G4ul wrote:3. Sudah saya katakan diatas, bahwa Ibrahim menyuruh Ismail mencari batu yang berbeda dengan batu lainnya, Tentang pernyataan Anda, muslim tidak PERNAH beranggapan sperti itu. MUngkin itu anggapan anda sendiri, dan mengatasnamakan MUSLIM.
Sdr. G4ul, maaf nih..! saya agak bingung atas pernyataan anda yang saya bold di atas. Kebingungan saya adalah kenapa ada muslim lain yang pernah mengatakan pada saya bahwa batu HA adalah diturunkan pada Ibrahim. Apa dasar anda mengatakan di posting anda bahwa penerima batu HA adalah Ismail (diturunkan padanya). Sepertinya anda tidak sadar membantahnya juga.
Coba perhatikan apa yang anda tulis itu. Anda katakan bahwa Ibrahim menyuruh mencari batu yang berbeda dengan batu lainnya. Jelas kalau demikian, Ibrahim telah mengetahui keberadaan HA. Seandainya Ismali penerima batu HA, tidaklah mungkin lagi Ibrahim menyuruh mencarinya. Ismail sudah pasti tahu dimana HA ia letakkan. Tak perlu ia mengikuti perintah ayahnya. Tinggal angkut saja. Jadi ini janggal kirannya bagi saya.
Kalau andai dimisalkan batu HA di berikan/diturunkan pada Ibrahim, masuk akal jika Ibrahim menyuruh mencari batu HA sebab ia telah tahu lebih dahulu cerita batu tersebut. Lagi pula dipercaya bahwa pembangun Kabah adalah Ibrahim. Ini adalah anggapan Islam bung, bukan saya. Pantaslah dikatakan, kepadanya batu HA diturunkan. Karena ia pertama kali merekonstruksi bangunan Kabah dan meletakkan HA di sana.
Kalau anda sebut Ibrahim meminta Ismael mencari batu lainnya, kira-kira batu seperti apa? HA kah yang dimaksud. Jika yang dimaksud HA, sudah tepatlah opini saya diatas itu. Tapi kalau bukan, maka yang dimaksud adalah batu yang dijadikan sebagai penyusun bangunan kabah.
Lagi pula, dalam kapasitas seperti apa Ismail sehingga kepadanya diturunkan batu HA? anak Ibrahim ? atau nabi ismail? Apakah sah kenabian Ismail sementara nabi Ibrahim masih hidup? Bukankah anggapan muslim juga, Ismail ketika diusir oleh ayahnya sendiri masih anak-anak (bedakan dengan kanak-kanak). Adakah dalam kamus Islam seorang bocah diangkat jadi nabi sehingga ia patut menerima batu HA? (Mirip PONARI NIH)
Jika anda katakan tidak ada catatan seorang anak-anak diangkat jadi nabi, gugurlah statemen anda itu. Satu-satunya yang menerima HA adalah Ibrahim. Ini pun sesuai dengan pandangan Islam. Bukan pandangan saya. Aku iniii aaapaaaalaaaa aaa (dilagukan dalam gaya azan)
Buang G4ul, apa yang saya sampaikan sebelumnya, itu adalah opini saja persisnya. Disitulah yang bagi saya ada ketidak wajaran jika pada akhirnya Ibrahim meletakkan batu HA dipojokan bangunan yang didirikannya. Rasanya wajar jika saya merasakan keanehan dalam diri Ibrahim ini. Anda katakan juga ketika Ibrahim menghancurkan dewa-dewa kaumnya, semua diratakan dengan tanah. Artinya Ibrahim sangat membenci apapun yang disembah dan potensial dijadikan sembahan, hingga tidak menyisakan satupun yang boleh tegak. Ia pasti anti dengan simbolisasi tuhan melalui objek atau tanda-tanda fisikal. Sebab baginya hanya ada kamus Tauhid. Ketauhidan yang tidak mengenal simbolisasi.
Pertannyaan saya, berulang kembali. Mengapa Ibrahim yang sudah bersusah payah menghancurkan semua objek simbolik dari ketuhanan pagan kaumnya, kemudian berubah pikiran dengan memasang batu HA di sudut salah satu pojok Kabah ketika tiba di arabia? Lupakah ibrahim akan potensi penyembahan terhadap batu HA dikemudian hari? Dan ini bung G4ul, seperti anda katakan, terbukti dilakukan oleh Kaum Quraish. Apa alasan atas perubahan pikiran Ibrahim itu?. Lihatlah bung G4ul inkonsistensi Ibrahim yang diciptakan Quran. Hal ini sangat berbeda dengan apa yang dicatat oleh "sumber lain". Dan saya kira Ibrahim adalah orang yang sangat konsisten dalam pendirian dan sikap hidupnya.
Maaf sdr. G4ul, mungkin pemahaman saya itu rada tidak masuk akal anda. Ini hanya sekedar pendapat saja.