. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Ahmad Deedat Mati Mengenaskan

Pelanggaran HAM terhadap sesama umat Muslim, kemiskinan dan keterbelakangan yang disebabkan oleh Islam dan penerapan Syariah Islam.

Re: Ahmad Deedat Mati Mengenaskan

Postby edwin » Tue Sep 28, 2010 12:10 am

Teman Kafir wrote:Mana bisa bro edwin jelasin wong aulohny udah berubah jadi batu....makanya di pake bawa2 ajaran kristen sebagai pembandingny supaya dia bisa bersembunyi dari ke jompalangan pikiranny... :supz: 'auloh ku bar-bar'


Salam Teman kafir........ :supz: :supz: :supz:

hahahaha.............. bertambah satu lagi temanku

sudah saya bilang tadi, berikanlah alasan yang kuat jangan argument saja saudaraku!!!!!!!!!!!!!!!!!


mari diskusi secara logis hilangkan egois.............

Salam berfikir Teman kafir ku
edwin
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 49
Joined: Sat Sep 25, 2010 10:34 pm

Re: Ahmad Deedat Mati Mengenaskan

Postby iamthewarlord » Tue Sep 28, 2010 12:57 am

edwin wrote:
Terima kasih informasinya:

Saya harap jangan dihapus.. kita disini hanya diskusi untuk mencari kebenaran.
Bukankah yesus sendiri yang memerintahkan kita untuk mencari kebenaran????????????????

haaaaaaaaa. Tidakkah cukup 1 vs 1 sampai2 ngajak agama laen nyerbu agama Muhammad :shock: :shock: :shock: :shock: :shock:

Jika forum ini sangat membenci Umat muhammad. Berikan dalil2nya jangan pakai argument2 yang tidak dapat diterima akal waras.........

Tunjukkan ayat yang menyatakan bahwa umat muhammad menanamkan kebencian terhadap agama laen????????????

NB: jangan melihat umat suatu agama untuk mencari kebenaran tapi lihat Pedoman mereka (Kitab) jika kitab agama teersebut berisikan kesalahan, kebohongan, lucah, amburadul. maka agama tersebut sudah menyimpang. umat adalah manusia yang penuh dengan dosa dan khilaf.............. harap direnungkan oleh kita semua

Umat islam SANGAT SANGAT TIDAK SETUJU dengan bom bunuh diri, menghancurkan rumah ibadah agama lain.
silahkan lihat dinegara yang maoritas umatnya kristen or agama laen, yang tertindas adalah agama islam. rumah ibadah mereka di hancurkan, Al qur'an mau dibakar, terisolasi.

Seringkali saya mendengar orang-orang Kristian mendakwa bahwa agama
mereka didasarkan di atas konsep kasih-sayang antara manusia tetapi Islam pula
diasaskan di atas mata pedang . Dakwaan ini jauh daripada
kebenarannya saudara, yang utama kerana Islam tidak mengajarkan keganasan dan
kedua kerana daripada sudut sejarah peperangan seperti Perang Salib dan
sebagainya, orang-orang Kristianlah yang memburu dan membunuh umat Islam
di mana sahaja mereka berada. Orang-orang Kristian yang melakukan
keganasan seperti di Bosnia, Chechnya dan kepulauan Maluku ternyata didorong
oleh ayat-ayat yang mengajarkan kekerasan di dalam Alkitab mereka.

Mari kita semua baca ayat ini:

RATAPAN NABI YEREMIA:
"Bagaimanakah kamu berani berkata: 'Kami bijaksana, dan kami mempunyai Taurat TUHAN?' Sesungguhnya, pena palsu penyurat sudah membuatnya menjadi bohong." (Yeremia 8:8)


TIPU DAYA PAULUS TARSUS:
"Baiklah, aku sendiri tidak merupakan suatu beban bagi kamu, tetapi dalam kelicikanku aku telah menjerat kamu dengan tipu daya." (2 Korintus 12:16)

Lukas 12:49 Adapun kedatangan-Ku ini hendak melemparkan api ke atas bumi; dan betapakah sukanya Aku, kalau-kalau api itu sudah menyala!
Salam damai untuk kita semua..................

Salam berfikir



Nasihat yang terbaik, baca2 dan jalan2 dulu di Resource Center, anda akan mendapatkan bahan untuk mempertahankan ajaran sesat "nabi" muhammad, misalnya menikah dengan anak kecil berumur 6 tahun dan di sex saat berumur 9 tahun (Pedophilia)
atau...
Ngembat menantu sendiri, yaitu Zainab, istri Zaid (Incest),
atau...
Ngesex dengan ummi Ibrahim tanpa nikah di ranjang Hafsa, yaitu Maria, si kafir koptik, babunya hafsa tanpa menikah (Zinah).
atau...
Saffiya, yg ortu dan suaminya dibunuh pd hari yg sama dinikahi dan disex oleh muhammad (Pembunuh sadis dan pemerkosa).
atau...
muhammad kerjanya merampok pedagang2 tapi dibungkus kata2 perang (garong).

dll..dll..

atau...
ingin menjawab pertanyaan yang belum bisa dijawab sampai sekarang di forum ini, yaitu:

"Apa perbuatan baik muhammad? harus berdasarkan referensi yang shahih."

Tapi...

jika punya keinginan membahas kitab yang konon menurut islam adalah "palsu" dan senang mengutip ayat2 "palsu" agama kristen, anda bisa langsung ke :
http://www.sarapanpagi.org

Banyak yang dengan senang hati melayani anda disana.
User avatar
iamthewarlord
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4494
Images: 6
Joined: Sun Feb 08, 2009 11:07 pm
Location: “Ibadah lelaki akan diputus dengan lewatnya keledai, wanita dan anjing hitam.” Muhammad.

Re: Ahmad Deedat Mati Mengenaskan

Postby edwin » Tue Sep 28, 2010 11:11 am

Wahai saudaraku...
Sudah ku katakan tadi...

Mari tunjukkan ayatnya di forum ini biar ada pantun bersambung di antara kita...

Sudah sangat banyak article2 yang saudara n sekutumu buat untuk menzolimi ISLAM. saya baca semuanya tapi isisnya hanya omong kosong, bullshit seperti otak mu yang kosong...

Kalau anda memang FAIR. Jangan hanya mengkambingkan, memojokan ISLAM tanpa dalil yang kuat.

Jangan jadi BUDAK FAITHFREEDOM BOS. Hanya baca di situs ini aja makanya wawasan anda g berkembang...


Slam berfikir saudaraku...
edwin
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 49
Joined: Sat Sep 25, 2010 10:34 pm

Re: Ahmad Deedat Mati Mengenaskan

Postby karaskalo » Tue Sep 28, 2010 11:40 am

edwin wrote:Mari tunjukkan ayatnya di forum ini biar ada pantun bersambung di antara kita...

Udah jalan² ke resource center pak ?
anda tau arti dari kafir ?
menurut ajaran islam apa yg sepantasnya dilakukan terhadap kaum kafir tsb?

[/quote]
edwin wrote:Sudah sangat banyak article2 yang saudara n sekutumu buat untuk menzolimi ISLAM. saya baca semuanya tapi isisnya hanya omong kosong, bullshit seperti otak mu yang kosong...

disini mungkin bisa jadi awal yang baik utk memulai diskusi ini, coba anda tunjukan artikel mana yg anda anggap omong kosong dan bullshit tsb ?
karaskalo
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 560
Joined: Thu Sep 25, 2008 2:09 am

Re: Ahmad Deedat Mati Mengenaskan

Postby edwin » Tue Sep 28, 2010 12:54 pm

@karaskalo


isu seksualitas sering sekali di jadikan sasaran untuk menzolimi Mhummad. saya akan memberikan article bantahan terhadap buku Dr. robert morey dan teman2 anda tentang kehidupan muhammad

Perkawinan Rasulullah




Pembunuhan karakter melalui isu seksual, adalah hal yang biasa dilakukan baik Yahudi maupun Kristen, kita bisa melihatnya dalam Bibel yang berisi Taurat dan Injil. Para nabi seringkali digambarkan melakukan hal-hal yang tidak pantas, seperti incest, mengambil istri orang lain, bahkan Yesus sendiri mereka gambarkan dekat dengan pelacur, bahkan sebagian mereka menuduh Yesus melacur -satu tuduhan yang membuat umat Muslim ikut merasa sakit-. Maka tidak heran jika mereka berusaha membunuh karakter nabi Muhammad seperti yang pernah dilakukan oleh sebagian mereka terhadap nabi dari mereka sendiri.

Masalah istri-istri Nabi seringkali dijadikan sasaran hujatan, dengan meninggalkan fakta-fakta dibalik perkawinan tersebut. Oleh sebab itu dalam tulisan ini kami mencoba menelusuri sejarah Rasulullah yang berkenaan dengan latar belakang perkawinannya, maka kita mendapatkan hikmah dibalik perkawinan beliau.

Perkawinan pertama Rasulullah dengan seorang janda berumur 40 tahun, yaitu Siti Khadijah, yang berlangsung hingga tahun sepuluh kenabian atau tiga tahun menjelang hijrah.44 Pernikahan tersebut berlangsung selama 25 th. sebab beliau menikah usia 25 th, dan menjadi utusan Allah ketika berusia 40 th..

Sepeninggal Khadijah Rasulullah ditawari oleh Khaulah binti Hakim untuk menikahi salah satu dari dua orang wanita, satu perawan (Aisyah), dan satu lagi janda (Saudah), dan Rasulullah menikahi Saudah,45 seorang janda berbadan gemuk.46 -tanpa bermaksud mengecilkan penampilan fisik istri seorang Nabi ini- kedua perkawinan tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah bukan type pengumbar hawa nafsu sebagaimana yang dituduhkan oleh Robert Morey. Lebih dari itu, bahwa Saudah memiliki anak banyak yang membutuhkan pelindung,47 menurut hemat kami, alasan ini merupakan hikmah mendasar dibalik perkawinan beliau dengan Saudah.

Perkawinan ketiga, dengan Aisyah binti Abu Bakar. Pinangan Rasulullah atas Aisyah telah menyelamatkan Abu Bakar dari dilema antara menikahkan putrinya dengan seorang kafir atau mengingkari janjinya kepada Muth'im bin Ady orang tua dari pemuda kafir tersebut yang telah dijanjikan untuk menikahi putrinya. Sungguh beruntung bahwa yang terjadi justru istri Muth'im bin `Ady tidak menghendaki anaknya menikahi Aisyah karena tidak menginginkan anaknya masuk agama baru yang dibawa Nabi, maka pinangan Rasulullah pun diterima.48 Hal itu terjadi pada tahun yang sama -sepuluh kenabian-, namun baru berkumpul pada saat di Madinah -tiga tahun kemudian-. Kebanyakan hadits menyebutkan bahwa pertemuan Aisyah dengan Rasulullah di Madinah saat usia Aisyah 9 th, walaupun ada yang mengatakan berusia 11 th, Zainal Arifin Abbas -penulis "Peri hidup Muhammad Rasulullah Saw"- menyebut usia Aisyah waktu itu antara 12-14 th. Perhitungan usia yang ditulis oleh H. Zainal Arifin Abbas, berdasarkan analisa atas hadits tentang penawaran Khaulah binti Hakim, bahwa penawaran itu terjadl pada th. 10 kenabian, dan Abu Bakar tidak bisa langsung menerima pinangan karena telah menunangkan putrinya dengan putra Muthim bin Ady. Logikanya saat itu usia Aisyah adalah minimal 10 th, karena tidak mungkin Abu Bakar menunangkan putrinya dengan Djubeir bin Muth'im yang berada di front terdepan dari para penentang Rasul sementara beliau menjadi tangan kanan Rasulullah, maka kemungkinan pertunangan tersebut terjadi sebelum Islam (sebelum kenabian), sebab adat seperti itu sudah ada. Hal ini dikuatkan dengan pandangan Arab saat itu yang memandang usia gadis yang pantas untuk menikah adalah antara 11-12 th.49 Menurut perhitungan ini, maka saat pertemuan di Madinah, usia Aisyah antara 14-15 th. Tentang umur Aisyah banyak penulis yang berbeda pendapat, dari usia 9 hingga 15 th.

Sensitifitas modern kadang merasa risih dengan hal ini, tapi hal ini terjadi pada satu komunitas yang memandang usia 9-15 th, adalah usia terendah bagi seorang anak perempuan untuk dikawini, itupun 14 abad yang lalu. Hingga akhir-akhir inipun beberapa komunitas masih memberlakukan adat pernikahan dini. Namun demikian pernikahan anak usia dini adalah lebih baik ketimbang merebaknya pergaulan bebas yang membuat anak usia tersebut sudah tidak ada yang perawan, walaupun secara resmi mereka menikah pada usia 28 ke atas. Toh kenyataannya usia 28 sebagai patokan perkawinan di beberapa negara maju hanya berdasarkan faktor psikologis dan masalah karir serta emansipasi, namun diluar formalitas itu kebejatan seksual merebak dimana-mana pada tingkat yang paling fulgar. Perbandingannya jika ada komunitas (manapun) yang mengawinkan putrinya pada usia dini di Amerika anak usia yang sama sudah tidak perawan lagi. Perbedaan dalam agama, yang satu formal, yang satu lagi zina. Perzinaan sejak dini akan dibawa hingga masa perkawinan, maka akibatnya penyelewengan suami atau istri adalah hal biasa, dan ajaran Yesus yang tidak mengizinkan perceraian menjadi lelucon belaka.

Kembali kepada sejarah Rasul, pada tahun ketiga Hijriah, Putri Umar bin Khattab, Hafshah binti Umar ditinggal mati suaminya Khunais bin Khudzafah setelah perang Badar. Seperti layaknya seorang ayah Umar berusaha mencarikan suami bagi putrinya yang masih berumur 18 th. agar terbebas dari kemurungan yang dideritanya. Upaya selama 6 bulan atau lebih belum menghasilkan apa-apa, hingga pada masanya, ia menawarkan anaknya kepada sahabat Abu Bakar, namun Abu Bakar hanya menjawab dengan diam. Umar lantas menemui `Utsman, namun sahabat ini hanya menjawab: "belum berhasrat menikah saat itu". Kejengkelan Umar terhadap dua orang sahabat terdekatnya disampaikan kepada Rasulullah, dan beliau menjawab: "Hafshah akan menikah dengan yang lebih baik dari Utsman, dan Utsman akan menikah dengan yang lebih baik dari Hafshah". Umar tidak pernah menyangka bahwa Rasulullah akan menikahi putrinya, hingga ia bersorak kegirangan mengumumkan kepada para sahabatnya, yang kemudian disambut oleh Abu Bakar juga Utsman. Dan seperti dikatakan oleh Nabi, maka Utsman akhirnya menikah dengan putri beliau; Umi Kultsum.50

Jika kita kembali lagi, pada tahun 1 H. Rasulullah menikahi Aisyah, pada tahun 2 H. Rasulullah menikahkan putrinya Fathimah dengan sahabat Ali bin Abi Thalib, dan pada tahun 3 H. Rasul menikahi Hafshah binti Umar dan menikahkan putrinya Umi Kultsum dengan `Utsman bin Affan. Tidak cukup sampai disini, anak angkatnya Zaid bin Haritsah dinikahkan dengan sepupunya sendiri yaitu Zainab binti Jahsy, serta perkawinan antara warga imigran (muhajirin) dan penduduk Madinah (Anshor). Dari sini kita dapat melihat bahwa perkawinan-perkawinan tersebut nampaknya dilatar belakangi upaya memperkuat barisan dikalangan para sahabat, apalagi bahwa tahun-tahun tersebut adalah awal pembinaan sebuah komunitas baru berdasar Tauhid, maka sangat wajar jika perkawinan menjadi salah satu jalan demi terwujudnya harapan tersebut.

Perkawinan kelima juga dengan seorang janda yaitu Zainab binti Khuzaimah al-Hilaliyah. Sebelumnya telah menikah dengan At-Thufail bin al-Harits bin Abdil Muththolib yang kemudian menceraikannya, lantas dinikahi oleh saudaranya `Ubaidah bin al-Harits yang kemudian meninggal pada perang Badar. Sepeninggalnya Rasulullah menikahi Zainab pada tahun 4 H. Ia dikenal dengan sebutan Ummul Masakin (Ibu orang­orang miskin), karena kedekatan dan kasih sayangnya terhadap orang-orang miskin. Pernikahannya tidak berlangsung lama sebab dua atau tiga bulan setelah perkawinannya ia meninggal.51

Pada tahun yang sama, Rasulullah mengawini seorang janda lain yaitu Ummi Salmah yang nama aslinya Hindun binti Umayyah bin al-Mughirah, sebelumnya dipinang oleh Abu Bakar dan Umar, namun ia tidak berkenan. Bahkan ketika Rasulullah meminangnya, ia menjawab bahwa ia minder karena sudah berumur dan memiliki banyak anak. Hal ini dapat dimaklumi sebab dikalangan istri-istri Rasulullah terdapat Aishah yang masih muda dan cantik. Mendengar jawaban ini Rasulullah menjawab: `Jika engkau berumur, maka aku lebih tua darimu, soal minder biarlah Allah yang menghilangkannya dari dirimu, adapun masalah tanggungan keluarga (anak-anak) serahkan kepada Allah dan Rasulnya".52

Dalam pembentukan komunitas baru yang menjadikan keluarga dan perkawinan sebagai salah satu instrumennya, maka perhatian terhadap janda dan anak-anak yang ditinggal ayah mereka yang syahid akibat peperangan adalah suatu yang sudah semestinya, apalagi kesempatan mendapatkan kebutuhan sehari­hari ditanah yang gersang tidaklah semudah yang dibayangkan, tidak heran jika ada yang menjual manusia dipasar budak demi mencukupi kehidupan sehari-hari. Langkah Rasulullah yang juga diikuti para sahabatnya untuk memperhatikan para janda dan anak-anaknya, tampak dalam beberapa perkawinan yang kita sebutkan di atas, begitu juga dengan apa yang akan kami bahas berikut ini.

Pada th. 5 H. (th. 18 masa kenabian) Rasulullah menikahi, Zainab binti Jakhsy, setelah diceraikan oleh Zaid bin Haritsah. Seperti yang telah kita bahas pada kajian tentang perbudakan, bahwa Zaid yang diangkat anak oleh Rasulullah pada masa sebelum kenabian, dinikahkan dengan kerabat Rasulullah Zainab yang tentu saja memiliki nasab tinggi dikalangan Quraisy-dari pihak ibu Zainab adalah sepupuh nabi atau cucu Abdul Mutholib-. Pada masa itu masalah nasab (keturunan) sangatlah diperhatikan oleh masyarakat Arab. Pencapaian ketinggian derajat nasab seringkali diupayakan melalui perkawinan, maka tidak heran jika satu orang bisa memiliki istri banyak, bukan sekedar karena mereka suka, tapi para istri memiliki kepentingan sendiri dengan pernikahan tersebut, termasuk untuk masalah nasab, apalagi bahwa penghormatan kepada wanita pada masa itu amatlah rendah. Fenomena tersebut tldaklah aneh saat itu, karena bangsa lain juga memiliki adat yang tidak jauh berbeda. Bahkan hingga saat ini masalah keturunan sangat diperhatikan, terlepas dari pandangan yang melatar-belakangnya: apakah karena status sosial, kekayaan, atau kebangsawanan; dikalangan muslim sebagian memandang nasab berdasarkan kesalehan beragama. Kembali pada masalah perkawinan Zainab, Rasulullah yang ingin merombak adat tersebut, demi tujuan pokok menyamakan umat manusia dihadapan Allah (tauhid), mencoba mempertemukan antara bangsawan dan budak (walaupun sudah diangkat anak), rupanya hal itu belum mampu meruntuhkan rasa kebangsawanan Zainab hingga perkawinan tersebut gagal. Namun demikian tanggungjawab Rasulullah menghendaki beliau untuk menikahinya. Lain dari pada itu bahwa pernikahan tersebut atas perintah langsung dari Allah, sebab sebelumnya setiap kali Zaid mengadu kepada Rasulullah atas sikap Zainab, Rasulullah menasehatinya agar mempertahankan perkawinannya serta takut kepada Allah.53 Dengan begitu, tidak hanya masalah tanggung jawab Rasulullah mengembalikan Zainab yang merasa martabatnya telah terendahkan, namun menjadi panutan hukum bahwa anak angkat tidaklah sama dengan anak kandung, maka istri yang telah diceraikannya boleh dinikahi bapak angkatnya. Namun sebaliknya wanita yang diceraikan oleh seseorang tidak boleh dikawini anaknya. Tentang hukum perkawinan bukan tempatnya untuk kita bahas di sini.

Menurut Ibnu Ishaq, seorang dari sejarawan awal Muslim, Pada tahun ke 6 H. terjadi peperangan antara kaum Muslim dengan kaun Yahudi Bani Mushthaliq. Akibat peperangan ini, sebagaimana hukum peperangan yang berlaku saat itu, mereka yang kalah menjadi tawanan dan budak bagi pemenang. Diantara mereka yang tertawan adalah Juwairiyah binti al-Harits, seorang putri dari al-Harits bin Abi Dlorror pemimpin Bani Mushtholiq. Sebagai putri seorang terpandang Juwairiyah tidak rela dirinya dijadikan budak, maka ia berniat menebus kepada Tsabit bin Qois yang kebetulan saat pembagian harta rampasan mendapat dirinya. Karena tidak memiliki harta lagi, maka ia pergi menghadap Rasulullah agar dibantu melunasi tebusan tersebut.54 Rasulullah yang telah mengajarkan kepada para sahabatnya agar mendidik budak dan kalau bisa memerdekakan dan menikahinya (lihat bahasan tentang perbudakan), memberikan contoh dengan memerdekakan Juwairiyah dan menawarkan pinangannya, ternyata Juwairiyah mengiyakan. Dengan persetujuan Juwairiyah ini maka Rasulullah menikahinya, dan dengan pernikahan tersebut para sahabat mengembalikan harta rampasan perang, sekaligus memerdekakan ± 100 keluarga. Ibnu Ishaq mengomentari: "Saya tidak pernah melihat keberkahan seseorang atas kaumnya melebihi Juwairiyah".55

Pada tahun ketujuh H, terjadi perang Khaibar. Pada saat penyerbuan ke benteng al-Qomush milik bani Nadlir, pemimpin benteng ini yaitu Kinanah bin Rabi' suami Shofiyah binti Hay terbunuh. Dan istrinya juga istri-istri bani Nadlir yang lain menjadi tawanan. Dan seperti yang pernah dilakukan oleh Rasulullah terhadap bani Mushtholiq, maka Rasulullah menikahi Shofiyah. Menurut keterangan Shofiyah sendiri, yang diceritakan oleh Ibnu Ishaq bahwa sebelum kejadian ini ia telah bermimpi melihat bulan jatuh di kamarnya. Ketika mimpi tersebut diceritakan kepada suaminya, ia malah mendapat tamparan dan dampratan, "Itu berarti engkau menginginkan raja Hijaz Muhammad", kata suaminya.56 Tentang apakah harta dikembalikan dan tawanan dibebaskan dengan perkawinan ini, tidak kami dapatkan keterangan yang jelas, namun diceritakan bahwa mahar perkawinan tersebut adalah pembebasan Shofiyyah. 57 Walaupun masih muda, usia 17 th, tapi sebelumnya Shofiyah telah menikah dua kali, dengan Salam bin Misykarn kemudian dengan Kinanah bin Rabi'. 58

Dari dua perkawinan di atas, dapat kita lihat bahwa upaya pembebasan perbudakan -akibat peperangan- lebih menonjol ketimbang masalah lainnya. Disisi lain dua pernikahan ini semakin mengokohkan kedudukan Muslim dalam rangka pembentukan komunitas bersama yang tidak saling bermusuhan. Selanjutnya, bahwa melihat usia Shofiyah yang masih 17 th. dan sudah menikah dua kali, setidaknya menunjukkan bahwa selain masyarakat Arab, komunitas Yahudi yang tinggal di Khaibar juga memiliki adat mengawinkan seorang wanita sejak masih dini.

Pada saat kedudukan kaum Muslimin di Madinah mulai menguat di jazirah Arab, Rasulullah mengirimkan utusan ke Habasyah (Etiopia) memanggil para emigran Muslim yang hijrah ke Habasyah pada masa awal kenabian (periode Makkah). Diantara para emigran tersebut terdapat Ummu Habibah yang menjadi janda karena tidak ingin berkumpul dengan suaminya yang murtad, yaitu Abdullah bin Jahsy. Ummu Habibah yang tidak memiliki tempat kembali, tidak mungkin ke keluarganya di Makkah sebab ia hijrah ke Habasyah karena masuk Islam dan lari dari keluarganya, sedang di Madinah ia tidak tahu harus ke mana. Beruntung bahwa surat Rasulullah yang memanggil mereka melalui Raja Najasyi, disertai pinangan terhadap Ummu Habibah. Pinangan tersebut bahkan diwakili oleh Najasyi sediri dan memberikan mahar sebesar 400 dirham. Adapun yang menikahkan adalah Kholid bin Sa'id bin 'Ash. Rombongan yang dipimpin Oleh Ja'far bin Abi Thalib ini datang bersamaan dengan kepulangan Rasulullah dari perang Khaibar.59

Pada tahun ketujuh Hijriah ini juga, utusan Rasulullah ke Iskandariah-Mesir telah datang dengan membawa hadiah dua orang budak dari Mesir, yang pertama bernama Maria binti Syam'un dan Sirin. Yang pertama dinikahi oleh Rasulullah dan yang kedua diberikan kepada Hassan bin Tsabit.60 Seperti yang telah kita bahas sebelum ini, bahwa Rasulullah yang mengajarkan agar para budak dididik kemudian dibebaskan dan dinikahi, dicontohkan sekali lagi oleh Rasulullah. Maria al­Qibthiah yang menjadi budak di Iskandariah, kini menjadi istri seorang pemimpin besar di tanah Hijaz. Ia bahkan telah memberikan keturunan yang diberi nama Rasulullah seperti nama kakeknya "Ibrahim", walaupun tidak berusia panjang. Rasulullah menyatakan : "Ia telah dimerdekakan oleh anaknya". 61

Para istri nabi -termasuk yang sebelumnya menjadi budak-, mendapat penghormatan yang tinggi dikalangan para sahabat dan umat Muslim, maka tidak mengherankan jika banyak wanita yang ingin dinikahi oleh nabi. Salah satu dari mereka adalah Maimunah yang dalam al-Qur'an disebut "Seorang wanita mu'min yang menyerahkan dirinya kepada nabi".62 Penawaran itu dilakukan oleh Maimunah melalui saudaranya Ummul Fadl, kemudian Ummul Fadl menyerahkan masalah ini kepada suaminya yaitu Abbas bin Abdil Muththolib (paman nabi). Maka `Abbas menikahkan Maimunah kepada Rasulullah dan memberikan mahar kepada Maimunah atas nama Nabi sebesar 400 dirham. Pernikahan ini terjadi pada akhir tahun ke 7 H. tepatnya pada bulan Dzul-Qo'dah.63 Selain Maimunah masih banyak wanita lain yang ingin dinikahi oleh Nabi, tapi beliau menolak. Jika dilihat dari seluruh pernikahan nabi seperti yang telah kita bahas, maka penolakan nabi tersebut agaknya lebih dilandaskan pada sisi kemanfaatan dan kemaslahatan, baik bagi umat maupun bagi wanita itu sendiri. Hal ini sekaligus menampik tuduhan bahwa perkawinan Rasulullah dilandaskan pada kepentingan pemuasan seksual.



Dalam tuduhannya Robert Morey menyatakan :



Para wanita pemuja Muhammad juga menawarkan diri mereka sebagai penghuni harem Muhammad.64



Ia kemudian menyitir sebuah hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari sebagai berikut:



Seorang wanita menghadap pada nabi Allah sambil berkata, "Wahai Rasul Allah! Saya ingin menyerahkan diri saya untukmu" (Hadits III/505A).65



Hadits yang disitir oleh Robert Morey ini sebenarnya belum selesai, artinya dipotong. Padahal hadits ini selengkapnya berbunyi seperti berikut ini :



...dari Sahal bin Sa'ad, ia rnengatakan : seorang wanita menghadap kepada Rasulullah sambil berkata : "Wahai Rasulullah saya menyerahkan diri saya kepadamu". Kemudian seseorang berkata: "Nikahkan aku dengannya". Berkata (Rasulullah): "Kami telah meniikahkanmu dengan hafalan al-Qur'an yang engkau miliki ". (HR. Bukhari).66



Hadits ini ditulis Imam Bukhari untuk masalah hukum perwakilan dalam masalah pernikahan. Hadits yang sama dari Sahal bin Sa'ad tentang kasus yang sama ditulis Imam Bukhari sebanyak 12 kali dalam kitabnya. Kecuali hadits di atas, hadits­hadits lain tersebut ditulis selengkapnya oleh Imam Bukhari, maksudnya percakapan lebih lengkap dalam kejadian tersebut, yang intinya bahwa Nabi tidak berkepentingan untuk menikahi wanita tersebut, dan salah satu sahabat meminta Nabi untuk menikahkan wanita tersebut dengan dirinya, karena si lelaki tersebut tidak memiliki mahar berupa harta maka ia ditanya apa memiliki hafalan surat-surat al-Qur'an, dan surat yang ia hafal itu ia dinikahkan oleh nabi.

Semua hadits yang menerangkan kejadian adanya seorang wanita yang menawarkan dirinya kepada nabi, maksudnya menawarkan untuk dinikahi. Salah seorang dari mereka yang diterima oleh Nabi adalah Maimunah, adik dari istri paman nabi sendiri. Robert Morey tampaknya sengaja memaknai hadits-hadits dengan kata-kata fulgar layaknya sebuah harem yang digambarkannya seperti rumah pelacuran. Kesengajaan ini tampak jelas ketika memotong hadits yang disitirnya. Maha benar Allah yang mengabarkan kepada kita melalui al-Qur'an, bahwa para ahli kitab seperti Robert Morey selalu menutupi kebenaran yang ia ketahui.

Tentang jumlah istri, di mana sebagian menyebut 9, sebagian menyebut 11, tidak bisa di artikan bahwa sisa hitungan dari sembilan adalah partner seksual, seperti yang dituduhkan oleh Robert Morey67 Perhitungan sembilan karena tidak memasukkan Shofiyah dan Juwairiyah -keduanya adalah rampasan perang sebelum dinikahi-, serta Maria yang sebelumnya adalah budak. Sedang hitungan 11 tidak memasukkan Maria al-Qibthiyah yang memang sebelumnya adalah budak dari Iskandaria, itulah sebabnya banyak penulis klasik yang menyebutnya ummul walad (ibu dari anak), walaupun Rasulullah sendiri menyatakan "ia dlmerdekakan oleh anaknya" artinya Maria yang telah memberikan keturunan bagi Rasulullah telah dimerdekakan oleh beliau. Jumlah seluruhnya yang pernah ditulis dalam kitab-kitab sejarah menurut hitungan kami sebanyak 12 orang.

Pandangan seseorang terhadap sesuatu seringkali dipengaruhi oleh latar belakang budayanya. Pandangan negatif masyarakat barat terhadap Nabi, terlepas dari apa yang dihembuskan oleh Gereja sejak berabat-abat lalu, juga dipengaruhi oleh latar belakang budayanya. Dengan latar belakang kehidupan yang sangat bebas dalam pergaulan antar jenis yang bahkan kebablasan antar sejenis, akan mudah menuduh nabi-nabi mereka sendiri melakukan incest dan melacur, dan tentunya akan lebih mudah berpandangan miring terhadap seseorang yang beristri hingga sembilan lebih Namun tidak demikian bagi masyarakat yang masih menjaga kesucian hubungan antar lawan jenis. Apalagi jika ternyata kebanyakan dari para Istri tersebut adalah janda dan cuma satu yang gadis. Akal sehat pasti mengatakan ada sesuatu niat mulia dibalik perkawinan itu, tapi akal bejat akan menyayangkan kenapa tidak memilih seluruhnya perawan. Maka tidak heran jika hujatan terhadap nabi jarang keluar dari masyarakat timur. Hal ini dapat dimaklumi sebab ditimur memang gudangnya etika dan pemikiran religius yang dapat membentengi kerusakan moral. Maka jika Gereja timur ikut-ikutan menghujat para nabi-nabi, pastilah akibat pengaruh dari kiblat modern mereka..

jangan selalu menanamkan kebencian terhadap islam tanpa dalil2 yang logis.......
salam damai..............................
edwin
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 49
Joined: Sat Sep 25, 2010 10:34 pm

Re: Ahmad Deedat Mati Mengenaskan

Postby iamthewarlord » Tue Sep 28, 2010 1:46 pm

Kita samakan dulu persepsi jumlah istri dan gundik muhammad :

Ini temen seukuwah mu juga pada ga bisa ngomong disini :
[url]
http://www.nurislami.com/forum/viewtopic.php?t=49[/url]

Daftar ini diambil dari buku tulisan Tabari (vol. ix, pp.120-141). Daftar ini disusun dalam kronologi / urutan yang tepat. Muhammad telah mengawini 21 istri:

1. Khadijah bt.Khuwaylid
2. Sawdah bt, Jamah
3. Aisha bt. Abu Bakr
4. Hafsah bt. Umar (Hafsha mendapati Muhammad dan Mariyah di ranjang Hafsah dan Hafsah jadi histeris (lihat catatan kaki 884).
5. Umm Salamh
6. Juwayriyyah
7. Umm Habiba bt. Abi Sufyan
8. Zaynab bt Jahsh
9. Safiyyah bt. Huyayy
10. Maymunah bt. Al-Harith
11. Sana bt. Asma or Saba bt. Asma. Sana mati sebelum Muhammad sempat menyetubuhinya.
12. al-Shama bt. Amr al-Ghifariyaah. Muhammad menceraikannya karena meragunak kenabian Muhammad..
13. Ghaziyyah bt. Jabir or Umm Sharik. Dia sebelumnya pernah menikah dan punya anak laki bernama Sharik. Dia cantik tapi tidak mau berhubungan seks dalam pernikahan. Muhammad menganggapnya tua (hal. 139); jadi dia mengembalikan Ghaziyyah ke masyarakatnya kembali.
14. Amrah bt. Yazid or Umm Sharik. Osme mengatakan dia memberikan dirinya sendiri pada Muhammad (33:50). Perkawinan tidak diikuti dengan persetubuhan.
15. Asma bt. Al-Numan. Dia menderita penyakit kusta, sehingga Muhammad menceraikannya dan memberinya uang ganti rugi.
16. Zaynab bt. Khuzaymah � juga dikenal sebagai Umm al-Masakin (ibu bagi yang miskin)
17. Al-Aliyaah bt. Zabyan. Dikisahkan bahwa dia mengintip melalui pintunya untuk melihat orang2 di mesjid. Maka Muhammad menceraikannya setelah membayarnya uang ganti rugi (lihat catatan kaki 919)
18. Qutaylah bt. Qays � tapi Muhammad keburu mati sebelum berhasil menyetubuhinya. Qutaylah dan saudara lakinya lalu murtad ke luar Islam.
19. Fatimah bt. Shurayh (Sara)
20. Kawlah bt. Hudhayl
21. Layla bt. Al-Khatim. Dia menawarkan dirinya pada Muhammad dan Muhammad mengambilnya sebagai istri. Ketika orang banyak mencelanya karena kawin dengan Muhammad, dia lalu minta cerai dan dikabulkan Muhammad.

Orang2 biasa mengatakan bahwa Muhammad itu mata keranjang (Tabari, vol.ix, hal.139).
Daftar para wanita yang dilamar Muhammad tapi tidak dikawini
Umm Hani bt. Abi Talid � dia punya anak kecil
Dubbah bt. Amir � terlalu tua
Safiyyah bt. Bashshamah � tawanan perang
Umm Habiba bt al-Abbas � yatim piatu
Jamrah bt. Al-Harith � menderita kusta
Khawlah bt. Hakim
Amamah bt. Hamzah

Gundik2 Muhammad
Mariyah bt. Shamun
Rayhanah bt. Zayd al-Quraziyaah

Pernikahan tanpa hubungan seksual
Mulaykah bt. Kab al-Laythi � Muhammad menceraikannya
Bint Jundub

Perhatikan, ummu Ibrahim tidak termasuk dalam istri muhammad dan ibrahim adalah anak hasil zinah muhammad dengan maria, babu/budaknya hafsa di ranjang Hafsa.

:lol:
User avatar
iamthewarlord
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4494
Images: 6
Joined: Sun Feb 08, 2009 11:07 pm
Location: “Ibadah lelaki akan diputus dengan lewatnya keledai, wanita dan anjing hitam.” Muhammad.

Re: Ahmad Deedat Mati Mengenaskan

Postby Akukomkamu » Tue Sep 28, 2010 2:01 pm

Hmmm... :-k coba pikir ya...istri ama gundik2 nya bejibun kayak gitu...mana bisa ngurusin umatnya ??? ngurusin istri ama gundik2 nya saja pasti kewalahan , ya...pasti asal2an la...ngurusin umatnya...ngawur semua yg diajarkan. :lol:


Peace... :heart:
Akukomkamu
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5565
Joined: Sat Jul 11, 2009 11:34 am
Location: "Mengajak onta2 arab unt bisa BERMARTABAT" IFF adalah TEMPAT nya.

Re: Ahmad Deedat Mati Mengenaskan

Postby edwin » Tue Sep 28, 2010 4:12 pm

iamthewarlord wrote:Kita samakan dulu persepsi jumlah istri dan gundik muhammad :

Ini temen seukuwah mu juga pada ga bisa ngomong disini :
[url]
http://www.nurislami.com/forum/viewtopic.php?t=49[/url]

Daftar ini diambil dari buku tulisan Tabari (vol. ix, pp.120-141). Daftar ini disusun dalam kronologi / urutan yang tepat. Muhammad telah mengawini 21 istri:

1. Khadijah bt.Khuwaylid
2. Sawdah bt, Jamah
3. Aisha bt. Abu Bakr
4. Hafsah bt. Umar (Hafsha mendapati Muhammad dan Mariyah di ranjang Hafsah dan Hafsah jadi histeris (lihat catatan kaki 884).
5. Umm Salamh
6. Juwayriyyah
7. Umm Habiba bt. Abi Sufyan
8. Zaynab bt Jahsh
9. Safiyyah bt. Huyayy
10. Maymunah bt. Al-Harith
11. Sana bt. Asma or Saba bt. Asma. Sana mati sebelum Muhammad sempat menyetubuhinya.
12. al-Shama bt. Amr al-Ghifariyaah. Muhammad menceraikannya karena meragunak kenabian Muhammad..
13. Ghaziyyah bt. Jabir or Umm Sharik. Dia sebelumnya pernah menikah dan punya anak laki bernama Sharik. Dia cantik tapi tidak mau berhubungan seks dalam pernikahan. Muhammad menganggapnya tua (hal. 139); jadi dia mengembalikan Ghaziyyah ke masyarakatnya kembali.
14. Amrah bt. Yazid or Umm Sharik. Osme mengatakan dia memberikan dirinya sendiri pada Muhammad (33:50). Perkawinan tidak diikuti dengan persetubuhan.
15. Asma bt. Al-Numan. Dia menderita penyakit kusta, sehingga Muhammad menceraikannya dan memberinya uang ganti rugi.
16. Zaynab bt. Khuzaymah � juga dikenal sebagai Umm al-Masakin (ibu bagi yang miskin)
17. Al-Aliyaah bt. Zabyan. Dikisahkan bahwa dia mengintip melalui pintunya untuk melihat orang2 di mesjid. Maka Muhammad menceraikannya setelah membayarnya uang ganti rugi (lihat catatan kaki 919)
18. Qutaylah bt. Qays � tapi Muhammad keburu mati sebelum berhasil menyetubuhinya. Qutaylah dan saudara lakinya lalu murtad ke luar Islam.
19. Fatimah bt. Shurayh (Sara)
20. Kawlah bt. Hudhayl
21. Layla bt. Al-Khatim. Dia menawarkan dirinya pada Muhammad dan Muhammad mengambilnya sebagai istri. Ketika orang banyak mencelanya karena kawin dengan Muhammad, dia lalu minta cerai dan dikabulkan Muhammad.

Orang2 biasa mengatakan bahwa Muhammad itu mata keranjang (Tabari, vol.ix, hal.139).
Daftar para wanita yang dilamar Muhammad tapi tidak dikawini
Umm Hani bt. Abi Talid � dia punya anak kecil
Dubbah bt. Amir � terlalu tua
Safiyyah bt. Bashshamah � tawanan perang
Umm Habiba bt al-Abbas � yatim piatu
Jamrah bt. Al-Harith � menderita kusta
Khawlah bt. Hakim
Amamah bt. Hamzah

Gundik2 Muhammad
Mariyah bt. Shamun
Rayhanah bt. Zayd al-Quraziyaah

Pernikahan tanpa hubungan seksual
Mulaykah bt. Kab al-Laythi � Muhammad menceraikannya
Bint Jundub

Perhatikan, ummu Ibrahim tidak termasuk dalam istri muhammad dan ibrahim adalah anak hasil zinah muhammad dengan maria, babu/budaknya hafsa di ranjang Hafsa.

:lol:


Hahahaha..................... ini cara lama ommmmmm

untuk menunjukkan bahwa apa yang anda sampaikan. maka anda harus terlebih dahulu

- menunjukkan siapa itu tabrani? kalau betul kutiban dari tabrani, perlu di pastikan terjemahannya terlebih dahulu karna tulisannya awalnya itu berbahasa arab

- kalau memang benar harus dipastikan apa itu paparan dari tabrani, atau sekeder mengutip pendapat2 disekitarnya???????

Maka itu om jangan hanya membaca, Karna ada artikle yang menghina, menzolimi islam ada anggap itu benar. Itu namanya menerima mentah2 tanpa mencari kebenarannya.

Banyak sekali ayat al-qur'an, hadist dirubah oleh orang orang seperti anda yang tidak bertanggung jawab...

Jadi, siapa yang menanamkan kebencian sebenarnya??????? \:D/ \:D/ \:D/ \:D/ \:D/ \:D/ \:D/

Saya akan memberikan bukti dari kitab injil (teman sekutumu)

Silahkan dihayati, ati2 jangan sampai terangsang BOSSSS.........

(Kidung Agung 7:1-13)


Betapa indah langkah-langkahmu dengan sandal-sandal itu, puteri yang berwatak luhur! Lengkung pinggangmu bagaikan perhiasan, karya tangan seniman.

Pusarmu seperti cawan yang bulat, yang tak kekurangan anggur campur. Perutmu timbunan gandum, berpagar bunga-bunga bakung.

Seperti dua anak rusa buah dadamu, seperti anak kembar kijang.

Lehermu bagaikan menara gading, matamu bagaikan telaga di Hesybon, dekat pintu gerbang Batrabim; hidungmu seperti menara di gunung Libanon, yang menghadap ke kota Damsyik.

Kepalamu seperti bukit Karmel, rambut kepalamu merah lembayung; seorang raja tertawan dalam kepang-kepangnya.

Betapa cantik, betapa jelita engkau, hai tercinta di antara segala yang disenangi.

Sosok tubuhmu seumpama pohon korma dan buah dadamu gugusannya.

Kataku: "Aku ingin memanjat pohon korma itu dan memegang gugusan-gugusannya. Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur dan nafas hidungmu seperti buah apel.

Kata-katamu manis bagaikan anggur!" Ya, anggur itu mengalir kepada kekasihku dengan tak putus-putusnya, melimpah ke bibir orang-orang yang sedang tidur!

Kepunyaan kekasihku aku, kepadaku gairahnya tertuju.

Mari, kekasihku, kita pergi ke padang, bermalam di antara bunga-bunga pacar!

Mari, kita pergi pagi-pagi ke kebun anggur dan melihat apakah pohon anggur sudah berkuncup, apakah sudah mekar bunganya, apakah pohon-pohon delima sudah berbunga! Di sanalah aku akan memberikan cintaku kepadamu!

Semerbak bau buah dudaim; dekat pintu kita ada pelbagai buah-buah yang lezat, yang telah lama dan yang baru saja dipetik. Itu telah kusimpan bagimu, kekasihku!


(Firman Tuhan atau rangsangan sex?)



Tambahan tentang coitus interuptus (onani) dalam Alkitab:

Kitab Kejadian:

38:8 Lalu berkatalah Yehuda kepada Onan: "Hampirilah isteri kakakmu itu, kawinlah dengan dia sebagai ganti kakakmu dan bangkitkanlah keturunan bagi kakakmu."

38:9 Tetapi Onan tahu, bahwa bukan ia yang empunya keturunannya nanti, sebab itu setiap kali ia menghampiri isteri kakaknya itu, ia membiarkan maninya terbuang, supaya ia jangan memberi keturunan kepada kakaknya.

(Firman Tuhan atau buku sex?)

Ini namanya ajaran porno................ Modar Loe :heart: :heart: :heart: :heart: :heart: :heart:

Salam berfikir rendahkan egois
hilangkan prasangka yang buruk terhadap seseorang
edwin
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 49
Joined: Sat Sep 25, 2010 10:34 pm

Re: Ahmad Deedat Mati Mengenaskan

Postby iamthewarlord » Tue Sep 28, 2010 4:32 pm

edwin wrote:Hahahaha..................... ini cara lama ommmmmm

untuk menunjukkan bahwa apa yang anda sampaikan. maka anda harus terlebih dahulu

- menunjukkan siapa itu tabrani? kalau betul kutiban dari tabrani, perlu di pastikan terjemahannya terlebih dahulu karna tulisannya awalnya itu berbahasa arab

- kalau memang benar harus dipastikan apa itu paparan dari tabrani, atau sekeder mengutip pendapat2 disekitarnya???????

Maka itu om jangan hanya membaca, Karna ada artikle yang menghina, menzolimi islam ada anggap itu benar. Itu namanya menerima mentah2 tanpa mencari kebenarannya.

Banyak sekali ayat al-qur'an, hadist dirubah oleh orang orang seperti anda yang tidak bertanggung jawab...

Jadi, siapa yang menanamkan kebencian sebenarnya??????? \:D/ \:D/ \:D/ \:D/ \:D/ \:D/ \:D/




@atas, jika masih ingin berdiskusi, silahkan kita berdiskusi mengenai islam, OOT ke agama lain akan di hapus dan dibanned di forum ini.
Saya tidak ingin tulisan saya dimasukkan ke keranjang sampah oleh moderator, mungkin tidak lama lagi tulisan anda akan masuk keranjang sampah.

Mengenai daftar para istri muhammad, silahkan dibantah apa kata tafsir Tabari, tidak ada rekayasa disini.
Dan aneh sekali, sepertinya anda tidak mengenai Tabari?
Malah menyebut Tabrani? Tetangga entekan Tabrani itu?
Atau sejenis kuda sembrani?
Sepertinya ente adalah muslim abal2 :lol:

Dan sumber saya, saya katakan valid.
Dibuktikan oleh tafsir Tabari dan link pada forum muslim yang diam tanda setuju.
Anda hanya teriak2 panik tanpa memberikan bantahan yang lebih baik.

Kasus ini berarti kita setujui bahwa istri muhammad berjumlah 22 orang.
---------------------------------------------

Kasus kedua,

Kita samakan persepsi lagi,
Menurut anda berapa umur pasti aisah saat menikah dengan muhammad dan di "coblos" keperawanannya oleh tua bangka berumur 50 thn lebih yang bernama muhammad?
Yang berarti mhadist2 mengakui bahwa muhammad adalah seorang pemangsa anak kecil artinya Muhammad mengidap Pedophilia?

Saya tetap berpegangan dengan hadist shahih, silahkan jika anda punya pendapat lain, monggo mas...


-------------------------------
(Sorry bung TS, disini pembahasannya melenceng dari thread, tapi muslim ini bandel, takut pindah thread)
User avatar
iamthewarlord
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4494
Images: 6
Joined: Sun Feb 08, 2009 11:07 pm
Location: “Ibadah lelaki akan diputus dengan lewatnya keledai, wanita dan anjing hitam.” Muhammad.

Re: Ahmad Deedat Mati Mengenaskan

Postby edwin » Tue Sep 28, 2010 6:44 pm

@Iamtheworld

anda pikir saya setuju??????? g baca loe, kapan saya bilang saya setuju!!!!!!!!!!!!!!!1
dasar g baca ni orang, mana mata loe :supz: :supz: :supz: :supz: :supz: :supz: :supz: :supz: :heart: :heart: :heart: :heart: :heart: :heart:


Emang sulit menjelaskan sesuatu sama orang Ateis dan temannya...........

Baca artikel ini.

Perkawinan Rasulullah


Pembunuhan karakter melalui isu seksual, adalah hal yang biasa dilakukan baik Yahudi maupun Kristen, kita bisa melihatnya dalam Bibel yang berisi Taurat dan Injil. Para nabi seringkali digambarkan melakukan hal-hal yang tidak pantas, seperti incest, mengambil istri orang lain, bahkan Yesus sendiri mereka gambarkan dekat dengan pelacur, bahkan sebagian mereka menuduh Yesus melacur -satu tuduhan yang membuat umat Muslim ikut merasa sakit-. Maka tidak heran jika mereka berusaha membunuh karakter nabi Muhammad seperti yang pernah dilakukan oleh sebagian mereka terhadap nabi dari mereka sendiri.

Masalah istri-istri Nabi seringkali dijadikan sasaran hujatan, dengan meninggalkan fakta-fakta dibalik perkawinan tersebut. Oleh sebab itu dalam tulisan ini kami mencoba menelusuri sejarah Rasulullah yang berkenaan dengan latar belakang perkawinannya, maka kita mendapatkan hikmah dibalik perkawinan beliau.

Perkawinan pertama Rasulullah dengan seorang janda berumur 40 tahun, yaitu Siti Khadijah, yang berlangsung hingga tahun sepuluh kenabian atau tiga tahun menjelang hijrah.44 Pernikahan tersebut berlangsung selama 25 th. sebab beliau menikah usia 25 th, dan menjadi utusan Allah ketika berusia 40 th..

Sepeninggal Khadijah Rasulullah ditawari oleh Khaulah binti Hakim untuk menikahi salah satu dari dua orang wanita, satu perawan (Aisyah), dan satu lagi janda (Saudah), dan Rasulullah menikahi Saudah,45 seorang janda berbadan gemuk.46 -tanpa bermaksud mengecilkan penampilan fisik istri seorang Nabi ini- kedua perkawinan tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah bukan type pengumbar hawa nafsu sebagaimana yang dituduhkan oleh Robert Morey. Lebih dari itu, bahwa Saudah memiliki anak banyak yang membutuhkan pelindung,47 menurut hemat kami, alasan ini merupakan hikmah mendasar dibalik perkawinan beliau dengan Saudah.

Perkawinan ketiga, dengan Aisyah binti Abu Bakar. Pinangan Rasulullah atas Aisyah telah menyelamatkan Abu Bakar dari dilema antara menikahkan putrinya dengan seorang kafir atau mengingkari janjinya kepada Muth'im bin Ady orang tua dari pemuda kafir tersebut yang telah dijanjikan untuk menikahi putrinya. Sungguh beruntung bahwa yang terjadi justru istri Muth'im bin `Ady tidak menghendaki anaknya menikahi Aisyah karena tidak menginginkan anaknya masuk agama baru yang dibawa Nabi, maka pinangan Rasulullah pun diterima.48 Hal itu terjadi pada tahun yang sama -sepuluh kenabian-, namun baru berkumpul pada saat di Madinah -tiga tahun kemudian-. Kebanyakan hadits menyebutkan bahwa pertemuan Aisyah dengan Rasulullah di Madinah saat usia Aisyah 9 th, walaupun ada yang mengatakan berusia 11 th, Zainal Arifin Abbas -penulis "Peri hidup Muhammad Rasulullah Saw"- menyebut usia Aisyah waktu itu antara 12-14 th. Perhitungan usia yang ditulis oleh H. Zainal Arifin Abbas, berdasarkan analisa atas hadits tentang penawaran Khaulah binti Hakim, bahwa penawaran itu terjadl pada th. 10 kenabian, dan Abu Bakar tidak bisa langsung menerima pinangan karena telah menunangkan putrinya dengan putra Muthim bin Ady. Logikanya saat itu usia Aisyah adalah minimal 10 th, karena tidak mungkin Abu Bakar menunangkan putrinya dengan Djubeir bin Muth'im yang berada di front terdepan dari para penentang Rasul sementara beliau menjadi tangan kanan Rasulullah, maka kemungkinan pertunangan tersebut terjadi sebelum Islam (sebelum kenabian), sebab adat seperti itu sudah ada. Hal ini dikuatkan dengan pandangan Arab saat itu yang memandang usia gadis yang pantas untuk menikah adalah antara 11-12 th.49 Menurut perhitungan ini, maka saat pertemuan di Madinah, usia Aisyah antara 14-15 th. Tentang umur Aisyah banyak penulis yang berbeda pendapat, dari usia 9 hingga 15 th.

Sensitifitas modern kadang merasa risih dengan hal ini, tapi hal ini terjadi pada satu komunitas yang memandang usia 9-15 th, adalah usia terendah bagi seorang anak perempuan untuk dikawini, itupun 14 abad yang lalu. Hingga akhir-akhir inipun beberapa komunitas masih memberlakukan adat pernikahan dini. Namun demikian pernikahan anak usia dini adalah lebih baik ketimbang merebaknya pergaulan bebas yang membuat anak usia tersebut sudah tidak ada yang perawan, walaupun secara resmi mereka menikah pada usia 28 ke atas. Toh kenyataannya usia 28 sebagai patokan perkawinan di beberapa negara maju hanya berdasarkan faktor psikologis dan masalah karir serta emansipasi, namun diluar formalitas itu kebejatan seksual merebak dimana-mana pada tingkat yang paling fulgar. Perbandingannya jika ada komunitas (manapun) yang mengawinkan putrinya pada usia dini di Amerika anak usia yang sama sudah tidak perawan lagi. Perbedaan dalam agama, yang satu formal, yang satu lagi zina. Perzinaan sejak dini akan dibawa hingga masa perkawinan, maka akibatnya penyelewengan suami atau istri adalah hal biasa, dan ajaran Yesus yang tidak mengizinkan perceraian menjadi lelucon belaka.

Kembali kepada sejarah Rasul, pada tahun ketiga Hijriah, Putri Umar bin Khattab, Hafshah binti Umar ditinggal mati suaminya Khunais bin Khudzafah setelah perang Badar. Seperti layaknya seorang ayah Umar berusaha mencarikan suami bagi putrinya yang masih berumur 18 th. agar terbebas dari kemurungan yang dideritanya. Upaya selama 6 bulan atau lebih belum menghasilkan apa-apa, hingga pada masanya, ia menawarkan anaknya kepada sahabat Abu Bakar, namun Abu Bakar hanya menjawab dengan diam. Umar lantas menemui `Utsman, namun sahabat ini hanya menjawab: "belum berhasrat menikah saat itu". Kejengkelan Umar terhadap dua orang sahabat terdekatnya disampaikan kepada Rasulullah, dan beliau menjawab: "Hafshah akan menikah dengan yang lebih baik dari Utsman, dan Utsman akan menikah dengan yang lebih baik dari Hafshah". Umar tidak pernah menyangka bahwa Rasulullah akan menikahi putrinya, hingga ia bersorak kegirangan mengumumkan kepada para sahabatnya, yang kemudian disambut oleh Abu Bakar juga Utsman. Dan seperti dikatakan oleh Nabi, maka Utsman akhirnya menikah dengan putri beliau; Umi Kultsum.50

Jika kita kembali lagi, pada tahun 1 H. Rasulullah menikahi Aisyah, pada tahun 2 H. Rasulullah menikahkan putrinya Fathimah dengan sahabat Ali bin Abi Thalib, dan pada tahun 3 H. Rasul menikahi Hafshah binti Umar dan menikahkan putrinya Umi Kultsum dengan `Utsman bin Affan. Tidak cukup sampai disini, anak angkatnya Zaid bin Haritsah dinikahkan dengan sepupunya sendiri yaitu Zainab binti Jahsy, serta perkawinan antara warga imigran (muhajirin) dan penduduk Madinah (Anshor). Dari sini kita dapat melihat bahwa perkawinan-perkawinan tersebut nampaknya dilatar belakangi upaya memperkuat barisan dikalangan para sahabat, apalagi bahwa tahun-tahun tersebut adalah awal pembinaan sebuah komunitas baru berdasar Tauhid, maka sangat wajar jika perkawinan menjadi salah satu jalan demi terwujudnya harapan tersebut.

Perkawinan kelima juga dengan seorang janda yaitu Zainab binti Khuzaimah al-Hilaliyah. Sebelumnya telah menikah dengan At-Thufail bin al-Harits bin Abdil Muththolib yang kemudian menceraikannya, lantas dinikahi oleh saudaranya `Ubaidah bin al-Harits yang kemudian meninggal pada perang Badar. Sepeninggalnya Rasulullah menikahi Zainab pada tahun 4 H. Ia dikenal dengan sebutan Ummul Masakin (Ibu orang­orang miskin), karena kedekatan dan kasih sayangnya terhadap orang-orang miskin. Pernikahannya tidak berlangsung lama sebab dua atau tiga bulan setelah perkawinannya ia meninggal.51

Pada tahun yang sama, Rasulullah mengawini seorang janda lain yaitu Ummi Salmah yang nama aslinya Hindun binti Umayyah bin al-Mughirah, sebelumnya dipinang oleh Abu Bakar dan Umar, namun ia tidak berkenan. Bahkan ketika Rasulullah meminangnya, ia menjawab bahwa ia minder karena sudah berumur dan memiliki banyak anak. Hal ini dapat dimaklumi sebab dikalangan istri-istri Rasulullah terdapat Aishah yang masih muda dan cantik. Mendengar jawaban ini Rasulullah menjawab: `Jika engkau berumur, maka aku lebih tua darimu, soal minder biarlah Allah yang menghilangkannya dari dirimu, adapun masalah tanggungan keluarga (anak-anak) serahkan kepada Allah dan Rasulnya".52

Dalam pembentukan komunitas baru yang menjadikan keluarga dan perkawinan sebagai salah satu instrumennya, maka perhatian terhadap janda dan anak-anak yang ditinggal ayah mereka yang syahid akibat peperangan adalah suatu yang sudah semestinya, apalagi kesempatan mendapatkan kebutuhan sehari­hari ditanah yang gersang tidaklah semudah yang dibayangkan, tidak heran jika ada yang menjual manusia dipasar budak demi mencukupi kehidupan sehari-hari. Langkah Rasulullah yang juga diikuti para sahabatnya untuk memperhatikan para janda dan anak-anaknya, tampak dalam beberapa perkawinan yang kita sebutkan di atas, begitu juga dengan apa yang akan kami bahas berikut ini.

Pada th. 5 H. (th. 18 masa kenabian) Rasulullah menikahi, Zainab binti Jakhsy, setelah diceraikan oleh Zaid bin Haritsah. Seperti yang telah kita bahas pada kajian tentang perbudakan, bahwa Zaid yang diangkat anak oleh Rasulullah pada masa sebelum kenabian, dinikahkan dengan kerabat Rasulullah Zainab yang tentu saja memiliki nasab tinggi dikalangan Quraisy-dari pihak ibu Zainab adalah sepupuh nabi atau cucu Abdul Mutholib-. Pada masa itu masalah nasab (keturunan) sangatlah diperhatikan oleh masyarakat Arab. Pencapaian ketinggian derajat nasab seringkali diupayakan melalui perkawinan, maka tidak heran jika satu orang bisa memiliki istri banyak, bukan sekedar karena mereka suka, tapi para istri memiliki kepentingan sendiri dengan pernikahan tersebut, termasuk untuk masalah nasab, apalagi bahwa penghormatan kepada wanita pada masa itu amatlah rendah. Fenomena tersebut tldaklah aneh saat itu, karena bangsa lain juga memiliki adat yang tidak jauh berbeda. Bahkan hingga saat ini masalah keturunan sangat diperhatikan, terlepas dari pandangan yang melatar-belakangnya: apakah karena status sosial, kekayaan, atau kebangsawanan; dikalangan muslim sebagian memandang nasab berdasarkan kesalehan beragama. Kembali pada masalah perkawinan Zainab, Rasulullah yang ingin merombak adat tersebut, demi tujuan pokok menyamakan umat manusia dihadapan Allah (tauhid), mencoba mempertemukan antara bangsawan dan budak (walaupun sudah diangkat anak), rupanya hal itu belum mampu meruntuhkan rasa kebangsawanan Zainab hingga perkawinan tersebut gagal. Namun demikian tanggungjawab Rasulullah menghendaki beliau untuk menikahinya. Lain dari pada itu bahwa pernikahan tersebut atas perintah langsung dari Allah, sebab sebelumnya setiap kali Zaid mengadu kepada Rasulullah atas sikap Zainab, Rasulullah menasehatinya agar mempertahankan perkawinannya serta takut kepada Allah.53 Dengan begitu, tidak hanya masalah tanggung jawab Rasulullah mengembalikan Zainab yang merasa martabatnya telah terendahkan, namun menjadi panutan hukum bahwa anak angkat tidaklah sama dengan anak kandung, maka istri yang telah diceraikannya boleh dinikahi bapak angkatnya. Namun sebaliknya wanita yang diceraikan oleh seseorang tidak boleh dikawini anaknya. Tentang hukum perkawinan bukan tempatnya untuk kita bahas di sini.

Menurut Ibnu Ishaq, seorang dari sejarawan awal Muslim, Pada tahun ke 6 H. terjadi peperangan antara kaum Muslim dengan kaun Yahudi Bani Mushthaliq. Akibat peperangan ini, sebagaimana hukum peperangan yang berlaku saat itu, mereka yang kalah menjadi tawanan dan budak bagi pemenang. Diantara mereka yang tertawan adalah Juwairiyah binti al-Harits, seorang putri dari al-Harits bin Abi Dlorror pemimpin Bani Mushtholiq. Sebagai putri seorang terpandang Juwairiyah tidak rela dirinya dijadikan budak, maka ia berniat menebus kepada Tsabit bin Qois yang kebetulan saat pembagian harta rampasan mendapat dirinya. Karena tidak memiliki harta lagi, maka ia pergi menghadap Rasulullah agar dibantu melunasi tebusan tersebut.54 Rasulullah yang telah mengajarkan kepada para sahabatnya agar mendidik budak dan kalau bisa memerdekakan dan menikahinya (lihat bahasan tentang perbudakan), memberikan contoh dengan memerdekakan Juwairiyah dan menawarkan pinangannya, ternyata Juwairiyah mengiyakan. Dengan persetujuan Juwairiyah ini maka Rasulullah menikahinya, dan dengan pernikahan tersebut para sahabat mengembalikan harta rampasan perang, sekaligus memerdekakan ± 100 keluarga. Ibnu Ishaq mengomentari: "Saya tidak pernah melihat keberkahan seseorang atas kaumnya melebihi Juwairiyah".55

Pada tahun ketujuh H, terjadi perang Khaibar. Pada saat penyerbuan ke benteng al-Qomush milik bani Nadlir, pemimpin benteng ini yaitu Kinanah bin Rabi' suami Shofiyah binti Hay terbunuh. Dan istrinya juga istri-istri bani Nadlir yang lain menjadi tawanan. Dan seperti yang pernah dilakukan oleh Rasulullah terhadap bani Mushtholiq, maka Rasulullah menikahi Shofiyah. Menurut keterangan Shofiyah sendiri, yang diceritakan oleh Ibnu Ishaq bahwa sebelum kejadian ini ia telah bermimpi melihat bulan jatuh di kamarnya. Ketika mimpi tersebut diceritakan kepada suaminya, ia malah mendapat tamparan dan dampratan, "Itu berarti engkau menginginkan raja Hijaz Muhammad", kata suaminya.56 Tentang apakah harta dikembalikan dan tawanan dibebaskan dengan perkawinan ini, tidak kami dapatkan keterangan yang jelas, namun diceritakan bahwa mahar perkawinan tersebut adalah pembebasan Shofiyyah. 57 Walaupun masih muda, usia 17 th, tapi sebelumnya Shofiyah telah menikah dua kali, dengan Salam bin Misykarn kemudian dengan Kinanah bin Rabi'. 58

Dari dua perkawinan di atas, dapat kita lihat bahwa upaya pembebasan perbudakan -akibat peperangan- lebih menonjol ketimbang masalah lainnya. Disisi lain dua pernikahan ini semakin mengokohkan kedudukan Muslim dalam rangka pembentukan komunitas bersama yang tidak saling bermusuhan. Selanjutnya, bahwa melihat usia Shofiyah yang masih 17 th. dan sudah menikah dua kali, setidaknya menunjukkan bahwa selain masyarakat Arab, komunitas Yahudi yang tinggal di Khaibar juga memiliki adat mengawinkan seorang wanita sejak masih dini.

Pada saat kedudukan kaum Muslimin di Madinah mulai menguat di jazirah Arab, Rasulullah mengirimkan utusan ke Habasyah (Etiopia) memanggil para emigran Muslim yang hijrah ke Habasyah pada masa awal kenabian (periode Makkah). Diantara para emigran tersebut terdapat Ummu Habibah yang menjadi janda karena tidak ingin berkumpul dengan suaminya yang murtad, yaitu Abdullah bin Jahsy. Ummu Habibah yang tidak memiliki tempat kembali, tidak mungkin ke keluarganya di Makkah sebab ia hijrah ke Habasyah karena masuk Islam dan lari dari keluarganya, sedang di Madinah ia tidak tahu harus ke mana. Beruntung bahwa surat Rasulullah yang memanggil mereka melalui Raja Najasyi, disertai pinangan terhadap Ummu Habibah. Pinangan tersebut bahkan diwakili oleh Najasyi sediri dan memberikan mahar sebesar 400 dirham. Adapun yang menikahkan adalah Kholid bin Sa'id bin 'Ash. Rombongan yang dipimpin Oleh Ja'far bin Abi Thalib ini datang bersamaan dengan kepulangan Rasulullah dari perang Khaibar.59

Pada tahun ketujuh Hijriah ini juga, utusan Rasulullah ke Iskandariah-Mesir telah datang dengan membawa hadiah dua orang budak dari Mesir, yang pertama bernama Maria binti Syam'un dan Sirin. Yang pertama dinikahi oleh Rasulullah dan yang kedua diberikan kepada Hassan bin Tsabit.60 Seperti yang telah kita bahas sebelum ini, bahwa Rasulullah yang mengajarkan agar para budak dididik kemudian dibebaskan dan dinikahi, dicontohkan sekali lagi oleh Rasulullah. Maria al­Qibthiah yang menjadi budak di Iskandariah, kini menjadi istri seorang pemimpin besar di tanah Hijaz. Ia bahkan telah memberikan keturunan yang diberi nama Rasulullah seperti nama kakeknya "Ibrahim", walaupun tidak berusia panjang. Rasulullah menyatakan : "Ia telah dimerdekakan oleh anaknya". 61

Para istri nabi -termasuk yang sebelumnya menjadi budak-, mendapat penghormatan yang tinggi dikalangan para sahabat dan umat Muslim, maka tidak mengherankan jika banyak wanita yang ingin dinikahi oleh nabi. Salah satu dari mereka adalah Maimunah yang dalam al-Qur'an disebut "Seorang wanita mu'min yang menyerahkan dirinya kepada nabi".62 Penawaran itu dilakukan oleh Maimunah melalui saudaranya Ummul Fadl, kemudian Ummul Fadl menyerahkan masalah ini kepada suaminya yaitu Abbas bin Abdil Muththolib (paman nabi). Maka `Abbas menikahkan Maimunah kepada Rasulullah dan memberikan mahar kepada Maimunah atas nama Nabi sebesar 400 dirham. Pernikahan ini terjadi pada akhir tahun ke 7 H. tepatnya pada bulan Dzul-Qo'dah.63 Selain Maimunah masih banyak wanita lain yang ingin dinikahi oleh Nabi, tapi beliau menolak. Jika dilihat dari seluruh pernikahan nabi seperti yang telah kita bahas, maka penolakan nabi tersebut agaknya lebih dilandaskan pada sisi kemanfaatan dan kemaslahatan, baik bagi umat maupun bagi wanita itu sendiri. Hal ini sekaligus menampik tuduhan bahwa perkawinan Rasulullah dilandaskan pada kepentingan pemuasan seksual.



Dalam tuduhannya Robert Morey menyatakan :



Para wanita pemuja Muhammad juga menawarkan diri mereka sebagai penghuni harem Muhammad.64



Ia kemudian menyitir sebuah hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari sebagai berikut:



Seorang wanita menghadap pada nabi Allah sambil berkata, "Wahai Rasul Allah! Saya ingin menyerahkan diri saya untukmu" (Hadits III/505A).65



Hadits yang disitir oleh Robert Morey ini sebenarnya belum selesai, artinya dipotong. Padahal hadits ini selengkapnya berbunyi seperti berikut ini :



...dari Sahal bin Sa'ad, ia rnengatakan : seorang wanita menghadap kepada Rasulullah sambil berkata : "Wahai Rasulullah saya menyerahkan diri saya kepadamu". Kemudian seseorang berkata: "Nikahkan aku dengannya". Berkata (Rasulullah): "Kami telah meniikahkanmu dengan hafalan al-Qur'an yang engkau miliki ". (HR. Bukhari).66



Hadits ini ditulis Imam Bukhari untuk masalah hukum perwakilan dalam masalah pernikahan. Hadits yang sama dari Sahal bin Sa'ad tentang kasus yang sama ditulis Imam Bukhari sebanyak 12 kali dalam kitabnya. Kecuali hadits di atas, hadits­hadits lain tersebut ditulis selengkapnya oleh Imam Bukhari, maksudnya percakapan lebih lengkap dalam kejadian tersebut, yang intinya bahwa Nabi tidak berkepentingan untuk menikahi wanita tersebut, dan salah satu sahabat meminta Nabi untuk menikahkan wanita tersebut dengan dirinya, karena si lelaki tersebut tidak memiliki mahar berupa harta maka ia ditanya apa memiliki hafalan surat-surat al-Qur'an, dan surat yang ia hafal itu ia dinikahkan oleh nabi.

Semua hadits yang menerangkan kejadian adanya seorang wanita yang menawarkan dirinya kepada nabi, maksudnya menawarkan untuk dinikahi. Salah seorang dari mereka yang diterima oleh Nabi adalah Maimunah, adik dari istri paman nabi sendiri. Robert Morey tampaknya sengaja memaknai hadits-hadits dengan kata-kata fulgar layaknya sebuah harem yang digambarkannya seperti rumah pelacuran. Kesengajaan ini tampak jelas ketika memotong hadits yang disitirnya. Maha benar Allah yang mengabarkan kepada kita melalui al-Qur'an, bahwa para ahli kitab seperti Robert Morey selalu menutupi kebenaran yang ia ketahui.

Tentang jumlah istri, di mana sebagian menyebut 9, sebagian menyebut 11, tidak bisa di artikan bahwa sisa hitungan dari sembilan adalah partner seksual, seperti yang dituduhkan oleh Robert Morey67 Perhitungan sembilan karena tidak memasukkan Shofiyah dan Juwairiyah -keduanya adalah rampasan perang sebelum dinikahi-, serta Maria yang sebelumnya adalah budak. Sedang hitungan 11 tidak memasukkan Maria al-Qibthiyah yang memang sebelumnya adalah budak dari Iskandaria, itulah sebabnya banyak penulis klasik yang menyebutnya ummul walad (ibu dari anak), walaupun Rasulullah sendiri menyatakan "ia dlmerdekakan oleh anaknya" artinya Maria yang telah memberikan keturunan bagi Rasulullah telah dimerdekakan oleh beliau. Jumlah seluruhnya yang pernah ditulis dalam kitab-kitab sejarah menurut hitungan kami sebanyak 12 orang.

Pandangan seseorang terhadap sesuatu seringkali dipengaruhi oleh latar belakang budayanya. Pandangan negatif masyarakat barat terhadap Nabi, terlepas dari apa yang dihembuskan oleh Gereja sejak berabat-abat lalu, juga dipengaruhi oleh latar belakang budayanya. Dengan latar belakang kehidupan yang sangat bebas dalam pergaulan antar jenis yang bahkan kebablasan antar sejenis, akan mudah menuduh nabi-nabi mereka sendiri melakukan incest dan melacur, dan tentunya akan lebih mudah berpandangan miring terhadap seseorang yang beristri hingga sembilan lebih Namun tidak demikian bagi masyarakat yang masih menjaga kesucian hubungan antar lawan jenis. Apalagi jika ternyata kebanyakan dari para Istri tersebut adalah janda dan cuma satu yang gadis. Akal sehat pasti mengatakan ada sesuatu niat mulia dibalik perkawinan itu, tapi akal bejat akan menyayangkan kenapa tidak memilih seluruhnya perawan. Maka tidak heran jika hujatan terhadap nabi jarang keluar dari masyarakat timur. Hal ini dapat dimaklumi sebab ditimur memang gudangnya etika dan pemikiran religius yang dapat membentengi kerusakan moral. Maka jika Gereja timur ikut-ikutan menghujat para nabi-nabi, pastilah akibat pengaruh dari kiblat modern mereka.


Baca BOSSSSSSSSSSS
:supz: :supz: :supz: :supz: :supz: :supz: :supz: :supz: :supz:
edwin
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 49
Joined: Sat Sep 25, 2010 10:34 pm

Re: Ahmad Deedat Mati Mengenaskan

Postby Pembawa Tomat » Tue Sep 28, 2010 8:03 pm

@ Edwin
Hadits ini ditulis Imam Bukhari untuk masalah hukum perwakilan dalam masalah pernikahan. Hadits yang sama dari Sahal bin Sa'ad tentang kasus yang
. bla bla bla ..

Thread Ini Koq jadi gak asyik dibacanya ya . .
begini edwin, yg lu omongin tadi semua itu sudah ada theradnya masing2, sekarang lu bantah aja di thread yg sudah dibuat
gua pembaca cuman ingin baca tentang Si dedat yang 9 tahun baru mati... ( kemana Awloh selama itu )
dan kalo lu ada pertanyaan tentang Yesus, lu ke forum kristen aja.
disini pembacanya gak semua kristen, yang lu omongin itu gak semua orang mau PEDULI.
Lagian juga kalo gua mau tau tentang Yesus gua nanya Orang Kristen bukan Orang islam ( GAK NYAMBUNG NAMANYA )
Thx
Pembawa Tomat
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 65
Joined: Sun Aug 22, 2010 9:37 pm

Re: Ahmad Deedat Mati Mengenaskan

Postby edwin » Tue Sep 28, 2010 8:21 pm

Pembawa Tomat wrote:@ Edwin
Hadits ini ditulis Imam Bukhari untuk masalah hukum perwakilan dalam masalah pernikahan. Hadits yang sama dari Sahal bin Sa'ad tentang kasus yang
. bla bla bla ..

Thread Ini Koq jadi gak asyik dibacanya ya . .
begini edwin, yg lu omongin tadi semua itu sudah ada theradnya masing2, sekarang lu bantah aja di thread yg sudah dibuat
gua pembaca cuman ingin baca tentang Si dedat yang 9 tahun baru mati... ( kemana Awloh selama itu )
dan kalo lu ada pertanyaan tentang Yesus, lu ke forum kristen aja.
disini pembacanya gak semua kristen, yang lu omongin itu gak semua orang mau PEDULI.
Lagian juga kalo gua mau tau tentang Yesus gua nanya Orang Kristen bukan Orang islam ( GAK NYAMBUNG NAMANYA )
Thx


Salam untuk saudaraku =P~ =P~ =P~ =P~

saya cuma ingin anda tuliskan hadist tersebut. Banyak hadish shahih yang dipelintirkan oleh orang g bertanggung jawab. Jikalau itu benar jangan cepat cepat dipercaya (apalagi jadi rujukan untuk menghakimi agama islam) harus dikomparasikan dgn karya lain yg sama kuat atau lbh kuat seperti Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Malik, Imam Ahmad dll.

Coba anda baca tulisan saya sebelumnya...
Saya menuliskan tentang kematian ahmad deedat sesuai dengan thread ini tapi orang yang usil yang selalu menanyakan yang tidak sesuai dengan thread ini..........
makanya jadi ngawur, amburadul.......................................

Saya tambah g PEDULI karna netter netter disini hanya omong kosong saja......

Terima kasih saudaraku atas sarannya.......
Damai untuk kita semua :supz: :supz: :supz: :supz: :supz: :supz: :supz:
edwin
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 49
Joined: Sat Sep 25, 2010 10:34 pm

Re: Ahmad Deedat Mati Mengenaskan

Postby iamthewarlord » Tue Sep 28, 2010 11:15 pm

edwin wrote:@Iamtheworld

anda pikir saya setuju??????? g baca loe, kapan saya bilang saya setuju!!!!!!!!!!!!!!!1
dasar g baca ni orang, mana mata loe :supz: :supz: :supz: :supz: :supz: :supz: :supz: :supz: :heart: :heart: :heart: :heart: :heart: :heart:


Emang sulit menjelaskan sesuatu sama orang Ateis dan temannya...........

Baca artikel ini.

Perkawinan Rasulullah


Pembunuhan karakter melalui isu seksual, adalah hal yang biasa dilakukan baik Yahudi maupun Kristen, kita bisa melihatnya dalam Bibel yang berisi Taurat dan Injil. Para nabi seringkali digambarkan melakukan hal-hal yang tidak pantas, seperti incest, mengambil istri orang lain, bahkan Yesus sendiri mereka gambarkan dekat dengan pelacur, bahkan sebagian mereka menuduh Yesus melacur -satu tuduhan yang membuat umat Muslim ikut merasa sakit-. Maka tidak heran jika mereka berusaha membunuh karakter nabi Muhammad seperti yang pernah dilakukan oleh sebagian mereka terhadap nabi dari mereka sendiri.

blaa..
bla...
bla...


Baca BOSSSSSSSSSSS
:supz: :supz: :supz: :supz: :supz: :supz: :supz: :supz: :supz:


saya menganggap anda setuju dengan tulisan saya karena anda tidak memberikan referensi yang jelas sedangkan saya mengambil referensi yang jelas dari tafsir Tabari.
Dan yang sungguh menyedihkannya, anda sebagai muslim tidak mengetahui Tabari sama sekali :lol:

Anda beli buku Tafsir Tabari, kemudian kita samakan persepsi kita disini, ok?
Jangan copas artikel2 karangan blog2 tidak jelas dan tanpa referensi, atau dari daya khayal ustad kampung ente.

Pembunuhan karakter muhammad bukan kerjaan orang lain atau kerjaan yahudi atau siapapun, semua karakter muhammad dapat dipelajari dari quran, hadist2, tafsir2 dan sirah2.

Contoh, kebiasaan nabi muhammad habis beol dan cebok pake 3 batu, dapat kita ketahui dari sini :

Sahih Bukhari Volume 1, Buku 4, Nomor 158

Dikisahkan oleh 'Abdullah: Nabi keluar untuk menjawab panggilan alam dan meminta saya untuk membawa tiga batu. Aku menemukan dua batu dan mencari yang ketiga namun tidak bisa menemukannya. Jadi aku mengambil sepotong tahi kering dan membawanya kepadanya. Dia mengambil dua batu dan membuang tahi dan berkata, "Ini adalah hal yang kotor."

(sebenarnya ente juga harus mengikuti sunah rasul, yaitu cebok dengan 3 batu agar dapat pahala)

:lol:
User avatar
iamthewarlord
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4494
Images: 6
Joined: Sun Feb 08, 2009 11:07 pm
Location: “Ibadah lelaki akan diputus dengan lewatnya keledai, wanita dan anjing hitam.” Muhammad.

Re: Ahmad Deedat Mati Mengenaskan

Postby iamthewarlord » Tue Sep 28, 2010 11:32 pm

Pembawa Tomat wrote:@ Edwin
Hadits ini ditulis Imam Bukhari untuk masalah hukum perwakilan dalam masalah pernikahan. Hadits yang sama dari Sahal bin Sa'ad tentang kasus yang
. bla bla bla ..

Thread Ini Koq jadi gak asyik dibacanya ya . .
begini edwin, yg lu omongin tadi semua itu sudah ada theradnya masing2, sekarang lu bantah aja di thread yg sudah dibuat
gua pembaca cuman ingin baca tentang Si dedat yang 9 tahun baru mati... ( kemana Awloh selama itu )
dan kalo lu ada pertanyaan tentang Yesus, lu ke forum kristen aja.
disini pembacanya gak semua kristen, yang lu omongin itu gak semua orang mau PEDULI.
Lagian juga kalo gua mau tau tentang Yesus gua nanya Orang Kristen bukan Orang islam ( GAK NYAMBUNG NAMANYA )
Thx


Setuju sekali, bro Tomat.
Saya berharap bro Edwin dapat pindah ke thread yang sudah ada, sehingga tidak perlu diulang2 disini.
Jika tertarik dan ingin belajar agama sebelah, silahkan ke http://www.sarapanpagi.org ,
User avatar
iamthewarlord
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4494
Images: 6
Joined: Sun Feb 08, 2009 11:07 pm
Location: “Ibadah lelaki akan diputus dengan lewatnya keledai, wanita dan anjing hitam.” Muhammad.

Re: Ahmad Deedat Mati Mengenaskan

Postby edwin » Wed Sep 29, 2010 7:27 am

@iantheworld

Mana bantahan anda????????????????
Kok malah diem seribu bahasa!!!!!!!!

makanya kalau ngasih pertanyaan itu yang bermutu. Itu pertanyaan udah lama bgt, sebelum loe nongol di dunia ini sudah sering dipertanyakan dan sudah di jawab dengan arif dan logis...

Mau menjelekkan islam (menghancurkan) sengan pertanyaan itu saja g PASTI BISA. Seribu, sejuta, semilyar orang dengan berfikir seperti anda islam tidak akan hancur.

Makanya, kalau browsing, cari informasi jangan di web ini aja (makanya wawasan anda cetek tapi malah berani tanpa argument, pikiran anda itu hanya COPY PASTE) buka site2 lain. Ada apa di amerika, belanda, prancis, rusia, jerman, italia dll pada saat ini!!!!

Salam damai untuk yang tersinggung.
Mohon maaf sebelumnya....
edwin
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 49
Joined: Sat Sep 25, 2010 10:34 pm

Re: Ahmad Deedat Mati Mengenaskan

Postby iamthewarlord » Wed Sep 29, 2010 9:23 am

edwin wrote:@iantheworld

Mana bantahan anda????????????????
Kok malah diem seribu bahasa!!!!!!!!

makanya kalau ngasih pertanyaan itu yang bermutu. Itu pertanyaan udah lama bgt, sebelum loe nongol di dunia ini sudah sering dipertanyakan dan sudah di jawab dengan arif dan logis...

Mau menjelekkan islam (menghancurkan) sengan pertanyaan itu saja g PASTI BISA. Seribu, sejuta, semilyar orang dengan berfikir seperti anda islam tidak akan hancur.

Makanya, kalau browsing, cari informasi jangan di web ini aja (makanya wawasan anda cetek tapi malah berani tanpa argument, pikiran anda itu hanya COPY PASTE) buka site2 lain. Ada apa di amerika, belanda, prancis, rusia, jerman, italia dll pada saat ini!!!!

Salam damai untuk yang tersinggung.
Mohon maaf sebelumnya....


Justru saya memberikan daftar istri muhammad si tukang kawin berjumlah 22 belum termasuk budak adalah berdasarkan referensi Tabari.
Anda sendiri copas entah dari mana?
Bagaimana bisa dipertanggungjawabkan tulisan anda?

(untuk moderator, mohon antara saya dan Edwin dapat dipindah dan dijadikan thread sendiri)
User avatar
iamthewarlord
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4494
Images: 6
Joined: Sun Feb 08, 2009 11:07 pm
Location: “Ibadah lelaki akan diputus dengan lewatnya keledai, wanita dan anjing hitam.” Muhammad.

Re: Ahmad Deedat Mati Mengenaskan

Postby edwin » Wed Sep 29, 2010 5:08 pm

@iamtheworld

Ternyata anda belum puas dengan jawaban saya??????????????
baik, BACA YANG BENER YA LAI.....

[2:10] Dalam hati mereka ada penyakit {23}, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.

[2:6] Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.

[2:7] Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka {20}, dan penglihatan mereka ditutup {21}. Dan bagi mereka siksa yang amat berat


MENJAWAB TUDUHAN ANDA DAN SEKUTU ANDAA

BUKTI #1: PENGUJIAN THD SUMBER

Sebagaian besar riwayat yang menceritakan hal ini yang tercetak di hadist yang semuanya diriwayatkan hanya oleh Hisham ibn `Urwah, yang mencatat atas otoritas dari Bapaknya,Yang mana seharusnya minimal 2 atau 3 orang harus mencatat hadist serupa juga. Adalah aneh bahwa tak ada seorangpun yang di Medinah, dimana Hisham ibn `Urwah tinggal, sampai usia 71 tahun baru menceritakan hal ini, disamping kenyataan adanya banyak murid-murid di Medinah termasuk yang kesohor Malik ibn Anas, tidak menceritakan hal ini.
Asal dari riwayat ini adalah dari orang-orang Iraq, dimana Hisham tinggal disana dan pindah dari Medinah ke Iraq pada usia tua.

Tehzibu'l-Tehzib, salah satu buku yang cukup terkenal yang berisi catatan para periwayat hadist, menurut Yaqub ibn Shaibah mencatat : " Hisham sangat bisa dipercaya, riwayatnya dapat diterima, kecuali apa-apa yang dia ceritakan setelah pindah ke Iraq " (Tehzi'bu'l-tehzi'b, Ibn Hajar Al-`asqala'ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, 15th century. Vol 11, p.50).

Dalam pernyataan lebih lanjut bahwa Malik ibn Anas menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq: " Saya pernah dikasih tahu bahwa Malik menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq" (Tehzi'b u'l-tehzi'b, IbnHajar Al- `asqala'ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, Vol.11, p. 50).

Mizanu'l-ai`tidal, buku lain yang berisi uraian riwayat hidup pada periwayat hadist Nabi saw mencatat: "Ketika masa tua, ingatan Hisham mengalami kemunduran yang mencolok" (Mizanu'l-ai`tidal, Al-Zahbi, Al-Maktabatu'l-athriyyah, Sheikhupura, Pakistan, Vol. 4, p. 301).

KESIMPULAN: berdasarkan referensi ini, Ingatan Hisham sangatlah jelek dan riwayatnya setelah pindha ke Iraq sangat tidak bisa dipercaya, sehingga riwayatnya mengenai umur pernikahan Aisyah adalah tidak kredibel.

KRONOLOGI: Adalah vital untuk mencatat dan mengingat tanggal penting dalam sejarah Islam:

pra-610 M: Jahiliya (pra-Islamic era) sebelum turun wahyu
610 M: turun wahyu pertama AbuBakr menerima Islam
613 M: Nabi Muhammad mulai mengajar ke Masyarakat
615 M: Hijrah ke Abyssinia.
616 M: Umar bin al Khattab menerima Islam.
620 M: dikatakan Nabi meminang Aisyah
622 M: Hijrah ke Yathrib, kemudian dinamai Medina
623/624 M: dikatakan Nabi saw berumah tangga dengan Aisyah



BUKTI #2: MEMINANG

Menurut Tabari (juga menurut Hisham ibn `Urwah, Ibn Hunbal and Ibn Sad), Aisyah dipinang pada usia 7 tahun dan mulai berumah tangga pada usia 9 tahun.

Tetapi, di bagian lain, Al-Tabari mengatakan: "Semua anak Abu Bakr (4 orang) dilahirkan pada masa jahiliyah dari 2 isterinya " (Tarikhu'l-umam wa'l-mamlu'k, Al-Tabari (died 922), Vol. 4,p. 50, Arabic, Dara'l-fikr, Beirut, 1979).

Jika Aisyah dipinang 620M (Aisyah umur 7 tahun) dan berumah tangga tahun 623/624 M (usia 9 tahun), ini mengindikasikan bahwa Aisyah dilahirkan pada 613 M. Sehingga berdasarkan tulisan Al- Tabari, Aisyah seharusnya dilahirkan pada 613M, Yaitu 3 tahun sesudah masa jahiliyah usai (610 M).

Tabari juga menyatakan bahwa Aisyah dilahirkan pada saat jahiliyah. Jika Aisyah dilahirkan pada era Jahiliyah, seharusnya minimal Aisyah berumur 14 tahun ketika dinikah. Tetapi intinya Tabari mengalami kontradiksi dalam periwayatannya.

KESIMPULAN: Al-Tabari tak reliable mengenai umur Aisyah ketika menikah.



BUKTI # 3: Umur Aisyah jika dihubungkan dengan umur Fatimah

Menurut Ibn Hajar, "Fatima dilahirkan ketika Ka`bah dibangun kembali, ketika Nabi saw berusia 35 tahun... Fatimah 5 tahun lebih tua dari Aisyah " (Al-isabah fi tamyizi'l-sahabah, Ibn Hajar al-Asqalani, Vol. 4, p. 377, Maktabatu'l-Riyadh al-haditha, al-Riyadh,1978).

Jika Statement Ibn Hajar adalah factual, berarti Aisyah dilahirkan ketika Nabi berusia 40 tahun. Jika Aisyah dinikahi Nabi pada saat usia Nabi 52 tahun, maka usia Aisyah ketika menikah adalah 12 tahun.

KESIMPULAN: Ibn Hajar, Tabari, Ibn Hisham, dan Ibn Humbal kontradiksi satu sama lain. Tetapi tampak nyata bahwa riwayat Aisyah menikah usia 7 tahun adalah mitos tak berdasar.



BUKTI #4: Umur Aisyah dihitung dari umur Asma'

Menurut Abda'l-Rahman ibn abi zanna'd: "Asma lebih tua 10 tahun dibanding Aisyah (Siyar A`la'ma'l-nubala', Al-Zahabi, Vol. 2, p. 289, Arabic, Mu'assasatu'l-risalah, Beirut, 1992).

Menurut Ibn Kathir: "Asma lebih tua 10 tahun dari adiknya [Aisyah]" (Al-Bidayah wa'l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 371,Dar al-fikr al-`arabi, Al-jizah, 1933).

Menurut Ibn Kathir: "Asma melihat pembunuhan anaknya pada tahun 73 H, dan 5 hari kemudian Asma meninggal. Menurut iwayat lainya, dia meninggal 10 atau 20 hari kemudian, atau bebrapa hari lebih dari 20 hari, atau 100 hari kemudian. Riwayat yang paling kuat adalah 100 hari kemudian. Pada waktu Asma Meninggal, dia berusia 100 tahun" (Al-Bidayah wa'l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 372, Dar al-fikr al-`arabi, Al- jizah, 1933)

Menurut Ibn Hajar Al-Asqalani: "Asma hidup sampai 100 tahun dan meninggal pada 73 or 74 H." (Taqribu'l-tehzib, Ibn Hajar Al-Asqalani,p. 654, Arabic, Bab fi'l-nisa', al-harfu'l-alif, Lucknow).

Menurut sebagaian besar ahli sejarah, Asma, Saudara tertua dari Aisyah berselisuh usia 10 tahun. Jika Asma wafat pada usia 100 tahun dia tahun 73 H, Asma seharusnya berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (622M).

Jika Asma berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (ketika Aisyah berumah tangga), Aisyah seharusnya berusia 17 atau 18 tahun. Jadi, Aisyah, berusia 17 atau 18 tahun ketika hijrah pada taun dimana Aisyah berumah tangga.

Berdasarkan Hajar, Ibn Katir, and Abda'l-Rahman ibn abi zanna'd, usia Aisyah ketika beliau berumah tangga dengan Rasulullah adalah 19 atau 20 tahun.

Dalam bukti # 3, Ibn Hajar memperkirakan usia Aisyah 12 tahun dan dalam bukti #4 Ibn Hajar mengkontradiksi dirinya sendiri dengan pernyataannya usia Aisyah 17 atau 18 tahun. Jadi mana usia yang benar ? 12 atau 18..?

kesimpulan: Ibn Hajar tidak valid dalam periwayatan usia Aisyah.



BUKTI #5: Perang BADAR dan UHUD

Sebuah riwayat mengenai partisipasi Aisyah dalam perang Badr dijabarkan dalam hadist Muslim, (Kitabu'l-jihad wa'l-siyar, Bab karahiyati'l-isti`anah fi'l-ghazwi bikafir). Aisyah, ketika menceritakan salah satu moment penting dalam perjalanan selama perang Badar, mengatakan: "ketika kita mencapai Shajarah". Dari pernyataan ini tampak jelas, Aisyah merupakan anggota perjalanan menuju Badar. Sebuah riwayat mengenai pastisipasi Aisyah dalam Uhud tercatat dalam Bukhari (Kitabu'l-jihad wa'l-siyar, Bab Ghazwi'l-nisa' wa qitalihinnama`a'lrijal): "Anas mencatat bahwa pada hari Uhud, Orang-orang tidak dapat berdiri dekat Rasulullah. [pada hari itu,] Saya melihat Aisyah dan Umm-i-Sulaim dari jauh, Mereka menyingsingkan sedikit pakaian-nya [untuk mencegah halangan gerak dalam perjalanan tsb]."

Lagi-lagi, hal ini menunjukkan bahwa Aisyah ikut berada dalam perang Uhud and Badr.

Diriwayatkan oleh Bukhari (Kitabu'l-maghazi, Bab Ghazwati'l-khandaq wa hiya'l-ahza'b): "Ibn `Umar menyatakan bahwa Rasulullah tidak mengijinkan dirinya berpastisispasi dalam Uhud, pada ketika itu, Ibnu Umar berusia 14 tahun. Tetapi ketika perang Khandaq, ketika berusia 15 tahun, Nabi mengijinkan Ibnu Umar ikut dalam perang tsb."

Berdasarkan riwayat diatas, (a) anak-anak berusia dibawah 15 years akan dipulangkan dan tidak diperbolehkan ikut dalam perangm, dan (b) Aisyah ikut dalam perang badar dan Uhud

KESIMPULAN: Aisyah ikut dalam perang Badar dan Uhud jelas mengindikasikan bahwa beliau tidak berusia 9 tahun ketika itu, tetapi minimal berusia 15 tahun. Disamping itu, wanita-wanita yang ikut menemani para pria dalam perang sudah seharusnya berfungsi untuk membantu, bukan untuk menambah beban bagi mereka. Ini merupakan bukti lain dari kontradiksi usia pernikahan Aisyah.



BUKTI #6: Surat al-Qamar (Bulan)

Menurut beberapa riwayat, Aisyah dilahirkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah. Tetapi menurut sumber lain dalam Bukhari, Aisyah tercatat mengatakan hal ini: "Saya seorang gadis muda (jariyah dalam bahasa arab)" ketika Surah Al-Qamar diturunkan(Sahih Bukhari, kitabu'l-tafsir, Bab Qaulihi Bal al-sa`atu Maw`iduhum wa'l-sa`atu adha' wa amarr).

Surat 54 dari Quran diturunkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah(The Bounteous Koran, M.M. Khatib, 1985), menunjukkan bahwa surat tsb diturunkan pada tahun 614 M. jika Aisyah memulai berumahtangga dengan Rasulullah pada usia 9 di tahun 623 M or 624 M, Aisyah masih bayi yang baru lahir (sibyah in Arabic) pada saat Surah Al-Qamar diturunkan. Menurut riwayat diatas, secara aktual tampak bahwa Aisyah adalah gadis muda, bukan bayi yang baru lahir ketika pewahyuan Al-Qamar. Jariyah berarti gadis muda yang masih
suka bermain (Lane's Arabic English Lexicon). Jadi, Aisyah, telah menjadi jariyah bukan sibyah (bayi), jadi telah berusia 6-13 tahun pada saat turunnya surah Al-Qamar, dan oleh karean itu sudah pasti berusia 14-21 tahun ketika dinikah Nabi.

Kesimpulan: riwayat ini juga mengkontra riwayat pernikahan Aisyah yang berusia 9 tahun.



BUKTI #7: Terminologi bahasa Arab

Menurut riwayat dari Ahmad ibn Hanbal, sesudah meninggalnya isteri pertama Rasulullah, Khadijah, Khaulah datang kepada Nabi dan menasehati Nabi untuk menikah lagi, Nabi bertanya kepada nya ttg pilihan yang ada di pikiran Khaulah. Khaulah berkata: "Anda dapat menikahi seorang gadis (bikr) atau seorang wanita yang pernah menikah (thayyib)". Ketika Nabi bertanya ttg identitas gadis tsb (bikr), Khaulah menyebutkan nama Aisyah.

Bagi orang yang paham bahasa Arab akan segera melihat bahwa kata bikr dalam bahasa Arab tidak digunakan untuk gadis belia berusia 9 tahun. Kata yang tepat untuk gadis belia yangmasih suka bermain-main adalah, seperti dinyatakan dimuka, adalah jariyah. Bikr disisi lain, digunakan untuk seorang wanita yang belum menikah serta belum punya pertautan pengalaman dengan pernikahan, sebagaiaman kita pahami dalam bahasa Inggris "virgin".
Oleh karean itu, tampak jelas bahwa gadis belia 9 tahun bukanlah "wanita" (bikr) (Musnad Ahmad ibn Hanbal, Vol. 6, p. .210,Arabic, Dar Ihya al-turath al-`arabi, Beirut).

Kesimpulan: Arti literal dari kata, bikr (gadis), dalam hadist diatas adalah "wanita dewasa yang belum punya pengalaman sexual dalam pernikahan." Oleh karean itu, Aisyah adalah seorang wanita dewasa pada waktu menikahnya.



BUKTI #8. Text Qur'an

Seluruh muslim setuju bahwa Quran adalah buku petunjuk. Jadi, kita perlu mencari petunjuk dari Qur'an untuk membersihkan kabut kebingungan yang diciptakan oleh para periwayat pada periode klasik Islam mengenai usia Aisyah dan pernikahannya. Apakah Quran mengijinkan atau melarang pernikahan dari gadis belia berusia 7 tahun?

Tak ada ayat yang secara eksplisit mengijinkan pernikahan seperti itu. Ada sebuah ayat , yang bagaimanapun, yang menuntun muslim dalam mendidik dan memperlakukan anak yatim. Petunjuk Qur'an mengenai perlakuan anak Yatim juga valid doaplikasikan ada anak kita sendiri sendiri. Ayat tsb mengatakan : Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik. (Qs. 4:5) Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. ?? (Qs. 4:6)

Dalam hal seorang anak yang ditingal orang tuanya, Seorang muslim diperintahkan untuk (a) memberi makan mereka, (b) memberi pakaian, (c) mendidik mereka, dan (d) menguji mereka thd kedewasaan "sampai usia menikah" sebelum mempercayakan mereka dalam pengelolaan keuangan.

Disini, ayat Qur'an menyatakan ttg butuhnya bukti yang teliti terhadap tingkat kedewasaan intelektual dan fisik melalui hasil test yang objektif sebelum memasuki usia nikah dan untuk mempercayakan pengelolaan harta-harta kepada mereka.

Dalam ayat yang sangat jelas diatas, tidak ada seorangpun dari muslim yang bertanggungjawab akan melakukan pengalihan pengelolaan keuangan pada seorang gadis belia berusia 7 tahun. Jika kita tidak bisa mempercayai gadis belia berusia 7 tahun dalam pengelolaan keuangan, Gadis tsb secara tidak memenuhi syarat secara intelektual maupun fisik untuk menikah. Ibn Hambal (Musnad Ahmad ibn Hambal, vol.6, p. 33 and 99) menyatakan bahwa Aisyah yang berusia 9 tahun lebih tertarik untuk bermain dengan mainannya daripada mengambi tugas sebagai isteri. Oleh karean itu sangatlah sulit untuk mempercayai, bahwa AbuBakar,seorang tokoh muslim, akan menunangkan anaknya yang masih belia berusia 7 taun dengan Nabi yang berusia 50 tahun.. Sama sulitnya untuk membayangkan bahwa Nabi menikahi seorang gadis belia berusia 7 tahun.

Sebuah tugas penting lain dalam menjaga anak adalah mendidiknya. Marilah kita memunculkan sebuah pertanyaan," berapa banyak di antara kita yang percaya bahwa kita dapat mendidik anak kita dengan hasil memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 atau 9 tahun?" Jawabannya adalah Nol besar. Logika kita berkata, adalah tidak mungkin tugas mendidik anak kita dengan memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 tahun, lalu bagaimana mana mungkin kita percaya bahwa Aisyah telah dididik secara sempurna pada usia 7 tahun seperti diklaim sebagai usia pernikahannya?

AbuBakr merupakan seorang yang jauh lebih bijaksana dari kita semua, Jadi dia akan merasa dalam hatinya bahwa Aisyah masih seorang anak-anak yang belum secara sempurna sebagaimana dinyatakan Qur'an. Abu Bakar tidak akan menikahkan Aisyah kepada seorangpun. Jika sebuah proposal pernikahan dari gadis belia dan belum terdidik secara memuaskan datang kepada Nabi, Beliau akan menolak dengan tegas karean itu menentang hukum-hukum Quran.

Kesimpulan: Pernikahan Aisyah pada usia 7 tahun akan menentang hukum kedewasaan yang dinyatakan Quran. Oleh karean itu, Cerita pernikahan Aisyah gadis belia berusia 7 tahun adalah mitos semata.



BUKTI #9: Ijin dalam pernikahan

Seorang wanita harus ditanya dan diminta persetujuan agar pernikahan yang dia lakukan menjadi syah (Mishakat al Masabiah, translation by James Robson, Vol. I, p. 665). Secara Islami, persetujuan yang kredible dari seorang wanita merupakan syarat dasar bagi kesyahan sebuah pernikahan.

Dengan mengembangkan kondisi logis ini, persetujuan yang diberikan oleh gadis belum dewasa berusia 7 tahun tidak dapat diautorisasi sebagai validitas sebuah pernikahan.

Adalah tidak terbayangkan bahwa AbuBakr, seorang laki-laki yang cerdas, akan berpikir dan mananggapi secara keras ttg persetujuan pernikahan gadis 7 tahun (anaknya sendiri) dengan seorang laki-laki berusia 50 tahun.

Serupa dengan ini, Nabi tidak mungkin menerima persetujuan dari seorang gadis yang menurut hadith dari Muslim, masih suka bermain-main dengan bonekanya ketika berumah tangga dengan Rasulullah.

kesimpulan: Rasulullah tidak menikahi gadis berusia 7 tahun karena akan tidak memenuhi syarat dasar sebuah pernikahan islami ttg klausa persetujuan dari pihak isteri. Oleh karean itu, hanya ada satu kemungkinan Nabi menikahi Aisyah seorang wanita yang dewasa secara intelektual maupun fisik.



kESIMPULAN

Tidak ada tradisi Arab untuk menikahkan anak perempuan atau laki-laki yang berusia 9 tahun, Demikian juga tidak ada pernikahan Rasulullah saw dan Aisyah ketika berusia 9 tahun. Orang-orang arab tidak pernha keberatan dengan pernikahan seperti ini, karean ini tak pernah terjadi sebagaimana isi beberapa riwayat.

Jelas nyata, riwayat pernikahan Aisyah pada usia 9 tahun oleh Hisham ibn `Urwah tidak bisa dianggap sebagai kebenaran, dan kontradisksi dengan riwayat-riwayat lain. Lebih jauh, tidak ada alasan yang nyata untuk menerima riwayat Hisham ibn `Urwah sebagai kebenaran ketika para pakar lain, termasuk Malik ibn Anas, melihat riwayat Hisham ibn `Urwah selama di
Iraq adalah tidak reliable. Pernyataan dari Tabari, Bukhari dan Muslim menunjukkan mereka kontradiksi satu sama lain mengenai usia menikah bagi Aisyah. Lebih jauh, beberapa pakar periwayat mengalami internal kontradiksi dengan riwayat-riwayatnya sendiri. Jadi, riwayat usia Aisyah 9 tahun ketika menikah adalah tidak reliable karean adanya kontradiksi yang nyata pada catatan klasik dari pakar sejarah Islam.

Oleh karean itu, tidak ada alasan absolut untuk menerima dan mempercayai usia Aisyah 9 tahun ketika menikah sebagai sebuah kebenaran disebabkan cukup banyak latar belakang untuk menolak riwayat tsb dan lebih layak disebut sebagai mitos semata. Lebih jauh, Qur'an menolak pernikahan gadis dan lelaki yang belum dewasa sebagaimana tidak layak membebankan kepada mereka tanggung jawab-tanggung jawab.

MAKANYA JANGAN HANYA COPY PASTE TAPI PENJELASAN ANDA TIDAK ADA SAMA SEKALI

ada ayat Al Qur'an or Hadish yang terdapat kata tentang (perkawinan, poligami, membunuh dll) anda jadikan topic untuk untuk dibahas. parahnya lagi anda jadikan ayat ayat tersebut bahwa ISLAM menyuruh kepada yang negatif. MasyaAllah

[3:69] Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.

SALAM DAMAI LAI :supz: :supz: :supz: :heart: :heart: :heart:
edwin
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 49
Joined: Sat Sep 25, 2010 10:34 pm

Re: Ahmad Deedat Mati Mengenaskan

Postby iamthewarlord » Wed Sep 29, 2010 6:53 pm

Rupanya anda termasuk muslim yang terlalu malu dengan dengan kenyataan bahwa muhammad ngesex dengan anak kecil.

Pertama2, hadist shahih mengenai usia Aisah cukup banyak:

Hadist Sahih Bukhari Volume 8, Buku 73, Nomer 151
Diceritakan oleh 'Aisha:
Aku biasa bermain dengan boneka2 di depan sang Nabi, dan kawan2... perempuanku juga biasa bermain bersamaku. Kalau Rasul Allah biasanya masuk ke dalam (tempat tinggalku) mereka lalu bersembunyi, tapi sang Nabi lalu memanggil mereka untuk bergabung dan bermain bersamaku. (Bermain dengan boneka2 atau bentuk2 yang serupa itu dilarang, tapi dalam kasus ini diizinkan sebab Aisha saat itu masih anak kecil, belum mencapai usia pubertas) (Fateh-al-Bari halaman 143, Vol.13)

Hadist sahih Bukhari Volume 5, Book 58, Number 234:
Diceritakan oleh Aisyah: Nabi melamarku ketika aku berumur 6 tahun. Kami hijrah ke Medinah dan tinggal di rumah Harith Khasraj. Kemudian aku sakit dan rambutku rontok. Tidak lama kemudian rambutku tumbuh lagi dan ibuku, Um Ruman, mendatangiku pada saat aku sedang bermain ayunan dengan beberapa temanku. Dia memanggilku, dan aku pergi kepadanya, aku tidak tahu apa yang dia ingin lakukan untukku. Dia mengangkatku dengan tangan dan membuatku berdiri di pintu rumah. Napasku menjadi sesak, dan kemudian napasku kembali normal, dia mengambil air dan menyeka wajah dan kepalaku dengan itu. Kemudian dia membawa aku ke dalam rumah. Di dalam rumah aku melihat beberapa wanita Anshar yang berkata, "Istri-istri terbaik dan berkat Allah dan semoga beruntung". Kemudian dia menitipkan aku kepada mereka dan mereka mempersiapkan aku (untuk sebuah perkawinan). Tiba-tiba Rasul Allah datang kepadaku di pagi hari dan ibuku menyerahkan aku kepadanya, dan saat itu aku adalah seorang gadis yang berusia 9 tahun.

Hadist Sahih Muslim Buku 008, Nomer 3311:
'A'isha (Allah memberkatinya) melaporkan bahwa Rasul Allah menikahinya ketika ia berusia tujuh tahun, dan ia (Muhammad) membawanya ke rumahnya sebagai pengantin ketika ia berusia sembilan tahun, dan boneka2nya dibawanya, dan ketika ia (Muhammad) mati, ia (A’isha) berusia delapan belas tahun.

Hadist Sunan Abu-Dawud Buku 41, Nomer 4915, juga Nomer 4915 and Nomer 4915
Dinyatakan Aisha, Ummul Mu'minin:
Sang Rasul Allah menikahiku ketika aku berusia tujuh atau enam tahun. Ketika kami tiba di Medina, beberapa wanita datang, menurut versi Bishr:Umm Ruman datang padaku ketika saya sedang bermain ayunan. Mereka memandangku, mempersiapkanku, dan mendandaniku. Kemudian aku dibawa ke Rasul Allah, dan ia hidup bersamaku sebagai suami istri ketika aku berusia sembilan tahun. Ia (Umm Ruman) menghentikanku di pintu, dan aku meledak tertawa.

Hadist Sahih Bukhari Volume 8, Buku 73, Nomer 151
Diceritakan oleh 'Aisha:
Aku biasa bermain dengan boneka2 di depan sang Nabi, dan kawan2 perempuanku juga biasa bermain bersamaku. Kalau Rasul Allah biasanya masuk ke dalam (tempat tinggalku) mereka lalu bersembunyi, tapi sang Nabi lalu memanggil mereka untuk bergabung dan bermain bersamaku. (Bermain dengan boneka2 atau bentuk2 yang serupa itu dilarang, tapi dalam kasus ini diizinkan sebab Aisha saat itu masih anak kecil, belum mencapai usia pubertas) (Fateh-al-Bari halaman 143, Vol.13)

Hadist Sahih Muslim Buku 008, Nomer 3311:
'A'isha (Allah memberkatinya) melaporkan bahwa Rasul Allah menikahinya ketika ia berusia tujuh tahun, dan ia (Muhammad) membawanya ke rumahnya sebagai pengantin ketika ia berusia sembilan tahun, dan boneka2nya dibawanya, dan ketika ia (Muhammad) mati, ia (A’isha) berusia delapan belas tahun.

Hadist Sunan Abu-Dawud Buku 41, Nomer 4915, juga Nomer 4915 and Nomer 4915
Dinyatakan Aisha, Ummul Mu'minin:
Sang Rasul Allah menikahiku ketika aku berusia tujuh atau enam tahun. Ketika kami tiba di Medina, beberapa wanita datang, menurut versi Bishr:Umm Ruman datang padaku ketika aku sedang bermain ayunan. Mereka memandangku, mempersiapkanku, dan mendandaniku. Kemudian aku dibawa ke Rasul Allah, dan ia hidup bersamaku sebagai suami istri ketika aku berusia sembilan tahun. Ia (Umm Ruman) menghentikanku di pintu, dan aku meledak tertawa.

Apakah anda hendak menyangkal PARA PERAWIH HADIST TERNAMA seperti "BUKHARI", "IMAM MUSLIM" dan "ABU DAWUD"...???
Ingat, kedudukan hadist shahih hanya setingkat dibawah quran, bahkan menurut teman seukuwah ente, bahwa kedudukkannya sejajar.
Coba anda ke thread ini :

http://indonesia.faithfreedom.org/forum/muslim-bantah-shavanas-ttg-usia-aisya-aisha-t38056/
http://indonesia.faithfreedom.org/forum/post644537.html

Sudah basi apa yang coba anda hadirkan disini dengan apa yang terjadi.


Muhammad terangsang pada anak balita

Ibn Ishaq: Suhayli, 2.79: Dalam riwayat Yunus Ibn Ishaq dilaporkan bahwa nabi melihat bayi (Ummu’l-Fadl, ketika itu ia masih bayi dan bergeliat didepannya) dan mengatakan, “Jika ia besar nanti dan saya masih hidup, saya akan menikahinya.’ (ref.10, p. 311)

Muhammad melihat Um Habiba, puteri Abbas, saat ia masih fatim (masih menetek) dan ia mengatakan, "Jika ia besar nanti dan saya masih hidup, saya akan menikahinya. " (Musnad Ahmad, Number 25636)

Sahih Bukhari. Vol 7, Book 62. Wedlock, Marriage (Nikaah). Hadith 017.
Dinarasikan oleh Jabir bin 'Abdullah :
Ketika aku menikah, Rasulullah berkata kepadaku: "Anak perempuan yang bagaimanakah yang telah kau nikahi?" Aku menjawab, "Aku telah menikahi wanita tua." Rasulullah berkata, "Kenapa kamu tidak mencari gadis-gadis perawan agar kamu bisa menimang-nimang mereka?" Jabir juga berkata: Rasulullah berkata, "Kenapa kamu tidak mengawini anak-anak supaya kamu bisa bermain dengannya dan dia bermain denganmu?"


Mari kita belajar dari Khomeini:

http://www.homa.org/index.php?option=com_content&view=article&id=104&Itemid=58

Khomeini's Teachings on sex with infants and animals
Islamic Teachings on sex with infants:

"A man can have sexual pleasure from a child as young as a baby. However, he should not penetrate. If he penetrates and the child is harmed then he should be responsible for her subsistence all her life. This girl, however would not count as one of his four permanent wives. The man will not be eligible to marry the girl's sister."

The complete Persian text of this saying can be found in "Ayatollah Khomeini in Tahrirolvasyleh, Fourth Edition, Darol Elm, Qom"


Jadi disini, anda suka atau tidak suka, anda harus setuju dengan saya karena saya menggunakan referensi yang jelas dari hadist2 shahih.

botak85 wrote:
hadits shahih, sama akuratnya dan sejajar dengan Qur'an.

hehehe…. itulah kafir, sok tau ajaran Islam…..
hadits shahih, nilainya memang sejajar dengan Al Qur’an.
termasuk juga hadits Qudsi.
kamu kafir, tau apa itu hadits Qudsi ????
hehehehe… jangan sok tau ajaran Islam, kamu kafir …..


Berarti dalam kasus ini, ternyata benar bahwa muhammad seorang pedhophil.
Sama dengan kelakuan tokoh terkenal kita yg masuk penjara gara2 mengikuti sunah nabi.

Image

Image

Kasihan syeh puji, ibadah dan pahalanya di rampas dan di jebloskan ke penjara gara2 ditipu "nabi" muhammad.
User avatar
iamthewarlord
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4494
Images: 6
Joined: Sun Feb 08, 2009 11:07 pm
Location: “Ibadah lelaki akan diputus dengan lewatnya keledai, wanita dan anjing hitam.” Muhammad.

Re: Ahmad Deedat Mati Mengenaskan

Postby iamthewarlord » Wed Sep 29, 2010 7:14 pm

dari dua kasus diatas, kita sudah mempelajari 2 hal dari hadist dan sirah, yaitu:

1. Muhammad tukang kawin, bayangkan dalam masa 8 tahun, muhammad menikahi 20 orang wanita, artinya setahun hampir 3 kali kawin, belum termasuk budak2.

2. Muhammad pedophil, karena ngesex dengan anak kecil berumur 9 tahun.

--------------------------------------------------------

Kita menuju kasus selanjutnya,

Menurut anda, apakah muhammad pernah berzinah atau tidak pernah berzinah?
Saya berpegangan tetap dari Tabari bahwa muhammad pernah berzinah, yaitu ngesex dengan Maria, ummi Ibrahim, sampai hamil.

Image

Image

Image
Image
User avatar
iamthewarlord
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4494
Images: 6
Joined: Sun Feb 08, 2009 11:07 pm
Location: “Ibadah lelaki akan diputus dengan lewatnya keledai, wanita dan anjing hitam.” Muhammad.

Re: Ahmad Deedat Mati Mengenaskan

Postby edwin » Wed Sep 29, 2010 9:37 pm

iamthewarlord wrote:dari dua kasus diatas, kita sudah mempelajari 2 hal dari hadist dan sirah, yaitu:

1. Muhammad tukang kawin, bayangkan dalam masa 8 tahun, muhammad menikahi 20 orang wanita, artinya setahun hampir 3 kali kawin, belum termasuk budak2.

2. Muhammad pedophil, karena ngesex dengan anak kecil berumur 9 tahun.

--------------------------------------------------------

Kita menuju kasus selanjutnya,

Menurut anda, apakah muhammad pernah berzinah atau tidak pernah berzinah?
Saya berpegangan tetap dari Tabari bahwa muhammad pernah berzinah, yaitu ngesex dengan Maria, ummi Ibrahim, sampai hamil.

Image

Image

Image
Image


COPY PASTE!

Sudah saya bilang, isu sexualitas, pedolifia, pemerkosa merupakan bahan diskusi yang sering diperbincangkan oleh anda dan teman2 anda untuk menjatuhkan ISLAM, kami sudah tau tabiat anda. Dari zaman dahulu sampai sekarang isu tersebut tidak pernah berakhir karna dengan cara itu (anda harapkan) iman orang Muslim goyah. Cara kasar tidak mempan malah pake cara yang halus.... eh g mempan juga, BASI. g usah LOE COPY PASTE............ Gw udah sering baca hadish itu

Walaupun itu Hadish Shahih harus dikompirmasikan dengan hadish hadish laen.Kalau belum ketemu solusinya maka Al Qur'an tempat tujuan akhirnya!!!!!!!!!!!!!! Kan saya sudah jawab sebelumnya, harus ada pembuktian.....

LAI baca lagi g :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl:

Poligami sendiri adalah kenyataan sejarah di mana sebagian besar nabi Allah melakukannya, tetapi tdk dianjurkan dan bahkan tdk ideal dlm Islam.
banyak motif mengapa Nabi saw menikah banyak 1) utk menyatukan beberapa suku yg bertikai;
2) kultur Arab saat itu memang menganggap poligami sbg sesuatu yg wajar krn kungkungan kultur patriarki (dominasi laki2 ats perempuan);
3) misi dakwah. Dari riwayat yg shahih disebutkan bhw semua istri Nabi saw (kecuali Aisyah ra) adalah janda; sebagian besar miskin).

Jika nabi Muhammad saw dipandang oleh orang2 seperti anda maniak seks, mestinya Nabi saw menikahi istri-istri yg msh perawan dan bahenol, tapi nyatanya tdk kan...?!

Memang poligami tdk diharamkan, tetapi pernikahan poligami tdk ideal dlm Islam, terbukti, dlm Q.S. al-Tahrim [66]: 1 - 5, yg berisi teguran keras Allah kpd sebagian istri Nabi saw (dlm hal ini Hafshah ra dan Aisyah ra). Dari aspek sosial-empirik, poligami juga tdk ideal, krn banyak beban yg harus ditanggung kedua pihak (psikis, ekonomi, kultur, dsb).

Jadi, kultur poligami di masa Nabi saw sangat jauh berbeda dgn masa sekarang. Demikian sekelumit penjelasan dari saya.


BACA LAI................

Segala sesuatu harus dikompirmasikan dulu............
jangan COPY PASTE aja
edwin
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 49
Joined: Sat Sep 25, 2010 10:34 pm

PreviousNext

Return to Pengaruh Islam Terhadap Muslim



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users