aku setuju bahwa Argumentasi Adadeh sudah sangat terstruktur dengan baik dan emosi Adadehpun stabil dibandingkan Asbunawas.
Neverthless, it's a very Good Topic. I like it
Adadeh wrote:
Lalu kepada siapa seharusnya Muhammad untuk taat agar menjadi orang yang benar sebagai Perintah dalam “AGAMA” anda?
Taat pada hati nurani dan nalar yang sesuai dengan the golden rule / hukum emas:
Jika Muhammad melakukan hukum emas ini, maka dia tidak akan melakukan berbagai perbuatan kriminal terhadap kaum kafir.
Misalnya, apakah Muhammad mau diperbudak? Tentu saja tidak. Tidak ada orang yang mau diperbudak. Karena itu, ya jangan memperbudak.
Misalnya lagi, maukan Muhammad dipoliandri istrinya? Tentu saja tidak. Tidak ada orang yang sudi dimadu oleh pasangan hidupnya. Karena itu, ya jangan poliandri dan poligami.
Adadeh wrote:
PERLAKUKAN SESAMA MANUSIA SEPERTI DIRIMU INGIN DIPERLAKUKAN. , dan anda sebut bahwa itu adalah HUKUM EMAS.
Adadeh wrote:
Quote:
Dan kalo manusia hanya akan mengandalkan Nalar dan Nurani, saya yakin apabila penduduk bumi ini ada 5 Milyar manusia, itu sama saja dengan harus ada 5 Milyar Agama, untuk mengatur masing2 Nurani dan Nalar yang bisa berbeda-beda
Silakan setiap orang jadi nabi atas dirinya sendiri, bikin agama sendiri, bikin aturan ibadah sendiri. Yang penting tidak melanggar nalar, nurani, dan hukum emas.
Adadeh wrote:Tetangga mau nyembah2 batu di depan rumah gue juga silakan saja, asalkan jangan lempar batu itu kepadaku.
Adadeh wrote:
Quote:
Saya tidak melihat SOLUSI di dalam ayat anda ini, anda hanya membuat ayat-ayat yang bertolak belakang dan membolak-balikan dari ayat2 Al-Quran yang sudah ada
Justru ayat2ku memuat solusi seluruh masalah Islam dan Muslim yang bersumber dari ajaran Muhammad:
Muhammad tak lain adalah Allah sendiri, tiada tuhan dalam Islam, karenanya jangan percaya sama Muhammad sebab ajarannya hanya menguntungkan diri Muhammad sendiri.
Adadeh wrote:
Ini solusi berikut: SETIA PADA PASANGAN HIDUP
Adadeh - Hukum Kesetiaan Suami Istri dalam Rumah Tangga 1
Diharamkan bagi pria untuk mengawini wanita yang bersuami. Juga bagi wanita diharamkan untuk mengawini pria yang bersuami. Bersikap setialah pada pasanganmu masing2 dan saling menyayangi satu sama lain.
Adadeh wrote:
Adadeh - Hukum Kesetiaan Suami Istri dalam Rumah Tangga 2
Diharamkan bagi pria untuk mengambil istri lebih dari 1. Juga bagi wanita diharamkan untuk mengawini suami lebih dari 1. Suami harus menyayangi istri sama seperti dirinya mengasihi tubuh dan jiwanya sendiri. Istri harus menyayangi suami seperti dirinya sendiri mengasihi tubuh dan jiwanya sendiri.
Adadeh wrote:
HUKUM HUBUNGAN SUAMI ISTRI:
Adadeh - Hubungan Suami Istri 1
Berlakulah adil terhadap pasangan hidupmu, yakni suami atau istrimu. Suami dan istri adalah pasangan yang sederajat, tidak membawahi dan tidak mengatasi satu sama lain. Baik suami dan istri dapat menafkahi keluarga, jika memang itu yang dikehendaki suami atau istri atau keduanya.
Adadeh wrote:
Adadeh - Hubungan Suami Istri 2
Jika suami atau istri menghadapi persoalan apapun, sebaiknya kedua belah pihak saling mendengar pendapat satu sama lain untuk berkompromi dan bermusyawarah. Tidak perlu pisah ranjang, apalagi memukul satu sama lain.
Adadeh wrote:
HUKUM JANGAN MEMPERBUDAK. Yang termasuk tindakan memperbudak adalah merampas kemerdekaan orang lain, lalu menganggap orang itu sebagai harta milik dan memaksa orang itu untuk tunduk dan taat dengan ancaman pembunuhan, penindasan, penyiksaan dan pemerkosaan.
Adadeh - Larangan Memperbudak 1
Jangan memperbudak siapapun, baik pria atau wanita atau anak2. Dirimu tidak mau diperbudak, karenanya jangan memperbudak siapapun.
Adadeh - Larangan Memperbudak 2
Jika kau menyaksikan perbudakan, beri bantuan pada para budak agar mereka dapat memerdekakan diri mereka sendiri.
Hukum perkosaan. Sebelum menjabarkan hukum ini, aku beri dulu definisi perkosaan:
Pemerkosaan (hubungan kelamin/sexual) dinyatakan terjadi jika:
1. korban pemerkosaan tidak mampu atau tidak punya hak untuk menolak
2. tanpa kemauan salah satu pihak yang dipaksa dengan kekerasan, ancaman atau rasa takut disakiti secara fisik oleh pihak lain
3. korban pemerkosaan tidak sanggup melawan karena sedang dalam keadaan tak sadar (di bawah pengaruh obat bius, narkoba atau obat pemati rasa) yang diberikan oleh si pemerkosa
4. korban pemerkosaan tidak sadar karena alasan alami (pingsan, koma) dan si pemerkosa tahu akan keadaan ini.
5. pelaku pemerkosaan mengancam untuk membalas korban jika menolak dan ada kemungkinan besar pelaku akan melaksanakan ancamannya: ancaman menculik, menyiksa, menyakiti tubuh, atau kematian.
Karena itu inilah HUKUM ANTI PERKOSAAN:
1. Adadeh - Hukum Anti Perkosaan 1:
Janganlah kau melakukan persetubuhan seksual terhadap orang lain yang tidak memberi persetujuan atau ijin padamu.
2. Adadeh - Hukum Anti Perkosaan 2
Jangan kau dengan cara apapun mengancam orang lain untuk melakukan hubungan seksual denganmu.
3. Adadeh - Hukum Anti Perkosaan 3
Jangan kau perkosa orang lain karena dirimu pun tidak mau diperkosa orang lain.
4. Adadeh - Hukum Anti Perkosaan 4 (Anti Fedofilia)
Jangan melakukan persetubuhan dengan anak2 dan remaja di bawah usia 16 tahun. Mereka belum cukup dewasa untuk mengerti dan bertanggung jawab atas akibat hubungan seksual. Ajakan halus, kasar dan/atau cara apapun untuk berhubungan seksual dengan anak2 di bawah 16 tahun termasuk tindakan perkosaan.
HUKUM ANTI RAJAM
Adadeh - hukum anti rajam 1:
Jangan merajam orang apapun alasannya.
Adadeh - hukum anti rajam 2:
Jangan melemparkan batu atau benda keras apapun terhadap orang lain sebab kau pun tidak mau dilempar batu atau benda keras.
HUKUM ANTI PERAMPOKAN
Adadeh - hukum anti perampokan 1:
Jangan jarah atau rampas harta orang lain karena kau pun tidak ingin orang lain menjarah atau merampas hartamu.
Adadeh - hukum anti perampokan 2:
Bantulah mereka yang dijarah atau dirampas hartanya, karena kau pun perlu bantuan orang lain jika kau dijarah atau dirampas hartanya.
Apa sih susahnya bikin ayat2 serupa ayat2 Qur'an? Anak2 SMP atau SMA juga bisa.
Adadeh wrote:
Quote:
1. Lalu kepada siapa orang yang beriman harus Taat juga?
Ini sudah kujawab. Taatlah pada nurani dan nalarmu yang sesuai dengan golden rule / hukum emas (perlakukan orang lain seperti kau sendiri ingin diperlakukan).
Adadeh wrote:Contohnya:
Apakah kau mau tempat ibadahmu dibakar umat agama lain?
Apakah kau mau dijuluki sebagai "makluk ciptaan terendah" oleh umat lain yang beda agama?
Apakah kau mau orang lain memaksakan kepercayaan mereka pada dirimu dengan ancaman pedang?
Jika semua jawaban di atas adalah TIDAK, maka jangan lakukan hal di atas terhadap orang lain.
Adadeh wrote:
Quote:
2. Hukum apa yang harus dijadikan pegangan bagi manusia tersebut, agar manusia tidak lagi berbantah2an dan masing2 bisa mempunyai sumber yang sama?
Berbantahan dalam hal apa? Hukum apa lagi yang kau butuhkan?
Silakan setiap orang jadi nabi atas dirinya sendiri, bikin agama sendiri, bikin aturan ibadah sendiri. Yang penting tidak melanggar nalar, nurani, dan hukum emas
Adadeh wrote:
Quote:
Apakah yang anda maksud dengan Syurga dalam Ayat2 ini?
Syurga adalah tempat di alam baka di mana tiada pengikut Allah atau Muhammad.
Adadeh wrote:
Quote:
artinya didalam ayat ini tidak jelas apa yang harus dilakukan oleh manusia, apakah harus taat, atau berpaling kepada Allah?.karena hasilnya sama yaitu Berduka Cita.
Sudah jelas isinya: Jangan taat pada Allah dan Rasulnya (Muhammad) karena mereka tidak berdaya untuk menunjukkan kebenaran.
Adadeh wrote:
Quote:
Kalo boleh saya berpendapat itu artinya bahwa yang membuat ayat2 ini sendiri artinya TIDAK TAHU APA ITU SEBENARNYA KEBENARAN, dan APA ITU JALAN YANG LURUS, sehingga tidak ada misi PENYAMPAIAN TENTANG SEBUAH KEBENARAN yang seharusnya diikuti oleh manusia.
O, gitu ya? Jikalau begitu, silakan jelaskan APA ITU SEBENARNYA KEBENARAN dan APA ITU JALAN YANG LURUS.
Adadeh wrote:
Quote:
Anda percaya bahwa yang namanya NERAKA itu TIDAK ADA, karena hanya diciptakan oleh para manusia biasa, tapi anda sendiri mengatakan “Neraka Jahanam adalah tempat Muslim di alam baka”, Sebuah Awal KONTRADIKSI dalam ‘IMAN’ anda!.
Kontradiksi itu bagian dari Qur'an, sehingga kalau membuat ayat yang serupa Qur'an ya harus ada kontradiksinya dong. Lihat nih contoh2 ayat2 Mekah dan Medinah di bawah ini apakah tidak kontradiksi:
Ayat2 yang Muhammad tulis di Mekah:
1. Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik. (Q.73:10)
2. Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku. (Q. 109:6)
3. Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu,. (Q.20:130)
4. ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia. (Q.2:83)
5. Kami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan, dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. (Q.50:45)
6. Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang ****. (Q.7:199)
7. maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik. (Q.15:85)
8. Katakanlah kepada orang-orang yang beriman hendaklah mereka memaafkan orang-orang yang tiada takut akan hari-hari Allah karena Dia akan membalas sesuatu kaum terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (Q.45:14)
9. Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Q.2:62)
10. Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik. (Q.29:45)
Ayat2 yang dibuat Muhammad di Medina ketika sudah berkuasa:
1. Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu. (Q.9:123)
2. Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka. (Q.8:12)
3. Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (Q.3:85)
4. bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka. (Q.9:5)
5. Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu. (Q.2:191)
6. Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. (Q.9:193)
7. Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman. (Q.9:14)
8. Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan daripada kamu (lantaran mereka tobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.. (Q.9:66)
9. Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. (Q.9:28 )
10. Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. (Q.9:29)
Sungguh besar bukan kontradiksi ayat2 Mekah dan Medinah? Sama dong dengan ayat2ku yang juga kontradiksi. Dengan itu aku telah memenuhi tantangan Allah bikin ayat yang serupa dengan Qur'an.
Adadeh wrote:
Quote:
Hehehe, ini yang lucu bagi saya, pengertian ILMIAH sendiri apa sebenarnya bagi anda, ANDA sendiri mendapat semua pengetahuan itu semua berasal dari Proses MEMBACA, bukan menjadi SAKSI dan PELAKU atas sejarah2 yang sudah terjadi di ARAB dan TIMUR tengah.
Apakah kamu sendiri adalah SAKSI dan PELAKU apa yang terjadi di ARAB dan TIMUR TENGAH saat Muhammad bikin Qur'an?
Kau bukan SAKSI dan PELAKU apa yang terjadi di ARAB dan TIMUR TENGAH 1.400 tahun yang lalu, tapi kau percaya saja dengan apa yang dikatakan Muhammad. Bukankah itu percaya buta?
Dalam mengucapkan Shahadah, Muslim Indonesia berkata:
Aku bersaksi tiada illah lain selain Allah, dan Muhammad adalah Rasul Allah
Gimana mungkin Muslim Indonesia bisa bersaksi seperti ini padahal mereka bukan SAKSI dan PELAKU apa yang terjadi di ARAB dan TIMUR TENGAH di jaman Muhammad? Lebih dari itu, tiada bukti apapun yang menunjukkan Allah itu illah dan Muhammad adalah rasulnya. Yang ada hanyalah pengakuan Muhammad sendiri dan itulah yang dicatat di Qur'an.
Adadeh wrote:
Quote:
Karena saya MENGIMANI AL-QURAN, dan anda MENGIMANI sumber2 diluar AL-QURAN.
Aku tidak beriman pada data2 yang kuajukan padamu.
Adadeh wrote:Aku tidak beriman pada data2 yang kuajukan padamu..
Adadeh wrote:
Isi ayat di atas sama dengan isi Talmud Berakhoth, fol. 9b yang menyebutkan bahwa di hari Puasa, doa Shema dilakukan saat “waktu orang dapat membedakan benang biru dan benang putih.”
Adadeh wrote:
Bandingkan dengan agama Sabean:
“Mereka (umat Sabean) …berpuasa tiga puluh hari; dan jika di bulan pendek, mereka berpuasa selama dua puluh sembilan hari. Sehubungan dengan ibadah Puasa, mereka merayakan Fitri (selesai Puasa selama 30 hari) dan Hilal (bulan baru), sedemikian rupa sehingga Fitri terjadi saat matahari masuk masa Aries. Dan mereka biasa berpuasa dari bagian satu per empat yang keempat di malam hari (= fourth quarter of the night) sampai matahari terbenam.” (Hughes, Notes on Muhammadanism, p. 124)
Adadeh wrote:
Quote:
Anda koq jadi cengeng sih..hehehe, apakah pengetahuan anda dari HASIL MEMBACA2 sehingga menjadi ORANG PINTAR tidak cukup untuk memenuhi tantangan ini?, jadi anda sadar ya kalo ANDA MASIH PUNYA KELEMAHAN?.
Siasat OOT dengan menyerang pribadi dan mengalihkan pembicaraan.
Adadeh wrote:
Quote:
Siapakah TUHAN menurut “KEIMANAN” anda, agar manusia tidak salah dalam mengikuti TUHAN yang diklaim sebagai YANG PALING Benar oleh masing2 AGAMA dan KEPERCAYAAN.
OOT lagi, tidak relefan dan sudah ke luar jauh dari tantangan awal: bikin yang SERUPA dengan Qur'an. Sudah kujelaskan bahwa dalam Qur'an TIDAK ADA TUHAN, sehingga dalam kitab Adadeh juga TIDAK ADA TUHAN.
Adadeh wrote:
Tulisan2 tiada isinya dan tidak perlu dikomentari:
Quote:
OK, anda sudah bisa memulai lagi dengan ayat2 tentang TUHAN yang harus diikuti dan dipercayai oleh MANUSIA, anda siap?
Quote:
Tantangan yang saya berikan ini, kalau anda dengan mulus bisa mencapai “titik aman pertama”, maka setidak2nya bisa menaikan derajat anda yang hanya CUMAN seorang KRITIKUS itu
Quote:
OK, karena anda merasa keberatan dengan Kriteria2 yang saya sampaikan ini, maka dengan ini saya rubah Kriterianya adalah untuk membuat AYAT2 yang menjadi PETUNJUK KEBENARAN/JALAN yang LURUS BANGI MANUSIA AGAR SELAMAT.!
Ini yang ketiga kalinya kau merubah kriteria. Ada apa dengan dirimu? Kebingungan sendiri tampaknya. Bagi saya kriterianya tetap sama yakni isi dan tafsir Q 17:88.

Valkyrie wrote:aku setuju bahwa Argumentasi Adadeh sudah sangat terstruktur dengan baik dan emosi Adadehpun stabil dibandingkan Asbunawas.
Neverthless, it's a very Good Topic. I like it

asbunawas wrote:Saya juga setuju, bahasa Adadeh mulai lebih Beradab, mudah2an ini bisa menjadi awal menuju arah perbaikan bagi dirinya.
asbunawas wrote:Hehehe, kalo saya sih jadi bingung dengan “AGAMA” anda ini, Apakah AGAMA anda ini hanya untuk mengatur Muhammad seorang, atau untuk seluruh Umat manusia, koq larinya ke Muhammad terus…
asbunawas wrote:Dikarenakan banyak faktor yang bisa mempengaruhi manusia melanggar dari HUKUM EMAS tsb. Lantas apa yang anda sampaikan kepada Manusia atas HUKUMAN bagi PARA PELANGGAR HUKUM EMAS tsb ?
asbunawas wrote:Lantas buah apa yang didapat dari setiap2 orang tsb dari pengamalan ajarannya/agamanya secara sendiri2 itu?
Mohon penjelasan, kalo bisa tolong sampaikan Ayatnya.
asbunawas wrote:Orang ISLAM Sholat menghadap arah Kiblat koq anda ribut ?, bahkan anda termasuk orang yang paling mencampuri hukum dan aturan dalam Peribadatan Sholat ini. Itu artinya Hukum Emas yang anda dengung2kan inipun sudah bertolak belakang dengan sikap pada diri anda sendiri.
asbunawas wrote:Saya Sholat, apakah Muhammad untung?
Saya bayar Zakat, apakah Muhammad untung?
Saya berPuasa, apakah Muhammad untung?
Saya pergi Haji, apakah Muhammad untung?
Saya memelihara dan menghargai anak yatim, apakah Muhammad untung?
Saya menghormati orangtua saya sendiri? apakah Muhammad untung?
asbunawas wrote:Saya memelihara dan menghargai anak yatim, apakah Muhammad untung?
asbunawas wrote:Saya menghormati orangtua saya sendiri? apakah Muhammad untung?
asbunawas wrote: Mendapatkan Keuntungan apa seorang Muhammad dari setiap perbuatan2 yang saya lakukan?
asbunawas wrote:Terima kasih dengan ayat2 barunya ini, komentar saya, bagaimana Hukum bagi si Pelanggar untuk ayat anda ini?
asbunawas wrote:Biar lebih to the Point, Hukuman apa yang pantas diberikan bagi para pelaku ZINAH baik yang sudah bersuami istri ataupun belum !?
asbunawas wrote:Hehehe, ayat yang lucu, kadang kala kalau dalam sebuah Kesatuan, karena kesetaraan Pangkat, maka Kopral yang satu tidak akan pernah patuh pada Kopral yang lainnya,
asbunawas wrote:Apalagi dalam ayat adan sebelumnya bahwa masing2 posisi suami istri tidak ada yang menjadi Pemimpin atau sebagai Nakhoda dalam rumah tangga itu sendiri. Gimana solusinya ini boss ?
asbunawas wrote:OO gitu toh, pantesan saja secara gaya bahasa, Ayat2 yang dihasilannya persis seperti gaya bahasa anak SMP dan Anak SMA.
asbunawas wrote:Pertanyaan yang sama, Apakah buah/balasan bagi para Pelaku Golden Rule tsb, dan apakah buah/balasan bagi para Pelanggar Golden Rule tsb?
asbunawas wrote:Adadeh wrote:Apakah kau mau tempat ibadahmu dibakar umat agama lain?
Apakah kau mau dijuluki sebagai "makluk ciptaan terendah" oleh umat lain yang beda agama?
Apakah kau mau orang lain memaksakan kepercayaan mereka pada dirimu dengan ancaman pedang?
Sudah banyak dibahas dan disanggah di Topik2 FFI, saya tidak komen, kalo ane bahas juga disini nanti malah OOT dari tujuan awal topik.
asbunawas wrote:Baru anda sampaikan beberapa ayat saja anda sudah merasa lengkap ya, hebat sekali anda bung. Emangnya persoalan manusia engga pelik.
asbunawas wrote:Golongan2 dan kaum siapa saja dari para Penghuni Syurga tsb? Dan siapa yang akan menempatkan dan memasukan mereka ke dalam Surga.
asbunawas wrote: Kalo boleh nambah pertanyaan, bagaimana ciri2 Surga tsb.
asbunawas wrote:Yang saya tanya, apa yang anda maksud dengan berDuka Cita, dari hasil kedua Sikap yang bertentangan tsb? faham bung dengan pertanyaan ulangan ini?
asbunawas wrote: Hahahahahahahahahahahahahahahahahahahaha. Ini benar2 PERTANYAAN yang KONYOL dari ADADEH yang sudah menyampaikan tentang AYAT-AYAT KEBENARANnya., yang ternyata dia sendiri malah minta penjelasan tentang KEBENARAN
asbunawas wrote:Kalo boleh saya berpendapat itu artinya bahwa yang membuat ayat2 ini sendiri artinya TIDAK TAHU APA ITU SEBENARNYA KEBENARAN, dan APA ITU JALAN YANG LURUS, sehingga tidak ada misi PENYAMPAIAN TENTANG SEBUAH KEBENARAN yang seharusnya diikuti oleh manusia.
adadeh wrote:O, gitu ya? Jikalau begitu, silakan jelaskan APA ITU SEBENARNYA KEBENARAN dan APA ITU JALAN YANG LURUS.
asbunawas wrote: Hahahahahahahahahahahahahahahahahahahaha.
asbunawas wrote: (Satu kantor pada kaget nih gara2 ane langsung ketawa ngakak kenceng banget, gara2 baca pertanyaan Adedeh ini, jadi malu sendiri nih diliatin banyak orang dikiranya ane lagi baca2 Cerita2 lucu dinternet kali…hahahaha)
asbunawas wrote: Hehehehe, anda mah Masih kekeuh aja nyebut Ayat2 Makiyah dan Madaniyah terdapat Kontradiksi, kayaknya dengan cara di goggling banyak juga penjelasan menyangkut ini.
asbunawas wrote: Sumber : http://www.republika.co.id/koran_detail ... &kat_id=16
asbunawas wrote:Saya katakan kepada anda, AGAMA tanpa IMAN adalah MATI!, anda setuju atau tidak?, karena IMAN adalah PONDASI agama.
asbunawas wrote:Lantas kalo orang ISLAM tidak Percaya terhadap AL-QURAN, dan Isi yang ada didalamnya? Lalu harus percaya sama kitab apa lagi? Sama Buku Harry Poter? Sama Buku Salman Rusdie? Sama Buku Karangan Agatha Cristie?
asbunawas wrote:Di dalam Al-Quran juga diterangkan bahwa Muhammad adalah sebagai RASUL dan NABI terakhir sampai Akhir Zaman, maka itu adalah termasuk Harga Mati bagi KEIMANAN orang2 ISLAM juga.
asbunawas wrote:Makanya harus bisa fahami bahwa PERCAYA dan IMAN itu adalah MEMAKAI HATI, bukan memakai AKAL.
asbunawas wrote:didalam diri anda sudah ada rasa PERCAYA/MEMBENARKANMEYAKINI/MEMPERCAYAI atas Isi yang ada dalam Kitab Talmud Sendiri, sebagai SUMBER KEBENARAN untuk anda bandingkan dengan ayat2 AL-QURAN.
asbunawas wrote:Are you ready?, masa dalam “Kitab” Agama anda tidak dijelaskan tentang TUHAN sama sekali, berarti KITAB ANDA tidak lengkap dong isinya…, wah kalo tidak LENGKAP udah KETAHUAN dari Awal sebagai KITAB YANG TIDAK SEMPURNA.
Adadeh wrote:
Siapa bilang aku membuat “AGAMA”? Muhammad juga tidak membuat “AGAMA”, Islam itu bukan “AGAMA”, lalu mengapa aku harus membuat “AGAMA”?
Adadeh wrote:
Dalam Al-Isra' (17) ayat 88, Allah tidak meminta manusia membuat “AGAMA”, yang dimintanya hanyalah membuat yang serupa dengan Qur’an.
Aku membuat ayat2 Adadeh ini hanya untuk membuktikan bahwa ternyata mudah sekali untuk membuat ayat2 serupa Qur’an. SUDAH KUBUKTIKAN BERKALI-KALI BAHWA TERNYATA MANUSIA BIASA SAJA MAMPU BIKIN YANG SERUPA QUR’AN.
Adadeh wrote:
Jika hukum emas tidak ditaati, maka akan terjadi kekacauan sosial. Perkosaan dibalas dengan perkosaan, pemukulan dibalas pemukulan pembunuhan dibalas dengan pembunuhan, penculikan dibalas dengan penculikan, dan begitu seterusnya tiada akhir. Kekacauan ini adalah hukuman atau konsekuensi dari pelanggaran terhadap Hukum Emas. Hal seperti itulah yang sekarang terjadi antara Muslim Shia dan Muslim Sunni, Lebanon vs. militan Muslim, Muslim Fatah vs. Muslim Hamas. Mereka terus saling balas sampai tiada yang tersisa lagi.
Adadeh wrote:
asbunawas wrote:
Lantas buah apa yang didapat dari setiap2 orang tsb dari pengamalan ajarannya/agamanya secara sendiri2 itu?
Mohon penjelasan, kalo bisa tolong sampaikan Ayatnya.
Setiap orang bisa menjadi nabi sendiri, maka setiap orang bisa menetapkan buah agama sendiri. Ayat2nya juga silakan bikin sendiri.
Adadeh wrote:
Islam (beserta seluruh dien dan aturannya) jelas harus dilawan, sebab Islam bertentangan dengan nurani, nalar, dan Hukum Emas. Kafir waras yang tahu betul ajaran Islam sudah jelas harus melawan Islam. Cara menentangnya adalah dengan menunjukkan semua aturan ibadah dan hukum Islam adalah salah dan FFI adalah tempat yang tepat untuk itu. Contohnya dapat dilihat dalam Sholat. Awalnya sewaktu di Mekah, Muhammad tidak pernah menentukan arah sholat bagi Muslim. Lalu setelah pindah ke Medinah, dia menyuruh Muslim Sholat berkiblat ke Yerusalem, tapi setelah beberapa bulan kemudian, Muhammad menggantinya jadi berkiblat ke Mekah sesuai dengan nasehat Umar. Bukankah gonta-ganti qiblat sholat ini jelas akal2an Muhammad belaka, dan Muslim bagaikan kerbau dicocok hidung mengikuti saja perintahnya. Masakan tuhan begitu berubah-ubah, tak mampu memberi aturan tetap dan harus terus merubahnya dalam waktu beberapa bulan saja?
Adadeh wrote:
asbunawas wrote:
Saya Sholat, apakah Muhammad untung?
Saya bayar Zakat, apakah Muhammad untung?
Saya berPuasa, apakah Muhammad untung?
Saya pergi Haji, apakah Muhammad untung?
Saya memelihara dan menghargai anak yatim, apakah Muhammad untung?
Saya menghormati orangtua saya sendiri? apakah Muhammad untung?
Sudah jelas Muhammad dan seluruh bangsa Arab diuntungkan karena kau masuk Islam. Islam adalah bentuk imperialisme Arab. Kau sudah dijajah Arab, sebab sekarang meskipun kau warga negara Indonesia, tapi hatimu hati Arab, jiwamu jiwa Arab, pikiranmu pikiran Arab, simpatimu hanya pada Arab, idolamu idola Arab, hidupmu bagi Arab, agamamu agama Arab.
Kau menganggap bahasa Arab lebih tinggi derajatnya dibandingkan bahasa Indonesia sebab Muhammad mengatakan begitu. Kau menganggap budaya/pemikiran/manusia Arab lebih unggul dibandingkan budaya/pemikiran/manusia Indonesia karena Muhammad mengatakan begitu. Bahkan Muslim Indonesia juga terbukti tega membunuh sesama manusia Indonesia yang beda agama demi agama Arabnya. Mereka mengucurkan darah kafir Indonesia demi tuhan Arabnya.
Kau Sholat, berarti kau mendoakan Muhammad agar diberi tempat yang layak di alam baka. Bukankah itu menguntungkan Muhammad?
Kau bayar Zakat, dan uang Zakat itu dipakai untuk membangun mesjid, mushola, madrasah, menyebarkan Islam yang adalah ajaran Muhammad. Inti ajaran Islam hanyalah puji2an dan pengakuan bagi Allah dan RasulNya (yang sebenarnya satu orang juga: Muhammad). Bukankah ini menguntungkan Muhammad?
Kau pergi naik haji, berarti kau membayar uang kepada Pemerintah Saudi Arabia, negara asal Muhammad. Dengan uang itu, Pemerintah Saudi Arabia bisa terus mengirim dana bagi penyebaran ajaran Muhammad yakni Islam di seluruh dunia. Bukankah ini menguntungkan Muhammad?
Adadeh wrote:
asbunawas wrote:
Saya memelihara dan menghargai anak yatim, apakah Muhammad untung?
Justru karena Muhammadlah anak2 yatim piatu menderita. Muhammad melarang dengan nama Allah para Muslim untuk memungut anak yatim piatu. Dulu Muhammad memungut yatim Zaid sebagai anaknya, tapi setelah kemudian mengawini istri Zaid yakni Zaenab, Muhammad melarang Muslim memungut anak. Ini sungguh aturan yang sangat kejam. Buat apa bikin aturan gila ini kalau tidak hanya untuk mengesahkan perbuatannya mengawini istri anak sendiri?
Adadeh wrote:
asbunawas wrote:
Saya menghormati orangtua saya sendiri? apakah Muhammad untung?
Hanya orang tua Muslim saja yang harus dihormati, sedangkan yang kafir tidak. Ajaran dan didikan orangtua paling berpengaruh terhadap anak. Orangtua Muslim akan mengajarkan Islam kepada anak2nya, sedangkan orang tua kafir tidak melakukan hal itu. Dengan demikian sah2 saja membunuh orang tua kafir. Jelas hal ini menguntungkan Muhammad.
Ini contoh pembunuhan2 orang tua sendiri untuk mengingatkan dirimu betapa mulianya Islam itu:
Penyerangan Atas B. Kilab di al-Zuji oleh al-Dahak ibn Sufyan al-Kilabi—August, 630M
Muhammad mengirim al-Dahak ibn Sufyan ke al-Zuji untuk mengajak orang2 B. Kilab memeluk Islam. Ketika mereka menolak, tentara2 Muslim menyerang mereka dan memaksa mereka berlarian pergi ketakutan. Diantara para Muslim terdapat seorang Jihadis tulen bernama al-Asyad . Dia bertemu dengan ayahnya yang bernama Salamah yang sedang mengendarai kuda. Al-Asyad meminta ayahnya masuk Islam. Tapi ayahnya malah menegurnya karena memeluk Islam. Al-Asyad jadi marah dan dia memotong kuda ayahnya. Ketika ayahnya terjatuh, dia lalu menangkapnya sampai para Muslim yang lain tiba di tempat itu dan membunuhnya (Ibn Sa’d, vol. ii p.201)
Tafsir Al-Qur'an 9:24 dari Ibn Kathir:
The Prohibition of taking the Idolators as Supporters, even with Relatives
terjemahan
"Larangan Bersekutu dengan Kaum Pagan, bahkan jika dengan Keluarga Sendiri"
Allah commands shunning the disbelievers, even if they are one's parents or children, and prohibits taking them as supporters if they choose disbelief instead of faith. Allah warns,
terjemahan
Allah memerintahkan Muslim untuk menolak kaum non-Muslim, bahkan jika mereka adalah orang tua atau anak sendiri, dan melarang mereka untuk jadi sekutu Muslim jika tidak mau memeluk Islam. Allah memperingatkan,
[لاَّ تَجِدُ قَوْماً يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الاٌّخِرِ يُوَآدُّونَ مَنْ حَآدَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُواْ ءَابَآءَهُمْ أَوْ أَبْنَآءَهُمْ أَوْ إِخْوَنَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُوْلَـئِكَ كَتَبَ فِى قُلُوبِهِمُ الإِيمَـنَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِّنْهُ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّـتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا الاٌّنْهَـرُ]
(You will not find any people who believe in Allah and the Last Day, making friendship with those who oppose Allah and His Messenger, even though they were their fathers or their sons or their brothers or their kindred (people). For such He has written (predetermined) faith in their hearts, and strengthened them with a Ruh (proof, light and true guidance) from Himself. And He will admit them to Gardens (Paradise) under which rivers flow.) [58:22] Al-Hafiz Al-Bayhaqi recorded that `Abdullah bin Shawdhab said, "The father of Abu `Ubaydah bin Al-Jarrah was repeatedly praising the idols to his son on the day of Badr, and Abu `Ubaydah kept avoiding him. When Al-Jarrah persisted, his son Abu `Ubaydah headed towards him and killed him. Allah revealed this Ayah in his case,
terjemahan:
(Kau tidak akan menemukan orang yang percaya pada Allah dan Hari Kiamat berteman dengan mereka yang menentang Allah dan Rasulnya, bahkan jikalau mereka adalah ayah2 atau putra2 atau saudara2 laki atau bangsa mereka. Karena Allah telah menentukan iman mereka, dan memperkuatnya dengan Roh (bimbingan sejati) dari diriNya sendiri. Dan dia akan menerima mereka masuk Surag di mana sungai2 mengalir). (Ayat 58:22) Al-Hafiz Al-Bayhaqi mencatat bahwa `Abdullah bin Shawdhab berkata, " Ayah dari Abu Abu `Ubaydah bin Al-Jarrah bin Al-Jarrah berkali-kali memuji-muji dewa2 kepada anak lakinya di hari (perang) Badr, dan Abu Abu `Ubaydah terus menghindarinya. Ketika Al-Jarrah terus memuji, anak lakinya yakni Abu `Ubaydah berjalan menujunya dan membunuhnya. Allah menurunkan ayat ini berdasarkan kejadian itu.
Adadeh wrote:
asbunawas wrote:
Mendapatkan Keuntungan apa seorang Muhammad dari setiap perbuatan2 yang saya lakukan?
Pertanyaan ini hanya bisa muncul dari diri Muslim yang sebenarnya dijajah Arab, tapi tidak menyadari hal itu. Kau telah melenggangkan dan melestarikan Imperialisme Arab dalam dirimu dengan beriman pada Islam.
Adadeh wrote:
asbunawas wrote:
Hehehe, ayat yang lucu, kadang kala kalau dalam sebuah Kesatuan, karena kesetaraan Pangkat, maka Kopral yang satu tidak akan pernah patuh pada Kopral yang lainnya,
Pikiranmu jelas hasil pemikiran Arab Jahiliyah 1.400 tahun yang lalu. Perkawinan bukanlah kesatuan angkata bersenjata. Sungguh tak terhingga bodohnya.
Adadeh wrote:
asbunawas wrote:
Apalagi dalam ayat adan sebelumnya bahwa masing2 posisi suami istri tidak ada yang menjadi Pemimpin atau sebagai Nakhoda dalam rumah tangga itu sendiri. Gimana solusinya ini boss ?
Sudah kusebut solusinya: musyawarah, kompromi, tenggang rasa, tepa salira, saling sayang, perlakukan orang lain seperti diri sendiri ingin diperlakukan, dan BUKANNYA main pukul karena lebih kuat secara fisik atau karena lebih banyak menafkahi daripada pihak lain. Tanpa musyawarah, tenggang rasa, dan kasih sayang, pernikahan akan cepat bubar.
Adadeh wrote:
asbunawas wrote:
OO gitu toh, pantesan saja secara gaya bahasa, Ayat2 yang dihasilannya persis seperti gaya bahasa anak SMP dan Anak SMA.
Tetap saja kau tidak bisa menyangkal kebenarannya sama sekali.
Ada dua kemungkinan sebabnya: (1) tingkat kecerdasanmu hanya setaraf TK saja karena pengaruh Islam dan (2) Ayat2 yang kubuat jauh lebih bermoral daripada ayat2 buatan Muhammad, sebab ayat2ku sesuai dengan (i) NALAR, (ii) NURANI, dan (iii) Hukum Emas.
Adadeh wrote:
asbunawas wrote:
Pertanyaan yang sama, Apakah buah/balasan bagi para Pelaku Golden Rule tsb, dan apakah buah/balasan bagi para Pelanggar Golden Rule tsb?
Ini sudah kujawab. Ada dua hukum yang berbeda: HUKUM MORAL dan HUKUM NEGARA. Keduanya terpisah sama sekali. Pelanggaran pelaku Hukum Emas yang melakukan tindakan kriminal seperti pembunuhan, perampokan, penjajahan, perbudakan, pelacuran, pemukulan, penyiksaan, penculikan, perkosaan, dan berbagai tindakan kriminal lainnya harus dihadapkan pada HUKUM NEGARA yang berwenang menerapkan hukuman penjara, hukuman denda, hukuman mati, hukuman pengasingan, dll.
Adadeh wrote:
Pelanggaran HUKUM MORAL mengakibatkan pelanggar menderita tekanan bathin, penolakan oleh masyarakat, keluarga, teman hidup, dll. Semua kesengsaraan bathin ini adalah hukuman moral bagi pelanggar Hukum Emas.
Adadeh wrote:
asbunawas wrote:
Adadeh wrote:
Apakah kau mau tempat ibadahmu dibakar umat agama lain?
Apakah kau mau dijuluki sebagai "makluk ciptaan terendah" oleh umat lain yang beda agama?
Apakah kau mau orang lain memaksakan kepercayaan mereka pada dirimu dengan ancaman pedang?
Sudah banyak dibahas dan disanggah di Topik2 FFI, saya tidak komen, kalo ane bahas juga disini nanti malah OOT dari tujuan awal topik.
OOT apaan? FFI adalah forum Islam untuk membahas Islam. Kau tidak mau menjawabnya karena semua hal jahat di atas dilakukan Muhammad.
Apakah Muslim mau mesjidnya dibakar umat agama lain?
Tentu saja tidak, tapi Muhammad dan para Muslim ternyata membakari tempat2 ibadah agama lain di seluruh Jazirah Arabia. Tingkah kriminalnya juga dituruti Muslim Indonesia dengna membakari ratusan gereja, kuil, kelkau ng, di seluruh tanah air. Dengan ini Muhammad dan para Muslim Indonesia sudah jelas menentang Hukum Emas, menentang Nurani, dan menentang Nalar. Ini juga berarti ISLAM bertentangan dengan Hukum Emas, Nurani dan Nalar.
Apakah kau mau dijuluki sebagai "makluk ciptaan terendah" oleh umat lain yang beda agama?
Tentu saja tidak. Tapi Muhammad dan Muslim tidak segan2 menjuluki umat agama lain seperti itu. Ini adalah DOUBLE STANDARD moral Islam. Orang lain tidak boleh menghina mereka, tapi mereka dengan bebasnya boleh menghina orang lain dan diridhoi pula oleh Allah. Sudah jelas Allah itu bukan tuhan karena tidak mampu bernalar, bernurani, dan malah menentang hukum emas.
Apakah kau mau orang lain memaksakan kepercayaan mereka pada dirimu dengan ancaman pedang?
Tentu saja tidak. Muslim tahu ini adalah tindakan yang salah, bertentangan dengan nurani, sebab mereka sendiri tidak mau dipaksa masuk agama lain. Tapi Muhammad dan seluruh kalifah Muslim menyebarkan Islam dengan ancaman dan bacokan pedangnya. Punah sudah agama2 Budha di India, Zoroastria di Persia, Sabean di Jazirah Arabia, Kristen di Timur Tengah. Hal inipun dilakukan oleh Muslim2 Indonesia sampai punah sudah agama Hindu, Budha, kejawen yang dulu adalah agama mayoritas Nusantara. Ini lagi2 DOUBLE STANDARD Islam: Muslim boleh mengIslamkan dengan paksa, tapi umat agama lain tidak boleh melakukan hal yang sama.
Adadeh wrote:
asbunawas wrote:
Baru kau sampaikan beberapa ayat saja kau sudah merasa lengkap ya, hebat sekali kau bung. Emangnya persoalan manusia engga pelik.
Terima kasih sudah mengakui aku hebat sekali. Memang begitulah akibatnya jika bernalar, bernurani, dan menerapkan hukum emas.
Adadeh wrote:
asbunawas wrote:
Golongan2 dan kaum siapa saja dari para Penghuni Syurga tsb? Dan siapa yang akan menempatkan dan memasukan mereka ke dalam Surga.
Yang masuk tentunya golongan yang bernurani, bernalar, dan taat pada Hukum Emas. Yang memasukannya adalah tuhan yang bernurani, bernalar, yang membimbing manusia untuk menyadari Hukum Emas. Apakah tuhan bersedia memasukkan perampok, penjarah, pemerkosa, perampas bini orang, pemancung sesama manusia seperti Muhammad dan Muslim ke dalam tempatnya di surga? Dengan pakai nalar dan nurani saja, manusia normal bisa dengan cepat menjawab TIDAK. Tapi Muslim tidak sanggup melakukan hal itu, karena Muslim menganggap Muhammad HARUS masuk surga. Jika Muhammad saja tidak masuk surga, maka bagaimana nasib Muslim yang beriman padanya?
Adadeh wrote:
asbunawas wrote:
Kalo boleh nambah pertanyaan, bagaimana ciri2 Surga tsb.
Ciri2 surga hanya diketahui orang yang sudah mati. Semua ayat2 Qur’an tentang Surga adalah karangan Muhammad belaka, hasil campur aduk agama Hindu (yang juga menyatakan banyak peri di surga), khayalan seksnya (dengan menyatakan ada pasar pelacuran di surga), dan hobinya doyan minuman keras (dengan menyatakan ada sungai anggur di surga).
Adadeh wrote:
asbunawas wrote:
Yang saya tanya, apa yang kau maksud dengan berDuka Cita, dari hasil kedua Sikap yang bertentangan tsb? faham bung dengan pertanyaan ulangan ini?
Makanya baca lagi yang bener: maka (berdukacitalah engkau wahai Muhammad), kerana Kami tidak berdaya untuk menjadi pengawal (yang mencegah mereka melakukan kebenaran). Yang berduka cita adalah Muhammad karena Allah dan dia sendiri tidak berdaya mencegah manusia yang tidak percaya pada mereka untuk melakukan kebenaran. Kebenaran adalah yang sesuai dengan nalar, nurani, dan hukum emas.
Adadeh wrote:
asbunawas wrote:
Hahahahahahahahahahahahahahahahahahahaha. Ini benar2 PERTANYAAN yang KONYOL dari ADADEH yang sudah menyampaikan tentang AYAT-AYAT KEBENARANnya., yang ternyata dia sendiri malah minta penjelasan tentang KEBENARAN
Sekarang aku mulai percaya bahwa memang Islam telah nyata membuat Muslim kehilangan nalar dan akal sehatnya sehingga tidak mengerti pertanyaan retorika sederhana.
Adadeh wrote:
Aku sudah berulang-kali menjelaskan dari awal posting sampai akhir bahwa yang harus diikuti manusia adalah: (1) NALAR, (2) NURANI, dan (3) HUKUM EMAS. Tiga pokok kebenaran ini sudah kuulang berkali-kali dan ini adalah dasar pembuatan ayat2ku.
Adadeh wrote:
Kau menuduh ayat2ku (yang sesuai dengan nalar, nurani, dan hukum emas) tidak benar:
asbunawas wrote:
Kalo boleh saya berpendapat itu artinya bahwa yang membuat ayat2 ini sendiri artinya TIDAK TAHU APA ITU SEBENARNYA KEBENARAN, dan APA ITU JALAN YANG LURUS, sehingga tidak ada misi PENYAMPAIAN TENTANG SEBUAH KEBENARAN yang seharusnya diikuti oleh manusia.
Lalu aku bertanya balik padamu untuk minta penjelasan bukti tuduhan:
adadeh wrote:
O, gitu ya? Jikalau begitu, silakan jelaskan APA ITU SEBENARNYA KEBENARAN dan APA ITU JALAN YANG LURUS.
Adadeh wrote:
Tapi jawabmu adalah:
asbunawas wrote:
Hahahahahahahahahahahahahahahahahahahaha.
Orang kalau menuduh, harus mampu pula membuktikan tuduhannya. Semua orang waras juga tahu akan hal ini. Tapi kau tidak sanggup melakukan hal itu, bahkan tidak pula mampu berpikir logis untuk menjelaskannya.
Adadeh wrote:
asbunawas wrote:
(Satu kantor pada kaget nih gara2 ane langsung ketawa ngakak kenceng banget, gara2 baca pertanyaan Adedeh ini, jadi malu sendiri nih diliatin banyak orang dikiranya ane lagi baca2 Cerita2 lucu dinternet kali…hahahaha)
Tiada guna segala intimidasi omong kosong yang kau lontarkan ini. Kau sudah tahu sekarang bahwa memang ajaran Muhammad bertentangan dengan nalar, nurani, dan hukum emas.
Adadeh wrote:
Contohnya satu saja: apakah halal membunuh orang tua sendiri?
Dalam Islam, sesuai dengan Qur'an dan hadis, ternyata Muslim halal untuk membunuh orangtua kafir sendiri. Pembunuhan yang dilakukan Abu `Ubaydah bin Al-Jarrah terhadap ayah kandungnya terjadi di Badr. Muhammad juga ada di tempat itu, dan dia pun tahu apa yang dilakukan Abu `Ubaydah terhadap ayah kandungnya. Tiada teguran apapun yang keluar dari mulut Muhammad/Allah. Yang ke luar malah ayat 9:24 untuk menghalalkannya.
Semua orang waras bernalar dan bernurani tahu bahwa membunuh ayah kandung sendiri merupakan tindakan yang sangat biadab dan tidak boleh dilakukan apapun alasannya. Jika Muhammad menghalakan perbuatan biadab ini, maka orang bernalar dapat dengan cepat mengambil kesimpulan bahwa Muhammad bukan rasul tuhan, dan Allah bukan tuhan. Tidak mungkin tuhan mengeluarkan perintah penghalalan pembunuhan ayah kandung sendiri. Mudah, bukan? Tapi Muslim ternyata tidak mampu berpikir semudah ini karena iman butanya memaksa mereka menjungkirbalikan nalar, logika, dan nurani guna membenarkan semua perkataan dan perbuatan Muhammad.
Adadeh wrote:
asbunawas wrote:
Hehehehe, kau mah Masih kekeuh aja nyebut Ayat2 Makiyah dan Madaniyah terdapat Kontradiksi, kayaknya dengan cara di goggling banyak juga penjelasan menyangkut ini.
Sangat kontradiksi, sejelas sinar matahari di siang bolong. Hanya yang membutakan diri saja yang tak mampu melihatnya.
asbunawas wrote:
Sumber : http://www.republika.co.id/koran_detail ... &kat_id=16
Tidak perlu kau ajukan artikel stensilan koran hasil tulisan apologis Muslim itu padaku. Aku sudah bisa membaca sendiri langsung dari Qur’an, tafsir, Sirat Rasul Allah, kumpulan Hadis sahih Bukhari, Muslim, Abu Daud, Malik Muwatta, sejarah nabi oleh Tabari, Suyuti, Muir, Mubarakpuri, Ibn Sa’d. Referensimu kampungan, tak heran tulisanmu pun berkualitas sama.

Adadeh wrote:
asbunawas wrote:
Saya katakan kepada anda, AGAMA tanpa IMAN adalah MATI!, kau setuju atau tidak?, karena IMAN adalah PONDASI agama.
Aku TIDAK PEDULI apapun iman atau agama orang lain.
Adadeh wrote:Yang kupermasalahkan di sini adalah AJARAN MUHAMMAD YANG MENGHALALKAN:
PEMBUNUHAN ATAS KAFIR, PEMBUNUHAN ATAS AYAH KANDUNG SENDIRI, PEMBAKARAN DAN PENGHANCURAN RUMAH IBADAH UMAT LAIN, PERAMPOKAN ATAS KAFIR, PEMERKOSAAN ATAS KAFIR, PEMANCUNGAN KAFIR YANG SUDAH TIDAK BERDAYA, PEMAKSAAN ISLAM DENGAN ANCAMAN PEMBUNUHAN, PEDOFILIA, RAJAM, POTONG TANGAN KAKI BAGI PENCURI.
Semua itu kutentang sampai mati karena:
1. Aku sebagai kafir Indonesia telah merasakan getah ajaran celaka Muhammad ini.
2. Aku tahu Muhammad bukan rasul tuhan, karena ajarannya bertentangan dengan nurani dan akal sehat.
3. Muhammad menciptakan agama jahiliyah ini untuk meracuni masyarakat Indonesia sehingga jadi sebiadab dan sejahat dia. Orang2 Indonesia TIDAK BUTUH ajaran moral barbar yang jungkir balik, karena manusia dan budaya Indonesia jauh lebih berakhlak dan bermoral dibandingkan Arab2 Badui.
4. Ajaran Muhammad ini ternyata tidak membawa keuntungan apapun bagi bangsa Indonesia. Sebaliknya devisa negara terserap banyak sekali untuk Saudi Arabia, negara Muhammad, gara2 Muslim ingin melakukan ibadah haji.
5. Ajaran Muhammad terbukti menjadi pemecah belah bangsa. Lihat pemboman di Bali, penyerangan Muslim atas non-Muslim di Poso, Jawa, Ambon. Hancur sudah bangsa Indonesia saling bunuh, dan ingin memerdekakan diri gara2 Islam.
asbunawas wrote:
Lantas kalo orang ISLAM tidak Percaya terhadap AL-QURAN, dan Isi yang ada didalamnya? Lalu harus percaya sama kitab apa lagi? Sama Buku Harry Poter? Sama Buku Salman Rusdie? Sama Buku Karangan Agatha Cristie?
TIDAK PERLU PERCAYA SAMA ISLAM. Islam adalah propagkau Arab ciptaan Muhammad.
Apakah kau mau percaya sama orang yang menghalalkan pembunuhan orang tua dan anak kandung sendiri?
Apakah kau mau percaya sama orang yang menghalalkan pemerkosaan atas tawanan2 wanita kafir yang suaminya baru saja dibunuh?
Apakah kau mau percaya sama orang yang menghalalkan perbudakan atas sesama manusia?
Apakah kau mau percaya sama orang yang menyetubuhi anak kecil berusia 9 tahun?
asbunawas wrote:
Di dalam Al-Quran juga diterangkan bahwa Muhammad adalah sebagai RASUL dan NABI terakhir sampai Akhir Zaman, maka itu adalah termasuk Harga Mati bagi KEIMANAN orang2 ISLAM juga.
Kalau begitu, periksa lagi isi Qur’an. Baca tafsir dari Ibn Kathir, baca sejarah Muhammad di Sirat Rasul Allah oleh Ibn Ishaq yang adalah buku sejarah Islam tertua di dunia. Baca pula Hadis Bukhari. Dari semua literatur asli Islam ini kau akan tahu siapa sebenarnya Muhammad, mengapa dia menghalalkan pembunuhan ayah dan anak kandung sendiri, perkosaan, perbudakan, penjarahan kafir, pemukulan atas istri sendiri, mutilasi (pancung, potong tangan, potong klitoris), dll.
Semuanya aturan barbar itu sudah jauh ketinggalan jaman dan tidak layak lagi diterapkan di jaman modern.
asbunawas wrote:
Makanya harus bisa fahami bahwa PERCAYA dan IMAN itu adalah MEMAKAI HATI, bukan memakai AKAL.
Kau menipu diri sendiri. Jika tuhan tidak mau manusia menggunakan akal, maka buat apa dia memberi manusia otak? Hati (liver) adalah organ tubuh yang tak punya kemampuan berpikir. Otak manusia adalah organ satu2nya yang mampu melakukan tugas berpikir atau bernalar untuk memeriksa apakah suatu ajaran itu benar atau salah. Otak adalah satu2nya senjata manusia untuk menilai apa yang baik dan salah. Muhammadlah yang tidak mau Muslim banyak bertanya atau berpikir kritis atas ajarannya.
Q 5:101
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu akan menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakan di waktu Al Quran itu diturunkan, niscaya akan diterangkan kepadamu, Allah memaafkan (kamu) tentang hal-hal itu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.
Muhammad tahu jika Muslim mulai berpikir kritis dan mempertanyakan Islam, maka iman Muslim itu bisa goyah. Karena itulah, Muslim yang mempertanyakan Islam cepat2 dituduh murtad, darahnya halal, dlsb. Ini kan ancaman menakutkan. Kenapa musti ditakut-takuti seperti itu?
Adadeh wrote:
asbunawas wrote:
didalam diri kau sudah ada rasa PERCAYA/MEMBENARKANMEYAKINI/MEMPERCAYAI atas Isi yang ada dalam Kitab Talmud Sendiri, sebagai SUMBER KEBENARAN untuk kau bandingkan dengan ayat2 AL-QURAN.
Aku tidak mengimani isi Talmud itu, tapi hanya menelaah isinya. Jika aku mengimani isi Talmud, maka aku akan melakukan perintah puasa 30 hari itu. Aku tidak percaya dan tidak mengimani Talmud, apalagi Qur’an. Aku tidak pernah puasa berhari-hari, apalagi sampai 30 hari. Buat apa? Bikin badan lemas, mulut bau, tidak bisa konsentrasi bekerja, dan produktivitas turun.
Yang kulakukan adalah perbandingan saja. Talmud Berakoth adalah bagian dari Talmud Babilonia yang ditulis rabi2 Yahudi di Babilonia sekitar tahun 586 SM.
Talmud Babilonia dikumpulkan dan diedit ulang oleh Rabbi Ashi. Ashi adalah ketua badan pendidikan Sura (Sura adalah kata Yahudi) dari tahun 375 – 427 M. Talmud Babilonia hasil editnya terdiri dari Mishnah dan Gemara. Semua keterangan dalam Talmud adalah tulisan manusia biasa. Isinya adalah aturan ibadah Yudaisme, budaya dan dongeng2 Yahudi. Umat Yudaisme menganggap Taurat sebagai firman YHWH, tapi Talmud hanyalah tulisan para rabi saja dan bukan firman YHWH.
Aturan melihat perbedaan benang putih dan biru untuk buka puasa dalam Talmud terlalu sama dengan peraturan melihat perbedaan benang putih dan hitam dalam Qur’an; bedanya hanya benang hitam dan biru saja. Apakah arti kesamaan ini? Talmud muncul terlebih dahulu daripada Qur’an. Talmud sudah beredar luas di kalangan Yahudi Arabia di jaman Muhammad. Dari mana Muhammad tahu aturan perbedaan benang untuk buka puasa kalau bukan dari budaya Yahudi di Medinah? Bukankah terdapat ribuan orang Yahudi di Medinah sewaktu Muhammad tinggal di sana?
Kesamaan ini pun bukan satu2nya, tapi masih ada puluhan kesamaan lainnya, termasuk qibla, aturan puasa, shalat, menyusui bayi, istilah2 agama, zakat, dll.
Adadeh wrote:
asbunawas wrote:
Are you ready?, masa dalam “Kitab” Agama kau tidak dijelaskan tentang TUHAN sama sekali, berarti KITAB KAU tidak lengkap dong isinya…, wah kalo tidak LENGKAP udah KETAHUAN dari Awal sebagai KITAB YANG TIDAK SEMPURNA.
Mengapa kitabku harus lengkap dan sempurna segala? Bukankah Qur’an juga tidak lengkap dan tidak sempurna?
Mengapa musti ada tuhan segala dalam kitabku? Bukankah dalam Qur’an juga tidak ada tuhan? Yang ada hanyalah Allah SWT yang sudah kubuktikan bukan tuhan. Mana ada tuhan yang menghalalkan pembunuhan ayah dan anak kandung sendiri.
Kalau Qur'an lengkap dan sempurna, mengapa tidak ada aturan2 tentang lima pilar islam di dalamnya? Bukankah kelima pilar itu ajaran utama Islam? Bagaimana bisa Qur'an dikatakan lengkap dan sempurna jika ajaran utamanya saja tidak ada.
Mana ada aturan sholat dalam Qur’an?
Mana ada aturan melaksanakan ibadah haji dalam Qur’an?
Mana ada aturan bayar zakat dalam Qur’an?
Mana ada keterangan lima pilar Islam dalam Qur’an?
Qur’an sangat tidak lengkap, karena itu Muslim harus banyak bergantung pada ahadis dan tafsir. Allah lupa memberitahu tatacara sembahyang, zakat, naik haji rupanya. Dengan itu pula, aku tidak perlu melengkapi ayat2ku. Lagipula aku sudah membuktikan ternyata mudah sekali membuat yang serupa dengan Qur’an. Anak SMP atau SMA saja sanggup.

asbunawas wrote:Al-Isra' (17) ayat 88, yang telah benar-benar MEMBUKTIKAN KEMAHABENARAN-AYATNYA.
"Katakanlah: Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat serupa Al Qur'an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain". (QS Al Israa' (17) .
asbunawas wrote:Adadeh wrote:Siapa bilang aku membuat “AGAMA”? Muhammad juga tidak membuat “AGAMA”, Islam itu bukan “AGAMA”, lalu mengapa aku harus membuat “AGAMA”?
Jelaskan dong dengan Ayat2 Anda, mana ayatnya
Adadeh wrote:Hahahaha, kalo ane itung mungkin baru 20 ayat aja kali, dan kalo ane liat engga ada yang baru yang kau tawarkan
Kau kau bilang gampang-gampang, tapi saya berkali-kali suruh kau melengkapi 32 Ayat pertama, sampai sekarang malah engga jadi-jadi.
asbunawas wrote:Adadeh wrote:Jika hukum emas tidak ditaati, maka akan terjadi kekacauan sosial. ....
Itu kan repleksi HUKUM STANDARD saja, Dimana ada AKSI pasti ada REAKSI, kau jual ane beli…pan gitu…, Engga ada yang baru ah…!
asbunawas wrote:Bisa engga kau jawab dan kasih solusi untuk yang ini
Ada Agama yang menganggap bahwa SAPI itu adalah DEWA SUCI /TUHAN yang mereka sembah dan mereka mulia-muliakan, tapi diajaran AGAMA lain SAPI itu hanya dijadikan Hewan Potongan yang yang dagingnya bisa dimakan dan dijual begitu saja.
Secara Nurani, Nalar dan Akal, apakah mereka tidak saling meciptakan ketersinggungan dan pelecehan antara satu sama lain?
Benar2 lucu. Menurut kau Golden Rule harus dijalankan oleh setiap manusia di DUNIA, agar tercipta keselarasan dan harmoni antar manusia, bahkan kau sendiri ngomong “Tetangga mau nyembah2 batu di depan rumah gue juga silakan saja, asalkan jangan lempar batu itu kepadaku”.
Prinsip Golden Rule yang kau bangga2kan sendiri ternyata tak bisa dipercaya kebenarannya, karena yang membuat ayat kebenarannya sendiri termasuk salah satu jenis MANUSIA USIL yang ternyata mengusik2 atas aturan2 dan hukum Agama dan Kepercayaan orang lain.
asbunawas wrote:Hehehehehe, ulasan2 yang sudah banyak dibahas dan ada di Topik lain, akhirnya muncul juga di Topik ini, Bosen ah!… No Komen, tambah melebar aja nih topik!
asbunawas wrote:lalu ayat2 buatan kau sendiri mana tentang hubungan dengan Orang Tua?
Emang kamu tahu Kehidupan Arab Jahiliyah pada 1400 tahun yang lalu? Taunya dari hasil “PERCAYA BUTA” dari sumber2 yang kamu baca juga kan?
Kamu juga sepertinya tidak bisa memahami analogi sederhana seperti itu. Penjelasan yang sangat sederhananya begini, didalam sebuah “Organisasi” pasti akan ada Struktur Organisasi yang masing2 mempunyai Posisi, dan tanggung jawab dan tugas2 yang jelas, agar tidak terjadi saling tabrakan tanggung jawab. Masa didalam satu perusahaan isinya Direktur semua, atau Bawahan semua.
Ngerti kan kau?
asbunawas wrote:adadeh wrote:Sudah kusebut solusinya: musyawarah, kompromi, tenggang rasa, tepa salira, saling sayang, perlakukan orang lain seperti diri sendiri ingin diperlakukan, dan BUKANNYA main pukul karena lebih kuat secara fisik atau karena lebih banyak menafkahi daripada pihak lain. Tanpa musyawarah, tenggang rasa, dan kasih sayang, pernikahan akan cepat bubar.
Solusi standard, yang ini ane setuju!..., Hidup Adadeh! Hehehe.
asbunawas wrote:adadeh wrote:Ini contoh pembunuhan2 orang tua sendiri untuk mengingatkan dirimu betapa mulianya Islam itu:
Hehehehehe, ulasan2 yang sudah banyak dibahas dan ada di Topik lain, akhirnya muncul juga di Topik ini, Bosen ah!… No Komen, tambah melebar aja nih topik!
asbunawas wrote:adadeh wrote:Pertanyaan ini hanya bisa muncul dari diri Muslim yang sebenarnya dijajah Arab, tapi tidak menyadari hal itu. Kau telah melenggangkan dan melestarikan Imperialisme Arab dalam dirimu dengan beriman pada Islam.
Jawaban ini hanya muncul dari diri Kafir yang sebenarnya tidak mampu menjelaskan Keuntungan apa yang didapat oleh orang yang sudah meninggal dari Orang-orang yang masih Hidup.
asbunawas wrote:Pernyataan kau diatas tentang SURGA ternyata telah Menghina dan Menyinggung banyak Agama yang mempercayai /Mengimani adanya SURGA?
asbunawas wrote:Tanya ku sama kau, Lalu kenapa kau menanyakan lagi penjelasan Tentang KEBENARAN kepadaku kalau kau yakin bahwa Tiga Pokok Kebenaran itu adalah sebuah KEBENARAN????
asbunawas wrote:APA ITU SEBENARNYA KEBENARAN dan APA ITU JALAN YANG LURUS?
asbunawas wrote:Sedangkan Allah dalam Keimanan ISLAM adalah sebagai TUHAN yang diyakini Maha Benar.
asbunawas wrote:Darimana kau bisa tahu bahwa Talmud Berakoth ditulis rabi2 Yahudi di Babilonia sekitar tahun 586 SM dan proses2 hasil pengeditannya, apakah kau sendiri melihat pada saat penulisannya secara langsung?
asbunawas wrote: Terhadap SURGA kau tidak PERCAYA, terhadap ISI TALMUD KAU MEMPERCAYAINYA SECARA BUTA meskipun cuman hasil dari MEMBACA!
asbunawas wrote:Terhadap SURGA kau tidak PERCAYA, terhadap ISI TALMUD KAU MEMPERCAYAINYA SECARA BUTA meskipun cuman hasil dari MEMBACA
Return to Ruang Debat Terbatas
Users browsing this forum: No registered users