. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Khusus bagi debat-diskusi one-to-one secara serius dan intelektual seputar Islam yang dimoderasi dengan ketat. Anggota yang melontarkan caci-maki dan hinaan yang bersifat ad-hominem akan dikeluarkan dari forum khusus ini. Silakan kontak Forum Admin atau Moderator untuk mendapatkan akses di Ruang Bedah Islam.

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Aisha » Mon Nov 21, 2011 5:49 pm

Owh...ternyata anda begitu butuh bantuan hingga harus mendengarkan saudara anda yg satu itu. Hmmm....Baiklah, spertinya ingatan anda harus bnyak direfresh. Saya sdh bs membaca dan mengantisipasi argumen sprti ini, dont worry sy siapkan dulu argument saya. :yawinkle:
User avatar
Aisha
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 118
Joined: Tue Aug 03, 2010 10:26 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Adadeh » Tue Nov 22, 2011 1:53 am

Aisha wrote:Owh...ternyata anda begitu butuh bantuan hingga harus mendengarkan saudara anda yg satu itu.

Owh... kemampuanmu terbatas hanya sampai mangap saja ya. Mana tuh nomer hadis Bukhari di lidwa? Kok sampai detik ini belon nongol juga?
Kecewa owh kecewa... ternyata Bukhari demen banget sama Az-Zuhri dan Ibn Ishaq. Bahkan Bukhari sampe mengutip ribuan hadis Az-Zuhri. Gelar Az-Zuhri itu faqih hafidz mutqin, teliti, terpercaya, sahih. Apa yaaa yang dikatakan Az-Zuhri tentang Muhammad dan Maria? Spertinya ingatan anda harus bnyak direfresh. Xixixi... :lol:

Masih ngotot bahwa hadis Ibnu Kathir no. 34526 itu invalid? Otak lo yang invalid!! Udah berapa hari debat nih? Sampai detik ini kau masih saja tak mampu menunjukkan SATU hadis Maria invalid. Belon lagi yang dari Ma'mar, Ibn Sa'd, Qurtubi, dll yang seabreq banyaknya.

Ini gw ajukan bukti lagi, khusus bagi mereka yang ingin menemukan kebenaran di tengah dusta Muslim. Meskipun sebagian Muslim telah menghapus keterangan tentang Maria di Bukhari, tapi informasi dari Tabari Q 66:4 (Tabari, volume 25, hal. 233 dan 234) menunjukkan bahwa Bukhari juga mendukung hadis Az-Zuhri yang bersangkutan dengan skandal sex Muhammad dan Maria. Silakan lihat keterangan di bawah ini:

Image

Perhatikan keterangan dalam kotak biru, hadis nomer 34539. Hadis ini dari Ibnu Zaid, sahabat Nabi. Ibnu Zaid setuju bahwa Q 66:4 bersangkutan dengan tindakan Rasulullah SAW menjauhi budak wanitanya. Silakan baca kalimat dalam kotak kuning:

SENADA dengan yang kami kemukakan ini (dari Ibnu Zaid) adalah pendapat para ahli tafsir berikut ini:
Yang berikut adalah hadis nomer 34540 dari Bukhari! Hadis Bukhari ini disampaikan oleh beberapa sanad terpercaya, antara lain adalah Az-Zuhri dan muridnya yakni Ma'mar ibn Rashid!! Kita sudah tahu bahwa Az-Zuhri mengatakan terjadinya skandal sex Muhammad dengan Maria:
Image

Murid Az-Zuhri yakni Ma'mar juga mengatakan hal yang sama:
Image

Ma'mar, Az-Zuhri, Ibnu Abbas, Umar, Bukhari, semuanya SENADA dengan pernyataan Ibnu Zaid skandal sex Muhammad dengan Maria. Hadis Bukhari ini sama dengan Hadis Sahih Bukhari, Volume 3, Book 43, Number 648, yang ternyata adalah tentang Maria Qibtiya. Meskipun Muslim berusaha menghapus, tapi kita masih tetap bisa melacak keterangan Bukhari tentang Maria.
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Aisha » Tue Nov 22, 2011 11:52 am

Itu hadis bukhari nomer berapa di lidwa? Tolong cantumkan nomernya.


4531 dan diriwayatkan juga dari dari jalur lain No. 4862


Gw udah bilang tak jadi masalah Muhammad ibn Ishaq mana yang tercantum di situ


Seandainya anda adalah orang yg faham, anda pasti tidak akan bicara sembarangan seperti ini.

Mgkn dlm satu masa ada seribu manusia bernama Ibnu Ishaq. Namun jika yg dimaksud Ibnu Ishaq dlm suatu rantai sanad adalah semua manusia bernama Ibnu Ishaq, maka hadist itu adalah sampah. Mengenal perawi adalah kunci utama dalam meneliti sanad dan dari penelitian itulah ditentukan otensitas dan kebenaran suatu hadist. Jika basic rule ini saja anda tidak faham maka kompetensi anda perlu dipertanyakan. Anda juga sepertinya sgt mengenal Az Zuhri tp saya heran kenapa anda samapi tidak tau semboyannya yg paling terkenal. Saya beri tahu anda :

al isnaadu minad diin, lau lal isnadu la qaala man syaa-a maa syaa-a

Sanad itu bagian dari agama, sekiranya tidak ada sanad maka berkatalah siapa saja tentang apa saja.

Ini lucu, terlihat seperti seorang idola yg sedang menyindir fans-nya. Jika anda tidak memperdulikan sanad maka Anda boleh mengatakan apa saja….tapi perkataan anda itu tidak ada harganya sama sekali dan jgn anggap itu bagian dari Islam. Anda resapi baik-baik perkataannya dan mulailah berhati-hati dalam berargument dan saya sangat prihatin krn semakin lama anda semakin mempermalukan diri sendiri.

Hadis Ibn Kathir 34525 tetap sahih sekalipun Ibn Ishaq Ibn Yassar yang menyampaikan kisah di hadis tersebut. Hal ini terbukti dari banyaknya hadis² sahih yang memakai sumber bernama Muhammad ibn Ishaq, tak terkecuali Bukhari. Malahan Bukhari juga memakai sumber dari Muhammad ibn Ishaq ibn Yassar.


It’s the real fallacy

Ketika membaca suatu hadist….anda mesti bedakan mana Ushul mana Syawahid. Memang benar tak terkecuali Bukhari dan Muslim mengutip juga periwayatan dari Ibn Ishaq Bin Yasar dan masalah itu sdh saya katakan sebelumnya. Namun anda mesti tau bahwa kedudukannya dlm kitab Shahih Bukhari & Muslim hanyalah sbg Syawahid yaitu penguat hadist aslinya. Hadist seperti ini juga msh berkemungkinan lemah perawinya tapi dalam hal ini msh bs ditoleransi makanya saya bilang tidak semua periwayatan dari Ibn Ishaq Bin Yasar ditnggalkan selama dia tidak meriwayatkannya seorang diri, tapi tidak dalam status shahih. Jika anda tidak puas dgn penjeasan saya, kita gunakan gambar anda :

Image

Anda lihat jalur mana yg digunakan Bukhari dalam Ushul - nya ? Seandainya anda tidak tergesa-gesa mendengarkan ocehan orang yg tidak lebih berpengetahuan dari anda tentu anda akan melihat bukan jalur Ibnu Ishaq yg dia gunakan. Jalur Ibn Ishaq hanyalah penguat saja. Tapi jika anda lebih tertarik mencari pembenaran, saya tidak heran jk anda lebih memilih jalur sanad pada page 8.

Seandainya anda bukan seorang pelupa pasti anda ingat bahwa bukan saya yg menjelek-jelekkan Ibnu Ishaq Bin Yasar sedemikian rupa hingga menolak semua hadistnya untuk dijajarkan dalam jajaran hadist shahih tapi orang itu adalah anda sendiri. Tapi sekarang sepertinya anda menjilat ludah sendiri krn wlpn anda salah duga tapi anda tetap ngotot bahwa hadist anda shahih meskipun dari jalur perawi yg anda jelek2an itu.

Satu hal yang menarik disini adalah anda selalu ngeles ketika saya tanya ttg Ibn Ishaq mana yg anda maksud. Sebelum saya menutupnya kasusnya, saya akan membahasnya. Mgkn dgn begini setidaknya Mas Adadeh bs sedikit bernafas lega, maafkan saya.

I don’t know whats in ur mind tp saya yakin anda begitu krn sdh menyadari kesalahan anda tapi terlalu malu mengakuinya. Tapi “Alhamdulullah ya sesuatu” secara tidak lgsg anda mengakuinya juga :

Jalur sanad dari Az-Zuhri >> Muhammad ibn Ishaq ibn Yassar ini sama persis dengan jalur sanad hadis Ibn Kathir nomer 34525 di atas.

Mana buktinya hadis Ibn Kathir nomer 34525 itu invalid? Apakah karena datanya dari Muhammad ibn Ishaq ibn Yassar? Justru Bukhari no. 5101 dari lidwa itu memperkuat kesahihan hadis Ibn Kathir nomer 34525 karena menggunakan sanad yang serupa. Dengan begitu hadis Ibn Kathir nomer 34525 tetap sahih, akurat, sesuai Qur'an, dengan urutan sanad yang juga dipakai Bukhari.


Owhh its too bad. Awalnya saya ingin menunjukan satu diagram yg menunjukan kemungkinan pertemuan Ibn Ishaq bin Yasar dan ketidakmungkinan pertemuan Ibn Ishaq Bin Rahwayh dgn Az Zuhri yg akan memaksa anda untuk mengakui Ibn Ishaq Bin Yasar sbg perawi yg anda diskreditkan dgn tangan anda sendiri. Tapi sekarang tidak perlu lagi krn anda sudah mencounternya sendiri :

Kalo kau punya buku Sirat Rasul Allah dari Ibn Ishaq ibn Yasār maka kau dengan mudah akan mengetahui bahwa Ibn Ishaq tak pernah menulis keterangan tentang adegan-ranjang-Maria. Gak ada di situ.

Tapi Ibn Ishaq pengarang Sirat Rasul Allah bukanlah murid Bin Rahwayh. Untuk memudahkan siapakah ibn Ishaq yang dimaksud, maka kita harus periksa dulu apakah pesannya tercantum atau tidak di Sirat Rasul Allah. Ibn Ishaq bin Yasar tidak menulis buku apapun selain Sirat Rasul Allah. Jika keterangan itu tak tercantum di Sirat Rasul, tentunya penyampai hadis itu bukan Ibn Ishaq bin Yasar. Selain itu, sangat jarang ada hadis sahih yang mengutip keterangan dari Ibn Ishaq bin Yasar.


1.Ibnu Ishaq bin Yasar tidak pernah menulis ttg adegan ranjang Mariyah-Muhammad (Kl ada yg memberi keterangan ttg Adegan Ranjang Mariyah melalui Ibn Ishaq Bin Yasar brrti mengarang )

2.Jarang ada hadist shahih yg mengutip keterangan dari Ibn Ishaq bin Yasar. (Lalu bagaimana hadist itu bias shahih?)

Hmmm…. Pantut anda renungkan untuk tidak lagi menggunakan standar ganda dalam perdebatan anda dengan saya. Jika anda tidak banyak memancing emosi saya dgn kata-kata kasar, mgkn saya akan sedikit melunak pada anda dan satu hal lagi, jika anda memiliki kesulitan…anda bias PM saya dan saya akan membantu anda semampunya, tidak perlu ke thread sebelah “to phone a friend” yg tidak lebih kompeten dari anda. Sbg seorang translator, itu sgt memalukan.

Ok, hadist yg anda hadirkan kita tutup saja pembahasannya dgn kesimpulan yg saya kutip dari anda bahwa Hadist yg berasal dari Ibnu Ishaq bin Yasar tidaklah Shahih.

Meskipun gemar mencaci-maki Ibn Ishaq ibn Yassar, ternyata Bukhari tidak segan² mengutip data darinya. Ini bukti lain dari Bukhari, dengan sumber isnad dari Az-Zuhri >> Muhammad ibn Ishaq ibn Yassar


Boleh saya minta referensi dimana Bukhari mencaci maki Ibn Ishaq ?

Yg mencaci dia itu anda sendiri, apa anda lupa ? Berhentilah dari kebiasaan menuduh tanpa dasar dan melempar kesalahan anda seolah-olah itu dilakukan oleh orang lain.

Itu dia masalahnya. Kenapa sumber terpercaya dari Az-Zuhri menjadi tak sahih jika tentang kasus Maria, padahal Az-Zuhri itu hidup hampir sejaman dengan Aisyah? Az-Zuhri itulah penulis sejarah Islam pertama di Arab, makanya Bukhari banyak sekali mengutip darinya. Hilangnya data Maria di koleksi hadis Bukhari dan Muslim itu PASTI KARENA ulama² Muslim yang menghilangkan data²nya, sama seperti yang mereka lakukan terhadap begitu banyak hadis tentang Maria di tafsir Ibnu Katsir. Ada enam biji tuh, hilang lenyap semuanya!! Qur'an saja mereka bakar habis dan tulis ulang, apalagi sekedar hadis.

Ada 1.181 hadis Az-Zuhri yang dikutip Bukhari, dan ribuan hadis Az-Zuhri lainnya yang dikutip berbagai kolektor hadis sahih. Az-Zuhri itu adalah salah satu sumber utama hadis² sahih, karena dialah yang pertama kali mencatat sejarah Islam.


Anda ingatkan anda sendiri yg bilang bahwa disamping meriwayatkan hadist-hadist yg maqbul dia juga mempunyai riwayat-riwayat mursal, istilahnya bagian hadist masuk dalam daftar tidak layak konsumsi. Mungkin kasus Mariyah Alqibtiyah adalah salah satu riwayat mursalnya yg dikutip Ibnu Ishaq dan murid lain seangkatannya dgn menutup-nutupi cacat hadistnya. 1.181 hadist diriwayatkan Bukhari dari Azzuhri tapi hanya 17 yg diriwayatkannya dari Ibnu Ishaq Bin Yasar dan itupun dlm status syawahid, apa anda tau artinya itu ? Artinya yg bermasalah bukan Az Zuhri tapi Ibnu Ishaq Bin Yasar. Mesti anda ingat bahwa Az Zuhri itu adalah ulama yg hidup pada masa penghimpunan Hadist….saat itu hanya dikenal hadist yg diterima atau ditolak, blm ada yg menshahihkan karya-karya masa itu selain anda.

Tapi mengapa keterangan Az-Zuhri tentang Maria Qibtia dari Umar tidak dianggap sahih? Atas dasar alasan apa?


Karena setelah melalui analisa dan penelitian sanad dan matan, hadist-hadist tersebut ternyata tidak lulus seleksi hadist shahih.

Mgkn anda belum menangkap hikmah dari pelajaran ini tp saya akan memberi tahu anda. Dalam meriwayatkan hadist itu...kejujuran adalah hal yg utama. Arti jujur adalah benar katakan benar dan salah katakan salah. Jk anda anggap hilangnya hadist-hadist adegan ranjang itu dr koleksi hadist shahih sbg bentuk menyembunyikan kebenaran, maka sejak awal tidak perlu menggunakan kejujuran sbg unsur utama. Sebaiknya anda kesampingkan dulu kebencian dan melihat masalah ini dr sudut pandang yg lebih objektif.

Karena memang dasarnya umat Muslim itu bersifat munafik, meskipun mereka mengritik habis Ibn Ishaq, tapi mereka ternyata doyan mengutip keterangan darinya. Ini contoh sebagian kecil saja hadis² sahih yang mengutip keterangan dari Ibn Ishaq. Kemunafikan Muslim ini mengejutkanku, sebab tadinya gw pikir tak banyak hadis sahih yang menggunakan data dari Ibn Ishaq, apalagi Bukhari. Eee... gak taunyaa.... mereka beramai-ramai mengutip keterangan Ibn Ishaq ibn Yassar.


Bukan munafik, tapi terlalu dini untuk anda menyimpulkan segala sesuatu dgn ilmu yg tidak seujung kuku.
User avatar
Aisha
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 118
Joined: Tue Aug 03, 2010 10:26 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Adadeh » Tue Nov 22, 2011 12:10 pm

Hahaha.... hanya sekedar begitu saja jawabannya? Ngomel² saja? Tulisan sampah kayak gini kok pengen ditanggapin?
Tak ada data apapun, gak ada referensi apapun, gak ada tunjangan pendapat ahli apapun.

Ibnu Ishaq bin Yasar tidak pernah menulis ttg adegan ranjang Mariyah-Muhammad

Memang tak ada di Sirat Rasulnya, tapi itu tak berarti Ibn Ishaq tak bisa menyampaikan apa yang dia dengar dari Az-Zuhri. Sesuka Ibn Ishaq dunk apa yang dia masukin ke bukunya. Kok bisanya lo ngatur orang?

Mana tuh isnad Bukhari Volume 8, Book 78, Number 682? Kok sampe sekarang belon muncul? Mana buktinya dari lidwa? Gw gak ngelihat nomer hadisnya di lidwa sampe detik ini.

Coba lagi yang lebih bermutu dunk. :rolling:
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Aisha » Tue Nov 22, 2011 12:52 pm

Adadeh wrote:Masih ngotot bahwa hadis Ibnu Kathir no. 34526 itu invalid? Otak lo yang invalid!! Udah berapa hari debat nih? Sampai detik ini kau masih saja tak mampu menunjukkan SATU hadis Maria invalid. Belon lagi yang dari Ma'mar, Ibn Sa'd, Qurtubi, dll yang seabreq banyaknya.


Ya begitulah Mas kl satu pertanyaan simple dijawab panjang lebar dan bertele-tele. Itu kl bkn krn hadistnya invalid pasti karena human error. Betul ga Mas ? :yawinkle:

Masih ngotot bahwa hadis Ibnu Kathir no. 34526 itu invalid? Otak lo yang invalid!! Udah berapa hari debat nih? Sampai detik ini kau masih saja tak mampu menunjukkan SATU hadis Maria invalid. Belon lagi yang dari Ma'mar, Ibn Sa'd, Qurtubi, dll yang seabreq banyaknya.

Ini gw ajukan bukti lagi, khusus bagi mereka yang ingin menemukan kebenaran di tengah dusta Muslim. Meskipun sebagian Muslim telah menghapus keterangan tentang Maria di Bukhari, tapi informasi dari Tabari Q 66:4 (Tabari, volume 25, hal. 233 dan 234) menunjukkan bahwa Bukhari juga mendukung hadis Az-Zuhri yang bersangkutan dengan skandal sex Muhammad dan Maria. Silakan lihat keterangan di bawah ini:

Image

Perhatikan keterangan dalam kotak biru, hadis nomer 34539. Hadis ini dari Ibnu Zaid, sahabat Nabi. Ibnu Zaid setuju bahwa Q 66:4 bersangkutan dengan tindakan Rasulullah SAW menjauhi budak wanitanya. Silakan baca kalimat dalam kotak kuning:

SENADA dengan yang kami kemukakan ini (dari Ibnu Zaid) adalah pendapat para ahli tafsir berikut ini:
Yang berikut adalah hadis nomer 34540 dari Bukhari! Hadis Bukhari ini disampaikan oleh beberapa sanad terpercaya, antara lain adalah Az-Zuhri dan muridnya yakni Ma'mar ibn Rashid!! Kita sudah tahu bahwa Az-Zuhri mengatakan terjadinya skandal sex Muhammad dengan Maria:
Image

Murid Az-Zuhri yakni Ma'mar juga mengatakan hal yang sama:
Image

Ma'mar, Az-Zuhri, Ibnu Abbas, Umar, Bukhari, semuanya SENADA dengan pernyataan Ibnu Zaid skandal sex Muhammad dengan Maria. Hadis Bukhari ini sama dengan Hadis Sahih Bukhari, Volume 3, Book 43, Number 648, yang ternyata adalah tentang Maria Qibtiya. Meskipun Muslim berusaha menghapus, tapi kita masih tetap bisa melacak keterangan Bukhari tentang Maria.


Hahaha...maksa banget anda. Apa skrg anda jadi buta membaca catatan kaki ?

Saya tunjukan ya :

Image

Itu kan catatan kaki untuk 382 bukan 383....jgn main cocokmology.

Pertanyaan Ibnu Abbas kpd Umar mmg jelas-jelas ada didalam kitab shahih Bukhari....tp jika sumber anda mengatakan bahwa itu berkenaan dgn kasus pengharaman Mariyah, saya tidak melihat satu keyword-pun yg yg jelas memperlihatkan dukungnya . Yg mengatakan SENADA itu bukan Bukhari TAPI sumber anda. Jika itu benar, maka tentunya Hadist ttg Maghafir yg diriwayatkan Bukhari jadi tidak sinkron...orang jelas-jelas Bukhari mengatakan bahwa Asbabun Nuzul At Tahrim 1-4 adalah berkenaan dgn Maghafir. Itu jelas-jelas lucu.
User avatar
Aisha
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 118
Joined: Tue Aug 03, 2010 10:26 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Aisha » Tue Nov 22, 2011 1:00 pm

Adadeh wrote:Hahaha.... hanya sekedar begitu saja jawabannya? Ngomel² saja? Tulisan sampah kayak gini kok pengen ditanggapin?

Tak ada data apapun, gak ada referensi apapun, gak ada tunjangan pendapat ahli apapun.

Memang tak ada di Sirat Rasulnya, tapi itu tak berarti Ibn Ishaq tak bisa menyampaikan apa yang dia dengar dari Az-Zuhri. Sesuka Ibn Ishaq dunk apa yang dia masukin ke bukunya. Kok bisanya lo ngatur orang?

Mana tuh isnad Bukhari Volume 8, Book 78, Number 682? Kok sampe sekarang belon muncul? Mana buktinya dari lidwa? Gw gak ngelihat nomer hadisnya di lidwa sampe detik ini.

Coba lagi yang lebih bermutu dunk. :rolling:


Anda putus asa ya, smpe anda menutup mata dan pura-pura tidak liat ?

Saya copy paste itu disaat-saat tertentu saja dimana saya tidak bisa mengambil dan memutuskan suatu referensi diluar otoritas saya, dan mmg begitulah seharusnya. Tapi jika menurut anda copy paste itu full intelek ..maka saya yakin bahwa itu hanyalah prinsip anda sendiri.
User avatar
Aisha
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 118
Joined: Tue Aug 03, 2010 10:26 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Adadeh » Tue Nov 22, 2011 1:20 pm

Anda putus asa ya, smpe anda menutup mata dan pura-pura tidak liat ?

Nomer Bukhari di lidwa itu berapa? Musti berapa kali ditanya nih?

Itu kan catatan kaki untuk 382 bukan 383....jgn main cocokmology.

Wedeww.. semakin payah nih... makanya baca yang bener keterangan gw:
Adadeh wrote:Yang berikut adalah hadis nomer 34540 dari Bukhari! Hadis Bukhari ini disampaikan oleh beberapa sanad terpercaya, antara lain adalah Az-Zuhri dan muridnya yakni Ma'mar ibn Rashid!!

Catatan kaki hadis 34540 dari Bukhari itu adalah 383. Masakan gitu aja tak tahu? Cape deeh... Tenggak dulu benadril dari bang duren agar dikau lebih tenang. :lol:

Yg mengatakan SENADA itu bukan Bukhari TAPI sumber anda.

Jika Bukhari tidak setuju dengan pernyataan Az-Zumar, Ma'mar, Ibn Abbas, dan Umar tentang Maria Qibtiyya, tentunya Bukhari tak akan mengutip keterangan dari mereka semua. Apanya yang gak senada?
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Aisha » Tue Nov 22, 2011 2:21 pm

Adadeh wrote:Nomer Bukhari di lidwa itu berapa? Musti berapa kali ditanya nih?



Scroll lagi saja diatas Mas, sdh saya jawab kog. Tp kl kesulitan...pakai keyword "maghafir", pasti ketemu.

Kl agak migrain....minum obat ya, gak perlu begitu. :yawinkle:

Oh iya...berhubung anda juga pakai lidwa, cb sekalian cari keyword Mariyah Alqibtiyah di Bukhari Muslim, siapa tau ketemu :green:
User avatar
Aisha
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 118
Joined: Tue Aug 03, 2010 10:26 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Adadeh » Wed Nov 23, 2011 2:28 pm

Aisha wrote:Oh iya...berhubung anda juga pakai lidwa, cb sekalian cari keyword Mariyah Alqibtiyah di Bukhari Muslim, siapa tau ketemu

Aku sudah bilang berkali-kali bahwa Muslim menghapus keterangan tentang Maria Qibtiyya di At Tahrim pada hadis² sahih Bukhari, Muslim, dan juga Nasa'i. Lidwa juga termasuk dalam golongan Muslim yang main hapus semua hadis sahih yang tak menyenangkan hati mereka.

Meskipun begitu, ada saja sisa² keterangan dari buku² lama tentang hadis² sahih ini. Mari kita lihat keterangan dari intisari tafsir Ibnu Katsir, cetakan tahun 1989.

Image
kutipan:
Al-Hatisam bin Ka'ab meriwayatkan dari Umar,
"Nabi SAW mengatakan pada Hafshah, 'Jangan kamu beritahukan kepada siapapun bahwa ibu Ibrahim telah haram bagi diriku.' Hafshah bertanya, 'Apakah engkau telah mengharamkan sesuatu yang telah dihalalkan oleh Allah?' Maka beliau pun tidak mendekatinya sehingga aku memberitahukan hal itu kepada Aisyah. Kata Umar, 'Lalu turunlah ayat Allah 'Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada kamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu.'"

Sanad hadits ini BAIK, namun tidak diriwayatkan oleh para penyusun kitab yang enam.
(knafa yaaa??? gak suka sama isinya kali... tapi...) Dan telah dipilih oleh Hafizh ad-Dhiya al-Maqdisi dalam kitabnya al-Mustakhraj.

Ini keterangan tentang Hafizh ad-Dhiya al-Maqdisi dan kitabnya al-Mustakhraj. Dalam bukunya itu, Ad-Dhiya al-Maqdisi menelaah mana hadis yang sahih dan mana yang tidak dari Bukhari, Muslim, Nasa'i, dll.

Jika Ad-Dhiya al-Maqdisi mengatakan sanad hadisnya baik, maka apakah lalu kita harus percaya sama keterangan aishah bahwa hadis di atas itu sanadnya jelek?

Jika Tabari mengatakan hadis dari Ibnu Katsir tentang Maria Qibtiya itu baik, masakan kita harus percaya pada aishah bahwa hadis itu jelek?

Jika Bukhari, Muslim, Nasa'i menggunakan sanad dari Az-Zuhri >> Muhammad ibnu Ishaq dalam berbagai hadis mereka, masakan kita harus percaya pada aishah bahwa sanad dari Muhammad ibnu Ishaq itu invalid?


Silakan para pembaca menilai sendiri.

Aishah itu hanya modal tong kosong nyaring bunyinya. Sikapnya kekanak-kanakkan, suka memerintah, ingin dituruti kemauannya, ingin menang debat, tapi modal ilmunya sangat cekak. Periksa sendiri data² yang diajukannya. Dia tak punya literatur klasik Islam, dan tampaknya ogah mengeluarkan duit untuk belanja buku² klasik Islam.

Ibnu Katsir juga menerangkan bahwa Bukhari, Muslim, dan an-Nasai (semuanya sahih nih) sebenarnya mencantumkan keterangan tentang Maria Qibtiya di At-Tahrim ayat 1:

Image
kutipan:
Telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Sa'id bin Jubair bahwa Ibnu Abbas r.a. pernah mengatakan bahwa mengharamkan istrimerupakan sumpah yang mempunyai kifarat. Ibnu Abbas r.a. mengatakan,
"Sungguh bagi kamu pada diri Rasulullah saw. terdapat teladan yang baik.' Yaitu, Rasulullah telah mengharamkan jariahnya, lalu Allah menuruntkan ayat, 'Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu ... sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada kamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu.' Kemudian Rasulullah membatalkan sumpahnya dengan kifarat, maka pengharaman istri berubah menjadi sumpah."
(Hadits ini diriwayatkan pula oleh Imam Bukhari dan Muslim dan an-Nasa'i.)


Perhatikan kalimat terakhir dari Ibnu Katsir bahwa hadis Maria Qibtiya disampaikan oleh Bukhari, Muslim, an-Nasa'i. Tapi sekarang dimanakah hadis² tersebut? Semuanya sudah hilang dihapus Muslim. :vom: Di buku cetak gw hadis Bukhari sudah tak ada, di lidwa sudah dihilangkan, di hadis sahih internet apalagi. Begitulah kelicikan Muslim menghapus keterangan² najiz Nabi SAW. Muslim lebih memilih main edit seenak udel daripada menghadapi kenyataan pahit bahwa Nabi mereka memang bejad moral.
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Aisha » Mon Dec 19, 2011 4:53 pm

[font=geometr231 bt]
Aku sudah bilang berkali-kali bahwa Muslim menghapus keterangan tentang Maria Qibtiyya di At Tahrim pada hadis² sahih Bukhari, Muslim, dan juga Nasa'i. Lidwa juga termasuk dalam golongan Muslim yang main hapus semua hadis sahih yang tak menyenangkan hati mereka.


Seingat saya juga sudah berulang-ulang kali saya menjelaskan bahwa kata “menghapus” itu tidak tepat. Tidak ada istilah menghapus Mas, adanya hanya menghukumi kelayakan suatu hadist untuk bs diterima sbg suatu kebenaran dan hujjah.

Gampangnya begini saja Mas, seandainya anda seorang peneliti... apa mgkn anda akan tetap memberikan susu bermerk X yg sudah anda teliti bahwa susu itu sdh tercemar bakteri dan membahayakan bagi orang lain? Tentu tidak kan kecuali jk anda seorang yg tdk punya nurani. Suatu dosa jk anda tetap membiarkan susu itu dikonsumsi orang lain sdgkn anda tau bahwa itu tidaklah layak tanpa memberi tahu betapa bahayanya susu itu bagi kesehatan . Itulah gambaran secara umum ttg tugas ulama hadist, tugas mereka itu hanya memberi tahu, mengeluarkan, dan menghukumi hadist...bukan mengubur dan menghapus kl mereka tdk suka. Kl anda berkeras dgn hadist2 lemah dan dhaif, ya itu sam seperti...sdh tau racun tapi msh diminum juga.

Justru tuduhan anda itu saya balikan lagi ke anda, kenapa lebih suka mempercayai kebohongan jk itu menyenangkan hati anda ?

Meskipun begitu, ada saja sisa² keterangan dari buku² lama tentang hadis² sahih ini. Mari kita lihat keterangan dari intisari tafsir Ibnu Katsir, cetakan tahun 1989.

kutipan:
Al-Hatisam bin Ka'ab meriwayatkan dari Umar,
"Nabi SAW mengatakan pada Hafshah, 'Jangan kamu beritahukan kepada siapapun bahwa ibu Ibrahim telah haram bagi diriku.' Hafshah bertanya, 'Apakah engkau telah mengharamkan sesuatu yang telah dihalalkan oleh Allah?' Maka beliau pun tidak mendekatinya sehingga aku memberitahukan hal itu kepada Aisyah. Kata Umar, 'Lalu turunlah ayat Allah 'Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada kamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu.'"

Sanad hadits ini BAIK, namun tidak diriwayatkan oleh para penyusun kitab yang enam. (knafa yaaa??? gak suka sama isinya kali... tapi...) Dan telah dipilih oleh Hafizh ad-Dhiya al-Maqdisi dalam kitabnya al-Mustakhraj.

Ini keterangan tentang Hafizh ad-Dhiya al-Maqdisi dan kitabnya al-Mustakhraj. Dalam bukunya itu, Ad-Dhiya al-Maqdisi menelaah mana hadis yang sahih dan mana yang tidak dari Bukhari, Muslim, Nasa'i, dll.


Saya sbnrnya ngga mau su'udzon sm hadist anda. Saya lebih suka kl melihat hadist itu berbahasa Arab lengkap mulai dari perawi yg mengluarkan hadist hingga ke lafazh terakhir krn penggunaan lafazh menenetukan nilai hadist.

Kl anda bertanya kenapa Bukhari Muslim dan penulis kitab 6 tidak meriwayatkan, mudah mas menjawabnya.. karena dalam penerimaan hadist itu dr rawi ke rawi menggunakan lafazh ‘an (dari) dan ini masuk kategori hadist mursal yg tidak bs dijadikan hujjah. Lafazh ‘an adalah indikasi bahwa sang rawi tdk mendengar langsung dari Umar tp dari orang lain yg disandarkan pada Umar , bahasa bekennya “gossip”. Tapi Mas Adadeh ga perlu bersedih krn kemursalan hadist mu’an’an itu bkn harga mati. Hadist itu bs jadi Mutassil dgn bbrpa syarat jika Mas bs memberikan keutuhan rantai sanad dan biografi dari Al-Hatisam bin Ka’ab sehingga bs dipastikan bahwa mmg dia setidaknya hidup satu masa dgn Umar. Masih ada harapan Mas, selamat berusaha.

Jika Ad-Dhiya al-Maqdisi mengatakan sanad hadisnya baik, maka apakah lalu kita harus percaya sama keterangan aishah bahwa hadis di atas itu sanadnya jelek?

Jika Tabari mengatakan hadis dari Ibnu Katsir tentang Maria Qibtiya itu baik, masakan kita harus percaya pada aishah bahwa hadis itu jelek?


Ishh...masa krn satu hadist yg dibilang sanadnya baik, yg lain jadi baik semua, ga ada Mas istilah numpang beken.

Jika Bukhari, Muslim, Nasa'i menggunakan sanad dari Az-Zuhri >> Muhammad ibnu Ishaq dalam berbagai hadis mereka, masakan kita harus percaya pada aishah bahwa sanad dari Muhammad ibnu Ishaq itu invalid?


Ishh kog melempar ke saya, bukan saya loh yg bilang Ibnu Ishaq invalid...itu kan anda yg bilang, saya cuma ikutan tepuk tangan aja loh.

Kan saya sudah bilang riwayat2 dr Ibnu Ishaq itu hanyalah sbg penguat saja... dia tdk bs diterima sbg ushul krn dia tertuduh mudallis dan jarh thdp Ibnu Ishaq itu lbh banyak daripada ta’dilnya. Kl mau belajar lebih jauh, gunakan keyword “syawahid”, kl nanti sy yg memberi link dikhawatirkan Mas ga mau terima dan Mas Duren mulai mengejek-ejeknya.


Ibnu Katsir juga menerangkan bahwa Bukhari, Muslim, dan an-Nasai (semuanya sahih nih) sebenarnya mencantumkan keterangan tentang Maria Qibtiya di At-Tahrim ayat 1:

kutipan:
Telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Sa'id bin Jubair bahwa Ibnu Abbas r.a. pernah mengatakan bahwa mengharamkan istrimerupakan sumpah yang mempunyai kifarat. Ibnu Abbas r.a. mengatakan,
"Sungguh bagi kamu pada diri Rasulullah saw. terdapat teladan yang baik.' Yaitu, Rasulullah telah mengharamkan jariahnya, lalu Allah menuruntkan ayat, 'Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu ... sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada kamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu.' Kemudian Rasulullah membatalkan sumpahnya dengan kifarat, maka pengharaman istri berubah menjadi sumpah."
(Hadits ini diriwayatkan pula oleh Imam Bukhari dan Muslim dan an-Nasa'i.)
Perhatikan kalimat terakhir dari Ibnu Katsir bahwa hadis Maria Qibtiya disampaikan oleh Bukhari, Muslim, an-Nasa'i. Tapi sekarang dimanakah hadis² tersebut? Semuanya sudah hilang dihapus Muslim. Di buku cetak gw hadis Bukhari sudah tak ada, di lidwa sudah dihilangkan, di hadis sahih internet apalagi. Begitulah kelicikan Muslim menghapus keterangan² najiz Nabi SAW. Muslim lebih memilih main edit seenak udel daripada menghadapi kenyataan pahit bahwa Nabi mereka memang bejad moral.


Saya juga serius ngebantuin anda mencari loh... dan hasilnya jg nihil. Jgn-jgn anda salah faham...mgkn maksud "juga diriwayatkan" dm keterangn itu adlah perihal pengharaman yg halal sebagaimana pengharaman madu tp krn anda terlalu berharap Bukhari Muslim mendukung anda jadinya kecewa. Kl mmg anda merasa dizhalimi oleh Bukhari Muslim krn hadist kesayangan anda tidak ada, ya... silahkan anda beli buku old version-nya krn kan anda banyak uang. ..........silahkan perlihatkan kelicikan muslim krn saya tau bahwa output dari usaha anda adalah kekecewaan. Saya tunggu[/font]
User avatar
Aisha
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 118
Joined: Tue Aug 03, 2010 10:26 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Adadeh » Sun Jan 01, 2012 4:51 am

Aisha wrote:Seingat saya juga sudah berulang-ulang kali saya menjelaskan bahwa kata “menghapus” itu tidak tepat.

Tampaknya usahamu gagal, Aisha, karena gak didukung Muslim tuh. Di forum kafir ini ajah para Muslim menentangmu, apalagi di dunia nyata.

Kl anda bertanya kenapa Bukhari Muslim dan penulis kitab 6 tidak meriwayatkan, mudah mas menjawabnya.. karena dalam penerimaan hadist itu dr rawi ke rawi menggunakan lafazh ‘an (dari) dan ini masuk kategori hadist mursal yg tidak bs dijadikan hujjah.

Hadis punya gw gak murshal, silakan periksa sendiri di Lidwa. Baca tuh keterangan dari Asbabun Nuzul punya Suyuti yang mengutip Nasa'i dan Imam Ali:

Image
Asal bunyi sih gampang, Aisha. Tapi dikau dikeroyok para ahli hadis nih. Syafa yang musti Muslim percayai: dikau atau Suyuti + Nasa'i + Imam Al Hakim?

karena dalam penerimaan hadist itu dr rawi ke rawi menggunakan lafazh ‘an (dari) dan ini masuk kategori hadist mursal yg tidak bs dijadikan hujjah.

Bukhari, Muslim, dll juga banyak kok yang mursal. Ini buktinya:
Image
Lihat ndiri tuh buanyak banget hadis yang katanya sahih ternyata mursal, termasuk hadis madu kebanggaanmu. Ntar gw buktiin lewat Lidwa.

Dari debat denganmu, aku menyadari bahwa banyak Muslimah Indonesia yang tak tahu tentang skandal sex di ranjang Hafsah ini. Untuk mengatasi hal itu, gw bikin videonya versi Indonesia, lengkap dengan literatur Asbabun Nuzul dari Suyuti dan Tafsir Ibn Kathir favoritmu:

User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Aisha » Thu Jan 05, 2012 8:03 am

Adadeh wrote:Tampaknya usahamu gagal, Aisha, karena gak didukung Muslim tuh. Di forum kafir ini ajah para Muslim menentangmu, apalagi di dunia nyata.


Bukan menentang Mas, tp berbeda pendapat dan prinsip saja.

Hadis punya gw gak murshal, silakan periksa sendiri di Lidwa. Baca tuh keterangan dari Asbabun Nuzul punya Suyuti yang mengutip Nasa'i dan Imam Ali:

Image
Asal bunyi sih gampang, Aisha. Tapi dikau dikeroyok para ahli hadis nih. Syafa yang musti Muslim percayai: dikau atau Suyuti + Nasa'i + Imam Al Hakim? [/size]

Bukhari, Muslim, dll juga banyak kok yang mursal. Ini buktinya:
Image
Lihat ndiri tuh buanyak banget hadis yang katanya sahih ternyata mursal, termasuk hadis madu kebanggaanmu. Ntar gw buktiin lewat Lidwa.

Dari debat denganmu, aku menyadari bahwa banyak Muslimah Indonesia yang tak tahu tentang skandal sex di ranjang Hafsah ini. Untuk mengatasi hal itu, gw bikin videonya versi Indonesia, lengkap dengan literatur Asbabun Nuzul dari Suyuti dan Tafsir Ibn Kathir favoritmu:


Baik Mas Adadeh, bbrpa waktu lalu saya vakum memposting krn sgt tertarik mencari tau kebenaran dan derajat hadist dari semua hadist yg anda hadirkan dari A s/d Z. Hadist yg anda posting terakhir ini akan sy masukkan list. Anggap saja posting saya dari page 1 - 6 hanya pemanasan saja dan skrg saya akan serius menanggapi semuanya.

Kita mulai dari sini saja :

Baik hadist Mariyah maupun hadist Madu menggunakan lafadzh 'an yg menandakan kemursalannya. Saya sudah mereview semua hadist anda mulai dari page 1 dan saya sdh menemukan kelemahan2 dari semua hadist itu yg akan saya jabarkan selanjutnya. Lets make a deal, kita buat kesepakatan... jika saya bisa membuktikan kemutashilan hadist berlafadzh 'an menurut syarat Bukhari Muslim dan jumhur ulama dan mematahkan semua hadist anda, anda juga harus bs membuktikan kemuthasilan hadist2 anda dan mematahkan hadist2 saya dgn cara yg sama, bgamana ?

Oh iya saya lupa

Ntar gw buktiin lewat Lidwa.


Sepertinya Jarh anda terhadap Lidwa msh belum terkubur oleh page lainnya :

Aku sudah bilang berkali-kali bahwa Muslim menghapus keterangan tentang Maria Qibtiyya di At Tahrim pada hadis² sahih Bukhari, Muslim, dan juga Nasa'i. Lidwa juga termasuk dalam golongan Muslim yang main hapus semua hadis sahih yang tak menyenangkan hati mereka.


Istilah hadistnya anda menuduh Lidwa melakukan Tadlis . Jadi sbg ulama terkemuka FFI yg sngt faham dgn kitab-kitab klasik, kl anda tidak malu...ya silahkan saja pakai Lidwa dan menjilat ludah anda sendiri.... masakan anda mengatakan bahwa Si Lidwa itu munafik tp msh dipake juga. Seharusnya anda hanya berkiblat pada kitab-kitab klasik yg authentic...yg kebenarannya pasti. Tapi jgn diambil hati perkataan sy ini anggap saja saya sedang bercanda Mas :yawinkle:
User avatar
Aisha
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 118
Joined: Tue Aug 03, 2010 10:26 am

Re: Aisha VS Adadeh : Skandal Di Ranjang Hafsah

Postby Adadeh » Tue Jan 10, 2012 2:45 pm

Aisha wrote:Baik Mas Adadeh, bbrpa waktu lalu saya vakum memposting krn sgt tertarik mencari tau kebenaran dan derajat hadist dari semua hadist yg anda hadirkan dari A s/d Z. Hadist yg anda posting terakhir ini akan sy masukkan list. Anggap saja posting saya dari page 1 - 6 hanya pemanasan saja dan skrg saya akan serius menanggapi semuanya.

Semua teorimu sepanjang 6 halaman perdebatan ini ngaco melulu, salah semua, tanpa dukungan ilmu hadis yang memadai. Sekarang kau mau menghapus begitu saja kengawuranmu yang sedemikian buanyak itu dengan mengeluarkan teori baru:

Kita mulai dari sini saja :
Baik hadist Mariyah maupun hadist Madu menggunakan lafadzh 'an yg menandakan kemursalannya.

Dapet dari mana tuh teori seperti itu?

Awalnya nuduh membabi-buta hadis² yang gw ajukan mursal kabeh; terus katamu: maka dari itu Bukhari gak pernah mencantumkan hadis Maria. Ee... gak tahunya semua koleksi hadis sahih Bukhari, Muslim, dll juga banyak yang mengandung hadis² mursal. Malu tuuuuhh!! :rolling:

Saya sudah mereview semua hadist anda mulai dari page 1 dan saya sdh menemukan kelemahan2 dari semua hadist itu yg akan saya jabarkan selanjutnya. Lets make a deal, kita buat kesepakatan... jika saya bisa membuktikan kemutashilan hadist berlafadzh 'an menurut syarat Bukhari Muslim dan jumhur ulama dan mematahkan semua hadist anda, anda juga harus bs membuktikan kemuthasilan hadist2 anda dan mematahkan hadist2 saya dgn cara yg sama, bgamana ?

Asal muncrat nuduh ini itu mursal mau dijilat lagi nih? Hehehe... kasiman dikau. Ini teori 'an' bikinanmu sendiri? Kalo iya, gw gak sudi meladeninya. Jika bukan, maka tunjukkan sumber ilmu hadisnya yang menyatakan keterangan seperti itu.

Istilah hadistnya anda menuduh Lidwa melakukan Tadlis .

Ini forum Indonesia, Jika mau pake bahasa asing, terjemahkan dulu biar semua orang ngerti. 99,9% Muslim Indonesia juga cuman bisa melafalkan huruf² Arab saja tanpa mengerti maknanya, bak burung beo.

Gw mengungkapkan Lidwa tidak mencantumkan hadis Bukhari dan Muslim tentang Maria yang disebut oleh Ibnu Katsir di tafsirnya. Jika Ibnu Katsir berkata hadis Bukhari menerangkan tentang Maria, maka tentunya hadis itu benar² ada. Tapi meskipun begitu Lidwa ternyata masih mencantumkan hadis sahih Nasa'i tentang Maria (Bab 1849 - Cemburu, Kitab 36 - Menggauli Wanita, no. 3897). Hadis Tirmizi juga ternyata mencantumkannya (trims buat CS).

Keterangan dari Tirmizi itu diterjemahkan oleh netter senior Arab Ibnu Kamuna dari FFInternational:
"Other narrations about it is what Ibn Maradawayh from the path of the laugher from Ibn Abbas said: Hafsa entered to the prophet peace be upon him in her house and she found Maria with him, so he said: do not tell Ayesha till I tell you some good news, that your father will rule after Abu Bakr if I die, so she went to Ayesha and told her that (IK: meaning about Maria), so Ayesha said to the prophet and asked him to make Maria forbidden to him, so he did, then he came to Hafsa and told her that I ordered you not to tell Ayesha, and you told her. He argued with her about that, and did not argue with her regarding the Khilafat (IK: for her father), and due to this Allah said " made some known (IK:incidents) and some ignored (IK: meaning made unknown)

terjemahan:
Narasi² lain tentang hal ini disampaikan oleh Ibnu Maradawayh dari Ibnu Abbas yang berkata: Hafsa menemukan sang Nabi di rumahnya dan mendapatkannya sedang bersama Maria. Maka Nabi berkata: Jangan katakan pada Aisyah sampai aku memberitahu kamu tentang kabar baik, bahwa ayahmu akan berkuasa setelah Abu Bakar, jika aku mati. Maka Hafsa menemui Aisyah dan mengatakan padanya (tentang Maria). Maka Aisyah berkata pada sang Nabi dan memintanya untuk mengharamkan Maria, dan Nabi melakukannya. Lalu Nabi menemui Hafsa dan berkata, "Aku telah menyuruhmu untuk tidak memberitahu Aisyah, tapi kau tetap memberitahu dia." Dia marah pada Hafsa karenanya, dan tidak marah perihal Khilafat (tentang ayahnya akan jadi kalifah), dan karenanya Allah berkata, "beritahu sebagian orang (tentang kejadian² ini) dan sebagian lagi tidak diberitahu."

Ini sahih juga dari An-Nasa'i:
Sunan Nasa'i 3897:
Telah mengabarkan kepada kami Ibrahim bin Yunus bin Muhammad Harami itu adalah julukannya, ia berkata; telah menceritakan kepada kami ayahku, ia berkata; telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Tsabit dari Anas bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memiliki budak yang beliau gauli, dan 'Aisyah serta Hafshoh masih berada bersama beliau hingga beliau mengharamkan atas diri beliau, kemudian Allah Azza wa jalla menurunkan ayat: Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu... sampai akhir ayat.

Jadi tuduhanmu dulu bahwa kumpulan 6 hadis sahih tidak mencantumkan keterangan dari Maria itu salah besar banget.
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Previous

Return to Ruang Debat Terbatas



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users