. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Ajaran-ajaran Muhammad berikut ini, asli atau palsu?

Kehidupan, pengikut, kepercayaan, pikiran dan ucapan Muhammad.

Postby setanbedul » Mon Sep 01, 2008 4:33 pm

obeng: itu reply yg sebelumnya tp ternyata OOT

menurut anda apakah ada kemungkinan penyusupan tulisan2 yg sebenarnya tulisan org lain ke hadist bersangkutan?
User avatar
setanbedul
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 17
Joined: Fri Aug 15, 2008 2:22 pm

Postby obeng » Mon Sep 01, 2008 10:48 pm

setanbedul wrote:obeng: itu reply yg sebelumnya tp ternyata OOT

menurut anda apakah ada kemungkinan penyusupan tulisan2 yg sebenarnya tulisan org lain ke hadist bersangkutan?


Secara umum, penambahan lafadz-2 dalam suatu riwayat mungkin terjadi, dan kenyataannya memang demikian. Tapi bukan berarti penambahan yang terjadi selalu akan merubah makna, karena dalam periwayatan hadits memang dikenal periwayatan berdasarkan makna dan lafadz. Itu bisa diseleksi berdasarkan musthalahul hadits

Berkaitan dengan hadits bersangkutan, selain Imam Muslim ternyata ada rawi-rawi lain yang meriwayatkannya, diantaranya Imam Abu Dawud, Ahmad, Bahaqy, Abu Ya'la. Dan semuanya diriwayatkan dengan lafadz yang sama. Jadi jika ada kecurigaan adanya penambahan-2 tulisan orang lain terhadap riwayat hadits bersangkutan, perlu adanya petunjuk bahwa ada rawi lain yang meriwayatkan dengan redaksi yang lain, agar bisa dikomparasikan.
obeng
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 74
Joined: Wed Jul 16, 2008 11:47 am

Postby Duladi » Tue Sep 02, 2008 1:41 am

Sdr Obeng,

Mohon Anda berikan referensi dari hadist berikut: (Dari Hadist Bukhari Volume Berapa, Buku keberapa dan Nomor berapa)

Pelayan-pelayanmu adalah saudara-saudaramu. Allah menjadikan mereka bernaung di bawah kekuasaanmu. Barangsiapa saudaranya yang berada di bawah naungan kekuasaannya hendaklah mereka diberi makan serupa dengan yang dia makan dan diberi pakaian serupa dengan yang dia pakai. Janganlah membebani mereka dengan pekerjaan yang tidak dapat mereka tunaikan. Jika kamu memaksakan suatu pekerjaan hendaklah kamu ikut membantu mereka. (HR. Bukhari)

Hadist ini saya peroleh dari buku 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) karangan Dr. Muhammad Faiz Almath, terbitan Gema Insani Press.

Bila hadist di atas adalah asli, maka saya asumsikan hadist-hadist berikut ini pun juga asli (berasal dari buku yang sama):

    1. Berhati-hatilah terhadap buruk sangka. Sesungguhnya buruk sangka adalah ucapan yang paling ****. (HR. Bukhari)

    2. Makar, tipu muslihat dan pengkhianatan rnenyeret pelakunya ke neraka. (HR. Abu Dawud)

    3. Orang yang paling dibenci Allah ialah yang bermusuh-musuhan dengan keji dan kejam. (HR. Bukhari)

    4. Bila hilang budaya malumu lakukanlah apa saja yang kamu kehendaki. (HR. Bukhari)

    5. Sesungguhnya Allah membenci orang yang keji, yang berkata kotor dan membenci orang yang meminta-minta dengan memaksa. (AR. Ath-Thahawi)

    6. Sesungguhnya Allah tidak menyukai banyak bicara, menghambur-hamburkan harta dan terlalu banyak bertanya. (HR. Bukhari)

    7. Semua (dosa) umatku akan diampuni kecuali orang yang berbuat (dosa) terang-terangan, yaitu yang melakukan perbuatan dosa pada malam hari lalu Allah menutup-nutupinya kemudian pada esok harinya dia bercerita kepada kawannya, "Tadi malam aku berbuat begini...begini..." Lalu dia membongkar rahasia yang telah ditutup-tutupi Allah 'Azza wajalla. (Mutafaq'alaih)

    8. Barangsiapa mengintai-ngintai (menyelidiki) keburukan saudaranya semuslim maka Allah akan mengintai-intai keburukannya. Barangsiapa diintai keburukannya oleh Allah maka Allah akan mengungkitnya (membongkarnya) walaupun dia melakukan itu di dalam (tengah-tengah) rumahnya. (HR. Ahmad)

    9. Sesungguhnya bila kamu mengintai-intai keburukan orang maka kamu telah merusak mereka atau hampir merusak mereka. (HR. Ahmad)

    10. Di antara tanda-tanda kesengsaraan adalah mata yang beku, hati yang kejam, dan terlalu memburu kesenangan dunia serta orang yang terus-menerus melakukan perbuatan dosa. (HR. Al Hakim)

    11. Tahukah kamu siapa orang yang bangkrut? Para sahabat menjawab, "Allah dan rasulNya lebih mengetahui." Nabi Saw lalu berkata, " Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku ialah (orang) yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan puasa, shalat dan zakat, tetapi dia pernah mencaci-maki orang ini dan menuduh orang itu berbuat zina. Dia pernah memakan harta orang itu lalu dia menanti orang ini menuntut dan mengambil pahalanya (sebagai tebusan) dan orang itu mengambil pula pahalanya. Bila pahala-pahalanya habis sebelum selesai tuntutan dan ganti tebusan atas dosa-dosanya maka dosa orang-orang yang menuntut itu diletakkan di atas bahunya lalu dia dihempaskan ke api neraka." (HR. Muslim)

    12. Sesungguhnya Allah membenci orang yang selalu berwajah muram di hadapan kawan-kawannya. (HR. Ad-Dailami)


    13. Sesungguhnya orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah ialah yang dijauhi manusia karena ditakuti kejahatannya. (Mutafaq'alaih)

    14. Dua sifat tidak akan bertemu dalam diri seorang mukmin yaitu kikir (bakhil) dan akhlak yang buruk. (HR. Ahmad)

    15. Akan tiba satu jaman atas manusia dimana perhatian mereka hanya tertuju pada urusan perut dan kehormatan mereka hanya benda semata-mata. Kiblat mereka hanya urusan wanita (seks) dan agama mereka adalah harta mas dan perak. Mereka adalah makhluk Allah yang terburuk dan tidak akan memperoleh bagian yang menyenangkan di sisi Allah. (HR. Ad-Dailami)

    16. Alangkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti aib diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi (membicarakan) aib-aib orang lain. (HR. Ad-Dailami)

    17. Sesungguhnya Allah membenci orang yang berhati kasar (kejam dan keras), sombong, angkuh, bersuara keras di pasar-pasar (tempat umum) pada malam hari serupa bangkai dan pada siang hari serupa keledai, mengetahui urusan-urusan dunia tetapi jahil (**** dan tidak mengetahui) urusan akhirat. (HR. Ahmad)

    18. Barangsiapa menyerupai (meniru-niru) tingkah-laku suatu kaum maka dia tergolong dari mereka. (HR. Abu Dawud)

    19. Kelak akan menimpa umatku penyakit umat-umat terdahulu yaitu penyakit sombong, kufur nikmat dan lupa daratan dalam memperoleh kenikmatan. Mereka berlomba mengumpulkan harta dan bermegah-megahan dengan harta. Mereka terjerumus dalam jurang kesenangan dunia, saling bermusuhan dan saling iri, dengki, dan dendam sehingga mereka melakukan kezaliman (melampaui batas). (HR. Al Hakim)


Pertanyaan kedua: Kenapa Muhammad tidak konsisten dengan ajaran-ajarannya sendiri?

Salam.
Duladi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 7085
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Postby obeng » Tue Sep 02, 2008 12:32 pm

Duladi wrote:Sdr Obeng,

Mohon Anda berikan referensi dari hadist berikut: (Dari Hadist Bukhari Volume Berapa, Buku keberapa dan Nomor berapa)

Pelayan-pelayanmu adalah saudara-saudaramu. Allah menjadikan mereka bernaung di bawah kekuasaanmu. Barangsiapa saudaranya yang berada di bawah naungan kekuasaannya hendaklah mereka diberi makan serupa dengan yang dia makan dan diberi pakaian serupa dengan yang dia pakai. Janganlah membebani mereka dengan pekerjaan yang tidak dapat mereka tunaikan. Jika kamu memaksakan suatu pekerjaan hendaklah kamu ikut membantu mereka. (HR. Bukhari)

Hadist ini saya peroleh dari buku 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) karangan Dr. Muhammad Faiz Almath, terbitan Gema Insani Press.

Bila hadist di atas adalah asli, maka saya asumsikan hadist-hadist berikut ini pun juga asli (berasal dari buku yang sama):

    1. Berhati-hatilah terhadap buruk sangka. Sesungguhnya buruk sangka adalah ucapan yang paling ****. (HR. Bukhari)

    2. Makar, tipu muslihat dan pengkhianatan rnenyeret pelakunya ke neraka. (HR. Abu Dawud)

    3. Orang yang paling dibenci Allah ialah yang bermusuh-musuhan dengan keji dan kejam. (HR. Bukhari)

    4. Bila hilang budaya malumu lakukanlah apa saja yang kamu kehendaki. (HR. Bukhari)

    5. Sesungguhnya Allah membenci orang yang keji, yang berkata kotor dan membenci orang yang meminta-minta dengan memaksa. (AR. Ath-Thahawi)

    6. Sesungguhnya Allah tidak menyukai banyak bicara, menghambur-hamburkan harta dan terlalu banyak bertanya. (HR. Bukhari)

    7. Semua (dosa) umatku akan diampuni kecuali orang yang berbuat (dosa) terang-terangan, yaitu yang melakukan perbuatan dosa pada malam hari lalu Allah menutup-nutupinya kemudian pada esok harinya dia bercerita kepada kawannya, "Tadi malam aku berbuat begini...begini..." Lalu dia membongkar rahasia yang telah ditutup-tutupi Allah 'Azza wajalla. (Mutafaq'alaih)

    8. Barangsiapa mengintai-ngintai (menyelidiki) keburukan saudaranya semuslim maka Allah akan mengintai-intai keburukannya. Barangsiapa diintai keburukannya oleh Allah maka Allah akan mengungkitnya (membongkarnya) walaupun dia melakukan itu di dalam (tengah-tengah) rumahnya. (HR. Ahmad)

    9. Sesungguhnya bila kamu mengintai-intai keburukan orang maka kamu telah merusak mereka atau hampir merusak mereka. (HR. Ahmad)

    10. Di antara tanda-tanda kesengsaraan adalah mata yang beku, hati yang kejam, dan terlalu memburu kesenangan dunia serta orang yang terus-menerus melakukan perbuatan dosa. (HR. Al Hakim)

    11. Tahukah kamu siapa orang yang bangkrut? Para sahabat menjawab, "Allah dan rasulNya lebih mengetahui." Nabi Saw lalu berkata, " Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku ialah (orang) yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan puasa, shalat dan zakat, tetapi dia pernah mencaci-maki orang ini dan menuduh orang itu berbuat zina. Dia pernah memakan harta orang itu lalu dia menanti orang ini menuntut dan mengambil pahalanya (sebagai tebusan) dan orang itu mengambil pula pahalanya. Bila pahala-pahalanya habis sebelum selesai tuntutan dan ganti tebusan atas dosa-dosanya maka dosa orang-orang yang menuntut itu diletakkan di atas bahunya lalu dia dihempaskan ke api neraka." (HR. Muslim)

    12. Sesungguhnya Allah membenci orang yang selalu berwajah muram di hadapan kawan-kawannya. (HR. Ad-Dailami)


    13. Sesungguhnya orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah ialah yang dijauhi manusia karena ditakuti kejahatannya. (Mutafaq'alaih)

    14. Dua sifat tidak akan bertemu dalam diri seorang mukmin yaitu kikir (bakhil) dan akhlak yang buruk. (HR. Ahmad)

    15. Akan tiba satu jaman atas manusia dimana perhatian mereka hanya tertuju pada urusan perut dan kehormatan mereka hanya benda semata-mata. Kiblat mereka hanya urusan wanita (seks) dan agama mereka adalah harta mas dan perak. Mereka adalah makhluk Allah yang terburuk dan tidak akan memperoleh bagian yang menyenangkan di sisi Allah. (HR. Ad-Dailami)

    16. Alangkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti aib diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi (membicarakan) aib-aib orang lain. (HR. Ad-Dailami)

    17. Sesungguhnya Allah membenci orang yang berhati kasar (kejam dan keras), sombong, angkuh, bersuara keras di pasar-pasar (tempat umum) pada malam hari serupa bangkai dan pada siang hari serupa keledai, mengetahui urusan-urusan dunia tetapi jahil (**** dan tidak mengetahui) urusan akhirat. (HR. Ahmad)

    18. Barangsiapa menyerupai (meniru-niru) tingkah-laku suatu kaum maka dia tergolong dari mereka. (HR. Abu Dawud)

    19. Kelak akan menimpa umatku penyakit umat-umat terdahulu yaitu penyakit sombong, kufur nikmat dan lupa daratan dalam memperoleh kenikmatan. Mereka berlomba mengumpulkan harta dan bermegah-megahan dengan harta. Mereka terjerumus dalam jurang kesenangan dunia, saling bermusuhan dan saling iri, dengki, dan dendam sehingga mereka melakukan kezaliman (melampaui batas). (HR. Al Hakim)

Pertanyaan kedua: Kenapa Muhammad tidak konsisten dengan ajaran-ajarannya sendiri?

Salam.


Dimana letak tidak konsistennya ?
obeng
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 74
Joined: Wed Jul 16, 2008 11:47 am

Postby Duladi » Tue Sep 02, 2008 7:06 pm

Maksud saya, Muhammad tidak konsisten karena dia banyak melanggar ajaran-ajaran yang dibuatnya sendiri.

Mohon Anda bantu saya menemukan hadist Bukhari di atas. Bila dari 1 sampel itu ternyata palsu, berarti ajaran-ajaran di bawahnya (yg mengenai akhlak itu) adalah palsu.
Duladi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 7085
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Postby obeng » Tue Sep 02, 2008 7:44 pm

Duladi wrote:Maksud saya, Muhammad tidak konsisten karena dia banyak melanggar ajaran-ajaran yang dibuatnya sendiri.

Mohon Anda bantu saya menemukan hadist Bukhari di atas. Bila dari 1 sampel itu ternyata palsu, berarti ajaran-ajaran di bawahnya (yg mengenai akhlak itu) adalah palsu.


Bukankah ente sudah lama mengkaji ajaran Islam ini, kenapa tidak mau cari sendiri ?
obeng
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 74
Joined: Wed Jul 16, 2008 11:47 am

Postby moh_mad007 » Tue Sep 02, 2008 8:48 pm

obeng wrote:
Duladi wrote:Maksud saya, Muhammad tidak konsisten karena dia banyak melanggar ajaran-ajaran yang dibuatnya sendiri.

Mohon Anda bantu saya menemukan hadist Bukhari di atas. Bila dari 1 sampel itu ternyata palsu, berarti ajaran-ajaran di bawahnya (yg mengenai akhlak itu) adalah palsu.


Bukankah ente sudah lama mengkaji ajaran Islam ini, kenapa tidak mau cari sendiri ?


@obeng

KAMU KETAHUAN ....islammu ternyata cuman ikut2an tok ya...!!!

Kalo cuman ikut2an itu namanya gak punya PRINSIP !!!!

ORANG GAK PUNYA PRINSIP JADINYA PECUNDANG!!!
:lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol:
User avatar
moh_mad007
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2408
Joined: Tue Jan 15, 2008 12:18 am

Postby UmatMuhammad » Tue Sep 02, 2008 9:35 pm

@ moh_mad007

kok langsung ngepost dan nge judge? wajar dong Obeng nanya gituan ke si DUL, saya suka cara debat mereka, bertanya dulu dan gak sok tahu isi hati orang.
User avatar
UmatMuhammad
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 452
Joined: Mon Jan 28, 2008 3:52 am

Postby MaNuSiA_bLeGuG » Tue Sep 02, 2008 10:06 pm

obeng wrote:
Duladi wrote:Maksud saya, Muhammad tidak konsisten karena dia banyak melanggar ajaran-ajaran yang dibuatnya sendiri.

Mohon Anda bantu saya menemukan hadist Bukhari di atas. Bila dari 1 sampel itu ternyata palsu, berarti ajaran-ajaran di bawahnya (yg mengenai akhlak itu) adalah palsu.


Bukankah ente sudah lama mengkaji ajaran Islam ini, kenapa tidak mau cari sendiri ?


mungkin maksud si dul itu biar ente sekalian mengkonfirmasi, sebagai pihak dari muslim. gitu loh. jadi ga ada tuduhan, kapir asal ngasi ayat/data yang udah diplintir2.
User avatar
MaNuSiA_bLeGuG
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4406
Images: 13
Joined: Wed Mar 05, 2008 2:08 am
Location: Enies Lobby

Postby obeng » Wed Sep 03, 2008 12:29 am

moh_mad007 wrote:
obeng wrote:
Duladi wrote:Maksud saya, Muhammad tidak konsisten karena dia banyak melanggar ajaran-ajaran yang dibuatnya sendiri.

Mohon Anda bantu saya menemukan hadist Bukhari di atas. Bila dari 1 sampel itu ternyata palsu, berarti ajaran-ajaran di bawahnya (yg mengenai akhlak itu) adalah palsu.


Bukankah ente sudah lama mengkaji ajaran Islam ini, kenapa tidak mau cari sendiri ?


@obeng

KAMU KETAHUAN ....islammu ternyata cuman ikut2an tok ya...!!!

Kalo cuman ikut2an itu namanya gak punya PRINSIP !!!!

ORANG GAK PUNYA PRINSIP JADINYA PECUNDANG!!!
:lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol:


Jadi menurut ente, kalo ane mau ngikutin kriteria Duladi untuk menentukan palsu tidaknya suatu hadits baru dikatakan punya prinsip ?

Kelaut aje lu...

Nyablak aja ngga ada sopan santun. Kasihan sekali bapak ibumu nak...
obeng
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 74
Joined: Wed Jul 16, 2008 11:47 am

Postby kutukupret » Wed Sep 03, 2008 8:59 am

coolman07 wrote:Ternyata Islam itu ribet, kontradiksi dan sulit dipahami; apalagi JALAN MASUK SURGA, GIMANA YA?

INTI AJARAN ISLAM ITU APA SIH?


Dapet 72 Bidadari Bunting ber-bibir tebal
User avatar
kutukupret
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 6400
Joined: Mon Dec 17, 2007 6:31 pm

Postby gaston31 » Wed Sep 03, 2008 9:30 am

obeng, biar diskusinya lancar, celotehan yg kyak diatas ga ush di reply. fokus ama si DUl aja. n liat aja ntar si Dul bkin kesimpulan :D
User avatar
gaston31
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3729
Joined: Tue Nov 21, 2006 2:17 pm

Postby kutukupret » Fri Sep 05, 2008 3:41 pm

obeng wrote:
Duladi wrote:Maksud saya, Muhammad tidak konsisten karena dia banyak melanggar ajaran-ajaran yang dibuatnya sendiri.

Mohon Anda bantu saya menemukan hadist Bukhari di atas. Bila dari 1 sampel itu ternyata palsu, berarti ajaran-ajaran di bawahnya (yg mengenai akhlak itu) adalah palsu.


Bukankah ente sudah lama mengkaji ajaran Islam ini, kenapa tidak mau cari sendiri ?


Tinggal bilang kalo lu nggak tahu aja koq susah amat, pakai plintiran macam gitu.
User avatar
kutukupret
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 6400
Joined: Mon Dec 17, 2007 6:31 pm

Postby obeng » Fri Sep 05, 2008 7:47 pm

kutukupret wrote:
obeng wrote:
Duladi wrote:Maksud saya, Muhammad tidak konsisten karena dia banyak melanggar ajaran-ajaran yang dibuatnya sendiri.

Mohon Anda bantu saya menemukan hadist Bukhari di atas. Bila dari 1 sampel itu ternyata palsu, berarti ajaran-ajaran di bawahnya (yg mengenai akhlak itu) adalah palsu.


Bukankah ente sudah lama mengkaji ajaran Islam ini, kenapa tidak mau cari sendiri ?


Tinggal bilang kalo lu nggak tahu aja koq susah amat, pakai plintiran macam gitu.


Plintiran ? Apanya yang diplintir ?

Ane blm mau jawab soalnya belum-2 Duladi langsung membuat standar sendiri untuk menentukan satus hadits. Dan menurut postingannya, do'i hanya memakai buku 1100 hadits pilihan. Padahal itu buku ringkasan dan cuplikan hadits saja, bukan kitab standar yang dipakai untuk menentukan status hadits.

Sebenarnya hadits yang dimaksud bisa ditemukan dalam riwayat Imam Muslim. Adapun bisa saja penerbit salah mencantumkan sumber, yang seharusnya riwayat Muslim ditulis jadi riwayat Bukhari. Dan kriteria yang dipakai Duladi adalah kriteria konyol, makanya ane biarkan Duladi mencari sendiri haditsnya.
obeng
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 74
Joined: Wed Jul 16, 2008 11:47 am

Postby obeng » Fri Sep 05, 2008 10:01 pm

gaston31 wrote:obeng, biar diskusinya lancar, celotehan yg kyak diatas ga ush di reply. fokus ama si DUl aja. n liat aja ntar si Dul bkin kesimpulan :D


Sama-2 kita lihat aja akhi....

Duladi wrote:Hipotesis (sementara):
Ajaran tentang 3 hal yang dapat memutus amal orang meninggal itu adalah PALSU, bukan ajaran Muhammad.


Kemudian

Duladi wrote:Maka dengan demikian, hipotesis saya itu telah berhasil dipatahkan.
Kesimpulannya: hadist tentang 3 hal yang dapat memutus amal orang mati itu adalah asli, karena Imam Muslim memang pernah mencatatnya, yaitu di Sahih Muslim buku 13 nomor 4005.


Bikin teori lagi :
Duladi wrote:Mohon Anda bantu saya menemukan hadist Bukhari di atas. Bila dari 1 sampel itu ternyata palsu, berarti ajaran-ajaran di bawahnya (yg mengenai akhlak itu) adalah palsu.


Kita lihat aja akhi kesimpulan si Dul kalo udah nemu haditsnya di Bukhari...Biar dia nyari sendiri aja dulu, kita lihat aja do'i yang kayanya kalo udah nulis hadits lancar banget, bisa ngga nyarinya...
obeng
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 74
Joined: Wed Jul 16, 2008 11:47 am

Postby Duladi » Sat Sep 06, 2008 10:22 am

obeng wrote:Sebenarnya hadits yang dimaksud bisa ditemukan dalam riwayat Imam Muslim. Adapun bisa saja penerbit salah mencantumkan sumber, yang seharusnya riwayat Muslim ditulis jadi riwayat Bukhari. Dan kriteria yang dipakai Duladi adalah kriteria konyol, makanya ane biarkan Duladi mencari sendiri haditsnya.


Ada di Imam Muslim? Buku keberapa dan nomor berapa? Tolong bantu saya dong....

Saya respect pada Anda karena Anda cukup jeli dalam menemukan hadist-hadist.

Ane blm mau jawab soalnya belum-2 Duladi langsung membuat standar sendiri untuk menentukan satus hadits. Dan menurut postingannya, do'i hanya memakai buku 1100 hadits pilihan. Padahal itu buku ringkasan dan cuplikan hadits saja, bukan kitab standar yang dipakai untuk menentukan status hadits.


Bila hadist itu tidak ditemukan dalam SUMBER ASLI-nya, berarti buku 1100 hadist pilihan itu adalah BUKU BULSHIT. Dan buku tersebut menjadi buku favorit para santri dan guru-guru agama di sekolah-sekolah.
Sungguh layak disebut agama ****, bila sumber-sumbernya sendiri tidak jelas asal-usulnya.

Hipotesis awal
Perkataan Muhammad, "Pelayan-pelayanmu adalah saudara-saudaramu. Allah menjadikan mereka bernaung di bawah kekuasaanmu. Barangsiapa saudaranya yang berada di bawah naungan kekuasaannya hendaklah mereka diberi makan serupa dengan yang dia makan dan diberi pakaian serupa dengan yang dia pakai. Janganlah membebani mereka dengan pekerjaan yang tidak dapat mereka tunaikan. Jika kamu memaksakan suatu pekerjaan hendaklah kamu ikut membantu mereka." (HR. Bukhari) ini adalah karangan para ulama untuk mempercantik agama Islam. Lagi pula tidak jelas sanadnya. Bila hadist-hadist yang ditulis 200 tahun setelah Muhammad wafat saja banyak yang palsu, apalagi yang ditulis 800 tahun hingga 1400 tahun kemudian?

Saya beri waktu 1 minggu bagi Sdr Obeng untuk menemukan hadist ini. Bantulah saya untuk mematahkan hipotesis di atas.

Salam.
Duladi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 7085
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Postby moh_mad007 » Sat Sep 06, 2008 11:02 am

obeng wrote:
moh_mad007 wrote:
obeng wrote:
Duladi wrote:Maksud saya, Muhammad tidak konsisten karena dia banyak melanggar ajaran-ajaran yang dibuatnya sendiri.

Mohon Anda bantu saya menemukan hadist Bukhari di atas. Bila dari 1 sampel itu ternyata palsu, berarti ajaran-ajaran di bawahnya (yg mengenai akhlak itu) adalah palsu.


Bukankah ente sudah lama mengkaji ajaran Islam ini, kenapa tidak mau cari sendiri ?


@obeng

KAMU KETAHUAN ....islammu ternyata cuman ikut2an tok ya...!!!

Kalo cuman ikut2an itu namanya gak punya PRINSIP !!!!

ORANG GAK PUNYA PRINSIP JADINYA PECUNDANG!!!
:lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol:


Jadi menurut ente, kalo ane mau ngikutin kriteria Duladi untuk menentukan palsu tidaknya suatu hadits baru dikatakan punya prinsip ?

Kelaut aje lu...

Nyablak aja ngga ada sopan santun. Kasihan sekali bapak ibumu nak...


@obeng

Siapa yang suruh lo ngikut kretiria Duladi , Duladi kan cuman MEMAPARKAN hadits2 itu , pahami dulu thread ini judulnya APA????

Masalah lo yang gak punya PRINSIP karena smua jawaban2 yang lo sodorkan cuman MUNYER2 TOK!!!

Maaf , saya bukan anak2 saya dah berumur 55th dah punya anak 15 dari 4 istri dan ber cucu 25 ekor. he he he... :lol: :lol: :lol:
User avatar
moh_mad007
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2408
Joined: Tue Jan 15, 2008 12:18 am

Postby obeng » Sat Sep 06, 2008 1:53 pm

Duladi wrote:
obeng wrote:Sebenarnya hadits yang dimaksud bisa ditemukan dalam riwayat Imam Muslim. Adapun bisa saja penerbit salah mencantumkan sumber, yang seharusnya riwayat Muslim ditulis jadi riwayat Bukhari. Dan kriteria yang dipakai Duladi adalah kriteria konyol, makanya ane biarkan Duladi mencari sendiri haditsnya.


Ada di Imam Muslim? Buku keberapa dan nomor berapa? Tolong bantu saya dong....

Saya respect pada Anda karena Anda cukup jeli dalam menemukan hadist-hadist.

Ane blm mau jawab soalnya belum-2 Duladi langsung membuat standar sendiri untuk menentukan satus hadits. Dan menurut postingannya, do'i hanya memakai buku 1100 hadits pilihan. Padahal itu buku ringkasan dan cuplikan hadits saja, bukan kitab standar yang dipakai untuk menentukan status hadits.


Bila hadist itu tidak ditemukan dalam SUMBER ASLI-nya, berarti buku 1100 hadist pilihan itu adalah BUKU BULSHIT. Dan buku tersebut menjadi buku favorit para santri dan guru-guru agama di sekolah-sekolah.
Sungguh layak disebut agama ****, bila sumber-sumbernya sendiri tidak jelas asal-usulnya.


Hehe napsu amat....

Duladi wrote:Hipotesis awal
Perkataan Muhammad, "Pelayan-pelayanmu adalah saudara-saudaramu. Allah menjadikan mereka bernaung di bawah kekuasaanmu. Barangsiapa saudaranya yang berada di bawah naungan kekuasaannya hendaklah mereka diberi makan serupa dengan yang dia makan dan diberi pakaian serupa dengan yang dia pakai. Janganlah membebani mereka dengan pekerjaan yang tidak dapat mereka tunaikan. Jika kamu memaksakan suatu pekerjaan hendaklah kamu ikut membantu mereka." (HR. Bukhari) ini adalah karangan para ulama untuk mempercantik agama Islam. Lagi pula tidak jelas sanadnya. Bila hadist-hadist yang ditulis 200 tahun setelah Muhammad wafat saja banyak yang palsu, apalagi yang ditulis 800 tahun hingga 1400 tahun kemudian?

Saya beri waktu 1 minggu bagi Sdr Obeng untuk menemukan hadist ini. Bantulah saya untuk mematahkan hipotesis di atas.

Salam.


Tidak jelas sanadnya ? Saya kan udah bilang itu bukan kitab standar hadits, makanya tidak ada sanadnya. Adapun sumber kitab rujukan sudah cukup bisa memberikan petunjuk. Kalau mau lihat sanadnya ya lihat aja di shahih Bukhari, atau shahih Muslim. Karena hadits ini ada di keduanya.

Hadits tsb adalah sabda Nabi kepada Abi Dzar ra. Mudah sekali mematahkan hipotesis anda. Yang sulit adalah mendengar pengakuan anda kalau thread ini dibuat karena kekonyolan anda sendiri saja.
obeng
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 74
Joined: Wed Jul 16, 2008 11:47 am

Postby Teritorial » Mon Sep 29, 2008 8:47 am

coolman07 wrote:Ternyata Islam itu ribet, kontradiksi dan sulit dipahami; apalagi JALAN MASUK SURGA, GIMANA YA?

INTI AJARAN ISLAM ITU APA SIH?

Intinya berfikir disekitar Selangkangan
User avatar
Teritorial
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 163
Joined: Thu Sep 25, 2008 6:52 pm
Location: Di negeri yang pingin damai

Postby coolman07 » Mon Sep 29, 2008 9:06 am

1)Baru dengar ajaran itu.....................

2)Teliti dulu APAKAH WAHYU ITU ASLI DARI JIBRIL ATAU SETAN KARENA TANPA PEMBERITAHUAN, NUBUATAN DAN SAKSI2.

Kalau point 2 benar, barulah point 1 diteliti, tapi kalau point 2 SALAH, otomatis point 1 BOONG BELAKA.
User avatar
coolman07
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 414
Joined: Fri Oct 12, 2007 7:47 pm
Location: Yerusalem Baru

PreviousNext

Return to Muhammad



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users