by Hafizh » Fri Jun 20, 2008 4:42 pm
Hanya satu yang betul2 mendukung tipu daya Koran sore itu dari tokoh yg anda sebut tokoh Kristen, padalah sejatinya adalah seorang Muslim, yaitu: Dr.Abu Ameenah Bilal Philips.
Ya, Anda benar. Masukan dari Dr. Philips Anda abaikan saja juga tidak apa-apa. Bagaimana masukan dari 4 tokoh Kristen lainnya?
Wikipedia : Dr. Philips was born in 1947 in Jamaica, but grew up in Canada, where he converted to Islam in 1972.
Tanya : ada yang tahu, apakah agama awal beliau sebelum masuk Islam?
Untuk kafirin dan murtadin :
Alasan apapun yang Anda kemukakan, demi tidak kehilangan muka, tetap saja kelak tidak akan diterima oleh Allah SWT dan pada akhirnya Anda akan diinapkan di hotel gratis yang sepadan buat kelakuan Anda, yakni di neraka. Allah Maha Mengetahui apa-apa yang Anda dan teman-teman Anda kerjakan. walaupun kalian berkhayal merasa hebat (merasa benar dan terpuji) akan segala kesesatan kalian, terserah sajalah. Kami tetap berserah diri akan kebenaran yang disampaikan oleh Allah Yang Maha Mengetahui Perkara Gaib. Silakan sajalah kalian sendiri merasakan azab yang pedih kelak. Kami tidak akan mau ikut terseret-seret. Kami berlepas diri dari hal tersebut. Allah menyaksikan kami membela agamaNya yang benar.
Ingatlah, Allah SWT Pemilik Alam Semesta tidak akan rugi dengan para murtadin dan para kafirin yang memalingkan muka mereka dari kebenaran, justru sebaliknya mereka sendrilah yang akan menjadi golongan yang merugi kelak, amin.
Untuk mukminin dan muslimin :
"Ajarilah agama dengan cara yang baik", karena itulah wahai rekan-rekan muslim, rasanya telah amat sangat cukup kita memberikan "penerangan" maupun "peringatan" dari Allah kepada kafirin maupun murtadin, namun mereka tetap berpaling dan mendustakan ayat-ayat Allah SWT, bahkan diseret pulalah teman-teman mereka agar ikut-ikutan bahu-membahu mengadakan kekacauan dan tipudaya terhadap kebenaran dengan angan-angan untuk mengalahkan dan memadamkan cahaya Islam yang makin terang-benderang. Angan-angan yang tidak bakal tercapai. Ingatlah bila mereka benar-benar telah disesatkan Allah, kita tidak akan sanggup lagi menolong. Jadi, perlu apa buang-buang waktu menginsyafkan mereka. Mereka tidak bakalan senang kepada kita sampai kapanpun, kecuali jika kita masuk dalam agama mereka, yang berarti kita harus menemani mereka di neraka. Siapa sudi?
Beri tangguhlah kepada mereka sampai pada suatu waktu yang ditentukan oleh Allah. Insya Allah, kelak kita akan melihat sendiri betapa pedihnya azab yang harus mereka tanggung disebabkan kelakuan mereka sendiri. Jadi, telah ketahuanlah yang mana yang ternasuk golongan merugi di hari penghisaban kelak. Semoga kita kelak termasuk golongan yang dimuliakan oleh Allah SWT, amiin.
Pendapatku, lebih baik kita memperdalam iman dan menambah pengetahuan kita terus-menerus mengkaji Al Quran. Yang penting, kita makin membuktikan dan ternyata memang tak terbantahkan lagi bahwa Al Qur'an itulah petunjuk yang benar, yang ditinggalkan oleh Rasul untuk menjadi pegangan kita. Dan pada akhirnya kita pun benar-benar akan sampai kepada suatu kesimpulan dan pengakuan yang hakiki bahwa Allah–lah Yang Maha Benar dan Maha Terpuji. Serta jangan lupa membagi dan membahas pengetahuan yang rekan-rekan muslim dapat dari Al Qur'an kepadaku. Tindakan itu lebih bemanfaat daripada menginsyafkan kafirin dan murtadin yang bebal (penuh-penuhin surga aja, he..he..). Jika mereka tetap bebal berkesinambungan, yo wes silakan saja dan tidak usahlah kita tanggapi. Biarkan sajalah mereka menyembah tuhan-tuhan mereka dan sekali-sekali janganlah kita terpancing untuk menghina tuhan mereka, karena mereka akan balik menghina Allah dalam keadaan tidak berpengetahuan. Persilakan sajalah mereka repot-repot buang-buang waktu mencari-cari ketidak-akuratan Qur'an dimana jika tujuan tindakan mereka ingin memadamkan cahaya Islam, usaha tidak akan bermanfaat bagi mereka sendiri. Di antara mereka sebagiannya ada yang beriman, lantaran mereka kelak "terbentur" pada kebenaran Qur'an.
Semua mushaf yang tidak sesuai dengan mushaf Utsmani khan udah diperintahkan untuk dimusnahkan. Tetap ada kemungkinan mushaf lain yang luput. Khan 4 Sahabat Nabi sudah mengevaluasi semua hafalan dan bacaan Qur'an mereka di depan Nabi. Lagi pula jaman kekhalifahan mereka, saat mushaf-mushaf yang berlainan itu dimusnahkan, tidak ada yang protes, khan? Berarti mushaf Utsmani yang valid.
Wabillahi taufiq wal hidayah.