. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

A SINA: berbuat baik jika tidak ada 'hidup' sesudah mati?

SAMBUTAN, PENJELASAN, artikel dan debat dari PENDIRI SITUS; ALI SINA. Artikel2 A Sina lainnya masih bisa ditemukan dalam Ruang REFERENSI sesuai dgn topiknya.

A SINA: berbuat baik jika tidak ada 'hidup' sesudah mati?

Postby pod-rock » Sat Jun 30, 2007 6:46 pm

Untuk apa berbuat baik jika tidak ada 'hidup' sesudah mati?

http://www.faithfreedom.org/Articles/sina70628.htm
Oleh Ali Sina

Ini adalah sambungan dari pertukaran <a>email dengan Dr. Sohail </a>

Saya percaya islam adalah agama terbaik didunia dan Nabi Muhammad (pbuh) adalah utusan terakhir Allah yang asli. (Tenang saja, saya tidak mau memulai debat!)

Sebelum saya masuk ikut diskusi dengan anda tentang islam, ini ada pertanyaan mudah utk anda jawab (tolong jangan salah kutip atau salah tafsir tulisan saya):
Sejauh yang saya tahu, anda adalah seorang ateis, artinya anda tidak percaya adanya Tuhan dan kita semua tahu bahwa manusia akan mati … JIKA, MISALKAN SAJA, saya setuju dengan anda, apapun yang anda katakan tentang Islam itu benar lalu bisa tidak anda katakan apa yang anda percayai akan terjadi pada anda setelah mati?


A SINA :
Saya tidak tahu apa yang terjadi pada kita setelah mati nanti. Kemungkinan besar kita akan musnah begitu saja. Apa mungkin ada sebuah realitas utk kita tinggali setelah kita mati? Tak seorangpun yakin akan itu dan saya bilang kemungkinan jawabannya adalah ‘tidak’. Banyak sekali hal2 yang tidak diketahui oleh kita, manusia. Mungkinkah dunia ini jauh lebih kompleks dari yang nampak ? Mungkinkah ada dunia lain dengan dimensi paralel berbeda dengan kita yang kita tidak ketahui?
Kalaupun dunia demikian itu ada, kita tidak punya bukti dan dg demikian hal itu cuma spekulasi saja. Tidaklah bijak utk menggantungkan hidup kita pada hal2 yang bersifat spekulasi. Tapi ada satu kehidupan yang kita bisa pastikan, dan itu adalah kehidupan yang sekarang. Kita harus maksimalkan kehidupan ini.

Cara terbaik utk memaksimalkan hidup adalah dengan membuat spesies kita maju. Kita manusia adalah mahluk sosial. Kebahagiaan kita tergantung pada kebahagiaan orang2 lain. Alam telah membuat kita sedemikian sehingga kenikmatan terbesar yg kita rasakan adalah dengan memberi dan menolong pihak lain. Mereka yang menolong pihak lain melakukannya karena mereka merasa nikmat menolong. Tidak ada kenikmatan yang lebih besar daripada perbuatan membuat orang lain bahagia. Binatang punya dorongan alami utk memberi dan melindungi anak2 mereka. Diluar itu, kecuali spesies2 tertentu, binatang tidak punya rasa empati yang begitu besar.

Sebuah studi menunjukkan bahwa daerah pada otak yang berhubungan dengan pemikiran level-tertinggi, empathy (empati),* dan rasa bersalah, kurang dipakai oleh para remaja. Waktu mempertimbangkan sebuah tindakan, Medial Prefrontal Cortex pada anak remaja, yang bertempat pada otak bagian depan, tidak mendapat rangsangan sebanyak orang dewasa. Empati menjadi bagian dasar dari sifat alami manusia yang membuat orang peduli pada pihak lain. Studi ini menunjukkan bahwa empati adalah sebuah tingkah laku yang dipelajari yang berkembang dalam diri manusia seraya ia berangkat tua.

(*empathy: kemampuan merasakan kebahagiaan/derita orang lain)

Studi lain menunjukkan bahwa kerusakan pada otak membatasi rasa empati ini. Ketika ditanya apa mereka akan membunuh seseorang utk tujuan yang lebih besar, seperti menyelamatkan orang yang lebih banyak, mereka yang otaknya rusak sering menjawab positif sementara yang normal otaknya tidak mau membunuh satu orangpun meski utk tujuan yang lebih besar. Menurut Dr. Antonio Damasio, salah seorang ketua studi, “Bagian dari moral tingkah laku kita ditempatkan … dalam bagian khusus pada otak kita,”

Beberapa budaya terlihat lebih empati dibanding budaya lainnya. Yang paling atas dalam daftar itu adalah Hindu dan orang2 Barat. Paling bawah dalam daftar adalah para muslim pada umumnya, apapun ras atau kebangsaan mereka. Ini jelas dapat dilihat dari email2 yang mereka kirim pada saya, (banyak yang sudah dipublikasikan disitus ini). Mereka sering merasionalisasi kesakitan dan penderitaan mereka yg disebabkan oleh orang non- muslim, menyebut2 Abu Ghraib, Hiroshima, Palestina dan topik2 tak nyambung lainnya utk membenarkan kekejian mereka sendiri. Para muslim tidak merasakan sakit yang dirasakan sesama muslim. Mereka terus menerus berperang dan mengucurkan darah masing2. Kepercayaan islami itu sendiri bahwa Tuhan akan membakar non muslim selama2nya, dan ketidakmampuan mereka melihat hal2 yang tidak adil sudah pasti menunjukkan kekurangan empati mereka.

Memang kita tidak bisa asumsi bahwa sbg sebuah kelompok, Muslim sudah rusak semua otaknya. Tapi, cukup adil utk berkata bahwa tingkat empati mereka sebanding dengan yang otaknya rusak. Jadi bagaimana kita bisa mengerti kekurangan empati para muslim secara umum? Teka-teki ini bisa dijelaskan lewat penemuan2 studi lainnya.

Sebuah team ilmuwan Neuro Social-cognitive dari Amerika dan Perancis telah mengidentifikasi jaringan region otak yang terlibat dalam tingkah laku ‘meniru-niru/peniruan’ pada manusia. Maksud dari riset ini adalah utk menemukan dasar otak dari interaksi sosial manusia, khususnya empati. Team ini dikepalai oleh ilmuwan syaraf Jean Decety dari Institut de la Santé et de la Recherche Médicale di Perancis dan ilmuwan tamu dari University of Washington 's Center for Mind, Brain & Learning, and developmental psychology, psikolog Andrew Meltzoff, wakil direktur dari pusat penelitian tsb.

Studi mereka menunjukkan bahwa empati dipelajari lewat peniruan. “Pekerjaan ini penting karena peniruan adalah sebuah prosedur alami. Kita tidak belajar meniru. Karena sudah menjadi bagian dari sifat biologis kita dan kita lahir utk meniru,” kata Decety.

Anak2 belajar empati jika mereka melihat empati itu. Salah sekali mengasumsukan semua budaya itu sama atau percaya kebohongan bahwa semua orang itu sama dan jahat dan baik itu tersebar sama banyaknya diantara semua bangsa. Ada bangsa yang betul2 lebih baik dari bangsa lain. Ada masyarakat yang pada umumnya kurang rasa empatinya. Dalam masyarakat Barat, orang baik adalah yang normal dan orang jahat adalah pengecualian. Dlm masy Muslim justru terjadi
yang sebaliknya. Ini tidak masuk akal, karena kita secara genetis semuanya dibuat dari bahan dan spesies yang sama. Yang berbeda hanyalah pendidikan, sistem kepercayaan dan etos (etika).

Orang2 Barat banyak yang menyumbang badan2 amal, meski mereka itu tidak kaya sekalipun. Orang2 Muslim umumnya tidak menyumbang kecuali jika mereka percaya akan diberi pahala utk itu diakhirat nanti. Badan2 amal islam tidak ditujukan utk menolong orang miskin tapi utk mempromosikan islam, seperti membangun mesjid, mencetak Quran dan membagikannya dengan gratis, atau mendanai orang2 melakukan teror jihad. Hal2 inilah yang dimaksud amal oleh muslim. Para muslim juga memberi pada orang2 miskin. Tapi, niatnya bukan utk memperbaiki nasib si miskin itu tapi utk mendapat kenikmatan Allah dan diberi pahala diakhirat nanti.

Saya ingat pernah tinggal dirumah bibi dan seorang pengemis meminta2. Bibi saya kedapur memberi roti isi keju. Tapi sebelumnya dia putar2 dulu makanan itu diatas kepala saya. Saya tahu pasti kenapa dia lakukan itu. Menurut sistem kepercayaannya dengan memutar2 makanan dikepala seseorang bisa mengambil aura tidak sehat pada orang itu dan memberikannya pada sipengemis.

Saat kecil saya percaya ini benar dan merasa bersalah. Saya tidak mau orang lain mendapatkan penderitaan saya hanya karena dia butuh makan. Amal demikian ini disebut Sedekah. Niat sedekah adalah membuang hal2 jahat dan memberikannya pada orang lain.

Sebuah masyarakat secara keseluruhan bisa saja tidak punya empati, jika etos dari masyarakat itu tidak mendorong dan memajukan empati lewat pengajaran dan peniruan orang2 dlm masyarakat tsb. Evolusi empati pada orang Barat terjadi baru2 ini saja. Seratus tahun lalu orang Barat tidak peduli dalam melakukan kolonisasi bangsa lain, menundukkan mereka dan mengeksploitasi mereka. Perang opium antara Inggris dan China juga karena kurangnya rasa empati orang Eropa terhadap orang lain. Contoh lain adalah apa yang dilakukan Jerman 60 tahun lalu. Tapi, pastilah baik orang Jerman maupun orang Inggris sekarang tidak akan membiarkan pemerintahannya melakukan tindakan2 demikian lagi pada kemanusiaan. Etos orang2 ini telah berubah dan hasilnya tingkat rasa empati mereka juga berubah.

Banyak mantan muslim bilang, sebelum menolak islam mereka tidak punya empati akan penderitaan non muslim dan bahkan ada yang mengaku mereka gembira ketika mendengar bencana 11 Sept 2001 yang membunuh ribuan kafir. Bahkan orang2 Barat, yang masuk islam juga kehilangan empati mereka. Yvonne Riddley, Jurnalis BBC yang masuk islam, memberikan dukungannya pada teroris dan membenarkan tindakan pembunuhan orang tak bersalah termasuk anak2 di Beslan. Joseph Cohen, seorang yahudi yang ganti nama jadi Yusuf Khattab setelah masuk islam, juga mengungkapkan rasa setujunya utk membunuhi orang israel, termasuk anak2.

Jelas kita bisa mengembangkan atau kehilangan empati lewat pendidikan dan kepercayaan. Malah sangat mengherankan betapa cepatnya orang mendapatkan atau kehilangan empati. Saya tidak merasakan penderitaan atau sedih mendengar kematian Musab al Zarqawi yang mengerikan, teroris Yordania yang membunuh lebih dari seribu orang di Irak, tidak juga sedih ketika Saddam Hussein digantung. Saya akui saya bahkan merasa lega, dan berita kematian mereka terasa enak terdengar. Perasaan ini terasa asing dan aneh bagi saya. Saya sering merasakan derita orang lain, tidak dalam pikiran saja tapi bahkan dalam tubuh saya. Melihat gambar wanita yang dilempari batu membuat badan saya sakit, seakan juga terkena batu. Meski ada sensor utk video penyembelihan manusia, saya juga tidak tega menontonnya. Saya merasakan pisau ditenggorokan dan saya harus menyetop video itu atau menutup mata.

Satu2nya jalan utk menjelaskan standar ganda ini adalah kita manusia mestilah punya kemampuan utk mematikan atau menyalakan empati sekehendak kita. Jika para teroris terbunuh, saya benarkan kematian mereka dan merasa nyaman. Ketika orang tak bersalah terbunuh, saya merasa terganggu dan empati pada mereka. Ini pilihan yang saya ambil.

Para muslim yang merasa ada dipihak berseberangan dan simpati pada teroris, merasakan empati pada mereka sambil berjingkrak2 saat orang tak bersalah terbunuh. Yang memisahkan orang baik dengan orang jahat adalah tujuan yang mereka peluk dan karena definisi baik dan jahat pada tiap orang berbeda2, orang melakukan kejahatan dengan nurani yang jernih setelah mereka memeluk ideologi yang jahat.

Ini membuat masalah kita sangat jelas. Ideologi jahatlah yang membuat orang menjadi binatang haus darah dan pembunuh tanpa perasaan. Ideologi inilah yang harus kita perangi dan musnahkan. Orang2 itu sama dimana-mana. Kita semua terlahir tanpa dosa. Apa yang membuat kita berbeda dengan sistem kepercayaan kita.

Anak2 muslim dibesarkan dengan kebencian pada non muslim, khususnya Yahudi. Bahkan muslim ‘moderat’ seperti Dr. Mahathir, bekas perdana mentri Malaysia, yang mungkin pernah berjabatan tangan dengan yahudi, begitu penuh kebencian dalam pidatonya yang ditujukan pada semua pemimpin muslim dunia, menyalahkan orang yahudi atas segala yang salah didunia muslim. Ketika anak2 besar dilingkungan yang penuh kebencian, cuma sedikit saja ruang yg tersisa bagi empati. Hasilnya para muslim tidak punya empati.

Empati membuat kita merasakan bukan hanya penderitaan orang lain, tapi juga kebahagiaan mereka. Benar kan jika melihat orang lain bahagia karena kita otomatis membuat kita bahagia pula? Kebalikannya juga
benar. Melihat orang lain menderita membuat kita sedih dan khawatir. Mereka yang punya tingkat empati tinggi bisa merasakan kebahagiaan orang lain. Inilah inti masalahnya.

Kenapa kita harus berbuat baik satu sama lain, menolong orang lain dan berjuang membawa kebahagiaan pada hidup orang lain, jika tidak ada neraka dan surga? Jawabannya adalah bahwa sekali kita sudah mengembangkan empati, kita tidak perlu hadiah2, kompensasi2 akan kebaikan2 kita.

Fakta bahwa kebaikan kita membuat orang lain tertolong dan membuat mereka bahagia itu sudah jadi pahala sendiri. Kebahagiaan orang lainlah yang membuat kita bahagia. Banyak orang tidak tahu Nazanin, gadis Iran yang dihukum gantung oleh pengadilan Islam karena membela diri dari perkosaan, dan menyebabkan pemerkosanya mati. Orang2 merasakan penderitaan dia dan mulai pawai utk menimbulkan kesadaran publik terhadap pembelaannya dan meminta kebebasan baginya. Dibawah tekanan dunia, pengadilan iran goyah dan membebaskannya.

Senyumnya setelah mendapatkan kebebasan membawa kebahagiaan dihati semua yang berjuang baginya. Saya merasa terharu dan menangis bahagia meski saya tidak kenal gadis muda ini. Ini yang disebut empati. Kita merasakan sakit orang lain dan bahagia melihat kebahagian mereka. Tidak ada pahala lain diperlukan utk ini. Pahalanya sudah langsung kita dapatkan dan sudah ada dalam perbuatan kita itu sendiri.

Jadi, kenapa kita harus berbuat baik satu sama lain? Karena membuat kita merasa enak, nyaman, baik. Itu saja. Pahala dan hukuman bagi tindakan kita ada disana didunia ini dalam tindakan2 kita sendiri.

Bagaimana dengan orang yang tidak punya empati, seperti para kriminal, yang otaknya rusak dan para muslim? Para kriminal dan otak rusak, mereka adalah sebuah kecelakaan. Para muslim harus dicabut dari kepercayaan cult mereka. Selama mereka masih menjadi Muhamadan (pemuja muhamad) dan sampai tingkat tertentu mengikuti nabi gila itu, tidak ada bedanya antara muslim dengan kriminal atau orang otak rusak. Tindakan2 para teroris adalah kesaksian nyata dari pernyataan ini.

Kita suka atau tidak, kita merasa PC (Politically Correct) atau tidak, kita harus terima fakta bahwa muslim, dan disini yg saya maksudkan adalah muslim yang benar2 percaya dan mempraktekan ajaran2 sebenarnya, yang kemesjid dan mengisi benak mereka dengan khotbah2 beracun, cuma punya sedikit sekali empati bagi umat manusia. Yang membedakan kita manusia dari bentuk terhina makhluk hidup adalah empati.

Empati bisa dipelajari dan bisa dinyala-matikan. Sekali muslim meninggalkan islam mereka akan mendapatkan empati dengan cepatnya. Mendadak mereka bisa melihat manusia lain sebagai sesama umat manusia seperti dia dan merasakan penderitaan dan kebahagiaan mereka. Kebalikannya juga, sekali seorang non muslim masuk dalam jebakan islam, tidak makan waktu lama bagi dia utk mulai membenci tiap orang dan tiap hal.

Dante menjelaskan neraka sebagai sebuah tempat dimana harapan itu tidak ada. Saya setuju dengan penjelasan demikian dan ingin menambahkan. Neraka adalah suatu tempat dimana tidak ada cinta. Dengan definisi ini, para muslim tinggal di neraka. Mereka bangun tiap pagi dan tidur dimalam hari tanpa merasakan apapun kecuali kebencian pada umat manusia. Sebuah kebencian yang timbul dari kebohongan2, begitu kuat hingga mampu membuat mereka bunuh diri utk melakukan pembalasan dendam. Inilah neraka.

Kita manusia saling sayang satu sama lain. Ketahanan hidup kita sebagai spesies tergantung pada hal itu. Dg demikian, empati adalah hal alami dan sebuah keharusan dalam hidup sebagai manusia. Dengan memberi, kita memperkaya hidup kita. Memberi mengesahkan rasa kemanusiaan kita dan membuat kita lengkap. Kita merasa kenikmatan dalam meberi, menolong, membuat orang lain bahagia dan mengangkat penderitaan orang lain. Ini sangat alami bagi kita manusia, kecuali jika kita kehilangan hal itu lewat indoktrinasi iblis.

Orang tidak perlu agama atau kepercayaan utk punya empati karena sudah menjadi bagian dari evolusi kita, sama seperti kecerdasan. Tapi, seperti kecerdasan juga perlu di pupuk utk berkembang. Karena agama adalah pengungkapan dari hal2 yang mulia dan baik bagi kita manusia, kebanyakan agama2 menegaskan aspek ini dalam kemanusiaan kita dan mendorong kita utk memberi, mencintai dan menolong. Meskipun demikian, salah jika mengasumsikan bahwa karena agamalah kita punya empati. Yang benar adalah kebalikannya. Agama mengadopsi apa yang sudah ada dalam manusia dan menjadi bagian dari evolusi kita seperti kecerdasan.

Islam adalah cerita yang berbeda. Islam adalah ciptaan benak psikopat paling sakit. Penulis islam adalah seorang narsisis. Agama yang dia ciptakan ditujukan hanya utk memajukan mimpi2 narsisistiknya sendiri akan kekuasaan dan kemuliaan. Hasilnya islam sangatlah jahat. Tidak seperti agama2 besar lain, kristen, budha, hindu atau zoroastrian, islam menurunkan harkat para pengikutnya menjadi zombie2 dan makhluk2 jahat. Merenggut kemanusiaan dari mereka dan diubah jadi monster, yg tidak pantas lagi disebut manusia. Agama2 lain adalah campuran baik dan jahat.

Islam semuanya jahat. Dengan janji2 palsu pesta seks memalukan dan ancaman2 neraka, hal itu meniadakan kecerdasan dan nurani korbannya hingga membuat mereka hanya satu setrip saja diatas binatang buas. Sekali anda kehilangan kemanusiaan, tidak ada yang tersisa kecuali sifat kebinatangan. Lihatlah yang terjadi di Irak dan Palestina sekarang dimana muslim saling membunuh dengan cara2 yang paling sadis. Ini bukan hal baru. Muslim telah saling menghancurkan sejak muhammad mati. Jiwa iblis itu telah membuat dasar kebinatangan diantara para pengikut bodohnya dan mengubah mereka menjadi mesin2 pembunuh.

Apa ada akhirat atau tidak, kita tidak tahu. Misal ada, satu hal yang pasti, bahwa para pelaku jahat tidak akan diberi pahala. Para muslim yg mengikuti Muhammad dan terilhami oleh ajaran2 bencinya terhadap umat manusia dan membunuh sesama tidak diharapkan dapat pahala. Jika ada neraka, maka Muhammad ada dibagian paling dalamnya. Tiap muslim yang mengikutinya dan menyiksa manusia lain dalam nama islam juga masuk neraka. Jika ada neraka, maka isinya penuh dengan muslim. Jika tuhan ada, dia pasti adil. Dia tidak akan membiarkan orang jahat tak terhukum. Kebodohan bukan alasan. Tuhan memberi semua manusia kemampuan utk membedakan benar dan salah, dan para muslim dengan suka rela memilih kejahatan.

Pencarian keabadian

Saya percaya manusia satu2nya spesies yang sadar akan mortalitasnya. Saya ingat saat2 dimana saya pertama kalinya sadar bahwa suatu saat akan mati. Pengalaman yang sangat traumatis. Ketika itu umur saya delapan atau sembilan tahun, seorang wanita yang masih kenalan tertabrak truk dan meninggal. Saya shock menyadari dia telah pergi selamanya. Saya terus bertanya ‘why’. Ibu meyakinkan bahwa dia sudah pergi ketempat yang lebih baik. Saya terima penjelasannya karena itu membuat saya nyaman.

Karena kita manusia sadar akan mortalitas kita, kita berusaha mencari imortalitas (keabadian). Kita ingin mengalahkan kematian. Bagaimana caranya sangat tergantung pada kedewasaan dan kemampuan berpikir rasional kita. Manusia primitif mengatasi masalah ini dengan mempromosikan kepercayaan bahwa mereka akan mengalahkan kematian dengan kebangkitan atau mendapat tubuh abadi dalam dimensi (spiritual) baru. Orang2 rasional sulit menerima ini. Mereka cukup puas dengan meninggalkan karya2 mereka utk mencapai keabadian. Sentimen ini dengan cantiknya diungkapkan oleh Orianna Fallachi, yg disaat2 terakhirnya, ketika kanker secara cepat menggerogotinya, menulis tiga buah buku, memperingati barat akan islam yang telah membayang-bayangi Eropa. Katanya, “lewat buku ini saya lebih sedikit mati.”

Ini yang mendorong orang yang tidak percaya akhirat. Mereka mencari imortalitas, dengan meninggalkan jejak2 mereka. Pelukis, penyair, penulis, filsuf, pencipta, berusaha mati lebih sedikit lewat karya2 mereka.

Orang tidak perlu jadi pelukis atau penulis utk jadi imortal. Kita bisa mengalahkankematian kita dan mendapatkan imortalitas lewat perbuatan2 kita. Perbuatan2 kita punya efek gelombang (ripple effect) dan gemanya berbunyi hingga berdekade2 lamanya, berabad2 atau bahkan milenia setelah kita mati. Orang2 yang tersiksa biasanya menyiksa. Siksaan ini dilalukan dari generasi ke generasi. Tindakan kebaikan juga dilalukan dari generasi kegenerasi. Dengan pengertian ini kita semua adalah imortal. Kita semua hidup dari perbuatan kita.

Jadi, jawaban pertanyaan anda, apa yang terjadi setelah saya mati, adalah: saya tidak tahu. Dugaan saya adalah kita berhenti ada. Kembali ke ketiadaan seperti sebelum saya datang kedunia ini. Tapi, seperti anda dan yg lainnya, saya mencari juga imortalitas. Tidak seperti anda, saya tidak mencari imortalitas dalam janji2 palsu seorang sakit jiwa dan pedofile, pembunuh masal psikopat. Itu **** sekali. Saya cari imortalitas lewat perbuatan2 saya. Saya usahakan utk meninggalkan jejak saya didunia – bagian terbaik saya. Saya usahakan utk meringankan penderitaan orang, membuat bahagia dimana ada kesedihan, utk menyinari kegelapan, utk membagi pengetahuan dimana ada kebodohan dan menyebarkan pengertian dimana ada kebingungan. Saya memilih tujuan saya dan menentukan tujuan hidup saya. Saya ingin menjadi alat kedamaian. Saya tidak mau dibodohi oleh janji2 palsu akhirat tapi akan berpegangan pada hal nyata dan konkrit. Kebaikan itu nyata dan saya berusaha jadi baik dan melakukan kebaikan.

Kebaikan akan hidup setelah kita mati. Itu saya yakin. Bisakah anda yakin bahwa ‘jiwa’ anda hidup setelah anda mati? Bagaimana jika Muhammad bohong? Apa sih hal benar yang dia katakan? Anda pecundang besar karena yang anda lakukan didunia ini hanya menanamkan kebencian dan melakukan kejahatan. Anda datang kedunia ini dan meninggalkannya dalam keadaan dunia yang lebih parah lagi. Anda mengambil iblis yang dibawa muhammad dan menyebarkannya. Anda sia-siakan hidup anda mengejar sesuatu yang mustahil dan dalam prosesnya membawa banyak penderitaan serta kesengsaraan pada manusia. Anda membuat neraka bagi anda sendiri dan orang lain. Anda patut masuk neraka sedang saya patut masuk surag. Surga saya disini ini. Saya ingin mengubah dunia ini jadi surga.

Anda bilang, “(tolong kutip sumber2 otentis dengan referensi, BUKAN KEPERCAYAAN PRIBADI ANDA. Tolong kutip dari sumber2 muslim utk ini.)


Kenapa saya harus mengutip orang lain ketika saya punya pikiran sendiri dan bisa memakainya? Apa kita ini kambing yang mengikuti orang lain? Kenapa ANDA tidak pakai otak anda sendiri dan mengatakan sesuatu yang milik anda sendiri dan tidak mengutip orang Arab yang sudah mati diabad ketujuh? Saya berikan pendapat saya. Jika anda cari pendapat orang lain, tanya MEREKA.

Saya ulangi lagi, saya akan mendebat anda, setidaknya satu kali, tentang islam tapi nanti.

Terimakasih lagi sudah mengklarifikasikan jawaban dari tawaran saya tentang debat publik.

(P.S. : Saya tidak akan menjawab apapun yang anda tulis pada saya selain dari pertanyaan diatas.)


Siapa bilang saya minta utk berdebat dengan anda? Saya telah menulis jutaan kata menjelaskan pikiran2 saya dan semuanya bisa diakses dengan gratis disitus ini. Anda dipersilahkan utk membacanya, pilih yang anda suka dan tinggalkan yang tidak suka. Jika saya debat itu adalah utk membuat orang sadar bahwa islam itu sebuah kebohongan. Saya ingin muslim meninggalkan islam karena saya peduli pada mereka dan saya peduli pada dunia dan semua isinya.

Bisakah anda dengan baik menunjukkan link ke website anda, utk verifikasi, dimana anda mengatakan pada tiap pembaca bahwa anda akan siap mati jika ada muslim yang bisa menyanggah argumen2 anda melawan nabi Muhammad (pbuh)?

Thank U & Allah Hafiz,

Yours truly,
Dr. Sohail



Saya belum pernah katakan ini sebelumnya tapi saya katakan sekarang. Jika anda atau siapapun bisa membuktikan tuduhan2 saya terhadap sang nabi psikopat kita, saya akan datang pada acara apapun yang diselenggarakan muslim, saya sadar sepenuhnya apa yang akan saya hadapi bukanlah sebuah debat publik tapi pembunuhan diri saya.

Saya katakan ini, bukan karena saya ingin mati. Sebaliknya saya cinta hidup dan ingin hidup semaksimal mungkin. Hanya dengan hiduplah saya bisa meninggalkan jejak2 dan “mati lebih sedikit”. Saya katakan ini karena saya yakin tidak ada yang bisa menyanggah tuduhan2 saya terhadap Muhammad.
User avatar
pod-rock
Translator
 
Posts: 845
Joined: Tue Nov 28, 2006 1:25 pm

Re: A SINA: berbuat baik jika tidak ada 'hidup' sesudah mati?

Postby ryan hendra hidayat » Mon Jul 27, 2009 2:02 pm

saya lebih nyaman dan tenang ketika percaya ada kehidupan setelah kematian,sungguh sedih sekali mempercayai tidak ada kehidupan setelah kematian atau menjadi tidak tahu... #-o
ryan hendra hidayat
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 4
Joined: Mon Jul 27, 2009 12:21 pm

Re: A SINA: berbuat baik jika tidak ada 'hidup' sesudah mati?

Postby chaniago » Mon Jul 27, 2009 3:46 pm

kepercayaan & keyakinan Ali Sina bahwa kematian adalah suatu ketiadaan, memang secara logika bisa dipahami dan itu adalah hak beliau untuk meyakini hal tersebut. namun yang pasti dunia memang akan menjadi lebih baik jika ajaran bidaah sang nabi arab tersebut tidak pernah ada. Wallahu'alam...
chaniago
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 21
Joined: Thu Feb 19, 2009 4:50 pm

Re: A SINA: berbuat baik jika tidak ada 'hidup' sesudah mati?

Postby Kafiru euy » Thu Aug 13, 2009 6:13 pm

Sungguh statement yg sangat menarik dan penuh dengan nilai humanisme. Memang benar apa yg dikatakan Ali Sina bahwa sesuatu yang dilakukan karena mengharap pahala terkadang membuat kita menjadi tidak tulus, motivasinya hanyalah ketakutan pd neraka dan hanya inginkan surga. Mungkin saja surga dan neraka itu adalah jebakan Tuhan semata untuk menguji umat-Nya siapa sj yang benar" tulus. Siapa yg tahu...? :-k
Terima kasih Ali Sina atas segala waktu dan materi yang telah kau berikan demi membongkar "Ajaran Palsu" ini. Bersama kita wujudkan "Surga ini" demi masa depan yang lebih baik untuk generasi selanjutnya. :rock:
May peace be upon you. O:)
Kafiru euy
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 516
Joined: Mon Aug 03, 2009 3:32 am

Re: A SINA: berbuat baik jika tidak ada 'hidup' sesudah mati?

Postby Abad DjiIt » Sun Aug 16, 2009 8:13 am

sungguh ali sina gegabah ambil kesimpulan........dari mana dia tau kalo semua orang ga tau tentang apa yg terjadi setelah kematian??? Manusia **** :vom:
Abad DjiIt
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 51
Joined: Thu May 21, 2009 12:45 pm

Re: A SINA: berbuat baik jika tidak ada 'hidup' sesudah mati?

Postby robint » Sun Aug 16, 2009 1:38 pm

@atas,

lha dr mana km tau surga dan neraka itu ada.. debat yu di surga dan neraka islam.. pilih topik yg aga nyambung2 dng pernyataan km diatas dan buktikan jika surga dan neraka ala islam itu ada atau pernah ada...igat ya .. ala islam.. agama lain setau gw gak jelas surga dan neraka-nya..
robint
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2190
Joined: Sat Jun 21, 2008 10:52 pm

Re: A SINA: berbuat baik jika tidak ada 'hidup' sesudah mati?

Postby Jibaok » Sun Aug 16, 2009 2:53 pm

robint wrote:@atas,

lha dr mana km tau surga dan neraka itu ada.. debat yu di surga dan neraka islam.. pilih topik yg aga nyambung2 dng pernyataan km diatas dan buktikan jika surga dan neraka ala islam itu ada atau pernah ada...igat ya .. ala islam.. agama lain setau gw gak jelas surga dan neraka-nya..


mao nanya sikit nih, harap2 loe gak malu2 menyatakan, loe beragama apa pir ?
Jibaok
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1335
Joined: Tue Sep 04, 2007 1:08 pm

Re: A SINA: berbuat baik jika tidak ada 'hidup' sesudah mati?

Postby robint » Sun Aug 16, 2009 5:41 pm

@atas,

gak relevan sih pertanyaan gw dng latar belakang gw, tp spy km bisa berdebat dgn tenang saya adalah orang yg percaya bahwa surga itu bukanlah suatu tempat dimana orang bisa hidup dan dilayani oleh bidadari2 tp adalah tempat dimana seseoarng bersatu kembali dng Tuhannya (mungkin sedikit mirip dgn kejawen).

dng sendirinya gw jg gak ercaya bahwa ada tempat yg namanya enaraka yg bikin orang jahat disetrika etc ala islam.
robint
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2190
Joined: Sat Jun 21, 2008 10:52 pm

Re: A SINA: berbuat baik jika tidak ada 'hidup' sesudah mati?

Postby k01p » Fri Dec 18, 2009 6:44 pm

Siapa bilang saya minta utk berdebat dengan anda? Saya telah menulis jutaan kata menjelaskan pikiran2 saya dan semuanya bisa diakses dengan gratis disitus ini. Anda dipersilahkan utk membacanya, pilih yang anda suka dan tinggalkan yang tidak suka. Jika saya debat itu adalah utk membuat orang sadar bahwa islam itu sebuah kebohongan. Saya ingin muslim meninggalkan islam karena saya peduli pada mereka dan saya peduli pada dunia dan semua isinya.


dan saya hanya mengacungkan jempol keatas lalu dengan cepat mengarah kebawah! :---)

agama adalah keyakinan..seperti kayakinanmua atas apapun yang tak nyata! tapi dapat dirasakan..dan anda terlalu bermisi dalam hal ini..Islam itu keindahan, kedamaian, dalam setiap hati pemeluknya! apakah anda dapat menjanjikan sya suatu keindahan dan ketentraman melebihi yang saya dapatkan dari islam..dan saya akan berpaling mengikutimu.Demi ALLAH yang menjadikan langit dan bumi beserta isinya!
k01p
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 53
Joined: Wed Dec 16, 2009 6:57 pm

Re: A SINA: berbuat baik jika tidak ada 'hidup' sesudah mati?

Postby poligami » Sat Dec 19, 2009 4:04 pm

k01p wrote:Islam itu keindahan, kedamaian, dalam setiap hati pemeluknya! apakah anda dapat menjanjikan sya suatu keindahan dan ketentraman melebihi yang saya dapatkan dari islam..dan saya akan berpaling mengikutimu. Demi ALLAH yang menjadikan langit dan bumi beserta isinya!

Alloh Swt Suka Menyesatkan Manusia.
Dia senang manusia masuk neraka.
:snakeman:

Ini buktinya: KLIK=>ALLAH SANG MAHA PENYESAT
User avatar
poligami
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2456
Joined: Wed Aug 19, 2009 4:37 am
Location: Mabes FPI

Re: A SINA: berbuat baik jika tidak ada 'hidup' sesudah mati?

Postby k01p » Sun Dec 20, 2009 10:10 pm

OOT
k01p
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 53
Joined: Wed Dec 16, 2009 6:57 pm

Re: A SINA: berbuat baik jika tidak ada 'hidup' sesudah mati?

Postby I Want You » Mon Dec 21, 2009 11:06 am

k01p wrote:dan saya hanya mengacungkan jempol keatas lalu dengan cepat mengarah kebawah! :---)

agama adalah keyakinan..seperti kayakinanmua atas apapun yang tak nyata! tapi dapat dirasakan..dan anda terlalu bermisi dalam hal ini..Islam itu keindahan, kedamaian, dalam setiap hati pemeluknya! apakah anda dapat menjanjikan sya suatu keindahan dan ketentraman melebihi yang saya dapatkan dari islam..dan saya akan berpaling mengikutimu.Demi ALLAH yang menjadikan langit dan bumi beserta isinya!


yang menjadikan langit dan bumi beserta isinya bukan Allah SWT ( baca : aulloh subanawataalla ) , aulloh mu baru muncul setelah nabi palsu mu , mempromosikannya. mana ada aulloh yang nurut sama nabinya , kecuali aulloh mu . bisa disetir2 oleh nabi dan menguatkan keinginan nabi dengan turunnya ayat2 aulloh.

silahkan saja berkeras , nanti juga anda akan bertemu aulloh dan nabi tercinta mu di neraka kelas V V I P ! :snakeman:
User avatar
I Want You
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2392
Joined: Thu May 07, 2009 2:20 pm
Location: Serambi Yerusalem

Re: A SINA: berbuat baik jika tidak ada 'hidup' sesudah mati?

Postby arman_cilik » Mon Dec 21, 2009 7:27 pm

Waduh.....
kok jadi runyem kayak gini sih...????????
Makanya..biar g ngambang...jangan bertukar pikiran dengan sesama kalian......Jangan pula bertukar pikiran dengan kaum murtadin.....
Coba dong share ama yang asli muslim........Kalo ini teh namanya jago kandang doang.......
Nih ID ku : arman_cilik selalu OL via YM........
kalo mau tau ato pengen bicara.....mari kita berbicara.....

Salam a'laikum.......
arman_cilik
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 6
Joined: Mon Dec 21, 2009 6:54 pm

Re: A SINA: berbuat baik jika tidak ada 'hidup' sesudah mati?

Postby saksang » Thu Oct 14, 2010 8:26 am

sundul! up!
saksang
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 780
Joined: Tue Mar 17, 2009 10:25 pm

Re: A SINA: berbuat baik jika tidak ada 'hidup' sesudah mati?

Postby I Want You » Fri Oct 15, 2010 5:21 pm

arman_cilik wrote:Waduh.....
kok jadi runyem kayak gini sih...????????
Makanya..biar g ngambang...jangan bertukar pikiran dengan sesama kalian......Jangan pula bertukar pikiran dengan kaum murtadin.....
Coba dong share ama yang asli muslim........Kalo ini teh namanya jago kandang doang.......
Nih ID ku : arman_cilik selalu OL via YM........
kalo mau tau ato pengen bicara.....mari kita berbicara.....

Salam a'laikum.......


emang kalau berdebat di sini , ngk bisa ya ? :stun: , apa yang membedakan chatting di YM dengan nulis di sini ? :stun:
muslim2 kebakaran jenggot , pasti nantang ngajak debat face to face lah , ym lah , telepon lah , heran , ngk ada yang bisa berdebat di sini! :-k
User avatar
I Want You
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2392
Joined: Thu May 07, 2009 2:20 pm
Location: Serambi Yerusalem


Return to ONE STOP SHOP FFI



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: Mamad saw