. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Aceh Terapkan Hukum Rajam bagi Pelaku Zina

Gambar2 dan Berita2 kekejaman akibat dari pengaruh Islam baik terhadap sesama Muslim maupun Non-Muslim yang terjadi di Indonesia.

Aceh Terapkan Hukum Rajam bagi Pelaku Zina

Postby Adadeh » Fri Sep 11, 2009 12:17 am

Aceh Terapkan Hukum Rajam bagi Pelaku Zina
Kamis, 10 September 2009 - 13:20 wib
Muhammad Saifullah - Okezone

JAKARTA - Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) dalam waktu dekat akan menerapakan hukuman rajam hingga mati bagi para pelaku zina. Sanksi keras tersebut akan diberlakukan kepada para pelaku zina yang sudah menikah.

Adapun bagi para pelaku zina yang memiliki status belum menikah akan dijatuhi hukuman cambuk dengan menggunakan tongkat rotan sebanyak 100 kali. Hukuman rajam dilakukan dengan cara melempari batu kepada pelaku zina hingga tewas.

Demikian keterangan yang disampaikan Raihan Iskandar, anggota DPRD Provinsi NAD dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) seperti dikutip dari http://www.news.com.au, Kamis (10/9/2009).

Aceh, sejauh ini telah menerapkan sejumlah hukum syariah yang merujuk pada Alquran dan hadist. Di antaranya mewajibkan muslimah memakai busana muslim, melaksanakan salat lima waktu sehari, puasa, dan memberikan sedekah kepada fakir miskin.

Hukum syariah diberlakukan dibawah komando lembaga otonom yang diberikan wewenang memerintah oleh pemerintah pusat sejak tahun 2001 untuk meredam kelompok muslim garis keras meminta kemerdekaan.

"Rancangan undang-undang ini hanya difokuskan pada isu etnis yang meliputi konsumsi alkohol, judi, zina, dan perkosaan," ujar Iskandar. "DPRD Provinsi Aceh dijadwalkan akan mengesahkan RUU ini pada Senin," imbuhnya. (ful)
===================

Hukuman Rajam Akan Disahkan di Aceh
Kamis, 10 September 2009, 14:34 WIB
Elin Yunita Kristanti

Pencuri akan dihukum potong tangan sementara pezina dihukum rajam. Apa hukuman koruptor?

VIVAnews - Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) akan segera mengesahkan Qanun (Peraturan Daerah) tentang Jinayat (Pidana Islam).

Qanun Jinayat dan Qanun hukum acara Jinayat berisi sejumlah aturan tentang pelaksanaan syariat Islam di Aceh. Aturan tersebut juga memuat sejumlah sanksi, termasuk sanksi potong tangan bagi pencuri dan rajam bagi penzina yang telah menikah.

Kalangan aktivis sipil di Aceh mendesak agar legislatif dan pemerintah Aceh tidak terburu-buru mengesahkan Qanun Jinayah (dan Hukum Acara Jinayah. Rencana pengesahan itu dinilai tergesa-gesa dan sarat dengan kepentingan politis.

"Rancangan Qanun Jinayah dan Acara Jinayah yang paling buruk dalam penyusunannya, seharusnya perlu dikaji lebih jauh dulu jangan terlalu tergesa-gesa, terkesan aturan ini kejar tayang,” kata Direktur NGO HAM Aceh, Evinarti Zain, dalam pernyataan tertulis, yang diterima VIVAnews, Kamis, 10 September 2009.

Menurutnya selama ini rancangan Qanun tersebut belum pernah disosialisasikan, sehingga terkesan aturan syariat Islam itu dipaksakan dewan. Dia juga menilai rancangan Qanun itu sangat jauh dari aturan pidana Islam.

"Dewan dalam menyusun Qanun ini masih setengah-setengah dan akan sangat sulit bagi aparat penegak hukum dalam menegakkan syari’at Islam, jika masih separuh-separuh dalam mengadopsi hukum Islam,"kata dia.

Meski memuat aturan potong tangan bagi pencuri dan rajam bagi pezina, tak ada aturan yang menyebutkan soal perampokan, korupsi, dan pembunuhan. Kalangan aktivis menilai, aturan tersebut hanya akan menyentuh kalangan masyarakat kelas bawah.

"Qanun ini hanya menyentuh rakyat lapisan bawah dengan dalih bahwa aturan yang tidak diatur dalam Qanun Jinayah maka akan berlaku KUHP, maka jangan disahkan dulu," tambah Evinarti.

Sementara, seperti dimuat laman The Malaysian Insider, mantan Presiden, Abdurrahman Wahid yang mendorong pelaksanaan hukum syariah di Aceh beberapa tahun lalu, pernah mengatakan hukum pelaksanaan hukum syariah di Aceh sebaiknya tidak termasuk pelaksaan hukuman rajam atau potong bagian tubuh karena melanggar HAM dan KUHP.

Laporan Muhammad Riza | Banda Aceh
=========================

SELAMAT DATANG DI INDONESIA BARBARIAH ABAD KE-7. Munduuuuur terruuus ke belakang Indonesia, pantang majuuu...
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Aceh Terapkan Hukum Rajam bagi Pelaku Zina

Postby islam_watcher » Fri Sep 11, 2009 1:01 am

itu artinya hukuman mati bagi pelaku zina

jika tdk ingin mati dirajam, tetapi tetap ingin utk maen2 seks dgn wanita lain selain istri, ya sudah, poligami saja, insyaowloh dgn poligami maka zina kita diridhoi owloh eswete, dijamin halal
User avatar
islam_watcher
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1517
Joined: Sun Oct 21, 2007 2:16 pm

Re: Aceh Terapkan Hukum Rajam bagi Pelaku Zina

Postby Yehuda » Fri Sep 11, 2009 8:51 am

[-X

Mau kawin 8-10 kali yang penting udah sah nikahnya menurut islam ga bakal zinah...ini dah hukum islam. Nah ini yang dicari-cari sama PP, Gaston dll.

Awas kena AIDS...
User avatar
Yehuda
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3047
Joined: Fri Jan 18, 2008 8:07 pm
Location: Depok

Re: Aceh Terapkan Hukum Rajam bagi Pelaku Zina

Postby gedebul » Fri Sep 11, 2009 1:11 pm


Hukum rajam itu kan jelas2 merupakan bentuk penyiksaan. Sebenarnya ini sudah tmasuk pelanggaran HAM dan tdk sesuai dgn Pancasila sila ke 2 yaitu kemanusiaan yg adil dan beradab. Seharusnya LSM di Indonesia melaporkan hal ini ke Komisi HAM PBB agar menekan pemerintah Indonesia supaya membatalkan rancangan perda Aceh ini.
Mungkin petinggi2 FFI ini bisa bantu?
gedebul
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 121
Joined: Sun Feb 01, 2009 6:07 pm

Re: Aceh Terapkan Hukum Rajam bagi Pelaku Zina

Postby up1234go » Fri Sep 11, 2009 3:00 pm

Hukum syariah diberlakukan dibawah komando lembaga otonom yang diberikan wewenang memerintah oleh pemerintah pusat sejak tahun 2001 untuk meredam kelompok muslim garis keras meminta kemerdekaan.


Maksudnya GAM?

Kalau untuk meredam, kenapa harus mensyahkan hukum syariah?

Mana nih para mualaf yang mau menasehati para murtadin!
up1234go
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1910
Joined: Tue Jul 04, 2006 12:05 pm

Re: Aceh Terapkan Hukum Rajam bagi Pelaku Zina

Postby ninja » Fri Sep 11, 2009 4:13 pm

buat apa ada Pancasila, dan UUD 45???
buat apa ada polisi2 dan penjara???
kasian banget siih indonesia...
pemerintahnya ga ada yang becus...
sampe bisa ada hukuman kaya gitu....
HALOOO???
udah 2009!!!
udah jaman komputer cooy!!
bukan batu tulis lagiiii....
aduuuh heran deeh gw sama ajaran Islam...
ninja
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 247
Joined: Tue Mar 03, 2009 4:18 pm
Location: Atlantis

Asal-Usul Hukum Rajam Islam

Postby Adadeh » Sat Sep 12, 2009 12:37 am

Asal-Usul Hukum Rajam dalam Islam

Hukum masyarakat Baduy terhadap perzinahan adalah hukum cambuk dan pengasingan selama setahun. Karena Islam berkembang dari pemikiran dan kepercayaan Baduy, Muhammad pun mencontek hukuman ini seperti yang dinyatakannya dalam Qur'an:
Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allâh, jika kamu beriman kepada Allâh, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman. [100]
Muhammad mengatakan bahwa malaikat pembawa wahyu yang menyampaikan hukum ini padanya.
[100] Qur'an, Sura 2 (An Nur), ayat 2.

Muhammad pertama kali menyaksikan hukuman rajam ini saat perajaman dilaksanakan terhadap wanita Yahudi yang berzinah. [101] Dia tercengang melihat hukuman rajam ini dan pergi ke sekolah Yahudi untuk menanyakan hal ini. Abdullah bin Salam, Yahudi yang lalu jadi Muslim, menemani Muhammad. Orang² Yahudi tidak mau menjelaskan hukum rajam itu padanya, karena mereka tahu tujuan Muhammad adalah mengutip semua rincian hukum ini dalam Qur'annya dan lalu mengakuinya sebagai wahyu dari malaikat. Karena itulah, para Yahudi menyatakan bahwa mereka mengikat para pezinah, menjemurnya di bawah terik matahari, dan memukuli mereka. Mereka berkata tidak ada hukum rajam dalam Taurat.
[101] Sahih Al Bukhari, tafsir Qur'an, perkataan nomer 4556.

Abdullah bin Salam menantang mereka dengan menghardik, "Pendusta!" Muhammad mulai memohon jawaban dari kaum Yahudi tentang hukum rajam, "Aku mohon kalian, demi nama Tuhan, yang memberi Taurat pada Musa, aku memohon kalian dalam namaNya yang menyelamatkan bani Israel dari hukuman Firaun dengan membelah laut, penyediakan awan sebagai penaung, dan menurunkan Manna dan burung puyuh." [102] Muhammad terus memohon sampai akhirnya salah seorang dari kaum Yahudi membacakan Taurat baginya tapi sambil menutupi keterangan hukum rajam dengan tangannya. Dia membaca bagian atas dan bawah tangannya, sambil melewati keterangan tentang hukum rajam. [103]
[102] Ibn Kathir, hal. 619-620.
[103] Sahih Al Bukhari, tafsir Qur'an, perkataan nomer 4556.

Abdullah bin Salam merenggut tangan orang Yahudi itu sambil berkata, "Apa yang kau sembunyikan?" Orang Yahudi itu menjawab, "Hukum rajam." Sejak saat itu, Muhammad tahu bahwa hukuman bagi pezinah dalam Yudaisme adalah hukum rajam, tapi dia tidak tahu aturan rincinya, sehingga Muslim harus mencontek terlebih dahulu pada Taurat untuk bisa melakukannya. Muhammad berkata dalam Qur'annya:
Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allâh, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allâh dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allâh, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. [104]
[104] Qur'an, Sura 5 (Al-Maidah), ayat 44.

Lebih jauh lagi, Muhammad mengatakan: "Keputusanku dan penghakimanku berdasarkan apa yang tertulis dalam Taurat." [105] Karena penolakan dari pihak kaum Yahudi, maka Muhammad tidak mencantumkan hukum rajam itu dalam Qur'an. Tapi dia menerapkan hukum rajam yang brutal dan keji ini dan menghalalkannya dalam Islam. [106] Para ulama Islam jaman sekarang kebingungan tentang penghalalan hukum ini, karena tiada aturannya dalam Qur'an.
[105] Asbabb Al Nuzzul, Al Neassbory, hal. 197.
[106] Sahih Al Bukhari, Al Muharben, perkataan nomer 6830.

Kebencian Muhammad pada wanita dan diskriminasi yang diterapkannya pada wanita bahkan juga tampak jelas dalam aturan rajam bagi pezinah. Pezinah pria harus berdiri di tengah lapangan dikitari para Muslim yang akan merajamnya. Jika batu pertama tidak berakibat fatal, maka pria ini bisa melarikan diri. Hukumannya lalu dianggap sudah selesai dan kenyataan dia mampu menyelamatkan diri dianggap sebagai kehendak Allâh untuk menyelamatkannya. Sebaliknya, pezinah wanita harus ditanam di lubang besar di tengah lapangan dan dikubur sampai batas bahunya, sambil dikitari Muslim yang merajamnya. Dengan demikian wanita itu tidak bisa melarikan diri, dan dengan demikian Muhammad bisa yakin bahwa wanita itu pasti mati.

Muhammad mengaku bahwa malaikat pembawa wahyu sering mengunjunginya beberapa kali sehari untuk memberitahunya tentang segala sesuatu yang terjadi di sekitarnya, seperti siasat untuk membunuhnya, terutama yang direncanakan oleh kaum Yahudi, seperti suku Bani Nadir.

Jika memang benar begitu, mengapa Muhammad harus mengemis-ngemis minta jawaban dari kaum Yahudi tentang aturan hukum rajam? Mengapa kita harus baca Taurat untuk bisa menerapkan aturan rajam ini? Dan kenapa Allâh mengirim Muhammad dan Qur'annya jika kita harus mengikuti Taurat?
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Aceh Terapkan Hukum Rajam bagi Pelaku Zina

Postby Duladi » Sat Sep 12, 2009 10:28 am

Sdr Adadeh,

Pelaksanaan hukuman rajam ini akan lebih banyak merugikan wanita.
Karena pria bisa bebas dari tuduhan zinah, sedangkan wanita tidak.
Bisa saja wanita korban perkosaan dituduh zinah seperti yang kerap terjadi di Arab Saudi.
Duladi
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Re: Aceh Terapkan Hukum Rajam bagi Pelaku Zina

Postby Adadeh » Tue Sep 15, 2009 12:51 am

Duladi wrote:Pelaksanaan hukuman rajam ini akan lebih banyak merugikan wanita.

Betul. Aku sudah bisa membayangkan akan banyak wanita² malang yang bakal mati sia² dirajam. Ini untuk sekedar mengingat nasib wanita Iraq Yezidi malang Du'a Khalil Aswad yang dirajam hanya karena jatuh cinta dengan Muslim Sunni.
http://latibule.net/Other/Muslim_Murder.html
Image

Orang² Indonesia harus menonton film Iran Perajaman Soraya M (The Stoning of Soraya M)[/b][/url][/size] untuk mengerti betapa kejinya hukum rajam terhadap kaum wanita.



Hukum Islam sungguh munafik dan jungkir balik:
Orang yang berzinah dihukum dengan hukuman terberat yakni rajam sampai mati, sedangkan para Muslim halal untuk memperkosa tawanan² wanita kafir dan pesta sex bebas selama berhari-hari.
Hanya manusia sakit jiwa saja yang mampu mengeluarkan hukum sesinting ini. Orang² yang menjunjung tinggi hukum seperti ini sudah tidak layak lagi disebut sebagai manusia waras.
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8459
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Aceh Terapkan Hukum Rajam bagi Pelaku Zina

Postby daniel-ntl » Tue Sep 15, 2009 6:21 pm

Selasa, 15/09/2009 17:35 WIB
Cek Aturan Hukum Rajam, MA Kirim Hakim ke Aceh
Didi Syafirdi - detikNews
Jakarta - Mahkamah Agung (MA) mengirim utusan untuk mengecek aturan hukum rajam yang berlaku di Aceh. Tujuannya agar aturan itu tidak bertabrakan dengan peraturan hukum yang lain.

"Sudah ada perwakilan MA yang dikirim ke Aceh untuk memberikan usulan ke sana kepada pemerintah Aceh. Masukannya mungkin kaitannya
dengan ini kan Perda bertabrakan dengan peraturan lain yang ada di atasnya," kata Kepala Biro Hukum dan Humas MA Nurhadi di kantornya, Jl Medan Merdeka Utara, Selasa (15/9/2009).

Hakim yang berangkat ke Aceh yakni Abdurrahman dan Abdul Manan. Selain itu, Nurhadi juga menyebut bila nantinya ke depan akan ada upaya hukum kasasi atau PK, MA akan melihat terlebih dahulu UU-nya.

"Itu agama ataukah pidana itu tadi pak ketua (Ketua MA Harifin Tumpa) merapikan masalah ini. Kalau sekarang kan memang aturan Perda," tambahnya.

Dia menjelaskan, warga Aceh bisa mengajukan uji materiil atas hukum rajam. "Aturannya memungkinkan warga Aceh untuk mengajukan uji materiil. Karena Perda aturan di bawah UU," tutupnya.

(ndr/iy)
daniel-ntl
Translator
 
Posts: 1646
Joined: Mon Mar 31, 2008 2:03 pm

Re: Aceh Terapkan Hukum Rajam bagi Pelaku Zina

Postby Yehuda » Tue Sep 15, 2009 6:25 pm

[-X

Otonomi daerah sih boleh saja tapi ane rasa itu mah sudah bertentangan dengan hukum di Indonesia tapi sekali lagi walaupun bertentangan dengan hukum negara, hukum islam tetap benar sampai kapan pun...

:-#

Peace...
User avatar
Yehuda
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3047
Joined: Fri Jan 18, 2008 8:07 pm
Location: Depok

Re: Aceh Terapkan Hukum Rajam bagi Pelaku Zina

Postby AkuAdalahAing » Sat Sep 19, 2009 3:29 am

Gua sih cuek aja... biar orang islam Indonesia khususnya aceh MELEK dengan DAMAI dan KASIH yang islami !!!

TAPI AWAS !!! Kalau sampai ada kapir yang dirajam... GUA CABUT TUH OTONOMI DAERAH aceh !!!
User avatar
AkuAdalahAing
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 6603
Joined: Sat Oct 28, 2006 5:20 pm

Re: Aceh Terapkan Hukum Rajam bagi Pelaku Zina

Postby kapal_kertas » Sat Oct 24, 2009 4:31 am

Disahkan Hukum Rajam di Aceh, Pemerintah Menolak

Senin, 14 September 2009 | 18:34 WIB

TEMPO Interaktif, Banda Aceh -Dewan Perwakilan Rakyat Aceh mengesahkan Qanun Jinayah dan Qanun Acara Jinayah, Senin (14/09). Di antara isi Qanun tersebut yaitu memuat hukuman cambuk 100 kali dan rajam bagi pezina.

Pengesahan itu dilakukan Dewan dalam sidang maraton sejak pagi, yang dipimpin Sayed Fuad Zakaria selaku ketua Dewan. "Setelah disahkan menjadi tugas eksekutif untuk mensosialisasikan kepada penduduk Aceh," kata Ketua Panitia Khsusus XII DPRA, Bahrum M Rasyid.

Batas waktu sosialisasi 30 hari setelah disahkan, sehabis itu Qanun resmi berlaku di Aceh. “Hukum rajam masih ada dalam aturan ini.”

Wakil Gubernur Aceh Muhamamad Nazar belum bisa menerima hasil pengesahan tersebut. Menurut dia, dalam minggu ini akan melakukan pembahasan ulang dengan tim pansus terkait. “Kami belum siap dengan hukum rajam, kami tidak setuju dengan hukum rajam di Aceh,” ujarnya.
Ia akan memperjuangkan pengkajian penerapan qanun.

Bersamaan dengan pengesahan Qanun Jinayah dan Acara Jinayah, parlemen Aceh mengesahkan tiga qanun lainnya, yaitu Qanun Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan, Qanun Penanaman Modal dan Qanun Wali Nanggroe.

ADI WARSIDI
User avatar
kapal_kertas
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 543
Joined: Wed Nov 05, 2008 5:39 pm

Postby up1234go » Mon Oct 26, 2009 4:41 am

Duladi wrote:Pelaksanaan hukuman rajam ini akan lebih banyak merugikan wanita.


Adadeh wrote:Betul. Aku sudah bisa membayangkan akan banyak wanita² malang yang bakal mati sia² dirajam. Ini untuk sekedar mengingat nasib wanita Iraq Yezidi malang Du'a Khalil Aswad yang dirajam hanya karena jatuh cinta dengan Muslim Sunni.
http://latibule.net/Other/Muslim_Murder.html
Image

Orang² Indonesia harus menonton film Iran Perajaman Soraya M (The Stoning of Soraya M)[/b][/url][/size] untuk mengerti betapa kejinya hukum rajam terhadap kaum wanita.


Tapi adadeh... islam itu damai dan toleran, bahkan hobi melindungi non-muslim dari ancaman (sering dibahas secara berulang2 di media massa dan elektronik).

Kalau kita membela islam, berarti membiarkan ajaran seperti itu berlanjut. Jika islam coba untuk dirombak seperti cara chandramukti19, bisa jadi malah dituduh antek-antek YAHUDI, FREEMASON, KRISTENLAH, DLL dalam merusak nilai2 islam.

PUSIIIIIIIIING!

Adadeh wrote:Hukum Islam sungguh munafik dan jungkir balik:
Orang yang berzinah dihukum dengan hukuman terberat yakni rajam sampai mati, sedangkan para Muslim halal untuk memperkosa tawanan² wanita kafir dan pesta sex bebas selama berhari-hari.
Hanya manusia sakit jiwa saja yang mampu mengeluarkan hukum sesinting ini. Orang² yang menjunjung tinggi hukum seperti ini sudah tidak layak lagi disebut sebagai manusia waras.


Berarti tidak ada gunanya fungsi pendidikan yang muslim dapatkan disekolah kecuali pendidikan bagaimana merakit senjata dan bom. Biasanya orang yang putus asa akan mengambil jalan pintas bagaimana meringankan beban APBN negara. Cuma ISLAM lah solusi untuk menahan anggaran APBN tidak keluar dalam jumlah besar.

SEKALI LAGI, PENDIDIKAN JUSTRU MEMBUAT MUSLIM MAKIN KEPINTERAN KARENA ISLAM!
up1234go
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1910
Joined: Tue Jul 04, 2006 12:05 pm

Re: Aceh Terapkan Hukum Rajam bagi Pelaku Zina

Postby JCfollower » Mon Oct 26, 2009 8:23 am

Pelanggaran hukum dasar Indonesia yaitu PANCASILA
serta UUD 1945 yg mengatur hukum indonesia...
apa yg terjadi dengan indonesia kelak dengan hukuman seperti ini??
indonesia secara keadaban akan turun...
sangat berbeda dengan pancsila,sila ke 2..Kemanusiaan yang adil dan BERADAB

hukum rajam telah dilakukan oleh rakyat yahudi dahulu sebelum islam..
tetapi anda dapat membaca di kitab A, siapa yang boleh melempar batu ke arah penzinah pertama x??dia adalah orang yang tidak berdosa sama sekali...
bahkan isa yg dikatakan suci tidak melemparinya...
sejak saat itulah pikiran kita dibuka..

boleh saja indonesia memberlakukan hukum rajam...TP YG BOLEH MELEMPARI PERTAMA x ADALAH ORANG YG SUCI DARI LAHIR YAITU TIDAK BERDOSA SAMA SEKALI..!! SAPA YG BRANI????
JCfollower
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 654
Joined: Fri Jul 31, 2009 4:52 pm

Re: Aceh Terapkan Hukum Rajam bagi Pelaku Zina

Postby kurangkerjaan » Wed Oct 28, 2009 11:49 am

Anothe stupid islamic law in Aceh gw baca di the Jakarta Post hari ini, belum nemu artikelnya di websitenya JP:

Sharia in West Aceh
Women banned from wearing trousers

Women wearing jeans and other trousers in West Aceh will now fce sharia police, as will clothes vendors selling slacks for women....
Those found wearing tight trousers,such as jeans, will have them cut by sharia police and will be forced to wear loose-fitting attire.

To anticipate the huge number of slacks to be cut by police during raids, the West Aceh regency admnistration has prepared around 7,000 long skrits, which will be provided for free to those caught wearing trousers.
According to Ramli (Bupati Aceh Barat - red) the new regulation will be effective as of Jan 1, 2010. The regulation also prohibits clothes vendors in the regency from selling sacks or jeans to women.


Comment: Dasar laki2 misoginis dungu... masa pake jeans/celana pas badan aja dilarang?? Dilarang islam ya... (kalo menurut si Ramli ini pakaian2 semacam itu memang tidak islami). Memangnya semua perempuan suka pake rok panjang model daster gitu :lol: :lol: Trus udah ngerusak barang milik pribadi si perempuan itu (jeans digunting2) ehh.. malah maksa si perempuan memakai sesuatu yg belum tentu dia suka/mau. Jadi inget kejadian di salah satu negara Afrika yg ada 1 perempuan diadili gara2 pake celana??
kurangkerjaan
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 350
Joined: Wed Apr 02, 2008 3:55 pm

Re: Aceh Terapkan Hukum Rajam bagi Pelaku Zina

Postby darul » Wed Oct 28, 2009 12:56 pm

hiii.. makin bikin **** + kejam bin sadis aja nih jenis agama ini ... :finga: :axe:
darul
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 83
Joined: Wed Jun 27, 2007 9:59 am

Re: Aceh Terapkan Hukum Rajam bagi Pelaku Zina

Postby kutukupret » Wed Oct 28, 2009 1:06 pm

darul wrote:hiii.. makin bikin **** + kejam bin sadis aja nih jenis agama ini ... :finga: :axe:


padahal Hukum RAJAM nggak ada di Quran. sudah hilang di makan kambing SWT. :green:
User avatar
kutukupret
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 6401
Joined: Mon Dec 17, 2007 6:31 pm


Return to Islam Dalam Gambar Dan Berita Nasional



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users