
Captain Pancasila wrote:kalau menikahi, terus mbawanya pulang (dari rumah ortunya) setelah dewasa, lantas apa salahnya?




I Want You wrote:GUA LAGI NUNGGU JAWABAN captain pancasila atas pertanyaan Fractal daun !![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
lagi bingung nyari jawabannya ...

Kafir ffi wrote:"menikahi anak perempuan kecil, pada saat umur kamu sudah 52 tahun >> setelah dewasa, perempuan tersebut kamu bawa pulang dan kamu consummate "
mampukah anda melakukannya?
Captain Pancasila yang tidak Pancasilaiswrote:---> memangnya pas dia dewasa, gw udah umur berapa? kalo gw masih doyan & pengen, ya gw sikat aja...
![]()
kafir ffi wrote:dan ketika kamu punya anak perempuan kecil :
saat anak perempuan-mu itu masih berusia 6 tahun, >> ada laki-laki 52 tahun yang tergiur dengan putri-mu dan mau menikahinya, >> dan setelah dewasa, baru dibawa pulang untuk diconsummate?,
mampukah kamu merelakan putrimu yang berusia 6 tahun dinikahkan dengan laki-laki berusia 52 tahun?
Captain Pancasila yang tidak beradab sesuai sila ke 5wrote: ---> kalo putri saya udah mudeng (katakanlah putri saya cepet banget dewasanya) dan mau, kenapa tidak?

JANGAN GITU AH wrote:hahaha...akhirnya demi membela sang junjungannya si nabi cabul terpaksa setuju-setuju saja...
coba kalau tak setuju...bakal dah habis di vermak kafir lagi...
mau dong putrimu....CP ? hihihi
---> kalo putri saya udah mudeng (katakanlah putri saya cepet banget dewasanya) dan mau, kenapa tidak?

Captain Pancasila wrote:putri saya ---> karakternya tentu saja nggak bakal beda jauh2 sama gw, kalo gw dewasa secara kejiwaan (sudah mudeng) pada umur 26 tahun, berarti putri saya (gw dlm versi cewe) akan dewasa secara kejiwaan pada umur sekitar 21 tahun...

Captain Pancasila wrote:"menikahi anak perempuan kecil, pada saat umur kamu sudah 52 tahun >> setelah dewasa, perempuan tersebut kamu bawa pulang dan kamu consummate "
mampukah anda melakukannya? ---> memangnya pas dia dewasa, gw udah umur berapa? kalo gw masih doyan & pengen, ya gw sikat aja...![]()
dan ketika kamu punya anak perempuan kecil :
bla..bla..bla
Captain Pancasila wrote:sekali lagi, baca baik2 jawaban gw :
---> kalo putri saya udah mudeng (katakanlah putri saya cepet banget dewasanya) dan mau, kenapa tidak?
putri saya ---> karakternya tentu saja nggak bakal beda jauh2 sama gw, kalo gw dewasa secara kejiwaan (sudah mudeng) pada umur 26 tahun, berarti putri saya (gw dlm versi cewe) akan dewasa secara kejiwaan pada umur sekitar 21 tahun...




mikimos wrote:Term "dewasa" nya muslim tu kayak apa dulu... Hihihi
miki

10 juta gadis bawah umur di dunia menikah setiap tahunnya
Angka kematian gadis-gadis bawah usia 15-19 tahun yang mengandung atau melahirkan, di seluruh dunia, menurut lembaga PBB UNICEF, mencapai 70.000 pertahun

Patah Salero wrote:70000/10000000 x 100 = 0,7 %
Enggak sampe 1 persen perempuan yang kawin muda mati karena melahirkan.
kurang dari satu persen apa bisa dijadikan alasan mengambil keputusan ??

Patah Salero wrote:70000/10000000 x 100 = 0,7 %
Enggak sampe 1 persen perempuan yang kawin muda mati karena melahirkan.
kurang dari satu persen apa bisa dijadikan alasan mengambil keputusan ??


Musketeer wrote:
Contoh nyata bagaimana islam menghargai nyawa manusia.... =D> 0,7% itu nyawa manusia, bukan nyawa binatang.... dasar.
M

Patah Salero wrote:Data yang sama bisa dibaca "99,3 % wanita yang menikah muda tidak meninggal karena melahirkan."

Musketeer wrote:
Oh begitu.... trus kalau dibaca seperti di atas sdh tidak menyangkut nyawa manusia.....? Nyawa manusia itu berharga, dan tolong hargai itu, seberapapun kecil prosentasenya, selama itu menyangkut nyawa manusia tidak seharusnya dinyatakan seringan itu.
M

Patah Salero wrote:Aku enggak bilang nyawa manusia enggak penting. Tapi hamil muda bukan selalu karena pernikahan, kenapa pernikahannya yang disalahkan. Pernikahan yang dilakukan secara bertanggung jawab, tercatat dan diikuti oleh hak dan kewajiban yang jelas dianggap rendah, sementara seks bebas (tanpa aturan, tanpa catatan, dan tanpa hak dan kewasjiban yang jelas) dikalangan anak muda di bawah umur dibiarkan dan dianggap hak asasi.


Users browsing this forum: No registered users