. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Khusus bagi debat-diskusi one-to-one secara serius dan intelektual seputar Islam yang dimoderasi dengan ketat. Anggota yang melontarkan caci-maki dan hinaan yang bersifat ad-hominem akan dikeluarkan dari forum khusus ini. Silakan kontak Forum Admin atau Moderator untuk mendapatkan akses di Ruang Bedah Islam.

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Adadeh » Thu Nov 03, 2011 12:19 pm

Sekarang jawab pertanyaanku:
1. Mengapa hanya gara² perkara minum madu saja, Nabi yang katanya 'manusia paling sempurna' sampai² mau menceraikan semua istri²nya?
Salah apa tuh Saodah, Safiya, Juwariya, dll sehingga harus dicere juga?

2. Apa sih definisi MANUSIA PALING SEMPURNA yang kau sebut² itu? Yang suka ngesex sama anak kecilkah?
Ini semua berkaitan dengan ajaran moral Islam. Muslim selalu menghindar jika ditanya tentang hal ini.

3. Mengapa kau bisa menerima Sahih Bukhari tentang pedofilia, tapi tak bisa menerima keterangan Bukhari tentang Q 66:4 dan keterangannya akan Maria, Hafsa, dan Aisyah? Kau tuduh aku melakukan cocokmology, silakan tunjukkan di hadis tersebut bagian mana yang tak cocok, di mana salahnya.

Kau dengan mudahnya mengenyampingkan segala bukti dari Bukhari, Tabari, Ibn Kathir, Ibn Sa'd, Jalalani, Baihaqi, dll yang kuajukan. Perlu kau ketahui bahwa MUI telah mengakui kebenaran tafsir Tabari yang kuajukan tersebut. Keterangan di bawah ini terdapat di halaman pertama seluruh koleksi hadis Tabari.

Image
Pustaka nasional tuh. Gw tau keterangan MUI seperti ini tak ada artinya bagi lo, tapi jelas sangat berarti bagi pembaca umum FFI. Biarlah mereka semua mengetahui bahwa bukti yang gw ajukan autentik, diakui dunia Islam, MUI dan bisa diperiksa semua orang.
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Aisha » Fri Nov 04, 2011 8:17 am

Adadeh wrote:Hadis itu disampaikan muhadith terkenal Daraqutni yang terpercaya dan dihormati umat Muslim, jadi tentunya paling sedikit hadisnya hasan.


Apakah itu pendapat anda...atau mmg ada muhadist yg menghasankannya ? Kl mmg itu pendapat anda, atas dasar apa anda menghasankannya? Kl saya bawa hadist shahih dan anda membawa hadist hasan...menurut anda hujjah mana yg lebih didahulukan?

Terkenal dan terpercaya tidak membuat semua hadistnya bs diterima. Para ulama hadist punya metodelogi tersendiri dlm mengklasifikasi hadist...dan itu semua tidak diklasifikasikan atas dasar menerka. Meskipun saya bukan ahli dalam hal ini, tp saya mencoba mencari tau tentang para perawi yg anda sebutkan. Dalam buku Silsilah Dadist Dhaif Dan Maudhu karya Syaikh Al Bani....saya menemukan nama Daud Bin Abi Hind sbg perawi yg dabith karena dia seringkali tidak menjaga hafalannya dan Ibnu Hibban mengatakan bahwa dia banyak ngawur dlm meriwayatkan hafalannya. Mgkn sebab itulah saya merasa matan hadist anda begitu janggal. Wallahualam.


2.Dari sumber mana yg menerangkan bahwa Mariyah Al Qibtiyah adalah budak Hafsah ?


Ayesha Ahmad menulis sebagai budak Hafsah, tapi sebenarnya Maria adalah jariyah Muhammad (menurut Ibn Kathir), atau budak wanita Muhammad (menurut Baihaqi, an Nasa'i).


Berarti ini satu bukti bahwa anda dan Ayesha telah mendramatisasi hadist. Menambahi, mengurangi, dan mengubah-ubah adalah bagian dari dusta. Jika benar Mariyah bukan budak Hafsah...tentu sbg budak, dia tidak sedang bercengkrama dgn para istri tuannya. Sedangkan tidak mungkin juga dia mengurus urusan rumah tangga sbgmn PRT apalagi setelah dia melahirkan Ibrahim yg karena itu telah mengubah statusnya. Bagaimana sikap anda menghadapi kejanggalan ini untuk menghubungkan keberadaan Mariyah dikamar Hafsah ?

Dari sebuah sumber menyebutkan bahwa Mariyah Al Qibthiyah sejak datangnya sudah diperlakukan sebagaimana ummul mukminin


Sumber yang kau pakai itu ngaco sekali, dan gw lebih percaya Ibn Kathir yang mengatakan Mariya adalah jariyah Muhammad. Melakukan poligami masal terhadap lusinan wanita bukanlah perbuatan terhormat, apalagi meletakkan kedudukan wanita sebagai jariyah (concubine atau wanita piaraan atau budak sex). Muhammad memperlakukan semua wanita di sekelilingnya bagaikan binatang ternak saja. Ini dikatakannya di khotbah terakhirnya sebelum mokat.


Apa anda punya sumber yg membuktikan saya ngaco ? Saya memberi anda sumber meskipun ngaco bagi anda...tp anda mengatakan saya ngaco dgn membabi buta.

Perlakukan wanita dengan baik karena mereka seperti binatang² piaraan dan mereka tidak memiliki apapun. Allah telah menghalalkan untuk menikmati tubuh2 mereka dalam Qur’an-Nya. (Tabari (IX:113)


Uppss...no comment.

Boleh saya tau, apakah yg sedang dilakukan Mariyah di kamar Hafsah ?


Tidak ada penjelasan apapun dari berbagai hadis dan Sira akan hal ini. Yang dijelaskan Ibn Sa'd, Baihaqi dll, Muhammad memanggil Mariya datang ke tempat Hafsa saat Hafsa tak berada di rumahnya.


Bukannya anda bilang bahwa Hafsah dan Mariyah berada dialam kamar bersamaan saat Rasulullah masuk? Bagaimana ini Mas Adadeh ?

apalagi berdasarkan hadist diatasnya No.34511 kejadian itu terjadi setelah Mariyah melahirkan Ibrahim (Ummu Ibrahim).


Weleh, gak ada keterangan kronologi seperti itu di 34511. Dapat kesimpulan dari mana situ?


Mas Adadeh...anda pernah mendengar sebutan Ummu Salamah ? Itu sebutan bagi salah seorang Ummul Mukminin karena dia TELAH melahirkan seorang anak bernama Salamah. Jika hadist anda menyebut Mariyah dengan Ummu Ibrahim didalam kurung...menurut anda, setelah atau sebelum melahirkan Ibrahim? Apa anda sendiri tidak faham dgn hadist yg anda bawakan?

3.Bila istilah ilaa' digunakan untuk seorang istri, apakah perlu mengilaa’ seorang budak tanpa ikatan pernikahan?


Justru sangat jelas di sini Muhammad melakukan kesalahan pengucapan. Dia kan memang seringkali ngawur. Keseluruhan At Tahrim itu membahas kesalahan Muhammad, bukan?


Yang ngawur itu sumber anda Mas.
User avatar
Aisha
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 118
Joined: Tue Aug 03, 2010 10:26 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Aisha » Fri Nov 04, 2011 10:41 am

Adadeh wrote:Sekarang jawab pertanyaanku:
1. Mengapa hanya gara² perkara minum madu saja, Nabi yang katanya 'manusia paling sempurna' sampai² mau menceraikan semua istri²nya?
Salah apa tuh Saodah, Safiya, Juwariya, dll sehingga harus dicere juga?


Saya mengatakan bahwa peristiwa maghafir itu sbg asbabun nuzul At Tahrim 1 s/d 4, saya tidak bilang bahwa itu adalah asabun nuzul At Tahrim 1 s/d 5. Saya baru sampai pada kronologi I dan saya kira anda sdh tidak ingin menyanggahnya meskipun anda lebih percaya pada versi anda.

2. Apa sih definisi MANUSIA PALING SEMPURNA yang kau sebut² itu? Yang suka ngesex sama anak kecilkah?
Ini semua berkaitan dengan ajaran moral Islam. Muslim selalu menghindar jika ditanya tentang hal ini.


Saya bilang paling mulia bukan paling sempurna.

3. Mengapa kau bisa menerima Sahih Bukhari tentang pedofilia, tapi tak bisa menerima keterangan Bukhari tentang Q 66:4 dan keterangannya akan Maria, Hafsa, dan Aisyah? Kau tuduh aku melakukan cocokmology, silakan tunjukkan di hadis tersebut bagian mana yang tak cocok, di mana salahnya.


Anda tidak menunjukan pada saya versi bahasa Arabnya untuk melihat apakah didalam kurung itu mmg benar ada. Mslh cocokmology, bagaimana anda bisa menghubungkan hadist ttg kemampuan rasulullah menggilir 11 istrinya dlm 1 malam untuk mendukung hadist yg anda sendiri tidak tau derajatnya dan belum jelas kebenarannya...apa anda mau membuuat tuduhan baru bahwa dia itu hipersex? Lalu, ttg turunnya ayat hijab...seolah-olah Umar mengulur waktu agar Hafsah tidak buru-buru pulang. Apa hubungannya ?

Kau dengan mudahnya mengenyampingkan segala bukti dari Bukhari, Tabari, Ibn Kathir, Ibn Sa'd, Jalalani, Baihaqi, dll yang kuajukan. Perlu kau ketahui bahwa MUI telah mengakui kebenaran tafsir Tabari yang kuajukan tersebut. Keterangan di bawah ini terdapat di halaman pertama seluruh koleksi hadis Tabari. Image


Kl MUI mengakui kebenaran Thabari, apa hukum generalisasi berlaku ? Tidak apa-apa, saya katakan saya hormati keyakinan anda....saya disini membuka diskusi dgn anda untuk melihat sejauh mana anda sadar dgn apa yg anda lakukan.

Pustaka nasional tuh. Gw tau keterangan MUI seperti ini tak ada artinya bagi lo, tapi jelas sangat berarti bagi pembaca umum FFI. Biarlah mereka semua mengetahui bahwa bukti yang gw ajukan autentik, diakui dunia Islam, MUI dan bisa diperiksa semua orang.


Saya jadi heran, kenapa anda mati-matian membenarkan hadist ini....padahal ada hadst lain yg tidak perlu dipertanyakan lagi benar tidaknya. Jgn memilih-milh hadist bung, krn pas giliran yg tidak anda sukai...anda akan dgn mati-matian juga menyanggahnya. Itu namanya doubel standard.
User avatar
Aisha
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 118
Joined: Tue Aug 03, 2010 10:26 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Adadeh » Fri Nov 04, 2011 2:28 pm

Adadeh wrote:Hadis itu disampaikan muhadith terkenal Daraqutni yang terpercaya dan dihormati umat Muslim, jadi tentunya paling sedikit hadisnya hasan.

Aisha wrote:Apakah itu pendapat anda...atau mmg ada muhadist yg menghasankannya ?

Itu pendapatku berdasarkan isi keterangan hadis.

Kl saya bawa hadist shahih dan anda membawa hadist hasan...menurut anda hujjah mana yg lebih didahulukan?

Tentunya yang sahih dunk. Tapi tak ada hadis sahih yang menyangkal keterangan Maria ngesex dengan Muhammad, yang ada hanyalah menerangkan alternatif lain yakni minum madu jadi gara² ancaman cerai terhadap seluruh istri. Bahkan banyak hadis sahih yang telah kusebut yang mendukung keterangan adegan ranjang Maria dan Mamad SAW.

Kau sendiri gimana? Tak ada hadis sahih apapun yang mengatakan Muhammad itu keturunan Ishmael. Satu² keterangan silsilah keturunan Muhammad dari Ishmael hanyalah karanga bebas oleh Ibn Ishaq di Siratnya. Meskipun demikian, hal absurd ini tak menghentikan kau untuk percaya 100%. Mana tuh janjimu menunjukkan bukti silsilah keturunan Muhammad dari Ishmael?

Terkenal dan terpercaya tidak membuat semua hadistnya bs diterima.

Kalo gak suka satu hadis itu, pake aja keterangan hadis dari Ibn Kathir, penafsir Qur'an favoritmu, yang gw cantumin di atas. Kan banyak tuh pilihannya. Karena banyaknya keterangan adegan ranjang di berbagai literatur klasik Islam, maka aku sekarang tanya padamu:

APAKAH SALAH JIKA MUSLIM PERCAYA PADA KETERANGAN ADEGAN RANJANG MARIA DAN MUHAMMAD?

Berarti ini satu bukti bahwa anda dan Ayesha telah mendramatisasi hadist. Menambahi, mengurangi, dan mengubah-ubah adalah bagian dari dusta.

Yang kami buat adalah satir untuk menyampaikan MORAL Muhammad sebenarnya. Satir memang menekankan dramatisasi untuk menyindir, tapi garis besar tetap berdasarkan keterangan asli.

Jika benar Mariyah bukan budak Hafsah...tentu sbg budak, dia tidak sedang bercengkrama dgn para istri tuannya.

Hahaha... kau ini bagaimana sih? Memangnya siapa yang berani melarang Muhammad ngesex dengan wanita manapun di Medinah? Suami orang saja dia bunuh lalu rampas dan perkosa istrinya di hari yang sama kok. Contohnya Safiya di Khaybar tuh. Apa susahnya bagi dia untuk ngesex dengan budak siapapun? Jika ada yang tak suka, Muhammad tinggal keluarkan ayat² Qur'an, langsung beres. Contohnya Muhammad ngesex lagi sama jariyah Maria itu, setelah membatalkan sumpahnya pada Hafsa di Q 66:1.

Mau batalkan sumpah sama istri, tinggal keluarin ayat.
Mau ngerampas istri anak angkat sendiri, tinggal keluarin ayat.
Mau ngusir tamu dari rumah yang terlalu lama ngobrol melulu, tinggal keluarin ayat.
Mau tambah istri lagi, lagi, lagi, dan lagi, tinggal keluarin ayat.
Mau ngesex sama jariyah tanpa batasan jumlah, tinggal keluarin ayat.
Mau ngesex sama anak kecil, tinggal keluarin ayat dari balik celana dalamnya.
Gampang kan? Enaknya jadi nabi cabul.

Sedangkan tidak mungkin juga dia mengurus urusan rumah tangga sbgmn PRT apalagi setelah dia melahirkan Ibrahim yg karena itu telah mengubah statusnya. Bagaimana sikap anda menghadapi kejanggalan ini untuk menghubungkan keberadaan Mariyah dikamar Hafsah ?

Mana ada keterangan Mariyah sudah melahirkan Ibrahim saat itu? Semua kumpulan hadis itu baru mulai disusun sekitar abad ke 8 M, sedangkan Muhammad, sahabatnya dan para istrinya wafat di sekitar abad ke 7 M. Penyampai hadis sudah tahu bahwa Maria itu adalah ibu Ibrahim karena hal ini sudah terjadi di jaman dulu. Penyebutan Ummu Ibrahim hanya sekedar menerangkan bahwa dialah ibu Ibrahim dan bukannya Maria sudah punya anak saat Q 66:1. Harap diingat bahwa hadis itu dikumpulkan oleh Tabari, penulis sejarah Islam terkemuka. Dia tahu sekali kronologi sejarah Islam.

aishah wrote:Dari sebuah sumber menyebutkan bahwa Mariyah Al Qibthiyah sejak datangnya sudah diperlakukan sebagaimana ummul mukminin

Adadeh wrote:Sumber yang kau pakai itu ngaco sekali, dan gw lebih percaya Ibn Kathir yang mengatakan Mariya adalah jariyah Muhammad. Melakukan poligami masal terhadap lusinan wanita bukanlah perbuatan terhormat, apalagi meletakkan kedudukan wanita sebagai jariyah (concubine atau wanita piaraan atau budak sex). Muhammad memperlakukan semua wanita di sekelilingnya bagaikan binatang ternak saja. Ini dikatakannya di khotbah terakhirnya sebelum mokat.

Apa anda punya sumber yg membuktikan saya ngaco ? Saya memberi anda sumber meskipun ngaco bagi anda...tp anda mengatakan saya ngaco dgn membabi buta.

Tentu ngaco jika sumbermu, si Abdullah Hajjaj, ingin meyakinkanmu bahwa Maria itu adalah salah satu dari Ummu Mukminin (ibu² para umat Muslim, alias istri² Nabi). Dalam hukum Islam, majikan (dalam hal ini Muhammad) berhak ngesex dengan budaknya tanpa ikatan pernikahan.
Status Mariya setelah melahirkan Ibrahim adalah Ummu Walad (= budak wanita yang melahirkan anak tuannya, dan dia berhak merdeka setelah Muhammad mati). Walaupun telah melahirkan putra majikannya, tarafnya tidak berganti menjadi istri tuannya. Karena itulah Maria tidak pernah dikenal bergelar Ummu Mukminin, karena memang dia bukan istri Nabi. Apakah kau pernah menemukan hadis sahih yang mengatakan Maria sebagai istri Nabi? Tak ada tuh.

“Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin daripada diri mereka sendiri, dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka (ummahat mukminin).” (al-Ahzab: 6)
Apakah kau pernah membaca di hadis atau tafsir klasik Qur'an atau Sira bahwa Maria termasuk ummu mukminin di ayat di atas?

Bukannya anda bilang bahwa Hafsah dan Mariyah berada dialam kamar bersamaan saat Rasulullah masuk? Bagaimana ini Mas Adadeh ?

Tujuan membuat komik satir ini adalah untuk menunjukkan kebejadan MORAL Muhammad. Bukanlah masalah penting apakah Mariya sedang ada di rumah Hafsa atau tidak, dan ini dibuktikan dari keterangan berbagai hadis dan tafsir yang memulai kisah dari adegan persenggamaan Maria dan Muhammad. Contohnya hadis dari Imam at Thabrani di Suyuti.

Kau sengaja mengalihkan perhatian ke berbagai hal yang tak penting agar perdebatan tak menjurus ke urusan utama yakni MORAL Nabi. Muslim memang kelabakan jika sudah masuk ke urusan Moral Nabinya. Kau sengaja cari² kesalahan kecil ini dan itu, untuk menghindari pesan utama kisahnya. Tak peduli Maria ada di mana saat itu, ujung² tetap saja Muhammad ngesex dengan Maria di ranjang Hafsa.

Mas Adadeh...anda pernah mendengar sebutan Ummu Salamah ? Itu sebutan bagi salah seorang Ummul Mukminin karena dia TELAH melahirkan seorang anak bernama Salamah. Jika hadist anda menyebut Mariyah dengan Ummu Ibrahim didalam kurung...menurut anda, setelah atau sebelum melahirkan Ibrahim? Apa anda sendiri tidak faham dgn hadist yg anda bawakan?

Ini sudah kuterangkan di atas.

Yang ngawur itu sumber anda Mas.

Whateverlaaah... EGP... yang jelas MUI mendukung sumberku. AlTafsir.com juga. Itu lebih penting bagiku. Jika gw pake sumber Abdullah Hajjaj untuk debat di sini, mana ada Muslim yang murtad?

Satu lagi nih untuk bahan pemikiran pembaca:
Muslim selalu membual bahwa Islam menghapuskan perbudakan. Jika benar begitu, kenapa Muhammad tak pernah memerdekakan Maria Qibtia? Jika status Maria adalah budak, maka apakah status Ibrahim?
Kenapa budak yang lalu mualaf tidak otomatis dimerdekakan? Ternyata Muhammad mengajarkan bahwa Muslim boleh tuh memperbudak sesama Muslim.
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Adadeh » Fri Nov 04, 2011 3:09 pm

Aisha wrote:Saya mengatakan bahwa peristiwa maghafir itu sbg asbabun nuzul At Tahrim 1 s/d 4, saya tidak bilang bahwa itu adalah asabun nuzul At Tahrim 1 s/d 5. Saya baru sampai pada kronologi I dan saya kira anda sdh tidak ingin menyanggahnya meskipun anda lebih percaya pada versi anda.

Aku melihat kedua alternatif ini, dan keduanya serupa parahnya, cuman yang adegan ranjang Maria lebih masuk akal kebenarannya mengingat sejarah moral Muhammad yang konsisten bejadnya. Apa dunk asbabun nuzul Tahrim 1-5 jika tidak sama dengan 1-4 ?

Saya bilang paling mulia bukan paling sempurna.

Kalo gitu: APA SIH DEFINISI MANUSIA PALING MULIA?

Mslh cocokmology, bagaimana anda bisa menghubungkan hadist ttg kemampuan rasulullah menggilir 11 istrinya dlm 1 malam untuk mendukung hadist yg anda sendiri tidak tau derajatnya dan belum jelas kebenarannya...

Di bagian komik mana Anda membaca hal itu? Yang tercantum adalah hadis Bukhari.
Hadis Sahih Bukhari Volume 1, Book 5, Number 268:
Dikisahkan oleh Qatada:
Sang Nabi diberi kekuatan seksual setara dengan 30 pria

Kalo Muhammad gak hypersex, kenapa dia sampai kawin dua kali setahun selama 10 tahun di Medina? Nabi kan suka tuh dengan aroma darah datang bulan di antara kedua kaki Aisyah. Jika ini bukan kelainan sex, lalu apa dunk?

Lalu, ttg turunnya ayat hijab...seolah-olah Umar mengulur waktu agar Hafsah tidak buru-buru pulang. Apa hubungannya ?

Tidak ada hubungannya, dan ini hanya sekedar keterangan tambahan dari Ayesha tentang sejarah turunnya ayat hijab. Ayesha memasukkannya di situ untuk menekankan ironisnya aturan hijab karena bermula dari kejadian Saodah buang hajat di Al Namasi.

Kl MUI mengakui kebenaran Thabari, apa hukum generalisasi berlaku ?

Maksudmu MUI mengakui Tabari meskipun sudah tahu keterangan Tabari banyak salahnya? Apa masuk akal itu? Ini kembali ke pertanyaanku tadi:
APAKAH SALAH JIKA MUSLIM PERCAYA AKAN KETERANGAN TABARI TENTANG ADEGAN RANJANG MARIA?
Banyak Muslim yang percaya, dan Anda tak protes. Tapi begitu kafir percaya akan hal ini, Anda tampaknya sangat tak suka. Kenapa ya?

Saya jadi heran, kenapa anda mati-matian membenarkan hadist ini....padahal ada hadst lain yg tidak perlu dipertanyakan lagi benar tidaknya. Jgn memilih-milh hadist bung, krn pas giliran yg tidak anda sukai...anda akan dgn mati-matian juga menyanggahnya. Itu namanya doubel standard.

Hadis "adegan ranjang Maria" itu tidak pernah dipertanyakan Muslim sebelum abad ke-20 M. Muslim baru repot "bersih²" menghapus dan mengganti keterangan literatur Islam yang memalukan setelah kafir abad 20 secara luas tahu akan hal ini karena buku² Islam itu diterjemahkan ke bahasa asing. Sikap malu itulah yang membuat Muslim jaman sekarang giat menyangkal keterangan kuno di literatur klasik Islam. Jika sejak dulu Muslim sudah malu, maka keterangan Maria itu tentunya sudah lama hilang ratusan tahun yang lalu.

Mengapa sampai sekarang hadis² yang memalukan itu masih ada? Sebab banyak Muslim (bukan Muslimah lho) yang tidak merasa malu dengan semua perbuatan rendah Muhammad tersebut dan malah mendukung dan meniru perbuatannya. Di sini juga banyak tuh contohnya: Pembawa Pedang, Jihad Zone, Crescent Star alias Montir, dll.

Kenapa aku lebih percaya dengan hadis "adegan ranjang Maria" daripada hadis "masalah madu"? Karena:
(1) Allah tentunya tak akan pernah menurunkan ayat jika tidak penting/genting bagi Muhammad.
Genting mana masalahnya: (i) nenggak madu; atau (ii) kepergok ngesex dengan jariyah di ranjang istri? Silakan nilai sendiri dengan jujur.
(2) Masakan urusan madu saja sampai² membuat Muhammad mengancam cerai seluruh istrinya dan mengancam mereka semua masuk neraka (Q 66:10,11)?
(3) Kasus "adegan ranjang Maria" itu konsisten dengan karakter Muhammad yang misogyny alias pembenci wanita, selain pedofil pula. Semua perbuatannya pasti berujung dengan penderitaan kaum wanita dan anak².

Jgn memilih-milh hadist bung, krn pas giliran yg tidak anda sukai...anda akan dgn mati-matian juga menyanggahnya. Itu namanya double standard.

Itulah yang menyebabkan dirimu jadi pendukung pedofilia. Asalkan dirasakan sahih, terima aja, gak peduli nurani dan akal sehat lagi.
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Aisha » Fri Nov 04, 2011 4:08 pm

Sekarang sepertinya anda sudah mulai menjawab seadanya pdhl saya benar-benar mengharapkan counter anda berdasarkan pemahaman anda dalam mengutip sumber-sumber Islam. Saya tunggu jawaban anda yg lebih bermutu. Tidak perlu cepat menjawab, anda saya beri waktu untuk kembali belajar dan PM saya jika anda telah siap. Jgn mempermalukan diri anda lebih jauh.
User avatar
Aisha
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 118
Joined: Tue Aug 03, 2010 10:26 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Adadeh » Sat Nov 05, 2011 4:06 am

Karena merasa malu melanjutkan perdebatan, Aisha kirim PM padaku. Ini isinya:
Aisha wrote:Saya beri anda satu link bagus, semoga bisa membantu :

http://books.google.co.id/books?id=IRse ... su&f=false

Semoga kedepannya saya tak perlu menjelaskan lagi dan memperpanjang perdebatan dgn penjelasan-penjelasan yg tidak penting. Saya tidak berharap menang, tp saya berharap anda bertobat dan menyesali perbuatan anda.

Senang bisa berdiskusi dgn anda.

Terima kasih atas link-nya. Aku sudah mempelajari artikel dari Jurnal Islam tentang "Al Qur'an dan Serangan Orientalis." (Orientalis = kafir Barat yang ahli Islam, mahir baca tulis bahasa Arab)
Image

Artikel yang ditunjukkan Aisha padaku dari Jurnal tersebut berjudul "Al-Qur'an dan Tafsir", oleh Abdul Hayyie Al Kattani. Isinya persis seperti keteranganku semula: Muslim jaman modern merasa perlu mengedit tafsir dan hadis karena kritik dari pihak Orientalis. Mari baca keterangan di halaman 93 dan 94, yang gw garis bawahi merah.

Image
Image
kutipan:
Erich Fromm secara vulgar mengatakan bahwa ajaran² agama, termasuk ajaran Mamad SAW adalah wujud dari keterbelakangan mental.
... Mayoritas Orientalis tak hanya terus-menerus menyerang Islam selama hampir dua abad terakhir, tapi mereka juga terus berusaha mendiktekan kaum Muslimin tentang bagaimana memahami agama dan Al Qur'an mereka.


Jika tak ada kritik tajam dari pihak kafir barat terhadap Islam, Muslim tentunya tidak akan risih dan tak merasa perlu melakukan "bersih²," main edit sana-sini. Al Kattani menegaskan perlunya melakukan usaha pembersihan literatur Islam di halaman 99 dan 100:
Image

Tafsir apa sih yang bagus dan layak dipercaya, menurut Al Kattani? Lihat hal. 98 berikut:
Image

Perhatikan bagian: c. Tafsir Al-Qur'an dengan riwayat sahih dari Sahabat.
Hadis² yang kuajukan dari Tabari, Suyuti, Ibn Kathir, dll hampir semuanya berasal dari Ibn Abbas dan Umar. Ibn Abbas itu juru tulis utama dan saudara Muhammad, Umar itu sahabat dan menantu Muhammad, babehnya si Hafsa. Lalu di catatan kaki nomer 43 tertulis sumber keterangan dari al-Hakim dalam bukunya al-Mustadrak. Al-Hakim ini ahli penurut hadis, dan dia berusaha menentukan hadis² Bukhari dan Muslim mana yang benar² sahih. Al-Hakim di Mustadrak justru menegaskan hadis Bukhari mengisahkan tentang Maria dan hadis tersebut sahih. Gw gak punya bukunya, tapi yang punya silakan periksa sendiri.

Al Kattani lalu menjelaskan terjadinya riwayat² palsu dalam kitab tafsir dan diakhir dengan perlunya bersih² di kalimat akhir hal. 99 dan kalimat awal hal. 100. Usaha ini tak lain adalah usaha "pemutihan" literatur Islam agar pihak kafir tidak punya bahan apapun lagi untuk mengritik Muhammad.

Image
Image

Al Kattani berkata di atas bahwa kita boleh pakai tafsir Tabari, Bahru al-Ulum, Baghawi, Ibnu' Atiyah, Ibnu Kathir, Suyuti, dengan catatan "kita harus membersihkannya dari riwayat² lemah dan palsu." Ini orang memang edan. Dia itu hidup di jaman apa sehingga punya kemampuan mengedit literatur klasik. Yang mewawancarai para rantai pencerita itu di jaman dulu itu kan yang menyusun tafsir² dan hadis² kuno. Mereka itulah yang bertemu langsung dengan para penyampai cerita, sekitar lebih dari 1000 tahun yang lalu. Kok bisanya Muslim jaman sekarang menentukan mana yang asli dan yang palsu padahal udah gak mampu lagi ketemu dengan para penyampai kisah.

Di halaman 100 di atas, Al Kattani tidak lupa mengutip dari penafsir Qur'an paling wahid, Ibnu Kathir (yang digarisi merah):
Para ulama, seperti Ibnu Taimiyah, Ibnu Kathir, Al-Alusi dan lainnya mengatakan bahwa tafsir yang hanya mengandalkan rasio semata adalah haram hukumnya.

Nah, lho. Kita semua sudah tahu apa yang dikatakan Ibnu Kathir tentang Q 66:1. Lihat lagi di sini:
http://img714.imageshack.us/img714/3055/mariaqibtia.jpg
Apakah tafsir Ibn Kathir di atas hanya mengandalkan rasion semata, tanpa fakta apapun? Jika memang tak ada faktanya, mengapa semua tafsir klasik dan banyak hadis sahih memuat kisah ini?

Kemudian di paragraf akhir di hal. 100 terdapat nama² kitab tafsir yang harus dihindari, karena tanpa "bekal keilmuan yang cukup." Tapi gw gak pernah ngambil tafsir dari mereka. Tafsir² yang kupakai adalah tafsir² klasik, termasuk tafsir Ibnu Kathir.
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Adadeh » Sat Nov 05, 2011 6:39 am

Adadeh wrote:Perlakukan wanita dengan baik karena mereka seperti binatang² piaraan dan mereka tidak memiliki apapun. Allah telah menghalalkan untuk menikmati tubuh2 mereka dalam Qur’an-Nya. (Tabari (IX:113)

Aisha wrote:Uppss...no comment.

Aisha tentu mengira aku bohong, karena dia gak punya buku Tabari Ta'rikh al-rusul wa'l-muluk. Ucapan Muhammad di atas adalah bagian dari khotbah akhir Muhammad sebelum mati. Dari seluruh literatur kuno/klasik Islam, hanya Tabari dan Waqidi saja yang memuat keterangan ini:

Image
Image
Image

Perhatikan paragraf kedua, hal. 113:
Sekarang, wahai masyarakat, kalian punya hak atas istri²mu dan mereka punya hak atas diri kalian. Kalian punya hak bahwa para istri tidak boleh mengijinkan orang yang kalian tak sukai untuk menginjak ranjangmu (maksudnya istri tak boleh tidur dengan pria lain - tapi Muslim sih boleh dengan istri² atau budak² lain) dan mereka tak boleh melakukan apapun yang tak layak terang²an. Jika mereka berani melakukan itu maka Allah mengijinkan kalian untuk mengasingkan mereka di kamar terpisah dan untuk memukul mereka, tapi jangan sangat keras. Jika para istri tak melakukan dosa, mereka punya hak untuk diberi makan dan baju sesuai dengan tradisi. Perlakukan wanita dengan baik, karena mereka bagaikan binatang piaraan ('awan) milikmu dan mereka sendiri tak punya apapun. Kalian mengambil mereka sebagai kepercayaan dari Allah, dan kalian halal ngesex dengan mereka melalui Qur'an (firman Allah).

Tentunya Muslim jaman sekarang malu banget mendengar khotbah kampungan bin barbar kayak gini. Makanya mereka pun cepat² main "bersih²" dan edit lagi, persis seperti kasus Skandal di Ranjang Hafsa. Aisha juga pasti sangat tak senang mendengar khotbah yang sangat merendahkan wanita seperti itu. Ah masa sih manusia paling mulia mengatakan hal kayak gitu, pikirnya.

Jika kalian google "Prophet Muhammad Final Sermon" maka yang keluar adalah versi khotbah akhir gadungan karangan orang Pakistan bernama Syed F.H. Faizi di tahun 1991. Disebut keterangan referensinya katanya berasal dari Bukhari, Muslim, dll, tapi hadis²nya gak pernah ditampilin sebab memang gak ada. Faizi mengarang khotbah ini di tahun 1991. Muslim sekarang memuji-muji Muhammad setinggi langit setelah membaca khotbah akhir Muhammad karangan Faizi. Khotbah yang asli dari literatur klasik Tabari gak pernah mereka baca, dan gak pernah disinggung ulama, ustad, imam di mesjid, karena mereka segan sama isinya dan lebih memilih orang melupakannya saja.

Gw udah terjemahkan artikel tentang hal ini di sini (klik):
Khotbah Akhir Nabi Muhammad yang Dipalsukan dan Tipu Daya Islam Progresif

Jika ingin benar² tahu karakter Muhammad, maka yang harus kita lakukan adalah menggali literatur klasik, menilainya secara obyektif, dan bukannya main edit sana-sini, menghapus semua keterangan yang tidak kita sukai. Itu sama saja dengan membohongi diri sendiri.

Aku sudahi perdebatan dengan aisha sampai di sini saja. Terima kasih atas partisipasinya.
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Aisha » Sat Nov 05, 2011 7:18 am

Adadeh wrote:Karena merasa malu melanjutkan perdebatan, Aisha kirim PM padaku. Ini isinya:

Saya beri anda satu link bagus, semoga bisa membantu :

http://books.google.co.id/books?id=IRse ... su&f=false

Semoga kedepannya saya tak perlu menjelaskan lagi dan memperpanjang perdebatan dgn penjelasan-penjelasan yg tidak penting. Saya tidak berharap menang, tp saya berharap anda bertobat dan menyesali perbuatan anda.


Wah Mas Adadeh, saya menyruh anda belajar lagi krn saya tau sedikitpun anda tidak mengerti bagaimana cara mengutip sumber Islam. Kl saya sih mau saja meneruskan ini, tp saya ga mau perdebatan ini jadi ngelantur cm karena anda gak nyambung dgn apa yg saya jelaskan...kedepannya pasti mengulang-ulang, oleh sebab itu saya bantu anda dgn memberi link agar anda belajar. Apa anda tidak merasa bahwa baru page 4 saja anda sudah kuwalahan menjawab saya? Saya cuma kasihan saja sm anda...


Wahh....saya kecewa sekali, padahal baru samapi kronologi I anda sudah menyerah. Tapi okelah...kl Mas Pop mau melanjutkan perjuangan Adadeh, saya persilahkan.
User avatar
Aisha
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 118
Joined: Tue Aug 03, 2010 10:26 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Adadeh » Sat Nov 05, 2011 8:35 am

Lho, gw kira elo udah cabut, taunya balik lagi ke sini. Ayo teruskan lagi kalo gitu.

Wah Mas Adadeh, saya menyruh anda belajar lagi krn saya tau sedikitpun anda tidak mengerti bagaimana cara mengutip sumber Islam.

Kalau Anda begitu hebatnya, tolong tunjukkan pada seluruh kafir di FFI ini bahwa hadis Q 66:1 dari tafsir Ibn Kathir ini salah, berdasarkan sumber Islam yang kau pakai:

Image

Mari tunjukkan kemampuanmu.

kl Mas Pop mau melanjutkan perjuangan Adadeh, saya persilahkan.

Kok milih Pop melulu sih? Sama duren mau gak? :lol:
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Aisha » Mon Nov 07, 2011 7:52 am

GItu dong :yawinkle:
User avatar
Aisha
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 118
Joined: Tue Aug 03, 2010 10:26 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Aisha » Tue Nov 08, 2011 7:54 am

Ok Mas Adadeh, saya anggap anda sudah sedikit lebih banyak mengusai bahan...wlpn sedikit sy harus mementor ttg bottom line yg seharusnya menjadi fokus anda krn fikiran anda sudah kemana-mana.


=======================================

Image

Coba anda lihat.......yg saya garis bawahi dan yg saya kotakkan, itu ttg Waqidi dan At Thabari.

Seperti yg sudah saya katakan sebelumnya, bahwa Al Waqidi telah dianggap pendusta kerena banyaknya meriwayatkan riwayat2 palsu dgn tujuan tertentu. Sedangkan At Thabari, coba perhatikan bottom line dibawah ini :

Image

Dia ternyata tidak sengotot anda yg justru mati-matian menshahihkan riwayatnya dgn berdalih bahwa semua periwayatannya itu diakui dunia. Dia mencantumkan sanad bagi setiap periwayatannya agar orang lain bisa meneliti keshahihannya....yg berarti dia juga tau bahwa tidak semua periwayatannya itu benar.Oleh sebab itu saya ajak anda belajar mengenal dunia dan ilmu Islam, agar "tujuan terpendam" anda itu bisa mempengaruhi semua lapisan sampai ke para ulama, jgn cuma orang2 cilik saja. Supaya anda tau, orang2 lapisan bawah itu jarang bs mengakses internet, jadi kl anda kira tulisan2 anda bisa menghancurkan citra Islam, itu seperti mimpi di siang bolong. Anda mgkn justru jadi bahan tertawaan...krn saya yakin, yg membaca tulisan2 anda itu adalah muslim2 yg pintar.

Saya harap penjelasan saya cukup...dan anda tidak perlu ngotot lagi membela Waqidi dan Thabari. Melihar ruang comment di thread sebelah, saya sgt bersyukur krn cuma satu orang saja yg mesti saya ajari dgn sabar. Sekarang, kita kembali lagi ke fokus diskusi, Skandal Di Ranjang Hafsah...Fakta atau Fiksi ?
User avatar
Aisha
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 118
Joined: Tue Aug 03, 2010 10:26 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Adadeh » Tue Nov 08, 2011 1:36 pm

Aisha wrote:Saya harap penjelasan saya cukup...dan anda tidak perlu ngotot lagi membela Waqidi dan Thabari. Melihar ruang comment di thread sebelah, saya sgt bersyukur krn cuma satu orang saja yg mesti saya ajari dgn sabar.

Kalau Anda begitu hebatnya, tolong tunjukkan pada seluruh kafir di FFI ini bahwa hadis Q 66:1 dari tafsir Ibn Kathir ini salah, berdasarkan sumber Islam yang kau pakai:

Image

Udah berhari-hari nih, masakan satu hadis saja kagak bisa? Katanya mau ngajarin gw, katanya udah jago menggunakan artikel² Islam, tapi MANA HASILNYA? Silakan tunjukkan kemampuanmu, jangan malu²in pihak Muslim atuuh.

Sekarang, kita kembali lagi ke fokus diskusi, Skandal Di Ranjang Hafsah...Fakta atau Fiksi ?

Periksa nih:
Image
Perhatikan kalimat: saat istri² beliau cemburu kepada beliau (sehingga banyak yang membangkang)

Versi inggrisnya:
Al-Bukhari recorded that Anas said, "`Umar said, `The wives of the Prophet were all jealous for his affection, and I said to them,

﴿عَسَى رَبُّهُ إِن طَلَّقَكُنَّ أَن يُبْدِلَهُ أَزْوَجاً خَيْراً مِّنكُنَّ﴾

(Maybe his Lord, if he divorces you, will give him instead of you, wives better than you.) Thereafter, this Ayah was revealed.'''

terjemahan:
Al Bukhari mencatat bahwa Anas berkata, "`Umar berkata, `Istri² Nabi semuanya pada cemburu karena kasih sayangnya, dan aku berkata pada mereka (Mungkin Allahnya, jika dia menceraikan kalian, akan memberikannya istri² yang lebih baik daripada kalian.) Maka itulah ayat ini diturunkan.

Dari hadis Bukhari tersebut, silakan jawab:
Istri² Nabi cemburu sama Nabi Muhammad karena Nabi berkasih sayang pada siapakah sehingga turun Q 66:5?
Pada madu? Pada daun muda? Pada Maria, si madu barukah?
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Aisha » Tue Nov 08, 2011 6:15 pm

Adadeh wrote:Kalau Anda begitu hebatnya, tolong tunjukkan pada seluruh kafir di FFI ini bahwa hadis Q 66:1 dari tafsir Ibn Kathir ini salah, berdasarkan sumber Islam yang kau pakai:

Image

Udah berhari-hari nih, masakan satu hadis saja kagak bisa? Katanya mau ngajarin gw, katanya udah jago menggunakan artikel² Islam, tapi MANA HASILNYA? Silakan tunjukkan kemampuanmu, jangan malu²in pihak Muslim atuuh.


Bisa tolong tunjukan cover Kitab Tafsir Ibnu Katsir yg anda maksudkan dan bisa tolong discan juga halaman mana dari kitab tersebut ? Apa Ibnu Katsir mengatakan bahwa derajat hadistnya shahih ? Atau d cover kitabnya ditulis Shahih Tafsir Ibnu Katsir sehingga sudah diyakini bahwa seluruh isi kitab tersebut telah mengalami preoses "pembersihan" tahqiq dan tahrij dari hadist2 dhaif dan palsu...sehingga only one left, SHAHIH. Saya tidak melihat Ibnu Katsir atau siapapun, yg saya mau hanyalah derajat hadistnya. Apa anda mengerti ?
User avatar
Aisha
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 118
Joined: Tue Aug 03, 2010 10:26 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Aisha » Tue Nov 08, 2011 6:25 pm

Ayo Mas Adadeh, anda kan jago scan dan buat bottom line....pasti permintaan saya tidak sulit kan ? :yawinkle:
User avatar
Aisha
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 118
Joined: Tue Aug 03, 2010 10:26 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Adadeh » Wed Nov 09, 2011 12:28 am

Aisha wrote:Bisa tolong tunjukan cover Kitab Tafsir Ibnu Katsir yg anda maksudkan dan bisa tolong discan juga halaman mana dari kitab tersebut ?

Semua buku tafsir Indonesia Ibn Katsir sudah dipalsukan, karena itulah tak ada lagi keterangan tentang Maria di situ. Tapi tafsir Ibn Katsir versi aslinya (Arab) masih ada, dan juga tafsir Tabari dan Asabanun Nuzul Suyuti bahasa Indonesia masih memuat tafsir Ibnu Katsir Q 66:1 yang asli. Tak perlu meminta-minta tolong sama lawan debat kafir. Keluarkanlah uang sendiri untuk melakukan riset, dan belilah tafsir Ibn Kathir versi asli yang belon diedit.

Saya tidak melihat Ibnu Katsir atau siapapun, yg saya mau hanyalah derajat hadistnya. Apa anda mengerti ?

Sok mangga atuuuh, tunjukkan apa derajat hadisnya, dan apa alasannya. Apa situ masih gak ngerti juga?

Ayo Mas Adadeh, anda kan jago scan dan buat bottom line....pasti permintaan saya tidak sulit kan ?

Dasar Muslimah tak tahu malu: minta tolong scan buku klasik Islam sama kafir, "sedekah, gaaan, sedekaah... "
Berhentilah memalukan dirimu sendiri dan tunjukkan ilmu hadismu. Katanya mau ngajarin gw tentang ilmu hadis, tapi mana nih hasilnya? Ditanya malah balik tanya. Juga tak perlu mencoba menghindari pertanyaanku berikutnya:

Dari hadis Bukhari tersebut, silakan jawab:
Istri² Nabi cemburu sama Nabi Muhammad karena Nabi berkasih sayang pada siapakah sehingga turun Q 66:5?
Pada madu? Pada daun muda? Pada Maria, si madu barukah?

Diam terpaku kebingungan... kelabakan ... minta tolong sama Muslim lain pun tak ada hasilnya, sebab semuanya ternyata pada kebingungan juga.
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Aisha » Wed Nov 09, 2011 2:23 pm

Adadeh wrote:Semua buku tafsir Indonesia Ibn Katsir sudah dipalsukan, karena itulah tak ada lagi keterangan tentang Maria di situ. Tapi tafsir Ibn Katsir versi aslinya (Arab) masih ada, dan juga tafsir Tabari dan Asabanun Nuzul Suyuti bahasa Indonesia masih memuat tafsir Ibnu Katsir Q 66:1 yang asli. Tak perlu meminta-minta tolong sama lawan debat kafir. Keluarkanlah uang sendiri untuk melakukan riset, dan belilah tafsir Ibn Kathir versi asli yang belon diedit.


Tuh kan Mas Adadeh, masih belum ngerti2...pdhl saya sudah kasih link buat belajar, tp yg digaris justru yg gak penting. Saya kurang baik apa coba. Saya takut terlalu panjang lebar menjelaskan pada anda....nanti ditegor Pak Moderator, padahal saya melakukan itu untuk kemajuan diskusi ini. Tp okelah, saya akan dgn sabar melayani anda asalkan moderator tidak menegur saja.

Coba anda tadabburi ayat Quran disini :

49. 6. Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.

Oks...........keyword "PERIKSALAH"

Jika anda dgn serius dan niat yg benar membaca link saya, mgkn anda akan kelihatan lebih pintar dan objektif. Tp mgkn anda akan lebih mengerti jika saya jelaskan dgn gambar :

Image

Pada tahun 41 Hijriah, terjadi perseteruan yg berbau politik antara Syiah, Khawarij, dan Jumhur. Agar mendapatkan simpatisan, mereka mengeluarkan riwayat-riwayat atas nama Rasulullah untuk mengokohkan eksistensinya. Ditambah lagi dgn orang-orang yg berpura-pura masuk Islam, mempelajarinya untuk menghancurkannya dari dalam melalui karya-karya mereka.

Tidak terkecuali Ibnu Katsir, semua mufasir memiliki kemungkinan memasukkan riwayat2 yg lemah dan palsu karena berita yg disampaikan dari perawi satu ke perawi lain sifatnya dari mulut kemulut dan mengandalkan ingatan semata. Terlebih lagi jika berita itu didapat melalui orang2 tidak jelas, bisa jadi berita A dibuat jadi B...apalagi yg ada niat jelek seperti anda. Oleh sebab itu, para ulama dari zaman ke zaman selalu meneliti, mengkaji , dan mengkritik kebenaran2 berita yg telah disampaikan untuk mendapatkan suatu fakta yang paling benar...meskipun kritik itu adalah dari murid kepada gurunya. Terutama para ulama hadist, mereka menetapkan kriteria yg begitu ketat untuk seorang perawi. JIka anda terpaku pada "versi authentic" sebuah Tafsir atau Riwayat....maka itu namanya ketinggalan zaman. Sama seperti jika anda tetap mempercayai teori evolusi Darwin yg memonyetkan anda sedangkan sekarang para ilmuan telah menemukan fakta bahwa dia telah berdusta, tapi anda tetap mau percaya bahwa anda adalah keturunan monyet. Para ulama dari zaman ke zaman tidak pernah berhenti meneliti hadist dan sedikit demi sedikit membuang semua sejarah palsu yg mengatasnamakan nabi, tapi anda masih terpaku dgn "tafsir authentic" dgn mulut menganga. Jadi kata "memalsukan sejarah" itu tidak tepat, yg tepat "menghilangkan pemalsuan sejarah".

Perhatikan gambar berikut :

Image

Yg pertama itu "authentic"...asli dari penulisnya dan hanya diterjemahkan oleh orang lain. Lalu dia berubah judul menjadi Shahih Sunan Ibnu Majah meskipun sudah melalui proses tahrij dan tahqiq oleh ulama lain. Nah Mas, segini saja yg saya tau...apa sudah mengerti ?


Saya tidak melihat Ibnu Katsir atau siapapun, yg saya mau hanyalah derajat hadistnya. Apa anda mengerti ?


Sok mangga atuuuh, tunjukkan apa derajat hadisnya, dan apa alasannya. Apa situ masih gak ngerti juga?


Loh bukannya anda yg mengatakan bahwa hadist yg anda ambil itu hasan atas penilaian anda, harusnya anda jelaskan ke saya...metode apa yg anda ambil dlm menghasankan hadist ?

Dasar Muslimah tak tahu malu: minta tolong scan buku klasik Islam sama kafir, "sedekah, gaaan, sedekaah... "
Berhentilah memalukan dirimu sendiri dan tunjukkan ilmu hadismu. Katanya mau ngajarin gw tentang ilmu hadis, tapi mana nih hasilnya? Ditanya malah balik tanya.


Loh, kog anda ngeles. Harusnya anda buktikan ke saya bahwa anda faham dgn apa yg anda tulis, bukan hanya copas terus mencaci maki. Saya sudah bilang bahwa ada perawi dabith dalam hadist anda dan andapun bilang bahwa statusnya mursal, apa anda tau artinya itu ?

Saya ajak anda berlogika ttg kronologi versi anda, anda justru menuduh saya mencari2 kesalahan anda. Anda berdalih bahwa tidak penting jalan ceritanya, "yg penting rasanya bung". Apa pantas orang intelek melakukan hal serendah ini? Bahkan anda terkesan plin plan sampai-sampai kronologi anda sendiri anda bingung semata-mata demi menjawab saya seperti anda tidak mengerti dgn apa yg anda tulis. Apa anda tidak lagi punya malu ?

Anda ini terlalu menggadaikan logika dan intelektualitas demi kebncian anda.

Juga tak perlu mencoba menghindari pertanyaanku berikutnya:

Dari hadis Bukhari tersebut, silakan jawab:
Istri² Nabi cemburu sama Nabi Muhammad karena Nabi berkasih sayang pada siapakah sehingga turun Q 66:5?
Pada madu? Pada daun muda? Pada Maria, si madu barukah?

Diam terpaku kebingungan... kelabakan ... minta tolong sama Muslim lain pun tak ada hasilnya, sebab semuanya ternyata pada kebingungan juga.


Nah...terus apa hubungannya, dimana keywordnya. Saya bisa mengquote banyak hadist Bukhari Muslim disini dan menghubung2kannya...tp masalahnya, Connect tidak ?


=============
Wallahualam
User avatar
Aisha
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 118
Joined: Tue Aug 03, 2010 10:26 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Aisha » Thu Nov 10, 2011 8:08 am

Susah mau lanjut ke kronologi II ?

Memang saya akui ada 2 versi, tapi tidak mungkin dua-duanya benar. Saya mengutip sumber yg lebih shahih dari anda dan saya bs menjelaskan kronologinya lebih masuk akal, sebaliknya anda mengutip sumber yg derajat hadistnya hanyalah terkaan anda saja dan anda juga plin plan menjelaskan kronologinya. Jadi...bagaimana menrut anda ?
User avatar
Aisha
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 118
Joined: Tue Aug 03, 2010 10:26 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Adadeh » Fri Nov 11, 2011 4:04 am

Tuh kan Mas Adadeh, masih belum ngerti2...pdhl saya sudah kasih link buat belajar, tp yg digaris justru yg gak penting.

Yang kuminta hanya membahas SATU hadis saja sejak dua hari yang lalu, tapi jawabanmu gak karuan, menghindar ke mana² sampai Ibn Majjah segala. Semua teori hadis yang kau ajukan ternyata tong kosong nyaring bunyinya. Begitu gw minta kau mempraktekkan teori hadismu untuk menilai SATU SAJA hadis dari Ibnu Katsir, hasilmu sampai sekarang: NOL KOSONG.

Ada 8 penyampai kisah di hadis Ibnu Kathir berikut:
Image
Rantai penyampai cerita:

8. Sa’id bin Yahya → Atba’ Tabi’it Tabi’in (setelah para tabi’ut tabi’in)
http://ahlulhadist.wordpress.com/2007/0 ... fat-198-h/
Ia menerima hadits dari Yahya bin Sa’id al-Anshary, Ibnu Juraij, Sa;id bin Arubah, ats Tsaury, Ibnu Uyainah, Malik, Syu’bah dan lain lainnya.
Diantara murid murinya adalah Ahmad bin Hambal, Yahya bin Ma’in, Ali bin al-Madainy, Ishaq bin Rahawaih, Ibnu Mandie, Abu Ubaid al-Qasim bin Salam dan lain lainnya.
Para ulama sepakat mengatakan bahwa ia ulama besar di bidang hadits, kuat hapalannya, luas ilmunya serta dikenal dengan orang yang shalih, Hal ini diakui kebanyakan ulama hadits.
Ahmad bin HAmbal berkata,” Belum pernah aku melihat ulama yang sebanding dengan Yahya dalam segala kedudukannya”.

7. Ayah Sa’id bin Yahya → tabi’ut tabi’in
6. Muhammad bin Ishaq → tabi’in
5. Az-Zuhri → Tabi’in → tabi’in
Ibnu Syihab az-Zuhri tinggal di Ailah sebuah desa antara Hijaz dan Syam, reputasinya menyebar sehingga ia menjadi tempat berpaling bagi para ulama Hijaz dan Syam. Selama delapan tahun Ibnu Syihab az-Zuhri ia tinggal bersama Sa’id bin Al-Musayyab di sebua desa bernama Sya’bad di pinggir Syam. Disana pula ia wafat.Az-Zuhri memang selalu berusaha keras untuk meriwayatkan hadits, ada yang berkata bahwa az-Zuhri menghimpun hadits jumlahnya mencapai 1.200 hadits, tetapi yang musnad hanya separuhnya.
Az-Zuhri meriwayatkan hadits bersumber dari Abdullah bin Umar, Abdullah bin Ja’far, Shal bin Sa’ad, Urwah bin az-Zubair, Atha’ bin Abi Rabah. Ia juga mempunyai riwayat riwayat yang mursal dari Ubadah bin as-Shamit, Abu Hurairah, Rafi’ bin Khudaij, dan beberapa lainnya.
Imam bukhari berpendapat bahwa sanad az-Zuhri yang paling shahih adalah az-Zuhri, dari Salim, dari ayahnya. Sedangkan Abu Bakar bin Abi Syaibah menyatakan bahwa sanadnya yang paling shahih adalah az-Zuhri, dari Ali bin Husain, dari bapaknya dari kakeknya (Ali bin Abi Thalib)”.
Ia wafat di Sya’bad pada tahun 123 H, ada yang mengatakan ia wafat tahun 125 H.

4. Ubaidullah bin Abdullah → tabi’in
Nama sebenarnya adalah Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah bin Mas’ud al-Hudzaly, seorang ulama ta’biin yang terkenal, Ubaidullah menerima ilmunya dari beberapa tabi’in yang terkenal dan juga menerima ilmunya dari beberapa orang sahabat seperti Ibnu Umar, Ibnu Abbas, Abu Hurairah, Abu Sa’id al-Khudlry, Abu Waqid al-Laitsy, Zaid ibn Khalid, an Nu’man bin Basyir, Aisyah, Fatimah binti Qais, dan lainnya.
Hadist hadistnya diriwayatkan dari Irak bin Malik, az-Zuhry, Abu Zinad, Shalih bin Kaisan dan lain lain.
Para ulama sepakat ia orang yang tsiqah, kuat hapalannya hingga Ibnu Abbas menghormatinya sebagai orang yang tinggi ilmunya dalam bidang hadist dan fiqh.

3. Ibnu Abbas → Al-Abadillah (Sahabat, sepupu, dan juru tulis Nabi)
Abdullah bin Abbas adalah sahabat kelima yang banyak meriwayatkan hadist sesudah Sayyidah Aisyah, ia meriwayatkan 1.660 hadits. Dia adalah putera Abbas bin Abdul Mutthalib bin Hasyim, paman Rasulullah dan ibunya adalah Ummul Fadl Lababah binti harits saudari ummul mukminin Maimunah.

2. Umar bin Khathab → Khalifah ar-Rasyidin (= Salah satu dari empat Kalifah Teladan, Umar adalah Kalifah kedua setelah Abu Bakr)
http://ahlulhadist.wordpress.com/2007/0 ... khaththab/
Umar turut serta dalam peperangan yang dilakukan bersama Rasulullah, dan tetap bertahan dalam perang Uhud bersama Rasulullah sebagaimana dijelaskan oleh Imam Suyuthi dalam “Tarikh al-Khulafa’ar Rasyidin”.
Rasulullah memberikan gelar al-Faruq kepadanya, sebagaimana ini diriwayatkan oleh Ibnu Sa’ad dari Dzakwan, seraya dia berkata,” Aku telah bertanya kepada Aisyah, “ Siapakah yang memanggil Umar dengan nama al-Faruq?”, maka Aisyah menjawab “Rasulullah”.
Hadist Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:” Sungguh telah ada dari umat-umat sebelum kamu para pembaharu, dan jika ada pembaharu dari umatku niscaya ‘Umarlah orangnya”. Hadist ini dishahihkan oleh Imam Hakim. Demikian juga Imam Tirmidzi telah meriwayatkan dari Uqbah bin Amir bahwa Nabi bersabda,” Seandainya ada seorang Nabi setelahku, tentulah Umar bin al-Khaththab orangnya.”

1. Muhammad/Allah SWT

Perawi hadis Ibnu Katsir di atas ternyata adalah para penyampai hadis yang terpandang. Hadis itu bersumber langsung dari Muhammad, lalu dari Umar (merupakah Sahabat Nabi tingkat tertinggi), lalu Ibn Abbas.

Jenis hadis yang bisa diterima kebenarannya disebut sebagai Hadis Maqbul (diterima), dan yang tidak diterima disebut sebagai Hadis Mardud (ditolak). Karena isi hadis sesuai dengan ayat Qur’an dan perawinya terpandang, maka tentunya hadis di atas (no. 34526) termasuk Hadis Maqbul.

Berdasarkan muntaha sanad (siapakah rantai penyampai kisah), maka terdapat empat jenis hadis:
1. Qudsi (suci, bersumber langsung dari Muhammad, bersangkutan dengan turunnya ayat Qur’an)
2. Marfu (bersangkutan secara langsung/tak langsung pada ucapan dan tindakan Nabi, disampaikan oleh sahabat Nabi)
3. Mauquf (bersumber dari sahabat Nabi)
4. Maqtu’ (bersumber dari tabi’in atau generasi Muslim SETELAH jaman para sahabat Nabi)

Hadis no. 34526 di atas bersangkutan langsung dengan turunnya ayat Qur’an 66:1 dari Allah/Muhammad. Berdasarkan sanadnya, hadis seperti ini merupakan hadis tertinggi, yakni hadis Qudsi.

Berdasarkan isi atau pesannya, suatu hadis dikelompokkan dalam empat jenis utama:
1. Sahih (sempurna)
2. Hasan (bagus)
3. Da’if (lemah)
4. Mawdu (palsu)

Hadis sahih adalah hadis yang (i) beraturan (bisa dirunut dari mana sumbernya), (ii) isinya tak bertentangan dengan Qur’an, dan (iii) para penyampai kisah bisa dipercaya. Hadis sahih yang memenuhi ketiga kategori ini disebut sebagai sahih mutlaq atau sahih li zatihi. Hadis no. 34526 di atas jelas sangat beraturan, karena bisa dilihat sumbernya berasal dari Muhammad, lalu Umar, lalu Ibn Abbas, dll, sampai ke Said bin Yahya. Mereka semua dipercaya di dunia Islam, dan hadis² lain dari mereka seringkali dikutip Bukhari, Muslim, dll. Isi hadis 34526 itu juga tak bertentangan sama sekali dengan isi Qur’an. Semua Muslim melek Islam tahu betul bahwa Muhammad memang halal ngesex dengan siapapun di ranjang mana pun di Medina (kalo di Jakarta sih tentunya dia udah dirajam mampus). Muslim di Medina tak akan ada yang menegurnya. Dengan begitu, hadis no. 34526 sudah jelas merupakan hadis qudsi maqbul yang sahih.

Bukhari juga jelas² mendukung hadis no. 34526 dari Ibnu Katsir di atas dengan hadisnya sendiri di bawah ini:
http://Lidwa.com/app/?k=bukhari&n=387
Image

Hanya ada 1 kasus di seluruh riwayat Nabi di mana SEMUA ISTRI² CEMBURU sampai nekad membangkang/berontak sama Muhammad. Dan ini semua bersangkutan dengan kasus Muhammad ngesex dengan Maria di Q 66:1, sehingga Muhammad mengancam semua istrinya yang cemburu dengan cerai (Q 66:5) dan bakar di api neraka (Q 66:10). Keterangan yang sama dipertegas oleh tafsir Ibn Kathir Sura At Tahrim (66) yang sekali lagi mengutip keterangan hadis Bukhari di sini:

http://abdurrahman.org/qurantafseer/ibn ... 54321.html
Quran: Tafsir Ibn Kathir: Surah No. 66:5

Al-Bukhari recorded that Anas said, "`Umar said, `The wives of the Prophet were ALL JEALOUS for his affection, and I said to them,
﴿عَسَى رَبُّهُ إِن طَلَّقَكُنَّ أَن يُبْدِلَهُ أَزْوَجاً خَيْراً مِّنكُنَّ﴾

(Maybe his Lord, if he divorces you, will give him instead of you, wives better than you.) Thereafter, this Ayah was revealed.'''
terjemahan:
Al Bukhari mencatat bahwa Anas berkata, "`Umar berkata, `Istri² Nabi SEMUAnya pada CEMBURU karena kasih sayangnya, dan aku berkata pada mereka (Mungkin Allahnya, jika dia menceraikan kalian, akan memberikannya istri² yang lebih baik daripada kalian.) Maka itulah ayat ini diturunkan.

Kasus “adegan ranjang Mamad & Maria di ranjang Hafsa” di Q 66:1 itulah yang membuat SEMUA istri Nabi CEMBURU dan berontak padanya. Poligami adalah sumber utama kesengsaraan keluarga Nabi. Kasus madu sih tak akan membuat mereka semarah itu pada Nabi gede nafsu Mamad SAW.

Hal ini lebih diperkuat lagi dari berbagai sumber Islam yang menceritakan istri² Nabi, terutama si Aisyah, sangat cemburu pada Maria Qibtiyya yang sangat cantik dan berambut ikal. Lihat nih keterangan dari artikel republika dari Sira Nabi oleh Husein Haykal (terima kasih Jarum_Kudus):

http://www.republika.co.id/berita/dunia ... l-mukminin
Sejarah Hidup Muhammad SAW: Kecemburuan Ummahatul Mukminin
Senin, 22 Agustus 2011 20:30 WIB

Pernah terjadi ketika pada suatu hari Hafshah pergi mengunjungi ayahnya dan bercakap-cakap di sana, Maria datang kepada Nabi tatkala beliau sedang di rumah Hafshah dan agak lama. Ketika Hafshah kembali pulang dan mengetahui ada Maria di rumahnya, ia menunggu keluarnya Maria dengan rasa cemburu yang meluap-luap. Makin lama ia menunggu, cemburunya pun makin menjadi.
Ketika Maria keluar kemudian, Hafshah masuk menjumpai Nabi. "Saya sudah melihat dengan siapa kau tadi," kata Hafshah. "Engkau sungguh telah menghinaku. Engkau tidak akan berbuat begitu kalau tidak kedudukanku yang rendah dalam pandanganmu."
Rasulullah segera menyadari bahwa rasa cemburulah yang telah mendorong Hafshah mengungkapkan perasaannya, dan membicarakannya kembali dengan Aisyah atau Ummul Mukminin yang lain.
Dengan maksud hendak menyenangkan perasaan Hafshah,
Rasulullah bahkan hendak bersumpah mengharamkan Maria buat dirinya, jika Hafshah tidak akan menceritakan apa yang telah disaksikannya itu. Hafshah berjanji akan melaksanakan. Namun kecemburuan begitu berkecamuk dalam hatinya, sehingga dia tidak sanggup lagi menyimpan perasaannya. Dan Hafshah pun menceritakan kejadian tersebut kepada Aisyah.

Setelah Maria melahirkan Ibrahim, rasa iri hati pada mereka makin menjadi-jadi, lebih-lebih Aisyah. Dalam menghadapi kegigihan sikap mereka yang iri hati ini, Rasulullah—yang telah mengangkat tinggi derajat mereka—masih tetap bersikap lemah-lembut. Rasulullah tidak punya waktu untuk melayani sikap yang demikian dan membiarkan dirinya dipermainkan oleh sang istri. Mereka harus mendapat pelajaran dengan sikap yang tegas dan keras. Persoalan Ummahatul Mukminin itu harus dapat dikembalikan ke tempat semula.

Sumber: Sejarah Hidup Muhammad oleh Muhammad Husain Haekal

Kecemburuan Aisyah dan para istri Nabi terhadap Maria juga tercatat di Tabaqat dari Ibn Sa’d:

"I have never been as jealous of any woman as I have been of Mariya. That was because she had beautiful ringlets. She used to stay in the house of Haritha Ibn al-Numan. We frightened her and I became concerned. The Prophet of Allah (PBUH&HF) sent her to a higher place and he would visit her there. That was very hard upon us, and then Allah blessed him with a boy through her and we shunned him".
Terjemahan:
Aisyah berkata: “Aku tak pernah begitu cemburu pada wanita mana pun seperti pada Mariya. Hal ini karena rambut ikalnya yang sangat indah. Mariya dulu tinggal di rumah Haritha Ibn al-Numan. Kami menakut-nakuti dia dan aku jadi masygul. Nabi Allah lalu memindahkannya ke tempat yang lebih tinggi dan dia mengunjungi Mariya di sana. Hal ini membuat kami sangat cemburu, dan lalu Allah menganugerahkan Nabi dengan seorang putra melalui Mariya dan kami menolak bayi itu.
Sunni references:
al-Tabaqat, by Ibn Sa'd, v8, p212
al-Ansab al-Ashraf, by al-Baladhuri, v1, p339

Kebencian Aisyah tak berhenti pada Mariya saja, tapi juga pada bayi Mariya dan Mamad SAW:
Aisha said: "When Ibrahim was born, the Prophet of Allah (PBUH&HF) brought him to me and said: 'Look how much he resembles me.' I said: 'I do not see any resemblance.' The Prophet of Allah (PBUH&HF) said: 'Don't you see how robust and fair he is?"' Aisha said: "I said: 'Whoever is fed with the milk of sheep becomes fair and robust.'"
Terjemahan:
Aisyah berkata: “Ketika Ibrahim lahir, Nabi Allah membawa bayi itu padaku dan berkata: ‘Lihat, dia mirip banget denganku.’ Aku berkata: ‘Ah, gak mirip sama sekali.’ Nabi Allah berkata: ‘Tidakkah kau lihat betapa gagah dan tampannya dia?’ Aisyah berkata: “Aku menjawab: ‘Siapapun yang diberi susu domba akan jadi gagah dan tampan.’”
Sunni references:
al-Tabaqat, by Ibn Sa'd, v1, p37
al-Ansab al-Ashraf, by al-Baladhuri

Keterangan Haykal dan Ibn Sad di atas sudah sangat jelas menggambarkan kekentalan kebencian dan kecemburuan para istri Nabi pada Mariyah dan juga bayinya, si Ibrahim.
Kesimpulan: SEMUA istri Muhammad merasa CEMBURU sampai berontak dan membangkang di Q 66:5 itu disebabkan oleh “adegan ranjang Mamad & Maria” di Q 66:1.

Sama seperti jika anda tetap mempercayai teori evolusi Darwin yg memonyetkan anda sedangkan sekarang para ilmuan telah menemukan fakta bahwa dia telah berdusta, tapi anda tetap mau percaya bahwa anda adalah keturunan monyet.

Dari kualitas jawabanmu, gw mah malah yakin teori Darwin itu berlaku untuk jenis makhluk sepertimu.
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Aisha » Sat Nov 12, 2011 8:50 am

Adadeh wrote:Yang kuminta hanya membahas SATU hadis saja sejak dua hari yang lalu, tapi jawabanmu gak karuan, menghindar ke mana² sampai Ibn Majjah segala. Semua teori hadis yang kau ajukan ternyata tong kosong nyaring bunyinya.


Mas Adadeh yg baik, saya senang sekali melihat postingan anda kali ini...good job :awinkle: :yawinkle:

Begini Mas, saya juga sebenarnya ndak mau menjelaskan panjang lebar... menuhin lapak sja. Tapi saya merasa anda tidak nyambung dgn apa yg saya jelaskan, saya maklumi anda orang non muslim...seperti juga saya tidak terlalu mengerti dgn ajaran anda. Jadi saya perhatikan argument anda dgn seksama dan mencoba menjelaskan bagian-bagian yg kurang anda fahami...bukan mau sok pintar. Karena setelah saya beri link lewat PM ternyata anda hanya mencari pembenaran saja bukannya belajar, maka saya merasa perlu menjelaskan.Saya mau diskusi ini jd ajang penambah ilmu, jgn buang waktu sia-sia . Anda sudah menghasilkan satu komik yg menyakiti hati banyak orang. Sebaiknya jgn terlihat tidak pintar dan tidak faham dgn apa yg anda lakukan.


Adadeh wrote:Aku minta kau mempraktekkan teori hadismu untuk menilai SATU SAJA hadis dari Ibnu Katsir, hasilmu sampai sekarang: NOL KOSONG.


Adadeh wrote:Perawi hadis Ibnu Katsir di atas ternyata adalah para penyampai hadis yang terpandang. Hadis itu bersumber langsung dari Muhammad, lalu dari Umar (merupakah Sahabat Nabi tingkat tertinggi), lalu Ibn Abbas.

Jenis hadis yang bisa diterima kebenarannya disebut sebagai Hadis Maqbul (diterima), dan yang tidak diterima disebut sebagai Hadis Mardud (ditolak). Karena isi hadis sesuai dengan ayat Qur’an dan perawinya terpandang, maka tentunya hadis di atas (no. 34526) termasuk Hadis Maqbul.



Begini Mas, anda salah mengerti. Anda salah jika anda fikir saya mengambil Tafsir Ibnu Katsir sbg rujukan karena memandang Ibnu Katsirnya shingga jika dia meriwayatkan hadist senada dgn At Thabari, maka predikatnya otomatis bisa diterima. It's not that simple.. Seandainya anda membaca link yg saya berikan
dgn seksama dan dgn niat yg baik , maka anda pasti menemukan betapa banyak kesalahan anda dalam memahami dan menukil hadist.

Ada 8 penyampai kisah di hadis Ibnu Kathir berikut:...


Jadi kesimpulannya maqbul...hasan atau shahih?

Saya beri waktu untuk menariknya kembali dan menggantinya dgn jalur lain yg lebih bagus. :yawinkle:

1. Muhammad/Allah SWT


"/" [-X

Berdasarkan muntaha sanad (siapakah rantai penyampai kisah), maka terdapat empat jenis hadis:...


Kemarin anda mengakui bahwa ada 2 versi, tp sekarang anda bilang hanya ada SATU KASUS penyebab kecemburuan istri2 Rasulullah. Herannya anda tiba - tiba percaya Republika sedangkan teman - teman anda yg lain tidak suka kl muslim mengambil referensi dari sana untuk mendukung argument. Yah, sebenarnya apa aja bolehlah...asal shahih :yawinkle:

Sampai saat ini saya masih giat mencari apakah Al Bukhari menyatakan dgn tegas ttg perihal Mariyah bahkan versi Bahasa Arabnya untuk membantu anda menunjukan yg didalam kurung itu ....Jika anda bilang Bukhari mendukung, maka tentu dia tidak akan bilang kl kedua wanita yg diindikasikan sbg penyulut kecemburuan istri - istri yg lain adalah antara Zainab Binti Jazsy atau Hafsah Binti Umar berkenaan dgn asbab an nuzul At tahrim 1-4. Sedangkan hadist yg anda sebutkan itu justru mendukung kronologi versi saya. Apa mungkin Bukahri jadi plin plan karena mendukung anda ?

Masalah kecemburuan istri-istri Rasulullah thdp Mariyah, sama seperti kecemburuan mereka thdp Aisyah, Khadijah, dan Zainab Bin Jashy. Memang betul Mariyah salah satu wanita yg membuat cemburu istri2 Rsulullah , saking sangat menjaga perasaan istri2nya...dia dipindahkan keruang atas. Kl kita pakai logika, apa mungkin Rasullullah justru menggaulinya di rumah istri yg dikenal paling kuat cemburunya ?

Sama seperti jika anda tetap mempercayai teori evolusi Darwin yg memonyetkan anda sedangkan sekarang para ilmuan telah menemukan fakta bahwa dia telah berdusta, tapi anda tetap mau percaya bahwa anda adalah keturunan monyet.


Dari kualitas jawabanmu, gw mah malah yakin teori Darwin itu berlaku untuk jenis makhluk sepertimu.

Saya kan bilang "JIKA", maaf kl Mas Adadeh tersinggung...soalnya saya muslim mas, kepercayaan atheis dkk itu dibuang kelaut aja. Peace yah ^.^V
User avatar
Aisha
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 118
Joined: Tue Aug 03, 2010 10:26 am

PreviousNext

Return to Ruang Debat Terbatas



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users