. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Alasan Muhammad Menikahi Aisyah

Muhammad dan istri2nya, pedofilia dan kehidupan seksual nabi

pedophilia

Postby ocan » Mon Aug 11, 2008 2:39 pm

Salam kenal,

Saya baru bergabung, dengan harapan pikiran saya tambah terbuka melalui diskusi dengan forum ini.

Ali Sina berpendapat bahwa nabi Muhammad saw mempunyai kelainan yang disebut pedophilia atau birahi sama anak kecil, buktinya beliau menikahi Aisyah ra ketika berumur 6 th dan serumah dengannya ketika berumur 9th. Pendapat Ali Sina itu ya terserah dia, tidak ada yang melarang.

Di indonesia pernikahan di bawah umur juga terjadi, baik antara sesama di bawah umur maupun antara yang sudah dewasa (laki2) dengan perempuan di bawah umur. Perkawinannya disebut kawin gantung, yang akan dilanjutkan dengan perkawinan sah sesuai peraturan setelah si calon pengantin dewasa.

Motif kawin gantung beragam, yaitu untuk memelihara turunan dan kekuasaan (misalnya sesama darah biru, atau besanan antar raja2), ada juga karena jatuh cinta (seorang mahasiswa yang kuliah sambil kerja, pulang kampung kemudian jatuh cinta pada anak perempuan tetangga yang sedang bermain tali), kemudian dia lamar, dengan kesepakatan nikah resminya nanti setelah sang gadis cilik layak menikah. Batas mulai layak menikah ini umumnya ketika sang gadis kecil telah mulai menstruasi pertama (fakta sekarang antara umur 9-13 th).

Berdasar penjelasan saya di atas terbuka kemungkinan bahwa nabi Muhammad saw memang jatuh cinta seperti sang mahasiswa itu, bukan pedophilia. Indikasi lainnya yang bisa mendukung argumen saya ialah bahwa Aisyah tetap menjadi istrinya setelah dewasa, ditambah bahwa isteri2 nabi Muhammad yang lain semuanya orang dewasa.

Argumen saya di atas juga bisa mendukung jawaban Ayatullah Ali Komeini kepada Ali Sina, bahwa itu perkawinan politik (mirip besanan para raja itu).

Begitu pendapat saya. Balas ya.

Terima kasih,
ocan
ocan
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 5
Joined: Thu Aug 07, 2008 4:23 pm
Location: Jakarta

Postby serraphim0n » Mon Aug 11, 2008 6:22 pm

7 kali ocan postingan yang sama
segitu gigihnya apa membela sang pedofil?
atau koneksi internet yang error?
wakakkakakakaka :D
serraphim0n
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 310
Joined: Fri Jul 25, 2008 6:28 pm

Postby babenya muhammad » Tue Aug 12, 2008 9:14 am

ocan wrote:Salam kenal,

Saya baru bergabung, dengan harapan pikiran saya tambah terbuka melalui diskusi dengan forum ini.

Ali Sina berpendapat bahwa nabi Muhammad saw mempunyai kelainan yang disebut pedophilia atau birahi sama anak kecil, buktinya beliau menikahi Aisyah ra ketika berumur 6 th dan serumah dengannya ketika berumur 9th. Pendapat Ali Sina itu ya terserah dia, tidak ada yang melarang.

Di indonesia pernikahan di bawah umur juga terjadi, baik antara sesama di bawah umur maupun antara yang sudah dewasa (laki2) dengan perempuan di bawah umur. Perkawinannya disebut kawin gantung, yang akan dilanjutkan dengan perkawinan sah sesuai peraturan setelah si calon pengantin dewasa.

Motif kawin gantung beragam, yaitu untuk memelihara turunan dan kekuasaan (misalnya sesama darah biru, atau besanan antar raja2), ada juga karena jatuh cinta (seorang mahasiswa yang kuliah sambil kerja, pulang kampung kemudian jatuh cinta pada anak perempuan tetangga yang sedang bermain tali), kemudian dia lamar, dengan kesepakatan nikah resminya nanti setelah sang gadis cilik layak menikah. Batas mulai layak menikah ini umumnya ketika sang gadis kecil telah mulai menstruasi pertama (fakta sekarang antara umur 9-13 th).

Berdasar penjelasan saya di atas terbuka kemungkinan bahwa nabi Muhammad saw memang jatuh cinta seperti sang mahasiswa itu, bukan pedophilia. Indikasi lainnya yang bisa mendukung argumen saya ialah bahwa Aisyah tetap menjadi istrinya setelah dewasa, ditambah bahwa isteri2 nabi Muhammad yang lain semuanya orang dewasa.

Argumen saya di atas juga bisa mendukung jawaban Ayatullah Ali Komeini kepada Ali Sina, bahwa itu perkawinan politik (mirip besanan para raja itu).

Begitu pendapat saya. Balas ya.

Terima kasih,
ocan


untuk otak muslim model begian , gw ingin bertanya ?

apa sekarang berarti pedofilia boleh dilakukan apa bila memiliki alasanya ?

gw tau di bbrp daerah masih melakukan pernikahan di bawah umur? tapi apa mereka semua adalah nabi teladan ? ap tidakan mereka dapat dijadikan panuttan seperti halnya utusan tuhan ?
apa awloh bgt blo0nnya ampe gak tau pedofilia itu sgt merugikan si anak kecil, hingga mengijinkan wakilnya untuk melakukan hal sekeji itu ? :wink:
Last edited by babenya muhammad on Tue Aug 12, 2008 1:12 pm, edited 1 time in total.
User avatar
babenya muhammad
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1847
Joined: Sun Jan 21, 2007 11:08 am

Postby M-SAW » Tue Aug 12, 2008 10:46 am

asik nih,,ga saabr nunggu si ocan
M-SAW
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5244
Joined: Wed Aug 23, 2006 3:59 pm
Location: :)

Postby pod-rock » Wed Aug 13, 2008 6:36 am

ocan malah PM saya dua kali dengan isi yang sama dengan diatas. saya jawab sbb:

Salam kenal ya Pod-Rock,


Salam kenal juga.

Saya baru bergabung, dengan harapan pikiran saya tambah terbuka melalui diskusi dengan forum ini.


Insya Awloh!! He he he!

Ali Sina berpendapat bahwa nabi Muhammad saw mempunyai kelainan yang disebut pedophilia atau birahi sama anak kecil, buktinya beliau menikahi Aisyah ra ketika berumur 6 th dan serumah dengannya ketika berumur 9th. Pendapat Ali Sina itu ya terserah dia, tidak ada yang melarang.

Di indonesia pernikahan di bawah umur juga terjadi, baik antara sesama di bawah umur maupun antara yang sudah dewasa (laki2) dengan perempuan di bawah umur. Perkawinannya disebut kawin gantung, yang akan dilanjutkan dengan perkawinan sah sesuai peraturan setelah si calon pengantin dewasa.


Bagaimana pendapat anda jika di Indonesia sekarang ini ada kakek2 umur 53 tahun kawin dengan anak ingusan umur 6 tahun? Dan dia menyetubuhinya ketika anak ingusan itu berumur 9 tahun? Kenapa suka pada anak ingusan?? Apa ngga ada yang lain lagi?? Wajar toh kalu kita menuduh kakek bangkotan itu Pedofil???

Maksud ‘setelah si calon pengantin dewasa’ itu gimana? Ketika umur 9 tahun??? Atau 18 tahun??? Coba aja di Indonesia ngawinin anak ingusan umur 9 tahun, kalu mau dimasukkin penjara. Ada undang2nya tuh!! Hukum Indonesia jauh lebih beradab dari Muhammad!

Motif kawin gantung beragam, yaitu untuk memelihara turunan dan kekuasaan (misalnya sesama darah biru, atau besanan antar raja2), ada juga karena jatuh cinta (seorang mahasiswa yang kuliah sambil kerja, pulang kampung kemudian jatuh cinta pada anak perempuan tetangga yang sedang bermain tali), kemudian dia lamar, dengan kesepakatan nikah resminya nanti setelah sang gadis cilik layak menikah. Batas mulai layak menikah ini umumnya ketika sang gadis kecil telah mulai menstruasi pertama (fakta sekarang antara umur 9-13 th).


Apapun motifnya, adalah biadab mengawini anak ingusan. apalagi dengan kakek-kakek.

CINTA??? Kakek2 Jatuh cinta pada anak ingusan 6 tahun??? Come oooon!!! Mahasiswa jatuh cinta pada bocah ingusan sedang main tali???? Kalu gue langsung gue tabok tuh mahasiswa!! Pasti aja dia pedofil!!

Fakta sekarang menstruasi pertama umur 9-13 tahun, terus apa yang membuat anda yakin 1400 tahun yang lalu juga demikian?? Bukankah dengan makanan yang ada jaman sekarang tubuh manusia jadi LEBIH CEPAT TUMBUH???? Kalau begitu jaman dulu LEBIH LAMBAT TUMBUH. Jadi mungkin bukan umur 9 mens pertamanya.

Lagipula anda menyebutkan ini apa punya landasannya? Apa anda punya hadis yang menyebutkan bahwa Aisya telah mens?? Atau cuma asumsi belaka??

Aisya belum mens atau mencapai puber, buktinya??

Sahih Bukhari Volume 8, Buku 73, Nomer 151
Dinyatakan 'Aisha:
Aku biasa bermain dengan boneka2 di depan sang Nabi, dan kawan2 perempuanku juga biasa bermain bersamaku. Kalau Rasul Allah biasanya masuk ke dalam (tempat tinggalku) mereka lalu bersembunyi, tapi sang Nabi lalu memanggil mereka untuk bergabung dan bermain bersamaku.


Fateh-al-bari vol.13, halaman 143
Bermain dengan boneka2 atau bentuk2 yang serupa itu dilarang bagi muslim, kecuali bagi anak kecil yang belum mencapai usia pubertas.


Ibn Hajar said: This hadeeth indicates that it is permissible to have images of girls (i.e., dolls) and toys for girls to play with. This is an exception from the general meaning of the prohibition on having images. This was stated by ‘Iyaad and was narrated from the majority. They permitted the sale of dolls to girls so as to teach them from a young age how to take care of their homes and children. Ibn Hibbaan stated that it is permissible for young girls to play with toys…

Terjemahan: Ibn Hajar: Hadis ini menandakan bahwa diijinkan utk bermain dengan gambar2 wanita (misal boneka) dan maintan bagi anak wanita utk bermain. Ini pengecualian dari larangan mempunyai gambar2 pada orang muslim. Ini dinyatakan oleh ‘Iyaad dan diriwayatkan dari mayoritas. Mereka diijinkan utk menjual boneka pada anak perempuan kecil utk mengajarkan mereka sejak usia dini bagaimana mengurus rumah dan anak-anak. Ibn Hibbaan menyatakan diijinkan bagi anak kecil utk bermain dengan boneka.

Tuh!! Masa anak kecil dianggap dewasa dan sudah mens??? Disitu disebutkan dengan jelas YOUNG AGE, YOUNG GIRL. Kalu udah mens DILARANG OLEH ISLAM UTK BERMAIN BONEKA ATAU GAMBAR2 YANG MENYERUPAI MAKHLUK HIDUP.

Berdasar penjelasan saya di atas terbuka kemungkinan bahwa nabi Muhammad saw memang jatuh cinta seperti sang mahasiswa itu, bukan pedophilia.


Kakek2 jatuh cinta pada anak ingusan 6 tahun!! Bayangkan saja pake nalar! Wajar ngga?? Utk orang biasa saja tidak normal, ini malah nabi. Nabi kan harusnya bisa memberi contoh yang baik!!

Bagaimana pendapat anda jika anda punya anak perempuan umur 6 tahun, lalu ada kakek2 umur 53 tahun melamarnya?? Atau ketika umur 9 tahun anak anda digeluti kakek2 itu??

Aisha bukan satu-satunya bocah ingusan yang diincar Muhammad:

Dalam Karya Klasik Ibn IshaqSirat Rasul Allah”, ada sebuah riwayat dimana Muhammad mengungkapkan ketertarikan utk menikahi seorang anak kecil lain. Kejadian ini terjadi sekitar Perang Badar, jadi Muhammad berumur sekitar 55 tahun. Dia baru saja menikahi Aisha dua tahun sebelumnya.

(Suhayli, ii 79: Riwaya Yunus I.I mencatat bahwa Rasul melihat bayi itu (ummu’lFad) ketika masih merangkak dihadapannya dan berkata, ‘jika dia sudah tumbuh besar dan aku masih hidup aku akan menikahi dia.’ Tapi dia meninggal sebelum bayi itu tumbuh dan Sufyan b. al-Aswad b. Abdul-Asad al-Makhzumi menikahi bayi itu ketika besar dan melahirkan Rizq dan Lubab.

Dalam kejadian lain,

Muhammad melihat Um Habiba anak dari Abbas ketika masih fatim (menyusui) dan berkata, “Jika dia membesar dan aku masih hidup, aku akan menikahinya.” (Musnad Ahmad, nomor 25636)

Jadi ketertarikan Muhammad akan bocah ingusan bukan hanya pada Aisya. Dan yang dia maksud ‘jika dia besar nanti’ pastilah sekitar umur 6-9 tahunan, mana mungkin dia mau menunggu sampai belasan tahun!. Hasrat birahi seorang kakek seperti ini adalah penyimpangan seksual.

Indikasi lainnya yang bisa mendukung argumen saya ialah bahwa Aisyah tetap menjadi istrinya setelah dewasa, ditambah bahwa isteri2 nabi Muhammad yang lain semuanya orang dewasa.


Fakta bahwa Aisyah tetap menjadi istrinya sampai ia dewasa bukanlah indikasi benar tidaknya pedofil itu. Tidakkah anda memikirkan kemungkinan bahwa Aisyah tidak bisa cerai dari Muhammad, tahukah anda bahwa wanita 'bekas' Muhammad dilarang menikah lagi selama hidupnya? Tahukah anda jaman islam itu wanita dilarang mencari nafkah sendiri? Nah jika anda jadi Aisyah (saya tidak tahu anda ini cewe apa cowo), anda memaksa cerai, lalu bagaimana nasib anda? Kawin lagi tidak boleh, mencari nafkah sendiri tidak boleh! Mungkin anda pikir tentang harta gono gini! Bukankah istri dilarang menceraikan diri dari suaminya? Hanya laki-laki yang berhak menceraikan istri. Jika istri yang memaksa agar diceraikan suaminya, suami berhak tidak memberi harta gono gini pada istrinya. Lagipula tidakkah anda pikir bahwa jika Aisya memaksa agar diceraikan dia akan diasingkan oleh para muslim? Belum lagi anda memikirkan jiwa psikologis anak, anak kecil tuh paling mudah lupa jika disakiti, coba saja anda menyiksa anak kecil, lalu buat anak itu tergantung hidupnya pada anda, anak kecil itu akan lupa akan siksaan anda, dan meski anda masih menyiksa anak itu, sianak akan berpikir bahwa itu hak anda utk menyiksanya. Selamilah benak anak-anak korban aniaya orang dewasa/tua, selamilah anak2 korban pedofil, apa ada anak yang di'rusak' oleh para pedofil lapor pada ortunya? kebanyakan si ortu itulah yang mendapatkan kelamin anaknya sudah berdarah, atau anaknya bilang sakit dibagian kelaminnya ketika dimandikan. Sadarkah anak2 itu bahwa tindakan yang dilakukan terhadapnya itu tindakan tidak wajar?? TIDAK! Anak itu tidak tahu! Begitu pula Aisya.

Istri2 Muhammad yang lain memang dewasa, tapi coba anda baca kisah mereka masing2. Ada yang dinikahi dihari suami, anak dan keluarganya dibantai Muhammad (safiyah). Ada yang diperkosa terlebih dahulu (Mariyah Koptik). Ada yang mulanya babu istrinya (Mariyah), istrinya itu ditipu suruh pergi, terus babunya itu ditiduri. Ada istrinya yang sakit kusta lalu diceraikan, kenapa dicerai? kenapa tidak dirawat sampai sembuh? Pokoknya tidak wajar semua. Bacalah! Maka anda akan mengerti, pantas tidak Muhammad itu jadi nabi??

Argumen saya di atas juga bisa mendukung jawaban Ayatullah Ali Komeini kepada Ali Sina, bahwa itu perkawinan politik (mirip besanan para raja itu).


Politik?? Aisya adalah putri Abu Bakar Ash-Shiddiq , yang Muhammad lebih suka memanggilnya “Humaira”. ‘Aisyah binti Abu Bakar Abdullah bin Abi Khafafah berasal dari keturunan suku Quraisy juga. Jadi politik gimana??? Wong dari suku sendiri, terus Abu Bakar adalah pengikutnya, malah bawahannya. Politik apa?? Politik birahi!!! Kalau Abu Bakar adalah raja suku lain bisa anda menyebut itu pernikahan politik!! Jangan ngarang2 atau berasumsi belaka, tuliskan bukti2nya disini.

Begitu pendapat saya. Balas ya Pod-Rock.

Terima kasih,
ocan


Terima kasih kembali!! Anda bebas berpendapat, tapi biasanya pendapat haruslah didukung oleh alasan2 yang valid, sedangkan pendapat anda hanya semata berdasarkan pembelaan terhadap Muhammad belaka. Harusnya anda memakai akal dan hati dalam menelaah segala sesuatu, jangan percaya buta begitu saja! Pikirkan! Tuhan memberi manusia otak bukan utk didiamkan tapi untuk dipakai! Pakailah pemberian TUhan itu dalam menelaah agama islam, BACALAH QURAN DAN HADIS2!! DAN PERTANYAKANLAH SEGALA YANG ANDA RAGUKAN!

Dunia ini maju karena jasa orang2 yang RAGU, bukan orang2 yang PERCAYA! Sah-sah saja untuk meragukan segala sesuatu, karena dengan meragukan itu anda jadi mencari lalu menemukan. Itu pula yang membuat dunia ini menjadi lebih baik, orang2 yang ragu mencari dan menemukan teknologi, ilmu dan sains. Agama2 lain memerintahkan pengikutnya untuk menguji agamanya, cuma islam yang melarang pengikutnya mempertanyakan tentang islam.

Baca-bacalah sebanyak-banyaknya tentang Muhammad, Quran dan Hadis! Keluarlah dari kotak, dan membaca dari dua sisi, sisi islam dan sisi anti islam, itu baru adil, seperti anda jika menjadi hakim harus mendengarkan dari kedua belah pihak, Ujilah islam, jika anda melakukan demikian anda akan menemukan kebenaran, dan kebenaran itu akan membebaskan anda!

Sorry ya kalu kata-kata saya terlalu keras, itu saya sengaja sebagai shock therapy terhadap muslim yang berada dalam 'masa penyangkalan'.
User avatar
pod-rock
Translator
 
Posts: 845
Joined: Tue Nov 28, 2006 1:25 pm

Muhammad dan pedofilia

Postby ocan » Fri Sep 05, 2008 1:53 pm

Halo para mantan muslim yang menamakan dirinya Serraphim0n, babenya Muhammad, MUHAMMAD SAW, dan Pod-Rock,

Terima kasih banyak ya telah membalas surat saya. Cara Anda-Anda membalas surat saya begitu terbuka sehingga saya merasa seolah-olah sedang surat-suratan dengan teman-teman akrab. Sekali lagi terima kasih, semoga itu semua merupakan pertanda awal persahabatan yang baik.

Jawaban balik saya atas jawaban dan komentar Anda semua akan saya sisipkan langsung di bawah bagian-bagian/paragraf jawaban Anda. Namun sebelumnya bila Anda semua tidak keberatan, bolehkah saya tahu, apakah Anda semua benar mantan para muslim?, atau sebenarnya bukan muslim tapi tertarik untuk ikut mendorong agar para muslim meninggalkan agamanya?. Selain itu, apakah Anda-Anda semua sekarang masih bertuhan?, masih beragama (pindah ke agama lain)?, atau memilih jadi atheis?. Andaikan Anda semua berkeberatan menjawab pertanyaan saya ini, ya tidak apa2, lupakan saja.

Sekarang saya mulai ya, saya urutkan mulai dari Anda yang suratnya paling pendek:

serraphim0n
7 kali ocan postingan yang sama
segitu gigihnya apa membela sang pedofil?
atau koneksi internet yang error?
wakakkakakakaka

Aduh, begitu ya On ?, maaf ya, saya sendiri tidak ingat berapa kali saya men-submit, karena selalu saja begitu saya klik, eh dia bilang gagal, jadi saya ulang lagi terus sampai dia jawab berhasil. Sebelum ini sebenarnya saya sudah membalas email Pod-Rock, tapi begitu lagi, padahal saya langsung mengetik tanpa backup, sudah cape-cape mikir akhirnya semua tulisan saya itu lenyap. Mungkin saya memang **** tentang hal2 begini, atau koneksi internet yang error? Saya tidak tahu. Soal membela “pedofil”?, bukan, saya cuma mau menunjukkan bahwa Muhammad saw bukan pedofil. Terlepas dari itu, kalau semua satu suara sama dengan serraphimOn, jadi mirip warta berita barangkali ya ? (On menertawakan saya ya?, hi hi hi…). Terima kasih atas tanggapannya. Balas lagi ya.

babenya Muhammad
untuk otak muslim model begian , gw ingin bertanya ?

apa sekarang berarti pedofilia boleh dilakukan apa bila memiliki alasanya ?

Babe, pertanyaan Babe agak melenceng ya, saya tidak sedang menjawab pedofil boleh atau tidak, tapi saya katakan bahwa Muhammad saw bukan pedofil, melainkan jatuh cinta atau kasmaran. Jatuh cinta boleh kan?

gw tau di bbrp daerah masih melakukan pernikahan di bawah umur? tapi apa mereka semua adalah nabi teladan ? ap tidakan mereka dapat dijadikan panuttan seperti halnya utusan tuhan ?

Nah, komentar dan pertanyaan Babe yang ini juga melenceng, sekali lagi saya katakan bahwa beliau bukan pedofil. Tentu saja nabi itu panutan, namun perlu diingat bahwa nabi itu cuma manusia biasa yang dipilih oleh Tuhan untuk menjadi utusanNya. Para nabi itu bisa lapar, ngantuk, lupa, salah, alpa, berdarah, birahi, marah, dst, persis manusia lainnya.

apa awloh bgt blo0nnya ampe gak tau pedofilia itu sgt merugikan si anak kecil, hingga mengijinkan wakilnya untuk melakukan hal sekeji itu ? _________________

Jadi Babe merasa Tuhan itu bloon karena membiarkan hal sangat merugikan si anak kecil seperti pedofilia, padahal hal itu tetap terjadi terus di dunia ini hingga sekarang?.

Salah satu kebodohan muslim adalah membohongi dirinya sendiri untuk memuaskan egonya yang ditanamkan melalui alquran sejak mereka mengenal islam

Salah satu kebodohan Babe adalah membiarkan diri terus-menerus diperbudak nafsu kebencian kepada Muhammad saw yang justru merusak diri sendiri

Jangan marah ya Babe, terima kasih atas tanggapannya. Balas lagi ya.

MUHAMMAD SAW
asik nih,,ga saabr nunggu si ocan

Sabar ya Mu, orang sabar disayang Tuhan.

Terima kasih, balas ya.

pod-rock
ocan malah PM saya dua kali dengan isi yang sama dengan diatas. saya jawab sbb:
Maaf ya jika Pod-Rock mengalami hal serupa seperti SerraphimOn, kejadiannya seperti sudah saya tulis kepada On tersebut. Mudah2an tidak terjadi lagi ya.
Quote:
Salam kenal ya Pod-Rock,


Salam kenal juga.
Quote:
Saya baru bergabung, dengan harapan pikiran saya tambah terbuka melalui diskusi dengan forum ini.


Insya Awloh!! He he he!
Quote:
Ali Sina berpendapat bahwa nabi Muhammad saw mempunyai kelainan yang disebut pedophilia atau birahi sama anak kecil, buktinya beliau menikahi Aisyah ra ketika berumur 6 th dan serumah dengannya ketika berumur 9th. Pendapat Ali Sina itu ya terserah dia, tidak ada yang melarang. Di indonesia pernikahan di bawah umur juga terjadi, baik antara sesama di bawah umur maupun antara yang sudah dewasa (laki2) dengan perempuan di bawah umur. Perkawinannya disebut kawin gantung, yang akan dilanjutkan dengan perkawinan sah sesuai peraturan setelah si calon pengantin dewasa.


Bagaimana pendapat anda jika di Indonesia sekarang ini ada kakek2 umur 53 tahun kawin dengan anak ingusan umur 6 tahun? Dan dia menyetubuhinya ketika anak ingusan itu berumur 9 tahun? Kenapa suka pada anak ingusan?? Apa ngga ada yang lain lagi?? Wajar toh kalu kita menuduh kakek bangkotan itu Pedofil???
Jika Bapak-Ibunya suka dan mengijinkan, sedang sang anak memang secara biologis sudah siap dan tidak menolak atau mengeluh, atau protes ketika menjalaninya, sedangkan negara juga tidak menghalangi, ya tidak perlu memikirkan itu kan Pod-Rock?. Soal orang2 yang suka sama anak ingusan? Orang2 yang begitu kan karena diberi alam seperti itu, siapa sih yang bisa memilih agar dilahirkan seperti apa ?, jadi laki2 atau perempuan?, atau banci, jadi arab atau yahudi, atau indonesian, atau bule, atau cina dst?

Maksud ‘setelah si calon pengantin dewasa’ itu gimana? Ketika umur 9 tahun??? Atau 18 tahun??? Coba aja di Indonesia ngawinin anak ingusan umur 9 tahun, kalu mau dimasukkin penjara. Ada undang2nya tuh!! Hukum Indonesia jauh lebih beradab dari Muhammad!
Yang saya maksud setelah dewasa ialah setelah siap secara biologis untuk dibuahi atau telah mengalami menstruasi. Kalau Pod-Rock menganggap hukum Indonesia lebih beradab daripada hukum Muhammad saw, itu sih terserah Pod-Rock. UU yang seperti itu muncul di Indonesia juga belum lama. Lagipula, seperti telah saya katakan kepada Babe, Muhammad saw itu bukan pedofil.
Quote:
Motif kawin gantung beragam, yaitu untuk memelihara turunan dan kekuasaan (misalnya sesama darah biru, atau besanan antar raja2), ada juga karena jatuh cinta (seorang mahasiswa yang kuliah sambil kerja, pulang kampung kemudian jatuh cinta pada anak perempuan tetangga yang sedang bermain tali), kemudian dia lamar, dengan kesepakatan nikah resminya nanti setelah sang gadis cilik layak menikah. Batas mulai layak menikah ini umumnya ketika sang gadis kecil telah mulai menstruasi pertama (fakta sekarang antara umur 9-13 th).


Apapun motifnya, adalah biadab mengawini anak ingusan. apalagi dengan kakek-kakek.

CINTA??? Kakek2 Jatuh cinta pada anak ingusan 6 tahun??? Come oooon!!! Mahasiswa jatuh cinta pada bocah ingusan sedang main tali???? Kalu gue langsung gue tabok tuh mahasiswa!! Pasti aja dia pedofil!!
Pod-Rock, saya tidak mengatakan kawin dengan anak ingusan, tetapi dengan yang telah siap secara biologis, sebagai salah satu indikator kedewasaan. Lalu soal cinta, cinta itu buta kan Pod-Rock?, lagipula siapa yang bisa mengatur dirinya agar jatuh cinta atau tidak pada lawan jenisnya?.
Kasihan ya si mahasiswa dalam cerita saya itu, oleh Pod-Rock langsung dicap pedofil. Apalagi jika bertemu Pod-Rock, langsung deh ditabok. Duh Pod-Rock, main hakim sendiri gitu melanggar hukum lho, lagipula ayah-ibunya saja mengijinkan, koq malah Pod-Rock yang uring2an ?

Fakta sekarang menstruasi pertama umur 9-13 tahun, terus apa yang membuat anda yakin 1400 tahun yang lalu juga demikian?? Bukankah dengan makanan yang ada jaman sekarang tubuh manusia jadi LEBIH CEPAT TUMBUH???? Kalau begitu jaman dulu LEBIH LAMBAT TUMBUH. Jadi mungkin bukan umur 9 mens pertamanya.
Pod-Rock percaya nggak bahwa jenis makanan yang tersedia di alam saat itu sama keanekaragamannya dengan yang ada sekarang?. Kalau ada orang yang tumbuh tak sempurna karena kurang gizi, baik dulu maupun sekarang, tentulah itu karena faktor lain semisal kemiskinan. Dalam kasus Aisyah, dia anak orang kaya.

Lagipula anda menyebutkan ini apa punya landasannya? Apa anda punya hadis yang menyebutkan bahwa Aisya telah mens?? Atau cuma asumsi belaka??

Aisya belum mens atau mencapai puber, buktinya??
Duh, duh, Pod-Rock, kita pakai logika saja ya, tidak usah bawa2 referensi segala sebagai bukti, karena referensi yang benar sekalipun belum tentu menunjuk kepada kebenaran. Contohnya, misalnya di bandara diam2 Pod-Rock memasukkan heroin ke tas saya, terus saya ditangkap. Dalam kasus itu referensinya benar, ada heroin di tas saya, tuduhannya juga secara ilmiah benar karena terbukti tertangkap basah, sehingga saya dihukum mati secara sah dan meyakinkan. Padahal yang seharusnya digantung (maaf ya, ini kan cuma contoh) adalah Pod-Rock.

Sahih Bukhari Volume 8, Buku 73, Nomer 151
Dinyatakan 'Aisha:
Aku biasa bermain dengan boneka2 di depan sang Nabi, dan kawan2 perempuanku juga biasa bermain bersamaku. Kalau Rasul Allah biasanya masuk ke dalam (tempat tinggalku) mereka lalu bersembunyi, tapi sang Nabi lalu memanggil mereka untuk bergabung dan bermain bersamaku.

Fateh-al-bari vol.13, halaman 143
Bermain dengan boneka2 atau bentuk2 yang serupa itu dilarang bagi muslim, kecuali bagi anak kecil yang belum mencapai usia pubertas.

Ibn Hajar said: This hadeeth indicates that it is permissible to have images of girls (i.e., dolls) and toys for girls to play with. This is an exception from the general meaning of the prohibition on having images. This was stated by ‘Iyaad and was narrated from the majority. They permitted the sale of dolls to girls so as to teach them from a young age how to take care of their homes and children. Ibn Hibbaan stated that it is permissible for young girls to play with toys…

Terjemahan: Ibn Hajar: Hadis ini menandakan bahwa diijinkan utk bermain dengan gambar2 wanita (misal boneka) dan maintan bagi anak wanita utk bermain. Ini pengecualian dari larangan mempunyai gambar2 pada orang muslim. Ini dinyatakan oleh ‘Iyaad dan diriwayatkan dari mayoritas. Mereka diijinkan utk menjual boneka pada anak perempuan kecil utk mengajarkan mereka sejak usia dini bagaimana mengurus rumah dan anak-anak. Ibn Hibbaan menyatakan diijinkan bagi anak kecil utk bermain dengan boneka.

Tuh!! Masa anak kecil dianggap dewasa dan sudah mens??? Disitu disebutkan dengan jelas YOUNG AGE, YOUNG GIRL. Kalu udah mens DILARANG OLEH ISLAM UTK BERMAIN BONEKA ATAU GAMBAR2 YANG MENYERUPAI MAKHLUK HIDUP.
Quote:
Berdasar penjelasan saya di atas terbuka kemungkinan bahwa nabi Muhammad saw memang jatuh cinta seperti sang mahasiswa itu, bukan pedophilia.


Kakek2 jatuh cinta pada anak ingusan 6 tahun!! Bayangkan saja pake nalar! Wajar ngga?? Utk orang biasa saja tidak normal, ini malah nabi. Nabi kan harusnya bisa memberi contoh yang baik!!

Seperti telah saya katakan, nabi juga manusia (kayak lagu aja nih), beliau orang biasa sama seperti kita, juga jatuh cinta kepada lawan jenis. Kelihatannya justru Pod-Rock yang berharap terlalu berlebihan dari sang nabi, atau karena sudah benci duluan?. Nabi terbukti banyak memberi contoh yang baik sehingga diikuti oleh milyaran manusia hingga kini.

Bagaimana pendapat anda jika anda punya anak perempuan umur 6 tahun, lalu ada kakek2 umur 53 tahun melamarnya?? Atau ketika umur 9 tahun anak anda digeluti kakek2 itu??
Kalau saya tidak setuju maka saya akan menolak, habis perkara. Saya tidak perlu uring2an kepada orang itu atau marah2 buang energi. Digeluti? Idiiih, istilah Pod-Rock koq nyrempet2 begitu sih?.

Aisha bukan satu-satunya bocah ingusan yang diincar Muhammad:

Dalam Karya Klasik Ibn Ishaq “Sirat Rasul Allah”, ada sebuah riwayat dimana Muhammad mengungkapkan ketertarikan utk menikahi seorang anak kecil lain. Kejadian ini terjadi sekitar Perang Badar, jadi Muhammad berumur sekitar 55 tahun. Dia baru saja menikahi Aisha dua tahun sebelumnya.

(Suhayli, ii 79: Riwaya Yunus I.I mencatat bahwa Rasul melihat bayi itu (ummu’lFad) ketika masih merangkak dihadapannya dan berkata, ‘jika dia sudah tumbuh besar dan aku masih hidup aku akan menikahi dia.’ Tapi dia meninggal sebelum bayi itu tumbuh dan Sufyan b. al-Aswad b. Abdul-Asad al-Makhzumi menikahi bayi itu ketika besar dan melahirkan Rizq dan Lubab.

Dalam kejadian lain,

Muhammad melihat Um Habiba anak dari Abbas ketika masih fatim (menyusui) dan berkata, “Jika dia membesar dan aku masih hidup, aku akan menikahinya.” (Musnad Ahmad, nomor 25636)

Jadi ketertarikan Muhammad akan bocah ingusan bukan hanya pada Aisya. Dan yang dia maksud ‘jika dia besar nanti’ pastilah sekitar umur 6-9 tahunan, mana mungkin dia mau menunggu sampai belasan tahun!. Hasrat birahi seorang kakek seperti ini adalah penyimpangan seksual.
Caaaapek deh, Pod-Rock kayak kurang kerjaan saja, menggali yang begituan, padahal Cuma sekedar untuk melampiaskan kebencian kepada Muhammad saw yang Pod-Rock kenalpun tidak. Maaf, Pod-Rock sakit ya?, sabar ya Pod-Rock, mintalah kepada Tuhan Pod-Rock, itu kalau kalau Pod-Rock masih punya Tuhan, agar diberi kesabaran dan dijauhkan dari diperbudak benci. Kalau Pod-Rock sudah tidak punya Tuhan, bagaimana kalau saya temani nonton bioskop atau nongkrong di café?.
Quote:
Indikasi lainnya yang bisa mendukung argumen saya ialah bahwa Aisyah tetap menjadi istrinya setelah dewasa, ditambah bahwa isteri2 nabi Muhammad yang lain semuanya orang dewasa.


Fakta bahwa Aisyah tetap menjadi istrinya sampai ia dewasa bukanlah indikasi benar tidaknya pedofil itu. Tidakkah anda memikirkan kemungkinan bahwa Aisyah tidak bisa cerai dari Muhammad, tahukah anda bahwa wanita 'bekas' Muhammad dilarang menikah lagi selama hidupnya? Tahukah anda jaman islam itu wanita dilarang mencari nafkah sendiri? Nah jika anda jadi Aisyah (saya tidak tahu anda ini cewe apa cowo), anda memaksa cerai, lalu bagaimana nasib anda? Kawin lagi tidak boleh, mencari nafkah sendiri tidak boleh! Mungkin anda pikir tentang harta gono gini! Bukankah istri dilarang menceraikan diri dari suaminya? Hanya laki-laki yang berhak menceraikan istri. Jika istri yang memaksa agar diceraikan suaminya, suami berhak tidak memberi harta gono gini pada istrinya. Lagipula tidakkah anda pikir bahwa jika Aisya memaksa agar diceraikan dia akan diasingkan oleh para muslim? Belum lagi anda memikirkan jiwa psikologis anak, anak kecil tuh paling mudah lupa jika disakiti, coba saja anda menyiksa anak kecil, lalu buat anak itu tergantung hidupnya pada anda, anak kecil itu akan lupa akan siksaan anda, dan meski anda masih menyiksa anak itu, sianak akan berpikir bahwa itu hak anda utk menyiksanya. Selamilah benak anak-anak korban aniaya orang dewasa/tua, selamilah anak2 korban pedofil, apa ada anak yang di'rusak' oleh para pedofil lapor pada ortunya? kebanyakan si ortu itulah yang mendapatkan kelamin anaknya sudah berdarah, atau anaknya bilang sakit dibagian kelaminnya ketika dimandikan. Sadarkah anak2 itu bahwa tindakan yang dilakukan terhadapnya itu tindakan tidak wajar?? TIDAK! Anak itu tidak tahu! Begitu pula Aisya.
Di masa itu orang2 bebas menolak, membantah, mengkritik, meninggalkan, mengejek, meludahi, bahkan menganiaya Muhammad saw. Jadi, pada saat itu Abu Bakar dan isterinya sebagai orangtua Aisya tentu sangat bisa menolak permintaan Muhammad saw untuk menikahi anaknya. Jadi, saya sudah mengajukan argumen bahwa Muhammad bukan pedofil melainkan jatuh cinta, sekaligus menunjukkan bahwa Aisya samasekali tidak dianiaya oleh siapapun.
Perempuan di jaman itu dilarang mencari nafkah sendiri? . Yang saya dengar sih isteri pertama Muhammad saw adalah janda berprofesi pedagang. Pod-Rock berbohong ya?

Istri2 Muhammad yang lain memang dewasa, tapi coba anda baca kisah mereka masing2. Ada yang dinikahi dihari suami, anak dan keluarganya dibantai Muhammad (safiyah). Ada yang diperkosa terlebih dahulu (Mariyah Koptik). Ada yang mulanya babu istrinya (Mariyah), istrinya itu ditipu suruh pergi, terus babunya itu ditiduri. Ada istrinya yang sakit kusta lalu diceraikan, kenapa dicerai? kenapa tidak dirawat sampai sembuh? Pokoknya tidak wajar semua. Bacalah! Maka anda akan mengerti, pantas tidak Muhammad itu jadi nabi??
Maaf ya Pod-Rock, saya tidak tertarik membaca referensi, buang2 waktu, apalagi jika yang terjadi seperti contoh kasus heroin di tas saya itu. Yuk kita pakai logika saja ya.
Quote:
Argumen saya di atas juga bisa mendukung jawaban Ayatullah Ali Komeini kepada Ali Sina, bahwa itu perkawinan politik (mirip besanan para raja itu).


Politik?? Aisya adalah putri Abu Bakar Ash-Shiddiq , yang Muhammad lebih suka memanggilnya “Humaira”. ‘Aisyah binti Abu Bakar Abdullah bin Abi Khafafah berasal dari keturunan suku Quraisy juga. Jadi politik gimana??? Wong dari suku sendiri, terus Abu Bakar adalah pengikutnya, malah bawahannya. Politik apa?? Politik birahi!!! Kalau Abu Bakar adalah raja suku lain bisa anda menyebut itu pernikahan politik!! Jangan ngarang2 atau berasumsi belaka, tuliskan bukti2nya disini.
Di antara suku Quraisy kan juga ada yang memusuhi Muhammad saw, jadi politiknya adalah (koq saya malah jadi belok membela Ayatullah Iran nih?) untuk memperkuat dan merapatkan barisan hingga turunan, anak-cucu. Soal asumsi, menurut saya asumsi logis lebih berharga untuk didiskusikan daripada referensi yang tidak jelas.
Quote:
Begitu pendapat saya. Balas ya Pod-Rock. Terima kasih, ocan


Terima kasih kembali!! Anda bebas berpendapat, tapi biasanya pendapat haruslah didukung oleh alasan2 yang valid, sedangkan pendapat anda hanya semata berdasarkan pembelaan terhadap Muhammad belaka. Harusnya anda memakai akal dan hati dalam menelaah segala sesuatu, jangan percaya buta begitu saja! Pikirkan! Tuhan memberi manusia otak bukan utk didiamkan tapi untuk dipakai! Pakailah pemberian TUhan itu dalam menelaah agama islam, BACALAH QURAN DAN HADIS2!! DAN PERTANYAKANLAH SEGALA YANG ANDA RAGUKAN!

Hi hi hi.. Pod-Rock mau ngakalin saya ya? Mengapa Pod-Rock menyuruh saya membaca itu semua?, padahal Pod-Rock sendiri tidak percaya sama isinya…?

Dunia ini maju karena jasa orang2 yang RAGU, bukan orang2 yang PERCAYA! Sah-sah saja untuk meragukan segala sesuatu, karena dengan meragukan itu anda jadi mencari lalu menemukan. Itu pula yang membuat dunia ini menjadi lebih baik, orang2 yang ragu mencari dan menemukan teknologi, ilmu dan sains. Agama2 lain memerintahkan pengikutnya untuk menguji agamanya, cuma islam yang melarang pengikutnya mempertanyakan tentang islam.

Ragu, percaya, menguji, mempertanyakan, tidak percaya, itu suka-suka kita. Kalau ada yang coba2 melarang, ya biarkan saja, asal jangan saling ganggu. Tapi saya tidak percaya jika Islam melarang pengikutnya mempertanyakan tentang islam. Kalau nanya saja tidak boleh, bagaimana mau memahami?. Pod-Rock ngarang barangkali ya? Yang pernah saya dengar, dulu ada ilmuwan Galileo-Galilei (?) katanya dipancung oleh gereja, bukan karena memperjuangkan kebebasan ilmu dan logika, tetapi karena menghina dengan mempertanyakan kebenaran ajaran Katholik. Namanya tukang hina, ya biarin saja dapat balasan begitu (maaf ya kalau tidak akurat, saya sudah lupa, kalau tidak salah ini pelajaran dulu waktu SMP, saya juga tidak bermaksud menyinggung saudara2 saya yang beragama katholik).

Baca-bacalah sebanyak-banyaknya tentang Muhammad, Quran dan Hadis! Keluarlah dari kotak, dan membaca dari dua sisi, sisi islam dan sisi anti islam, itu baru adil, seperti anda jika menjadi hakim harus mendengarkan dari kedua belah pihak, Ujilah islam, jika anda melakukan demikian anda akan menemukan kebenaran, dan kebenaran itu akan membebaskan anda!

Sekali lagi, mengapa Pod-Rock begitu memaksa agar saya membaca sesuatu yang Pod-Rock sendiri tidak percaya?. Keluarlah dari kotak kebencian yang mengungkung Pod-Rock. Saya bantu ya?, agar Pod-Rock menjadi lebih sehat jiwanya, lebih penyayang, lebih penuh kasih. Soal melihat dari dua sisi yaitu dari sisi anti islam, dengan bergabung di FFI ini bukankah berarti saya telah melakukan itu?.

Sorry ya kalu kata-kata saya terlalu keras, itu saya sengaja sebagai shock therapy terhadap muslim yang berada dalam 'masa penyangkalan'. _________________
Para Muslim tidaklah ****. Mereka bisa melihat bahwa Islam adalah salah. Mereka tahu ayat2 Quran bertentangan satu sama lain. Mereka tahu Islam bertentangan dengan kecerdasan manusia dan tidak masuk akal, tapi mereka begitu terjebak di dalamnya sehingga mereka tidak bisa meninggalkannya. Mereka memaksa diri mereka untuk percaya, karena tanpa itu, mereka bagaikan tersesat.
- Ali Sina

Saya tidak berkecil hati sedikitpun atas jawaban Pod-Rock, karena saya mulai memahami bahwa Pod-Rock memang agak galak dari sononya (he he he, mohon maaf jika saya keliru). Soal Ali Sina, kecerdasan dan akal apa yang dia pakai?, kecerdasan dan akal manusia itu relatif sifatnya. Kalau dia tidak tahu tentang itu, alangkah sayangnya. Saya justru berpikir bahwa dia sedang terjebak di luar islam. Saya juga heran akan kebenciannya, sehingga mau bersusah-susah mengusahakan sesuatu yang tidak akan pernah berhasil (kecuali kepada yang gampang ditipu dan lemah iman). Tidakkah dia punya kesadaran universal bahwa dunia ini tak mungkin diseragamkan, bahwa setiap budaya, agama, kelompok, negara, entah apalagi, punya sistem nilainya masing-masing, sehingga sangatlah tidak fair bila seseorang menilai suatu kelompok dengan sistem nilai yang dipakai di luar itu. Saya juga mau tuh ngobrol dengan dia, bisa nggak ya?

Sekian dulu ya Pod-Rock, juga para sobat lainnya (boleh kan sekarang saya panggil sobat?). Saya koq jadi tidak sabar ya menunggu tanggapan Anda semua ?!.

Terima kasih dan salam manis,
ocan
ocan
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 5
Joined: Thu Aug 07, 2008 4:23 pm
Location: Jakarta

Postby kutukupret » Fri Sep 19, 2008 10:59 am

gandoeldpk wrote:asiiik.... jauh jauh ngurusin 1400 tahhun kebelakang, wong orang Indonesia aja banyak yang pedophilia di kampung kampung...

Duh Gusti...

kalu masalah ini jangan pake prinsip ini "Jaman 2000 an disamakan dengan tahun 600 an".
Lost of Focus,,, Nothing to spare,, no talks worthied then find unecessary talks.. To much talks ...... U


Nggak mikir ape lu ? Bandot setua Muhammad doyan ama bocah cilik 9 taon.

Suatu saat nanti jika anda punya anak entah laki2/perempuan...kawinkan dengan yang umurnya 53 taon. Lalu.... tanyakan kehidupan perkawinan mereka ?

astagafirullah itu si Muhammad doyannya ama bocah cilik.
User avatar
kutukupret
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 6401
Joined: Mon Dec 17, 2007 6:31 pm

Postby babenya muhammad » Sun Sep 21, 2008 7:14 pm

saya tidak sedang menjawab pedofil boleh atau tidak, tapi saya katakan bahwa Muhammad saw bukan pedofil, melainkan jatuh cinta atau kasmaran. Jatuh cinta boleh kan?


jadi maksud anda, seorang kakek berusia 1/2 abad mengenjoti seorang anak ingusan adalah halal ???

wahhhh ...dgn asumsi begini maka didunia ini gak ada kasus pedofilia.....

Tentu saja nabi itu panutan, namun perlu diingat bahwa nabi itu cuma manusia biasa yang dipilih oleh Tuhan untuk menjadi utusanNya. Para nabi itu bisa lapar, ngantuk, lupa, salah, alpa, berdarah, birahi, marah, dst, persis manusia lainnya.


loh kok sekrang jd plin plan gitu ? kalo nabi preman itu panutan, boleh dong skrng para muslim melakukan jejak rasul untuk mengenjoti anakingusan ???

Jadi Babe merasa Tuhan itu bloon karena membiarkan hal sangat merugikan si anak kecil seperti pedofilia, padahal hal itu tetap terjadi terus di dunia ini hingga sekarang?.

salah, gw bilang si AWLOH yg bl00n membiarkan nabi panutannya melakukan tindakan yg lebih rendah dr tindakan binatng manapun

atau maksud lu si awloh juga bl000nya membuat muslim untuk membenci dan membunuh kafir, tanpa si awloh sendiri turun tgn ???

Salah satu kebodohan Babe adalah membiarkan diri terus-menerus diperbudak nafsu kebencian kepada Muhammad saw yang justru merusak diri sendiri


wajar kalau gw membenci seorang nabi yg melakukan tindakan yg lebih rendah dr anjing gw sekalipun,
justru anda yg mesti bertanya kpd diri anda sendiri, bagaimana anda bgt munafiknya mengambil seorang perompak pedofilia menjadi panutan ????

PS: belajar dulu nge QUOTE, jgn kebanyakan belajar quran doang yg bikiin org mkn sakaw, n buat apa gw marah ama lu ?
toh lu lbh beradab dr nabi lu
User avatar
babenya muhammad
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1847
Joined: Sun Jan 21, 2007 11:08 am

Postby babingesot » Tue Sep 30, 2008 7:23 pm

MONTIR KEPALA wrote:ente tidak bisa membuktikan Aisya sbg VICTIM .... maka tuduhan pedophilia pad Nabi cuma FITNAHAN belaka ..!
terima saja itu !!....

NO VICTIM NO SUSPECT !!

Case :
Laptop saya dirampok oleh seorang pedofil yang namanya kita samarkan sebagai MAMAD. Laptop saya itu harganya 25juta. Mahal, dan ilang begitu saja. Nah, gilanya si maling ninggali surat bunyinya gini : Saya, MAMAD, seorang pedofil tulen, telah mencuri laptop anda yang keren abis. Terima kasih.

Trus saya lapor ke polisi, namanya kita samarkan sebagai MONKEP. Si MONKEP bilang : BUKTIKAN DULU ANDA PERNAH PUNYA LAPTOP, JANGAN CUMA NUDUH SI MAMAD ! KALAU ANDA TIDAK BISA MEMBUKTIKAN BAHWA ANDA ADALAH KORBAN PENCURIAN, JANGAN MALAH MEMFITNAH SI MAMAD.

Dan kasus pun ditutup. Siapa yang tolol?
a. Mamad
b. Monkep
c. Orang2 yang ikut si Mamad
d. Orang2 yang ikut2an si Monkep
e. Semua benar
babingesot
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 23
Joined: Mon Sep 29, 2008 2:10 pm

Postby ocan » Mon Nov 10, 2008 1:13 pm

Ternyata cuma babe yang bersedia membalas kembali tulisan ocan, terima kasih ya (yang lain kemana ya?). Sekarang ocan jawab dengan meng-quote dulu kalimat babe, lalu ocan jawab di bawahnya.

"jadi maksud anda, seorang kakek berusia 1/2 abad mengenjoti seorang anak ingusan adalah halal ???
wahhhh ...dgn asumsi begini maka didunia ini gak ada kasus pedofilia....."

Istilah "menggenjoti" dan "anak ingusan" yang babe pakai menunjukkan bahwa babe cuma mau memaksakan kriterianya sendiri untuk menilai orang lain, begitupun dengan vonis pedofilia. Baik ayah-ibunya maupun Aisyah ra sendiri tak keberatan dengan perkawinan itu, koq babe yang kebakaran jenggot ?. Di jakarta, orang seperti babe biasanya disebut resek dan biang kerok, tukang cari gara2, sengaja mau ngajak ribut karena sombong, merasa benar sendiri dan kuat.

"loh kok sekrang jd plin plan gitu ? kalo nabi preman itu panutan, boleh dong skrng para muslim melakukan jejak rasul untuk mengenjoti anakingusan ??? "

Siapa yang plin-plan be?, semasa hidupnya Muhammad saw menerima kritik dari ummatnya, menerima teguran dari Tuhan, meminta nasihat dan pertimbangan kepada sahabat2 beliau dalam mengambil keputusan. Artinya beliau bisa salah dan alpa, dan bila itu yang terjadi ummatnya akan mengingatkan dan menolak, bukan nurut aja. Lagi2 penggunaan kata preman dari babe menunjukkan bahwa babe termasuk orang2 yang agak kurang beradab.

"salah, gw bilang si AWLOH yg bl00n membiarkan nabi panutannya melakukan tindakan yg lebih rendah dr tindakan binatng manapun
atau maksud lu si awloh juga bl000nya membuat muslim untuk membenci dan membunuh kafir, tanpa si awloh sendiri turun tgn ??? "

Lagi-lagi terlihat bahwa babe memaksakan kriteria dan pendapatnya sendiri, bahkan sekarang bertutur kasar dalam menyebut nama Tuhan. Oh iya, saya lupa, babe orang atheis kan? gak percaya Tuhan kan?, pantes berani kasar sama Tuhan, okelah kalo begitu, nanti kalo babe mau dicabut nyawanya oleh Tuhan ocan, jangan mau ya, lawan aja, jangan biarkan nyawa babe diambil oleh Tuhan ocan. Ocan mau ngasih tau nih be, pasti nanti babe gak bisa nolak kalo nyawanya melayang, boro-boro nolak, tau juga kagak kapan mau dicabut. Hi hi hi..., babe koq otaknya kayak lucu2 *** gitu ya....

"wajar kalau gw membenci seorang nabi yg melakukan tindakan yg lebih rendah dr anjing gw sekalipun,
justru anda yg mesti bertanya kpd diri anda sendiri, bagaimana anda bgt munafiknya mengambil seorang perompak pedofilia menjadi panutan ????

PS: belajar dulu nge QUOTE, jgn kebanyakan belajar quran doang yg bikiin org mkn sakaw, n buat apa gw marah ama lu ?
toh lu lbh beradab dr nabi lu"

Tindakan yang memaki dan menghina yang menurut babe wajar itu, menurut ocan justru sebaliknya, yaitu amat sangat tidak wajar. Babe juga keliru jika mengatakan ocan lebih beradab dari Muhammad saw. Nah, walaupun bukan psikolog, ocan sekarang mulai yakin bahwa saat ini sedang berhadapan dengan babe seorang yang mengidap psikosomatik berat dan gawat. Kalo babe mau, ocan mau lho bantuin nganter babe ke seorang psikolog ternama, mudah2an dengan sebab sang psikolog, Tuhan mau mengampuni dan menyembuhkan babe. (Tuhan selalu mau koq be, menerima orang yang bertobat dan kemudian memperbaiki diri).

Oh iya be, soal hadis yang mengatakan bahwa Aisyah ra dinikahi Muhammad saw ketika berumur 6 th dan kemudian tinggal serumah (mulai hubungan suami isteri) ketika berumur 9 tahun, perlu diselidiki apakah cacat/valid atau tidak, karena ada hadis lain yang juga ocan pernah dengar bahwa tak lama setelah mereka tinggal serumah, Aisyah ra ikut bersama Muhammad saw ke medan perang (tugas wanita di dalam perang terutama membantu mengobati korban yang luka). Padahal di hadis lain lagi disebutkan bahwa Muhammad saw melarang orang yang berumur di bawah 18 th(? kalo gak salah ingat juga) ikut ke medan perang. Dengan memperhatikan ketiga hadis tersebut, boleh jadi angka 6 dan 9 tahun pada hadis pertama tidak valid. Sepengetahuan ocan, hadis2 palsu mulai bermunculan pada sekitar tahun 100 H. Ocan ingin sekali menyelidiki hal ini, tapi sayang waktu yang ocan miliki terbatas sekali.

Sekian dulu dari ocan, jangan marah, kasar dan sakaw melulu ya be, nanti kurang happy lho hidupnya, juga cepat tua.

salam sayang,
ocan
ocan
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 5
Joined: Thu Aug 07, 2008 4:23 pm
Location: Jakarta

Postby ocan » Mon Nov 10, 2008 1:55 pm

wah, moderator telah mengganti sebuah kata 3 huruf dengan ***, pada tulisan ocan ketika ocan membalas tulisan babe, 10 nov 2008 pk 1:13 pm.

jangan gak fair dong om moderator

salam,
ocan
ocan
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 5
Joined: Thu Aug 07, 2008 4:23 pm
Location: Jakarta

Postby DHS » Mon Nov 10, 2008 3:34 pm

ocan wrote:wah, moderator telah mengganti sebuah kata 3 huruf dengan ***, pada tulisan ocan ketika ocan membalas tulisan babe, 10 nov 2008 pk 1:13 pm.

jangan gak fair dong om moderator

salam,
ocan

Ocan,

Rupanya 3 huruf itu membentuk kata yang ada dalam daftar "sensor". Penyensorannya berlangsung secara otomatis, bukan dilakukan oleh Modi tertentu. Ganti aja kata itu dengan kombinasi huruf.

Salam kenal,
Dewi
User avatar
DHS
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4378
Images: 4
Joined: Sat Jan 05, 2008 7:56 pm

Postby babenya muhammad » Mon Nov 10, 2008 6:33 pm

Oh iya be, soal hadis yang mengatakan bahwa Aisyah ra dinikahi Muhammad saw ketika berumur 6 th dan kemudian tinggal serumah (mulai hubungan suami isteri) ketika berumur 9 tahun, perlu diselidiki apakah cacat/valid atau tidak,


cape deh...

apakah pengetahuan islam anda bgt rendahnya ????

coba tanya ustad anda, apa hadits buchari termasuk hadits sahih ???

lgian ud ada bukti syeich puji kan, yg melakukan sunnah nabi, jd gak usah ngomongin lg hadits asli apa palsu, ud buannyaaaak threadnya yg ngebahas ...
User avatar
babenya muhammad
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1847
Joined: Sun Jan 21, 2007 11:08 am

Postby Calo » Mon Nov 10, 2008 8:55 pm

yang pasti orang yang punya nurani dan bermoral serta berpendidikan pasti merasa jijik kalo tau ada kakek2 tua menggenjot anak perempuan 9 tahun. hanya orang yang tidak berpendidikan saja yang menyetujui hal nyeleneh begitu
User avatar
Calo
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1510
Joined: Sun Sep 30, 2007 3:08 am

Postby ocan » Wed Nov 12, 2008 9:46 am

Terima kasih atas jawaban babe, salam kenal dan terima kasih buat calo dan DHS.

calo :
"yang pasti orang yang punya nurani dan bermoral serta berpendidikan pasti merasa jijik kalo tau ada kakek2 tua menggenjot anak perempuan 9 tahun. hanya orang yang tidak berpendidikan saja yang menyetujui hal nyeleneh begitu"

Ha ha ha, nurani dan moral itu terminologi orang bertuhan, koq bisa2nya orang gak percaya tuhan seperti calo memakai istilah itu?. Ternyata calo juga mirip babe, maksa banget sama kebenaran sendiri, padahal cuma modal nyontek, terus diubah dan diartikan seenak udhel.

babe:
"cape deh...
apakah pengetahuan islam anda bgt rendahnya ????
coba tanya ustad anda, apa hadits buchari termasuk hadits sahih ???

lgian ud ada bukti syeich puji kan, yg melakukan sunnah nabi, jd gak usah ngomongin lg hadits asli apa palsu, ud buannyaaaak threadnya yg ngebahas ..."

Hi hi hi..., babe gak usah belagak paham deh, semua ulama islam bersepakat bahwa meskipun suatu hadis masuk kategori sahih secara prosedur ilmu hadis, namun jika dia bertentangan dengan prinsip kebenaran al-quran (dalam hal ini perlindungan anak), maka hadis itu gak boleh dipake sebagai dalil atau alasan hukum dalam melakukan sesuatu, alias ditolak. Kalo pak puji itu menikahi anak umur 12 dengan alasan hadis bukhari, maka menurut saya dia keliru, tetapi jika dia menikahi karena sang perempuan sudah siap dinikahi secara biologis (sudah mendapat menstruasi pertama, disetujui ortunya), itu boleh. Kayak2nya pak puji itu juga o2n mirip babe ya?

DHS:
"Rupanya 3 huruf itu membentuk kata yang ada dalam daftar "sensor". Penyensorannya berlangsung secara otomatis, bukan dilakukan oleh Modi tertentu. Ganti aja kata itu dengan kombinasi huruf".

Benar tuh?, tapi kalo dhs bohong, ya gak papa deng, gak dosa ini, kan dhs gak percaya tuhan, jadi santai aja gak perlu takut apapun.

Anyway, buat babe, calo dan dhs, anda2 itu semuanya di FFI, termasuk orang parsi pemimpin anda ali sina itu, koq nggak pernah mau menceritakan apa sih kehebatan ajaran atheis itu?, koq bisanya cuma menjelek-jelekkan islam aja?. Ibarat orang dagang, kalo mau jualannya laku tunjukkan dong kehebatan produk anda, jangan dengan ngejelekin produk orang lain, udah gitu ngejelekkinnya maksa lagi, pake kriteria sendiri yang dipaksain. Oh iya ya, saya lupa, bahwa caci-maki, ngomong kasar, berlaku curang dan black campaign itu boleh buat orang yang gak percaya tuhan. Freedom ni ye......

salam sayang,
ocan
ocan
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 5
Joined: Thu Aug 07, 2008 4:23 pm
Location: Jakarta

Postby babenya muhammad » Fri Nov 14, 2008 8:53 pm

yak ud, sekarng tulisin hadits mana yg asli disini ??

kebiasan muslim di FFI ini adalah menjilat ludah mereka sendiri, kdng memakai referensi hadits buchari untuk membela islam, tapi bgt kafir menggunkan sumber yhg sama di bilang palsu....jd mau debat gimana ???

isi hadits yg bagus2 di akui, tpi isi2 dr hadits yg sama ttg kebejatan nabi anda, dibilang palsu... ap bgn model debat muslim2 di dunia ????
User avatar
babenya muhammad
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1847
Joined: Sun Jan 21, 2007 11:08 am

Re: Alasan Muhammad Menikahi Aisyah

Postby AkuAdalahAing » Wed Sep 02, 2009 8:45 pm

Sebenernya si ocan ngerti arti pedophile gak sih ??? kayaknya gak ngerti deh [-(
User avatar
AkuAdalahAing
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 6603
Joined: Sat Oct 28, 2006 5:20 pm

Re: Alasan Muhammad Menikahi Aisyah

Postby lemah_abang » Wed Sep 02, 2009 10:32 pm

AkuAdalahAing wrote:Sebenernya si ocan ngerti arti pedophile gak sih ??? kayaknya gak ngerti deh [-(



lhaaaaaaa sampeyan tahunggak?kalo bahasa jawanya apa ya..????
lemah_abang
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 142
Joined: Wed Sep 02, 2009 7:54 pm
Location: Namun sekali kamu melihat hakikat-sejati dirimu, seluruh Kitab Suci menjadi terlalu banyak uraian.

Re: Alasan Muhammad Menikahi Aisyah

Postby AkuAdalahAing » Wed Sep 02, 2009 11:05 pm

AkuAdalahAing wrote:Sebenernya si ocan ngerti arti pedophile gak sih ??? kayaknya gak ngerti deh [-(

lemah_abang wrote:lhaaaaaaa sampeyan tahunggak?kalo bahasa jawanya apa ya..????

Menurut saya, pedophile artinya Pria gagah perkasa idaman para wanita, kalau bahasa jawanya saya kurang mudheng :(

Betul begitu mbah lemah ???
User avatar
AkuAdalahAing
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 6603
Joined: Sat Oct 28, 2006 5:20 pm

Re: Alasan Muhammad Menikahi Aisyah

Postby lemah_abang » Thu Sep 03, 2009 3:16 pm

AkuAdalahAing wrote:

Menurut saya, pedophile artinya Pria gagah perkasa idaman para wanita, kalau bahasa jawanya saya kurang mudheng :(

Betul begitu mbah lemah ???[/quote]

luar biasa panjengan memangggggggggg pria gagah perkasa idaman para wanita....
lemah_abang
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 142
Joined: Wed Sep 02, 2009 7:54 pm
Location: Namun sekali kamu melihat hakikat-sejati dirimu, seluruh Kitab Suci menjadi terlalu banyak uraian.

PreviousNext

Return to Muhammad dan SEX



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users