. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Ali Sina VS Kekuatan Islam

Pembelaan bahwa Islam adalah ajaran dari Tuhan.

Ali Sina VS Kekuatan Islam

Postby candra_mukti19 » Fri Jan 08, 2010 10:09 am

Daftar isi
• 1 Atas Nama Ilmiah dan Logika
• 2 Biografi Muhammad SAW oleh Ali Sina
• 3 Senjata Ampuh Ali Sina
• 4 Perluasan Gerakan Ali Sina
• 5 Kehancuran Islam dalam Keyakinan Ali sina
• 6 Kekuatan Islam
o 6.1 Aliran Mistik Islam
o 6.2 Sikap Fanatik Pada Ulama
o 6.3 Kesalehan Para Ulama
o 6.4 Mukjizat Para Ulama
o 6.5 Candu Spiritual
• 7 Pandangan Ali Sina Terhadap Mistisisme Islam
• 8 Omong Kosong Tantangan Ali Sina
9 Ali Sina Tampak Bingung

Atas Nama Ilmiah dan Logika
Ali Sina, dia berdiri tegak dan menyerang Islam diatas bangunan Ilmiah dan Logika. Ilmiah di sini adalah fakta-fakta tertulis di dalam alQuran dan Hadits. Dan Logika di sini adalah kaidah-kaidah ilmu logika sebagai hukum berpikir tepat. Selain itu dia juga menjadikan kejahatan-kejahatan terorisme sebagai bukti dan realisasi dari kejahatan Islam. Ini adalah yang dimaksud dengan fakta-fakta ilmiah lainnya. Ali Sina sangat yakin dengan kebenaran bukti-bukti yang disodorkannya, sehingga dia mengadakan sayembara bahwa barang siapa yang dapat mengalahkan argumentasinya, maka Ali Sina akan memberi orang itu hadiah sebanyak $ 50.000,- Jumlah yang fantastis.

Dengan segenap bukti ilmiah dan logika yang dimilikinya, Ali Sina telah murtad dari Islam dan menyodorkan bukti-bukti tersebut kepada muslim lainnya dengan harapan dapat membuat mereka juga murtad seperti dirinya. Sejauh ini telah banyak orang yang terpengaruh olehnya dan mengikuti jejak langkahnya untuk murtad.

Biografi Muhammad SAW oleh Ali Sina


Ali Sina telah menyusun biografi nabi Muhammad SAW menurut versinya sendiri, dan itu diklaim sebagai biografi yang memiliki bukti-bukti otentik dan akurat. Dalam Biografinya, Ali Sina melukiskan bahwa Muhammad adalah orang yang seburuk-buruknya orang.

Semua biografi tentang nabi Muhammad yang telah disusun oleh ulama-ulama Islam dianggap sebagai tipu muslihat belaka, atau terlalu banyak hal yang dirahasiakan. Ali Sina merasa dirinya mengungkap apa-apa yang selama ini disembunyikan oleh para ulama Islam tentang pribadi nabi Muhammad.

Biografi Muhammad ini menjadi senjata bagi Ali Sina untuk menyerang Islam. Walaupun demikian, biografi tentang Muhammad, tidak cukup untuk menghancurkan Islamisme. karena Islam memiliki 5 pilar kekuatan, yang tidak akan dapat runtuh oleh sebuah biografi mengenai keburukan pribadi nabi muhammad, kendatipun biografi itu disebut otentik dan akurat secara ilmiah dan logika.

Senjata Ampuh Ali Sina

Dan dia menggunakan internet sebagai senjata ampuh dan leluasa baginya untuk menyerang Islam. Melalui internet, dengan membuka forum-forum diskusi, tentu ia dapat menyebarkan fahamnya ke seluruh pelosok dunia tanpa hambatan yang berarti.

Perluasan Gerakan Ali Sina

Gerakan Ali Sina sampai ke Indonesia. Adanya situs FFI merupakan bukti bahwa gerakan pemurtadan Ali Sina telah merambah ke Indonesia, walaupun tampaknya gerakan pemurtadan di Indonesia lebih banyak di sokong oleh orang-orang kristen dari pada murtadin seperti Ali Sina. Tapi walau bagaimanapun FFI merupakan suatu gerakan yang dipelopori oleh Ali Sina. Misi dan visinya merupakan misi visi Ali Sina. saya yakin, gerakan Ali Sina menyebar ke seluruh pelosok dunia.
Kehancuran Islam dalam Keyakinan Ali sina

Ali Sina berkeyakinan bahwa dirinya – dengan bekeja sama dengan murtadin lainnya – akan dapat menghancurkan Islam atau membuat Islam lenyap dalam kurun 25 tahun mendatang. Menurut Ali Sina kehancuran Islam telah datang, dan Islam akan lenyap sebagaimana nazisme telah lenyap. Dia telah menjelaskan hal-hal yang menjadi dasar keyakinannya. Dia melihat bahwa orang tidak dapat menghindar dari kebenaran bukti-bukti yang disodorkannya. Walaupun banyak orang berusaha untuk menghindar atau menolak, tetapi menurutnya tidak ada satupun yang dapat menyangkal. Muslim bisa saja menutup mata dari bukti-bukti yang disodorkan Ali Sina, tetapi bukti-bukti itu bagaikan sesuatu yang terus menerus menusuhi hati muslim, sehingga lambat laun, mau tidak mau, muslim akan menyadari dan mengakui bahwa Islam bukanlah agama yang baik.

Umumnya muslim sangat fanatik dengan apa yang disebut dengan Quran dan hadits. Apa saja yang tertulis di dalamnya dipercayai begitu saja secara tekstual atau mengikuti tafsiran ulama-ulama terpercaya mereka. Dengan dengan bukti-bukti yang disodorkan Ali Sina, maka mereka dihadapkan pada dua pilihan. Pertama, mereka mengakui kebenaran bukti-bukti yang disodorkan oleh Ali Sina dan mengikutinya untuk menjadi murtad. Kedua, menutup mata rapat-rapat dari bukti tersebut agar mereka dapat tetap eksis sebagai muslim. Karena Ali Sina melihat dirinya selalu dapat menggiring muslim pada dua pilihan itu saja dan tidak ada pilihan lainnya, maka dia menjadi sangat yakin bahwa kehancuran Islam telah tiba.
Kekuatan Islam

Untuk Menghancurkan Islam, seharusnya Ali Sina mengukur lebih jauh terhadap kekuatan Islam, dan dapat melakukan serangan ke dalam jantung Islam, tidak hanya sebatas melakukan serangan kepada logika muslim. Gerakan Ali Sina ini merupakan pukulan keras bagi kaum syariah, terutama bagi wahabisme, tetapi tidak untuk aliran-aliran lainnya. tetapi bagi kaum wahabi sendiri, penyebaran geakan Ali sina tidak akan banyak artinya, sebab mereka lebih banyak menutup mata, menghindarkan diri dari melihat bukti-bukti faktual yang disodorkan Ali Sina, dan lebih siap melawan Ali Sina dengan kekuatan Fisik.

beberapa kekuatan Islam yang belum diperhitungkan oleh Ali Sina adalah:
1. Aliran Mistik Islam
2. Fanatisme Muslim terhadap imam-imam/ulama-ulama mereka
3. Kesalehan para ulama
4. Mukjizat Para ulama
5. Candu Spiritual

Aliran Mistik Islam

disadari atau tidak, dengan bukti-bukti yang disodorkan oleh Ali Sina, muslim memiliki arlernatif ketiga sebagai sikap yang dapat dilakukannya, yaitu belajar Islam dengan cara yang benar. Mempelajari Islam hanya berpijak kepada apa yang disebut dengan Quran dan Hadits saja, atau kepada apa yang disebut dengan logika dan ilmiah saja, bukanlah cara belajar Islam yang benar, sebab akan menemukan kebuntuan seperti yang dialami oleh Ali Sina. Tetapi kebenaran harus dilihat melalui praktik dan mistis, yang oleh Ali Sina hal ini disebut sebagai fallacy, penyakit mental atau strategi occultisme. Apapun yang menjadi pandangan Ali Sina, tetapi kebenaran yang dilihat muslim melalui praktik mistis ini akan menjadi suatu pilar yang kuat bagi mereka untuk tetap berpegang kepada Islam. Dan mereka akan mengabaikan semua bukti-bukti ilmiah dan logika yang disodorkan oleh Ali Sina. Bila hal ini terjadi pada lebih banyak muslim yang tadinya memahami agama secara tekstual menjadi faktual, maka justru Islam akan menjadi semakin kokoh. Lalu bagaimana mungkin Islam akan lenyap dalam 25 tahun yang akan datang?

Pada level syariah gerakan Ali Sina mungkin merupakan gerakan yang meresahkan. Tapi pada level Islam yang lebih tinggi dari itu, gerakan Ali Sina tidak meresahkan sama sekali. Seorang Guru Tarekat yang saya tanya pendapatnya tentang gerakan pemurtadan Ali Sina, dia berkata, “Gerakan Ali Sina tidak diperlukan. Tanpa ada gerakan Ali Sina atau FFI sekalipun, orang yang sudah punya bakat murtad itu akan murtad dengan sendirinya.” Tentu saja hal tersebut tidak berarti memungkiri pengaruh Ali Sina terhadap murtadin. Tapi seolah-olah guru Tarekat tersebut hendak berkata, “Ali Sina gak usah repot-repot mengajak muslimin murtad, karena sejak dulu sampai sekarang, murtadin itu banyak, muallaf juga banyak. dan apa yang dilakukan oleh Ali Sina terhdap muslimin tidak akan banyak artinya” Begitulah kira-kira isi pesan dari kata-katanya. dan pesan itu juga seolah-olah mengatakan bahwa kehadiran Ali Sina dan FFI tidak begitu penting dan tidak akan banyak pengaruhnya.

Praktik mistis Islam yang diajarkan oleh kaum sufi atau tarekat, merupakan jantung bagi Islam. Islam tidak akan mati, selama jantungnya belum berhenti. Ali Sina harus menusuk jantung ini, bila ia hendak menghancurkan Islam. senjata logika dan ilmiah tidak akan mempan untuk membunuh jantung Islam.

Ali sina menganggap bahwa aliran Mistik Islam bukan berasal dari Muhammad, melainkan merupakan rekayasa para ulama sesudahnya. tak peduli apakah itu benar atau tidak, tetapi faktanya aliran mistik Islam tersebut menjadih ruh bagi Islam, menjadi jantung kekuatan kaum muslimin. Bila muslimin sudah terikat dengan aliran mistik ini, maka segala bukti-bukti ilmiah dan logika yang disodorkan Ali Sina akan menjadi barang sampah saja.
Sikap Fanatik Pada Ulama

selain dari praktik mistis yang menjadi jantung kekuatan Islam, sikap fanatik muslimin terhadap imam-imam mereka juga merupakan kekuatan di dalam Islam. tidak akan banyak orang yang melakukan analisis hadits seperti yang dilakukan oleh Ali Sina. umumnya muslim mendengar, percaya dan mentaati apa saja yang dikatakan imamnya. hadits-hadits shaheh yang disodorkan oleh Sina yang dianggap sebagai bukti-bukti kuat mengenai kejahatan Islam, maka sekali saja imam mereka mengatakan "itu hadits palsu", maka semua orang percaya bahwa itu adalah hadits palsu, tak peduli apakah terbukti secara ilmiah atau tidak. yang jelas, mereka tidak akan mempercayai Ali Sina melebihi kepercayaan mereka kepada imam-imam mereka. bisa saja Ali Sina menganggap sikap fanatik tersebut sebagai bentuk kebodohan muslim. tetapi juga merupakan fakta bahwa hal tersebut merupakan kekuatan muslim. tetapi bila Ali Sina mampu memurtadkan imam-imam mereka, maka barulah dunia Islam akan terguncang.

Fanatisme musim terhadap Quran dan Hadits dapat menyebabkan mereka harus menerima bukti-bukti kebenaran yang disodorkan oleh Ali Sina. tetapi fanatisme mereka terhadap ulama-ulama atau imam-imam mereka, dapat menyebabkan mereka mengabaikan sepenuhnya bukti-bukti yang disodorkan oleh Ali sina. sedangkan fanatisme sebagian aliran Islam terhadap ulama-ulama mereka jauh lebih besar dari pada fanatisme mereka terhadap Quran dan Hadits. di Indonesia, contoh yang jelas dari aliran yang sangat fanatik terhadap imamnya adalah kelompok LDII. di dunia ini, lebih banyak lagi aliran Islam yang serupa dengan LDII.

Kesalehan Para Ulama

kepengikutan umat terhadap para ulama, bukan saja karena kebenaran logika dan ilmiah, yang kini Ali Sina merasa dapat meruntuhkankannya, tetapi juga karena kesalehan perilaku dan baiknya perangai mereka. Mereka tidak akan peduli dengan apa yang terjadi di masa lalu pada diri Muhammad, mereka hanya peduli pada yang terjadi kini pada ulama yang diikutinya. Seandainya Ali sina benar-benar dapat membuktikan bahwa muhammad benar-benar orang yang jahat, maka mereka tidaklah peduli, karena yang mereka ikuti adalah ulama saleh yang hidup di zaman sekarang. dan jika mereka mengikuti Muhammad, maka mereka hanya mengikuti Muhammad yang dilukiskan oleh ulama mereka, dan bukan Muhammad yang dilukiskan oleh Ali Sina.

Kesalehan para ulama menyentuh dan mengagumkan masyarakat. karena itu mereka menjadi pengikutnya, karena ingin belajar bagaimana agar menjadi saleh seperti mereka. Mereka tidak akan mengikuti jejak langkah Ali Sina yang pekerjaannya mencari-cari kesalahan agama orang lain, jelek perangainya, buruk perilakunya, kasar kata-katanya, serta tidak menentu Imannya. Dalam hal ini, kekuatan Logika dan Ilmiah yang menjadi senjata andalan Ali Sina akan menjadi barang sampah. dan cita-cita Ali Sina untuk menghancurkan Islam hanya akan menjadi mimpi belaka.

Mukjizat Para Ulama


Para ulama Islam, terutama pada aliran mistik Islam, mereka dapat menunjukan mukjizat yang mengagumkan kepada pengikutnya. Ali Sina mungkin saja menganggap semua mukjizat tersebut sebagai tipu muslihat, mitos, dongeng, omong kosong, sesuatu yang diluar jalur Islam, atau apa sajalah. tetapi, perlu diketahui bahwa pertunjukan mukjizat, tersebut merupakan salah satu faktor yang menjadi kekuatan di dalam Islam.

saya pikir, Ali Sina tidak pernah bersentuhan dengan hal-hal berbau mukjizat atau mistis, sehingga dia mengolah ajaran Islam secara terus menerus hanya dengan logikanya saja. Dia tidak mengenal aliran mistis Islam dari dekat secara langsung, melainkan hanya meninjaunya dari kejauhan. hal ini mengakibatkan dia tidak mengerti kekuatan Islam yang sesungguhnya.
adakah bukti-bukti kongkret dari mukjizat ini? sekarang ini zaman informasi multimedia. dapatkah ditunjukan satu saja mukjizat yang terekam yang dilakukan oleh seorang ulama? saya tidak dapat menunjukannya, tetapi faktanya, bila kita mewawancari para pengikut Islam aliran Mistis, maka mereka dapat bersaksi bahwa mereka telah melihat mukjizat-mukjizat pada ulama mereka, terlepas dari apakah itu sekedar khayalan mereka saja ataukah sebuah fakta. Tetapi mereka menganggapnya sebagai sesuatu yang nyata dan menjadi kekuatan bagi mereka untuk teguh di dalam Islam.

sebagai perbandingan, mukjizat-mukjizat ini dilakukan pula oleh para pemuka agama lain, seperti dalam Kristen, Hindu dan Budha. dalam Hindu misalnya, ada Satya Ram Sai Baba, dalam kristen ada pendeta yang terkenal dengan mukjizat kesembuhan masal, atau pengalaman-pengalaman spiritual bertemu dengan Yesus, dan lain sebagainya.

Candu Spiritual


Di dalam Islam ada sesuatu yang disebut dengan candu spritual yang kosong dari Istilah. disadari atau tidak, candu itu ada. dengan ajaran shalat sehari 5 kali, melahirkan timbulnya candu spiritual tersebut yang bersifat memberi kelegaan dan kebahagiaan bagi muslim.

candu spiritual tersebut bersifat mengikat erat kaum muslimin, merasa tenang, nyaman dan bahagia di dalamnya. jika mereka sudah menemukan kebahagiaan di dalamnya, maka bagaimana ia akan melepaskannya.
bandingkan dengan pecandu narkoba, dimana-mana kampanye anti narkoba dikumandangkan. tetapi orang yang sudah kecanduan narkoba, mereka tidak peduli dengan segala jenis penerangan tentang bahaya dari narkoba, mereka tetap saja memakai narkobat, mengabaikan semua persoalan logika dan ilmiah. Proses pengobatan candu narkoba ini tidak cukup hanya melalui penjelasan ilmiah dan logika, melainkan suatu terapi yang dapat memberi pencerahan pada mental mereka.
anggap saja di dalam Islam, ada suatu candu semacam candu narkoba, maka apalah artinya semua persoalan logika dan ilmiah yang ditawarkan oleh Ali Sina?

Bisa saja Ali Sina menunjukan bahwa candu tersebut adalah sesuatu yang jahat sebagaimana narkoba. tetapi muslimin tahu, bahwa kebahagiaan spiritual yang dialaminya di dalam Islam bukanlah candu semacam narkoba, tidak bersifat negatif, tidak berbahaya, melainkan justru menguntungkan. Ali Sina telah menemukan cara yang sistematis untuk meruntuhkan logika muslim, tapi apakah ia telah menemukan cara yang sitematis untuk melepaskan muslim dari candu spiritual? ataukah ia tidak pernah menyadari adanya candu spiritual di dalam Islam?

Jika saja Ali Sina belum mengetahui soal candu spiritual ini, maka saya memberi tahu bahwa di dalam Islam itu ada candu spiritual yang menjadi salah satu faktor kekuatan Islam. seandainya serangan Ali Sina terhadap Islam tidak menyentuh persoalan ini, maka keinginannya untuk menghancurkan Islam hanya akan menajadi isapan jempol belaka.
Pandangan Ali Sina Terhadap Mistisisme Islam

sebagaimana telah saya jelaskan, Ali Sina menganggap bahwa mistisisme Islam itu bukan berasal dari Muhammad melainkan merupakan rekayasa para ulama sesudahnya.

selain itu Ali Sina juga menganggap bahwa kejadian-kajdian mistis yang dialami oleh nabi dan para ulama Islam sebagai bentuk halusinasi atau penyakit "gila".

konsep penyakit gila yang dimiliki oleh Ali Sina merupakan senjata yang menyerang mistisisme. tetapi, senjata ini ibarat katapel yang diarahkan pada kendaraan baja, tentu tidak akan ada artinya sama sekali. hampir seluruh orang di dunia meyakini bahwa orang-orang tertentu dapat memiliki kekuatan mistis sebagai bentuk anugrah dari tuhan yang maha kuasa. Logika apapun yang disodorkan Ali Sina, tidak akan dapat mengubah keyakinan muslimin tentang kebenaran mukjizat.

adapun soal tuduhan gila terhadap nabi dan para ulama yang memiliki kemampuan supranatural, maka itu bukan persoalan baru, sejak ribuan tahun yang lalu, sampai hari ini, dan sebelum Ali Sina terlahir, sudah banyak orang yang gemar menuduh gila pada orang-orang yang memiliki kemampuan supranatural. Tapi semua itu tidak pernah mematikan kepercayaan masyarakat terhadap adanya kekuatan-kekuatan supranatural pada seseorang yang diberi anugrah.

Omong Kosong Tantangan Ali Sina

Ali sina membuat sayembara bahwa barang siapa yang dapat mengalahkan dirinya dalam debat tentang Islam, maka dia akan memberikan dia hadian sebanyak $50.000. ini hanya omong kosong belaka. tentu dia tidak perlu khawatir akan dikalahkan, karena dia tahu cara mudah untuk selalu menang, yaitu klaim saja dirinya menang dan tidak usah mengaku kalah sampai kapanpun.

dalam berdebat, dia telah menerapkan kaidah-kaikah kebenaran menurut dia sendiri, serta menafikan kaidah-kaidah kebenaran yang digunakan oleh orang lain. dia menentukan apa yang harus disebut fallacy dan apa yang bukan. Dia menggunakan metoda ilmiah dan logika yang dipelajarinya berdasarkan prinsip-prinsip umum dan yang sudah diakui oleh dunia internasional, tetapi dia menerapkan metoda itu sesuai kehendaknya sendiri. saya memeprhatikan bahwa dia menggunakan metoda opini dan keras kepala di dalam berdebat.

sebagai contoh, saya telah membaca debat Ali Sina dengan ayatullah al-uzma Husian Ali Montazeri tentang Safiyah. Ali Sina telah menyodorkan bukti-bukti bahwa Muhammad merebut Safiyah dari Dihya dan menggauli Dihya pada malam hari setelah siang harinya Muhammad membantai Ayah dan Suami Safiyah yang bernama Kanan. Di sini, Ali Sina memandang perbuatan tidak tidak beradab pada Muhammad. karena Safiyah yang baru saja kehilangan suami dan ayahnya, tentu saja dia masih berada dalam keadaan berduka, tak mungkin berhasrat untuk melayani Muhammad.

Ketika ada riwayat lain yang menyebutkan bahwa telah lama Safiyah jatuh hati dan menghormati Muhammad, maka Ali Sina mendustakannya dan mencela si pembawa riwayat sebagai orang **** yang membuat riwayat yang tidak masuk akal. dengan demikian, dia telah menentukan mana saja yang masuk akal dan mana yang tidak masuk akal menurut dirinya sendiri. Tak ubahnya dengan muslimin, dia sendiri telah memilih, mana hadits yang patut ia percaya dan mana yang tidak, tak perlu kriteria dan tak perlu logika, bergantung hasrat hatinya saja.

perdebatan lain yang banyak dilakukan oleh Ali Sina dan konco-konconya adalah soal pernikahan nabi dengan Aisya sebagai sesuatu yang tidak beradab, karena Aisya masih kanak-kanak. sedangkan Muhammad waktu itu telah berumur lebih dari 50 tahun.

ayatullah Montazeri telah menjelaskan bahwa pada waktu itu menikah dengan gadis kecil merupakan sesuatu yang biasa, tidak melanggar nilai-nilai etika, dan menjelaskan bahwa persoalan-persoalan itu harus dilihat sesuai dengan situasi dan kondisi pada zaman tersebut. Tapi kemudian Ali Sina membelokan persoalan bahwa sesungguhnya dia tidak menyalahkan Muhammad sebagai produk zaman primitif, melainkan menyalahkan orang-orang modern yang masih saja mengikuti perilaku orang primitif tersebut. Ini adalah fallacy yang tidak akan disebut fallacy oleh Ali Sina sendiri. sebagaimana telah saya jelaskan, bahwa Ali Sina akan menentukan sendiri mana yang disebut fallacy dan mana yang bukan, terserah kemauan hatinya sendiri.

perdebatan lain yang dilakukan dengan ayatullah Montazeri adalah soal pernikahan muhammad dengan Khadijah, bahwa pernikahan tersebut hanya semata-mata keserakahan muhammad terhadap harta benda yang dimiliki oleh khadijah. Ini adalah opini dari Ali Sina, yang tidak memiliki dasar-dasar logika dan ilmiah, tetapi ia memegang erat-erat pendapat tersebut seolah-olah itu bersifat ilmiah dan logika yang harus diterima kebenarnanya. sebagaimana yang saya katakan, dia sendiri yang menentukan mana yang patut disebut ilmiah dan mana yang bukan.

dengan demikian, tantangan Ali Sina dengan $50.000 tersebut hanyalah omong kosong.

Ali Sina Tampak Bingung


Setelah melepaskan diri dari Islam, Ali Sina kehilangan pegangan. Ia mencari agama baru baginya. Ia tidak dapat memastikan apakah kehidupan sesudah mati itu ada atau tidak, apakah tuhan itu ada atau tidak. Sementara dia mencari dan menyelidiki agama baru baginya, dia menjatuhkan pilihan pada status atheis, sehingga dia menyebut dirinya atheis. Hal ini merupakan pilihan yang tepat baginya, karena selepas dirinya dari Islam, dia tidak dapat menemukan agama yang benar dan tepat baginya. Semua agama itu salah dalam pandangannya. Dia hanya melihat bahwa agama yang terburuk dari semua agama yang buruk adalah Islam. Agama yang paling salah dari agama yang paling salah adalah Islam. Dia menyukai agama kristen, karena menurutnya agama kristen mengajarkan kasih sayang, tetapi tetap saja dia menolak unsur-unsur mistisme dalam kristen dan juga menolak konsep ketuhanan kristiani.

Ali Sina memiliki keyakinan yang mantap dan kuat tentang kejahatan Islam. Dia tampak hebat dan jenius kalau dia berbicara tentang Islam. Tapi ketika dihadapkan kepada keyakinan agamanya sendiri, dia tampak seperti orang yang bingung dan ragu-ragu. Dia berhasil membuat sebagian muslimin bingung dan ragu terhadap agamanya. Tapi dia tidak berhasil membuat mereka menemukan pencerahan baru. Jika faham baru yang dianut oleh Ali Sina selain Islam dapat disebut dengan agama, maka itu adalah agama yang membingungkan dan tidak mengantarkan manusia menuju pencerahan.
Ali Sina merasa dirinya dapat memberikan pencerahan kepada muslimin. Pencerahan yang dia maksud adalah “melihat kejahatan Islam sejelas-jelasnya”. Tapi ia tidak pernah dapat memberi pencerahan baru tentang “kebahagiaan spiritual”. Menurutnya, tugas dia hanya memurtadkan muslimin. Adapun untuk mencari pencerahan atau agama baru adalah urusan mereka masing-masing. Seolah-olah dia berkata, “murtadlah wahai muslimin, dan selamat mencari agama baru, terserah agama apa saja yang kalian anut, atau menjadi atheis sepertiku, yang penting kalian tidak lagi memeluk Islam.”
candra_mukti19
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1492
Joined: Thu Aug 14, 2008 10:19 pm

Re: Ali Sina VS Kekuatan Islam

Postby pat_rusak » Fri Jan 08, 2010 10:45 am

asik... asik... asik... ](*,)

si ali sina lagi nyiapin senjata... ](*,)
ayo sina kamu bisa... ](*,)
rame nih thread kayaknya... ](*,) :finga:

guling-guling dolo ah... :rolling:
pat_rusak
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 220
Joined: Tue Jul 14, 2009 8:27 am

Re: Ali Sina VS Kekuatan Islam

Postby Tanpa Nama » Fri Jan 08, 2010 12:05 pm

Dari apa yang saya lihat, justru CM19 lah yang sedang kebingungan...dia sedang bimbang akan keyakinannya sendiri setelah lama berdebat disini namun tidak bisa membuktikan bahwa Islam, baik Sunni- Syah adalah ajaran yang benar. Dia terlihat makin kebingungan karena sebenarnya dia sudah tahu bahwa Islam salah tetapi masih saja berusaha menolaknya, sehingga seperti inilah dia sekarang, terkadang muncul sebagai orang yang sudah murtad, terkadang muncul sebagai seorang pembela Islam. CM19, sudahkah anda memeriksakan kesehatan mental anda di RS? :lol:


Best regards,


Tanpa Nama
Tanpa Nama
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1979
Joined: Wed Feb 06, 2008 10:18 pm
Location: Somewhere....in the north from here....

Re: Ali Sina VS Kekuatan Islam

Postby saksang » Fri Jan 08, 2010 2:56 pm

Senjata Ali Sina = GOLDEN RULE!! itu yg gak dimiliki oleh agama arab ini!
saksang
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 780
Joined: Tue Mar 17, 2009 10:25 pm


Return to Pembelaan Terhadap Islam



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: Yahoo [Bot]