. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

A SINA : Rahasia Sukses Muhamad

SAMBUTAN, PENJELASAN, artikel dan debat dari PENDIRI SITUS; ALI SINA. Artikel2 A Sina lainnya masih bisa ditemukan dalam Ruang REFERENSI sesuai dgn topiknya.

A SINA : Rahasia Sukses Muhamad

Postby ali5196 » Fri Mar 17, 2006 4:36 pm

http://www.faithfreedom.org/Articles/sina40612.htm

The Secret of Muhammad’s Success.
By Ali Sina

Saya pernah ditanya : mengapa kalau Islam bukan agama tetapi hanya sebuah aliran, Islam tetap sukses dan masih eksis sementara aliran2 lainnya gagal.

------------------------------------------------------------------

Jawab saya :

1)Kerancuan Logika

“Logika” ini adalah halangan terbesar bagi Muslim utk bisa menyadari arti Islam sebenarnya. Saya akan membahas ini, tapi terlebih dahulu mari kita menganalisa logika ini.

Beberapa kerancuan Logika

Pernyataan bahwa Islam pasti benar karena bertahan selama 1400 tahunb adalah argumen favorit kaum Muslim apologis. Argumen ini dlm bahasa Arab disebut “Taghrir” dan dlm bahasa Inggris/Latin dikenal sbg “argumentum ad antiquitatem”.

Argumentum ad antiquitatem, adalah sangkaan bahwa sesuatu pasti baik karena berusia tua, atau karena "dari sononya memang begitu/that's the way it's always been."

Kenyataannya, banyak teori bertahan selama ribuan tahun dan ternyata terbukti bersalah.

Salah satu teori ini adalah teori geosentrisitas. Sebelum munculnya Galileo, mayoritas manusia percaya bahwa bumi adalah pusat salam semesta. Kepercayaan ini sudah ada dari jaman baheula. Matahari, Bulan dan seluruh alam semesta dipercaya memutari Bumi dan jarang ada orang yg menantang konsep ini. Namun terlepas dari awetnya teori ini, ternyata terbukti salah juga.

Contoh kerancuan logika lainnya adalah bahwa pastilah Islam benar karena : mana mungkin satu milyar pengikutnya salah ?

Ini dinamakan “argumentum ad numerum”. Argumentum ad numerum menyuatakan bahwa semakin banyak orang yg percaya sebuah teori, semakin besar kemungkinan bahwa teori itu benar.

Sama spt contoh teori geosentri diatas dan teori bumi datar, argument ini juga merupakan logika rancu.

Kebenaran tidak berubah menjadi ketidakbenaran hanya karena tidak ada yg mempercayainya dan sebaliknya ketidakbenaran tidak dapat menjadi kebenaran karena banyak orang mempercayainya. Truth cannot be attained through the consensus of the majority. Kebenaran tidak didapatkan dari consensus mayoritas. Kebenaran bukan hasi pencarian polling pendapat.

Variasi laind ari argumentum ad numerum adalah “argumentum ad populum.” Argumentum ad populum menyatakan suatu teori adalah benar karena disukai oleh banyak orang. Contoh:

"Selama 1400 tahun jutaan orang percaya kpd Islam. Islam mmeiliki dampak besar terhdp kehidupan mereka. Islam memberikan dunia Algebra dan banyak sains lainnya. Jalan2 di Baghdad terang benderang sementara Eropa masih dalam abad kegelapan. Appakh kau menyatakan bahwa satu milyar orang salah ?"

Kebenaran sebuah agama harus diuji atas dasar prinsip2 agama itu tanpa memperhitungkan antikuitas atau popularitasnya.

2) Jadi mengapa Islam sukses sementara aliran lain gagal ?

Ada 2 jawaban atas pertanyaan ini:

1- Islam adalah kebohongan terbesar (Islam is the biggest lie.)

2- Muhamad adalah psikopat keji (Muhammad was a ruthless psychopath.)

'Massa sebuah negara lebih mudah menjadi korban kebohongan besar daripada kebohongan kecil (The broad mass of a nation will more easily fall victim to a big lie than to a small one).' Ini kata2 Adolf Hitler. Kata2 ini adalah saksi atas teori bahwa semakin besar sebuah kebhongan, semakin banyak orang yg percaya.

Logikanya adalah bahwa orang2 normal biasanya tidak berani berbohong. Paling2 bohong kecil-kecilan. Kita biasanya takut bahwa kebohongan yg lebih besar nanti tidak akan dipercaya dan pastilah kita malu nantinya kalau ketahuan dan dicap pembual besar. Tetapi ini lain dgn kebohongan besar. Kebohongan besar begitu luar biasa kedengarannya shg membuat para pendengar ternganga. Dan karena kebohongan besar itu begitu luar biasa dan mustahil kedengarannya, orang berasumsi bahwa ini pasti benar. Jangan lupa bahwa sang pembohong juga bukan sembarang pembohong, melainkan seorang psikopat, dan cara berpikirnya juga tidak dapat disamakan dgn cara berpikir/cara berbohong orang normal.

Belum lagi, kesediaan sang psikopat pembohong itu untuk memaksakan kebohongannya itu dgn kekerasan ekstrim. Menggunakan kekerasan guna memaksakan sebuah kebohongan kerap kali diberlakukan dgn sukses oleh diktator macam Muhamad. Kerancuan ini disebut Argumentum ad baculum. Artinya : seseorang menggunakan kekerasan (atau ancaman kekerasan) utk memaksa orang lain utk menerima sebuah teori.

Argumen ini sering digunakan Muslim yg yakin bahwa alasan Muhamad menang melawan musuh2nya adalah karena dukungan Tuhan. Mereka lupa bahwa Muhamad mengirimkan mata-mata utk mencatat kelakuan calon2 korbannya dan menyerang mereka saat mereka lengah dan tidak berdaya. Ia menang bukan karena karunia Tuhan tetapi karena ia licik, curang dan biadab yang ngotot utk menang lewat cara apapun, termasuk tipu daya, fitnah dan kecurangan.

Anda memang tidak perlu Tuhan utk membunuh penduduk tidak bersenjata saat mereka pulang dari melakukan pekerjaan sehari2. Dgn kuda dan pedang mudah saja anda mengembas kepala2 wanita, anak2 dan bahkan lelaki sekalipun.

Singkatnya, “Kekuatan membawa kemenangan”. Bahasa Jawanya : “Might is right.”

Ancaman langsung argumentum ad baculum dapat dilihat dari ayat2 Quran dibawah ini:

Slay the idolaters wherever you find them. 9:5

I will instill terror into the hearts of the unbelievers: smite ye above their necks and smite all their finger-tips off them. 8:12


Ancaman tidak langsung adalah seperti ini:

And as for those who disbelieve and reject Our Signs, they are the people of Hell 5:11

For him [the disbeliever] there is disgrace in this life, and on the Day of Judgment We shall make him taste the Penalty of burning (Fire). 22:9


Ini menambahkan kesan dramatis dan kesan urgensi pada kebohongan besar itu. Tapi kalau anda memakai otak, anda tidak bisa tidak kaget. Kalau anda cerdas, anda akan mengenal hal ini sbg kata2 SETAN. Tetapi jika anda lugu dan mudah dibohongi, spt kebanyakan orang, anda menyangka bahwa sang pembohong memang diberikan kekuasaan dari atas.

Apalagi kalau sang pembohong sering menyebut dan memuji nama Tuhan saat membantai manusia lain. Ini bukan kerjaan kriminal. Seorang pelaku pidana sering merasa bersalah. Tidak demikian dgn psikopat. Mereka sanggup membantai jutaan orang tanpa rasa bersalah sedikitpun. Malah mereka merasa berhak. Hitler sendiri menyangka bahwa ia melakukan pekerjaan Tuhan.

Hitler mendapatkan dukungan jutaan orang Jerman dgn kebohongan besarnya. Ia memang pembicara ulung dan mampu mempengaruhi pendengarnya. Tatkala ia berbicara, suaranya semakin keras dan semakin lantang se-akan2 negara memang dikejar2 musuh. Ia membakar semangat orang Jerman dengan patriotisme. Kepercayaannya bahwa semakin besar kebohongannya, semakin banyak orang yg percaya, ternyata terbukti benar. Jutaan Jerman mencintainya dgn sepenuh hati dan menangis histeris saat mendengarkan pidato2nya.

Seandainya Hitler menyatakan dirinya sbg Sang Messiah/Sang Penyelamat, jutaan orang Jerman sekarang memeluk agama Hitlerisme (dan ini menjadi kalimat “syahadat” mereka: “Tidak ada Tuhan selain Nazisme dan Hitler adalah rasulNya” … mirip bukan dgn suara azan dipagi hari ? sic)

Nah, sama spt orang Jerman diatas, Muslim menyangka bahwa mereka percaya kpd Allah. Kenyataannya Allah hanya kepanjangan ego Muhamad. Allah memang alat utk memudahkan kepercayaan kpd Muhamad. Ya, bukan Allah melainkan Muhammad-lah yg dipuja Muslim.

Muhamad adalah gurunya/sesepuhnya Hitler. Ini bukan kemampuan yg kita bisa belajar dgn mudah. Tetapi bagi psikopat narsisis macam Hitler dan Muhamad, kemampuan membual ini merupakan kemampuan alami. Orang2 macam itu sepenuhnya tidak memiliki satu titik kesadaran-pun. Mereka pembohong patologis (pathological liars). Mereka memang benar2 mempercayai kebohongan mereka sendiri yg semakin diperkuat oleh pujian pengikut2 yg mereka bohongi itu.

Ada legenda Persia ttg seseorang bernama Mulla Nasreddin. Begini bunyinya: si Mulla Nasredddin membawa keledai-tuanya ke pasar utk dijual. Untuk menarik pembeli ia memuja-muja keledainya sampai suatu ketika ia mengatakan pada dirinya sendiri: kalau memang keledai saya ini memang sehebat spt yg saya katakan, mengapa saya menjual keledai ini ? Akhirnya ia pulang dgn keledainya itu !

Mulla Nasreddin memang karakter lucu. Ia bukan psikopat. Tapi otak psikopat tidak bekerja dgn normal. Logika dan realitas bukan sesuatu yg mereka pusingkan. Nilai moralitas mereka berbeda total dgn manusia biasa.

Apakah kau tidak pernah heran mengapa maling menghancurkan jendela mobil anda hanya utk mencuri uang kecil dlm mobil tsb ? Kau heran mengapa orang macam ini tidak memiliki kesadaran sedikitpun. Kau merasa ini tidak masuk akal. Kau mengalami kerusakan mobil seahrga jutaan rupiah hanya karena uang recehan Rp3000 (misalnya). Tapi kalau otak orang sudah dirasuki narkoba maka ia tidak lagi memiliki kesadaran. Nilai2nya berbeda dgn nilai2 orang2 normal disekitarnya. Ia tidak memikirkan dirimu apalagi mobilmu ataupun kerugianmu.

Contoh lain: Suatu hari saya pernah berada di sebuah negara Amerika Latin dan saya baca di surat kabar setempat bahwa seseorang membunuh orang yg tidak dikenalnya hanya karena ingin mencuri sepatu Nike-nya.

Nah begitulah, Muhammad, Hitler, Stalin, Mao Tse Tung, Pol Pot dan narsisis2 patologis sukses lainnya tidak memiliki satu inci kesadaranpun. Nyawamu dan nyawa saya tidak berarti bagi mereka. Kecuali kalau kita berguna bagi mereka. Tapi kalau tidak, yah, habislah kita mereka babat.

3)sikopat2 Berpengaruh

Utk mengerti fenomena Muhamad, kita harus mempelajari aliran2 modern dan mempelajari jalan piker pemimpin2 mereka:

Jim Jones meyakinkan orang2 normal dan berpikiran sehat bahwa ia adalah sang penyelamat/ the Messiah. Ia meyakinkan mereka agar meninggalkan keluarga2 merkea dan mengikutinya keujung hutan belaka. Ia meyakinkan pemerintah New Guyana agar memberikannya tanah gratis seluas 300 ha. Ia meyakinkan pengikutnya agar membawa senjata dan membunuhi siapapun yg membangkang. Kelompoknya membunuh seorang senator dan pengawal2nya dan ia lalu meyakinkan pengikutnya gar meminum racun cyanide dan 911 pengikutnya dgn senangnya melakukan perintah bunh dirinya itu.

David Koresh mengumpulkan pengikutnya di sebuah kompleks perumahan diluar Waco, Texas. Mereka mengikutinya 24/7. mereka mempersenjatai diri karena ia memerintahkannya. Merkea membiarkan puteri2 remaja mereka ditidurinya, spt Abu Bakr mengijinkan Muhamad utk meniduri anak ingusannya. Mereka menembak mati 4 agen2 negara dan mengebom tempat itu sampai mengakibatkan kematian mereka dan anak2 mereka sendiri. Ini mereka anggap lebih baik daripada meneyrahkan diri ke pihak berwenang. 90 nyawa melayang dalam peristiwa ini akibat kesetiaan mereka pada seorang psikopat.

bersambung ...
Last edited by ali5196 on Sun Jan 21, 2007 7:44 pm, edited 2 times in total.
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Sat Mar 18, 2006 7:57 pm

The Order of the Solar Temple: aliran apokaliptik ini menelan naywa 74 pengikutnya dalam ritual bunuh diri. Kebanyakan pengikut mereka adalah oprang2 berpendidikan tinggi dan berkecukupan, lebih intelek dari Abu Bakr, Omar dan sang remaja Ali yang lebih doyan menggunakan pedang ketimbang menggunakan otak.

Pemimpin2 mereka adalah Luc Jouret, seorang dokter homeopathic Belgia dan Joseph di Mambro, pengusaha kaya. Mereka spt Muhamad dan Abu Bakr-nya aliran ini. Mereka juga percaya akan kesintingan mereka sendiri dan mereka juga bunuh diri.

Heaven's Gate: Tgl 26 Maret, 1997, 39 anggota "Heaven's Gate" memutuskan utk "meninggalkan tubuh mereka" dan berlayar mengikuti ekor komet Hale-Bopp.

Semua pengikutnya tewas setelah 3 hari. Mereka semuany ameminum racun dan bahkan melilitkan wajah mereka dng plastic agar mempercepat kematian.

John de Ruilter, dipercaya pengikutnya sbg lebih besar dari Yesus Kristus dan merelakan anak perempuan mereka digagahinya. Salah seorang pengikutnya bahkan seoran gpsikologis yg bersumpah bahwa dalam 30 tahun pengalaman prakteknya, ia belum pernah bertemu orang yg berpikiran “sewajar” John.

Dan masih ribuan lagi kasus macam ini. Para pemimpin aliran ini karismatik, persuasif dan yakin benar akan tujuan mereka. Mereka lain dari yang lain. Merkea sering orang intelek, tetapi tidak dapat membedakan antara fantasi dan realitas. Mereka sanggup merubah pikiran orang dgn kekuatan berbicara dan keyakinan mereka. Ini karena memang mereka mempercayai kebohongan mereka sendiri. Gaya mereka yg begitu yakin sampai mengelabui orang2 terdekat mereka, membuat mereka percaya bahwa pastilah orang2 ini dikirim dari atas.

Mereka tidak bedanya dgn Muhamad. Ia psikopat. Saya sudah menjelaskan profil psikologis Muhamad dalam artikel lain berjudul The Force Behind Muhammad. Hitler, Stalin dan pemimpin2 aliran lainnya bukan orang2 ****. Mereka sangat pandai, tetapi mereka tidak waras.

Lebih gila lagi adalah fakta bahwa satu milyar orang mengikuti psikopat ini dan kesemuanya dari mereka mendasarkan kepercayaan mereka pada beberapa kerancuan logika. Seperti domba mencari domba lain, kesemuanya mendasarkan kepercayaan mereka pada yang lain. Kalau semua domba berjalan menuju satu arah, maka pastilah itu arah yg benar. "Mana mungkin satu milyar orang bisa salah."

4)Mentalitas Domba dan De-individualisasi

Muslim menyebut diri Ummah. Asal katanya adalah “Ummi”. “Ummi” adalah kata yg dipakai Muhamad bagi dirinya sendiri. Artinya: orang yg buta huruf, tidak sekolah, tidak terdidik.

Oleh karena itu Ummah berarti komunitas para buta huruf. Yg dimaksudkan Muhamad adalah bahwa hal ini menujukkan bahwa pengetahuannya datang dari atas. Tetapi definisi sebenarnya Ummah adalah : para pengikut yang **** (the ignorant mass of believers).

Bacalah ayat 3:20 dibawah ini:

وَقُل لِّلَّذِينَ أُوْتُواْ الْكِتَابَ وَالأُمِّيِّينَ أَأَسْلَمْتُمْ

dan katakan kpd Ahlul Kitab dan mereka yang tidak terpelajar: (Ummiyeen) "Apakah kalian menyerahkan diri kalian ?"


Nah, kata Ummiyeen الأُمِّيِّينَ disini adalah bentuk jamak kata “Ummi” yg diterjemahkan sbg:
Yusuf Ali: those who are unlearned/mereka yg tidak terpelajar
Pickthal: those who read not/mereka yg tidak dapat membaca
Shakir: the unlearned people/tbangsa tidak terpelajar


Mari kita ambil ayat lain (Imran 3:75):

قَالُواْ لَيْسَ عَلَيْنَا فِي الأُمِّيِّينَ سَبِيلٌ

"Mereka mengatakan, "tidak ada suruhan bagi kami (utk berpegang kpd kepercayaan kami) dgn orang2 berhala **** ini.(Ummiyeen)"


Yusuf Ali menerjemahkan kata ini sbg “ignorant”/****.
Pickthal menerjemahkannya sbg “Gentiles”/kafir.
Dan Shakir menerjemahkannya sbg bangsa tidak terpelajar (unlearned people).

Kata benda "gentile" biasanya dipakai bagi seseorang yg tidak mengenal kitab sucinya. Dlm bahasa Inggris, sinonim bagi "gentile" is "pagan"/orang berhala.

Dalam sejarah, kata itu dipakai orang Romawi utk menggambarkan kaum bukan-Romawi (orang asing); orang Yahudi memakainya utk menggambarkan orang2 bukan-Yahudi; dan orang Kristen menggunakan kata itu bagi kaum berhala. Qur'an menggunakan kata al-Ummiyeen, utk menggambarkan orang2 yg tidak dapat baca- tulis/"the Unlettered folks".

Ayat 62:2 berbunyi,

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِّنْهُمْ

Terjemahan Yusuf Ali :
"Ia yang mengirimkan dari antara orang yg tidak dapat baca-tulis (the Unlettered) seorang nabi dari antara mereka,"

Dlm Komentarnya ia menulis: "The Unlettered: diterapkan pada sebuah bangsa, yi Arab, dan membandingkan mereka dgn orang2 Ahlul Kitab ..."

Ayat: 2:78,

وَمِنْهُمْ أُمِّيُّونَ لاَ يَعْلَمُونَ الْكِتَابَ

Dan diantara para buta huruf, yg tidak mengenal Kitab (suci) itu …


Kata asal Ummi adalah "Um" (ibu). Secara etimologis, Ummi adalah keadaan alami manusia yg tidak tahu apa2, persisi spt pada saat dilahirkan oleh sang ibu.

Jadi, Ummah adalah kumpulan orang2 yg tidak terpelajar, buta huruf dan tidak tahu-menahu akan isi Kitab Suci mereka dan oleh karena itu tidak dpt menemukan jalan mereka. Spt anak kecil, Ummah itu memiliki kebutuhan terus menerus agar diberikan pengarahan. Imam, kata yg juga berasal dari akar kata yg sama, adalah orang yg menuntun sang Ummah. Ini spt konsep penggembala dan domba2nya. Seluruh komunitas Muslim dianggap sbg domba yg perlu penggembala.

Sang pengikut harus melakukan apapun yg dilaukan pengikut lainnya dan kedua2nya harus mengikuti secara buta apa yg dikatakan sang Imam yg memberikan instruksi sesuai dgn contoh2 Muhamad.

Perihal salah-benar, baik-buruk bukan diukur menurut nilai moralitas dan logika sehari2. Benar adalah apa yg dikatakan Muhamad dan buruk adalah apa yg dilarang Muhamad. Dgn kata lain, Muslim tidak boleh mengukur Muhamad dgn standar norma moralitas dan logika normal.

Sikap ini menghalangi Muslim utk berpikir. Mereka lebih suka mendapatkan keamanan dan kenyamanan dgn cara mengikuti satu pola kelakuan dan pemikiran yg seragam.

Konformitas dianjurkan dan kemerdekaan pemikiran diancam hukuman keras. Pertentangan dgn pendapat mayoritas bisa membawa kesengsaraan bagi para pemikir independen ini.

Muslim diwanti2 agar memenuhi aturan dgn cara stimulus kenikmatan/kesakitan. Dgn mengikuti aturan, mereka akan mendpt penghargaan. Semakin pandai orang mengelu2kan sesama Muslim, semakin tinggi hadiahnya dan semakin tinggi pula status sosialnya. Dilain pihak, kemerdekaan berpikir diluar kelompok akan diancam dgn ganjaran berat.

Secara psikologis, sang pengikut diteror dgn ketakutan akan neraka sambil di-iming-imingi janji2 surgawi. Ini membungkam otaknya dan menghalanginya agar berpikir diluar jalur yg dapat menggoyahkan kepercayaannya dalam kebohongan besar ini.

Inilah faktor lain yg membantu Islam bertahan selama beberapa abad. Muslim tidak dianjurkan utk berpikir secara independen. Setiap pemikiran diluar garis batas bisa mengakibatkan sang korban kehilangan isteri, famili, rekan2, pekerjaan, status, kehormatan, harta benda dan bahkan nyawanya.

Ketakutan inilah yg membuat Islam bertahan lama. Kebohongan ini belum pernah ditantang sebelumnya. Tapi usianya yg cukup tua ini bukan bukti bahwa Islam adalah agama benar. Islam bertahan karena faktor KETAKUTAN dan bukan karena faktor kebenaran.

DE-INDIVIDUALISASI adalah istilah teknis utk menggambarkan MENTALITAS DOMBA. Ini keadaan psikologis dimana mentalitas domba tergerak saat individu2 bergabung dgn sebuah kelompok/massa.

De-individualisasi dikarakterisasi oleh kehilangan kesadaran akan diri sendiri dan individualitas. Dlm Islam, individualitas dibantah secara total dan kehidupan sang individu larut dalam Ummah-nya. Ia bukan hanya menjadi budak, tetapi ia juga menyebut dirinya budak. Dlm bahasa Arab, orang disebut “Ibaad”, yg persisnya berarti BUDAK !

De-individualisasi mengurangi kemampuan sang individu agar menahan diri, berpikir dan berlaku normal. Ini merupakan alasan kelakuan kolektif massa yg bertindak dgn kekerasan, kalap dan tindakan hooliganisme. Kelakuan ini nampak sekali setiap solat Jumat dimana para anggota Ummah dibakari semangat oleh seruan sang Imam agar mengutuk Yahudi dan kafir karena “menekan” Muslim.

Sang individu tidak diijinkan utk bertanya mengapa. Apa bukti “penekanan” ini dan mengapa mereka harus membenci Yahudi dan kafir ? Kalau seorang anak berani menanyakan hal ini pada orang tuanya, kepalanya kena tampar. Kalau orang dewasa yg menanyakannya, kepalanya melayang.

De-individualisasi ini nampak jelas dalam pola kelakuan Muslim :
Pembakaran dan pameran tubuh2 terbakar para kontraktor AS di Fallujah, penyerangan dan penyembelihan tubuh seorang tentara Israel di Ramalah oleh massa Muslim yg kemudian memakan hatinya.

Pola kelakuan ini tidak asing dalam Islam. Di Iran, ribuan pengikut Baha’i tewas karena digantung massa histeris. Di Pakistan, yang sama terjadi jika orang dianggap menghina Muhamad. Saat meninggalkan mesjid, kita sudah sering menyaksikan histeria Muslim yang siap sedia mencabut nyawa orang.

KESIMPULAN
Brutalitas dan sifat represif Islam, sejalan dgn irasionalitas total, menjadikan doktrin ini sebuah agama yg sukses dan bertahan lama.

Islam tidak tahan kritik. Muhamad tahu benar bahwa ia tidak mampu menjawab pertanyaan2 yg diajukan para pengritiknya. Oleh karena itu ia merasa perlu utk selama-lamanya melarang orang mempertanyakannya. Ia tahu benar bahwa: KRITIK AKAN MENGAKIBATKAN HANCURNYA ISLAM.

Begitulah, rahasia sukses Muhamad sekarang bukan lagi rahasia. Ia sukses karena berhasil membohong secara besar2an, karena ia brutal total terhdp siapapun yg berani mempertanyakannya. Bahkan lelaki jompo dan wanita beranak 7 yg sedang tidurpun tidak enggan2 ia perintahkan agar digorok leher mereka.

Muhamad sukes karena ia tampil diantara bangsa yg paling ****, paling percaya takhyul dan paling barbar. Chauvinisme, kepicikan, kesombongan, megalomania, kebodohan, kerakusan, gila sex dan tidak ada rasa hormat secuilpun bagi nyawa orang lain adalah TANDA2 ISLAM, sifat2 yg sudah ada dijazirah Arab saat Muhamad melancarkan karirnya sbg nabi. Ia tinggal menciptakan kebohongan besar, tambahkan intoleransi dan beberapa adegan kekerasan, dan jadilah AGAMA KEBENCIAN YANG PALING SEMPURNA (the most perfect religion of hate).

Inilah alasan bertahannya Islam. Tidak lebih tidak kurang. //
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Sat Mar 18, 2006 8:03 pm

lihat juga artikel-artikel:

Kesehatan Mental Muhamad
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 6425#16425

Kekuatan dibelakang Muhamad:
...
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm


Return to ONE STOP SHOP FFI



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users