang pertanyaan lainnya. poin nya mungkin, meyakinkan terlebih dahulu bahwa Tuhan sejati itu emang terbukti ada. bukan begitu wis?
mohon pencerahannya.

wisnuwisnu wrote:Untuk yang pertama ini bisa kita lewati, karena Tuhan sejati ini kita sudah sepakat pasti ada. Betul?

Dengan batasan yg sy sampaikan sebelumnya, ok lah.

Doc Holliday wrote:Apakah sesuatu yg diklaim sebagai tuhan yg sejati harus dibatasi dengan tidak dapat dilihat, tidak memiliki kuasa utk menyatakan dirinya ada, tidak ingin dilihat? benarkah demikian? acuan siapa yg anda gunakan? Alquran kah namun anda tidak berani menyatakan hal itu dgn tegas bukan?

wisnuwisnu wrote:Bukan, menurut Quran, Tuhan tentu bisa apa saja, dan jika Dia mau, Dia bisa menyatakan dirinya ada atau memperlihatkan diri-Nya. Saya atau muslim yang lain tentu tidak tahu apa isi pikiran Tuhan, Dia ingin dilihat atau tidak. Jadi pernyataan Anda tidak sesuai dengan Quran atau keyakinan muslim pada umumnya. Saya menyatakan kita tidak bisa melihat Tuhan bukan karena Tuhan tidak ingin dilihat, bukan pula karena Dia tidak memiliki kuasa untuk menyatakan dirinya, tapi karena faktanya kita tidak pernah melihat Tuhan dengan mata fisik kita bukan? Betul?

Maaf, apa yg anda sampaikan ini menurut dalil yg mana? pribadi atau alquran? mohon ketegasannya.Jika emang ketiadaan data bahwa Tuhan anda itu nyata adanya. lalu atas dasar apa anda menyatakan itu Tuhan? itukan yg jd masalah dari awal. TUhan sejati ada, ok lah. Tapi Tuhan sejatikah yg anda sembah? :roll:

wisnuwisnu wrote:Baiklah mari kita mulai diskusi kita tentang pencarian Tuhan sejati.

Kita mulai diskusi dari pernyataan yang kita yakini bersama-sama benar. Anda setuju?
Barulah dari situ kita kembangkan satu persatu-satu sampai ketemu mana yang Tuhan sejati itu, yang diakui oleh kita berdua.

Anda bisa memberikan kriteria-kriteria Tuhan sejati untuk diusulkan agar disepakati kita berdua, saya pun bisa mengajukannya. Tetapi untuk termin pertama ini saya tidak langsung memberikan kriteria Tuhan sejati, tapi sebuah cerita, dan saya ingin tahu bagaimana hati kecil Anda menyikapi cerita ini.

Inilah poin pertama yang saya usulkan untuk disepakati atau ditolak.

Di tahun 1990, ada seorang bayi yang sejak lahir dibuang orang tuanya ke hutan. Dia tumbuh dengan sendirinya di hutan. Setelah dewasa, dia meyakini secara adanya Tuhan pencipta alam semesta. Dia mencarinya dan akhirnya berkesimpulan dia belum berhasil untuk melihat Tuhan. Tapi yakin kalau Tuhan itu ada. Anak itu tidak menunjuk sesuatu sebagai Tuhan (misal matahari, bulan, dsb), tetapi dia tetap yakin Tuhan itu ada, tetapi dia tidak tahu di manakah Tuhan. Dia mulai berdoa untuk Tuhannya dan mengharapkan sesuatu kepada Tuhannya, atau bisa dikatakan dia menyembah Tuhan dengan caranya sendiri. Dia tidak pernah merugikan manusia lain bahkan binatang lain dianggap teman, dia hanya makan tumbuhan. Pertanyaannya:
(1) Apakah dia sudah menyembah Tuhan sejati?
(2) Jika Tuhan sejati memiliki surga, apakah dia layak masuk surga?
Jawaban saya adalah (1) Ya. (2) Ya. Apa jawaban Anda, dan saya akan lebih senang jika Anda menyebutkan alasan untuk setiap poin-nya.

1. Sejati menurut standar dia
2. Prihal surga, itu menurut keyakinan si ybs akan sejatinya tuhannya tsb.
Poin nya apa wis? Tuhan ybs = Tuhan dan kitab anda? begitu?
:roll:

bagaimana dgn saran sy sblm nya :
Agar lbh terspesifik pembahasan nya. Menurut anda, apakah Allah SWT yg anda sembah sebagai Tuhan Sejati dan jg disembah yg lain?
Doc Holliday
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 355
Joined: Sat Oct 09, 2010 9:27 am
Location: Old Wild West

PreviousNext

Return to Ttg ALLAH



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: Google [Bot]