Jawaban atas artikel yang ditulis oleh Ali Sina – of FaithFreedom-org
a-sina-mengalahkan-Islam-t2818/Jawaban oleh
Kristentelahkalah@yahoo.com ************
PART 1 0F 2
Di salah satu artikelku, aku menulis:
Aku percaya jika kita terus melanjutkan kampanye untuk menjatuhkan Islam dan ilmuwan2 Muslim, dalam waktu kurang dari seperempat abad, Islam akan kalah. Islam akan jatuh, sama seperti nasib Komunisme. Ingat kata2ku hari ini, meskipun seAndainya kaupikir aku sinting. Jika kita bekerja sama, terutama para eks Muslim, kita dapat menyingkirkan Islam lebih cepat daripada yang dapat dibayangkan siapapun. Iran sudah jadi negara anti Islam. Lebih dari separuh penduduk Iran tidak menyatakan diri sebagai Muslim lagi.
Kita hancurkan Islam dari fondasinya. Gedung kerajaan Islam tampaknya memang kokoh. Tapi itu hanya kelihatan dari luar saja. Gedung kokoh ini akan runtuh seketika.
Salah seorang rekanku merasa ragu atas rasa percaya diriku dan dia menulis:
Dr. Sina, maaf ya karena menghabiskan waktumu yang berharga. Tapi suatu hal akhir2 ini sangat mengganggu diriku. Kau berkata bahwa kau akan menghancurkan Islam dalam kampanye ini dalam waktu beberapa dekade.
Tapi Pak, apakah kau yakin akan hal ini? Agama yang begitu fanatik, yang berusia 1.400 tahun dapat dihancurkan dalam waktu beberapa dekade. Bagaimana hal ini dapat mungkin terjadi? Kau mengungkapkan perhitungan2. Baiklah, tapi ketololan dalam beragama tidak sama dengan menghitung angka2 matematis.
Aku baca semua artikelmu, lagi dan lagi. Aku sangat percaya kau bukanlah orang yang hanya omong gede untuk jadi pusat perhatian orang. Aku telah bergabung bersama FFI selama 10 bulan, mengirim “surat kepada umat manusia” kepada lebih dari 4.000 orang (dan jumlahnya terus bertambah setiap hari) dan masuk ke banyak forum dengan nama2 yang berbeda untuk memposting surat itu, tapi sekarang aku merasa ragu. Bagaimana kau bisa mencapai tujuanmu? Bagaimana mungkin, tolong katakan padaku.
Kau berkata “jika kita bekerja sama”. Karena kau menggunakan kata “jika”, maka tidak ada kepastian dalam janjimu. Bagaimana mungkin kau bisa sedemikian yakin?
Dr. Sina, sesuai dengan persyaratan dalam profesiku, aku telah berhubungan dengan banyak jenis orang2 dari berbagai negara dan mentalitas dalam hidupku. Aku dapat memperkirakan sifat seseorang dengan cara bicara padanya (atau baca tulisannya). Aku yakin kau memang penuh rasa percaya diri bahwa kau akan bisa menghancurkan Islam. Tapi apakah “rahasia” yang kau ketahui, yang belum kau katakan pada kami, yang membuatmu begitu penuh rasa percaya diri.
Dapatkah kau menyisakan waktumu dan membalas suratku jika sempat. Aku akan tunggu, tidak jadi masalah, tapi tolong jelaskan keraguanku.
Antiterorisme.
Inilah jawabanku:
Wahai Antiterorisme:
Sebaiknya aku meluruskan kesalahpengertian terlebih dahulu. Aku tidak pernah menyatakan bahwa “AKU” akan mengalahkan Islam. Aku bukan tukang bual dengan khayalan2 yang ngawur. Aku hanyalah orang sederhana. Silakan tanya kucingku. Kucing kecilku yang hidup bersamaku dan mengenalku dengan baik tidak pernah peduli akan diriku. Sebaliknya, dia memperlakukanku bagaikan pelayannya saja. Sekarang jika kautanyakan pendapat kucingku tentang diriku, sudah dapat kaubayangkan betapa sepelenya aku di matanya.
Kukatakan bahwa “KITA” dapat mengalahkan Islam jika kita bekerja sama dan dalam hal ini memang aku sangat yakin. Dari manakah datangnya keyakinanku? Aku yakin akan hal itu sebab aku tahu betul tentang Islam. Islam itu tidak lain daripada isapan jempol yang muluk2 belaka. Usia Islam adalah 1.400 tahun dan punya 1.2 milyard pengikut. Meskipun begitu, Islam hanyalah berdasarkan kebohongan semata. Islam bagaikan gedung tinggi yang berdiri di atas pasir yang bergerak. Selama pasir2 tetap berada di tempatnya, gedung itu akan tetap utuh berdiri. Tapi begitu kau ganggu pasirnya dan kau singkirkan pasir di bawah gedung itu, maka gedung itu akan runtuh.
=================
Kristentelahkalah says,
Perkenalkan diri saya. Saya, Kristentelahkalah, adalah seorang Muslim yang amat perduli dengan jalan dan nasib iman dunia. Saya khawatir akan lebih banyak manusia yang dijungkalkan ke dalam neraka hanya karena masih banyak point / hal yang belum masuk ke dalam system berfikir mereka yang mana hal itu membuat mereka menjadi picik dan dangkal. Untuk itulah, insya allah saya ingin membantu mereka untuk menolong mereka dari keterpurukan dalam hal berfikir.
Tentang saya sendiri. Saya sudah lama berfikir tentang Islam, terlebih karena Islam adalah agama saya sejak lahir. Selama itu, belum saya temui kelemahan Islam. Bahkan sebaliknya, saya menemui keagungan Islam dan kekuatan Islam untuk dijadikan satu satunya alat untuk mengelola jaman menjadi lebih baik. Bertolak belakang dengan agama lainnya, khususnya agama Kristen. Tidak ada satu pun point dalam agama Kristen yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, apalagi dijadikan alat Andalan untuk dapat mengelola jaman menjadi lebih baik lagi. Tentu saja saya pernah berAndai Andai. Saya masuk agama Kristen dan meninggalkan Islam. Yang menjadi pertanyaan saya adalah, bagaimana Kristen dapat mengelola jaman dan kehidupan keluarga berbangsa untuk menjadi lebih baik?
Baik. Baik yang mana? Tentunya ini akan menjadi controversial. Menurut A, yang baik adalah begini. Tapi menurut si B, yang baik justru sesuatu yang bertolak belakang. Untuk itu, kita butuh tolok ukur, acuan, stAndard, dalam hal menentukan mana yang baik dan mana yang buruk. Yeah, tapi untuk sekarang ini, pembahasan antara mana yang baik dan mana yang buruk, berikut dengan tolok ukurnya, ditunda saja. Suatu saat, akan disinggung bilamana perlu. Sekarang saya amat berminat untuk membahas “teka teki” yang diajukan Ali Sina.
Anda (Ali Sina) menyatakan keyakinan Anda dengan mudahnya bahwa “Kita dapat mengalahkan Islam”. Sebenarnya, tahukah Anda atas apa yang terjadi di antara kaum Muslim dengan Anda?
Anda, atau anti Islam mana pun, dengan mudahnya berkata, kita dapat mengalahkan Islam. Atau, Islam suatu saat akan musnah karena Islam tidak mempunyai akar yang kuat. Di balik itu, orang Islam pun juga berkata demikian tentang agama Kristen. Sudah banyak Muslim yang benar benar mengetahui seluk beluk agama Kristen, sampai pada kesimpulan bahwa suatu saat Kristen akan musnah di muka bumi ini. Bahkan semua kita akan dapat mengalahkan Kristen dengan mudahnya.
Sadarkah Anda dengan kenyataan itu? Kalau Anda tidak sadar, maka sebenarnya dengan apa saja Anda menghabiskan umur Anda selama ini?
Coba kita lihat kenyataan yang benar benar terjadi di muka bumi ini. Sudah banyak orang eropa yang menyatakan diri mereka atheis alias tidak percaya lagi kepada agama Kristen. BelAnda, jerman, belgia, perancis, swedia adalah sarang sarang atheis yang paling hebat. Di sana Kristen sudah mati. Sekarang, siapa yang “lebih dahulu musnah”, Islam atau Kristen?
Di amerika maupun di eropa, Kristen tidak lagi memerintah kehidupan mereka, alias sekuler. Natal yang merupakan hari kekristenan, sudah “dirampok” oleh kaum atheis dan sekuler hanya untuk dinikmati pesta pora dan mabok mabokannya saja. Tentunya kita bertanya, kok bisa sih agama besar seperti Kristen itu dirampok begitu saja oleh kaum atheis di mana mereka hanya menikmati pesta pora keduniawiannya saja? Hukum Kristen tidak lagi diterapkan dalam kehidupan mereka. Mereka memang butuh agama, namun hanya sebatas pelampiasan anthropologis saja. Setelah mereka selesai dengan ritual gerejawi, mereka keluar kembali menjadi hamba hamba atheis dan sekuler. Bukankah dengan demikian, Kristen sudah mati? Sudah musnah?
Mau sampai kapan Kristen akan dapat bertahan kalau kita melihat pada “sisa sisanya saja” di eropa dan amerika? Dapatkah Anda menjawab pertanyaan mudah ini?
Anda berkata, “Islam hanyalah berdasarkan kebohongan semata”. Sebenarnya, apa yang istimewa dari perkataan Anda itu? Bukankah kaum Muslim justru lebih nyaring lagi ketika menyatakan bahwa Kristen hanyalah berdasarkan kebohongan semata? Dan kebohongan itu pun nyata di depan mata semua yang hidup? Sekarang, siapa yang benar, Anda yang menyatakan bahwa Islam hanya berdasarka kebohongan belaka, atau kaum Muslim yang menyatakan bahwa Kristen hanya berdasarkan kebohongan belaka? Atas dasar apa Anda menyatakan bahwa kaum Kristen lah yang benar dengan klaim mereka? Subjektivisme belaka? Sebenarnya, Ali Sina itu siapa? Seorang malaikat dari surga sehingga semua kata katanya unik dan lain dari semua orang yang ada di dunia ini? Bahkan seorang paus roma pun kalau berkata bahwa Islam adalah kebohongan, perkataannya tidak akan bernilai apa-apa. Nah seorang Ali Sina? Atau, apakah Anda sudah berperjalanan ke alam maut di mana Anda telah mewawancara orang mati dan mengetahui semua jawaban? Anda tidak lain hanyalah seorang fanatis belaka. Dan fanatisme itu telah mempermalu Anda di depan dunia. Sadarkah Anda akan hal itu?
Wahai ali sina, Anda tidak sendiri ketika Anda menghujat sebuah agama (dalam hal ini, Islam). Anda dibanding mereka, tidak ada istimewanya sama sekali.
Film da vinci code menjelaskan, bahwa sedikit saja kita menggaggu pasir yang menopang istana Kristen, maka Kristen akan runtuh secara keseluruhan! Pertanyannya, sudahkah Anda menonton film da vinci code? Ataukah Anda mengira bahwa da vinci code adalah film fiksi semata? Kalau memang Anda menilai bahwa film da vinci code adalah film fiksi semata, maka sebenarnya Anda lah yang mempunyai masalah. Anda harus sadar akan hal itu.
Mungkin Anda akan berkata, yeah Kristen adalah kebohongan, tidak mempunyai nilai kebenaran sedikit pun. Orang Kristen pertama telah menambah nambahi agama itu sehingga menjadi lebih menarik banyak orang. Tapi di luar itu semua, Kristen pada bagian intinya mengajarkan cinta kasih, toleransi dan saling memaafkan.
Ali sina, berarti hari hari agama Kristen sudah dapat dihitung mulai dari sekarang karena isi dari agama Kristen hanyalah kepalsuan.
Islam tidaklah demikian. Mungkin Anda membenci agama ini, seperti kebanyakan orang lain yang membenci jalan ketuhanan. Tapi seperti yang sudah tersirat dari perkataan Anda sendiri, Islam tidak pernah berisi kepalsuan seperti yang terjadi pada agama Kristen. Itulah yang akan membuat agama Islam akan terus bertahan sampai akhir jaman.
==============================================
Back to Ali Sina,
Islam hanyalah kebohongan. Tuhannya bohong2an dan nabinya adalah tukang bohong. Dia bukan hanya pembohong saja, tapi juga orang yang sangat jahat. Banyak yang menganggap bahwa Yesus Kristus adalah tokoh dongeng dan agama Kristen adalah kisah dongeng. Meskipun aku yakin bahwa Yesus benar2 ada dan banyak kisah tentang dirinya memang benar2 terjadi, tapi aku yakin sekali bahwa sebagian besar agama Kristen adalah dongeng belaka. Kisah tentang perawan yang melahirkan bayi, Yesus yang jalan di atas air, merubah air jadi anggur atau kebangkitan orang mati dan naik ke surga adalah kisah2 bagi orang yang suka dongeng. Para jemaat pertama mestinya telah menambahkan kisah2 itu agar agamanya tampak lebih indah dan menarik. Orang2 yang tak banyak pikir mudah percaya akan kisah2 dongeng seperti itu. Hal ini banyak terjadi di masa lampau karena kebanyakan orang2 buta huruf dan tidak berpendidikan. Tapi jika kita singkirkan semua dongeng2 itu, intisari ajaran Kristen tidaklah jelek. Agama Kristen mengajarkan cinta kasih dan pemberian maaf. Saat ini banyak psikologis, para pembimbing rohani dan pembicara2 pembangkit motivasi yang menyampaikan pesan yang sama. Kau harus menyingkirkan sikap mementingkan diri, melihat keindahan dalam segala hal dan mengasihi. Kasihi tetanggamu, kasihi sesamamu manusia, kasihi dirimu sendiri, kasihi isi dunia, dan belajar untuk memaafkan – tidak hanya memaafkan orang lain, tapi juga memaafkan diri sendiri.
Jika kau mengupas agama Kristen dari segala dongeng2 dan takhayul2, dan memisahkannya dari tindakan2 yang dilakukan gereja, maka kau akan melihat bahwa agama Kristen mengajarkan hal yang baik. Ada seorang muda yang agak eksentrik dan mungkin seperti dirimu juga, yang cepat gusar melihat kebodohan orang2 dan cepat menghardik mereka. Tapi di luar kekurangannya sebagai manusia, apa yang diajarkannya tidaklah jahat. Dia adalah seorang Rabi. Dia menyebut dirinya anak Tuhan, sama seperti aku memanggil diriku anak Jagat Raya. Tidak tampak bahwa dia ingin menempatkan dirinya lebih tinggi dari orang lain. Dalam pAndangannya semua orang adalah anak Tuhan. Di kemudian hari, para pengikutnya karena besarnya rasa cinta mereka, menambahkan kisah2 muzizat tentang dirinya dan menaikkan posisinya menjadi sama dengan Tuhan. Begitu kau memisahkan kenyataan dari karangan yang ditambahkan umat Kristen dalam agama Kristen, maka kau dapatkan bahwa intisari ajaran Kristen adalah cinta kasih.
Apakah yang tersisa dalam Islam jika kau memisahkan kenyataan dari karangan? Begitu kau buang kisah2 dongeng konyol tentang membelah bulan dan naik ke surga tingkat tujuh untuk tawar-menawar dengan Allah tentang berapa kali Muslim harus berdoa dan segala khayalan lainnya, kau dapatkan bahwa Islam tidaklah lebih daripada kebencian, kekerasan dan teror. Nabinya yang psikopath narsisis tidak mengerti tentang cinta kasih. Dia hanya mengerti rasa takut. Islam adalah agama yang berlAndaskan rasa takut.
Jika kau bandingkan kisah hidup Yesus dan kisah hidup Muhammad, kau akan lihat bahwa keduanya sangat bertentangan. Yang satu adalah contoh kebaikan, sedangkan yang lainnya adalah wujud asli kejahatan. Ini bagaikan membandingkan apel dengan jeruk. Kita bicara tentang dua kutub yang berbeda nih.
=====================
Kristentelahkalah says,
Anda berkata, “Islam hanyalah kebohongan. Tuhannya bohong2an dan nabinya adalah tukang bohong.”.
Anda tahu dari mana bahwa tuhan Islam adalah palsu dan nabinya pun adalah palsu? Begitu banyak literature Muslim dan sekuler yang berhasil membuktikan bahwa apa yang ada dalam injil bukanlah apa yang dibawa oleh Jesus. Kaum yahudi sampai sekarang berkata bahwa Jesus adalah tuhan palsu, buktinya, sampai sekarang mereka masih eksis sebagai orang yahudi, yang artinya menolak bahwa Jesus adalah tuhan. Sekarang, siapa yang palsu? Mengapa Anda lebih memilih pendirian yang Anda buat sendiri untuk menyatakan bahwa Islam hanyalah kebohongan, dan menolak pendirian kaum tradisionalis yahudi yang menyatakan bahwa agama Kristen hanyalah kebohongan? Subjektivisme?
Kemudian kalau Anda berkata bahwa Tuhan Islam adalah palsu, maka Anda butuh pertolongan yang kelewat besar! Anda telah menolak terlalu banyak kesempatan untuk berdialog dengan banyak intelektual termasuk Muslim. Intinya adalah, Anda hanyalah seorang yang terlanjur hanyut di dalam hayalan dan kebencian Anda sendiri. Anda yang menentang kebencian (yang konon ada dalam Islam) justru memprogAndakan dan memaksakan kebencian Anda terhadap Islam kepada orang lain lagi.
Anda berkata, “Para jemaat pertama mestinya telah menambahkan kisah2 itu agar agamanya tampak lebih indah dan menarik”. Ini adalah kalimat Anda sendiri, dan tentunya Anda harus dapat mempertanggungjawabkannya kali ini.
Kebodohan Anda tampak jelas di dalam kalimat ini. “Para jemaat pertama mestinya telah menambahkan kisah kisah itu agar agamanya tampak lebih indah dan menarik”, berarti Kristen adalah agama yang tidak dilindungi tuhan (buktinya dapat diperdaya oleh manusia manusia kotor), dan lebih parah lagi, Kristen adalah agama yang tidak dapat lagi dipertanggungjawabkan keasliannya. Bukan begitu, Rasul Ali Sina yang cerdas?
Logikanya adalah, kalau memang terbukti bahwa Kristen bukanlah agama tuhan, maka mau tidak mau kita harus menerima Islam sebagai agama tuhan. Anda ingin memaksakan kehendak Anda, bahwa agama Kristen bukanlah agama Tuhan karena berisi dengan kepalsuan, tapi tetap Anda ingin semua orang beralih ke agama Kristen ini. Bagaimana saya harus bersikap terhadap Anda?
Dasar pemikiran Anda adalah bahwa Anda membenci agama Islam karena berisi kekerasan. Mengapa Anda berfikir bahwa kelak semua orang hanya mencari “anti kekerasan” tanpa memperhitungkan ORIGINALITAS dan KEABSAHANNYA? Baiklah kita katakan bahwa Islam berisi kekerasan, namun Anda tidak dapat memungkiri bahwa Islam berisi originalitas dan kebenaran yang amat kokoh. Itu adalah segala sesuatu yang paling dicari oleh semua orang. Kemudian pasti Anda akan berkata bahwa tidak ada kebenaran dalam Islam, karena Islam tidak lain hanyalah persepsi besar yang mengusung kebohongan dan kepalsuan. Di antara begitu banyak intelektual non Muslim yang menyatakan bahwa Islam adalah masa datang bagi peradaban dunia, tiba tiba Anda ingin meninggikan diri Anda sendiri dengan menyatakan bahwa Islam adalah kepalsuan? Atau, apakah Anda memerintahkan agar semua intelektual Muslim dan non Muslim (dan public yang lebih luas lagi) hanya mematuhi perkataan Anda saja, bukan yang lain? Apakah Anda sedang membuat lawakan?
Kemudian Anda berkata,
“Jika kau mengupas agama Kristen dari segala dongeng2 dan takhayul2, dan memisahkannya dari tindakan2 yang dilakukan gereja, maka kau akan melihat bahwa agama Kristen mengajarkan hal yang baik”.
Dengan tegas Anda mengakui bahwa Kristen telah tercampur dengan segala kenistaan. Dan sekarang Anda memaksa kaum Muslim untuk menerima kenistaan tersebut? Anda menganggap mudah atas suatu pekerjaan untuk memisahkan antara Kristen dari segala dongeng dan takhayul. Taruh kata tetangga Anda yang Muslim bersedia masuk Kristen dengan pesan dari Anda bahwa dia harus pAndai memisahkan antara Kristen dengan dongeng dongengnya. Pertanyaannya, apakah nanti kelak tetangga Anda itu dijamin akan dapat melakukannya? Kelak dia akan menjadi Kristen yang taat. Artinya, kelak dia tidak akan dapat lagi membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang firman dan mana yang pekerjaan setan. Bagaimana Anda dapat menjamin bahwa pekerjaan itu akan menyelamatkan lebih banyak manusia?
Lagi pula, apakah gereja memberi mAndate kepada Anda untuk memerintahkan semua anak manusia untuk selalu memisahkan antara Kristen dengan dongeng dongengnya? Atau apakah justru gereja telah melakukannya sejak dahulu kala? Kalau pun seorang Kristen memisahkan antara Kristen dengan dongeng-dongengnya, maka apakah itu tidak akan mendapat tentangan dari gereja lebih luas?
Anda berkata, “Tapi di luar itu semua, Kristen pada bagian intinya mengajarkan cinta kasih, toleransi dan saling memaafkan”.
Bagaimana dengan Islam, menurut Anda? Apakah Anda ingin menegaskan bahwa Islam pada bagian intinya mengajarkan kebencian (bukannya cinta kasih), pemaksaan agama (bukannya toleransi) dan balas dendam (bukannya saling memaafkan)? Dari mana Anda memperoleh latar belakang informasi itu? Betapa banyak artikel yang tersedia secara bebas di internet yang mengisahkan bahwa Islam adalah agama cinta kasih toleransi dan saling memaafkan, tapi Anda tidak pernah membacanya sebagai bahan renungan Anda. Apa sebenarnya yang Anda inginkan?
Anda melalui artikel Anda ini ingin menjelaskan ke semua orang bahwa Islam hanya mengajarkan kebencian. Tanpa Anda sadari justru kebencian Anda tampak lebih jelas dari apa pun dalam perbuatan Anda di FaithFreedom-org ini! Sementara kebencian yang Anda tuduhkan ada dalam Islam tidak dapat Anda buktikan secara ilmiah. Pernahkan Anda berfikir ke arah sana?
Sekarang tentang Islam.
Bagaimana Anda bisa begitu yakin bahwa kisah membelah bulan dan naik ke langit adalah kisah dongeng yang konyol dalam Islam? Dari perkataan Anda saja saya dapat dengan mudah menebak bahwa Anda bukanlah seorang Muslim, dan tidak faham benar tentang Islam, yang artinya, semua perkataan Anda tentang Islam benar-benar tidak dapat dijadikan hukum kebajikan sama sekali. Ingat, bahkan sri paus pun jika menjelek jelekkan Islam, maka perkataannya tidak akan bernilai apa apa di mata umum. Kalau memang Anda menolak iman Islam (seperti menolak kisah membelah bulan dan naik ke langit), maka sebaiknya Anda tidak usah menilai lagi bahwa Islam adalah agama yang buruk. Islam adalah urusan orang Islam dan Kristen adalah urusan orang Kristen. Itu saja seharusnya sudah cukup, bukan?
Tidak ada yang saya lihat di dalam tulisan Anda, kecuali subjektivisme yang amat sempit dan murahan. Anda berkata, Muhammad adalah “Nabinya yang psikopath narsisis tidak mengerti tentang cinta kasih. Dia hanya mengerti rasa takut”. Dari susunan kata seperti itu sudah dapat ditebak bahwa Anda tidak mengerti Islam dan tidak mau mengerti Islam. Maksud saya, Anda ternyata bukanlah seorang ilmuwan, bukanlah seorang juri yang agung, bukanlah seorang peneliti yang hAndal dalam masalah Anda sendiri. Bukan. Anda hanyalah orang yang mencuri waktunya sendiri untuk melakukan hal hal yang tidak ada gunanya bagi siapa pun.
Apakah Jesus mengerti tentang politik? Apakah Jesus mengerti tentang pengobatan? Apakah Jesus mengerti tentang kehidupan berkeluarga? Apakah Jesus mengerti tentang bagaimana mencintai tanah airnya sendiri? Saya rasa hal hal seperti itu tidak saya jumpai dalam Bible. Kebalikannya, Muhammad mengerti tentang politik, membela keluarga, pengobatan, tentang cara mencintai bangsanya sendiri dan masih banyak lagi. Sekarang Anda menyatakan bahwa Muhammad tidak mengerti cinta kasih. Sedangkan Jesus sendiri tidak mengerti sedikit pun tentang pengobatan, politik, etika berdagang, bagaimana mungkin Jesus menjadi pilihan terbaik?
Baiklah kita katakan bahwa Jesus mengerti cinta kasih, dan hanya mengajarkan cinta kasih. Pertanyaan saya adalah, apakah umat manusia hanya sebatas sekelompok anak kecil yang tidak butuh perniagaan, pAndangan politik, cara cara menghormati bangsanya, cara mengobati yang sakit dan masih banyak lagi permasalahan dalam hidup? Coba Anda renungkan. Dunia sekarang ini berperang melawan korupsi. Muhammad dalam banyak ajarannya menyatakan secara tegas bahwa korupsi adalah haram dan pelakunya akan masuk Neraka. Bagaimana dengan Jesus? Apakah Jesus mempunyai pesan yang sama dengan yang dibawa Muhammad? Apakah cinta kasih semata akan cukup untuk membasmi tindak korupsi?
Buat apa sih cinta kasih harus diajarkan? Buat apa sih mengajarkan anak kecil menangis? Bukankah nanti si kecil akan tahu secara alamiah bagaimana caranya menangis? apakah pernah ada seorang dokter mengajarkan anak yang baru lahir bagaimana caranya menangis yang benar?? Apakah dokter itu kurang kerjaan atau kurang pendidikan? Apakah Anda dapat memahami maksud saya?
Sekarang mari kita membandingkan kehidupan antara Muhammad dan Jesus. Muhammad mempunyai kehidupan yang sempurna yaitu 23 tahun selama ia menjalani tugasnya sebagai nabi. Sementara Jesus hanya sampai tiga tahun, tiga tahun yang amat tidak berdaya karena selama itu Jesus harus hidup sebagai pengemis, tidak mempunyai kekuasaan baik secara politik mau pun social, sahabatnya hanya segelintir, ia tidak kuasa untuk membuat hukum karena ia bukanlah siapa siapa, oleh karena itu ia tidak mengerti hukum dan tidak mengerti tentang konflik dan bagaimana caranya mengatasi konflik. Muhammad mempunyai itu semua.
Sekarang apakah pantas bagi kita untuk membandingkan antara Jesus dengan Muhammad? Atau, mengapa kita harus membandingkan antara Muhammad yang sempurna dalam tugas dan kehidupannya dengan Jesus yang jauh dari sempurna? TIGA tahun! Apa yang kita dapat dari tiga tahun dari seorang yang miskin dan lemah dan tidak mempunyai hak hak sebagai pemimpin? Jesus hanya mempunyai kata kata dalam tiga tahun. Kata kata??? Siapa sih yang tidak bisa memberikan kata kata, hanya kata kata? Gembel di pinggir jalan pun dapat memberi Anda nasehat yang jempolan!! Tidak kah Anda pahami itu?
===========================
Back to Ali Sina,
Berdasarkan semua pertimbangan, sudah jelas merupakan kesalahan besar untuk membandingkan agama Islam dengan agama Kristen. Jikalau agama Kristen tetap bertahan dari segala kritik, tidak begitu nasibnya dengan agama Islam.
Apa pesan2 luhur dalam agama Kristen yang membuatnya layak dipertahankan. Bahkan sebagai seorang atheis dan rasionalis, aku singkirkan segala dongeng khayalan yang meliputi Kristen dan aku menghargai keindahan dan ajaran spiritualnya. Seringkali aku mengutip ajaran Yesus, bukan karena “kekuasaanNya” tapi karena memang ajaran2 ini bagus. “Kasihi tetanggamu”, “ampunilah kesalahan orang lain agar dirimu diampuni pula”, “Kau dilarang berbuat dosa, Kukatakan padamu untuk tidak memikirkan perbuatan dosa karena dengan begitu kau telah berbuat dosa dalam pikiranmu”, “Biarlah dia yang tidak pernah berbuat dosa melemparkan batu pertama”, “Hanya kebenaran yang dapat membuatmu merdeka”, dan banyak lagi. Ini adalah ajaran2 yang luhur. Umat manusia mendapat banyak manfaat dari ajaran ini. Dunia akan jadi tempat yang lebih baik jika ajaran2 ini diterapkan dengan tulus hati.
Kebanyakan agama2 lain seperti Hindu, Buddha, Yudaisme, Sikh, Zoroaster, Baha’i, dll mencampurkan hal2 yang baik dan jelek. Kau dapat membandingkannya sendiri satu sama lain. Banyak kotoran berserakan di sekitarnya, tapi di dalamnya terdapat batu2 permata dan logam2 mulia.
Tiada hal yang baik dalam Islam. Islam adalah kejahatan semata yang dapat langgeng karena rasa takut. Tidak saja ajaran Islam itu jahat, tapi bahkan Muhammad adalah seorang monster. Kau tidak dapat mengatakan hal yang sama terhadap pendiri agama besar lain. Muhammad lebih jahat daripada kebanyakan ketua2 aliran sesat. Dia bisa dibandingkan setara dengan Shoko Asahara dan Charles Manson. Jadi kau lihat bahwa ada perbedaan fundamental antara Islam dan agama lainnya.
==================
Kristentelahkalah says,
Tidak ada yang saya tangkap dari paragraph ini kecuali betapa curangnya dan piciknya Anda dalam menilai Islam. Mengapa Anda begitu yakin bahwa di dalam Islam tidak ada ajaran yang “human friendly”? Anda berkata, “Islam adalah kejahatan semata”.
Coba Anda renungkan.
Sahabat bertanya kepada Muhammad,
siapakah yang harus saya hormati pertama kali?
Muhammad menjawab,
Ibumu (kali pertama).
Lalu siapa lagi?
Ibumu (kali kedua)..
Lalu siapa lagi?
Ibumu (kali ketiga)..
Lalu siapa lagi?
Ayahmu.
Pada kisah ini, Muhammad menempatkan ibu pada posisi yang amat penting. Bagaimana dengan Jesus? Apa pesan Jesus tentang bakti seorang ibu? Sebenarnya apa yang Anda inginkan?
Pada kisah lain, Muhammad berkata,
Jika dua hamba Tuhan bertemu, barang siapa yang pertama kali mengucapkan salam maka dialah yang lebih mulia di mata Tuhan.
Apa komentar Anda mengenai ajaran seperti ini?
Kisah lain, Muhammad berkata,
Malaikat rahmat akan berada beserta dua (atau lebih) hamba Allah, hingga mereka berpisah….
Pada ajaran ini, Allah menekankan betapa pentingnya arti kerukunan dan kebersamaan. Bagaimana dengan ajaran Jesus? Sebenarnya apa yang Anda inginkan?
Kisah lain, Muhammad berkata,
jika dua anak manusia bersekutu untuk berbuat kebajikan, maka Allah adalah Yang ketiganya. Jika tiga anak manusia bersekutu untuk berbuat kebajikan, maka Allah adalah Yang keempatnya.
Pada ajaran ini, Islam menggariskan bahwa Allah selalu bersama dengan orang orang yang berbuat baik. Bagaimana dengan ajaran Jesus? Sebenarnya apa yang Anda inginkan?
Pada kisah lain, Muhammad berkata,
Sebaik baik kamu adalah yang bermanfaat bagi orang banyak.
Bagaimana dengan ajaran Jesus? Sebenarnya apa yang ingin Muhammad katakan supaya Anda merasa benar?
Pada kisah lain, Muhammad berkata,
Bayarlah upah pekerja pekerjamu, sebelum kering keringat mereka.
Bagaimana dengan Jesus? Pernahkah Jesus menunjukkan keadilannya terhadap para pekerja?
Muhammad sudah katakan semuanya. Tapi Anda mempunyai kekurangan dalam hal kecerdasan emosional. Seharusnya Anda meminta pertolongan.
Masih banyak lagi kisah lainnya tentang betapa Muhammad adalah tokoh yang sangat human friendly. Tapi tampaknya permasalahan ada pada pihak Anda. Dan begitu banyaknya kisah Muhammad yang tertulis dengan indah di semua buku yang siapa pun dapat membelinya dengan bebas, tetap itu tidak dapat mempengaruhi Anda. Tidak ada yang ingin Anda katakan kecuali kebencian terhadap Muhammad. Sekarang, dapatkah Anda menjelaskan kepada saya, Muhammad yang mengajarkan kebencian, atau Anda yang memaksakan kebencian Anda terhadap Muhammad kepada lebih banyak orang lagi?
Anda membangga banggakan Jesus, “ampunilah kesalahan orang lain agar dirimu diampuni pula”.
Ada satu hal yang belum Anda pahami, dan sekarang akan saya katakan. Anda suka atau tidak suka, toh justru dunia ini berjalan menurut ajaran Islam, walau pun banyak tempat di dunia ini dihuni oleh orang Kristen, bukan Muslim, dan pada banyak kasus, mereka tidak sadar sama sekali bahwa system yang mereka adopsi berasal dari Islam.
Perhatikan baik baik. Islam berpesan,
“tidak ada dosa bagi kamu untuk menuntut pembalasan, yaitu pembalasan yang setimpal. Namun jika kamu memberi maaf, maka itu lebih baik bagi kamu”.
Message ini menyiratkan, bahwa kita berhak menuntut balas kalau ada yang berbuat keji terhadap kita, sambil Islam juga menegaskan bahwa pemaafan justru lebih disukai. Artinya, Islam memberi hak prerogative kepada korban untuk menuntut balas atau memberi maaf. Islam tidak memaksa umat manusia untuk memberi maaf, karena Tuhan tahu dan sadar akan rasa sakit yang diderita oleh korban sebagai akibat dari kejahatan yang dilakukan orang keji. Islam pun tidak memaksa umatnya untuk menuntut balas.
Singkat kata, message ini memungkinkan adanya lembaga peradilan di dunia. Islam merestui diadakannya lembaga peradilan yang agung di dunia ini.
Di dunia ini, di belahan dunia mana pun, setiap Negara mempunyai lembaga peradilan. Bahkan setiap lembaga peradilan itu diselenggarakan di bawah dan di dalam nama tuhan mereka. Di lembaga peradilan itulah para korban teriak teriak dan nangis nangis meminta agar pelaku kejahatan diberi hukuman seberat beratnya. Keadilan harus ditegakkan.
Sekarang bagaimana pendapat Anda. Kalau pesan Jesus memang memikat dunia, mengapa ada lembaga peradilan di dunia ini? Bukankah Jesus mengajarkan cinta kasih dan pemaafan? Kalau semua orang mentaati pesan Jesus (yaitu cinta kasih dan saling memaafkan), sudah pasti tidak ada lembaga peradilan di dunia ini. Kalau semua orang suka memaafkan atas dasar cinta kasih, buat apa ada lembaga peradilan yang mengusung nama tuhan di dalamnya? Di dalam kerajaan Jesus, lembaga peradilan adalah mustahil!
Tapi kenyataannya lembaga peradilan beranak pinak di dunia ini! Artinya, pesan Islam dijawab oleh dunia dengan gegap gempita karena hanya Islam yang merestui adanya lembaga peradilan berikut dengan para penjagalnya, dan pasti Anda tidak suka dengan hal ini. Apakah Anda terkejut melihat fakta ini? Kalau Anda membenci Islam, seharusnya Anda juga membenci Negara Anda karena menyelenggarakan peradilan, dan sekaligus membenci lembaga peradilannya. Anda munafik!!
Seyakin apa Anda menyatakan bahwa Jesus mengajari pemaafan? Coba perhatikan ayat Bible [Mat 11 : 20 - 24] ini.
11:20 Then began he to upbraid the cities wherein most of his mighty works were done, because they repented not:
11:20 Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya:
==
11:21 Woe unto thee, Chorazin! woe unto thee, Bethsaida! for if the mighty works, which were done in you, had been done in Tyre and Sidon, they would have repented long ago in sackcloth and ashes.
11:21 "Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.
==
11:22 But I say unto you, It shall be more tolerable for Tyre and Sidon at the day of judgment, than for you.
11:22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.
==
11:23 And thou, Capernaum, which art exalted unto heaven, shalt be brought down to hell: for if the mighty works, which have been done in thee, had been done in Sodom, it would have remained until this day.
11:23 Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini.
==
11:24 But I say unto you, That it shall be more tolerable for the land of Sodom in the day of judgment, than for thee.
11:24 Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu."
Di ayat ini, khususnya,
[Mat 11:20. Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya: ], …..
Anda dapat membaca di ayat tersebut bahwa Jesus adalah pribadi pendendam, suka memaksakan kehendak, dan tidak menghargai hak orang untuk mengatur diri mereka sendiri. Apa komentar Anda?
Tidak dapatkah jesus menampakkan kasih sayang dan toleransinya untuk Khorazin, Betsaida, dan kapernaum? Dan tidak dapatkah jesus memohonkan ampun untuk kota kota tirus sidon dan Sodom supaya kota itu tidak binasa dalam amarah tuhan?
Coba Anda perhitungkan. Kalau saja saat itu Jesus mempunyai bala tentara, pastilah Jesus sudah menggempur kota kota yang menolak misinya. Bagaimana Anda bisa berkata bahwa Jesus tidak akan menggunakan militer, sementara ayat di atas dengan jelas menunjukkan pemaksaan Jesus atas penduduk kota betsaida Chorazin dan kapernaum untuk menjadi pengikutnya?
Jesus berkata,
“biarlah mereka yang tidak berdosa menjadi pertama yang melempar batu (menjadi sebagai algojo)”.
Dalam ajaran jesus ini, hanya orang yang bersih dari dosa saja yang dapat menjadi algojo.
Semua Negara mempunyai lembaga peradilan. Semua lembaga peradilan pasti akan berakhir dengan eksekusi. Eksekusi akan menjadi tAnda bahwa keadilan sudah ditegakkan. Eksekusi butuh algojo. Tidak ada Negara yang mempertanyakan kesalehan para algojo, suci atau banyak dosa, tetap para algojo akan diminta oleh Negara untuk menjalankan eksekusi pengadilan.
Algojo adalah manusia belaka seperti Anda dan saya, yang banyak dosa. Kalau hanya orang yang suci dari dosa yang boleh menjadi algojo, maka tidak akan ada eksekusi di dunia ini, dan kemudian tidak akan ada pengadilan di dunia ini, dan akhirnya tidak akan ada keadilan di dunia ini. Akhirnya hanya akan ada kekacauan dan kekanibalan karena hukum sudah tidak bekerja.
Sekarang, di mana letak indahnya ajaran Jesus, “biarlah mereka yang tidak berdosa menjadi pertama yang melempar batu (menjadi sebagai algojo)”. ???
Jesus yang bodoh, atau Anda yang bodoh, atau saya yang bodoh, atau semua Muslim yang bodoh??? Bisakah Anda menjawab saya??
Islam datang ke dunia ini dengan salah satu misinya untuk membersihkan nama Jesus. Semua perkataan perkataan yang tolol yang ada dalam Bible, seperti yang Anda kutip itu, bukanlah berasal dari Jesus. Tidak mungkin Jesus melarang perajaman sebagai hukuman, tidak mungkin Jesus mewajibkan pemberian maaf, dan tidak mungkin Jesus berkata bahwa yang suci lah yang akan melempar batu untuk pertama kalinya.
Pada titik tertentu dalam paragraph Anda, Anda menulis,
“Umat manusia mendapat banyak manfaat dari ajaran ini”.
Di manakah letak kekuatan dari pernyataan Anda itu? Umat manusia justru mengadakan lembaga peradilan, yang direstui Islam, dan ditentang oleh Bible. Umat manusia justru membutuhkan para algojo yang kesuciannya tidak dipermasalahkan oleh Negara, sesuatu yang ditentang oleh Bible. Manfaat yang mana?
Lebih parah lagi, Anda berkata, “atheis dan rasionalis”.
Jadi, Anda seorang atheist dan mengaku rasionalis?
Apakah pantas seorang manusia menjadi atheis di dunia ini? Dan apakah pantas kata kata seorang atheis didengar oleh dunia, khususnya bagi mereka yang percaya kepada Tuhan? Seseorang tidak akan menjadi atheis kecuali dia mempunyai kekacauan menahun dalam system berfikirnya. Seorang individu yang mempunyai kesehatan mental mustahil menjadi atheis.
Lantas, mengapa Anda memilih untuk menjadi atheis? Apakah alasan Anda untuk menolak mengakui adanya Tuhan? Bagaimana Anda bisa menjelaskan kepada saya bahwa Tuhan itu tidak ada? Apakah Anda yang atheis adalah lebih baik dari saya yang mengakui Tuhan? Bagaimana Anda bisa menjelaskan kepada saya bahwa atheisme adalah suatu kebajikan? Apakah yang membuat beda antara saya berkata kata dengan seorang gila dengan seorang atheis?
Kemudian Anda mengaku rasionalis.
Saya tidak tahu di mana letak rasionalitas seseorang yang tidak mengakui Tuhan. Apakah rasional untuk berkata bahwa Tuhan tidak ada? Dari hal hal seperti ini saja sudah jelas bahwa perkataan dan fikiran Anda benar benar tidak layak untuk didengar.
Mengapa Anda menuntut semua Muslim untuk mendengar perkataan Anda yang atheis, suatu kata yang berarti tidak mengakui akan adanya Tuhan?
===================
Back to Ali Sina,
Kita tidak dapat meniadakan agama. Pada umumnya manusia butuh untuk percaya pada hal yang supernatural. Manusia perlu diyakinkan bahwa nasibnya tidak hanya berakhir di dunia ini dan bahwa dia nantinya akan bergabung kembali dengan orang2 yang dikasihinya. Pikiran bahwa nantinya setelah mati manusia lenyap ke alam hampa tidaklah menyenangkan. Tahun lalu ditemukan sisa2 manusia yang berusia 10.000 tahun. Di sebelahnya terdapat kuburan kucingnya. Ini menunjukkan bahwa kucing bukan hanya kawan manusia yang setia untuk jangka waktu yang lama, tapi juga menunjukkan bahwa kita sebagai manusia percaya ada kehidupan setelah mati. Manusia mampu untuk berpikir dan membuat konsep pemikiran. Orang ini tentunya memerintahkan agar kucingnya yang malang dikubur dengannya sehingga dia tidak kesepian di dunia selanjutnya.
Aku percaya agama2 akan terus ada berabad-abad atau beribu tahun seterusnya. Mungkin agama2 ini akan berubah dan beradaptasi sesuai perubahan waktu. Tapi lain halnya dengan Islam. Islam bukanlah agama tapi adalah gerakan politik dalam selubung agama. Islam menjanjikan kehidupan di alam baka untuk membujuk para pengikutnya mengobarkan perang, membunuh dan dibunuh dengan suka hati dan untuk mengembangkan ambisi megalomaniak pemimpinnya yang sinting. Adalah mudah untuk mengalahkan Islam. Yang perlu kita lakukan hanyalah memberitahu tentang kebenaran. Yang perlu kita lakukan adalah memperlihatkan fondasinya, menyingkirkan pasir2 yang menutupi di bawahnya dan dengan sendirinya Islam nantinya akan runtuh. Kristen dan agama2 lain berakar dari kebajikan. Fondasi agama2 ini kokoh. Tapi Islam tidak punya fondasi seperti itu. Fondasinya hanyalah kebohongan semata dan kejahatan yang murni.
Muslim mengetahui bahwa Islam akan runtuh jika dibuka kebusukannya. Di alam bawah sadarnya, Muslim tahu bahwa Islam adalah bohong melulu dan tidak dapat dipertahankan secara logika. Inilah sebabnya jika kau mengritik Islam, para Muslim jadi panik. Kau dapat mengritik agama2 lain, tapi yang bisa kau lakukan hanyalah menghancurkan ketakhayulan dan kekeliruannya. Fondasi dari agama2 ini tetap kokoh. Bahkan sebaliknya, agama2 ini malah berkembang lebih baik dengan adanya kritik2 tsb dan meninggalkan prinsip2 yang tadinya keliru. Agama2 ini beradaptasi sesuai dengan perubahan jaman. Praktek2 jahat Sati dalam Hinduisme, perajaman dalam Yudaisme dan penyelidikan dalam Kristen merupakan hal2 yang terjadi di masa lalu saja.
=================
Kristentelahkalah says,
Tidak ada yang penting dalam paragraph ini. Yang ada hanyalah perkataan seorang atheis yang tidak mengerti tentang Islam yang dinyatakan secara subjektif. Di luar sana, masih banyak atheis yang menghormati Islam. Maka apakah keistimewaan dari Ali sina ini? Anda bukanlah seorang ilmuwan, bukanlah seorang peneliti, bukan juga seorang paus roma.
Anda pun menulis,
“Manusia perlu diyakinkan bahwa nasibnya tidak hanya berakhir di dunia ini dan bahwa dia nantinya akan bergabung kembali dengan orang2 yang dikasihinya.”.
Pada paragraph ini Anda mengakui bahwa manusia butuh agama. Sementara di pihak lain Anda menolak agama dan menolak mengakui adanya Tuhan dengan cara menjadi seorang atheis alias anti Tuhan. Bukankah ada kontradiksi cara berfikir yang amat konyol dalam paragraph ini? Bagaimana Anda bisa hidup dan berfikir secara benar sementara kontradiksi pemikiran masih memenuhi otak Anda? Dan sekarang tiba tiba Anda menghujat Islam melalui cara Anda berfikir. Tidak kah Anda mempunyai malu sedikit pun? Mengurus diri dan cara berfikir Anda sendiri saja Anda tidak mampu. Nah sekarang Anda menghujat Islam seolah Anda tahu segala galanya di dunia ini?
****
Anda berkata, …..”membunuh dan dibunuh dengan suka hati dan untuk mengembangkan ambisi megalomaniak pemimpinnya (yaitu Muhammad) yang sinting”.
Coba Anda renungkan. Jesus mengajarkan kasih sayang sementara ia mengutuk dan mengecam serta memaksakan kehendaknya atas kota betsaida chorazin dan kapernaum hanya karena kota kota itu menolak ajakannya untuk menjadi orang Kristen. Tiba tiba dikatakan kepada kita bahwa jesus mengajarkan cinta kasih dan pemaafan.
jesus menolak untuk mendoakan keselamatan (pemaafan) untuk kota kota tirus Sodom dan sidon padahal sebenarnya sebagai anak tuhan semestinya jesus bisa dan bersedia (Mat 11:22, Mat 11:24).
Jesus mengajarkan bahwa hanya orang yang bersih dari dosa yang dapat menjadi algojo.
Di laih pihak, Muhammad dalam Islam mengajarkan bahwa semua orang akan menanggung akibat dari perbuatan sendiri, dan pemaafan atas dirinya tergantung dari usahanya sendiri. Muhammad mengajarkan bahwa keberadaan algojo amat mutlak dan mustahil ada individu yang bersih dari dosa sehingga hanya dia yang layak untuk dijadikan algojo. Muhammad mengajarkan bahwa tidak memberi maaf adalah dapat dimengerti oleh tuhan dan menuntut balas mendapat restu dari tuhan selama pembalasan itu setimpal, hal mana itu melAndasi eksistensi pengadilan di semua Negara.
Sekarang bisakah Anda menjelaskan, siapa sebenarnya yang sinting, Muhammad atau jesus?.
Paragraph Anda ini hanya menyatakan bahwa Islam identik dengan kekerasan dan kebencian. Di bagian atas tulisan saya, sudah saya kemukakan betapa Muhammad adalah nabi yang amat human friendly. Kesalahan ada pada pihak Anda. Dan itu sangat jelas. Orang bodoh sekali pun akan segera dapat mengetahui bahwa Anda mempunyai kekacauan dalam cara berfikir. Satu pihak Anda mengakui bahwa manusia butuh agama, sementara di pihak lain Anda menentang keberadaan Tuhan. Memalukan.
Di satu pihak Anda menyatakan bahwa Anda adalah atheis. Namun di pihak lain, Anda mengakui bahwa manusia butuh agama, melalui paragraph Anda tentang kuburan kucing. Mengapa Anda begitu sulit untuk diri Anda sendiri untuk dapat diuraikan? apakah pendirian Anda yang membenci Islam itu pantas untuk didengar, sementara Anda sendiri tidak dapat mengatasi permasalahan Anda sendiri?
Sudah berabad abad lamanya orang asing berkata bahwa kelak Islam akan musnah di muka bumi ini. Kenyataannya Islam masih bertahan ribuan tahun sejak orang asing itu mengatakan hal tersebut. Anda pun berkata, “adalah mudah untuk mengalahkan Islam”.
Apakah Anda punya bukti? Sudah ribuan orang sejak jaman dahulu kala selalu menyatakan bahwa adalah mudah untuk mengalahkan Islam. Namun kenyataannya Islam masih eksis hingga kini dengan begitu banyak pengikut. Mustahil Anda benar dengan keyakinan Anda tersebut. Mengapa Anda berfikir bahwa Anda adalah satu satunya orang yang berfikir demikian?
Anda menganjurkan untuk memperlihatkan fondasi (kekejian) Islam ke orang asing sehingga dengan demikian Islam akan runtuh pada akhirnya. Kebalikannya, semakin banyak orang yang mengetahui fondasi Islam, maka akan semakin banyak orang yang tertarik kepada Islam. Anda meleset. Perbuatlah oleh Anda dan teman teman Anda untuk memperlihatkan fondasi (kekejian) Islam ke lebih banyak orang asing, maka tanpa Anda sadari Anda telah membantu penyebaran Islam. Hal ini memang sudah terbukti. Tahukah Anda mengapa di muka bumi ini masih banyak non Muslim? Bukan karena mereka menolak Islam secara sadar, namun karena mereka belum berkenalan langsung dengan Islam. Kalau mereka sudah berkenalan langsung dengan Islam pastilah akan lebih banyak individu yang memeluk Islam. Anda lupa?
Cobalah Anda perbuat dengan teman teman Anda untuk menyebarkan fondasi Islam yang jahat dan keji ke lebih banyak orang – dengan tujuan untuk memusnahkan Islam. Selama Anda melakukannya hanya dengan menjelaskan bagian Islam yang Anda benci seperti menjelek jelekkan Islam, Anda hanya akan terlihat seperti orang sakit dan ketakutan akan kebesaran Islam. Satu hal yang belum Anda ketahui, Anda adalah orang yang kelewat panic dengan kenyataan bahwa Islam adalah satu satunya agama yang paling menentang atheisme. Anda menyatakannya secara terbalik.
Anda sekarang focus pada kegiatan untuk menyebarkan kejelekan kejelekan Islam ke lebih banyak orang dengan target bahwa kelak nanti semua orang akan membenci Islam dan pada akhirnya Islam akan musnah. Bukan kah itu berarti Anda sedang menipu banyak orang dengan tujuan supaya seluruh dunia menuruti kehendak Anda untuk meninggalkan Islam dan menciptakan dunia atheis yang jaya? Mengapa Anda tidak putuskan untuk menjelaskan kejelekan Islam kepada semua orang YANG DIBARENGI DENGAN menjelaskan keagungan Islam kepada mereka, dengan dilAndasi pemikiran bahwa semua orang (siapa pun dia, termasuk Anda dan saya) BERHAK untuk mendapatkan informasi yang utuh dan representative? Hak atas informasi yang utuh dan representative adalah hak azasi manusia, siapa pun tidak boleh melanggarnya. Anda lupa?
eharusnya yang Anda lakukan adalah, Anda menyajikan informasi yang negative tentang Islam kepada semua orang, sambil Anda menambahkan informasi yang positif tentang Islam SECARA UTUH, kemudian Anda mengijinkan semua orang tersebut untuk memutuskan penilaian mereka sendiri tentang Islam tanpa ada unsur paksaan dan campur tangan dari pihak Anda.
Kalau Anda mempunyai jiwa yang sehat tentunya Anda akan malu terhadap diri Anda sendiri. Ketika Anda menyebarkan kejelekan Islam TANPA MENJELASKAN ISLAM SECARA KESELURUHAN, berarti yang terjadi sebenarnya adalah Anda yang menipu orang banyak, bukan Islam yang menipu Anda dan orang banyak. Sadarkah Anda akan hal itu? Mengapa Anda ingin memaksakan penilaian Anda untuk dijadikan satu satunya hal penting bagi orang lain? Apakah orang lain tidak berhak untuk menilai segala sesuatu?
Anda selalu menolak untuk berdebat dengan pihak Muslim mengenai hal hal teologis keagamaan. Dan Anda hanya berani untuk menampilkan sisi keras dari Islam. Anda tahu kalau Anda berdebat dengan individu Muslim mengenai teologi Islam, pasti Anda akan kalah. Dan tidak ada yang dapat Anda lakukan kecuali
1. menghindari berdebat teologi keIslaman karena Anda pasti akan kalah, dan kebalikannya akan terbukti bahwa Islam berisi kebenaran yag kokoh, suatu hal yang paling Anda benci secara psikopat dan tidak waras.
2. membuat artikel sebanyak mungkin untuk menginformasikan kepada lebih banyak orang tentang kekerasan dalam Islam
3. mengupayakan segala cara untuk memaksakan penilaian Anda yang negative kepada orang lain.
Anda benar benar sakit.
Ingin saya tegaskan, bahwa Anda lah yang mempunyai masalah. Bukan Islam.
@Muslim mengetahui bahwa Islam akan runtuh jika dibuka kebusukannya -> Suatu saat Anda akan malu bahwa Anda pernah mengatakan hal ini. Percayalah, pada hari kematian Anda, beberapa menit sebelum Anda wafat, Anda akan melihat bahwa Islam masih eksis di muka bumi ini. Itu hanya akan membuat kematian Anda lebih sakit dan berat. Anda tinggal menunggu waktu saja kapan datangnya kematian Anda yang menyakitkan tersebut. Tiga tahun lagi? 7 tahun lagi? Tiga belas tahun lagi? Berapa pun waktu yang Anda butuhkan untuk mati, Islam masih akan berada di sana untuk membuat kematian Anda lebih menyeramkan. Kecuali Anda bertobat dan menyerahkan diri Anda kepada Allah. Tidak ada pilihan lain.
Atau mungkin Anda akan berdalih, bahwa kemusnahan Islam pasti akan terjadi walau Anda sudah wafat. Saya akan berkata, apa yang terjadi sesudah Anda wafat, bukan urusan Anda. Urus saja hidup Anda yang menyedihkan itu. Tidak bisakah Anda berfikir secara lebih sehat dan wajar?