. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

4 Alasan kami Murtad

Orang-orang dari seluruh dunia yang murtad (termasuk dari FFInternasional). Siapa mereka dan mengapa mereka meninggalkan Islam ? Murtadin2 dari FFIndonesia silahkan masukkan pengakuan ke 'Mengapa Saya Murtad ?'

Postby salju surga » Sat Jan 27, 2007 12:10 pm

Reggie kamu lucu banget yach...belum murtad juga nich meskipun udah ngeliat bagaimana Islam yang sesungguhnya..(Eh siapa juga yang mau meninggalkan 72 bidadari perawan yach...di indo aja persediaan perawan sudah terbatas kali yeee gak dapat dibumi yah disurga gitu lho..apalagi dibali???)

sorry oot
User avatar
salju surga
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 250
Joined: Thu Jan 18, 2007 10:54 pm
Location: earth

Postby TT » Fri Feb 09, 2007 9:31 pm

jangan membunuh, sayangilah musuh anda.
TT
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 5
Joined: Tue Feb 06, 2007 7:10 pm

Re: 4 Alasan kami Murtad

Postby ronorenerenes » Fri Jul 09, 2010 1:03 am

mengapa sih ajaran islam sarat dengan kekerasan??? dan selalu menjelekkan agama nasrani??........coba anda-anda beri penjelasan yang masuk akal......dan mengapa tidak ada landasan cinta-kasih........memang sangat mebingungkan..... :roll: :roll: :roll: :roll:


Mengapa anda bertanya seperti itu .... tau kah anda bangsa ini 350 tahun menderita gara gara ulah penjajah di negeri ini, yang mereka adalah orang orang salibis bengis. dan mereka yang memilih agama salib itu rata rata waktu itu adalah pengkhianat atau penjilat, atu pembokat nya pawa penjajah. klo kita tarik kebelakang lihat sejarah betapa kejam dan sadis kaum salibis itu. negeri ini negeri yang tentram sebelum datang mereka salibis, Hindu, Buda keprcayaan Islam semua Daamai gak saling menjajah, jutaan nyawa para syuhada, orang2 hindu bali dan di mana aja di bantai oleh kaum salibis coba pikir dan renungkan, islam keras dimana nya ??? jahat di mana nya ??/

Harus nya kaum salibis saat ini malu berada di ibu pertiwi, karena mereka dulunya pembatu penjajah itu awalnya.
ronorenerenes
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 2
Joined: Fri Jul 09, 2010 12:38 am

Re: 4 Alasan kami Murtad

Postby farisMuslim » Fri Jul 09, 2010 1:21 am

ronorenerenes wrote:mengapa sih ajaran islam sarat dengan kekerasan??? dan selalu menjelekkan agama nasrani??........coba anda-anda beri penjelasan yang masuk akal......dan mengapa tidak ada landasan cinta-kasih........memang sangat mebingungkan..... :roll: :roll: :roll: :roll:


Mengapa anda bertanya seperti itu .... tau kah anda bangsa ini 350 tahun menderita gara gara ulah penjajah di negeri ini, yang mereka adalah orang orang salibis bengis. dan mereka yang memilih agama salib itu rata rata waktu itu adalah pengkhianat atau penjilat, atu pembokat nya pawa penjajah. klo kita tarik kebelakang lihat sejarah betapa kejam dan sadis kaum salibis itu. negeri ini negeri yang tentram sebelum datang mereka salibis, Hindu, Buda keprcayaan Islam semua Daamai gak saling menjajah, jutaan nyawa para syuhada, orang2 hindu bali dan di mana aja di bantai oleh kaum salibis coba pikir dan renungkan, islam keras dimana nya ??? jahat di mana nya ??/

Harus nya kaum salibis saat ini malu berada di ibu pertiwi, karena mereka dulunya pembatu penjajah itu awalnya.


Jelas saja kristen tidak bisa melawan penjajah .. sebab landasan mereka adalah orang yang tidak yakin dengan agamanya sendiri. Surga bagi mereka adalah di dunia ini..
"Hamba Dunia".. Sebab kalau mereka di serang sama penjajah mereka pasti bilang
"Jika di tampar pipi yang kiri berikanlah pipi yang kanan..

Kalau istri mereka di perkosa atau di rampas penjajah .. mereka pasti kasih ..
KASIHA AJA DAHHHHHHHHHHHH ....

wah wah .. miris liat mereka ini ..

Peperangan dalam islam .. berlandaskan hak setiap orang untuk membela harga diri harta dan keluarganya .. ada alasan .. tidak semerta merta perang..
User avatar
farisMuslim
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 33
Joined: Thu Jun 10, 2010 7:37 pm
Location: Indonesia

Re: 4 Alasan kami Murtad

Postby DHS » Fri Jul 09, 2010 1:37 am

farisMuslim wrote:Jelas saja kristen tidak bisa melawan penjajah ..

Bro,
nih gw pinjemin padanan katanya: invasi, arabisasi, islamisasi.

Kalau istri mereka di perkosa atau di rampas penjajah .. mereka pasti kasih .. KASIHA AJA DAHHHHHHHHHHHH ....
wah wah .. miris liat mereka ini ..

Peperangan dalam islam .. berlandaskan hak setiap orang untuk membela harga diri harta dan keluarganya .. ada alasan .. tidak semerta merta perang
..

Kalimat yang merah kok bunuh diri, Bro! Di atas bilang penjajah .... yang bisa semena-mena terhadap kristen karena kristen "kasiha aja dahhh", di bawah bilang peperangan secara defensif ..... hmmmm :-k
User avatar
DHS
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4377
Images: 4
Joined: Sat Jan 05, 2008 7:56 pm

Re: 4 Alasan kami Murtad

Postby farisMuslim » Sat Jul 10, 2010 7:03 am

Kenapa bantahan lo cuma itu itu aja bro ..
Jelas jelas agama lho g bisa di jadikan dasar hukum negara .. tidak ada ketegasan.

:rolling:
User avatar
farisMuslim
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 33
Joined: Thu Jun 10, 2010 7:37 pm
Location: Indonesia

Re: 4 Alasan kami Murtad

Postby abdul_4jji » Sat Jul 10, 2010 11:36 am

@farisMuslim

Dasar perlawanan Islam adalah:
1. tidak menyerang dan menurut saja, kalau posisi dan kekuatan kalah. Contoh: pada waktu QIBLAT masih ke Baitul Maqdish
2. tidak menyerang tapi memaksa/intimidasi, kalau posisi lebih baik dan lebih kuat. Contoh: ketika sudah menguasai Mekkah
3. menyerang sampai habis-habisan, kalau lawan menyerang lebih dulu. Habisin musuh dan rampas harta mereka dan para wanita + anak2 dijadikan budak, walaupun musuh telah menyerah
4. penggal kepala mereka yang mencoreng nama Islam dan nabinya, kalau posisi unggul
5. bom bunuh diri, kalau ada pihak ketiga (pemerintah yang berkuasa) mengganggu

Cukup lima saja.
User avatar
abdul_4jji
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 291
Joined: Thu Feb 05, 2009 10:44 am

Re: 4 Alasan kami Murtad

Postby farisMuslim » Sat Jul 10, 2010 1:27 pm

abdul_4jji wrote:@farisMuslim

Dasar perlawanan Islam adalah:
1. tidak menyerang dan menurut saja, kalau posisi dan kekuatan kalah. Contoh: pada waktu QIBLAT masih ke Baitul Maqdish
2. tidak menyerang tapi memaksa/intimidasi, kalau posisi lebih baik dan lebih kuat. Contoh: ketika sudah menguasai Mekkah
3. menyerang sampai habis-habisan, kalau lawan menyerang lebih dulu. Habisin musuh dan rampas harta mereka dan para wanita + anak2 dijadikan budak, walaupun musuh telah menyerah
4. penggal kepala mereka yang mencoreng nama Islam dan nabinya, kalau posisi unggul
5. bom bunuh diri, kalau ada pihak ketiga (pemerintah yang berkuasa) mengganggu

Cukup lima saja.


Ada Refrensi bro ?
User avatar
farisMuslim
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 33
Joined: Thu Jun 10, 2010 7:37 pm
Location: Indonesia

Re: 4 Alasan kami Murtad

Postby DHS » Sat Jul 10, 2010 1:31 pm

farisMuslim wrote:Kenapa bantahan lo cuma itu itu aja bro ..
Jelas jelas agama lho g bisa di jadikan dasar hukum negara .. tidak ada ketegasan. :rolling:

Tidak nyambung. Bro. BTW saya tidak punya agama. Pegangan saya adalah Undang2 HAM dalam berintegrasi dengan sesama manusia di seluruh dunia. Dan ini selaras dengan dasar hukum negara. Kalau islam jelas2 melanggar UU HAM.
Baca ini selengkapnya: APAKAH ISLAM KOMPATIBEL DENGAN DEMOKRASI DAN HAK AZASI MANUSIA?

Sekali lagi, tolong dibaca ya Bro.

Terima kasih.
User avatar
DHS
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4377
Images: 4
Joined: Sat Jan 05, 2008 7:56 pm

Re: 4 Alasan kami Murtad

Postby kuta bali » Sat Jul 10, 2010 1:40 pm

abdul_4jji wrote:@farisMuslim

Dasar perlawanan Islam adalah:
1. tidak menyerang dan menurut saja, kalau posisi dan kekuatan kalah. Contoh: pada waktu QIBLAT masih ke Baitul Maqdish
2. tidak menyerang tapi memaksa/intimidasi, kalau posisi lebih baik dan lebih kuat. Contoh: ketika sudah menguasai Mekkah
3. menyerang sampai habis-habisan, kalau lawan menyerang lebih dulu. Habisin musuh dan rampas harta mereka dan para wanita + anak2 dijadikan budak, walaupun musuh telah menyerah
4. penggal kepala mereka yang mencoreng nama Islam dan nabinya, kalau posisi unggul
5. bom bunuh diri, kalau ada pihak ketiga (pemerintah yang berkuasa) mengganggu

Cukup lima saja.


farisMuslim wrote:Ada Refrensi bro ?


Mas abdul adalah murtadin, jadi dia tau semua, itu ada di Islam.
kuta bali
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2187
Joined: Tue Mar 02, 2010 3:55 am

Re: 4 Alasan kami Murtad

Postby farisMuslim » Sat Jul 10, 2010 4:38 pm

:rock: kolaborasi yang bagus ..

he he he .. aduh aduh aduh ..
maaf bro .. maaaaaaafffffffff banget .. hanya orang "**** ("Maaf") ") yang mau melepas agama islam .. dan percaya pada agama Paganisme..
tapi maaaaaaaaaffffffffffffffffff banget .. jika anda meninggalkan islam .. silahkan .. tapi bagi saya islam adalah Segala galanya ..
jadi Murtadin belum tentu tau lho ya ...
User avatar
farisMuslim
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 33
Joined: Thu Jun 10, 2010 7:37 pm
Location: Indonesia

Re: 4 Alasan kami Murtad

Postby MasTom » Sat Jul 10, 2010 5:43 pm

abdul_4jji wrote:@farisMuslim

Dasar perlawanan Islam adalah:
1. tidak menyerang dan menurut saja, kalau posisi dan kekuatan kalah. Contoh: pada waktu QIBLAT masih ke Baitul Maqdish
2. tidak menyerang tapi memaksa/intimidasi, kalau posisi lebih baik dan lebih kuat. Contoh: ketika sudah menguasai Mekkah
3. menyerang sampai habis-habisan, kalau lawan menyerang lebih dulu. Habisin musuh dan rampas harta mereka dan para wanita + anak2 dijadikan budak, walaupun musuh telah menyerah
4. penggal kepala mereka yang mencoreng nama Islam dan nabinya, kalau posisi unggul
5. bom bunuh diri, kalau ada pihak ketiga (pemerintah yang berkuasa) mengganggu

Cukup lima saja.


farisMuslim wrote:Ada Refrensi bro ?


(1) heraaaaan ane,
ente ini sama sekali nggak tahu malu
memangnya yang disampaikan kang abdul salah semua?

(2) nih gue kasih referensinya
point satu = lihat al kafirun 109, piagam madinah
point dua = lihat perjanjian hudaibiyah
point 3 = lihat nasib kaum yahudi setelah perang badar
point 4 = lihat fatwa FUI terhadap dr suradi yayasan nehemia
point 5 = lihat noordin m top dkk

(3) masih punya muke nggak lu
MasTom
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2567
Joined: Thu Apr 23, 2009 11:34 am

Re: 4 Alasan kami Murtad

Postby farisMuslim » Sat Jul 10, 2010 6:45 pm

@ Bro MasTonmKosong

Sorry bro jangan Esmosi .. baru dateng kerja nich....
Santai aja Bro.

ada ringkasan Singkat tentang Sejarah Peperangan dalam Islam .. mudah2han lo berniat baca ya ....
Simak Baik baik .. baru ngomong bro ..
boleh berpendapat beda kok

kristen juga punya sejarah Perang Salib yang lebih sadis bro.. he he ..

Hijrah ke Madinah


Hijrah yang berarti perpindahan dianggap sebagai salah satu ibadah dengan nilai pahala yang tinggi. Dalam banyak ayat Al-Qur’an Allah swt menjelaskan kemuliaan ibadah ini dan menjanjikan ganjaran yang berlipat ganda kepada mereka yang berhijrah. Sebab, selain kesulitan yang dihadapi seorang muhajir baik kesulitan karena meninggalkan negeri asal, kesulitan di negara baru dan banyak hal lain, hijrah juga dimaksudkan untuk menjaga dan memelihara agama dan risalah ilahi yang terakhir ini.

Di negeri yang baru, langkah pertama yang dilakukan oleh Rasulullah SAW adalah membangun masjid yang merupakan pusat kegiatan Islam dan pemersatu umat. Masjid pertama yang dibangun di Madinah adalah masjid Quba’ yang oleh Allah disebut sebagai masjid yang dibangun di atas pondasi ketaqwaan. Pembangunan masjid ini dilakukan oleh seluruh umat Islam baik penduduk asli maupun pendatang. Rasul-pun ikut ambil bagian dalam membangun masjid Quba’.

Pemerintahan Nabawi


Langkah berikutnya yang dilakukan Nabi adalah memupuk persaudaraan di antara kaum muslimin. Beliau memerintahkan masing-masing sahabat untuk memilih orang yang akan dijadikan sebagai saudara. Sementara beliau sendiri memilih Ali bin Abi Thalib sebagai saudaranya. Dengan demikian, terciptalah suasana persaudaraan yang kuat di tengah umat Islam pada hari-hari pertama kehadiran Rasulullah SAW di Madinah.

Berikutnya untuk melindungi Madinah dari ancaman yang mungkin datang dari umat lain, Rasulullah SAW mengadakan perjanjian damai dengan umat Yahudi yang berada di sekitar kota Madinah. Sebagaimana yang telah disinggung, suku Aus dan Khazraj sering mendengar janji kedatangan Nabi akhir zaman dari umat Yahudi yang hidup di dekat mereka. Ada tiga kabilah besar Yahudi di Madinah, yaitu, Bani Nadhir, Bani Qainuqa dan Bani Quraidhah. Dengan ketiga kelompok ini, Rasulullah SAW mengikat perjanjian untuk tidak saling mengganggu.

Setelah langka-langkah awal diambil Rasulullah SAW menyibukkan diri dengan membimbing umat kepada ajaran yang diterimanya dari Allah swt. Di kota inilah, beliau mendapatkan wahyu-wahyu yang menjelaskan hukum-hukum syariat secara lebih luas. Wahyu inilah yang kemudian diajarkan Nabi SAW kepada umatnya.

Perang Badr

Sementara itu, dengan kepergian Nabi ke Madinah, permusuhan kaum kafir Quresy kepada umat Islam masih belum reda. Penyiksaan dan gangguan mereka kepada kaum muslimin yang masih berada di Mekah dan tidak dapat keluar dari kota itu semakin menjadi. Di lain pihak harta benda yang ditinggalkan oleh mereka yang telah berhijrah ke Madinah dirampas oleh Quresy. Hal inilah yang mendasari perintah Rasulullah SAW untuk mencegat kafilah dagang Quresy yang melintas dekat Madinah dalam perjalanan perniagaan menuju Syam atau dari Syam menuju Mekah.

Tahun kedua hijriyah, Rasulullah SAW bersama 313 sahabatnya bergerak menuju Badr untuk mencegat kafilah Quresy yang membawa harta berlimpah hasil dari perniagaan di Syam. Setelah mendengar berita itu, Abu Sufyan, yang memimpin kafilah ini, mengirimkan utusannya ke Mekah untuk meminta bantuan tentara Quresy dalam menghadapi ancaman ini.

Bagi Quresy, pencegatan kafilahnya oleh kaum muslimin tidak hanya berarti kerugian harta tetap juga kehormatan suku besar di Mekah ini. Untuk itu, Abu Jahl yang merupakan salah satu bangsawan terkemuka Quresy bersama seribu orang lengkap dengan peralatan perang meninggalkan kota Mekah dan bergerak menuju Badr. Sementara kafilah pimpinan Abu Sufyan dengan melintasi jalan alternatif berhasil lolos dari sergapan kaum muslimin. Abu Sufyan mengirimakn kurirnya untuk meminta Abu Jahl kembali kep mekah karena bahaya telah berlalu. Namun pesan itu ditolaknya. Abu Jahl bersikeras untuk berhadapan dan terlibat perang dengan pasukan Madinah. Ia berpikir, dengan demikian, umat Islam akan jera atau bahkan terhabisi.

Di Badr, pasukan muslimin yang dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW telah bersiap siaga. Pasukan kecil berjumlah 313 orang dan peralatan yang ala kadarnya, siap menghadapi seribu orang di barisan Quresy yang bersenjata lengkap. Namun keimanan yang dimiliki oleh umat Islam lah yang menjadi mesin pendorong mereka untuk tegar dan siap menanti kematian di jalan Allah yang basalannya adalah surga.

Tanggal 17 Ramadhan tahun kedua hijriyah, perang di Badr berkecamuk setelah diawali dengan duel satu lawan satu antara tiga jawara dari dua barisan. Satu demi satu korban berjatuhan dari kedua belah pihak. Darah bersimbah di sana sini. Tak lama, berita tersebar bahwa Abu Jahl yang oleh Rasul disebut sebagai Firaun di tengah umat ini tewas di tangan pasukan muslimin. Terbunuhnya Abu Jahal dan beberapa pemuka Quresy di medan perang Badr menjadi pukulan berat bagi pasukan Mekah yang akhirnya memilih untuk melarikan diri.

Dalam perang Badr, pasukan Quresy menderita kerugian tujuh puluh tewas dan tujuh lainnya tertawan. Sementara barang rampasan perang yang ditinggalkan tidak sedikit. Diperkirakan sekitar 150 unta, sepuluh kuda, sejumlah kulit dan kain, serta peralatan perang ditinggalkan oleh pasukan Mekah yang lari tunggang langgang menyelamatkan diri

Perang Uhud

Kekalahan Quresy dalam perang Badr menjadi pukulan berat bagi mereka. Betapa tidak, Muhammad dan pengikutnya yang belum lama ini menjadi bulan-bulanan tekanan dan penyiksaan kini telah memiliki kekuatan yang dapat melumpuhkan pasukan Quresy. Untuk itu, para pemuka Mekah merencanakan tindakan balas dendam. Akhirnya diputuskan, bahwa Quresy akan menyerang kaum muslimin di Madinah dengan segenap kekuatan yang ada. Maka dibuatlah persiapan yang matang. Setiap keluarga dari Quresy khususnya, mereka yang salah satu anggoatanya terbunuh di perang Badr dikenai kewajiban untuk mendanai perang besar ini.

Setelah segala sesuatunya dirasa matang, pasukan Quresy yang berjumlah 3.000 orang dengan senjata lengkap bergerak ke arah Madinah. Berita bergeraknya pasukan Quresy ke arah Madinah sampai ke telinga Rasul. Beliau lantas mengumpulkan para sahabatnya dan bermusyawarah dengan mereka. Beliau menanyakan pendapat mereka, apakah kaum kafir akan dihadapi di dalam Madinah atau di luar Madinah? Mereka yang lebih muda dan tidak hadir di perang Badr mengusulkan untuk menghadang pasukan Mekah di luar Madinah. Pendapat inilah yang lantas disahkan.

Kaum muslimin yang berjumah sekitar 1000 orang bergerak ke luar kota Madinah. Namun di tengah jalan sebanyak 300 orang termakan oleh tipu daya si munafik Abdullah bin Ubay, dan berpisah dari barisan Rasulullah. Sesampainya di kawasan gunung Uhud, Rasul memerintahkan 50 orang sahabtanya untuk mengambil posisi di bukit Ainain yang kemudian berubah nama menajdi Jabal Rumath atau gunung pemanah. Kepada mereka, beliau berpesan untuk tidak meninggalkan bukit itu, menang atau kalah.

Perang berkecamuk. Pada awalnya, pasukan muslimin berhasil memukul mundur tentara Mekah. Di saat tentara kafir meningggalkan medan, para pemanah turun dari bukit untuk mengumpulkan rampasan perang. Imbauan Abdullah bin Jubair yang menjadi komandan para pemanah kepada anak buahnya untuk kembali ke posisi asal mereka tidak digubris. Kekosongan ini dimanfaatkan pasukan berkuda Quresy untuk menyerang di balik bukit. Melihat keadaan ini pasukan kafir yang asalnya melarikan diri, kembali ke medan perang. Dengan demikian, posisi kaum muslimin terjepit.

Barisan yang asalnya teratur dan mengendalikan jalannya pertempuran kini tercabik-cabik. Tidak sedikit pejuang muslim yang lari menuju Madinah, setelah isu terbunuhnya Nabi tersebar di tengah medan. Hanya sekelompok kecil yang terus bertahan dan bertarung habis-habisan. Ketangkasan Ali dan keberaniannya dipuji oleh para malaikat. Terdengar suara yang memuji Ali dan pedangnya yang bernama Dzul fiqar, ‘La Fata Illa Ali La Saifa illa Dzulfiqar’, tidak ada yang jantan seperti Ali dan tidak ada pedang seperti Dzul Fiqar.

Sebanyak tujuh puluh orang dari barisan muslimin termasuk paman Nabi, Hamzah bin Abdul Mutthalib, gugur syahid dalam perang ini. Nabi sendiri mengalami luka yang cukup serius. Namun berkat kepemimpinan putra Abdullah ini, kaum muslimin kembali berhasil memegang kendali peperangan setelah merapikan barisan. Menyaksikan hal itu, Abu Sufyan memerintahkan kepada pasukan kafir Quresy untuk menghentikan perang dan kembali ke Mekah. Dengan demikian berakhirlah perang Uhud.

Sejarah Rasulullah SAWW (Bagian 5)

Perang Khandaq

Setelah terjadinya perang Uhud yang merupakan pembalasan dendam suku Quresy atas kekalahan telaknya pada perang Badr, kekuatan kaum muslimin di Madinah mulai diperhitungkan. Munculnya kekuatan baru yang membawa simbol keagamaan baru dirasa oleh banyak suku Arab sebagai ancaman yang serius. Untuk itu, ketika Abu Sufyan meminta dukungan dana dan tentara dari suku-suku tersebut untuk memerangi Madinah dan menghancurkan kaum muslimin, segera terkumpul pasukan dan dana yang besar.

Pada tahun kelima hijriyah, sekelompok orang Yahudi datang ke Mekah untuk memprovokasi kaum kafir Quresy agar menyerang kaum muslimin di Madinah. Untuk memperkuat pasukan, Quresy meminta bantuan suku-suku Arab lainnya yang memendam permusuhan dengan Rasulullah SAW. Dalam perang ini, Quresy juga meminta bantuan suku-suku Arab yang memiliki perjanjian militer dengannya. Akhirnya, Abu Sufyan berhasil menghimpun kekuatan sebesar 10 ribu tentara. Jumlah ini dipandang amat besar untuk menyerang sebuah kota yang jumlah penduduknya baik laki-laki, perempuan, anak kecil maupun orang lanjut usia, hanya sekitar 10 ribu orang.

Ketika berita rencana serangan pasukan besar yang dikenal dengan Ahzab ini sampai ke telinga Rasulullah SAW, beliau mengumpulkan para sahabatnya untuk meminta pendapat mereka. Pada saat itu, Salman Al-Farisi, sahabat Nabi yang berasal dari negeri Persia mengatakan, bahwa orang-orang di negerinya biasa menggali parit ketika mengkhawatirkan serangan musuh. Pendapat ini akhirnya disetujui oleh Nabi SAW.

Rasul memerintahkan para sahabatnya untuk menggali parit di sepanjang wilayah utara kota Madinah. Sebab, daerah utaralah satu-satunya pintu yang mudah untuk memasuki kota Madinah, mengingat bukit-bukit bebatuan yang membentengi kawasan timur dan barat kota ini sehingga musuh tidak mungkin menyerang dari sana. Bukit-bukit itu juga relatif menutupi kawasan selatan kota Madinah, meski tetap meninggalkan celah-celah kecil.

Selama enam hari, seluruh kaum muslimin termasuk pemimpin mereka, yaitu Rasulullah SAW bahu membahu menggali parit. Setelah parit siap, pasukan kaum muslimin mengambil posisi pertahanan di dalam kota Madinah. Dan pasukan pemanah juga telah siap di posisi masing-masing.

Di saat seperti itu, Yahudi bani Quraidhah yang tinggal di Madinah merobek isi perjanjian damai dengan Rasulullah. Tidak hanya itu, mereka juga bersiap-siap melakukan pengkhianatan dan membantu pasukan Ahzab untuk menghabisi kaum muslimin. Akibatnya, umat Islam menghadapi musuh yang besar di luar dan musuh di dalam.

Pasukan kafir terperangah ketika menyaksikan bentangan parit yang menghalangi gerak maju mereka. Bangsa Arab saat itu tidak mengenal strategi pertahanan dengan membuat parit. Di luar parit pasukan Ahzab mendirikan kemah. Beberapa kali pasukan berkuda Ahzab berusaha menyeberang parit, namun usaha mereka gagal setelah pasukan muslimin menghalau mereka dengan hujan anak panah.

Suatu ketika, beberapa jawara Ahzab termasuk Amr bin Abdi Wad berhasil menyebrangi parit melalui bagian yang relatif sempit. Di sanalah, Amr dengan congkaknya menantang siapa saja yang berani untuk bertarung dengannya. Hanya Ali bin Abi Thalib yang menjawab tantangan itu, karena Amr bin Abdi Wad dikenal sebagai pahlawan Arab yang keberaniannya paling kesohor. Nabi SAW melilitkan serbannya di kepala Ali dan mendoakannya.

Ali yang mewakili kaum muslimin kini berhadap-hadapan dengan Amr yang mewakili kubu kaum kafir. Debu-debu beterbangan dan serunya pertarungan itu hanya bisa didengar dari dentingan suara pedang. Semua menantikan hasil pertarungan itu dengan hati berdebar-debar. Tak lama kemudian terdengar pekik takbir Ali yang menandakan terbunuhnya Amr di tangan pahlawan muslim ini. Kemenangan Ali atas Amr dipuji oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadisnya. Beliau bersabda, pukulan Ali pada perang parit lebih mulia dari ibadah seluruh manusia dan jin.

Kekalahan Amr telah menebar kekecewaan dan keputus-asaan di hati kaum kafir. Bertiupnya badai yang memporakporandakan perkemahan mereka dan minimnya persediaan rumput untuk binatang ternak dan kuda-kuda mereka telah mengendurkan tekad untuk menyerang kota Madinah. Akhirnya Abu Sufyan yang menjadi komandan pasukan Ahzab memerintahkan untuk berkemas dan kembali ke Mekah.

Kisah perang Ahzab secara cukup detail diceritakan oleh Allah swt dalam Al-Qur’an surah Al-Ahzab.

Sebagaimana yang telah disinggung sebelum ini, ada tiga kabilah Yahudi yang tinggal di Madinah dan sekitarnya. Mereka adalah kabilah Bani Qainuqa, bani Nadhir dan Bani Quraidhah. Dengan mereka inilah Nabi SAW mengikat perjanjian untuk tidak saling mengganggu. Perjanjian ini dibuat untuk menciptakan suasana damai di Madinah antar beberapa kelompok untuk bisa hidup berdampingan dengan damai.

Namun ketiga kabilah Yahudi tersebut akhirnya melakukan pengkhianatan dan pelanggaran terhadap kesepakatan. Kabilah Bani Qainuqa dan kabilah bani Nadhir diusir dari Madinah kerena pengkhianatan mereka. Sedangkan bani Quraidhah mendapatkan hukuman yang lebih berat karena pengkhianatan mereka yang amat besar. Seperti yang telah dijelaskan tadi, di saat kaum muslimin Madinah menghadapi ancaman serangan pasukan Ahzab yang berjumlah sepuluh ribu orang, Yahudi bani Quraidhah merobek isi perjanjian damai mereka dengan Rasulullah.

Pengkhianatan yang dilakukan oleh kelompok sedemikian besar sehingga mengancam keamanan seluruh Madinah. Setelah berakhirnya perang Ahzab atau perang Khandaq yang diwarnai dengan kepulangan pasukan kafir ke negeri masing-masing, Allah swt memerintahkan Nabi-Nya untuk mengepung dan menyerang bani Quraidhah. Dengan posisi yang terjepit dan mental yang telah melemah karena kepergian pasukan Ahzab, bani Quraidhah menyerah di tangan Nabi SAW.

Nabi SAW memberikan wewenang kepada Saad bin Mu’adz, pemimpin Aus yang dulu sekutu dekat kelompok ini, untuk memutuskan hukuman apa yang akan dijatuhkan terhadap bani Quraidhah. Saad memutuskan untuk memenggal kepala orang-orang lelaki dari kelompok ini dan menawan anak kecil dan kaum wanitanya. Vonis ini disebut oleh Rasulullah sebagai vonis ilahi.

Sejarah Rasulullah SAWW (Bagian 6)

Perang Mu’tah

Setelah tentara muslimin berhasil menundukkan kekuatan kaum Yahudi di Kheibar, dan setelah keamanan dan stabilitas berhasil ditegakkan di Hijaz, maka Rasul Allah saaw berpikir untuk memusatkan dakwahnya kepada penduduk di kawasan-kawasan perbatasan dengan Syam. Untuk itu Rasul Allah saaw mengutus salah seorang sahabat, bernama Harits bin Umair Al-Azdi, dengan membawa sepucuk surat untuk diserahkan kepada pemimpin Ghasasinah, bernama Al-Harits bin Abi Syimr Al-Ghassani. Akan tetapi, setelah menerima dan membaca surat Rasul Allah, pemimpin Ghasasinah ini menangkap dan membunuh utusan Nabi di suatu tempat bernama Mu’tah. Perbuatan membunuh utusan ini dianggap sebagai pelanggaran besar terahdap peraturan yang berlaku saat itu, yang melarang membunuh utusan yang datang dari pihak musuh sekalipun. Hal ini membuat Nabi marah dan beliau memutuskan akan menghukum pembunuh utusan beliau.

Selain itu, sebelumnya pun Rasul Allah saaw telah mengutus 15 orang dari sahabat beliau ke kawasan Syam, untuk mengajak penduduk negeri itu kepada Islam. Akan tetapi penduduk setempat menangkap mereka semua. Kemudian terjadi perlawanan dan pertempuran diantara mereka. Oleh karena kekuatan yang sangat tidak seimbang, maka semua sahabat Nabi tersebut gugur syahid, kecuali satu orang yang terluka dan berhasil kembali kepda Nabi di Madinah dan memberitakan peristiwa tersebut.

Dua peristiwa tersebut telah menciptakan kondisi politik yang panas diantara kedua belah pihak. Kemudian pada bulan Jumadil Awal, Rasul Allah saaw memerintahkan kaum muslimin untuk berjihad, dan beliau mengutus tentara berjumlah 3000 orang. Rasul Allah saaw menunjuk Ja’far bin Abitalib sebagai panglima perang, dengan catatan, jika ia gugur, maka Zaid bin Harits, menggantikannya. Jika Zaid gugur pula, maka Abdyullah bin Rawwahah menggantikannya. Jika Abdullah juga gugur, maka mereka harus mengambil kesepakatan untuk mengangkat salah seorang diantara mereka sebagai panglima. Rasul Allah saaw pun menyempatkan diri untuk menghantarkan mereka dan mengucapkan selamat jalan kepada tentara muslimin tersebut, seraya mendoakan : Semoga Allah membela kalian, dan mengembalikan kalian dalam keadaan selamat, dan dengan kemenangan.

Di Syam, Al-Harits bin Abi Syimr Al-Ghassani, yang berkuasa di Bashro, telah mempersiapkan pasukan berjumlah 100.000 orang untuk menahan langkah maju tentara muslimin. Sementara itu, Kaisar Syam sendiri juga mempersiapkan 100.000 tentara untuk berjaga-jaga, dan akan turun ke medan pertempuran jika diperlukan.

Sebagaimana diketahui, saat itu Syam dikuasi oleh kekaisaran Romawi, dan ada beberapa penguasa Arab yang dijajah dan menyatakan tunduk kepada kaisar Romawi. Mereka ini adalah negara-negara blok Romawi. Sebagaimana di zaman kita ini kita mengenal ada blok barat dan blok timur, maka saat itu pun ada blok Romawi dan blok Persia. Negeri Syam yang merupakan blok Romawi tentu didukung oleh kekuatan Romawi.

Kekuatan dua pasukan yang akan bertempur ini jelas tidak seimbang. Peperangan pun berlangsung selama beberapa hari. Di pihak muslimin, satu persatu panglima tentaranya gugur. Mulai dari Ja’far, Zaid dan Abdullah bin Rawahah. Kemudian pasukan muslimin sepakat mengangkat Khalid bin Walid sebagai penglima. Khalid pun menyusun taktik perang yang tidak dikenal sebelumnya. Ia membagi tentara muslimin menjadi dua bagian. Bagian pertama tetap berada di garis peperangan, sedangkan bagian kedua diminta untuk memisah dan menempatkan diri di jarak yang cukup jauh. Semua itu dilakukan di malam hari dan dengan kerahasiaan yang ketat. Pasukan yang kedua ini diminta untuk bergabung dengan pasukan pertama yang berada di medan perang, di pagi hari begitu peperangan telah dimulai lagi.

Maka persis sebagaimana yang tekah diatur, ketika besok paginya perang berkobar lagi antara pasukan muslimin yang bertahan di medan perang dengan pasukan musuh dari Syam, pasukan muslimin yang tadi malam memisahkan diri di suatu tempat, berdatangan untuk bergabung. Pasukan musuh menyangka bahwa yang datang itu adalah bala bantuan baru dari Madinah, yang menambah jumlah pasukan muslimin. Hal itu menyebabkan pasukan musuh kehilangan nyali, sehingga pasukan muslimin kemudian berhasil mengalahkan mereka dan kembali ke Madinah dengan kemenangan.

Rasul Allah saaw sangat sedih ketika mendengar bahwa Ja’far bin Abi Thalib gugur di medang perang Mu’tah. Dan tiap kali mengingat peristiwa tersebut beliau menangis. Dalam sejarah disebutkan bahwa kedua tangan Ja’far terpotong oleh pedang musuh, sebelum kemudian beliau gugur syahid. Rasul Allah saaw mengatakan bahwa Ja’far mendapat hadiah berupa dua sayap yang membuatnya dapat terbang di surga. Untuk itulah kemudian Rasul Allah saaw menjulukinya dengan “Ja’far At-Thayyar” yang artinya kira-kira “Ja’far yang Terbang”.

Selain itu, Rasul Allah saaw, tentu saja atas perintah Allah swt, juga memberikan hadiah sebagai cara untuk mengenang Ja’far At-Thayyar, dengan mensyareatkan suatu amalan sunnah berupa salat, yang dinamai sebagai salat Ja’far At-Thayyar. Salat ini dikenal di kalangan Ahlussunnah wal Jama’ah dengan nama salat Tasbih. Meskipun di kalangan Syiah saja salat ini dikenal dengan nama salat Ja’far, akan tetapi ia dilakukan bukan untuk Ja’far At-Thayyar. Namanya saja salat Ja’far, tetapi fadlilah, keutamanan dan pahalanya yang sangat besar, adalah bagi siapa saja yang melakukannya.

Sejarah Rasulullah SAWW (Bagian 7)

Pelanggaran Perjanjian Hudaibiyah oleh Kaum Qureisy


Sebagaimana Anda ketahui, Rasul Allah saaw pernah menjalin perjanjian damai dengan kaum musyrikin Quraisy yang dikenal dengan nama Perjanjian Hudaibiyah. Isi terpenting dari perjanjian tersebut ialah bahwa kedua belah tidak akan saling memerangi baik langsung mapun tidak langsung.

Akan tetapi kaum Quraisy, melanggar perjanjian Hudaibiyah ini ketika mereka memasok kabilah Bani Bakr dengan senjata perang. Kaum Qureisy mendorong Bani Bakr dari suku Kinanah yang bersahabat dengannya ini untuk menyerang Khuza’ah yang bersahabat dengan muslimin. Maka Bani Bakr pun menyerang Bani Khuza’ah pada malam hari. Mereka membunuh sejumlah mereka dan menyandera sejumlah lainnya. Rasul Allah saaw mendengar tentang perbuatan Bani Bakr terhadap Bani Khuza’ah yang mendapat dukungan dari Qureisy. Rasul pun berjanji akan menolong Bani Khuza’ah.

Akan tetapi kaum Qureisy menyesali pelanggaran yang mereka lakukan, yaitu mempersenjatai Bani Bakr dan mendorongnya untuk memerangi Khuza’ah. Mereka pun mengirim salah seorang tokoh mereka yaitu Abu Sufyan ke Madinah untuk menjumpai Nabi saaw dan meminta maaf sekaligus menekankan komitmen mereka terhadap perjanjian damai yang telah mereka buat di Hudaibiyah. Mula-mula Abu Sufyan mendatangi rumah putrinya, Ummu Habibah, salah seorang istri Rasul Allah saaw.

Akan tetapi ia tidak mendapat penghormatan yang semestinya dari putrinya ini, melihat bahwa Abu Sufyan adalah seorang musyrik dan najis. Kemudian Abu Sufyan pergi langsung menemui Nabi saaw, dan berbicara kepada beliau tentang kemungkinan memperbarui pernajnian damai. Akan tetapi Rasul Allah saaw tidak memberikan jawaban apa pun kepadanya, yang menunjukkan bahwa beliau tidak menaruh perhatian kepada Abu Sufyan dan misi yang dibawanya.

Abu Sufyan masih belum berputus asa, dan pergi menemui beberapa sahabat Nabi saaw untuk menolongnya menyampiakan misi yang ia bawa kepada Nabi, yaitu membuat perjanjian damai baru. Akan tetapi para sahabat pun tidak memberikan jawaban. Kemudian Abu Sufyan pergi ke rumah Imam Ali dan Sayidah Fatimah as, menyampaikan permohonan agar mereka bersedia membantunya untuk berbicara dengan Rasul Allah saaw. Imam Ali as menjawab, “Demi Allah, Rasul Allah saaw telah mengambil keputusan dimana tak ada satu pun dari kami yang dapat memintanya untuk mengubah keputusan tersebut.”

Abu Sufyan pun menoleh kepada Sayidah Fatimah as, lalu meminta kepada beliau untuk berbicara kepada Nabi saaw dan menyampaikan permohonan maaf dari kaum musyrikin Qureisy. Akan tetapi Sayidah Fatimah pun dengan tegas menolak seraya mengatakan bahwa semua itu terpulang kepada keputusan Rasul Allah saaw sendiri.

Adapun Rasul Allah saaw, telah mengambil ketetapan dan memerintahkan mobilisasi umum dengan tujuan menaklukkan kota Makkah, benteng terkuat diantara benteng-benteng para penyembah berhala, dan menghancurkan pemerintahan kaum Qureisy yang zalim, yang selama ini merupakan kendala terbesar bagi kemajuan dan penyebaran ajaran Islam.

Doa Nabi saaw di hari-hari itu ialah permohonan kepada Allah swt agar membutakan mata orang-orang Qureisy sehingga tidak meliat kedatangan muslimin dan tidak mengetahui tujuan mereka. beliau berdoa demikian :

“Ya Allah cabutlah penglihatan orang-orang Qureisy sehingga mereka tidak akan melihat kedatanganku kecuali dalam keadaan tiba-tiba dan tidak mendengar rencanaku ini kecuali mendadak”

Di bulan Ramadlan tahun kedelapan, berkumpullah umat muslimin dalam jumah yang besar untuk berangkat menuju Makkah. Berbagai kabilah dan suku Arab yang telah menyatakan keislaman mereka juga turut serta. Diantara mereka yang ikut dalam rombongan fathu Makkah ini ialah, kaum Muhajirin 700 orang dengan tiga bendera ditambah 300 ekor kuda. Kaum Anshar 4000 orang dengan banyak bendera ditambah 700 ekor kuda. Kabilah Muzainah 1000 orang dengan dua bendera dan 100 ekor kuda. Kabilah Juhainah 800 orang dengan empat bendera dan 50 ekor kuda. Kabilah Bani Ka’ab 500 orang dengan tiga bendera. Selain mereka ikut pula sejumlah besar orang dari kabilah Ghifar, Asyja’ dan Bani Sulaim. Ibnu Hisyam, salah seorang penulis sejarah terkenal mengatakan bahwa muslimin yang ikut serta dalam Fathu Makkah mencapai 10.000 orang.

Hampir saja berita tentang kedatangan kaum muslimin ke Makkah ini sampai ke telinga orang-orang Makkah. Jibril as datang kepada Nabi saaw memberitakan bahwa ada seorang mata-mata di kalangan muslimin yang mengirim surat kepada kaum Qureisy, melalui seorang perempuan bernama Sarah, seorang penyanyi dan penghibur, yang ingin membocorkan rencana besar Rasul Allah saaw menaklukkan kota Makkah ini. Jibril memberitakan bahwa perempuan bersama suatu rombongan tengah bergerak menuju Makkah.

Mendengar itu Rasul Allah saaw memerintahkan kepada Imam Ali as, Miqdad dan Zubeir, untuk mengejar perempuan tersebut, menahannya dan mengambil surat itu darinya. Mereka bertiga berhasil mengejar rombongan tersebut, lalu menahan perempuan itu dan memintanya untuk menyerahkan suratnya. Akan tetapi perempuan tersebut membantah dan mengatakan bahwa ia tidak membawa surat apa pun.

Tentu saja Imam Ali as sama sekali tidak percaya omongan perempuan ini karena ia yakin seratus persen bahwa Jibril as tidak mungkin berbohong. Untuk itu beliau berkata dengan nada keras dan mengancam perempuan tersebut, jika tidak bersedia menyerahkan surat, terpaksa beliau akan menggeledahnya. Karena merasa takut maka perempuan itu pun menyerah dan mengeluarkan surat rahasia tersebut.

Sejarah Rasulullah SAWW (Bagian 8)

Penaklukan kota Mekah ( Fathu Makkah )


Setelah kaum musyrikin Qureisy melanggar perjanjian damai dengan Rasul Allah saaw, dan setelah utusan mereka yaitu Abu Sufyan, gagal meminta maaf dari Rasul Allah saaw, dan kembali ke Makkah dengan tangan hampa, Rasul Allah saaw menyusun rencana rahasia untuk menaklukkan kota Makkah. Akan tetapi beliau tidak menginginkan adanya pertumpahan darah dalam hal ini. Untuk itulah beliau menyusun strategi dengan sangat rapi, dengan memperhitungkan tujuan beliau itu.

Rasul Allah saaw pun memulai gerakan besarnya ini tanpa seorang pun yang mengetahui dengan pasti tujuan beliau, selain sejumlah kecil orang kepercayaan beliau. Saat itu tanggal 10 Ramadlan. Beliau dan muslimin dalam keadaan berpuasa. Di tengah jalan beliau berbuka dengan meneguk air, dan meminta seluruh anggota pasukan untuk melakukan hal yang sama, dengan tujuan agar mereka memiliki kekuatan dan tidak lemah ketika berhadapan dengan musuh.

Setelah Rasul bergerak dari Madinah menuju Makkah, paman beliau, Abbas bin Abdulmuttalib, juga bergerak dari Makkah menuju Madinah untuk bergabung bersama Rasul Allah saaw. Sebagaimana diketahui, setelah Rasul Allah saaw dan muslimin berhijrah dari Makkah ke Madinah, Abbas bin Abdulmuttalib tetap berada di Makkah, tidak ikut berhijrah ke Madinah. Hal itu adalah atas permintaan Nabi saaw, dengan tujuan agar Abbas memata-matai semua kegiatan kaum musyrikin Quraisy dan menghinformasikannya kepada Rasul Allah saaw di Madinah.

Untuk itulah Abbas paman Rasul ini, menyembunyikan keislamannya dan menjalin hubungan yang baik dengan tokoh-tokoh Qureisy seperti Abu Sufyan dan lain-lain. Ketika Abbas menyongsong ke datangan Rasul Allah dan muslimin di tengah jalan antara Makkah dan Madinah, Abbas membawa serta Abu Sufyan dan seorang lagi tokoh Qureisy bernama Abdullah bin Abi Umayyah bin Al-Mughirah. Dua orang ini adalah yang paling getol memusuhi Rasul Allah saaw dan yang sangat aktif dalam usaha menggagalkan dakwah beliau. Setelah Abbas dan dua orang ini bergabung bersama Rasul Allah saaw, kedua orang tersebut ingin bertemu dengan Nabi, akan tetapi mereka tidak mendapat ijin untuk itu.

Ketika pasukan Islam sudah sampai di pinggiran kota Makkah, Rasul Allah saaw memerintahkan untuk menyalakan api di atas gunung dan bukit-bukit sekitar Makkah dari arah Madinah, dengan tujuan menciptakan rasa takut dipada penduduk Makkah. Beliau juga meminta agar setiap orang dari tentaranya membawa obor di tangan sehingga akan tampak sebuah garis memanjang dari api. Semua itu adalah untuk menunjukkan kepada penduduk Makkah bahwa yang datang kali ini adalah pasukan muslimin dalam jumlah yang besar. Rasul Allah saaw juga mengutus Abbas, paman beliau, untuk memberitakan kepada warga Makkah agar menyerah terhadap pasukan muslimin dan tidak mengadakan perlawanan.

Ringkas cerita, penduduk Makkah benar-benar merasa ketakutan melihat atau mendengar besarnya kekuatan pasukan muslimin, sehingga tak ada lagi semangat perlawanan dari mereka. Inilah memang yang dikehendaki oleh Rasul Allah saaw, yaitu penaklukan kota Makkah tanpa pertumpahan darah. Ketika masih berada di pinggiran Makkah dan sebelum memasuki kota ini, Rasul Allah saaw menerima Abu Sufyan di kemah beliau.

Diantara pembicaraan antara Rasul Allah saaw dan Abu Sufyan ialah bahwa Rasul Allah saaw berkata kepadanya, “Belum tibakah saatnya bagimu untuk meyakini bahwa tidak ada tuhan selain Allah?” Abu Sufyan berkata, “Sesungguhnyalah wahai Muhammad, betapa lembutnya hatimu, betapa mulianya dirimu dan betapa besarnya perhatianmu terhadap pertalian keluarga. Demi Allah, aku telah menyangka bahwa jika ada tuhan lain selain-Nya, maka aku tidak akan memerlukannya.” Kemudian Rasul Allah saaw berkata, “Belum tibakah saatnya bagimu untuk meyakini bahwa aku adalah utusan Allah?” Abu Sufyan menjawab, “Demi Allah tentang yang satu ini di hati masih ada ganjalan.”

Mendengar jawaban Abu Sufyan seperti itu, Abbas bin Abdulmuttalib yang ikut hadir dalam pertemuan tersebut, marah dan membentak Abu Sufyan, “Menyerahlah dan bersaksilah bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah, sebelum lehermu dipenggal.” Maka Abu Sufyan pun mengucapkan dua kalimat syahadah tersebut, dan Rasul Allah saaw pun menerima keislamannya yang seperti itu. Akan tetapi Rasul Allah saaw tetap meminta kepada Abbas agar tetap menjaga dan mengawasi Abu Sufyan karena orang ini masih belum bisa dipercaya.

Kemudian atas permintaan Rasul pula, Abbas membawa Abu Sufyan ke suatu tempat agak tinggi, di atas jalan yang akan dilalui oleh rombongan pasukan muslimin, agar menyaksikan kehebatan kekuatan muslimin ketika memasuki kota Makkah. Ketika Abu Sufyan menyaksikan masuk pasukan muslimin rombongan demi rombongan, sementara Abbas memberikan penjelasan kepadanya tentang ciri-ciri dan kehebatan pasukan muslimin, Abu Sufyan berkata, “Benar-benar hebat mereka itu. Demi Allah, kerajaan keponakanmu telah sedemikian besar dan kuat.” Abbas menjawab, ”Celaka kau Hei Abu Sufyan, ini bukan kerajaan, akan tetapi kenabian.”

Demikianlah Rasul Allah saaw dan pasukannya memasuki kota Makkah dengan penuh kewibawaan, tanpa pertumpahan darah, berkat strategi yang beliau rancang dengan sebaik-baiknya. Kemudian Rasul Allah saaw membebaskan Abu Sufyan untuk menemui tokoh-tokoh Makkah dan memastikan lagi kepada mereka untuk menyerah sepenuhnya dan tidak mengadakan perlawanan menghadapi pasukan muslimin. Akan tetapi, meskipun Rasul Allah saaw memerintahkan tentaranya untuk tidak memulai menyerang, kecuali jika diserang, beliau menjatuhkan hukuman mati untuk sepuluh orang dari penduduk Makkah, dan memerintahkan kepada pasukannya agar membunuh mereka, meskipun mereka berlindung di balik kain Ka’bah. Nama-nama sepuluh orang yang dijatuhi hukuman mati oleh Rasul Allah saaw ini ialah:

1- Ikrimah bin Abi Jahal
2- Hubar bin Aswad
3- Abdullah bin Abi Sarh
4- Qeis bin Hubabah Al-Kindi
5- Al-Huwairits bin Nuqainad
6- Shofwan bin Umayyah
7- Wahsyi bin Harb, pembunuh Sayidina Hamzah
8- Abdullah bin Zab’ari
9- Harits bin Thalalah
10- Abdullah bin Khathl

Aturan Baru di Mekah


Setelah Rasul Allah saaw memasuki Makkah dan beristirahat, beliau meminta kepada Utsman bin Thalhah untuk memberinya kunci Ka’bah, karena selama ini dia lah pemegang kunci Ka’bah yang dia terima secara turun temurun. Kemudian Nabi membuka pintu Ka’bah dan memasukinya diikuti oleh beberapa sahabat. Kemudian Nabi meminta agar pintu Ka’bah ditutup, dan Khalid bin Walid menjaganya di luar. Pada masa itu dinding Ka’bah di bagian dalam penuh dengan gambar para Nabi, malaikat dan sebagainya. Rasul Allah saaw meminta agar semua itu di bersihkan lalu beliau membasuh dinding Ka’bah bagian dalam dengan air zamzam.

Patung-patung yang berada di dalam Ka’bah pun dihancurkan oleh Rasul Allah saaw. Imam Ali as ikut membantu Rasul Allah saaw dalam menghancurkan patung-patung ini. Ketika Rasul Allah akan menghancurkan patung yang terbesar, beliau perlu pijakan untuk mencapai tempat yang lebih tinggi. Untuk itu beliau meminta Imam Ali agar mengangkat beliau di atas bahu. Ketika Rasul Allah berusaha berdiri di atas bahu Imam Ali as, Imam Ali merasakan beban yang sangat berat dari tubuh Rasul Allah saaw, sehingga beliau tidak mampu berdiri mengangkat tubuh Rasul Allah dengan bahunya. Dalam hal ini Imam Ali sendiri mengatakan bahwa beban risalah yang diemban oleh Rasul Allah membuat tubuh beliau sedemikian berat.

Wal hasil apa pun sebabnya, yang jelas dalam sejarah dikatakan bahwa ketika Imam Ali as tidak mampu mengangkat tubuh Rasul Allah saaw, maka Rasul Allah meminta agar Imam Ali yang naik ke bahu beliau untuk menjatuhkan berhala terbesar sesembahan kaum musyrikin Qureisy itu. Jadilah Imam Ali as naik ke atas bahu Rasul Allah saaw dan menjatuhkan berhala besar yang pecah berkeping ketika menimpa tanah. Kemudian Rasul Allah saaw berdiri di depan pintu Ka’bah dan mengucapkan kata-kata berikut ini :

الحمد للّه الذي صدق وعده ونصر عبده وهزم الاَحزاب وحده

“Segala puji bagi Allah yang telah menepati janji-Nya, dan menolong hamba-Nya, dan mengalahkan golongan-golongan (kuffar musyrikin) sendirian”.

Kemudian beliau memandang kepada orang-orang Makkah yang menyaksikan beliau menghancurkan berhala-berhala itu. Beliau bertanya kepada mereka, “Apa yang akan kalian katakan dan bagaimana menurut kalian?” Mereka menjawab, “Kami mengatakan yang baik dan berpendapat dengan pendapat yang baik pula. Engkau adalah saudara kami yang mulia, dan anak saudara kami yang mulia, dan Engkau telah mencapai kemenangan.” Rasul Allah saaw menimpali ucapan mereka dengan mengatakan, “Sedangkan aku mengatakan kepada kalian sebagaimana yang dikatakan oleh Saudaraku Yusuf,

قالَ لا تَثْريبَ عَلَيْكُمُ اليَومَ يَغْفِرُ اللّهُ لَكُمْ وَهُوَ أَرْحَمُ الرّاحِمين

“Dia (Yusuf) berkata, “Hari ini tidak ada celaan atas kalian. Mudah-mudhaan Allah mengampuni kalian, dan Dialah yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang”. (Yusuf: 92)

Kemudian Rasul Allah saaw juga mengatakan, “Kalian adalah seburuk-buruk tetangga Nabi. Kalian telah mendustakan, mengusir, dan mengganggu. Tetapi kalianbelum puas dengan semua itu, lalu kalian memerangiku pula. Pergilah kalian, dankalian adalah orang-orang yang dimerdekakan.”

Setelah menunaikan salat Dhuhur, Rasul Allah saaw menyerahkan kembali kunci Ka’bah kepada Utsman bin Thalhah. Hal ini menunjukkan bahwa beliau sangat memegang teguh amanat kepada para pemiliknya. Kemudian Rasul Allah saaw menghapus semua jabatan yang berkaitan dengan Ka’bah yang berlaku di masa jahiliyah, kecuali yang bermanfaat bagi umat manusia, seperti pemegang kunci Ka’bah dan penjaga tirai Ka’bah, juga petugas pembagi air untuk para hujjaj.

Dalam kesempatan pertemuan dengan kaum kerabatnya, teramsuk BaniHasyim danBani Abdul Muttalib, Rasul Allah saaw menjelaskan kepada mereka bahwa ikatan kekeluargaan yang ada diantara mereka tidak boleh membuat mereka merasa lebih mulia daripada orang lain, atau menjadikannya sebagai tameng untuk berbuat semena-mena dan melanggar yang berlaku dalam pemerintahan Islam.

Di hadapan kaum kerabatnya ini, Rasul Allah saaw bersabda sebagai berikut, “Wahai Bani Hasyim, Wahai Bani Abdul Muttalib, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian, dan aku sangat mengasihi kalian. Akan tetapi janganlah kalian mengatakan “Muhammad dari kami”. Demi Allah, para pencintaku, baik dari kalian atau dari selain kalian, tak lain adalah orang-orang yang bertakwa. Jangan sampai kalian datang kepadaku di hari kiamat dalam keadaan memanggul dunia, sementara orang lain datang memanggul akherat. Ketahuilah bahwa aku tidak dapat berbuat apa dengan apa yang ada antara aku dan kalian, tidak pula antara Allah swt dan kalian. Bagiku amalku dan bagi kalian amal kalian.”

Kemudian, dalam khutbah yangbeliau sampaikan di depan sejumlah besar penduduk Makkah, Rasul Allah saaw mengajak semuanya untuk meninggalkan adat kebiasaan buruk di masa jahiliyah. Diantaranya ialah, watak suka menyombongkan nasab atau garis keturunan, etnis Arab atau kearaban, dendam kesumat dan perang berkepanjangan, dan kebiasaan-kebiasaan buruk lain. Semantara itu beliau menumbuhkan nilai-nilai mulia diantara emreka, seperti persamaan hak dan kedudukan diantara manusia, persaudaraan Islam, kasih sayang terhadap kaum lemah termasuk anak yatim dan kaum perempuan.

Sebelum ini telah disebutkan bahwa Rasul Allah menjatuhkan vonis mati kepada 10 orang penduduk Makkah dan meminta agar mereka dibunuh dimanapun mereka berada, bahkan jika mereka bersembunyi di balik kain Ka’bah. Akan tetapi kira-kira separuh dari sepuluh orang ini pada akhirnya dimaafkan juga oleh Rasul Allah saaw, karena permohonan beberapa sahabat, atau kerabat orang-orang itu, yang sudah masuk Islam sebelumnya.

Selain di dalam Ka’bah, kaum musyrikin Qureisy juga memiliki rumah-rumah ibadah yang penuh dengan berbagai macam berhala di dalamnya. Rasul Allah saaw, juga memerintahkan agar rumah-rumah ibadah tersebut dibersihkan dari patung. Beliau juga memerintahkan kepada penduduk Makah yang memiliki patung agar menghancurkannya.

Demikianlah Rasul Allah saaw setelah menaklukkan Makkah, mengislamkan seluruh penduduknya dan membersihkan kota ini dari semua berhala, beliau pun mengatur dan merapikan pemerintahannya dengan menunjuk orang-orang tertentu untuk menjalankan tugas-tugas sosial, politik, keamanan dan ketatanegaraan.

Perang Hunain


Dalam penaklukan kota suci Makkah Al-Mukarramah, dimana setelah Nabi dan muslimin menguasai penuh kota tersebut, maka sekitar 15 hari kemudian, beliau menyusun pasukan dalam jumlah 12.000 tentara, dan beliu pimpin sendiri menuju ke kabilah Hawazin dan Tsaqif, yang memberontak kepada beliau. Jumlah pasukan muslimin sedemikian besar karena setelah penduduk Makkah menyatakan menerima Islam, maka bergabunglah kaum pemuda Makkah ke dalam tentara muslimin. Bahkan jumlah besar pasukan ini sempat menimbulkan kebanggaan di kalangan muslimin sehingga mereka sempat melalaikan peran dan pertolongan Allah swt, dan menganggap remeh musuh yang bakal mereka hadapi.

Kondisi mereka seperti inilah yang disinggung di dalam Al-Quran Surat At-Taubah Ayat 25, sebagai berikut:

لقد نصركم الله في مواطن كثيرة ویوم حنين اذ اعجبتكم كثرتكم فلم تغن عنكم من الله شیا وضاقت عليكم الارض بما رحبت ثم وليتم مدبرين

Yang artinya, “Allah telah menolong kalian dalam banyak medan pertempuran, dan dalam perang Hunain, ketika kalian merasa bangga dengan jumah kalian yang besar, tetapi hal itu tidak berguna apa pun bagi kalian. Dan bumi pun menjadi sempit bagi kalian, padahal ia luas, kemudian kalian melarikan diri dari medan perang.”

Secara singkat peristiwa perang Hunain itu, sebagaimana disebutkan dalam berbagai kitab sejarah, terjadi dalam dua tahap. Pada tahap pertama, tentara muslimin menghadapi kekalahan karena tipu daya dan taktik perang yang digunakan oleh musuh. Sementara sebagaimana disinggung oleh Ayat tersebut di atas, pasukan muslimin kurang waspada karena mereka merasa bangga dan hanya mengandalkan kekuatan serta jumlah pasukan yang besar.

Pada tahap pertama, pasukan muslimin dari Bani Sulaim di bawah pimpinan Khalid bin Walid, yang pertama kali masuk ke daerah lawan, terjebak dalam serangan mendadak oleh musuh yang bersembunyi di atas bukit yang kemudian melempari pasukan muslimin dengan batu, anak panah dan tombak. Akibat serangan mendadak ini jatuh korban jiwa dan luka dari pasukan muslimin, sehingga mereka berserabutan lalu sebagiannya melarikan diri.

Melihat kekacauan pasukan muslimin tersebut Rasul Allah saaw memerintahkan Abbas bin Abdulmuttalib untuk menyeru mereka agar mereka yang melarikan diri itu kembali kepada beliau. Mendengar teriakan Sayyidina Abbas tersebut, kembali tumbuh semangat di hati mereka, lalu mereka pun kembali ke pada Nabi saaw. Dengan demikian Rasul pun dapat menyusun lagi kekuatan,lalu menyerang posisi musuh. Serangan balasan pasukan muslimin ini berhasil menimpakan korban dan kerugian cukup besar di pihak lawan sehingga memaksa mereka lari meninggalkan posisi mereka. Mereka juga meninggalkan banyak bekal dan peralatan perang, juga wanita dan anak-anak mereka yang tadinya sengaja disertakan bersama mereka untuk membangkitkan semangat tempur.

Diketahui kemudian bahwa meletakkan anak istri di belakang pasukan yang bertempur, merupakan taktik kabilah Hawazin, dan kabilah Arab lain, untuk membangkitkan semangat tempur dan mencegah mereka melarikan diri dari medan perang. Akibatnya, ketika pada akhirnya mereka lari meninggalkan medan perang, maka kaum wanita dan anak-anak ini tertinggal sehingga menjadi tawanan. Pada perang kali ini pun, secara keseluruhan, pasukan muslimin menahan sebanyak enam ribu orang dari pihak musuh, selain pampasan perang lain berupa hewan dan peralatan perang, serta emas perak sebanyak lebih dari 3300 kilogram.

Sedangkan dari pasukan muslimin, delapan orang syahid dan sejumlah lainnya cidera. Setelah kabilah Hawazin mengalami kekalahan, Rasul Allah saaw pun mempersiapkan pasukannya untuk memerangi kabilah Tsaqif, yang bersama-sama kabilah Hawazin memerangi muslimin. Kabilah Tsaqif, setelah mengalami kekalahan, maka kabilah Tsaqif yang membantu Hawazin pun lari menuju ke kampung halaman mereka di Thaif. Mereka bersembunyi di balik benteng-benteng mereka yang terkenal kokoh dengan dinding-dinding yang tinggi. Bersembunyi di balik benteng-bentengnya ini, mereka melempari dengan batu dan memanahi pasukan muslimin, sehingga tidak dapat mendekat ke arah mereka.

Kemudian Salman Al-Farisi, mengusulkan agar membuat “manjaniq”, meriam kuno untuk melemparkan batu berukuran besar ke jarak yang jauh. Disebutkan dalam sejarah bahwa Salman sendirilah, dibantu oleh yang lain, yang membuat manjaniq ini, dan mengajarkan kepada muslimin cara-cara penggunaannya. Akan tetapi hal itu pun tidak mendatangkan banyak kemajuan bagi pasukan muslimin, karena kabilah Tsaqif masih tetap bertahan di dalam benteng dan di balik pintu-pintu gerbang mereka yang masih tetap kokoh.

Pasukan muslimin tetap hanya dapat mengepung tanpa hasil apa pun, dan hal itu berjalan selama berhari-hari. Berbagai taktik telah dilakukan oleh Rasul Allah saaw untuk membuat kabilah Tsaqif menyerah. Diantara taktik beliau itu ialah bahwa beliau mengeluarkan pengumuman, barang siapa yang menyerahkan diri kepada beliau, maka orang itu akan dibebaskan dan tidak akan ditawan. Pernyataan Rasul yang demikian ini berpengaruh pada sebagian pasukan kabilah Tsaqif, yang keluar dari meneyrahkan diri kepada Rasul Allah.

Dari mereka yang baru menyerah inilah Rasul Allah saaw mendapat informasi tentang keadaan di dalam benteng. Mereka mengatakan bahwa pihak musuh memiliki bekal yang sangat banyak sehingga akan mampu bertahan meskipun dikepung selama satu tahun. Untuk itulah, dan atas dasar berbagai pertimbangan, Rasul Allah saaw memerintahkan agar pasukannya meninggalkan medan perang.

Beberapa alasan Rasul Allah saaw meninggalkan medan perang tersebut ialah:

1- Tidak ada kemajuan yang diperoleh karena kabilah Tsaqif dan beberapa suku Arab lain yang membantunya, hanya bersembunyi di balik benteng.
2- Pasukan muslimin sudah lelah karena perang sebelumnya menghadapi kabilah Hawazin.
3- Bulan Syawal sudah habis dan masuk bulan DzulQa’dah yang merupakan awal bulan suci (asyhurul hurum) yang dilaranag berperang di dalamnya.
4- Musim haji juga sudah dekat. Dan sejak penaklukan kota Makkah, maka pengelolaan pelaksanaan ibadah haji berada di tangan muslimin.

Akan tetapi Rasul Allah saaw tetap melancarkan dakwah Islam kepada kabilah Tsaqif dan semua suku Arab yang masih belum masuk Islam, sampai akhirnya mereka semua bersedia menerima agama Islam atau menyatakan tunduk kepada pemerintahan Islam.

Sejarah Rasulullah SAWW (Bagian 11)

Nabi Sang Pemaaf


Setelah perang Hunain dan Thaif, yang mendatangkan kemenangan sangat besar bagi muslimin, terutama dari segi peolehan pampasan dan tawanan perang termasuk kaum wanita dan anak-anak, Rasul Allah saaw berserta pasukannya kembali ke Ji’ranah, tempat para tawanan dan pampasan perang Hunain disimpan dan dikumpulkan. Beliau tinggal di Ji’ranah selama 13 hari.

Sebagaimana diketahui, bahwa pada masa kecilnya, Rasul Allah saaw di susui dan hidup selama lima tahun bersama Bani Sa’ad yang merupakan bagian dari kabilah Hawazin. Beliau disusui oleh seorang perempuan Bani Sa’ad bernama Halimah As-Sa’diyyah. Bani Sa’ad ini ikut berperang bersama Kabilah Hawazin melawan pasukan muslimin. Dan banyak dari kaum perempuan dan anak-anak mereka yang ditawanan oleh pasukan muslimin, selain sejumlah harta kekayaan mereka.

Karena para tokoh Bani Sa’ad mengenal kemuliaan akhlak dan kepribadian Nabi saaw, maka mereka yakin bahwa jika mereka meminta kepada Nabi agar membebaskan kaum perempuan dan anak-anak mereka, melihat bahwa sebenarnya telah terjalin persaudaraan diantara mereka, lewat penyusuan tersebut, maka Nabi pasti akan memenuhi permintaan mereka.

Untuk itu Bani Sa’ad mengutus tokoh-tokoh mereka yang telah memeluk agama Islam, untuk menemui Nabi saaw, dan memohon kepada beliau agar membebaskan kaum perempuan dan anak-anak mereka. Rasul Allah saaw pun, dengan kebijaksanaan yang tinggi, pada akhirnya membebaskan mereka semua. Perbuatan Nabi tersebut menanamkan pengaruh posistif yang sangat dalam di hati Bani Sa’ad bahkan seluruh kabilah Hawazin, sehingga lebih banyak lagi diantara mereka yang menyatakan Islam dan iman serta ketaatan kepada Rasul Allah saaw.

Perang Tabuk


Peperangan penting yang terjadi setelah itu ialah perang Tabuk. Tabuk ialah sebuah benteng yang kuat dan tinggi, dibangun di sebuah kawasan perbatasan Syam, atau Suriah sekarang. Pada zaman itu Suriah merupakan tanah jajahan imperium Romawi Timur. Penduduk Syam saat itu beragama Kristen, dan para pejabat pemerintahannya ditunjuk oleh para penguasa Romawi.

Penyebaran agama Islam yang sangat cepat di Tanah Arab dan kemenangan umat muslimin dalam berbagai peperangan, membuat para penguasa Syam takut, sehingga mendorong mereka untuk menyusun strategi. Mereka berpikir bahwa sebelum Islam semakin menyebar dan memperoleh kekuatan, maka mereka harus membasminya terlebih dahulu. Rupanya strategi preemtif yang sekarang ini diterapkan oleh AS, sudah dikenal sejak zaman dulu.

Persiapan pasukan Syam yang didukung oleh pasukan imperium Romawi dan niat mereka untuk melancarkan serangan preemtif terhadap muslimin ini telah didengar oleh Rasul Allah saaw, melalui berita yang dibawa oleh para pedagang Arab yang jalur perdagangan mereka itu adalah Madinah – Syam. Beliaupun merasa harus segera mempersiapkan pasukan dalam jumlah besar untuk menghadang dan memberi pelajaran kepada pasukan Syam dukungan Romawi itu, selain tentu saja demi menjaga dan mempertahankan pemerintahan Islam yang berhasil beliau tegakkan di jazirah Arab.

Ketika Rasul Allah saaw mengajak umat muslimin Makkah dan Madinah untuk ikut dalam peperangan, sebagian dari mereka menolak dengan memberikan berbagai macam alasan. Hal ini disinggung di dalam Al-Quran Surat At-Taubah Ayat 49, juga Surat yang sama Ayat 81 dan 82. Pada saat mempersiapkan pasukan untuk menghadapi serangan dari Syam ini, Rasul Allah saaw banyak menghadapi usaha pengkhianatan dari kaum munafikin. Akan tetapi berkat kejelian dan ketegasan beliau, semua usaha tersebut dapat beliau atasi dengan baik.

Perang Tabuk ini termasuk diantara peperangan yang sangat penting, meskipun kemudian peperangan ini tidak terjadi karena pihak musuh merasa takut dan gentar melihat kebesaran dan keberanian pasukan muslimin. Mereka bersembunyi di balik pintu gerbang dan di dalam kota. Oleh karena itu Rasul Allah saaw hanya dapat menemui beberapa kabilah di sekitar Tabuk yang mereka itu beragama Kristen dan takluk di bawah kekuasaan kekaisaran Romawi. Rasul Allah mengadakan perjanjian damai dan tidak saling menyerang dengan kabilah-kabilah tersebut, sehingga beliau tidak merasa terancam oleh kabilah-kabilah ini. Setelah itu beliau kembali ke Madinah.

Ketika akan berangkat menuju Tabuk Rasul Allah saaw sengaja tidak menyertakan Imam Ali as bersama beliau, akan tetapi meninggalkan beliau di Madinah. Rasul Allah saaw menyadari bahwa beliau akan meninggalkan Madinah dalam waktu yang sangat lama karena Tabuk kawasan yang paling jauh dibanding medang perang lain yang pernah beliau alami. Dan oleh karena menyadari adanya sekelompok munafikin yang menunggu kesempatan ketiadaan Nabi di Madinah dalam waktu yang lama, untuk membuat semacam kudeta, maka Rasul Allah saaw sengaja meninggalkan orang yang paling beliau percayai, yaitu Imam Ali as untuk menjaga Madinah dan seluruh kawasan Islam yang ada saat itu, yaitu Madinah, Makkah dan beberapa kawasan sekitarnya, dari usaha-usaha jahat munafikin.

Melihat Rasul Allah saaw meninggalkan Imam Ali as di Madinah, kaum munafikin merasa kecewa dan yakin bahwa dengan keberadaan Imam Ali di Madinah, tak mungkin mereka dapat melaksanakan rencana jahat mereka. untuk itu mereka menimbulkan isu-isu yang menyudutkan Imam Ali dengan harapan akan mendorong beliau untuk berangkat bersama Rasul Allah saaw, meninggalkan Madinah. Pada intinya isu-isu tersebut mengatakan bahwa Rasul Allah sudah tidak lagi memerlukan Ali dalam peperangannya, atau bahwa Ali-lah yang meminta untuk tinggal bersama kaum perempuan dan anak kecil di Madinah, karena perang kali ini sangat jauh, dilakukan di tengah musim panas, dan menghadapi musuh yang sangat tangguh.

Mendengar kasak-kusuk kaum munafikin tersebut, Imam Ali as berangkat mengejar rombongan Rasul Allah saaw dan berhasil menemui beliau di Juhfah berjarak beberapa kilo meter dari Madinah. Di situlah Imam Ali as menyampaikan kasak-kusuk kaum munafikin tersebut. Dan untuk membantahnya Rasul Allah saaw kembali mengeluarkan pernyataan yang sangat terkenal dan menjadi salah satu bukti kepemimpinan Imam Ali as setelah beliau saaw. Ucapan Nabi ini kemudian dikenal dengan hadits “manzilah”. Beliau berkata kepada Imam Ali:

أما تَرْضى يا عَليّ أنْ تَكُونَ مِنّي بِمنزلةِ هارونَ مِنْ مُوسى إلاّ أنَّه لا نبيَّ بعدي

”Apakah engkau tidak suka wahai Ali, bahwa engkau memiliki kedudukan terhadapku sama seperti kedudukan Harun terhadap Musa? Hanya saja tidak ada Nabi lagi setelahku.”


Perang Tabuk (2)


Perang Tabuk juga menyimpan kisah-kisah menarik tentang kemunafikan sejumlah orang yang mengaku sebagai sahabat Nabi, akan tetapi mereka sebenarnya adalah orang-orang munafik. Peristiwa perang ini berlangsung di saat Jazirah Arab sedang dipanggang musim panas yang sangat terik. Hari-hari sangat panjang dan lautan pasir menjadi sangat garang. Kebiasaan orang-orang saat itudi musim panas adalah banyak beritirahat di siang hari.

Rasulullah menyeru kepada semua kabilah bersiap-siap dengan pasukan yang sebesar mungkin. Orang-orang kaya dari kalangan Muslimin juga dimintanya supaya ikut serta dalam menyiapkan pasukan itu dengan harta yang ada pada mereka serta mengerahkan orang supaya sama-sama menggabungkan diri ke dalam pasukan itu. Seruan Rasulullah ini berarti ajakan untuk meninggalkan isteri, anak, dan harta-bendadi panas musim yang begitu dahsyat. Mereka harus mengarungi lautan tandus padang sahara, yang kering, tanpa air, kemudian harus pula menghadapi musuh kuat yang sudah mampu mengalahkan Kerajaan Persia.

Hati sebagian orang kaya itu sangat berat langkah dalam memenuhi panggilan Rasulullah. Mereka mulai mereka itu mencari-cari alasan, sambil berbisik-bisik

sesama mereka . Lebih jauh lagi, mereka mulai mencemooh ajakan Rasul yang mulia itu. Mereka akhirnya berdiam diri di rumah-rumah mereka secara sengaja. Ketika sekelompok orang-orang munafik mulai memprovokasi satu sama lain dengan mengatakan “Jangan kalian berangkat perang dalam udara panas seperti ini”. Turunlah firman Allah berikut ini,

Farihal mukhallafuna bi….

“Orang-orang tertinggal di belakang dan tidak ikut berperang itu merasa gembira dengan ketertinggalan mereka di belakang Rasulullah. Mereka tidak suka berjihad dengan dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah. Merek berkata, “Jangan kalian berangkat perang dalam udara panas begini.’ Katakanlah kepada mereka itu, ‘Api neraka lebih panas lagi, jika saja kalian mengerti. Biarlah nanti mereka tertawa sedikit dan menangis lebih banyak sebagai balasan atas hasil perbuatan mereka.” (Qur’an, surah at taubah ayat 81-82)

Di antara mereka, ada juga yang mencoba menghindari peperangan, namun tidak dengan terang-terangan seperti kaum munafik itu. Mereka itu sebenarnya telah terjebak kepada provokasi orang-orang munafik. Mereka sempat meminta izin kepada Rasulullah agar tidak perlu pergi berperang dengan alasan agar bisa menghindari fitnah. Akan tetapi, sebagaimana yang kemudian disampaikan oleh Rasul, Allah menilai bahwa permintaan izin merteka itu justru salah satu bentuk keterjebakan ke dalam fitnah. Simaklah ayat AL-Quran berikut ini.

Wa minhum man….

“Ada pula di antara mereka yang berkata: ‘Ijinkanlah saya (tidak ikut serta) dan jangan kau jerumuskan saya ke dalam fitnah ini., Ketahuilah, mereka kini sudah terjatuh ke dalam ujian itu, dan bahwa neraka itu adalah tempat bagi orang-orang kafir.” (Qur’an, 9:49)

Tentara Rasulullah akhirnya meneruskan perjalanan ke Tabuk. Sebenarnya berita tentang pasukan ini dan kekuatannya sudah sampai kepada pihak Rumawi. Inilah yang membuat pasukan Rumawi gentar. Oleh karena itu Setelah pihak Muslimin sampai di Tabuk dan Muhammad mengetahui pihak Rumawi menarik diri ke dalam benteng-benteng mereka, Rasul merasa tidak pada tempatnya untuk tetap mengejar mereka terus sampai ke dalam negeri mereka. Oleh karena itu, ia perinahkan kaum muslimin agar tetap tinggal di perbatasan

Ketika itulah Yohanna bin Ru’ba – seorang amir (penguasa) Aila yang tinggal di perbatasan oleh Nabi dikirimi surat supaya ia tunduk atau akan diserbu. Yohanna datang sendiri dengan memakai salib dari emas di dadanya. Ia datang dengan membawa hadiah dan menyatakan setia. Ia mengadakan perdamaian dengan Muhammad dan bersedia membayar jizya seperti yang juga dilakukan oleh pihak Jarba’ dan Adhruh

dengan membayar jizyah. Permintaan damai ini diterima oleh Rasulullah.

Sebagai tanda persetujuan atas perjanjian ini Muhammad memberikan hadiah kepada Yohanna berupa mantel tenunan Yaman disertai perhatian penuh kepadanya, setelah diperoleh persetujuan bahwa Aila akan membayar jizya sebesar 3000 dinar tiap tahun. Kemudian Rasulullah pun memerintahkan pasukan muslim pulang ke Madinah
User avatar
farisMuslim
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 33
Joined: Thu Jun 10, 2010 7:37 pm
Location: Indonesia

Re: 4 Alasan kami Murtad

Postby robint » Sat Jul 10, 2010 7:06 pm

Tahun kedua hijriyah, Rasulullah SAW bersama 313 sahabatnya bergerak menuju Badr untuk mencegat kafilah Quresy yang membawa harta berlimpah hasil dari perniagaan di Syam.


nabi koq perampok, katanya mau membebaskan muslimin laen di mekah yg tertindas tapi malah ngegarong hasil perniagaan .

satu lagi gw pengen nanya nih buat muslim yg kayaknya tau banget ttg islam:

batu hajar aswad itu apakah baru didirikan nabi setelah dia menghancurkan berhala2 yg lain ataukan dia satu diantara berhala2 itu yg disisakan nabi utk disembah ?

ini saya quote lagi omonganmu bahwa kabah adalah tempat pemujaan berhala:

Patung-patung yang berada di dalam Ka’bah pun dihancurkan oleh Rasul Allah saaw. Imam Ali as ikut membantu Rasul Allah saaw dalam menghancurkan patung-patung ini. Ketika Rasul Allah akan menghancurkan patung yang terbesar, beliau perlu pijakan untuk mencapai tempat yang lebih tinggi.


awas jangan lari ya slim. Mari kita periksa apakah Islam agama penyembah berhala, nabinya tukang garong apa bukan?
robint
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2190
Joined: Sat Jun 21, 2008 10:52 pm

Re: 4 Alasan kami Murtad

Postby farisMuslim » Sat Jul 10, 2010 10:49 pm

Ups .. ada yang marah .. he he he ...
santai aja brur ..

Begini.
Mengapa Rosulullan dan umat islam melakukan Pencegatan kepada Kafilah qurais yang melakukan perniagaan di syam
Terlebih dahulu kita bahas "BAGAIMANA PERLAKUKAN MEREKA KEPADA ROSULULLAH"
Siapa yang memulai semua ini ..
mari kita bahas.

Umar Mengumumkan Keislamannya Dan Muslimin Beribadat Di Ka'bah

ISLAMNYA Umar telah membawa kelemahan ke dalam tubuh Quraisy karena ia masuk agama ini dengan semangat yang sama seperti ketika ia menentangnya dahulu. Ia masuk Islam tidak sembunyi-sembunyi, malah terang-terangan diumumkan di depan orang banyak dan untuk itu ia bersedia melawan mereka. Ia tidak mau kaum Muslimin sembunyi-sembunyi dan mengendap-endap di celah-celah pegunungan Mekah, mau melakukan ibadat jauh dari gangguan Quraisy. Bahkan ia terus melawan Quraisy, sampai nanti dia beserta Muslimin itu dapat melakukan ibadat dalam Ka'bah. Di sini pihak Quraisy menyadari, bahwa penderitaan yang dialami Muhammad dan sahabat-sahabatnya, takkan mengubah kehendak orang menerima agama Allah, untuk kemudian berlindung kepada Umar dan Hamzah, atau ke Abisinia atau kepada siapa saja yang mampu melindungi mereka.

Piagam Pemboikotan

Quraisy lalu membuat rencana lagi mengatur langkah berikutnya. Setelah sepakat, mereka membuat ketentuan tertulis dengan persetujuan bersama mengadakan pemboikotan total terhadap Banu Hasyim dan Banu Abd'l-Muttalib: untuk tidak saling kawin-mengawinkan, tidak saling berjual-beli apapun. Piagam persetujuan ini kemudian digantungkan di dalam Ka'bah sebagai suatu pengukuhan dan registrasi bagi Ka'bah. Menurut perkiraan mereka, politik yang negatif, politik membiarkan orang kelaparan dan melakukan pemboikotan begini akan memberi hasil yang lebih efektif daripada politik kekerasan dan penyiksaan, sekalipun kekerasan dan penyiksaan itu tidak mereka hentikan. Blokade-blokade yang dilakukan Quraisy terhadap kaum Muslimin dan terhadap Banu Hasyim dan Banu Abd'l Muttalib sudah berjalan selama dua atau tiga tahun, dengan harapan sementara itu Muhammadpun akan ditinggalkan oleh masyarakatnya sendiri. Dengan demikian dia dan ajarannya itu tidak lagi berbahaya.

Daya-Upaya Quraisy Memerangi Muhammad

Akan tetapi ternyata Muhammad sendiri malah makin teguh berpegang pada tuntunan Allah, juga keluarganya, dan mereka yang sudah berimanpun makin gigih mempertahankannya dan mempertahankan agama Allah. Menyebarkan seruan Islam sampai keluar perbatasan Mekah itu pun tak dapat pula dihalang-halangi. Maka tersiarlah dakwah itu ke tengah-tengah masyarakat Arab dan kabilah-kabilah, sehingga membuat agama yang baru ini, yang tadinya hanya terkurung di tengah-tengah lingkaran gunung-gunung Mekah, kini berkumandang gemanya ke seluruh jazirah. Orang-orang Quraisy makin tekun memikirkan bagaimana caranya memerangi orang yang sudah melanggar adat kebiasaannya dan menista dewa-dewanya itu, bagaimana caranya menghentikan tersiarnya ajarannya itu di kalangan kabilah-kabilah Arab, kabilah-kabilah yang tak dapat hidup tanpa Mekah dan juga Mekah tak dapat hidup tanpa mereka dalam perdagangan, dalam kegiatan impor dan ekspor dari dan ke Ibukota itu.

Alat Propaganda

Quraisy mencurahkan semua kegiatannya dalam memerangi orang yang dianggapnya sudah melanggar kebiasaan mereka, melanggar kepercayaan mereka dan kepercayaan leluhur mereka itu. Dengan tabah dan secara terus-menerus selama bertahun-tahun, apa yang telah mereka lakukan untuk menghancurkan ajaran baru ini, sungguh di luar yang dapat kita bayangkan. Muhammad diancam, keluarga dan ninik-mamaknya diancam. Ia diejek, ajarannya diejek. Ia diperolok, dan orang yang jadi pengikutnya juga diperolok. Penyair-penyair mereka didatangkan supaya mengejeknya, supaya memburuk-burukkannya. Ia diganggu, dan orang yang jadi pengikutnya dinista dan disiksa. Ia mau disuap, ditawari kerajaan, ditawari segala yang menjadi kedambaan orang. Kawan-kawan seperjuangannya diusir dari tanah air, perdagangan dan pintu rejeki mereka dibekukan. Ia dan sahabat-sahabatnya diancam dengan perang serta segala akibatnya yang mengerikan.

Akhirnya blokade, akan dibiarkan mati kelaparan jika mungkin.


Tetapi, sungguhpun begitu, Muhammad tetap tabah. Dengan cara yang amat baik tetap ia mengajak orang menerima kebenaran, yang hanya karena itu ia diutus Tuhan kepada umat manusia, sebagai pembawa berita gembira, dan peringatan. Bukankah sudah tiba waktunya Quraisy meletakkan senjatanya, dan mempercayai Al-Amin, orang yang dikenalnya sejak masa anak-anak, sejak masa muda belia, sebagai orang yang jujur, tak pernah berdusta!? Ataukah mereka sudah mencari alat lain selain senjata perang seperti disebutkan, dan lalu terbayang oleh mereka, bahwa dengan demikian mereka akan menang perang, lalu kedudukan berhala-berhala mereka akan dapat dipertahankan sebagai pusat ketuhanan mereka seperti yang mereka duga, dan Mekahpun akan dapat dipertahankan sebagai museum berhala-berhala dan tempat yang disucikan karena berhala-berhala itu akan tetap berada di Mekah?!

Tidak! Belum tiba saatnya bagi Quraisy akan tunduk dan menyerah. Mereka sekarang sedang dalam puncak kekuatirannya bila seruan Muhammad ini nanti akan tersebar di kalangan kabilah-kabilah Arab sesudah terlebih dulu tersebar di Mekah.

Tinggal satu senjata lagi pada mereka sekarang yang sejak semula sudah menjadi pegangan dan kekuatan mereka, yaitu senjata propaganda: propaganda dengan segala implikasinya berupa perdebatan, argumentasi-argumentasi, caci maki, penyebaran desas-desus serta sifat merendahkan argumen lawan dengan menganggap alasan-alasannya sendiri yang lebih baik. Propaganda melawan akidah dan pembawa akidah disertai tuduhan-tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Propaganda yang tidak hanya terbatas pada Mekah saja - sebenarnya buat Mekah ini sudah tidak lagi diperlukan dibandingkan dengan daerah pedalaman lain serta kabilah-kabilahnya, semenanjung jazirah serta semua penduduknya. Dengan mengadakan ancaman bujukan, teror dan penyiksaan, propaganda tidak diperlukan lagi buat Mekah. Tapi buat ribuan orang yang datang ke Mekah tiap tahun masih tetap diperlukan. Mereka datang dalam urusan perdagangan dan berziarah. Mereka berkumpul di pasar-pasar 'Ukaz, Majanna dan Dhul-Majaz, yang kemudian berziarah sambil menyembelih kurban, mengharapkan berkah dan ampunan.

Oleh karena itu, sejak memuncaknya permusuhan antara Quraisy dengan Muhammad terpikir oleh mereka akan menyusun suatu alat propaganda anti Muhammad. Lebih gigih lagi mereka memikirkan hal ini sesudah orang-orang yang berziarah itu diajaknya supaya beribadat hanya kepada Allah yang Esa dan tidak bersekutu. Hal ini sudah terpikir olehnya sejak tahun-tahun pertama dari kerasulannya itu. Pada mulanya, sejak masa kerasulannya, ia adalah seorang nabi, sampai datangnya wahyu menyuruh ia memperingatkan keluarga-keluarganya yang dekat. Setelah ia memperingatkan keluarga-keluarga Quraisy dan ada di antara mereka yang menerima Islam, di samping banyak juga yang masih kepala batu dan mau berpikir-pikir dulu, ia masih berkewajiban mengajak bangsanya sendiri, seluruh masyarakat Arab, untuk kemudian meneruskan kewajibannya itu mengajak seluruh umat manusia.

Langkah ini di ambil rosulullah .. agar mereka pihak qurais memperhitungkan keberadaan kaum muslim dan melepaskan Blokade.
Kalaupun rosulullah adalah orang yang di gila dengan harta .. kenapa sejarah mencatat dia adalah Orang miskin .. bahkan di riwayatkan beliau meninggal .. dan baru di temukan bahwa dia menggadaikan baju besinya kepada Seorang yahudi untuk menyambung hidup .. padahal jika rosulullah mau .. baitul mall ( rumah harta ) kalau sekarang mungkin badan Keuangan Dibawah kekuasaannya .. kenapa harus Susah2 merampok..
Bahkan untuk membujuk agar beliau berhenti menyebarkan islam .. Orang arab di waktu itu malah menyuguhkan jabtan dan kekuasaan kepada Rosulullah agar beliau berhenti menyebarkan agama islam yang benar. tetapi apa jawaban beliau
" Walaupun Matahari di tangan kananku dan Bulan di letakkan dai tangan kirku .. agar aku berhenti menyiarkan agama ini .. sungguh aku tidak akan berhenti "
Jika bukan alasan kebenaran .. untuk apa ?

______________________________________________

Anda tanya tentang Hajaraswad untuk apa ?
User avatar
farisMuslim
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 33
Joined: Thu Jun 10, 2010 7:37 pm
Location: Indonesia

Re: 4 Alasan kami Murtad

Postby robint » Sat Jul 10, 2010 11:08 pm

@faris:

cerita yg kamu sebutkan diatas, tidak membenarkan bahwa seorang nabi ada tukang garong harta quraish, dan lucunya , kamu tidak malu utk menyebutkan seolah bangga punya nabi tukang garong.

seharusnya seorang nabi mengajarkan pengampunan, andaikan pun dia benar teraniaya, bukankah Allah maha pengampun mengapa nabinya tidak mencerminkan sifat pengampunan dari Allah ?

Allah seharusnya juga maha kuasa utk memberikan Muhamad dan pengikutnya rejeki dengan jalan2 damai bukan nya malah menggarong.

menurut kamu apa baik tingkah laku Muhamad yg merampok kafilah qurais apapun alasannya ?

Anda tanya tentang Hajaraswad untuk apa ?


udh saya jawab:


Mari kita periksa apakah Islam agama penyembah berhala


berani menerima tantangan ?
robint
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2190
Joined: Sat Jun 21, 2008 10:52 pm

Re: 4 Alasan kami Murtad

Postby farisMuslim » Sat Jul 10, 2010 11:29 pm

:rolling: :rolling:
Sumpah .. ngakak .. aku brur .. santai dulu brur .. kok kayak kebakaran jenggot gitu .. :partyman:

seharusnya seorang nabi mengajarkan pengampunan, andaikan pun dia benar teraniaya, bukankah Allah maha pengampun mengapa nabinya tidak mencerminkan sifat pengampunan dari Allah ?


"Jadi maksud lo ..."
Jika di aniaya .. kita diem ya ..?

"Jika di tampar pipi kanan mu .. berikanlah pipi kirimu ..."
" CIntailah Musuhmu ..."

Noh .. ente liat penjajah belanda .. Mereka itu agamanya apa .. kristen kan ?
apa yang mereka lakukan kepada bangsa ini .. 350 thn brur .. kekayaan negara ini di keruk rakyat di jajah.
terus gimana brur .. kita masak mau bilang "KASIHHHHHH AJA DAHHHHHHHHHH "
mungkin sampai saat ini kita g akan merdeka brur.
Bisa di terapkan nggak ...!?
Wah .. g perlu ada penjara donk..

Gimana brur .. ?!
Eits tunggu dulu brur ada lagi ..
Ente tau lidah kan .. Ada selogan dari islam brur "MEMFITNAH LEBIH KEJAM DARI MEMBUNUH"
gara gara 1 orang pemfitnah "Penyebar dusta dan kebencian" maka 1 negara bisa ancur brur.
Nah tu lebih jahat lagi .


Brur dapat kabar burung dari mana kalau islam itu penyembah berhala.
burung siapa yang mengatakan itu brur... ?
Burung Ente ..?
\:D/

Pleaseeee dech brur.. jangan nafsu gitu donk .. relax aja .. untungnya kita g bertatap muka ya brur. jadi cuman bisa Omong doang. :rock:
monggo brur .. !!
User avatar
farisMuslim
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 33
Joined: Thu Jun 10, 2010 7:37 pm
Location: Indonesia

Re: 4 Alasan kami Murtad

Postby robint » Sat Jul 10, 2010 11:43 pm

@atas,

lho jadi kamu membenarkan perbuatan muhamad yg menggarong kafilah quraisy? sekarang kamu deh.. misalkan ada temen kamu yang memfitnah kamu telah melakukan perbuatan tak senonoh kpd seorang wanita, dan kemudian kamu masuk kantor polisi.

lantas setelah kamu terbukti benar, apakah lantas memberikan kamu hak utk membunuh atau merampok , orang yg memfitnah kamu ?

gak usah jauh2 ngomongin soal belanda deh.. kita sekarang lagi membicarakan kepantasan seorang nabi TUHAN. TUHAN maha kuasa dan pengampun, apakah mungkin nabi utusannya yg dianggap penutup, paling mulia dan layak diikuti malah jadi nabi pembalas kejahatan dng kejahatan, tukang garong orang yg cuma mengolok2 dia, dan ALLAHnya ternyata gak berkuasa utk membuat nabinya menjadi nabi mulia dng jalan damai.

sekedar masukan.

kalo kamu ditampar pipi kiri-mu dan kamu balas menampar yg menampar kamu, kamu dan yg kamu tampar , itu gak lebih dari dua orang penampar, cuma temen kamu adalah tukang tampar pertama dan kamu adlaah tukan tampar kedua.

apakah lebih dr perbuatanmu jika demikian? apalagi seorang nabi , semestinya Dia lebih mulia dan bijaksana drpd orang2 **** yg menghakimi dia.

Jika memang dia orang benar, dia akan mengampuni setulus hati.

Kalo seandainya muhamad kehidupannya sbb :

mulanya Ia mengajarkan agama dan dihina , dan diusir, lalu lari kemedinah, disana TUHAN memberi berkat dan menjadikan dia jaya.

lalu bukan menggarong, dia malah berbuat kebaikan kepada kafilah qurais yg melewati daerahnya sehingga namanya mulai dipermuliakan dan kenabiannya mulai diakui.

maka dng penuh sukacita gw begitu mendengar ajaran dr seorang mulia spt ini, saya akan langsung mualaf.

sayang muhamad gak begitu.

btw saya kasih pencerahan ttg nabi yusuf:

nabi yusuf dibuang saudaranya disumur , dan lalu dibeli pedagang budak, dia lalu masuk penjara karena fitnah , dan setelah Tuhan memberkatinya , dan dia keluar dan jadi orang besar, tidak hanya dia tidak membalas dendam thd saudara2nya, dia malah menolong saudara2nya supaya terhindar dr kelaparan.

dan ketika saudara menyesal atas apa yg mereka perbuat , Yusuf menghibur mereka dan mengatakan :
km memang berbuat jahat, tapi Tuhan telah membuatnya utk kebaikan agar ada kehidupan bagi (keluarga) kita.

Nah itu lah ciri2 nabi sejati, mencerminkan sifat pengampunan TUHAN. ini malah ngegarong...

ada bukti lain bahwa muhamad tidak menggarong ???
robint
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2190
Joined: Sat Jun 21, 2008 10:52 pm

Re: 4 Alasan kami Murtad

Postby farisMuslim » Sun Jul 11, 2010 12:40 am

ha ha ha ha .. brur brur ..
keliatan sekali kebencian lu terhadap islam. dan rosulullah.
tapi tak apalah ..

Nampaknya kita berbeda pendapat dalam msasalah mengapa nabi beserta 313 orang melakukan pencegatan kepada Kaum Qurais.
Tau nggak ada berapa jumlah pengikut rosulullah di zaman itu ..
Tau nggak betapa tersiksanya mereka di Blokade sedemikian rupa oleh kau qurais..

Sebenarnya perdagangan yang dikirimkan dari Mekah dan Ta'if dan yang didatangkan ke Mekah dari bagian Selatan, adalah perdagangan yang cukup besar. Sebuah kafilah adakalanya berangkat dengan 2.000 unta dengan muatan seharga lebih dan 50.000 dinar. Menurut perkiraan Sprenger ekspor Mekah setiap tahunnya mencapai jumlah 250.000 dinar atau kira-kira 160.000 pounsterling. Apabila bagi pihak Quraisy sudah pasti bahwa bahaya yang mengancam perdagangan ini datangnya dari anak negeri sendiri yang kini sudah mengungsi ke Medinah,
hal ini telah membuatnya berpikir-pikir dalam hal mengadakan saling pengertian dengan mereka, suatu saling pengertian yang memang diharapkan oleh pihak Muslimin, yakni jaminan adanya kebebasan melakukan dakwah agama serta kebebasan memasuki Mekah dan melakukan tawaf di Ka'bah. Tetapi saling pengertian demikian ini takkan ada kalau Quraisy tidak dapat memperhitungkan kekuatan pihak Muhajirin dari anak negerinya sendiri itu, yang kini akan mencegat dan menutup jalan lalu-lintas perdagangannya.

Tindakan ini di lakukan oleh rosulullah juga untuk memperingatkan kepada kaum qurais agar mereka tidak menyiksa kaum muslimin contohlah bilal bin rabah , yang berada di kota mekkah yang tidak ikut ber hijrah ke madinah.. semacam pengumuman bahwa islam juga bisa melakukan perlawanan ..

lu liat no .. israel .. yang sekarang lagi melakukan blokade kepada Palestina.. miris nggak ?
dan di madinah sana brur .. bukan hanya ada orang islam ..tapi orang Nasrani dan yahudi brur.. besar tanggung jawab rosulullah atas mereka ..
dia bertindak atas nama pemimpin yang ingin menyelamatnkan Pengikut dan rakyatnya .. dan di yatsrib ( sekarang madinah ) bukan hanya orang islam saja yang rosulullah pikirkan bro .. tapi non islam juga.

Bisa bedakan kan .. ?! Antara posisi Nabi yusuf dan Rosulullah pada saat itu. ini masalah tanggung jawab beliau kepada pengikutnya ..
Sejarah juga mencatat bagaimana selama di mekkah rosulullah di caci maki dan di hina oleh orang mekkah .. bahkan pernah di lempar batu sampai berdarah. lalu melaikat jibril menawarkan "Ya rosulullah .. jika kau menghendaki maka akan aku hancurkan mereka ini ? " namun apa jawab beliau .. "Jangan jibril .. sesungguhnya mereka tidak tau "
Jika bukan karena ahlaknya yang mulya brur . mana mungkin sampai detik ini .. umat islam masih sangat mengangungkan beliau sebagai utusan ALLAH.

mulanya Ia mengajarkan agama dan dihina , dan diusir, lalu lari kemedinah, disana TUHAN memberi berkat dan menjadikan dia jaya.


Selama di mekkah rosulullah di hina brur .. bahkan tidak terhitung rencana pembunuhan kepada rosulullah .. ahirnya turunlah perintah Hijrah ke madinah.. tapi tau nggak brur .. kaum qurais tidak membiarkan begitu saja. mereka kawatir kalau nantinya islam berkembang di madinah.
sebtulnya pada dasarnya mereka tau kalau islam itu benar brur... tapi pada zaman jahiliyah di kalangan arab sono .. Setiap orang yang melakukan dosa bisa di tebus dengan melakukan persembahan persembahan kepada berhala mereka.. tapi tidak dengan islam.
ahirnya mereka setengah mati berjuang untuk menghentikan Rosulullah. Enak aja ya brur.. dengan melakukan persembahan atau iuran .. dosa bisa di tebus .. resep kali pakek di tebus.

=D>
User avatar
farisMuslim
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 33
Joined: Thu Jun 10, 2010 7:37 pm
Location: Indonesia

Re: 4 Alasan kami Murtad

Postby robint » Sun Jul 11, 2010 11:37 am

keliatan sekali kebencian lu terhadap islam. dan rosulullah.


kebiasaan muslim utk ber adhominem, menuduh bahwa seseorang membenci rasullulah sedangkan orang tsb hanya berusaha mengulang kembali apa yg dia tulis dan melihat dr sudut yg berbeda.

sungguh percaya apa tidak, saya tadinya adalah pembela islam. Kalo ada yg menjelek2kan islam, saya akan kasitau bahwa Islam adalah agama baik, hanya diperjuangkan terlalu berlebihan oleh muslim2 fanatik, sehingga terlihat sbg agama yg penuh dng kekerasan.

TAPI,

setelah saya baca apa yg ditulis FFI, saya beli lagi quran , karena quran lama udah dikasih ke tetangga dan melihat bahwa referensi non quran spt hadits pun tidak bisa dibantah oleh muslim, dlm pengertian semua referensi yg diberikan kafir adalah valid.

saya baru tahu.

bahwa didunia ini ada banyak kali orang **** dan tolol , spt saya dulu, menyangka muhamad adalah orang baik padahal gak lebih dr pedofil, tukang garong dan pemerkosa yg dng pintarnya menipu dan terutama dng kekerasan menyebabkan dunia yg kacau , yg kita lihat hari ini .

betapa indahnya dunia ini tanpa islam, baru saya sadari setelah baca FFI.

*trims FFI, semoga banyak orang mengerti Islam dan menyadari kebiadan muhamad *

lanjut...

Nampaknya kita berbeda pendapat dalam msasalah mengapa nabi beserta 313 orang melakukan pencegatan kepada Kaum Qurais.
Tau nggak ada berapa jumlah pengikut rosulullah di zaman itu ..


ngawur , saya cuma menegaskan penggarongan nabi idola mu itu terhadap kaum qurais, spt kamu tulis sendiri :

Tahun kedua hijriyah, Rasulullah SAW bersama 313 sahabatnya bergerak menuju Badr untuk mencegat kafilah Quresy yang membawa harta berlimpah hasil dari perniagaan di Syam.


kalo kamu menggarong rumah tetangga hanya karena tetangga mu menghina-mu , dan bahkan berakhir dng pembunuhan, apakah lantas membuat kamu jadi benar ?

sekarang gak usah jauh2 lah dng segala kutipan omong kosong mu itu yang gak punya referensi valid dibanding dng apa yg sudah diquote kafir ttg kebiadaban muhamad dr tafsir ibn kathir, sirah nabi , hadits sahih etc.

sekarang kita bicara pake logika aja:

1. setelah muhamad hijrah ke medinah (keluar dr mekah) apakah masih ada usaha pembunuhan thd muhamad dan kerabatnya?

2. berapa lama muhamad dimedinah sebelum menyerang qurais mekah?

lu liat no .. israel .. yang sekarang lagi melakukan blokade kepada Palestina.. miris nggak ?


loh, saya nonton berita, disitu ditulis Israel mengundang negara2 siapa saja yg mau mengunjungi palestina secara resmi, utk melihat kehidpan disana. Kalau memang miris kenapa berani ngundang ?

dan satu lagi , blokade itu ada empat setahu saya , dan satu dipegang mesir , yg notabene adalah negara islam juga. Kenapa gak minta tolong mesir utk buka jalur ?

lalu melaikat jibril menawarkan "Ya rosulullah .. jika kau menghendaki maka akan aku hancurkan mereka ini ? " namun apa jawab beliau .. "Jangan jibril .. sesungguhnya mereka tidak tau "
Jika bukan karena ahlaknya yang mulya brur . mana mungkin sampai detik ini .. umat islam masih sangat mengangungkan beliau sebagai utusan ALLAH.


pertama cerita diatas tidak memiliki referensi yg jelas, coba kamu tampilkan saja kutipannya berasal dr mana dan kedua, km islam krn ortu kamu islam, dan sampai hari ini tidak ada yg berani mengkritik islam secara terbuka sehingga setiap orang bisa melihat betapa kejamnya sang nabi.

baru dibikin kartun saja sudah terjadi kerusuhan apalagi jika di bongkar kisah hidupnya yg biadab itu. selama ini , anggapan bahwa nabi adalah orang yg mulia, pengasih adalah gambaran dr imajinasi muslim, selama beratus2 tahun , krn cekaman ketakutan angkatan pertama yg masuk islam dibawah tekanan pedang dan sisa yg lain gak lebih dari sekedar mengikuti tanpa memahami siapa sebenarnya muhamad, krn otaknya sudah didoktrinasi ttg kehidupan muhamad yg mulia yg tidak pernah tercatat dlm sumber2 islam tertua, gak lebih dr omong kosong gak berdasar.

sekarang saya tanya kamu , kamu tau gak bahwa diketiga agama dunia, hindu, budha dan kristen ada ayat yg berbunyi,"bunuhlah muslim dimanapun kamu jumpai mereka, karena mereka kafir, menyembah batu hitam sbg ALLAH dan melakukan kekerasan dan fitnah pada agama lain ".

cuma setiap kali kita berusaha menyembunyikannya aja dr muslim dan kalo pun ada muslim yg terheran2 bahwa ada ayat yg memerintahkan kita utk membunuh muslim , biasanya non muslim akan bilang bahwa itu ada konteks dan asbabun nuzulnya.

Kamu pasti belum tahu kan ? coba deh cari ditoko2 buku terdekat dan baca alkitab, weda dan tripitaka.

Enak aja ya brur.. dengan melakukan persembahan atau iuran .. dosa bisa di tebus .. resep kali pakek di tebus.


o ya , jadi kamu tidak percaya bahwa ALLAH itu mahakuasa dan bisa melindungi nyawa siapa saja yg dikehendakinya dan bisa memuliakan siapa saja yg taat kepadaNya ?

apalagi ini adalah nabi utamanya.

bener2 munafik, gilirannya ada orang yg percaya manusia yg mati ditiang gantungan sbg TUHAN, kamu melecehkan iman orang tsb dan mengatakan bahwa TUHAN itu mahakuasa shg tidak mungkin mati ditiang gantungan, tapi dng jalan demikian km telah melecehkan iman mu sendiri bahwa ada TUHAN yg tidak cukup berkuasa utk melindungi nabinya dari tangan2 orang2 yg berniat jahat kepadanya.
robint
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2190
Joined: Sat Jun 21, 2008 10:52 pm

PreviousNext

Return to Ruang Pengakuan dan Kesaksian



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users

cron